Santapan Harian Keluarga, 10 – 16 Desember 2023

Tema Bulanan : Menyambut Tuhan dengan Berpengharapan dan Bersukacita

Tema Mingguan : Nantikanlah Tuhan Yang Penuh Cinta dengan Pertobatan

Minggu, 10 Desember 2023

bahan bacaan : Matius 3:1-12

Yohanes Pembaptis
Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan: 2 "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!" 3 Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan nabi Yesaya ketika ia berkata: "Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya." 4 Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan. 5 Maka datanglah kepadanya penduduk dari Yerusalem, dari seluruh Yudea dan dari seluruh daerah sekitar Yordan. 6 Lalu sambil mengaku dosanya mereka dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan. 7 Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang? 8 Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan. 9 Dan janganlah mengira, bahwa kamu dapat berkata dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini! 10 Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. 11 Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. 12 Alat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan."

Hiduplah Sesuai Kehendak Tuhan
Bertobat merupakan satu kata yang sering menjadi perhatian penting bagi setiap orang yang memberitakan Firman. Ini tentu saja bukan hal yang baru, sebab sudah disampaikan sejak dari zaman perjanjian lama maupun perjanjian baru. Hal yang sama pun kita dapati dalam bacaan hari ini. Bagian ini menunjukkan tampilnya Yohanes di padang gurun Yudea sambil menyerukan tentang pertobatan. Bertobat artinya meninggalkan semua hal yang tidak baik dan tidak benar kemudian berbalik pada Allah. Bagi Yohanes, setiap pertobatan haruslah menghasilkan buah. Perkataan ini dia sampaikan dengan tegas, sebab setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik akan di tebang dan di buang ke dalam api (ay. 10). Maksudnya setiap orang akan menuai sesuai dengan apa yang ditaburinya. Jika yang dihasilkan adalah baik maka dibiarkan untuk terus bertumbuh dan berkembang, sebaliknya jika yang dihasilkan jahat akan di tebang dan di buang. Karena itu, dalam menantikan Tuhan yang penuh cinta, maka bertobat harus menjadi komitmen kita. Bertobat bukan hanya pengakuan semata tetapi harus nampak dalam setiap kata maupun perbuatan yang baik dan benar sesuai kehendak Allah. Jadi bertobatlah dan mengakui segala pelanggaran yang telah dilakukan, baik disengaja atau tidak disengaja. Biarlah pertobatan kita senantiasa menghasilkan buah yang baik.

Doa: Tuhan Yesus, tuntunlah kami untuk kembali dan berharap hanya kepada-Mu. Amin.

Senin, 11 Desember 2023

bahan bacaan : Yehezkiel 33:10-11

10 Dan engkau anak manusia, katakanlah kepada kaum Israel: Kamu berkata begini: Pelanggaran kami dan dosa kami sudah tertanggung atas kami dan karena itu kami hancur; bagaimanakah kami dapat tetap hidup? 11 Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup. Bertobatlah, bertobatlah dari hidupmu yang jahat itu! Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel?

Pahamilah Maksud Allah
Banyaknya pelanggara dan kejahatan yang diperbuat mengakibatkan manusia merasa tidak layak di hadapan Allah. Perasaan seperti inilah yang dirasakan oleh bangsa Israel. Hal ini terbaca jelas dalam ayat 10, ketika Israel berkata: pelanggaran kami dan dosa kami sudah tertanggung atas kami dan karena itu kami hancur…..dst. Bangsa Israel yang dibuang ke Babel menyadari bahwa hilangnya negeri mereka adalah hukuman berat karena dosa-dosa mereka. Sebagian dari mereka merasa tidak berdaya karena tidak mungkin lagi mendapatkan kembali tanah atau membangun kembali apa yang telah hancur. Atas perkataan itu Allah berfirman, Aku tidak berkenan pada kematian orang fasik…..supaya ia hidup (ay. 11a). Bangsa Israel yang tinggal di Babel telah menderita karena dosa-dosa mereka. Namun, Yehezkiel diminta untuk terus mengajak generasi yang ada untuk bertobat. Artinya Allah tidak menginginkan kematian yang sia-sia dialami oleh bangsa itu atau dengan kata lain mereka akan mengalami kebinasaan. Karena itu sangatlah penting memahami maksud Allah dalam menjalani kehidupan ini. Allah menginginkan semua orang yang dikasihi-Nya menyadari pelanggaran dan dosa serta mengalami pertobatan, sebab dengan begitu ia akan hidup. Dalam segala keterbatasan dan kekurangan yang kita miliki, mintalah Roh-Nya agar selalu memberikan pengertian dan pemahaman. Dengan demikian maka kita akan tahu bahwa Allah selalu menginginkan yang terbaik dalam kehidupan kita. Ingat dan camkanlah selalu bahwa Allah tidak menginginkan kematian
orang fasik melainkan pertobatan mereka. Bertobatlah supaya kamu hidup.

Doa: Ya Tuhan, kami mau bertobat dan berlaku benar sesuaikehendak-Mu. Amin.

Selasa, 12 Desember 2023

bahan bacaan : Yehezkiel 33:12-20

12 Dan engkau anak manusia, katakanlah kepada teman-temanmu sebangsa: Kebenaran orang benar tidak menyelamatkan dia, pada waktu ia jatuh dalam pelanggaran dan kejahatan orang jahat tidak menyebabkan dia tersandung, pada waktu ia bertobat dari kejahatannya; dan orang benar tidak dapat hidup karena kebenarannya, pada waktu ia berbuat dosa. 13 Kalau Aku berfirman kepada orang benar: Engkau pasti hidup! --tetapi ia mengandalkan kebenarannya dan ia berbuat curang, segala perbuatan-perbuatan kebenarannya tidak akan diperhitungkan, dan ia harus mati dalam kecurangan yang diperbuatnya. 14 Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Engkau pasti mati! --tetapi ia bertobat dari dosanya serta melakukan keadilan dan kebenaran, 15 orang jahat itu mengembalikan gadaian orang, ia membayar ganti rampasannya, menuruti peraturan-peraturan yang memberi hidup, sehingga tidak berbuat curang lagi, ia pasti hidup, ia tidak akan mati. 16 Semua dosa yang diperbuatnya tidak akan diingat-ingat lagi; ia sudah melakukan keadilan dan kebenaran, maka ia pasti hidup. 17 Tetapi teman-temanmu sebangsa berkata: Tindakan Tuhan tidak tepat! Padahal tindakan mereka yang tidak tepat. 18 Jikalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan, ia harus mati karena itu. 19 Sebaliknya, kalau orang fasik bertobat dari kefasikannya dan ia melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup karena itu. 20 Tetapi kamu berkata: Tindakan Tuhan tidak tepat! Aku akan menghakimi kamu, masing-masing menurut kelakuannya, hai kaum Israel."

Orang Benar vs Orang Jahat

Ada dua tipe orang yang dapat kita temui di dalam bacaan ini. Perbedaan mereka tidak hanya nampak dalam penyebutannya, tetapi juga dari setiap kelakuan mereka. Jika orang benar melakukan kebenaran dalam hidupnya, sebaliknya orang jahat melakukan kejahatan. Namun firman Tuhan yang harus disampaikan kepada orang Israel melalui Yehezkiel, kebenaran orang benar tidak menyelamatkan dia, pada waktu ia jatuh dalam pelanggaran dan kejahatan orang jahat tidak menyebabkan dia tersandung, pada waktu ia bertobat dari kejahatannya…..dst (ay. 12). Artinya seseorang dapat dikatakan benar atau jahat tergantung dari prilaku atau perbuatannya. Dengan kata lain perbuatan seseorang mencerminkan siapa dirinya, orang benar ataukah orang jahat. Menyandang identitas sebagai orang percaya mengharuskan kita berlaku benar, baik dalam sikap, perkataan dan perbuatan. Kendatipun demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa seringkali kedagingan sebagai manusia lebih menonjol sehingga perbuatan-perbuatan jahat selalu menjadi laku kita. Namun firman Tuhan memberi harapan dan dorongan untuk memperbaiki diri atau bertobat. Mintalah Roh Allah menguasai diri kita supaya dapat membedakan antara yang benar dan jahat di mata Tuhan. Ingatlah bahwa kejahatan tidak akan terjadi apabila kebenaran menjadi laku kita. Oleh karena itu nantikanlah Tuhan dan jadilah pelaku kebenaran.

Doa: Tuhan, tolonglah kami untuk selalu memahami maksud-Mu. Amin.

Rabu, 13 Desember 2023

bahan bacaan : Wahyu 2:1-7

Kepada jemaat di Efesus
"Tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Efesus: Inilah firman dari Dia, yang memegang ketujuh bintang itu di tangan kanan-Nya dan berjalan di antara ketujuh kaki dian emas itu. 2 Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta. 3 Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah. 4 Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. 5 Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat. 6 Tetapi ini yang ada padamu, yaitu engkau membenci segala perbuatan pengikut-pengikut Nikolaus, yang juga Kubenci. 7 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah."

Hiduplah Dalam Kasih
Ada sekian banyak orang yang melakukan perbuatan-perbuatan baik dalam kehidupannya. Kendatipun demikian, tidak semua perbuatan baik itu berkenan bagi Allah. Hal yang serupa juga dapat ditemui dalam perenungan saat ini. Dalam surat rasul Yohanes kepada jemaat di Efesus berisikan firman Tuhan yang memperingatkan mereka. Hal ini berkaitan dengan penilaian Tuhan atas semua perbuatan yang mereka lakukan. Tuhan memandang baik jerih payah maupun ketekunan jemaat Efesus, bahkan ketika mereka menentang rasul-rasul palsu, sabar dan menderita karena nama Yesus serta tidak mengenal lelah (ay. 2-3). Namun mereka dikecam karena perbuatan baik itu tidak disertai kasih mereka yang semula (ay. 4). Yang dimaksudkan dengan kasih yang semula yaitu kasih kepada Allah maupun sesama (Iht. Ef. 6:24; 1:15). Karena kasih itu telah hilang dari jemaat Efesus, maka sesungguhnya mereka telah jatuh dan tidak benar di hadapan Tuhan. Karenanya Tuhan mengingatkan mereka agar bertobat, melakukan kebaikan dan di dalam perbuatan baik itu mereka harus menghidupi kasih yang semula itu. Peringatan Tuhan kepada jemaat di Efesus juga penting dimaknai oleh kita sebagai orang percaya. Sebab, terkadang perbuatan baik yang kita lakukan
didorong karena motivasi yang tidak benar bahkan tidak didasari oleh kasih yang sesungguhnya.
Dengan demikian di dalam menantikan Tuhan yang penuh cinta sangatlah penting melakukan perbuatan-perbuatan baik, yang didasari dengan kasih. Sebab tanpa kasih terhadap Tuhan maupun sesama, semua perbuatan baik kita di pandang sebagai sesuatu yang tidak berkenan dihadapan Allah.

Doa: Terima kasih Tuhan Yesus, karena Engkau tidak pernah mengabaikan kami. Amin.

Kamis, 14 Desember 2023

bahan bacaan : Wahyu 3:1-6

Kepada jemaat di Sardis
"Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis: Inilah firman Dia, yang memiliki ketujuh Roh Allah dan ketujuh bintang itu: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati! 2 Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satupun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku. 3 Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu. 4 Tetapi di Sardis ada beberapa orang yang tidak mencemarkan pakaiannya; mereka akan berjalan dengan Aku dalam pakaian putih, karena mereka adalah layak untuk itu. 5 Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya. 6 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat."

Allah Tidak Mengabaikan Umat-Nya
Terlihat hidup tetapi sudah mati merupakan pernyataan Allah kepada jemaat Sardis. Mati yang dimaksudkan bukan secara jasmani tetap secara rohani. Ini disampaikan karena sekalipun mereka baik secara materi, namun tidak baik dalam membangun hubungan dengan Tuhan. Meskipun demikian, Allah tidak membiarkan dan mengabaikan mereka begitu saja. Itu sebabnya Allah berfirman: bangunlah dan kuatkan apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati…..dst (ay. 2). Artinya Allah ingin mereka bangkit sekaligus meneguhkan kembali yang sudah lemah secara rohani. Karena dari semua yang mereka lakukan tidak ada sesuatupun yang berkenan bagi Allah. Jemaat Sardis diingatkan untuk menuruti firman Tuhan yang disampaikan melalui Yohanes untuk bertobat. Ini dimaksudkan agar kehidupan rohani mereka dibarui. Buruknya kerohanian yang didapati pada jemaat Sardis juga didapati dalam kehidupan kita. Tetapi sebagaimana Allah tidak mengabaikan mereka dan masih memberikan kesempatan untuk bertobat, maka kesempatan yang sama pun diberikan kepada kita. Jangan terus terlena dengan hidup yang tidak berkenan kepada Allah melainkan barui hidup dan turuti firman-Nya. Karena firman-Nya itu adalah kekuatan sekaligus memberikan kehidupan yang abadi. Pastikanlah pribadi maupun keluarga kita tidak lagi mengikuti keinginan daging, tetapi keinginan Roh.

Doa: Tuhan, ajarilah kami untuk berlaku baik yang disertai kasih kepada Allah juga sesama. Amin.

Jumat, 15 Desember 2023

bahan bacaan : Wahyu 3:19-22

19 Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah! 20 Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku. 21 Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya. 22 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat."

Ditegur Dan Dihajar Karena Kasih
Laodikia adalah salah satu jemaat di Asia Kecil yang juga mendapat pesan dari Tuhan Yesus. Jemaat ini masih tetap melakukan ritual-ritual keagamaan, namun hanya sebatas rutinitas atau kebiasaan semata. Ketidaksungguhan kepada Allah diakibatkan karena kesombongan atas banyaknya kekayaan yang dimiliki. Karena kesombongan, mereka tidak menyadari bahwa Tuhan menganggap mereka sebagai orang-orang yang melarat dan malang, miskin, buta serta telanjang. Celaan yang disampaikan oleh Allah bertujuan supaya mereka menyadari kekeliruan bahkan kesalahan yang dilakukan. Tegoran dan hajaran yang dialami mereka bukan karena Allah membenci, tetapi sebaliknya karena Allah mengasihi dan menginginkan mereka bertobat (ay. 19). Kebenaran firman Tuhan saat ini mengingatkan sekaligus mengajarkan kita agar jangan sombong dan meninggikan diri, ketika kita diberkati dengan berlimpah-limpah kekayaan. Apalagi karena kekayaan itu kita menjadi lupa kepada Dia Sang pemberi hidup dan berkat. Jikalau karena kesalahan kita di tegor dan di hajar oleh Tuhan, maka janganlah berfikir negatif atas semuanya itu. Sebab dibalik itu sesungguhnya Allah mengasihi dan ingin kita meninggalkan dosa kemudian berbalik kepada-Nya. Dengar dan lakukanlah apa yang difirmankan-Nya, karena dengan begitu dapat mengubah hidup dan menjadikan kita berkenan kepada-Nya. Janganlah lupa, Allah tidak pernah membenci melainkan mengasihi kita.

Doa: Tuhan, kami percaya ada kasih di balik tegoran dan hajaran-Mu. Amin.

Sabtu, 16 Desember

bahan bacaan : 2 Petrus 3:1-16

Hari Tuhan
Saudara-saudara yang kekasih, ini sudah surat yang kedua, yang kutulis kepadamu. Di dalam kedua surat itu aku berusaha menghidupkan pengertian yang murni oleh peringatan-peringatan, 2 supaya kamu mengingat akan perkataan yang dahulu telah diucapkan oleh nabi-nabi kudus dan mengingat akan perintah Tuhan dan Juruselamat yang telah disampaikan oleh rasul-rasulmu kepadamu. 3 Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya. 4 Kata mereka: "Di manakah janji tentang kedatangan-Nya itu? Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan." 5 Mereka sengaja tidak mau tahu, bahwa oleh firman Allah langit telah ada sejak dahulu, dan juga bumi yang berasal dari air dan oleh air, 6 dan bahwa oleh air itu, bumi yang dahulu telah binasa, dimusnahkan oleh air bah. 7 Tetapi oleh firman itu juga langit dan bumi yang sekarang terpelihara dari api dan disimpan untuk hari penghakiman dan kebinasaan orang-orang fasik. 8 Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari. 9 Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. 10 Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. 11 Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup 12 yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya. 13 Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran. 14 Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia. 15 Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya. 16 Hal itu dibuatnya dalam semua suratnya, apabila ia berbicara tentang perkara-perkara ini. Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar difahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain.

Menantikan Tuhan Dengan Pertobatan
Kita sudah berada di hari terakhir perayaan minggu adventus II. Perayaan ini mengingatkan orang kristen bahwa kita sedang berada dalam masa-masa penantian “kedatangan” Tuhan Yesus sebagai Raja dan Tuhan pada akhir zaman (eskhatologis). Kedatangan Tuhan Yesus yang kedua ini, diibaratkan seperti pencuri, tidak seorang pun yang tahu kecuali Bapa Sorga (Mat. 24:36). Dalam masa penantian tersebut, rasul Petrus menasehati orang percaya untuk semakin dewasa dalam kebenaran Allah dalam menghadapi ajaran palsu yang menolak kedatangan Kristus kedua kalinya. Akan tetapi kebenaran Allah akan berlaku ketika pada Hari Tuhan, bumi yang tua itu lenyap dan langit dan bumi yang baru akan menggantikannya. Pada Hari Tuhan orang jahat akan menerima penghukuman mereka, sedangkan orang benar akan diselamatkan. Karena itu, orang-orang yang sudah disesatkan oleh guru-guru palsu supaya berbalik dan bertobat. Mereka harus kedapatan tak bercacat dalam perdamaian dengan Tuhan. Pesan teks ini bagi kita, merayakan minggu-minggu adventus (kedua), mengingatkan kita untuk tetap setia menanti kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya dengan hidup mengalami pertobatan dari kehidupan yang penuh dosa menjadi manusia baru didalam Kristus.

Doa: Kami mau menanti kedatangan-Mu dengan bertobat dan membarui hidup. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN DES 2023, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 3 – 9 Desember 2023

Tema Bulanan : Menyambut Tuhan dengan Berpengharapan dan Bersukacita

Tema Mingguan : Tetaplah Berpengharapan dan jadilah terang bagi dunia

Minggu, 03 Desember 2023

bahan bacaan : Yesaya 49:1-7

Hamba TUHAN sebagai terang di tengah-tengah segala bangsa
Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau, perhatikanlah, hai bangsa-bangsa yang jauh! TUHAN telah memanggil aku sejak dari kandungan telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku. 2 Ia telah membuat mulutku sebagai pedang yang tajam dan membuat aku berlindung dalam naungan tangan-Nya. Ia telah membuat aku menjadi anak panah yang runcing dan menyembunyikan aku dalam tabung panah-Nya. 3 Ia berfirman kepadaku: "Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku." 4 Tetapi aku berkata: "Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; namun, hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku." 5 Maka sekarang firman TUHAN, yang membentuk aku sejak dari kandungan untuk menjadi hamba-Nya, untuk mengembalikan Yakub kepada-Nya, dan supaya Israel dikumpulkan kepada-Nya--maka aku dipermuliakan di mata TUHAN, dan Allahku menjadi kekuatanku--,firman-Nya: 6 "Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi." 7 Beginilah firman TUHAN, Penebus Israel, Allahnya yang Mahakudus, kepada dia yang dihinakan orang, kepada dia yang dijijikkan bangsa-bangsa, kepada hamba penguasa-penguasa: "Raja-raja akan melihat perbuatan-Ku, lalu bangkit memberi hormat, dan pembesar-pembesar akan sujud menyembah, oleh karena TUHAN yang setia oleh karena Yang Mahakudus, Allah Israel, yang memilih engkau."

Kita adalah Mereka. Mereka itu Kita
Setiap orang yang terlahir di dunia ini memiliki keunikan dan keterampilan masing-masing. Nabi Yesaya menyampaikan Firman Tuhan, bahwa sejak dalam kandungan Tuhan telah menetapkan kita untuk menjadi “HambaNya” sesuai dengan kemampuan kita. Hamba Tuhan bukan sekedar menjadi Pendeta/Penginjil/Majelis Jemaat, Hamba Tuhan adalah semua orang yang taat dan setia melakukan kehendakNya dalam segala keadaan dan situasi termasuk mereka yang memiliki keterbatasan juga. Oleh karenanya, kita saat ini diarahkan agar dapat menjadi Hamba Tuhan yang menerangi kehidupan kita lewat tutur kata, perilaku dan pekerjaan yang kita lakukan. Apapun yang kita kerjakan hendaknya berdampak pada nilai-nilai kebaikan serta menjadi teladan bagi sesama. Saudara/l kita yang adalah penyandang Disabilitas pun mampu menjadi Terang ketika mereka dengan keterbatasannya tetap menunjukkan kesetiaan untuk menjadi Hamba Tuhan yang mau hidup saling mengasihi dan saling menerima satu dengan yang lain. Jika demikian, maka tugas kita yang hidup berdampingan dengan saudara/l Disabiltas ialah hidup saling melengkapi, saling mendukung dan tidak megucilkan mereka. Ingat, setiap kita memiliki keunikan dan itu telah ditentukan Tuhan Allah sejak di dalam kandungan.

Doa: Tunjukkan KasihMu Tuhan, bagi setiap jiwa yang merindukan JamahanMu. Amin.

Senin, 04 Desember 2023

bahan bacaan : Yesaya 42:1-9

Hamba TUHAN
Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa. 2 Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya di jalan. 3 Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum. 4 Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya. 5 Beginilah firman Allah, TUHAN, yang menciptakan langit dan membentangkannya, yang menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya, yang memberikan nafas kepada umat manusia yang mendudukinya dan nyawa kepada mereka yang hidup di atasnya: 6 "Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa, 7 untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara. 8 Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung. 9 Nubuat-nubuat yang dahulu sekarang sudah menjadi kenyataan, hal-hal yang baru hendak Kuberitahukan. Sebelum hal-hal itu muncul, Aku mengabarkannya kepadamu."

Berharaplah Hanya Kepada Tuhan
Dunia dewasa ini sedang tidak baik-baik saja. Kesulitan ekonomi, penderitaan akibat penyalahgunaan kekuasaan, penindasan serta perundungan hak-hak asasi manusia lewat media online kian marak terjadi. Ya! Belakangan ini kita diperhadapkan dengan berbagai informasi kematian akibat bullyian atau perundungan. Pada dasarnya manusia ketika berhadapan dengan persoalan hidup, ‘sakit’ yang mereka derita bukan soal sakit fisik namun lebih kepada psikis. Oleh karenanya, dukungan keluarga atau Support System penting untuk memberikan semangat dan mengembalikan kepercayaan diri dari si penderita itu. Nabi Yesaya melalui bacaan ini memberikan sebuah pengharapan tentang kehidupan yang diselamatkan oleh Tuhan Allah. Pada ayat 3 & 4 digambarkan lewat kalimat “buluh yang patah tidak diputuskan dan sumbu yang pudar tidak akan dipadamkan”. Metafora ini menegaskan bahwa dalam keadaan sesulit apapun, Tuhan tidak akan pemah meninggalkan kita asalkan kita sungguh-sungguh percaya dan berserah padaNya. Ketika kita meminta kekuatan, Tuhan memberikan kesulitan agar kita belajar menjadi kuat. Ketika kita meminta Hikmat, Tuhan memberikan persoalan agar kita semakin bijaksana. Kita diajarkan untuk hidup berserah kepada Tuhan sebab keselamatan telah dianugerahkan kepada kita. Jadilah pribadi yang saling menguatkan, hadir dan memberikan motivasi kepada setiap jiwa yang hampa. Hanya dengan demikian, maka kehadiran kita akan lebih berarti dan bermakna.

