Minggu, 25 Desember 2022
bacaan : Lukas 2 : 8 – 20
Gembala-gembala
8 Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. 9 Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan. 10 Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: 11 Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. 12 Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan." 13 Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya: 14 "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya." 15 Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita." 16 Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. 17 Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. 18 Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka. 19 Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya. 20 Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.
Bersukacitalah Dalam Perjumpaan di Hari Natal
Menjelang perayaan Natal Kristus, orang-orang Kristen biasanya membersihkan dan menghias rumah, memasang pohon natal dll. Begitu pula, perayaan Natal Kristus dirayakan bukan hanya dalam bentuk menghadiri ibadah Natal sambil mengenakan pakaian yang baru dan indah, tapi dengan berlangsungnya sebuah perjumpaan. Ada satu hal yang menarik dari perayaan Natal Kristus setiap tahun, yaitu terjadi perjumpaan sanak saudara, antar tetangga, komunitas atau persekutuan. Inilah fakta menarik dan penting dari perayaan Natal Kristus di setiap tahunnya, yaitu perjumpaan. Fakta ini penting dan menarik sebab dalam perjumpaan tersebut ada sikap saling memaafkan kesalahan yang telah dilakukan, baik secara sadar maupun tidak sadar. Teks Lukas 2:8-20 menampilkan aspek penting yang terjadi saat peristiwa kelahiran Yesus Kristus. Aspek tersebut adalah perjumpaan antara malaikat Tuhan dengan gembala-gembala. Perjumpaan juga terjadi antara gembala-gembala dengan Yusuf, Maria, dan bayi Yesus. Perjumpaan yang terjadi membuat adanya perubahan pada gembala-gembala, yaitu ketakutan berubah menjadi keberanian, kesunyian menjadi sukacita serta memuji dan memuliakan Allah. Intinya, perjumpaan gembala-gembala dengan malaikat Tuhan dan keluarga Yesus membuat adanya suatu perubahan sikap dan perilaku hidup. Jadi, di perayaan Natal Kristus, hal terpenting yang harus kita miliki adalah menemukan makna perjumpaan. Perjumpaan kita dengan Tuhan di ibadah Natal, keluarga dan sanak saudara serta sesama manusia, selayaknya melahirkan perubahan hidup. Kita tak lagi takut melainkan berani menghadapi tantangan hidup, selalu bersukacita sambil memuji dan memuliakan Allah melalui perbuatan baik. Selamat merayakan Natal Kristus, 25 Desember 2022. Tuhan Yesus Sang Natalis memberkati kita.
Doa: ya Yesus, berkatilah perjumpaan kami di hari natal agar mendatangkan sukacita dalam hidup. Amin.
Senin, 26 Desember 2022
bacaan : Matius 2 : 16 – 18
Pembunuhan anak-anak di Betlehem
16 Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu. 17 Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia: 18 "Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat sedih; Rahel menangisi anak-anaknya dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi."
Teruslah Berjumpa Dengan Mereka yang Memberi Rasa Damai
Ada berbagai fakor yang dapat menyebabkan seseorang menjadi marah. Salah satunya adalah ketidakpatuhan. Itulah yang terjadi pada diri Herodes. Penyebab kemarahan Herodes adalah karena orang-orang majus tidak menuruti perkataannya. Herodes meminta orang majus menemui dan menyelidiki tentang Yesus dan kembali memberitahukan semua yang telah mereka ketahui karena ia ingin bertemu juga dengan-Nya (band. Matius 2:7-8). Ternyata, setelah orang-orang majus berjumpa dengan bayi Yesus beserta kedua orang tua-Nya, mereka tidak kembali menjumpai Herodes. Hal inilah yang membuat Herodes menjadi marah sehingga mengeluarkan maklumat untuk membunuh semua anak laki-laki yang berumur dua tahun ke bawah. Orang-orang majus tidak kembali ke Herodes sebab setelah berjumpa dengan bayi Yesus pikiran mereka diubah Tuhan. Orang-orang majus disadarkan, sehingga mereka tidak ingin berjumpa lagi dengan Herodes yang terkenal jahat dan kejam. Hal ini berarti ada perbedaan antara berjumpa Yesus (Anak Allah) dengan Herodes (raja di dunia). Berjumpa bayi Yesus (Anak Allah) melahirkan rasa damai sejahtera. Sebaliknya, berjumpa Herodes (raja di dunia) tidak membuat adanya damai hati. Jadi, dari kisah ini kita dapat belajar, sekaligus memahami betapa penting dimilikinya damai hati dan kerinduan untuk berjumpa dengan juruselamat. Perjumpaan dengan juruselamat menolong kita menemukan kebenaran. Mengetahui jalan mana yang Tuhan kehendaki untuk kita jalani. Yesus Sang Natalis menghendaki kita menjalani hidup dengan ciinta kasih dan tanpa kekerasan. Panggilan kita adalah menghidupkan bukan mematikan dan oleh sebab itu berusahalah agar terhindar dari perbuatan yang merusak atau mencelakakan orang lain. Pergunakanlah talenta dan kuasa yang ada pada kita untuk menghapus air mata, kesedihan dan keluh kesah orang lain.
