Santapan Harian Keluarga, 25 Feb – 2 Maret 2024

Tema Bulanan : Wujudkan Makna Sengsara Kristus dalam Realitas Berdemokrasi

Tema Mingguan : Ingat Kasih Setia Tuhan dan Tetap Berpengharapan

Minggu, 25 Februari 2024

bahan bacaan : Mazmur 31: 1-24

Aman dalam tangan TUHAN
Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. (31-2) Pada-Mu, TUHAN, aku berlindung, janganlah sekali-kali aku mendapat malu. Luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu, 2 (31-3) sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, bersegeralah melepaskan aku! Jadilah bagiku gunung batu tempat perlindungan, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku! 3 (31-4) Sebab Engkau bukit batuku dan pertahananku, dan oleh karena nama-Mu Engkau akan menuntun dan membimbing aku. 4 (31-5) Engkau akan mengeluarkan aku dari jaring yang dipasang orang terhadap aku, sebab Engkaulah tempat perlindunganku. 5 (31-6) Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, ya TUHAN, Allah yang setia. 6 (31-7) Engkau benci kepada orang-orang yang memuja berhala yang sia-sia, tetapi aku percaya kepada TUHAN. 7 (31-8) Aku akan bersorak-sorak dan bersukacita karena kasih setia-Mu, sebab Engkau telah menilik sengsaraku, telah memperhatikan kesesakan jiwaku, 8 (31-9) dan tidak menyerahkan aku ke tangan musuh, tetapi menegakkan kakiku di tempat yang lapang. 9 (31-10) Kasihanilah aku, ya TUHAN, sebab aku merasa sesak; karena sakit hati mengidaplah mataku, meranalah jiwa dan tubuhku. 10 (31-11) Sebab hidupku habis dalam duka dan tahun-tahun umurku dalam keluh kesah; kekuatanku merosot karena sengsaraku, dan tulang-tulangku menjadi lemah. 11 (31-12) Di hadapan semua lawanku aku tercela, menakutkan bagi tetangga-tetanggaku, dan menjadi kekejutan bagi kenalan-kenalanku; mereka yang melihat aku di jalan lari dari padaku. 12 (31-13) Aku telah hilang dari ingatan seperti orang mati, telah menjadi seperti barang yang pecah. 13 (31-14) Sebab aku mendengar banyak orang berbisik-bisik, --ada kegentaran dari segala pihak! --mereka bersama-sama bermufakat mencelakakan aku, mereka bermaksud mencabut nyawaku. 14 (31-15) Tetapi aku, kepada-Mu aku percaya, ya TUHAN, aku berkata: "Engkaulah Allahku!" 15 (31-16) Masa hidupku ada dalam tangan-Mu, lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku dan orang-orang yang mengejar aku! 16 (31-17) Buatlah wajah-Mu bercahaya atas hamba-Mu, selamatkanlah aku oleh kasih setia-Mu! 17 (31-18) TUHAN, janganlah membiarkan aku mendapat malu, sebab aku berseru kepada-Mu; biarlah orang-orang fasik mendapat malu dan turun ke dunia orang mati dan bungkam. 18 (31-19) Biarlah bibir dusta menjadi kelu, yang mencaci maki orang benar dengan kecongkakan dan penghinaan! 19 (31-20) Alangkah limpahnya kebaikan-Mu yang telah Kausimpan bagi orang yang takut akan Engkau, yang telah Kaulakukan bagi orang yang berlindung pada-Mu, di hadapan manusia! 20 (31-21) Engkau menyembunyikan mereka dalam naungan wajah-Mu terhadap persekongkolan orang-orang; Engkau melindungi mereka dalam pondok terhadap perbantahan lidah. 21 (31-22) Terpujilah TUHAN, sebab kasih setia-Nya ditunjukkan-Nya kepadaku dengan ajaib pada waktu kesesakan! 22 (31-23) Aku menyangka dalam kebingunganku: "Aku telah terbuang dari hadapan mata-Mu." Tetapi sesungguhnya Engkau mendengarkan suara permohonanku, ketika aku berteriak kepada-Mu minta tolong. 23 (31-24) Kasihilah TUHAN, hai semua orang yang dikasihi-Nya! TUHAN menjaga orang-orang yang setiawan, tetapi orang-orang yang berbuat congkak diganjar-Nya dengan tidak tanggung-tanggung. 24 (31-25) Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang yang berharap kepada TUHAN!

