Santapan Harian Keluarga, 20 – 26 Maret 2022

Tema Mingguan : ” Lihatlah! Di Tengah Pencobaan Kesetiaan Allah Selalu Terbukti

Minggu, 20 Maret 2022                               

bacaan : 1 Korintus 10 : 1 – 13

Israel sebagai suatu peringatan
Aku mau, supaya kamu mengetahui, saudara-saudara, bahwa nenek moyang kita semua berada di bawah perlindungan awan dan bahwa mereka semua telah melintasi laut. 2 Untuk menjadi pengikut Musa mereka semua telah dibaptis dalam awan dan dalam laut. 3 Mereka semua makan makanan rohani yang sama 4 dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus. 5 Tetapi sungguhpun demikian Allah tidak berkenan kepada bagian yang terbesar dari mereka, karena mereka ditewaskan di padang gurun. 6 Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh bagi kita untuk memperingatkan kita, supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat, 7 dan supaya jangan kita menjadi penyembah-penyembah berhala, sama seperti beberapa orang dari mereka, seperti ada tertulis: "Maka duduklah bangsa itu untuk makan dan minum; kemudian bangunlah mereka dan bersukaria." 8 Janganlah kita melakukan percabulan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga pada satu hari telah tewas dua puluh tiga ribu orang. 9 Dan janganlah kita mencobai Tuhan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka mati dipagut ular. 10 Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut. 11 Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba. 12 Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh! 13 Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

Sebab Allah Setia

Satu hal yang tidak pernah terlepas dari kehidupan manusia adalah tantangan dan cobaan, hal ini bagaikan dua sisi mata uang yang menempel pada setiap orang tanpa terkecuali, tergantung tiap-tiap orang menyikapinya.

Tuhan telah memilih umatnya dan menyatakan kuasanya, bukan saja membuat mereka menjadi umat yang rohani tetapi juga memelihara dengan cara yang luar biasa. Mereka diberi makan secara supra alami yaitu MANA (kel. 14:4) dan batu karang yang memberikan air (kel.17:6). Umat ALLAH yang mengalami perbuatan ALLAH yang akbar ini tidak sertamerta membuat mereka lepas dari pencobaan, hal ini terbukti dari banyak diantara mereka mati dan binasa karena mereka tidak mampu menjaga kekudusan hidup, mereka berbuat cabul, mereka tidak bersyukur atas berkat-berkat yang Tuhan berikan.

Historis kehidupan Israel kuno ini diungkapkan Paulus dalam bacaan ini dengan tujuan untuk menguatkan dan mengingatkan jemaat korintus dan terbuka juga bagi kita agar dapat menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang dapat mencemari kehidupan. Orang Kristen tidak terlepas dari pencobaan dan pencobaan yang kita alami bukan datang dari TUHAN tetapi dari iblis dan diri kita sendiri. ALLAH mengijinkan cobaan dan tantangan dalam hidup kita untuk memperkuat iman kita. Pengalaman merupakan guru yang baik. Setiap orang hendaknya dapat memetik pelajaran berharga dari pengalaman untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Lawanlah godaan dengan penuh ketekunan yang menimbulkan Tahan Uji dan Tahan Uji menimbulkan Pengharapan.  Percayalah waktu kita dicobai IA akan memberikan kepada kita jalan keluar karena ALLAH SETIA.

Doa:  Tuhan, kami percaya, Engkau Allah yang setia, jadikan kami orang-orang yang setia. Amin.

Senin, 21 Maret 2022                                             

bacaan : Wahyu 3 : 10

10 Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.

Berkat Dan Kesetiaan

Masalah kesetiaan memang sudah menjadi suatu hal yang langka di zaman modern ini. Ketidaksetiaan  semakin lama semakin dianggap sebagai sesuatu yang wajar. Agaknya manusia menjadi sulit untuk menentukan atau membedakan yang baik dari jahat. Tidak heran jika semakin lama semakin sulit menemukan sosok manusia yang setia baik dalam suatu hubungan, pekerjaan dan sebagainya. Hal seperti demikian berlaku pula dalam relasi manusia dengan TUHAN, sekali pun diketahui bahwa TUHAN sangat mengasihi kita. Yesus telah membuktikan kesetiaan Nya menanggung segala dosa kita sampai mati di kayu salib. Bacaan hari ini menegaskan betapa penting dimilikinya kesetiaan terutama ketika sedang mengalami pencobaan. Penulis kitab Wahyu menyajikan gagasan pencobaan dalam kaitan dengan pemberitaannya tentang akhir Zaman. Maksudnya, akan terjadi pada masa sebelum Yesus dating kembali berbagai penderitaan yang mengguncang atau mencobai iman orang percaya. Orang percaya akan mengalami penderitaan dan penganiayaan menjelang datangnya Kristus pada kedua kalinya. Ingatlah bahwa  Sesungguhnya apa yang dijanjikan TUHAN bagi orang yang setia menuruti firman dan tekun menantikan TUHAN lebih besar dari berkat dalam kehidupan yang bersifat sementara. Tidaklah sulit bagi TUHAN untuk memberkati kita. Kita hanya dituntut untuk membuktikan sejauh mana mampu setia menuruti Firman dan tekun menantikan TUHAN dalam pengharapan yang sungguh. Hanya dengan demikian, janji perlindungan dan penyertaan serta berkat ALLAH akan menjadi bagian kita.

Doa: Mampukan kami TUHAN untuk setia di jalan-Mu agar kami dapat menerima berkat-Mu. Amin.

Selasa, 22 Maret 2022                                

bacaan : Yakobus 1 : 12 – 18

Pengujian dan pencobaan
12 Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia. 13 Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun. 14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. 15 Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut. 16 Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah sesat! 17 Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran. 18 Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya.

Iman Sebagai Jawaban

Mendengar kata pencobaan yang terbayang di pikiran  kita adalah sesuatu yang tidak menyenangkan, sangat menyakitkan dan memaksakan kita untuk berjuang.

Menurut Marthin Luther  surat Yakobus disebut sebagai surat jerami karena dianggap lebih menekankan perbuatan baik ketimbang fokus pada iman, padahal sesungguhnya surat Yakobus menjanjikan suatu disiplin rohani yang kongkrit.

Iman yang sejati selalu hidup dan menghidupkan. Ujian dan cobaan hidup adalah kesempatan untuk merasakan kebahagiaan sejati sebagai latihan ketekunan, dan iman semacam ini membutuhkan hikmat dari ALLAH dan saat memohonkan hikmat dari ALLAH butuh hati yang fokus kepada ALLAH bukan mendua hati karena godaan dunia.  Tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri karena diseret dan dipikat olehnya ( 14 ).

Iman kita kepada Nya adalah jawaban saat diterpa berbagai pencobaan. Iman kita kepada-Nya harus bagaikan Batu Karang Yang Teguh. Percayalah Dia yang maha pengasih dan penyayang tidak akan membiarkan kita sendiri. ALLAH tentu saja tidak akan membiarkan  kita untuk melakukan hal yang salah. Meskipun kita banyak mengalami pencobaan tetapi jika pandangan kita tertuju kepada TUHAN YESUS kita akan mampu mengatasinya. Firman TUHAN akan memberikan kepada kita kepekaan untuk mengetahui mana yang benar serta keinginan dan kekuatan untuk memahaminya.

Berbahagialah dan bersyukurlah bila kita ada dalam pencobaan, itu berarti TUHAN sedang memusatkan perhatian-Nya kepada kita dan merancangkan hal yang baik atas hidup ini. Karena itu tetaplah bersandar dan percaya penuh kepada kehendak  dan rancangan TUHAN karena setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna datangnya dari atas.

Doa: Kuatkanlah kami agar iman kami tidak mudah goyah tatkala menghadapi cobaan dan penderitaan dalam hidup. Amin.    

Rabu, 23 Maret  2022                                       

bacaan : 2 Petrus 2 : 4 – 10

4 Sebab jikalau Allah tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka dan dengan demikian menyerahkannya ke dalam gua-gua yang gelap untuk menyimpan mereka sampai hari penghakiman; 5 dan jikalau Allah tidak menyayangkan dunia purba, tetapi hanya menyelamatkan Nuh, pemberita kebenaran itu, dengan tujuh orang lain, ketika Ia mendatangkan air bah atas dunia orang-orang yang fasik; 6 dan jikalau Allah membinasakan kota Sodom dan Gomora dengan api, dan dengan demikian memusnahkannya dan menjadikannya suatu peringatan untuk mereka yang hidup fasik di masa-masa kemudian, 7 tetapi Ia menyelamatkan Lot, orang yang benar, yang terus-menerus menderita oleh cara hidup orang-orang yang tak mengenal hukum dan yang hanya mengikuti hawa nafsu mereka saja, -- 8 sebab orang benar ini tinggal di tengah-tengah mereka dan setiap hari melihat dan mendengar perbuatan-perbuatan mereka yang jahat itu, sehingga jiwanya yang benar itu tersiksa-- 9 maka nyata, bahwa Tuhan tahu menyelamatkan orang-orang saleh dari pencobaan dan tahu menyimpan orang-orang jahat untuk disiksa pada hari penghakiman, 10 terutama mereka yang menuruti hawa nafsunya karena ingin mencemarkan diri dan yang menghina pemerintahan Allah. Mereka begitu berani dan angkuh, sehingga tidak segan-segan menghujat kemuliaan,

Tuhan Tahu Menyelamatkan Orang – Orang Saleh

Faktor pencetus yang mengakibatkan seseorang hilang arah dan tersesat adalah soal pengajaran yang disampaikan dan yang diterima. Tidak sedikit orang yang muncul lalu mengklaim dirinya sebagai nabi dan guru tetapi yang mereka ajarkan bukanlah sesuatu yang berasal dari ALLAH karena apa yang disampaikan tidak sesuai  dengan apa yang dipraktekkan.

Rasul Petrus memaparkan tentang siapa sebenarnya nabi dan guru-guru palsu itu.

  1. Ajaran yang disampaikan itu menyesatkan dan menyangkali YESUS
  2. Hidup dikuasai hawa nafsu
  3. Serakah dan hanya tertarik dengan keuntungan pribadi

Terhadap ini semua ditegaskan bahwa penghukuman ALLAH bagi mereka pasti akan datang karena mereka mengajarkan manusia untuk berkompromi dengan dosa. Dan dalam jangka waktu yang panjang mereka akan membuat jemaat TUHAN menyangkal penguasa (YESUS) yang telah menebus mereka.

Penebusan YESUS melalui pengorbanan-Nya di atas kayu salib sebenarnya menuntut kita untuk hidup suci dan kudus, dan hidup sepenuhnya bagi kepentingan TUHAN dan kerajaan-Nya karena kita telah ditebus oleh darah TUHAN YESUS yang mahal.

Seharusnya orang percaya tidak lagi berhak hidup untuk kesukaan dirinya sendiri tetapi kita harus hidup bagi kesukaan TUHAN. Dari surat Petrus ini lalu kita diingatkan supaya tetap mawas diri terhadap rupa-rupa ajaran dengan cara memperhatikan kehendak ALLAH dalam Alkitab supaya iman tidak goyah dan iman kita akan tetap bertumbuh. Ingatlah bahwa ditengah-tengah penyesatan akibat ajaran-ajaran nabi-nabi dan guru-guru palsu itu TUHAN tahu menyelamatkan orang-orang saleh. Untuk itu jangan goyah dan tetap teguh dalam iman.

Doa:   Selamatkanlah kami ya ALLAH dari segala bentuk roh penyesat karena kami ini adalah kepunyaanMu. Amin.

Kamis, 24 Maret 2022                                   

bacaan : Mazmur 12 : 6 – 9

6 Oleh karena penindasan terhadap orang-orang yang lemah, oleh karena keluhan orang-orang miskin, sekarang juga Aku bangkit, firman TUHAN; Aku memberi keselamatan kepada orang yang menghauskannya. 7 Janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah. 8 Engkau, TUHAN, yang akan menepatinya, Engkau akan menjaga kami senantiasa terhadap angkatan ini. 9 Orang-orang fasik berjalan ke mana-mana, sementara kebusukan muncul di antara anak-anak manusia.

Janji Allah Janji Yang Murni

Janji yang murni berbeda dengan ucapan orang bermulut besar dan andai saja semua kita diharuskan menggunakan alat deteksi kebohongan adakah yang mau melakukannya ? kalau saja ada,  pasti sangat sedikit. mengapa demikian ? karena saat ini kita sementara hidup di tengah-tengah Angkatan yang tidak lagi hidup berdasarkan fakta dan kebenaran.

Sebenarnya keadaan hari ini bukanlah sesuatu yang baru. Pada masa lampau daud sudah mengeluhkan bahwa orang saleh dan setia sudah lenyap ( 12 : 2 ) Umat ALLAH dikelilingi oleh Angkatan yang jahat yang berkata dusta satu sama lain,  Penuh dengan bibir yang manis dan hati yang seringkali suka menjatuhkan, mengambil keuntungan serta memandang yang miskin dan yang lemah. Dalam situasi ini apa yang dapat di lakukan ? Kita harus bercermin dari kehidupan daud yang selalu mengarahkan pandangan pada ALLAH tidak terguncang dan tetap fokus dan menaati janji ALLAH.

Pemazmur mengingatkan bahwa janji Allah adalah janji yang murni bagaikan perak yang teruji dan sempurna. Manusia siapapun tidak dapat menepati janji sebaliknya ALLAH selalu menepati janjinya. ALLAH tidak pernah lupa dengan janjinya. ALLAH bukanlah manusia sehingga IA berdusta,,,bukan anak manusia sehingga IA menyesal. Masakan IA berfirman dan tidak menepatinya ? ( bilangan 23 : 19 ).

Walaupun dusta dan berbagai ancaman ada di sekeliling kita tetap arahkan pandangan kepada ALLAH. Karena kita tahu bahwa Dia ALLAH yang berjanji tetapi juga yang mengenapi dan memelihara janjinya bagi kita sebagai kepunyaanNya sendiri.

Doa:  JanjiMu YA dan Amin, kami mau berpegang pada janjiMu karena janjiMu tidak pernah berubah dulu, kini dan selamanya. Amin.

Jumat, 25 Maret 2022                                   

bacaan : Kejadian 39 : 21 – 23

21 Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu. 22 Sebab itu kepala penjara mempercayakan semua tahanan dalam penjara itu kepada Yusuf, dan segala pekerjaan yang harus dilakukan di situ, dialah yang mengurusnya. 23 Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yang dipercayakannya kepada Yusuf, karena TUHAN menyertai dia dan apa yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasil.

Setialah Sebab Allah Setia

Menurut kamus besar bahasa Indonesia, setia sama halnya dengan berpegang teguh (pada janji, pendirian dan sebagainya) patuh, taat. Kondisi seperti ini lah yang tergambar dalam bacaan kita hari ini. Berawal dari menjadi orang kepercayaan di rumah Potifar seorang pegawai istana Firaun, yang bertanggungjawab atas pengawal-pengawal pribadi raja. Manis sikap dan elok paras dari Yusuf membuat tertarikya istri Potifar kepadanya. Sehingga Yusuf di goda, di firnah, bahkan diberikan hukuman penjara atas apa yang tidak diperbuatnya. Penolakan Yusuf terhadap godaan istri Potifar membuktikan bahwa ia setia atau taat bukan hanya kepada tuanya Potifar melainkan juga kepada Allah. Kesetiaan dan ketaatan itu lah yang membuat Allah tetap menyertainya meskipun berada dalam berbagai cobaan. Menjadi kesayangan dan mendapatkan kepercayaan sepenuhnya dari kepala penjara, memperlihatkan kasih setia Allah yang selalu menyertai (bnd ay 2). Bacaan hari ini mengajarkan kita tentang pentingnya menjaga kesetiaan dan ketaatan kepada Allah. Seperti Yusuf yang tetap setia dan tidak kompromi dengan dosa, demikianlah juga yang harus dilakukan oleh kita sebagai orang percaya. Kesetiaan itu baiklah di mulai dari hal sederhana dalam kehidupan keluarga baik sebagai suami istiri (orang tua) maupun ana-anak (bnd luk 16:10). Meskipun pada kenyataannya cobaan tidak dapat dihindari dan akan selalu datang silih berganti dalam hidup kita. Hiduplah dalam kesetiaan kepada Allah dan lakukanlah apa yang benar di hadapan-Nya. Karena Allah yang penuh dengan kasih setia akan senantiasa menyertai kehidupan orang yang setia kepada-Nya. Oleh sebab itu, percayalah pada Tuhan dan jalanilah hidup dengan takut akan Dia sebagi bukti kesetiaan kita kepada-Nya. Tetaplah setia sebab Allah setia.

Doa:  Ya Tuhan, ajarlah kami untuk tetap setia kepada-Mu. Amin.

Sabtu, 26 Maret 2022                                        

bacaan : Mazmur 34 : 7 – 9

7 Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya. 8 Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka. 9 Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!

Merasakan Kebaikan Allah

Perasaan bimbang, kecewa serta hilang harapan seringkali mewarnai hati dan pikiran kita ketika diperhadapkan dengan situasi sulit. Hal seperti ini dapat dialami oleh siapapun, kapanpun dan dimanapun. Akan tetapi tahukah kita bahwa dalam situasi buruk yang mengancam nyawa kita sekalipun, Allah mampu menolong. Mazmur dalam bacaan kita ini dilatarbelakangi dari kisah raja Daud yang terancam nyawanya (lih. ay 1; bnd. 1 Samuel 18-27). Menghadapi situasi yang mengancam hidup Daud membuatnya sangat takut dan gentar. Akan tetapi dalam ketakutan dan kegentarannya itu ia tetap mengingat satu hal yaitu  mencari Tuhan (ay 5). Perihal seperti ini memperlihatkan betapa Daud sangat mengandalkan Allah dalam seluruh kehidupannya. Ia meyakini bahwa Allah akan senantiasa menjawab teriakan orang yang meminta pertolongan dari pada-Nya. Ingatlah bahwa menjalani kehidupan ini bukanlah hal yang mudah. Terkadang cobaan dan rintangan datang membuat kita merasa tak berdaya dan benar-benar terpuruk, baik dari lingkungan eksternal maupun lingkungan internal. Akan tetapi bacaan saat ini mengingatkan dan mengajarkan kita tentang pentingnya hidup takut akan Tuhan dan berserah kepada-Nya. Sebab Dia satu-satunya Allah yang dapat dipercaya dan diandalkan. Dia peduli kepada seluruh ciptaanya dan Pertolongannya itu tidak pernah terlambat. Sebab Dia Allah yang besar, berkuasa atas segala seuatu dalam hidup kita. Yang jadi pertanyaannya, apakah kita percaya dan mau dengan segenap hati mengandalkan kuasa Allah dalam seluruh kehidupan kita? Apapun masalah yang sedang dihadapi tetaplah fokus kepada Allah. Yakinlah, dengan berserah kepada-Nya kita akan melihat dan mengalami kebaikan-kebaikan Tuhan.

Doa: Terima kasih Tuhan karena kebaikan-Mu itu nyata dan terbukti dalam seluruh hidup kami. Amin.

*Sumber : SHK Bulan Maret 2022, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 13 – 19 Maret 2022

Tema Mingguan : “

Minggu, 13 Maret 2022                                     

bacaan : Mazmur 27 : 1 – 14

Aman dalam perlindungan Allah
Dari Daud. TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar? 2 Ketika penjahat-penjahat menyerang aku untuk memakan dagingku, yakni semua lawanku dan musuhku, mereka sendirilah yang tergelincir dan jatuh. 3 Sekalipun tentara berkemah mengepung aku, tidak takut hatiku; sekalipun timbul peperangan melawan aku, dalam hal itupun aku tetap percaya. 4 Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya. 5 Sebab Ia melindungi aku dalam pondok-Nya pada waktu bahaya; Ia menyembunyikan aku dalam persembunyian di kemah-Nya, Ia mengangkat aku ke atas gunung batu. 6 Maka sekarang tegaklah kepalaku, mengatasi musuhku sekeliling aku; dalam kemah-Nya aku mau mempersembahkan korban dengan sorak-sorai; aku mau menyanyi dan bermazmur bagi TUHAN. 7 Dengarlah, TUHAN, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku! 8 Hatiku mengikuti firman-Mu: "Carilah wajah-Ku"; maka wajah-Mu kucari, ya TUHAN. 9 Janganlah menyembunyikan wajah-Mu kepadaku, janganlah menolak hamba-Mu ini dengan murka; Engkaulah pertolonganku, janganlah membuang aku dan janganlah meninggalkan aku, ya Allah penyelamatku! 10 Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku. 11 Tunjukkanlah jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, dan tuntunlah aku di jalan yang rata oleh sebab seteruku. 12 Janganlah menyerahkan aku kepada nafsu lawanku, sebab telah bangkit menyerang aku saksi-saksi dusta, dan orang-orang yang bernafaskan kelaliman. 13 Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup! 14 Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!

