Tema Bulanan : Berdayakan Ekonomi dan Hidup Sejahtera bersama Yesus Sang Penyelamat
Tema Mingguan : Tetap Bersukacita dan Jadilah Berdaya dalam Derita
Minggu, 10 Maret 2024
bahan bacaan : Kolose 1:24-29
Pelayanan dan penderitaan Paulus
24 Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat. 25 Aku telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan firman-Nya dengan sepenuhnya kepada kamu, 26 yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya. 27 Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan! 28 Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus. 29 Itulah yang kuusahakan dan kupergumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya, yang bekerja dengan kuat di dalam aku.
Lakukanlah Tanggung Jawabmu Dengan Sukacita
Ungkapan sukacita lazimnya berkaitan dengan hal-hal yang mendatangkan kebaikan. Sangat jarang ungkapan sukacita muncul dalam situasi-situasi hidup yang sukar. Sukacita dapat diartikan sebagai situasi yang membuat seseorang mengalami kegirangan. Seseorang bersukacita atau mengalami kegirangan karena memperoleh keberhasilan atau sesuatu yang membuatnya bahagia. Kisah rasul Paulus dalam pelayanannya menjadi teladan iman tentang sukacita. Sukacita harus terwujud dalam setiap tanggung jawab dimanapun berada. Sukacita bukan hanya terjadi pada saat bahagia tetapi juga pada saat kesukaran. Melakukan berbagai tanggung jawab dengan sukacita sama artinya dengan
menghargai anugerah Tuhan. Menjalani keberadaan sebagai orang percaya dengan berbagai tanggung jawab maka kita diajak untuk hidup sesuai kehendak Tuhan. Hidup sesuai kehendak Tuhan artinya setia melakukan kehendak-Nya, memberitakan tentang kasih-Nya lewat perbuatan sesehari. Oleh sebab itu, lakukan setiap tanggung jawab yang telah dianugerah Tuhan melalui hidup dan memuliakan nama-Nya, kapan dan di mana saja.
Doa: Ya Tuhan. berilah Roh-Mu menuntun dalam menjalani kehidupan. Amin.
Senin, 11 Maret 2024
bahan bacaan : Ibrani 10:32-36
32 Ingatlah akan masa yang lalu. Sesudah kamu menerima terang, kamu banyak menderita oleh karena kamu bertahan dalam perjuangan yang berat, 33 baik waktu kamu dijadikan tontonan oleh cercaan dan penderitaan, maupun waktu kamu mengambil bagian dalam penderitaan mereka yang diperlakukan sedemikian. 34 Memang kamu telah turut mengambil bagian dalam penderitaan orang-orang hukuman dan ketika harta kamu dirampas, kamu menerima hal itu dengan sukacita, sebab kamu tahu, bahwa kamu memiliki harta yang lebih baik dan yang lebih menetap sifatnya. 35 Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya. 36 Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.
Ketekunan Mendatangkan Berkat
Hidup orang percaya haruslah berada di dalam terang. Hidup di dalam terang terwujud dalam kebaikan, keadilan, kebenaran. maksudnya semua hal positif yang berujung pada kebaikan dan untuk kemuliaan Tuhan. Saat menjalani hidup, tentu ada pertumbuhan baik secara fisik maupun secara iman. Hal ini menunjukkan bahwa hidup orang percaya haruslah mengalami pertumbuhan iman dalam setiap kenyataan yang dihadapi dan digumuli. Tentu tidak mudah sebab pasti ada tantangan atau kesulitan yang datang silih berganti. Orang percaya pun akan berhadapan dengan tantangan bahkan kesulitan. Ketekunan diperlukan saat menghadapi dan menggumuli kenyataan hidup. Tekun berarti kesungguhan atau melakukan segala sesuatu dengan kesungguhan hati. Tekun menjalani hidup di dalam iman kepada Yesus haruslah menjadi ciri khas dari orang percaya. Ciri khas tersebut haruslah dinampakkan dalam setiap kenyataan hidup entah dalam keadaan baik ataupun buruk. Setiap orang percaya yang hidup di dalam ketekunan maka baginya akan tersedia berkat. Tuhan pasti menyediakan segala yang diperlukan dalam hidup ini namun yang terpenting adalah hidup di dalam
terang sebagai wujud ketekunan kepada Yesus Kristus.