Tuhan Sumber Pengharapan
Tantangan dan persoalan menjadi bagian yang tidak dapat dilepaspisahkan dari realitas kehidupan yang dijalani. Menghadapi kenyataan seperti ini menggerakkan kita untuk mencari cara agar sedapatnya keluar dari tantangan dan persoalan dimaksud. Fakta membuktikan bahwa ada sekian banyak orang yang tetap teguh berpengharapan kepada Tuhan, tetapi tidak sedikit juga yang mencari solusi dan penyelesaian secara instan. Cara seseorang meresponi semua hal yang terjadi dalam hidupnya memperlihatkan kepada siapa ia menaruh harap dan percaya. Inilah juga yang nampak di dalam refleksi pemazmur pada bacaan saat ini. Menghadapi orang-orang yang bermufakat mencelakakan dan mencabut nyawa pemazmur, tidak membuatnya hilang harapan dan percaya kepada Tuhan. Sebab Tuhan yang ia sembah penuh dengan kasih setia, keadilan, kebaikan, perlindungan dll. Itu sebabnya pemazmur berlindung dan menaruh harap serta tetap percaya kepada Tuhan sebagai satu-satunya sumber pengharapan yang dapat menyelamatkan. Hal ini mengajarkan kepada kita semua tentang bagaimana kita bersikap ketika diperhadapkan dengan situasi hidup yang penuh tantangan dan persoalan. Situasi seperti ini dapat dialami oleh siapapun dan dimanapun. Seberat apapun tantangan dan persoalan yang dihadapi, jangan takut melainkan ingat kasih setia Tuhan dan tetap berpengharapan.

Doa: Tuhan Yesus, ajari kami agar selalu mengingat kasih setiaMu dan tetap berpengharapan. Amin.

Senin, 26 Maret 2024

bahan bacaan : Ulangan 7:7-11

7 Bukan karena lebih banyak jumlahmu dari bangsa manapun juga, maka hati TUHAN terpikat olehmu dan memilih kamu--bukankah kamu ini yang paling kecil dari segala bangsa? -- 8 tetapi karena TUHAN mengasihi kamu dan memegang sumpah-Nya yang telah diikrarkan-Nya kepada nenek moyangmu, maka TUHAN telah membawa kamu keluar dengan tangan yang kuat dan menebus engkau dari rumah perbudakan, dari tangan Firaun, raja Mesir. 9 Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa TUHAN, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan, 10 tetapi terhadap diri setiap orang dari mereka yang membenci Dia, Ia melakukan pembalasan dengan membinasakan orang itu. Ia tidak bertangguh terhadap orang yang membenci Dia. Ia langsung mengadakan pembalasan terhadap orang itu. 11 Jadi berpeganglah pada perintah, yakni ketetapan dan peraturan yang kusampaikan kepadamu pada hari ini untuk dilakukan."

Tetaplah Setia Sebab Tuhan Setia
Kesetiaan merupakan satu sikap yang diharapkan dari seseorang baik dalam membangun relasi sebagai pasangan, sahabat, rekan kerja dan lain sebagainya. Kesetiaan berarti berpegang (pada janji, pendirian dll), patuh dan taat terhadap suatu hal. Sikap setia seperti inilah yang diperintahkan oleh Tuhan Allah agar tetap dipegang oleh bangsa Israel ketika mereka memasuki tanah Kanaan. Sebab bangsa Israel dapat saja terpengaruh dan berpaling dari Allah dengan menyembah kepada berhala-berhala yang di sembah orang Kanaan. Hal ini harus dihindari sebagai wujud kepatuhan dan ketaatan mereka terhadap Tuhan yang mengasihi dan membawa keluar dengan tangan-Nya yang kuat, serta menebus Israel dari rumah perbudakan. Sebab Dialah Allah yang setia dan memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang mengasihi-Nya dan berpegang pada perintah-Nya. Kesetiaan kepada Tuhan haruslah juga dilakukan oleh kita sebagai orang percaya. Sikap setia itu harus diwujudnyatakan dalam kehidupan tiap-tiap hari. Misalnya setia berdoa, setia kepada pasangan hidup, setia menjalankan kerja dan pelayanan dan sebagainya Tetaplah berlaku setia terhadap hal-hal yang benar dalam menjalani hari-hari hidup, baik dalam keluarga, bergereja maupun bermasyarakat. Camkanlah bahwa Allah telah lebih dahulu menunjukkan kasih setia-Nya kepada kita. Setialah kepada-Nya!

