Santapan Harian Keluarga, 28 April – 4 Mei 2024

Tema Bulanan : Hidup Dalam Spiritualitas Kebangkitan Kristus

Tema Mingguan : Membangun Relasi dengan Hati Nurani yang Murni

Minggu, 28 April 2024

bahan bacaan : 2 Timotius 2:14-26

Nasihat dalam menghadapi pengajar yang sesat
14 Ingatkanlah dan pesankanlah semuanya itu dengan sungguh-sungguh kepada mereka di hadapan Allah, agar jangan mereka bersilat kata, karena hal itu sama sekali tidak berguna, malah mengacaukan orang yang mendengarnya. 15 Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu. 16 Tetapi hindarilah omongan yang kosong dan yang tak suci yang hanya menambah kefasikan. 17 Perkataan mereka menjalar seperti penyakit kanker. Di antara mereka termasuk Himeneus dan Filetus, 18 yang telah menyimpang dari kebenaran dengan mengajarkan bahwa kebangkitan kita telah berlangsung dan dengan demikian merusak iman sebagian orang. 19 Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: "Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya" dan "Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan." 20 Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia. 21 Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia. 22 Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni. 23 Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan pertengkaran, 24 sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar 25 dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran, 26 dan dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat Iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya.

Kita Harus Membangun Ralesi Dengan Hati Yang Murni
Hidup yang kita jalaki tidak mungkin berlangsung tanpa ada hubungan atau relasi dengan orang lain. Kita adalah makhluk sosial yang tetap membutuhkan orang lain dalam membangun kehidupan bersama ke depan yang lebih baik. Harus diakui bahwa relasi yang kita bangun bersama dengan orang lain tidak selamanya berjalan mulus dan baik. Ada saja berbagai hal yang mewarnai relasi tersebut. Namun kondisi demikian pun mendidik kita untuk lebih dewasa dalam memahami dan mengenal semua orang dengan berbagai perbedaan karakter dan latar belakang hidupnya. Semuanya itu terletak pada hati sebagai pusat seluruh keberadaan hidup kita. Hati yang tulus dan murni menjadi dasar untuk kita membangun relasi dengan semua orang demi kehidupan bersama yang rukun dan harmonis Hal ini penting sebab tanpa hati yang tulus dan murni, maka relasi yang terbangun akan diwarnai dengan pertentangan, ketidakpercayaan, curiga dan sebagainya, dan hal itu dapat membawa kehancuran. Sebagai keluarga Allah, pentingnya kita membuka hati untuk dituntun kuasa Roh Kudus agar dalam membangun relasi dengan semua orang, hati kita tetap tulus dan munri. Dengan begitu sebuah hubungan dapat berjalan dengan baik sesuai dengan harapan dan kerinduan kita bersama yakni menikmati kehidupan yang diberkati demi hormat dan kemuliaan nama Tuhan.

Doa: Roh Kudus tuntun kami agar dapat menjaga relasi hidup dengan baik. Amin.

Senin, 29 April 2024

bahan bacaan : Filemon 1:8-16

Permintaan Paulus kepada Filemon mengenai Onesimus

8 Karena itu, sekalipun di dalam Kristus aku mempunyai kebebasan penuh untuk memerintahkan kepadamu apa yang harus engkau lakukan, 9 tetapi mengingat kasihmu itu, lebih baik aku memintanya dari padamu. Aku, Paulus, yang sudah menjadi tua, lagipula sekarang dipenjarakan karena Kristus Yesus, 10 mengajukan permintaan kepadamu mengenai anakku yang kudapat selagi aku dalam penjara, yakni Onesimus 11 --dahulu memang dia tidak berguna bagimu, tetapi sekarang sangat berguna baik bagimu maupun bagiku. 12 Dia kusuruh kembali kepadamu--dia, yaitu buah hatiku--. 13 Sebenarnya aku mau menahan dia di sini sebagai gantimu untuk melayani aku selama aku dipenjarakan karena Injil, 14 tetapi tanpa persetujuanmu, aku tidak mau berbuat sesuatu, supaya yang baik itu jangan engkau lakukan seolah-olah dengan paksa, melainkan dengan sukarela. 15 Sebab mungkin karena itulah dia dipisahkan sejenak dari padamu, supaya engkau dapat menerimanya untuk selama-lamanya, 16 bukan lagi sebagai hamba, melainkan lebih dari pada hamba, yaitu sebagai saudara yang kekasih, bagiku sudah demikian, apalagi bagimu, baik secara manusia maupun di dalam Tuhan.

Menjaga Relasi Dengan Saling Menghargai
Membangun relasi dengan hati yang murni menjadi tema mingguan yang akan memandu kita sepanjang pekan ini. Tema ini mengajak kita untuk membangun relasi sebagai persekutuan orang percaya dengan hati yang murni serta berlandaskan kepada cinta kasih Allah didalam Kristus. Makna tema ini dilaksanakan oleh Paulus dalam menjaga dan membangun relasi dengan Filemon sebagai teman sekerjanya. Paulus meminta Filemon untuk menerima Onesimus untuk membantu Filemon. Onesimus yang dianggap sebagai anak tidak bisa lagi diurus dan bersama-sama dengan Paulus sebab ia sudah tua dan berada dalam penjara karena injil Kristus. Itulah sebabnya Paulus meminta Filemon untuk menerimanya dengan tujuan Onesimus pun bisa membantu dan berguna baik bagi Paulus maupun Filemon. Sebagai orang yang dituakan, bisa saja Paulus dapat memerintahkan langsung kepada Filemon, namun Paulus tegaskan demi menjaga relasi, maka di meminta ijin kepada Filemon agar dapat menerima Onesimus dengan kerelaan hati dan sukacita. Sebab segala hal yang dilakukan dengan keterpaksaan akan berdampak tidak baik dalam membangun sebuah relasi. Kesaksian ini penting bagi persekutuan keluarga, agar setiap masalah yang dihadapi hendaknya dibicarakan secara baik tanpa pemaksaan kehendak satu pihak. Semua masalah dapat diselesaikan dengan baik ketika saling menghargai dan menghormati demi menjaga relasi persekutuan hidup bersama. Binalah relasi yang baik dengan semua orang dan rekatkanlah kembali relasi yang telah retak.

Doa: Roh Kudus mampukan kami untuk menjaga relasi dengan hidup saling menghargai Amin


Selasa, 30 April 2024

bahan bacaan : Filemon 1:17-22

17 Kalau engkau menganggap aku temanmu seiman, terimalah dia seperti aku sendiri. 18 Dan kalau dia sudah merugikan engkau ataupun berhutang padamu, tanggungkanlah semuanya itu kepadaku-- 19 aku, Paulus, menjaminnya dengan tulisan tanganku sendiri: Aku akan membayarnya--agar jangan kukatakan: "Tanggungkanlah semuanya itu kepadamu!" --karena engkau berhutang padaku, yaitu dirimu sendiri. 20 Ya saudaraku, semoga engkau berguna bagiku di dalam Tuhan: Hiburkanlah hatiku di dalam Kristus! 21 Dengan percaya kepada ketaatanmu, kutuliskan ini kepadamu. Aku tahu, lebih dari pada permintaanku ini akan kaulakukan. 22 Dalam pada itu bersedialah juga memberi tumpangan kepadaku, karena aku harap oleh doamu aku akan dikembalikan kepadamu.

Menjaga Relasi Dengan Sikap Bertanggungjawab Atas Masalah
Kelanjutan bagian firman Tuhan kemarin tentang permintaan Paulus kepada Filemon untuk menerima Onesimus sebagai anak didalam Tuhan. Permintaan Paulus kepada Filemon sebagai rekan sekerjanya dengan harapan agar Filemon menerima Onesimus dengan ketulusan hatinya dan tidak dengan keterpaksaan. Permintaan Paulus inipun dengan penuh pengorbanan kepada Onesimus, dimana ia meminta kepada Filemon kalau sekiranya Onesimus berhutang atau merugikan Filemon, biarlah semuanya itu ditanggungkan kepada Paulus. Šikap serta keputusan Paulus yang simpatik ini adalah demi menjaga relasi baik antara dirinya dengan Filemon pun antara Filemon dengan Onesimus. Hal ini penting agar saat Filemon menerima Onesimus, tidak ada lagi beban dan masalah dimasa lampau akan menggangu relasi hidup mereka bersama. Keteladanan Paulus ini menjadi hal yang penting dan menarik untuk kita wujudkan dalam membangun relasi hidup sebagai persekutuan orang percaya. Kita memulainya dari dalam kehidupan keluarga untuk bertanggung jawab atas semua hal termasuk masalah yang di hadapi. Sebab dengan mewujudkan sikap demikian, kita tetap menjaga relasi hidup dalam keluarga dengan baik. Sikap bertanggungjawab akan menghindarkan kita dari masalah yang lebih besar. Hal itupun akan berdampak positif kepada lingkungan persekutuan umat dan masyarakat.

Doa: Mampukan kami Tuhan untuk menjaga relasi dengan sikap bertanggung jawab. . Amin.

Rabu, 01 Mei 2024

bahan bacaan : Ibrani 10: 24-25

24 Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. 25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

Bersama Tuhan Membangun Relasi Antar Manusia
Kalau kita mencermati kehidupan ini, ternyata keberlangsungan hidup manusia terletak pada perhatian dan bantuan orang lain. Seorang bayi bisa terbentuk, lahir dan bertumbuh menjadi manusia yang dewasa karena ada ibunya. Seorang ibu (perempuan) bisa hamil dan mengandung karena ada seorang suami (laki-laki). Satu keluarga bisa menjalani kehidupan dengan baik karena ada keluarga yang lain, begitu seterusnya. Intinya, dalam hidup ini manusia yang satu membutuhkan manusia yang lain untuk bertumbuh dan berkembang. Karena itu, prinsip hidup yang harus dipegang oleh manusia untuk hidup dan berkembang secara baik adalah saling memperhatikan dan saling mendorong antara satu dengan lainnya. Tanpa prinsip ini, jangan harap kita akan bertumbuh dan berkembang secara baik, melainkan akan terjadi saling membinasakan dan menghancurkan. Itulah pesan firman Tuhan melalui surat Ibrani ini, bahwa sebagai umat Tuhan kita harus saling memperhatikan dan mendorong dalam kasih dan perbuatan yang baik. Untuk itu kebersamaan tersebut harus dibina melalui relasi yang baik dengan Tuhan melalui pertemuan ibadah. Relasi yang baik dengan Tuhan merupakan dasar untuk hidup saling memperhatikan dan mendorong di antara sesama. Bangunlah relasi kehidupan yang saling memperhatikan dalam kasih dan bukan menjauhkan diri dari kebersamaan.

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami membangun relasi yang baik dengan sesama.. Amin

Kamis, 02 Mei 2024

bahan bacaan : 3 Yohanes 1:5-10

Saling menolong dan perlawanan
5 Saudaraku yang kekasih, engkau bertindak sebagai orang percaya, di mana engkau berbuat segala sesuatu untuk saudara-saudara, sekalipun mereka adalah orang-orang asing. 6 Mereka telah memberi kesaksian di hadapan jemaat tentang kasihmu. Baik benar perbuatanmu, jikalau engkau menolong mereka dalam perjalanan mereka, dengan suatu cara yang berkenan kepada Allah. 7 Sebab karena nama-Nya mereka telah berangkat dengan tidak menerima sesuatupun dari orang-orang yang tidak mengenal Allah. 8 Kita wajib menerima orang-orang yang demikian, supaya kita boleh mengambil bagian dalam pekerjaan mereka untuk kebenaran. 9 Aku telah menulis sedikit kepada jemaat, tetapi Diotrefes yang ingin menjadi orang terkemuka di antara mereka, tidak mau mengakui kami. 10 Karena itu, apabila aku datang, aku akan meminta perhatian atas segala perbuatan yang telah dilakukannya, sebab ia meleter melontarkan kata-kata yang kasar terhadap kami; dan belum merasa puas dengan itu, ia sendiri bukan saja tidak mau menerima saudara-saudara yang datang, tetapi juga mencegah orang-orang, yang mau menerima mereka dan mengucilkan orang-orang itu dari jemaat.

Menjadi Persekutuan Orang Percaya yang Saling Menolong
Kehidupan seorang manusia tidak bisa dilepas-pisahkan dengan manusia lainnya. Suka atau tidak suka kehidupan manusia yang satu memiliki keterkaitan atau ketergantungan dengan manusia lainnya. Hal ini sudah menjadi kodrat hidup manusia sebagai ciptaan Tuhan. Apabila manusia mengingkari kodrat bahwa hidupnya bergantung atau memiliki keterkaitan dengan orang lain, maka dirinya akan mengalami masalah dalam hidup. Manusia tersebut akan mengalami kesulitan untuk mengembangkan dirinya atau kehidupannya di dunia. Jika ada seseorang yang dalam hidupnya menyadari bahwa dirinya memiliki ketergantungan dengan orang lain, maka pasti ia pun akan selalu bertindak menolong orang lain yang membutuhkan pertolongan. Bagi penulis surat 3 Yohanis, apabila ada orang percaya berbuat baik kepada orang lain dengan cara yang berkenan kepada Allah, maka orang-orang yang demikian wajib diterima dalam kumpulan orang percaya. Semuanya ini menunjukkan bahwa sebagai satu persekutuan orang percaya, masing-masing orang selalu dipanggil untuk bertindak menolong orang lain, karena dirinya pun suatu ketika akan ditolong oleh orang lain. Sebab itu, hati yang murni mesti menjadi bagian dalam bertindak membangun relasi dengan semua orang tanpa terkecuali.

Doa: kuatkanlah kami untuk selalu menolong orang lain. Amin.

Jumat, 03 Mei 2024

bahan bacaan : 1 Samuel 18:1-5

Daud dan Yonatan
Ketika Daud habis berbicara dengan Saul, berpadulah jiwa Yonatan dengan jiwa Daud; dan Yonatan mengasihi dia seperti jiwanya sendiri. 2 Pada hari itu Saul membawa dia dan tidak membiarkannya pulang ke rumah ayahnya. 3 Yonatan mengikat perjanjian dengan Daud, karena ia mengasihi dia seperti dirinya sendiri. 4 Yonatan menanggalkan jubah yang dipakainya, dan memberikannya kepada Daud, juga baju perangnya, sampai pedangnya, panahnya dan ikat pinggangnya. 5 Daud maju berperang dan selalu berhasil ke mana juga Saul menyuruhnya, sehingga Saul mengangkat dia mengepalai para prajurit. Hal ini dipandang baik oleh seluruh rakyat dan juga oleh pegawai-pegawai Saul.

Relasi Persahabatan Sejati
Semangat juang akan tumbuh ketika orang-orang yang bersatu-padu mengikrarkan diri untuk berjuang bersama mengatasi tantangan atau pun ancaman. Itulah yang terjadi pada Daud dan Yonathan tatkala mereka mengahadapi ancaman musuh. Berpadunya Daud dan Yonathan disambut baik oleh Saul sehingga memberikan jabatan sebagai kepala prajurit kepada Daud. Berpadunya Daud dan Yonathan membuat perjuangan Daud dalam peperangan selalu berhasil. Pengangkatan Daud sebagai kepala prajurit pun diapresiasi oleh seluruh rakyat. Hal ini memberi pesan bahwa keberhasilan dapat terjadi jika ada persatuan antar sesama anggota keluarga, kelompok masyarakat, dan warga gereja. Tantangan dan masalah apapun yang dihadapi akan selalu berhasil dilewati jika kita mau bersatupadu dan berjuang bersama. Persoalan dan hambatan juga dapat diselesaikan atas dasar relasi persahabatan sejati. Persahabatan dengan kesadaran mengasihi orang lain sama seperti mengasihi diri kita sendiri. Teruslah merawat persahabatan sejati antar pribadi, keluarga, jemaat, gereja maupun antar agama.

Doa: Semangatkanlah kami ya Tuhan, untuk bersatu dalam persahabatan sejati demi memperjuangankan kehidupan ini. Amin.

Sabtu, 04 Mei 2024

bahan bacaan : 2 Timotius 4:9-18

Pesan terakhir
9 Berusahalah supaya segera datang kepadaku, 10 karena Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku. Ia telah berangkat ke Tesalonika. Kreskes telah pergi ke Galatia dan Titus ke Dalmatia. 11 Hanya Lukas yang tinggal dengan aku. Jemputlah Markus dan bawalah ia ke mari, karena pelayanannya penting bagiku. 12 Tikhikus telah kukirim ke Efesus. 13 Jika engkau ke mari bawa juga jubah yang kutinggalkan di Troas di rumah Karpus dan juga kitab-kitabku, terutama perkamen itu. 14 Aleksander, tukang tembaga itu, telah banyak berbuat kejahatan terhadap aku. Tuhan akan membalasnya menurut perbuatannya. 15 Hendaklah engkau juga waspada terhadap dia, karena dia sangat menentang ajaran kita. 16 Pada waktu pembelaanku yang pertama tidak seorangpun yang membantu aku, semuanya meninggalkan aku--kiranya hal itu jangan ditanggungkan atas mereka--, 17 tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya. Dengan demikian aku lepas dari mulut singa. 18 Dan Tuhan akan melepaskan aku dari setiap usaha yang jahat. Dia akan menyelamatkan aku, sehingga aku masuk ke dalam Kerajaan-Nya di sorga. Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya! Amin.

Minta Pendampingan Tuhan dalam Pekerjaan
Jika kita melihat keberhasilan yang dicapai oleh seseorang dalam perjuangan hidupnya, pasti kita akan tahu, bahwa keberhasilan seseorang tidak lepas dari dukungan orang-orang sekitarnya. Di balik keberhasilan suami ada dukungan isteri dan sebaliknya. Di balik keberhasilan anak ada topangan orangtuanya dan seterusnya. Hal ini menunjukkan bahwa dalam suatu perjuangan untuk mencapai sukses, bantuan dari orang lain sangat diperlukan juga. Hal ini yang terjadi pada Paulus, bahwa untuk mencapai keberhasilan dalam pelayanan, Paulus membutuhkan orang lain, seperti Lukas, Markus, dan Tikhikus. Mereka sangat diperlukan oleh Paulus untuk membantu pelayanan Paulus. Selain itu, yang terpenting adalah Paulus mengakui bahwa ia membutuhkan Tuhan untuk mendampinginya dalam pekerjaan pelayanan. Intinya, ketika kita melakukan pekerjaan apapun, agar
berhasil perlu untuk meminta Tuhan mendampingi kita dalam melakukan pekerjaan, dan meminta dukungan orang lain dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut. Jangan pemah merusak relasi yang terbangun dengan orang lain, apalagi dengan Tuhan sebab akan sangat berpengaruh terhadap seluruh kerja dan hidup kita.

Doa: Tuhan, tolong kami menjaga relasi dan dampingilah kami dalam melaksanakan pekerjaan apapun. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN APRIL-MEI, LPJ GPM

Santapan Harian Keluarga, 21- 27 April 2024

Tema Bulanan : Hidup Dalam Spiritualitas Kebangkitan Kristus

Tema Mingguan : Hidup dalam Kesederhanaan

Minggu, 21 April 2024

bahan bacaan : 1 Timotius 6:2b-10

(6-2b) Ajarkanlah dan nasihatkanlah semuanya ini. 3 Jika seorang mengajarkan ajaran lain dan tidak menurut perkataan sehat--yakni perkataan Tuhan kita Yesus Kristus--dan tidak menurut ajaran yang sesuai dengan ibadah kita, 4 ia adalah seorang yang berlagak tahu padahal tidak tahu apa-apa. Penyakitnya ialah mencari-cari soal dan bersilat kata, yang menyebabkan dengki, cidera, fitnah, curiga, 5 percekcokan antara orang-orang yang tidak lagi berpikiran sehat dan yang kehilangan kebenaran, yang mengira ibadah itu adalah suatu sumber keuntungan. 6 Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar. 7 Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. 8 Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. 9 Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. 10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

Akar Segala Kejahatan ialah Cinta Uang
Firman Tuhan hari ini mengajar dan menasehati kita untuk jangan cinta uang. Mengapa? Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Dalam suratnya ini Timotius memberikan tiga alasan untuk tidak mencintai uang. Pertama dijelaskan, orang yang cinta uang terkadang tidak lagi berpikiran sehat. Karena tidak berpikiran sehat menimbulkan banyak percekcokan. Faktanya, karena cinta uang orang dapat berkonflik atau bermusuhan, karena cinta uang orang bisa saling menghabisi nyawa dan sebagainya. Alasan kedua, orang yang cinta uang terjatuh dalam berbagai jerat pencobaan. Karena cinta uang banyak yang tidak tahan cobaan atau godaan sehingga perilaku manipulatif dan korupsi
dilakukan. Alasan ketiga, orang yang cinta uang dapat membuatnya menyimpang dari iman. Hanya karena cinta uang, orang dapat menyangkali iman kepada Tuhan. Inilah hal yang tidak boleh kita abaikan. Kita pasti membutuhkan uang untuk menjalani kehidupan. Tetapi kita tidak boleh mencintai uang lalu tidak lagi berpikiran sehat, jatuh dalam pencobaan dan meninggalkan iman. Uang hanyalah sarana, bukan segala-galanya. Jangan cinta uang!.

Doa: Ya Tuhan, tolong kami untuk tidak cinta uang melebihi cinta kepada Mu, amin.

