Santapan Harian Keluarga, 29 Mei – 4 Juni 2022

Tema Bulan Mei : Membangun ketahanan keluarga, gereja dan masyarakat”.

Tema Mingguan : Mengasihi TUHAN dan Bencilah Kejahatan

Minggu, 29 Mei  2022                                     

bacaan : Mazmur 97 : 1 -12 

TUHAN adalah Raja
TUHAN adalah Raja! Biarlah bumi bersorak-sorak, biarlah banyak pulau bersukacita! 2 Awan dan kekelaman ada sekeliling Dia, keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Nya. 3 Api menjalar di hadapan-Nya, dan menghanguskan para lawan-Nya sekeliling. 4 Kilat-kilat-Nya menerangi dunia, bumi melihatnya dan gemetar. 5 Gunung-gunung luluh seperti lilin di hadapan TUHAN, di hadapan Tuhan seluruh bumi. 6 Langit memberitakan keadilan-Nya, dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya. 7 Semua orang yang beribadah kepada patung akan mendapat malu, orang yang memegahkan diri karena berhala-berhala; segala allah sujud menyembah kepada-Nya. 8 Sion mendengarnya dan bersukacita, puteri-puteri Yehuda bersorak-sorak, oleh karena penghukuman-Mu, ya TUHAN. 9 Sebab Engkaulah, ya TUHAN, Yang Mahatinggi di atas seluruh bumi, Engkau sangat dimuliakan di atas segala allah. 10 Hai orang-orang yang mengasihi TUHAN, bencilah kejahatan! Dia, yang memelihara nyawa orang-orang yang dikasihi-Nya, akan melepaskan mereka dari tangan orang-orang fasik. 11 Terang sudah terbit bagi orang benar, dan sukacita bagi orang-orang yang tulus hati. 12 Bersukacitalah karena TUHAN, hai orang-orang benar, dan nyanyikanlah syukur bagi nama-Nya yang kudus.

Hidup Benar Dan Kudus

Mazmur 97 memiliki tiga bagian yang memberi pengharapan kepada bangsa Israel. Pertama(1-5) mengajak bangsa Israel melihat kemuliaan Allah. Kemuliaan-Nya tampak melalui berbagai tanda di alam (awan, api, kilat, langit, dan sebagainya). Tanda-tanda ini menunjukkan takhta Allah yang berlandaskan pada keadilan dan hukum-Nya. Kedua (6-9) menunjukkan respons alam dan manusia. Jika alam melalui langit memberitahukan keadilan Allah, respons manusia justru beragam. Manusia bisa menerima atau menolak-Nya. Mereka yang menolak-Nya akan mendapat konsekuensi. Mereka yang menerima-Nya akan mendapat sukacita. Apa pun responsnya, Allah berdaulat atas segalanya. Ketiga (10-12) tindakan Allah kepada mereka yang menerima-Nya. Allah mencintai, menjaga, dan menyelamatkan mereka. Terang akan hadir bagi mereka. Karena itu, orang Israel diminta untuk bersukacita dalam pengharapan kepada Allah. Ketiga struktur ini menguatkan orang Israel bahwa Allah Yang Mahakuasa tidak tinggal diam. Ia menjaga mereka yang percaya kepada-Nya. Kasihilah Tuhan dengan segenap hatimu, hiduplah kudus dihadapan-Nya. Maka Engkau akan mendapat kasih dan penghargaan dalam pandangan manusia dan di mata Allah sendiri. Ia hanya meminta kita hidup benar dan menjauhi kejahatan, ketika kita melakukannya itu sangat menyukakan hati-Nya. Roh Kudus akan selalu memimpin kita. Tuhan kita adalah Raja di atas segala raja, kuasa-Nya tak terbatas melampaui pikiran kita. Jika kita sungguh mengasihi-Nya kita akan hidup sesuai kehendak-Nya dan ketika itu kita lakukan janji berkat dan penyertaan-Nya akan selalu ada dalam hidup kita. Sekalipun ada banyak tantangan dan persoalan, mesti kita yakin dan percaya bahwa kuasa Tuhan jauh melebihi segala persoalan dan tantangan yang kita hadapi. Yakin dan percayalah, Tuhan akan menolong dan menyelamatkan kita.

Doa:   Tuhan, kami ingin selalu hidup benar dan kudus dihadapan-Mu mampukan kami Tuhan agar kami hidup seturut kehendak-Mu. Amin.

Senin, 30 Mei 2022                                            

bacaan : Amos 5 : 14 – 15 

Hidup dan mati
14 Carilah yang baik dan jangan yang jahat, supaya kamu hidup; dengan demikian TUHAN, Allah semesta alam, akan menyertai kamu, seperti yang kamu katakan. 15 Bencilah yang jahat dan cintailah yang baik; dan tegakkanlah keadilan di pintu gerbang; mungkin TUHAN, Allah semesta alam, akan mengasihani sisa-sisa keturunan Yusuf.

Membuat Pilihan Yang Tepat

Hidup adalah pilihan, adalah frasa yang sering kita dengar. Dan pada kenyataannya, memang benar. Dari bangun pagi sampai waktu beristirahat di malam hari, kita terus diperhadapkan dengan berbagai pilihan. Ada pilihan rutin sehari-hari. Seperti pilihan menu untuk sarapan, makan siang dan makan malam atau pilihan busana harian. Ada pula pilihan-pilihan yang menyangkut prinsip hidup, yang mempengaruhi cara hidup, cara pikir untuk masa depan kita. Dalam nas hari ini, Allah menegaskan sebuah dimensi lain tentang arti mencari Dia. Mencari Allah berarti juga mencari yang baik dan membenci yang jahat. Mencari yang baik berarti melakukan segala sesuatu yang menyenangkan Allah dan bersukacita dalam melakukannya. Apa yang menyenangkan hati Allah? Nabi Amos menegaskan yakni mewujudkan dan membangun sikap untuk membela orang yang terpinggirkan. Amos juga menunjuk pada penegakan keadilan dalam kehidupan umat. Membenci kejahatan berarti bukan hanya menjauhi atau tidak melakukan kejahatan, melainkan juga melawannya. Selain itu kita melihat sebuah janji Firman Tuhan yang menyatakan bahwa Tuhan yang kita sembah adalah Imanuel yang senantiasa menyertai dan memberi kita kekuatan untuk dapat mengambil keputusan yang tepat dalam menjalani hidup ini. Musa berkata kepada bangsa Israel, “Pilihlah Tuhan, maka engkau akan hidup.” (bd. Ul.5:33). Karena Allah kita adalah Allah yang menyertai kita. Ia memberi aturan-aturan untuk hidup dalam kebenaran. Kemudian Ia menyertai dan memampukan kita untuk melakukan aturan-aturanNya. Ia mengawasi kita. Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar dan kita selalu ada dalam penjagaan-Nya. Sebagai keluarga Allah hendaknya kita bangun relasi senantiasa dengan Tuhan sebagai sumber hidup, sebab disitulah kekuatan, berkat dan sukacita bagi kehidupan kita. 

Doa: Ya Tuhan, beri kami kebijaksanaan untuk selalu memilih yang baik, agar hidup kami semakin berkenan kepadaMu. Amin.

Selasa, 31 Mei 2022                                                  

bacaan : Amsal 3 : 7

7 Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan;

Senangkan Hati-Nya Dengan Menjauhi Kejahatan

Kita bersyukur atas pernyataan Tuhan dalam seluruh perjalanan hidup kita sampai di penghujung bulan Mei 2022. Kita menikmati semua berkat hanya karena anugerah dan kasih sayang Tuhan bagi kita semua. Itulah sebabnya penting untuk selalu kita mewujudkan hidup takut Tuhan. Takut akan Tuhan berbicara mengenai kekuatan, kebesaran, kemuliaan, ororitas dan kekudusan Tuhan. Takut akan Tuhan itu positif, menggambarkan sebuah bentuk ketakutan yang sehat. Menerapkan takut akan Tuhan berarti kita menghormati Tuhan, patuh dan taat kepada perintahNya, tunduk secara total, berpegang kepadaNya dan percaya penuh kepadaNya. Mengenali Tuhan sebagai Allah yang berdaulat, dan memuliakanNya dengan segala yang kita lakukan. Jika kita takut akan Tuhan, maka secara otomatis kita akan memiliki sikap rendah hati tidak menganggap diri sendiri paling bisa atau paling pintar karena semua yang kita punya adalah hanya karena anugerahNya. Yohanes Pembaptis mengatakan biarlah aku yang semakin kecil dan Dia yang semakin besar (Yoh. 3:30). Selain itu kita semua adalah umat Allah yang dipanggil dan ditetapkan berbuah yang baik atau anak-anak terang. Kita adalah ranting-ranting yang tumbuh dari pokok pohon anggur yang benar, yaitu Yesus Kristus (Yoh.15:5). Anak-anak Tuhan harus menghasilkan buah yang terbaik dan harus kuat melawan kejahatan. Anak-anak Tuhan mengalahkan kejahatan bukan dengan kekerasan atau perlawanan dengan senjata namun mengalahkan kejahatan dengan perbuatan baik. Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan. Ujilah segala sesuatu, peganglah apa yang baik dan jauhilah kejahatan.  Senangkanlah Tuhan melalui sikap hidup kita cukup dengan taat saja itu sudah lebih dari cukup biarkan Tuhan yang jadi nahkoda atas hidup kita serahkan semua kepada Tuhan, biarlah Ia yang mengatur segalanya. Kiranya kita dimampukan oleh Tuhan untuk melakukan firmanNya.

Doa: Ya Tuhan, biarlah kami selalu mewujudkan sikap taat dan setia kepadaMu.  Amin

Rabu, 01 Juni 2022                                           

bacaan : 1 Petrus 1 : 13-16

Kekudusan dan kasih persaudaraan
13 Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus. 14 Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, 15 tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, 16 sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

Menjadi Kudus Dalam Seluruh Hidup

Rasul Petrus dalam kesaksiannya mengajak seluruh umat percaya untuk hidup Kudus. Ajakan ini penting dimaknai karena kehidupan orang percaya sudah sepenuhnya menjadi milik Allah. Ketika kita mengaku percaya kepada Yesus, itu berarti kita mempercayakan hidup dikuasai sepenuhnya oleh Allah yang kudus. Dengan cara itulah Allah menjadikan kita kudus, karena Allah yang kudus ada di dalam kita. Jika demikian, ajakan untuk hidup dalam kekudusan menjadi sesuatu yang mutlak. Kudus berarti berbeda. Orang percaya disebut kudus karena memang berbeda dari yang lain, yaitu bahwa kita adalah milik Allah yang dipilih-Nya sendiri untuk suatu tugas Ilahi di dunia. Kita hidup bagi Allah di dunia ini. Hidup yang dipisahkan dari cara hidup orang-orang dunia. Supaya hidup kudus, rasul Petrus mengingatkan agar selalu mempersiapkan akal budi, waspada dan meletakan pengharapan atas kasih karunia. Membangun kehidupan dalam ketaatan kepada hukum-hukum Allah, bukan menurut selera atau kemauan diri sendiri. Orang percaya adalah manusia yang kehidupannya dipenuhi oleh Kristus sehingga dalam seluruh kehidupannya, setiap tutur kata, pikiran, sikap dan perilaku harus mencerminkan Allah yang kudus. Memang bukanlah hal yang mudah dapat bertahan dalam kehidupan yang kudus karena selalu saja ada godaan yang membuat jatuh. Godaan  uang, jabatan, seks, dan sebagainya terkadang menjadi penghalang untuk mewujudkan kekudusan hidup. Kita diajak oleh firman Tuhan hari ini, tetaplah menjaga dan mempertahankan identitas sebagai orang kudus pilihan Allah agar kasih karunia Allah menjadi nyata dalam kehidupan.

Doa: Ajarilah kami untuk tetap setia dan hidup kudus sesuai ketetapan-Mu ya Tuhan,  Amin.

Kamis, 02 Juni 2022                                      

bacaan : Yohanes 3 : 19 – 21

19 Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat. 20 Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak; 21 tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah."

Menjauhi Kegelapan dan Hidup di Dalam Terang

Dalam percakapan Yesus dengan Nikodemus, penulis Injil Yohanes menekankan bagaimana Allah oleh Kasih-Nya telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal untuk membawa terang keselamatan kepada umat manusia, sehingga kebinasaan itu tidak akan terjadi. Tetapi manusia lebih suka hidup di dalam kegelapan sehingga walaupun Terang itu telah datang, manusia tetap hidup di dalam kegelapan sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat. Di dalam kehidupan kita, Tuhan Yesus mengajarkan agar kita hidup dalam terang artinya adalah hidup dalam Yesus Kristus, dimana Yesus yang menjadi cahaya terang itu. Salah satu sikap hidup dalam terang adalah hidup dalam kasih. Sedangkan mereka yang lebih menyukai kegelapan akan membenci terang dan berarti mereka lebih memilih untuk hidup di dalam dosa. Orang yang hidup dalam gelap adalah mereka yang mengabaikan Allah, terus berkanjang dalam kejahatan dan hidup dalam daging. Mereka akan kehilangan kemuliaan Allah bahkan kehilangan segalanya. Sebaliknya, orang yang hidup sebagai anak-anak Terang  Tuhan akan nyata dari perbuatannya yang menghasilkan buah-buah Roh: kasih sukacita, damai sejahtera, dan sebagainya. Hidup dalam Terang adalah hidup yang terus mengasihi Tuhan dan sesama, melayani Tuhan dengan sungguh, rajin beribadah, tekun berdoa dan terus melakukan kebaikan kepada sesama. Dan upah untuk hidup dalam Terang adalah sukacita, bahagia, dan sejahtera. Marilah terus hidup dalam terang Tuhan.

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk tetap hidup di dalam terangMu dan menjauhi kegelapan dosa. Amin.

Jumat, 03 Juni 2022                                                 

bacaan : Amsal 8 : 13

13 Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.

Takut Akan Tuhan, Membenci Kejahatan.

Kita sering mendengar dan mengatakan bahwa sebagai orang-orang Kristen harus hidup takut akan Tuhan. Tetapi yang menjadi pertanyaannya, apa yang dapat membuktikan bahwa kita benar-benar takut akan Tuhan? Apakah rasa takut akan Tuhan sama seperti rasa ketakutan yang selalu kita hadapi dalam hidup kita selama ini ketika kita berada dalam situasi mencekam? Tentu saja berbeda. Bila seseorang mengaku bahwa ia takut akan Tuhan, maka ia harus menjauhi berbagai perilaku, sikap dan perbuatan yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Sesuatu yang kurang tepat jika mengatakan bahwa kita adalah orang yang takut akan Tuhan tetapi hidup seenaknya sendiri. Takut akan Tuhan berarti kita memberikan rasa hormat yang penuh kepada Tuhan, dengan menjaga sikap, perilaku, perkataan dan perbuatan setiap saat. Menurut pembacaan kita di hari ini, takut akan Tuhan  seharusnya terefleksi dalam tindakan seperti membenci kejahatan, membenci kesombongan, tidak bertingkah laku jahat, dan tidak melakukan tipu muslihat. Sebagai orang percaya, kita perlu memperhatikan cara  menjalani hidup, termasuk di dalamnya cara bekerja, respons terhadap orang lain, termasuk ucapan dan pikiran dalam kehidupan keseharian. Tidakkah kita merasa ada yang aneh ketika “takut akan Tuhan” hanya dikaitkan dalam aktivitas kerohanian, lalu seolah menghilang dalam kehidupan keseharian? Seharusnya rasa takut akan Tuhan menggentarkan hati kita, sekaligus mencegah kita dari melakukan segala perbuatan yang tak berkenan di hadapan Tuhan. Karena itu,hiduplah  takut akan Tuhan dan bencilah kejahatan.

Doa: Ya Allah di dalam Yesus Kristus,  ajarilah kami untuk hidup takut akan Engkau, dengan menjauhi kejahatan. Amin.

Sabtu, 04 Juni 2022                                                      

bacaan : Roma 12 : 9

9 Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.

Jauhi Kejahatan dan Lakukan Hal Baik

Kita tentu pernah mendengar pepatah “ada udang di balik batu”. Pepatah ini sering membuat kita merasa skeptis atau ragu-ragu apabila ada orang yang biasanya bersikap tidak baik terhadap kita, tiba-tiba berbuat suatu kebaikan kepada kita. Mengapa demikian? Mungkin saja salah satu penyebabnya karena kita pernah merasa disakiti oleh orang tersebut. Ataukah kita pernah mendengar istilah “fake smile”? senyum yang penuh dengan kepura-puraan apabila kita bertemu dengan seseorang yang tidak kita sukai tetapi kita berusaha untuk menunjukan kebaikan. Firman Tuhan di hari ini mengajarkan kita untuk menunjukan kasih itu dengan sungguh-sungguh dan tidak berpura-pura. Apabila kita bersungguh-sungguh mengasihi orang lain, maka dengan sendirinya perilaku menjauhkan diri dari dosa dan kejahatan tidak akan dinampakkan, sebaliknya kebaikanlah yang akan kita lakukan. Paulus menasehati jemaat di Roma untuk hidup saling mengasihi satu dengan yang lain tanpa adanya kepura-puraan agar mereka dapat melakukan hal-hal yang baik satu terhadap yang lain. Dengan hidup saling mengasihi, umat Allah dapat menjalankan berbagai tugas panggilannya dengan baik dan “menghasilkan buah” bagi kemuliaan Allah dan kebahagian kehidupannya. Kita mesti menempatkan hal saling mengasihi sebagai ciri khas kehidupan. Banyak orang yang sering berkoar-koar berbicara tentang kasih, tetapi melaksanakannya begitu berat, akibatnya banyak yang kehilangan jati dirinya, dan bahkan sering melakukan hal-hal yang jahat kepada orang lain. Jadi, nampakkanlah kasih itu dalam perbuatan yang baik, bukan yang jahat.

Doa: Ya Allah Pengasih, ajarilah kami untuk mengasihi dan menjauhi kejahatan dalam kehidupn ini, Amin.

*SUMBER : SHK Bulan Mei-Juni 2022, LJP-GPM

Santapan Harian Keluarga, 22 – 28 Mei 2022

Tema Bulan Mei : Membangun ketahanan keluarga, gereja dan masyarakat”.

Tema Mingguan : Solidaritas sebagai perekat hubungan sosial

Minggu, 22 Mei 2021                                     

bacaan : Kejadian 47 : 1 – 12

Yakub dan Firaun
Kemudian pergilah Yusuf memberitahukan kepada Firaun: "Ayahku dan saudara-saudaraku beserta kambing dombanya, lembu sapinya dan segala miliknya telah datang dari tanah Kanaan, dan sekarang mereka ada di tanah Gosyen." 2 Dari antara saudara-saudaranya itu dibawanya lima orang menghadap Firaun. 3 Firaun bertanya kepada saudara-saudara Yusuf itu: "Apakah pekerjaanmu?" Jawab mereka kepada Firaun: "Hamba-hambamu ini gembala domba, baik kami maupun nenek moyang kami." 4 Lagi kata mereka kepada Firaun: "Kami datang untuk tinggal di negeri ini sebagai orang asing, sebab tidak ada lagi padang rumput untuk kumpulan ternak hamba-hambamu ini, karena hebat kelaparan itu di tanah Kanaan; maka sekarang, izinkanlah hamba-hambamu ini menetap di tanah Gosyen." 5 Lalu berkatalah Firaun kepada Yusuf: "Ayahmu dan saudara-saudaramu telah datang kepadamu. 6 Tanah Mesir ini terbuka untukmu. Tunjukkanlah kepada ayahmu dan kepada saudara-saudaramu tempat menetap di tempat yang terbaik dari negeri ini, biarlah mereka diam di tanah Gosyen. Dan jika engkau tahu di antara mereka orang-orang yang tangkas, tempatkanlah mereka menjadi pengawas ternakku." 7 Yusuf membawa juga Yakub, ayahnya, menghadap Firaun. Lalu Yakub memohonkan berkat bagi Firaun. 8 Kemudian bertanyalah Firaun kepada Yakub: "Sudah berapa tahun umurmu?" 9 Jawab Yakub kepada Firaun: "Tahun-tahun pengembaraanku sebagai orang asing berjumlah seratus tiga puluh tahun. Tahun-tahun hidupku itu sedikit saja dan buruk adanya, tidak mencapai umur nenek moyangku, yakni jumlah tahun mereka mengembara sebagai orang asing." 10 Lalu Yakub memohonkan berkat bagi Firaun, sesudah itu keluarlah ia dari depan Firaun. 11 Yusuf menunjukkan kepada ayahnya dan saudara-saudaranya tempat untuk menetap dan memberikan kepada mereka tanah milik di tanah Mesir, di tempat yang terbaik di negeri itu, di tanah Rameses, seperti yang diperintahkan Firaun. 12 Dan Yusuf memelihara ayahnya, saudara-saudaranya dan seisi rumah ayahnya dengan makanan, menurut jumlah anak-anak mereka.

Kalau Dapat Jabatan Dan Harta Jangan Lupa Saudara

Cerita tentang Malin Kundang sudah melegenda dan selalu diingat. Apabila dalam satu keluarga terdapat salah seorang anggota keluarga yang sudah sukses dan menduduki jabatan penting serta mempunyai banyak harta, namun melupakan orang tua dan saudara-saudaranya, maka orang akan menyinggung tentang cerita Malin Kundang. Kisah tentang Yusuf dalam bacaan  teks ini hendak menyadarkan kita yang cenderung memiliki sifat seperti cerita Malin Kundang. Menduduki jabatan orang terpenting di Istana Firaun, yakni sebagai orang nomor dua setelah Firaun, serta dipercayakan mengatur segala perekonomian bangsa Mesir, namun tidak membuat Yusuf melupakan orang tua dan saudara-saudaranya. Ketika kelaparan melanda tanah Kanaan, ayah Yusuf, yakni Yakub, bersama saudara-saudaranya mengungsi ke Mesir untuk membeli bahan makanan. Namun, ternyata setelah tiba di Mesir mereka bertemu dengan Yusuf. Ketika Yusuf mengetahui bahwa ayahnya dan saudara-saudaranya menderita kelaparan dan membeli makanan di Mesir, Yusuf pun memperkenalkan diri kepada ayah dan saudara-saudaranya. Tidak hanya itu, Yusuf juga memperkenalkan ayah dan saudara-saudaranya kepada Firaun, penguasa Mesir. Yusuf tidak menyangkal ayah dan saudara-saudaranya. Yusuf mengakui bahwa mereka adalah keluarganya. Yusuf juga melayani ayah dan sudara-saudaranya secara baik, sebagaimana hidup selaku anak dan sebagai orang bersaudara. Harta dan jabatan tidak membuat Yusuf menyangkali atau melupakan ayah dan saudara-saudaranya. Harta dan jabatan yang dimiliki oleh Yusuf dipakai juga untuk melayani orang tua dan saudara-saudaranya. Yusuf tidak bersikap seperti Malin Kundang yang menyangkali orang tua dan saudara-saudara ketika sudah memiliki harta dan jabatan. Intinya, hidup orang bersaudara itu bukan seperti Malin Kundang, tapi harus hidup seperti Yusuf.

Doa: Ya Tuhan, Jauhkanlah kami dari sikap melupakan orang bersaudara dalam segala keadaan. Amin.

Senin, 23 Mei 2022                                      

bacaan : Keluaran 2 : 16 – 22

16 Adapun imam di Midian itu mempunyai tujuh anak perempuan. Mereka datang menimba air dan mengisi palungan-palungan untuk memberi minum kambing domba ayahnya. 17 Maka datanglah gembala-gembala yang mengusir mereka, lalu Musa bangkit menolong mereka dan memberi minum kambing domba mereka. 18 Ketika mereka sampai kepada Rehuel, ayah mereka, berkatalah ia: "Mengapa selekas itu kamu pulang hari ini?" 19 Jawab mereka: "Seorang Mesir menolong kami terhadap gembala-gembala, bahkan ia menimba air banyak-banyak untuk kami dan memberi minum kambing domba." 20 Ia berkata kepada anak-anaknya: "Di manakah ia? Mengapakah kamu tinggalkan orang itu? Panggillah dia makan." 21 Musa bersedia tinggal di rumah itu, lalu diberikan Rehuellah Zipora, anaknya, kepada Musa. 22 Perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki, maka Musa menamainya Gersom, sebab katanya: "Aku telah menjadi seorang pendatang di negeri asing."

Bantulah Yang Lemah, Hargailah Yang Membantu Kita

Menolong kaum lemah dan tidak berdaya merupakan suatu panggilan bagi setiap orang, apalagi ketika kaum lemah tersebut sementara diganggu oleh orang lain yang lebih kuat dari mereka yang lemah. Musa telah melakukannya ketika melihat anak-anak perempuan dari seorang imam di Midian yang diganggu oleh gembala-gembala lain saat mereka menimba air. Musa tidak hanya menolong berupa mengusir gembala-gembala yang menyerang anak-anak perempuan imam di Midian tersebut, namun juga menimba air untuk perempuan-perempuan tersebut. Tindakan menolong tersebut menumbuhkan rasa empati dari imam Midian, sehingga menyuruh anak-anaknya memanggil Musa untuk diberi makan. Kisah ini memang menarik, sebab pada satu sisi menampilkan cerita yang sebenarnya menggugah rasa kepedulian terhadap kaum lemah sebagaimana yang ditampilkan oleh Musa terhadap kaum perempuan. Selain itu, kisah ini juga menyadarkan manusia untuk peduli terhadap orang asing, apalagi kehadiran orang asing menghasilkan kebaikan bagi seisi keluarga imam di Midian tersebut. Hal yang ingin ditegaskan dari kisah ini adalah: 1). jangan pernah berlaku kasar terhadap kaum lemah, dan memperlakukan orang-orang lemah yang tidak berdaya dengan perilaku-perilaku yang tidak baik. 2). Jika ada orang yang kehadirannya membawa kebaikan bagi seisi rumah, perlakukanlah dia secara baik, meskipun orang tersebut tidak memiliki garis keturunan dengan kita. Musa tidak memiliki garis keturunan dengan imam di Midian, namun karena kehadiran Musa membawa kebaikan bagi seisi rumah imam di Midian, maka Musa diperlakukan dengan baik. Sering kita memperlakukan pembantu rumah tangga dengan perlakuan tidak baik hanya karena tidak memiliki hubungan keluarga dengan kita. Padahal setiap hari pembantu rumah tangga melakukan pekerjaan untuk kehidupan seisi rumah. Hargailah mereka juga, sebab kehadirannya turut membawa manfaat dalam rumah kita.

Doa:    Ya Tuhan, tolonglah kami untuk menolong kaum lemah dan peduli dengan orang yang selalu membantu kami. Amin.