Tuhan itu Terang dan Keselamatan Dalam Penderitaan

Apa yang kita lakukan ketika kita mengalami penderitaan karena perbuatan jahat dari orang lain terhadap kita? Pemazmur Daud, dalam bacaan Maz. 27:1-14, ketika mengalami perbuatan jahat dari orang lain, melakukan empat hal, yaitu: pertama, Daud membuat pengakuan bahwa apapun keadaan yang ia alami, baginya Tuhan tetap menjadi terang dan keselamatannya, bahkan Tuhan merupakan benteng hidupnya (ay.1-3). Dalam pengakuan ini, Daud memiliki keyakinan bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkannya sehingga ia tetap merasakan perlindungan Tuhan. Kedua, Daud berdiam diri sambil menyanyi dan bermazmur bagi Tuhan (ay.4-6), tidak panik, tidak mempersalahkan orang lain yang melakukan kejahatan kepada dirinya, dan tidak ingin bertindak membalas kejahatan orang tersebut kepada dirinya. Daud melakukannya karena yakin Tuhan akan melindungi dirinya. Ketiga, Daud berdoa, memohon belas kasihan dan pertolongan Tuhan atas apa yang ia alami (ay.7-10). Daud meminta Tuhan tidak menyembunyikan wajahNya, tidak membuang Daud, dan tidak meninggalkan Daud, sebab dirinya sangat yakin bahwa Tuhan itu penyelamat bagi dirinya. Keempat, Daud meminta Tuhan menunjukkan jalanNya, agar dapat menuntun dalam menghadapi dan menjalani hidup di tengah situasi penderitaan (ay.11-14). Karena itu, Daud menyatakan ia akan selalu menanti Tuhan yang akan menunjukkan kuasa dan kebesaranNya bagi hidup yang dialaminya. Mari teladani Daud, meyakini Tuhan sebagai terang dan keselamatan, berdiam diri sambil bernyanyi dan bermazmur, berdoa memohon belaskasihan dan tolongan-Nya serta meminta petunjuk-Nya.

Doa:  Ya Tuhan keselamatanku, tunjukkanlah jalan-Mu kepadaku dalam penderitaan ini. Amin.

Senin, 14 Maret 2022                                          

bacaan: 2 Tawarikh 15 : 7

7 Tetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu!"

Ada Upah Bila Menghadapi Kesesakan Dengan Menguatkan Hati

Segala sesuatu yang kita kerjakan di dalam hidup ini selalu ada upahnya. Perbuatan atau pekerjaan baik selalu memperoleh upah yang baik pula. Sebaliknya, perbuatan atau pekerjaan yang tidak baik akan memperoleh upah yang tidak baik. Pertanyaannya, upah seperti apa yang ingin kita dapatkan jika melakukan atau berbuat sesuatu yang baik dalam kesesakan? Bagian bacaan Alkitab ini hendak mengungkapkan respons seseorang ketika mengalami kesesakan atau penderitaan. Dalam situasi kekacauan, kesesakan, atau penderitaan yang terjadi pada wilayah dimana kita ada, sebagai umat Tuhan haruslah tetap menguatkan hati dan memiliki semangat. Sebab ketika kita bersikap demikian, Tuhan-lah yang akan menunjukkan kebesaran kuasa-Nya. Bersikap tetap menguatkan hati, dan tidak lemah semangat pasti ada upahnya, yakni penjagaan, perlindungan, dan keselamatan. Banyak orang, ketika mengalami kesesakan atau penderitaan mengambil jalan sendiri menurut keinginannya. Ada banyak orang yang merasa harga dirinya direndahkan oleh perbuatan jahat orang lain lalu melakukan sesuatu yang sifatnya membalas perbuatan orang yang melakukan kejahatan tersebut. Melaui Firman Tuhan ini kita mendapat pelajaran bahwa dalam kesesakan dan penderitaan, kita harus tetap menguatkan hati dan memelihara semangat. Jangan balan jahat dengan jahat, melainkan mengampuni dan mendoakan. Teguhkanlah hati dan semangat dan nantikanlah upah dari Tuhan. ia akan selalu menjaga, melindungi dan menyelamatkan kita terutama ketika sedang berada dalam kesesakan.

Doa: Ya Tuhan, kuatkanlah hati kami, semangatilah kami dengan RohMu, agar kami mampu menghadapi kesesakan… Amin.

Selasa, 15 Maret 2022                               

bacaan : 1 Korintus 16 : 13 – 14

13 Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat! 14 Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih!

Kas Kuat Hati Hadapi Hidup

Kas kuat hati tuang…, hadapi semua situasi hidup ini dengan selalu berpengharapan voor Tuhan. Yakin! Tuhan seng akan kas tinggal ale….., pencobaan yang ale alami, seng melebihi ale pung kekuatan. Tetap beriman dengan sungguh…. kuat dan teguhkan hati ee….  

Itulah sepenggal kalimat penguatan yang beta dengar dari alm. Em. Pdt. Sammy Titaley ketika beta menghadapi goncangan badai hidup rumah tangga yang nyaris membuat beta hancur saat itu.

Yaahh… beta memang bukan laki-laki yang kuat dan mampu berdiri tegap. Namun beta mesti kuat dan bersikap seperti laki-laki sehingga mampu hadapi kenyataan hidup tersebut. Dan kalimat penguatan tersebut, justru membuat beta merasa hati kuat dan bertekad untuk bangkit, berhenti menangis dan mulai menata hidup demi dua anak laki-laki yang sedang bertumbuh menjadi remaja. Dan puji Tuhan, beta mampu karena kasih Tuhan melalui hamba-Nya.

Dalam bacaan hari ini, Rasul Paulus menyerukan agar setiap orang percaya bersikap sebagai laki-laki. Seruan Paulus ini juga tidak ditujukan kepada jemaat di Korintus saja, tetapi kepada semua orang percaya.

Ada hal-hal positif yang bisa kita pelajari dari sikap seorang laki-laki yang layak untuk diterapkan dalam kehidupan rohani.  Salah satunya adalah hal keberanian.  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata berani memiliki arti sikap hati yang mantap dan rasa percaya diri yang besar dalam menghadapi bahaya, kesulitan dan sebagainya;  berani juga berarti tidak takut, tidak gentar dan tidak kecut hati. Maka marilah kita berani menantang kenyataan hidup yang ada sambil tetap kuat dan teguhkan hati sebab Tuhan tidak biarkan kita menghadapinya sendiri.

Doa: Ya Tuhan… tetaplah bersama kami hadapi situasi hidup yang ada. Amin.

Rabu, 16 Maret 2022                                              

bacaan : Hagai 2 : 1 – 9

Kemegahan Bait Suci yang baru
(2-1a) pada hari yang kedua puluh empat dalam bulan yang keenam. (2-1b) Pada tahun yang kedua zaman raja Darius,(2-2) dalam bulan yang ketujuh, pada tanggal dua puluh satu bulan itu, datanglah firman TUHAN dengan perantaraan nabi Hagai, bunyinya: 2 (2-3) "Katakanlah kepada Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda, dan kepada Yosua bin Yozadak, imam besar, dan kepada selebihnya dari bangsa itu, demikian: 3 (2-4) Masih adakah di antara kamu yang telah melihat Rumah ini dalam kemegahannya semula? Dan bagaimanakah kamu lihat keadaannya sekarang? Bukankah keadaannya di matamu seperti tidak ada artinya? 4 (2-5) Tetapi sekarang, kuatkanlah hatimu, hai Zerubabel, demikianlah firman TUHAN; kuatkanlah hatimu, hai Yosua bin Yozadak, imam besar; kuatkanlah hatimu, hai segala rakyat negeri, demikianlah firman TUHAN; bekerjalah, sebab Aku ini menyertai kamu, demikianlah firman TUHAN semesta alam, 5 (2-6) sesuai dengan janji yang telah Kuikat dengan kamu pada waktu kamu keluar dari Mesir. Dan Roh-Ku tetap tinggal di tengah-tengahmu. Janganlah takut! 6 (2-7) Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat; 7 (2-8) Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam. 8 (2-9) Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman TUHAN semesta alam.

Kesempurnaan Penyertaan Tuhan

Tidak pernah terlambat dan tidak terlalu cepat jawaban Tuhan untuk setiap gumulan kita”. Ini adalah sepenggal kalimat yang seringkali disampaikan dan diyakini oleh orang-orang beriman ketika menghadapi pergumulan hidup. Contohnya pergumulan untuk memiliki anak oleh sepasang suami istri yang telah lama menikah, katakanlah 6 tahun pernikahan.  Hingga pada fase Berserah dan Melepaskan semua kekuatan serta perjuangan hanya kepada Tuhan dan oleh kendali Tuhan, pasangan ini tetap meyakini bahwa Rencana Tuhan pasti mendatangkan kebaikan dan Damai Sejahtera. Di tengah-tengah penantian dan perjuangan mereka, Tuhan tetap menyertai.

Penyertaan Tuhan pun dirasakan oleh Zerubabel, Yosua dan semua rakyat ketika mereka membangun kembali Bait Allah. Hagai mengatakan, “Kuatkanlah Hatimu”. Walaupun Bait Allah yang dibangun tak seindah Bait Allah yang dibangun Salomo, namun Hagai meyakinkan bahwa Anugerah Allah dan Roh Allah akan tetap tinggal diantara mereka, sebab itu Janganlah Takut! Ayat 6-9 menyatakan bahwa Tuhan akan memenuhi Rumah/Bait Allah ini dengan kemegahan sebab IAlah yang Empunya segalanya. Hagai lewat bacaan hari ini, mengajarkan kita untuk tetap Percaya dan bersandar pada rencana Tuhan, Jangan pernah takut dan khawatir. Mungkin nampak biasa saja di awalnya, namun dari yang biasa itu Tuhan akan membuat menjadi Luar Biasa. Untuk setiap pergumulan yang sementara kita bangun bersama Tuhan, apapun itu, Tetaplah percaya pada Janji dan penyertaan-Nya, sebab Tuhan tahu kapan waktu yang terbaik untuk kita menerima Anugerah dan Damai Sejahtera-Nya.

Doa: Tetaplah sertai kami Ya Tuhan, dalam setiap Gumulan kami. Amin.

Kamis, 17 Maret 2022                                 

bacaan : 2 Tesalonika 3 : 3 – 5

3 Tetapi Tuhan adalah setia. Ia akan menguatkan hatimu dan memelihara kamu terhadap yang jahat. 4 Dan kami percaya dalam Tuhan, bahwa apa yang kami pesankan kepadamu, kamu lakukan dan akan kamu lakukan. 5 Kiranya Tuhan tetap menujukan hatimu kepada kasih Allah dan kepada ketabahan Kristus.

Ora Et Labora

Tragedi kemanusiaan yang terjadi pada Januari lalu di Pulau Haruku, yakni Ori-Kariu masih membekas dalam ingatan kita. Terlepas dari akar permasalahannya, yang menjadi fokus kita ialah kondisi saudara-saudara kita di Kariu. Kondisi yang memprihatinkan karena mereka kehilangan harta benda, tempat berteduh mereka akibat dilalap si jago merah. Sebagai orang basudara, banyak hati tergerak untuk memberikan bantuan secara material maupun spiritual kepada mereka.

Firman Tuhan oleh Rasul Paulus saat ini mengajak kita untuk tetap meyakini Kesetiaan Tuhan yang akan selalu menolong kita. Tuhan akan menguatkan kita dan memelihara kita terhadap yang jahat. Oleh sebab itu, marilah kita saling menguatkan dan mendoakan. Mendoakan mereka yang ada dalam kesesakan, penderitaan dan pergumulan hidup. Teriaklah nama Tuhan dalam setiap Doa kita. Memberikan motivasi dan spirit bagi mereka yang butuh dorongan kemanusiaan kita. Benar bahwa kebutuhan pangan, sandang dan papan itu penting namun harus diseimbangkan dengan Healing/penyembuhan atau pemulihan diri. Percayalah bahwa setiap kita yang selalu memberi hati ini kepada Tuhan, Tuhan pasti akan menggenggam tangan kita dan menuntun kita melalui jalan-jalan kehidupan yang sulit dengan Kasih-Nya.

Doa: Ajarkan kami ya Tuhan, untuk selalu Berserah kepadaMu. Amin.

Jumat, 18  Maret 2022                                       

bacaan : Ibrani 10 : 19 – 23

Ketekunan
19 Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, 20 karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri, 21 dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah. 22 Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni. 23 Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia.

Buah Dari Ketekunan

Orang tatua salalu kas pasang voor anana cucu bagini : “kalo mo dapa hidop, mo jadi ‘orang’, mo biking sesuatu tuh akang berhasil, katong musti karja deng sungguh-sungguh, seng boleh pamalas, lalu musti tekun”. Ketekunan selalu memberikan hasil yang memuaskan. Seseorang yang tekun dalam pekerjaannya, pendidikannya bahkan pelayanannya akan disuguhi dengan kepuasan dan kebahagiaan. Ketekunan memerlukan komitmen dan konsistensi dalam perkataan dan perbuatan, oleh karenanya seseorang yang tekun akan selalu berpegang teguh pada pendirian dan komitmennya serta tekad yang sungguh untuk menggapai sesuatu yang sudah ditargetkannya.

Ibrani pasal 10:19-23 mengarahkan pandangan kita untuk memiliki ketekunan dalam beriman kepada Allah. Disampaikan oleh penulis pada ayat ke 22-23 bahwa karena kita telah dibersihkan dan dibasuh dengan air yang murni untuk terbebas dari hal-hal yang jahat, maka sudah seharusnya kita berpegang teguh pada pengharapan kita kepada Allah. Artinya bahwa ketika kita telah diberikan kesempatan untuk ada dalam hidup yang baru, hidup bersama dan di dalam Tuhan, baiknya kita tetap bertekun dalam Doa dan Pengharapan hanya kepada-Nya. Tidak lagi mengandalkan kekuatan diri sendiri atau kekuatan lain yang bertentangan dengan kehendak-Nya. Dengan demikian, kehidupan yang dianugerahkan Tuhan kepada kita sungguh akan berwarna dan dipenuhi dengan sukacita. Bertekunlah dan Berpeganglah selalu pada janji Kesetiaan Tuhan.

Doa: Perteguhkanlah komitmen kami Tuhan, untuk selalu berpengharapan dan bertekun di Dalam-Mu. Amin.

Sabtu, 19 Maret 2022                                         

bacaan : Yesaya 50 : 4 – 7

Ketaatan hamba TUHAN
4 Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid. 5 Tuhan ALLAH telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang. 6 Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipiku kepada orang-orang yang mencabut janggutku. Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi. 7 Tetapi Tuhan ALLAH menolong aku; sebab itu aku tidak mendapat noda. Sebab itu aku meneguhkan hatiku seperti keteguhan gunung batu karena aku tahu, bahwa aku tidak akan mendapat malu.

Lidah Tak Bertulang

Sepenggal lirik lagu yang dinyanyikan Broery Marantika berbunyi seperti ini “Memang lidah tak bertulang, Tak berbekas kata-kata. Tinggi gunung seribu janji, lain di bibir lain di hati”. Secara sederhana makna lirik ini ialah komitmen terhadap setiap perkataan yang disampaikan, dan berpikirlah dahulu sebelum bertindak. Bacaan kita hari ini merupakan nubuatan nabi yesaya tentang kedatangan Mesias yang akan menyelamatkan bangsa Israel. Ayat 4 menekankan tentang ketaatan yang harus dimiliki oleh seorang Hamba Tuhan. Seberat apapun pergumulan yang dihadapinya, ia harus tetap melaksanakan tugasnya menjadi seorang murid yang dapat memberikan semangat kepada mereka yang letih lesu. Lidah seorang murid adalah gambaran tentang pengajaran dan nasihat yang harus terus diwartakan oleh seorang Hamba Tuhan sebagai komitmennya untuk menjadi Pelayan Tuhan. Ia pula harus peka dan mendengar setiap permohonan umat dan menjadi sahabat yang setia mendengarkan keluh kesah mereka. Setiap orang percaya adalah sahabat bagi sesamanya. Sahabat dikala suka maupun susah, sahabat yang selalu memberikan motivasi dan semangat, sahabat yang bersedia menolong dengan setiap kelemahan dan keterbatasannya. Menjadi seorang sahabat yang baik bukan soal menjadi Pelayan atau hamba Tuhan, melainkan setiap kita yang dianugerahkan keselamatan dari Allah memiliki tugas yang sama untuk menjadi sahabat bagi sesamanya. Oleh sebab itu, pakailah lidah, telinga, punggung, pipi dan seluruh hidup kita untuk menolong sesama bukan saling menjatuhkan. Hal ini kita lakukan karena kita percaya Tuhan telah terlebih dahulu menolong kita.

Doa: Pakailah hidupku Tuhan, tuk menjadi Berkat bagi sesama. Amin.

*sumber : SHK BUlan Maret 2022

Santapan Harian Keluarga, 6 – 12 Maret 2022

Tema Mingguan : ” Tuhan Tempat Perlindungan dalam Kesesakkan “

Minggu, 06 Maret 2022                                  

bacaan : Mazmur  91 : 1 – 16

Dalam lindungan Allah
Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa 2 akan berkata kepada TUHAN: "Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai." 3 Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk. 4 Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok. 5 Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang, 6 terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang. 7 Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu. 8 Engkau hanya menontonnya dengan matamu sendiri dan melihat pembalasan terhadap orang-orang fasik. 9 Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu, 10 malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu; 11 sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu. 12 Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan terantuk kepada batu. 13 Singa dan ular tedung akan kaulangkahi, engkau akan menginjak anak singa dan ular naga. 14 "Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku. 15 Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya. 16 Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku."

Aman Dalam Lindungan Tuhan

Puji Tuhan ibu pendeta! Papa, mama dan keluarga sudah tiba di kampung Aboru dengan selamat. Kondisi papa baik-baik saja. Beta dan suami akan ke Aboru besok. Mohon topangan doa ibu pendeta selalu”, cerita Ita dengan penuh semangat. Tak ada lagi suara tangisan. Kekuatiran bahkan ketakutan terhadap keselamatan orang tuanya pun sirna dan berganti dengan kesukacitaan. Ita tak lagi dihantui oleh pikirannya tentang perjalanan panjang melalui hutan dan gunung dengan jalan-jalannya yang sulit ditempuh dan makanan yang sulit. “Makanan yang tidak biasa katong makan, terpaksa harus katong makan supaya katong seng lapar. Beta ingat akang waktu beta dan keluarga mengungsi tahun 99. Beta seng mampu pikirkan akang kalau papa dan mama harus mengalami hal yang sama lai”, cerita Ita waktu itu. Beberapa hari setelah percakapan dengan Ita, kami bertemu di salah satu ruang sekertariat. Ita terlihat lebih semangat dan dengan muka berseri ia mengatakan : “Tuhan ni paleng bae, ibu e. Hanya karena Antua pung perlindungan, beta pung keluarga samua tetap dalam kondisi baik sampai saat ini. Ada banyak yang papa dan mama masih butuhkan di tempat pengungsian, tapi beta yakin Tuhan tetap menjaga katong”. Pernyataan Ita menunjukkan kepercayaannya yang sungguh kepada Allah sama seperti Pemazmur. Allah menjadi tempat perlindungan di tengah dunia yang kacau. Kesetiaan Allah bagaikan perisai yang melindungi serdadu atau tembok kuat yang menjamin hidup keluarga. Kesusahan yang disebabkan oleh alam, penderitaan bagi fisik hingga malapetaka pun tidak akan dapat menyentuh hidup orang-orang yang berada dalam perlindungan Tuhan. Untuk itu, penyerahan hidup yang sungguh kepadaNya sudah seharusnya menjadi cara beriman kita. Jang pernah meragukan penyertaan dan perlindungan Tuhan bagi kita.

Doa: Ya Tuhan, kami menyerahkan hidup ini untuk selalu berada dalam perlindunganMu. Amin.

Senin, 07 Maret 2022                                  

bacaan : Ulangan 33 : 26 – 29

26 Tidak ada yang seperti Allah, hai Yesyurun. Ia berkendaraan melintasi langit sebagai penolongmu dan dalam kejayaan-Nya melintasi awan-awan. 27 Allah yang abadi adalah tempat perlindunganmu, dan di bawahmu ada lengan-lengan yang kekal. Ia mengusir musuh dari depanmu dan berfirman: Punahkanlah! 28 Maka Israel diam dengan tenteram dan sumber Yakub diam tidak terganggu di dalam suatu negeri yang ada gandum dan anggur; bahkan langitnya menitikkan embun. 29 Berbahagialah engkau, hai Israel; siapakah yang sama dengan engkau? Suatu bangsa yang diselamatkan oleh TUHAN, perisai pertolongan dan pedang kejayaanmu. Sebab itu musuhmu akan tunduk menjilat kepadamu, dan engkau akan berjejak di bukit-bukit mereka."