Senin, 22 April 2024

bahan bacaan : Amsal 21:20

20 Harta yang indah dan minyak ada di kediaman orang bijak, tetapi orang yang bebal memboroskannya.

Pemborosan Mendatangkan Kemiskinan
Gaya hidup konsumtif atau bisa juga disebut hedonisme merupakan gaya hidup yang disukai kebanyakan orang. Orang cenderung bersifat boros dengan membelanjakan sesuatu berdasarkan keinginan bukan kebutuhan. Akibatnya, kadangkala terjadi masalah. Penghasilan yang didapat tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Selain itu, ada yang terjerat hutang-piutang yang menimbulkan persoalan dalam keluarga. Gaya hidup boros dilihat sebagai gaya hidup orang-orang yang tidak berhikmat. Penulis Amsal mengatakan hal itu untuk memberikan wejangan hikmat terutama kepada anak-anak muda supaya memperbaiki gaya hidup boros (ay.20). Sebaliknya sebagai orang muda yang bijak hendaknya menghadirkan gaya hidup sederhana dengan cara menghemat supaya kebutuhan hidup senantiasa terpenuhi dengan baik. Jangan karena ingin tampil modis, disukai dalam pergaulan, bergaya hidup mewah lalu menggunakan segala cara mendapatkan uang termasuk cara yang tidak benar. Nasehat Penulis Amsal ini tidak hanya penting bagi anak-anak muda tetapi bagi kita semua untuk menghindari gaya hidup konsumtif. Kecenderungan untuk berbelanja yang berlebihan dan bukan merupakan kebutuhan, gaya hidup pesta pora, banyak pengeluaran yang melebihi pendapatan, sudah harus ditinggalkan. Bangunlah hidup sederhana dan menabung untuk kehidupan yang lebih baik kini dan di masa depan.

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami untuk menampilkan gaya hidup sederhana, amin.

Selasa, 23 April 2024

bahan bacaan : Titus 2:2

2 Laki-laki yang tua hendaklah hidup sederhana, terhormat, bijaksana, sehat dalam iman, dalam kasih dan dalam ketekunan.

Kesederhanaan Sebagai Gaya Hidup Kristiani
Gereja Protestan Maluku dalam ajarannya selalu menggaungkan untuk membangun hidup dalam “Spiritualitas Ugahari”. Bahwa segala sesuatu yang ada di bumi merupakan milik Tuhan yang diberikan kepada manusia untuk dinikmati demi kebaikan dan kesejahteraan hidup. Dengan demikian setiap orang harus merasa hidup cukup, tidak berkelebihan tapi juga tidak berkekurangan. Hal yang sama pun ditekankan oleh Presiden Jokowi, “Hidup sederhana itu sangat indah, jika kita tulus dengan hati. Maka mulailah hidup sederhana untuk mencegah korupsi, suap, pungli, penipuan, dan sebagainya. Gaya Hidup sederhana ini sudah ditegaskan sejak masa lampau sebagaimana yang tertera dalam surat Paulus kepada Titus untuk menasehati laki-laki yang tua (lanjut usia) agar mereka hidup “sederhana” artinya dapat menahan diri dari kebiasaan mabuk-mabukan. Selain itu, mereka harus terhormat, bijaksana, beriman, dan tekun, jangan serakah (Band 1.Tim3: 8). Pelajaran penting bagi laki-laki muda maupun tua, untuk memiliki gaya hidup kristiani dengan cara menjauhkan kebiasaan mabuk-mabukan, perjudian (Mis: Judi online), korupsi, serakah, dan sebagainya. Jadilah laki-laki sederhana yang berhikmat dan tulus hati.

Doa: Ya Tuhan, ajarlah kami untuk bersyukur dengan cara hidup dalam kesederhanaan, amin

Rabu, 24 April 2024

bahan bacaan : 1 Timotius 2:9

9 Demikian juga hendaknya perempuan. Hendaklah ia berdandan dengan pantas, dengan sopan dan sederhana, rambutnya jangan berkepang-kepang, jangan memakai emas atau mutiara ataupun pakaian yang mahal-mahal,

Kesederhanaan Sebagai Gaya Hidup Perempuan Kristen
Salah satu masalah keluarga yang meningkat dari waktu ke waktu adalah perceraian suami-isteri. Salah satunya disebabkan oleh soal ekonomi. Penghasilan yang tidak mencukupi kebutuhan hidup, gaya hidup konsumtif. Nyatanya, ada isteri atau perempuan yang memiliki hobby bergaya dengan menggunakan barang-barang mewah yang sangat mahal, meski untuk itu ia berhutang dan melakukan manipulasi. Karena terseret utang piutang dalam jumlah banyak akhirnya harus berurusan dengan pihak berwajib dan mendekap di penjara. Kenyataan ini menjadi pelajaran penting bagi kaum perempuan (isteri) agar menunjukkan karakter kristiani sebagaimana yang dinasehati Rasul Paulus
dalam perikop tadi. Perempuan dinasehatkan supaya berdandan dengan pantas, sopan dan sederhana. Jangan memakai pakaian dan perhiasan yang mahal-mahal. Barangkali hai tersebut dapat menimbulkan masalah bagi keluarga mereka; misalnya: kebutuhan hidup yang tidak terpenuhi, pengeluaran lebih besar dari pendapatan, persaingan yang tidak sehat dikalangan sesama perempuan, dan sebagainya. Jauhilah gaya hidup boros, bebas dalam pergaulan, sopan dan mendandani hidup dengan kebaikan. Hiduplah sederhana!

Doa: Tuhan, tolong kami untuk membangun hidup sederhana. Amin.

Kamis, 25 April 2024

bahan bacaan : Amsal 25:16

16 Kalau engkau mendapat madu, makanlah secukupnya, jangan sampai engkau terlalu kenyang dengan itu, lalu memuntahkannya.

Nikmati Berkat Secukupnya
Masih dalam tema mingguan kita “hidup dalam kesederhanaan”. Tema ini mengajak kita untuk mewujudkan pola hidup yang sederhana. Pola hidup sehari-hari yang mencerminkan sikap tidak berlebihan namun secukupnya sesuai dengan kebutuhan. Hal ini sejalan dengan nasehat pengamsal dalam nas alkitab di hari ini yang menegaskan bahwa kalau kita mendapatkan madu, maka hendaknya kita makan dan menikmatinya secukupnya saja. Jangan sampai terlalu kenyang sebab kita akan memuntahkannya. Madu adalah jenis makanan yang manis, kalau makan secukupnya tentu enak dan baik untuk kesehatan. Tetapi kalau berlebihan akan berdampak tidak baik untuk kesehatan, dimana membuat perut kita mual dan muntah. Nasehat ini sejalan dengan doa Bapa Kami yang diajarkan Tuhan Yesus kepada para murid dan kita semua. Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk meminta dari Allah Bapa di Sorga makanan pada hari ini secukupnya. Itu berarti segala sesuatu yang kita dapat dan peroleh jangan sampai melebihi dari kebutuhan, sebab akan membuat kita hidup berfoya-foya dalam kesenangan yang pada saatnya akan membuat kita menjadi susah dan menderita. Kalau kita mempunyai segala sesuatu sebagai kelebihan, maka hendaknya kita gunakan secukupnya sesuai kebutuhan sebagaimana pola hidup sederhana. Sikap hidup demikian dapat menggerakan kita untuk hidup berbagi dengan sesama yang ada dalam kekurangan dan membutuhkan bantuan serta pertolongan kita.

Doa: Ajarlah kami Tuhan untuk menikmati berkatMu dengan secukupnya. Amin

Jumat, 26 April 2024

bahan bacaan : Filipi 4:10-13

Terima kasih atas pemberian jemaat
10 Aku sangat bersukacita dalam Tuhan, bahwa akhirnya pikiranmu dan perasaanmu bertumbuh kembali untuk aku. Memang selalu ada perhatianmu, tetapi tidak ada kesempatan bagimu. 11 Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. 12 Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. 13 Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

Bersyukur Apapun Kondisi Kita
Bagian firman Tuhan di hari ini memberi teladan penting bagi kita melalui pengalaman hidup Paulus. Dalam surat pastoral kepada Jemaat Filipi, paulus berterima kasih atas bantuan serta perhatian jemaat terhadap kehidupan dan pelayanannya. Paulus kemudian membagikan pengalaman imannya dengan menyaksikan betapa kasih sayang dan anugerah Tuhan Yesus melimpah kepadanya. Sekalipun ia mengalami banyak tantangan, dalam hal ini soal kekurangan ataupun kelaparan. Kondisi demikian tidak membuat Paulus bersungut dan menyalahkan keadaan, namun ia bersyukur sebab kekuatan dan kemampuan tetap ia miliki oleh cinta kasih Kristus melalui perhatian dan dukungan jemaat kepadanya (ay.13). Paulus belajar untuk mencukupkan segala sesuatu yang ada pada dirinya, bukan saja saat berkekurangan tetapi juga dalam kelebihan maupun kelimpahan. Pengalaman Paulus ini hendak mengajarkan kita sebagai pribadi dan keluarga untuk selalu bersyukur. Dengan bersyukur, kita akan selalu berupaya mencukupkan segala kebutuhan kita dengan berpengharapan kepada cinta kasih Tuhan. Kita tidak akan bersungut-sungut saat keadaan dan kondisi kita dalam kekurangan. Kita juga tidak menjadi serakah saat menikmati kelebihan dan kelimpahan. Kita selalu menjadi orang-orang yang hidup sederhana.

Doa: Tuntun kami Tuhan untuk hidup dengan sederhana dan bersyukur kepadaMu. Amin.

Sabtu, 27 April 2024

bahan bacaan : Lukas 3:10-14

10 Orang banyak bertanya kepadanya: "Jika demikian, apakah yang harus kami perbuat?" 11 Jawabnya: "Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian." 12 Ada datang juga pemungut-pemungut cukai untuk dibaptis dan mereka bertanya kepadanya: "Guru, apakah yang harus kami perbuat?" 13 Jawabnya: "Jangan menagih lebih banyak dari pada yang telah ditentukan bagimu." 14 Dan prajurit-prajurit bertanya juga kepadanya: "Dan kami, apakah yang harus kami perbuat?" Jawab Yohanes kepada mereka: "Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu."

Merasa Cukup Atas Apa Yang Kita Miliki
Merasa cukup dengan apa yang kita miliki baik uang, harta, jabatan ataupun kuasa adalah hal penting dan positif yang mesti terwujud dalam kehidupan, sehingga tidak menimbukan kehancuran hidup kita maupun orang lain. Tanpa rasa kecukupan membuat kita menjadi orang-orang yang serakah dan hal tersebut membuat kita dapat melakukan apa saja dengan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang menjadi tujuan serta keinginan kita. Yohanes Pembaptis dalam seruan pertobatannya kepada orang banyak yang datang mengikutinya, mengingatkan mereka akan soal hidup dalam kecukupan. Mereka harus mewujudkan hidup bersyukur dengan apa yang dimiliki serta berbagi dengan mereka yang berkekurangan. Para pemungut cukai yang menagih pajak jangan mencari keutungan dengan memberatkan masyarakat. Para prajurit pun demikian untuk tidak melakukan kekerasan dan perampasan. Mereka harus mencukupkan diri dengan gaji mereka. Nasehat Yohanes Pembaptis inipun sesuai dengan situasi dan kondisi kehidupan kita saat ini. Harus diakui bahwa setiap saat kita bergumul dengan kuatnya kepentingan diri dan nafsu keinginan yang selalu menggoda. Merasa tidak puas dengan apa yang ada dan yang dimiliki seringkali menggoda kita untuk menempuh segala cara demi pemenuhan keinginan itu. Kita akan mampu untuk melawannya ketika kita memberi diri dituntun oleh Roh Kudus. Kuasa Roh memampukan kita selalu bersyukur dan hidup didalam kesederhanaan serta terus berbagi dengan mereka yang berkekurangan.

Doa : Tuhan ajar kami senantiasa untuk memiliki rasa cukup dalam kehidupan kami, amin

*SUMBER : SHK BULAN APRIL 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 14 – 20 April 2024

Tema Bulanan : Hidup Dalam Spiritualitas Kebangkitan Kristus

Tema Mingguan : Pikiran dan Hati yang Gelap Melawan Kebenaran Allah

Minggu, 14 April 2024

bahan bacaan : Roma 1:18-32

Hukuman Allah atas kefasikan dan kelaliman manusia
18 Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman. 19 Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka. 20 Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih. 21 Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. 22 Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh. 23 Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar. 24 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka. 25 Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin. 26 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar. 27 Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka. 28 Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas: 29 penuh dengan rupa-rupa kelaliman, kejahatan, keserakahan dan kebusukan, penuh dengan dengki, pembunuhan, perselisihan, tipu muslihat dan kefasikan. 30 Mereka adalah pengumpat, pemfitnah, pembenci Allah, kurang ajar, congkak, sombong, pandai dalam kejahatan, tidak taat kepada orang tua, 31 tidak berakal, tidak setia, tidak penyayang, tidak mengenal belas kasihan. 32 Sebab walaupun mereka mengetahui tuntutan-tuntutan hukum Allah, yaitu bahwa setiap orang yang melakukan hal-hal demikian, patut dihukum mati, mereka bukan saja melakukannya sendiri, tetapi mereka juga setuju dengan mereka yang melakukannya.

Pikiran dan Hati yang Gelap Mendatangkan Murka Allah
Banyak orang mengenal siapa itu Allah dan mengerti tentang kebenaran Allah. Namun ironinya, tidak semua orang mampu untuk melakukan kebenaran. Demikianlah penggalan kalimat yang dapat menggambarkan kehidupan umat di kota Roma. Teks Roma 1: 18-32 menampilkan kebiasaan hidup umat di Roma yang melupakan Allah sebagai satu-satunya Pencipta (bnd. Ay. 23-25). Umat lebih memilih menyembah dewa-dewi, melakukan pembunuhan, menunjang perselisihan, memperkokoh kejahatan dan tipu muslihat, menghidupi sikap sombong, tidak taat, dan lain sebagainya. Paulus menyatakan, bahwa seluruh pelanggaran tersebut tidak disebabkan karena paksaan pihak lainnya, namun karena umat setuju untuk melakukannya (bnd. Ay. 32). Bagi Paulus, pikiran dan hati umat di Roma telah menjadi gelap, sehingga tidak dapat melihat terang kebenaran Allah (bnd. Ay. 21-22). Menjadi pertanyaan untuk kita renungkan, apakah kita yang mengaku mengenal dan mengerti tentang kebenaran Allah telah melakukannya? Atau, hati dan pikiran kita telah menjadi gelap, seperti jemaat di Roma? Sesungguhnya, teks ini memberikan penyadaran kepada kita semua, bahwa pikiran dan hati yang gelap akan membuat kita melawan kebenaran Allah, sehingga mendatangkan murka Allah. Sebaliknya, pikiran dan hati yang diterangi oleh kebenaran Allah akan mampu mendatangkan berkat dalam seluruh kehidupan yang dijalani.

Doa: Tuhan, mampukan kami dengan Roh Kudus agar mampu melakukan kehendak-Mu. Amin.

Senin, 15 April 2024

bahan bacaan : Yakobus 3:13-18

Hikmat yang dari atas
3:13 Siapakah di antara kamu yang bijak dan berbudi? Baiklah ia dengan cara hidup yang baik menyatakan   perbuatannya  oleh hikmat yang lahir dari kelemahlembutan. 3:14 Jika kamu menaruh perasaan iri hati dan kamu mementingkan diri sendiri, janganlah kamu memegahkan diri dan janganlah berdusta melawan kebenaran!  3:15 Itu bukanlah hikmat yang datang dari atas,  tetapi dari dunia, dari nafsu manusia, dari setan-setan. 3:16 Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat. 3:17 Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik. 3:18 Dan buah yang terdiri dari kebenaran  ditaburkan dalam damai untuk mereka yang mengadakan damai. 

Hiduplah Sesuai Hikmat Allah
Dengan berdasar pada hikmat Allah maka umat mampu melakukan tindakan yang benar”. Demikianlah penggalan kalimat menggugah dari Pdt. Dr. Samuel B. Hakh (Dosen Teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi Jakarta). Ungkapan Hakh itu merupkan respon ketika membaca kitab Yakobus yang memperlihatkan kelakuan tidak etis dari jemaat. Dalam kitab Yakobus, disampaikan bahwa terdapat jemaat yang menaruh iri hati kepada sesama, mementingkan diri sendiri, dan mengucapkan dusta (bnd. Ay. 14). Bahkan ada jemaat yang mengejar pangkat (bnd. Pasal 3: 1-2) dan mengejar keuntungan sebesar-besarnya (bnd. Pasal 4: 13-17). Menurut penulis Yakobus, seluruh tindakan yang tidak benar itu bersumber dari hikmat dunia yang terus dan semakin diandalkan oleh jemaat. Karena itu, penulis Yakobus mengajak jemaat, untuk berbalik kepada hikmat yang datang dari atas, yaitu hikmat Allah. Dengan memiliki dan mengandalkan hikmat Allah maka jemaat akan mampu mendengar suara dan perintah-Nya, serta melakukan kehendak-Nya. Pada akhirnya, kehidupan bersama menjadi damai dan sejahtera. Ajakan untuk meminta dan memiliki hikmat Allah turut sampaikan kepada kita saat ini. Karena dengan memiliki hikmat Allah maka kita mampu menjadi pendamai, peramah, penurut, sosok yang penuh belas kasih, dan tidak memihak kepada kemunafikan. Bahkan buah kebaikan yang dihasilkan itu akan mampu menggerakan orang lain untuk turut mengusahakannya.

Doa: Ya Tuhan, berkenanlah Engkau memberikan hikmat-Mu kepada setiap kami. Amin.

Selasa, 16 April 2024

bahan bacaan : Matius 13:13-15

13 Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. 14 Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. 15 Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka.

Melawan Perintah Allah tidak akan Mendatangkan Berkat
Salah satu metode pengajaran dan pemberitaan Yesus adalah perumpamaan. Penggunaan perumpamaan adalah upaya Yesus untuk mempermudah umat memahami inti pemberitaan-Nya. Matius 13: 13-15 merupakan kesatuan dengan perikop “Perumpamaan tentang Seorang Penabur”. Dengan perumpamaan tersebut, Yesus hendak menjelaskan tentang diri-Nya Kerajaan Sorga kepada orang-orang yang mengikutinya. Namun ironinya, ayat 13-15 memberi kenyataan bahwa terdapat kelompok yang sekalipun mendengar apa yang disampaikan, mereka tidak akan mengerti. Bahkan terdapat kelompok yang melihat pekerjaan Yesus, tetapi tidak akan menganggapnya. Ayat tersebut merupakan kritikan Yesus terhadap sikap tidak percaya umat atas dini-Nya sebagai Mesias yang telah dijanjikan oleh para nabi dalam Perjanjian Lama, dan Kerajaan Sorga sebagai inti pemberitaan-Nya. Ungkapan “Hati bangsa yang telah menebal”, memberikan penekanan, bahwa jika sumber pengambilan keputusan menyatakan penolakan maka pikiran dan tindakan akan mengikutinya. Sesungguhnya, kritikan Yesus turut disampaikan kepada kita. Sebagai orang percaya, penting untuk kita memahami siapa Yesus dan mengakui pekerjaan-Nya. Dengan upaya tersebut maka kita tidak akan melawan perintah Allah. Sehingga segala sesuatu yang kita kerjakan, akan mendatangkan berkat dari Allah. Upaya melakukan semua itu hanyalah dengan meminta hikmat dari Allah.

Doa: Ya Tuhan, mampukan dan layakanlah kami untuk memahami kebenaran-Mu. Amin.


Rabu, 17 April 2024

bahan bacaan : 2 Korintus 10:1-6

Sikap Paulus
Aku, Paulus, seorang yang tidak berani bila berhadapan muka dengan kamu, tetapi berani terhadap kamu bila berjauhan, aku memperingatkan kamu demi Kristus yang lemah lembut dan ramah. 2 Aku meminta kepada kamu: jangan kamu memaksa aku untuk menunjukkan keberanianku dari dekat, sebagaimana aku berniat bertindak keras terhadap orang-orang tertentu yang menyangka, bahwa kami hidup secara duniawi. 3 Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi, 4 karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng. 5 Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus, 6 dan kami siap sedia juga untuk menghukum setiap kedurhakaan, bila ketaatan kamu telah menjadi sempurna.

Tawanlah Pikiran dan Hati yang Gelap
Upaya untuk semakin mengenal Allah tidak akan pernah lepas dari berbagai pencobaan.Kitab 2 Korintus memberikan gambaran itu, bahwa jemaat di Korintus berada dalam pencobaan, karena munculnya kelompok lain yang meragukan Paulus sebagai rasul sejati. Usaha mereka untuk memamerkan kuasa rohani yang dimiliki berhasil memenangkan mayoritas jemaat. Bahkan dalam serangan mereka, Paulus disebutkan sebagai sosok yang sikapnya lemah dan perkataannya tidak berarti jika berhadapan muka dengan muka. Menariknya, dalam serangan balik Paulus, ia tidak memamerkan diri sebagai seorang rasul, sebagaimana lawannya. Namun ia mengutip sapaan kebanggaan yang dipakai para lawannya itu untuk menyatakan, bahwa mereka tidak berhak menggunakan sapaan itu. Paulus memberikan argumentasi menarik, bahwa di dalam kelemahannya, kuasa Allah dinyatakan. Tanggapan balik Paulus terhadap para penyesat itu memperlihatkan, bahwa dirinya sungguh mengenal Allah yang lemah lembut dan ramah itu. Pengenalan akan Allah telah membawa Paulus untuk menawan pikiran dan hati yang gelap, sehingga ia tidak lebih membuat kacau keadaan jemaat Korintus di tengah persoalan yang dihadapi. Kita di masa kini juga patut belajar dari sikap Paulus yang mewarisi kelemahlembutan dan keramahan Allah. Sikap yang lemah lembut dan ramah adalah bukti penawanan kita atas pikiran dan hati yang gelap. Sebab kita percaya, bahwa hidup dengan pikiran dan hati yang gelap tidak akan pernah mendatangkan berkat.