Selasa, 24 Mei 2022                                  

bacaan : Bilangan 30 : 10 – 16

10 Jika seorang perempuan di rumah suaminya bernazar atau mengikat dirinya kepada suatu janji dengan bersumpah, 11 dan suaminya mendengarnya, tetapi tidak berkata apa-apa kepadanya dan tidak melarang dia, maka segala nazar perempuan itu akan tetap berlaku, dan setiap janji yang mengikat diri perempuan itu akan tetap berlaku juga. 12 Tetapi jika suaminya itu membatalkannya dengan tegas pada waktu mendengarnya, maka ucapan apapun yang keluar dari mulutnya, baik nazar maupun janji, tidak akan berlaku; suaminya telah membatalkannya, dan TUHAN akan mengampuni isterinya itu. 13 Setiap nazar dan setiap janji sumpah perempuan itu untuk merendahkan diri dengan berpuasa, dapat dinyatakan berlaku oleh suaminya atau dapat dibatalkan oleh suaminya. 14 Tetapi apabila suaminya sama sekali tidak berkata apa-apa kepadanya dari hari ke hari, maka dengan demikian ia telah menyatakan berlaku segala nazar isterinya atau segala ikatan janji yang menjadi hutang isterinya; ia telah menyatakannya berlaku, karena ia tidak berkata apa-apa kepadanya pada waktu mendengarnya. 15 Tetapi jika ia baru membatalkannya beberapa lama setelah didengarnya, maka ia akan menanggung akibat kesalahan isterinya." 16 Itulah ketetapan-ketetapan yang diperintahkan TUHAN kepada Musa, yakni antara seorang suami dengan isterinya, dan antara seorang ayah dengan anaknya perempuan pada waktu ia masih gadis di rumah ayahnya.

Bermufakat Untuk Bersama Dalam Doa

Berjanji atau bersumpah kepada Tuhan merupakan suatu ikatan yang dibangun antara orang yang berjanji atau bersumpah dengan Tuhan, yang dalam Alkitab disebut bernazar. Dalam bacaan Alkitab tadi, disebutkan para perempuan akan bernazar “Jika Tuhan membawa pulang laki-laki saya (anak dan suami) dengan selamat, saya berjanji kepada Tuhan bahwa saya akan melakukan ini atau itu”, atau seorang anak perempaun bernazar “kalau Tuhan menyelamatkan ayah saya dari perang dan membawanya kembali dengan selamat maka saya akan melakukan ini atau itu”. Ada beberapa hal yang dapat ditemukan, yaitu : Tuhan memberikan hirarki atau urutan kepemimpinan kepada suami atau ayah pada posisi pertama dalam keluarga. Anak perempuan yang masih hidup satu rumah dengan ayahnya, maka nazarnya ditentukan oleh keputusan ayahnya. Jika ayah diam, berarti setuju, jika ayah melarang, nazar itu tidak berlaku. Demikian juga para istri, jika suami berdiam saat istri bernazar, maka nazar itu berlaku, namun jika suami melarang, maka nazar itu tidak berlaku. Jika perempuan itu tidak bersuami lagi, maka urutan hirarki keluarga ada pada dirinya sendiri, oleh karena itu saat dia bernazar, maka keputusannya langsung jadi, tidak ada yang dapat membatalkannya. Kisah tentang nazar kaum perempuan ini menarik. Ketertarikan kisah ini tidak terletak pada isi janji atau sumpah kepada Tuhan, melainkan soal membangun kesepahaman antara perempuan dengan anggota keluarganya. Tentu, kesepahaman tersebut akan tercipta melalui komunikasi yang lancar dan efektif dalam keluarga. Ada hal-hal yang perlu dipercakapkan antara perempuan dan anggota keluarganya sebelum mengambil keputusan untuk dibawa dalam doa berupa nazar. Mengapa harus dipercakapkan dan diputuskan bersama sebelum didoakan dalam bentuk bernazar? Sebab ketika sudah dibawakan dalam bentuk bernazar kepada Tuhan, hal tersebut telah terikat, sehingga harus ditepati. Meskipun keputusan final ada di tangan suami, atau ayah yang adalah kepala keluarga, namun hal tersebut tidak serta-merta mengabaikan aspek komunikasi yang baik dan efektif antar anggota keluarga.

Doa: Ya Tuhan, tolonglah kami untuk membangun komunikasi yang baik dan efektif adalam keluarga. Amin.

Rabu, 25 Mei 2022                                     

bacaan : 2 Raja – Raja 8 : 1 – 6

Raja menolong perempuan Sunem
Elisa telah berbicara kepada perempuan yang anaknya dihidupkannya kembali, katanya: "Berkemaslah dan pergilah bersama-sama dengan keluargamu, dan tinggallah di mana saja engkau dapat menetap sebagai pendatang, sebab TUHAN telah mendatangkan kelaparan, yang pasti menimpa negeri ini tujuh tahun lamanya." 2 Lalu berkemaslah perempuan itu dan dilakukannyalah seperti perkataan abdi Allah itu. Ia pergi bersama-sama dengan keluarganya, lalu tinggal menetap sebagai pendatang di negeri orang Filistin tujuh tahun lamanya. 3 Dan setelah lewat ketujuh tahun itu, pulanglah perempuan itu dari negeri orang Filistin. Kemudian ia pergi mengadukan perihal rumahnya dan ladangnya kepada raja. 4 Raja sedang berbicara kepada Gehazi, bujang abdi Allah itu, katanya: "Cobalah ceritakan kepadaku tentang segala perbuatan besar yang dilakukan Elisa." 5 Sedang ia menceritakan kepada raja tentang Elisa menghidupkan anak yang sudah mati itu, tampaklah perempuan yang anaknya dihidupkan itu datang mengadukan perihal rumahnya dan ladangnya kepada raja. Lalu berkatalah Gehazi: "Ya tuanku raja! Inilah perempuan itu dan inilah anaknya yang dihidupkan Elisa." 6 Lalu raja bertanya-tanya, dan perempuan itu menceritakan semuanya kepadanya. Kemudian raja menugaskan seorang pegawai istana menyertai perempuan itu dengan pesan: "Pulangkanlah segala miliknya dan segala hasil ladang itu sejak ia meninggalkan negeri ini sampai sekarang."

Taatilah Perintah Tuhan Supaya Perjuanganmu Berhasil

Semua orang tua pasti bersukacita ketika anaknya yang sudah meninggal hidup kembali. Itulah yang dirasakan oleh perempuan Sunem ketika anaknya dihidupkan lagi oleh Elisa.  Kisah tentang perempuan Sunem yang ditolong oleh raja hendak menampilkan adanya suatu sikap ketaatan perempuan Sunem ketika anaknya telah dihidupkan oleh Elisa. Ketaatan perempuan Sunem terlihat saat Elisa menyuruh perempuan Sunem beserta keluarganya pergi menetap sebagai pendatang di negeri orang Filistin karena kelaparan menimpa negeri perempuan Sunem selama tujuh tahun. Setelah lewat tujuh tahun di negeri Filistin, perempuan Sunem dan keluarganya kembali ke daerah asalnya. Saat telah pulang ke kampung halaman, perempuan Sunem dipertemukan dengan raja. Melalui Gehazi, perempuan Sunem bertemu dengan raja, dan dalam pertemuan tersebut perempuan Sunem menceritakan segala hal terkait perbuatan besar yang telah dilakukan oleh Elisa ketika menghidupkan lagi anaknya yang sudah meninggal. Pastinya, perempuan Sunem tersebut juga menceritakan tentang kepemilikan rumah  dan ladang miliknya yang ditinggalkannya selama tujuh tahun. Segala hal yang diceritakan oleh perempuan Sunem menimbulkan rasa simpati, bahkan empati pada raja, sehingga raja memerintahkan pegawai istananya untuk mengembalikan segala yang menjadi milik perempuan Sunem tersebut. Melalui kisah perempuan Sunem, ada pesan khusus yaitu karakter perjuangan hidup dari seorang perempuan untuk keluarganya. Persoalan kematian anaknya dan kesulitan ekonomi keluarganya diperjuangkan. Perjuangannya memberikan hasil, yakni: anaknya hidup kembali, kesulitan ekonomi tertangani selama tujuh tahun, serta harta milikinya (rumah dan ladang beserta hasilnya) didapatkan lagi. Salah satu faktor yang membuat segala perjuangan perempuan Sunem berhasil adalah ketaatan pada perintah Tuhan melalui Elisa sebagai abdi Allah. Hal ini berarti, dalam perjuangan untuk keluar dari permasalahan hidup, kita harus menjadi orang-orang yang taat pada perintah Tuhan. Tanpa ketaatan pada perintah Tuhan perjuangan kita akan sia-sia.

Doa: Ya Tuhan, jadikanlah kami umat yang taat dalam menghadapi permasalahan hidup. Amin.

Kamis, 26 Mei 2022    

bacaan : Mazmur 47 : 1 – 10

Allah, Raja seluruh bumi
Untuk pemimpin biduan. Dari bani Korah. Mazmur. (47-2) Hai segala bangsa, bertepuktanganlah, elu-elukanlah Allah dengan sorak-sorai! 2 (47-3) Sebab TUHAN, Yang Mahatinggi, adalah dahsyat, Raja yang besar atas seluruh bumi. 3 (47-4) Ia menaklukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasa kita, suku-suku bangsa ke bawah kaki kita, 4 (47-5) Ia memilih bagi kita tanah pusaka kita, kebanggaan Yakub yang dikasihi-Nya. Sela 5 (47-6) Allah telah naik dengan diiringi sorak-sorai, ya TUHAN itu, dengan diiringi bunyi sangkakala. 6 (47-7) Bermazmurlah bagi Allah, bermazmurlah, bermazmurlah bagi Raja kita, bermazmurlah! 7 (47-8) Sebab Allah adalah Raja seluruh bumi, bermazmurlah dengan nyanyian pengajaran! 8 (47-9) Allah memerintah sebagai raja atas bangsa-bangsa, Allah bersemayam di atas takhta-Nya yang kudus. 9 (47-10) Para pemuka bangsa-bangsa berkumpul sebagai umat Allah Abraham. Sebab Allah yang empunya perisai-perisai bumi; Ia sangat dimuliakan.

Markus 16 : 19 – 20 

19 Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. 20 Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Pakailah Hidupmu Seturut Kehendak-Nya

Seruan untuk memuji Tuhan ini didasarkan pada perbuatan Tuhan, IA yang Mahatinggi begitu dahsyat, Dia adalah Raja yang besar atas seluruh bumi. Pemakaian kata “dahsyat” di sini artinya sebagai “rasa hormat yang sangat dalam, hebat dan luar biasa” adalah gambaran Tuhan oleh sang pemazmur. Pemazmur memahami bahwa perbuatan Tuhan yang demikian dilakukanNya untuk kebaikan dan keselamatan umat pilihanNya Israel dengan menaklukkan bangsa-bangsa. Tuhah Allah memilih mereka menjadi kepunyaanNya yang begitu dikasihiNya. Tuhan Allah telah datang di tengah dunia sebagai manusia untuk menolong dan menyelamatkan umat manusia melalui Tuhan Yesus Kristus. Karya pelayanan, penyelamatan selama 3 tahun dengan menyatakan diriNya untuk keselamatan umat yang percaya. Pada akhirnya Tuhan Yesus terangkat ke surga seperti yang dikatakan penginjil Markus. Peristiwa itu terjadi sesudah Tuhan Yesus berbicara tentang hal-hal yang perlu disampaikan-Nya kepada para murid. Tuhan Yesus terangkat dan disaksikan oleh para murid-Nya. Sekarang Tuhan Yesus telah duduk di sebelah kanan Allah Bapa karena telah menyelesaikan tugas-Nya. Para murid Tuhan Yesus melanjutkan tugas-Nya, mereka awalnya ragu-ragu. Mereka bahkan belum mengerti apa makna dari peristiwa yang menimpa Guru mereka. Namun, setelah Yesus berbicara kepada mereka sebelum terangkat, mereka pun mengerti dan percaya. Kenaikan Kristus meneguhkan tugas kesaksian karena ada janji penyertaan-Nya. Jangan takut jika terpanggil untuk melaksanakan tugas panggilan yang Tuhan percayakan kepada kita. Ia akan memampukan memperlengkapi kita karena tidak ada rencana-Nya yang gagal dalam hidup kita. Kita hanya perlu mempunyai hati hamba untuk menjalankan panggilan-Nya seturut kehendak-Nya.

Doa: Ya Tuhan, Mampukan kami untuk menjalankan tugas panggilan-Mu dengan hati yang penuh syukur seturut kehendak-Mu. Amin.

Jumat, 27 Mei 2022                                      

bacaan : Nehemia 5 : 14 – 19

Sikap Nehemia yang tidak mencari keuntungan
14 Pula sejak aku diangkat sebagai bupati di tanah Yehuda, yakni dari tahun kedua puluh sampai tahun ketiga puluh dua pemerintahan Artahsasta jadi dua belas tahun lamanya, aku dan saudara-saudaraku tidak pernah mengambil pembagian yang menjadi hak bupati. 15 Tetapi para bupati yang sebelumnya, yang mendahului aku, sangat memberatkan beban rakyat. Bupati-bupati itu mengambil dari mereka empat puluh syikal perak sehari untuk bahan makanan dan anggur. Bahkan anak buah mereka merajalela atas rakyat. Tetapi aku tidak berbuat demikian karena takut akan Allah. 16 Akupun memulai pekerjaan tembok itu, walaupun aku tidak memperoleh ladang. Dan semua anak buahku dikumpulkan di sana khusus untuk pekerjaan itu. 17 Duduk pada mejaku orang-orang Yahudi dan para penguasa, seratus lima puluh orang, selain mereka yang datang kepada kami dari bangsa-bangsa sekeliling kami. 18 Yang disediakan sehari atas tanggunganku ialah: seekor lembu, enam ekor kambing domba yang terpilih dan beberapa ekor unggas, dan bermacam-macam anggur dengan berlimpah-limpah setiap sepuluh hari. Namun, dengan semuanya itu, aku tidak menuntut pembagian yang menjadi hak bupati, karena pekerjaan itu sangat menekan rakyat. 19 Ya Allahku, demi kesejahteraanku, ingatlah segala yang kubuat untuk bangsa ini.

Solidaritas Seorang Pemimpin

Kunci keberhasilan kepemimpinan Nehemia adalah pada takut akan Tuhan. Karena takut akan Tuhan akan membuat orang menjauhi kejahatan. Takut akan Tuhan membentengi seorang pemimpin untuk tidak tergoda melakukan korupsi, penyelewengan dan penyalahgunaan jabatan. Nehemia bukan pemimpin karbitan yang langsung diorbitkan. Dia menjadi pejabat publik setelah memiliki segudang pengalaman kepemimpinan. Nehemia telah teruji setia ketika menjadi bawahan di istana raja. Teruji dapat dipercaya dalam hal keuangan dengan bahan-bahan bangunan yang diberikan raja untuk pembangunan tembok Yerusalem. Telah teruji menghadapi tantangan dan persoalan baik dari luar maupun dari dalam. Nehemia menjadi pejabat publik karena telah lebih dahulu membuktikan kualitas kepemimpinannya. Karakter mulia, kerendahan hati dan sifat melayani Nehemia yang telah ditunjukkannya sebelum menjadi pejabat publik tidak berubah. Menjadi pemimpin masyarakat tidak merubah karakter ilahi Nehemia. Dia tetap menjadi pemimpin yang melayani dan memperhatikan kebutuhan bangsanya. Jadilah pemimpin yang rendah hati dan bersahaja yang juga mempunyai rasa solidaritas terhadap semua orang yang kita pimpin, sehingga itu semua dapat menjadi contoh dan teladan bagi orang lain dan kita tidak segan untuk selalu melihat ke bawah walaupun posisi kita sudah berada di atas. Semua yang kita miliki hanya karena anugerah-Nya yang memberi kita kesempatan untuk maju dan berkembang untuk kemuliaan-Nya. Jadilah pemimpin yang baik dan lakukan tugas yang Tuhan percayakan dengan selalu bergantung dan berharap kepadaNya. Kita memulai dari dalam kehidupan keluarga kita masing-masing sebagai orang tua maupun anak-anak.

Doa     : Ya Tuhan, Terima kasih untuk segala kepercayaanMu yang Engkau berikan. Mampukan kami untuk selalu menjadi berkat  Amin.

Sabtu, 28 Mei 2022                                         

bacaan : Imamat 25 : 35 -38 

Perlakuan terhadap orang miskin
35 "Apabila saudaramu jatuh miskin, sehingga tidak sanggup bertahan di antaramu, maka engkau harus menyokong dia sebagai orang asing dan pendatang, supaya ia dapat hidup di antaramu. 36 Janganlah engkau mengambil bunga uang atau riba dari padanya, melainkan engkau harus takut akan Allahmu, supaya saudaramu dapat hidup di antaramu. 37 Janganlah engkau memberi uangmu kepadanya dengan meminta bunga, juga makananmu janganlah kauberikan dengan meminta riba. 38 Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa kamu keluar dari tanah Mesir, untuk memberikan kepadamu tanah Kanaan, supaya Aku menjadi Allahmu.

Tidak Menutup Mata Dan Hati

Dalam ayat ini dikatakan orang Israel perlu menyokong saudara yang jatuh miskin agar tetap hidup. Penerapan instruksi ini mencerminkan seorang yang takut akan Allah dan tidak melupakan karya keselamatan-Nya. Bunda Teresa menghabiskan hampir seluruh hidupnya di Kalkuta, India. Ia berada di tengah-tengah masyarakat yang dianggap sebagai yang termiskin dari yang miskin dan melayani mereka. Ia menjadi wakil Tuhan untuk mereka yang termiskin dan terbuang. Bunda Teresa melayani orang yang lapar, gelandangan, buta, pincang, dan mereka yang menderita penyakit-penyakit yang bagi kebanyakan orang dianggap menjijikkan seperti lepra atau kusta serta sakit penyakit lainnya. Dia berhadapan setiap hari dengan mereka, namun dari pengalamannya sendiri, ia berkata bahwa the greatest poverty justru adalah orang-orang yang tidak ada yang mengasihi, orang-orang yang tidak diperhatikan, tidak ada yang mencintai dan orang-orang tertolak. Kemiskinan terparah bukanlah kelaparan, telanjang dan tidak punya rumah, melainkan rasa tidak dimiliki, tidak dicintai, tidak dipedulikan. Teladan bunda Teresa mengajarkan kita banyak hal. Salah satunya tetap mengasihi mereka yang miskin dan terbuang. Melayani mereka dengan penuh rasa empati bukan menyudutkan mereka karena keadaan mereka, tetapi dengan penuh cinta kasih dan menunjukkan karakter Kristus kepada mereka sebagai saudara kita yang membutuhkan pertolongan. Misalnya dengan berbagi makanan, memberi mereka kebutuhan yang dibutuhkan dan yang paling penting adalah mendoakan yang terbaik untuk mereka. Mari kita menjadi perpanjangan tangan Tuhan untuk menolong mereka yang miskin dan berkekurangan. Kita melakukannya dengan penuh sukacita sebab kita menikmati kasih dan sukacita didalam Tuhan Yesus Kristus.

Doa: Ya Tuhan, ajarlah kami untuk selalu peduli dan peka kepada sesama kami yang membutuhkan pertolongan.  Amin.

*SUMBER : SHK Bulan Mei 2022, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 15 – 21 Mei 2022

Tema Bulan Mei : “Membangun ketahanan keluarga, gereja dan masyarakat”

Tema Mingguan : “Pendidikan yang membebaskan

Minggu, 15 Mei 2022                                          

bacaan : Amsal 22 : 1 – 16     

Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas. 2 Orang kaya dan orang miskin bertemu; yang membuat mereka semua ialah TUHAN. 3 Kalau orang bijak melihat malapetaka, bersembunyilah ia, tetapi orang yang tak berpengalaman berjalan terus, lalu kena celaka. 4 Ganjaran kerendahan hati dan takut akan TUHAN adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan. 5 Duri dan perangkap ada di jalan orang yang serong hatinya; siapa ingin memelihara diri menjauhi orang itu. 6 Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu. 7 Orang kaya menguasai orang miskin, yang berhutang menjadi budak dari yang menghutangi. 8 Orang yang menabur kecurangan akan menuai bencana, dan tongkat amarahnya akan habis binasa. 9 Orang yang baik hati akan diberkati, karena ia membagi rezekinya dengan si miskin. 10 Usirlah si pencemooh, maka lenyaplah pertengkaran, dan akan berhentilah perbantahan dan cemooh. 11 Orang yang mencintai kesucian hati dan yang manis bicaranya menjadi sahabat raja. 12 Mata TUHAN menjaga pengetahuan, tetapi Ia membatalkan perkataan si pengkhianat. 13 Si pemalas berkata: "Ada singa di luar, aku akan dibunuh di tengah jalan." 14 Mulut perempuan jalang adalah lobang yang dalam; orang yang dimurkai TUHAN akan terperosok ke dalamnya. 15 Kebodohan melekat pada hati orang muda, tetapi tongkat didikan akan mengusir itu dari padanya. 16 Orang yang menindas orang lemah untuk menguntungkan diri atau memberi hadiah kepada orang kaya, hanya merugikan diri saja.

Bebaskan Diri Dari Yang Jahat dan Teruslah Berbuat Baik

Dari kecil teranja-anja, hingga besar terbawa-bawa” adalah sebuah peribahasa yang berkaitan erat dengan didikan orang tua terhadap anak-anaknya di rumah. Jika seorang anak sudah dididik dan dibiasakan untuk melakukan hal-hal baik maka itu akan menjadi kebiasaan yang dilakukannya kapan saja dan di mana saja anak itu berada, bahkan sampai masa tuanya; sebaliknya jika yang diperolehnya adalah didikan dan kebiasaan buruk maka itu juga yang akan dilakukan dalam kehidupannya.

Bacaan kita, merupakan kumpulan nasihat Salomo yang sangat berati bagi orang Israel. Jika kita membaca bagian ini, kita akan menemukan beberapa nasehat di situ, antara lain tentang :

  • Nama baik tidak dapat diukur dari harta kekayaan melainkan dari perbuatan baik yang dilakukan. Jadi teruslah berbuat baik.
  • Hati adalah pusat kebaikan dan kejahatan. Bila hati dipenuhi kejahatan maka pemilik hati akan berlaku jahat dan mencoreng nama baiknya; Bila hati mengandung kebaikan, maka kebaikan dan nama baik si pemilik hati akan selalu dikenang.
  • Kerendahan hati, baik hati dan kesucian hati merupakan wujud dari takut Tuhan. Orang yang takut Tuhan akan menjaga hatinya dari hal-hal yang jahat. Jadi bebaskan diri dari berbuat jahat.

Nasehat ini akan berguna jika diajarkan dan tidak didiamkan saja, Didiklah orang muda…. dari pada jalan itu.” (ay.6; band.Ul.6:7–9).

Hari ini kita peringati HUT Pattimura ke 205. Ada pelajaran yang didapat dari semangat kepahlawanan Pattimura dkk. “Lawamena haulala” adalah pekik perang menentang kaum penjajah yang  artinya maju terus, pantang mundur. Pekik ini kemudian menjadi falsafah hidup orang Maluku sekaligus penyemangat generasi muda agar terus maju ‘tuk bebaskan diri dari penjajah modern seperti : malas, judi, mabuk, serakah dan perbuatan buruk lainnya.

Doa: Tuhan, tolong kami bebaskan diri dari semua kebiasaan buruk. Amin.

Senin, 16 Mei 2022                                            

bacaan : Mazmur 32 : 8 – 9

8 Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu. 9 Janganlah seperti kuda atau bagal yang tidak berakal, yang kegarangannya harus dikendalikan dengan tali les dan kekang, kalau tidak, ia tidak akan mendekati engkau.

Jadikan Tuhan Pengendali Langkahmu

Pernahkah saudara melihat andong atau delman (bendi/sado/dokar) yang ditarik kuda? Kuda itu berkacamata tetapi bukan tepat dikenakan di depan kedua matanya, juga bukan dari lensa tetapi lebih seperti penutup. Kuda yang mengenakan kacamata akan fokus ke depan karena kacamata itu membuatnya tidak dapat melihat/ melirik ke kiri atau kanan sehingga akan mudah dikendalikan kusir dengan tali kekangnya..

Kedua ayat nas kita hari ini memuat pengajaran dan peringatan dari Tuhan bagi pemazmur (dan kita juga), antara lain :

  1. Jalan yang ditempuh haruslah sesuai dengan yang ditunjukan Tuhan dan Tuhan akan terus mengawasi perjalanan kita agar tidak tersesat …..mata-Ku tertuju kepadamu (ay.8)”.  Tuhan baik, Ia tak ingin kita tersesat dan binasa. Yang IA mau adalah kita bebas dari dosa dan selamat, karena itu IA menunjukkan kepada kita jalan  yang harus kita lalui. Dalam Yohanes 14 : 6 Yesus berkata : “Akulah jalan, kebenaran dan hidup…. So, ikutlah Yesus dan lakukanlah ajaran-ajaranNya agar kita selamat.
  2. Jangan keraskan hati sehingga susah diatur seperti kuda dan bagal. Janganlah seperti kuda atau bagal..…. ia tidak akan mendekati engkau (ay 9). Tuhan memang tidak suka dengan orang yang keras hati dan tidak mau mendengarkan suaraNya, seperti kuda atau bagal yang harus dikendalikan dengan kekang. Namun Tuhan tidak ingin memperlakukan kita seperti kuda atau bagal. Yang Tuhan inginkan adalah kita dengan sukarela mentaati firmanNya, bukan karena paksaan. Namun sebagai manusia yang mudah terjerumus dalam dosa, kita butuh pengendali. Hikmat dan Roh Tuhan selalu tersedia untuk mengarahkan hidup kita agar sesuai kehendak-Nya. Karena itu gunakan hikmat dan Roh Tuhan sebagai pengendali langkah kita sehingga kita tidak tersesat.

Doa: Tuhan, kendalikan langkahku agar selalu berjalan pada jalan-Mu. Amin.

Selasa, 17 Mei 2022                                                 

bacaan : Amsal 13 : 1

Anak yang bijak mendengarkan didikan ayahnya, tetapi seorang pencemooh tidak mendengarkan hardikan.

Serupa Tetapi Tidak Sama

Mona dan Moni adalah saudara kembar. Ibarat pinang dibelah dua, kemiripan mereka begitu sempurna secara fisik sehingga sulit dibedakan. Mereka baru dapat dibedakan saat berbicara, karena Mona berlidah “telor”. Sekalipun kembar, sifat mereka berbeda satu dengan lainnya. Selepas kuliah, Mona lebih suka berada di rumah dan membantu ibu mereka membereskan pekerjaan-pekerjaan di rumah atau terlibat dalam kebaktian-kebaktian dan pelayanan di jemaat. Mona sangat sopan dan memiliki rasa hormat terhadap orang yang lebih tua. Sebaliknya, Moni lebih suka kumpul dengan teman-temannya dan nongkrong di pinggir jalan. Moni menjadi anak yang susah diatur.

Bila melihat perilaku si kembar ini maka dapat dipastikan bahwa Mona adalah type anak bijak yang suka mendengarkan nasehat dan didikan orang tua sehingga itu berujud dalam sikap dan perilaku hidupnya. Sementara Moni adalah type anak yang tidak mau ditegur dan mengabaikan nasehat orang tua. Nasehat yang diberikan orang tua hanya masuk di telinga yang satu lalu keluar lagi di telinga yang lain. Menghadapi keadaan ini, orang tua si kembar tidak putus asa, mereka justeru memberi perhatian lebih kepada Moni, dengan harapan Moni bisa berubah.

“Anak yang bijak mendengarkan didikan ayahnya, tetapi seorang pencemooh tidak mendengarkan hardikan. Dari ayat ini dan kisah si kembar, kita belajar beberapa hal :

  • Saat nasehat kita diabaikan, rasanya seperti sedang membuang garam ke dalam laut. Namun jangan berhenti menasihati.
  • Merubah seseorang untuk menjadi lebih baik tidak dapat dilakukan secara instan tetapi butuh waktu dan kesabaran. Karena itu bersabarlah sambil terus berdoa.
  • Berikanlah perhatian lebih kepada mereka yang “susah diatur” karena perhatian lebih dapat membebaskan mereka dari sikap dan perilaku seorang bebal dan berubah menjadi orang bijak.