Doa: Ya Allah, tolonglah agar kami tetap tekun hidup sesuai kehendakMu. Amin.
Selasa, 12 Maret 2024
bahan bacaan : Yakobus 1:12-18
Pengujian dan pencobaan
12 Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia. 13 Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun. 14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. 15 Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut. 16 Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah sesat! 17 Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran. 18 Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya.
Bertekun di Dalam Pencobaan
Kualitas seseorang dapat disebut telah tahan uji jika mampu bertahan dalam menghadapi setiap tantangan atau kesulitan. Nas bacaan ini berkaitan dengan kualitas diri seseorang dalam pengujian dan pencobaan. Pencobaan berkaitan dengan kesukaran atau tantangan yang menerpa kehidupan entah di dalam hidup pribadi ataupun hidup bersama. Setiap orang percaya yang mampu menghadapi kesukaran hidup maka dapat dikatakan telah tahan uji. Hal ini menjadi penting sebab terkadang orang menjadi pesimis, hilang arah, cemas, kuatir dan takut ketika berhadapan dengan tantangan atau kesukaran. Sikap-sikap hidup seperti itulah yang membuat kualitas diri orang percaya tidaklah menjadi tahan uji. Bertekun di dalam setiap pencobaan akan membuat orang percaya menjadi tahan uji. Kuncinya adalah tetap meminta tuntunan Tuhan melalui Roh-Nya agar mampu menghadapi setiap kenyataan hidup terutama yang sukar atau menantang. Tidak perlu cemas, kuatir ataupun takut secara berlebihan sebab Tuhan pasti akan menyertai setiap orang percaya dalam menghadapi kenyataan hidup. Jalanilah hidup dengan bertekun dalam setiap kenyataannya sekalipun ada pencobaan, kesukaran atau tantangan. Tuhan pasti menyertai kita.
Doa: Ya Tuhan, kuatkanlah kami agar mampu menghadapi setiap pencobaan. Amin.
Rabu, 13 Maret 2024
bahan bacaan : 1 Petrus 3 :13-16
Menderita dengan sabar
13 Dan siapakah yang akan berbuat jahat terhadap kamu, jika kamu rajin berbuat baik? 14 Tetapi sekalipun kamu harus menderita juga karena kebenaran, kamu akan berbahagia. Sebab itu janganlah kamu takuti apa yang mereka takuti dan janganlah gentar. 15 Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat, 16 dan dengan hati nurani yang murni, supaya mereka, yang memfitnah kamu karena hidupmu yang saleh dalam Kristus, menjadi malu karena fitnahan mereka itu.
Janganlah Bersedih Dan Terpuruk! Berjuanglah!
Ketaatan iman kepada Yesus akan diperhadapkan dengan beragam penderitaan. Kenyataan itu turut terjadi di Jemaat Kristen wilayah Asia Kecil yang mengaku iman kepada Yesus namun ditolak dan dianiaya. Pada akhirnya, kehidupan jemaat menjadi sangat susah dan sengsara. Menyikapi situasi itu, Petrus melalui suratnya mengingatkan jemaat untuk jangan takut dan gentar dalam penderitaan yang sementara dialami (ay. 14). Bagi Petrus, penderitaan yang dialami oleh jemaat adalah bukti dari kemurnian iman mereka, karena didasari pada perjuangan akan kebenaran tentang Yesus (ay. 15), sehingga penderitaan mereka akan tetap diberkati oleh-Nya. Dalam penderitaan yang dihadapi, Petrus turut mengingatkan jemaat untuk tidak terpuruk dan bersedih. Justru sebaliknya, jemaat harus berjuang di tengah penderitaan tersebut (ay. 16). Bahkan bagi Petrus, sekalipun dihadapkan banyak masalah, Kristus harus tetap berada dalam hati setiap jemaat. Apakah kita di masa kini tetap kuat seperti jemaat Kristen wilayah Asia Kecil ketika mendapat banyak persoalan hidup? Jika tidak maka belajarlah dari perjuangan Jemaat Kristen Wilayah Asia Kecil, bahwa kita tidak boleh terpuruk dan bersedih di tengah persoalan hidup. Kesedihan dan keterpurukan hanya akan membuat kita menjadi orang yang gampang menyerah. Tetaplah berjuang di tengah persoalan hidupmu. Allah di dalam Kristus pasti menolongmu.