Doa: Ya Tuhan, mampukan kami untuk menawan pikiran dan hati yang gelap. Amin.

Kamis, 18 April 2024

bahan bacaan : 1 Timotius 4:1-5

Tugas Timotius dalam menghadapi pengajar sesat
Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan 2 oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka. 3 Mereka itu melarang orang kawin, melarang orang makan makanan yang diciptakan Allah supaya dengan pengucapan syukur dimakan oleh orang yang percaya dan yang telah mengenal kebenaran. 4 Karena semua yang diciptakan Allah itu baik dan suatupun tidak ada yang haram, jika diterima dengan ucapan syukur, 5 sebab semuanya itu dikuduskan oleh firman Allah dan oleh doa.

Pikiran dan Hati yang Gelap adalah Bentuk Murtad kepada Allah
Berbeda dengan Paulus yang mendapat penolakan atas wibawa rasulannya, Timotius justru diperhadapkan dengan masuknya kelompok pengajaran lain di kalangan jemaat. Kelompok pengajaran tersebut secara tegas mempraktikan hidup askestis, yaitu ciri hidup yang tidak mengakui pentingnya pernikahan dan menghindari makanan tertentu (bnd. Ay. 3). Dalam pandangan mereka, melakukan pernikahan dan makan makanan tertentu adalah haram. Pandangan dan praktik hidup mereka kemudian membuat jemaat menjadi bingung. Dalam kebingungan jemaat tersebut, Timotius kemudian memberikan penegasan, bahwa kelompok pengajaran tersebut mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan (bnd. Ay. 1). Pernyataan Timotius tersebut hendak memberikan penegasan, bahwa mereka bukan berasal dari Allah, sehingga jemaat tidak patut mengikuti mereka. Timotius turut memberikan penegasan, bahwa semua yang telah diciptakan oleh Allah adalah baik. Tidak ada satupun yang haram, jika diterima dengan ucapan syukur (bnd. Ay. 4). Sebab semuanya telah dikuduskan oleh firman Allah dan doa (bnd. Ay. 5). Seruan Timotius patut kita maknai di saat ini, bahwa segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah adalah baik adanya dan tidak haram oleh pengudusan firman Allah dan doa. Dengan kita menganggap bahwa ciptaan Allah adalah haram maka kita sementara menghidupi hati dan pikiran yang gelap, dengan cara meragukan karya penciptaan-Nya.

Doa: Ya Tuhan, tolong kami untuk tidak murtad dengan meragukan karya ciptaan-Mu. Amin

Jumat, 19 April 2024

bahan bacaan : Yohanes 12:37-43

Mengapa orang Yahudi tidak dapat percaya
37 Dan meskipun Yesus mengadakan begitu banyak mujizat di depan mata mereka, namun mereka tidak percaya kepada-Nya, 38 supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami? Dan kepada siapakah tangan kekuasaan Tuhan dinyatakan?" 39 Karena itu mereka tidak dapat percaya, sebab Yesaya telah berkata juga: 40 "Ia telah membutakan mata dan mendegilkan hati mereka, supaya mereka jangan melihat dengan mata, dan menanggap dengan hati, lalu berbalik, sehingga Aku menyembuhkan mereka." 41 Hal ini dikatakan oleh Yesaya, karena ia telah melihat kemuliaan-Nya dan telah berkata-kata tentang Dia. 42 Namun banyak juga di antara pemimpin yang percaya kepada-Nya, tetapi oleh karena orang-orang Farisi mereka tidak mengakuinya berterus terang, supaya mereka jangan dikucilkan. 43 Sebab mereka lebih suka akan kehormatan manusia dari pada kehormatan Allah.

Jangan Menyangkal Yesus Karena Kesenangan Duniawi
Keputusan untuk menerima Yesus sebagai Juruselamat adalah keputusan hidup yang paling utama. Namun mengapa kebanyakan orang memilih untuk mrnolak Yesus sebagai Juruslamat mereka?. Salah satu alasannya adalah karena mereka takut terhadap penolakan orang banyak. Ketakutan menghalangi rasa percaya kepada Yesus Kristus. Hal ini dijelaskan dalam perikop tadi, bahwa meskipun orang-orang Farisi telah melihat mujizat yang dibuat oleh Yesus namun mereka tetap menolak percaya kepada-Nya karena takut dikucilkan (ay.42) dan takut kehilangan kehormatan di hadapan banyak orang (ay 43). Kenyataan ini memperlihatkan kepada kita, bahwa ada banyak orang Kristen yang takut bersaksi tentang Yesus Kristus dalam hidup. Bahkan ada yang mengambil keputusan untuk meninggalkan kepercayaan kepada Tuhan Yesus karena takut kehilangan banyak hal: kuasa, jabatan, harta, kehormatan atau takut ditolak oleh lingkungan sosial. Firman ini mengingatkan, orang yang lebih suka kehormatan manusia daripada kehormatan Allah, sesungguhnya memiliki hati dan pikiran yang gelap. Jadilah orang percaya yang tidak akan menyangkal Tuhan hanya karena kesenangan duniawi.

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami untuk tidak menyangkalMu demi kesenangan duniawi, amin.

Sabtu, 20 April 2024

bahan bacaan : Yeremia 5: 20-25

20 Beritahukanlah ini di antara kaum keturunan Yakub, kabarkanlah itu di Yehuda dengan mengatakan: 21 "Dengarkanlah ini, hai bangsa yang tolol dan yang tidak mempunyai pikiran, yang mempunyai mata, tetapi tidak melihat, yang mempunyai telinga, tetapi tidak mendengar! 22 Masakan kamu tidak takut kepada-Ku, demikianlah firman TUHAN, kamu tidak gemetar terhadap Aku? Bukankah Aku yang membuat pantai pasir sebagai perbatasan bagi laut, sebagai perhinggaan tetap yang tidak dapat dilampauinya? Biarpun ia bergelora, ia tidak sanggup, biarpun gelombang-gelombangnya ribut, mereka tidak dapat melampauinya! 23 Tetapi bangsa ini mempunyai hati yang selalu melawan dan memberontak; mereka telah menyimpang dan menghilang. 24 Mereka tidak berkata dalam hatinya: Baiklah kita takut akan TUHAN, Allah kita, yang memberi hujan pada waktunya, hujan pada awal musim maupun hujan pada akhir musim, dan yang menjamin bagi kita minggu-minggu yang tetap untuk panen. 25 Kesalahanmu menghalangi semuanya ini, dan dosamu menghambat yang baik dari padamu.

Antara Hati dan Batu, Mana yang Lebih Keras?
Kita pasti pernah mendengar sinonim “Hati batu”. Gambaran hati manusia yang sama seperti batu atau kaku dan keras. Dalam konteks sejarah bangsa Israel, hal itu dapat disematkn kepada mereka karena mereka tidak mau mendengar nasehat para nabi untuk kembali kepada Tuhan dan mengalami pertobatan (Psl.3). Yeremia dengan tegas mengecam bangsa Israel dengan menyebut mereka tolol dan tidak mempunyai pikiran (ay 21), hati yang selalu melawan dan memberontak kepada Allah (ay.23). Kecaman Yeremia ini disebabkan oleh sikap mereka yang telah menolak Allah dan tidak melakukan kebenaran yang bersumber dari Allah. Mereka melakukan apa yang jahat di mata Allah. Demikianlah kondisi hati bangsa Israel yang sekeras batu, bahkan lebih keras. Karena batu masih ada celah terbelah dengan aliran air yang mengalir di sela-selanya, sedangkan hati bangsa Israel sudah sangat keras dan kaku, hidup melawan Allah dan akhirnya mereka di hukum. Hidup takut akan Tuhan, satu-satunya jalan untuk luput dari hukuman. Firman ini mengingatkan kita pula untuk tidak menjadi orang berhati batu. Tidak mau lagi mendengarkan suara Tuhan. Panggilan untuk datang kepada Tuhan melalui ibadah kita abaikan, nasehat baik orang lain kita lupakan, firman-Nya tidak didengarkan lagi. Hati kita bukan batu bukan?.ya, bukan batu!

Doa: Roh Kudus Tuntunlah Kami untuk tidak berhati batu dan menjadi degil, amin.

*SUMBER : SHK BULAN APRIL 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 07 – 13 April 2024

Tema Bulanan : Hidup Dalam Spiritualitas Kebangkitan Kristus

Tema Mingguan : Jangan Ragu, Kristus yang Bangkit memberi Kecukupan

Minggu, 07 April 2024

bahan bacaan : Yohanes 21:1-14

Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias
Kemudian Yesus menampakkan diri lagi kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias dan Ia menampakkan diri sebagai berikut. 2 Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid-Nya yang lain. 3 Kata Simon Petrus kepada mereka: "Aku pergi menangkap ikan." Kata mereka kepadanya: "Kami pergi juga dengan engkau." Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa. 4 Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. 5 Kata Yesus kepada mereka: "Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Jawab mereka: "Tidak ada." 6 Maka kata Yesus kepada mereka: "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan. 7 Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: "Itu Tuhan." Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau. 8 Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena mereka tidak jauh dari darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu. 9 Ketika mereka tiba di darat, mereka melihat api arang dan di atasnya ikan dan roti. 10 Kata Yesus kepada mereka: "Bawalah beberapa ikan, yang baru kamu tangkap itu." 11 Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak. 12 Kata Yesus kepada mereka: "Marilah dan sarapanlah." Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya: "Siapakah Engkau?" Sebab mereka tahu, bahwa Ia adalah Tuhan. 13 Yesus maju ke depan, mengambil roti dan memberikannya kepada mereka, demikian juga ikan itu. 14 Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya sesudah Ia bangkit dari antara orang mati.

Yesus Peduli dan Memperhatikan
Teks Yohanes 21:1-14, menyatakan bahwa banyak sekali kegagalan-kegagalan yang dihadapi murid-murid Yesus bahkan merasa kekurangan dalam mencukupi kebutuhan hidup mereka. Mereka kembali menjadi penjala ikan, dan melalaikan panggilan mereka sebagai penjala manusia. Murid-murid Yesus mulai berusaha untuk menggunakan kekuatan mereka sendiri. Tetapi pada kenyataannya mereka tidak menghasilkan apa-apa di Danau Tiberias waktu itu. Bahkan dapat disebutkan mereka telah gagal total, karena mereka sudah berusaha siang malam menjala ikan akan tetapi sebagai seorang yang ahli menjala ikan mereka tidak membawa apapun juga, satu ekorpun tidak. Yesus adalah Allah yang mempedulikan dan memperhatikan kita (Yohanes 21:4), sampai sekecil kebutuhan dan masalah kita Dia senantiasa peduli dan turun tangan menolong. Dia adalah sahabat kita di tengah-tengah persoalan kita. Yesus bukan hanya memperhatikan akan tetapi Dia juga memberikan solusi (Yohanes 26: 6), bersama Yesus kita harus berani melangkah walalupun bagi kita hal itu mustahil tetapi Yesus mengubah hal yang mustahil menjadi mujizat. Kisah ini mengajarkan kepada kita untuk selalu percaya dan bersyukur, memuliakan nama-Nya melalui keajaiban tangan-Nya. Janganlah kita ragu, Yesus yang bangkit sanggup memberikan kecukupan melalui setiap usaha dan kerja yang dilakukan, melalui peluh dan keringat yang keluar demi kelanjutan hidup. Terbukti, murid-murid Yesus berani melangkah walaupun mereka sudah lelah. Karena ketaatan dan iman mereka, di Danau Tiberias Yesus memberkati mereka berlimpah-limpah.

Doa: Bapa, kami mau selalu percaya dan beriman kepada Mu ditengah kesulitan hidup, amin.

Senin, 08 April 2024

bahan bacaan : Ibrani 13:5

5 Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."

Jangan Menjadi Hamba Uang
Surat kepada orang-orang Ibrani ini mengandung nasihat dan pengajaran tentang kehidupan Kristen yang benar. Nasihat atau pengajaran untuk menghindari ketamakan dan keinginan berlebihan terhadap harta dunia, serta untuk mengandalkan Allah dalam segala hal. Pengajaran pertama, “Janganlah menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu,” mengingatkan orang percaya untuk tidak terlalu terikat pada harta dan kekayaan. Mencari materi dan uang bukanlah hal yang harus diutamakan dalam hidup, melainkan kecukupan yang bersumber dari kepercayaan kepada Tuhan. Pengajaran kedua, “Karena Allah telah berfirman: Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau,” merujuk pada janji Allah kepada umat-Nya bahwa Dia akan selalu hadir dan mendampingi. Ini adalah pernyataan bahwa kepercayaan dan kepatuhan kepada Allah lebih penting daripada tergantung pada harta benda atau kekayaan duniawi. Melalui kepatuhan, kerinduan untuk mengikuti kehendak-Nya, dan mendekatkan diri kepada-Nya dalam doa dan ibadah, kita dapat menemukan arti hidup dan kebahagiaan yang sejati. Karena itu, Pengajaran inipun penting bagi kita untuk melepaskan diri dari godaan materialisme, mengembangkan sikap puas dan bersyukur, serta membangun hubungan yang kokoh dengan Tuhan. JanjiNya harus dipegang, DIA akan mencukupkan kita dalam segala hal.

Doa: Tuhan tolonglah kami untuk taat dan tidak tergoda arus dunia ini. Amin.

Selasa, 09 April 2024

bahan bacaan : Matius 6:11

11 Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya

Berserah Kepada Tuhan dan MengandalkanNya
Yesus mengajarkan hal penting dalam doa bapa kami yakni mengandalkanNya dalam segala aspek kehidupan, termasuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari seperti makanan. “Berikanlah kepada kami, makanan kami yang secukupnya”. Latar belakang penulisan kutipan ini adalah untuk mengajarkan para pengikut Yesus tentang pentingnya berdoa kepada Allah, berserah diri sepenuhnya kepada-Nya, dan mengandalkan-Nya dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Permohonan untuk makanan yang secukupnya mengandung makna bahwa manusia diingatkan untuk tidak rakus atau tamak, melainkan meminta apa yang diperlukan untuk menjaga keberlanjutan hidup, sehari demi sehari. Demikianlah sepatutnya bersyukur atas rezeki yang diberikan setiap hari. Kita sungguh bersyukur memiliki Allah yang selalu memberikan berkat dalam kehidupan ini. sebab itu mari kita mengandalkan Allah sebagai sumber segala berkat dan mengakui bahwa kita membutuhkan dukungan-Nya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam hal pangan atau makan minum. Bagian kita adalah terus bekerja dan mengupayakan berkat-berkat demi keberlanjutan hidup itu dengan jujur dan benar.
Bersyukurlah atas berkat yang diberikan pada setiap hari dan mintalah supaya Tuhan mencukupkannya bagi keperluan kita. Di tengah berbagai krisis yang kita hadapi, termasuk krisis pangan, Doa Bapa Kami mengajarkan pentingnya bergantung pada Allah dalam segala hal.

Doa: Hanya Engkaulah Sumber Berkat ajar kami selalu berserah dan mengandalkanMu. Amin.

Rabu, 10 April 2024

bahan bacaan : Matius 15:32-39

Yesus memberi makan empat ribu orang
32 Lalu Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata: "Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak itu. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Aku tidak mau menyuruh mereka pulang dengan lapar, nanti mereka pingsan di jalan." 33 Kata murid-murid-Nya kepada-Nya: "Bagaimana di tempat sunyi ini kita mendapat roti untuk mengenyangkan orang banyak yang begitu besar jumlahnya?" 34 Kata Yesus kepada mereka: "Berapa roti ada padamu?" "Tujuh," jawab mereka, "dan ada lagi beberapa ikan kecil." 35 Lalu Yesus menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. 36 Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti dan ikan-ikan itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya memberikannya pula kepada orang banyak. 37 Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, tujuh bakul penuh. 38 Yang ikut makan ialah empat ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak. 39 Lalu Yesus menyuruh orang banyak itu pulang. Ia naik perahu dan bertolak ke daerah Magadan.

Yesus yang Bangkit, Mencukupkan Semuanya
Para murid Yesus tidak mempunyai perasaan yang sama seperti guru mereka dan juga tidak yakin bahwa Yesus mampu melakukan mukjizat yang sama di lingkungan orang nonYahudi. Yesus secara khusus memberitahu mereka bahwa hati-Nya tergerak oleh belas kasihan menyaksikan orang banyak yang sudah lelah dan kelaparan setelah tiga hari mengikut Dia. Ia tidak dapat menyuruh mereka pulang karena mereka akan pingsan di jalan, tetapi ingin memenuhi kebutuhan fisik mereka. Pertanyaan para murid tentang bagaimana dapat memberi orang banyak itu makanan, memperlihatkan keraguan dan ketidakpedulian mereka (38). Sekali lagi dengan hanya tujuh roti dan beberapa ikan kecil, Yesus bersyukur dan melipatgandakannya serta kembali memakai para murid-Nya menyalurkan berkat itu kepada orang banyak. Hasilnya, semua orang dapat makan sama kenyang dan masih tersisa tujuh keranjang besar yang penuh. Keraguan para murid terkadang juga menjadi keraguan kita. Namun Yesus mengharapkan kita untuk jangan pernah meragukan kuasa-Nya. Kristus yang bangkit memberikan jaminan bahwa dengan apa yang ada pada kita, DIA akan mencukupkan. Bila kita merasa potensi dan kemampuan kita tidak seberapa, jangan cemas, tetapi serahkanlah kepada Yesus. la akan mencukupkan kita untuk menjadi saluran berkat bagi banyak orang. Karena itu tetaplah menunjukkan belas kasihan dan kepedulian terhadap semua orang yang lemah dan membutuhkan.

Doa: Bapa kami percaya berkatMu melimpah. Jadikan kami saluran berkat-Mu. Amin.

Kamis, 11 April 2024

bahan bacaan : Mazmur 65:10-14

9 (65-10) Engkau mengindahkan tanah itu, mengaruniainya kelimpahan, dan membuatnya sangat kaya. Batang air Allah penuh air; Engkau menyediakan gandum bagi mereka. Ya, demikianlah Engkau menyediakannya: 10 (65-11) Engkau mengairi alur bajaknya, Engkau membasahi gumpalan-gumpalan tanahnya, dengan dirus hujan Engkau menggemburkannya; Engkau memberkati tumbuh-tumbuhannya. 11 (65-12) Engkau memahkotai tahun dengan kebaikan-Mu, jejak-Mu mengeluarkan lemak; 12 (65-13) tanah-tanah padang gurun menitik, bukit-bukit berikatpinggangkan sorak-sorai; 13 (65-14) padang-padang rumput berpakaikan kawanan kambing domba, lembah-lembah berselimutkan gandum, semuanya bersorak-sorai dan bernyanyi-nyanyi.

Bersoraklah karena BerkatNya Melimpah
Hidup adalah anugerah dan berkat merupakan bagian dari kasih karunia Tuhan. Kalimat ini merupakan wandview (pandangan hidup) dari kata bersyukur. Bersyukur adalah respon iman yang lahir dari pengetahuan akan kebaikan Tuhan dan berbuah dalam tindakan memuliakan Tuhan. Mazmur 65:10-14 ini mencerminkan kedalaman hubungan antara manusia dengan Tuhan. Di rumah Tuhan, manusia bertemu dengan-Nya dan menyanyikan puji-pujian kepada-Nya. Puji-pujian oleh karena kuasa Allah dalam mengendalikan alam, khususnya dalam memberikan hujan yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman dan kehidupan di bumi. Ketika Allah memberkati bumi dengan hujan, DIA pun memberikan tahun-tahun panen dan memenuhi kebutuhan manusia. Padang gurun dan bukit-bukit yang tandus berubah menjadi tempat yang subur, penuh dengan hasil panen. Inilah gambaran pemazmur tentang penyertaan Allah dalam kehidupan kita, yang dapat mengubah keadaan yang sulit menjadi sesuatu yang subur dan berlimpah. Nas hari ini mengajak kita untuk bersyukur kepada Tuhan atas karunia dan berkatNya. Manfaatkanlah semua yang diciptakan-
Nya dalam alam semesta ini, supaya makanan dan minuman tersedia. Dalam usaha dan kerja keras kita mengolah tanah, laut, dengan semua potensinya, yakin bahwa Allah bekerja didalamnya untuk memberikan kelimpahan yang mencukupkan keperluan kita setiap hari.

Doa: Tuhan, hati kami bersyukur dan bersukacita, Engkau memberi berkat melimpah.. amin.

Jumat, 12 April 2024

Bahan bacaan : Keluaran 16:13-18

13 Pada waktu petang datanglah berduyun-duyun burung puyuh yang menutupi perkemahan itu; dan pada waktu pagi terletaklah embun sekeliling perkemahan itu. 14 Ketika embun itu telah menguap, tampaklah pada permukaan padang gurun sesuatu yang halus, sesuatu yang seperti sisik, halus seperti embun beku di bumi. 15 Ketika orang Israel melihatnya, berkatalah mereka seorang kepada yang lain: "Apakah ini?" Sebab mereka tidak tahu apa itu. Tetapi Musa berkata kepada mereka: "Inilah roti yang diberikan TUHAN kepadamu menjadi makananmu. 16 Beginilah perintah TUHAN: Pungutlah itu, tiap-tiap orang menurut keperluannya; masing-masing kamu boleh mengambil untuk seisi kemahnya, segomer seorang, menurut jumlah jiwa." 17 Demikianlah diperbuat orang Israel; mereka mengumpulkan, ada yang banyak, ada yang sedikit. 18 Ketika mereka menakarnya dengan gomer, maka orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan. Tiap-tiap orang mengumpulkan menurut keperluannya.