Doa: Ya Tuhan, biarlah melalui Natal Kristus damai di hati ini tetap kami nikmati sepanjang hidup. Amin.
Selasa, 27 Desember 2022
bacaan : Lukas 17 : 11 – 19
Kesepuluh orang kusta
11 Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea. 12 Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh 13 dan berteriak: "Yesus, Guru, kasihanilah kami!" 14 Lalu Ia memandang mereka dan berkata: "Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam." Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir. 15 Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, 16 lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria. 17 Lalu Yesus berkata: "Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? 18 Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?" 19 Lalu Ia berkata kepada orang itu: "Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau."
Yesus Berkuasa Menyembuhkan dan Menyelamatkan
Umumnya ketika manusia mengalami sakit yang dibutuhkan adalah kesembuhan. Atas dasar itulah, orang sakit selalu menjumpai dokter dan minum obat agar bisa cepat sembuh. Biasanya juga orang menghampiri Tuhan dalam doa meminta Ia menyembuhkan penyakit yang diderita. Hal yang sama dilakukan pula oleh kesepuluh orang kusta, sebagaimana terdapat dalam bacaan teks ini. Ketika mengetahui bahwa Yesus sementara menyusuri wilayah dimana mereka berada, kesepuluh orang kusta ini datang dan menjumpai-Nya. Tujuannya hanya satu, yakni agar Yesus menyembuhkan mereka dari sakit kusta yang dialami. Yesus kemudian menyuruh mereka memperlihatkan diri kepada para imam. Namun, di tengah jalan kesepuluh orang kusta ini mengalami kesembuhan. Sembilan dari sepuluh orang kusta yang disembuhkan Yesus, pergi tanpa berita. Hanya ada satu yakni orang Samaria yang kembali menemui Yesus, bersujud, bersyukur dan memuliakan Allah. Orang ini memang sudah sembuh dari sakit kusta yang ia alami. Namun ketika ia kembali lagi menjumpai Yesus untuk mengucap syukur, kepada-Nya dianugerahkan hal lain yang sangat berarti, yakni keselamatan. Kata Yesus: “berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkanmu” (ay.19). Ia tidak hanya sembuh, namun juga mengalami selamat. Hal ini disebabkan karena imannya. Ia sembuh dan selamat karena diyakininya bahwa Yesus bukan hanya menyembuhkannya. Yesus juga telah menyelamatkannya. Jadi, dari firman Tuhan ini kita diingatkan bahwa jangan hanya menjumpai Tuhan untuk apa yang kita inginkan atau butuhkan. Datanglah pada-Nya agar kita juga memahami apa yang dikehendaki-Nya bagi kita. Jangan lupa untuk terus menjumpai Tuhan, bersyukur dan memuliakan-Nya agar Ia menganugerahkan baik kesembuhan maupun keselamatan. Yesus pasti memberi melebihi apa yang kita inginkan.
Doa: Ya Tuhan, kami bersyukur sebab berjumpa dengan-Mu, kami diberikan lebih dari yang kami minta dari-Mu. Amin.
Rabu, 28 Desember 2022
bacaan : Matius 9 : 27 – 31
Yesus menyembuhkan mata dua orang buta
27 Ketika Yesus meneruskan perjalanan-Nya dari sana, dua orang buta mengikuti-Nya sambil berseru-seru dan berkata: "Kasihanilah kami, hai Anak Daud." 28 Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya dan Yesus berkata kepada mereka: "Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?" Mereka menjawab: "Ya Tuhan, kami percaya." 29 Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: "Jadilah kepadamu menurut imanmu." 30 Maka meleklah mata mereka. Dan Yesuspun dengan tegas berpesan kepada mereka, kata-Nya: "Jagalah supaya jangan seorangpun mengetahui hal ini." 31 Tetapi mereka keluar dan memasyhurkan Dia ke seluruh daerah itu.