Tuhan Tempat Perlindungan

Gadis yang putus cinta, berada di salah satu jembatan dan hendak membunuh diri. Ia mengalami perasaan putus asa, kecewa, hilang harapan, seakan-akan dunia ini akan kiamat. Namun, seorang laki-laki datang menolong gadis tersebut dari niat buruknya. Laki-laki  itu tidak saja menolong si gadis dari kematian tetapi juga mengubah   motivasinya untuk melihat dunia dan masa depan dengan penuh harapan. Tindakkan sang lelaki tersebut dapat dimaknai sebagai bentuk pengasihan. Bila manusia saja mampu mengasihani, maka terlebih lagi Allah, pengasihannya tak dapat diselami dengan sempurna. Allah menyelamatkan dan mengasihani bangsa Israel, umat yang dipilh-Nya dari antara bangsa-bangsa. Pengasihan Allah mereka alami dengan limpahnya dan dikatakan: “Israel diam dengan tenteram dan sumber Yakub diam tidak terganggu di dalam suatu negeri yang ada gandum dan anggur; bahkan langitnya menitikkan embun” (ay.28). kisah sperti ini hendak mengajak kita untuk mengutamakan kasih dan penyerahan hidup kepada Allah serta mendengarkan firman-Nya melebihi teman, sahabat, keluarga dan apa pun di dunia ini. Kasih dan penyerahan hidup kepada Allah sifatnya universal artinya berlaku bagi semua orang percaya. Refleksinya adalah bila kita percaya kepada Allah yang benar, maka hidup dan perbuatan haruslah tidak bertentangan dengan kebenaran. Kita haruslah hidup untuk kemuliaan Tuhan. Ingatlah bahwa Hidup ini ibarat berlayar di tengah laut. Laut tidak selamanya tenang, bisa datang badai, angin kencang, gelombang yang menakutkan. Namun dengan tetap percaya akan perlindungan  Allah, maka kita akan  sampai pada tujuan hidup. Janganlah pula mengandalkan alah-alah lain, atau sombong karena kekuatan,  jabatan, pangkat dan uang. Hindarilah untuk tidak cepat kecewa, putus asa, marah dan menjauh dari Tuhan. Curahkan isi pada Tuhan maka anda akan tenang (Maz. 62:6-9).

Doa: Bapa, tolong kami mengatasi beratnya tekanan hidup. Amin.

Selasa, 08 Maret 2022                                 

bacaan : 2 Samuel 22 : 1 – 4

Nyanyian syukur Daud
Daud mengatakan perkataan nyanyian ini kepada TUHAN pada waktu TUHAN telah melepaskan dia dari cengkeraman semua musuhnya dan dari cengkeraman Saul. 2 Ia berkata: "Ya, TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku, 3 Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku, tempat pelarianku, juruselamatku; Engkau menyelamatkan aku dari kekerasan. 4 Terpujilah TUHAN, seruku; maka akupun selamat dari pada musuhku

Nyanyian Kemenangan Dari Dalam Cengkraman

erjalanan hidup Daud bagaikan berjalan di  tepi jurang maut. Beberapa kali nyawanya terancam. Betapa tidak enaknya kehilangan rasa aman seperti itu. Mengapa Tuhan tidak memberikan jalan mudah baginya, bukankah Daud mengemban tugas dari Tuhan? Pertanyaan seperti ini biasanya tidak mudah untuk dijawab. Walau demikian, Daud terus berseruh kepada Tuhan. Ia tetap percaya dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah yang berkuasa melepaskannya dari cengkeraman musuh. Daud tidak pernah mengatakan bahwa ia tidak pernah berbuat dosa atau bahwa dirinya sempurna. Banyak yang dia lakukan baik persinahan maupun pembunuhan, namun dia sadar akan perbuatannya dan mau mohon pengampunan dari pihak Allah. Daud sadar  bahwa karier yang diberikan Tuhan kepadanya luar biasa. Termotivasi akan hal itu,  dia menjadi berani, gagah dan kuat. Tampillah Daud sebagai sosok raja yang mempimpin dengan perkasa dan mengalami banyak kemenangan. Sejalan dengan itu, ia sadar bahwa keberhasilannya dapat mengakibatkan dialaminya banyak musuh bahkan terancam untuk dibunuh. Saul pernah mengejar Daud dan hendak membunuh, namun Tuhan menolongnya. Daud katakan terpujilah Tuhan, sebab ia sadar sungguh bahwa Tuhan-lah yang membentenginya dari musuh dan lawan. Ia katakana pula bahwa hanya Tuhan sandaranku. Begitulah ungkapan imannya. Krikil-krikil itu tajam, perjalanan itu sakit dan menakutkan, jangan menyerah, peganglah tangan Tuhan, supaya langkah kita tidak tergelincir. Jika sekarang anda jatuh, bangun dan pegang tangan Tuhan, Berjalanlah dengan Dia…….kemenangan akan diperoleh.

Doa: Tuhan ajarilah kami untuk memandang-Mu di tengah kekelaman. Amin.

Rabu, 09 Maret 2022                                     

bacaan : Mazmur 94 : 20 – 23

20 Masakan bersekutu dengan Engkau takhta kebusukan, yang merancangkan bencana berdasarkan ketetapan? 21 Mereka bersekongkol melawan jiwa orang benar, dan menyatakan fasik darah orang yang tidak bersalah. 22 Tetapi TUHAN adalah kota bentengku dan Allahku adalah gunung batu perlindunganku. 23 Ia akan membalas kepada mereka perbuatan jahat mereka, dan karena kejahatan mereka Ia akan membinasakan mereka; TUHAN, Allah kita, akan membinasakan mereka.

Tuhan Melindungi Orang Benar

Sering kita menyalahkan dan menghakimi kesalahan sesama, membalas kejahatan dengan kejahatan, caci maki dengan caci maki. Kita lupa bahwa ajaran yang sangat mendasar dalam kekristenan adalah saling mengasihi dan memaafkan. Atas dasar itu, sebagai orang percaya kita dimintakan untuk terus menanamkan dan menumbuhkan serta meningkatkan budaya saling menghargai dan menghormati.

Tuhan Allah kita adil dalam keputusan dan bersih dalam penghukuman. Ia tidak membela dan membenarkan yang salah. Karakter ilahi seperti ini selayaknya membentuk pola hidup kekristenan. Orang Kristen didorong untuk gelisah bahkan  berduka melihat ketidakadilan, kekejaman dan kebusukan di dunia. Kegelisahan dan kedukaan itu melahirkan sikap beriman tekun berdoa,  serta mendorong juga mempelopori tindakkan cerdas untuk menghentikan semua kenyataan yang menghambat manusia bertumbuh ke arah yang lebih baik. Kejahatan tidak boleh menang dalam kehidupan dan dibiarkan berlangsung dengan sewenang-wenang. Pilihan iman kita adalah membela kehidupan dan tidak membiarkan kejahatan berlangsung atau menguasainya kita harus “mengambil jarak” dan tidak berpihak atau bersekutu serta bersekongkol dengan kefasikan (ay.20,21). Tuhan adalah kekuatan yang melindungi kita dari semua hal yang jahat. Pemazmur meyakininya sebagai kota benteng, gunung batu dan perlindungan. Karena itu hayatilah bahwa kejahatan tidak akan menang atas kebenaran. Sebab Tuhan Allah kita akan membalas  perbuatan kejahatan dan membinasakan semua orang jahat.  Mari berharap pada-Nya dan berusahalah untuk menjauhkan diri dari kefasikan. Jadilah pejuang kebenaran dan keadilan, agar kualitas hidup semakin baik, sehingga bumi ini menjadi tempat hidup yang layak didiami dengan damai.

Doa: Tuhan, kami berlindung dalam naungan kebenaran dan keadilan. Amin!

Kamis, 10 Maret 2022                                       

bacaan : Mazmur 144 : 1 – 2

Nyanyian syukur raja
Dari Daud. Terpujilah TUHAN, gunung batuku, yang mengajar tanganku untuk bertempur, dan jari-jariku untuk berperang; 2 yang menjadi tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, kota bentengku dan penyelamatku, perisaiku dan tempat aku berlindung, yang menundukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasaku!

Menderita? Carilah Tuhan

engalami dan merasakan penderitaan merupakan sesuatu yang menyakitkan. Karenanya,  setiap orang selalu berupaya keluar dari suasana atau keadaan tersebut. Berbagai cara sering dilakukan untuk menghindari atau keluar dari rasa sakit yang menyebabkan penderitaan. Bacaan Mazmur 144:1-2 menampilkan cerita tentang pengalaman Daud ketika mengalami kesesakan sehingga membuatnya menderita. Bahwa ternyata dalam kesesakan Tuhan tidak lepas tangan. Tuhan menjadi gunung batu. Dalam perjuangan (peperangan) Tuhan mengajar Daud untuk berjuang. Lebih dari itu, Tuhan bahkan menjadi tempat perlindungan dan kubu pertahanan, kota benteng dan penyelamat, termasuk menjadi perisai dan tempat berlindung. Pengalaman yang Daud rasakan selama berada dalam kesesakan tidak terlepas dari cara Daud merespons situasi yang penuh kesesakan melalui doa (band. Maz. 143:1-12) Artinya, bagi Daud sesulit apapun situasi kehidupan yang membuat seseorang mengalami penderitaan, haruslah jadikan Tuhan sebagai tempat perlindungan, apalagi dalam kondisi penuh kesesakan. Tanpa pertolongan Tuhan seseorang tidak akan bisa keluar dari kondisi kesulitan dan penderitaan yang dihadapinya. Pengalaman iman Daud ini mengingatkan kita untuk tidak berlindung di balik orang kuat,  berduit, memiliki jabatan, atau orang yang merasa dirinya pintar. Maksud dari pernyataan tadi adalah jangan mengandalkan kekuatan, kepintaran, kekayaan, jabatan, dan sebagainya saat berada dalam kesulitan, kesesakan, atau penderitaan hidup. Jadikanlah Tuhan sebagai tempat perlindungan dan kubu pertahanan saat sedang mengalami beban atau penderitaan.

Doa: Ya Tuhan, mampukan dan lindungilah kami menghadapi kesesakan dan penderitaan hidup. Amin.

 

Jumat, 11 Maret 2022                                           

bacaan : Yesaya 4 : 2 – 6

Yerusalem disucikan dan dilindungi
2 Pada waktu itu tunas yang ditumbuhkan TUHAN akan menjadi kepermaian dan kemuliaan, dan hasil tanah menjadi kebanggaan dan kehormatan bagi orang-orang Israel yang terluput. 3 Dan orang yang tertinggal di Sion dan yang tersisa di Yerusalem akan disebut kudus, yakni setiap orang di Yerusalem yang tercatat untuk beroleh hidup, 4 apabila TUHAN telah membersihkan kekotoran puteri Sion dan menghapuskan segala noda darah Yerusalem dari tengah-tengahnya dengan roh yang mengadili dan yang membakar. 5 Maka TUHAN akan menjadikan di atas seluruh wilayah gunung Sion dan di atas setiap pertemuan yang diadakan di situ segumpal awan pada waktu siang dan segumpal asap serta sinar api yang menyala-nyala pada waktu malam, sebab di atas semuanya itu akan ada kemuliaan TUHAN sebagai tudung 6 dan sebagai pondok tempat bernaung pada waktu siang terhadap panas terik dan sebagai perlindungan dan persembunyian terhadap angin ribut dan hujan.

Dalam Perlindungan Tuhan, Ada Kemuliaan-NYA

indakkan perlindungan dan pemeliharaan Tuhan, sebelumnya pernah dialami bangsa Israel ketika mereka keluar dari Mesir dan sedang dalam perjalanan menuju Kanaan. Tuhan melindungi mereka dengan tiang awan (waktu siang). Pengalaman ini direfleksikan nabi Yesaya dalam teks bacaan hari ini. Yesaya selanjutnya menubuatkan tentang kemuliaan Tuhan yang akan dinyatakan bagi Yerusalem. Nubuat ini disampaikan dalam rangka membersihkan dan menyucikan bangsa Israel dari kotoran dan noda akibat dosa. Tuhan akan nyatakan kemuliaan-Nya lewat segumpal awan di waktu siang dan sinar api yang menyala di saat malam, yakni pada seluruh wilayah gunung Sion beserta seluruh pertemuan yang dilaksanakan di situ. Umat yang dimuliakan di seluruh gunung Sion tersebut adalah mereka yang sudah dibersihkan dan disucikan oleh Tuhan. Tanda kemuliaan Tuhan, yang adalah segumpal awan di siang hari, sekaligus juga menunjukkan penyertaan Tuhan yang melindungi umat-Nya dari ancaman bencana alam, yakni angin ribut dan hujan. Tuhan adalah tempat perlindungan, yang melindungi umat-Nya baik dari ancaman kedasyatan alam maupun sebab yang lain. Tindakkan perlindungan Tuhan, sekaligus berarti Ia memuliakan umat-Nya. Nabi Yesaya juga meyakinkan bahwa hasil tanah mereka akan menjadi kebanggaan dan kehormataan (ay.2). kualitas hidup yang demikian hebat itu akan dialami bangsa Israel, bila mereka hidup dengan terlebih dahulu memenuhi ketentuan tertentu. Mereka harus menjaga diri agar kedapatan selalu bersih dan suci, serta bertobat dari kesalahan dan dosa. Usahakanlah agar hidup kita  selalu dilindungi dan dimuliakan oleh Tuhan.

Doa:  Ya Tuhan, ampunilah dan sucikanlah agar kami dilindungi dan dimuliakan olehMu. Amin.

Sabtu, 12 Maret 2022                                           

bacaan : Yesaya 25 : 1 – 5

Ucapan syukur karena musuh sudah musnah
Ya TUHAN, Engkaulah Allahku; aku mau meninggikan Engkau, mau menyanyikan syukur bagi nama-Mu; sebab dengan kesetiaan yang teguh Engkau telah melaksanakan rancangan-Mu yang ajaib yang telah ada sejak dahulu. 2 Sebab Engkau telah membuat kota itu menjadi timbunan batu, dan kota yang berkubu itu menjadi reruntuhan; puri orang luar tidak lagi menjadi kota, dan tidak dibangunkan lagi untuk selama-lamanya. 3 Oleh karena itu suatu bangsa yang kuat akan memuliakan Engkau; kota bangsa-bangsa yang gagah akan takut kepada-Mu. 4 Sebab Engkau menjadi tempat pengungsian bagi orang lemah, tempat pengungsian bagi orang miskin dalam kesesakannya, perlindungan terhadap angin ribut, naungan terhadap panas terik, sebab amarah orang-orang yang gagah sombong itu seperti angin ribut di musim dingin, 5 seperti panas terik di tempat kering. Kegaduhan orang-orang luar Kaudiamkan; seperti panas terik ditiadakan oleh naungan awan, demikianlah nyanyian orang-orang yang gagah sombong ditiadakan.

Tuhan Setia Melindungi Umat-NYA, Bersyukurlah!

Bersyukur merupakan cara bagi orang percaya merespons kasih setia dan pertolongan Tuhan. Iman seseorang menjadi semakin kuat, bila ia bersyukur. Alasannya, hanya orang beriman yang meyakini bahwa apa yang diperolehnya adalah anugerah atau pemberian Tuhan. Meskipun demikian, masing-masing orang memiliki alasan yang berbeda ketika menaikkan syukur kepada Tuhan. Bacaan Yesaya 25:1-5, menyebutkan adanya tiga alasan umat Allah (Israel) bersyukur kepada Tuhan. Pertama, sebab Tuhan selalu setia melaksanakan rancangan-Nya yang ajaib sejak dahulu (ay.1b). Kedua, Tuhan telah membuat kota (yang membuat umat Allah menderita) menjadi reruntuhan dan timbunan batu untuk selamanya sehingga (ay.2,3). Ketiga, Tuhan menjadi tempat pengungsian dan perlindungan bagi orang lemah, miskin, orang dalam kesesakan, dan yang dilanda bencana alam (ay.4,5). Terlihat bahwa Tuhan selalu merencanakan yang baik kepada umat-Nya, terutama ketika mereka mengalami penderitaan karena perbuatan orang lain. Tuhan melindungi umat-Nya, ketika sedang berada dalam keterpurukkan (lemah, miskin, tersesak). Tuhan,  tidak pernah meninggalkan kita umat-Nya. Kesetiaan-Nya besar, Ia selalu menjaga, memelihara, dan melindungi. Apa pun keadaan hidup kita, Tuhan selalu ada dan melaksanakan apa yang sudah menjadi rencana-Nya. Ia pasti senantiasa memberikan kebaikan di sepanjang hidup kita. Marilah bersyukur atas kesetiaan, perlindungan, dan kebaikan yang telah dinyatakan Tuhan dalam hidup kita.

Doa: Terima kasih Tuhan untuk kesetiaanMu dalam melindungi umatMu ini. Amin.

*Sumber : SHK Bulan Maret 2022, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 27 Feb – 5 Maret 2022

Tema Mingguan : “Hadapi Penderitaan Dengan Berani” MINGGU SENGSARA I

Minggu, 27 Februari 2022                          

bacaan : Matius 16 : 21 – 28

Pemberitahuan pertama tentang penderitaan Yesus dan syarat-syarat mengikut Dia
21 Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga. 22 Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau." 23 Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia." 24 Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. 25 Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. 26 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? 27 Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya. 28 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya."

Hadapi dengan Berani

Ketika Yesus mengatakan bahwa Ia harus menghadapi berbagai macam penderitaan, bahkan siksaan, dan kematian yang mengerikan dengan cara dibunuh, Petrus kelihatannya tidak siap. Ia pun mengatakan kepada Yesus, “Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau.” Bukan hanya Petrus tidak rela Gurunya, Mesiasnya, Tuhannya disiksa dan dibunuh, tapi juga kelihatannya ia tidak siap untuk ikut menderita bersama dengan penderitaan Gurunya itu. Hal ini terbukti dalam rentetan peristiwa penangkapan dan penyaliban Yesus, di mana Petrus menyangkal pengenalannya akan Kristus. Setahun yang lalu saya di vonis dokter terkena kanker payudara stadium dini yang membuat saya harus menjalani sekian banyak pengobatan mulai dari kemoterapi sampai radioterapi awalnya menjalani itu semua saya rasa sangat berat karena efek dari kemo mual-muntah badan sakit, rambut rontok dll. Awalnya saya merasa sangat menderita, tetapi apakah dalam keadaan itu saya marah pada Tuhan? Tidak, saya tetap bersyukur atas semua yang terjadi dan tetap menghadapi kenyataan itu dengan berani bersama  Tuhan. Akhirnya karena kemurahan Tuhan saya diberi kesembuhan. Apapun yang terjadi, apapun pergumulan hidupmu hadapilah dengan berani bersama Tuhan, Tuhan menolongmu, Tuhan ada bersamamu dan Tuhan akan menyediakan jalan keluar. Tetap bersyukur apapun itu.

Doa: Tuhan, berikan aku kekuatan menghadapi pergumulan hidup. Amin.

Senin, 28 Februari 2022                           

bacaan : Mazmur 18 : 21 – 30

20 (18-21) TUHAN memperlakukan aku sesuai dengan kebenaranku, Ia membalas kepadaku sesuai dengan kesucian tanganku, 21 (18-22) sebab aku tetap mengikuti jalan TUHAN dan tidak berlaku fasik terhadap Allahku. 22 (18-23) Sebab segala hukum-Nya kuperhatikan, dan ketetapan-Nya tidaklah kujauhkan dari padaku; 23 (18-24) aku berlaku tidak bercela di hadapan-Nya, dan menjaga diri terhadap kesalahan. 24 (18-25) Karena itu TUHAN membalas kepadaku sesuai dengan kebenaranku, sesuai dengan kesucian tanganku di depan mata-Nya. 25 (18-26) Terhadap orang yang setia Engkau berlaku setia, terhadap orang yang tidak bercela Engkau berlaku tidak bercela, 26 (18-27) terhadap orang yang suci Engkau berlaku suci, tetapi terhadap orang yang bengkok Engkau berlaku belat-belit. 27 (18-28) Karena Engkaulah yang menyelamatkan bangsa yang tertindas, tetapi orang yang memandang dengan congkak Kaurendahkan. 28 (18-29) Karena Engkaulah yang membuat pelitaku bercahaya; TUHAN, Allahku, menyinari kegelapanku. 29 (18-30) Karena dengan Engkau aku berani menghadapi gerombolan, dan dengan Allahku aku berani melompati tembok.

Di Balik Penderitaan Ada Kekuatan

Menjalani kehidupan yang penuh tantangan, kita berjalan bak seorang bayi yang belum memiliki cukup kekuatan untuk melangkah. Kita membutuhkan tangan Tuhan yang selalu memegang. Ketika meyakini tangan-Nya, kita akan berjalan tanpa rasa takut sebab Ia tidak akan membiarkan kita jatuh. Tuhan tidak saja mengajar kita untuk berjalan, Ia menuntun  langkah demi langkah, memegang hidup, menjaga, dan membimbing  agar selalu melangkah ke tempat yang aman. Raja Daud menggambarkan pemeliharaan Tuhan itu sebagai kekuatan dan tuntunan yang selalu diberikan-Nya saat ia mulai kehilangan arah tidak tahu apa yang seharusnya dilakukan. Topangan tangan-Nya selalu menguatkan kaki-kakinya seperti kaki rusa dan melompat di tempat yang terjal. Sebagai orang beriman dalam menjalani hidup di dunia ini, kita dipanggil untuk mau menjalani hidup bersama dengan Yesus. Berani menjalani hidup dalam kesukacitaan maupun dalam penderitaan. Berani menjalani hidup dalam kegembiraan maupun dalam penderitaan dengan rendah hati, taat kepada kehendak-Nya. Kita tidak akan dibiarkan-Nya sendiri menghadapi penderitaan. Mohonlah kekuatan dan perlndungan-Nya dalam doa dengan tak berkeputusan. Tangan-Nya yang kuat akan selalu menopang kita, apapun yang terjadi, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Tuhan hanya sejauh doa. Bersediakah kita menyerahkan semuanya kepada Tuhan dan menghadapi penderitaan dengan iman bukan dengan putus asa, hadapi dengan berani bukan dengan ketakutan. Tuhan besertamu selalu dalam menapaki jalan hidup yang penuh harapan.