Percayalah pada Pemeliharaan Tuhan
Israel selalu mengalami kebaikan Tuhan. Mereka dibebaskan dari perbudakan di Mesir. Mereka mengalami mujizat Tuhan ketika laut Teberau terbelah dan merka selamat dari pasukan Filistin. Tetapi semua itu belum cukup untuk meyakinkan mereka. Ketika berada di Padang Gurun, hari ke 15 di bulan kedua dalam perjalanan menuju Kanaan, Israel bersungut-sungut. Israel protes kepada Musa dan Harun. Kaki dan mata Israel sedang terarah menuju masa depan, Kanaan yang Tuhan janjikan, tetapi hati ternyata masih terikat pada masa lalu di Mesir. Israel membandingkan hidup di Mesir dan keadaan yang sedang mereka alami di Padang Gurun. Bagi Israel lebih baik mati di Mesir dengan kenyang daripada mati kelaparan di Padang Gurun. Ternyata masalah yang membuat Israel bersungut-sungut adalah soal perut atau makan minum. Soal perut membuat Israel melupakan kebaikan Tuhan dan meragukan kuasa Tuhan. Sikap ini di mata Tuhan adalah sebuah pemberontakan. Tuhan menyatakan kemuliaanNya di Awan, agar Israel sadar bahwa Tuhanlah Allah yang berkuasa membuat mujizat. Tiap pagi Tuhan memenuhi kebutuhan perut mereka dengan memberikan manna dan burung puyuh. Kisah ini berharga bagi kita. terkadang hanya karena soal perut, kita mudah melupakan Tuhan. Hanya soal perut kita berbuat jahat dan meragukan pemeliharaan Tuhan. Mari perteguh kepercayaan, Kristus yang bangkit berkuasa memberi berkat kecukupan bagi kita. Berkat-Nya selalu ada di tiap hari baru.

Doa: Ya Tuhan, terima kasih untuk pemeliharaanMu dalam hidup kami, amin.

Sabtu, 13 April 2024

bahan bacaan : Filipi 4:18-20

18 Kini aku telah menerima semua yang perlu dari padamu, malahan lebih dari pada itu. Aku berkelimpahan, karena aku telah menerima kirimanmu dari Epafroditus, suatu persembahan yang harum, suatu korban yang disukai dan yang berkenan kepada Allah. 19 Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. 20 Dimuliakanlah Allah dan Bapa kita selama-lamanya! Amin.

Jangan Ragu, Yesus yang Bangkit Memenuhi keperluan kita
Terdapat satu kecenderungan pada umat masa kini, yaitu keraguan untuk berbagi dengan sesama. Teks Filipi 4: 18-20 secara tegas mengkritisi cara berpikir tersebut. Paulus dalam nas ini, menyampaikan ucapan terima kasih kepada jemaat Filipi yang telah mengasihinya melalui Efrapoditus. Paulus mengapresiasi jemaat Filipi yang selalu hadir baginya dalam hal kenyang, maupun lapar, dan hal suka, maupun duka. Bagi Paulus, tindakan itu merupakan persembahan yang harum dan berkenan bagi Allah. Paulus hendak mengajarkan bahwa pemberian yang berkenan bagi Allah bukan diukur secara kuantitas, melainkan kerelaan berbagi dan kesungguhan menolong untuk menjadi satu bersama mereka yang lemah dan membutuhkan. Ini menjadi peringatan bagi jemaat Filipi untuk jangan ragu menyatakan kasih kepada sesama, karena Allah Sang Pemilik Berkat akan memenuhi segala keperluan mereka. Kita di masa kini juga patut belajar dari jemaat di Filipi yang tidak pernah takut untuk berbagi. Sesungguhnya, ketakutan kita untuk berbagi memperlihatkan sikap ketidakpercayaan akan Allah Sang Pemilik Berkat. Dalam kesulitan dan kekurangan yang dialami banyak orang, termasuk yang ada di tengah jemaat kita, marilah kita terus berbagi dengan mereka. Percayalah, dengan berbagi kita tidak akan kehilangan berkat karena Allah akan memberinya menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya.

Doa: Tuhan, mampukan kami agar tidak pernah ragu dalam menyatakan kasih. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN APRIL 2024, LPJ – GPM

Santapan Harian Keluarga, 31 Maret – 6 April 2024

Tema Bulanan : Berdayakan Ekonomi dan Hidup Sejahtera bersama Yesus Sang Penyelamat

Tema Mingguan : Yesus Bangkit, Kalahkan Keserakahan

Minggu, 31 Maret 2024

bahan bacaan : Matius 28: 11-15

Dusta Mahkamah Agama

Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itudan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.

Saksi Dusta
Santy tidak sengaja mendengarkan percakapan Ateng dan Anty. Ternyata mereka berdua telah merencanakan merusak nama baik Theo dengan mengatakan Theo telah berselingkuh. Akibatnya rumah tangga Theo di ujung perceraian. Ketika Ateng tahu Santy mengetahui percakapan mereka, kepada Santy ditawarkan uang sebesar 10 juta. Mereka meminta Santy tutup mulut sebab dengan menyebarkan berita bohong, mereka tengah membalas dendam kepada Theo yang telah mengambil tanah milik mereka. Apa yang mereka lakukan adalah tidak berbeda jauh dengan apa yang menjadi bacaan saat ini. Saksi dusta adalah sebutan tepat bagi orang-orang yang mengetahui kebenaran namun dengan sengaja menutupinya. Para penjaga yang menjaga kubur Tuhan Yesus dengan mata kepala sendiri menyaksikan bagaimana kematian Tuhan Yesus. Mereka juga melihat dalam ketakutan bagaimana batu besar yang dipakai menutup kubur Tuhan Yesus terguling dan malaikat Tuhan duduk di atasnya. Mereka tahu bahwa Yesus tidak lagi berada di kubur. la telah bangkit. Namun, demi kekayaan dan jabatan, mereka rela menjadi saksi dusta. Sikap seperti itu harus kita hindari.
Kebangkitan Kristus mengajak kita untuk mengalahkan keserakahan. Janganlah karena materi atau apapun kita menghalalkan segala cara. Ingatlah kebangkitan Kristus kemenangan bagi kita, mengapa kita melepasnya hanya karena harta duniawi?

Doa: Ya Allah kiranya kami tidak hidup sebagai saksi dusta demi keserakahan kami. Amin.

Senin, 01 April 2024

bahan bacaan : Kolose 1:15-23

Keutamaan Kristus
15 Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, 16 karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. 17 Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia. 18 Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu. 19 Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia, 20 dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus. 21 Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat, 22 sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya. 23 Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.

Kristus Yang Utama
Rumah atau keluarga biasanya menjadi tempat pulang yang paling nyaman. Namun,
terkadang rumah atau keluarga tidak lagi menjadi tempat pulang yang selalu diutamakan. Banyak kehidupan keluarga yang hampa, tidak menghadirkan cinta kasih dan sukacita di rumah. Pertengkaran, KDRT, hilangnya rasa kasih sayang, kepedulian dan penghargaan, termasuk kurang komunikasi dan sebagainya. Ada tiga tantangan utama keluarga Kristen yaitu: pertama, materialisme, yang mana materi selalu menjadi kunci untuk meraih kebahagiaan. Kedua, sekularisme, yang mana rasa hormat kepada Tuhan menurun, kecenderungan duniawi lebih kuat sehingga moral dan etika diabaikan. Dan ketiga, pengaruh negatif dari berbagai media di era digital. Hal ini menjadi catatan penting bagi kita sebagai keluarga Kristen bahwa dibandingkan dengan segala hal apapun dunia, Kristus haruslah menjadi yang paling utama dalam hidup ini. DIA telah ada lebih duniawi DIA kunci kebahagiaan dalam keluarga. Karena itu kita diajak untuk lebih dahulu dari segala yang diciptakan, termasuk segala hal tentang materi maupun hal-hal mengutamakan Kristus agar cinta kasih Kristus yang telah dibuktikan melalui pengorbananNya di kayu salib, dapat kita aktakan dalam kehidupan setiap hari. Spirit kebangkitan Yesus menyadarkan kita untuk terus menumbuhkan rasa cinta kasih. Mengutamakan Tuhan sebagai sumber kebahagiaan dalam rumah. Jagalah keluarga kita dari berbagai hal yang tidak memberikan rasa aman dan nyaman.

Doa: Tuhan, mampukanlah kami untuk selalu mengutamakan Engkau dalam hidup. Amin.

Selasa, 02 April 2024

bahan bacaan : Amsal 11:28

28 Siapa mempercayakan diri kepada kekayaannya akan jatuh; tetapi orang benar akan tumbuh seperti daun muda.

Jangan Bergantung Pada Kekayaan!
Ketika kita melihat seseorang mengendarai mobil mewah, dengan cepat kita akan memberi komentar “Wuih orang kaya!”. Begitu pula ketika kita melihat orang yang memiliki rumah megah dengan halaman luas, ataupun ketika kita melihat orang menggunakan perhiasan yang banyak di tubuhnya. Ya, dunia mengakui bahwa menjadi kaya berarti memiliki segalanya dalam hidup. Tetapi mengandalkan hidup hanya pada kekayaan dapat menjadi penyebab kesengsaraan dan kejatuhan. Memang benar, tidak ada seorangpun di dalam dunia ini yang mau hidup dalam kemiskinan atau kekurangan. Semua orang pasti ingin hidup berkecukupan bahkan berkelimpahan. Tetapi jika kita
hanya terlalu terfokus kepada mengejar kekayaan dan mengabaikan hal-hal lain dalam hidup termasuk juga mengabaikan relasi dengan Allah, hal itu akan berdampak bagi kehidupan kita. Amsal dalam ayat ini menggambarkan dua gaya hidup, yakni: kehidupan yang dihabiskan untuk mengejar kekayaan, dan kehidupan yang didasarkan pada Allah yang memberi kehidupan. Kita diarahkan untuk menjadi orang benar yang hidupnya penuh dengan ketaatan dan kesetiaan kepada Allah. Orang yang benar akan menggantungkan kehidupan semata-mata kepada kasih Allah dan bukan kepada kekayaan duniawi. Orang benar juga akan menjadikan dirinya sebagai penyalur berkat bagi orang lain.

Doa: Tuhan, ajarilah kami untuk lebih bergantung kepadaMu dan bukan kepada harta duniawi. Amin.

Rabu, 03 April 2024

bahan bacaan : Pengkhotbah 5:9

(5-9) Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia.

Keserakahan Merusak Kebahagiaan
Beberapa tahun belakangan ini muncul istilah Crazy Rich yaitu orang-orang yang harta kekayaannya selalu diperlihatkan dan dipamerkan ke publik. Orang-orang yang disebut sebagai crazy rich ini ada yang pada akhirnya ditahan oleh polisi karena berbagai kasus, termasuk kasus penipuan dengan robot trading (alat untuk investasi yang memberikan keuntungan dengan cepat dan mudah). Hal ini memperlihatkan bahwa kekayaan yang dimiliki oleh seseorang tidak akan menjamin kepuasan. Walaupun sudah menjadi kaya, mereka terus berusaha memperkaya diri dengan menghalalkan berbagai macam cara. Bagi mereka kekayaan adalah sumber kebahagiaan, padahal. kebahagiaan sejati tidak dapat diukur dengan seberapa kayanya kita. Semakin kita mencintai uang, semakin kita
tidak akan pernah merasa cukup. Akibatnya kita akan menghabiskan waktu untuk terus mengumpulkan harta duniawi secara serakah dan mengabaikan tugas dan panggilan kita untuk
menjadikan hidup ini berarti. Hal ini tidaklah dimaksudkan bahwa orang tidak boleh memiliki harta
kekayaan. Tetapi pengkhotbah mau mengingatkan agar kita tidak menjadikan uang atau materi sebagai jalan pemenuhan kepuasan atau kebahagiaan. Kebahagiaan yang sejati ada pada karunia yang Allah berikan kepada kita untuk menikmati berkatNya, entah itu besar atau kecil. Kebahagiaan ada pada hati yang selalu mensyukuri berkat-berkat Allah itu.

Doa: Tuhan, tuntunlah kami agar tidak serakah dan menjadikan kekayaan sebagai penentu kebahagiaan hidup. Amin.

Kamis, 04 April 2024

bahan bacaan : 2 Petrus 2:1-3

Nabi-nabi dan guru-guru yang palsu
Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka. 2 Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu, dan karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat. 3 Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka. Tetapi untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda.

Waspada Terhadap Pangajaran Palsu

Pengajaran yang sehat sangat dibutuhkan bagi pertumbuhan gereja. Tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa dalam proses bertumbuhnya, gereja pun tidak luput dari berbagai macam tantangan, termasuk berkembangnya pengajaran-pengajaran palsu yang mengatas-namakan Kristus untuk kepentingan dan keserakahan pribadi. Dalam bagian ini Rasul Petrus menjelaskan tentang nabi-nabi dan guru-guru palsu. Mereka adalah orang yang mengenal dan mengajarkan jalan Tuhan, tetapi hidup mereka dikuasai hawa nafsu dalam mencari keuntungan diri. Ajaran yang disampaikan tidak berdasar pada kebenaran firman Tuhan. Kita pun harus menyadari bahwa guru-guru palsu dan pengajaran palsunya itu benar-benar ada dan nyata. Bukan hanya pada zaman dulu, tapi saat ini pun ada. Mereka adalah orang-orang yang mengerti dan menguasai Firman Allah, namun motivasinya adalah mencari keuntungan diri. Kasih Allah disalahgunakan dan merasa boleh bertindak bebas berdasarkan pemikiran bahwa semua dosa akan diampuni. Pengajaran seperti ini tentu akan mendorong orang melakukan perbuatan sesuka hati, sekalipun itu keliru dan jahat. Terhadap para penyesat seperti ini, kita perlu berwaspada termasuk pengajaran-pengajaran keliru yang menjauhkan kita dari Kasih Allah dan kebenaran firman-Nya. Tetaplah berakar kuat di dalam Kristus dan ajaran-Nya.

Doa: Tuhan, mampukan kami mewaspadai segala pengajaran yang tidak sesuai dengan kehendakMu. Amin.

Jumat, 05 April 2024

bahan bacaan : Amsal 28: 25

25 Orang yang loba, menimbulkan pertengkaran, tetapi siapa percaya kepada TUHAN, diberi kelimpahan.

Jangan Serakah!
Beberapa waktu lalu, jagad maya sempat dihebohkan dengan berita pembunuhan satu warisan. Ada pula berita tewasnya seorang mahasiswi di Jakarta atas perbuatan kakak kandungnya sendiri karena perebutan harta warisan orang tua. Banyak kasus lainnya yang memperlihatkan bahwa nafsu keserakahan seseorang akibat harta masih sering terjadi. Di dalam diri selalu timbul hasrat ingin memiliki yang bukan hak mereka. Inilah yang dinamakan sifat serakah, tamak dan loba. Keserakahan cenderung menghasilkan perbuatan jahat. Bahkan keserakahan pula yang menjadi penyebab kerusakan alam ciptaan. Penulis Amsal hari ini mengingatkan kita untuk tidak serakah dan mampu mengendalikan diri agar terhindar dari pertengkaran yang sia-sia. Kita membutuhkan hikmat sejati agar tidak menjadi gelap mata oleh harta kekayaan. Takut akan Tuhan menjadi dasar utama hikmat yang sejati itu. Dengan bersandar dan percaya kepada Tuhan, kita akan mengalami kelimpahan, yakni damai sejahtera yang tidak dapat diberikan oleh dunia. Keserakahan dapat dipatahkan hanya oleh pengendalian diri dan menaruh seluruh harapan kepada Tuhan.

Doa: Tuhan, Tolonglah kami dengan Roh-Mu supaya kami mampu mengendalikan diri dan tidak serakah. Amin.

Sabtu, 06 April 2024

bahan bacaan : 1 Timotius 6:17-19

17 Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati. 18 Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi 19 dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya.

Menjadi Kaya dalam Kebajikan
Seorang tunawisma bemama Khimjibhai Prajapati, 64 tahun, terpaksa hidup mengemis di jalan karena toko teh kecilnya digusur. Ia tak mau mengubah pandangannya tentang hidup sekalipun ia tumbuh dalam kesengsaraan. Justru karena ia mengalami hidup susah, ia kemudian berusaha membantu mereka yang lebih kekurangan darinya. Seluruh tabungannya ia gunakan untuk membeli pakaian kepada siswi-siswi yang keluarganya berkekurangan. Ini adalah contoh nyata dari seseorang yang tidak memiliki kekayaan materi tapi ia memiliki hati yang kaya dalam melakukan kebaikan. Dalam bacaan Alkitab saat ini, kitapun membaca tentang Rasul Paulus yang memberi instruksi kepada Timotius untuk mengingatkan orang-orang kaya agar mereka jangan tinggi hati dan harus berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi. Ini adalah peringatan yang penting dan harusnya dilakukan sebagai antisipasi dari kesedihan atau penyesalan yang akan datang dari sikap mencintai uang. Sebagaimana yang Alkitab nyatakan bahwa kemurahan hati adalah upaya mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi diri di waktu yang akan datang yakni mencapai hidup yang sebenarnya yaitu hidup dalam kasih karunia Tuhan. Dengan mengetahui firman Tuhan ini, jangan lagi menunda atau menunggu sampai kita punya banyak uang baru memberi. Sebaliknya, kita harus mulai mencari kesempatan untuk menggunakan setiap sumber daya yang telah Tuhan percayakan pada kita termasuk kekayaan, untuk kepentingan orang lain dan kerajaan Allah. Pada kita ada banyak kekurangan, namun kiranya kita terus kaya dalam kebajikan.

Doa: Tuhan. Ajarilah kami untuk menjadi kaya dalam kebajikan. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN MARET-APRIL 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 24 – 30 Maret 2024

Tema Bulanan : Berdayakan Ekonomi dan Hidup Sejahtera bersama Yesus Sang Penyelamat

Tema Mingguan : Kuduskan Hidup dan Pikullah Salib Bersama Yesus, Juruselamatmu

Minggu, 24 Maret 2024

bahan bacaan : Lukas 14:25-35

Segala sesuatu harus dilepaskan untuk mengikut Yesus
25 Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka: 26 "Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. 27 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. 28 Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu? 29 Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia, 30 sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya. 31 Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang? 32 Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian. 33 Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku. 34 Garam memang baik, tetapi jika garam juga menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? 35 Tidak ada lagi gunanya baik untuk ladang maupun untuk pupuk, dan orang membuangnya saja. Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!"

Ku Mau Mendengar & MengikutiMu, Yesusku
Palmarum menandakan kita telah berada pada Minggu Sengsara Tuhan Yesus yang ketujuh atau terakhir. Bersamaan dengan itu pula, anak-anak Tuhan di Gereja Protestan Maluku, hari ini mengaku dan berjanji akan menjadi pengikut Kristus yang setia dan berkomitmen untuk menjadi anggota sidi Gereja Protestan Maluku. Pengakuan ini adalah wujud ketaatan dan kesungguhan hati mereka untuk benar-benar menjadi murid Kristus. Oleh karenanya, Lukas 14:25-35 mengingatkan kita kembali pada hari untuk memahami identitas kita sebagai orang-orang percaya, sebagai warga GPM yang harus berakar dan berbuah. Kuduskan hidup dan pikul salib menjadi dasar yang kokoh untuk membangun hubungan yang lebih intim dengan Tuhan. Jika demikian, maka haruslah kita sebagai murid Kristus mewujudkannya dalam segala aspek hidup kita. Berani menyangkal diri, menanggalkan kesenangan pribadi, melepaskan kepentingan diri, dll hanya untuk mengikut Yesus.
Ingat, Nyanyian pada KJ 375 “Saya Mau Ikut Yesus” harus dimaknai sebagai pengakuan yang sungguh untuk mengikut Yesus.

Doa: Roh Kudus, pimpinlah kami untuk menjadi Murid Kristus yang setia. Amin.

Senin, 25 Maret 2024

bahan bacaan : Filipi 1:27-30

Nasihat supaya tetap berjuang
27 Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil, 28 dengan tiada digentarkan sedikitpun oleh lawanmu. Bagi mereka semuanya itu adalah tanda kebinasaan, tetapi bagi kamu tanda keselamatan, dan itu datangnya dari Allah. 29 Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia, 30 dalam pergumulan yang sama seperti yang dahulu kamu lihat padaku, dan yang sekarang kamu dengar tentang aku.