Doa: Topang kami Tuhan, untuk tetap menggantungkan seluruh harapan hanya kepadaMu. Amin.

Selasa, 05 Desember 2023

bahan bacaan : Yesaya 42: 10-17

Puji-pujian tentang penyelamatan
10 Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN dan pujilah Dia dari ujung bumi! Baiklah laut bergemuruh serta segala isinya dan pulau-pulau dengan segala penduduknya. 11 Baiklah padang gurun menyaringkan suara dengan kota-kotanya dan dengan desa-desa yang didiami Kedar! Baiklah bersorak-sorai penduduk Bukit Batu, baiklah mereka berseru-seru dari puncak gunung-gunung! 12 Baiklah mereka memberi penghormatan kepada TUHAN, dan memberitakan pujian yang kepada-Nya di pulau-pulau. 13 TUHAN keluar berperang seperti pahlawan, seperti orang perang Ia membangkitkan semangat-Nya untuk bertempur; Ia bertempik sorak, ya, Ia memekik, terhadap musuh-musuh-Nya Ia membuktikan kepahlawanan-Nya. 14 Aku membisu dari sejak dahulu kala, Aku berdiam diri, Aku menahan hati-Ku; sekarang Aku mau mengerang seperti perempuan yang melahirkan, Aku mau mengah-mengah dan megap-megap. 15 Aku mau membuat tandus gunung-gunung dan bukit-bukit, dan mau membuat layu segala tumbuh-tumbuhannya; Aku mau membuat sungai-sungai menjadi tanah kering dan mau membuat kering telaga-telaga. 16 Aku mau memimpin orang-orang buta di jalan yang tidak mereka kenal, dan mau membawa mereka berjalan di jalan-jalan yang tidak mereka kenal. Aku mau membuat kegelapan yang di depan mereka menjadi terang dan tanah yang berkeluk-keluk menjadi tanah yang rata. Itulah hal-hal yang hendak Kulakukan kepada mereka, yang pasti akan Kulaksanakan. 17 Orang-orang yang percaya kepada patung pahatan akan berpaling ke belakang dan mendapat malu, yaitu orang-orang yang berkata kepada patung tuangan: "Kamulah allah kami!"

Pujilah Tuhan, hai Jiwaku

Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Allah Pencipta cakrawala. Segala Serafim, Kerubim, pujilah Dia, besarkanlah namaNya” ini adalah penggalan lagu PKJ No 27 yang bercerita tentang Puji-pujian kepada Allah oleh karena kebaikan dan kebesaran yang Tuhan Allah anugerahkan kepada kita. Sejalan dengan bacaan kita hari ini yang merupakan lanjutan dari bacaan kemarin bahwa Nabi Yesaya menyerukan kepada umat untuk selalu memuji Tuhan Allah atas Keselamatan yang dianugerahkan kepada kita. Memuji Tuhan bukan sekedar bernyanyi dan melantunkan nada-nada indah, melainkan harus diaktakan lewat tutur kata dan tindakan sehari-hari. Memuji Tuhan melalui tindakan kepedulian bagi sesama, penghormatan kepada orang tua, membangun kehidupan saling mengasihi. Tidak saling menjatuhkan, tidak saling membenci, tidak ada rasa iri hati, dendam bahkan tidak merancang kejahatan bagi sesama. Memuji Tuhan juga harus nampak dalam relasi dengan alam ciptaan. Merawat dan melestarikan alam yang adalah anugerah Allah untuk kita berdiam didalamnya. Jika kita dapat memberlakukan dalam kehidupan dan keseharian kita, maka percayalah itu adalah wujud puji-pujian yang sejati bagi Allah yang telah menebus kita.

Doa: ajari kami untuk memujiMu Tuhan melalui tutur kata dan perbuatan kami. Amin.

Rabu, 06 Desember 2023

bahan bacaan : Yesaya 43:1-7

Allah adalah satu-satunya penebus
Tetapi sekarang, beginilah firman TUHAN yang menciptakan engkau, hai Yakub, yang membentuk engkau, hai Israel: "Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. 2 Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau. 3 Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, Yang Mahakudus, Allah Israel, Juruselamatmu. Aku menebus engkau dengan Mesir, dan memberikan Etiopia dan Syeba sebagai gantimu. 4 Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu. 5 Janganlah takut, sebab Aku ini menyertai engkau, Aku akan mendatangkan anak cucumu dari timur, dan Aku akan menghimpun engkau dari barat. 6 Aku akan berkata kepada utara: Berikanlah! dan kepada selatan: Janganlah tahan-tahan! Bawalah anak-anak-Ku laki-laki dari jauh, dan anak-anak-Ku perempuan dari ujung-ujung bumi, 7 semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku, yang Kubentuk dan yang juga Kujadikan!"

Berharga Di Mata Tuhan Setiap Orang Percaya
Seperti pelangi sehabis hujan itulah janji setiaMu Tuhan, merupakan penggalan lirik lagu yang menunjukkan kesetiaan Tuhan di balik penderitaan yang dialami manusia. Dalam sejarah umat Israel, beberapa kali mereka diselamatkan oleh Allah dari cengkraman musuh dan salah satunya yaitu pembebasan dari pembuangan di Babel. Teks bacaan kita menggambarkan tentang janji Allah terkait pembebasan yang akan dialami oleh umat-Nya dalam pembuangan. …..jangan takut, sebab Aku telah menebus engkau. (ay. 1), menunjukkan ada ketakutan besar yang dirasakan oleh bangsa Israel kala itu. Namun dalam penderitaan yang dialami, Allah akan senantiasa menyertai hidup mereka. Sebab umat Israel berharga di mata Allah dan Allah yang mereka sembah adalah Allah yang Maha Kudus dan pengasih. Penyelamatan Allah atas Israel dalam bacaan saat ini memberikan kekuatan bagi kita sebagai orang percaya. Berbagai tantangan dan persoalan hidup akan menjadi realita yang harus tetap kita hadapi dan jalani. Karena sebagaimana Israel dibebaskan maka kita juga harus meyakini bahwa dalam harap dan percaya pada Allah dalam Yesus, kita akan mampu melewati tantangan dan persoalan itu. Sebab hidup setiap orang percaya begitu berharga di mata Allah. Karena itu, janganlah takut melainkan berharaplah senantiasa kepada-Nya, sebab di mata-Nya kita berharga.

Doa: Terima kasih Tuhan, karena hidup kami berharga dihadapanMu. Amin.

Kamis, 07 Desember 2023

bahan bacaan : Yesaya 44:1-8

TUHAN satu-satunya Allah
"Tetapi sekarang, dengarlah, hai Yakub, hamba-Ku, dan hai Israel, yang telah Kupilih! 2 Beginilah firman TUHAN yang menjadikan engkau, yang membentuk engkau sejak dari kandungan dan yang menolong engkau: Janganlah takut, hai hamba-Ku Yakub, dan hai Yesyurun, yang telah Kupilih! 3 Sebab Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus, dan hujan lebat ke atas tempat yang kering. Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas keturunanmu, dan berkat-Ku ke atas anak cucumu. 4 Mereka akan tumbuh seperti rumput di tengah-tengah air, seperti pohon-pohon gandarusa di tepi sungai. 5 Yang satu akan berkata: Aku kepunyaan TUHAN, yang lain akan menyebut dirinya dengan nama Yakub, dan yang ketiga akan menuliskan pada tangannya: Kepunyaan TUHAN, dan akan menggelari dirinya dengan nama Israel." 6 Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: "Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku. 7 Siapakah seperti Aku? Biarlah ia menyerukannya, biarlah ia memberitahukannya dan membentangkannya kepada-Ku! Siapakah yang mengabarkan dari dahulu kala hal-hal yang akan datang? Apa yang akan tiba, biarlah mereka memberitahukannya kepada kami! 8 Janganlah gentar dan janganlah takut, sebab memang dari dahulu telah Kukabarkan dan Kuberitahukan hal itu kepadamu. Kamulah saksi-saksi-Ku! Adakah Allah selain dari pada-Ku? Tidak ada Gunung Batu yang lain, tidak ada Kukenal!"

Allah Tak Pernah Ingkar Janji
Dengan beragam alasan, manusia dapat saja mengingkari janji yang telah diucapkannya. Namun hal semacam ini tidak berlaku bagi Tuhan Allah. Janji berkat atas seluruh kehidupan umat Israel tidak pernah di ingkari-Nya, sekalipun mereka hidup dalam ketidaktaatan. Hal ini terbukti ketika Allah masih memberikan kesempatan setelah mereka menerima ganjaran atas ketidaktaatan yang dilakukan. Inilah yang nampak dalam ayat 3, sebab Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus…..dan berkat-Ku ke atas anak cucumu. Artinya janji berkat Allah tidak berkesudahan dan akan senantiasa ditepati bagi bangsa Israel bahkan sampai kepada keturunan selanjutnya. Oleh karena itu sangatlah penting membangun kepercayaan dan keyakinan secara utuh kepada Allah. Sebab hanya Dia satu-satunya Allah yang patut dipercayai (ay. 6b). Janji berkat yang diucapkan-Nya tidak berlaku hanya kepada bangsa Israel saja, melainkan juga bagi semua orang yang telah percaya kepada-Nya. Sebagai manusia seringkali kita diliputi kekuatiran ketika diperhadapkan dengan badai kehidupan. Badai itu dapat bermunculan dari berbagai segi kehidupan baik dalam keluarga, persekutuan maupun masyarakat. Akan tetapi sekuat apapun badai yang datang menerpa silih berganti, tetaplah berpegang teguh pada janji Tuhan. Sesuai firman Tuhan saat ini, maka janganlah gentar dan janganlah takut sebab Allah yang kita sembah adalah Allah yang takan pernah mengingkari janji. Teruslah membangun hidup dalam kepercayaan yang sungguh kepada Allah. Yakinlah di dalam kepercayaan itu kita akan senantiasa menikmati berkat-berkat-Nya dan menjadi berkat bagi orang lain.

Doa: Ajarilah kami Bapa, agar mau meninggalkan dosa dan kembali kepadaMu. Amin.

Jumat, 08 Desember 2023

bahan bacaan : Yesaya 44:21-28

TUHAN Penebus Israel
21 Ingatlah semuanya ini, hai Yakub, sebab engkaulah hamba-Ku, hai Israel. Aku telah membentuk engkau, engkau adalah hamba-Ku; hai Israel, engkau tidak Kulupakan. 22 Aku telah menghapus segala dosa pemberontakanmu seperti kabut diterbangkan angin dan segala dosamu seperti awan yang tertiup. Kembalilah kepada-Ku, sebab Aku telah menebus engkau! 23 Bersorak-sorailah, hai langit, sebab TUHAN telah bertindak, bertempiksoraklah, hai rahim bumi! Bergembiralah dengan sorak-sorai, hai gunung-gunung, hai hutan serta segala pohon di dalamnya! Sebab TUHAN telah menebus Yakub, dan Ia telah memperlihatkan keagungan-Nya dalam hal Israel. 24 Beginilah firman TUHAN, Penebusmu, yang membentuk engkau sejak dari kandungan; "Akulah TUHAN, yang menjadikan segala sesuatu, yang seorang diri membentangkan langit, yang menghamparkan bumi--siapakah yang mendampingi Aku? -- 25 Akulah yang meniadakan tanda-tanda peramal pembohong dan mempermain-mainkan tukang-tukang tenung; yang membuat orang-orang bijaksana mundur ke belakang, dan membalikkan pengetahuan mereka menjadi kebodohan; 26 Akulah yang menguatkan perkataan hamba-hamba-Ku dan melaksanakan keputusan-keputusan yang diberitakan utusan-utusan-Ku; yang berkata tentang Yerusalem: Baiklah ia didiami! dan tentang kota-kota Yehuda: Baiklah ia dibangun, Aku mau mendirikan kembali reruntuhannya! 27 Akulah yang berkata kepada tubir lautan: Jadilah kering, Aku mau mengeringkan sungai-sungaimu! 28 Akulah yang berkata tentang Koresh: Dia gembala-Ku; segala kehendak-Ku akan digenapinya dengan mengatakan tentang Yerusalem: Baiklah ia dibangun! dan tentang Bait Suci: Baiklah diletakkan dasarnya!"

Allah Berkuasa Menebus Umat-Nya
Pemberontakan Israel kepada Allah mengakibatkan mereka harus menerima ganjarannya yakni terbuang ke Babel. Namun dalam segala keterpurukan yang mereka alami karena murka Allah itu, tidak membuat mereka dilupakan dan ditinggalkan sebagai umat pilihan Allah. Hal ini nampak jelas dalam ayat 21, dimana Allah menyatakan bahwa mereka dibentuk oleh Allah dan mereka adalah hamba Allah. Artinya sekalipun mereka telah melakukan pelanggaran, tetapi Allah mau tetap mengampuni dan mengasihi mereka. Ini jelas terbaca dalam ayat 22, Aku telah menghapus segala dosa pemberontakanmu…..kembalilah padaKu sebab Aku telah menebus engkau. Karena Allah sama sekali tidak memperhitungkan dosa pemberontakan yang dilakukan, maka mereka patut bersyukur dan bersukacita atas kemurahan Allah yang tak terhingga. Selain itu hal terpenting yang harus dilakukan sebagai respon atas kasih Allah yaitu meninggalkan dosa. Kasih Allah yang tak terbatas berlaku juga bagi kita semua yang percaya kepada-Nya. Karena itu jika kita telah terlanjur melakukan kesalahan lewat sikap, tutur kata dan perbuatan yang menyakiti Allah dan sesama, maka bertobat dan berbaliklah pada Allah. Sebab la berkuasa membentuk segala sesuatu, membebaskan dari keterpurukan bahkan mengampuni segala dosa. Jadi baharuilah diri dan hidup sesuai kehendak-Nya.

Doa: Tuhan, kami yakin bahwa Engkau adalah Allah yang tak pernah ingkari janji. Amin.

Sabtu, 09 Desember 2023

bahan bacaan : Yesaya 45: 20-25

Seruan kepada bangsa-bangsa supaya kembali kepada TUHAN
20 "Berhimpunlah dan datanglah, tampillah bersama-sama, hai kamu sekalian yang terluput di antara bangsa-bangsa! Tiada berpengetahuan orang-orang yang mengarak patung dari kayu dan yang berdoa kepada allah yang tidak dapat menyelamatkan. 21 Beritahukanlah dan kemukakanlah alasanmu, ya, biarlah mereka berunding bersama-sama: Siapakah yang mengabarkan hal ini dari zaman purbakala, dan memberitahukannya dari sejak dahulu? Bukankah Aku, TUHAN? Tidak ada yang lain, tidak ada Allah selain dari pada-Ku! Allah yang adil dan Juruselamat, tidak ada yang lain kecuali Aku! 22 Berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan, hai ujung-ujung bumi! Sebab Akulah Allah dan tidak ada yang lain. 23 Demi Aku sendiri Aku telah bersumpah, dari mulut-Ku telah keluar kebenaran, suatu firman yang tidak dapat ditarik kembali: dan semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku, dan akan bersumpah setia dalam segala bahasa, 24 sambil berkata: Keadilan dan kekuatan hanya ada di dalam TUHAN. Semua orang yang telah bangkit amarahnya terhadap Dia akan datang kepada-Nya dan mendapat malu, 25 tetapi seluruh keturunan Israel akan nyata benar dan akan bermegah di dalam TUHAN."

Kembalilah Kepada Allah
Ketika seseorang merasakan sakit yang begitu mendalam karena kesalahan orang lain maka akan sangat sulit mempercayai, mengampuni, apalagi memberi kesempatan ke dua. Akan tetapi tidak demikian dengan Allah, karena Ia masih memberikan kesempatan kepada bangsa yang telah menyakiti-Nya berulang kali. Kesempatan yang Allah berikan kepada bangsa Israel sangat jelas terlihat dalam ayat 20, berhimpunlah dan datanglah, tampillah bersama-sama…… yang tidak dapat menyelamatkan. Kalimat ini menunjukkan panggilan Allah kepada mereka yang telah berpaling dan menjauh dari pada-Nya. Allah seakan tidak ingin bangsa Israel terus-menerus hidup berdampingan dengan bangsa lain yang mengarak patung dari kayu dan yang berdoa kepada allah yang tidak dapat menyelamatkan. Hal ini dipertegas dalam ayat 22, berpalinglah kepada-Ku dan biarkan dirimu diselamatkan…..dst. Sebab tidak ada yang dapat memberikan keselamatan selain Tuhan Allah sendiri. Kepada-Nyalah semua orang akan bertekuk lutut dan bersumpah setia sambil berkata keadilan dan kekuatan hanya ada di dalam Tuhan. Selebihnya orang yang kembali kepada Allah akan senantiasa bermegah di dalam-Nya. Karena itu kebenaran firman Tuhan saat ini hendak mengajarkan kepada kita untuk kembali dan terus mengimani Allah yang telah menyelamatkan kita. Dialah satu-satunya Allah yang akan memberikan kesempatan bagi kita untuk bertobat, memperbaiki diri dan mau hidup baru di dalam Allah. Oleh sebab itu patutlah kita memberi diri agar dituntun oleh Allah, terus berpengharapan kepada-Nya serta berlaku yang mencerminkan hidup sebagai anak-anak Allah.

Doa: Tuhan, mampukan kami agar dapat hidup sesuai kehendak-Mu. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN DESEMBER 2023, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 26 Nov – 2 Des 2023

Tema Bulanan : Berkomitmenlah Untuk Membangun Hidup Bersama yang Berkelanjutan.

Tema Mingguan : Keluarga yang Saling Mengasihi

Minggu, 26 November 2023

bahan bacaan : 1 Yohanes 3:11-18

Kasih terhadap saudara sebagai tanda hidup baru
11 Sebab inilah berita yang telah kamu dengar dari mulanya, yaitu bahwa kita harus saling mengasihi; 12 bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar. 13 Janganlah kamu heran, saudara-saudara, apabila dunia membenci kamu. 14 Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut. 15 Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya. 16 Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita. 17 Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya? 18 Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.

Mengasihi Saudara Sebagai Wujud Kasih Kristus
Tema binaan di minggu ini adalah “Keluarga Yang Saling Mengasihi” berdasarkan perikop 1 Yohanes 3: 11-18. Nas ini menekankan aspek saling mengasihi sebagai perintah Tuhan Yesus kepada orang percaya. Yohanes menjelaskan Keluarga yang saling mengasihi adalah keluarga yang menyayangi dan menaruh kasih kepada anggota keluarga dengan cara tidak melakukan tindakan kejahatan (membunuh) yang didasarkan pada rasa kebencian terhadap sesama saudara seperti yang dilakukan Kain kepada Habel. Mengasihi juga berarti tindakan untuk berbagi dengan mereka yang menderita kekurangan. Hidup saling mengasihi didasarkan pada kasih Kristus yang telah mengorbankan nyawanya kepada manusia berdosa (ay.16). Makna yang mendalam bagi kita. Sebab itu marilah membangun hidup keluarga yang saling mengasihi antara suami atau isteri, orang tua dan anak, saudara dengan saudara dan antar sesama. Stop Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), perselisihan antara orang tua dengan anak, saudara dengan saudara serta rasa kebencian yang bisa menyakiti dan menjatuhkan sesama.

Doa: Tuhan, Tolonglah kami menghadirkan hidup saling mengasihi dalam keluarga. Amin.

Senin, 27 November 2023

bahan bacaan : 2 Yohanes 1:4-6

Tetaplah di dalam ajaran Kristus
4 Aku sangat bersukacita, bahwa aku mendapati, bahwa separuh dari anak-anakmu hidup dalam kebenaran sesuai dengan perintah yang telah kita terima dari Bapa. 5 Dan sekarang aku minta kepadamu, Ibu--bukan seolah-olah aku menuliskan perintah baru bagimu, tetapi menurut perintah yang sudah ada pada kita dari mulanya--supaya kita saling mengasihi. 6 Dan inilah kasih itu, yaitu bahwa kita harus hidup menurut perintah-Nya. Dan inilah perintah itu, yaitu bahwa kamu harus hidup di dalam kasih, sebagaimana telah kamu dengar dari mulanya.

Hidup Saling Mengasihi Merupakan Ajaran Kristus
Surat 2 Yohanes ditujukan kepada seorang wanita Kristen dan anak-anaknya, tapi juga dimaksdkan kepada sebagian jemaat yang masih berpegang kepada kebenaran mengenai Yesus Kristus. Memang, ada dugaan bahwa sebagian jemaat telah terpengaruh oleh pengajaran palsu sehingga kelakuan mereka tidak lagi rohani. Dalam realitas tersebut. Yohanes menasehati jemaat untuk hidup dalam kebenaran, kasih dan ketaatan. Hal ini dijelaskan dalam bacaan tadi, Yohanes yang merasa senang/bergembira menasehati jemaat pada saat itu supaya mereka hidup saling mengasihi (ay.5). Karena hidup di dalam kasih adalah perintah Tuhan bagi setiap orang percaya (ay.6) Hal ini pun ditegaskan dalam Markus 12:30-31 tentang hal mengasihi Tuhan Allah dan mengasihi manusia. Maka orang kristen yang sejati harus mempraktekkan kasih yang sesungguhnya yang tercermin dalam perilaku hidup kita sehari-hari bukan sekedar dengan perkataan belaka tapi dengan perbuatan nyata. Seperti: hidup saling menolong, hidup saling mengasihi, hidup saling berbagi dengan sesama.

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami hidup saling mengasihi sebagai wujud hidup dalam kebenaran. Amin.

Selasa, 28 November 2023

bahan bacaan : Efesus 5: 25

25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya

Mengasihi Isteri Sebagaimana Kristus Mengasihi
Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) merupakan fakta yang sering terjadi dan dialami oleh siapa saja, kapan dan dimana saja. Salah satu contoh, ada seorang ibu rumah tangga bekerja pada salah satu perusahaan swasta terkemuka di kota ini (berinisial B). Selain bekerja untuk menghidupi keluarganya, ia juga merupakan seorang pelayan pada salah satu jemaat. Namun, disayangkan setiap kali Ibu B pulang kerja atau pulang pelayanan selalu dimarahi bahkan dipukuli oleh suaminya dengan semena-mena. Sikap sang suami disebabkan oleh perasaan cemburu yang berlebihan. Singkatnya, Ibu B mengalami tekanan psikis (mental) tapi juga kekerasan fisik dari waktu ke waktu? Mungkin juga kita sebagai isteri atau suami sedang mengalami situasi sulit seperti ini? Nas bacaan kita tadi, merupakan nasehat Paulus tentang hubungan suami dengan isterinya dengan cara membandingkannya dengan hubungan Kristus dengan Jemaat. Dimana Kristus sangat mengasihi jemaat, sehingga Dia rela mengorbankan diri-Nya. Cinta kasih suami kepada isterinya pun harus sama seperti cinta kasih Kristus ini, yaitu suami mengasihi isterinya. Itulah cinta yang sejati tanpa kecemburuan, kebencian, dan kekerasan.

Doa: Kiranya suami mengasihi isteri sama seperti Kristus mengasihi kita. Amin.