Doa: Tuhan, Mampukan aku untuk selalu mengandalkan-Mu dalam menghadapi penderitaan.Amin.

Selasa, 01 Maret 2022                                      

bacaan : Mazmur 56 : 1 – 5

Kepercayaan kepada Allah dalam kesusahan
Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Merpati di pohon-pohon tarbantin yang jauh. Miktam dari Daud, ketika orang Filistin menangkap dia di Gat. (56-2) Kasihanilah aku, ya Allah, sebab orang-orang menginjak-injak aku, sepanjang hari orang memerangi dan mengimpit aku! 2 (56-3) Seteru-seteruku menginjak-injak aku sepanjang hari, bahkan banyak orang yang memerangi aku dengan sombong. 3 (56-4) Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu; 4 (56-5) kepada Allah, yang firman-Nya kupuji, kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?

Yakin Sekalipun Takut

Papaaa! katong satu keluarga mati di Damer! Teriak seorang ibu dengan raut wajah penuh ketakutan. Kepanikan sangat terasa oleh semua orang yang bersama-sama dengan kami di atas motor laut yang melayari tanjung Batu Kapal dan “mulut” pulau Damer. Saya baru datang untuk melayani di Klasis itu, dan mengalami ketakutan melihat ombak bergulung ombak, seperti hendak menenggelamkan kami. Keringat dingin mengucur dan jantung berdetak kencang, mata berkaca-kaca, dan meragukan keselamatan. Namun, emosi saya terkendali dan menjadi yakin ketika menatap seorang hamba-Nya yang tetap tenang dan berkata, “angkat hati untuk Tuhan”! Daud, juga mencurahkan perasaannya saat ia mengalami ketakutan karena serangan orang-orang yang seakan-akan mau mencabut nyawanya. Ia takut, namun mengaku, “Aku yakin bahwa Allah akan memihak kepadaku. Kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Pemazmur datang mencari dan minta perlindungan kepada Tuhan, saat ia mengalami ketakutan. Itulah kunci kekuatan menghadapi ketakutan. Sebab itu, kepada kita diingatkan bahwa munculnya rasa takut ketika menghadapi sesuatu yang mengerikan atau membahayakan itu wajar, tetapi jangan sampai ketakutan itu begitu menguasai kita sampai tidak tahu harus melakukan apa. Kita harus sepenuhnya percaya kepada Tuhan, bahwa Ia sanggup menolong. Banyak orang sedang diliputi rasa ketakutan. Sampai kapan pandemi covid ini selesai?, Keluarga mau makan apa sementara sudah tidak lagi bekerja? Bencana alam yang terjadi di mana-mana, sakit yang tidak tersembuhkan, dan banyak hal lainnya. Bagaimanapun situasi ketakutan yang dihadapi, yakinlah! Tuhan selalu menyertai dan sedia menolong kita menghadapi berbagai ketakutan itu. Datanglah kepadaNya!

Doa: Ya Tuhan, dalam berbagai ketakutan yang kami alami, yakinkan kami bahwa  Engkau ada bersama dan sedia menolong kami, Amin.

Rabu, 02 Maret 2022                                      

bacaan : Mazmur 56 : 6 – 14

5 (56-6) Sepanjang hari mereka mengacaukan perkaraku; mereka senantiasa bermaksud jahat terhadap aku. 6 (56-7) Mereka mau menyerbu, mereka mengintip, mengamat-amati langkahku, seperti orang-orang yang ingin mencabut nyawaku. 7 (56-8) Apakah mereka dapat luput dengan kejahatan mereka? Runtuhkanlah bangsa-bangsa dengan murka-Mu, ya Allah! 8 (56-9) Sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung, air mataku Kautaruh ke dalam kirbat-Mu. Bukankah semuanya telah Kaudaftarkan? 9 (56-10) Maka musuhku akan mundur pada waktu aku berseru; aku yakin, bahwa Allah memihak kepadaku. 10 (56-11) Kepada Allah, firman-Nya kupuji, kepada TUHAN, firman-Nya kupuji, 11 (56-12) kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku? 12 (56-13) Nazarku kepada-Mu, ya Allah, akan kulaksanakan, dan korban syukur akan kubayar kepada-Mu. 13 (56-14) Sebab Engkau telah meluputkan aku dari pada maut, bahkan menjaga kakiku, sehingga tidak tersandung; maka aku boleh berjalan di hadapan Allah dalam cahaya kehidupan.

Air Mataku Kau Taruh Dalam Kirbat-Mu

Air mataku, Kau taruh dalam kirbat-Mu.” Sepenggal nats bacaan dari pemazmur ini, telah membuat seorang ibu menangis tersedu-sedu menatap wajah anak kandungnya yang terbujur kaku. Betapa hatinya remuk melihat anak kesayangan yang dibesarkannya dengan penuh kasih sayang meninggalknnya karena kecelakaan. Tuhan, mengapa beta harus mengalami penderitaan seberat ini? Sejak kecil anak-anak ini saya pelihara sendiri karena suami yang telah pergi meninggalkan kami, dan sekarang Tuhan mengambilnya pulang”, ujar ibu tersebut diselingi isak tangis. Tapi saya yakin, airmata yang selalu keluar ini, akan Tuhan tampung dalam kirbat-Nya. Masa depan yang penuh harapan akan saya nikmati bersama anak-anak yang masih hidup. Daud, seorang pelarian yang dirongrong oleh musuh, menyebutkan kirbat dalam arti kiasan. Kirbat adalah wadah dari kulit binatang yang terutama digunakan oleh orang-orang pada zaman dahulu untuk tempat air, minyak, susu, anggur, mentega, dan keju, agar tetap terjaga rasanya dan tidak menjadi rusak.  Daud berkata: ”Taruhlah air mataku dalam kirbat-Mu.”  Ia  percaya bahwa ketika kemelut hidupnya diserahkan dan disampaikan, maka sesungguhnya Allah akan mengelola semuanya dalam “wadah” yang tepat. Masalah tidak akan merusak dan menghambarkan kehidupannya, namun menjadi semakin “enak” dan “indah” karena pertolongan Tuhan. Ya, semua kesusahan, penderitaan, kekecewaan, kesulitan, tekanan hidup dan sebagainya, kadang membuat airmata tertumpah. Namun, melalui semua itu, sesungguhnya Tuhan sedang mengerjakan kebaikan dalam hidup kita. Berserahlah terus dan jalanilah hidup, Ia tahu apa yang terbaik bagi anak-anak-Nya.

Doa: Ya Tuhan,  ubahlah derita kami agar menjadi  bermakna. Amin.

Kamis, 03 Maret 2022                                     

bacaan : Matius 10 : 29 – 33

29 Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. 30 Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya. 31 Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit. 32 Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. 33 Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga."

Jangan Takut! Tuhan Pelihara Hidupmu

Bacaan hari ini mengisahkan tentang cara Yesus menguatkan para murid dengan jaminan pemeliharaan hidup. Yesus memberikan jaminan, sebab para murid harus melaksanakan tugas pemberitaan injil dan dimungkinkan untuk berhadapan dengan berbagai kesukaran. Penganiayaan adalah contoh dari kesukaran yang akan mereka alami dan itu berarti bahwa hidup menjadi terancam. Oleh sebab itu Yesus mengutus mereka dengan jaminan pemeliharaan hidup. Jaminan pemeliharaan hidup adalah janji yang pasti Yesus tepati. Yesus menepati semua janji-Nya, sebab Ia adalah Tuhan pencipta dan pemelihara. Semua ciptaan dipelihara Tuhan, baik manusia, maupun makhluk lain, termasuk burung pipit. Pengutusan pemberitaan injil dan jaminan pemeliharaan hidup ini juga diuntukkan bagi orang percaya dewasa ini. Kita terpanggil untuk menjalani hidup sebagai kesempatan memberitakan injil. Injil diberitakan melalui hidup, keluarga, jabatan, pekerjaan, pikiran, keputusan dan perilaku. Seluruh keberadaan kita haruslah menjadi berita sukacita, atau bermanfaat bagi kehidupan, sehingga orang lain mengakui Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat. Ingatlah bahwa kehidupan orang percaya kapan dan di mana pun tak akan pernah lepas dari kesukaran. Namun, bacaan hari ini menolong memberi tuntunan untuk menjalani hidup secara berarti dengan cara sebagai berikut. Yakinlah akan kepedulian dan pemeliharaan Tuhan atas hidup yang adalah ciptaan dan anugerah-Nya. Tuhan yang kita percaya adalah pencipta dan pemelihara yang baik. Ia tahu siapa dan bagaimana keadaan kita serta terus mengaktakan kehadiran juga kepedulian-Nya. Tak ada alasan untuk menjalani hidup dengan takut. Sebab hidup adalah anugerah Tuhan dan Dia pulalah yang pasti memeliharanya. Jadi selama hidup masih dijalani, akuilah Yesus sebagai Tuhan yang berkuasa memelihara hidupmu.

Doa: Ya Tuhan, peliharalah hidup kami siang dan malam. Amin. 

Jumat, 04 Maret 2022                                      

bacaan : Markus 13 : 3 – 13

Permulaan penderitaan

3 Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, berhadapan dengan Bait Allah, Petrus, Yakobus, Yohanes dan Andreas bertanya sendirian kepada-Nya: 4 "Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi, dan apakah tandanya, kalau semuanya itu akan sampai kepada kesudahannya." 5 Maka mulailah Yesus berkata kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! 6 Akan datang banyak orang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah dia, dan mereka akan menyesatkan banyak orang. 7 Dan apabila kamu mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang, janganlah kamu gelisah. Semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. 8 Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan. Akan terjadi gempa bumi di berbagai tempat, dan akan ada kelaparan. Semua itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru. 9 Tetapi kamu ini, hati-hatilah! Kamu akan diserahkan kepada majelis agama dan kamu akan dipukul di rumah ibadat dan kamu akan dihadapkan ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja karena Aku, sebagai kesaksian bagi mereka. 10 Tetapi Injil harus diberitakan dahulu kepada semua bangsa. 11 Dan jika kamu digiring dan diserahkan, janganlah kamu kuatir akan apa yang harus kamu katakan, tetapi katakanlah apa yang dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga, sebab bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Kudus. 12 Seorang saudara akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah terhadap anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka. 13 Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya ia akan selamat."

Tetap Beriman Walau Dalam Kesukaran

Perikop ini berisi khotbah Yesus tentang akhir zaman. Khotbah tersebut disampaikan-Nya di atas bukit Zaitun, tak lama setelah Ia memasuki kota Yerusalem. Hal penting yang terkandung dalam gagasan akhir zaman adalah akan tiba waktunya seluruh tatanan dunia diperbarui. Waktu itu sedang ditunggu dan tak dapat ditentukan kapan persisnya. Karena itu para murid diminta untuk mewaspadai semua peristiwa yang terjadi menjelang masa akhir itu. Peristiwa-peristiwa itu haruslah dipahami sebagai permulaan dari zaman baru yang dinanti kedatangannya. Mereka akan mengalami kejadian yang mengherankan dan mengguncang iman dengan hebatnya. Masa permulaan itu ditandai dengan tejadinya fakta penyesatan dan penganiayaan serta kebencian. Kebenaran tentang Yesus akan diputar-balikkan dengan sengaja dan para murid mengalami masa-masa hidup yang sulit. Tanda lainnya adalah terjadinya pergolakan politis yang luas, perang terjadi di mana-mana, bangsa melawan bangsa, dan kerajaan bangkit melawan kerajaan. Selain itu tanda permulaan akan dialami pula secara alami, dalam bentuk gempa bumi dan kelaparan. Keterguncangan hidup yang luar biasa oleh sebab kemelut baik keagamaan, politik maupun alam. Gambaran fakta seperti ini dibentangkan dengan maksud menjelaskan realitas hidup dan meneguhkan iman orang percaya. Cara terbaik hidup dalam kesukaran adalah tetap percaya akan kemahakuasaan Allah, bertahan dan mewaspadai segala kejadian. Kita diminta untuk bertahan dalam kesukaran dan menjalani hidup beriman dengan waspada. Pilihan cara yang tepat untuk hadapi penderitaan adalah bertahan karena iman dan waspada bukan ceroboh. Penderitaan bukanlah akhir sejarah manusia melainkan pembaruan secara menyeluruh. Karena itu disebutkan, kamu akan dibenci oleh sebab nama-Ku, tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat (ay. 13).

Doa: Ya Tuhan mampukanlah kami untuk tetap beriman. Amin.

Sabtu, 05 Maret 2022                                       

bacaan : Yesaya 50 : 8 – 11

8 Dia yang menyatakan aku benar telah dekat. Siapakah yang berani berbantah dengan aku? Marilah kita tampil bersama-sama! Siapakah lawanku berperkara? Biarlah ia mendekat kepadaku! 9 Sesungguhnya, Tuhan ALLAH menolong aku; siapakah yang berani menyatakan aku bersalah? Sesungguhnya, mereka semua akan memburuk seperti pakaian yang sudah usang; ngengat akan memakan mereka. 10 Siapa di antaramu yang takut akan TUHAN dan mendengarkan suara hamba-Nya? Jika ia hidup dalam kegelapan dan tidak ada cahaya bersinar baginya, baiklah ia percaya kepada nama TUHAN dan bersandar kepada Allahnya! 11 Sesungguhnya, kamu semua yang menyalakan api dan yang memasang panah-panah api, masuklah ke dalam nyala apimu, dan ke tengah-tengah panah-panah api yang telah kamu pasang! Oleh tangan-Kulah hal itu akan terjadi atasmu; kamu akan berbaring di tempat siksaan.

Berani Hadapi Penderitaan

Isakan tangis tak henti terdengar dari kejauhan. Ita menceritakan kepedihan hatinya dengan terbata-bata, “Ibu pendeta, papa, mama dan keluarga masih dalam hutan. Dong sementara berjalan menuju hutan kampung Hulaliu. Beta takut  papa pung kondisi fisik tambah lemah. Papa baru keluar rumah sakit minggu lalu karena gangguan pada ginjalnya. Papa masih ada dalam pemulihan fisik. Ibu pendeta, beta takut! Sioh e, kanapa katong musti alami kayak bagini ulang lai?”. Saya hanya terdiam mendengar luapan kesedihan hati Ita dan bisa merasakan kesedihan yang begitu dalam saat itu. Ketika tangisannya terdengar mulai mereda, saya mengajaknya berdoa melalui telepon genggam. Saya rasa hanya itu cara yang bisa dilakukan sementara untuk menolong dirinya. Kata-kata penguatan dan penghiburan memang sangatlah dibutuhkan oleh Ita dan saudara-saudara di kampung Kariu yang hari itu harus menelan pahit “terusir” dari tanah kelahiran mereka. Sebagai orang beriman, mereka harus mampu memandang kenyataan derita tersebut dengan tetap berpengharapan kepada Tuhan. Seperti spirit ketaatan seorang hamba Tuhan dalam nas bacaan hari ini yang mengatakan: “Sesungguhnya, Tuhan Allah menolong aku; siapakah yang berani menyatakan aku bersalah?” Bagi Yesaya, berani bukan hanya soal tidak takut, melainkan suatu daya tahan menghadapi kesusahan atau penderitaan dengan tetap setia dan taat pada ajaran/perintah/kehendak Tuhan. Kita membutuhkan spiritualitas keberanian dalam Tuhan dalam menapaki kehidupan yang selalu diwarnai dengan beragam persoalan bahkan penderitaan. Kita tidak boleh dilemahkan oleh bermacam-macam tantangan yang menerpa. Hidup takut Tuhan dan percaya kepada-Nya harus menjadi modal utama kita sebagai orang beriman. Tuhan akan selalu ada di pihak kita dan menolong kita.

Doa: Kuatkanlah kami Tuhan supaya tetap berani menghadapi penderitaan hidup ini. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN FEB-MARET 2022, LPJ GPM

Santapan Harian Keluarga, 20 – 26 Februari 2022

Tema Mingguan : “Kuasa Yesus Mengalahkan Roh Jahat

Minggu, 20 Februari 2022                             

bacaan : Matius 12 : 22 – 37

Yesus dan Beelzebul
22 Kemudian dibawalah kepada Yesus seorang yang kerasukan setan. Orang itu buta dan bisu, lalu Yesus menyembuhkannya, sehingga si bisu itu berkata-kata dan melihat. 23 Maka takjublah sekalian orang banyak itu, katanya: "Ia ini agaknya Anak Daud." 24 Tetapi ketika orang Farisi mendengarnya, mereka berkata: "Dengan Beelzebul, penghulu setan, Ia mengusir setan." 25 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata kepada mereka: "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa dan setiap kota atau rumah tangga yang terpecah-pecah tidak dapat bertahan. 26 Demikianlah juga kalau Iblis mengusir Iblis, iapun terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri; bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? 27 Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa siapakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu. 28 Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. 29 Atau bagaimanakah orang dapat memasuki rumah seorang yang kuat dan merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu? Sesudah diikatnya barulah dapat ia merampok rumah itu. 30 Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan. 31 Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni. 32 Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datangpun tidak. 33 Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal. 34 Hai kamu keturunan ular beludak, bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati. 35 Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. 36 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. 37 Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum."

Kebaikan Mengalahkan Kejahatan

Kisah berikut menarik untuk disimak bersama-sama, yakni pengalaman perjumpaan dengan sebuah keluarga di salah satu jemaat yang berada di kota Ambon. Berlangsunglah percakapan seputar pergumulan keluarga tersebut. Papa-mama keluarga ini menyampaikan kekesalan dan amarah mereka terhadap tetangga sebelah. Dikatakan bahwa tetangga menggunakan “kuasa gelap” untuk menyerang mereka sehingga salah seorang anak sakit dan belum sembuh meskipun sudah dibawa ke beberapa dokter. Selain itu, anak yang lain pun sudah tes CPNS berkali-kali tapi tidak lolos. Sejalan dengan kisah di atas, bacaan hari ini juga berbicara tentang seseorang yang buta dan bisu karena dikuasai oleh roh jahat. Namun, dengan Kuasa yang Yesus miliki Ia menyembuhkan orang itu sehingga dapat berbicara dan melihat (ay.22). Mujizat yang dibuat Yesus ini menimbulkan reaksi yang beragam dari orang banyak maupun orang Farisi. Orang banyak menjadi kagum akan apa yang dilakukan Yesus meskipun mereka memiliki sedikit keraguan, apakah Yesus berasal dari keturunan Daud? (ay.23). Sebaliknya,  orang Farisi menuduh Yesus menggunakan kekuatan Beelzebul (pemimpin setan/iblis) untuk menyembuhkan orang yang buta dan bisu tersebut. Yesus menyangga tuduhan mereka dengan berkata bagaimana setan dapat melawan setan? Kerajaannya akan hancur (ay.26) tapi Aku mengusir setan dengan menggunakan kuasa Roh Allah (ay.28). Maknanya adalah bahwa Yesus berkuasa menyembuhkan dan menyelamatkan hidup kita. Janganlah takut dan berhenti berharap pada-Nya, sebab Ia yang mati dan bangkit itu berkuasa mengalahkan kuasa apa pun.

Doa: Tuhan, tuntun kami untuk melakukan kebaikan bagi sesama. Amin.

Senin, 21 Februari 2022                                

bacaan : Markus 3 : 7 – 12

Yesus menyembuhkan banyak orang
7 Kemudian Yesus dengan murid-murid-Nya menyingkir ke danau, dan banyak orang dari Galilea mengikuti-Nya. Juga dari Yudea, 8 dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan, dan dari daerah Tirus dan Sidon datang banyak orang kepada-Nya, sesudah mereka mendengar segala yang dilakukan-Nya. 9 Ia menyuruh murid-murid-Nya menyediakan sebuah perahu bagi-Nya karena orang banyak itu, supaya mereka jangan sampai menghimpit-Nya. 10 Sebab Ia menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desakan kepada-Nya hendak menjamah-Nya. 11 Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: "Engkaulah Anak Allah." 12 Tetapi Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia.

Lihat, Roh Jahat Menyembah dan Mengakui Yesus Anak Allah

Adakah di antara kita yang tidak menginginkan kesembuhan? Pasti tidak ada. Mengapa demikian? Sebab, ketika kita mengalami sakit, maka kondisi tubuh lemah dan aktifitas terganggu. Jalan keluarnya adalah minum obat, periksa ke dokter, istirahat dan berdoa. Bacaan hari ini juga berbicara tentang situasi hidup yang dipengaruhi penyakit dan upaya mendatangi Yesus agar kesembuhan dialami. Gangguan kesehatan dialami di berbagai tempat, yakni Galilea, Yudea, Yerusalem, Idumea seberang Yordan, Tirus, dan Sidon. Mereka itu bukan saja yang mengalami gangguan kesehatan fisik, tetapi juga karena dirasuki roh-roh jahat. Semua orang yang mengalami gangguan kesehatan fisik mengalami kesembuhan karena menjamah Yesus. Yesus dijamah dan dialamilah kesembuhan, sebab kuasa-Nya melebihi seluruh pergumulan hidup. Kuasa Yesus itu ternyata terwujud dengan cara yang lebih ajaib pada mereka yang mengalami gangguan roh-roh jahat. Semua mereka yang diganggu roh jahat ketika melihat Yesus mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak “Engkaulah Anak Allah”. Hal ini berarti, roh-roh jahat mengakui Yesus adalah Anak Allah. Jatuh tersungkur menunjukkan pula sikap menyembah kepada Yesus yang adalah Anak Allah. Kisah ini sebenarnya hendak memberi pesan kepada kita bahwa setan, iblis, roh-roh jahat saja menyembah dan mengakui Yesus sebagai Anak Allah, lalu mengapa kita harus mencari yang lain untuk menyembuhkan kita dari sakit yang diakibatkan oleh berkuasanya roh-roh jahat dalam diri kita. Kita adalah umat Tuhan, karena itu cari dan menyembah Tuhan adalah keputusan yang tepat untuk melepaskan kuasa-kuasa roh jahat dari kehidupan kita.