Jangan Pernah Menyerah
Siapapun tidak menghendaki kemalangan. Tetapi kadang situasi hidup menjerumuskan kita sehingga penderitaan menjadi tidak terelakan. Paulus seorang rasul yang baru mengalami kuasa penyataan Tuhan ternyata kini diperhadapkan dengan penjara. Namun sebagai orang yang tetap percaya kepada Tuhan, penjara tidak membuatnya terpuruk. Justru di dalam penjara ia membangun semangat jemaat termasuk di Filipi. Apa yang ditulis Paulus adalah suatu hal yang menantang. Bagaimana mungkin tubuhnya terpenjara namun ia seolah tidak menangisi atau bahkan meminta belas kasihan orang akan penderitaannya? la justru malah mengajak umat untuk memandang bukan pada persoalan yang terjadi tetapi pada komitmen hidup terhadap Tuhan. Tuhan yang terutama dalam hidup dan karena itu bila karena pelayanan atau pekerjaan dalam nama Tuhan diperhadapkan dengan tantangan, itu hal yang biasa. Itu pakaian seorang Kristiani. Gambaran ini ia tuliskan kepada umat di Filipi dengan memaparkan keberadaan dirinya apa adanya. Semangat yang rasul sampaikan adalah pesan berharga bagi kita. Benar, kita punya banyak masalah, mulai dari masalah yang dapat kita katakan dapat dikelompokkan sebagai masalah kecil atau masalah besar. Satu hal yang pasti Tuhan lebih besar dari masalah kita. Karena itu jangan pernah menyerah! Injil Kristus adalah tanda keselamatan Allah yang berlaku juga bagi kita.

Doa : ya Allah bantulah kami agar jangan pernah menyerah. Amin

Selasa, 26 Maret 2024

bahan bacaan : Imamat 19:32-37

32 Engkau harus bangun berdiri di hadapan orang ubanan dan engkau harus menaruh hormat kepada orang yang tua dan engkau harus takut akan Allahmu; Akulah TUHAN. 33 Apabila seorang asing tinggal padamu di negerimu, janganlah kamu menindas dia. 34 Orang asing yang tinggal padamu harus sama bagimu seperti orang Israel asli dari antaramu, kasihilah dia seperti dirimu sendiri, karena kamu juga orang asing dahulu di tanah Mesir; Akulah TUHAN, Allahmu. 35 Janganlah kamu berbuat curang dalam peradilan, mengenai ukuran, timbangan dan sukatan. 36 Neraca yang betul, batu timbangan yang betul, efa yang betul dan hin yang betul haruslah kamu pakai; Akulah TUHAN, Allahmu yang membawa kamu keluar dari tanah Mesir. 37 Demikianlah kamu harus berpegang pada segala ketetapan-Ku dan segala peraturan-Ku serta melakukan semuanya itu; Akulah TUHAN."

Tetaplah Kudus!
Tantanga menjadi orang Kristen sesungguhnya bukan sekadar soal suka atau tidak suka dalam menyikapi persoalan. Soal terutama adalah pemaknaan bahwa hidup adalah bentuk pertanggungjawaban kepada Tuhan dan karena itu tidak ada pilihan lain selain hidup kudus. Ya, hidup kudus sebab Tuhan adalah kudus adanya. Kita akui memasuki tahun 2024 ini banyak hal telah mulai menjadi bagian pergulatan kita. Berbarengan dengan itu, tawaran untuk menjalani hidup dalam ketidakkudusan di hadapan Tuhan menjadi hal yang menggiurkan. Perkembangan dunia yang kian cangggih seakan menjadi loncatan yang bisa menutupi segala kejahatan. Tetapi hari ini Firman Tuhan mengingatkan kita. Siapa kita di hadapan Tuhan. Tanpa Tuhan, kita bukan siapa-siapa. Karena itu, orangtua yang lanjut usia harus kita hormati, kita harus berlaku baik kepada orang asing, dan bersikap adil. Mengapa orangtua yang lanjut usia dihormati? Karena dari orangtua kita ada dan pada saatnya kita juga menjalani masa hidup yang sama. Mengapa bersikap baik kepada orang asing? Karena kita juga adalah orang yang pemah menjalani kesempatan hidup sebagai orang asing. Mengapa bersikap adil? Karena dengan keadilan, kedamaian dan kesejahteraan bisa terjadi. Semoga Tuhan Yesus menolong kita menyatakan perilaku demikian.

Doa: Ya Allah, mampukanlah kami untuk hidup kudus. Amin.

Rabu, 27 Maret 2024

bahan bacaan : Matius 19:27-30

Upah mengikut Yesus
27 Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?" 28 Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. 29 Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal. 30 Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."

Kesadaran Akan Komitmen Pikul Salib
Mengikut Tuhan merupakan keputusan yang harus dilakukan dengan penuh kesadaran
dan bukan dalam keterpaksaan. Ini hal yang penting sebab ketidaksadaran akan nampak dalam perilaku. Tidak heran kita akan mendengarkan keluhan tentang pelayan yang malas beribadah, suka mabuk dan membuat keributan atau juga tidak terlibat dalam berbagai kegiatan gerejawi. Di minggu sengsara VII ini Firman Tuhan mengajarkan kita untuk memahami secara sadar apa yang menjadi komitmen kita dalam mengikut Tuhan. Kesannya kita kehilangan banyak hal; misalnya sebagai pelayan, kita tidak bisa berlaku seenaknya. Kebebasan dan kesenangan kita seakan dikekang. Bila tidak ada kesadaran, maka sia-sia apa yang menjadi komitmen kita. Semestinya kita bersyukur sebab tidak ada yang terhilang.Tuhan Yesus menjanjikan bahwa kita akan mendapatkan lebih. Suatu ungkapan janji yang tidak dimaknai hanya sebatas materi tetapi melampaui apa yang dapat disebut sebagai kebahagiaan sejati. Hidup sejahtera bersama Yesus Kristus menuntut kita untuk tetap setia memikul salib. Marilah tetap setia sebab akhir dari seluruh proses berjalan bersama Tuhan, kita sendiri yang akan menikmatinya.

Doa: Ya Tuhan Yesus, ajar kami setia memikul salib-Mu. Amin.

Kamis, 28 Maret 2024

bahan bacaan : Lukas 23:26-32

Yesus dibawa untuk disalibkan
26 Ketika mereka membawa Yesus, mereka menahan seorang yang bernama Simon dari Kirene, yang baru datang dari luar kota, lalu diletakkan salib itu di atas bahunya, supaya dipikulnya sambil mengikuti Yesus. 27 Sejumlah besar orang mengikuti Dia; di antaranya banyak perempuan yang menangisi dan meratapi Dia. 28 Yesus berpaling kepada mereka dan berkata: "Hai puteri-puteri Yerusalem, janganlah kamu menangisi Aku, melainkan tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu! 29 Sebab lihat, akan tiba masanya orang berkata: Berbahagialah perempuan mandul dan yang rahimnya tidak pernah melahirkan, dan yang susunya tidak pernah menyusui. 30 Maka orang akan mulai berkata kepada gunung-gunung: Runtuhlah menimpa kami! dan kepada bukit-bukit: Timbunilah kami! 31 Sebab jikalau orang berbuat demikian dengan kayu hidup, apakah yang akan terjadi dengan kayu kering?" 32 Dan ada juga digiring dua orang lain, yaitu dua penjahat untuk dihukum mati bersama-sama dengan Dia.

Pikul Salib

Hari itu Ishak sementara mempersiapkan diri untuk mandi. Rencananya ia akan mendampingi anaknya Agus yang sakit. Semalam bersama istri dan anak, mereka baru saja berdoa meminta pertolongan Tuhan berkenan dengan kondisi kesehatan Agus. Ia seorang mahasiswa yang akan menyusun skripsi namun karena sakit maag yang mengarah pada asam lambung, maka ia diminta pulang untuk menjalani pengobatan bersama orangtuanya. Istrinya Mega sementara berbelanja di toko yang terletak di depan rumah mereka. Ishak, yang sebelumnya berencana mandi, tiba-tiba dikagetkan dengan bunyi benturan keras. Ia lalu mendengar teriakan orang-orang di sekeliling rumahnya. Pikirnya, pasti telah terjadi tabrakan. Ternyata benar apa yang ia pikirkan. Namun, yang tidak pernah Ishak duga adalah korban tabrak adalah istrinya sendiri. Seperti itulah kehidupan. Tinggal sehari lagi kita akan merayakan Jumat Agung. Bacaan hari ini menceritakan Simon orang Kirene yang dipaksa memikul salib Tuhan. Juga diceritakan tentang tangisan perempuan-perempuan ketika melihat Tuhan memikul salib. Tuhan Yesus mengajarkan hidup ini keras. Betapa sering kita dipaksa menghadapi kenyataan hidup yang tidak pernah kita duga. Tuhan Yesus telah menjalaninya demi penyelamatan kita. Untuk itu, tetaplah setia pikul salib sebab Tuhan Yesus tidak akan meninggalkan kita sendiri dalam menghadapi apapun. Ibarat pelangi sehabis hujan, demikian gambaran kasih setia Allah yang akan sertai kita walaupun dalam situasi buruk seperti apapun.

Doa : Tuhan Yesus, tolong kami untuk tetap pikul salib. Amin.

Jumat, 29 Maret 2024

bahan bacaan : Yohanes 19:31-37

Lambung Yesus ditikam
31 Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib--sebab Sabat itu adalah hari yang besar--maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan. 32 Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus; 33 tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya, 34 tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air. 35 Dan orang yang melihat hal itu sendiri yang memberikan kesaksian ini dan kesaksiannya benar, dan ia tahu, bahwa ia mengatakan kebenaran, supaya kamu juga percaya. 36 Sebab hal itu terjadi, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci: "Tidak ada tulang-Nya yang akan dipatahkan." 37 Dan ada pula nas yang mengatakan: "Mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam."

Kemurahan Tuhan
Saya senang dengan lagu Kemurahan Tuhan yang dinyanyikan Angel Piters. Bait-baitnya sangat menyentuh sebab saya sendiri mengalaminya. Kemurahan Tuhan adalah bagian yang menghentar saya sampai hari ini. Banyak peristiwa telah terjadi dalam hidup saya. Demikian penceritaan Maria kepada saya. Ia mengeluh akan kemabukan suaminya. Setiap kali dalam kemabukannya, selalu saja kata-kata-kata kotor berupa makian ditujukan pada Maria. Ia malu dengan keadaan suaminya apalagi dengan keadaan anak-anaknya yang sudah menanjak dewasa, la pernah memikirkan rencana untuk bunuh diri. Miris memang kenyataan seperti itu. Tetapi kemurahan Tuhan menolong Maria. Bacaan hari ini mengisahkan peristiwa kematian Tuhan Yesus yang sangat mengenaskan. Tuhan Yesus benar-benar mati. Ini dibuktikan dengan tidak dipatahkannya kaki Tuhan dan juga lewat darah dan air yang keluar dari lambung Tuhan saat ditikam oleh prajurit. Tuhan menjalani semuanya karena kasih demi kita orang berdosa. Kematian Tuhan menegaskan bahwa Tuhan tahu betul seperti apa pahitnya penderitaan. Tuhan sudah menjalaninya dan ini pengharapan kita sebab Tuhan telah mati namun Ia tidak tetap dalam alam kematian. Ia bangkit sebagai pemenang. Marilah kita renungi tragisnya kematian Tuhan. Semua terjadi supaya kita diselamatkan. Karena itu, tetaplah setia pikul salib Tuhan.

Doa: Tuhan Yesus terima kasih atas kemurahan-Mu. Amin

Sabtu, 30 Maret 2024

bahan bacaan : 1 Tesalonika 4:1-12

Nasihat supaya hidup kudus
Akhirnya, saudara-saudara, kami minta dan nasihatkan kamu dalam Tuhan Yesus: Kamu telah mendengar dari kami bagaimana kamu harus hidup supaya berkenan kepada Allah. Hal itu memang telah kamu turuti, tetapi baiklah kamu melakukannya lebih bersungguh-sungguh lagi. 2 Kamu tahu juga petunjuk-petunjuk mana yang telah kami berikan kepadamu atas nama Tuhan Yesus. 3 Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan, 4 supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi isterimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan, 5 bukan di dalam keinginan hawa nafsu, seperti yang dibuat oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah, 6 dan supaya dalam hal-hal ini orang jangan memperlakukan saudaranya dengan tidak baik atau memperdayakannya. Karena Tuhan adalah pembalas dari semuanya ini, seperti yang telah kami katakan dan tegaskan dahulu kepadamu. 7 Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus. 8 Karena itu siapa yang menolak ini bukanlah menolak manusia, melainkan menolak Allah yang telah memberikan juga Roh-Nya yang kudus kepada kamu. 9 Tentang kasih persaudaraan tidak perlu dituliskan kepadamu, karena kamu sendiri telah belajar kasih mengasihi dari Allah. 10 Hal itu kamu lakukan juga terhadap semua saudara di seluruh wilayah Makedonia. Tetapi kami menasihati kamu, saudara-saudara, supaya kamu lebih bersungguh-sungguh lagi melakukannya. 11 Dan anggaplah sebagai suatu kehormatan untuk hidup tenang, untuk mengurus persoalan-persoalan sendiri dan bekerja dengan tangan, seperti yang telah kami pesankan kepadamu, 12 sehingga kamu hidup sebagai orang-orang yang sopan di mata orang luar dan tidak bergantung pada mereka.

Hidup Sopan
Sebuah stikers bertuliskan “anda sopan, kami segan”. Samy dan Rony adalah teman baik sejak kecil. Suatu ketika mereka mengikuti rapat di rumah Ali teman mereka. Rony kelihatannya marah ketika tahu Nena pacarnya duduk berduaan dengan Ali. Samy mencoba menenangkannya. Tapi Rony tidak mau mendengarkan. Ia segera menarik Nena dari tempat duduknya. Di saat itu, ayah Ali langsung memarahi Rony dan menyuruhnya keluar dari rumah Ali. Sikap Rony tidak sopan akibatnya orang menjadi tidak segan padanya. Suatu realita yang wajar bila dalam keseharian, kita tidak menjagai perilaku kita, maka pasti orang akan sulit menghargai kita. Paulus menekankan pentingnya kita menjagai keteladan sebab cara hidup kita menunjukan citra kita sebagai umat Allah. Bersikap dan berkata baik akan membuat kita bisa membangun hubungan dengan siapa saja. Tuhan Yesus mati di tiang kayu salib sebagai bentuk pertanggungjawaban kecintaannya akan kita. Tuhan Yesus menjadi teladan kasih terbesar. Itulah sebabnya, mari tunjukkan identitas diri sebagai orang yang percaya kepada Tuhan Yesus. Bukan hanya dengan apa yang kita katakan, melainkan juga dengan apa yang kita perbuat tiap saat. Di saat kita mengatakan kekristenan identitas dengan kasih, maka marilah menyatakan kasih dalam kehidupan kita. Belajarlah hidup sopan, niscaya dengan kesopanan kita, orang belajar mengenal dan mengakui Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat.

Doa: Ya Allah, ajari kami bersikap sopan kepada semua orang. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN MARET 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 17 – 23 Maret 2024

Tema Bulanan : Berdayakan Ekonomi dan Hidup Sejahtera bersama Yesus Sang Penyelamat

Tema Mingguan : Maknai Kesengsaraan Yesus, Berlakulah Adil dan Jujur

Minggu, 17 Maret 2024

bahan bacaan : Matius 27:1-10

Yesus diserahkan kepada Pilatus Kematian Yudas
Ketika hari mulai siang, semua imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi berkumpul dan mengambil keputusan untuk membunuh Yesus. 2 Mereka membelenggu Dia, lalu membawa-Nya dan menyerahkan-Nya kepada Pilatus, wali negeri itu. 3 Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua, 4 dan berkata: "Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah." Tetapi jawab mereka: "Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!" 5 Maka iapun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri. 6 Imam-imam kepala mengambil uang perak itu dan berkata: "Tidak diperbolehkan memasukkan uang ini ke dalam peti persembahan, sebab ini uang darah." 7 Sesudah berunding mereka membeli dengan uang itu tanah yang disebut Tanah Tukang Periuk untuk dijadikan tempat pekuburan orang asing. 8 Itulah sebabnya tanah itu sampai pada hari ini disebut Tanah Darah. 9 Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia: "Mereka menerima tiga puluh uang perak, yaitu harga yang ditetapkan untuk seorang menurut penilaian yang berlaku di antara orang Israel, 10 dan mereka memberikan uang itu untuk tanah tukang periuk, seperti yang dipesankan Tuhan kepadaku."

Berlakulah Jujur dan Adil
Sikap tidak taat dan tidak adil turut kita temukan dalam diri imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi, bukan hanya Yudas. Mengapa demikian ? Matius 27: 1-2 memberikan catatan singkat bahwa mereka berkumpul untuk membawa Yesus dengan tudahan palsu agar Yesus dapat dihukum seberat-beratnya oleh Pilatus. Sesungguhnya mereka telah mengetahui bahwa Yesus tidaklah bersalah. Bahkan ayat 4 menegaskan penyesalan dan pengakuan Yudas, bahwa Yesus adalah Anak Allah yang tidaklah bersalah. Jika imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi adil dan jujur maka pengakuan Yudas perlu untuk dipertimbangkan sebelum Yesus dituduh dan dijatuhi hukuman. Namun karena kebencian, mereka menutup mata dari kejujuran diri Yesus, sehingga rencana jahat untuk menyengsarakan Yesus tetaplah dilakukan. Bagaimana posisi kita di saat ini? Apakah kita masih menjadi pengikut Kristus yang terus memperjuangkan kebenaran dan keadilan? Atau justru karena kebencian, kita melupakan dan mengabaikannya? Ingatlah bahwa tindakan yang tidak adil dan tidak jujur berdampak buruk bagi hidup orang lain. Kesengsaraan Yesus mengajarkan kita untuk sesungguhnya memperjuangkan kejujuran dan keadilan dimanapun kita berada dan apapun situasinya. Janganlah menjadi umat yang menyengsarakan hidup orang lain karena kebencian diri kita.

Doa: Ya Tuhan, tolonglah kami agar mampu berlaku adil dan jujur. Amin.

Senin, 18 Maret 2024

bahan bacaan : Markus 14: 10-11

Yudas mengkhianati Yesus
10 Lalu pergilah Yudas Iskariot, salah seorang dari kedua belas murid itu, kepada imam-imam kepala dengan maksud untuk menyerahkan Yesus kepada mereka. 11 Mereka sangat gembira waktu mendengarnya dan mereka berjanji akan memberikan uang kepadanya. Kemudian ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.

Ketamakan Membawa Malapetaka
Ketamakan menjadi salah satu alasan kehancuran dari persekutuan”. Hal yang sama turut terlihat dalam kisah Yudas yang menjual Yesus kepada imam-imam kepala. Padahal sebagaimana diketahui, Yudas adalah murid Yesus yang telah ikut serta dalam proses pelayanan dan pemberitaan Injil, sehingga sewajarnya Yudas mengenal Yesus lebih dalam dan menjaga-Nya dari ancaman para penguasa yang mengintarinya. Namun karena keinginan berlebihan terhadap uang maka Yudas menjadi seorang yang buta terhadap kebenaran, kejujuran, dan kehormatan. Yudas tidak mampu berkata jujur dan benar tentang siapakah Yesus. Karena keinginan terhadap uang, Yudas kemudian melupakan dan mengkhianati pengakuan awalnya, bahwa Yesus adalah Anak Allah dan Juruselamat dunia. Yudas meninggalkan jalan kemuridan dan secara total menolak Yesus dengan seluruh pelayanan yang telah dilakukan. Kita juga mungkin seringkali menjadi marah jika mendengar tentang kisah Yudas yang menjual Yesus, tetapi marilah sejenak kita merenungkan kembali hidup ini, jangan sampai kita masih memiliki orientasi ketamakan, sehingga sewaktu-waktu kita dapat menjual Yesus dengan cara kita sendiri? Jika demikian, apa bedanya kita dengan Yudas? Karena itu, penguasaan diri untuk berkata jujur dan berlaku adil harus menjadi nilai hidup yang tidak boleh terlupakan oleh setiap orang Kristen. Dengan upaya kita untuk berkata jujur dan adil maka kita berbeda dengan Yudas, karena kita memperjuangkan kebenaran demi kehidupan sejati.

Doa: Ya Tuhan, mampukan kami mampu berkata jujur agar tentang-Mu. Amin.

Selasa, 19 Maret 2024

bahan bacaan : Kolose 4:1

Hai tuan-tuan, berlakulah adil dan jujur terhadap hambamu; ingatlah, kamu juga mempunyai tuan di sorga.

Berlakulah Adil Kepada Mereka Yang Lemah
Manusia terkadang terjebak dalam sifat kemanusiaannya saat ia mempunyai banyak hal. Ketika ia memiliki kekuasaan, kadang ia bertindak semena-mena kepada orang lain dengan kekuasaannya. Bagian firman Tuhan di hari ini mengingatkan mereka yang dikategorikan sebagai tuan-tuan untuk memperlakukan para hambanya dengan adil dan jujur. Nasehat ini diberikan karena ada kondisi dimana para hamba ini diperlakukan tidak adil dan jujur. Hak-hak hidup mereka terabaikan. Tenaga mereka dikuras habis-habisan demi keuntungan para tuan. Para tuan dinasehati dan diingatkan bahwa mereka tidak boleh melakukan hal tersebut sebab mereka pun mempunyai tuan yang ada di sorga. Yang dimaksudkan dengan tuan di sorga yakni Allah dalam Kristus yang berkuasa atas seluruh kehidupan umat manusia. Allah sebagai Penguasa dan Pencipta pun mempunyai kasih yang besar melalui anakNya Yesus Kristus yang datang untuk menyelamatkan dunia ini. Itulah sebab sebagai para tuan mesti memaknai pengorbanan Tuhan Yesus yang mengasihi kita semua, sehingga para tuan pun mesti mewujudkan kasih Tuhan itu melalui sikap adil dan jujur kepada para hamba. Demikian pula sebagai keluarga Allah kiranya kita dapat mewujudkan kepada sesama kita.

Doa: Tuhan tolong kami agar menggunakan kekuasaan kami dengan adil dan benar. Amin.