Doa: Tuhan, beri kami kesabaran untuk terus menasihati dan mendidik. Amin.

Rabu, 18 Mei 2022                                                  

bacaan : Amsal 13: 10

10 Keangkuhan hanya menimbulkan pertengkaran, tetapi mereka yang mendengarkan nasihat mempunyai hikmat

Milikilah Hikmat Dan Hindari Pertengkaran

John memergoki kedua kakaknya Michael dan Helmy, sedang membongkar bangkir isi lemari yang ada di kamar orang tua mereka dan menegur mereka.  Sadar bahwa aksinya telah diketahui, bukannya insyaf Michael malah mengatakan kepada John : “Se diam, se tu ade, jang ator beta. Kaluar sana.” Sementara Helmy memilih diam. John tidak keluar dan terus berusaha menyadarkan Michael. Ujung-ujungnya John dan Michael beradu mulut hingga adu jotos.

Saudaraku, banyak kali sebuah pertengkaran terjadi bukan hanya karena ingin membela sebuah kebenaran, tetapi lebih banyak terjadi karena “keangkuhan”. Dalam cerita di atas, jika yang menegur Michael dan Helmy adalah orang yang lebih tua, mungkin saja pertengkaran tidak terjadi, tapi karena yang menegur justeru adiknya, maka keangkuhan Michael jadi terusik. Di sisi lain, Helmy memilih diam karena mungkin saja dia sadar bahwa apa yang dia dan Michael lakukan itu salah.

Kata pengamsal dalam ayat nas kita : Keangkuhan hanya menimbulkan pertengkaran tetapi mereka yang mendengarkan nasihat mempunyai hikmat.” Ya, pertengkaran sering dipicu oleh keangkuhan karena keinginan untuk membenarkan diri dan membela ego. Namun di sisi lain, ada juga orang yang mau mendengar nasehat dan teguran karena ada hikmat di dalam dirinya. Hikmat membuat  seseorang menjadi rendah hati dan mengesampingkan ambisi dan ego diri, bersedia dinasihati, rela diajari, mengakui keterbatasan serta mengoreksi kesalahan sendiri. Karena itu milikilah Hikmat dan jauhilah keangkuhan maka pertengkaran dapat dihindari dan hidup menjadi damai.

Doa:  Tuhan, kami hanya mau berlindung pada-Mu. Amin.

Kamis, 19 Mei 2022                                      

bacaan : Amsal 13 : 13 – 14

13 Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan. 14 Ajaran orang bijak adalah sumber kehidupan, sehingga orang terhindar dari jerat-jerat maut.

Jangan Remehkan Firman Tuhan  

Masih ingat si kembar Mona dan Moni pada SHK dua hari lalu. Moni harus berurusan dengan polisi karena terjerat kasus narkoba. Hal ini berawal dari pertemanan Moni dengan mereka yang sudah terjerumus dalam dunia “hitam” (pemabuk, pengguna narkoba, pencuri dan pelaku tindak kejahatan lainnya). Sementara Mona semakin menjadi kesayangan banyak orang karena sejumlah prestasi yang diraihnya. Sebetulnya, si kembar selalu dinasehati dan diajak untuk membaca Friman Tuhan dan merenungkannya. Tetapi Moni acuh dan seolah meremehkan semuanya itu. Akibatnya Moni harus berurusan dengan pihak berwajib.

Ayat nas kita : “Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan.” Meremehkan artinya  menganggap tidak berarti.  Meremehkan atau menganggap tidak berarti firman Tuhan dapat menimbulkan sikap tidak percaya, ragu-ragu dan bahkan menolak firman itu sendiri.  Segala sesuatu yang menimbulkan ketidakpercayaan terhadap firman Tuhan pasti akan berakibat sangat fatal. Dan itulah yang terjadi dengan Moni. Sementara Mona yang taat melakukan firman Tuhan, mengalami sukacita karena banyak berkat yang ia terima dalam hidupnya.

Belajar dari kasus si kembar dan ayat nas hari ini, kita diingatkan untuk tidak meremehkan firman Tuhan tetapi menjadikan firman Tuhan sebagai dasar untuk membangun hubungan dengan orang lain. Kita juga mesti bijak dalam memilih dengan siapa kita membangun suatu hubungan.  Rasul Paulus mengingatkan jemaat di Korintus,  “Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.”  (1 Kor. 15:33). Mazmur 1:1–3 berkata : “Berbahagialah… apa saja yang diperbuatnya berhasil.” Pelajaran bagi kita : “Jika ingin berhasil, jangan remehkan Firman Tuhan tetapi taati dan lakukan Firman Tuhan itu dalam hidupmu

Doa: Tuhan tolong kami ‘tuk taat melakukan Friman-Mu. Amin.

Jumat, 20 Mei 2022                                          

bacaan : Amsal 23 : 12 – 16  

12 Arahkanlah perhatianmu kepada didikan, dan telingamu kepada kata-kata pengetahuan. 13 Jangan menolak didikan dari anakmu ia tidak akan mati kalau engkau memukulnya dengan rotan. 14 Engkau memukulnya dengan rotan, tetapi engkau menyelamatkan nyawanya dari dunia orang mati. 15 Hai anakku, jika hatimu bijak, hatiku juga bersukacita. 16 Jiwaku bersukaria, kalau bibirmu mengatakan yang jujur.

Dengar Didikan Supaya Bijak Dan Jujur

Menjadi orang bijak dan jujur merupakan dambaan setiap orang. Mengapa demikian? Sebab di hidup ini orang bijak dan jujur selalu disukai oleh banyak orang dari berbagai kalangan. Orang bijak itu selalu bersikap dengan tepat jika menghadapi suatu keadaan atau peristiwa. Orang bijak selalu menggunakan akal budinya, serta selalu berhati-hati apabila menghadapi kesulitan dalam hidup. Sementara itu, orang yang jujur selalu memiliki kesesuaian sikap antara perkataan yang diucapkan dengan perbuatan yang dilakukan. Persoalannya adalah banyak orang yang belum bijak dan tidak jujur sehingga sering dicemooh oleh orang lain. Bacaan Amsal 23:12-16 memberikan cara untuk menjadi orang bijak dan jujur, yaitu dengan memperhatikan didikan. Firman Tuhan ini menegaskan kepada kita untuk tidak menganggap remeh didikan. Orang Kristen harus mengarahkan perhatian kepada didikan, dan yang terpenting juga yaitu tidak boleh menolak didikan. Didikan itu tidak selamanya berupa ucapan kata-kata yang dikeluarkan melalui mulut dengan lemah lembut. Ayat 14 menegaskan bahwa didikan itu bisa juga berwujud dalam tindakan yang agak keras, seperti memukul dengan rotan. Bagi Salomo (penulis kitab Amsal) dalam tindakan memukul dengan rotan keselamatan nyawa orang yang dipukul tersebut terjaga dari dunia orang mati. Intinya, firman Tuhan ini hendak menegaskan bahwa hal mendidik tidak boleh diabaikan oleh siapapun. Bagi orang yang dididik jangan pernah menyepelehkan setiap didikan yang ditujukan kepada dirinya. Menyepelehkan didikan akan membuat kita menjadi orang yang tidak bijaksana dan tidak jujur. Jika dalam hidup ini kita tidak bijaksana dan tidak jujur maka tidak akan ada sukacita dan kebahagian dalam hidup kita, sebab orang lain akan membenci kita karena ketidakbijaksanaan dan ketidakjujuran yang diperbuat.

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk menerima setiap didikan dari siapa pun. Amin.

Sabtu, 21 Mei 2022                                             

bacaan : Amsal  24 : 3 – 7 

3 Dengan hikmat rumah didirikan, dengan kepandaian itu ditegakkan, 4 dan dengan pengertian kamar-kamar diisi dengan bermacam-macam harta benda yang berharga dan menarik. 5 Orang yang bijak lebih berwibawa dari pada orang kuat, juga orang yang berpengetahuan dari pada orang yang tegap kuat. 6 Karena hanya dengan perencanaan engkau dapat berperang, dan kemenangan tergantung pada penasihat yang banyak. 7 Hikmat terlalu tinggi bagi orang bodoh; ia tidak membuka mulutnya di pintu gerbang.

Menjadi Kuat Karena Bijaksana Dan Berpengetahuan

Zaman sekarang orang yang kuat itu identik dengan banyaknya harta kekayaan yang dimiliki, tingginya jabatan yang diduduki, fisik (otot) yang besar dan kekar. Firman Tuhan, dalam Amsal 24:3-7 justru menampilkan hal yang berbeda dari pemahaman tentang kekuatan seseorang di zaman sekarang. Menurut Salomo (penulis kitab Amsal) ada dua hal yang bisa membuat seseorang memiliki kekuatan lebih dari orang kuat, yakni menjadi orang yang bijak dan orang yang berpengetahuan. Disebutkan dalam ayat 5, bahwa orang yang bijak lebih berwibawa dari orang kuat, juga orang yang berpengetahuan dari pada orang yang kuat tegap. Hal ini pertanda bahwa kewibawaan dan kekuatan seseorang tidak bisa diukur dari seberapa banyaknya kelimpahan harta kekayaan. Kewibawaan dan kekuatan seseorang juga tidak bisa disamakan dengan kekuasaan atau jabatan  yang diduduki oleh seseorang. Selain itu, kewibawaan dan kekuatan seseorang juga tidak boleh dilihat dari sejauhmana seseorang memiliki otot atau fisik yang besar dan kuat. Jadi, yang terpenting dalam hidup ini adalah menjadi orang yang bijak dan menjadi orang yang berpengetahuan. Ukuran kebijaksanaan seseorang terletak pada kemampuan orang tersebut mengelola setiap permasalahan hidup yang dihadapinya. Alasannya, kebijaksanaan selalu menuntun seseorang yang ketika menghadapi permasalahan hidup selalu bertindak lebih tenang sehingga keharmonisan hubungan antara dirinya dengan orang lain terjaga secara baik. Hal ini berarti, setiap orang harus mampu memaknai hidup dengan bijaksana sehingga tidak terpuruk dalam menghadapi segala permasalahan hidup. Selain itu, menjadi manusia yang berpengetahuan merupakan hal yang penting dimiliki oleh kita, sebab dengan berpengetahuan kita menjadi orang percaya yang mengembangkan kodrat sebagai manusia yang berakal budi.

Doa:   Ya Tuhan, kuatkanlah kami untuk menjadi umat yang bijaksana dan berpengetahuan. Amin 

*SUMBER : SHK BUlan Mei 2022, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 8 – 14 Mei 2022

Tema Bulanan : “Membangun ketahanan keluarga, gereja dan masyarakat”

Tema Mingguan : “Jagalah hati dan rawatlah tubuh

Minggu, 08 Mei 2022                           

bacaan : 2 Raja – Raja 20 : 1 – 11

Hizkia sakit dan disembuhkan
Pada hari-hari itu Hizkia jatuh sakit dan hampir mati. Lalu datanglah nabi Yesaya bin Amos, dan berkata kepadanya: "Beginilah firman TUHAN: Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi." 2 Lalu Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa kepada TUHAN: 3 "Ah TUHAN, ingatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di mata-Mu." Kemudian menangislah Hizkia dengan sangat. 4 Tetapi Yesaya belum lagi keluar dari pelataran tengah, tiba-tiba datanglah firman TUHAN kepadanya: 5 "Baliklah dan katakanlah kepada Hizkia, raja umat-Ku: Beginilah firman TUHAN, Allah Daud, bapa leluhurmu: Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu; sesungguhnya Aku akan menyembuhkan engkau; pada hari yang ketiga engkau akan pergi ke rumah TUHAN. 6 Aku akan memperpanjang hidupmu lima belas tahun lagi dan Aku akan melepaskan engkau dan kota ini dari tangan raja Asyur; Aku akan memagari kota ini oleh karena Aku dan oleh karena Daud, hamba-Ku." 7 Kemudian berkatalah Yesaya: "Ambillah sebuah kue ara!" Lalu orang mengambilnya dan ditaruh pada barah itu, maka sembuhlah ia. 8 Sebelum itu Hizkia telah berkata kepada Yesaya: "Apakah yang akan menjadi tanda bahwa TUHAN akan menyembuhkan aku dan bahwa aku akan pergi ke rumah TUHAN pada hari yang ketiga?" 9 Yesaya menjawab: "Inilah yang akan menjadi tanda bagimu dari TUHAN, bahwa TUHAN akan melakukan apa yang telah dijanjikan-Nya: Akan majukah bayang-bayang itu sepuluh tapak atau akan mundur sepuluh tapak?" 10 Hizkia berkata: "Itu perkara ringan bagi bayang-bayang itu untuk memanjang sepuluh tapak! Sebaliknya, biarlah bayang-bayang itu mundur ke belakang sepuluh tapak." 11 Lalu berserulah nabi Yesaya kepada TUHAN, maka dibuat-Nyalah bayang-bayang itu mundur ke belakang sepuluh tapak, yang sudah dijalani bayang-bayang itu pada penunjuk matahari buatan Ahas.

Tuhan Menjawab Doa Dengan Hati Yang Tulus

Hizkia hadapi masalah berat saat ancaman perang dari Sanherib, raja Asyur. Di tambah lagi dengan penyakit yang diderita dan membahayakan nyawanya. Dalam kondisi demikian Yesaya diutus Tuhan untuk memberitahukan kematian Hizkia. Sekalipun penyakit itu memberatkannya, tetapi yang lebih menyakitkan adalah perasaan batinnya yang mungkin sekali timbul dalam diri Hizkia, bahwa apakah Allah menentangnya, sehingga baru saja ia bebas dari ancaman peperangan Sanherib, kemudian sekarang ia terkena penyakit yang mematikan. Saat mendengar pemberitahuan Tuhan melalui Yesaya, maka yang dapat  dilakukan Hizkia adalah memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa. Dalam doanya Hizkia memohon belas kasihan Tuhan. Hizkia meminta pada Tuhan dengan memperhitungkan kesetiaannya dengan hati tulus di hadapan Tuhan. Hidup dengan melakukan yang baik di mata Tuhan. Kemudiaan menangislah Hizkia dengan sangat. Permintaan raja Hizkia kepada Tuhan bukan karena ia merasa diri suci dan benar di hadapan Tuhan, namun ia meminta belas kasihan Tuhan. Hizkia sadar sungguh akan kuasa Tuhan yang mengatur jalan hidup setiap manusia termasuk dirinya. Air mata Hizkia memperlihatkan betapa kerinduannya untuk hidup dan mau memuliakan Tuhan dengan pengabdiannya.  

Doa Hizkia didengar Tuhan dan Hizkia menikmati kesembuhan serta  usianya ditambah 15 tahun. Allah selalu mendengar doa setiap orang yang berseru kepada-Nya. Bahkan Tuhan melihat cucuran air mata kita. Maukah kita lebih banyak berdoa untuk menghadapi segala bentuk cobaan dan tantangan ? Dapatkah sungguh-sungguh kita percaya kepada Tuhan sebagai sumber hidup kita? Kekuatiran tidak menambah sehasta hidup kita, kekuatiran malah melemahkan iman kita. Mari kita belajar dari pengalaman iman dari Hizkia yang tetap berharap dan percaya kepada Tuhan.

Doa:   Tuhan kuatkan iman kami, saat cobaan dan tantangan menghadang hidup kami. Amin. 

Senin,09 Mei 2022                                               

bacaan : Amsal 12 : 25

25 Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia.

Hati Yang Gembira Selalu Memberi Harapan Dan Sukacita

Kekuatiran merupakan masalah manusiawi yang dialami oleh semua orang. Tidak memandang siapa orangnya baik kaya maupun miskin, pejabat atau rayat biasa, tua atau muda, semua pasti mengalami kekuatiran. Kekuatiran seringkali dianggap hl sepele. Namun ternyata bisa memberikan dampak yang tidak baik bagi kesehatan seseorang. Kekuatiran berhubungan dengan kejiwaan seseorang. Kekuatiran dapat timbul karena berbagai sebab yang sedang dialami seseorang, baik masalah pribadi atau keluarga, masalah ekonomi, masalah pelayanan dan sebagainya.

Kekuatiran yang berlebihan dapat menimbulkan kecemasan kronis dalam diri seseorang yang dapat berakibat kurang semangat untuk beraktivitas, tidak dapat tidur dengan nyenyak, rendahnya prestasi, kurangnya nafsu makan, lemahnya tubuh, bahkan dapat menderita gangguan fisik maupun psikis. Gangguan fisik seperti halnya yang dialami oleh penderita stres akut, seperti jantung berdebar-debar, syaraf tegang, gemetar, berkeringat, dan nyeri lambung. Itulah sebabnya nas firman Tuhan di hari ini, raja Salomo mengatakan tentang akibat tidak baik dari kekuatiran yang dapat membungkukkan orang .

Kekuatiran harus dihadapi dan bisa dilawan, dengan berbagai macam cara. Salah satunya oleh pengamsal menyatakan dengan hati yang gembira. Hati sebagai pusat seluruh keberadaan kita baik secara fisik maupun phisis. Hati yang gembira juga menghasilkan kata-kata yang baik, kata-kata yang memberi semangat dan harapan untuk hidup bagi masa depan yang baik. Hati yang beriman dan percaya kepada Allah dalam Kristus sebagai sumber hidup kita. Apapun masalah, tantangan dan persoalan dalam hidup yang dijalani, tidak membuat kita menjadi kuatir. Sebab kita yakin dan percaya, hidup kita ada dalam tuntunan, penyertaan cinta kasih Tuhan. Yakin dan percayalah.

Doa:  Tuhan tolong kami agar kami tidak mudah kuatir dalam hidup ini. Amin.                  

Selasa 10 Mei 2022                                         

bacaan : Amsal 15 : 13 – 15

13 Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat. 14 Hati orang berpengertian mencari pengetahuan, tetapi mulut orang bebal sibuk dengan kebodohan. 15 Hari orang berkesusahan buruk semuanya, tetapi orang yang gembira hatinya selalu berpesta.

Jalani Hidup Ini Dengan Hati Yang Gembira

Puji Tuhan atas kasih dan anugerahNya bagi kehidupan kita semua sampai di hari ini. Kita bersyukur atas penyertaan dan tuntunan Tuhan bagi seluruh kehidupan kita. Kalaupun kita bersyukur, bukan berarti semua beban dan masalah kita menjadi beres dan tuntas. Mungkin ada banyak beban dan masalah yang belum terselesaikan. Masalah suami dengan segala perjuangan dalam pekerjaan maupun usaha, masalah istri dalam tanggung jawab pelayanan mengatur kebutuhan hidup rumah tangga. Masalah anak-anak dalam pertumbuhan, pendidikan serta masa depan mereka. Belum lagi ditambah dengan berbagai tantangan, cobaan, penderitaan sakit, kegagalan dalam pekerjaan maupun usaha, maupun relasi hidup dengan sesama. Itulah kenyataan yang mewarnai perjalanan hidup kita di tengah dunia ini. Kita tidak mungkin menghidarinya namun tetap menghadapinya. Kalaupun kondisinya demikian apa yang mesti kita lakukan. Salah satu tips atau cara disampaikan oleh pengamsal dalam firman Tuhan di hari ini dengan menyatakan bahwa “hati yang gembira membuat muka berseri-seri”. Muka yang berseri-seri adalah muka yang bercahya, semarak, indah, cerah dan ceria.  Muka atau wajah yang berseri-seri itu justru menandakan hati kita yang senang, sukacita, riang gembira. Sedangkan “kepedihan hati mematahkan semangat”, artinya ketika kita mengalami sakit hati yang bercampur dengan kesedihan akan melemahkan perasaan hati, gairah, kekuatan, kegembiraan dan kemauan untuk bekerja, berusaha maupun berjuang. Pilihan itu ada pada kita apakah kita akan menjalani hari-hari hidup kita dengan hati yang gembira ataukah dengan kepedihan hati. Tentu kita pasti memilih hati yang gembira, dan kegembiraan hati itu hanya dapat terwujud ketika kita selalu memandang dan mengarahkannya kepada Allah dalam Kristus yang menjadi kekuatan dan sumber dalam kehidupan kita. Sekalipun beban dan masalah yang menggunung dan terus menantang ibarat ombak memanggil ombak, namun dengan hati yang gembira membuat semangat kita tetap kokoh dan teguh untuk menghadapinya sebab dengan yakin kita percaya bahwa kita pasti bisa mengatasi dan melewatinya karena penyertaan dan tuntunan Tuhan selalu menguatkan dan memampukan kita.

Doa: Hati kami selalu memandangMu ya Tuhan, agar kami tetap semangat menjalani hidup ini dengan sukacita. Amin.

Rabu 11 Mei 2022                                           

bacaan : Amsal 17 : 20 – 22

20 Orang yang serong hatinya tidak akan mendapat bahagia, orang yang memutar-mutar lidahnya akan jatuh ke dalam celaka. 21 Siapa mendapat anak yang bebal, mendapat duka, dan ayah orang bodoh tidak akan bersukacita. 22 Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.

Hati Gembira Membuat Tubuh Sehat Dan Kuat

Selama kurang lebih dua tahun semua orang di muka bumi ini bergumul dan berjuang menghadapi virus Covid 19. Pasti kita ingat ketika pertengahan tahun 2021 dengan merebaknya virus Covid 19 varian Delta yang sangat mematikan membuat banyak orang begitu takut. Saat seseorang divonis terjangkit virus ini, maka biasanya anjuran awal dan sangat penting dari para medis adalah tenang dan tidak stres. Hal ini penting sebab kalau tidak tenang dan stres maka imun tubuh akan menurun dan membuat virus lebih mudah untuk menyerang kekebalan tubuh serta memperparah kondisi fisik dan kesehatan. Bukan saja soal virus covid tetapi semua penyakit, persoalan, pergumulan, beban hidup yang dihadapi, adalah penting untuk kita menghadapinya dengan tenang. Ketenangan itu penting dan dasarnya sebagaimana ditegaskan oleh pengamsal melalui firman Tuhan di hari ini bahwa “hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang’(ayat 22). Hati sebagai pusat yang mengendalikan perasaan batin kita yang turut mempengaruhi seluruh tubuh atau fisik kita. Kalau dalam dunia kesehatan bagian ayat ini sangat penting dianjurkan oleh medis kepada para pesien yang dirawat dan diobati. Sebab hati yang gembira dengan sendirinya akan memperkuat imun atau memperkuat kekebalan tubuh kita yang bertujuan melawan kuman atau virus dalam tubuh kita. Tetapi semangat yang patah dari hati yang sedih, putus asa, hilang harapan akan mengeringkan tulang sebagai gambaran kondisi fisik yang semakin parah digerogoti oleh sakit penyakit. Itulah sebabnya pentingnya kegembiraan hati yang selalu mengarah kepada Tuhan sebagai sumber kebahagian dan sukacita didalam hidup kita. Hati yang terbuka untuk dituntun oleh kuasa Roh Kudus selalu membawa kepada ketaatan dan kesetiaan pada Tuhan. Hati gembira selalu melahirkan pikiran baik, positif, semangat yang kuat untuk tetap melangkah dengan berbagai dinamika hidup suka maupun duka. Kegembiraan hati kita yang bergantung dan berpaut kepada Tuhan akan menguatkan dan memampukan kita untuk bersyukur atas semua yang dialami serta menerimanya sebagai berkat Tuhan yang indah dalam kehidupan kita.    

Doa: Tolong kami Tuhan untuk tetap memiliki hati gembira dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. Amin.-

Kamis 12 Mei 2022                                              

bacaan : Yesaya 5 : 11

11 Celakalah mereka yang bangun pagi-pagi dan terus mencari minuman keras, dan duduk-duduk sampai malam hari, sedang badannya dihangatkan anggur!

Rawatlah Tubuh Sebagai Bait Roh Kudus

Ada satu ungkapan terkait dengan minum minuman keras. Satu sloki…tambah darah, dua sloki…banyak bicara, tiga sloki….cari gara-gara, empat sloki….tumpah darah, lima sloki….masuk penjara, enam sloki….istri dan anak orang piara. Ungkapan ini menegaskan tentang akibat buruk dari kebiasaan minum minuman keras dan  diantaranya minum sopi. Salah satu kebiasaan yang tanpa disadari telah mengabaikan tangung jawab untuk menjaga dan merawat tubuh. Dari sisi kesehatan, memang penting untuk tubuh kita harus ada unsur alkohol, namun dalam batas tertentu sesuai dengan kebutuhan untuk kesehatan. Bukan kebiasaan minum sehingga telah membuat kecanduan terhadap minuman keras tersebut. Sangat memprihantinkan kondisi sekarang ini, dengan begitu maraknya kebiasaan minum sopi yang terjadi di  jemaat-jemaat ataupun dalam lingkungan keluarga-keluarga kristen. Berbagai upaya pembinaan, pendampingan pastoral dari para pelayan terus diupayakan kepada mereka yang mempunyai kebiasaan tersebut untuk menghentikannya. Firman Tuhan di hari ini melalui nabi Yesaya dengan tegas dan keras menyatakan bahwa “celakalah mereka yang bangun pagi-pagi dan terus mencari minuman keras, dan duduk-duduk sampai malam hari, sedang badannya dihangatkan anggur”. Sebuah kenyataan yang sudah sampai pada taraf kecanduan terhadap minuman keras dan telah merasuki kehidupan mereka sehingga dari pagi sampai malam hanya kerjanya adalah minum minuman keras. Kalau itu kenyataan, maka yang didapatkan adalah “celaka”. Artinya tidak ada berkat, sukacita, damai sejahtera, kedamaian dan ketentraman dalam kehidupan mereka yang mempunyai kebiasaan minum minuman keras. Justru yang terjadi adalah kehancuran, pertikaian, percecokan percideraan sampai pada maut dan kebinasaan. Pasti kita tidak menginginkan keadaan dan kondisi demikian. Pun bagi orang-orang yang kita kasihi dan sayangi didalam keluarga. Untuk itu pentingnya memohon tuntunan kuasa Roh Kudus dalam doa bagi kehidupan kita sekeluarga agar dijauhkan dari kebiasaan-kebiasaan buruk yang dapat menghancurkan tubuh dan kehidupan kita. Tuntunan Roh Kudus juga kepada mereka yang sementara didoakan, didampingi dan dilayani untuk meninggalkan kebiasaan buruk akibat minum minuman keras.

Doa:  Tuhan tuntunlah kami untuk lebih baik dalam merawat tubuh kami sebagai bait Roh Kudus. Amin.-    

Jumat 13 Mei 2022                                         

bacaan : Daniel 1 : 11 – 17

11 Kemudian berkatalah Daniel kepada penjenang yang telah diangkat oleh pemimpin pegawai istana untuk mengawasi Daniel, Hananya, Misael dan Azarya: 12 "Adakanlah percobaan dengan hamba-hambamu ini selama sepuluh hari dan biarlah kami diberikan sayur untuk dimakan dan air untuk diminum; 13 sesudah itu bandingkanlah perawakan kami dengan perawakan orang-orang muda yang makan dari santapan raja, kemudian perlakukanlah hamba-hambamu ini sesuai dengan pendapatmu." 14 Didengarkannyalah permintaan mereka itu, lalu diadakanlah percobaan dengan mereka selama sepuluh hari. 15 Setelah lewat sepuluh hari, ternyata perawakan mereka lebih baik dan mereka kelihatan lebih gemuk dari pada semua orang muda yang telah makan dari santapan raja. 16 Kemudian penjenang itu selalu mengambil makanan mereka dan anggur yang harus mereka minum, lalu memberikan sayur kepada mereka. 17 Kepada keempat orang muda itu Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpi.