Doa Ya Tuhan, ajarlah kemi agar tetap setia kepadaMu. Amin.

Selasa, 27 Februari 2024

bahan bacaan : Mazmur 33: 18-22

18 Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya, 19 untuk melepaskan jiwa mereka dari pada maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan. 20 Jiwa kita menanti-nantikan TUHAN. Dialah penolong kita dan perisai kita! 21 Ya, karena Dia hati kita bersukacita, sebab kepada nama-Nya yang kudus kita percaya. 22 Kasih setia-Mu, ya TUHAN, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu.

Bersukacita Karena Pertolongan Tuhan
Aku bersyukur bersukacita, kasih Tuhan diam di dalamku”, demikianlah salah satu lirik lagu dalam PKJ 216. Penggalan pujian ini menggambarkan ada ungkapan terima kasih dan perasaan gembira karena mengalami kasih setia Tuhan. Sebagaimana makna yang terkandung dalam pujian di atas, pemazmur juga mengungkapkan hal yang sama. Perasaan ini lahir dari hasil refleksi pemazmur tentang kuasa Tuhan yang begitu besar. Kuasa Tuhan yang besar itu diungkapkan pemazmur dengan mengakui bahwa Tuhanlah penolong dan perisai, untuk melindungi semua orang yang mendapat kasih setia-Nya. Sebab kasih setia Tuhan hanya akan diberikan bagi mereka yang hidup takut akan Tuhan dan berharap pada-Nya. Puji-pujian pemazmur ini memberikan daya dorong kepada kita untuk memahami betapa keberadaan Tuhan mampu memberikan sukacita. Oleh sebab itu dalam menapaki hari-hari kehidupan, kita wajib melibatkan Tuhan. Kesadaran ini membuktikan bahwa sesungguhnya kitapun mengakui kekuasaan-Nya yang sanggup memberikan pertolongan dan menghadirkan sukacita. Hiduplah takut akan Dia dan berharap pada kasih setia-Nya senantiasa. Yakinilah dengan hidup takut akan Tuhan dan berharap pada-Nya, menganugerahkan segala kebaikan-kebaikan bagi kita.

Doa: terima kasih Tuhan, sebab semua pertolonganMu memberi sukacita. Amin.

Rabu, 28 Februari 2024

bahan bacaan : Mazmur 86:14-17

14 Ya Allah, orang-orang yang angkuh telah bangkit menyerang aku, dan gerombolan orang-orang yang sombong ingin mencabut nyawaku, dan tidak mempedulikan Engkau. 15 Tetapi Engkau, ya Tuhan, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih dan setia. 16 Berpalinglah kepadaku dan kasihanilah aku, berilah kekuatan-Mu kepada hamba-Mu, dan selamatkanlah anak laki-laki hamba-Mu perempuan! 17 Lakukanlah kepadaku suatu tanda kebaikan, supaya orang-orang yang membenci aku melihat dengan malu, bahwa Engkau, ya TUHAN, telah menolong dan menghiburkan aku.

Berdoalah!
Salah satu bentuk pengakuan dan keyakinan kita kepada Allah yakni dengan berdoa. Artinya dalam setiap keberadaan hidup kita, doa menjadi salah satu hal yang sangat penting dilakukan. Kendatipun demikian, hal penting ini seringkali diabaikan bahkan dilupakan karena berbagai macam alasan. Kesadaran untuk selalu berdoa yang memperlihatkan ketergantungan kita kepada Allah, haruslah tetap menjadi bagian dalam menjalani hidup. Sama seperti pemazmur yang juga berdoa meminta pertolongan dari Tuhan terkait dengan kenyataan hidup yang ia alami. Hal ini tidak berarti doa hanya dijadikan kekuatan ketika kita diperhadapkan dengan masalah, melainkan dalam segala situasi hidup baik susah maupun senang. Dengan berdoa memperlihatkan kesadaran pemazmur akan dirinya yang memiliki keterbatasan dan kekurangan sebagai manusia, sekaligus mengakui keberadaan Allah yang penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Pengakuan yang sama pun harus lahir dari dalam diri kita sebagai orang yang percaya kepada Allah. Sebab hanya dengan begitu, maka di setiap proses hidup dari waktu ke waktu akan menjadikan doa sebagai hal yang penting. Karena dengan berdoa kita dapat membangun relasi secara intim dengan Tuhan bahkan menyampaikan semua isi hati kita secara terbuka dihadapan-Nya. Karena doa merupakan nafas hidup orang percaya, maka teruslah berdoa. Sebab dengan berdoa kita akan senantiasa diberikan kekuatan dan kemampuan dari Tuhan, untuk melewati susah senang, suka duka dan baik buruknya tantangan kehidupan yang selalu datang silih berganti.