Rabu, 29 November 2023

bahan bacaan : Efesus 5 : 22-24

Kasih Kristus adalah dasar hidup suami isteri
22 Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, 23 karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. 24 Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.

Mengasihi Suami Sebagaimana Kristus Mengasihi
Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), baik secara perkataan (verbal) maupun perbuatan (aksi) bukan saja dilakukan oleh laki-laki (suami) tapi dilakukan pula oleh perempuan (isteri). Banyak kasus yang memperlihatkan kekerasan yang dilakukan oleh kaum perempuan (isteri), misalnya: Istri mencaci maki sumi, isteri pukul suami sampai isteri membunuh suami. Dalam situasi tersebut, Paulus mengingatkan kita tentang cara hidup bersama sebagai rumah tangga kristen, khususnya tugas dan tanggungjawab seorang isteri kepada suaminya. Menurut Paulus, sikap seorang isteri kepada suaminya mencerminkan hubungannya dengan Tuhan. Jadi, eorang isteri seharusnya bersedia mentaati suaminya dengan cara sama seperti dia mentaati Tuhan. Selanjutnya, Paulus menanbahkan alasan mengapa isteri mentaati suami karena suami adalah kepala (pemimpin) isterinya. Hal ini berkaitan pula dengan tugas seorang suami untuk menjaga, melindungi dan membahagiakan isterinya. Makna yang mendalam bagi kita kaum perempuan (isteri) saat ini, suami adalah pemimpin dan imam dalam keluarga, karena itu kita patut mengasihi, mencintai, menghargai dan menghormatinya.

Doa Jadilah Isteri yang mentaati suami, sama seperti kepada Kristus. Amin.

Kamis, 30 November 2023

bahan bacaan : Keluaran 20:12

12 Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.

Menghormati Orang Tua, Memperoleh Berkat
Pada masa kini, ada anak yang menghargai dan menghormati orang tua, tapi ada pula bahkan berperilaku kepada orang tua, seperti: menentang nasehat orang tua, membentak, mengeluarkan kalimat kasar dan melakukan perbuatan yang membuat orang tua menangis. Sikap tersebut sangat
disayangkan karena orang tua memiliki peran yang sangat besar bagi kehidupan seorang anak. Dengan kata lain, tanpa orang tua kita tidak ada di dunia ini. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya kedudukan orang tua bagi hidup setiap anak. Karena itu, Tuhan memberikan perintah (hukum kelima) kepada generasi Israel untuk menghormati papa dan mama mereka. Menghormati orang tua berarti sebagai anak patut menghargai, mendukung, membahagiakan bahkan melayani mereka sampai akhir hidup mereka. Dengan demikian, maka anak-anak akan memperoleh janji berkat, yakni berumur panjang di bumi. Pesan Alkitab ini penting bagi kita sebagai anak-anak di masa kini, bila kita ingin mendapatkan berkat panjang umur dan berkat lainya, maka harus menghormati orang tua dengan cara: mendoakan orang tua, mentaati nasehat mereka, mengasihi dan membanggakan orang tua.

Doa: Ya Tuhan, Jadikan anak-anak kami, pribadi yang takut Tuhan dan menghormati orang tua. Amin.

Jumat, 01 Desember 2023

bahan bacaan : Keluaran 4: 18-31

Musa kembali ke Mesir
18 Lalu Musa kembali kepada mertuanya Yitro serta berkata kepadanya: "Izinkanlah kiranya aku kembali kepada saudara-saudaraku, yang ada di Mesir, untuk melihat apakah mereka masih hidup." Yitro berkata kepada Musa: "Pergilah dengan selamat." 19 Adapun TUHAN sudah berfirman kepada Musa di Midian: "Kembalilah ke Mesir, sebab semua orang yang ingin mencabut nyawamu telah mati." 20 Kemudian Musa mengajak isteri dan anak-anaknya lelaki, lalu menaikkan mereka ke atas keledai dan ia kembali ke tanah Mesir; dan tongkat Allah itu dipegangnya di tangannya. 21 Firman TUHAN kepada Musa: "Pada waktu engkau hendak kembali ini ke Mesir, ingatlah, supaya segala mujizat yang telah Kuserahkan ke dalam tanganmu, kauperbuat di depan Firaun. Tetapi Aku akan mengeraskan hatinya, sehingga ia tidak membiarkan bangsa itu pergi. 22 Maka engkau harus berkata kepada Firaun: Beginilah firman TUHAN: Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung; 23 sebab itu Aku berfirman kepadamu: Biarkanlah anak-Ku itu pergi, supaya ia beribadah kepada-Ku; tetapi jika engkau menolak membiarkannya pergi, maka Aku akan membunuh anakmu, anakmu yang sulung." 24 Tetapi di tengah jalan, di suatu tempat bermalam, TUHAN bertemu dengan Musa dan berikhtiar untuk membunuhnya. 25 Lalu Zipora mengambil pisau batu, dipotongnya kulit khatan anaknya, kemudian disentuhnya dengan kulit itu kaki Musa sambil berkata: "Sesungguhnya engkau pengantin darah bagiku." 26 Lalu TUHAN membiarkan Musa. "Pengantin darah," kata Zipora waktu itu, karena mengingat sunat itu. 27 Berfirmanlah TUHAN kepada Harun: "Pergilah ke padang gurun menjumpai Musa." Ia pergi dan bertemu dengan dia di gunung Allah, lalu menciumnya. 28 Kemudian Musa memberitahukan kepada Harun segala firman TUHAN yang disuruhkan-Nya kepadanya untuk disampaikan dan segala tanda mujizat yang diperintahkan-Nya kepadanya untuk dibuat. 29 Lalu pergilah Musa beserta Harun dan mereka mengumpulkan semua tua-tua Israel. 30 Harun mengucapkan segala firman yang telah diucapkan TUHAN kepada Musa, serta membuat di depan bangsa itu tanda-tanda mujizat itu. 31 Lalu percayalah bangsa itu, dan ketika mereka mendengar, bahwa TUHAN telah mengindahkan orang Israel dan telah melihat kesengsaraan mereka, maka berlututlah mereka dan sujud menyembah.

Tuhan Sumber Penyemangat Kami
Bacaan kita secara sederhana menjelaskan tentang Kemahakuasaan Tuhan Allah yang telah membebaskan umat Israel dari Bangsa Mesir. Melalui Musa dan Harun, umat Israel diarahkan untuk beribadah kembali kepada Tuhan. Musa diperintahkan untuk membawa kembali umat Israel dan jika ada yang menghalangi maka akan dihukum oleh Tuhan. Musa sempat mendapatkan tantangan, namun oleh kebijaksanaan istrinya, Zipora maka Musa dapat melaksanakan amanat Tuhan. Kehadiran keluarga dan orang- orang yang kita kasihi di dalam pergumulan hidup yang berat merupakan suatu anugerah yang Tuhan karuniakan untuk memberikan kita semangat, motivasi dan harapan baru. Mereka yang disebut sebagai ODHA (Orang dengan HIV AIDS) harus tetap diberi ruang untuk menata diri mereka kembali dan menumbuhkan kepercayaan diri ketika mungkin mendapat perlakukan tidak menyenangkan atau diskriminasi. Oleh karenanya, hari ini selain mensyukuri penyertaan Tuhan sebab kita boleh ada di hari pertama bulan Desember, kita pun
diajak untuk berempati dengan saudara-saudari kita (ODHA). Selayaknya Zipora melindungi dan
menolong suaminya Musa, maka kita pun demikian. Menjadi saudara bagi mereka yang membutuhkan dan berbeban berat dengan pergumulan hidup mereka masing-masing.

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami menjadi penyemangat bagi sesama. Amin.

Sabtu, 02 Desember 2023

bahan bacaan : Kejadian 44: 18-34

Yehuda membela Benyamin
18 Lalu tampillah Yehuda mendekatinya dan berkata: "Mohon bicara tuanku, izinkanlah kiranya hambamu ini mengucapkan sepatah kata kepada tuanku dan janganlah kiranya bangkit amarahmu terhadap hambamu ini, sebab tuanku adalah seperti Firaun sendiri. 19 Tuanku telah bertanya kepada hamba-hambanya ini: Masih adakah ayah atau saudara kamu? 20 Dan kami menjawab tuanku: Kami masih mempunyai ayah yang tua dan masih ada anaknya yang muda, yang lahir pada masa tuanya; kakaknya telah mati, hanya dia sendirilah yang tinggal dari mereka yang seibu, sebab itu ayahnya sangat mengasihi dia. 21 Lalu tuanku berkata kepada hamba-hambamu ini: Bawalah dia ke mari kepadaku, supaya mataku memandang dia. 22 Tetapi jawab kami kepada tuanku: Anak itu tidak dapat meninggalkan ayahnya, sebab jika ia meninggalkan ayahnya, tentulah ayah ini mati. 23 Kemudian tuanku berkata kepada hamba-hambamu ini: Jika adikmu yang bungsu itu tidak datang ke mari bersama-sama dengan kamu, kamu tidak boleh melihat mukaku lagi. 24 Setelah kami kembali kepada hambamu, ayahku, maka kami memberitahukan kepadanya perkataan tuanku itu. 25 Kemudian ayah kami berkata: Kembalilah kamu membeli sedikit bahan makanan bagi kita. 26 Tetapi jawab kami: Kami tidak dapat pergi ke sana. Jika adik kami yang bungsu bersama-sama dengan kami, barulah kami akan pergi ke sana, sebab kami tidak boleh melihat muka orang itu, apabila adik kami yang bungsu tidak bersama-sama dengan kami. 27 Kemudian berkatalah hambamu, ayahku, kepada kami: Kamu tahu, bahwa isteriku telah melahirkan dua orang anak bagiku; 28 yang seorang telah pergi dari padaku, dan aku telah berkata: Tentulah ia diterkam oleh binatang buas, dan sampai sekarang aku tidak melihat dia kembali. 29 Jika anak ini kamu ambil pula dari padaku, dan ia ditimpa kecelakaan, maka tentulah kamu akan menyebabkan aku yang ubanan ini turun ke dunia orang mati karena nasib celaka. 30 Maka sekarang, apabila aku datang kepada hambamu, ayahku, dan tidak ada bersama-sama dengan kami anak itu, padahal ayahku tidak dapat hidup tanpa dia, 31 tentulah akan terjadi, apabila dilihatnya anak itu tidak ada, bahwa ia akan mati, dan hamba-hambamu ini akan menyebabkan hambamu, ayah kami yang ubanan itu, turun ke dunia orang mati karena dukacita. 32 Tetapi hambamu ini telah menanggung anak itu terhadap ayahku dengan perkataan: Jika aku tidak membawanya kembali kepada bapa, maka akulah yang berdosa kepada bapa untuk selama-lamanya. 33 Oleh sebab itu, baiklah hambamu ini tinggal menjadi budak tuanku menggantikan anak itu, dan biarlah anak itu pulang bersama-sama dengan saudara-saudaranya. 34 Sebab masakan aku pulang kepada ayahku, apabila anak itu tidak bersama-sama dengan aku? Aku tidak akan sanggup melihat nasib celaka yang akan menimpa ayahku."

Kalau Tersesat, Keluarga Itu Jalan Pulang
Yehuda dalam bacaan hari ini menampilkan karakter sebagai seseorang yang bertanggung jawab, berani dan berkomitmen pada janji untuk melindungi adiknya, Benyamin. la berani berhadapan dengan Yusuf walaupun tahu resiko yang akan diterimanya jika ia terus melawan. Hal ini dilakukannya sebagai bagian dari memenuhi janjinya pada sang ayah, Yakub bahwa ia akan selalu melindungi adiknya. Yehuda pun sadar konsekuensi jika Benyamin tidak pulang dan berjumpa dengan Yakub. Oleh karenanya, ia rela berkorban dan meminta dirinya yang menggantikan Benyamin untuk menjadi Budak. Ini juga adalah bagian dari bentuk penebusan terhadap kesalahan masa lalu yang pernah dilakukannya kepada Yusuf, adiknya. Sikap Yehuda mewakili sikap setiap kita di dalam keluarga, baik sebagai orang tua, anak dan saudara, kita diajarkan untuk berani bertanggung jawab atas setiap perbuatan yang kita lakukan dengan tidak mengabaikan kepedulian kepada keluarga kita. Menebus kesalahan dan menepati janji merupakan sikap yang dewasa untuk mewujudkan hidup yang harmonis di dalam keluarga. Cinta kasih yang terpupuk tidak hanya lewat kata-kata namun juga haruss disertai dengan perbuatan. Kasihilah orang tuamu, anak-anakmu, dan saudaramu.

Doa: Berkati Keluarga kami Tuhan, agar dipenuhi dengan Kasih sayang dan saling memaafkan. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN NOV-DES 2023, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 19 – 25 November 2023

Tema Bulanan : Memberitakan Injil dan Menatalayani Gereja

Tema Mingguan : Kuasailah diri dalam segala hal

Minggu, 19 November

bahan bacaan : 2 Timotius 4:1-8

Penuhilah panggilan pelayananmu
Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya: 2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. 3 Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. 4 Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng. 5 Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu! 6 Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat. 7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. 8 Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

Memberi dan Menerima Pengajaran
Salah satu nasihat Timotius tentang tanggung jawab terhadap panggilan pelayanan yakni melakukannya dengan penuh kesabaran dan tetap tekun melaksanakan pengajaran. Pelayanan yang dimaksudkan tentunya tidak hanya terkait dengan para pelayan di gereja namun juga ditujukan semua umat, termasuk dan anak dalam keluarga. Seorang anak ketika pulang dari ibadah unit mengatakan kepada ayahnya demikian: “papa, tadi ditempat ibadah ada bapak majelis yang menanyakan papa. Ade jawab kalau papa blom pulang kerja. Kata bapak itu, minta papa untuk pulang sebelum jam ibadah supaya bisa datang sama-sama dengan ade di tempat ibadah. Pa, ade sangat senang kalau kita bisa pergi sama-sama.” Apa yang dikatakan oleh sang anak ini mungkin terdengar biasa dan terkadang tidak dihiraukan oleh sebagian orang. Padahal anak-anak juga dapat menasihati kita sekalipun dengan cara yang berbeda, termasuk melalui keinginan mereka sama seperti anak tersebut. Perlunya sang ayah mengatur waktu supaya dapat terlibat dalam persekutuan ibadah dapat menjadi moment penting bagi sang anak untuk memiliki waktu yang berkualitas juga bersama ayahnya. Itulah inti pengajarannya. Untuk menerima pengajaran ini membutuhkan kesediaan mendengarkan dengan kerendahan hati. Mari kita membiasakan hal-hal memberi pengajaran dan menerimanya dalam lingkungan keluarga kristiani kita!

Doa: Tuhan, mampukan kami untuk melakukan dan menerima pengajaran yang benar dengan sabar. Amin.

Senin, 20 November 2023

bahan bacaan : Amsal 16:32

32 Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.

Sabar dalam Iman
Seorang ibu dengan penuh kesabaran merawat tiga orang anaknya yang masih kecil sambil berjualan ikan di pasar. Terkadang ia harus menitipkan anak-anaknya pada tetangga jika ada permintaan ikan yang banyak dan membutuhkan waktu yang cepat dari para pelanggannya. Ayah ketiga anak ini sudah lama pergi meninggalkan mereka. Ia pergi bekerja di luar kota dan tidak pernah memberikan kabar kepada keluarganya. Perempuan yang hampir tak pernah absen mengikuti ibadah unit, mampu menjalani kehidupan yang sulit itu dengan tetap sabar. Kesabaran memang menjadi kekuatan bagi seseorang untuk bertahan menghadapi kesulitan hidupnya. Bagi seorang Kristen, kesabaran itu harus disertai dengan imannya yang sungguh kepada Allah. Sang ibu itu pun menyatakan kesungguhan imannya dengan setia terlibat dalam persekutuan ibadah. Ia mempercayakan seluruh hidupnya kepada Allah melalui relasinya dengan sesama manusia dalam persekutuan. Buah dari iman dan kesabarannya pun dinyatakan Allah melalui kehadiran dan kebaikan orang-orang disekitarnya. Perempuan tiga anak ini tak pernah merasa sendirian, katanya: “saya bersyukur karena ada orang-orang yang penuh kasih ada di sekitar hidup kami. Tangan mereka yang penuh kasih selalu terulur menolong kami.”

Doa: Tuhan. Kuatkanlah iman kami supaya kami tetap sabar. Amin.

Selasa, 21 November 2023

bahan bacaan : Yakobus 3:1-13

Dosa karena lidah
3:1 Saudara-saudaraku, janganlah banyak orang di antara kamu mau menjadi guru ;  sebab kita tahu, bahwa sebagai guru kita akan dihakimi  menurut ukuran yang lebih berat.  3:2 Sebab kita semua bersalah  dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya,  ia adalah orang sempurna,  yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya. 3:3 Kita mengenakan kekang pada mulut kuda, sehingga ia menuruti kehendak kita, dengan jalan demikian kita dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya. 3:4 Dan lihat saja kapal-kapal, walaupun amat besar dan digerakkan oleh angin keras, namun dapat dikendalikan oleh kemudi yang amat kecil menurut kehendak jurumudi. 3:5 Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan  perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar. 3:6 Lidahpun adalah api;  ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka.  3:7 Semua jenis binatang liar, burung-burung, serta binatang-binatang menjalar dan binatang-binatang laut dapat dijinakkan dan telah dijinakkan oleh sifat manusia, 3:8 tetapi tidak seorangpun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun   yang mematikan. 3:9 Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa  Allah, 3:10 dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi. 3:11 Adakah sumber memancarkan air tawar dan air pahit dari mata air yang sama? 3:12 Saudara-saudaraku, adakah pohon ara dapat menghasilkan buah zaitun dan adakah pokok anggur dapat menghasilkan buah ara?  Demikian juga mata air asin tidak dapat mengeluarkan air tawar.
Hikmat yang dari atas
3:13 Siapakah di antara kamu yang bijak dan berbudi? Baiklah ia dengan cara hidup yang baik menyatakan   perbuatannya oleh hikmat yang lahir dari kelemahlembutan.

Kuasailah Lidah!
Kata-kata makian dan sumpahan terdengar berulang-ulang dari mulut seorang laki-laki yang sudah mabuk kepada istrinya. Suasana depan rumah yang berdinding papan itu mulai ribut. Beberapa orang laki-laki datang dan menegur lelaki yang mulai jalan sempoyongan dan memukul-mukul dinding rumahnya. Hampir seminggu lelaki yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek ini pulang dalam keadaan mabuk. Menurut istrinya, ia stress karena motornya ditilang dan ia harus membayar dalam jumlah yang besar. “Kebutuhan rumah tangga kami pun banyak, uang sekolah anak-anak harus dibayar. Karena itu kemarahannya ditujukan kepada saya,” ungkap istrinya sambil menangis. Tekanan hidup dalam keluarga terkadang tak mampu dihadapi dengan bijaksana dan tenang oleh sebagian orang. Akibatnya, tindakan kekerasan menjadi cara mereka melampiaskan emosi dan melapaskan tekanan tersebut. Banyak kekerasan rumah tangga yang terjadi karena faktor-faktor tersebut. Rasul Paulus menasihati kita untuk mengekang lidah dalam berkata. Lidah itu kecil namun bisa menjadi seperti api dan mematikan. Kita tidak hanya memuji Tuhan dengan lidah, tapi kita juga dapat mengutuk sesama bahkan orang yang kita cintai dengan lidah yang kita miliki. Lidah harus dikendalikan oleh iman kita kepada Allah. Sebab Dialah satu-satunya Sumber Pengendali kehidupan kita. Dari Allah, kita hanya akan berlaku baik termasuk dengan menggunakan lidah kita.

Doa: Tuhan, tuntunlah kami dengan Roh-Mu supaya lidah kami terkendali. Amin.

Rabu, 22 November 2023

bahan bacaan : Amsal 25:28

28 Orang yang tak dapat mengendalikan diri adalah seperti kota yang roboh temboknya.

Kendalikan diri dengan Iman
Hari itu tak seperti biasanya, seorang laki-laki muda pulang ke rumahnya dengan wajah tertunduk lesu. Ia baru saja mengalami musibah dalam pekerjaannya. Tawaran dari seorang kontraktor untuk mendapatkan keuntungan besar membuatnya lupa diri. Ia menerima tawaran tersebut dengan menggunakan uang kantor. Pemeriksaan keuangan tak dapat dihindari. Setibanya di rumah dan bertemu sang istri, lelaki itu pun menangis penuh penyesalan. “Sayang, maafkanlah aku. Perbuatanku membuat keluarga kita susah. Aku harus bertanggung jawab. Tolong, maafkan aku,” kata laki-laki tersebut dengan terbata-bata. Perjalanan hidup ini memang penuh dengan cobaan. Tak sedikit godaan yang datang berkaitan dengan materi dan jabatan yang menggiurkan. Sebagai orang Kristen, iman yang berwujud dalam ketaatan kepada Allah menjadi pengarah bagi kita untuk menghadapi cobaan tersebut. Kitab Amsal mengingatkan kita bahwa orang yang tak dapat mengendalikan diri akan menjadi seperti kota yang roboh temboknya. Hal pengendalian diri tentunya berlangsung bukan hanya karena kita takut celaka, namun karena iman kita kepada Tuhan yang menuntut kita berlaku jujur dan benar. Pengendalian diri harus menjadi karakteristik iman kristiani kita. Alangkah baiknya jika kita menumbuhkannya mulai dari pembinaan dalam keluarga kita.

Doa: Tuhan. Tolonglah kami dengan Roh-Mu supaya kami mampu mengendalikan diri. Amin.

Kamis, 23 November 2023

bahan bacaan : Titus 2:6

6 Demikian juga orang-orang muda; nasihatilah mereka supaya mereka menguasai diri dalam segala hal

Kualitas diri Orang Muda
Orang muda dikenal sebagai orang-orang yang penuh semangat dan memiliki idealisme tinggi. Hal positif ini terkadang menjadi kelemahan bagi orang muda jika dibarengi dengan emosinya yang tak terkendali. Tak sedikit tindakan bersifat anarkis yang dilakukan oleh orang muda ketika aspirasinya tidak didengarkan dan diterima. Titus memberikan nasihatnya kepada setiap segmen pelayanan umat dalam jemaat Kristen, termasuk kepada orang muda. la menegaskan tentang pentingnya tanggung jawab orang muda untuk mewujudkan keteraturan hidup dan kedamaian. Orang muda tidak boleh mudah dipengaruhi dan mengikuti ajaran-ajaran yang dapat menyesatkan dirinya. Sebaliknya, orang muda harus menjadi teladan bagi orang disekitarnya. Keteladanan mesti menjadi kesaksian orang muda tentang pengajaran baik yang telah ia peroleh. Hal ini mengisyaratkan bahwa pendidikan dan
pengajaran dalam keluarga sangatlah penting, sebab keluarga menentukan kualitas karakter dari individu-individu yang ada di dalamnya, termasuk orang muda.

Doa: Tuhan, tuntunlah kami, orang muda, untuk mampu menguasai diri dalam segala hal. Amin.

Jumat, 24 November 2023

bahan bacaan : Galatia 5:16-26

Hidup menurut daging atau Roh
16 Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. 17 Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging--karena keduanya bertentangan--sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. 18 Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat. 19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, 20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, 21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. 22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, 23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. 24 Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. 25 Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, 26 dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.