Makan Untuk Hidup Yang Memuliakan Tuhan

Tema minggu kita “Jagalah hati dan rawatlah tubuhmu”. Tema ini hendaknya menegaskan bagi kita untuk penting menjaga hati sebagai pusat atau tempat untuk mengambil keputusan yang baik bagi kehidupan kita, serta penting merawat tubuh. Mengapa penting untuk merawat tubuh kita? Sebab tubuh kita adalah bait Roh Kudus (bd. 1 Kor 6 : 19). Jangan sampai kita mendukakan Roh Kudus dengan mengabaikan tanggung jawab dalam merawat tubuh kita. Hal tersebut dialami oleh Daniel dan teman-temannya ketika dibuang ke Babel sebuah kerajaan yang tidak percaya kepada Allah Israel. Dalam bacaan kita disaksikan bahwa Daniel tidak mau mendukakan hati Allah (menajiskan dirinya, ayat 8) dengan makan dari santapan dan minum anggur raja. Putusan Daniel ini membuat pemimpin pegawai istana takut jangan-jangan tubuh dan perawakan mereka kelihatan tidak sehat dibandingkan dengan mereka yang menyantap dari hidangan dan minum anggur raja. Namun Daniel meyakinkan pemimpin pegawai istana untuk menguji dan melihat dalam sepuluh hari kondisi mereka dengan yang lain. Setelah sepuluh hari apa yang diyakini oleh Daniel terbukti dimana ia dan teman-temannya yakni Hananya, Misael dan Azarya lebih baik perawakan mereka dan lebih gemuk dibanding dengan mereka yang makan dari santapan dan minum anggur raja. Daniel dan temn-temannya juga memiliki pengetahuan sepuluh kali lebih cerdas dari mereka yang lain. Kesaksian ini menjadi penting bagi kita sebagai keluarga Kristen untuk menjaga hati dalam ketaatan dan kesetiaan kepada Tuhan, sehingga kita memiliki pengetahun serta hikmat dalam merawat tubuh kita sebagai bait Roh Kudus. Kita menghindari makanan dan minuman yang berdampak tidak baik bagi kesehatan kita. Jangan kita berlindung dibalik kalimat bahwa “makanan sebagai berkat Tuhan”, dan kita makan apa saja untuk memenuhi keinginan mulut dan perut kita. Padahal sudah diperingatkan untuk membatasi atau tidak boleh mengkonsumsi makanan tertentu terkait dengan usia atau kondisi kesehatan kita sehingga tidak membuat kita sakit. Untuk itu kita selalu memohon hikmat Tuhan dalam menjaga hati kita agar dapat mengambil keputusan yang baik dan bermanfaat demi tubuh kita yang sehat. Sebab didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.

Doa:   Tuntun kami dengan hikmatMu Tuhan agar kami dapat menjaga dan merawat tubuh kami dengan baik. Amin.

Sabtu 14 Mei 2022                                          

bacaan : 1 Yohanes 3 : 1 – 4

Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. 2 Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. 3 Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci. 4 Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah.

Jaga Hati Agar Tetap Setia Kepada Tuhan

Sebagai keluarga Kristen, kita bersyukur atas cinta kasih Allah dalam Kristus bagi kehidupan kita semua. Cinta kasih yang mengampuni dan menyelamatkan kita dari penghukuman akibat dosa dan maut. Hal ini yang menjadi sukacita sebagai anak-anak Tuhan, bahwa didalam Kristus dan bersama Kristus kita berada dalam barisan keselamatan untuk menuju kepada kehidupan kekal. Namun bagi dunia dan setiap orang yang menolak dan tidak percaya kepada Kristus, mereka adalah orang-orang yang tidak mengenal Allah dan tidak mendapat tempat dalam arak-arakan kepada rencana keselamatan Allah. Oleh surat Yohanes mengingatkan orang percaya termasuk kita sekeluarga untuk menjaga apa yang menjadi sukacita besar yakni berjalan bersama Kristus menuju kepada keselamatan kekal. Disadari sungguh bahwa perjalanan ditengah dunia dengan berbagai tantangan, persoalan bahkan godaan yang sering membuat kita jatuh, tidak setia dan taat kepada perintah Tuhan. Ibarat domba yang nakal sering kita keluar dari barisan persekutuan yang telah ditentukan dan ditetapkan Allah kepada keselamatan kekal. Penulis mengingatkan dan menasehati untuk pentingnya keteguhan hati dalam iman percaya kepada Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat agar tetap menjaga kemurnian dan kekudusan hidup di tengah dunia ini. Hanya dengan bergantung dan percaya sungguh kepada Kristus, maka kita akan mampu menghadapi segala macam tantangan, masalah bahkan godaan yang mencoba menjauhkan kita dari persekutuan dengan Allah dalam Kristus. Itulah sebabnya penting untuk selalu meminta tuntunan hikmat Tuhan bagi hati kita yang taat dan setia kepada Tuhan. Hati menjadi pusat dan tempat untuk mengambil keputusan yang baik dan bermanfaat untuk kehidupan yang selalu diberkati dalam rencana keselamatan Allah. Hati yang selalu dikuasai oleh Roh Kudus akan menjauhkan kita dari hal-hal yang menggoda kita dengan mendatangkan dosa dan melapetaka. Kehadiran kita yang selalu memberi diri untuk dituntun oleh Roh Kudus, menjadikan kita sebagai keluarga Kristen yang selalu setia dan taat kepada Tuhan.

Doa:  Ya Tuhan terangilah hati kami dengan tuntunan kuasa Roh Kudus agar kami selalu taat dan setia kepadaMu. Amin.-   

*SUMBER : SHK bulan Mei 2022, LJP-GPM

Santapan Harian Keluarga, 1 – 7 Mei 2022

Tema Bulan Mei : “Membangun ketahanan keluarga, gereja dan masyarakat”

Tema Mingguan : “Menatalayani ekonomi keluarga dengan hikmat Allah.

Minggu, 01 Mei 2022                                     

bacaan : Kejadian 41 : 1 – 36

Mimpi Firaun
Setelah lewat dua tahun lamanya, bermimpilah Firaun, bahwa ia berdiri di tepi sungai Nil. 2 Tampaklah dari sungai Nil itu keluar tujuh ekor lembu yang indah bangunnya dan gemuk badannya; lalu memakan rumput yang di tepi sungai itu. 3 Kemudian tampaklah juga tujuh ekor lembu yang lain, yang keluar dari dalam sungai Nil itu, buruk bangunnya dan kurus badannya, lalu berdiri di samping lembu-lembu yang tadi, di tepi sungai itu. 4 Lembu-lembu yang buruk bangunnya dan kurus badannya itu memakan ketujuh ekor lembu yang indah bangunnya dan gemuk itu. Lalu terjagalah Firaun. 5 Setelah itu tertidur pulalah ia dan bermimpi kedua kalinya: Tampak timbul dari satu tangkai tujuh bulir gandum yang bernas dan baik. 6 Tetapi kemudian tampaklah juga tumbuh tujuh bulir gandum yang kurus dan layu oleh angin timur. 7 Bulir yang kurus itu menelan ketujuh bulir yang bernas dan berisi tadi. Lalu terjagalah Firaun. Agaknya ia bermimpi! 8 Pada waktu pagi gelisahlah hatinya, lalu disuruhnyalah memanggil semua ahli dan semua orang berilmu di Mesir. Firaun menceritakan mimpinya kepada mereka, tetapi seorangpun tidak ada yang dapat mengartikannya kepadanya. 9 Lalu berkatalah kepala juru minuman kepada Firaun: "Hari ini aku merasa perlu menyebutkan kesalahanku yang dahulu. 10 Waktu itu tuanku Firaun murka kepada pegawai-pegawainya, dan menahan aku dalam rumah pengawal istana, beserta dengan kepala juru roti. 11 Pada satu malam juga kami bermimpi, aku dan kepala juru roti itu; masing-masing mempunyai mimpi dengan artinya sendiri. 12 Bersama-sama dengan kami ada di sana seorang muda Ibrani, hamba kepala pengawal istana itu; kami menceritakan mimpi kami kepadanya, lalu diartikannya kepada kami mimpi kami masing-masing. 13 Dan seperti yang diartikannya itu kepada kami, demikianlah pula terjadi: aku dikembalikan ke dalam pangkatku, dan kepala juru roti itu digantung." 14 Kemudian Firaun menyuruh memanggil Yusuf. Segeralah ia dikeluarkan dari tutupan; ia bercukur dan berganti pakaian, lalu pergi menghadap Firaun. 15 Berkatalah Firaun kepada Yusuf: "Aku telah bermimpi, dan seorangpun tidak ada yang dapat mengartikannya, tetapi telah kudengar tentang engkau: hanya dengan mendengar mimpi saja engkau dapat mengartikannya." 16 Yusuf menyahut Firaun: "Bukan sekali-kali aku, melainkan Allah juga yang akan memberitakan kesejahteraan kepada tuanku Firaun." 17 Lalu berkatalah Firaun kepada Yusuf: "Dalam mimpiku itu, aku berdiri di tepi sungai Nil; 18 lalu tampaklah dari sungai Nil itu keluar tujuh ekor lembu yang gemuk badannya dan indah bentuknya, dan makan rumput yang di tepi sungai itu. 19 Tetapi kemudian tampaklah juga keluar tujuh ekor lembu yang lain, kulit pemalut tulang, sangat buruk bangunnya dan kurus badannya; tidak pernah kulihat yang seburuk itu di seluruh tanah Mesir. 20 Lembu yang kurus dan buruk itu memakan ketujuh ekor lembu gemuk yang mula-mula. 21 Lembu-lembu ini masuk ke dalam perutnya, tetapi walaupun telah masuk ke dalam perutnya, tidaklah kelihatan sedikitpun tandanya: bangunnya tetap sama buruknya seperti semula. Lalu terjagalah aku. 22 Selanjutnya dalam mimpiku itu kulihat timbul dari satu tangkai tujuh bulir gandum yang berisi dan baik. 23 Tetapi kemudian tampaklah juga tumbuh tujuh bulir yang kering, kurus dan layu oleh angin timur. 24 Bulir yang kurus itu memakan ketujuh bulir yang baik tadi. Telah kuceritakan hal ini kepada semua ahli, tetapi seorangpun tidak ada yang dapat menerangkannya kepadaku." 25 Lalu kata Yusuf kepada Firaun: "Kedua mimpi tuanku Firaun itu sama. Allah telah memberitahukan kepada tuanku Firaun apa yang hendak dilakukan-Nya. 26 Ketujuh ekor lembu yang baik itu ialah tujuh tahun, dan ketujuh bulir gandum yang baik itu ialah tujuh tahun juga; kedua mimpi itu sama. 27 Ketujuh ekor lembu yang kurus dan buruk, yang keluar kemudian, maksudnya tujuh tahun, demikian pula ketujuh bulir gandum yang hampa dan layu oleh angin timur itu; maksudnya akan ada tujuh tahun kelaparan. 28 Inilah maksud perkataanku, ketika aku berkata kepada tuanku Firaun: Allah telah memperlihatkan kepada tuanku Firaun apa yang hendak dilakukan-Nya. 29 Ketahuilah tuanku, akan datang tujuh tahun kelimpahan di seluruh tanah Mesir. 30 Kemudian akan timbul tujuh tahun kelaparan; maka akan dilupakan segala kelimpahan itu di tanah Mesir, karena kelaparan itu menguruskeringkan negeri ini. 31 Sesudah itu akan tidak kelihatan lagi bekas-bekas kelimpahan di negeri ini karena kelaparan itu, sebab sangat hebatnya kelaparan itu. 32 Sampai dua kali mimpi itu diulangi bagi tuanku Firaun berarti: hal itu telah ditetapkan oleh Allah dan Allah akan segera melakukannya. 33 Oleh sebab itu, baiklah tuanku Firaun mencari seorang yang berakal budi dan bijaksana, dan mengangkatnya menjadi kuasa atas tanah Mesir. 34 Baiklah juga tuanku Firaun berbuat begini, yakni menempatkan penilik-penilik atas negeri ini dan dalam ketujuh tahun kelimpahan itu memungut seperlima dari hasil tanah Mesir. 35 Mereka harus mengumpulkan segala bahan makanan dalam tahun-tahun baik yang akan datang ini dan, di bawah kuasa tuanku Firaun, menimbun gandum di kota-kota sebagai bahan makanan, serta menyimpannya. 36 Demikianlah segala bahan makanan itu menjadi persediaan untuk negeri ini dalam ketujuh tahun kelaparan yang akan terjadi di tanah Mesir, supaya negeri ini jangan binasa karena kelaparan itu."

Bijak Pada Masa Kelimpahan, Berjaya Mengatasi Kekurangan

Teks bacaan hari ini mengisahkan pengalaman raja Firaun yang bermimpi sebanyak dua kali dalam satu malam. Pertama ia bermipi dari sungai Nil keluar tujuh ekor lembu yang gemuk badan dan indah bentuknya. Tampak pula keluar tujuh ekor lembu yang kurus dan buruk badannya. Lembu kurus menelan lembu yang gemuk, namun tetap kurus. Mimpi kedua adalah tampak timbul dari satu tangkai tujuh bulir gandum yang bernas dan baik.  Tampak pula olehnya tujuh bulir gandum yang kurus dan layu oleh angin timur. Bulir  kurus itu menelan bulir yang bernas dan berisi. Para ahli dan semua orang berilmu di Mesir dipanggil untuk mengartikan mimpi tersebut namun tidak berhasil. Juru minum kemudian menceritakan tentang kemampuan Yusuf dan Firaun menyuruh memanggilnya. Yusuf dapat mengartikan mimpi Firaun itu karena pertolongan Allah. Ia menerangkan kepada Firaun bahwa mimpinya berarti tujuh tahun kelimpahan dan tujuh tahun kekurangan atau kelaparan. Yusuf selanjutnya mengusulkan jalan keluar agar Firaun mengangkat orang yang berakal budi dan bijaksana sebagai kuasa atas tanah Mesir untuk melaksanakan tugas menyimpan pada tahun-tahun kelimpahan. Pikiran Yusuf bermakna ekonomis, maksudnya menegaskan gagasan menatalayani ekonomi dengan bijak. Kita diingatkan bahwa ada masa di mana hidup berlangsung dalam kelimpahan berkat. Namun selain itu tidak dapat dipungkiri bahwa kekurangan atau kelaparan adalah juga kenyataan hidup yang selalu dijumpai. Kiranya hikmat Yusuf memberi inspirasi menatalayani ekomomi secara bijak sehingga kehidupan yang layak atau tercukupkan dapat dialami. Hidup harus ditata, terutama berkat Tuhan yang sedang dimiliki, agar menjadi simpanan atau bekal mengantisipasi kekurangan di hari esok. Hiduplah dengan prinsip berhemat bukan boros atau berfoya-foya serta menghamburkan harta.

Doa:    Ya Tuhan, berilah hikmat-Mu agar kami layak menata berkat yang tersedia dengan bijaksana . Amin.

Senin, 02 Mei 2022                                      

bacaan : 2 Raja – Raja 19 : 29

29 Dan inilah yang akan menjadi tanda bagimu, hai Hizkia: Dalam tahun ini orang makan apa yang tumbuh sendiri, dan dalam tahun yang kedua, apa yang tumbuh dari tanaman yang pertama, tetapi dalam tahun yang ketiga, menaburlah kamu, menuai, membuat kebun anggur dan memakan buahnya.

Terluput Dari Bahaya, Ekonomi Ditata

Raja Hizkia pernah mengalami tekanan batin yang hebat sebagai akibat ancaman pemusnahan Yehuda dan kota Yerusalem oleh Sanherib raja Asyur. Ancaman pemusnahan yang menguras energi batin itu dihadapi raja Hizkia dengan bersegera berserah pada Tuhan. Ia melibatkan petinggi kerajaan dan tua-tua Israel dalam perkabungan serta mendatangi nabi Yesaya. Tindakkan iman demikian diaktakan agar mereka mendapat belas kasihan Tuhan. Tuhan mendengar keluhan juga seruan raja Hizkia minta tolong lalu bertindak menyelamatkan Yehuda dan Yerusalem. Tindakkan penyelamatan Tuhan disertai juga dengan akta pemulihan, termasuk situasi ekonomi. Akta pemulihan itu disampaikan oleh nabi Yesaya sebagai orang yang berbicara atas nama Tuhan. Ayat 29 yang adalah bacaan hari ini berisi ucapan pemulihan atas hidup Yahuda dan Yerusalem. Yesaya menyerukan bahwa raja Hizkia akan diberikan tanda tentang tindakkan pemulihan ekonomi yang berasal dari Tuhan. Tanda itu adalah …”orang akan makan apa yang tumbuh sendiri, dan dalam tahun yang kedua, apa yang tumbuh dari tanaman yang pertama, tetapi dalam tahun yang ketiga, menaburlah kamu, menuai, membuat kebun anggur dan memakan buahnya.” Arti perkataan nabi Yesaya ini adalah bahwa orang Yehuda menderita kelaparan selama perang dua tahun melawan Sanherib raja Asyur. Allah menjamin pada tahun yang ketiga, mereka akan menanam dan menuai kembali serta mendapat makanan yang melimpah. Jaminan pemulihan yang berasal dari Tuhan memungkinkan Yehuda menata kembali ekonomi mereka. Tanah yang merupakan anugerah Tuhan dikelola sehingga terpulih dari keterpurukkan karena perang. Kesusahan bukanlah akhir keberadaan dan hidup, sebab jalan dan kemungkinan baru pasti selalu disediakan Tuhan bagi mereka yang percaya kepada-Nya. Berharaplah pada-Nya, sebab Dia adalah sumber berkat.

Doa:  Kiranya kami senantiasa dilayakkan untuk menata kebaikan-Mu. Amin.

Selasa, 03 Mei 2022                                     

bacaan : Kejadian 30 : 37 – 43

37 Lalu Yakub mengambil dahan hijau dari pohon hawar, pohon badam dan pohon berangan, dikupasnyalah dahan-dahan itu sehingga berbelang-belang, sampai yang putihnya kelihatan. 38 Ia meletakkan dahan-dahan yang dikupasnya itu dalam palungan, dalam tempat minum, ke mana kambing domba itu datang minum, sehingga tepat di depan kambing domba itu. Adapun kambing domba itu suka berkelamin pada waktu datang minum. 39 Jika kambing domba itu berkelamin dekat dahan-dahan itu, maka anaknya bercoreng-coreng, berbintik-bintik dan berbelang-belang. 40 Kemudian Yakub memisahkan domba-domba itu, dihadapkannya kepala-kepala kambing domba itu kepada yang bercoreng-coreng dan kepada segala yang hitam di antara kambing domba Laban. Demikianlah ia beroleh kumpulan-kumpulan hewan baginya sendiri, dan tidak ditempatkannya pada kambing domba Laban. 41 Dan setiap kali, apabila berkelamin kambing domba yang kuat, maka Yakub meletakkan dahan-dahan itu ke dalam palungan di depan mata kambing domba itu, supaya berkelamin dekat dahan-dahan itu. 42 Tetapi apabila datang kambing domba yang lemah, ia tidak meletakkan dahan-dahan itu ke dalamnya. Jadi hewan yang lemah untuk Laban dan yang kuat untuk Yakub. 43 Maka sangatlah bertambah-tambah harta Yakub, dan ia mempunyai banyak kambing domba, budak perempuan dan laki-laki, unta dan keledai.

Memperoleh Harta Karena Bekerja Keras

Kisah Yakub di rumah Laban mertuanya merupakan contoh  mengupayakan kehidupan yang lebih baik atau sejahtera. Harta adalah bagian dari kehidupan yang layak dimiliki oleh semua orang yang bekerja bersungguh-sungguh. Apa pun yang Yakub miliki diperolehnya dengan berjuang atau kerja keras. Ia awalnya datang dan tinggal di rumah Laban seorang diri tanpa isteri dan kambing domba. Semua orang memiliki kebutuhan dan karena itu harta bukanlah hal yang dilarang untuk diperoleh. Kehidupan Yakub mengekspresikan pesan ini. Harta itu wajar untuk diupayakan dan diperoleh dengan cara bekerja keras. Ia bekerja untuk waktu yang lama agar dapat memperoleh baik isteri maupun kambing domba. Apa yang dimilikinya diperoleh sebagai buah dari kerja keras bertahun-tahun. Nas hari ini secara khusus berbicara tentang upaya Yakub untuk memperoleh kambing domba dari Laban. Ia bukanlah orang yang harap gampang, tetapi pejuang kehidupan yang pantas dijadikan teladan. Ayat 37 dan 38 mengisahkan bagaimana Yakub melakukan kiat khusus agar berhasil memperoleh harta berupa kambing domba yang didambakannya. Ia mengambil dahan hijau, mengupasnya sehingga kelihatan berbelang-belang serta meletakkannya di palungan tempat minum. Tindakkan ini berdasar pada kepercayaan bahwa apa yang dilihat kambing domba saat berkembang biak atau berkelamin, akan menentukan warna anak-anaknya. Jadi cara yang dipakai Yakub bukan tanpa alasan. Kita belajar bahwa bekerja keras haruslah didasarkan bukan saja pada kepercayaan tetapi juga kesungguhan berpikir. Buah dari kepercayaan, berpikir dan bertindak atau kerja keras tidak akan mengecewakan.  Setiap orang memiliki pengetahuan karena itu harus diwujudkan dengan cara khusus disertai kerja keras. Akhirnya mohonlah agar Allah sumber berkat dan pengetahuan memberkati usaha kita.

Doa: Ya Tuhan, kiranya kebutuhan hidup kami tercukupkan. Amin.

Rabu, 04 Mei 2022                                            

bacaan : Amsal 31 : 13 – 18

13 Ia mencari bulu domba dan rami, dan senang bekerja dengan tangannya. 14 Ia serupa kapal-kapal saudagar, dari jauh ia mendatangkan makanannya. 15 Ia bangun kalau masih malam, lalu menyediakan makanan untuk seisi rumahnya, dan membagi-bagikan tugas kepada pelayan-pelayannya perempuan. 16 Ia membeli sebuah ladang yang diingininya, dan dari hasil tangannya kebun anggur ditanaminya. 17 Ia mengikat pinggangnya dengan kekuatan, ia menguatkan lengannya. 18 Ia tahu bahwa pendapatannya menguntungkan, pada malam hari pelitanya tidak padam.

Perempuan Yang Cakap Dan Bijak

Perempuan yang dimaksud penulis kitab Amsal adalah isteri dan ibu yang cakap melakukan banyak hal  berkaitan dengan hikmat dalam kehidupan. Lakon atau peran hidup perempuan dijalani agar keberadaan dan kelangsungan keluarga dapat terjamin. Hal ini berarti bahwa kualitas keluarga ditentukan pula oleh tindakkan berhikmat atau bijak seorang perempuan. Laki-laki tidak mungkin bertindak sendiri melangsungkan akta hidupnya tanpa dukungan dan kebersamaan perempuan. Tindakan seorang isteri dan atau ibu menjadi berkualitas apabila dilangsungkan dengan cakap dan bijak. Kecakapan dan kebijaksanaan menjadikan perempuan bermakna bukan saja bagi keluarganya tapi juga demi kehidupan. Ciri perempuan cakap dan bijak adalah berpikir cerdas dan bekerja keras serta menggunakan setiap kesempatan mengusahakan juga menata pemenuhan kebutuhan sehari-hari untuk keluarganya. Kebutuhan sehari-hari yang dimaksud yakni makan dan minum, pakaian dan tempat kediaman atau rumah yang layak serta menabung untuk masa depan. Penulis Amsal ini bukan sekadar menghargai tetapi mengagungkan perempuan dengan sangat hebat. Peran atau lakon perempuan bukanlah tambahan tapi penentu dalam setiap keluarga.  Ia mengajarkan dan meneladankan nilai kehidupan bagi keluarganya. Keluarga yang memiliki perempuan mulia, dari dalamnya akan terlahir generasi baru berkualitas. Maksudnya keturunan yang  menghargai berkat Tuhan, bermartabat, bermoral, unggul, pekerja keras, dan menuju masa depan gemilang. Sesungguhnya keluarga yang berkenan pada Tuhan, keturunan yang diberkati serta kehidupan bermutu tercipta karena akta hidup perempuan cakap dan bijak. Hendaklah dihayati bahwa menjadi perempuan adalah berkat, sebab melaluinya, karya selamat Tuhan dinyatakan bagi keluarga dan kehidupan di semesta ini. Semoga kehidupan perempuan tetap berlangsung dengan cakap dan bijak.   

Doa: Ya Tuhan layakkanlah kami menjalani hidup dengan bermakna. Amin.

Kamis, 05 Mei 2022                                         

bacaan : Kisah Para Rasul 16 : 13 – 18

Paulus di Filipi
13 Pada hari Sabat kami ke luar pintu gerbang kota. Kami menyusur tepi sungai dan menemukan tempat sembahyang Yahudi, yang sudah kami duga ada di situ; setelah duduk, kami berbicara kepada perempuan-perempuan yang ada berkumpul di situ. 14 Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus. 15 Sesudah ia dibaptis bersama-sama dengan seisi rumahnya, ia mengajak kami, katanya: "Jika kamu berpendapat, bahwa aku sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, marilah menumpang di rumahku." Ia mendesak sampai kami menerimanya. 16 Pada suatu kali ketika kami pergi ke tempat sembahyang itu, kami bertemu dengan seorang hamba perempuan yang mempunyai roh tenung; dengan tenungan-tenungannya tuan-tuannya memperoleh penghasilan besar. 17 Ia mengikuti Paulus dan kami dari belakang sambil berseru, katanya: "Orang-orang ini adalah hamba Allah Yang Mahatinggi. Mereka memberitakan kepadamu jalan kepada keselamatan." 18 Hal itu dilakukannya beberapa hari lamanya. Tetapi ketika Paulus tidak tahan lagi akan gangguan itu, ia berpaling dan berkata kepada roh itu: "Demi nama Yesus Kristus aku menyuruh engkau keluar dari perempuan ini." Seketika itu juga keluarlah roh itu.