Doa: Ajarilah kami ya Tuhan, supaya mengerti pentingnya berdoa. Amin.

Kamis, 29 Februari 2024

bahan bacaan : Mazmur 107:1-9

Nyanyian syukur dari orang-orang yang ditebus TUHAN
Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 2 Biarlah itu dikatakan orang-orang yang ditebus TUHAN, yang ditebus-Nya dari kuasa yang menyesakkan, 3 yang dikumpulkan-Nya dari negeri-negeri, dari timur dan dari barat, dari utara dan dari selatan. 4 Ada orang-orang yang mengembara di padang belantara, jalan ke kota tempat kediaman orang tidak mereka temukan; 5 mereka lapar dan haus, jiwa mereka lemah lesu di dalam diri mereka. 6 Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan dilepaskan-Nya mereka dari kecemasan mereka. 7 Dibawa-Nya mereka menempuh jalan yang lurus, sehingga sampai ke kota tempat kediaman orang. 8 Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia, 9 sebab dipuaskan-Nya jiwa yang dahaga, dan jiwa yang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan.

Bersyukur Atas Kasih Setia Tuhan
Bersyukur merupakan suatu energi positif yang timbul dari diri seseorang sebagai cara nyanyian syukurnya kepada Tuhan. Nyanyian syukur ini berkaitan dengan tindakan penebusan karena kesesakkan yang dialami akibat dari kuasa yang menyesakkan. Tindakan penebusan tersebut murni karena kasih setia Tuhan dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib, sehingga mampu memberikan kepuasan kepada jiwa yang dahaga dan yang lapar dikenyangkan. Kasih setia Tuhan dan perbuatan-Nya yang ajaib pun terus menerus dialami oleh semua orang yang percaya kepada-Nya. Atas dasar itulah, kita semua diajarkan untuk selalu bersyukur sebagaimana yang telah dilakukan oleh pemazmur. Sekalipun tidak bisa dipungkiri bahwa ada berbagai macam rintangan yang terus menghampiri. Namun kita harus meyakini, di balik rintangan-rintangan tersebut sesungguhnya ada kebaikan yang akan Tuhan nyatakan dalam kehidupan kita. Karena kebaikan itulah, maka sudah sepantasnya kita bersyukur kepada-Nya. Pastikanlah bahwa kita akan tetap menjadi pribadi-pribadi yang menyadari kasih setia dan kebaikan Tuhan dan menanggapinya dengan tetap bersyukur. Sebab
dengan bersyukur membuktikan bahwa kita mengakui adanya kebaikan yang dialami dan dirasakan semata-mata hanya karena anugerah Tuhan.

Doa Atas kasih setia dan kebaikan yang Tuhan beri, kami mau selalu bersyukur. Amin.

Jumat, 01 Maret 2024

bahan bacaan : Mazmur 130:1-8

Seruan dari dalam kesusahan
Nyanyian ziarah. Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya TUHAN! 2 Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku. 3 Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan? 4 Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang. 5 Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya. 6 Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi, lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi. 7 Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel! Sebab pada TUHAN ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan. 8 Dialah yang akan membebaskan Israel dari segala kesalahannya.