Percayalah Pada Yesus Dia-lah Juruselamat
Segala sesuatu yang kita lakukan pastinya dilatar-belakangi oleh apa yang disebut motivasi (daya dorong). Sama seperti dalam cerita Yesus menyembuhkan mata dua orang buta. Dua orang ini berjalan mengikuti Yesus sambil berseru “kasihanilah kami , hai anak Daud”. Tindakkan mereka yang berjalan mengikuti Yesus dalam keadaan buta, menjelaskan besarnya pengaruh motivasi. Mereka terdorong dan digerakkan oleh adanya keinginan untuk dijamah dan disembuhkan Yesus. Keinginan mereka untuk sembuh sangat kuat, sehingga menjadi berani masuk menjumpai Yesus dalam rumah dimana Ia berada. Kedua orang buta ini yakin bahwa Yesus dapat melakukan sesuatu untuk mata mereka yang tidak bisa melihat. Yesus tadinya sudah mendengar suara kedua orang buta ini, dan kini Yesus melihat lansung kedua orang buta tersebut datang dan menjumpai-Nya. Tentu, Yesus tahu bahwa kedua orang buta ini ingin dijamah dan disembuhkan oleh Yesus supaya bisa melihat. Yesus mendengar, melihat dan berkenen dengan upaya habis-habisan yang dilakukan kedua orang ini. Hal yang paling penting dari kisah ini adalah kedua orang tersebut terus mengikuti dan selalu berupaya menjumpai Yesus sebab mereka memiliki iman. Kedua orang tersebut sangat percaya bahwa dengan mengikuti Yesus, dan terus berupaya menjumpaiNya dalam iman, pasti Yesus akan menolong dan menyembuhkan. Keinginan untuk sembuh dari kebutaan didasarkan pada kesungguhan percaya. Keinginan tanpa iman tak pernah terwujud. Beriman tanpa berusaha mendekat pada Yesus pun sia-sia. Oleh sebab itu landaskanlah seluruh keinginan pada iman, teruslah berusaha untuk dekat pada Yesus dan terimalah anugerah-Nya. Yakinlah bahwa tak ada persoalan atau masalah yang lebih besar dari anugerah Tuhan. Jangalah kendorkan percayamu, Yesus pasti mendengar, melihat dan mengulurkan tangan kasih-Nya memberi pertolongan kepada kita.
Doa: Ya Tuhan, kuatkan kami untuk tidak saja mengikuti-Mu, namun juga selalu menjumpai-Mu dengan iman teguh. Amin.
Kamis, 29 Desember 2022
bacaan : Yohanes 1 : 35 – 42
Murid-murid Yesus yang pertama
35 Pada keesokan harinya Yohanes berdiri di situ pula dengan dua orang muridnya. 36 Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah!" 37 Kedua murid itu mendengar apa yang dikatakannya itu, lalu mereka pergi mengikut Yesus. 38 Tetapi Yesus menoleh ke belakang. Ia melihat, bahwa mereka mengikut Dia lalu berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu cari?" Kata mereka kepada-Nya: "Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?" 39 Ia berkata kepada mereka: "Marilah dan kamu akan melihatnya." Merekapun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia; waktu itu kira-kira pukul empat. 40 Salah seorang dari keduanya yang mendengar perkataan Yohanes lalu mengikut Yesus adalah Andreas, saudara Simon Petrus. 41 Andreas mula-mula bertemu dengan Simon, saudaranya, dan ia berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Mesias (artinya: Kristus)." 42 Ia membawanya kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata: "Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus)."
Mengikuti Yesus dan Tinggal Bersama-Nya
Meskipun saya susah, menderita dalam dunia, saya mau ikut Yesus sampai s’lama-lamanya. Demikian penggalan syair lagu saya mau ikut Yesus. Kita boleh mengajukan pertanyaan mengapa harus Yesus bukan yang lain? Jawaban atas pertanyaan in adalah karena sesungguhnya Yesus adalah Anak Domba Allah. Dia-lah Sang Penebus dosa manusia dan dunia. Yesus adalah Rabi (Guru), juga Mesias (yang diurapi). Mengikuti Yesus adalah pilihan yang menyelamatkan oleh sebab itu perlu dilakukan dengan pergumulan iman. Perlu kejelasan siapa sesungguhnya yesus, apa yang dikerjakan-Nya dan di mana Ia tinggal. Para murid tidaklah mengikuti Yesus karena ikut-ikutan atau terpaksa tapi atas dasar dimilikinya kesadaran. Mereka sadar dan rela untuk datang dan melihat lalu tinggal bersama-Nya. Kehidupan Yesus itu terbuka, tidak tertutup atau tersembunyi. Mengikuti Yesus ditopang pula dengan kepastian. Inilah maksudnya Yesus berkata: “marilah dan kamu akan melihatnya.” Mereka datang dan lihat, sehingga mengalami sendiri apa yang sudah didengar dari orang lain tentang diri-Nya. Mengikuti Yesus tidak boleh terjadi hanya karena dengar kata orang. Kita harus berjumpa secara langsung dengan Yesus dan tinggal bersama-Nya. Tetaplah pada kerelaan mengikuti Yesus dan tinggallah bersama Dia di penghujung tahun ini. Tinggallah bersama Yesus Sang Penyelamat, bukan dengan keraguan, kesombongan, tipu daya, kemalasan dan keragu-raguan. Kita juga terpanggil untuk datang dan lihat kenyataan sesungguhnya dari saudara, teman bahkan sesama manusia. Jalanilah hidup beriman dengan kepastian, jangan pada “dengar kata orang”. Datanglah dan lihat sendiri serta tinggallah bersama Yesus.