Bersyukur Bersama Wadah Perempuan GPM 

Hari ini, Wadah Pelayanan Perepuan GPM bersyukur atas bertambah panggilan pengutusan menjadi 54 tahun. Bersyukur bersama Wadah Pelayanan Perempuan GPM hendaklah diaktakan dengan cara memberdayakan seluruh potensi. Perempuan GPM diajak untuk terus memberdayakan potensi terutama ekonomi dan untuk maksud itu belajarlah pula dari Lidia.  Lidia seorang perempuan yang ditemui Paulus di Filipi ketika sedang melangsungkan perjalanan pemberitaan injil. Ia adalah seorang perempuan dari kota Tiatira, provinsi Asia. Kisah tentang Lidia menegaskan bahwa perempuan mendapat tempat dan peran positif dalam pemberitaan injil. Pelajaran ini penting bagi perempuan GPM yang bersyukur dengan bertambah tahun pelayanan. Tempat dan peran aktif perempuan dalam pemberitaan kabar baik tentang Yesus harus terus dilakoni. Nas hari ini juga memberi inspirasi tentang tindakkan bermakna secara ekonomi. Penyebutan kota Tiatira memberi kesan kuat bahwa penulis hendak menceritakan seorang perempuan dengan latar belakang ekonomi. Tiatira adalah kota yang terkenal dengan kain ungu karena warnanya merupakan hasil celupan dari sejenis siput laut. Pemberitaan injil terbuka bagi perempuan yang berwawasan pengusaha, memiliki kerendahan hati dan bersedia percaya Yesus. Kisah Lidia menegaskan paran aktif perempuan baik sebagai pemberita injil maupun pelaku usaha di bidang ekonomi.  Perempuan lain yang dikisahkan dalam teks kita adalah seseorang yang dibebaskan dari roh tenung. Kiranya hari ini dijadikan kesempatan membarui hidup, baik perasaan, pikiran, sikap maupun tindakkan. Semua yang tak berkenan pada Yesus haruslah diubah agar menjadi berkenan pada-Nya.

Doa: Ya Bapa, terimalah syukur perempuan GPM. Amin.

Jumat, 06 Mei 2022                                            

bacaan : Amsal 6 : 6 – 11

6 Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak: 7 biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, 8 ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen. 9 Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu? 10 "Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring" -- 11 maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.

Orang Malas Hidupnya Melarat

Orang malas atau pemalas menjalani hidupnya dengan tidak bertanggung jawab.  Mereka biasanya sedikit bekerja atau bahkan tidak bekerja sama sekali serta suka “berlipat tangan”. Tingkat kualitas hidup orang-orang ini menurun dengan hebat, sehingga semut pun lebih unggul dari mereka. Manusia makhluk mulia kalah bermutu dari semut dan situasi demikian merupakan sebuah pengecualian hidup bahkan ironi. Semut bekerja keras secara bersama-sama, tapi ada manusia yang malas dan banyak tidur. Semut mengumpulkan makanan dan tidak kelaparan, tetapi ada manusia yang melarat karena kemalasannya. Semut memiliki persediaan makanan melimpah, tapi ada manusia yang berkekurangan bahkan miskin karena kecorobohannya. Kondisi seperti inilah yang mendasari penulis Amsal mengajukan nasihat hikmatnya. Hiduplah dengan berhikmat agar terhindar dari kemiskinan dan kemelaratan. Ia sedang berbicara tentang kemiskinan sebagai akibat dari kemalasan dan kecerobohan diri sendiri dalam pekerjaan. Peringatan ini keras dan serius, sehingga tidak boleh diabaikan. Bermohonlah agar Tuhan memberi hikmat agar hidup dijalani dengan bertanggung jawab. Orang yang bertanggung jawab menjalani hidup dengan optimis, terus belajar dari pengalaman, bekerja keras dan bersama-sama. Inilah rahasia mengalami hidup sejahtera, bekerja dengan prinsip keras, bersama-sama dan bersama Tuhan. Mari periksa hidup, jangan sampai selama ini kita berkerja, tapi tidak keras. Amatilah keberadaan kalau-kalau kita sudah bekerja keras, tapi seorang diri tanpa kebersamaan. Ujilah pula mungkin kita sudah bekerja keras dan bersama-sama, tapi belum bersama Tuhan. Hidup dianugerahkan agar dialami dalam kelimpahan bukan kemelaratan. Ingatlah bahwa orang berhikmat belajar dari pengalaman, mengoreksi diri sendiri, bekerja keras dan bersama-sama serta mengharapkan pertolongan Tuhan.

Doa: Ya Bapa kuatkan kami untuk bekerja keras agar dapat mengalami hidup yang sejahtera karena berkat-Mu.  Amin.

Sabtu, 07 Mei 2022                                            

bacaan : Amsal 10 : 4 – 5

4 Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya. 5 Siapa mengumpulkan pada musim panas, ia berakal budi; siapa tidur pada waktu panen membuat malu.

Tangan Yang Lamban Membuat Miskin

Sumber daya manusia perlu digerakan dalam mengembangkan ekonomi keluarga. Seorang mahasiswa dapat menarik beca untuk memenuhi kebutuhan kuliahnya. Dia terdorong memberdayakan dirinya tidak saja mendapat uang untuk membayar uang kuliah saja, tetapi terpikir melihat sebuah keberhasilan ke masa depan yang menanti. Penulis Amsal menyatakan “tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan yang rajin menjadikan kaya. Landasan kuat mendorong seseorang mau mempergunakan waktu dan kesempatan. Waktu digunakan sebaik mungkin, sebab  waktu adalah anugrah Allah, yang mesti dioptimalkan secara baik dengan bekerja keras. Apa yang dapat diharapkan dari kebiasaan bermalas-malasan, minum dan mabuk. Budaya serta kebiasaan anak-anak yang kurang menghargai waktu sebagai anugerah Allah, mengakibatkan mereka kehilangan masa depan. Kerja keras adalah faktor penting penentu keberhasilan, kemalasan dan kelambanan hanya akan membawa kita kepada kegagalan. Amsal 18:9 “orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya sudah menjadi saudara perusak. Pergilah kepada semut, perhatikan lakunya dan jadilah bijak. Sekalipun semut seekor binatang kecil, ia menyediakan roti pada musim panas dan mengumpulkan makananya pada waktu panen. Seandainya kita rajin, alam yang kaya ini  dapat dikelola, menjadi sumber pendapatan atau kekayaan yang membawa keberuntungan  dan kebahagian bagi hidup kita serta generasi anak cucu kita. Cipatkan kerja dan menyediakan lapangan kerja untuk membangun ketahanan ekonomi keluarga adalah hal yang penting dan menjadi perhatian kita. Setiap orang secara kreatif  dapat mengubah kondisi ancaman virus Covid-19 dengan menciptakan sumber pendapatan baru. Cara yang cukup menarik dengan adakan gerakan menanam bermacam sayuran untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Berdayakan setiap lahan tidur yang ada disekitar kita. Jauhkan sikap bermalas-malasan dan belajarlah dari keberhasilan orang yang rajin agar kita termotivasi juga untuk berhasil.

Doa:    Tuhan berikan kami motivasi untuk mengembangkan pontensi diri. Amin.  

*SUMBER : SHK bulan Mei 2022, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 24-30 April 2022

Tema Mingguan : ” Percaya pada Yesus yang Bangkit “

Minggu, 24 April 2022

Bacaan : Yohanes 20 : 24 – 29

Yesus menampakkan diri kepada Tomas
24 Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ. 25 Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: "Kami telah melihat Tuhan!" Tetapi Tomas berkata kepada mereka: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya." 26 Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" 27 Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah." 28 Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!" 29 Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."

Percaya Meski Tidak Melihat

Jika kita harus mempercayai sesuatu, apakah kita tipe orang yang percaya dulu lalu melihatnya atau melihat dulu baru kemudian percaya? Memang ada orang yang tanpa harus melihat terlebih dahulu ia langsung percaya, tapi ada juga orang yang harus melihat, harus ada bukti dulu baru percaya. Melalui kisah Tomas dalam Injil Yohanes ini, kita dapat belajar bahwa untuk percaya atau beriman kepada Tuhan Yesus, ternyata memiliki juga “ruang” untuk keraguan. Gambaran tentang keraguan dan ketidak percayaan Tomas mewakili dan menjadi gambaran banyak orang percaya masa kini yang selalu meragu-ragukan atau pesimis, apakah Tuhan benar-benar dapat melakukan mujizat atau keajaiban dalam kehidupan manusia. Orang-orang seperti ini akan selalu ragu ketika mendengar tentang kesaksian akan kemaha kuasaan Allah dalam kehidupan sesamanya. Dalam kisah ini, dapat kita lihat, apakah Tuhan Yesus menyerah dengan keraguan Tomas? Tidak! Rupanya anugerah Allah selalu berkelimpahan. Yesus justru membuktikan kepada Tomas bahwa Ia adalah Anak Allah yang telah mati tetapi bangkit dan hidup. Teguran Yesus seperti ini mau mengingatkan bahwa relasi iman kita kepada Tuhan seharusnya tidak didasarkan kepada pengalaman fisik, melainkan seharusnya berdasarkan kepada pengalaman iman. Bukan didasarkan pada apa yang dilihat, melainkan kepada kesiapan kita untuk mempercayai Dia melalui Firman-Nya, bahwa Yesus adalah Anak Allah yang bangkit. Kiranya kuasa kebangkitan Yesus yang telah mengubah kehidupan Tomas untuk tidak ragu kepada-Nya, juga menyertai kehidupan kita semua, khususnya dalam masa-masa sulit seperti sekarang ini. Tuhan memberkati kita semua.

Doa: Ya Tuhan, ajarilah kami untuk selalu percaya bahwa Engkau adalah Anak Allah yang bangkit dan hidup. Amin.

Senin, 25 April 2022

bacaan : Yohanes 2 : 22

22 Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan merekapun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus.

Percaya Kepada Perkataan Yesus Sebagai Firman Allah


Sebagai anak-anak, terkadang kita mengabaikan nasihat dan perkataan orang tua, sampai kepada titik dimana ketika kita akhirnya menyadari bahwa nasihat atau perkataan yang dikatakan oleh orang tua itu benar adanya. Akhirnya yang terjadi adalah rasa penyesalan karena tidak mengindahkan perkataan atau nasihat orang tua tersebut. Hal yang sama pun dapat kita lihat melalui pembacaan di saat ini, di mana Yesus menyucikan Bait Allah dengan menghardik para pedagang yang berjualan di Bait Allah. Dalam perkataan-Nya, Tuhan Yesus berbicara mengenai Bait Allah yang dirombak dan dapat dibangun-Nya kembali dalam 3 hari. Para murid tidak menyadari bahwa maksud penyempaian Yesus itu adalah nubuat tentang diri-Nya yang mati dan bangkit pada hari ketiga. Hal tersebut baru mereka sadari setelah kebangkitan Yesus terjadi dan sejak saat itulah para murid menjadi semakin percaya akan setiap perkataan yang keluar dari mulut Yesus. Selaku orang percaya, kita terkadang mengabaikan Firman Tuhan yang telah disampaikan, baik yang berisikan nasihat dan ajaran maupun nubuat tentang kemahakuasaan Allah. Hingga pada saat dimana melalui keadaan atau situasi tertentu kita sadar bahwa Firman Tuhan itu memang benar adalah penuntun hidup. Perkataan-perkataan Yesus dalam kitab-kitab Injil merupakan nubuat-nubuat tentang kemahakuasaan Allah di dalam diri-Nya. Percaya kepada Firman Allah dengan meyakini dan melakukannya dalam kehidupan adalah wujud iman kita kepada Yesus Kristus yang bangkit.

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk melakukan Firman-Mu sebagai wujud iman percaya kami. Amin.

Selasa, 26 April 2022

bacaan : Markus 16 : 9 – 18

Yesus beberapa kali menampakkan diri dan mengutus murid-murid-Nya Yesus terangkat ke sorga
9 Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan. 10 Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis. 11 Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya. 12 Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota. 13 Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada merekapun teman-teman itu tidak percaya. 14 Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya. 15 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. 16 Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. 17 Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, 18 mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."

Kebangkitan Yesus Mengubahkan Hati

Kepercayaan seeorang merupakan sebuah proses dinamis, tidak timbul secara tiba-tiba, ada faktor-faktor pencetus dan diperlukan pula kesaksian para saksi. Para murid pun demikian halnya harus melalui proses panjang sampai pada akhirnya percaya kepada Yesus yang bangkit. Proses itu dimulai dari kesaksian Maria Magdalena sebagai saksi mata sampai penampakan yang dilakukan Yesus. Kesaksian Maria Magdalena tentang Yesus yang bangkit tidak serta merta membuat para murid. Dua murid dari emaus pun belum sepenuhmya membuat mereka percaya, hanya Yesus saja yang sanggup meyakinkan mereka tentang kebenaran kebangkitan-Nya. Yesus mencela kedegilan hati mereka sebab masih ada keraguan, ketidakpercayaan, dan keangkuhan. Sikap para murid yang demikian dapat pula disebabkan oleh adanya perasaan kecewa, dan patah hati. Yesus ternyata harus mati dan tidak menjadi Mesias seperti diharapkan. Kuasa kebangkitan Yesus menunjukan otoritas ilahi mengubahkan kedegilan hati, keraguan, ketakutan menjadi ketetapan hati untuk melakukan aksi, bahkan mereka diberikan kuasa melakukan tanda mujizat. Kesaksian tentang kebangkitan Yesus tetap bermakna bagi kita yang hidup di masa kini. Pertama, kuasa Kebangkitan Yesus harus dijadikan kekuatan yang mengubahkan hati. Kedua, kuasa kebangkitan Kristus adalah otoritas Allah dalam hidup manusia yang bukan sekadar memberi perintah tetapi juga memberkati kita untuk bersaksi. Kita terpanggil untuk memberitakan kebaikan Allah yang telah mengampuni dosa manusia dan dunia, baik dengan perkataan maupun karya nyata.

Doa: Ya Tuhan ubahlah hati kami dengan kuasa kebangkitan Yesus agar layak dan mampu menjadi bersaksi. Amin.

Rabu, 27 April 2022

bacaan : Matius 28 : 16 – 18

Perintah untuk memberitakan Injil
16 Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. 17 Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu. 18 Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.

Hidup Adalah Pemberian dan Penugasan, Anugerah dan Pengutusan

Paul Tillich yang adalah seorang teolog berkebangsaan Jerman mengatakan bahwa: keraguan bukanlah lawan dari iman melainkan salah satu unsur iman. Menurutnya hanya orang yang serius imannya yang pernah mengalami keraguan. Kita jangan pernah berhenti beriman saat keraguan itu datang. Hal yang semestinya kita lakukan terhadap apa yang namanya keraguan itu ialah membawanya kepada Allah. Sebelum kenaikan Yesus ke sorga para murid pergi ke Galilea. Mereka berjumpa dengan Yesus di sebuah bukit yang bernama Zaitun. Penulis Matius mencatat bahwa karena ragu-ragu, tidak semua murid menyembah Yesus yang adalah Raja. Yesus mengetahui hati setiap orang, baik yang sungguh-sungguh percaya maupun orang yang meragukan-Nya. Itu sebabnya sebelum amanat agung diberikan, Yesus terlebih dahulu membereskan keraguan murid-murid-Nya. Hidup adalah pemberian dan penugasan. Hidup adalah anugerah dan pengutusan. Yesus memberi kehidupan sekaligus mengutus kita untuk menyatakan tanda-tanda kerajaan Allah bagi dunia. Ia mengutus kita untuk bekerja dan melayani serta menjadikan segala bangsa murid-Nya. Perintah inilah yang dikenal dengan sebutan amanat agung Kristus bagi para rasul-Nya. Perintah ini juga ditujukan kepada kita sebagai murid-Nya. Kita terpanggil untuk mengajak semua orang melakukan firman Tuhan. Ajakan untuk melakukan firman Tuhan dimulai dari diri kita terlebih dahulu. Sebelum mengajar orang lain, maka kita haruslah mengajar diri sendiri untuk hidup benar dan melakukan firman Tuhan.

Doa: Tuhan Yesus mampukan kami memahami perintah-Mu tanpa ragu pada janji penyertaan-Mu, serta mengajarkan firman-Mu bagi semua orang. Amin.


Kamis, 28 April 2022

bacaan : 1 Petrus 1 : 21

21 Oleh Dialah kamu percaya kepada Allah, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan yang telah memuliakan-Nya, sehingga imanmu dan pengharapanmu tertuju kepada Allah.

Ditebus Dengan Darah Yang Mahal

Pertanyaan reflektif yang perlu dijawab ialah apakah yang ingin kita capai dalam hidup ini? Keselamatan dan kebahagiaan di masa depankah, yang karenanya kita telah berusaha namun sia-sia? Mungkinkah kita terlalu mengandalkan kekuatan dan kemampuan diri sendiri. Kita egois, sombong, merasa hebat, seakan-akan tanpa kuasa Allah semua hasrat hati pasti terlaksana. Kita tidak melakukan segala sesuatu dengan iman dan pengharapan yang sungguh-sungguh tertuju kepada Allah. Allah telah membangkitkan Yesus, sehingga melalui-Nya iman dan pengharapan orang percaya hanya tertuju kepada Dia. Karya selamat Yesus tidaklah berakhir pada Kematian, tetapi kebangkitan-Nya. Sekali lagi kebangkitan dan kenaikan Kristus ke sorga bukan sekadar pertunjukan kuasa yang hebat, tetapi membuka jalan bagi setiap orang percaya mempercayai Allah. Allah yang sudah membangkitkan dan memuliakan Kristus adalah Dia yang akan menguatkan kita ketika menghadapi kesukaran, fitnahan, penganiayaan, hinaan bahkan kematian. Allah sudah menyediakan dasar yang kokoh bagi iman dan pengharapan kita. Karena itu jadilah manusia baru. Kita telah ditebus, sehingga tidak lagi hidup dari benih kefanaan melainkan dalam kekudusan yakni firman Allah yang hidup dan kekal. Karena dosa, kita telah ditebus oleh-Nya dengan darah yang mahal, marilah kita hidup seturut dengan kehendak-Nya. agar kita dapat terus beroleh kasih-Nya marilah kita hidup dengan tetap beriman dan berpengharapan yang hanya tertuju kepada Allah.

Doa: TUHAN kami selalu rindu beroleh kasihMu, Ajari kami Tuhan untuk tetap hidup dengan beriman dan berpengharapan hanya kepadaMu. Amin..


Jumat, 29 April 2022

bacaan : 2 Korintus 4 : 13 – 15

13 Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: "Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata", maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata. 14 Karena kami tahu, bahwa Ia, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Dan Ia akan menghadapkan kami bersama-sama dengan kamu kepada diri-Nya. 15 Sebab semuanya itu terjadi oleh karena kamu, supaya kasih karunia, yang semakin besar berhubung dengan semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menyebabkan semakin melimpahnya ucapan syukur bagi kemuliaan Allah.

Menjadi Saksi Kebangkitan Kristus

Kata percaya diartikan sebagai hal mengakui atau meyakini bahwa sesuatu itu memang benar atau nyata. Percaya juga dimaknai, menganggap atau yakin bahwa seseorang itu jujur atau tidak jahat. Paulus melalui suratnya yang ke-2 kepada jemaat di korintus ingin menegaskan dan membela otoritas kerasulannya serta menentang ajaran guru-guru palsu. Atas dasar itu melalui surat yang kedua kepada jamaat di Korintus, ia menegaskan gagasan teologi kemuliaan melalui penderitaan. Hal ini dapat dilihat dari penjelasan tentang pengalaman rohaninya dengan orang-orang percaya, seperti kelemahan, dukacita, airmata, bahaya, kesukaran lalu kemudian penghiburan, kemegahan, kebenaran pelayanan dan kemuliaan. Kebangkitan dan hidup kekal itu akan diterima oleh orang yang percaya. Inilah iman sejati yang harus dimiliki oleh orang percaya. Iman yang harus dihidupi dan disuarakan sehingga orang lain mendengar dan menerimanya. Inilah yang dimaksudkan Paulus ketika ia berkata: aku percaya sebab itu aku berkata-kata maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata. Orang Kristen memang harus menyuarakan yang dipercayainya karena ia juga hidup seturut imannya kepada Kristus. Jadikanlah diri dan hidup sebagai satu kesaksian dan teladan bagi orang lain, sehingga mereka dapat percaya dan berkata-kata tentang kebangkitan Yesus. Hanya dengan cara demikian, dunia menjadi percaya dan hidup dalam limpah syukur bagi kemuliaan Allah.

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk terus bersaksi tentang kuasa kebangkitan-Mu agar orang lain juga menjadi percaya dan dapat berkata-kata tentang kuasa kebangkitan-Mu. Amin..


Sabtu, 30 April 2022

bacaan : Galatia 1 : 1 – 5

Salam
Dari Paulus, seorang rasul, bukan karena manusia, juga bukan oleh seorang manusia, melainkan oleh Yesus Kristus dan Allah, Bapa, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, 2 dan dari semua saudara yang ada bersama-sama dengan aku, kepada jemaat-jemaat di Galatia: 3 kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus, 4 yang telah menyerahkan diri-Nya karena dosa-dosa kita, untuk melepaskan kita dari dunia jahat yang sekarang ini, menurut kehendak Allah dan Bapa kita. 5 Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya! Amin.

Hidup Oleh Kasih Karunia Tuhan

Pemahaman seseorang akan jati diri dan hubungannya dengan pencipta-Nya sangat mempengaruhi cara pikir dan sikapnya. Paulus menyebut dirinya adalah rasul yang dipilih oleh Yesus Kristus bukan manusia. Otoritas Paulus untuk menjadi seorang rasul sepenuhnya berasal dari kehendak Allah sendiri. Jika Paulus diterima oleh Allah, maka demikian pun kita. Tuhan Yesus dan Allah Bapa menghadirkan kasih karunia dalam hidup kita. Kita tidak pernah bisa membeli kasih karunia dengan usaha sendiri. Semua promosi datangnya dengan kasih karunia dan kehendak Allah, semua bukan karena usaha kita. Saat kita setia dalam perkara-perkara sederhana dan berjalan dalam hadirat Allah, terus menerus dan dekat dengan Allah, maka Ia akan menunjukkan kasih karunia-Nya. Hidup kita berada dan berlangsung karena anugerah dan damai sejahtera Allah. Kasih karunia dan damai sejahtera adalah berkat terbesar umat yang telah ditebus oleh Allah. Semakin kita menyadari akan berkat terbesar ini dalam kehidupan, makin besar pula daya untuk berusaha dan berjuang serta memuliakan Allah. Mari sadari dan hayatilah bahwa segala sesuatu yang kita alami di masa lalu adalah cara Tuhan mempersiapkan hidup agar berdaya menjalani waktu sekarang. Selain itu, semua hal yang dialami dan digumuli di masa sekarang, akan dikaryakan Tuhan untuk masa depan yang gemilang nanti.

Doa: Ya Tuhan Yesus terima kasih untuk anugerah-Mu yang telah menyelamatkan hidupku dan mampukanlah aku untuk menghidupi kebenaran-Mu tiap hari dalam hidupku. Amin.

*SUMBER : SHK BUlan April 2022 LPJ – GPM

Santapan Harian Keluarga, 17 – 23 April 2022

Tema Mingguan : “Paskah Kristus : Ada Kuasa di balik batu yang terguling

Minggu, 17 April 2022                     

bacaan : Lukas 23 : 53b – 24 : 1 – 12

Kebangkitan Yesus
56 Dan setelah pulang, mereka menyediakan rempah-rempah dan minyak mur. (23-56b) Dan pada hari Sabat mereka beristirahat menurut hukum Taurat,
tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka. 2 Mereka mendapati batu sudah terguling dari kubur itu, 3 dan setelah masuk mereka tidak menemukan mayat Tuhan Yesus. 4 Sementara mereka berdiri termangu-mangu karena hal itu, tiba-tiba ada dua orang berdiri dekat mereka memakai pakaian yang berkilau-kilauan. 5 Mereka sangat ketakutan dan menundukkan kepala, tetapi kedua orang itu berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati? 6 Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea, 7 yaitu bahwa Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang-orang berdosa dan disalibkan, dan akan bangkit pada hari yang ketiga." 8 Maka teringatlah mereka akan perkataan Yesus itu. 9 Dan setelah mereka kembali dari kubur, mereka menceriterakan semuanya itu kepada kesebelas murid dan kepada semua saudara yang lain. 10 Perempuan-perempuan itu ialah Maria dari Magdala, dan Yohana, dan Maria ibu Yakobus. Dan perempuan-perempuan lain juga yang bersama-sama dengan mereka memberitahukannya kepada rasul-rasul. 11 Tetapi bagi mereka perkataan-perkataan itu seakan-akan omong kosong dan mereka tidak percaya kepada perempuan-perempuan itu. 12 Sungguhpun demikian Petrus bangun, lalu cepat-cepat pergi ke kubur itu. Ketika ia menjenguk ke dalam, ia melihat hanya kain kapan saja. Lalu ia pergi, dan ia bertanya dalam hatinya apa yang kiranya telah terjadi.

Ada kuasa di Balik Batu Yang Terguling

Paskah Kristus: “Ada kuasa di balik batu yang terguling”,  demikianlah tema paskah GPM tahun 2022. Jika fokus kita pada kata “kuasa” maka yang dimaksudkan pada tema ini bukan sekadar kuasa yang menyebabkan atau telah membuat batu penutup kubur Yesus dapat terbuka. Namun sebenarnya menunjuk pula pada keberadaan di balik atau di belakang atau arahnya yang lebih tepat yakni di dalam kubur tersebut. Kuasa tersebut adalah Yesus yang hidup. Kuasa Yesus yang hidup menunjukkan kuasa Allah yang menang atas penderitaan dan maut. Kubur sebagai bukti fisik akan kematian Yesus tak dapat menahan kuasa ilahi Allah untuk membangkitkan Yesus dan hidup di antara orang mati. Pertanyaan dua orang malaikat yakni : “mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati?” merupakan suatu pertanyaan kritis untuk menarik keluar iman dari para perempuan. Untuk itu, para malaikat kemudian melanjutkan pertanyaan mereka dengan mengingatkan kembali perempuan-perempuan tentang perkataan Yesus terkait kebangkitan yang akan Ia alami. Penulis Injil Lukas menunjukkan respons para perempuan itu dengan mengatakan “…maka teringatlah mereka…” Kemampuan para perempuan untuk mengingat kembali menjadi daya dorong yang kuat bagi bertumbuhnya iman percaya dalam diri merekabut. Iman yang sungguh-sungguh itulah yang kemudian memampukan para perempuan untuk selanjutnya menyaksikan kebangkitan Yesus kepada kesebelas murid Yesus dan semua saudara lainnya. Semua peristiwa ini merupakan wujud dari kuasa yang ada di balik batu yang terguling itu. Untuk itu, hiduplah selalu dengan mengandalkan kuasa Tuhan yang hidup, dan percayalah bahwa kuasa Tuhan tersebut tidak pernah sia-sia

Doa: Kuasailah kami dengan kuasa kehidupan-Mu, ya Kristus Penyelamat kami. Amin.

Senin, 18 April 2022                                         

bacaan : Matius 28 : 1 – 10

Kebangkitan Yesus
Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu. 2 Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya. 3 Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju. 4 Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati. 5 Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: "Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. 6 Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring. 7 Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu." 8 Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus. 9 Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. 10 Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku."