Rabu, 20 Maret 2024

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 5:1-11

Ananias dan Safira
Ada seorang lain yang bernama Ananias. Ia beserta isterinya Safira menjual sebidang tanah. 2 Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki rasul-rasul. 3 Tetapi Petrus berkata: "Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu? 4 Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah." 5 Ketika mendengar perkataan itu rebahlah Ananias dan putuslah nyawanya. Maka sangatlah ketakutan semua orang yang mendengar hal itu. 6 Lalu datanglah beberapa orang muda; mereka mengapani mayat itu, mengusungnya ke luar dan pergi menguburnya. 7 Kira-kira tiga jam kemudian masuklah isteri Ananias, tetapi ia tidak tahu apa yang telah terjadi. 8 Kata Petrus kepadanya: "Katakanlah kepadaku, dengan harga sekiankah tanah itu kamu jual?" Jawab perempuan itu: "Betul sekian." 9 Kata Petrus: "Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan? Lihatlah, orang-orang yang baru mengubur suamimu berdiri di depan pintu dan mereka akan mengusung engkau juga ke luar." 10 Lalu rebahlah perempuan itu seketika itu juga di depan kaki Petrus dan putuslah nyawanya. Ketika orang-orang muda itu masuk, mereka mendapati dia sudah mati, lalu mereka mengusungnya ke luar dan menguburnya di samping suaminya. 11 Maka sangat ketakutanlah seluruh jemaat dan semua orang yang mendengar hal itu.

Ketidakjujuran Akan Membawa Malapetaka
Sebagai manusia terkadang kita dicobai dengan keinginan untuk memiliki sesuatu dengan cara tidak adil dan jujur. Seperti halnya suami isteri Ananias dan Safira yang menjual tanah mereka namun tidak memberikan hasil penjualan semua kepada para rasul. Ananias menyembunyikan sebagian hasilnya penjualan tersebut dan diketahui serta didukung oleh istrinya Safira. Mereka kompak dalam kejahatan dan tetap tidak jujur saat ditanya oleh Petrus. Akibatnya mereka menerima resiko yakni kematian. Sebuah kesaksian iman bagi kita semua sebagai keluarga Allah, papa, mama dan anak-anak agar selalu mewujudkan sikap hidup yang jujur dalam semua hal. Kita mesti memohon tuntunan kuasa Roh Kudus agar dapat melawan roh kedagingan kita yang dikuasai oleh iblis dan bertujuan menghancurkan kehidupan kita sebagai anak-anak Tuhan. Kejujuran kita sebagai bagian dari keyakinan iman kepada Tuhan Yesus yang telah menderita, mati dan bangkit demi keselamatan kita sebagai orang percaya. Kejujuran akan membawa dampak positif dalam relasi hidup dengan Tuhan dan sesama kita.

Doa: Tuhan mampukan kami untuk bertindak jujur. Amin.

Kamis, 21 Maret 2024

bahan bacaan : Amsal 13:23

23 Huma orang miskin menghasilkan banyak makanan, tetapi ada yang lenyap karena tidak ada keadilan.

Didikan Membentuk Keluarga Yang Adil dan Jujur
Kitab Amsal 13 secara umum memperlihatkan bahwa pendidikan baik akan menghasilkan anak yang memiliki hati yang bijaksana dan cakap. Tradisi pendidikan anak harus dimulai dari keluarga. Orang tua memiliki peran besar dalam mendidik anaknya, sebab di rumah anak dilatih untuk disiplin dan menaati aturan-aturan atau hukum-hukum. Tradisi ini sudah berlangsung lama pada orang Yahudi. Anak diajar tentang berkata yang benar, bekerja sesuai dengan yang dikehendaki Allah, perilaku dalam pergaulan dan hal-hal lain yang membuat seseorang dihargai dalam hidupnya, bahkan menghasilkan berkat bagi anak cucu.Itulah yang dimaksud dalam teks ini, bahwa mendidik anak untuk berlaku adil dan jujur, membuat anak akan diberkati, meskipun dalam hidup kekurangan. Teks ini mengingatkan orang tua agar bertanggung jawab membangun karakter anak yang baik sesuai dengan iman Kristen. Hal itu dimulai di rumah sejak usia dini anak. Didiklah anak dengan benar agar mereka tumbuh sebagai anak-anak orang beriman yang takut akan Tuhan, mengerti didikan yang benar dan mampu melakukannya

Doa: Ya Tuhan, tolonglah kami mendidik anak kami untuk berlaku adil dan jujur. Amin

Jumat, 22 Maret 2024

bahan bacaan : Lukas 16:1-9

Perumpamaan tentang bendahara yang tidak jujur
Dan Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan, bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya. 2 Lalu ia memanggil bendahara itu dan berkata kepadanya: Apakah yang kudengar tentang engkau? Berilah pertanggungan jawab atas urusanmu, sebab engkau tidak boleh lagi bekerja sebagai bendahara. 3 Kata bendahara itu di dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat? Tuanku memecat aku dari jabatanku sebagai bendahara. Mencangkul aku tidak dapat, mengemis aku malu. 4 Aku tahu apa yang akan aku perbuat, supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara, ada orang yang akan menampung aku di rumah mereka. 5 Lalu ia memanggil seorang demi seorang yang berhutang kepada tuannya. Katanya kepada yang pertama: Berapakah hutangmu kepada tuanku? 6 Jawab orang itu: Seratus tempayan minyak. Lalu katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, duduklah dan buat surat hutang lain sekarang juga: Lima puluh tempayan. 7 Kemudian ia berkata kepada yang kedua: Dan berapakah hutangmu? Jawab orang itu: Seratus pikul gandum. Katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, buatlah surat hutang lain: Delapan puluh pikul. 8 Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang. 9 Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi."

Bekerja Dengan Cerdik Dan Benar Untuk Masa Depan
Kecerdikan harus dimiliki oleh setiap manusia. Yesus tidak bermaksud menyetujui ketidakjujuran sang bendahara. Sang bendahara memang tidak mengerjakan tugasnya dengan baik. Tak hanya lalai dalam perhitungan, dia sengaja menghamburkan harta majikan. Bendahara itu telah bertindak tidak adil karena menempatkan dirinya sebagai pemilik harta, bukan menjadi pengelola. Akibatnya jelas, dia harus mempertanggungjawabkannya dan siap dipecat. Bendahara kemudian menyadari keberadaannya pada masa depan dan cerdik mengambil langkah. Tindakannya ini dapat dilihat sebagai cara yang baik, namun kecerdikan tidak boleh membuat seseorang mengabaikan ketaatannya kepada Tuhan. Kecerdikan dapat dilihat sebagai cara yang bijak, namun orang percaya tidak boleh diperhamba oleh kekuatan dunia yang disebut Tuhan Yesus sebagai mamon. Sebab mamon tidak dapat menolong dan memberikan keselamatan. Perumpamaan ini mengajarkan kita untuk tetap berlaku benar. Ketika kita memikirkan masa depan, kita sebenarnya harus melakukannya dari masa kini. Kita dapat juga menjadi cerdik tapi ketaatan kepada Tuhan harus menjadi prioritas dalam iman kita.

Doa: Ya Tuhan, tolonglah kami untuk berlaku benar di masa kini supaya masa depan kami baik. Amin

Sabtu, 23 Maret 2024

bahan bacaan : Ulangan 24 : 14-15

14 Janganlah engkau memeras pekerja harian yang miskin dan menderita, baik ia saudaramu maupun seorang asing yang ada di negerimu, di dalam tempatmu. 15 Pada hari itu juga haruslah engkau membayar upahnya sebelum matahari terbenam; ia mengharapkannya, karena ia orang miskin; supaya ia jangan berseru kepada TUHAN mengenai engkau dan hal itu menjadi dosa bagimu.

Hargailah setiap Manusia!
Perserikatan bangsa-bangsa (PBB) mendeklarasikan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) pada setiap tanggal 10 November. Hak Asasi Manusia adalah hak yang melekat pada semua manusia, tanpa memandang ras, jenis kelamin, kebangsaan, etnis, bahasa, agama atau status sosial lainnya. Hak asasi manusia termasuk hak untuk hidup dan kebebasan. Setiap orang berhak atas hak-hak ini tanpa diskriminasi dari siapa pun. Bacaan hari ini memberi sebuah penegasan kepada setiap orang yang mempekerjakan orang lain (sebagai budak, pekerja) untuk tetap berlaku adil dan tidak menindas mereka. Melainkan, menghargai pekerjaan yang dilakukan tanpa memeras dan mengambil hak mereka. Sebab seorang pekerja juga memiliki hak yang sama untuk menikmati hasil kerja mereka. Dalam kehidupan kita, seringkali perlakuan ketidakadilan masih kita terapkan. Dalam dunia kerja, sebagai pemimpin kadang perlakuan semena-mena terhadap bawahan masih dilanggengkan. Berkuasa untuk mematikan usaha sesama, merampas hak dan bertindak semena-mena. Oleh karenanya, bacaan ini mengingatkan kita supaya semua orang yang memperoleh tanggung jawab sebagai pemimpin, baik pemimpin dalam keluarga, masyarakat maupun gereja untuk memperhatikan hak sesama, hak orang yang kita pimpin serta mampu mengayomi mereka untuk merasakan kenyamanan dalam lingkup pengabdian mereka masing-masing.

Doa: Hanya oleh Kuasa Roh Kudus. kami dimampukan untuk berlaku adil bagi sesama kami. Amin

*SUMBER : SHK BULAN MARET 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 10 – 16 Maret 2024

Tema Bulanan : Berdayakan Ekonomi dan Hidup Sejahtera bersama Yesus Sang Penyelamat

Tema Mingguan : Tetap Bersukacita dan Jadilah Berdaya dalam Derita

Minggu, 10 Maret 2024

bahan bacaan : Kolose 1:24-29

Pelayanan dan penderitaan Paulus
24 Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat. 25 Aku telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan firman-Nya dengan sepenuhnya kepada kamu, 26 yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya. 27 Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan! 28 Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus. 29 Itulah yang kuusahakan dan kupergumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya, yang bekerja dengan kuat di dalam aku.

Lakukanlah Tanggung Jawabmu Dengan Sukacita
Ungkapan sukacita lazimnya berkaitan dengan hal-hal yang mendatangkan kebaikan. Sangat jarang ungkapan sukacita muncul dalam situasi-situasi hidup yang sukar. Sukacita dapat diartikan sebagai situasi yang membuat seseorang mengalami kegirangan. Seseorang bersukacita atau mengalami kegirangan karena memperoleh keberhasilan atau sesuatu yang membuatnya bahagia. Kisah rasul Paulus dalam pelayanannya menjadi teladan iman tentang sukacita. Sukacita harus terwujud dalam setiap tanggung jawab dimanapun berada. Sukacita bukan hanya terjadi pada saat bahagia tetapi juga pada saat kesukaran. Melakukan berbagai tanggung jawab dengan sukacita sama artinya dengan
menghargai anugerah Tuhan. Menjalani keberadaan sebagai orang percaya dengan berbagai tanggung jawab maka kita diajak untuk hidup sesuai kehendak Tuhan. Hidup sesuai kehendak Tuhan artinya setia melakukan kehendak-Nya, memberitakan tentang kasih-Nya lewat perbuatan sesehari. Oleh sebab itu, lakukan setiap tanggung jawab yang telah dianugerah Tuhan melalui hidup dan memuliakan nama-Nya, kapan dan di mana saja.

Doa: Ya Tuhan. berilah Roh-Mu menuntun dalam menjalani kehidupan. Amin.

Senin, 11 Maret 2024

bahan bacaan : Ibrani 10:32-36

32 Ingatlah akan masa yang lalu. Sesudah kamu menerima terang, kamu banyak menderita oleh karena kamu bertahan dalam perjuangan yang berat, 33 baik waktu kamu dijadikan tontonan oleh cercaan dan penderitaan, maupun waktu kamu mengambil bagian dalam penderitaan mereka yang diperlakukan sedemikian. 34 Memang kamu telah turut mengambil bagian dalam penderitaan orang-orang hukuman dan ketika harta kamu dirampas, kamu menerima hal itu dengan sukacita, sebab kamu tahu, bahwa kamu memiliki harta yang lebih baik dan yang lebih menetap sifatnya. 35 Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya. 36 Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.

Ketekunan Mendatangkan Berkat
Hidup orang percaya haruslah berada di dalam terang. Hidup di dalam terang terwujud dalam kebaikan, keadilan, kebenaran. maksudnya semua hal positif yang berujung pada kebaikan dan untuk kemuliaan Tuhan. Saat menjalani hidup, tentu ada pertumbuhan baik secara fisik maupun secara iman. Hal ini menunjukkan bahwa hidup orang percaya haruslah mengalami pertumbuhan iman dalam setiap kenyataan yang dihadapi dan digumuli. Tentu tidak mudah sebab pasti ada tantangan atau kesulitan yang datang silih berganti. Orang percaya pun akan berhadapan dengan tantangan bahkan kesulitan. Ketekunan diperlukan saat menghadapi dan menggumuli kenyataan hidup. Tekun berarti kesungguhan atau melakukan segala sesuatu dengan kesungguhan hati. Tekun menjalani hidup di dalam iman kepada Yesus haruslah menjadi ciri khas dari orang percaya. Ciri khas tersebut haruslah dinampakkan dalam setiap kenyataan hidup entah dalam keadaan baik ataupun buruk. Setiap orang percaya yang hidup di dalam ketekunan maka baginya akan tersedia berkat. Tuhan pasti menyediakan segala yang diperlukan dalam hidup ini namun yang terpenting adalah hidup di dalam
terang sebagai wujud ketekunan kepada Yesus Kristus.

Doa: Ya Allah, tolonglah agar kami tetap tekun hidup sesuai kehendakMu. Amin.

Selasa, 12 Maret 2024

bahan bacaan : Yakobus 1:12-18

Pengujian dan pencobaan
12 Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia. 13 Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun. 14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. 15 Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut. 16 Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah sesat! 17 Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran. 18 Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya.

Bertekun di Dalam Pencobaan
Kualitas seseorang dapat disebut telah tahan uji jika mampu bertahan dalam menghadapi setiap tantangan atau kesulitan. Nas bacaan ini berkaitan dengan kualitas diri seseorang dalam pengujian dan pencobaan. Pencobaan berkaitan dengan kesukaran atau tantangan yang menerpa kehidupan entah di dalam hidup pribadi ataupun hidup bersama. Setiap orang percaya yang mampu menghadapi kesukaran hidup maka dapat dikatakan telah tahan uji. Hal ini menjadi penting sebab terkadang orang menjadi pesimis, hilang arah, cemas, kuatir dan takut ketika berhadapan dengan tantangan atau kesukaran. Sikap-sikap hidup seperti itulah yang membuat kualitas diri orang percaya tidaklah menjadi tahan uji. Bertekun di dalam setiap pencobaan akan membuat orang percaya menjadi tahan uji. Kuncinya adalah tetap meminta tuntunan Tuhan melalui Roh-Nya agar mampu menghadapi setiap kenyataan hidup terutama yang sukar atau menantang. Tidak perlu cemas, kuatir ataupun takut secara berlebihan sebab Tuhan pasti akan menyertai setiap orang percaya dalam menghadapi kenyataan hidup. Jalanilah hidup dengan bertekun dalam setiap kenyataannya sekalipun ada pencobaan, kesukaran atau tantangan. Tuhan pasti menyertai kita.

Doa: Ya Tuhan, kuatkanlah kami agar mampu menghadapi setiap pencobaan. Amin.

Rabu, 13 Maret 2024

bahan bacaan : 1 Petrus 3 :13-16

Menderita dengan sabar
13 Dan siapakah yang akan berbuat jahat terhadap kamu, jika kamu rajin berbuat baik? 14 Tetapi sekalipun kamu harus menderita juga karena kebenaran, kamu akan berbahagia. Sebab itu janganlah kamu takuti apa yang mereka takuti dan janganlah gentar. 15 Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat, 16 dan dengan hati nurani yang murni, supaya mereka, yang memfitnah kamu karena hidupmu yang saleh dalam Kristus, menjadi malu karena fitnahan mereka itu.

Janganlah Bersedih Dan Terpuruk! Berjuanglah!
Ketaatan iman kepada Yesus akan diperhadapkan dengan beragam penderitaan. Kenyataan itu turut terjadi di Jemaat Kristen wilayah Asia Kecil yang mengaku iman kepada Yesus namun ditolak dan dianiaya. Pada akhirnya, kehidupan jemaat menjadi sangat susah dan sengsara. Menyikapi situasi itu, Petrus melalui suratnya mengingatkan jemaat untuk jangan takut dan gentar dalam penderitaan yang sementara dialami (ay. 14). Bagi Petrus, penderitaan yang dialami oleh jemaat adalah bukti dari kemurnian iman mereka, karena didasari pada perjuangan akan kebenaran tentang Yesus (ay. 15), sehingga penderitaan mereka akan tetap diberkati oleh-Nya. Dalam penderitaan yang dihadapi, Petrus turut mengingatkan jemaat untuk tidak terpuruk dan bersedih. Justru sebaliknya, jemaat harus berjuang di tengah penderitaan tersebut (ay. 16). Bahkan bagi Petrus, sekalipun dihadapkan banyak masalah, Kristus harus tetap berada dalam hati setiap jemaat. Apakah kita di masa kini tetap kuat seperti jemaat Kristen wilayah Asia Kecil ketika mendapat banyak persoalan hidup? Jika tidak maka belajarlah dari perjuangan Jemaat Kristen Wilayah Asia Kecil, bahwa kita tidak boleh terpuruk dan bersedih di tengah persoalan hidup. Kesedihan dan keterpurukan hanya akan membuat kita menjadi orang yang gampang menyerah. Tetaplah berjuang di tengah persoalan hidupmu. Allah di dalam Kristus pasti menolongmu.

Doa: Tolonglah kami agar tidak terpuruk dan bersedih dalam penderitaan ini. Amin.

Kamis, 14 Maret 2024

bahan bacaan : Filipi 1:18-26

18 Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita, 19 karena aku tahu, bahwa kesudahan semuanya ini ialah keselamatanku oleh doamu dan pertolongan Roh Yesus Kristus. 20 Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikianpun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku. 21 Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. 22 Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu. 23 Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus--itu memang jauh lebih baik; 24 tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu. 25 Dan dalam keyakinan ini tahulah aku: aku akan tinggal dan akan bersama-sama lagi dengan kamu sekalian supaya kamu makin maju dan bersukacita dalam iman, 26 sehingga kemegahanmu dalam Kristus Yesus makin bertambah karena aku, apabila aku kembali kepada kamu.

Bersukacitalah di Tengah Penderitaan!
Pengakuan akan Yesus Kristus pada zaman pemberitaan injil, Paulus selalu mendapat tantangan. Filipi 1 memberikan catatan singkat bahwa jemaat Filipi diperhadapkan dengan kelompok di luar Kristus yang mengacaubalaukan iman umat. Bahkan dalam gerakan mereka, Paulus yang sementara dipenjara mengalami penganiyaan dengan begitu keras. Jemaat-jemaat yang mengaku percaya kepada Yesus juga menjadi semakin sengsara karena penganiayaan. Tujuan dari semuanya itu untuk mencegah perkembangan pemberitaan injil dan menghambat pertumbuhan gereja di Filipi. Namun dalam menghadapi penderitaan yang begitu berat, Paulus mengajak jemaat di Filipi supaya tetap bersukacita. Jemaat diajak untuk belajar dari dirinya yang telah meneladani penderitaan Yesus, sehingga tetap bersukacita dalam keadaan yang sulit sekalipun. Karena tujuan terpenting adalah injil mengalami perkembangan dan pertumbuhan. Pesan bagi kita adalah, sebagai orang percaya, kita mungkin akan berhadapan dengan beragam persoalan hidup, baik pribadi, keluarga, gereja, bahkan bangsa dan negara. Janganlah kita menjadi putus asa, kecewa, hilang harapan, dan melupakan Allah. Sebaliknya, hadapilah masalah itu dengan penuh sukacita. Berdirilah teguh dalam iman kepada Allah, agar pada waktunya kita dapat melihat begitu indahnya Allah yang penuh kasih menolong dan menyelamatkan kehidupan kita.

Doa: Tuhan, tolonglah kami agar tetap bersukacita dalam iman di tengah penderitaan. Amin.

Jumat, 15 Maret 2024

bahan bacaan : Lukas 6:22-23

22 Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat. 23 Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya, upahmu besar di sorga; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi.

Andalkanlah Yesus dan bersukacitalah!
Ketika melakukan diskusi dalam kebaktian umat, seorang ibu pernah bertanya : mengapakah orang Kristen harus bersukacita dan bergembira ketika menderita karena imannya? Bukankah penderitaan hanya membawa kesengsaraan? Pertanyaan itu muncul ketika sang ibu selesai membaca teks Lukas 6: 22 yang menyebutkan, bahwa jemaat yang percaya kepada Anak Manusia (merujuk pada Yesus) akan ditolak, dibenci, difitnah sebagai sesuatu yang jahat, dan lainnya. Perlu diakui, bahwa ungkapan Yesus itu didasari pada kenyataan: orang-orang yang mengikut Yesus memiliki ciri hidup berbeda dengan yang lainnya. Karena Yesus telah menjadi pusat dari seluruh pertimbangan dan keputusan hidup mereka, sehingga apapun yang mereka pikirkan, katakan, dan lakukan itu berasal dari Allah di dalam Kristus. Yesus menyampaikan bahwa mereka yang menjadikan diri-Nya sebagai pusat dari kehidupan akan mendapat upah yang besar di Sorga. Upah yang besar di Sorga menunjuk pada keiikutsertaan Allah dalam hidup mereka, baik masa kini maupun masa yang akan datang. Artinya mereka tidak akan berjuang sendiri namun Allah tetap memberkati perjuangan mereka. Pesan bagi kita di saat ini, andalkanlah Yesus dalam seluruh langkah hidup kita. Pandanglah Yesus dalam segala
pergumulan dan tantangan hidup kita. Karena orang yang percaya kepada Yesus mendapat kekuatan untuk berjuang di tengah penderitaan.