Doa: Tolonglah kami agar tidak terpuruk dan bersedih dalam penderitaan ini. Amin.
Kamis, 14 Maret 2024
bahan bacaan : Filipi 1:18-26
18 Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita, 19 karena aku tahu, bahwa kesudahan semuanya ini ialah keselamatanku oleh doamu dan pertolongan Roh Yesus Kristus. 20 Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikianpun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku. 21 Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. 22 Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu. 23 Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus--itu memang jauh lebih baik; 24 tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu. 25 Dan dalam keyakinan ini tahulah aku: aku akan tinggal dan akan bersama-sama lagi dengan kamu sekalian supaya kamu makin maju dan bersukacita dalam iman, 26 sehingga kemegahanmu dalam Kristus Yesus makin bertambah karena aku, apabila aku kembali kepada kamu.
Bersukacitalah di Tengah Penderitaan!
Pengakuan akan Yesus Kristus pada zaman pemberitaan injil, Paulus selalu mendapat tantangan. Filipi 1 memberikan catatan singkat bahwa jemaat Filipi diperhadapkan dengan kelompok di luar Kristus yang mengacaubalaukan iman umat. Bahkan dalam gerakan mereka, Paulus yang sementara dipenjara mengalami penganiyaan dengan begitu keras. Jemaat-jemaat yang mengaku percaya kepada Yesus juga menjadi semakin sengsara karena penganiayaan. Tujuan dari semuanya itu untuk mencegah perkembangan pemberitaan injil dan menghambat pertumbuhan gereja di Filipi. Namun dalam menghadapi penderitaan yang begitu berat, Paulus mengajak jemaat di Filipi supaya tetap bersukacita. Jemaat diajak untuk belajar dari dirinya yang telah meneladani penderitaan Yesus, sehingga tetap bersukacita dalam keadaan yang sulit sekalipun. Karena tujuan terpenting adalah injil mengalami perkembangan dan pertumbuhan. Pesan bagi kita adalah, sebagai orang percaya, kita mungkin akan berhadapan dengan beragam persoalan hidup, baik pribadi, keluarga, gereja, bahkan bangsa dan negara. Janganlah kita menjadi putus asa, kecewa, hilang harapan, dan melupakan Allah. Sebaliknya, hadapilah masalah itu dengan penuh sukacita. Berdirilah teguh dalam iman kepada Allah, agar pada waktunya kita dapat melihat begitu indahnya Allah yang penuh kasih menolong dan menyelamatkan kehidupan kita.
Doa: Tuhan, tolonglah kami agar tetap bersukacita dalam iman di tengah penderitaan. Amin.
Jumat, 15 Maret 2024
bahan bacaan : Lukas 6:22-23
22 Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat. 23 Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya, upahmu besar di sorga; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi.
Andalkanlah Yesus dan bersukacitalah!