Doa:  Ya Tuhan, kuatkanlah diriku agar setia menyembah-Mu. Amin.

Selasa, 22 Februari 2022                                 

bacaan : Markus 9 : 38 – 41

Seorang yang bukan murid Yesus mengusir setan
38 Kata Yohanes kepada Yesus: "Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita." 39 Tetapi kata Yesus: "Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorangpun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku. 40 Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita. 41 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya."

Hati – Hati Dengan Murid Gadungan

Istilah yang selalu digunakan kepada orang-orang yang bukan tentara atau polisi namun mengaku tentara atau polisi adalah tentara atau polisi gadungan. Memang sulit untuk mengatakan mereka adalah tentara atau polisi gadungan sebab mereka memakai seragam tentara atau polisi beserta atributnya. Yang bisa mengetahui apakah mereka adalah tentara atau polisi gadungan adalah mereka yang benar-benar tentara atau polisi.Tampaknya kisah dalam Markus 9:38-41 adalah peristiwa adanya murid Yesus gadungan yang mengusir setan juga dengan menggunakan nama Yesus. Ketika murid-murid Yesus melihat adanya orang lain yang menggunakan nama Yesus untuk mengusir setan, dicegahlah ia yang melakukan tindakan mengusir setan menggunakan nama Yesus. Namun, Yesus melarang murid-muridNya mencegah murid Yesus gadungan tersebut. Bagi Yesus, semua orang bisa memakai namaNya untuk melakukan apapun, termasuk mengusir setan. Namun, jika hal itu dilakukan tanpa sepengetahuan Yesus maka sia-sialah apa yang dilakukan oleh orang tersebut, meskipun memakai nama Yesus. Butuh penerimaan dan penghormatan akan Yesus baru dapat melakukan apapun dengan menggunakan nama Yesus. Itulah yang diungkapkan oleh Yesus di ayat 41 “…sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya”.

Kisah ini hendak memberi pesan kepada kita untuk hati-hati dengan mereka yang menggunakan nama Yesus untuk melakukan penyembuhan atau mengusir kuasa-kuasa setan atau

Doa: Ya Tuhan Yesus, mampukanlah kami untuk dapat membedakan mana yang dari-Mu, dan mana yang bukan dari-Mu…Amin.

Rabu, 23 Februari 2022                                    

bacaan : Matius 8 : 28 – 34

Dua orang yang kerasukan disembuhkan
28 Setibanya di seberang, yaitu di daerah orang Gadara, datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan menemui Yesus. Mereka sangat berbahaya, sehingga tidak seorangpun yang berani melalui jalan itu. 29 Dan mereka itupun berteriak, katanya: "Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?" 30 Tidak jauh dari mereka itu sejumlah besar babi sedang mencari makan. 31 Maka setan-setan itu meminta kepada-Nya, katanya: "Jika Engkau mengusir kami, suruhlah kami pindah ke dalam kawanan babi itu." 32 Yesus berkata kepada mereka: "Pergilah!" Lalu keluarlah mereka dan masuk ke dalam babi-babi itu. Maka terjunlah seluruh kawanan babi itu dari tepi jurang ke dalam danau dan mati di dalam air. 33 Maka larilah penjaga-penjaga babi itu dan setibanya di kota, diceriterakannyalah segala sesuatu, juga tentang orang-orang yang kerasukan setan itu. 34 Maka keluarlah seluruh kota mendapatkan Yesus dan setelah mereka berjumpa dengan Dia, merekapun mendesak, supaya Ia meninggalkan daerah mereka.

Setan Takluk Pada Yesus

Cerita tentang dua orang yang kerasukan setan memiliki ketertarikan tersendiri. Meskipun kita sudah berada di zaman yang serba maju, zaman yang perkembangannya sangat cepat dan ditandai dengan kemajuan di bidang informasi, telekomunikasi, serta tekhnologi. Meskipun demikian, kita juga sering mendengar adanya orang yang ternyata di zaman sekarang ini masih mengalami kerasukan. Hal ini berarti roh jahat atau kuasa setan masih ada dalam era sekarang ini dan selalu mencari jalan untuk merasuki kehidupan kita. Hal ini sejalan dengan Firman Tuhan dalam 1 Petrus 5: 8 katakan “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu si Iblis berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya”. Cerita tentang dua orang yang kerasukan menarik, karena  ketika Yesus mengusir dan menyuruh setan itu keluar, setan justeru meminta kepada Yesus untuk memindahkan mereka ke dalam  kawanan babi. Yesus lalu berkata kepada mereka:”pergilah!”. Dua orang yang kerasukan sekejap pun sembuh dari kerasukan setan-setan tersebut. Kisah ini menegaskan bahwa roh-roh jahat atau setan itu takluk kepada Yesus. Yesus memiliki kuasa atas seisi dunia termasuk setan atau roh jahat yang ada. Melalui kisah ini kita diingatkan bahwa bersama Yesus kuasa apa pun akan takluk. Itu pertanda kita harus menjalani kehidupan ini di dalam dan bersama Yesus agar kuasa setan dan roh jahat menjauh dan tidak akan menguasai kehidupan kita, yang mana di dalam kuasa setan atau roh jahat kita akan terjerumus melakukan dosa.

Doa: Ya Tuhan, berjalanlah bersama kami agar kuasa setan tidak menguasai hidup ini. Amin.

Kamis, 24 Februari 2022                                    

bacaan :  Lukas 4 : 31-37   

Yesus dalam rumah ibadat di Kapernaum
31 Kemudian Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari Sabat. 32 Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa. 33 Di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan dan ia berteriak dengan suara keras: 34 "Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah." 35 Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: "Diam, keluarlah dari padanya!" Dan setan itupun menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya dan sama sekali tidak menyakitinya. 36 Dan semua orang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: "Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan merekapun keluar." 37 Dan tersebarlah berita tentang Dia ke mana-mana di daerah itu.

Setiap Saat Yesus Berkuasa Dalam Hidupku

Kita pasti tahu bahwa Bait Allah atau gedung gereja adalah tempat untuk umat yang beragama Kristen beribadah kepada Tuhan. Mengapa demikian? Sebab Bait Allah atau gedung gereja diyakini sebagai tempat kediaman Tuhan Allah. Pertanyaannya, apakah setan tidak boleh atau tidak bisa masuk ke dalam Bait Allah atau gedung gereja, apalagi masuk saat umat Kristen beribadah kepada Tuhan? Ternyata, dari cerita Lukas 4:31-37 kita dapat menemukan jawaban atas pertanyaan ini bahwa saat orang-orang beribadah di rumah Ibadat, yakni di Kapernaum, setan pun ada hadir dalam ibadah tersebut. Setan tidak hanya hadir dalam rumah Ibadat, namun juga masuk juga pada salah satu orang yang sementara mengikuti ibadah. Tidak tanggung-tanggung, setan juga tidak mau kalah dengan Yesus yang sedang berkhotbah dan menyampaikan ajaran-Nya. Makanya, setan berteriak melalui salah orang yang telah dirasuki roh setan itu. Namun, Yesus tidak tinggal diam, Ia pun menghardik setan itu dengan mengatakan: “Diam, keluarlah dari padanya”. Seketika itu pula setan tersebut keluar tidak hanya dari orang kerasukan, namun juga dari rumah Ibadat. Peristiwa ini membuat semua orang tercengang dan kagum dengan Yesus yang penuh wibawa dan kuasa mengusir setan. Kiranya kita  menjadi sadar bahwa setan pun ada di mana-mana termasuk tempat ibadah. Andalkanlah kuasa Tuhan agar semua kuasa yang menghambat hidup dapat dikalahkan. Hindarilah mengandalkan kekuatan diri sendiri, kepintaran, kekayaan, atau menganggap diri kita kuat, dan lainnya. Karena itu, pada setiap tempat dan saat berilah tempat dalam hidup agar Yesus berkuasa.

Doa:  Tuhan, Kuasailah hidupku setiap saat. Amin. 

Jumat, 25 Februari 2022                               

bacaan : Lukas 4 : 38 – 41

Yesus menyembuhkan ibu mertua Simon Petrus dan orang-orang lain
38 Kemudian Ia meninggalkan rumah ibadat itu dan pergi ke rumah Simon. Adapun ibu mertua Simon demam keras dan mereka meminta kepada Yesus supaya menolong dia. 39 Maka Ia berdiri di sisi perempuan itu, lalu menghardik demam itu, dan penyakit itupun meninggalkan dia. Perempuan itu segera bangun dan melayani mereka. 40 Ketika matahari terbenam, semua orang membawa kepada-Nya orang-orang sakitnya, yang menderita bermacam-macam penyakit. Iapun meletakkan tangan-Nya atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka. 41 Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak: "Engkau adalah Anak Allah." Lalu Ia dengan keras melarang mereka dan tidak memperbolehkan mereka berbicara, karena mereka tahu bahwa Ia adalah Mesias.

Kuasa Yesus Luar Biasa

Setelah Ia mengusir setan di rumah ibadat, Yesus pun meninggalkan tempat itu. Yesus pergi ke rumah Simon. Ternyata, ibu mertua Simon sedang demam tinggi. Demam ini membuat tubuhnya lemah sampai-sampai dia tidak sanggup menghampiri Yesus. Melihat kondisi ini, orang-orang di rumah itu meminta Yesus agar menolongnya (38). Yesus pun menghampiri tempat tidurnya dan menghardik demam itu. Seketika itu, demamnya hilang dan tubuhnya menjadi kuat. Lukas menulis, “Perempuan itu segera bangun dan melayani mereka”. Kuasa Yesus mengalahkan roh jahat, kuasa Yesus mengalahkan segalanya. Ketika  misalnya menonton film horor, kadang kita merasa takut karena adegan film tersebut menegangkan atau menyeramkan. Perilaku seperti itu agak mencerminkan bahwa kita kehilangan kesadaran akan adanya Tuhan yang luar biasa dan dapat membuat semua bertekuk lutut. Kuasa-Nya lebih besar daripada kuasa-kuasa apapun, Ia menjaga dan melindungi kita dari kuasa kegelapan. Ingatlah bahwa dengan doa kita, Tuhan hadir, dan membentengi menyelamatkan. Ia tidak akan membiarkan  dan  melupukan kita. Janganlah takut sebab Allah menyertai dan Kuasa-Nya memagari, sehingga kita aman dalam lindungan-Nya. Kuncinya hidup orang beriman adalah selalu mengandalkan-Nya maka Ia akan berperang untuk kita dan kita hanya diam saja. Andalkanlah Tuhan dalam hidupmu bukan andalkan yang lain, karena hanya dari Tuhan lah kita mendapat keselamatan.

Doa: Tuhan, aku mau hidup selalu mengandalkanMu setiap saat karena hanya di dalamMu ada rasa aman. Amin.

Sabtu, 26 Februari 2022                

bacaan : Kisah Para Rasul 8 : 4 – 13

Filipus di Samaria
4 Mereka yang tersebar itu menjelajah seluruh negeri itu sambil memberitakan Injil. 5 Dan Filipus pergi ke suatu kota di Samaria dan memberitakan Mesias kepada orang-orang di situ. 6 Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua dengan bulat hati menerima apa yang diberitakannya itu. 7 Sebab dari banyak orang yang kerasukan roh jahat keluarlah roh-roh itu sambil berseru dengan suara keras, dan banyak juga orang lumpuh dan orang timpang yang disembuhkan. 8 Maka sangatlah besar sukacita dalam kota itu. 9 Seorang yang bernama Simon telah sejak dahulu melakukan sihir di kota itu dan mentakjubkan rakyat Samaria, serta berlagak seolah-olah ia seorang yang sangat penting. 10 Semua orang, besar kecil, mengikuti dia dan berkata: "Orang ini adalah kuasa Allah yang terkenal sebagai Kuasa Besar." 11 Dan mereka mengikutinya, karena sudah lama ia mentakjubkan mereka oleh perbuatan sihirnya. 12 Tetapi sekarang mereka percaya kepada Filipus yang memberitakan Injil tentang Kerajaan Allah dan tentang nama Yesus Kristus, dan mereka memberi diri mereka dibaptis, baik laki-laki maupun perempuan. 13 Simon sendiri juga menjadi percaya, dan sesudah dibaptis, ia senantiasa bersama-sama dengan Filipus, dan takjub ketika ia melihat tanda-tanda dan mujizat-mujizat besar yang terjadi.

Hanya Yesus Bukan Yang Lain

Saat Filipus berkarya di kota Samaria, sudah ada Simon yang lebih dahulu dikenal oleh masyarakat. Simon dikenal sebagai ahli sihir dan membuat takjub rakyat Samaria dengan perbuatan sihirnya itu. Bahkan dikatakan, baik orang besar maupun orang kecil mengikuti dia dan menyebutnya “Kuasa Besar.” Namun, keadaan berubah setelah Filipus memberitakan Injil di kota itu. Setelah mendengar dan melihat tanda-tanda mukjizat yang dilakukan Filipus, penduduk Samaria sangat bersukacita. Bukan hanya itu, mereka yang tadinya mengikuti Simon, si tukang sihir, kini beralih menjadi percaya kepada Injil Kerajaan Allah dan kepada Yesus Kristus. Mereka pun memberi diri dibaptis karena mereka sebulat hati menerima pemberitaan Filipus itu. Hal ini memperlihatkan bahwa kuasa Yesus mengalahkan kuasa sihir mana pun. Berita Injil lebih kuat dan mengubahkan banyak orang yang mau mendengar-Nya. Sekitar 20 tahun yang lalu ketika SMP saya pernah ditawari oleh seseorang untuk ke dukun supaya dipasang susuk biar tambah cantik katanya, tetapi saat itu saya menolaknya karena itu tidak dibenarkan, saya hanya mengandalkan Tuhan, dan saya percaya Tuhan akan berikan yang terbaik. Hanya Yesus lah tempat jawaban dari segala persoalanmu, hanya Yesus lah yang dapat memberimu kelegaan. Kuasa Nya besar untuk hidupmu.

Doa: Tuhan, hanya Kau harapanku, Hanya kepada-Mu aku berlindung dari kejamnya dunia. Amin.

*sumber : SHK Bulan Februari 2022

Santapan Harian Keluarga, 13 – 19 Februari 2022

Tema Mingguan : “Kuasa Yesus Menyembuhkan

Minggu, 13 Pebruari 2022                                

bacaan : Matius 9 : 35 – 38

Belas kasihan Yesus terhadap orang banyak
35 Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. 36 Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. 37 Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. 38 Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu."

Bukang Cuma Rasa Kasiang Saa..

Waktu beta deng paitua pi mangente karabat yang dapa rawat di RSJ, katong lewat di dong pung “tampa” rawat, terjadilah percakapan berikut :

Paitua : “Ma, kasiang ee, dong macang dalang bui sa”.

Beta    :  “Memang bagitu suda. Maar itu cuma par dong yang masi suka barontak deng bajalang”

Paitua :  “Ma ada kepeng ka z? Kasi par dong bli roti deng aer jua”

Beta    :  “Ada, maar seng bisa kasi kepeng, labai pi bali sa la kasi par perawat jaga, nanti perawat bage akang par dong.”

Paitua :  “Oke, kasi kepeng la beta pi bli. Nanti katong sombayang deng dong lai e.. Bisa to.” (Beta angguk kapala)

Beta pung laki seng tahang lia orang susa deng saki, dia kasiang.

Itu lai yang Yesus biking waktu Antua bajalang koliling kota-kota la bakudapa orang-orang susa deng sangsara, termasuk dong yang saki. Matius bilang : “Yesus pung hati kasiang paskali par dong barang dong lala deng macang deng domba yang seng pung tuang” (ayat 36). “Yesus pung hati kasiang paskali”, dalang bahasa Yunani, splagkhnizomai. Kata ni akang pung arti : Yesus pung rasa kasiang paleng dalam par orang-orang sangsara deng saki. Tagal itu deng kuasa yang ada par Antua Yesus “angka” dong dar dong pung saki deng sangsara tu. Yesus seng cuma rasa kasiang sa, maar Antua biking apapa yang bisa biking dong kaluar dar dong pung kaadaang tu. Ada aksi, seng cuma rasa.

Basudara, pasti katong rasa kasiang waktu lia orang yang susa, saki deng sangsara. Tuhan pung firman hari ini ajar katong par jang cuma kasiang sa. Katong musti tolong dong supaya dong jadi labe bae. Tolong deng apa yang ada par katong. Paleng tida katong sombayang par dong. Tuhan Yesus sayang katong.

Doa: Tuhan tolong katong par seng cuma rasa kasiang, maar biking apapa yang bisa tolong orang yang susa deng saki.  Amin.

Senin, 14 Februari  2022                                   

bacaan : Markus 2 : 1 – 12

Orang lumpuh disembuhkan
Kemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah. 2 Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintupun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka, 3 ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. 4 Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. 5 Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!" 6 Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya: 7 "Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?" 8 Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu? 9 Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan? 10 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" --berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu--: 11 "Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!" 12 Dan orang itupun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: "Yang begini belum pernah kita lihat."

Perbuatan Sebagai Wujud Kasih

Sejak seminggu lalu, Noel sudah mengingatkan saya : “Ma, minggu depan kan hari Valentine” Saya: “Iya, lalu..?” Noel : “Ade pung ibu guru bilang katong seng bawa bunga deng coklat lai.” Saya : “Trus…Ade dong bawa apa?” Noel : “Nanti katong kumpul uang sa, lalu  ibu guru deng satu dua orang pi bali apapa la katong kasi par anana di panti asuhan.” Saya : “Hmm… bagus itu, Mamie setuju karena itu bentuk kasih sayang yang berbuat..!

Ya.. hari ini banyak orang sedang merayakan “Hari Kasih Sayang” atau “Valentine Day”, hari yang identik dengan warna pink, bunga dan cokelat. Satu pertanyaan: Apakah mereka yang merayakan hari kasih Sayang ini sungguh-sungguh memaknai arti “Kasih Sayang” atau hanya sekadar tradisi dan tanpa makna?

Hari ini kita belajar beberapa hal tentang “Kasih Sayang” dari bacaan kita, Markus 2:1-12. Kasih sayang yang tak terbatas pada ucapan tetapi terwujud dalam tindakan, kasih yang berbuat.

  1. Empat orang pembawa si lumpuh untuk berjumpa dengan Yesus agar dipulihkan oleh kuasa-Nya. Entah apa hubungan mereka dengan si lumpuh: keluarga, tetangga, atau kenalan. Yang jelas kasih sayang mereka terhadap si lumpuh mendorong mereka untuk berbuat sesuatu, tidak sekadar kasihan, sekalipun harus membobol atap rumah dimana Yesus berada demi mempertemukannya dengan Yesus.
  2. Yesus, sosok yang peduli dengan mereka yang menderita, termasuk yang sakit. Karena itu dengan kuasa-Nya Ia menyembuhkan sekaligus memulihkannya dari dosa. Sekalipun ditentang ahli Taurat di dalam hati mereka.

Hari ini kita belajar untuk mengasihi tidak sekadar memberi cokelat atau bunga. Mulailah dari rumah. Papa dan Mama saling mengasihi dengan saling menghormati dan menghargai. Orang tua mengasihi anak demikian pun anak mengasihi orang tua. Itulah “Valentin/ Kasih Sayang” yang sesungguhnya.

Doa: Tolong kami untuk melakukan KASIH YANG BERBUAT, Tuhan, Amin.

Selasa, 15 Februari 2022                              

bacaan : Markus 7 : 31 – 37

Yesus menyembuhkan seorang tuli
31 Kemudian Yesus meninggalkan pula daerah Tirus dan dengan melalui Sidon pergi ke danau Galilea, di tengah-tengah daerah Dekapolis. 32 Di situ orang membawa kepada-Nya seorang yang tuli dan yang gagap dan memohon kepada-Nya, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas orang itu. 33 Dan sesudah Yesus memisahkan dia dari orang banyak, sehingga mereka sendirian, Ia memasukkan jari-Nya ke telinga orang itu, lalu Ia meludah dan meraba lidah orang itu. 34 Kemudian sambil menengadah ke langit Yesus menarik nafas dan berkata kepadanya: "Efata!", artinya: Terbukalah! 35 Maka terbukalah telinga orang itu dan seketika itu terlepas pulalah pengikat lidahnya, lalu ia berkata-kata dengan baik. 36 Yesus berpesan kepada orang-orang yang ada di situ supaya jangan menceriterakannya kepada siapapun juga. Tetapi makin dilarang-Nya mereka, makin luas mereka memberitakannya. 37 Mereka takjub dan tercengang dan berkata: "Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata."