Hidup dalam Pimpinan Roh
Seeorang gadis remaja nampak berjalan menyusuri jalan setapak dengan wajah sedih. Beberapa anak laki-laki yang sementara berdiri di ujung jalan setapak itu melihatnya dan bersiul menggoda. Seorang wanita paruh baya yang kebetulan melewati jalan setapak yang sama kemudian memarahi anak-anak lelaki tersebut dan mengajak gadis remaja tersebut untuk berjalan bersama dengannya. “Kamu mau kemana, nak? Wajahmu terlihat sedih sekali, tanya wanita paruh baya. Tiba-tiba terdengar isakan tangis, lalu dengan suara yang serak ia menceritakan keberadaan di rumahnya. Ia sedih karena ayahnya setiap hari minum dan mabuk. Ia tidak tahu mengapa ayahnya tidak lagi bekerja. Ibunya menjadi satu-satunya tumpuan ekonomi keluarga, harus bekerja dari pagi hingga malam. Kadang ibunya pun tak pulang. Ia bersama kakak dan adiknya kadang harus mengurus diri sendiri. “Kami seperti tak punya orang tua. Apakah kami yang salah hingga orang tua kami jadi seperti ini? Saya tidak mau pulang tapi saya tidak tahu harus kemana,” ungkap gadis berusia 16 tahun itu. Situasi seperti ini mungkin tidak hanya dialami oleh anak gadis ini tapi juga dialami oleh kita atau keluarga kristen yang ada di sekitar kita. Banyak anak-anak Kristen yang ditelantarkan oleh orang tua mereka karena berbagai masalah yang tak mampu dihadapi oleh ayah dan ibu mereka. Tak sedikit dari antara ayah atau ibu mereka yang terlibat mabuk-mabukan, percabulan, pesta pora, judi dan perbuatan cemar lainnya. Rasul Paulus mengatakan bahwa orang-orang yang demikian telah membiarkan hidupnya dipimpin oleh keinginan daging. Kehidupan orang Kristen seharusnya dipimpin oleh Roh, sebab Roh akan mewujudkan kehidupan yang penuh cinta kasih, sukacita, kabaikan, kesabaran, kesetiaan, damai sejahtera, dll.

Doa: Ya Yesus, tolonglah kami untuk hidup dipimpin oleh Roh-Mu. Amin.

Sabtu, 25 November 2023

bahan bacaan : Amsal 4 : 26-27

26 Tempuhlah jalan yang rata dan hendaklah tetap segala jalanmu. 27 Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, jauhkanlah kakimu dari kejahatan.

Menjaga Hati, Menjaga Hidup
Hari ini, kita memperingati dua moment penting, yakni Hari Guru Nasional dan Hari Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan. Memperingati Hari Guru mengingatkan kita bahwa guru adalah pahlawan yang berjasa mendidik dan mengajar anak bangsa menjadi manusia yang berkualitas, baik intelektual maupun moral (ahklak), sedangkan Hari Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan mengajak kita agar STOP KEKERASAN terhadap perempuan baik fisik maupun psikis karena kekerasan terhadap perempuan merupakan salah satu bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia. Maka baiknya kita berefleksi tentang dua moment tersebut berdasarkan perikop Amsal 4: 20-27. Perikop ini menjelaskan tentang tugas utama orang tua kepada anak-anak, yakni menasehatkan mereka supaya hidup sebagai orang-orang beriman (berhikmat). Mereka diajarkan untuk menjaga hati sebagai pusat kontrol pada diri manusia. Baik buruknya seseorang dapat ditentukan oleh hatinya. Karena itu, jagalah hati baik-baik, sebab hatimu menentukan jalan hidupmu (ay.23). Tema Mingguan: “Kuasailah Diri Dalam Segala Hal” hal ini juga berhubungan dengan menjaga hati. Maka dalam melaksanakan peran sebagai pengajar (orang tua/guru) kita harus menjaga hati, perkataan dan menghentikan segala bentuk kekerasan yang berpotensi menusak hidup. perilaku kita dengan baik dan menghentikan segala bentuk kekerasan yang berpotensi merusak hidup.

Doa: Bapa, ajarkan kami menjaga hati dengan baik untuk merawat kehidupan. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN NOVEMBER 2023, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 12 – 18 November 2023

Tema Bulanan : Berkomitmenlah Untuk Membangun Hidup Bersama yang Berkelanjutan

Tema Mingguan : Tertib dan Santun Menyampaikan Pendapat

Minggu, 12 November 2023

bahan bacaan : Kisah Para Rasul. 19:21-40

Demetrius menimbulkan huru-hara di Efesus
21 Kemudian dari pada semuanya itu Paulus bermaksud pergi ke Yerusalem melalui Makedonia dan Akhaya. Katanya: "Sesudah berkunjung ke situ aku harus melihat Roma juga." 22 Lalu ia menyuruh dua orang pembantunya, yaitu Timotius dan Erastus, mendahuluinya ke Makedonia, tetapi ia sendiri tinggal beberapa lama lagi di Asia. 23 Kira-kira pada waktu itu timbul huru-hara besar mengenai Jalan Tuhan. 24 Sebab ada seorang bernama Demetrius, seorang tukang perak, yang membuat kuil-kuilan dewi Artemis dari perak. Usahanya itu mendatangkan penghasilan yang tidak sedikit bagi tukang-tukangnya. 25 Ia mengumpulkan mereka bersama-sama dengan pekerja-pekerja lain dalam perusahaan itu dan berkata: "Saudara-saudara, kamu tahu, bahwa kemakmuran kita adalah hasil perusahaan ini! 26 Sekarang kamu sendiri melihat dan mendengar, bagaimana Paulus, bukan saja di Efesus, tetapi juga hampir di seluruh Asia telah membujuk dan menyesatkan banyak orang dengan mengatakan, bahwa apa yang dibuat oleh tangan manusia bukanlah dewa. 27 Dengan jalan demikian bukan saja perusahaan kita berada dalam bahaya untuk dihina orang, tetapi juga kuil Artemis, dewi besar itu, berada dalam bahaya akan kehilangan artinya. Dan Artemis sendiri, Artemis yang disembah oleh seluruh Asia dan seluruh dunia yang beradab, akan kehilangan kebesarannya." 28 Mendengar itu meluaplah amarah mereka, lalu mereka berteriak-teriak, katanya: "Besarlah Artemis dewi orang Efesus!" 29 Seluruh kota menjadi kacau dan mereka ramai-ramai membanjiri gedung kesenian serta menyeret Gayus dan Aristarkhus, keduanya orang Makedonia dan teman seperjalanan Paulus. 30 Paulus mau pergi ke tengah-tengah rakyat itu, tetapi murid-muridnya tidak mengizinkannya. 31 Bahkan beberapa pembesar yang berasal dari Asia yang bersahabat dengan Paulus, mengirim peringatan kepadanya, supaya ia jangan masuk ke gedung kesenian itu. 32 Sementara itu orang yang berkumpul di dalam gedung itu berteriak-teriak; yang seorang mengatakan ini dan yang lain mengatakan itu, sebab kumpulan itu kacau-balau dan kebanyakan dari mereka tidak tahu untuk apa mereka berkumpul. 33 Lalu seorang bernama Aleksander didorong ke depan oleh orang-orang Yahudi. Ia mendapat keterangan dari orang banyak tentang apa yang terjadi. Segera ia memberi isyarat dengan tangannya dan mau memberi penjelasan sebagai pembelaan di depan rakyat itu. 34 Tetapi ketika mereka tahu, bahwa ia adalah orang Yahudi, berteriaklah mereka bersama-sama kira-kira dua jam lamanya: "Besarlah Artemis dewi orang Efesus!" 35 Akan tetapi panitera kota menenangkan orang banyak itu dan berkata: "Hai orang Efesus! Siapakah di dunia ini yang tidak tahu, bahwa kota Efesuslah yang memelihara baik kuil dewi Artemis, yang mahabesar, maupun patungnya yang turun dari langit? 36 Hal itu tidak dapat dibantah, karena itu hendaklah kamu tenang dan janganlah terburu-buru bertindak. 37 Sebab kamu telah membawa orang-orang ini ke sini, walaupun mereka tidak merampok kuil dewi kita dan tidak menghujat namanya. 38 Jadi jika Demetrius dan tukang-tukangnya ada pengaduannya terhadap seseorang, bukankah ada sidang-sidang pengadilan dan ada gubernur, jadi hendaklah kedua belah pihak mengajukan dakwaannya ke situ. 39 Dan jika ada sesuatu yang lain yang kamu kehendaki, baiklah kehendakmu itu diselesaikan dalam sidang rakyat yang sah. 40 Sebab kita berada dalam bahaya akan dituduh, bahwa kita menimbulkan huru-hara pada hari ini, karena tidak ada alasan yang dapat kita kemukakan untuk membenarkan kumpulan yang kacau-balau ini." 41 (19-40b) Dan dengan kata-kata itu ia membubarkan kumpulan rakyat itu.

Hindarilah Kemarahan
Ada ungkapan yang berbunyi: kemarahan melemahkan diri sendiri. Saat dikuasai kemarahan, manusia dapat saja kehilangan pengendalian diri, melakukan perkara-perkara yang memalukan, tidak terpuji dan sia-sia. Oleh sebab itu kita perlu menekan dan mengendalikan kemarahan. Seseorang yang dikuasai kemarahan cenderung mempengaruhi atau memprovokasi orang lain dan semuanya tergoda melakukan tindakan yang merusak. Kemarahan membuat manusia kehilangan rasionalitas atau kemampuan berpikir secara jernih. Sebaliknya menjadi emosional, bertindak tanpa berpikir panjang dan merugikan orang lain. Kemarahan bukan saja berdampak fisik-badani, solial dan ekonomi tapi juga spiritual. Orang marah dapat mengalami serangan jantung dan yang lainnya, retak hubungan dengan orang lain serta hidup tidak berkenan pada Tuhan. Karena itu kita diminta untuk
hidup dengan tertib dan santun. Berhati-hati dan rawatlah kesehatan fisik-badani dengan baik dan
mohonlah Roh untuk memnuhi batin, sehingga mengalami hidup yang bersukacita. Kita harus hidup dengan sukacita agar bukan saja berdamai dengan diri sendiri tapi juga orang lain. Rawatlah persekutuan dengan cinta kasih supaya bertumbuh hal-hal baik dan bukan keburukan. Belajarlah untuk tidak menyelesaikan persoalan saat sedang marah.

Doa: Ya Allah, tolonglah agar kami mampu menghindari kemarahan. Amin.

Senin, 13 November 2023

bahan bacaan : Bilangan 14:1-19

Pemberontakan umat Israel
Lalu segenap umat itu mengeluarkan suara nyaring dan bangsa itu menangis pada malam itu. 2 Bersungut-sungutlah semua orang Israel kepada Musa dan Harun; dan segenap umat itu berkata kepada mereka: "Ah, sekiranya kami mati di tanah Mesir, atau di padang gurun ini! 3 Mengapakah TUHAN membawa kami ke negeri ini, supaya kami tewas oleh pedang, dan isteri serta anak-anak kami menjadi tawanan? Bukankah lebih baik kami pulang ke Mesir?" 4 Dan mereka berkata seorang kepada yang lain: "Baiklah kita mengangkat seorang pemimpin, lalu pulang ke Mesir." 5 Lalu sujudlah Musa dan Harun di depan mata seluruh jemaah Israel yang berkumpul di situ. 6 Tetapi Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune, yang termasuk orang-orang yang telah mengintai negeri itu, mengoyakkan pakaiannya, 7 dan berkata kepada segenap umat Israel: "Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya. 8 Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. 9 Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka." 10 Lalu segenap umat itu mengancam hendak melontari kedua orang itu dengan batu. Tetapi tampaklah kemuliaan TUHAN di Kemah Pertemuan kepada semua orang Israel. 11 TUHAN berfirman kepada Musa: "Berapa lama lagi bangsa ini menista Aku, dan berapa lama lagi mereka tidak mau percaya kepada-Ku, sekalipun sudah ada segala tanda mujizat yang Kulakukan di tengah-tengah mereka! 12 Aku akan memukul mereka dengan penyakit sampar dan melenyapkan mereka, tetapi engkau akan Kubuat menjadi bangsa yang lebih besar dan lebih kuat dari pada mereka." 13 Lalu berkatalah Musa kepada TUHAN: "Jikalau hal itu kedengaran kepada orang Mesir, padahal Engkau telah menuntun bangsa ini dengan kekuatan-Mu dari tengah-tengah mereka, 14 mereka akan berceritera kepada penduduk negeri ini, yang telah mendengar bahwa Engkau, TUHAN, ada di tengah-tengah bangsa ini, dan bahwa Engkau, TUHAN, menampakkan diri-Mu kepada mereka dengan berhadapan muka, waktu awan-Mu berdiri di atas mereka dan waktu Engkau berjalan mendahului mereka di dalam tiang awan pada waktu siang dan di dalam tiang api pada waktu malam. 15 Jadi jikalau Engkau membunuh bangsa ini sampai habis, maka bangsa-bangsa yang mendengar kabar tentang Engkau itu nanti berkata: 16 Oleh karena TUHAN tidak berkuasa membawa bangsa ini masuk ke negeri yang dijanjikan-Nya dengan bersumpah kepada mereka, maka Ia menyembelih mereka di padang gurun. 17 Jadi sekarang, biarlah kiranya kekuatan TUHAN itu nyata kebesarannya, seperti yang Kaufirmankan: 18 TUHAN itu berpanjangan sabar dan kasih setia-Nya berlimpah-limpah, Ia mengampuni kesalahan dan pelanggaran, tetapi sekali-kali tidak membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, bahkan Ia membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat. 19 Ampunilah kiranya kesalahan bangsa ini sesuai dengan kebesaran kasih setia-Mu, seperti Engkau telah mengampuni bangsa ini mulai dari Mesir sampai ke mari."

Memberontak Terhadap Tuhan Tidak Ada Gunanya
Nas hari ini menuturkan kisah pemberontakan bangsa Israel terhadap Tuhan. Pemberintakan ini terjadi di padang gurun, yakni setelah mereka dibawa keluar dari Mesir dan belum memasuki tanah perjanjian. Menjalani hidup di padang gurun berat dan menantang serta terancam mati. Perjalanan mengaruni kesukaran belum berakhir. Mereka belum tiba di perhentian, yaitu Kanaan tanah perjanjian. Namun kesabaran dan pengharapan mereka telah berakhir lalu memberontak terhadap Tuhan. Bangsa ini memberontak terhadap Tuhan dengan cara melupakan kebaikan-Nya di masa lalu, meragukan kuasa dan rencana-Nya untuk masa depan serta hidup seturut kehendak diri sendiri. Tuhan Allah kita adalah pencipta yang berkuasa mengatur segala masa. Kita mungkin pemah atau akan mengalami masa hidup yang dapat diumpamakan dengan “padang gurun”. Masa hidup yang sulit, menekan dengan sangat dan mengikis habis daya tahan, kesabaran serta pengharapan. Barangkali ada harapan yang tidak sesuai dengan kenyataan. Jangan-jangan doa-doa kita belum terjawab atau jawabannya tidak sesuai dengan yang didoakan. Mari belajar dari pengalaman bangsa Israel dan jangan pemah memberontak terhadap Tuhan. Hitunglah kebaikan atau berkat-Nya, berharaplah pada kuasa dan rancangan-Nya serta hiduplah seturut maksud Tuhan. Jalanilah hidup dengan berserah pada-Nya, teruslah bergerak bersama kasih Tuhan.

Doa: Ya Allah jauhkanlah kami dari tindakan memberontak terhadap-Mu. Amin.

Selasa, 14 November 2023

bahan bacaan : Bilangan 16 : 8-11

8 Lalu berkatalah Musa kepada Korah: "Cobalah dengar, hai orang-orang Lewi! 9 Belum cukupkah bagimu, bahwa kamu dipisahkan oleh Allah Israel dari umat Israel dan diperbolehkan mendekat kepada-Nya, supaya kamu melakukan pekerjaan pada Kemah Suci TUHAN dan bertugas bagi umat itu untuk melayani mereka, 10 dan bahwa engkau diperbolehkan mendekat bersama-sama dengan semua saudaramu bani Lewi? Dan sekarang mau pula kamu menuntut pangkat imam lagi? 11 Sebab itu, engkau ini dengan segenap kumpulanmu, kamu bersepakat melawan TUHAN. Karena siapakah Harun, sehingga kamu bersungut-sungut kepadanya?"

Syukurilah Apa Yang Ada Padamu
Musa dipilih Tuhan untuk mengeluarkan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir dan memimpin mereka menuju tanah perjanjian. Ia harus berhadapan dan mengatasi berbagai masalah baik alam maupun manusia. Setiap orang memiliki karakter yang unik dan berbeda dengan orang lain. Tidak selalu ia didengar bangsa Israel dan karena itu kualitas kepemimpinannya diuji. Kali ini ia harus berhadapan dan mengatasi peristiwa pemberontakan Korah. Persoalan ini diatasinya dengan mengandalkan kuasa dan pertolongan Tuhan. Kisah pemberontakan Korah menyuguhkan pelajaran iman yang layak untuk disimak dan dihayati. Syukurilah apa yang ada pada kita dan tak perlu mengambil milik orang lain. Kita bukan saja harus bersyukur tapi juga cukupkan diri dengan apa yang ada. Berontak dengan tujuan mengambil milik atau hak orang lain bukanlah tindakan terpuji dan oleh sebab itu haruslah dihindari. Berilah kesempatan bagi orang lain untuk hidup dengan apa yang menjadi haknya. Syukurilah apa yang ada pada kita dan jangan mengambil apa yang menjadi hak orang lain. Layanilah Tuhan dengan segala berkat pemberianNya itu. Hindarilah pertengkaran dan permusuhan serta hiduplah dalam harmoni dengan semua orang.

Doa: Ya Allah. tolonglah agar kami mampu hidup dengan bersyukur. Amin.

Rabu, 15 November 2023

bahan bacaan : Bilangan 16: 12-18

12 Adapun Musa telah menyuruh orang untuk memanggil Datan dan Abiram, anak-anak Eliab, tetapi jawab mereka: "Kami tidak mau datang. 13 Belum cukupkah, bahwa engkau memimpin kami keluar dari suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya untuk membiarkan kami mati di padang gurun, sehingga masih juga engkau menjadikan dirimu tuan atas kami? 14 Sungguh, engkau tidak membawa kami ke negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ataupun memberikan kepada kami ladang-ladang dan kebun-kebun anggur sebagai milik pusaka. Masakan engkau dapat mengelabui mata orang-orang ini? Kami tidak mau datang." 15 Lalu sangat marahlah Musa dan ia berkata kepada TUHAN: "Janganlah perhatikan segala persembahan mereka. Belum pernah kuambil satu ekor keledaipun dari mereka, dan belum pernah kulakukan yang jahat kepada seseorangpun dari mereka." 16 Lalu berkatalah Musa kepada Korah: "Engkau ini dengan segenap kumpulanmu harus menghadap TUHAN, engkau dan mereka dan Harun, pada esok hari. 17 Baiklah kamu masing-masing membawa perbaraannya membubuh ukupan di atasnya, lalu kamu mempersembahkan masing-masing perbaraannya ke hadapan TUHAN, dua ratus lima puluh perbaraan; juga engkau ini dan Harun masing-masing harus membawa perbaraannya." 18 Maka mereka masing-masing membawa perbaraannya, membubuh api ke dalamnya, menaruh ukupan di atasnya, lalu berdirilah mereka di depan pintu Kemah Pertemuan, juga Musa dan Harun.

Kebencian Merusak Kebersamaan
Kebencian adalah salah satu sifat buruk yang harus dihindari oleh orang percaya. BUkanlah hal yang baik jika orang percaya hidup dalam kebencian. Sebab kebencian pasti berdampak buruk bagi kebersamaan. Kebersamaan bangsa Israel di bawah kepemimpinan Musa dilawan oleh Datan. Datan melawan atau memberontak terhadap Musa karena dikuasai kebencian. Perjalanan mereka menuju Kanaan terhambat atau tak mulus. Perjalanan terhenti sebab Musa harus menyelesaikan persoalan yang menggangu kebersamaan terlebih dahulu. Kebencian jualah yang mengakibatkan seseorang tak bersedia diatur pemimpin. Bukan saja itu, orang yang dipengaruhi kebencian cenderung berpikiran negatif terhadap orang lain, mencari-cari kesalahan serta menuduh atau menyalahkan tanpa alasan. Sikap dan perilaku demikian sesungguhnya merusak diri sendiri maupun persekutuan. Kita selayaknya menjalani kebersamaan dalam suasana damai, saling pengertian, mendukung dan harmoni. Hidup dalam kebersamaan membuka kemungkinan munculnya perbedaan pendapat. Namun fakta perbedaan pendapat tak perlu dijadikan alasan melangsung pemberontakan. Perbedaan pendapat adalah batu uji keutuhan kebersamaan dan oleh sebab itu perlu diselesaikan secara arif. Ingatlah bahwa individu tak mungkin hidup di luar persekutuan atau kebersamaan. Hendaklah kebersamaan dirawat dengan cara membersihkan hati tiap-tiap anggota dari hati. Mohonlah Roh mendiami hati agar hidup terpelihara dengan sempurna.

Doa: Ya Allah kiranya kami dimapukan untuk hidup tanpa rasa kebencian. Amin.

Kamis, 16 November 2023

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 21:37-40

Paulus minta izin berbicara
37 Ketika Paulus hendak dibawa masuk ke markas, ia berkata kepada kepala pasukan itu: "Bolehkah aku mengatakan sesuatu kepadamu?" Jawabnya: "Tahukah engkau bahasa Yunani? 38 Jadi engkau bukan orang Mesir itu, yang baru-baru ini menimbulkan pemberontakan dan melarikan empat ribu orang pengacau bersenjata ke padang gurun?" 39 Paulus menjawab: "Aku adalah orang Yahudi, dari Tarsus, warga dari kota yang terkenal di Kilikia; aku minta, supaya aku diperbolehkan berbicara kepada orang banyak itu." 40 Sesudah Paulus diperbolehkan oleh kepala pasukan, pergilah ia berdiri di tangga dan memberi isyarat dengan tangannya kepada rakyat itu; ketika suasana sudah tenang, mulailah ia berbicara kepada mereka dalam bahasa Ibrani, katanya:

Bijaksana Saat Berbicara
Berbicara merupakan keunggulan manusia bila dibandingkan dengan makhluk yang lain. Dampaknya besar bagi hidup, baik negatif maupun positif. Semua orang dengan sendirinya dituntut untuk dapat berbicara dengan berkualitas. Ada ungkapan yang berbunyi adalah bijak bila berpikir baru bicara bukan sebaliknya berbicara baru berpikir. Aktifitas berbicara tak dapat dipisahkan dari berpikir. Hindarilah berbicara tanpa mempertimbangkan manfaatnya dan jangan pula berbicara saat sedang marah. Mari belajar dari Paulus, ia mempertimbangkan dengan baik apa yang hendak dibicarakannya. Ia berbicara agar orang banyak tidak salah sangka terhadap dirinya. Perhatikanlah bahwa sekalipun Paulus sedang dalam penahanan pihak penguasa, namun karena alasan menjelaskan statusnya, ia meminta izin berbicara. Hendaklah pengalaman. Paulus ini kita pedomani dalam menjalani keberadaan sebagai orang percaya. Jangan takut bila benar, berbicaralah agar ada kejelasan. Pertimbangkanlah waktu dan tempat yang tepat untuk melangsungkan suatu pembicaraan.
Belajarlah untuk mempertimbangkan alasan dan tujuan sebelum berbicara. Akhirnya bicaralah bagi
kemuliaan Allah.