Doa: ya Yesus Penyelamat, datanglah dan tinggal bersama kami. Amin.
Jumat, 30 Desember 2022
bacaan : Yohanes 1 : 43 – 51
43 Pada keesokan harinya Yesus memutuskan untuk berangkat ke Galilea. Ia bertemu dengan Filipus, dan berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!" 44 Filipus itu berasal dari Betsaida, kota Andreas dan Petrus. 45 Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret." 46 Kata Natanael kepadanya: "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?" 47 Kata Filipus kepadanya: "Mari dan lihatlah!" Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!" 48 Kata Natanael kepada-Nya: "Bagaimana Engkau mengenal aku?" Jawab Yesus kepadanya: "Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara." 49 Kata Natanael kepada-Nya: "Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!" 50 Yesus menjawab, kata-Nya: "Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu." 51 Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia."
Tetaplah Hidup Sebagai Murid Yesus
Kita semakin mendekat pada penghujung tahun ini dan berkesempatan untuk terus belajar memahami pesan di balik kisah Yesus memanggil murid-Nya yang pertama. Yesus telah memasuki Galilea, tempat ia akan melayani. Ia tidak melayani seorang diri, tapi bersama para murid. Tahun ini akan segera diakhiri tapi pelayanan kita tak akan pernah selesai. Nas hari ini merupakan suguhan pelajaran agar kita layak mengakhiri tahun ini sebagai pengikut Yesus atau murid-Nya. Pertama, tahun ini tak boleh diakhiri dengan keraguan. Manusia dapat meragukan baik hidupnya sendri maupun Tuhan. Natanael pernah meragukan Yesus. “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?”. Mungkinkah Tuhan masih berkenan menyatakan kebaikan-Nya di penghujung tahun ini? Selamatkah kita mengakhiri tahun ini dan baik-baik saja di tahun depan? Apakah kesehatan, karier, pekerjaan, ekonomi dan hidup kita tetap berlangsung dalam jaminan pertolongan Tuhan? Mari tunduk dan diam sejenak di penghujung tahun ini merenungkan hidup dan kemurahan Tuhan. Kemurahan Tuhan tak akan berakhir, percayalah pada-Nya dan jangan ragu. Kedua, akhirilah tahun ini dalam pengakuan akan kemahakuasaan Allah. Keraguan Natanael ternyata ia selesaikan dengan cara “datang dan lihat” Yesus. Ia mendekat pada Yesus dan keraguannya diselesaikan. Ternyata, tanpa diketahui, yesus mengenal hidupnya. Yesus mengenal pula hidup kita masing-masing. Tak ada yang tersembunyi atau luput dari tilikkan-Nya. Mohonlah agar kehendak-Nya jadi atas hidup kita di penghujung tahun ini. Akuilah kebaikkan-Nya dan muliakanlah Dia dengan hidupmu. Ketiga, yakinlah bahwa Yesus akan membuat kita melihat atau menyingkapkan hal-hal yang belum pernah diketahui sebelumnya. Tahun depan masih menjadi rahasia, tapi Yesus akan memberi hikmat, pengertian, dan kuasa untuk memasukinya. Tuhan tak akan membiarkan kita pergi kalau Ia tidak menyertai.
Doa: Tuhan, datanglah dan lihat hidup kami, berilah pengasihan-MU. Amin.