Efata! – Terbukalah!

Maaa..!” teriak Noel suatu pagi. Karena sibuk kerja saya tidak menjawab. Noelpun menghampiri saya dan berkata: “Mami e, Mami su tuli deng bisu ka, Ade panggel Mami dar tadi kenapa mami seng jawab Ade.

Telinga dan mulut (termasuk lidah) adalah organ tubuh yang penting sehingga jika mereka tidak bisa berfungsi dengan baik maka bisa menimbulkan masalah bagi sang pemilik organ itu ataupun orang lain seperti yang terjadi pada saya dan Noel.

Dalam bacaan kita hari ini, Markus berkisah tentang seorang tuli dan gagap yang dibawa kepada Yesus agar ia disembuhkan. Ia pasti sangat ingin bisa mendengar dan berbicara sebab dalam kehidupannya selama itu mungkin sekali ada banyak masalah yang muncul karena kekurangannya ini. Yesus melihat harapannya, juga harapan orang banyak yang membawanya lalu Iapun bertindak dengan kasih dan kuasa-Nya untuk memulihkan orang itu. Setelah memisahkan dia dari orang banyak, Yesus memasukkan jari ke telinga orang itu,  meludah dan meraba lidahnya lalu menengadah ke langit, menarik nafas dan berkata kepadanya: “Efata” (=terbukalah), maka terbukalah telinga orang itu sehingga ia bisa mendengar dan berbicara.

Saudara, jika pendengaran kita baik maka percakapan akan berlangsung secara bermutu dan kesalahpahaman dapat dihindari. Namun, bisa saja terjadi bahwa secara fisik kita dapat mendengar dan berbicara, tapi sering kali justru mengalami tuli dan gagap secara rohani. Akibatnya kata-kata yang keluar dari mulut kita bukan kata-kata yang memberkati dan menyejukkan, tetapi makian, cacian, cemoohan dan sejenisnya. Karena itu, kita perlu dipertemukan dengan Yesus agar dengan kuasa-Nya, mulut dan lidah terbuka untuk mengatakan hal-hal yang memberkati dan menyejukkan.

Doa:    Tuhan biarlah mulut dan lidah kami terbuka untuk mengeluarkan kata-kata yang memberkati dan menyejukkan sesama, Amin.

Rabu, 16 Februari 2022                                     

bacaan : Lukas 8 : 40 – 56

Yesus membangkitkan anak Yairus dan menyembuhkan seorang perempuan yang sakit pendarahan
40 Ketika Yesus kembali, orang banyak menyambut Dia sebab mereka semua menanti-nantikan Dia. 41 Maka datanglah seorang yang bernama Yairus. Ia adalah kepala rumah ibadat. Sambil tersungkur di depan kaki Yesus ia memohon kepada-Nya, supaya Yesus datang ke rumahnya, 42 karena anaknya perempuan yang satu-satunya, yang berumur kira-kira dua belas tahun, hampir mati. Dalam perjalanan ke situ Yesus didesak-desak orang banyak. 43 Adalah seorang perempuan yang sudah dua belas tahun menderita pendarahan dan yang tidak berhasil disembuhkan oleh siapapun. 44 Ia maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya, dan seketika itu juga berhentilah pendarahannya. 45 Lalu kata Yesus: "Siapa yang menjamah Aku?" Dan karena tidak ada yang mengakuinya, berkatalah Petrus: "Guru, orang banyak mengerumuni dan mendesak Engkau." 46 Tetapi Yesus berkata: "Ada seorang yang menjamah Aku, sebab Aku merasa ada kuasa keluar dari diri-Ku." 47 Ketika perempuan itu melihat, bahwa perbuatannya itu ketahuan, ia datang dengan gemetar, tersungkur di depan-Nya dan menceriterakan kepada orang banyak apa sebabnya ia menjamah Dia dan bahwa ia seketika itu juga menjadi sembuh. 48 Maka kata-Nya kepada perempuan itu: "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!" 49 Ketika Yesus masih berbicara, datanglah seorang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: "Anakmu sudah mati, jangan lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru!" 50 Tetapi Yesus mendengarnya dan berkata kepada Yairus: "Jangan takut, percaya saja, dan anakmu akan selamat." 51 Setibanya di rumah Yairus, Yesus tidak memperbolehkan seorangpun ikut masuk dengan Dia, kecuali Petrus, Yohanes dan Yakobus dan ayah anak itu serta ibunya. 52 Semua orang menangis dan meratapi anak itu. Akan tetapi Yesus berkata: "Jangan menangis; ia tidak mati, tetapi tidur." 53 Mereka menertawakan Dia, karena mereka tahu bahwa anak itu telah mati. 54 Lalu Yesus memegang tangan anak itu dan berseru, kata-Nya: "Hai anak bangunlah!" 55 Maka kembalilah roh anak itu dan seketika itu juga ia bangkit berdiri. Lalu Yesus menyuruh mereka memberi anak itu makan. 56 Dan takjublah orang tua anak itu, tetapi Yesus melarang mereka memberitahukan kepada siapapun juga apa yang terjadi itu.

Percaya Kepada Kuasa Yesus Yang Menghidupkan

Setiap orang pasti mendambakan hidup dalam kondisi yang sehat agar dapat melakukan aktivitas dengan baik. Pada sisi lain, seseorang yang tidak sehat (sakit) pasti akan berjuang untuk memperoleh kesembuhan. Hal berjuang untuk memperoleh kesembuhan diceritakan dalam perikop bacaan kita tentang Yairus, kepala rumah ibadat dan ayah dari seorang anak perempuan satu-satunya, yang berumur kira-kira 12 tahun, yang berada dalam keadaan hampir mati (ay.42). Ia datang sujud di depan Yesus dan memohon supaya Yesus datang ke rumahnya. Sikap Yairus menunjukkan penghormatan yang tinggi dan pengakuan akan kuasa Yesus yang dapat menyembuhkan anaknya. Yesus kemudian membangkitkan anak itu dengan kuasa-Nya (ay.54-55). Demikian pula dengan seorang perempuan yang menderita sakit pendarahan selama dua belas tahun (pendarahan yang berlebihan setiap kali dia haid/datang bulan) dan tidak seorang pun yang berhasil menyembuhkannya (ay.43). Dalam Hukum Taurat, Perempuan yang mengalami masalah seperti itu dianggap najis dan tidak layak ikut dalam acara-acara ibadah (Imamat 15:25). Perempuan itu berjuang untuk mendekati Yesus dan memegang jubbah-Nya, dan imanlah yang menyembuhkannnya (ay.44). Ada hal menarik dari 2 peristiwa dalam kisah tersebut, yakni baik Yairus sebagai seorang ayah maupun perempuan yang sakit pendarahan menaruh kepercayaan kepada kuasa Yesus yang menyembuhkan dan menyelamatkan. Makna bagi keluarga, dalam menghadapi berbagai persoalan dan pergumulan hidup termasuk sakit penyakit sehingga membuat kita stress, putus asa, hilang harap, maka datanglah kepada Yesus dengan kerendahan hati dan iman yang sungguh, maka pasti diselamatkan. Jangan mengandalkan kuasa lain di luar kuasa Tuhan Yesus karena kita pasti binasa, sebaliknya orang-orang yang mengandalkan Tuhan hidupnya diberkati (band.Yer. 17:7-8)

Doa: Tuhan, kiranya kami teguh percaya pada kuasa-Mu. Amin.

Kamis, 17 Februari 2022                                

bacaan : Markus 8 : 22 – 26

Yesus menyembuhkan seorang buta di Betsaida
22 Kemudian tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Betsaida. Di situ orang membawa kepada Yesus seorang buta dan mereka memohon kepada-Nya, supaya Ia menjamah dia. 23 Yesus memegang tangan orang buta itu dan membawa dia ke luar kampung. Lalu Ia meludahi mata orang itu dan meletakkan tangan-Nya atasnya, dan bertanya: "Sudahkah kaulihat sesuatu?" 24 Orang itu memandang ke depan, lalu berkata: "Aku melihat orang, sebab melihat mereka berjalan-jalan, tetapi tampaknya seperti pohon-pohon." 25 Yesus meletakkan lagi tangan-Nya pada mata orang itu, maka orang itu sungguh-sungguh melihat dan telah sembuh, sehingga ia dapat melihat segala sesuatu dengan jelas. 26 Sesudah itu Yesus menyuruh dia pulang ke rumahnya dan berkata: "Jangan masuk ke kampung!"

Kasih Dan Kuasa Yesus Mengatasi Masalah

Hidup sebagai orang buta (penyandang tunanetra) memang tidak mudah dan butuh banyak proses dalam menyesuaikan diri. Misalnya: orang buta harus terbiasa menggunakan tongkat khusus kemana-mana, ketergantungan kepada orang lain, ruang gerak dan aktivitasnya menjadi terbatas, dll. Maka tak heran bila mereka yang mengalami kebutaan membutuhkan dukungan keluarga dan orang-orang sekitarnya. Hal ini pun diperlihatkan dalam bacaan kita tadi. Ay. 22, menyebutkan orang banyak membawa seorang yang buta kepada Yesus sambil memohon supaya Ia menyembuhkan si buta itu (di dunia timur, kebutaan dianggap sebagai salah satu kutukan). Melihat orang yang buta sejak lahir itu, maka tergeraklah hati Yesus yang penuh dengan belas kasihan, lalu Ia membawa orang buta itu keluar dari kota Betsaida dan menyembuhkan dia dengan cara yang sangat sederhana (tradisional) yakni Ia menaruh ludah-Nya pada (mata) orang itu dengan tangan-Nya (ay.23 bd. 7:33). Yesus dua kali meletakan tangan-Nya pada mata orang buta itu dan ia menjadi sembuh (ay.25). Hal ini memperlihatkan bahwa Yesus mengasihi orang buta dan dengan kuasa-Nya menyembuhkan orang tersebut. Tuhan Yesus telah membebaskan orang buta itu dari dunianya yang gelap, terbatas dan dianggap sebagai kutukan pada saat itu, kini ia mendapatkan kehidupan baru. Makna bagi kita, Pertama, Tuhan Yesus memiliki kuasa untuk menyembuhkan orang-orang yang buta secara fisik maupun rohani. Sebab itu, datanglah kepada Yesus untuk mendapatkan kesembuhan. Kita butuh hubungan secara intens dengan Tuhan Yesus. Kedua, Tuhan Yesus dan orang banyak berbela rasa dengan si buta karena itu orang percaya hendaknya memiliki perhatian, dukungan dan kerelaan untuk berbagi dengan mereka yang mengalami masalah hidup sehingga mereka memiliki kehidupan (jangan menutup mata/buta terhadap hidup orang lain).

Doa: Tuhan, tuntun hati kami berbelarasa dengan sesama. Amin.

Jumat, 18 Februari 2022                                 

bacaan : Matius 9 : 32 – 34

Seorang bisu disembuhkan
32 Sedang kedua orang buta itu keluar, dibawalah kepada Yesus seorang bisu yang kerasukan setan. 33 Dan setelah setan itu diusir, dapatlah orang bisu itu berkata-kata. Maka heranlah orang banyak, katanya: "Yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel." 34 Tetapi orang Farisi berkata: "Dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan."

Kebaikan Tidak Selamanya Dihargai, Tapi Harus Diperjuangkan

Ada peribahasa yang mengatakan “Apa yang dilihat oleh mata tergantung pada apa yang dirasakan oleh hati”. Artinya, jika hati kita baik terhadap orang lain, maka penilaian pun baik terhadap orang tersebut. Sebaliknya, jika hati kita tidak baik, maka penilaian kita pun tidak baik. Peribahasa ini mau menggambarkan sikap/penilaian orang banyak dan orang farisi tentang Yesus. Sikap orang banyak adalah keheranan/ketakjuban terhadap mujizat yang dibuat oleh Yesus. Dimana Ia mengusir setan dari orang bisu dan pada saat itu juga ia dapat berbicara (ay.33). Bagi orang banyak, kejadian seperti ini belum pernah terjadi baik dalam sejarah kehidupan bangsa Israel maupun dalam pengalaman hidup mereka sendiri (band psl 8-9). Dengan kata lain, mujizat ini hanya dilakukan oleh Yesus dan tidak dapat dilakukan oleh orang lain. Perikop ini menunjukkan bahwa Yesus memiliki kuasa untuk menghidupkan; menyembuhkan dan menyelamatkan mereka yang terbelenggu oleh kuasa setan. Di sisi lain, orang-orang Farisi tidak mau mengakui bahwa kuasa Yesus berasal dari Allah, malahan mereka menyatakan bahwa kuasa Yesus datang dari penghulu setan atau kepala roh-roh jahat yaitu Iblis (ay.34). Makna bagi orang beriman: Pertama, tidak ada kuasa di bawah kolong langit ini selain kuasa Yesus yang menyelamatkan dan membebaskan manusia bahkan kuasa iblis sekalipun. Untuk itu, berharap dan percaya hanya pada kuasa Tuhan Yesus. Hal ini penting, menjalani tahun 2022, dimana kita masih dihadapkan dengan banyak tantangan hidup termasuk covid 19 yang bermutasi melalui varian baru Omicron dan berdampak sangat besar bagi hidup; baik kesehatan, ekonomi, sosial dan sebagainya. Kedua, perbuatan baik cenderung ditolak dan tidak diakui karena manusia memiliki sifat iri hati, cemburu dan dengki kepada sesamanya. Tapi jangan berhenti berbuat baik karena tujuan hidup orang beriman adalah memuliakan Tuhan dan melayani sesama.

Doa: Semoga kami tetap berdaya memperjuangan kebaikan. Amin.

Sabtu, 19 Februari 2022                                

bacaan : Matius 4 : 23 – 25

Yesus mengajar dan menyembuhkan banyak orang
23 Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu. 24 Maka tersiarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepada-Nya semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka. 25 Maka orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Mereka datang dari Galilea dan dari Dekapolis, dari Yerusalem dan dari Yudea dan dari seberang Yordan.

Apa Yang Dikatakan, Itu Yang Diperbuat

Ada tiga kata yang menggambarkan pelayanan Yesus semasa hidup-Nya, yakni pengajaran (Teaching), khotbah (Preaching) dan penyembuhan (Healing). Bacaan hari ini juga menceritakan tentang Tuhan Yesus yang melakukan perjalanan ke seluruh wilayah Galilea untuk mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit juga kelemahan (ay.23). Ia memberitakan kerajaan Allah    kepada orang banyak supaya mereka memiliki pemahaman yang baik dan benar (bukan seperti yang disampaikan oleh nabi-nabi palsu yang membalikan kebenaran injil dan mencari kepentingan diri sendiri). Pengajaran atau pemberitaan yang disampaikan oleh Yesus di Galilea disertai pula dengan tindakan melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. Karya Yesus di Galilea itu tersiar sampai  di seluruh daerah Siria, sehingga dibawalah kepada Yesus mereka yang sakit dan sengsara, kerasukan, dan lumpuh untuk disembuhkan (ay.24). Maka makin bertambahlah orang yang mengikuti Yesus, yakni mereka yang datang dari Galilea, Dekapolis, Yerusalem, Yudea dan Yordan (ay.25). Mereka datang untuk melihat, mendengar Yesus mengajar serta untuk mendapatkan apa yang mereka butuhkan dari belas kasih-Nya. Keluarga Kristen juga diajak untuk datanglah kepada Tuhan Yesus mengaku segala dosa dan serahkan semua beban-beban hidup kepada-Nya. Ia akan menyembuhkan dan menyelamatkan hidup kita. Rajinlah membaca Alkitab supaya kita memahami dan hidup sesuai kehendak-Nya. Firman Tuhan adalah pelita dan terang bagi hidup kita (band. Mazmur 119:105). Ingatlah pula bahwa tugas utama orang beriman adalah memberitakan injil kepada dunia.

Doa: Tuhan, kiranya kami menjadi pemberita-pemberita Injil. Amin.

*sumber : SHK bulan Februari 2022

Santapan Harian Keluarga (SHK) 6 – 12 Februari 2022

Tema Mingguan : “Kuasa Yesus Mengubah Hidup”

Minggu, 06 Februari 2022                               

Bacaan : Lukas 5 : 1 – 11

Penjala ikan menjadi penjala manusia
Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. 2 Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. 3 Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. 4 Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." 5 Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." 6 Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. 7 Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. 8 Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa." 9 Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap; 10 demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: "Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia." 11 Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.

Allah Segalanya Bagi Hidupku

Allah harus menjadi yang utama atau segalanya dalam kehidupan kita. Hal ini ditunjukkan oleh Simon ketika ia merelakan dirinya untuk mengikuti kata-kata Yesus yakni bertolak ke tempat yang lebih dalam supaya dapat memperoleh ikan. Perkataan Yesus telah menantang cara berpikir Simon yang selama ini dibangun hanya berdasar atas pengalamannya. Simon pun mengikuti perintah Yesus sekalipun hal tersebut tidak bisa diterima oleh akal sehatnya. Apalagi sepanjang malam ia dan teman-temannya sudah bekerja dan tidak mendapatkan seekor ikan pun. Ada sedikit nada keraguan dari respon Simon, namun akhirnya ia melakukan juga permintaan Yesus, Gurunya itu. Ketaatan Simon pada perkataan Yesus kemudian membawa pada sebuah keajaiban yakni hasil tangkapan yang berlimpah, sehingga membutuhkan para murid Yesus yang lain untuk membantu mengangkut hasil tangkapan tersebut. Banyak orang takjub melihat kejadian tersebut dan timbullah kepercayaan di hati mereka. Kuasa Yesus selain mengubah keyakinan Simon dan kawan-kawannya, juga situasi hidup. Gagal dalam pencarian diubah menjadi sukses besar. Manusia tak selamanya berhasil dalam karier, pekerjaan, pencarian, dan perjuangan. Karena itu hendaklah kisah ini menjadi inspirasi untuk tetap bersandar pada Yesus dan mengandalkan kuasa-Nya yang ajaib itu. Kuasa Yesus mengubah hidup, sehingga sejak saat itu, Simon tidak lagi menjadi penjala ikan, melainkan menjadi penjala manusia.

Kita juga sedang ditantang, beranikah  mengarahkan hati, pikiran dan kehendak pada sabda Allah dengan konsekuensi meninggalkan apa yang merupakan andalan hidup?

Doa: Tuhan berikan kuasa-Mu untuk setia pada perintah-perintah-Mu. Amin.

Senin, 07 Februari 2022

Bacaan : Lukas 8 : 1 – 3

Perempuan-perempuan yang melayani Yesus.
Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia,dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat, Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.

Perempuan – Perempuan Yang Telah Menerima Kuasa Yesus
Perempuan-perempuan yang melayani Yesus adalah orang-orang yang telah mengalami kuasa Yesus. Mereka adalah Maria Magdalena, perempuan yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat, Yohana istri Khuza bendahara Herodes, dan banyak perempuan lain. Respon terhadap kuasa ilahi yang telah mereka alami adalah dengan melayani rombongan Yesus. Perempuan-perempuan tersebut melayani rombongan Yesus dengan kekayaan yang mereka miliki. Kekayaan yang dimaksud disini adalah keuangan, dan seluruh potensi yang dimiliki. Perempuan-perempuan ini melayani Yesus secara total, baik dengan materi maupun tenaga atau seluruh keberadaan. Kehadiran dan penerimaan Yesus terhadap pelayanan mereka membuktikan bahwa misi pelayanan-Nya tidak membedakan strata golongan dan jenis kelamin. Faktanya, dalam kehidupan sosial-budaya saat itu, perempuan dianggap sebagai masyarakat kelas dua. Realitas itu didobrak Yesus, sehingga ketimpangan sosial runtuh. Perempuan-perempuan yang telah menerima sentuhan kasih Yesus itu memperoleh kesempatan untuk melayani-Nya.. Mereka telah mengalami kuasa Yesus yang ajaib. Kuasa tersebut kemudian menjadi daya dorong bagi perempuan itu untuk melayani Yesus. Sama seperti Maria Magdalena dan perempuan-perempuan yang lainnya, marilah kita juga menjadi orang percaya yang termotivasi untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi Tuhan dan banyak orang. Kebaikan Tuhan telah kita terima dengan limpahnya, sehingga layak untuk diteruskan bagi orang lain dan kemuliaan-Nya.

Doa: Tuhan, kuasa-Mu adalah kekuatan hidup, mampukanlah kami untuk semakin rela melayani Engkau .Amin!

Selasa, 08 Februari 2022

Bacaan : Lukas 19 : 1 – 10

Zakheus.
Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu.
Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.
Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek.
Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.
Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu."
Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.
Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa."
Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat."
Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham.
Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."