Kesetaraan; Ada Kuasa di Balik Batu

Dalam kisah kebangkitan Yesus, ada sebuah nama yang begitu khas disebutkan oleh Injil Matius yakni Maria Magdalena. Siapakah dia? Maria Magdalena  adalah salah satu dari beberapa wanita yang ikut berkeliling bersama Yesus dan murid-muridNya dalam melakukan pelayanan. Maria adalah seorang perempuan yang pernah dibebaskan Yesus dari tujuh setan (bnd Mrk 16:9), dan dianggap sebagai seorang berdosa. Namun Maria Magdalena merupakan satu-satunya perempuan yang setia mengikut Yesus hingga menyaksikan secara langsung penyaliban Yesus. Untuk itu, ia yang kemudian mendapat penghormatan sebagai orang pertama yang melihat Yesus setelah Yesus dibangkitkan. Peristiwa kebangkitan Yesus memang membawa perubahan besar bagi kehidupan Maria Magdalena dan perempuan lainnya. Setelah mereka mendengar berita tentang Yesus dari malaikat, mereka segera pergi menjumpai para murid Yesus dan memberitakan tentang kebangkitan-Nya. Tindakan ini hendak menyatakan sekaligus juga kepada kita bahwa peran perempuan tidak selalu ada di ruang domestik namun juga dapat terjadi di ruang publik. Kuasa Yesus yang hidup; yang ada di balik batu yang terguling itu ternyata telah menghadirkan kesetaraan bagi perempuan. Selain itu, kuasa di balik batu yang terguling itu pun tak hanya terjadi di kubur Yesus, namun juga terjadi di dalam perjalanan para perempuan yang hendak menjumpai murid-murid Yesus. Hal ini berarti bahwa kuasa kebangkitan Yesus tak dapat dibatasi oleh ruang dan waktu tertentu. Kuasa dibalik batu yang terguling itu pun membawa damai sejahtera bagi mereka yang mengimani kebangkitan-Nya. Yesus mengatakan “salam bagimu” sama artinya dan kata “memberi berkat”. Dengan demikian, kuasa di balik batu yang terguling ternyata memberi dampak secara luas bagi seseorang yang percaya kepada-Nya. Marilah kita mulai melakukannya dalam keluarga kita.

Doa: Tuhan Yesus, kami percaya kuasa kebangkitan-Mu mengubah kehidupan kami. Amin.

Selasa, 19 April 2022                                        

bacaan : Kisah Para Rasul 3 : 11 – 16

Khotbah Petrus di Serambi Salomo
11 Karena orang itu tetap mengikuti Petrus dan Yohanes, maka seluruh orang banyak yang sangat keheranan itu datang mengerumuni mereka di serambi yang disebut Serambi Salomo. 12 Petrus melihat orang banyak itu lalu berkata: "Hai orang Israel, mengapa kamu heran tentang kejadian itu dan mengapa kamu menatap kami seolah-olah kami membuat orang ini berjalan karena kuasa atau kesalehan kami sendiri? 13 Allah Abraham, Ishak dan Yakub, Allah nenek moyang kita telah memuliakan Hamba-Nya, yaitu Yesus yang kamu serahkan dan tolak di depan Pilatus, walaupun Pilatus berpendapat, bahwa Ia harus dilepaskan. 14 Tetapi kamu telah menolak Yang Kudus dan Benar, serta menghendaki seorang pembunuh sebagai hadiahmu. 15 Demikianlah Ia, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi. 16 Dan karena kepercayaan dalam Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kamu kenal ini; dan kepercayaan itu telah memberi kesembuhan kepada orang ini di depan kamu semua.

Ada Kuasa di Balik Nama-Nya

Seorang anak kecil membaca tema paskah yang tertera pada sebuah spanduk di gereja,  mengatakan kepada mamanya yakni :  “mama, mengapa kakak seng ada kuasa? Padahal batu terguling kena kaka pung jari”. Pertanyaan yang terdengar sangat sederhana dari kepolosan seorang anak, namun telah memaksa mama dan papanya untuk berpikir dan memberi jawab. Ya, karena dalam kehidupan ini kita selalu menjumpai batu yang terguling, namun tentunya batu yang terguling itu tidak sama dengan batu yang terguling dalam kisah kebangkitan Yesus. Kuasa dari batu yang terguling dalam nas bacaan kita dapatlah dipahami melalui khotbah Petrus kepada orang banyak di Serambi Salomo. Ketika orang lumpuh yang selalu duduk di depan Bait Allah disembuhkan oleh Petrus, maka terheran-heranlah semua orang yang melihat. Di dalam hati mereka bertanya tentang kuasa yang dipakai oleh petrus untuk menyembuhkan orang lumpuh tersebut. Petrus kemudian menjadikan situasi keheranan itu untuk mengajarkan tentang Yesus sebagai Tuhan dan Penyelamat. Tuhan yang di dalam nama-Nya ada kuasa yang besar  yakni kuasa kehidupan. Bagi petrus, orang lumpuh telah percaya dan mempercayakan dirinya pada kuasa yang menghidupkan itu, yang dikatakan oleh Petrus bahwa :…Karena kepercayaan dalam nama Yesus, maka nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kamu kenal ini…” Pengajaran Petrus seharusnya juga menumbuhkan iman percaya kita sebagai orang beriman. Kita harus sungguh-sungguh percaya pada kuasa Yesus yang hidup itu.  Supaya dalam kuasa nama-Nya, kelemahan dan persoalan yang kita hadapi ditanggung dan diatasi dengan pertolongan-Nya. Dengan demikian, kehidupan kita pun akan menyaksikan betapa besar kuasa nama-Nya.

Doa: Nama-Mu sungguh berkuasa ya Tuhan. tolonglah kami untuk selalu mengimaniNya. Amin.

Rabu, 20 April 2022                                             

bacaan : Kisah Para Rasul 3 : 17 – 26

17 Hai saudara-saudara, aku tahu bahwa kamu telah berbuat demikian karena ketidaktahuan, sama seperti semua pemimpin kamu. 18 Tetapi dengan jalan demikian Allah telah menggenapi apa yang telah difirmankan-Nya dahulu dengan perantaraan nabi-nabi-Nya, yaitu bahwa Mesias yang diutus-Nya harus menderita. 19 Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan, 20 agar Tuhan mendatangkan waktu kelegaan, dan mengutus Yesus, yang dari semula diuntukkan bagimu sebagai Kristus. 21 Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu. 22 Bukankah telah dikatakan Musa: Tuhan Allah akan membangkitkan bagimu seorang nabi dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku: Dengarkanlah dia dalam segala sesuatu yang akan dikatakannya kepadamu. 23 Dan akan terjadi, bahwa semua orang yang tidak mendengarkan nabi itu, akan dibasmi dari umat kita. 24 Dan semua nabi yang pernah berbicara, mulai dari Samuel, dan sesudah dia, telah bernubuat tentang zaman ini. 25 Kamulah yang mewarisi nubuat-nubuat itu dan mendapat bagian dalam perjanjian yang telah diadakan Allah dengan nenek moyang kita, ketika Ia berfirman kepada Abraham: Oleh keturunanmu semua bangsa di muka bumi akan diberkati. 26 Dan bagi kamulah pertama-tama Allah membangkitkan Hamba-Nya dan mengutus-Nya kepada kamu, supaya Ia memberkati kamu dengan memimpin kamu masing-masing kembali dari segala kejahatanmu."

Digenapi Supaya dibaharui

Karya kasihNya genap, haleluya

KemenanganNya tetap; haleluya

Surya slamat jadi trang, haleluya

Takkan lagi terbenam, haleluya

Ayat kedua dari lagu yang berjudul: “Kristus bangkit Soraklah”,  pada Kidung jemaat No.188 ini, menunjuk pada sebuah pengertian yang mendalam tentang peran Yesus. Sebuah peran yang pada akhirnya dapat ditegaskan dengan satu kata yang tepat yakni GENAP. Semua yang dilakukan oleh Yesus adalah perwujudan dari penggenapan kehendak dan kasih Allah kepada umat manusia. Untuk itu, Petrus dalam khotbahnya di Serambi Salomo menyadari bahwa reaksi-reaksi manusia yang muncul sebelum kebangkitan Yesus terjadi merupakan reaksi karena ketidaktahuan dan ketidakmengertian. Petrus kemudian mengurai seluruh benang merah kehadiran Yesus di dunia, mulai dari sejarah Israel, nubuat para nabi hingga kematian dan kebangkitan-Nya kepada orang banyak saat itu. Petrus melakukan hal demikian, supaya terjadi pertobatan dalam diri mereka. Pertobatan merupakan tahapan awal dari pengaruh kuasa kebangkitan Yesus bagi orang-orang yang percaya pada-Nya. Sebab tanpa pertobatan maka perubahan hidup tidak dapat terjadi. Hal ini tentunya tidak mudah, sebuah quotes dari seseorang yang bernama Ethan Hawke mengatakan bahwa “hal terpenting yang dapat dilakukan oleh orang Kristen yang lahir baru adalah berdoa”. Doa menjadi kunci kekuatan bagi kita sebagai manusia yang lemah untuk tetap berada dalam kehidupan yang telah dibaharui. Sebab, hanya dengan meminta pertolongan-Nya, kita mampu untuk menjalani kehidupan yang sesuai dengan kehendak-Nya.

Doa:  Tuhan Yesus, dengan kuasa kebangkitan-Mu tolonglah kami untuk hidup baru. Amin.

Kamis, 21 April 2022                                         

bacaan : Ayub 19 : 25 – 27

25 Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu. 26 Juga sesudah kulit tubuhku sangat rusak, tanpa dagingkupun aku akan melihat Allah, 27 yang aku sendiri akan melihat memihak kepadaku; mataku sendiri menyaksikan-Nya dan bukan orang lain. Hati sanubariku merana karena rindu.

Aku Tahu Penebusku Hidup

Aku tahu: Penebusku hidup!, demikianlah keyakinan Ayub. Semua orang Kristen pasti tahu tentang kisah hidup Ayub. Dia merupakan seorang yang saleh dan jujur, yang takut akan Allah serta menjauhi kejahatan. Tetapi meskipun ia adalah seorang yang taat, Ayub tetap diuji dan mengalami masa-masa getir dalam hidupnya. Ketika mengalami penderitaan yang hebat  Ayub tetap setia dan percaya kepada Allah yang disembahnya dalam kesalehan. Allah diyakini sebagai penebusnya yang hidup. Karena itu Allah akan memulihkan kondisi hidup diri dan keluarganya. Berkaca dari kisah hidup Ayub kita dapat merenungkan, ketika ada banyak masalah yang dihadapi, seringkali muncul banyak keluhan dan bersungut-sungut bahkan menuding bahwa Tuhan Allah tidak adil. Allah dituding tidak adil karena memberikan begitu banyak persoalan, tantangan, penderitaan dalam hidup  pribadi, keluarga, tempat bekerja dan melayani. Ada pula yang seringkali  tinggal berlarut-larut dalam penderitaan hingga lupa cara bersyukur dan meyakini kuasa Tuhan Allah sebagai penebus yang hidup. Sadarilah bahwa Allah yang kita imani adalah Allah yang tidak akan memberikan penderitaan melebihi kemampuan selaku manusia. Sama seperti yang Ayub imani, jika  tekun dan tetap taat kepada Allah, maka Ia akan memberikan kelegaan dan jalan keluar terhadap seluruh masalah dan persoalan yang kita hadapi. Marilah selaku pribadi dan keluarga Allah, menjalani kehidupan dalam penghayatan di minggu sengsara ini, kita tetap setia, tekun dan percaya bahwa Allah yang kita imani adalah Penebus yang hidup.

Doa:  Ajarilah kami untuk tetap setia dan tekun kepada-Mu ya Allah, sebab Engkau adalah Penebus kami yang Hidup. Amin.

Jumat, 22 April 2022                                   

bacaan : Yohanes 11 : 33 – 44

33 Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata: 34 "Di manakah dia kamu baringkan?" Jawab mereka: "Tuhan, marilah dan lihatlah!" 35 Maka menangislah Yesus. 36 Kata orang-orang Yahudi: "Lihatlah, betapa kasih-Nya kepadanya!" 37 Tetapi beberapa orang di antaranya berkata: "Ia yang memelekkan mata orang buta, tidak sanggupkah Ia bertindak, sehingga orang ini tidak mati?" 38 Maka masygullah pula hati Yesus, lalu Ia pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu. 39 Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati." 40 Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?" 41 Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: "Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. 42 Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku." 43 Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: "Lazarus, marilah ke luar!" 44 Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi."

Percaya Kepada Kemuliaan Allah

Ketika ada seseorang yang tidak kita kenal datang dan menawarkan bantuan, bagaimana respon kita? Apakah kita akan langsung percaya kepada orang tersebut? Ataukah akan menerka-nerka apa tujuan di balik kebaikan orang itu? Biasanya jika tidak mengenal seseorang, maka kita akan menjadi antisipatif terhadap kebaikan orang lain. Berbeda halnya jika yang membantu  dalam kodisi kesusahan adalah orang yang kita kenal dan  percayai. Kita akan dengan sepenuh hati menaruh harapan  terhadap orang tersebut. Hal seperti inilah dikisahkan dalam pembacaan hari ini. Ketika Yesus datang ke Betania, Maria yang pernah meminyaki kaki Yesus dan Marta saudaranya mengenali Yesus dan percaya bahwa Dia adalah Anak Allah. Mereka percaya bahwa jika Yesus ada bersama dengan mereka di Betania saat itu, maka Lazarus saudara mereka tidak akan mati. Yesus merasa iba di dalam hati-Nya dan bermaksud membangkitkan Lazarus. Tetapi keraguan sempat menghalangi mereka karena secara logika manusia, Lazarus yang telah mati selama 4 hari itu pasti telah berbau. Tetapi Yesus menyadarkan mereka bahwa jika mereka memang benar-benar percaya maka Allah dalam kemuliaan-Nya dapat melakukan segala hal. Seringkali kita selaku manusia pun meragukan kuasa dan  kemuliaan Allah. Kita mengaku percaya, tetapi bimbang dengan kuasa Allah. Jika kita ingin melihat kuasa dan kemuliaan Allah dalam hidup bahkan terhadap hal-hal yang tidak dapat kita bayangkan dengan nalar manusia, maka percayalah kepada-Nya. Kita pasti ditolong dan diberkati-Nya.

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk tetap percaya akan kemuliaanMu. Amin.

Sabtu, 23 April 2022                                      

bacaan : 1 Tesalonika 4 : 14

14 Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia.

Pengharapan Yang Kekal

Kita pernah merasakan kehilangan orang-orang yang di sayangi karena kematian, baik itu sahabat, rekan kerja, bahkan orang-orang terdekat. Kematian seringkali datang tanpa mengenal waktu, usia, status, dan jenis kelamin. Kedukaan tidak bisa kita hindari dalam situasi seperti itu. Berusahalah agar kedukaan tidak menguasai kehidupan kita dan merasa kehilangan pengharapan menjalani kehidupan. Inilah yang Paulus sampaikan kepada jemaat di Tesalonika. Mereka harus mengetahui tentang orang yang mati di dalam Kristus, sehingga tidak terus dikuasai oleh kesedihan seperti orang lain yang tidak berpengharapan di dalam Kristus. Orang yang tidak mengenal Kristus, menganggap kematian sebagai suatu hal yang menakutkan dan mengerikan. Mereka tidak tahu apa yang terjadi dengan orang yang meninggal. Sebagian bahkan berpikir bahwa orang yang meninggal akan menjadi roh gentayangan dan dapat mengganggu orang hidup. Sebaliknya, bagi setiap orang percaya terdapat pengharapan yang kokoh. Ketika seorang percaya meninggal, ia dikumpulkan bersama dengan Allah.  Jikalau mereka percaya bahwa Kristus telah mati dan juga telah bangkit, maka mereka juga harus percaya bahwa mereka akan dikumpulkan bersama-sama dengan Kristus. Jadi, di mana Kristus berada, di situ juga orang percaya berada. Dengan demikian, meski ada dalam kedukaan oleh karena kehilangan orang-orang yang kita cintai, jangan kehilangan pengharapan kepada Allah. Sebaliknya, tetaplah percaya bahwa orang-orang yang telah lebih dahulu meninggalkan kita, di dalam kematiannya telah ada bersama-sama dengan Yesus. Merekalah yang telah ada dalam kehidupan kekal bersama Allah. Semoga kita selalu diberikan kekuatan untuk berpengharapan penuh kepada Allah.

Doa:  Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk tetap percaya berpengharapan kepadaMu dalam kedukaan kami. Amin.

#sumber : SHK bulan April 2022, LPJ GPM

Santapan Harian Keluarga, 10 – 16 April 2022

Tema Mingguan : “

Minggu, 10 April 2022

Bacaan : Lukas 23 : 26 – 32

Yesus dibawa untuk disalibkan

26 Ketika mereka membawa Yesus, mereka menahan seorang yang bernama Simon dari Kirene, yang baru datang dari luar kota, lalu diletakkan salib itu di atas bahunya, supaya dipikulnya sambil mengikuti Yesus. 27 Sejumlah besar orang mengikuti Dia; di antaranya banyak perempuan yang menangisi dan meratapi Dia. 28 Yesus berpaling kepada mereka dan berkata: "Hai puteri-puteri Yerusalem, janganlah kamu menangisi Aku, melainkan tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu! 29 Sebab lihat, akan tiba masanya orang berkata: Berbahagialah perempuan mandul dan yang rahimnya tidak pernah melahirkan, dan yang susunya tidak pernah menyusui. 30 Maka orang akan mulai berkata kepada gunung-gunung: Runtuhlah menimpa kami! dan kepada bukit-bukit: Timbunilah kami! 31 Sebab jikalau orang berbuat demikian dengan kayu hidup, apakah yang akan terjadi dengan kayu kering?" 32 Dan ada juga digiring dua orang lain, yaitu dua penjahat untuk dihukum mati bersama-sama dengan Dia.

PENGORBANAN YESUS MENOREHKAN KEDAMAIAN

Penyerangan KKB terhadap 8 karyawan Palapa Timur Telematika (PTT) di Papua pada tanggal 02 Maret lalu, Menyisahkan duka mendalam kepada keluarga par korban (Sumber: Tribunnews.com). Salah satu korban berasal dari Kota Ambon dan jenazahnya telah dipulangkan ke keluarganya di Ambon. Tangisan pecah ketika korban tiba dan semua yang menjemputnya diselimuti duka yang mendalam. Tidak pernah dibayangkan oleh keluarga bahwa anak dan saudara mereka harus meninggal dalam keadaan seperti ini.

Kesedihan dialami juga oleh para pengikuti Yesus, namun Yesus berkata kepada mereka “Janganlah kamu menangisi Aku, melainkan tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu!”. ‘Tangisi diri sendiri’ mengandung makna bahwa kita harus menyadari kesalahan dan dosa kita sehingga kita dapat mengintropeksi diri menjadi lebih baik.

Tuhan Yesus memahami kesedihan perempuan-perempuan ini, tetapi pesan yang disampaikan-Nya juga sesungguhnya menyadarkan kita untuk berbenah dan menjadikan kehidupan kita lebih berarti. Tuhan Yesus hampir mencapai puncak penderitaan-Nya dan peristiwa ini setiap kali selalu menggetarkan hati kita untuk merasakan pengorbanan-Nya dan turut memberi diri kita agar mengalami penderitaan-Nya sehingga kita seutuhnya menjadi pengikut Kristus yang setia. Sebab dengan Kesetiaan, kesedihan akan diubah menajdi kebahagiaan. Peganglah Janji-Nya!

Doa : Kami percaya Tuhan, bersama-MU kami akan selalu merasakan sukacita. Amin

Senin, 11 April 2022

Bacaan : Matius 10 : 38-39

38 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku. 39 Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.

Jalan Salib, Jalan Menuju Kehidupan
Saat ini kita sudah berada di Minggu Sengsara VII. Beberapa hari lagi kita memperingati kematian Tuhan Yesus Kristus yang dikenal dengan Jumat Agung.
Dalam rangka itu LPJ GPM menetapkan tema Mingguan “Kerelaan dan Kesetiaan Memikul Salib Bersama Yesus.” Tema ini memang sulit untuk dipraktekkan karena menyangkut panggilan untuk menderita bersama Yesus. Penderitaan dinilai sebagai suatu yang negatif dan harus dihilangkan / dihindari. Ada pula umat Kristen yang berpendapat bahwa tanda seorang dikasihi Tuhan ialah jika ia tidak lagi menderita. Sebaliknya, kata Yesus: “Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku” (ay. 38). Jalan hidup murid Yesus yang sejati ditempuh dengan memikul salib atau penderitaan. Orang Kristen harus siap mengalami penderitaan bahkan kematian sekalipun.
Wujud mengalami penderitaan itu adalah penganiayaan, diskriminasi, ketidakadilan bahkanmenjadi martir. Itu merupakan harga yang harus dibayar karena iman kepada Yesus Kristus. Karena itu di dalam ayat 39 dikatakan: “Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia kan kehilangan nyawanya, dan barangsapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.” Kehilangan nyawa bukan hal yang gampang, semua orang pasti berusaha mempertahankan nyawa atau hidupnya dengan berusaha menjaga kesehatan; pola makan dan pola hidup yang sehat agar tetap hidup. Hal ini penting, namun yang dimaksudkan dengan perkataan Tuhan Yesus tentang kehilangan nyawa tidak berarti orang itu akan mati tetapi kesediaan untuk membuang segala keterikatan dosa, keterikatan kecintaan akan duniawi, serta keangkuhan hidup. Jika hal tersebut dapat kita praktektan dalam hidup sehari-hari, maka kita akan memperoleh sesuatu yang lebih berharga dari nyawa itu sendiri yakni kehidupan yang kekal atau hidup sejati yang tidak diberikan oleh dunia ini (Band. Mat. 19:28)

Doa: Tuhan Yesus kuatkan kami untuk memikul salib bersama-Mu. Amin

Selasa, 12 April 2022

bacaan : Lukas 14 : 27

27 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.

Penyangkalan Diri Sebagai Syarat Mengikut Yesus

Kata Tuhan Yesus: “Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku”. Yesus mengucapkannya ketika sedang berada dalam perjalanan menuju Yerusalem. Ia sadar sedang berjalan menuju salib; bukan menuju kekuasaan dan kemuliaan duniawi. Karena itu, kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Yesus memperingatkan mereka bahwa menjadi murid Yesus yang sejati bukanlah mudah, sebab syarat utama menjadi murid Yesus adalah kesediaan untuk memikul salibnya. Memikul salibnya adalah sebuah kiasaan, yang berarti bahwa setiap orang yang mau menjadi pengikut Yesus harus rela mengalami penderitaan karena menyerahkan diri sepenuhnya kepada kehendak Yesus, bahkan sampai mati. Mengikuti Tuhan Yesus berati juga harus siap untuk setia dengan mungkin saja akan mengorbankan hal-hal yang paling dicintainya dalam kehidupan; keluarga, diri sendiri atau miliknya yang paling berharga (band.ay 26, 33). Sayangnya, banyak orang kristen mengaku menjadi murid Tuhan Yesus tetapi tidak bersedia memikul salibnya dan mengikuti Tuhan Yesus dengan melakukan kehendak Tuhan Yesus melalui firman-Nya. Orang percaya lebih memilih jalan aman, jalan kompromi karena kuasa, jabatan, harta dan sebagainya. Tema Mingguan “Kerelaan dan Kesetiaan Memikul Salib Bersama Yesus’ berdasarkan Lukas 14:27, mengingatkan setiap orang percaya bahwa syarat utama menjadi murid Yesus adalah memikul salib atau ketaatan dan kesediaan untuk menyangkal diri (mengesampingkan identitas duniawi dan mengarahkan hidup pada kehendak Tuhan). Artinya setelah diselamatkan, setiap orang percaya wajib menjalani kehidupan sesuai kehendak Tuhan dengan konsekuensi tidak diterima oleh orang lain, disingkirkan, dikhianati , ditolak, dicaci maki , dihina, dipermalukan, dan sebagainya. Ingat salib adalah salib.

Doa: Tuhan peliharalah hati kami untuk melakukan kehendak-Mu. Amin.

Rabu, 13 April 2022

bacaan : Ibrani 12 : 2

2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

Teruslah Memandang Pada Salib Kristus

Hidup ibarat suatu pertandingan atau perlombaan. Misalnya harus senantiasa memandang kepada garis finish, karena jika tidak walaupun pelari itu berlari dengan cepat, tetapi jika arah tujuannya meleset maka ia tidak akan mencapai garis finish atau tidak akan mengakhiri perlombaan dengan baik. Bisa jadi ia akan keluar lintasan dan menuju ke arah yang salah walaupun mungkin secara kecepatan, pelari tersebut adalah yang paling cepat dibandingkan dengan para lawannya. Demikian, hidup orang percaya senantiasa mengalami perlombaan iman setiap hari, yakni masalah dan penderitaan. Hal ini juga dialami oleh orang percaya Ibrani, dimana mereka mengalami penganiayaan dan penderitaan yang hebat, sehinga ada yang meniggalkan imannya kepada Yesus Kristus, tetapi ada juga yang tetap mempertahankan imannya meskipun harus menderita. Dalam situasi tersebut, penulis surat Ibrani memperingatkan orang percaya untuk berlomba dengan baik, yakni dengan mata yang tertuju kepada Yesus yang mengabaikan kehinanaan tekun memikul salib (ay.2). Menurut pandangan orang masa itu, mati di atas tiang salib adalah hal yang sangat hina dan memalukan. Namun berbeda dengan Tuhan Yesus, penderitaan dan kematian-Nya di kayu salib merupakan wujud ketaatan-Nya kepada kehendak Bapa di sorga. Karena ketaatan-Nya memikul salib, maka la memperoleh sukacita, bersama-sama memerintah dengan Allah Bapa. Makna bagi kita yang merayakan Minggu Sengsara Tuhan Yesus bahwa Kehidupan orang percaya senantiasa dihadapkan dengan masalah dan penderitaan yang disebabkan oleh faktor alam (gempa, banjir, badai), penyakit (covid 19) dan faktor manusia (ketidakadilan, fitnah, iri, dendam,dll). Dalam situasi tersebut, mari kita memandang hanya pada Tuhan; percaya dan berharap kepada-Nya, maka la akan menyertai kita.

Doa: Tuhan, pimpin kami untuk terus memandang salib-Mu. Amin.

Kamis, 14 April 2022

bacaan : Kisah Para Rasul 21 : 13

13 Tetapi Paulus menjawab: "Mengapa kamu menangis dan dengan jalan demikian mau menghancurkan hatiku? Sebab aku ini rela bukan saja untuk diikat, tetapi juga untuk mati di Yerusalem oleh karena nama Tuhan Yesus."

Jalan Hidup Tak Selalu Mudah

Sebait lirik lagu “Janji Tuhan” mengatakan: tak pernah Tuhan janji hidup tak kan berduri, tak pernah Dia berjanji lautan tenang. Artinya, menjadi orang kristen bukan berarti jalan hidup baik-baik saja atau aman-aman saja. Justeru menjadi orang Kristen maka kita siap mengalami kesusahan dan penderitaan karena iman kepada Tuhan Yesus. Hal ini dialami oleh Rasul Paulus karena pelayanan dan pemberitaan tentang Yesus maka ia rela mengalami penganiayaan, penderitaan bahkan dipenjarakan (band. Kisah 16: 12-40). Dalam perikop bacaan tadi dikisahkan tentang perjalanan penginjilan oleh Paulus di kota Kaisarea, suatu kota pelabuhan yang menjadi pusat pemerintahan Roma untuk Palestina. Di situ, ia menginap di rumah Filipus,salah seorang pemberita injil (ay 8). Agabus, nabi dari Yudea, datang dan bernubuat bahwa Paulus akan mengalami peristiwa yang berat di Yerusalem. Ia akan diikat dan diserahkan kepada orang Romawi di Yerusalem (band.ay.10,11). Mendengar nubuat tersebut orang banyak meminta supaya Paulus jangan pergi ke Yerusalem (ay. 12). Permintaan mereka ditolak oleh Paulus dengan mengatakan: “Mengapa kamu menangis sebab hal itu menghancurkan hatiku? Sebab aku ini rela bukan saja untuk diikat, tetapi juga untuk mati” (ay. 13). Inilah sikap berimannya kepada Tuhan Yesus. Ia tidak takut bahkan bersedia mengalami penganiayaan dan penderitaan bersama Yesus. Jalanilah Minggu Sengsara Tuhan Yesus ini dengan meneladani Paulus yang rela dan setia memikul salib (mengalami jalan penderitaan) karena kita akan selalu berhadapan dengan tantangan, masalah, ketidakadilan, dan sebagainya. Kita tidak boleh hanya menangis, bersungut-sungut, pesismis melainkan percaya dan menyerahkan seluruh beban hidup kepada Tuhan Yesus. Sebab syair lagu janji Tuhan, bilang: “Dia berjanji ‘kan selalu sertaku dan menuntun jalan hidupku s’lalu”. Tuhan Menolong kita semua, amin.