Doa: Ya Allah, tolonglah agar kami menjadi orang yang bijak saat berbicara. Amin.

Jumat, 17 November 2023

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 15: 1-11

Sidang di Yerusalem
Beberapa orang datang dari Yudea ke Antiokhia dan mengajarkan kepada saudara-saudara di situ: "Jikalau kamu tidak disunat menurut adat istiadat yang diwariskan oleh Musa, kamu tidak dapat diselamatkan." 2 Tetapi Paulus dan Barnabas dengan keras melawan dan membantah pendapat mereka itu. Akhirnya ditetapkan, supaya Paulus dan Barnabas serta beberapa orang lain dari jemaat itu pergi kepada rasul-rasul dan penatua-penatua di Yerusalem untuk membicarakan soal itu. 3 Mereka diantarkan oleh jemaat sampai ke luar kota, lalu mereka berjalan melalui Fenisia dan Samaria, dan di tempat-tempat itu mereka menceriterakan tentang pertobatan orang-orang yang tidak mengenal Allah. Hal itu sangat menggembirakan hati saudara-saudara di situ. 4 Setibanya di Yerusalem mereka disambut oleh jemaat dan oleh rasul-rasul dan penatua-penatua, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang Allah lakukan dengan perantaraan mereka. 5 Tetapi beberapa orang dari golongan Farisi, yang telah menjadi percaya, datang dan berkata: "Orang-orang bukan Yahudi harus disunat dan diwajibkan untuk menuruti hukum Musa." 6 Maka bersidanglah rasul-rasul dan penatua-penatua untuk membicarakan soal itu. 7 Sesudah beberapa waktu lamanya berlangsung pertukaran pikiran mengenai soal itu, berdirilah Petrus dan berkata kepada mereka: "Hai saudara-saudara, kamu tahu, bahwa telah sejak semula Allah memilih aku dari antara kamu, supaya dengan perantaraan mulutku bangsa-bangsa lain mendengar berita Injil dan menjadi percaya. 8 Dan Allah, yang mengenal hati manusia, telah menyatakan kehendak-Nya untuk menerima mereka, sebab Ia mengaruniakan Roh Kudus juga kepada mereka sama seperti kepada kita, 9 dan Ia sama sekali tidak mengadakan perbedaan antara kita dengan mereka, sesudah Ia menyucikan hati mereka oleh iman. 10 Kalau demikian, mengapa kamu mau mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk, yang tidak dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri? 11 Sebaliknya, kita percaya, bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga."

Santun Menyampaikan Pendapat
Sore itu suhu dalam rumah terasa lebih panas. Angin yang bertiup lembut dari luar tak membendung kegerahan hati orang-orang Seorang laki-laki paruh baya yang duduk di kursi roda tampak kebingungan menyaksikan keributan orang-orang disekitarnya. Seorang wanita muda yang lebih banyak memilih diam selama percakapan dalam keluarga berlangsung, tiba-tiba berdiri dan mengatakan: “saya akan merawat kakak, jika kalian semua sibuk dan sulit mengatur waktu. Tanggung jawab ini merupakan tugas kita bersama. Lain kali jika kalian tidak sibuk, mungkin kalian bisa berbagi tanggung jawab ini juga.” Selesai wanita tersebut berbicara, suasana dalam rumah itu pun menjadi tenang. Saudara-saudaranya yang lain mengangguk tanda setuju, laki-laki di kursi roda pun tak dapat menahan tangisannya. Ia terharu mendengar perkataan adik perempuannya yang terasa sangat peduli padanya. Situasi keluarga yang demikian bukan hanya dialami oleh wanita muda ini dan saudara-saudaranya, tapi mungkin juga oleh keluarga-keluarga Kristen yang lain. Perbedaan pendapat hingga pertengkaran mungkin tak terelakkan. Namun sebagai orang Kristen, kita dituntut untuk bersikap bijak dengan tuntunan Roh Kudus. Sama seperti Petrus yang menyampaikan pendapatnya dengan santun sebagai cara ia menyaksikan Tuhan yang diimaninya, demikian jugalah seharusnya dengan kita.

Doa : Tuhan, mampukanlah kami untuk santun menyampaikan pendapat. Amin.

Sabtu, 18 November 2023

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 15: 12-21

12 Maka diamlah seluruh umat itu, lalu mereka mendengarkan Paulus dan Barnabas menceriterakan segala tanda dan mujizat yang dilakukan Allah dengan perantaraan mereka di tengah-tengah bangsa-bangsa lain. 13 Setelah Paulus dan Barnabas selesai berbicara, berkatalah Yakobus: "Hai saudara-saudara, dengarkanlah aku: 14 Simon telah menceriterakan, bahwa sejak semula Allah menunjukkan rahmat-Nya kepada bangsa-bangsa lain, yaitu dengan memilih suatu umat dari antara mereka bagi nama-Nya. 15 Hal itu sesuai dengan ucapan-ucapan para nabi seperti yang tertulis: 16 Kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan, 17 supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya ini, 18 yang telah diketahui dari sejak semula. 19 Sebab itu aku berpendapat, bahwa kita tidak boleh menimbulkan kesulitan bagi mereka dari bangsa-bangsa lain yang berbalik kepada Allah, 20 tetapi kita harus menulis surat kepada mereka, supaya mereka menjauhkan diri dari makanan yang telah dicemarkan berhala-berhala, dari percabulan, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari darah. 21 Sebab sejak zaman dahulu hukum Musa diberitakan di tiap-tiap kota, dan sampai sekarang hukum itu dibacakan tiap-tiap hari Sabat di rumah-rumah ibadat."

Bijaklah dalam berbicara!
“Jika kakak yang paling tua sudah mulai berbicara, maka kami yang lain memilih diam, mendengar dan mengikuti. Hal ini kami lakukan bukan hanya karena ia yang paling tua dan kami harus mendengarkan. Namun gaya berbicaranya yang khas dan penuh kewibawaan sangat mempengaruhi kami. Karena itu, tidak ada lagi keributan jika ia yang berbicara. Ia selalu memberi solusi, namun tidak memaksakan kehendaknya”, cerita seorang lelaki muda mengenang kakaknya. Kharisma berbicara yang dimiliki oleh seseorang dan menjadikan dirinya sebagai tokoh untuk didengarkan dan diikuti terkadang dibutuhkan guna mengatasi persoalan-persoalan khusus. Hal ini juga diperlukan dalam diskusi atau musyawarah keluarga, apalagi ketika yang dibicarakan terkait dengan hal-hal yang bersifat prinsip, misalnya aturan, tradisi, nilai yang dianut, dan keyakinan keluarga. Ketokohan Petrus saat berbicara telah mempengaruhi situasi sidang di Yerusalem. Seluruh umat pun diam dan mulai mendengarkan pengajaran dari Paulus dan Barnabas. Hal yang bersifat prinsip tentang keselamatan dari Allah kepada semua bangsa tanpa membeda-bedakan disampaikan juga dengan sopan dan teratur oleh Yakobus, setelah Paulus dan Bamabas selesai berbicara. Sikap dan cara para tokoh ini menjadi teladan sikap beriman bagi kita dalam berdiskusi dan bermusyawarah. Kita harus mulai membiasakannya dalam kehidupan keluarga supaya terbentuk karakter kristiani yang santun dalam berpendapat dan menjadi tokoh yang bijak.

Doa: Tuntunlah kami dengan Roh-Mu. supaya kami bijak berbicara dan menyampaikan pendapat. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN NOVEMBER 2023, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 05 – 11 November 2023

Tema Bulanan : Berkomitmenlah Untuk Membangun Hidup Bersama yang Berkelanjutan

Tema Mingguan : Patuhilah Kewajiban selaku Warga Negara

Minggu, 05 November 2023

bahan bacaan : Roma 13:1-7

Kepatuhan kepada pemerintah
Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah. 2 Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya. 3 Sebab jika seorang berbuat baik, ia tidak usah takut kepada pemerintah, hanya jika ia berbuat jahat. Maukah kamu hidup tanpa takut terhadap pemerintah? Perbuatlah apa yang baik dan kamu akan beroleh pujian dari padanya. 4 Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat. 5 Sebab itu perlu kita menaklukkan diri, bukan saja oleh karena kemurkaan Allah, tetapi juga oleh karena suara hati kita. 6 Itulah juga sebabnya maka kamu membayar pajak. Karena mereka yang mengurus hal itu adalah pelayan-pelayan Allah. 7 Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak, cukai kepada orang yang berhak menerima cukai; rasa takut kepada orang yang berhak menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat.

Pemerintah adalah Pelayan Allah demi Kebaikan Bersama
Nas bacaan hari ini menekankan soal tanggungjawab seorang kristen dalam kehidupan bermasyarakat yakni patuh kepada pemerintah. Pemerintah yang dimaksud disini bukan mengarah kepada satu orang oknum, entah itu raja atau presiden, namun lebih luas lagi yaitu lembaga yang mengatur kehidupan berbangsa atau bernegara. Pemerintah bekerja untuk menjaga ketertiban, kedamaian dan juga kemakmuran setiap orang dalam suatu bangsa atau negara. Karena itu kita percaya bahwa pemerintah berasal dari Allah dan ditetapkan oleh Allah menjadi hambaNya untuk kebaikan hidup bersama. Karena itu kita harus takluk kepada pemerintah. Takluk berarti hormat kepada pemerintah dan patuh terhadap segala peraturan yang berlaku dalam Negara dan menjalankan kewajiban selaku warga Negara dengan baik. Takluk kepada pemerintah tidak sama dengan kepatuhan kepada Tuhan, sebab Tuhanlah yang menetapkan dan berkuasa atas semua pemerintah yang ada di dalam dunia ini. Pemerintah pun bisa keliru, karena itu tetaplah mendoakan mereka agar dapat menjalankan tanggungjawab dengan benar. Karena pemerintah adalah hamba Allah, mereka harus dihormati sebagai pelayan Allah, didoakan dan ditopang demi kebaikan bersama.

Doa: Terima kasih ya Tuhan atas pemerintah yang Engkau tetapkan untuk kebaikan kami, Amin.


Senin, 06 November 2023

bahan bacaan : Pengkhotbah 8:2-4

Kepatuhan kepada raja
2 Patuhilah perintah raja demi sumpahmu kepada Allah. 3 Janganlah tergesa-gesa pergi dari hadapannya, janganlah bertahan dalam perkara yang jahat, karena ia berbuat apa yang dikehendakinya. 4 Karena titah raja berkuasa; siapakah yang akan mengatakan kepadanya: "Apakah yang baginda buat?"


Patuhilah Perintah Raja dan Janganlah Bertahan Dalam Perkara Jahat

Hikmat diperlukan untuk membangun kehidupan bersama. Dalam kaitan dengan itu, yang terpenting dari hikmat adalah kita hidup dengan akal budi dan ketulusan hati. Kepribadian orang berhikmat akan mencerminkan tingkah laku yang baik dan jauh dari kekerasan, demikianlah pengkhotbah mengingatkan. Misalnya, berhadapan dengan raja atau penguasa yang jahat dan bertindak semena-mena, orang berhikmat harus tetap memperlihatkan kepatuhannya. Tidak tergesa-gesa untuk berkata dan bertindak, karena dia tidak tahu apa yang dapat dilakukan raja sebagai yang lebih berkuasa darinya. Kepatuhan yang ditunjukkan orang berhikmat bukan didasarkan pada ketakutan akan tindakan raja yang dapat menghukum, melainkan terutama pada janji atau sumpah untuk patuh kepada Tuhan. Bukankah Tuhan yang menetapkan raja atau penguasa sebagai hamba-Nya, karena itu harus dihormati dan dipatuhi?. Belajar dari apa yang disampaikan pengkhotbah hari ini, marilah kita menjadi orang-orang berhikmat yang tulus. Patuhilah perintah raja dan janganlah bertahan dalam perkara jahat. Bertindaklah bijaksana, jangan tergesa-gesa menghadapi penguasa. Doakanlah agar mereka tidak bertindak semena-mena, melainkan bijaksana menghadirkan kebaikan.

Doa: Ya Tuhan Allah pengasih, berilah hikmat kepada pemerintah kami. Amin.

Selasa, 07 November 2023

bahan bacaan : Pengkhotbah 8:5-8

5 Siapa yang mematuhi perintah tidak akan mengalami perkara yang mencelakakan, dan hati orang berhikmat mengetahui waktu pengadilan, 6 karena untuk segala sesuatu ada waktu pengadilan, dan kejahatan manusia menekan dirinya. 7 Sesungguhnya, ia tak mengetahui apa yang akan terjadi, karena siapakah yang akan mengatakan kepadanya bagaimana itu akan terjadi? 8 Tiada seorangpun berkuasa menahan angin dan tiada seorangpun berkuasa atas hari kematian. Tak ada istirahat dalam peperangan, dan kefasikan tidak melepaskan orang yang melakukannya.

Untuk Segala Sesuatu Ada Waktu pengadilan
Ada waktunya keadilan akan dinyatakan. Orang percaya harus meyakini hal itu. Pengkhotbah dalam nas bacaan hari ini mengingatkan yang sama, “karena untuk segala sesuatu ada waktu pengadilan”. Itu berarti atas semua tindakan manusia, berujung di waktu pengadilan. Tidak ada kejahatan yang tidak dihukum Tuhan. Penguasa atau rakyat biasa, semuanya akan menghadapi waktu pengadilan. Namun, selama masih hidup di dunia, kita tahu bahwa kejahatan akan selalu ada. Kita justru harus memerangi kejahatan dan jangan patah semangat (ay 8b), sambil menjaga diri kita sendiri tidak jatuh ke dalam perbuatan kejahatan. Ingatlah bahwa kejahatan yang dilakukan apalagi disembunyikan, akan menekan diri sendiri. Karena itu, kita sangat membutuhkan hikmat Tuhan agar bijaksana menjalani hidup. Kita terkadang menghadapi situasi sulit karena pemberlakuan suatu kebijakan yang mungkin saja keliru. Kita dipaksa mengambil keputusan walau hati berontak dengan kebijakan itu, namun tidak berdaya menghadapinya. Dalam kondisi ini, mintalah Tuhan berkuasa memberi jalan keluar dalam berkata dan bertindak. Jangan bertahan dalam hal jahat. Ingat, bahwa segala sesuatu ada waktunya. Di mana waktu pengadilan Tuhan akan berlaku bagi siapapun yang melakukan kejahatan.

Doa: Tolonglah kami Tuhan, untuk meninggalkan kejahatan dan sadar akan waktu pengadilan. Amin.

Rabu, 08 November 2023

bahan bacaan : Titus 3:1-2

Pesan-pesan penutup
Ingatkanlah mereka supaya mereka tunduk pada pemerintah dan orang-orang yang berkuasa, taat dan siap untuk melakukan setiap pekerjaan yang baik. 2 Janganlah mereka memfitnah, janganlah mereka bertengkar, hendaklah mereka selalu ramah dan bersikap lemah lembut terhadap semua orang

Taat dan Siaplah Untuk Melakukan Pekerjaan yang Baik
Keetika menuliskan suratnya kepada Titus, Paulus mengakhirinya dengan berkata, “Ingatkanlah mereka..” (ay.1). Apa yang perlu diingatkan Titus kepada orang-orang yang menerima dan membaca surat ini?. Pertama, mereka diingatkan untuk “tunduk kepada pemerintah dan orang-orang yang berkuasa”. Sebagai warga masyarakat yang hidup dalam kekuasaan pemerintahan Romawi, mereka diminta untuk tetap taat kepada pemerintah sekalipun mengalami penderitaan dan penindasan. Kedua, mereka diingatkan pula bahwa penderitaan yang dialami, janganlah menjadi alasan untuk tidak melakukan pekerjaan yang baik. Justeru itulah kesempatan untuk menunjukkan jati diri dan keberadaan mereka selaku orang Kristen, yakni senantiasa taat, tidak memfitnah; tidak bertengkar, bersikap ramah dan lemah lembut. Itu sikap yang harus ditunjukkan baik terhadap pemerintah maupun sesama warga masyarakat. Peringatan inipun berlaku bagi kita. Dalam penderitaan, Roh Kudus akan memampukan untuk setia mematuhi pemerintah dan siap melakukan pekerjaan yang baik. Jagalah relasi dengan baik antar sesama orang percaya. jangan bertengkar dan saling memfitnah. Itu sikap yang tepat dalam membangun hidup. Dengan berlaku demikian sesungguhnya kita telah menjadi cermin untuk orang lain melihat Kristus didalamnya.

Doa: Tuhan, Mampukanlah kami untuk taat dan siap melakukan pekerjaan yang baik. Amin.

Kamis, 09 November 2023

bahan bacaan : 2 Samuel 16:1-4

Daud bertemu dengan Ziba
Ketika Daud baru saja melewati puncak, datanglah Ziba, hamba Mefiboset, mendapatkan dia membawa sepasang keledai yang berpelana, dengan muatan dua ratus ketul roti, seratus buah kue kismis, seratus buah-buahan musim panas dan sebuyung anggur. 2 Lalu bertanyalah raja kepada Ziba: "Apakah maksudmu dengan semuanya ini?" Jawab Ziba: "Keledai-keledai ini bagi keluarga raja untuk ditunggangi; roti dan buah-buahan ini bagi orang-orangmu untuk dimakan; dan anggur ini untuk diminum di padang gurun oleh orang-orang yang sudah lelah." 3 Kemudian bertanyalah raja: "Di manakah anak tuanmu?" Jawab Ziba kepada raja: "Ia ada di Yerusalem, sebab katanya: Pada hari ini kaum Israel akan mengembalikan kepadaku kerajaan ayahku." 4 Lalu berkatalah raja kepada Ziba: "Kalau begitu, kepunyaanmulah segala kepunyaan Mefiboset." Kata Ziba: "Aku tunduk! Biarlah kiranya aku tetap mendapat kasih di matamu, ya tuanku raja."

Dalam Kesusahan, Pertolongan Tuhan Nyata
Ada saja hal yang tak dapat kita pahami dalam hidup. Kita dapat mengalami stress dan depresi yang hebat, dan bagaikan tidak ada harapan, kehilangan daya serta terpuruk. Daud raja Israel pernah pula mengalami pencobaan yang hebat. Ia melarikan diri dari Absalom anaknya yang telah menobatkan dirinya sendiri untuk menjadi raja. Peristiwa ini dapat disebut abnormal, seorang anak mengkudeta atau menggulingkan ayah sendiri dari tampuk kekuasaan. Daud menanggapi kenyataan ini dengan cara melarikan diri. Melarikan diri karena menghindari kontak fisik atau kekerasan dengan anak sendiri. Ia kehilangan kekuasaan sebagai raja dan melarikan diri tapi tetap mengalami kasih Tuhan. Pertolongan Tuhan dialaminya pada saat yang tepat. Tuhan memakai orang dan cara yang dikehendaki-Nya untuk menolong mereka yang berada dalam kesusahan. Pertemuan Daud dengan Ziba terjadi karena kehendak Tuhan. Tuhan memakai Ziba, hamba Mefiboset, anak Yonatan, cucu Saul menyatakan pertolongan-Nya bagi Daud. Ziba membawa keledai, roti, kue kismis, buah-buahan dan anggur. Semuanya dibutuhkan Daud dalam pelariannya. Kita tahu bahwa hidup tak selamanya mudah, namun harus belajar untuk tidak tinggal diam melainkan berlindung pada Tuhan. Mungkin saja kita akan mengalami kelemahan pada saat-saat tertentu, tetapi ingatlah bahwa pertolongan Tuhan pasti membuat hidup bergerak ke arah yang lebih baik daripada keadaan sebelumnya.

Doa: ya Allah berikanlah pertolongan-Mu saat kami mengalami kesusahan. Amin.

Jumat, 10 November 2023

bahan bacaan : 1 Petrus 2:13-15

13 Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi, 14 maupun kepada wali-wali yang diutusnya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan menghormati orang-orang yang berbuat baik. 15 Sebab inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang yang bodoh.

Nyatakanlah kehendak Allah dalam hidupmu
Hidup sebagai orang Kristen hendaknya dijalani dengan cara terus-menerus belajar memahami dan melaksanakan kehendak Allah. Nas hari ini menegaskan bahwa Allah menghendaki kita untuk hidup dengan menunjukan rasa hormat kepada mereka yang dipercayakan menjadi pemimpin. Selain itu Allah juga menghendaki kita berbuat baik sebagai cara mengatasi kepicikan orang-orang yang bodoh. Teks ini mengingatkan ulang akan adanya berbagai kenyataan yang yang dapat dialami dalam hidup. Dua di antara sekian banyak kenyataan hidup itu adalah adanya pemerintah dan lembaga pemerintahan serta kepicikan. Kita bersanding dengan dua kenyataan yakni pemerintah dan kepicikan orang bodoh. Keduanya tak mungkin disankali atau dihindari tapi disikapi sebagai orang
beriman. Sikap iman kita terhadap pemerintah dan lembaga pemerintahan adalah tunduk, maksudnya
menghormati. Selain itu Allah agar kita berbuat baik untuk mengatasi kepicikan orag bodoh. Tunduk atau menghormati dan berbuat baik kita lakukan karena Allah bukan karena siapa-siapa serta apa-apa. Bila kita menjalani keberadaan dari hari ke hari dengan sikap menghormati dan berbuat baik, maka kehendak Allah menjadi nyata dalam hidup. Hendaklah kita terus menyatakan kehendak Allah dengan cara menghormati dan berbuat baik kepada semua orang, kapan dan di mana saja.

Doa: Ya Allah. mampukanlah kami untuk menyatakan kehendak-Mu dalam hidup ini. Amin.

Sabtu, 11 November 2023

bahan bacaan : Ibrani 13:17

17 Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.