Kuasa Yesus Mengubah Hidup dan Membawa Keselamatan
Zakheus memiliki kerinduan hati untuk berjumpa dengan Yesus, sehingga berlari mendahului semua orang dan memanjat pohon ara karena badannya pendek. Bukanlah kebetulan bahwa kerinduan hati Zakheus yang hanya mau melihat saja ternyata diintervensi Yesus dengan langsung memanggil nama Zakheus dan menumpang di rumahnya. Misi penyelamatan pun terjadi bagi Zakheus yang dianggap orang berdosa oleh orang banyak karena pekerjaannya sebagai pemungut cukai. Zakheus yang sebelumnya hanya dianggap sebagai orang yang suka menerima dan mengambil, berubah menjadi seseorang yang suka memberi dan mengembalikan kepada sesamanya. Perjumpaan dengan Yesus telah membawa perubahan hidup bagi Zakheus. Bagaimana dengan kita sebagai keluarga Allah, apakah ada perubahan dalam kehidupan kita saat berjumpa dengan Tuhan Yesus? Mungkin tadinya kita menjadi orang-orang yang suka mendukacitakan hati Tuhan dan sesama melalui tutur kata, sikap serta perilaku hidup. Namun kita dapat berubah menjadi anak-anak Tuhan yang bersikap manis dalam tutur kata serta perilaku hidup yang menyenangkan hati Tuhan dan sesama, jika kita juga sungguh-sungguh mau memberi hidup. Kita percaya semuanya itu akan terwujud atas campur tangan Tuhan, di saat hati kita terbuka untuk dituntun oleh Roh Kudus. Tak ada seorang dari kita yang luput dari kesalahan atau dosa. Namun Tuhan Allah kita senantiasa berkehendak baik dan campur tangan untuk mengubah hidup menjadi berkenan pada-Nya. Ia menghendaki umat-Nya mengalami pertobatan dan selamat, bukan kebinasaan.

Doa: Tuhan Yesus ubahlah hati dan hidup kami seturut kehendak-Mu. Amin.


Rabu, 09 Februari 2022

Bacaan : Yohanes 8 : 2 – 11

Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka.
Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah. Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah
lalu berkata kepada Yesus: "Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah.
Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?"
Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah.
Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu."
Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah.
Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.
Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?"
Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."

Kuasa Yesus Memberi Pengampunan
Betapa bahagianya perempuan yang kedapatan berbuah zinah saat diancam hukuman dilempari dengan batu sesuai dengan hukum Taurat, namun mendapat pengampunan dari Tuhan Yesus. Perempuan ini dibawa oleh orang-orang yang punya tujuan untuk menjebak Yesus dengan pilihan kalau Yesus setuju menghukum perempuan tersebut, maka Yesus akan dinilai tidak mempunyai kasih. Sebaliknya, kalau Yesus melarang maka Yesus melanggar hukum Taurat. Maksud jahat orang-orang tersebut telah diketahui oleh Yesus dan Ia menanggapi mereka dengan menulis di tanah. Namun karena terus didesak akhirnya Yesus mengatakan bahwa barangsiapa yang tidak berdosa dialah yang pertama melempari perempuan itu dengan batu. Atas jawaban Tuhan Yesus itu maka mereka satu persatu meninggalkan Tuhan Yesus sendiri bersama dengan perempuan berzinah itu. Yesus menanyakan di mana mereka dan apakah tidak ada yang menghukumnya? Perempuan itu menjawab “tidak ada”. Yesus kemudian menyampaikan kepada perempuan yang berzinah itu bahwa Ia juga tidak menghukumnya, tetapi perempuan tersebut tidak boleh mengulangi perbuatannya lagi. Pengampuan dari Tuhan Yesus menjadi jalan bagi perempuan dimaksud untuk memulai hidup baru. Demikian juga seharusnya dengan kita yang telah menikmati kasih dan pengampunan Tuhan Yesus melalui pengorban-Nya di kayu salib. Janganlah kita menyia-nyiakannya dengan sikap dan perilaku hidup dalam dosa dan kecemaran. Namun, hiduplah baru dengan pengampunan yang telah diperoleh.

Doa: Tuntunlah kami ya Tuhan dengan kuasa Roh Kudus agar kami menjauhi perbuatan dosa. Amin.

Kamis, 10 Februari 2022

Bacaan : Yohanes 4 : 27 – 42

Pada waktu itu datanglah murid-murid-Nya dan mereka heran, bahwa Ia sedang bercakap-cakap dengan seorang perempuan. Tetapi tidak seorang pun yang berkata: "Apa yang Engkau kehendaki? Atau: Apa yang Engkau percakapkan dengan dia?" Maka perempuan itu meninggalkan tempayannya di situ lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang yang di situ:"Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?"Maka mereka pun pergi ke luar kota lalu datang kepada Yesus. Sementara itu murid-murid-Nya mengajak Dia, katanya: "Rabi, makanlah." Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Pada-Ku ada makanan yang tidak kamu kenal."Maka murid-murid itu berkata seorang kepada yang lain: "Adakah orang yang telah membawa sesuatu kepada-Nya untuk dimakan?"Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai.Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita.Sebab dalam hal ini benarlah peribahasa: Yang seorang menabur dan yang lain menuai.Aku mengutus kamu untuk menuai apa yang tidak kamu usahakan; orang-orang lain berusaha dan kamu datang memetik hasil usaha mereka."Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi: "Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat."Ketika orang-orang Samaria itu sampai kepada Yesus, mereka meminta kepada-Nya, supaya Ia tinggal pada mereka; dan Ia pun tinggal di situ dua hari lamanya.Dan lebih banyak lagi orang yang menjadi percaya karena perkataan-Nya, dan mereka berkata kepada perempuan itu: "Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia.

Kuasa Yesus Memberi Hidup Baru
Perempuan Samaria yang berjumpa dengan Yesus di sebuah sumur saat ia datang hendak menimba air merupakan kelompok masyarakat yang terpinggirkan dalam strata masyarakat Yahudi pada waktu itu. Apalagi dengan status rumah tangganya yang kawin cerai sampai 5 kali membuatnya tidak layak dalam pandangan hidup bermasyarakat. Hal ini dibuktikan saat ia datang menimba air pukul 12 siang dalam situasi sepi dan tidak ada orang yang melihatnya. Namun, perjumpaan dengan Yesus mengubah hidup perempuan ini dengan pernyataan imannya kepada Tuhan Yesus sebagai Mesias Anak Allah (ay.19;25). Menarik dari kesaksian ini bahwa berkat hidup baru bagi perempuan Samaria yang berjumpa dengan Yesus tidak hanya diklaim atau ditutupi untuk dirinya sendiri, namun ia pergi menyampaikan dan memberitakannya kepada semua orang Samaria di kota itu (ay.39). Sebuah perubahan yang penting dan mendasar dalam kehidupan perempuan Samaria ini saat berjumpa dengan Yesus. Bagaimana dengan kita sebagai keluarga Kristen, papa, mama dan anak-anak? Apakah perjumpaan dengan Tuhan Yesus melalui doa kita serta ibadah setiap hari dan setiap saat membuat kita bersemangat dan sukacita untuk menyampaikan kepada semua orang yang belum mengenal dan percaya kepada Tuhan Yesus melalui sikap dan perilaku hidup yang selalu menyenangkan hati Tuhan dan sesama? Mintalah tuntunan Roh Kudus supaya kita mampu melakukannya.

Doa: Mampukan kami ya Tuhan dengan kuasa Roh KudusMu agar kami dapat memberitakan tentang Tuhan bagi semua orang. Amin.-

Jumat, 11 Februari 2022

Bacaan : Kisah Para Rasul 9 : 1 – 19a

Saulus Bertobat.
Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar,
dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem.
Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia.
Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: "Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?"
Jawab Saulus: "Siapakah Engkau, Tuhan?" Kata-Nya: "Akulah Yesus yang kauaniaya itu.
Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat."
Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang juga pun.
Saulus bangun dan berdiri, lalu membuka matanya, tetapi ia tidak dapat melihat apa-apa; mereka harus menuntun dia masuk ke Damsyik.
Tiga hari lamanya ia tidak dapat melihat dan tiga hari lamanya ia tidak makan dan minum.
Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias. Firman Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan: "Ananias!" Jawabnya: "Ini aku, Tuhan!"
Firman Tuhan: "Mari, pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus yang bernama Saulus. Ia sekarang berdoa,
dan dalam suatu penglihatan ia melihat, bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangannya ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi."
Jawab Ananias: "Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyaknya kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem.
Dan ia datang ke mari dengan kuasa penuh dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang memanggil nama-Mu."
Tetapi firman Tuhan kepadanya: "Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel.
Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku."
Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: "Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus."
Dan seketika itu juga seolah-olah selaput gugur dari matanya, sehingga ia dapat melihat lagi. Ia bangun lalu dibaptis.
Dan setelah ia makan, pulihlah kekuatannya. 

Kuasa Yesus Membawa Pertobatan
Rasul Paulus, seorang rasul yang besar dalam jamannya, mempunyai sejarah perjalanan hidup yang mengalami perubahan secara radikal saat berjumpa dengan Tuhan Yesus di depan pintu kota Damsyik. Sebelum perjumpaan dengan Tuhan Yesus, Saulus (nama awalnya) dengan keras memperjuangkan dan mempertahankan tradisi keyahudiannya. Saulus menjadi penggerak untuk menangkap dan membunuh setiap orang Kristen mula-mula yang percaya kepada Tuhan Yesus. Sepak terjangnya terus berlanjut dengan meminta surat kuasa untuk pergi ke majelis Yahudi di Damsyik dengan tujuan menangkap orang Kristen dan membawa mereka ke Yerusalem untuk dibunuh. Niat hati dan tindakan Saulus pun menjadi hancur lembur saat cahaya kemuliaan Tuhan menyinarinya. Saulus rebah ke tanah dan tidak dapat melihat apa-apa. Ia hanya mendengar suara Tuhan dari Sorga yang bertanya mengapa ia menganiaya Tuhan? Perjumpaan dengan Tuhan Yesus mengubah seluruh hidup Saulus. Namanya kemudian disebut Paulus. Seorang penghambat pekerjaan Tuhan menjadi seorang pelayan dan pekabar injil Tuhan. Kesaksian inipun menjadi kekuatan bagi kita sebagai keluarga Kristen baik orang tua maupun anak-anak untuk setia dan taat dalam tugas dan tanggung jawab pelayanan serta kesaksian kita sebagai orang percaya. Kita mesti yakin bahwa sekeras atau sejahat apapun seseorang, ia pasti akan dapat diubah dan bertobat atas campur tangan Tuhan. Itulah sebabnya pentingnya perjumpaan dengan Tuhan melalui tuntunan Roh Kudus untuk melakukan perintah dan kehendak Tuhan sebagai bagian dari pemberitaan Injil Tuhan.

Doa: Terima kasih Tuhan atas perjumpaan yang selalu membawa pembaruan dan pertobatan dalam hidup kami. Amin.-

Sabtu, 12 Februari 2022

Bacaan : Kisah Para Rasul 11 : 19 – 21

Paulus dan Barnabas ke Anthiokia
Sementara itu banyak saudara-saudara telah tersebar karena penganiayaan yang timbul sesudah Stefanus dihukum mati. Mereka tersebar sampai ke Fenisia, Siprus dan Antiokhia; namun mereka memberitakan Injil kepada orang Yahudi saja. Akan tetapi di antara mereka ada beberapa orang Siprus dan orang Kirene yang tiba di Antiokhia dan berkata-kata juga kepada orang-orang Yunani dan memberitakan Injil, bahwa Yesus adalah Tuhan.Dan tangan Tuhan menyertai mereka dan sejumlah besar orang menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan.

Kuasa Yesus Memberi Keberanian Untuk Bersaksi
Semakin dibabat semakin merambat, istilah ini menggambarkan proses hidup tumbuhan alang-alang. Istilah inipun dapat dipakai untuk melukiskan situasi dan kondisi penyebaran injil Kristus oleh para rasul dan orang percaya pada masa gereja mula-mula. Tidak sedikit tantangan bahkan penganiayaan yang dialami oleh persekutuan orang percaya dalam memberikan injil Kristus kepada dunia dan semua orang yang belum percaya. Namun, semangat untuk menyaksikan tentang Yesus adalah Tuhan dan Mesias Anak Allah terus dilakukan oleh para murid dengan tidak rasa takut dan gentar. Para murid dan orang percaya dengan yakin dan berani menyampaikan kabar sukacita dan keselamatan karena tangan Tuhan yang tak kelihatan selalu menuntun, menyertai dan memberkati mereka. Para rasul menghadapi tantangan bahkan ancaman namun situasi tersebut tidak menyurutkan semangat dan keberanian mereka untuk memberikan injil Kristus bagi dunia. Apa yang mereka alami, lakukan dan saksikan ini tentunya menjadi teladan bagi mereka yang belum percaya untuk menerima dan percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Sebuah teladan yang baik juga untuk kita sebagai keluarga Kristen di tengah tantangan bahkan ancaman hidup sekarang ini. Terkadang situasi dan kondisi yang sulit membuat kita takut juga malu untuk memberitakan tentang Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Untuk itu, andalkanlah kuasa Roh Kudus agar kita tetap semangat dan berani untuk memberitakan tentang Tuhan Yesus bagi semua orang yang belum percaya.

Doa: Roh Kudus tuntun kami untuk semangat dan berani memberitakan tentang Tuhan Yesus bagi dunia ini. Amin.-

*SUMBER : SHK BULAN FEBRUARI 2022 LJP-GPM

Tim SARFIS Melaporkan Hasil Kerja Sepanjang 2021 kepada MJ Silo

Ambon, 1 Februari 2022

Dalam tata pelayanan Gereja Protestan Maluku (GPM), Persidangan Jemaat adalah forum legislatif tingkat jemaat yang sekaligus forum pengambilan keputusan tertinggi. Dalam Sidang Jemaat, baik Majelis Jemaat maupun badan-badan pembantu wajib mempertanggung jawabkan kerja pelayanan yang telah dilakukan sepanjang tahun pelayanan berlalu, dalam hal ini tahun 2021.

Penandatanganan Berita Acara Serah Terima, pada Peresmian Rumah Pastori 5 (12/04/2021)

Tim Sarana Fisik Jemaat GPM Silo sebagai Badan Pembantu yang dibentuk berdasarkan Keputusan Mejelis Jemaat GPM Silo No. 07/SKEP/KKA – JSO/D.14/7/2020 Tertanggal 11 Juli 2020 Tentang Pembentukan Badan – Badan Pemberita Pelayanan Majelis Jemaat GPM Silo Periode Tahun 2020 – 2025, berkewajiban juga menyampaikan laporan hasil kerja nya sepanjang 2021.

Dalam laporannya, Tim Sarana Fisik yang diketuai oleh Pak Boy Kaya itu menyampaikan sejumlah capaian kerja fisik antara lain :

  1. Pengadaan dan Renovasi Rumah Pastori 5 (selesai 100%, diresmikan pada 12 April 2021)
  2. Pengadaan dan pemasangan lambang ayam (selesai 100% pada tanggal 14 Mei 2021)
  3. Renovasi Rumah Pastori 3 dan Pastori 4 (selesai 100%, Pengecatan Dinding dan Plafon di kedua pastori, serta Pergantian Tegel pada Pastori 4, Mei-Juni 2021)
  4. Memperbaiki atap dan plafon gedung gereja Silo (selesai 100%, pada Bulan Okt-Nov 2021)
  5. Memperbaiki Atap Dak Beton Lt 2 Gereja Silo, bag. Ruang Konsistori (selesai 100%, melalui Dinas PUPR Prov Maluku, Oktober 2021)
  6. Renovasi Lesa dan Mimbar gedung Gereja Silo (selesai 100%, pada 29 November 2021)
  7. Finishing Taman Gereja/Kolam (Selesai 95%, tanggal 20 Desember 2021, masih tersisa pemasangan patung malaikat pada sisi kolam)
Perbaikan Tegel pada Pastori 4

Tim juga menginformasikan posisi keuangan pendapatan dan belanja Tim sepanjang 2021, yaitu sisi pendapatan sebesar Rp.916.670.484,- dan sisi belanja sebesar Rp.722.370.361,- sehingga saldo kas per 31 Desember 2021 adalah sebesar Rp.194.300.123,-

Adapun sumber-sumber pembiayaan yang menyumbangkan pendapatan Tim berasal dari :

  1. Saldo Awal (pemindahbukuan dari Rekening Tim Sarana Fisik 2015 – 2020 kepada Rekening Tim Sarana Fisik Periode 2020 – 2025)
  2. Peti Sarana Fisik
  3. Donatur
  4. Sampul Sehari Berkorban
  5. Hibah dari Pemerintah Provinsi Maluku (Uang Tunai)
  6. Hibah dari Pemerintah Provinsi Maluku (Phisik)
  7. Penerimaan lain-lain.

Ketika ditanyakan apa saja program kerja yang dirancang untuk tahun 2022, selain melaksanakan hasil persidangan jemaat dan koordinasi dengan MJ Silo, Tim sendiri berkeinginan kuat melakukan pengadaan Pastori Baru Jemaat Silo, mengingat ke depan kebutuhan Rumah Pastori sebagai sarana domisili bagi Pendeta Jemaat masih kurang.

soal pengadaan rumah pastori baru, kami tetap mengacu pada hasil sidang jemaat, bila diperintahkan untuk pengadaan, maka sebagai tim kami akan bekerja maksimal mengupayakannya..” ungkap Kaya.

Adapun kompisisi Tim Sarana Fisik Jemaat GPM Silo adalah sebagai berikut :

Ketua                           :   Bpk Dominggus N. Kaya

Wakil Ketua                :   Bpk Selvio A. E. Aipassa

Sekretaris                   :   Bpk J. W. Christian Huwae

Bendahara                  :   Bpk Hendry Kastanya

Seksi Usaha Dana      :   Bpk Stanford B. Gaspersz

:   Bpk Danny Boyke Lekahena

:   Ibu Syane Talabessy / T

:   Ibu Non Akerina

:   Ibu Tesa Ayal

:   Ibu Agustina Josiaz

:   Ibu Ata Leatemia

Seksi Teknis                :   Bpk Christian P. Sipahelut

:   Bpk Izack Dagang

:   Bpk Ivan Ahar

:   Bpk Alex Lopulalan

*(admin)

Santapan Harian Keluarga, 30 Jan – 5 Feb 2022

Tema Mingguan : ” Berpegang Teguh Dan Bertumbuh Dalam Tuhan

Minggu, 30 Januari 2022                              

bacaan : 2 Petrus 3 : 17 – 18

Penutup
17 Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, kamu telah mengetahui hal ini sebelumnya. Karena itu waspadalah, supaya kamu jangan terseret ke dalam kesesatan orang-orang yang tak mengenal hukum, dan jangan kehilangan peganganmu yang teguh. 18 Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.

Tetaplah Waspada

Akibat fatal dari wabah virus Corona, mengharuskan kita sebagai manusia untuk tetap taat pada protokoler kesehatan yang ditetapkan pemerintah antara lain menjaga jarak, memakai masker dan rajin mencuci tangan. Hal tersebut wajib di lakukan sebagai bentuk kewaspadaan terhadap virus yang mematikan itu. Namun, waspada tidak hanya diperlukan untuk hal-hal yang bersifat jasmani saja melainkan juga yang bersifat rohani seperti yang disampaikan rasul Petrus dalam bacaan kita hari ini. Ia mau menyampaikan tentang pentingnya kewaspadaan di dalam hidup dengan tujuan agar penerima suratnya yang kedua pada saat itu, tetap berjaga-jaga terhadap pengajaran-pengajaran sesat yang akan menjauhkan mereka dari kasih karunia serta pengenalan akan Allah. Pesan yang disampaikan  oleh rasul Petrus tersebut mengajarkan kita juga untuk tetap waspada menghadapi berbagai macam tantangan hidup. Sebab seringkali berbagai tantangan dan persoalan hidup mempengaruhi iman atau percaya bahkan menjauhkan kita dari kasih karunia serta pengenalan akan Allah. Oleh sebab itu, kita perlu membentengi diri dengan cara mengenal dan mematuhi perintah Allah melalui kebenaran Firman-Nya. Seperti yang disampaikan pemazmur bahwa, Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku (Mazmur 119:105). Dengan berpegang teguh pada Firman Tuhan kita dimampukan, dikuatkan bahkan akan terus bertumbuh dalam iman. Jadikan Firman Tuhan sebagai sandaran orang percaya dan tetaplah berdoa kepada Allah yang mampu menolong kita menjalani hari-hari hidup yang penuh dengan berbagai pencobaan. Tetaplah waspada sebab iblis mempunyai seribu macam cara untuk menjatuhkan dan menjauhkan kita dari kasih Kristus.

Doa:  Ya Tuhan, mampukan kami untuk tetap berpegang pada Firman-Mu yang menuntun hidup kami. Amin.

Senin, 31 Januari 2022                                       

bacaan : 1 Petrus 2 : 2 – 3

2 Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan, 3 jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan.

Firman-Mu Peganganku

Baca kitab suci doa tiap hari kalau mau tumbuh, merupakan penggalan syair lagu sekolah minggu yang tak asing lagi di pendengaran kita. Penggalan syair lagu ini mau menyampaikan tentang pentingnya membaca kitab suci dan berdoa yang mampu menumbuhkan iman di dalam Tuhan. Hal seperti inilah yang dimaksudkan oleh rasul Petrus dalam bacaan kita hari ini. Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni…..(ay 2) merupakan metafora merujuk pada pertobatan manusia yang membutuhkan pengenalan serta pemahaman tentang Firman Allah. Sebab dengan pengenalan akan Firman Allah yang sunguh-sungguh, manusia dapat bertumbuh, mengenali dan memahami kehendak Tuhan. Sebagai manusia, kita tidak terlepas dari berbagai perbuatan dosa baik lewat tutur kata, sikap maupun perbuatan. Akan tetapi kebenaran Firman Tuhan saat ini mengajarkan kepada kita yang mau bertobat dan kembali ke jalan yang benar tentang pentingnya hidup menurut Firman Allah. Orang yang hidup dalam Firman adalah dia yang tidak hanya rindu menambahkan pengetahuan Alkitab tetapi rindu melakukannya, sehingga hidupnya semakin berkenan kepada Tuhan. Sama seperti seorang bayi yang membutuhkan air susu yang murni, begitu pula dengan kita yang membutuhkan Firman Tuhan untuk terus bertumbuh di dalam iman kepada Tuhan Yesus Kristus. Jadikan hati kita sebagai tanah yang subur supaya ketika benih yang tidak fanah ditaburkan dapat berakar, bertumbuh dan menghasilkan buah. Selamat mengakhiri bulan ini dan memasuki bulan baru serta menjadi pelaku Firman.