Doa: Tuhan berilah aku kekuatan untuk menjadi saksi-Mu. Amin.

Jumat, 15 April 2022

bacaan : Lukas 23 : 44 – 49

Kematian Yesus Membuka Tabir Keselamatan

Hari ini Umat Kristiani di seluruh dunia merayakan Jumat Agung. Jumat Agung dieknal sebagai hari peringatan kematian Tuhan Yesus Kristus di kayu salib. la rela mengorbankan diri sebagai bentuk kasih-Nya yang besar pada umat manusia (band. Yoh.3:16) Karena itu, peristiwa kematian Tuhan Yesus di kayu salib harus dimaknai dalam perjalanan hidup kita sehari-hari bukan sekadar tradisi gerejawi semata-mata. Perikop Lukas 23: 44-49, merupakan tuturan Lukas mengenai proses kematian Tuhan Yesus yang ditandai dengan peristiwa alam. Matahari tidak bersinar sehingga terjadi kegelapan besar meliputi seluruh daerah Yerusalem. Hal ini mau menegaskan bahwa alam pun turut merasakan penderitaan yang dialami oleh seorang yang tidak bersalah dan bahwa kekuatan apapun di bumi (seperti matahari) tidak dapat membatalkan karya Allah yang agung di dalam Yesus Kristus. Lukas menambahkan peristiwa lain, yakni Tabir Bait Suci terbelah dua. Tabir/tirai pemisah tempat kudus dan maha kudus dalam Bait Allah (2Taw.3:14), yang hanya boleh dimasuki oleh imam besar (Im. 16:12) robek pada waktu Yesus mati (Mrk. 15:16). Maka jarak yang memisahkan manusia berdosa dengan Allah telah didamaikan oleh Yesus Kristus melalui kematian-Nya. Kematian Kristus di salib telah membuka jalan pengampunan dan keselamatan bagi mereka yang percaya. Pengampunan dan Keselamatan yang dianugerahkan Allah kepada kita harus direspons dengan hidup yang tidak lagi dikuasai oleh dosa atau merdeka dari dosa (bd. Gal.5:19-21) dan memiliki hidup yang dipimpin oleh Roh Tuhan (bd. Gal.22-26). Merayakan kematian Tuhan Yesus di salib atau Jumat Agung berarti merespons anugerah keselamatan yang diberikan Allah dengan hidup berkenan kepada-Nya. Perjuangkan keadilan, kebenaran, melayani sesama, berbagi dengan mereka yang susah, tidak mementingkan diri sendiri, memberi pengampunan, dll.

Doa: Tuhan kiranya kami hidup sebagai pemenang melawan dosa. Amin.

Sabtu, 16 April 2022

bacaan : Matius 27 : 57 – 61

Yesus dikuburkan
57 Menjelang malam datanglah seorang kaya, orang Arimatea, yang bernama Yusuf dan yang telah menjadi murid Yesus juga. 58 Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus. Pilatus memerintahkan untuk menyerahkannya kepadanya. 59 Dan Yusufpun mengambil mayat itu, mengapaninya dengan kain lenan yang putih bersih, 60 lalu membaringkannya di dalam kuburnya yang baru, yang digalinya di dalam bukit batu, dan sesudah menggulingkan sebuah batu besar ke pintu kubur itu, pergilah ia. 61 Tetapi Maria Magdalena dan Maria yang lain tinggal di situ duduk di depan kubur itu.

Tidak Sembunyi – Sembunyi Memikul Salib Yesus

Injil Markus 15:42-47 merupakan nas paralel dari nas hari ini yang menjelaskan tentang Yusuf dari Arimatea sebagai salah satu anggota majelis besar yang terkemuka atau Sanhedrin. Majelis ini merupakan mahkamah agung dan lembaga administratif tertinggi Yahudi. Saat itu Sanhedrin punya pengaruh yang besar atas masyarakat, pemerintahan dan agama. Kiblat pemahaman mereka terkait dengan tugas yang dimainkan telah memposisikan mereka sebagai kelompok yang juga memusuhi Yesus. Seperti orang Farisi, para anggotanya mengatur siasat untuk membunuh Yesus. Berbeda dengan teman-temannya yang lain, Yusuf Arimatea adalah orang jujur, baik dan benar-benar berusaha mematuhi perintah Allah. Dia menjadi murid Yesus secara sembunyi-sembunyi (Yohanes 19:38). Namun ketika dilihatnya Yesus mati tergantung di kayu salib sama seperti orang berdosa, maka Yusuf ingin memakamkan-Nya secara layak sebagai wujud penghormatan terakhirnya kepada Yesus, yang ia anggap sebagai GURU. Yusuf Arimatea memang tidak memikul salib bersama Yesus sama seperti Simon dari Kirene, namun keputusan dan tindakan yang dilakukannya membuktikan kerelaan dan kesetiaannya memikul salib bersama Yesus. Yusuf Arimatea dengan sepenuh hati menghadap Pilatus, sekalipun ia tahu bahwa perbuatannya tersebut sangat berisiko. la tidak mundur atau melakukannya dengan berat hati . Yusuf menunggu hingga mayat Yesus diturunkan dari salib dan kemudian mengambilnya. Kesediaan hati dan tindakan Yusuf Arimatea seharusnya juga menjadi sikap kita sebagai orang yang mau mengikut Yesus. Kerelaan dan kesediaan memikul salib bersama Yesus harus nyata sebagai spiritualitas seorang murid Yesus. Dengan demikian kita beriman tidak secara sembunyi-sembunyi, melainkan terbuka untuk disaksikan oleh dunia dan dapat diimani juga oleh mereka.

Doa: Tuhan Yesus, tolonglah kami untuk selalu rela dan bersedia memikul salib-Mu. Amin.

*Sumber : SHK bulan April 2022 LPJ GPM

Santapan Harian Keluarga, 3-9 April 2022

Tema Bulanan : “Penderitaan dan Kematian Yesus Menyelamatkan Seluruh Ciptaan

Tema Mingguan : “Dalam Penderitaan Tetaplah Mengharapkan Keadilan

Minggu, 03 April 2022     

bacaan 1 : Mazmur 43 : 1 – 5;

Berilah keadilan kepadaku, ya Allah, dan perjuangkanlah perkaraku terhadap kaum yang tidak saleh! Luputkanlah aku dari orang penipu dan orang curang! 2 Sebab Engkaulah Allah tempat pengungsianku. Mengapa Engkau membuang aku? Mengapa aku harus hidup berkabung di bawah impitan musuh? 3 Suruhlah terang-Mu dan kesetiaan-Mu datang, supaya aku dituntun dan dibawa ke gunung-Mu yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu! 4 Maka aku dapat pergi ke mezbah Allah, menghadap Allah, yang adalah sukacitaku dan kegembiraanku, dan bersyukur kepada-Mu dengan kecapi, ya Allah, ya Allahku! 5 Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!

bacaan 2 : Lukas 22 : 63 – 71

Yesus di hadapan Mahkamah Agama
63 Dan orang-orang yang menahan Yesus, mengolok-olokkan Dia dan memukuli-Nya. 64 Mereka menutupi muka-Nya dan bertanya: "Cobalah katakan siapakah yang memukul Engkau?" 65 Dan banyak lagi hujat yang diucapkan mereka kepada-Nya. 66 Dan setelah hari siang berkumpullah sidang para tua-tua bangsa Yahudi dan imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu mereka menghadapkan Dia ke Mahkamah Agama mereka, 67 katanya: "Jikalau Engkau adalah Mesias, katakanlah kepada kami." Jawab Yesus: "Sekalipun Aku mengatakannya kepada kamu, namun kamu tidak akan percaya; 68 dan sekalipun Aku bertanya sesuatu kepada kamu, namun kamu tidak akan menjawab. 69 Mulai sekarang Anak Manusia sudah duduk di sebelah kanan Allah Yang Mahakuasa." 70 Kata mereka semua: "Kalau begitu, Engkau ini Anak Allah?" Jawab Yesus: "Kamu sendiri mengatakan, bahwa Akulah Anak Allah." 71 Lalu kata mereka: "Untuk apa kita perlu kesaksian lagi? Kita ini telah mendengarnya dari mulut-Nya sendiri."

Allah Sumber Keadilan

Setiap orang ingin diperlakukan seadil-adilnya. Akan tetapi perlakuan tersebut tidak dirasakan oleh pemazmur dalam perikop bacaan kita yang pertama. Sebab ia mengalami penderitaan dari musuh yang dia sebut dengan kaum yang tidak saleh, orang penipu dan orang curang (ay. 1). Penderitaan yang dihadapi oleh pemazmur, juga dialami oleh Yesus dalam perikop bacaan kita yang kedua. Dia diolok-olok, dipukul juga dihujat (ay.  63-65). Namun Yesus menjalani penderitaan itu dengan ikhlas sebab Ia secara sadar mengetahui tujuan kedatangan-Nya ke dunia. Fakta penderitaan Yesus memperlihatkan kerelaan dan kesabaran-Nya menjalani perlakuan dari orang-orang Yahudi, meski bukan karena kesalahan yang Dia lakukan. Kisah pemazmur dan penderitaan Yesus mengajarkan kepada kita bahwa penderitaan dapat dialami oleh siapapun, kapanpun dan dimanapun. Akan tetapi dalam menghadapi penderitaan itu, berusahalah untuk ikhlas, rela dan sabar seperti Yesus. Selain itu teruslah berdoa meminta keadilan dari Tuhan seperti yang dilakukan oleh pemazmur. Pemazmur percaya bahwa hanya Allah yang mampu memberikan kelepasan sehingga ia dapat bersukacita, bergembira dan bersyukur. Kepercayaan inilah yang membuatnya mempertanyakan mengapa tertekan dan kegelisahan jiwa harus menghampiri (ay. 5)? Sebab harapanya hanya kepada Allah yang selalu setia menolong. Penderitaan apapun yang dialami oleh kita termasuk ketidakadilan sekalipun, belajarlah menghadapinya dengan sabar sambil berdoa dan meyakini bahwa  Allah akan menyatakan keadilan. Percayakanlah seluruh kehidupan kita kepada Allah dan berharaplah hanya kepada-Nya sumber keadilan. 

Doa: Ya Tuhan, mampukan kami menghadapi persoalan hidup dan terus meyakini bahwa engkau akan menyatakan keadilan. Amin.

Senin, 04 April 2022                                          

bacaan : Mazmur 82 : 1 – 8

Allah dalam sidang ilahi
Mazmur Asaf. Allah berdiri dalam sidang ilahi, di antara para allah Ia menghakimi: 2 "Berapa lama lagi kamu menghakimi dengan lalim dan memihak kepada orang fasik? Sela 3 Berilah keadilan kepada orang yang lemah dan kepada anak yatim, belalah hak orang sengsara dan orang yang kekurangan! 4 Luputkanlah orang yang lemah dan yang miskin, lepaskanlah mereka dari tangan orang fasik!" 5 Mereka tidak tahu dan tidak mengerti apa-apa, dalam kegelapan mereka berjalan; goyanglah segala dasar bumi. 6 Aku sendiri telah berfirman: "Kamu adalah allah, dan anak-anak Yang Mahatinggi kamu sekalian. -- 7 Namun seperti manusia kamu akan mati dan seperti salah seorang pembesar kamu akan tewas." 8 Bangunlah ya Allah, hakimilah bumi, sebab Engkaulah yang memiliki segala bangsa.

Berilah Keadilan Bagi Sesama

Berdasarkan kamus besar bahasa Indonesia adil artinya sama berat, berpihak kepada yang benar dan tidak sewenang-wenang. Bacaan kita ini menggambarkan seruan pemazmur yang meminta keadilan dari Allah, sebab baginya hanya Allah hakim yang adil dan berhak atas segala bangsa. Para allah yang dimaksudkan di sana ialah para pemimpin-pemimpin manusia yang punya kekuasaan. Kalimat berapa lama lagi kamu menghakimi dengan lalim dan memihak kepada orang fasik (ay.  2)? Ditunjukan kepada para allah yang menghakimi. Sebab mereka mempergunakan kekuasaan itu dengan semena-mena bahkan dapat dengan sengaja memutar balikan kebenaran dan keadilan. Seringkali kita tidak menyadari bahwa sikap dan perbuatan kita mencerminkan kehidupan para allah yang dimaksudkan di atas. Kedudukan dan kekuasaan kerapkali menggelapkan mata sehingga menyebabkan keadilan tidak ditegakan. Sesuatu yang benar dapat diputarbalikan menjadi salah maupun sebaliknya, termasuk  ketidakadilan kepada orang yang  lemah, anak yatim, orang yang sengsara dan yang kekurangan. Ketidakadilan juga dapat terjadi  dalam ruang lingkup yang kecil seperti di antara anggota keluarga baik suami isteri, orang tua terhadap anak maupun hubungan adik dan kakak. Kerjakanlah tanggungjawab yang diberikan dengan takut akan Allah. Jangan biarkan kelaliman dan kefasikan menguasai hati kita, tetapi belajarlah untuk mengedepankan kebenaran dan keadilan. Tunjukanlah keberpihakan kita kepada yang benar dan janganlah bertindak sewenang-wenang terhadap orang lain. Ingatlah bahwa pada waktunya nanti Allah akan berdiri sebagai hakim dan mengadili dengan seadil-adilnya. Seperti semua kita yang ingin diperlakukan dengan seadil-adilnya, perlakukanlah juga orang lain  dengan adil.

Doa: Ajarilah kami Tuhan agar berlaku adil kepada sesama. Amin.

Selasa, 05 April 2022                                      

Lukas 22 : 39 – 46

Di taman Getsemani
39 Lalu pergilah Yesus ke luar kota dan sebagaimana biasa Ia menuju Bukit Zaitun. Murid-murid-Nya juga mengikuti Dia. 40 Setelah tiba di tempat itu Ia berkata kepada mereka: "Berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan." 41 Kemudian Ia menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelempar batu jaraknya, lalu Ia berlutut dan berdoa, kata-Nya: 42 "Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi." 43 Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya. 44 Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah. 45 Lalu Ia bangkit dari doa-Nya dan kembali kepada murid-murid-Nya, tetapi Ia mendapati mereka sedang tidur karena dukacita. 46 Kata-Nya kepada mereka: "Mengapa kamu tidur? Bangunlah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan."

Berdoalah Senantiasa 

Salah satu cara komunikasi untuk membangun hubungan antara manusia dan Allah yaitu dengan berdoa. Sebab dengan berdoa kita dimampukan oleh Allah, untuk menjalani hari-hari kehidupan meski diperhadapkan dengan berbagai pencobaan. Bacaan saat ini memperlihatkan kepada kita tentang tindakan yang dilakukan oleh Yesus, sebelum Ia ditangkap dan menjalani penderitaan-Nya. Ia meluangkan waktu untuk berdoa sebab Ia tahu maksud kedatangan-Nya akan segera digenapi. Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambilah cawan ini dari pada-Ku, menggambarkan penderitaan yang akan dijalani-Nya. Meskipun demikian Ia tetap mengedepankan kehendak Allah (ay 42). Perhatikan perkataan Yesus: bangunlah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan (ay 46), merupakan peringatan Yesus bukan hanya untuk para murid tetapi juga bagi kita semua. Perkataan Yesus ini memperlihatkan kepada kita bahwa betapa berharganya membangun komunikasi di dalam doa dengan Allah. Karena dengan berdoa tidak hanya membuktikan kepercayaan dan kebergantungan kita kepada-Nya, tetapi juga memberikan kekuatan baru.  Namun tidak sedikit dari kita yang lalai dan baru mencari Allah di dalam doa ketika menghadapi berbagai tantangan hidup. Peringatan Yesus di atas menasihatkan kepada kita agar bertekun dalam doa baik secara pribadi maupun kehidupan keluarga. Ingatlah bahwa doa merupakan nafas hidup setiap orang percaya. Karena itu berdoalah senantiasa dan teruslah percaya, kekuatan doa mampu menguatkan kita menjalani setiap putaran roda kehidupan.

Doa: Ya Bapa, ajarilah kami untuk berkomitmen dan terus membangun hubungan (berdoa) dengan Engkau. Amin.

Rabu, 06 April 2022                                        

bacaan : Lukas 22 : 47 – 53

Yesus ditangkap
47 Waktu Yesus masih berbicara datanglah serombongan orang, sedang murid-Nya yang bernama Yudas, seorang dari kedua belas murid itu, berjalan di depan mereka. Yudas mendekati Yesus untuk mencium-Nya. 48 Maka kata Yesus kepadanya: "Hai Yudas, engkau menyerahkan Anak Manusia dengan ciuman?" 49 Ketika mereka, yang bersama-sama dengan Yesus, melihat apa yang akan terjadi, berkatalah mereka: "Tuhan, mestikah kami menyerang mereka dengan pedang?" 50 Dan seorang dari mereka menyerang hamba Imam Besar sehingga putus telinga kanannya. 51 Tetapi Yesus berkata: "Sudahlah itu." Lalu Ia menjamah telinga orang itu dan menyembuhkannya. 52 Maka Yesus berkata kepada imam-imam kepala dan kepala-kepala pengawal Bait Allah serta tua-tua yang datang untuk menangkap Dia, kata-Nya: "Sangkamu Aku ini penyamun, maka kamu datang lengkap dengan pedang dan pentung? 53 Padahal tiap-tiap hari Aku ada di tengah-tengah kamu di dalam Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku. Tetapi inilah saat kamu, dan inilah kuasa kegelapan itu."

Komitmen dan Kesetiaan Mengikut Yesus

Salah satu tindakan yang tidak menyenangkan dalam membina sebuah hubungan, entah hubungan suami-istri, orang tua-anak, antar saudara dan pertemanan adalah pengkhianatan. Rasa kecewa, marah dan sedih pasti dialami setiap orang yang dkhianati oleh orang-orang terdekatnya. Perjalanan kesengsaraan Tuhan Yesus diawali dengan sebuah pengkhianatan salah satu murid-Nya, yakni Yudas. Ayat 48 menyaksikan bahwa dengan sebuah ciuman Yudas menyerahkan Tuhan Yesus dan mengkhianati-Nya. Tindakan ini berujung pada penangkapan Yesus yang dilakukan oleh Imam-imam kepala, kepala-kepala pengawal Bait Allah dan Tua-tua (ay.52). Terhadap Pengkhianatan yang dilakukan oleh Yudas bahkan semua yang menangkap Yesus, IA tetap mengasihi mereka walaupun ada rasa kecewa yang diungkapkan pada ayat 52b-53. Tuhan Yesus telah menunjukkan Kasih-Nya kepada kita setiap saat walau kadang di dalam kehidupan kita selalu ada tindakan ‘pengkhianatan’ yang kita lakukan. Pengkhianatan itu bukan saja meninggalkan iman kekristenan kita, tetapi melakukan segala sesuatu menyakiti hati sesama bahkan hati Tuhan. Mementingkan diri sendiri, mengambil hak orang lain, menjatuhkan sesama adalah beberapa contoh hidup yang jauh dari komitmen dan kesetiaan untuk mengikut Yesus. Sebab, seyogianya mengikut Yesus berarti berkomitmen untuk melakukan segala Firman-Nya dan setia menjalankan Kehendak-Nya yang menuntun kepada kebaikan.

Doa:  Ya Tuhan, Penuhi Hati Kami dengan Kuasa Roh Kudus, agar kami Setia menjadi Pengikut-Mu. Amin.

Kamis, 07 April 2022                                            

bacaan : Lukas 23 : 1 – 7

Yesus di hadapan Pilatus
Lalu bangkitlah seluruh sidang itu dan Yesus dibawa menghadap Pilatus. 2 Di situ mereka mulai menuduh Dia, katanya: "Telah kedapatan oleh kami, bahwa orang ini menyesatkan bangsa kami, dan melarang membayar pajak kepada Kaisar, dan tentang diri-Nya Ia mengatakan, bahwa Ia adalah Kristus, yaitu Raja." 3 Pilatus bertanya kepada-Nya: "Engkaukah raja orang Yahudi?" Jawab Yesus: "Engkau sendiri mengatakannya." 4 Kata Pilatus kepada imam-imam kepala dan seluruh orang banyak itu: "Aku tidak mendapati kesalahan apapun pada orang ini." 5 Tetapi mereka makin kuat mendesak, katanya: "Ia menghasut rakyat dengan ajaran-Nya di seluruh Yudea, Ia mulai di Galilea dan sudah sampai ke sini." 6 Ketika Pilatus mendengar itu ia bertanya, apakah orang itu seorang Galilea. 7 Dan ketika ia tahu, bahwa Yesus seorang dari wilayah Herodes, ia mengirim Dia menghadap Herodes, yang pada waktu itu ada juga di Yerusalem.

Berjalan di dalam Kebenaran

Kasus salah tangkap yang pernah terjadi di Buru Selatan yang dilakukan oleh 6 oknum polisi terhadap U.N, warga Waisama menyita perhatian publik tahun 2016 lalu. Pasalnya, U.N dituduh melakukan pembunuhan terhadap A.L.   Tanpa ada bukti yang kuat keenam oknum polisi itu melakukan kekerasan kepada U.N agar ia mengakui perbuatannya. Merasa tidak melakukan kesalahan itu, U.N tetap mempertahankan untuk tidak mengakui dan memilih mendapat siksaan dari mereka. Akhirnya, U.N dibawa ke RSUD Namrole untuk mendapatkan penanganan medis karena luka-luka yang serius pada tubuhnya pasca penyiksaan itu (Sumber: Tribunnews.com).

Bacaan hari ini, mengisahkan tentang kejadian setelah Yesus ditangkap dan dibawa ke hadapan Piilatus. Banyak orang yang mulai menuduh Yesus dengan tuduhan melakukan penyesatan, melarang membayar pajak serta mengakui diri sebagai Raja. Pilatus pun melemparkan beberapa pertanyaan kepada Yesus dan ia mengakui bahwa tidak mendapatkan kesalahan dalam diri Yesus (ay.4). Akhirnya oleh desakan Massa, Yesus digiring ke hadapan Herodes. Berada di posisi seperti U.N dan Tuhan Yesus pastinya sikap membela diri akan terus kita pertahankan. Sebab, keyakinan bahwa Tuhan mengetahui segala sesuatu menjadi dasar untuk kita selalu berada di jalan yang benar. Oleh karenanya, kita diingatkan untuk tetap melakukan kebenaran dan menjunjung tinggi kejujuran dalam setiap tindakan kita. Pasti akan ada resiko karena melakukan kebenaran itu namun tetaplah bertahan dan taat pada jalan yang benar itu sebab Tuhan akan menunjukkan Kuasa-Nya dan menyelamatkan kita karena perbuatan benar yang kita lakukan.

Doa: Anugerahkanlah keselamatan kepada kami Tuhan, ketika kami melakukan Kebenaran. Amin.

Jumat, 08 April 2022                                         

bacaan : Lukas 23 : 8 – 12

Yesus di hadapan Herodes
8 Ketika Herodes melihat Yesus, ia sangat girang. Sebab sudah lama ia ingin melihat-Nya, karena ia sering mendengar tentang Dia, lagipula ia mengharapkan melihat bagaimana Yesus mengadakan suatu tanda. 9 Ia mengajukan banyak pertanyaan kepada Yesus, tetapi Yesus tidak memberi jawaban apapun. 10 Sementara itu imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat maju ke depan dan melontarkan tuduhan-tuduhan yang berat terhadap Dia. 11 Maka mulailah Herodes dan pasukannya menista dan mengolok-olokkan Dia, ia mengenakan jubah kebesaran kepada-Nya lalu mengirim Dia kembali kepada Pilatus. 12 Dan pada hari itu juga bersahabatlah Herodes dan Pilatus; sebelum itu mereka bermusuhan.

Sebarkanlah Virus Kedamaian Bagi Sesama

Bacaan hari ini merupakan kelanjutan dari kisah penangkapan Tuhan Yesus. Setelah digiring oleh massa ke hadapan Herodes, ada rasa sukacita yang dialami Herodes sebab ia ingin sekali melihat Yesus setelah mendengar banyak cerita tentang-Nya. Herodes mengajukan beberapa pertanyaan kepada Yesus, tetapi tidak ada jawaban dari Yesus. Kesempatan itu dimanfaatkan oleh para imam kepala dan ahli taurat dengan menyampaikan berbagai tuduhan agar Herodes mengadili-Nya. Akhirnya, Herodes menggerakan pasukannya dan mulai menyiksa Yesus. Tuhan Yesus dikembalikan lagi ke Pilatus dengan mengenakan jubah kebesaran yang diberikan oleh Herodes.

Sikap Herodes dalam kisah ini mewakili sikap orang-orang yang mudah percaya terhadap suatu berita tanpa menelusurinya lebih dalam. Sikap ini seringkali mengakibatkan kesalahpahaman dan kehancuran dalam kehidupan kita. Hal ini terkait juga dengan kebiasaan dalam menggunakan teknologi. Banyak di antara kita yang cepat menyebarkan berita lewat medsos tanpa menelusurinya sehingga berita hoax menjadi konsumsi sosial. Oleh karenanya, Firman Tuhan hari ini mengajarkan kita untuk bijaksana ketika menerima suatu kabar atau informasi. Lebih baik menjadi sosok penyebar kedamaian lewat postingan yang memotivasi serta menguatkan agar kehadiran kita selalu diberkati oleh Tuhan.

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk menjadi Agen-agen Perdamaian bagi sesama. Amin.

Sabtu, 09 April 2022                                         

bacaan : Lukas 23 : 13 – 25

Yesus kembali di hadapan Pilatus
13 Lalu Pilatus mengumpulkan imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin serta rakyat, 14 dan berkata kepada mereka: "Kamu telah membawa orang ini kepadaku sebagai seorang yang menyesatkan rakyat. Kamu lihat sendiri bahwa aku telah memeriksa-Nya, dan dari kesalahan-kesalahan yang kamu tuduhkan kepada-Nya tidak ada yang kudapati pada-Nya. 15 Dan Herodes juga tidak, sebab ia mengirimkan Dia kembali kepada kami. Sesungguhnya tidak ada suatu apapun yang dilakukan-Nya yang setimpal dengan hukuman mati. 16 Jadi aku akan menghajar Dia, lalu melepaskan-Nya." 17 (Sebab ia wajib melepaskan seorang bagi mereka pada hari raya itu.) 18 Tetapi mereka berteriak bersama-sama: "Enyahkanlah Dia, lepaskanlah Barabas bagi kami!" 19 Barabas ini dimasukkan ke dalam penjara berhubung dengan suatu pemberontakan yang telah terjadi di dalam kota dan karena pembunuhan. 20 Sekali lagi Pilatus berbicara dengan suara keras kepada mereka, karena ia ingin melepaskan Yesus. 21 Tetapi mereka berteriak membalasnya, katanya: "Salibkanlah Dia! Salibkanlah Dia!" 22 Kata Pilatus untuk ketiga kalinya kepada mereka: "Kejahatan apa yang sebenarnya telah dilakukan orang ini? Tidak ada suatu kesalahanpun yang kudapati pada-Nya, yang setimpal dengan hukuman mati. Jadi aku akan menghajar Dia, lalu melepaskan-Nya." 23 Tetapi dengan berteriak mereka mendesak dan menuntut, supaya Ia disalibkan, dan akhirnya mereka menang dengan teriak mereka. 24 Lalu Pilatus memutuskan, supaya tuntutan mereka dikabulkan. 25 Dan ia melepaskan orang yang dimasukkan ke dalam penjara karena pemberontakan dan pembunuhan itu sesuai dengan tuntutan mereka, tetapi Yesus diserahkannya kepada mereka untuk diperlakukan semau-maunya.