Hidup Dalam Ketaatan Dan Rasa Hormat
Dua hal penting yang dipesankan nas ini adalah taat dan tunduk. Keduanya bukan saja berkaitan dengan perilaku tapi juga sikap, cara berpikir dan penghayatan iman. Perilaku seseorang dipengaruhi oleh banyak hal yang ada dalam dirinya. Setiap orang terpanggil untuk menata keberadaannya secara baik agar layak hidup sebagai manusia. Kebaikan dimulai atau terlahir dalam diri seseorang baru terwujud di luar. Oleh sebab itu kita diminta untuk terus membenahi diri sendiri agar berarti bagi orang lain. Orang lain haruslah dipahami, diterima dan diperlakukan sebagai pribadi yang berarti bagi diri kita. Karena itu penulis surat Ibrani berpesan agar kita taat dan tunduk kepada pemimpin. Pemimpin baik dalam keluarga, gereja maupun masyarakat adalah mereka yang pada dasarnya baik. Sebab pemimpin pasti peduli dan bertanggug jawab kepada mereka yang dipimpinnya. Perilaku taat dan tunduk atau menghormati pemimpin sesungguhnya berarti jamak. Taat dan tunduk bukan saja merupakan ekspresi etik dan moral tapi juga iman. Orang beriman adalah mereka yang beretika dan bermoral. Kita kembali diingatkan bahwa perilaku yang baik adalah buah dari kualitas iman seseorang. Semua orang beriman diharapkan membangun relasi yang berdamai sejahtera dengan semua orang terutama para pemimpin. Perilaku taat dan tunduk kepada pemimpin perlu diwujudkan. Sebab dengan begitu para pemimpin akan melakukan tugas mereka dengan gembira bukan keluh kesah.

doa : Ya Allah mampukan kami untuk hidup dengan cara taat dan tunduk, amin

*SUMBER : SHK BULAN NOVEMBER 2023, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 29 Okt – 04 Nov 2023

Tema Bulanan : Memberitakan Injil dan Menatalayani Gereja

Tema Mingguan : Berani Menyatakan Kebenaran

Minggu, 29 Oktober 2023

bahan bacaan : Galatia 4 : 12-20

Ingatlah akan hubungan kita yang semula
12 Aku minta kepadamu, saudara-saudara, jadilah sama seperti aku, sebab akupun telah menjadi sama seperti kamu. Belum pernah kualami sesuatu yang tidak baik dari padamu. 13 Kamu tahu, bahwa aku pertama kali telah memberitakan Injil kepadamu oleh karena aku sakit pada tubuhku. 14 Sungguhpun demikian keadaan tubuhku itu, yang merupakan pencobaan bagi kamu, namun kamu tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang hina dan yang menjijikkan, tetapi kamu telah menyambut aku, sama seperti menyambut seorang malaikat Allah, malahan sama seperti menyambut Kristus Yesus sendiri. 15 Betapa bahagianya kamu pada waktu itu! Dan sekarang, di manakah bahagiamu itu? Karena aku dapat bersaksi tentang kamu, bahwa jika mungkin, kamu telah mencungkil matamu dan memberikannya kepadaku. 16 Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu? 17 Mereka dengan giat berusaha untuk menarik kamu, tetapi tidak dengan tulus hati, karena mereka mau mengucilkan kamu, supaya kamu dengan giat mengikuti mereka. 18 Memang baik kalau orang dengan giat berusaha menarik orang lain dalam perkara-perkara yang baik, asal pada setiap waktu dan bukan hanya bila aku ada di antaramu. 19 Hai anak-anakku, karena kamu aku menderita sakit bersalin lagi, sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam kamu. 20 Betapa rinduku untuk berada di antara kamu pada saat ini dan dapat berbicara dengan suara yang lain, karena aku telah habis akal menghadapi kamu.

Kebenaran Haruslah Dengan Berani Dinyatakan

Kondisi Jemaat Galatia tidak baik-baik saja sehingga Paulus mendatangi mereka
Paulus dan mengingatkan mereka kembali kepada Injil Kristus yang menyelamatkan menegaskan bahwa oleh Tuhan, mereka telah menjadi pengikut Kristus yang setia. Sebab itu, sekalipun ada rupa-rupa kesesatan yang mewarnai perjalanan hidup umat dengan berbagai tawaran yang menyenangkan, mereka diingatkan untuk tetap waspada, Berhikmat dan mampu menjaga kekudusan hidup. Jangan mudah diperdayai. Paulus mengharapkan umat tetap menerima setlap hal yang disampaikannya sebagai kebenaran, agar mereka mawas diri berhadapan dengan tantangan ke depan. Saudaraku, menyampaikan kebenaran terkadang tidak selalu disambut baik. Ada kalanya kebenaran yang disampaikan justru menjadi pemicu kehancuran dalam kehidupan bersama dan relasi yang terbangun. Benar bahwa setiap kebenaran yang disampaikan memiliki konsekuensi baik positif maupun negative. Namun sebagai pelaku kebenaran di dalam Kristus, hendaknya kita tidak ragu dan gentar untuk menyatakan kebenaran dalam hidup. Jangan takut dengan ancaman kekuatan dunia ini. Beranilah nyatakan kebenaran, Ya diatas Ya!, tidak diatas tidak! Hanya orang-orang seperti inilah yang memiliki karakter hidup yang bertanggung jawab dan layak diperhitungkan.

Doa: Kami hendak menyatakan Kebenaran dalam hidup kami Tuhan. Amin.

Senin, 30 Oktober 2023

bahan bacaan : Efesus 6 : 19-20

19 juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil, 20 yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara.

Kebenaran Tidak Pernah Salah
Masih segar diingatan kita kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat yang dilakukan oleh atasannva Inspektur Jenderal Ferdi Sambo. Jika tidak ada pengakuan dari Bharada Richard Eliezer maka kematian Yosua tidak dapat terungkap. Eliezer diperhadapkan dengan kondisi yang menyudutkannya, tatkala dihimpit ketakutan kepada Sambo tetapi juga dituntut oleh keluarga Yosua agar mengatakan kebenaran. Beruntung Eliezer mengambil langkah tepat dengan menyatakan kebenaran. Pada akhinya sidang memutuskan Sambo bersalah dan dijatuhi hukuman yang pantas. Eliezer pun demikian, ia harus menjalani hukuman sesuai perbuatannya. Sikap Eliezer di atas mewakili sikap yang harus dimiliki oleh umat di Efesus sesuai seruan Rasul Paulus. Menyatakan kebenaran adalah sikap yang harus dimiliki setiap orang percaya. Baik atau tidak baik waktu dan kondisinya menyatakan kebenaran itu sebuah keharusan. Ketika menyatakan kebenaran kita harus siap untuk tidak disukai, siap dimusuhi, siap dicibir dan dihina. Memulai mengajarkan untuk menyampaikan kebenaran dari dalam keluarga adalah dasar yang sangat baik untuk membentuk manusia-manusia yang jujur dan bertanggung jawab. Anak-anak diajarkan untuk selalu mengatakan yang benar, untuk berlaku benar agar kelak mereka bertumbuh menjadi pribadi yang baik. Sebab dengan kejujuran, kualitas diri seseorang akan terasah.

Doa: Roh Kudus. pimpinlah kami untuk menyatakan kebenaran. Amin.

Selasa, 31 Oktober 2023

bahan bacaan : Yeremia 20:7-9

Keluh kesah Yeremia akibat tekanan jabatannya
7 Engkau telah membujuk aku, ya TUHAN, dan aku telah membiarkan diriku dibujuk; Engkau terlalu kuat bagiku dan Engkau menundukkan aku. Aku telah menjadi tertawaan sepanjang hari, semuanya mereka mengolok-olokkan aku. 8 Sebab setiap kali aku berbicara, terpaksa aku berteriak, terpaksa berseru: "Kelaliman! Aniaya!" Sebab firman TUHAN telah menjadi cela dan cemooh bagiku, sepanjang hari. 9 Tetapi apabila aku berpikir: "Aku tidak mau mengingat Dia dan tidak mau mengucapkan firman lagi demi nama-Nya", maka dalam hatiku ada sesuatu yang seperti api yang menyala-nyala, terkurung dalam tulang-tulangku; aku berlelah-lelah untuk menahannya, tetapi aku tidak sanggup.

Jadilah Baik dan Benar
Yeremia berhadapan dengan kondisi yang sulit ketika ia bernubuat. Pada ayat sebelumnya pada pasal 20 ini dijelaskan bahwa Yeremia dipukul dan dipasung oleh Pasyhur, seorang Imam yang menjabat sebagai kepala di rumah Tuhan. Pada akhirnya, Yeremia berkeluh kepada Tuhan. Keluhan Yeremia ini didasarkan pada kondisi yang tidak menyenangkan ketika ia menyatakan kebenaran. Yeremia terbuka kepada Tuhan bahwa ia sudah ada pada titik ketidakberdayaan dan ini sangat manusiawi. Pengalaman buruk yang dialami oleh Yeremia pun dialami oleh kita ketika kita melakukan sesuatu yang benar. Kita sering “disandera” oleh perbuatan baik dan tindakan benar yang kita lakukan. Ada kalimat-kalimat motivasi yang selalu mengingatkan kita tentang berlakukan kebenaran dan kebaikan walaupun balasannya pahit. Sebab rasa pahit itu hanya diberikan dari manusia, tetapi dari Tuhan akan berbuah manis. Pengingat ini hendaknya menguatkan kita untuk tetap menjadi orang-orang baik dan tetap berlaku benar dalam kehidupan. Tidak membalas kejahatan dengan kejahatan melainkan membalas dengan kebaikan. Tidak menyesali perbuatan baik yang sudah dilakukan. Semoga keluarga dan persekutuan jemaat menjadi sarana untuk menyatakan kebaikan dan kebenaran bagi sesama.

Doa: Arahkan langkah kami Tuhan, agar tetap di jalan yang benar dan tetap berlakukan kebaikan. Amin.

Rabu, 01 November 2023

bahan bacaan : Markus 6 : 14-29

Yohanes Pembaptis dibunuh
14 Raja Herodes juga mendengar tentang Yesus, sebab nama-Nya sudah terkenal dan orang mengatakan: "Yohanes Pembaptis sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam Dia." 15 Yang lain mengatakan: "Dia itu Elia!" Yang lain lagi mengatakan: "Dia itu seorang nabi sama seperti nabi-nabi yang dahulu." 16 Waktu Herodes mendengar hal itu, ia berkata: "Bukan, dia itu Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya, dan yang bangkit lagi." 17 Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri. 18 Karena Yohanes pernah menegor Herodes: "Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!" 19 Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat, 20 sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia. 21 Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada hari ulang tahunnya mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarny perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea. 22 Pada waktu itu anak perempuan Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya. Raja berkata kepada gadis itu: "Minta dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!", 23 lalu bersumpah kepadanya: "Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun setengah dari kerajaanku!" 24 Anak itu pergi dan menanyakan ibunya: "Apa yang harus kuminta?" Jawabnya: "Kepala Yohanes Pembaptis!" 25 Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta: "Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!" 26 Lalu sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya. 27 Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara. 28 Ia membawa kepala itu di sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya. 29 Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu mereka datang dan mengambil mayatnya, lalu membaringkannya dalam kuburan.

Nyatakanlah Kebenaran Walaupun Dibenci

Herodes kagum akan apa yang diajarkan Yohanes, tetapi ia tidak bisa menerima ketika Yohanes mengkritik apa yang dilakukannya. Kritikan itu berkaitan dengan sebuah kebenaran bahwa Herodes telah bertindak keliru dengan mengambil Herodias isteri saudaranya menjadi isterinya sendiri. Herodes yang marah memenjarakan Yohanes. Herodias pun menaruh benci dan dendam pada Yohanes. Pada moment Herodes mengadakan perjamuan untuk para pembesar di Galilea, anak Herodias menari dan ia sangat disukai oleh Herodes. Apapun yang diminta oleh anak Herodias, akan dipenuhi oleh Herodes. Kesempatan ini dipakai oleh Herodias untuk menyalurkan kebencian dan dendamnya kepada Yohanes. Dimintanya kepala Yohanes sebagai hadiah yang harus dipenuhi Herodes bagi anaknya. Kisah ini memberikan dua pembelajaran berharga bagi kita memasuki kehidupan di bulan yang baru. Pertama, hati-hati dengan kebiasaan menaruh benci dan dendam, karena dapat berakibat fatal di dalam kehidupan kita. Maka janganlah biarkan diri kita dikuasai oleh amarah dan dendam karena akan merugikan diri kita sendiri dan orang lain. Kedua, milikilah keberanian untuk mengkritik atau menyatakan hal yang benar. Memang, menyatakan hal yang benar tidaklah mudah, tetapi ini panggilan dan tanggungjawab beriman selaku anak-anak Tuhan. Marilah singkirkan benci dan dendam, jadilah orang baik yang berkata dan berlaku benar.

Doa: Ya Bapa. singkirkanlah kemarahan dan kebencian dalam hati dan mampukanlah kami untuk menyatakan kebenaran. Amin.

Kamis, 02 November 2023

bahan bacaan : 1 Yohanes 2:28-29

Anak-anak Allah
28 Maka sekarang, anak-anakku, tinggallah di dalam Kristus, supaya apabila Ia menyatakan diri-Nya, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya. 29 Jikalau kamu tahu, bahwa Ia adalah benar, kamu harus tahu juga, bahwa setiap orang, yang berbuat kebenaran, lahir dari pada-Nya.

Setiap Orang Yang Berbuat Kebenaran Lahir Daripada-Nya
Kita bersyukur karena diberikan hak istimewa menjadi anak-anak Allah melalui Yesus Kristus. Wujud nyata dari rasa syukur kita menjadi anak-anak Allah adalah dengan menghidupi cara hidup anak-anak Allah. Karena itu, pikirkanlah perbuatan baik dan benar yang ingin kita lakukan sebagai anak-anak Allah. Memang, kemampuan untuk melakukan yang benar berasal dari Allah. Kemampuan itu diberikan Allah kepada kita semua, tetapi tidak semua orang mau hidup dalam kebenaran dan berani untuk menyatakan yang benar. Namun nas bacaan hari ini mengingatkan, kalau kita tahu bahwa Allah itu benar, kita juga harus tahu bahwa setiap orang yang berbuat kebenaran, lahir daripada-Nya. Hal itu berarti, setiap orang yang beriman kepada Kristus harus konsisten melakukan kebenaran. Itu panggilan selaku anak-anak Allah. Menjalani hidup sebagai anak-anak Allah yang setia melakukan kebenaran, mungkin saja membawa kita dalam banyak penderitaan, mengalami penolakan dan dianggap sebagai orang-orang sok suci karena tidak turut melakukan kejahatan dan sebagainya. Namun, tetaplah berlaku sebagai anak-anak Allah. Dengan cara hidup seperti itu, kita beroleh keberanian percaya kepada Kristus dan tidak malu pada hari kedatangan Tuhan.

Doa: Ya Allah, mampukanlah kami selaku anak-anak-Mu untuk melakukan kebenaran. Amin

Jumat, 03 November 2023

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 26:24-32

Ajakan kepada Agripa untuk percaya
24 Sementara Paulus mengemukakan semuanya itu untuk mempertanggungjawabkan pekerjaannya, berkatalah Festus dengan suara keras: "Engkau gila, Paulus! Ilmumu yang banyak itu membuat engkau gila." 25 Tetapi Paulus menjawab: "Aku tidak gila, Festus yang mulia! Aku mengatakan kebenaran dengan pikiran yang sehat! 26 Raja juga tahu tentang segala perkara ini, sebab itu aku berani berbicara terus terang kepadanya. Aku yakin, bahwa tidak ada sesuatupun dari semuanya ini yang belum didengarnya, karena perkara ini tidak terjadi di tempat yang terpencil. 27 Percayakah engkau, raja Agripa, kepada para nabi? Aku tahu, bahwa engkau percaya kepada mereka." 28 Jawab Agripa: "Hampir-hampir saja kauyakinkan aku menjadi orang Kristen!" 29 Kata Paulus: "Aku mau berdoa kepada Allah, supaya segera atau lama-kelamaan bukan hanya engkau saja, tetapi semua orang lain yang hadir di sini dan yang mendengarkan perkataanku menjadi sama seperti aku, kecuali belenggu-belenggu ini." 30 Lalu bangkitlah raja dan wali negeri serta Bernike dan semua orang yang duduk bersama-sama mereka. 31 Sementara mereka keluar, mereka berkata seorang kepada yang lain: "Orang itu tidak melakukan sesuatu yang setimpal dengan hukuman mati atau hukuman penjara." 32 Kata Agripa kepada Festus: "Orang itu sebenarnya sudah dapat dibebaskan sekiranya ia tidak naik banding kepada Kaisar."

Nyatakan Kebenaran Dengan Pikiran Yang Sehat
Menyatakan kebenaran kadangkala tidak diterima oleh semua Pengalaman itu yang dialami oleh Rasul Paulus ketika ia menyatakan kebenaran tentang segala pekerjaan pelayanannya untuk memberitakan tentang salib Kristus di hadapan raja Agripa. Ia bersaksi tentang kebenaran Injil dan seluruh kabar tentang Kristus dinyatakan Paulus dengan pikiran yang sehat. Tetapi kesaksian ini justeru membuat Paulus dianggap sebagai orang gila. Merespons hal itu, Paulus menegaskan bahwa apa yang disampaikannya sebagai kebenaran, diungkapkannya dengan pikiran yang sehat, ia tidak menghayal atau menyampaikan berita bohong, karena ada juga saksi kebangkitan Kristus yang lain. Kalau memang raja meragukan apa yang Paulus sampaikan, saksi-saksi yang lain itu dapat ditemui untuk diminta memberikan kesaksian tentang pengalaman menyaksikan kebangkitan Kristus. Kebenaran Paulus dalam bersaksi mengingatkan kita bahwa dalam menyampaikan kebenaran Injil Kristus, haruslah berdasarkan akal sehat disertai bukti yang benar. Bukan sebuah hayalan, rekayasa atau kebohongan. Itulah yang diharapkan Tuhan dari kita selaku saksi-saksi-Nya. Marilah kita menjadi saksi-saksi yang menyatakan kebenaran Injil Kristus dengan pikiran yang sehat tanpa kebohongan atau rekayasa.

Doa: Tuhan, tolonglah kami menyatakan kebenaran dengan pikiran yang sehat. Amin.

Sabtu, 04 November 2023

bahan bacaan : Galatia 2:1-5

Paulus diakui oleh para rasul
Kemudian setelah lewat empat belas tahun, aku pergi pula ke Yerusalem dengan Barnabas dan Tituspun kubawa juga. 2 Aku pergi berdasarkan suatu penyataan. Dan kepada mereka kubentangkan Injil yang kuberitakan di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi--dalam percakapan tersendiri kepada mereka yang terpandang--,supaya jangan dengan percuma aku berusaha atau telah berusaha. 3 Tetapi kendatipun Titus, yang bersama-sama dengan aku, adalah seorang Yunani, namun ia tidak dipaksa untuk menyunatkan dirinya. 4 Memang ada desakan dari saudara-saudara palsu yang menyusup masuk, yaitu mereka yang menyelundup ke dalam untuk menghadang kebebasan kita yang kita miliki di dalam Kristus Yesus, supaya dengan jalan itu mereka dapat memperhambakan kita. 5 Tetapi sesaatpun kami tidak mau mundur dan tunduk kepada mereka, agar kebenaran Injil dapat tinggal tetap pada kamu.


Nyatakanlah kebenaran: Allah Tidak Memandang Muka
Paulus ketika melakukan tanggung jawab pemberitaan Injil di jemaat Galatia menghadapi banyak masalah. Salah satu diantaranya adalah banyaknya saudara-saudara palsu, yakni orang-orang yang menyelundup ke dalam jemaat dan mempengaruhi jemaat untuk mengikuti pandangan mereka yang tidak mau Injil diberitakan kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi. Namun, masalah itu tidak membuat Paulus patah semangat untuk terus memberitakan Injil. Ia justru bersaksi bahwa Allah sesungguhnya tidak memandang muka. Latar belakang seseorang seperti status sosial, suku bangsa, sunat atau tidak sunat, dan hal lainnya tidak menjadi penghambat untuk orang mengenal Allah dan beriman kepada-Nya. Kebenaran inilah yang terus disaksikan di tengah beragamnya orang yang mendengarkan pengajaran Paulus. Keberanian untuk menyatakan kebenaran Injil, harus pula kita miliki. Kebenaran Injil yang diberitakan penting dalam membangun iman, karena semua orang dari bangsa manapun dikasihi Allah. Orang terpandang atau rakyat biasa, semuanya sama di hadapan-Nya. Allah tidak memandang muka dan Anugerah-Nya sama kepada setiap orang yang mendengarkan ajaran-Nya. Beritakanlah hal ini dengan berani!.

Doa: Ya Tuhan, sesungguhnya Engkau Allah pengasih yang tidak memandang muka. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN OKT-NOV 2023, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 22 – 28 Oktober 2023

Tema Bulanan : Memberitakan Injil dan Menatalayani Gereja

Tema Mingguan : Menatalayani Karunia Tuhan

Minggu, 22 Oktober 2023

bahan bacaan : 1 Korintus 12:1-11

Rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh
Sekarang tentang karunia-karunia Roh. Aku mau, saudara-saudara, supaya kamu mengetahui kebenarannya. 2 Kamu tahu, bahwa pada waktu kamu masih belum mengenal Allah, kamu tanpa berpikir ditarik kepada berhala-berhala yang bisu. 3 Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: "Terkutuklah Yesus!" dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: "Yesus adalah Tuhan", selain oleh Roh Kudus. 4 Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. 5 Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan. 6 Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang. 7 Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama. 8 Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan. 9 Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan. 10 Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu. 11 Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.

Gunakanlah Karunia Untuk Saling Melayani
Sejak awal penciptaan, Tuhan menciptakan segala yang ada di bumi ini berbeda. Ada berbagai macam jenis hewan, beranekaragam tumbuhan, berupa-rupa warna kulit dan wajah manusia serta jenis kelamin yang berbeda, dan banyak hal lain yang berbeda. Semuanya menunjukkan bahwa perbedaan adalah anugerah dari Tuhan yang satu. Begitu juga dengan karunia-karunia yang ada pada manusia, yang mana masing-masing orang memiliki karunia yang berbeda-beda; ada yang mendapat karunia berkata-kata dengan hikmat, ada juga yang dianugerahkan karunia berkata-kata dengan pengetahuan. Ada karunia iman, karunia menyembuhkan, karunia mengadakan mujizat, karunia bernubuat, dan lain sebagainya. Tuhan yang satu, melalui RohNYA memberikan kepada setiap orang karunia yang berbeda-beda agar setiap orang dapat berperan dalam sesuai karunia yang sudah dianugerahkan kepadanya. Tujuannya supaya tidak ada yang memonopoli peran dalam menolong sesama manusia. Semua orang dapat saling membantu melaksanakan perannya sesuai kapasitas karunia yang sudah dianugerahkan oleh Tuhan yang satu kepada masing-masing orang. Jadi, yang terpenting adalah saling membantu dan menopang dalam melakukan berbagai tugas dan pelayanan terhadap semua orang.

Doa: Tuhan, tolonglah kami untuk menggunakan karunia yang ada ini sebaik-baiknya. Amin.

Senin, 23 Oktober 2023

bahan bacaan : 1 Korintus 14 : 1-12

Sekali lagi tentang karunia Roh
Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat. 2 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia. 3 Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur. 4 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat. 5 Aku suka, supaya kamu semua berkata-kata dengan bahasa roh, tetapi lebih dari pada itu, supaya kamu bernubuat. Sebab orang yang bernubuat lebih berharga dari pada orang yang berkata-kata dengan bahasa roh, kecuali kalau orang itu juga menafsirkannya, sehingga Jemaat dapat dibangun. 6 Jadi, saudara-saudara, jika aku datang kepadamu dan berkata-kata dengan bahasa roh, apakah gunanya itu bagimu, jika aku tidak menyampaikan kepadamu penyataan Allah atau pengetahuan atau nubuat atau pengajaran? 7 Sama halnya dengan alat-alat yang tidak berjiwa, tetapi yang berbunyi, seperti seruling dan kecapi--bagaimanakah orang dapat mengetahui lagu apakah yang dimainkan seruling atau kecapi, kalau keduanya tidak mengeluarkan bunyi yang berbeda? 8 Atau, jika nafiri tidak mengeluarkan bunyi yang terang, siapakah yang menyiapkan diri untuk berperang? 9 Demikianlah juga kamu yang berkata-kata dengan bahasa roh: jika kamu tidak mempergunakan kata-kata yang jelas, bagaimanakah orang dapat mengerti apa yang kamu katakan? Kata-katamu sia-sia saja kamu ucapkan di udara! 10 Ada banyak--entah berapa banyak--macam bahasa di dunia; sekalipun demikian tidak ada satupun di antaranya yang mempunyai bunyi yang tidak berarti. 11 Tetapi jika aku tidak mengetahui arti bahasa itu, aku menjadi orang asing bagi dia yang mempergunakannya dan dia orang asing bagiku. 12 Demikian pula dengan kamu: Kamu memang berusaha untuk memperoleh karunia-karunia Roh, tetapi lebih dari pada itu hendaklah kamu berusaha mempergunakannya untuk membangun Jemaat.