Ketika melakukan diskusi dalam kebaktian umat, seorang ibu pernah bertanya : mengapakah orang Kristen harus bersukacita dan bergembira ketika menderita karena imannya? Bukankah penderitaan hanya membawa kesengsaraan? Pertanyaan itu muncul ketika sang ibu selesai membaca teks Lukas 6: 22 yang menyebutkan, bahwa jemaat yang percaya kepada Anak Manusia (merujuk pada Yesus) akan ditolak, dibenci, difitnah sebagai sesuatu yang jahat, dan lainnya. Perlu diakui, bahwa ungkapan Yesus itu didasari pada kenyataan: orang-orang yang mengikut Yesus memiliki ciri hidup berbeda dengan yang lainnya. Karena Yesus telah menjadi pusat dari seluruh pertimbangan dan keputusan hidup mereka, sehingga apapun yang mereka pikirkan, katakan, dan lakukan itu berasal dari Allah di dalam Kristus. Yesus menyampaikan bahwa mereka yang menjadikan diri-Nya sebagai pusat dari kehidupan akan mendapat upah yang besar di Sorga. Upah yang besar di Sorga menunjuk pada keiikutsertaan Allah dalam hidup mereka, baik masa kini maupun masa yang akan datang. Artinya mereka tidak akan berjuang sendiri namun Allah tetap memberkati perjuangan mereka. Pesan bagi kita di saat ini, andalkanlah Yesus dalam seluruh langkah hidup kita. Pandanglah Yesus dalam segala
pergumulan dan tantangan hidup kita. Karena orang yang percaya kepada Yesus mendapat kekuatan untuk berjuang di tengah penderitaan.
Doa: Ya Tuhan, tolonglah kami agar tetap memandang-Mu di tengah penderitaan ini. Amin.
Sabtu, 16 Maret 2024
bahan bacaan : 2 Korintus 1:3-9
Ucapan syukur
3 Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, 4 yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah. 5 Sebab sama seperti kami mendapat bagian berlimpah-limpah dalam kesengsaraan Kristus, demikian pula oleh Kristus kami menerima penghiburan berlimpah-limpah. 6 Jika kami menderita, hal itu menjadi penghiburan dan keselamatan kamu; jika kami dihibur, maka hal itu adalah untuk penghiburan kamu, sehingga kamu beroleh kekuatan untuk dengan sabar menderita kesengsaraan yang sama seperti yang kami derita juga. 7 Dan pengharapan kami akan kamu adalah teguh, karena kami tahu, bahwa sama seperti kamu turut mengambil bagian dalam kesengsaraan kami, kamu juga turut mengambil bagian dalam penghiburan kami. 8 Sebab kami mau, saudara-saudara, supaya kamu tahu akan penderitaan yang kami alami di Asia Kecil. Beban yang ditanggungkan atas kami adalah begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga akan hidup kami. 9 Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati.
Pujilah Allah Atas Penderitaanmu
Raja George V pernah mengatakan, bahwa “Jikalau aku harus menderita karena Kristus, biarlah aku menjalaninya dengan rasa penuh sukacita”. Namun berbeda dengan Raja George V, orang Kristen yang menghadapi penderitaan karena imannya cenderung bersungut, akibat merasa kecewa. Hal itu dikarenakan, mata mereka hanya tertuju pada penderitaan, sehingga mereka tidak mampu merasakan kuasa dan kasih Allah. Untuk mengantisipasi hal serupa terjadi di Korintus maka Paulus memberi nasehat untuk tetap memandang Allah dalam seluruh penderitaan. Pandangan yang tertuju pada Yesus akan memampukan umat untuk bersukacita sekalipun penderitaan yang dihadapi sungguh berat, bahkan seolah-olah dijatuhi hukuman mati (ay. 9). Bagi Paulus, menderita sebagai orang Kristen mendapat hak istimewa, karena Kristus menderita bersama-sama dengan mereka. Paulus juga menasehati jemaat untuk tetap sabar dan bersukacita dalam penderitaan. Bagi Paulus, peran Allah yang menghibur menjadi daya dorong yang membawa keberanian untuk menghadapi penderitaan, sama seperti yang telah ia alami. Paulus sangat meyakini, bahwa Allah tidak pernah
memberikan penderitaan tanpa kekuatan untuk kita menjalaninya. Kita yang saat ini dipenuhi dengan
berbagai tantangan mungkin dapat bertanya: apakah kita memiliki kekuatan untuk melewatinya? Mari belajar dari pengalaman Paulus yang merasakan campur tangan Allah di setiap persoalan hidup. Percayalah bahwa Allah akan memberikan kita kekuatan untuk berjuang di tengah penderitaan yang dialami.
Doa: Ya Tuhan, tetaplah berikan kami kemampuan untuk berjuang di tengah penderitaan. Amin.
*SUMBER : SHK BULAN MARET 2024, LPJ-GPM