Pada Tuhan ada Kasih Setia, Berharaplah!
Syukur kepada Tuhan yang begitu mengasihi kita sehingga memberikan kesempatan untuk masuk di bulan yang baru, bulan Maret. Kasih Tuhan ini terus mengiringi langkah kehidupan kita, walaupun terkadang kita menjadi lemah dan jatuh ke dalam dosa. Namun kasih setia Tuhan selalu diarahkan kepada setiap orang yang berharap kepada-Nya. Pemazmur menegaskan hal itu kepada kita melalui nas bacaan hari ini. Pemazmur menggunakan ilustrasi orang yang terjebak di jurang yang dalam untuk menggambarkan manusia berdosa yang tidak berdaya, tanpa pu menyelamatkan dirinya sendiri dari kesalahan-kesalahan yang telah dilakukannya. Manusia berdosa hanya bisa menunggu akibat yang mengerikan, yaitu maut. Oleh sebab itu, dalam keterbatasan untuk membebaskan diri dari dosa, manusia membutuhkan Tuhan untuk membebaskannya. Demikianlah jiwa manusia mengharapkan Tuhan. Hari ini kita diingatkan, Pandanglah Tuhan yang sengsara dan syukurilah kasih-Nya yang rela berkorban bagi kita semua, manusia yang berdosa. Hanya Allah didalam Yesus Kristus yang
dapat mengampuni dan menyelamatkan, sebesar apapun dosa dan kesalahan yang dilakukan. Karena itu, berharaplah kepada Tuhan sebab pada-Nya ada kasih setia. Pada-Nya ada anugerah pengampunan.

Doa: Ya Tuhan, kami mau berharap pada kasih setia-Mu, amin

Sabtu, 02 Maret 2024

bahan bacaan : Mazmur 145:14-21

14 TUHAN itu penopang bagi semua orang yang jatuh dan penegak bagi semua orang yang tertunduk. 15 Mata sekalian orang menantikan Engkau, dan Engkaupun memberi mereka makanan pada waktunya; 16 Engkau yang membuka tangan-Mu dan yang berkenan mengenyangkan segala yang hidup. 17 TUHAN itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya. 18 TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan. 19 Ia melakukan kehendak orang-orang yang takut akan Dia, mendengarkan teriak mereka minta tolong dan menyelamatkan mereka. 20 TUHAN menjaga semua orang yang mengasihi-Nya, tetapi semua orang fasik akan dibinasakan-Nya. 21 Mulutku mengucapkan puji-pujian kepada TUHAN dan biarlah segala makhluk memuji nama-Nya yang kudus untuk seterusnya dan selamanya.

Tuhan Dekat Pada Setiap Orang yang Berseru kepada-Nya
Kita masing-masing pasti memepunyai pengalaman berseru kepada Tuhan. Apalagi ketika hidup yang dijalani terasa begitu sulit dan berat. Masalah, penderitaan, musibah, ancaman kematian, seringkali membuat kita tidak memiliki cara lain untuk mendapatkan kelepasan dan kebahagiaan, selain berseru kepada Tuhan. Suatu ketika dalam perjalanan pelayanan untuk mengantar pendeta baru di salah satu jemaat, kami mendapatkan ancaman. Terpaan angin kencang yang disertai dengan gelombang besar yang membuat hati kecut. Kepanikan dan rasa takut menghantui diri, keringat dingin bercucuran. Hanya terdengar seruan dari mulut: “Tuhan tolong!, Tuhan tolong!. Betapa di saat itu, kami menyadari tak memiliki daya dan kekuatan apa pun, selain berharap pada pertolongan Tuhan. Seruan Tuhan tolong, tak pernah henti hingga tiba di tujuan. Tuhan mendengarkan seruan kami dan mempertibakan dengan selamat. Tuhan tidak pernah melupakan setiap orang yang berseru kepada-Nya. Inilah juga yang diingatkan Daud dalam Mazmur ini bahwa Tuhan tidak melupakan umat kepunyaan-Nya. Tuhan dekat pada orang yang berseru kepada-Nya. Bilamana kesesakan menghimpit dan ketakutan menguasai, jangan ragu untuk berseru memanggil nama Tuhan. la sedia mendengarkan dan memberi pertolongan. Jadi, berserulah kepada-Nya dalam kesetiaan!

Doa: Tuhan, dengarkanlah seruan kami di tengah situasi hidup yang sulit, amin.

*SUMBER : SHK BULAN FEB-MARET 2024, LPJ-GPM

Tinggalkan komentar