Gunakanlah Bahasa yang Bisa Dimengerti dan Membangun

Setiap kata atau kalimat yang keluar dari mulut kita sejatinya harus membuat orang yang mendengarnya mengerti atau memahaminya secara jelas. Tujuannya agar pesan dari kata atau kalimat tersebut tidak saja terdengar namun juga dapat dilakukan. Sebab apa gunanya kita berbicara mengeluarkan kata dan kalimat jika yang disampaikan tersebut tidak dimengerti dan dipahami?. Apalagi jika perkataan yang dikeluarkan tidaklah membangun melainkan menjatuhkan atau melecehkan. Tentu tidak ada gunanya. Inilah yang mau ditegaskan oleh rasul Paulus ketika ia berbicara tentang karunia atau bahasa Roh. Paulus membedakan antara karunia Roh dan nubuat. Bedanya yaitu, tujuan berbicara dengan bahasa Roh yaitu kepada Allah, sehinggga hanya Allah yang mengerti bahasaNYA. Orang yang berbicara dengan bahasa Roh hanya membangun dirinya. Sedangkan orang yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia dengan tujuan menasehati, membangun, dan menghibur. Dalam hal ini, orang yang bernubuat membangun jemaat. Apa gunanya berkata-kata dengan bahasa Roh jika orang lain tidak mengerti dan memahaminya, tentu tidak akan membuat orang yang mendengarnya dapat membangun kehidupanya. Karena itu, pesan Paulus kepada jemaat Korintus, dan juga kepada kita adalah dalam hidup ini lebih baik menggunakan bahasa yang baik, dapat dimengerti dan membangun kehidupan jemaat dan sesama.

Doa: Mampukanlah kami untuk menggunakan bahasa yang dapat membangun. Amin.

Selasa, 24 Oktober 2023

bahan bacaan : 1 Korintus 16:1-4

Bantuan untuk Jemaat di Yerusalem
Tentang pengumpulan uang bagi orang-orang kudus, hendaklah kamu berbuat sesuai dengan petunjuk-petunjuk yang kuberikan kepada Jemaat-jemaat di Galatia. 2 Pada hari pertama dari tiap-tiap minggu hendaklah kamu masing-masing--sesuai dengan apa yang kamu peroleh--menyisihkan sesuatu dan menyimpannya di rumah, supaya jangan pengumpulan itu baru diadakan, kalau aku datang. 3 Sesudah aku tiba, aku akan mengutus orang-orang, yang kamu anggap layak, dengan surat ke Yerusalem untuk menyampaikan pemberianmu. 4 Kalau ternyata penting, bahwa aku juga pergi, maka mereka akan pergi bersama-sama dengan aku.

Menyisihkan Dan Mengumpulkan Bagi Pelayanan
Banyak cara yang dapat digunakan oleh kita untuk membangun kehidupan sesama, khususnya kehidupan jemaat. Ada yang dapat dilakukan melalui cara berdoa, atau langsung terlibat dalam pekerjaan-pekerjaan nyata bersama. Rasul Paulus, melalui firman Tuhan ini memberikan salah satu metode yang tepat untuk membangun jemaat Kristen di Yerusalem. Kepada orang-orang Kristen di Korintus, Rasul Paulus meminta agar pada hari pertama, setiap Minggu, orang-orang Kristen dapat menyisihkan sesuatu dan menyimpannya di rumah untuk pada saatnya nanti dikumpulkan dan dibawakan ke Yerusalem bagi pembangunan jemaat Kristen di Yerusalem. Hal ini dimaksudkan agar
sebagai keluarga Allah, orang-orang Kristen dimanapun dapat berpartisipasi secara langsung atau pun tidak langsung dalam membangun kehidupan jemaat. Ajakan rasul Paulus ini untuk
menyadarkan orang-orang Kristen di Korintus dan kita pada masa ini untuk selalu memiliki rasa kepekaan dan kepedulian dalam membangun kehidupan sesama. Hal itu dapat diwujudkan melalui cara menyisihkan dan mengumpulkan apa yang ada pada kita untuk menopang pekerjaan pelayanan. Berkat yang disisihkan dan dikumpulkan, kiranya dikelola dengan baik demi kepentingan membangun jemaat Semoga ajakan rasul Paulus ini menjadi hal yang terus diingat untuk kita lakukan.

Doa: Mampukanlah kami untuk menyisihkan dan mengumpulkan bagi pelayanan. Amin.

Rabu, 25 Oktober 2023

bahan bacaan : Efesus 4:9-16

9 Bukankah "Ia telah naik" berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah? 10 Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu. 11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, 12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, 13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, 14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, 15 tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. 16 Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, --yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota--menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.

Kearifan Menatalayani Karunia Tuhan

Kelola hasil alam atau panen hasil adalah moment yang dinanti-nantikan setiap orang pada suatu jemaat atau tempat. Sebab dengan moment itu semua orang dapat menikmati Berkat yang Tuhan sediakan melalui alam ini untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup. Menatalayani Karunia Tuhan merupakan Tema Mingguan yang mengarahkan pandangan kita untuk bersyukur atas Nikmat yang Tuhan sediakan lewat alam semesta ini. Rasul Paulus menegaskan dalam bacaan hari ini tentang kecakapan mengelolah Berkat yang Tuhan berikan. Berkat tidak terbatas hanya pada hasil-hasil alam yang dapat dinikmati, bagi Paulus Berkat berkaitan juga dengan bakat, kompetensi dan karunia seseorang mengelolah tugas dan tanggung jawab yang diberikan. Oleh karenanya, mengingatkan Jemaat di Efesus untuk bertanggung jawab atas karunia yang Tuhan berikan. Walaupun banyak karunia dan berbeda-beda, namun harus dapat dikerjakan dengan penuh tertanggung jawab dan saling melengkapi. Dengan demikian, kita diingatkan untuk mengelola dan menatalayani Karunia Tuhan itu dengan pemahaman setiap tugas memiliki keunikan, dan keunikan-keunikan itu harusnya dapat saling memperkaya untuk sebuah pertumbuhan yang lebih baik.

Doa: kami mau mengelola Karunia yang Tuhan beri dengan arif. Amin.

Kamis, 26 Oktober 2023

bahan bacaan : Keluaran 18 : 24-27

24 Musa mendengarkan perkataan mertuanya itu dan dilakukannyalah segala yang dikatakannya. 25 Dari seluruh orang Israel Musa memilih orang-orang cakap dan mengangkat mereka menjadi kepala atas bangsa itu, menjadi pemimpin seribu orang, pemimpin seratus orang, pemimpin lima puluh orang dan pemimpin sepuluh orang. 26 Mereka ini mengadili di antara bangsa itu sewaktu-waktu; perkara-perkara yang sukar dihadapkan mereka kepada Musa, tetapi perkara-perkara yang kecil diadili mereka sendiri. 27 Kemudian Musa membiarkan mertuanya itu pergi dan ia pulang ke negerinya.

Jagalah Kepercayaan itu!
Nasihat yang diberikan Yitro kepada Musa adalah solusi terhadap tugas yang dijalankan Musa tatkala memimpin Bangsa Israel. Sebab, dilhatnya Yitro bahwa Musa menanggung semua hal sendirian dan itu sungguh melelahkan. Oleh sebab itu, Yitro menyarankan untuk memilih orang-orang yang cakap, dapat dipercaya, Takut akan Tuhan, benci kepada pengejaran suap untuk membantu Musa menyelesaikan perkara-perkara umat. Orang-orang inilah yang akan menyelesaikan perkara-perkara kecil dan Musa berfokus kepada perkara-perkara besar. Musa mengikuti apa yang disarankan mertuanya. Dari kisah Musa diatas, ada pesan penting bagi kita. Pertama, Nasihat orang tua haruslah kita dengar dan patuhi. Sebab setiap nasihat dan ajaran orang tua terkandung nilai-nilai
kebaikan yang dapat menolong kita. Sebagai anak, belajarlah menjadi taat dan patuh kepada orang tua. Kedua, mempercayakan seseorang untuk menjadi pemimpin atau mengerjakan sesuatu adalah Karunia dan kesempatan untuk melayani sesama. Ketika kita dipercaya untuk menjadi pemimpin baik pemimpin rumah tangga, pemimpin organisasi, pemimpin masyarakat maka hendaknya kita melakukannya dengan Takut kepada Tuhan, Jujur, Tulus dan bertanggung jawab.

Jumat, 27 Oktober 2023

bahan bacaan : 1 Timotius 4:11-16

11 Beritakanlah dan ajarkanlah semuanya itu. 12 Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu. 13 Sementara itu, sampai aku datang bertekunlah dalam membaca Kitab-kitab Suci, dalam membangun dan dalam mengajar. 14 Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua. 15 Perhatikanlah semuanya itu, hiduplah di dalamnya supaya kemajuanmu nyata kepada semua orang. 16 Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.

Jangan Lalai Pergunakan Karuniamu
Kepada kita semua orang percaya, Roh Kudus yang tinggal dalam diri kita berkehendak
tugas, pekerjaan dan pelayanan kita sebagai saksi-saksi Kristus dalam memenangkan jiwa-jiwa bagi Kerajaan Sorga. Ada berbagai macam karunia yang diberikan oleh Roh Kudus yang harus dipergunakan dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan jemaat, untuk membangun iman mereka kepada Tuhan. Namun banyak di antara kita yang telah menerima karunia-karunia Roh tersebut, tetapi lalai untuk menggunakannya karena berbagai alasan dan sebab. Akibatnya karunia-karunia tersebut menjadi seperti tidak berguna atau tidak dapat dinikmati oleh jemaat Tuhan secara keseluruhan. Padahal, untuk memperoleh karunia-karunia Roh tersebut tidak mudah dan merupakan anugerah dari Tuhan. Sebuah karunia rohani lebih dari sebuah bakat alami yang dimiliki oleh seseorang kita dapat mengalami pertumbuhan, pembinaan dan pendewasaan sebagai jemaat Tuhan. Temukanlah karunia rohani yang diberikan oleh Roh Kudus kepada Anda. Jangan biarkan karunia itu tertidur sehingga tidak berfaedah bagi jemaat Tuhan. Ada tujuan dan maksud Allah dengannya. Jangan lalai dalam menggunakannya, agar jangan karunia itu diambil kembali oleh Allah.

Doa: Tuhan, tolonglah kami agar tidak lalai menggunakan karunia Roh-Mu. Amin.

Sabtu, 28 Oktober 2023

bahan bacaan : 2 Korintus 8:1-7

Pelayanan kasih
Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia. 2 Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan. 3 Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka. 4 Dengan kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus. 5 Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami. 6 Sebab itu kami mendesak kepada Titus, supaya ia mengunjungi kamu dan menyelesaikan pelayanan kasih itu sebagaimana ia telah memulainya. 7 Maka sekarang, sama seperti kamu kaya dalam segala sesuatu, --dalam iman, dalam perkataan, dalam pengetahuan, dalam kesungguhan untuk membantu, dan dalam kasihmu terhadap kami--demikianlah juga hendaknya kamu kaya dalam pelayanan kasih ini.

Melayani, Berbagi, Bersukacita
“Melayani-melayani lebih Sungguh, Tuhan lebih dulu Melayani kepadamu, Melayani-melayani lebih sungguh”. Pujian ini sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Pujian yang sungguh memberikan penguatan kepada kita untuk mengerjakan pelayanan dengan sungguh-sungguh. Paulus memberikan amanat kepada Titus untuk berkunjung ke Korintus dan mengajarkan umat tentang hidup saling melayani. Walaupun ada dalam penderitaan dan pergumulan hidup yang berat, mereka harus tetap hidup saling melayani dan berbagi. Jemaat melakukan seperti yang dinasehatkan, berbagi dari kelemahan dan kekurangan mereka. Inilah kekayaan yang sesungguhnya. Seringkali dalam pergumulan hidup ketika diperhadapkan dengan kesulitan dan kesakitan, kita cenderung untuk sulit melayani dan berbagi. Pikiran kita dipenuhi dengan persungutan, kemarahan serta penyesalan. Kita berulang kali mengecam keadaan. Benar, bahwa kemanusiaan kita lemah dan membuat kita terbatas sehingga tidak dapat mengelola energi negatif. Oleh karenanya, belajar dari Firman Tuhan hari ini, kita diberikan kesempatan untuk menjadi pribadi yang berhikmat mengelola persoalan hidup dan tidak membiarkan persolan itu membatasi Kemuliaan Tuhan berkarya dalam hidup kita. Belajarlah untuk tetap melayani dalam himpitan hidup, berbagi dalam kesulitan, bersukacita di tengah penderitaan. Sebab hanya dengan demikian, kita akan mengalami Kuasa dan Kemurahan Tuhan di dalam hidup kita.

Doa: Ya Tuhan. karuniakanlah Sukacita melayani dalam hidup kami di tengah-tengah berbagai kondisi. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN OKTOBER 2023, LPJ – GPM

Santapan Harian Keluarga, 15 – 21 Oktober 2023

Tema Bulanan : Memberitakan Injil dan Menatalayani Gereja

Tema Mingguan : Janganlah Kuatir akan Hidupmu

Minggu, 15 Oktober 2023

bahan bacaan : Matius 6 : 25-34

Hal kekuatiran
25 "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? 26 Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? 27 Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? 28 Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, 29 namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. 30 Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? 31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? 32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. 33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. 34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

Janganlah Kuatir Akan Hidupmu
Kita bersyukur atas kasih dan anugerah Tuhan dalam kehidupan yang dijalani setiap kasih dan rahmat-Nya selalu baru setiap pagi. Memang diakui sebagai manusia yang terbatas, terkadang ketika berhadapan dengan berbagai tantangan ataupun persoalan dalam hidup dan membuat kita kuatir. Sebagai orang tua kita kuatir terhadap masa depan anak-anak ketika melihat situasi dan kondisi dunia saat ini, Sebagai anak-anak yang sementara berjuang mencari-cari pekerjaan dan belum mendapatkannya, juga membuat mereka kuatir akan masa depan. Kita semua pasti mengalami kekuatiran dalam hidup. Menarik bahwa di hari ini, Tuhan Yesus menasehati kita sebagai orang percaya untuk jangan kuatir. Untuk itu, Tuhan Yesus menunjuk kepada burung-burung di langit yang tidak menabur dan menuai serta tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapa di sorga. Bunga bakung yang tumbuh tanpa bekerja dan memintal, namun keindahannya tidak disamai oleh Salomo dalam kemegahannya. Dari sini kita belajar bahwa hidup kita yang mengatur dan menentukan adalah Bapa di sorga. Untuk itu sebagai orang percaya kita harus selalu berharap kepadaNya sebagai sumber hidup dan berkat. Kita mesti mencari Allah dengan kerajaan dan kebenaran-Nya, maka kita selalu menikmati berkat jasmani maupun rohani dalam sukacita abadi.
Doa: Tuhan mampukan kami agar tidak kuatir namun tetap yakin akan tuntunan tangan kasihMu, Amin.

Senin, 16 Oktober 2023

bahan bacaan : Mazmur 37:1-11

Kebahagiaan orang fasik semu
Dari Daud. Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang; 2 sebab mereka segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau. 3 Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, 4 dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. 5 Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; 6 Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang. 7 Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya. 8 Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan. 9 Sebab orang-orang yang berbuat jahat akan dilenyapkan, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN akan mewarisi negeri. 10 Karena sedikit waktu lagi, maka lenyaplah orang fasik; jika engkau memperhatikan tempatnya, maka ia sudah tidak ada lagi. 11 Tetapi orang-orang yang rendah hati akan mewarisi negeri dan bergembira karena kesejahteraan yang berlimpah-limpah.

Jangan Iri Dengan Keberhasilan Orang Fasik
Orang fasik dalam kesaksian pemazmur adalah orang-orang yang jahat, sombong dan angkuh serta tidak mengakui akan kemahakuasaan Tuhan. Mereka menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keuntungan secara material. Kehidupan mereka seakan berhasil dan sukses dengan menikmati segala hasil perbuatan kejahatan mereka. Pemazmur menasehati kita sebagai keluarga Allah untuk tidak ini atau sakit hati dan marah kepada orang-orang seperti itu. Jikalau bersikap seperti itu seakan-akan kita juga tergoda dan tergiur atas kesenangan hidup yang mereka nikmati. Dipicu oleh rasa kuatir dengan kondisi kita yang membandingkannya dengan orang fasik ini, maka nasehat pemazmur penting untuk mengingatkan kita agar tidak mudah terpengaruh dan mengikuti jejak atau jalan mereka. Sebab pemazmur tegaskan bahwa keberhasilan mereka tidak berlangsung lama atau bertahan selamanya. Ada waktu dimana mereka akan lenyap. Kita sebagai orang-orang percaya harus mewujudkan sikap kerendahan hati dan selalu bersyukur, sebab berkat Tuhan akan selalu disediakan jika kita mengerjakan setiap usaha dan kerja dengan baik dan benar. Itulah sebabnya mari berserah dan bergantung kepada Allah dalam Kristus sebagai sumber hidup dan berkat dalam kehidupan kita samua.
Doa: Tuhan tuntun kami dengan agar tidak mudah tergada dengan keberhasilan orang fasik. Amin.

Selasa, 17 Oktober 2023

bahan bacaan : Mazmur 55 : 21-24

20 (55-21) Orang itu mengacungkan tangannya kepada mereka yang hidup damai dengan dia, janjinya dilanggarnya; 21 (55-22) mulutnya lebih licin dari mentega, tetapi ia berniat menyerang; perkataannya lebih lembut dari minyak, tetapi semuanya adalah pedang terhunus. 22 (55-23) Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah. 23 (55-24) Tetapi Engkau, ya Allah, akan menjerumuskan mereka ke lubang sumur yang dalam; orang penumpah darah dan penipu tidak akan mencapai setengah umurnya. Tetapi aku ini percaya kepada-Mu.

Jangan Kuatir, Tuhan Tetap Memelihara kita
Manusia, pada dirinya selalu memiliki rasa kuatir. Hal itu karena manusia bukanlah makhluk sempurna, melainkan makhluk ciptaan Tuhan yang terbatas dan memiliki kekurangan. Adapun maksud Allah menciptakan manusia sebagai makhluk yang tidak sempurna, meskipun diciptakan serupa/segambar dengan Allah, yaitu supaya manusia sadar bahwa hidupnya harus bergantung pada Allah sebagai Pencipta. Hal ini berarti, dalam menjalani kehidupan yang Tuhan telah anugerahkan ini, manusia tidak perlu takut, bahkan jangan kuatir terhadap apapun; Jangan kuatir besok mau makan apa, jangan kuatir terhadap siapapun yang mengancam hidup kita, jangan kuatir terhadap musuh yang menyerang kita. Firman Tuhan dalam Mazmur 55:21-24 dengan jelas memberi penegasan bahwa apapun tantangan dan permasalahan hidup yang membuat manusia kuatir akan hidup ini, serahkanlah kuatirmu kepada Tuhan (lihat ayat 23). Untuk apa menyerahkan segala kekuatiran hidup ini pada Tuhan? Tujuannya yaitu untuk Tuhan memelihara kita. Tuhan akan membiarkan kita teguh berdiri, bahkan kaki kita tidak akan goyah. Pesan firman Tuhan ini kepada kita adalah serahkanlah segala kekuatiran kita kepada Tuhan sebab sebagai Pencipta, Tuhan itu penuh kasih setia dan tidak akan membiarkan ciptaanNYA binasa bahkan menyelamatkan hidup kita.
Doa: Ya Tuhan, tolonglah kami agar dalam kekuatiran hidup, kami berserah kepada Tuhan. Amin.

Rabu, 18 Oktober 2023

bahan bacaan : Lukas 10:38-42

Maria dan Marta
38 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya. 39 Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, 40 sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku." 41 Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, 42 tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."


Pilihlah Hal Yang Terbaik
Dalam hidup ini ada dua hal yang selalu dikejar oleh manusia, yakni jasmani dan rohani. Kenyatannya banyak orang dalam hidup ini lebih condong menyukai dan mengejar hal yang bersifat jasmani ketimbang rohani. Begitu juga dengan dua perempuan yang disebutkan dalam teks bacaan ini, dua perempuan tersebut adalah Maria dan Marta. Disebutkan Maria lebih menyukai hal-hal yang bersifat rohani, seperti duduk dekat kaki Tuhan dan mendengar perkataan Tuhan. Sebaliknya, Marta sibuk melayani Yesus dengan hal-hal yang bersifat jasmani, seperti soal makan dan minum. Bagi Yesus orang-orang yang condong menyukai hal jasmani menunjukkan pada dirinya ada rasa kekuatiran akan hidup. Makanya, Yesus mengetahui bahwa Marta sibuk dengan hal jasmani, Yesus menyebut pada diri Marta ada rasa kuatir akan hidup, dan itu berarti sama saja dengan menyusahkan diri dengan banyak perkara. Sebaliknya, hal penting dan terbaik telah dilakukan oleh Maria, yaitu sibuk dengan perkara rohani, yakni mendengar perkataan Tuhan Yesus. Jadi, pesan penting dari Firman Tuhan ini kepada kita adalah pilihlah hal yang terbaik dalam hidup ini. mendengarkan perkataan Tuhan dan melakukannya dalam hidup setiap hari. Mengejar kebutuhan jasmani penting juga dalam hidup, tetapi jangan karena hal itu kita mengabaikan persekutuan dengan Tuhan sumber hidup.
Doa: Mampukanlah kami Tuhan, supaya dapat memilih yang terbaik yakni mendengarkan perkataan-Mu. Amin.

Kamis, 19 Oktober 2023

bahan bacaan : Mazmur 78 : 17 – 31

17 Tetapi mereka terus berbuat dosa terhadap Dia, dengan memberontak terhadap Yang Mahatinggi di padang kering. 18 Mereka mencobai Allah dalam hati mereka dengan meminta makanan menuruti nafsu mereka. 19 Mereka berkata terhadap Allah: "Sanggupkah Allah menyajikan hidangan di padang gurun? 20 Memang, Ia memukul gunung batu, sehingga terpancar air dan membanjir sungai-sungai; tetapi sanggupkah Ia memberikan roti juga, atau menyediakan daging bagi umat-Nya?" 21 Sebab itu, ketika mendengar hal itu, TUHAN gemas, api menyala menimpa Yakub, bahkan murka bergejolak menimpa Israel, 22 sebab mereka tidak percaya kepada Allah, dan tidak yakin akan keselamatan dari pada-Nya. 23 Maka Ia memerintahkan awan-awan dari atas, membuka pintu-pintu langit, 24 menurunkan kepada mereka hujan manna untuk dimakan, dan memberikan kepada mereka gandum dari langit; 25 setiap orang telah makan roti malaikat, Ia mengirimkan perbekalan kepada mereka berlimpah-limpah. 26 Ia telah menghembuskan angin timur di langit dan menggiring angin selatan dengan kekuatan-Nya; 27 Ia menurunkan kepada mereka hujan daging seperti debu banyaknya, dan hujan burung-burung bersayap seperti pasir laut; 28 Ia menjatuhkannya ke tengah perkemahan mereka, sekeliling tempat kediaman itu. 29 Mereka makan dan menjadi sangat kenyang; Ia memberikan kepada mereka apa yang mereka inginkan. 30 Mereka belum merasa puas, sedang makanan masih ada di mulut mereka; 31 maka bangkitlah murka Allah terhadap mereka: Ia membunuh gembong-gembong mereka, dan menewaskan teruna-teruna Israel.