Doa: Ya Tuhan, tolonglah kami agar tetap memandang-Mu di tengah penderitaan ini. Amin.

Sabtu, 16 Maret 2024

bahan bacaan : 2 Korintus 1:3-9

Ucapan syukur
3 Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, 4 yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah. 5 Sebab sama seperti kami mendapat bagian berlimpah-limpah dalam kesengsaraan Kristus, demikian pula oleh Kristus kami menerima penghiburan berlimpah-limpah. 6 Jika kami menderita, hal itu menjadi penghiburan dan keselamatan kamu; jika kami dihibur, maka hal itu adalah untuk penghiburan kamu, sehingga kamu beroleh kekuatan untuk dengan sabar menderita kesengsaraan yang sama seperti yang kami derita juga. 7 Dan pengharapan kami akan kamu adalah teguh, karena kami tahu, bahwa sama seperti kamu turut mengambil bagian dalam kesengsaraan kami, kamu juga turut mengambil bagian dalam penghiburan kami. 8 Sebab kami mau, saudara-saudara, supaya kamu tahu akan penderitaan yang kami alami di Asia Kecil. Beban yang ditanggungkan atas kami adalah begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga akan hidup kami. 9 Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati.

Pujilah Allah Atas Penderitaanmu
Raja George V pernah mengatakan, bahwa “Jikalau aku harus menderita karena Kristus, biarlah aku menjalaninya dengan rasa penuh sukacita”. Namun berbeda dengan Raja George V, orang Kristen yang menghadapi penderitaan karena imannya cenderung bersungut, akibat merasa kecewa. Hal itu dikarenakan, mata mereka hanya tertuju pada penderitaan, sehingga mereka tidak mampu merasakan kuasa dan kasih Allah. Untuk mengantisipasi hal serupa terjadi di Korintus maka Paulus memberi nasehat untuk tetap memandang Allah dalam seluruh penderitaan. Pandangan yang tertuju pada Yesus akan memampukan umat untuk bersukacita sekalipun penderitaan yang dihadapi sungguh berat, bahkan seolah-olah dijatuhi hukuman mati (ay. 9). Bagi Paulus, menderita sebagai orang Kristen mendapat hak istimewa, karena Kristus menderita bersama-sama dengan mereka. Paulus juga menasehati jemaat untuk tetap sabar dan bersukacita dalam penderitaan. Bagi Paulus, peran Allah yang menghibur menjadi daya dorong yang membawa keberanian untuk menghadapi penderitaan, sama seperti yang telah ia alami. Paulus sangat meyakini, bahwa Allah tidak pernah
memberikan penderitaan tanpa kekuatan untuk kita menjalaninya. Kita yang saat ini dipenuhi dengan
berbagai tantangan mungkin dapat bertanya: apakah kita memiliki kekuatan untuk melewatinya? Mari belajar dari pengalaman Paulus yang merasakan campur tangan Allah di setiap persoalan hidup. Percayalah bahwa Allah akan memberikan kita kekuatan untuk berjuang di tengah penderitaan yang dialami.

Doa: Ya Tuhan, tetaplah berikan kami kemampuan untuk berjuang di tengah penderitaan. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN MARET 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 3 – 9 Maret 2024

Tema Bulanan : Berdayakan Ekonomi dan Hidup Sejahtera bersama Yesus Sang Penyelamat

Tema Mingguan : Pndanglah Tuhan dan Entaskan Kemiskinan

Minggu, 03 Maret 2024

bahan bacaan : Matius 19: 16-26

Orang muda yang kaya
16 Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: "Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" 17 Jawab Yesus: "Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah." 18 Kata orang itu kepada-Nya: "Perintah yang mana?" Kata Yesus: "Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, 19 hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." 20 Kata orang muda itu kepada-Nya: "Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?" 21 Kata Yesus kepadanya: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." 22 Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya. 23 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga. 24 Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah." 25 Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?" 26 Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin."

Pakailah Hartamu Untuk Menyalurkan Kasih Tuhan
Apakah salah menjadi orang kaya sehingga Tuhan Yesus berkata bahwa orang kaya sukar sekali untuk masuk ke dalam Kerjaan surga ? Tidak! Yesus tidak membenci orang kaya dan tidak melarang orang untuk memiliki harta kekayaan. Yesus mengecam orang yang bergantung pada harta kekayaannya dan menjadikannya pegangan hidup untuk menggantikan Tuhan. Selain itu, ia menjadi tidak peka terhadap kehidupan disekitamya dan mengabaikan orang-orang miskin yang membutuhkan pertolongannya. Ia gagal melihat kehadiran Tuhan di dalam diri orang-orang kecil, sebab yang ada di dalam pikirannya hanyalah bagaimana harus mempertahankan dan menambah kekayaan. Inilah yang menjadi batu sandungan bagi orang kaya untuk memperoleh kehidupan kekal. Melalui kisah di minggu sengsara ketiga ini kita belajar bahwa harta kekayaan yang kita peroleh melalui usaha dan kerja keras, hendaknya disyukuri lalu digunakan demi kebaikan dan kemuliaan Tuhan. Harta yang kita miliki jangan menjadi batu sandungan untuk mengikut Tuhan. Jangan pula mematikan rasa untuk peduli bagi sesama yang miskin. Melalui harta yang dimiliki, kita diajak untuk menyalurkan kasih Tuhan kepada sesama, terutama bagi mereka yang membutuhkan. Hanya dengan begitu harta tidak menjadi batu sandungan untuk memperoleh hidup kekal.

Doa: Tuhan, kami mau menyalurkan kasih dan berkat-Mu bagi sesama. amin.

Senin, 04 Maret 2024

bahan bacaan : Amsal 22:7-9

7 Orang kaya menguasai orang miskin, yang berhutang menjadi budak dari yang menghutangi. 8 Orang yang menabur kecurangan akan menuai bencana, dan tongkat amarahnya akan habis binasa. 9 Orang yang baik hati akan diberkati, karena ia membagi rezekinya dengan si miskin.

Membagi Rezeki Dengan Orang Miskin Diberkati
Kenyataan suka berhutang sering kita temui dalam kehidupan orang Kristen. Bukan hanya orang yang lemah dan miskin, orang dengan pekerjaan pun terkadang berhutang. Hutang bukanlah sesuatu yang keliru, jika itu demi kebutuhan penting yang tidak bisa ditunda dan memang karena tidak memiliki uang sama sekali. Zaman sekarang, orang yang berhutang biasanya diberikan pinjaman dengan bunga pinjaman yang harus diganti. Jika tidak bisa mengganti maka ada sanksi, misalnya penyitaan barang. Berbeda dengan zaman lampau, orang kaya ada yang memberi hutang kepada orang-orang lemah kadang disertai keinginan untuk menjadikan mereka budak. Ada juga orang kaya raya, tetapi menjadi sombong dan tidak mau peduli atau berbagi dengan orang lain di sekitar. Sungguh ironi!. Oleh karena itu, firman Tuhan ini mengingatkan, mari kita menjadi orang-orang baik yang tidak memiliki tujuan jahat ketika hendak membantu orang lain. Sesungguhnya kita tidak akan berkekurangan jika kita menolong orang-orang miskin dari kesulitannya dan dari kejahatan orang kaya yang tidak lurus hatinya. Ingatlah, membagi rezeki dengan orang miskin dan lemah akan diberkati.

Doa: Ya Allah, tolonglah kami untuk terus hidup berbagi berkat dengan orang miskin, amin.

Selasa, 05 Maret 2024

bahan bacaan : Amsal 28:27

27 Siapa memberi kepada orang miskin tak akan berkekurangan, tetapi orang yang menutup matanya akan sangat dikutuki.

Memberi Kepada Orang Miskin Tak akan Kekurangan
Pengamsal dalam nas bacaan hari ini mengingatkan kita akan satu hal penting yaitu hidup berbagi. Di tengah situasi dan kondisi hidup yang semakin sulit seperti sekarang ini, kita diingatkan untuk tidak lupa berbagi dengan orang lemah dan miskin. Kenyataannya, orang miskin selalu ada di sekitar kita, di tengah-tengah kehidupan warga jemaat. Ada juga orang kaya atau yang memiliki kelebihan secara materi. Tetapi tidak semua orang kaya atau yang berkelebihan memiliki kemauan untuk menolong atau berbagi dengan orang-orang miskin di sekitarnya. Perhatikan apa yang firman Tuhan
katakan: “Siapa memberi kepada orang miskin tak akan berkekurangan”. atau Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan” (Amsal 11:25). Firman Tuhan justru mengajarkan kita untuk suka memberi, terutama memberi kepada orang yang miskin. Karena itu, mari gunakan berkat yang Tuhan berikan untuk menolong orang miskin yang ada di tengah jemaat dan masyarakat. Yakinlah bahwa
kita tidak akan berkekurangan ketika memberi kepada yang miskin. Tuhan Sumber berkat senantiasa
menganugerahkan berkat-Nya dalam hidup kita. Maka teruslah berbagi. Banyak atau sedikit bukanlah ukuran, asalkan disertai ketulusan.

Doa: Ya Tuhan, kami mau terus hidup berbagi dengan orang yang miskin, Amin

Rabu, 06 Maret 2024

bahan bacaan : Amsal 31:16-20

16 Ia membeli sebuah ladang yang diingininya, dan dari hasil tangannya kebun anggur ditanaminya. 17 Ia mengikat pinggangnya dengan kekuatan, ia menguatkan lengannya. 18 Ia tahu bahwa pendapatannya menguntungkan, pada malam hari pelitanya tidak padam. 19 Tangannya ditaruhnya pada jentera, jari-jarinya memegang pemintal. 20 Ia memberikan tangannya kepada yang tertindas, mengulurkan tangannya kepada yang miskin.

Ulurkanlah Tangan Bagi Yang Miskin Dan Tertindas
Sebagai orang-orang yang telah diselamatkan, melakukan kebaikan merupakan suatu kewajiban bagi kita. Hal ini sekaligus menyatakan ungkapan rasa syukur kita karena Tuhan telah terlebih dahulu melakukan kebaikan. Ia mengorbankan nyawa-Nya untuk menebus dosa-dosa kita. Melakukan kebaikan telah menjadi gaya hidup isteri yang cakap dalam gambaran Amsal 31: 20 nas hari ini. Meskipun ia mendapatkan banyak keuntungan dari kerja kerasnya mengupayakan ladang dan tangannya yang tidak berhenti memintal, ia tidak melupakan orang lain. Ia senantiasa mengulurkan tangannya bagi yang miskin dan tertindas. Itulah sebabnya ia dihargai dan seisi keluarganya pun dihormati. Gaya hidup isteri yang cakap ini baik untuk dicontohi. Tidak hanya oleh isteri atau perempuan dalam keluarga yang berperan untuk mengatur segala keperluan rumah tangga, melainkan juga kita semua diingatkan hal yang sama. Jangan mengeraskan hati dan tangan bilamana kita melihat orang yang miskin dan tertindas. Ulurkanlah tangan bagi mereka. Tidak ada kata sia-sia bagi orang yang bermurah hati atau berbuat baik kepada orang lain! Di dalam Amsal 19:17 tertulis: “Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi Tuhan, yang akan membalas
perbuatannya itu.” Jadi, orang yang berbuat baik kepada orang lain sesungguhnya sedang melakukan kebaikan bagi dirinya sendiri, sebab Tuhan pasti membalas perbuatan baiknya itu.

Doa: Kami mau mengulurkan tangan bagi yang miskin dan tertindas, Amin.

Kamis, 07 Maret 2024

bahan bacaan : Galatia 2:9-10

9 Dan setelah melihat kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, maka Yakobus, Kefas dan Yohanes, yang dipandang sebagai sokoguru jemaat, berjabat tangan dengan aku dan dengan Barnabas sebagai tanda persekutuan, supaya kami pergi kepada orang-orang yang tidak bersunat dan mereka kepada orang-orang yang bersunat; 10 hanya kami harus tetap mengingat orang-orang miskin dan memang itulah yang sungguh-sungguh kuusahakan melakukannya.

Hidup Bersama Yang Saling Memberdayakan
Setiap manusia memiliki kemampuan di dalam dirinya. Kemampuan pada dirinya dimaknai sebagai anugerah dari Tuhan. Anugerah Tuhan berwujud dalam seluruh tindakan atau perbuatan yang dapat dirasakan oleh orang lain. Kemampuan seseorang yang merupakan anugerah itu hendaknya diwujudkan dengan saling menopang atau saling memberdayakan satu dengan yang lain. Setiap orang telah dianugerahkan Tuhan dengan potensi yang berbeda-beda. Keragaman potensi itu haruslah menjadi kekuatan bersama bagi terwujudnya hidup bersama yang adil dan bahagia. Kebahagiaan akan tercipta jika sikap hidup saling menopang terwujud dalam hidup bersama. Kebahagiaan itu tidak akan terwujud jika kita hanya hidup untuk diri saja. Sebaliknya, melalui kebersamaan yang saling menopang maka kebahagiaan akan terwujud. Hidup bersama yang saling memberdayakan adalah tanggung jawab iman setiap orang percaya. Hindarilah sikap iri hati, dengki, amarah, perseteruan hingga perpecahan. Hal-hal itu akan menjadi penghambat dalam mewujudkan hidup bersama yang sejahtera. Wujudkanlah hidup bersama yang saling memberdayakan sebagai tanggung jawab iman terhadap anugerah yang telah diberikan oleh Tuhan.

Doa: Kuatkanlah kami ya Tuhan agar mampu hidup saling menopang. Amin.

Jumat, 08 Maret 2024

bahan bacaan : 2 Raja-Raja 4:1-7

Minyak seorang janda
Salah seorang dari isteri-isteri para nabi mengadukan halnya kepada Elisa, sambil berseru: "Hambamu, suamiku, sudah mati dan engkau ini tahu, bahwa hambamu itu takut akan TUHAN. Tetapi sekarang, penagih hutang sudah datang untuk mengambil kedua orang anakku menjadi budaknya." 2 Jawab Elisa kepadanya: "Apakah yang dapat kuperbuat bagimu? Beritahukanlah kepadaku apa-apa yang kaupunya di rumah." Berkatalah perempuan itu: "Hambamu ini tidak punya sesuatu apapun di rumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak." 3 Lalu berkatalah Elisa: "Pergilah, mintalah bejana-bejana dari luar, dari pada segala tetanggamu, bejana-bejana kosong, tetapi jangan terlalu sedikit. 4 Kemudian masuklah, tutuplah pintu sesudah engkau dan anak-anakmu masuk, lalu tuanglah minyak itu ke dalam segala bejana. Mana yang penuh, angkatlah!" 5 Pergilah perempuan itu dari padanya; ditutupnyalah pintu sesudah ia dan anak-anaknya masuk; dan anak-anaknya mendekatkan bejana-bejana kepadanya, sedang ia terus menuang. 6 Ketika bejana-bejana itu sudah penuh, berkatalah perempuan itu kepada anaknya: "Dekatkanlah kepadaku sebuah bejana lagi," tetapi jawabnya kepada ibunya: "Tidak ada lagi bejana." Lalu berhentilah minyak itu mengalir. 7 Kemudian pergilah perempuan itu memberitahukannya kepada abdi Allah, dan orang ini berkata: "Pergilah, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu, dan hiduplah dari lebihnya, engkau serta anak-anakmu."

Percayalah Pada Tuhan Dan Jadilah Berkat
Hidup menawarkan banyak hal entah yang baik atau buruk. Ada kebahagiaan tetapi ada jua tantangan yang menerpa kehidupan khususnya hidup orang percaya. Tantangan dalam hidup sosial, ekonomi bahkan secara iman pun tidak dapat terelakkan dalam perjalanan hidup sebagai orang-orang percaya. Ketika berhadapan dengan tantangan atau kesulitan, orang percaya perlu menempuh sikap memaknai. Sikap hidup tersebut merupakan cara terbaik menghadapi setiap kenyataan hidup. Orang percaya harus menaruh iman dan pengharapan seutuhnya kepada Tuhan sekalipun ada tantangan atau
kesulitan. Tantangan atau kesulitan bukanlah penghalang dalam mewujudkan tujuan hidup. Tantangan atau kesulitan harus dipahami sebagai cara Tuhan untuk membentuk iman dan percaya kepada-Nya. Hal penting lainnya yang layak diaktakan sebagai wujud beriman kepada Tuhan adalah saling membantu. Akta ini harus diwujudkan baik dalam keluarga dan hidup bersama di gereja maupun masyarakat. Saling membantu atau saling menopang adalah wujud menjadi berkat bagi sesama maupun semesta. Oleh sebab itu, percayalah kepada Tuhan, yakinilah bahwa Ia selalu menyertai dan memberi segala yang diperlukan. Jadi akhirnya ingatlah bahwa percaya kepada Tuhan harus pula diwujudkan dengan cara menjadi saluran berkat bagi sesama manusia bahkan bagi seluruh alam semesta. Itulah wujud iman atau percaya kepada Tuhan.

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami agar dapat menjadi saluran berkat bagi sesama dan semesta. Amin.

Sabtu, 09 Maret 2024

bahan bacaan : Nehemia 5 : 1-13

Nehemia memperhatikan keluhan-keluhan sesama orang Yahudi
Maka terdengarlah keluhan yang keras dari rakyat dan juga dari pihak para isteri terhadap sesama orang Yahudi. 2 Ada yang berteriak: "Anak laki-laki dan anak perempuan kami banyak dan kami harus mendapat gandum, supaya kami dapat makan dan hidup." 3 Dan ada yang berteriak: "Ladang dan kebun anggur dan rumah kami gadaikan untuk mendapat gandum pada waktu kelaparan." 4 Juga ada yang berteriak: "Kami harus meminjam uang untuk membayar pajak yang dikenakan raja atas ladang dan kebun anggur kami. 5 Sekarang, walaupun kami ini sedarah sedaging dengan saudara-saudara sebangsa kami dan anak-anak kami sama dengan anak-anak mereka, namun kami terpaksa membiarkan anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan kami menjadi budak dan sudah beberapa anak perempuan kami harus membiarkan diri dimiliki orang. Kami tidak dapat berbuat apa-apa, karena ladang dan kebun anggur kami sudah di tangan orang lain." 6 Maka sangat marahlah aku, ketika kudengar keluhan mereka dan berita-berita itu. 7 Setelah berpikir masak-masak, aku menggugat para pemuka dan para penguasa. Kataku kepada mereka: "Masing-masing kamu telah makan riba dari saudara-saudaramu!" Lalu kuadakan terhadap mereka suatu sidang jemaah yang besar. 8 Berkatalah aku kepada mereka: "Kami selalu berusaha sedapat-dapatnya untuk menebus sesama orang Yahudi yang dijual kepada bangsa-bangsa lain. Tetapi kamu ini justru menjual saudara-saudaramu, supaya mereka dibeli lagi oleh kami!" Mereka berdiam diri karena tidak dapat membantah. 9 Kataku: "Tidaklah patut apa yang kamu lakukan itu! Bukankah kamu harus berlaku dengan takut akan Allah kita untuk menghindarkan diri dari cercaan bangsa-bangsa lain, musuh-musuh kita? 10 Juga aku dan saudara-saudaraku dan anak buahku telah membungakan uang dan gandum pada mereka. Biarlah kita hapuskan hutang mereka itu! 11 Biarlah kamu kembalikan kepada mereka hari ini juga ladang mereka, kebun anggur, kebun zaitun dan rumah mereka, pula hapuskanlah hutang mereka, yakni uang serta gandum, anggur dan minyak yang kamu tagih dari pada mereka!" 12 Berkatalah mereka: "Itu akan kami kembalikan! Dan kami tidak akan menuntut apa-apa dari mereka. Kami akan lakukan tepat seperti yang engkau perintahkan!" Lalu aku memanggil para imam dan menyuruh mereka bersumpah, bahwa mereka akan menepati janji mereka. 13 Juga kukebas lipatan bajuku sambil berkata: "Demikianlah setiap orang yang tidak menepati janji ini akan dikebas Allah dari rumahnya dan hasil jerih payahnya. Demikianlah ia dikebas dan menjadi hampa!" Dan seluruh jemaah berkata: "Amin," lalu memuji-muji TUHAN. Maka rakyat berbuat sesuai dengan janji itu.