Kemenangan di Dalam Tuhan

Dihukum tanpa melakukan kesalahan dan karena desakan massa adalah kejadian yang jauh dari tindakan keadilan. Masih ingatkah akan kasus Ahok yang dipenjarakan karena tuntutan penistaan? Ya! Salah satu kasus yang menyudutkan nilai keadilan hanya karena kepentingan segelintir orang. Hal yang sama dalam bacaan hari ini dialami oleh Yesus pula. Setelah digiring kembali ke Pilatus kesalahan tidak ada pada diri Yesus. Pilatus menegaskan bahwa tidak ada kesalahan untuk membuat Yesus dihukum. Tetapi desakan massa memaksa sehingga Tuhan Yesus dijatuhi hukuman untuk disalibkan.

Menjelang penyaliban, kita telah menyaksikan bagaimana Tuhan Yesus diperlakukan dengan tidak adil hanya karena melakukan perbuatan baik dan benar. Sepanjang bulan ini, kita terus diingatkan akan peristiwa pengorbanan Yesus dan penderitaan-Nya, dan di penghujung Minggu Sengsara Tuhan Yesus yang keenam hari ini, kita belajar memahami bahwa apa yang dialami Yesus karena ketidakadilan dan keegoisan segelintir orang ternyata menjadikan Yesus sebagai sosok yang tetap setia dan taat kepada Allah. Oleh sebab itu, untuk setiap ketidakadilan dan penderitaan yang kita alami saat ini, maknailah sebagai bagian bahwa kita sementara dibentuk untuk menjadi pribadi yang lebih kuat dan pasti memperoleh kemenangan bersama Yesus. Percayalah, bahwa penderitaan di dalam Tuhan pasti mendatangkan berkat dan sukacita.

Doa: Kuatkanlah kami Ya Tuhan, untuk menjalani setiap Gumulan hidup kami. Amin. 

*sumber : SHK bulan April 2022, LPJ – GPM.

Santapan Harian Keluarga, 27 Maret – 2 April 2022

Tema Mingguan : “Bersorak dan Memuji Allah Dalam Penderitaan

Minggu, 27 Maret 2022                                   

bacaan : Yesaya 66 : 1 – 14

Keselamatan sesudah hukuman
Beginilah firman TUHAN: Langit adalah takhta-Ku dan bumi adalah tumpuan kaki-Ku; rumah apakah yang akan kamu dirikan bagi-Ku, dan tempat apakah yang akan menjadi perhentian-Ku? 2 Bukankah tangan-Ku yang membuat semuanya ini, sehingga semuanya ini terjadi? demikianlah firman TUHAN. Tetapi kepada orang inilah Aku memandang: kepada orang yang tertindas dan patah semangatnya dan yang gentar kepada firman-Ku. 3 Orang menyembelih lembu jantan, namun membunuh manusia juga, orang mengorbankan domba, namun mematahkan batang leher anjing, orang mempersembahkan korban sajian, namun mempersembahkan darah babi, orang mempersembahkan kemenyan, namun memuja berhala juga. Karena itu: sama seperti mereka lebih menyukai jalan mereka sendiri, dan jiwanya menghendaki dewa kejijikan mereka, 4 demikianlah Aku lebih menyukai memperlakukan mereka dengan sewenang-wenang dan mendatangkan kepada mereka apa yang ditakutkan mereka; oleh karena apabila Aku memanggil, tidak ada yang menjawab, apabila Aku berbicara, mereka tidak mendengarkan, tetapi mereka melakukan yang jahat di mata-Ku dan lebih menyukai apa yang tidak Kukehendaki. 5 Dengarlah firman TUHAN, hai kamu yang gentar kepada firman-Nya! Saudara-saudaramu, yang membenci kamu, yang mengucilkan kamu oleh karena kamu menghormati nama-Ku, telah berkata: "Baiklah TUHAN menyatakan kemuliaan-Nya, supaya kami melihat sukacitamu!" Tetapi mereka sendirilah yang mendapat malu. 6 Dengar, bunyi kegemparan dari kota, dengar, datangnya dari Bait Suci! Dengar, TUHAN melakukan pembalasan kepada musuh-musuh-Nya! 7 Sebelum menggeliat sakit, ia sudah bersalin, sebelum mengalami sakit beranak, ia sudah melahirkan anak laki-laki. 8 Siapakah yang telah mendengar hal yang seperti itu, siapakah yang telah melihat hal yang demikian? Masakan suatu negeri diperanakkan dalam satu hari, atau suatu bangsa dilahirkan dalam satu kali? Namun baru saja menggeliat sakit, Sion sudah melahirkan anak-anaknya. 9 Masakan Aku membukakan rahim orang, dan tidak membuatnya melahirkan? firman TUHAN. Atau masakan Aku membuat orang melahirkan, dan menutup rahimnya pula? firman Allahmu. 10 Bersukacitalah bersama-sama Yerusalem, dan bersorak-soraklah karenanya, hai semua orang yang mencintainya! Bergiranglah bersama-sama dia segirang-girangnya, hai semua orang yang berkabung karenanya! 11 supaya kamu mengisap dan menjadi kenyang dari susu yang menyegarkan kamu, supaya kamu menghirup dan menikmati dari dadanya yang bernas. 12 Sebab beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, Aku mengalirkan kepadanya keselamatan seperti sungai, dan kekayaan bangsa-bangsa seperti batang air yang membanjir; kamu akan menyusu, akan digendong, akan dibelai-belai di pangkuan. 13 Seperti seseorang yang dihibur ibunya, demikianlah Aku ini akan menghibur kamu; kamu akan dihibur di Yerusalem. 14 Apabila kamu melihatnya, hatimu akan girang, dan kamu akan seperti rumput muda yang tumbuh dengan lebat; maka tangan TUHAN akan nyata kepada hamba-hamba-Nya, dan amarah-Nya kepada musuh-musuh-Nya.

Bersukacita Dalam Tuhan

Kata bersukacita menggambarkan ekspresi rasa bahagia yang diekspresikan dan diharapkan oleh setiap orang. Namun tidak demikian dengan pengalaman umat Israel dalam  Bacaan kita hari ini. Penulis menggambarkan tentang situasi umat sekembalinya dari pembuangan, yang mengalami hidup dalam penderitaan. Akibat dari penderitaan yang dialami umat, membuat mereka tergoda dan jatuh dalam peyembahan-penyembahan berhala. Namun kebesaran Tuhan yang digambarkan dalam ay 1 serta  keberpihakan-Nya kepada orang-orang yang tertindas, patah semangatnya dan yang gentar kepada fiman-Nya (Ay 2) akan dinyatakan. Tuhan akan memberikan sukacita bagi mereka yang gentar kepada firman-Nya dan menghormati nama-Nya (Ay 5). Bahkan mengalirkan keselamatan seperti sungai dan kekayaan bangsa-bangsa seperti batang air yang membanjir serta menunjukan kasih-Nya dengan menyusu, menggendong, membelai juga menghibur seperti seorang ibu (Ay 12-13). Penderitaan juga dapat dialami oleh setiap kita. Akan tetapi bagaimana kita menyikapi dan meresponi penderitaan itu sebagai orang percaya. Baiklah penderitaan itu dijalani dengan tetap mengimani bahwa Allah akan menyatakan kasih setia-Nya. Sebab Kasih, kesetiaan dan keberpihakan-Nya itu akan dinyatakan ketika secara sadar kita gentar pada fiman dan menghormati nama-Nya. Jadikanlah Tuhan sebagai tokoh sentral dalam seluruh kehidupan kita sambil meyakini bahwa kesetiaan-Nya itu untuk selama-lamanya. Teruslah bersukacita di dalam Tuhan, andalkan Dia senantiasa dan berserahlah pada kehendak-Nya. Ingatlah bahwa pengorbanan Kristus di kayu salib telah memberikan keselamatan bagi kita yang percaya kepada-Nya dan oleh sebab itu patutlah kita bersukacita.

Doa: Ya Tuhan, terima kasih untuk keselamatan dan sukacita yang Engkau berikan bagi kami. Amin.

Senin, 28 Maret 2022                                       

bacaan : Kisah Para Rasul 16 : 19 – 26

Kepala penjara Filipi
19 Ketika tuan-tuan perempuan itu melihat, bahwa harapan mereka akan mendapat penghasilan lenyap, mereka menangkap Paulus dan Silas, lalu menyeret mereka ke pasar untuk menghadap penguasa. 20 Setelah mereka membawa keduanya menghadap pembesar-pembesar kota itu, berkatalah mereka, katanya: "Orang-orang ini mengacau kota kita ini, karena mereka orang Yahudi, 21 dan mereka mengajarkan adat istiadat, yang kita sebagai orang Rum tidak boleh menerimanya atau menurutinya." 22 Juga orang banyak bangkit menentang mereka. Lalu pembesar-pembesar kota itu menyuruh mengoyakkan pakaian dari tubuh mereka dan mendera mereka. 23 Setelah mereka berkali-kali didera, mereka dilemparkan ke dalam penjara. Kepala penjara diperintahkan untuk menjaga mereka dengan sungguh-sungguh. 24 Sesuai dengan perintah itu, kepala penjara memasukkan mereka ke ruang penjara yang paling tengah dan membelenggu kaki mereka dalam pasungan yang kuat. 25 Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka. 26 Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua

Pujilah Tuhan Dengan Sepenuh Hati

Berdoa dan memuji Tuhan merupakan bagian yang terkandung dalam unsur liturgi peribadahan. Hal seperti ini dilakukan dengan tujuan untuk membangun relasi antara manusia dengan Allah, baik secara pribadi maupun persekutuan. Akan tetapi apakah doa dan pujian lahir dari kesungguhan hati yang murni ataukah  hanya dilakukan sebatas ritual semata? Tidak sedikit dari kita yang berdoa dan memuji Tuhan karena didukung oleh suasana hati yang senang dan bahagia. Tapi apakah itu terus akan dilakukan ketika diperhadapkan dengan sederetan penderitaa? Rasul Paulus dan rekan pelayannya Silas mengajarkan kepada kita tentang penyerahan hidup kepada Allah. Dalam tugas memberitakan firman Allah, mereka harus melewati berbagai macam tantangan. Meski ditangkap, diseret, dianggap sebagai pengacau, pakaian mereka dikoyakan, didera dan kemudian dilemparkan kedalam penjara tanpa diadili, akan tetapi tidak memudarkan semangat mereka di dalam peberitaan. Bahkan dalam penderitaan itu Paulus dan Silas terus berdoa dan memuji Allah. Doa dan pujian yang sunggu-sungguh dari mereka tidak membuat Allah tinggal diam, melainkan Ia menyatakan kuasa-Nya. Hubungan kita dengan Allah sang pemberi kehidupan haruslah tetap dijaga. meskipun harus diperhadapkan dengan situasi-situasi hidup yang sulit sekalipun. Doa dan pujian yang murni dari hati kepada Allah akan menghentarkan kita menyaksikan kuasa-Nya yang dasyat. Bahkan Ia mampu melakukan segala sesuatu di luar cara pikir kita sebagai manusia. Karena tidak ada yang mustahil dan yang tidak mungkin bagi-Nya. Arahkanlah pandangan kepada Allah sebagai bukti keyakinan kita yang sungguh. Sebab Ia mampu menyatakan kuasa bagi setiap orang yang terus berserah penuh kepada-Nya. 

Doa: Ya Tuhan,  ajarilah kami untuk terus memuji dan berserah kepada Engkau, meskipun dilanda penderitaan. Amin.

Selasa, 29 Maret 2022                           

bacaan : 1 Tesalonika 2 : 13 – 20

Sukacita atas jemaat
13 Dan karena itulah kami tidak putus-putusnya mengucap syukur juga kepada Allah, sebab kamu telah menerima firman Allah yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan manusia, tetapi--dan memang sungguh-sungguh demikian--sebagai firman Allah, yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya. 14 Sebab kamu, saudara-saudara, telah menjadi penurut jemaat-jemaat Allah di Yudea, jemaat-jemaat di dalam Kristus Yesus, karena kamu juga telah menderita dari teman-teman sebangsamu segala sesuatu yang mereka derita dari orang-orang Yahudi. 15 Bahkan orang-orang Yahudi itu telah membunuh Tuhan Yesus dan para nabi dan telah menganiaya kami. Apa yang berkenan kepada Allah tidak mereka pedulikan dan semua manusia mereka musuhi, 16 karena mereka mau menghalang-halangi kami memberitakan firman kepada bangsa-bangsa lain untuk keselamatan mereka. Demikianlah mereka terus-menerus menambah dosa mereka sampai genap jumlahnya dan sekarang murka telah menimpa mereka sepenuh-penuhnya. 17 Tetapi kami, saudara-saudara, yang seketika terpisah dari kamu, jauh di mata, tetapi tidak jauh di hati, sungguh-sungguh, dengan rindu yang besar, telah berusaha untuk datang menjenguk kamu. 18 Sebab kami telah berniat untuk datang kepada kamu--aku, Paulus, malahan lebih dari sekali--,tetapi Iblis telah mencegah kami. 19 Sebab siapakah pengharapan kami atau sukacita kami atau mahkota kemegahan kami di hadapan Yesus, Tuhan kita, pada waktu kedatangan-Nya, kalau bukan kamu? 20 Sungguh, kamulah kemuliaan kami dan sukacita kami.

Teruslah Mengucap Syukur 

Bersyukur merupakan bentuk respon positif manusia yang diungkapkan kepada Allah. Biasanya perasaan ini muncul dikarenakan pengakuan bahwa Allah turut campur tangan untuk mendatangkan kebaikan, damai sejaterah serta sukacita. Sama seperti pengalaman rasul Paulus dalam bacaan kita hari ini. Paulus adalah seorang rasul yang dengan sungguh-sungguh memberikan seluruh hidupnya untuk melayani Tuhan. Meskipun dalam pelayanannya itu, ia harus mengalami dan menghadapi penghinaan bahkan penganiayaan (ay 2). Akan tetapi pemberitaan yang disampaikan di jemaat Tesalonika tidaklah sia-sia (ay 1). Paulus bersyukur sebab pemberitaannya itu diresponi dengan baik oleh jemaat di Tesalonika dan menerima pemberitaannya bukan sebagai perkataan manusia tetapi sungguh-sungguh sebagai firman Allah (ay 13). Sikap Paulus yang dengan berani dan meyakini pertolongan Allah, membuatnya tetap bersyukur dan bersukacita. Kita harus menyadari bahwa untuk mendapatkan hasil yang terbaik bukan berarti tanpa tantangan. Justru ketika mampu melewati berbagai tantangan, kita akan mendapatkan hasil yang memuaskan. Belajarlah untuk tetap melibatkan Tuhan dalam seluruh kehidupan kita, sebab Allah yang kita sembah di dalam Tuhan Yesus Kristus mampu menolong dan memberikan sukacita penuh. Seperti Paulus yang mengakui pertolongan Tuhan, demikian pula harus diyakini oleh kita sebagai orang percaya. Ingatlah bahwa penderitaan bukanlah akhir dari segala-galanya. Menderita karena Kristus mengantarkan kita untuk hidup bersama-Nya dalam ungkapan syukur dan sukacita yang besar.

Doa: Ya Tuhan, berikanlah sukacita-Mu bagi kami meskipun ada dalam berbagai penderitaan. Amin.

Rabu, 30 Maret 2022                                      

bacaan : Kisah Para Rasul 5 : 40 – 42

40 Mereka memanggil rasul-rasul itu, lalu menyesah mereka dan melarang mereka mengajar dalam nama Yesus. Sesudah itu mereka dilepaskan. 41 Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus. 42 Dan setiap hari mereka melanjutkan pengajaran mereka di Bait Allah dan di rumah-rumah orang dan memberitakan Injil tentang Yesus yang adalah Mesias.

Bersukacita Meskipun Dalam Penderitaan

Murid-murid Kristus, yakni jemaat mula-mula harus menghadapi masalah dan penderitaan karena iman kepada Kristus dan kegigihan mereka dalam memberitakan Injil.  Adakalanya mereka harus menjalani sidang di Mahkamah Agama demi mempertanggungjawabkan iman.  Namun meski berada  dalam tekanan, himpitan, ancaman dan tantangan yang teramat berat, di mana nyawa menjadi taruhannya, mereka tidak menunjukkan mimik wajah yang sedih, stres atau takut, tapi mereka tetap bergembira.  Mereka bersukacita karena mereka telah menderita bagi Kristus dan kemajuan Injil. Kalau boleh jujur penderitaan adalah hal yang sebisa mungkin selalu kita hindari, tidak ada orang yang mau hidup dalam penderitaan. Kita pastinya dalam hidup menginginkan hidup yang bahagia, karier dan pekerjaan yang lancar, sehat, hidup berkecukupan dan lain-lain. Tetapi kalau penderitaan itu datang bagaimana respon kita? Andalkan Tuhan dalam hidup dan meminta kekuatan dariNya agar kita bisa kuat menghadapinya dan menemukan jalan keluar dari setiap pergumulan. Sayangnya masih banyak dari kita yang seringkali mengandalkan kekuatan sendiri dalam menghadapinya. Sikap hati yang benar dalam menghadapi penderitaan adalah dengan hanya mengandalkanNya, bersyukur dan bersukacita, serahkanlah bebanmu kepadaNya biar Ia yang atur maka engkau akan bersukacita walaupun dalam penderitaan

Doa: Tuhan, Ajarlah kami untuk selalu punya sikap hati yang benar dalam menghadapi penderitaan. Amin.

Kamis, 31 Maret 2022                               

bacaan : Mazmur 69 : 31 – 37

31 Aku akan memuji-muji nama Allah dengan nyanyian, mengagungkan Dia dengan nyanyian syukur; 32 pada pemandangan Allah itu lebih baik dari pada sapi jantan, dari pada lembu jantan yang bertanduk dan berkuku belah. 33 Lihatlah, hai orang-orang yang rendah hati, dan bersukacitalah; kamu yang mencari Allah, biarlah hatimu hidup kembali! 34 Sebab TUHAN mendengarkan orang-orang miskin, dan tidak memandang hina orang-orang-Nya dalam tahanan. 35 Biarlah langit dan bumi memuji-muji Dia, lautan dan segala yang bergerak di dalamnya. 36 Sebab Allah akan menyelamatkan Sion dan membangun kota-kota Yehuda, supaya orang-orang diam di sana dan memilikinya; 37 anak cucu hamba-hamba-Nya akan mewarisinya, dan orang-orang yang mencintai nama-Nya akan diam di situ.

Berserulah Dalam Penderitaan

Dalam Mazmur 69 kita dapat memperhatikan curahan isi hati, doa dan juga nyanyian syukur yang dipanjatkan kepada Tuhan. Beratnya penderitaan yang dihadapi oleh pemazmur digambarkan seperti seorang yang terperosok ke dalam lumpur hidup ataupun seperti orang yang terombangambing di lautan tanpa pijakan. Walaupun demikian beratnya penderitaan pemazmur, namun dia hendak menyaksikan bahwa Tuhan itu adil. Tuhan pasti akan menyelamatkan orang yang hidup dalam kebenaran Tuhan. Dia berdoa kepada Tuhan, walaupun dia menderita hal itu tidak menyurutkannya untuk memuji dan memuliakan Tuhan dalam hidupnya. Pemazmur memperlihatkan keyakinannya kepada Tuhan dengan memuji Tuhan, dan hal itu jauh lebih berharga dari semua persembahan bakaran. Berdoalah kepada Tuhan saat penderitaan datang carilah Tuhan. Saat kekuatiran menguasai berserulah kepadaNya, minta hikmat untuk menghadapinya, Kadang doa sudah tidak terpikirkan lagi kalau sudah panik. Ada sebuah cerita dari pengalaman saya sendiri, pada waktu saya divonis kanker saya harus membayar 40 juta, untuk core biopsy, dan saya bilang kepada Tuhan darimana saya dapatkan uang itu karena kalau mau dengan BPJS itu harus ada biopsy terlebih dulu baru setelah itu diurus BPJS. Akhirnya saya saat itu juga pergi ke toilet rumah sakit untuk berdoa. Saya minta jalan keluar dari Tuhan dan ketika amin tiba-tiba saya langsung dipanggil bahwa core biopsy saya sudah bisa langsung ditangani BPJS jadi saya tidak perlu lagi membayar 40 juta. Berserulah kepada Tuhan dalam penderitaanmu, maka engkau akan bersukacita.

Doa: Tuhan, Ajarlah kami untuk jangan lupa berseru kepadaMu dalam penderitaan. Amin.

Jumat, 01 April 2022

Bacaan : Yesaya 38 : 16 – 20

Yesaya 38:16-20 (TB) Ya Tuhan, karena inilah hatiku mengharapkan Engkau; tenangkanlah rohku, buatlah aku sehat, buatlah aku sembuh!
Sesungguhnya, penderitaan yang pahit menjadi keselamatan bagiku; Engkaulah yang mencegah jiwaku dari lobang kebinasaan. Sebab Engkau telah melemparkan segala dosaku jauh dari hadapan-Mu.
Sebab dunia orang mati tidak dapat mengucap syukur kepada-Mu, dan maut tidak dapat memuji-muji Engkau; orang-orang yang turun ke liang kubur tidak menanti-nanti akan kesetiaan-Mu.
Tetapi hanyalah orang yang hidup, dialah yang mengucap syukur kepada-Mu, seperti aku pada hari ini; seorang bapa memberitahukan kesetiaan-Mu kepada anak-anaknya.
TUHAN telah datang menyelamatkan aku! Kami hendak main kecapi, seumur hidup kami di rumah TUHAN.

Berharap Hanya Pada Allah


Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Peribahasa ini dapat menggambarkan pengalaman raja Hizkia. Dalam penderitaan karena sakit yang dialami sampai hampir mati, Hizkia harus mendengar kabar tentang kematiannya pula (ay 1). Akan tetapi penderitaan bahkan kabar kematiannya itu tidak serta merta membuatnya putus asa dan hilang harapan kepada Allah. Bacaan kita hari ini memperlihatkan ungkapan hati dari raja Hizkia ketika mengalami penderitaan tersebut. Dengan iman percayanya ia menaruh harapan sepenuhnya hanya kepada Allah. Ia menyadari sungguh bahwa hanya Allah yang mampu menolong, menyembuhkan dan menyehatkannya kembali. Kesadaran inilah yang membuat Hizkia tetap bersyukur meskipun ada dalam penderitaan. Pengalaman Hizkia mengajarkan kepada semua kita, tentang pentingnya menaruh harapan kepada Allah. Sebab dengan menaruh harap kepada Allah, sesungguhnya kita mengakui kemahakuasaan-Nya. Penderitaan seringkali juga dialami oleh kita sebagai orang percaya. Baik penderitaan karena sakit penyakit, hubungan yang tidak harmonis, perekonomian yang buruk dan lain sebagainya. Tetapi seperti Hizkia yang berdoa (ay 2) dan mengharapkan serta meyakini keselamatan dari Allah (ay 16 & 17) demikian pula dengan kita. Karena hanya Allah satu-satunya yang dapat memberikan keselamatan dan menolong untuk menyelesaikan setiap persoalan. Percayalah pada kuasa-Nya, sebab hanya dengan percaya kita akan terus bersyukur meskipun ada di dalam penderitaan. Mari mengawali bulan ini denga tetaplah berdoa, mengucap syukur, berharap kepada Allah dan meminta-Nya untuk terus turut serta bersama kita dalam menjalani hari-hari kehidupan. Karena dengan demikian kita akan melihat besarnya kuasa dan kebesaran Allah yang kita sembah.

Doa: Ajari kami Tuhan untuk tetap percaya dan menaruh harapan pada-Mu meski dalam penderitaan. Amin.


Sabtu, 02 April 2022

Bacaan : Mazmur 40 : 1 – 4

Syukur dan doa
40:1-3 (TB)  Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. (40-2) Aku sangat menanti-nantikan TUHAN; lalu Ia menjenguk kepadaku dan mendengar teriakku minta tolong. (40-3) Ia mengangkat aku dari lobang kebinasaan, dari lumpur rawa; Ia menempatkan kakiku di atas bukit batu, menetapkan langkahku, (40-4) Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita. Banyak orang akan melihatnya dan menjadi takut, lalu percaya kepada TUHAN.

Sebab Dia Layak Dipuji


Tidak sedikit dari kita yang membanggakan diri ketika mencapai kesuksesan, dapat melewati tantangan-tantangan hidup dan penuh dengan kebahagiaan. Namun sikap yang demikian tidak berlaku bagi raja Daud. Perikop bacaan kita hari ini merupakan suatu kesaksian Daud karena pertolongan Tuhan yang dinyatakan baginya. Ketika berbagai tantangan hidup menghampirinya, ia berseru dan Tuhan menolongnya. Tuhan tidak hanya mengangkatnya dari lobang kebinasaan tapi juga menempatkan kakinya di atas bukit batu bahkan menetapkan langkahnya (ay 5). Daud tidak hanya bersaksi tentang kebaikan Tuhan tetapi juga menyanyikan nyanyian baru untuk memuji-Nya. Apa yang dilakukan oleh raja Daud sudah sepatutnya menjadi perenungan kita bersama. Kita seharusnya menyadari kekurangan, kelemahan dan keterbatasan pada diri serta mengakui kuasa Allah yang malampaui akal dan pikiran. Dengan berseru dan meminta pertolongan menunjukan kebergantungan kita kepada Allah. Memuji-Nya juga menggambarkan pengakuan bahwa kebaikan yang kita alami semata-mata hanya karena pertolongan-Nya. Ingatlah bahwa pertolongan dan kuasa Tuhan tidak hanya berlaku bagi Daud, tetapi juga bagi kita sebagai orang percaya. Oleh sebab itu ketika diperhadapkan dengan berbagai tantangan, baik dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat bergantunglah hanya kepada-Nya. Sebab Dia tidak hanya menolong dan membebaskan kita dari berbagai tantangan itu, melainkan menuntun dan menetapkan setiap langkah kita. Nantikanlah Tuhan dengan tetap percaya sambil terus memuji kebesaran-Nya. Bagunlah relasi denga-Nya di dalam doa sambil meyakini bahwa kuasa Allah akan dinyatakan bagi orang-orang yang selalu berseru kepada-Nya.

Doa: Ajarilah kami untuk tetap bergantung dan bersaksi tentang kebaikan-Mu. Amin.

*Sumber : SHK Bulan Maret 2022, LPJ-GPM