Jangan Pernah Meragukan Tuhan Dalam Hidupmu
Setiap orang punya sejarah perjalanan hidup, dan di sepanjang sejarah hidup itu ada pengalaman yang baik dan juga buruk, ada hal positif tapi juga negatif. Sejarah perjalanan hidup memang penting, sebab dari situ kita banyak belajar tentang kehidupan yang pernah dijalani oleh kita untuk selanjutnya menjalani hidup ke masa depan. Dalam hal ini, sejarah perjalanan hidup merupakan pengalaman yang membantu kita untuk tidak ragu menjalani hidup di masa depan. Sama seperti yang diungkapkan oleh Asaf melalui nyanyian pengajarannya. Asaf mengungkapkan sejarah perjalanan bangsa lsrael keluar dari Mesir dengan tujuan agar di masa kini dan ke depannya umat Israel mengetahui tentang kesetiaan Tuhan yang menyediakan segala hal bagi kehidupan mereka meskipun selalu berbuat dosa dan memberontak kepada Tuhan. Air, roti (manna), dan lainnya disediakan dan diberikan kepada Israel walaupun mereka tidak percaya kepada Tuhan, namun tetap saja Tuhan menunjukkan kasih setiaNYA kepada Israel dan menyelamatkan mereka. Hal ini juga memberi pesan kepada kita untuk belajar dari sejarah hidup bahwa Tuhan selalu dengan setia menyetai dan memberkati hidup kita meskipun dosa dan ketidak-setiaan kepada Tuhan selalu kita lakukan. Atas dasar itu, tetaplah yakin pada Tuhan dan jangan pernah meragukan Tuhan dalam hidup ini jika ingin selalu menikmati keselamatan yang dari Tuhan.

Doa: Buatlah kami tetap yakin kepadaMU ya Tuhan Tuhanlah yang Memelihara kita

Jumat, 20 Oktober 2023

bahan bacaan : 1 Petrus 5 : 7

7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

Tuhan yang Memelihara Kita

Manusia dalam hidup ini selalu merasakan kuatir. Kuatir itu normal dan bisa dialami oleh siapa saja. Namun, setiap orang memiliki kekuatiran yang berbeda-beda. Orang kaya itu pasti kuatir mengenai masa depan kekayaannya, dan sebaliknya juga orang miskin kuatir dengan masa depan dari kemiskinannya. Kata kuatir sendiri memiliki arti takut atau gelisah dan cermas terhadap sesuatu hal yang belum diketahui dengan pasti. Jadi, kuatir itu berkaitan dengan bagaimana seseorang memikirkan masalah atau mengenai sesuatu hal yang tidak menyenangkan yang menurutnya akan terjadi sehingga membuat orang tersebut merasa takut dan tidak bahagia. Sering untuk mengantisipasi hal yang dikuatirkan tersebut orang lalu mengupayakan berbagai cara termasuk cara-cara yang keliru. Orang sering merencanakan bahkan bertindak di luar Tuhan hanya untuk mengantisipasi apa yang dikuatirkan olehnya. Firman Tuhan ini menghendaki kita untuk menyerahkan segala hal yang menjadi kekuatiran kita kepada Tuhan. Sebab Tuhanlah yang memelihara kita. la telah memelihara kita hari ini, sehingga ke depannya Tuhan pun akan tetap memelihara. Jangan melakukan apapun di luar kehendak Tuhan untuk menolong kita mengatasi hal yang dikuatirkan oleh kita sendiri. Serahkanlah kekuatiranmu kepada Tuhan.

Doa: Tuhan, tolonglah kami mengatasi hal yang mermbuat kuatir dalam hidup ini. Amin.

Sabtu, 21 Oktober 2023

bahan bacaan : Yesaya 41:8-10

Israel hamba TUHAN
8 Tetapi engkau, hai Israel, hamba-Ku, hai Yakub, yang telah Kupilih, keturunan Abraham, yang Kukasihi; 9 engkau yang telah Kuambil dari ujung-ujung bumi dan yang telah Kupanggil dari penjuru-penjurunya, Aku berkata kepadamu: "Engkau hamba-Ku, Aku telah memilih engkau dan tidak menolak engkau"; 10 janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.

Tuhan Menyertai dan Menalang Umat PilihanNya
Dalam hidup setiap orang pasti memiliki rasa takut dan bimbang untuk melangkah dan melakukan apapun. Orang takut melangkah sebab tidak tahu situasi dan kondisi di setiap perjalanan hidupnya. Orang bimbang karena takut salah dalam melakukan apapun. Itulah yang terjadi pada Yakub ketika Tuhan memilih dan memanggilnya menjadi hamba Tuhan, umat pilihanNYA. Ketakutan dan kebimbangan meliputi Yakub, sebab ia tidak tahu bagaimana harus melangkah dan menjalani hidup sebagai umat pilihanNYA. Yakub juga tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Nabi Yesaya mengatakan, atas ketakutan dan kebimbangan tersebut Tuhan berfirman: “jangan takut sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang sebab Aku ini adalah Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kananKu yang membawa kemenangan” (ay.10). Perkataan Tuhan sungguh menguatkan hati dan meneguhkan iman di saat-saat kebimbangan. Melalui firman Tuhan ini selaku umat pilihan Tuhan, Yakub dan kita diyakinkan bahwa ketakutan dan kebimbangan mungkin masih akan kita alami. Tetapi keyakinan bahwa Tuhan ada akan sangat menguatkan. Ada Tuhan yang selalu menyertai, menolong, meneguhkan, dan memegang kita dalam menjalani hidup dan melakukan segala sesuatu yang sesuai dengan kehendak Tuhan.

Doa Tuhan, sertai dan tolonglah kami dalam melangkah dan melakukan segala hal. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN OKTOBER 2023, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 08 – 14 Oktober 2023

Tema Bulanan : Memberitakan Injil dan Menatalayani Gereja

Tema Mingguan : Bersaksilah tentang Kristus

Minggu, 08 Oktober 2023

bahan bacaan : Yohanes 3 : 22-36

Kesaksian Yohanes tentang Yesus
22 Sesudah itu Yesus pergi dengan murid-murid-Nya ke tanah Yudea dan Ia diam di sana bersama-sama mereka dan membaptis. 23 Akan tetapi Yohanespun membaptis juga di Ainon, dekat Salim, sebab di situ banyak air, dan orang-orang datang ke situ untuk dibaptis, 24 sebab pada waktu itu Yohanes belum dimasukkan ke dalam penjara. 25 Maka timbullah perselisihan di antara murid-murid Yohanes dengan seorang Yahudi tentang penyucian. 26 Lalu mereka datang kepada Yohanes dan berkata kepadanya: "Rabi, orang yang bersama dengan engkau di seberang sungai Yordan dan yang tentang Dia engkau telah memberi kesaksian, Dia membaptis juga dan semua orang pergi kepada-Nya." 27 Jawab Yohanes: "Tidak ada seorangpun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga. 28 Kamu sendiri dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah berkata: Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya. 29 Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh. 30 Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil. 31 Siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi. Siapa yang datang dari sorga adalah di atas semuanya. 32 Ia memberi kesaksian tentang apa yang dilihat-Nya dan yang didengar-Nya, tetapi tak seorangpun yang menerima kesaksian-Nya itu. 33 Siapa yang menerima kesaksian-Nya itu, ia mengaku, bahwa Allah adalah benar. 34 Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas. 35 Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya. 36 Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya."

Bersaksi tentang Kristus

Banyak orang cenderung ingin memperoleh pujian, mendapatkan posisi yang utama (pertama), menjadi yang terbesar atau menjadi berkuasa; baik dalam pekerjaan, karier, pendidikan, usaha, cinta bahkan dalam pelayanan gereja. Akibatnya sering terjadi konflik dan perpecahan. Hal ini pun dijelaskan oleh Penulis Injil Yohanes tentang adanya perselisihan antara murid dari Yohanes Pembaptis dan pengikut Yesus tentang baptisan yang dianggap berbeda dengan baptisan yang dilakukan oleh guru mereka (ay.26). Selain itu, Yesus semakin dikenal dan disukai banyak orang sehingga mereka memberi diri untuk dibaptis. Akibatnya, para murid menjadi marah karena guru mereka mulai kehilangan pengaruhnya atau mendapat tempat kedua. namun ketika Yohanes Pembaptis mengetahui hal tersebut, ia mengatakan bahwa dirinya hanya sebagai orang yang mempersiapkan kedatangan Mesias. Yesus adalah Mesias Anak Allah, karena itu percayalah kepada Yesus (ay34-36). Yohanes telah memberikan teladan bagi kita tentang kerendahan hati. Tuhan Yesus harus menjadi pusat dari pemberitaan dan kesaksian, bukan diri kita. Percayakanlah hidup kita sepenuhnya kepada Yesus, Sumber Kehidupan.

doa : Tuhan tuntunlah kami agar memiliki kerendahan hati dalam menyaksikan Nama-Mu, amin.

Senin, 09 Oktober 2023

bahan bacaan : Roma 5 : 5-8

5 Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. 6 Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah. 7 Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar--tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati--. 8 Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

Pengharapan kepada Tuhan Yesus sebagai Juruselamat
Karya penyelamatan Allah dalam Kristus bagi kita sebagai orang percaya adalah merupakan anugerah yang besar dan ajaib, sebab tanpa anugerah itu, kita tetap hidup dalam dosa dan akibatnya adalah penghukuman kekal kepada kebinasaan. Paulus tegaskan hal tersebut kepada jemaat di Roma dan bagi kita sebagai keluarga Allah, bahwa hanya oleh dan didalam karya pengorbanan Tuhan Yesus maka setiap orang yang mengaku dan percaya akan diselamatkan. Pengakuan iman akan terwujud melalui seluruh kehidupan orang percaya pun kita sekeluarga yang tetap teguh dalam pengharapan kepada Kristus sebagai Juruselamat. Sekalipun kita menghadapi berbagai tantangan iman serta bergumul dengan kuasa dosa dan kedagingan. Namun kita yakin dan percaya, kita akan menjadi pemenang karena pengharapan kita hanya kepada Allah didalam Kristus. Nasehat ini penting bagi kita agar tidak perlu ragu dan kecewa atas berbagai persoalan dan tantangan hidup yang menjadi salib dalam kehidupan pribadi maupun keluarga. Dari pengalaman dan kenyataan hidup dalam cinta kasih Allah yang menyelamatkan, akan menjadi sarana bagi kita untuk bersaksi tentang Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat bagi semua orang yang belum percaya kepadaNya.

Doa: Roh Kudus menuntun orang percaya untuk menuruti perintah Tuhan. Amin.

Selasa, 10 Oktober 2023

bahan bacaan : Roma 5 : 9-11

9 Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah. 10 Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya! 11 Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu.

Bermegah didalam Kasih Kristus yang Menyelamatkan
Rasul Paulus tegaskan kepada jemaat di Roma, bahwa oleh karya penebusan Tuhan Yesus yang menderita dengan darahNya yang tercurah di kayu salib telah mendamaikan kita dengan Allah. Ketika manusia pertama Adam dan Hawa, jatuh dalam dosa, maka manusia kehilangan kemuliaan Allah dan menjadi seteru Allah. Namun cinta kasih Allah yang besar, membuat Allah tidak menginginkan manusia binasa karena penghukuman dosa dan maut. Allah datang sebagai manusia didalam Tuhan Yesus Kristus yang mengorbankan diri-Nya menjadi pendamaian antara Allah dengan manusia. Itulah sebabnya manusia yang tadinya menjadi seteru Allah, telah didamaikan dan
dibenarkan didalam cinta kasih Tuhan Yesus Kristus. Hal inilah yang memberikan sukacita abadi dan membuat setiap orang percaya termasuk kita sekeluarga untuk tetap dan selalu bermegah dalam cinta kasih Tuhan Yesus Kristus. Biasanya orang akan bermegah karena hal-hal secara lahiriah atau material semata, seperti mempunyai uang yang banyak, harta yang melimpah, mempunyai jabatan, kedudukan atau kuasa. Hal seperti itu sangatlah manusiawi, namun semuanya itu hanya sementara dan tidak kekal serta tidak memberikan jaminan keselamatan. Paulus tegaskan bahwa hanya didalam cinta kasih Tuhan Yesus Kristus, maka setiap orang percaya pun kita sekeluarga akan menikmati dan mendapatkan keselamatan kekal. Kenyataan ini menjadi berita sukacita bagi semua dan hendaknya kita saksikan kepada orang lain pula melalui kata dan perbuatan tiap hari.


Doa: Terima kasih ya Yesus untuk kasih dan anugerah-Mu yang menyelamatkan kami. Amin.

Rabu, 11 Oktober 2023

bahan bacaan : Ibrani 3 : 1-6

Yesus lebih tinggi dari Musa
Sebab itu, hai saudara-saudara yang kudus, yang mendapat bagian dalam panggilan sorgawi, pandanglah kepada Rasul dan Imam Besar yang kita akui, yaitu Yesus, 2 yang setia kepada Dia yang telah menetapkan-Nya, sebagaimana Musapun setia dalam segenap rumah-Nya. 3 Sebab Ia dipandang layak mendapat kemuliaan lebih besar dari pada Musa, sama seperti ahli bangunan lebih dihormati dari pada rumah yang dibangunnya. 4 Sebab setiap rumah dibangun oleh seorang ahli bangunan, tetapi ahli bangunan segala sesuatu ialah Allah. 5 Dan Musa memang setia dalam segenap rumah Allah sebagai pelayan untuk memberi kesaksian tentang apa yang akan diberitakan kemudian, 6 tetapi Kristus setia sebagai Anak yang mengepalai rumah-Nya; dan rumah-Nya ialah kita, jika kita sampai kepada akhirnya teguh berpegang pada kepercayaan dan pengharapan yang kita megahkan.

Bersaksi Tentang Tuhan Yesus Melalui Seluruh Kehidupan Kita
Betapa bahagianya kita sebagai orang percaya menjadi bagian dari satu persekutuan yang dikepalai oleh Tuhan Rasul Imam Besar. adalah perantara orang percaya yang telah dibenarkan untuk menerima anugerah keselamatan. Tentu bukanlah hal mudah dan gampang, dimana kita tetap setia dan taat dalam menjaga pengharapan agar tetap teguh kepada Tuhan Yesus. Berbagai tantangan iman, godaan dan tawaran dari dunia dan kekuatannya akan terus menantang dan menggoda pengharapan kita kepada Tuhan Yesus. Namun apapun situasi dan kondisinya, kita tetap bersyukur bahwa semua itu menjadi bagian untuk menguji kesetiaan dan ketaatan kepada Tuhan Yesus. Kita akan gagal dan sia-sia ketika kekuatan dan kemampuan sebagai manusia yang kita andalkan. Kita mesti tunduk dan takluk kepada tuntunan Tuhan melalui kuasa roh-Nya, agar semua yang dilakukan bukanlah kehendak kita, melainkan kehendak Tuhan. Pekerjaan, usaha maupun pengabdian, pelayanan serta pendidikan anak-anak menjadi media untuk melakukan perintah dan kehendakNya sebagai wujud pengharapan kita menuju keselamatan kekal. Semua aktivitas itupun menjadi hal penting untuk kita bersaksi tentang Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat bagi dunia dan semua orang yang belum percaya. Dengan demikian semua itu kita lakukan dengan penuh kerendahan hati dan sukacita demi hormat dan kepujian namaNya.
Doa: Ajar kami Tuhan untuk selalu bermegah didalam kasihMu yang menyelamatkan. Amin.

Kamis, 12 Oktober 2023

bahan bacaan : 1 Timotius 4 : 6-10

6 Dengan selalu mengingatkan hal-hal itu kepada saudara-saudara kita, engkau akan menjadi seorang pelayan Kristus Yesus yang baik, terdidik dalam soal-soal pokok iman kita dan dalam ajaran sehat yang telah kauikuti selama ini. 7 Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah. 8 Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang. 9 Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya. 10 Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya.

Pengharapan Iman Kepada Kristus Yang Menyelamatkan
Hidup adalah sebuah perjuangan dengan berjerih lelah dalam menata dan membangunnya menuju kepada keselamatan kekal sebagai anugerah Allah didalam Kristus bagi setiap orang percaya. Hal ini menjadi inti nasehat rasul Paulus kepada Timotius sebagai anak didiknya yang akan melanjutkan tugas pelayanan pekabaran injil Kristus. Tidak sedikit tantangan iman yang dihadapi baik oleh Paulus maupun juga Timotius terhadap para penyesat yang menyebarkan ajaran-ajaran sesat. Demikian pun kita yang hidup saat ini, pun menghadapi berbagai tantangan iman. Baik itu karena berbagai ajaran-ajarab sesat namun juga berbagai penderitaan yang terkadang membuat kita ragu dan putus asa. Namun Paulus memberikan nasehat bagi Timotius serta kita semua untuk tetap berdiri teguh dalam iman dan pengharapan melalui persekutuan dengan Allah didalam beribadah. Sebab ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup sekarang maupun akan datang. Janji dari Tuhan yang selalu menuntun, menyertai dan memberkati kehidupan kita setiap waktu. Demikian juga janji keselamatan kekal sebagai anugerah dari Allah dalam Tuhan Yesus Kristus. Tentu kita akan tetap menjaga dan memelihara janji tersebut didalam pengharapan kita yang kokoh dan teguh.
Doa: Kuatkan kami Tuhan untuk tetap teguh dalam pengharapan kepadaMu. Amin.

Jumat 13 Oktober 2023

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 28 : 30-31

Paulus memberitakan Kerajaan Allah di Roma
30 Dan Paulus tinggal dua tahun penuh di rumah yang disewanya sendiri itu; ia menerima semua orang yang datang kepadanya. 31 Dengan terus terang dan tanpa rintangan apa-apa ia memberitakan Kerajaan Allah dan mengajar tentang Tuhan Yesus Kristus.

Rela Hati Dalam Melayani, Nama Tuhan Dimuliakan
Teladan yang baik disaksikan melalui kehidupan dan pelayanan rasul Paulus dalam memberitakan injil Kristus bagi semua orang. Paulus sebagai seorang Yahudi dengan penuh sukacita menjawab panggilan pelayana dari Tuhan Yesus untuk melayani bangsa-bangsa bukan Yahudi. Dalam nas bacaan di hari ini menyaksikan bahwa demi pelayanan pekabaran injil, Paulus selama dua tahun penuh tinggal di Roma pada sebuah rumah yang disewa dari uang sendiri. Semua orang datang dan diterima dengan oleh Paulus dengan sukacita ia mengajarkan mereka tentang kerajaan Allah dan Tuhan Yesus Kristus. Pelayanan yang dilakukan dengan kerelaan hati dan tanpa paksaan sekalipun ada yang harus Paulus korbankan berupa waktu, tenaga pun juga uang. Namun semua itu tidak seberapa arti dan nilai jika dibandingkan dengan pengorbanan Tuhan Yesus Kristus yang diberitakan oleh rasul Paulus. Kesaksian inipun mengajak kita untuk memberitakan tentang Tuhan Yesus melalui seluruh pekerjaan, usaha, pendidikan, pelayanan dan pengabdian diberbagai bidang hidup yang dianugerahi Tuhan bagi kita. Hendaknya semua itu kita lakukan dengan penuh sukacita dan kerelaan hati. Sebab dengan cara demikian semua orang akan melihat cara hidup dan pelayanan kita yang dengan sendirinya mereka pun percaya kepada Tuhan Yesus Kristus yang kita imani sebagai Tuhan dan Juruselamat kita.

Doa: Tuhan mampukan kami untuk melayani dengan keralaan hati demi kepujian namaMu. Amin.

Sabtu, 14 Oktober 2023

bahan bacaan : Ibrani 8 : 1-6

Imam Besar perjanjian baru
Inti segala yang kita bicarakan itu ialah: kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di sorga, 2 dan yang melayani ibadah di tempat kudus, yaitu di dalam kemah sejati, yang didirikan oleh Tuhan dan bukan oleh manusia. 3 Sebab setiap Imam Besar ditetapkan untuk mempersembahkan korban dan persembahan dan karena itu Yesus perlu mempunyai sesuatu untuk dipersembahkan. 4 Sekiranya Ia di bumi ini, Ia sama sekali tidak akan menjadi imam, karena di sini telah ada orang-orang yang mempersembahkan persembahan menurut hukum Taurat. 5 Pelayanan mereka adalah gambaran dan bayangan dari apa yang ada di sorga, sama seperti yang diberitahukan kepada Musa, ketika ia hendak mendirikan kemah: "Ingatlah," demikian firman-Nya, "bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu." 6 Tetapi sekarang Ia telah mendapat suatu pelayanan yang jauh lebih agung, karena Ia menjadi Pengantara dari perjanjian yang lebih mulia, yang didasarkan atas janji yang lebih tinggi.

Tuhan Yesus Sebagai Perantara Manusia Dengan Allah
Pelayanan para imam dalam peribadahan Israel sebagaimana yang diatur dalam hukum Taurat, bahwa mereka menjadi perantara umat dengan Allah. Setiap korban persembahan yang disampaikan umat kepada Allah diatur sedemikian rupa dengan berbagai aturan dan tata cara dan dibawa oleh imam besar sebagai perantara. Melalui nas bacaan saat ini, disaksikan bahwa tugas pelayanan para imam sebagai perantara antara Allah dan umat telah digenapi melalui karya pengorbanan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus menjadi Imam Besar dan Pengantara dari perjanjian yang mulia atas dasar janji yang lebih tinggi. Yakni perjanjian keselamatan yang telah dikaryakan oleh Allah sendiri. Hal tersebut menjadi sukacita bagi kita sebagai keluarga Allah, yang disebut juga Israel Perjanjian Baru, bahwa kita datang ke hadapan Allah tidak lagi membawa korban persembahan seperti dalam hukum Taurat di masa Perjanjian Lama. Namun melalui dan didalam Tuhan Yesus Kristus kita dilayakkan untuk datang dan bersekutu dengan Allah Bapa di Sorga. Ketika kita menaikkan doa baik secara pribadi, maupun bersyafaat bersama dengan umat, adalah penting bahwa doa kita panjatkan kepada Allah Bapa melalui perantara Tuhan Yesus Kristus. Hal ini menjadi kesaksian yang mesti kita beritakan didalam seluruh kehidupan sebagai orang percaya.

Doa: Terima kasih Tuhan Yesus. sebab Engkau menjadi perantara kami dengan Bapa di Sorga. Amin.

* SUMBER : SHK BULAN OKTOBER 2023. LPK-GPM