Pemimpin Yang Berkenan Kepada Tuhan
Perjalanan hidup bangsa Israel bukanlah sesuatu yang baik atau mulus saja. Pengalaman bangsa Israel menjadi pengalaman iman dan merupakan pelajaran bagi semua orang percaya. Pengalaman hidup tersebut bukan hanya yang baik tetapi juga yang tidak baik. Kesulitan-kesulitan hidup yang dialami oleh bangsa Israel merupakan kenyataan bahwa masih banyak orang ternyata hidup hanya memikirkan dirinya sendiri. Sikap hidup yang hanya mementingkan diri sendiri disebabkan karena ketidakpuasan terhadap apa yang dimiliki sehingga menindas orang lain bahkan mengambil milik sesama. Terhadap kenyataan hidup seperti itu maka perlu ada sosok seorang pemimpin yang dapat bertanggung jawab bagi kepentingan semua orang. Sikap hidup Nehemia menjadi pelajaran iman bagi setiap orang percaya. Pemimpin harus mampu mendengarkan keluhan dari masyarakat atau umat. Hal ini penting sebab terkadang dengan menjadi pemimpin maka hanya kepentingan pribadi yang diutamakan dibandingkan kepentingan bersama. Tanggung jawab yang diemban merupakan anugerah Tuhan. Olehnya itu, sudah sepatutnya dalam menjalankan tanggung jawab tersebut harus menunjukkan teladan kebaikan bagi semua orang. Kebaikan diwujudkan melalui berbagai keputusan yang bermanfaat bagi semua orang. Dengan demikian, maka terwujudlah sikap hidup seorang pemimpin yang berpadanan dengan kehendak Tuhan.

Doa: ya Allah, layakkanlah kami untuk menjadi hambaMu yang setia. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN MARET 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 25 Feb – 2 Maret 2024

Tema Bulanan : Wujudkan Makna Sengsara Kristus dalam Realitas Berdemokrasi

Tema Mingguan : Ingat Kasih Setia Tuhan dan Tetap Berpengharapan

Minggu, 25 Februari 2024

bahan bacaan : Mazmur 31: 1-24

Aman dalam tangan TUHAN
Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. (31-2) Pada-Mu, TUHAN, aku berlindung, janganlah sekali-kali aku mendapat malu. Luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu, 2 (31-3) sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, bersegeralah melepaskan aku! Jadilah bagiku gunung batu tempat perlindungan, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku! 3 (31-4) Sebab Engkau bukit batuku dan pertahananku, dan oleh karena nama-Mu Engkau akan menuntun dan membimbing aku. 4 (31-5) Engkau akan mengeluarkan aku dari jaring yang dipasang orang terhadap aku, sebab Engkaulah tempat perlindunganku. 5 (31-6) Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, ya TUHAN, Allah yang setia. 6 (31-7) Engkau benci kepada orang-orang yang memuja berhala yang sia-sia, tetapi aku percaya kepada TUHAN. 7 (31-8) Aku akan bersorak-sorak dan bersukacita karena kasih setia-Mu, sebab Engkau telah menilik sengsaraku, telah memperhatikan kesesakan jiwaku, 8 (31-9) dan tidak menyerahkan aku ke tangan musuh, tetapi menegakkan kakiku di tempat yang lapang. 9 (31-10) Kasihanilah aku, ya TUHAN, sebab aku merasa sesak; karena sakit hati mengidaplah mataku, meranalah jiwa dan tubuhku. 10 (31-11) Sebab hidupku habis dalam duka dan tahun-tahun umurku dalam keluh kesah; kekuatanku merosot karena sengsaraku, dan tulang-tulangku menjadi lemah. 11 (31-12) Di hadapan semua lawanku aku tercela, menakutkan bagi tetangga-tetanggaku, dan menjadi kekejutan bagi kenalan-kenalanku; mereka yang melihat aku di jalan lari dari padaku. 12 (31-13) Aku telah hilang dari ingatan seperti orang mati, telah menjadi seperti barang yang pecah. 13 (31-14) Sebab aku mendengar banyak orang berbisik-bisik, --ada kegentaran dari segala pihak! --mereka bersama-sama bermufakat mencelakakan aku, mereka bermaksud mencabut nyawaku. 14 (31-15) Tetapi aku, kepada-Mu aku percaya, ya TUHAN, aku berkata: "Engkaulah Allahku!" 15 (31-16) Masa hidupku ada dalam tangan-Mu, lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku dan orang-orang yang mengejar aku! 16 (31-17) Buatlah wajah-Mu bercahaya atas hamba-Mu, selamatkanlah aku oleh kasih setia-Mu! 17 (31-18) TUHAN, janganlah membiarkan aku mendapat malu, sebab aku berseru kepada-Mu; biarlah orang-orang fasik mendapat malu dan turun ke dunia orang mati dan bungkam. 18 (31-19) Biarlah bibir dusta menjadi kelu, yang mencaci maki orang benar dengan kecongkakan dan penghinaan! 19 (31-20) Alangkah limpahnya kebaikan-Mu yang telah Kausimpan bagi orang yang takut akan Engkau, yang telah Kaulakukan bagi orang yang berlindung pada-Mu, di hadapan manusia! 20 (31-21) Engkau menyembunyikan mereka dalam naungan wajah-Mu terhadap persekongkolan orang-orang; Engkau melindungi mereka dalam pondok terhadap perbantahan lidah. 21 (31-22) Terpujilah TUHAN, sebab kasih setia-Nya ditunjukkan-Nya kepadaku dengan ajaib pada waktu kesesakan! 22 (31-23) Aku menyangka dalam kebingunganku: "Aku telah terbuang dari hadapan mata-Mu." Tetapi sesungguhnya Engkau mendengarkan suara permohonanku, ketika aku berteriak kepada-Mu minta tolong. 23 (31-24) Kasihilah TUHAN, hai semua orang yang dikasihi-Nya! TUHAN menjaga orang-orang yang setiawan, tetapi orang-orang yang berbuat congkak diganjar-Nya dengan tidak tanggung-tanggung. 24 (31-25) Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang yang berharap kepada TUHAN!

Tuhan Sumber Pengharapan
Tantangan dan persoalan menjadi bagian yang tidak dapat dilepaspisahkan dari realitas kehidupan yang dijalani. Menghadapi kenyataan seperti ini menggerakkan kita untuk mencari cara agar sedapatnya keluar dari tantangan dan persoalan dimaksud. Fakta membuktikan bahwa ada sekian banyak orang yang tetap teguh berpengharapan kepada Tuhan, tetapi tidak sedikit juga yang mencari solusi dan penyelesaian secara instan. Cara seseorang meresponi semua hal yang terjadi dalam hidupnya memperlihatkan kepada siapa ia menaruh harap dan percaya. Inilah juga yang nampak di dalam refleksi pemazmur pada bacaan saat ini. Menghadapi orang-orang yang bermufakat mencelakakan dan mencabut nyawa pemazmur, tidak membuatnya hilang harapan dan percaya kepada Tuhan. Sebab Tuhan yang ia sembah penuh dengan kasih setia, keadilan, kebaikan, perlindungan dll. Itu sebabnya pemazmur berlindung dan menaruh harap serta tetap percaya kepada Tuhan sebagai satu-satunya sumber pengharapan yang dapat menyelamatkan. Hal ini mengajarkan kepada kita semua tentang bagaimana kita bersikap ketika diperhadapkan dengan situasi hidup yang penuh tantangan dan persoalan. Situasi seperti ini dapat dialami oleh siapapun dan dimanapun. Seberat apapun tantangan dan persoalan yang dihadapi, jangan takut melainkan ingat kasih setia Tuhan dan tetap berpengharapan.

Doa: Tuhan Yesus, ajari kami agar selalu mengingat kasih setiaMu dan tetap berpengharapan. Amin.

Senin, 26 Maret 2024

bahan bacaan : Ulangan 7:7-11

7 Bukan karena lebih banyak jumlahmu dari bangsa manapun juga, maka hati TUHAN terpikat olehmu dan memilih kamu--bukankah kamu ini yang paling kecil dari segala bangsa? -- 8 tetapi karena TUHAN mengasihi kamu dan memegang sumpah-Nya yang telah diikrarkan-Nya kepada nenek moyangmu, maka TUHAN telah membawa kamu keluar dengan tangan yang kuat dan menebus engkau dari rumah perbudakan, dari tangan Firaun, raja Mesir. 9 Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa TUHAN, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan, 10 tetapi terhadap diri setiap orang dari mereka yang membenci Dia, Ia melakukan pembalasan dengan membinasakan orang itu. Ia tidak bertangguh terhadap orang yang membenci Dia. Ia langsung mengadakan pembalasan terhadap orang itu. 11 Jadi berpeganglah pada perintah, yakni ketetapan dan peraturan yang kusampaikan kepadamu pada hari ini untuk dilakukan."

Tetaplah Setia Sebab Tuhan Setia
Kesetiaan merupakan satu sikap yang diharapkan dari seseorang baik dalam membangun relasi sebagai pasangan, sahabat, rekan kerja dan lain sebagainya. Kesetiaan berarti berpegang (pada janji, pendirian dll), patuh dan taat terhadap suatu hal. Sikap setia seperti inilah yang diperintahkan oleh Tuhan Allah agar tetap dipegang oleh bangsa Israel ketika mereka memasuki tanah Kanaan. Sebab bangsa Israel dapat saja terpengaruh dan berpaling dari Allah dengan menyembah kepada berhala-berhala yang di sembah orang Kanaan. Hal ini harus dihindari sebagai wujud kepatuhan dan ketaatan mereka terhadap Tuhan yang mengasihi dan membawa keluar dengan tangan-Nya yang kuat, serta menebus Israel dari rumah perbudakan. Sebab Dialah Allah yang setia dan memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang mengasihi-Nya dan berpegang pada perintah-Nya. Kesetiaan kepada Tuhan haruslah juga dilakukan oleh kita sebagai orang percaya. Sikap setia itu harus diwujudnyatakan dalam kehidupan tiap-tiap hari. Misalnya setia berdoa, setia kepada pasangan hidup, setia menjalankan kerja dan pelayanan dan sebagainya Tetaplah berlaku setia terhadap hal-hal yang benar dalam menjalani hari-hari hidup, baik dalam keluarga, bergereja maupun bermasyarakat. Camkanlah bahwa Allah telah lebih dahulu menunjukkan kasih setia-Nya kepada kita. Setialah kepada-Nya!

Doa Ya Tuhan, ajarlah kemi agar tetap setia kepadaMu. Amin.

Selasa, 27 Februari 2024

bahan bacaan : Mazmur 33: 18-22

18 Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya, 19 untuk melepaskan jiwa mereka dari pada maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan. 20 Jiwa kita menanti-nantikan TUHAN. Dialah penolong kita dan perisai kita! 21 Ya, karena Dia hati kita bersukacita, sebab kepada nama-Nya yang kudus kita percaya. 22 Kasih setia-Mu, ya TUHAN, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu.

Bersukacita Karena Pertolongan Tuhan
Aku bersyukur bersukacita, kasih Tuhan diam di dalamku”, demikianlah salah satu lirik lagu dalam PKJ 216. Penggalan pujian ini menggambarkan ada ungkapan terima kasih dan perasaan gembira karena mengalami kasih setia Tuhan. Sebagaimana makna yang terkandung dalam pujian di atas, pemazmur juga mengungkapkan hal yang sama. Perasaan ini lahir dari hasil refleksi pemazmur tentang kuasa Tuhan yang begitu besar. Kuasa Tuhan yang besar itu diungkapkan pemazmur dengan mengakui bahwa Tuhanlah penolong dan perisai, untuk melindungi semua orang yang mendapat kasih setia-Nya. Sebab kasih setia Tuhan hanya akan diberikan bagi mereka yang hidup takut akan Tuhan dan berharap pada-Nya. Puji-pujian pemazmur ini memberikan daya dorong kepada kita untuk memahami betapa keberadaan Tuhan mampu memberikan sukacita. Oleh sebab itu dalam menapaki hari-hari kehidupan, kita wajib melibatkan Tuhan. Kesadaran ini membuktikan bahwa sesungguhnya kitapun mengakui kekuasaan-Nya yang sanggup memberikan pertolongan dan menghadirkan sukacita. Hiduplah takut akan Dia dan berharap pada kasih setia-Nya senantiasa. Yakinilah dengan hidup takut akan Tuhan dan berharap pada-Nya, menganugerahkan segala kebaikan-kebaikan bagi kita.

Doa: terima kasih Tuhan, sebab semua pertolonganMu memberi sukacita. Amin.

Rabu, 28 Februari 2024

bahan bacaan : Mazmur 86:14-17

14 Ya Allah, orang-orang yang angkuh telah bangkit menyerang aku, dan gerombolan orang-orang yang sombong ingin mencabut nyawaku, dan tidak mempedulikan Engkau. 15 Tetapi Engkau, ya Tuhan, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih dan setia. 16 Berpalinglah kepadaku dan kasihanilah aku, berilah kekuatan-Mu kepada hamba-Mu, dan selamatkanlah anak laki-laki hamba-Mu perempuan! 17 Lakukanlah kepadaku suatu tanda kebaikan, supaya orang-orang yang membenci aku melihat dengan malu, bahwa Engkau, ya TUHAN, telah menolong dan menghiburkan aku.

Berdoalah!
Salah satu bentuk pengakuan dan keyakinan kita kepada Allah yakni dengan berdoa. Artinya dalam setiap keberadaan hidup kita, doa menjadi salah satu hal yang sangat penting dilakukan. Kendatipun demikian, hal penting ini seringkali diabaikan bahkan dilupakan karena berbagai macam alasan. Kesadaran untuk selalu berdoa yang memperlihatkan ketergantungan kita kepada Allah, haruslah tetap menjadi bagian dalam menjalani hidup. Sama seperti pemazmur yang juga berdoa meminta pertolongan dari Tuhan terkait dengan kenyataan hidup yang ia alami. Hal ini tidak berarti doa hanya dijadikan kekuatan ketika kita diperhadapkan dengan masalah, melainkan dalam segala situasi hidup baik susah maupun senang. Dengan berdoa memperlihatkan kesadaran pemazmur akan dirinya yang memiliki keterbatasan dan kekurangan sebagai manusia, sekaligus mengakui keberadaan Allah yang penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Pengakuan yang sama pun harus lahir dari dalam diri kita sebagai orang yang percaya kepada Allah. Sebab hanya dengan begitu, maka di setiap proses hidup dari waktu ke waktu akan menjadikan doa sebagai hal yang penting. Karena dengan berdoa kita dapat membangun relasi secara intim dengan Tuhan bahkan menyampaikan semua isi hati kita secara terbuka dihadapan-Nya. Karena doa merupakan nafas hidup orang percaya, maka teruslah berdoa. Sebab dengan berdoa kita akan senantiasa diberikan kekuatan dan kemampuan dari Tuhan, untuk melewati susah senang, suka duka dan baik buruknya tantangan kehidupan yang selalu datang silih berganti.

Doa: Ajarilah kami ya Tuhan, supaya mengerti pentingnya berdoa. Amin.

Kamis, 29 Februari 2024

bahan bacaan : Mazmur 107:1-9

Nyanyian syukur dari orang-orang yang ditebus TUHAN
Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 2 Biarlah itu dikatakan orang-orang yang ditebus TUHAN, yang ditebus-Nya dari kuasa yang menyesakkan, 3 yang dikumpulkan-Nya dari negeri-negeri, dari timur dan dari barat, dari utara dan dari selatan. 4 Ada orang-orang yang mengembara di padang belantara, jalan ke kota tempat kediaman orang tidak mereka temukan; 5 mereka lapar dan haus, jiwa mereka lemah lesu di dalam diri mereka. 6 Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan dilepaskan-Nya mereka dari kecemasan mereka. 7 Dibawa-Nya mereka menempuh jalan yang lurus, sehingga sampai ke kota tempat kediaman orang. 8 Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia, 9 sebab dipuaskan-Nya jiwa yang dahaga, dan jiwa yang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan.

Bersyukur Atas Kasih Setia Tuhan
Bersyukur merupakan suatu energi positif yang timbul dari diri seseorang sebagai cara nyanyian syukurnya kepada Tuhan. Nyanyian syukur ini berkaitan dengan tindakan penebusan karena kesesakkan yang dialami akibat dari kuasa yang menyesakkan. Tindakan penebusan tersebut murni karena kasih setia Tuhan dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib, sehingga mampu memberikan kepuasan kepada jiwa yang dahaga dan yang lapar dikenyangkan. Kasih setia Tuhan dan perbuatan-Nya yang ajaib pun terus menerus dialami oleh semua orang yang percaya kepada-Nya. Atas dasar itulah, kita semua diajarkan untuk selalu bersyukur sebagaimana yang telah dilakukan oleh pemazmur. Sekalipun tidak bisa dipungkiri bahwa ada berbagai macam rintangan yang terus menghampiri. Namun kita harus meyakini, di balik rintangan-rintangan tersebut sesungguhnya ada kebaikan yang akan Tuhan nyatakan dalam kehidupan kita. Karena kebaikan itulah, maka sudah sepantasnya kita bersyukur kepada-Nya. Pastikanlah bahwa kita akan tetap menjadi pribadi-pribadi yang menyadari kasih setia dan kebaikan Tuhan dan menanggapinya dengan tetap bersyukur. Sebab
dengan bersyukur membuktikan bahwa kita mengakui adanya kebaikan yang dialami dan dirasakan semata-mata hanya karena anugerah Tuhan.

Doa Atas kasih setia dan kebaikan yang Tuhan beri, kami mau selalu bersyukur. Amin.

Jumat, 01 Maret 2024

bahan bacaan : Mazmur 130:1-8

Seruan dari dalam kesusahan
Nyanyian ziarah. Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya TUHAN! 2 Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku. 3 Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan? 4 Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang. 5 Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya. 6 Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi, lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi. 7 Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel! Sebab pada TUHAN ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan. 8 Dialah yang akan membebaskan Israel dari segala kesalahannya.

Pada Tuhan ada Kasih Setia, Berharaplah!
Syukur kepada Tuhan yang begitu mengasihi kita sehingga memberikan kesempatan untuk masuk di bulan yang baru, bulan Maret. Kasih Tuhan ini terus mengiringi langkah kehidupan kita, walaupun terkadang kita menjadi lemah dan jatuh ke dalam dosa. Namun kasih setia Tuhan selalu diarahkan kepada setiap orang yang berharap kepada-Nya. Pemazmur menegaskan hal itu kepada kita melalui nas bacaan hari ini. Pemazmur menggunakan ilustrasi orang yang terjebak di jurang yang dalam untuk menggambarkan manusia berdosa yang tidak berdaya, tanpa pu menyelamatkan dirinya sendiri dari kesalahan-kesalahan yang telah dilakukannya. Manusia berdosa hanya bisa menunggu akibat yang mengerikan, yaitu maut. Oleh sebab itu, dalam keterbatasan untuk membebaskan diri dari dosa, manusia membutuhkan Tuhan untuk membebaskannya. Demikianlah jiwa manusia mengharapkan Tuhan. Hari ini kita diingatkan, Pandanglah Tuhan yang sengsara dan syukurilah kasih-Nya yang rela berkorban bagi kita semua, manusia yang berdosa. Hanya Allah didalam Yesus Kristus yang
dapat mengampuni dan menyelamatkan, sebesar apapun dosa dan kesalahan yang dilakukan. Karena itu, berharaplah kepada Tuhan sebab pada-Nya ada kasih setia. Pada-Nya ada anugerah pengampunan.

Doa: Ya Tuhan, kami mau berharap pada kasih setia-Mu, amin

Sabtu, 02 Maret 2024

bahan bacaan : Mazmur 145:14-21

14 TUHAN itu penopang bagi semua orang yang jatuh dan penegak bagi semua orang yang tertunduk. 15 Mata sekalian orang menantikan Engkau, dan Engkaupun memberi mereka makanan pada waktunya; 16 Engkau yang membuka tangan-Mu dan yang berkenan mengenyangkan segala yang hidup. 17 TUHAN itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya. 18 TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan. 19 Ia melakukan kehendak orang-orang yang takut akan Dia, mendengarkan teriak mereka minta tolong dan menyelamatkan mereka. 20 TUHAN menjaga semua orang yang mengasihi-Nya, tetapi semua orang fasik akan dibinasakan-Nya. 21 Mulutku mengucapkan puji-pujian kepada TUHAN dan biarlah segala makhluk memuji nama-Nya yang kudus untuk seterusnya dan selamanya.

Tuhan Dekat Pada Setiap Orang yang Berseru kepada-Nya
Kita masing-masing pasti memepunyai pengalaman berseru kepada Tuhan. Apalagi ketika hidup yang dijalani terasa begitu sulit dan berat. Masalah, penderitaan, musibah, ancaman kematian, seringkali membuat kita tidak memiliki cara lain untuk mendapatkan kelepasan dan kebahagiaan, selain berseru kepada Tuhan. Suatu ketika dalam perjalanan pelayanan untuk mengantar pendeta baru di salah satu jemaat, kami mendapatkan ancaman. Terpaan angin kencang yang disertai dengan gelombang besar yang membuat hati kecut. Kepanikan dan rasa takut menghantui diri, keringat dingin bercucuran. Hanya terdengar seruan dari mulut: “Tuhan tolong!, Tuhan tolong!. Betapa di saat itu, kami menyadari tak memiliki daya dan kekuatan apa pun, selain berharap pada pertolongan Tuhan. Seruan Tuhan tolong, tak pernah henti hingga tiba di tujuan. Tuhan mendengarkan seruan kami dan mempertibakan dengan selamat. Tuhan tidak pernah melupakan setiap orang yang berseru kepada-Nya. Inilah juga yang diingatkan Daud dalam Mazmur ini bahwa Tuhan tidak melupakan umat kepunyaan-Nya. Tuhan dekat pada orang yang berseru kepada-Nya. Bilamana kesesakan menghimpit dan ketakutan menguasai, jangan ragu untuk berseru memanggil nama Tuhan. la sedia mendengarkan dan memberi pertolongan. Jadi, berserulah kepada-Nya dalam kesetiaan!

Doa: Tuhan, dengarkanlah seruan kami di tengah situasi hidup yang sulit, amin.

*SUMBER : SHK BULAN FEB-MARET 2024, LPJ-GPM