Sabtu, 31 Desember 2022
bacaan : Mazmur 118 : 1 – 29
Nyanyian puji-pujian Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 2 Biarlah Israel berkata: "Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!" 3 Biarlah kaum Harun berkata: "Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!" 4 Biarlah orang yang takut akan TUHAN berkata: "Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!" 5 Dalam kesesakan aku telah berseru kepada TUHAN. TUHAN telah menjawab aku dengan memberi kelegaan. 6 TUHAN di pihakku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku? 7 TUHAN di pihakku, menolong aku; aku akan memandang rendah mereka yang membenci aku. 8 Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada manusia. 9 Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada para bangsawan. 10 Segala bangsa mengelilingi aku--demi nama TUHAN, sesungguhnya aku pukul mereka mundur. 11 Mereka mengelilingi aku, ya mengelilingi aku--demi nama TUHAN, sesungguhnya aku pukul mereka mundur. 12 Mereka mengelilingi aku seperti lebah, mereka menyala-nyala seperti api duri, --demi nama TUHAN, sesungguhnya aku pukul mereka mundur. 13 Aku ditolak dengan hebat sampai jatuh, tetapi TUHAN menolong aku. 14 TUHAN itu kekuatanku dan mazmurku; Ia telah menjadi keselamatanku. 15 Suara sorak-sorai dan kemenangan di kemah orang-orang benar: "Tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan, 16 tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan, tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan!" 17 Aku tidak akan mati, tetapi hidup, dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan TUHAN. 18 TUHAN telah menghajar aku dengan keras, tetapi Ia tidak menyerahkan aku kepada maut. 19 Bukakanlah aku pintu gerbang kebenaran, aku hendak masuk ke dalamnya, hendak mengucap syukur kepada TUHAN. 20 Inilah pintu gerbang TUHAN, orang-orang benar akan masuk ke dalamnya. 21 Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah menjawab aku dan telah menjadi keselamatanku. 22 Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. 23 Hal itu terjadi dari pihak TUHAN, suatu perbuatan ajaib di mata kita. 24 Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya! 25 Ya TUHAN, berilah kiranya keselamatan! Ya TUHAN, berilah kiranya kemujuran! 26 Diberkatilah dia yang datang dalam nama TUHAN! Kami memberkati kamu dari dalam rumah TUHAN. 27 Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita. Ikatkanlah korban hari raya itu dengan tali, pada tanduk-tanduk mezbah. 28 Allahku Engkau, aku hendak bersyukur kepada-Mu, Allahku, aku hendak meninggikan Engkau. 29 Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
Bersyukur di Penghujung Tahun.
Sebegini jauh Tuhan telah menuntun kita dengan kemurahan-Nya dan tiba di hari terakhir tahun 2022. Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya! (ayat 24). Pemazmur bersyukur karena ia sudah mengalami kebaikan Tuhan dalam hidupnya. Ia mengaktakan rasa syukurnya dalam kesadaran iman bahwa dirinya adalah hamba atau pelayan Tuhan, orang yang takut akan Tuhan dan orang benar. Mari akhiri tahun ini seturut ajakan pemazmur. Pertama, bersyukurlah kepada Tuhan sebab Ia baik. Kasih setia-Nya tetap untuk selama-lamanya. Kedua akuilah kebaikan-Nya dengan cara merenung masa-masa sulit yang pernah dialami. Kebaikan Tuhan terbukti saat kita mengalami kesesakan. Kita seakan sedang melintasi lorong sempit kehidupan, mengalami jalan buntu atau tak ada jalan keluar. Tak ada jalan keluar dari berbagai masalah baik kesehatan, ekonomi, pendidikan, direndahkan, ditolak, dibenci maupun kehilangan harmoni dan sukacita dalam keluarga. Pemazmur ternyata mengatasi kesesakan dengan cara berseru pada Tuhan. Tuhan berpihak kepadanya, menjawab dengan memberi kelegaan. Ia meluputkan, memberi kekuatan, keperkasaan, mengajar dan menjadikan pemazmur sebagai alat-Nya. Kebaikan Tuhan tidak saja dialami ketika sukses, sehat, dan kuat. Tuhan menyatakan kebaikan-Nya dalam masa hidup yang tenang dan tegang. Mari belajar untuk tidak; melupakan Tuhan saat sukses dan kenyang serta menghina-Nya kala gagal atau lapar. Ketiga, akhirilah tahun ini dengan mengikuti teladan pemazmur yang bermohon: ya Tuhan, berilah kiranya keselamatan! Ya Tuhan berilah kiranya kemujuran. Sungguh alangkah indah dan baiknya bila kita semua selamat dan mengalami kemujuran. Tahun ini semoga tidak diakhiri dengan keburukan, kejahatan, kebinasaan dan kegagalan. Akhirnya, yakinlah bahwa hari terakhir tahun ini adalah hari yang diberkati Tuhan. Tuhan pasti memberkati kita melewati titian hidup ini.
Doa: ya Penunggu jalan zaman, terimalah syukur kami di hari ini. Amin.
*SUMBER : SHK Bulan DESEMBER 2022, LPJ-GPM