Doa:  Tuhan Yesus, tolong kami supaya memegang erat Firman-Mu dalam hati kami serta menjadi pelaku-pelaku Firman. Amin.

Selasa, 1 Februari 2022

Bacaan : 2 Timotius 1 : 13

Peganglah segala sesuatu yang telah engkau dengar dari padaku sebagai contoh ajaran yang sehat dan lakukanlah itu dalam iman dan kasih dalam Kristus Yesus.

Jadilah Pengikut Kristus yang Setia

Minggu ini hendaklah dijalani dengan tetap bersyukur dan berpegang teguh serta bertumbuh dalam Tuhan. Tema bulannya adalah Kuasa Yesus Menghidupkan. Rasul Paulus terbukti mampu memberitakan injil dengan berani dan setia sampai akhir hidupnya karena pengaruh dari kuasa Yesus yang menghidupkan. Berdasar pada pengalaman iman yang luar biasa ini, Paulus kemudian menasihati, memperingati dan mendorong Timotius untuk meneladani dirinya. Timotius diminta untuk terus bersaksi tentang Yesus walaupun sedang mengalami situasi hidup yang tidak mudah. Permintaan ini didasarkan pada anggapan Paulus bahwa Timotius adalah “seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus” (2:1-3). Seorang prajurit pasti memiliki kualitas kesetiaan yang tinggi. Timotius harus menjadi pengikut Yesus yang baik. Ia juga diminta untuk mengajar jemaat sesuai dengan ajaran yang telah diajarkan Paulus kepadanya. Kiranya pesan kesetiaan ini menjadi milik kita agar layak menjalani hidup sebagai pengikut Yesus yang baik. Terutama ketika menghadapi masa hidup yang sulit. Janganlah tergoda untuk berpaling dari kebenaran injil dan tetaplah setia dalam iman serta bersabar menanggung penderitaan. Jalanilah bulan ini sebagai kesempatan menjadi pengikut Kristus yang baik.

Doa: Ya Tuhan, tolonglah agar kami tetap menjadi pengikut-Mu yang setia. Amin.

Rabu, 02 Februari 2022                           

bacaan : 2 Tesalonika 2 : 15 – 17

15 Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, maupun secara tertulis. 16 Dan Ia, Tuhan kita Yesus Kristus, dan Allah, Bapa kita, yang dalam kasih karunia-Nya telah mengasihi kita dan yang telah menganugerahkan penghiburan abadi dan pengharapan baik kepada kita, 17 kiranya menghibur dan menguatkan hatimu dalam pekerjaan dan perkataan yang baik.

Penghiburan dan Kekuatan adalah Anugerah Tuhan

Gagasan teologi yang utama dari teks hari ini adalah kedatangan Yesus yang kedua. Orang percaya diminta untuk tidak meragukannya, sebab sejak permulaan, mereka telah dipilih Allah untuk diselamatkan. Keyakinan orang percaya terkadang goyah bila diperhadapkan dengan kesukaran atau tawaran serta pilihan hidup tertentu. Oleh sebab itu keyakinan Paulus ini tetap relevan untuk dijadikan sandaran beriman dewasa ini. Kita sedang menjalani masa hidup di antara Yesus yang telah naik ke sorga dan akan datang pada kedua kalinya. Kemungkinan menghadapi hal yang mengguncang iman selalu terbuka. Karena itu turutilah nasihat Paulus: Berdirilah teguh dan berpegang pada ajaran Kristen atau kesaksian Alkitab. Rajinlah membaca Alkitab agar jalan hidupmu diterangi Firman Allah.  Takutlah akan Tuhan dan hiduplah dalam cinta kasih serta kepedulian seorang akan yang lainnya. Allah, Bapa kita akan senantiasa menganugerahkan penghiburan dan kekuatan sehingga setiap keberadaan menjadi berarti. Keberadaan menjadi berarti karena hati kita dikuatkan dan dimampukan untuk melakukan pekerjaan serta mengucapkan perkataan yang baik. Hidup adalah anugerah Tuhan untuk dijadikan sebagai kesempatan bekerja. Pilihlah melakukan pekerjaan yang baik, sebab untuk hal itulah Tuhan pasti menganugerahkan penghiburan dan kekuatan. Akhirnya ucapkanlah perkataan yang baik agar Tuhan dimuliakan.

Doa: Kami bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau menganugerahkan kekuatan dan penghiburan. Amin.

Kamis, 03 Februari 2022                       

bacaan : Pengkhotbah 12 : 9 – 14

Akhir kata

9 Selain Pengkhotbah berhikmat, ia mengajarkan juga kepada umat itu pengetahuan. Ia menimbang, menguji dan menyusun banyak amsal. 10 Pengkhotbah berusaha mendapat kata-kata yang menyenangkan dan menulis kata-kata kebenaran secara jujur. 11 Kata-kata orang berhikmat seperti kusa dan kumpulan-kumpulannya seperti paku-paku yang tertancap, diberikan oleh satu gembala. 12 Lagipula, anakku, waspadalah! Membuat banyak buku tak akan ada akhirnya, dan banyak belajar melelahkan badan. 13 Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang. 14 Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat.

Orang Berhikmat Takut Akan Allah

Teks bacaan hari ini disebut sebagai kesimpulan atau akhir kata kitab Pengkhotbah. Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takut akan Allah dan berpegang pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang (ayat 13). Setiap orang termasuk para pemuda, haruslah takut akan Allah dan berpegang pada perintah-Nya. Menaati Allah merupakan bukti terbaik kebijakan seseorang. Karena itu sebaiknya dilakukan sejak masih muda. Manusia, terutama orang muda harus menjalani hidup dengan bijak agar terhindar dari kesia-siaan. Itulah sebabnya dalam ayat 12 bacaan kita disebutkan: Lagipula, anakku, waspadalah! Membuat banyak buku tak akan ada akhirnya, dan banyak belajar melelahkan badan. Pernyataan pengkhotbah ini jangan sampai keliru dimengerti. Ia tidak bermaksud mengatakan bahwa orang muda tak perlu membuat buku dan belajar. Membuat buku dan belajar penting bagi orang muda, tetapi jauh lebih penting dari semua itu adalah takut akan Tuhan. Kita diminta untuk membuat tulisan yang berkualitas tentang hidup, sehingga dengannya Tuhan dimuliakan. Belajar itu penting dan karenanya harus dilakukan dengan berhikmat, agar terhindar dari mempelajari hal yang tidak berfaedah atau merusak hidup. Ingatlah bahwa segala sesuatu tentang hidup pada dasarnya adalah menghormati dan menaati Allah. Menghormati dan menaati Allah adalah ciri orang berhikmat. Perkataan mereka  bagaikan kusa dan paku. Maksudnya “menancap” atau “tertanam” dengan kuat pada orang yang mendengarnya. Perkataan orang berhikmat bukan “kosong” dan berlalu begitu saja, tetapi bermakna bagi hidup. Berusahalah untuk menjadi orang muda yang demikian.

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk takut padaMu. Amin.

Jumat, 04 Februari 2022                                

bacaan : Efesus 4 : 11 – 16

11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, 12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, 13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, 14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, 15 tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. 16 Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, --yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota--menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.

Bertumbuh Ke Arah Kristus

Keutuhan merupakan unsur penting yang menentukan pertumbuhan jemaat. Hal inilah yang dimaksudkan Paulus sebagaimana tersebut dalam bacaan hari ini. Ia mendorong jemaat di Efesus untuk hidup bersatu dan melayani seluruh tubuh Kristus atau jemaat. Pelayanan dalam jemaat harus dilakukan dengan cara memanfaatkan karunia-karunia khusus yang telah dianugerahkan oleh Kristus. Rasul Paulus meyakini bahwa Kristuslah yang memilih sejumlah orang untuk melakukan tugas-tugas khusus. Mereka itu adalah rasul, nabi, pemberita injil, gembala, dan pengajar. Orang-orang yang diberikan karunia khusus ini bekerja untuk memastikan bahwa iman seluruh jemaat mengalami pertumbuhan. Arah dan tujuan pertumbuhan itu adalah teguh berpegang pada kebenaran di dalam kasih. Inilah yang dimaksudkan dengan bertumbuh ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. Kesaksian Paulus ini menegaskan beberapa hal pokok untuk dijadikan sebagai pegangan hidup bagi orang beriman. Pertama, hiduplah dalam keutuhan sebagai sebuah keluarga kemudian di kehidupan berjemaat. Keluarga dan jemaat Kristen haruslah hidup dalam keutuhan bukan perpecahan. Keutuhan adalah kekuatan hidup yang memungkinkan bertumbuhnya karunia atau potensi yang dimiliki oleh masing-masing orang. Kedua, tetaplah beriman, terutama ketika menghadapi masa hidup yang sulit. Caranya adalah berserah dengan sungguh kepada-Nya, belajarlah memahami kehendak-Nya, dan jalanilah hidup dalam ketaatan. Ketiga, hendaklah setiap orang mengasihi seorang akan yang lainnya. Demikianlah caranya kita mengusahakan hidup berkenan kepada Kristus, Sang Kepala.

Doa: Ya Tuhan, kiranya hidup kami bertumbuh ke arah kepenuhan kasih karunia-Mu. Amin.  

Sabtu, 05 Februari 2022                          

bacaan : 1 Tesalonika 5 : 21 – 22

21 Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik. 22 Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan.

Ujilah Segala Hal dan Peganglah Yang Baik

Pribadi, keluarga dan jemaat Kristen hendaknya menjalani keberadaan dengan prinsip: berpegang teguh dan bertumbuh dalam Tuhan. Prinsip ini sejalan dengan gagasan Paulus sebagaimana tersebut dalam teks hari ini. Berpegang teguh dan bertumbuh dalam Tuhan hanya mungkin dialami bila seseorang menguji segala sesuatu dan memegang yang baik. Segala sesuatu yang didengar, dilihat dan dialami baik berupa informasi maupun peristiwa haruslah diuji. Pengujian perlu untuk memastikan apakah terdapat manfaat atau kebaikan padanya. Hidup perlu dijalani dengan berhati-hati atau mewaspadai segala sesuatu agar terhindar dari dialaminya keburukan. Ujilah segala sesuatu dengan Firman Tuhan, sehingga baik dan buruknya informasi atau peristiwa dalam keseharian kita dapat menjadi jelas. Pastikanlah bahwa semua yang dialami itu berkenan pada Tuhan dan bermanfaat bagi kita. Jika tidak terbukti demikian, hindarilah atau janganlah berpegang padanya. Kita juga diminta untuk menjauhkan diri dari segala jenis kejahatan. Manusia memiliki kecenderungan bertindak tidak sesuai dengan kehendak Allah. Ingatlah bahwa kecenderungan untuk berbuat jahat diakui sebagai sesuatu yang mendasar dalam keadaan manusia. Kejahatan terdapat dalam kehendak manusia tetapi juga dapat berwujud dalam bentuk cinta uang secara berlebihan, karena itu sebaiknya dijauhkan. Uang memang diperlukan selama kita hidup, tetapi bukan untuk dicintai secara berlebihan. Bagaimana pun bermanfaatnya uang itu, janganlah karenanya Tuhan sumber berkat dilupakan. Bergantunglah pada-Nya, maka hidupmu pasti diberkati. 

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk memegang yang baik. Amin.

*SUMBER : SHK JANUARI-FEBRUARI 2022; LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 23 – 29 Januari 2022

Tema Mingguan : ” Ceritakanlah Kemuliaan Allah

Minggu, 23 Januari 2022                            

bacaan : Mazmur 19 : 1 – 15

Kemuliaan TUHAN dalam pekerjaan tangan-Nya dan dalam Taurat-Nya
Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. (19-2) Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya; 2 (19-3) hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam. 3 (19-4) Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar; 4 (19-5) tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi. Ia memasang kemah di langit untuk matahari, 5 (19-6) yang keluar bagaikan pengantin laki-laki yang keluar dari kamarnya, girang bagaikan pahlawan yang hendak melakukan perjalanannya. 6 (19-7) Dari ujung langit ia terbit, dan ia beredar sampai ke ujung yang lain; tidak ada yang terlindung dari panas sinarnya. 7 (19-8) Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman. 8 (19-9) Titah TUHAN itu tepat, menyukakan hati; perintah TUHAN itu murni, membuat mata bercahaya. 9 (19-10) Takut akan TUHAN itu suci, tetap ada untuk selamanya; hukum-hukum TUHAN itu benar, adil semuanya, 10 (19-11) lebih indah dari pada emas, bahkan dari pada banyak emas tua; dan lebih manis dari pada madu, bahkan dari pada madu tetesan dari sarang lebah. 11 (19-12) Lagipula hamba-Mu diperingatkan oleh semuanya itu, dan orang yang berpegang padanya mendapat upah yang besar. 12 (19-13) Siapakah yang dapat mengetahui kesesatan? Bebaskanlah aku dari apa yang tidak kusadari. 13 (19-14) Lindungilah hamba-Mu, juga terhadap orang yang kurang ajar; janganlah mereka menguasai aku! Maka aku menjadi tak bercela dan bebas dari pelanggaran besar. 14 (19-15) Mudah-mudahan Engkau berkenan akan ucapan mulutku dan renungan hatiku, ya TUHAN, gunung batuku dan penebusku.

Berani Bersaksi, Nyatakan Kemuliaan Allah

Pemazmur punya cara memperkenalkan Allah, kemuliaan Allah sungguh Agung. Kemuliaan Allah, di dapati pada karya tangan-Nya terhadap alam. Mengukur kebesaran Allah lihatlah pada langit dan cakrawala, bagaimana gugusan-gugusan alam semesta begitu indah. Matahari, bulan dan bintang memberi sinar sesuai porsi waktu. Air dan darat dipisahkan dengan peran yang indah, makin kita menelusuri alam makin kita terkagum-kagum akan kebesaran Tuhan. Malam datang, kemudian pagi setelah pagi ada siang, senja lalu kembali malam. Semua berjalan sesuai urutan waktu yang indah. Perbedaan waktu di hampir seluruh bumi dirancang oleh Tuhan agar semua umat mengagumi kebesaran-Nya. John Ernest, seorang yang menginjakkan kaki di bulan, ia juga merupakan manusia pertama yang mengendarai mobil di bulan. Memberi kesaksian, saat ia menginjakkan kaki di bulan, ia langsung berdoa dan di bulan pun ia bertobat. Setiap kita punya pengalaman iman yang berbeda dalam hidup dan kebaikan Tuhan selalu dinyatakan berbeda-beda untuk setiap pribadi, karena keragaman itulah yang membuat kita semakin bertumbuh dan kesaksian atau cerita itu menguatkan, jangan malu untuk menceritakan kebaikan Tuhan dalam hidup kita kepada orang banyak karena melaluinya kita bisa menguatkan orang lain dalam iman dan nama Tuhan dimuliakan. Jadi marilah nyatakan kemuliaan Allah melalui kesaksian kita.

Doa:  Tuhan, Mampukan aku untuk berani bersaksi menceritakan kemuliaan-Mu dan menjadi terang untuk mereka. Amin.

Senin, 24 Januari 2022                           

bacaan : 1 Tawarikh 16 : 7 – 18

Nyanyian puji-pujian Daud
7 Kemudian pada hari itu juga, maka Daud untuk pertama kali menyuruh Asaf dan saudara-saudara sepuaknya menyanyikan syukur bagi TUHAN: 8 Bersyukurlah kepada TUHAN, panggillah nama-Nya, perkenalkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa! 9 Bernyanyilah bagi-Nya, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib! 10 Bermegahlah di dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersukahati orang-orang yang mencari TUHAN! 11 Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu! 12 Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya, mujizat-mujizat-Ny dan penghukuman-penghukuman yang diucapkan-Nya, 13 hai anak cucu Israel, hamba-Nya, hai anak-anak Yakub, orang-orang pilihan-Nya! 14 Dialah TUHAN, Allah kita, di seluruh bumi berlaku penghukuman-Nya. 15 Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya, akan firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan, 16 yang diikat-Nya dengan Abraham, dan akan sumpah-Nya kepada Ishak, 17 diadakan-Nya bagi Yakub menjadi ketetapan, bagi Israel menjadi perjanjian kekal, 18 firman-Nya: "Kepadamu akan Kuberi tanah Kanaan sebagai milik pusaka yang ditentukan bagimu."

Bercerita Melalui Nyanyian

Memperkenalkan perbuatan-Nya artinya memberitahukan agar semua orang tahu tentang perbuatan Allah. Memperkenalkan juga berarti mempromosikan Tuhan kepada orang lain dan hidup kita adalah untuk mempromosikan perbuatan Tuhan. Untuk dapat mempromosikan sesuatu harus ada sumber atau buktinya. Begitu juga ketika kita mempromosikan Tuhan, kita harus memiliki bukti atau sumber yang dapat dipercaya dan sumber promosi itu diri kita sendiri. Saat Tuhan diperkenalkan, kehidupan kita juga harus menunjukkan  keberadaan sebagai orang percaya supaya orang lain pun memuliakan Tuhan. Daud dengan nyanyiannya mengundang umat Tuhan untuk memuji kebesaran Tuhan, sebab layaklah umat Tuhan memuliakan Tuhan dalam kehidupannya. Nyanyian jemaat tidak hanya untuk enak didengar oleh telinga bukan karena suara yang merdu bukan juga karena kepiawaian dalam memainkan alat musik. Tetapi nyanyian jemaat adalah penyataan iman tentang perbuatan Allah yang besar. Ketika kita bernyamyi memuji Tuhan itu juga berarti kita menceritakan perbuatan-Nya dalam hidup kita. Memang Tuhan tidak memaksa kita untuk punya suara yang merdu untuk memuji-Nya tetapi alangkah lebih baik juga bernyanyi tidak asal-asalan. Bila kita ingin memuji Tuhan, lakukanlah  persiapan dengan matang. Saat kita  menceritakan kebaikan Tuhan dengan nyanyian, haruslah disampaikan dengan sepenuh hati dan syukur karena Tuhan, bukan karena ingin tampil dan menjadi pusat perhatian. Ceritakan kebaikan Tuhan dengan caramu sendiri sebab Ia pasti berkenan dengan semua hal yang engkau aktakan.

Doa: Tuhan, mampukan aku untuk bernyanyi memuji dan memuliakan nama-Mu dengan sepenuh hati. Amin.

Selasa, 25 Januari 2022                          

bacaan : 1 Tawarikh 16 : 19 – 27

19 Ketika jumlah mereka tidak seberapa, sedikit saja, dan mereka orang-orang asing di sana, 20 dan mengembara dari bangsa yang satu ke bangsa yang lain, dan dari kerajaan yang satu ke suku bangsa yang lain, 21 Ia tidak membiarkan siapapun memeras mereka; dihukum-Nya raja-raja oleh karena mereka: 22 "Jangan mengusik orang-orang yang Kuurapi, dan jangan berbuat jahat terhadap nabi-nabi-Ku!" 23 Bernyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi, kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari. 24 Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuata yang ajaib di antara segala suku bangsa. 25 Sebab besar TUHAN dan terpuji sangat, dan lebih dahsyat Ia dari pada segala allah. 26 Sebab segala allah bangsa-bangsa adalah berhala, tetapi Tuhanlah yang menjadikan langit. 27 Keagungan dan semarak ada di hadapan-Nya, kekuatan dan sukacita ada di tempat-Nya.

Mensyukuri Segala Perbuatan Tuhan

Tidak sedikit dari para penulis lagu yang merangkaikan setiap syair lagunya itu (baik gendre musik pop, dangdut, country dll) berdasarkan pengalaman pribadi mereka. Begitu pula dengan lagu himne dalam kidung-kidung rohani seperti kidung jemaat dan pelengkap kidung jemaat, yang sering dinyanyikan oleh kita dalam ibadah jemaat maupun wadah-wadah pelayanan organisasi gereja. Demikian juga raja Daud yang kita kenali dengan berbagai `pujian dan puisinya dalam kitab Mazmur. Setiap syair yang ditulisnya itu lahir dari pengalaman hidupnya secara pribadi maupun kehidupan bersama dengan bangsa Israel.  Bacaan hari ini adalah salah satu bukti syair Daud yang didasarkan pada pengalaman iman. Nyanyian puji-pujiannya juga mengungkapkan pengalaman bangsa Israel yang merasakan perbuatan Allah yang ajaib dengan melindungi serta menyertai mereka dari ancaman bangsa-bangsa lain, sehungan dengan kepemilikan tanah perjanjian (ayat 21 dan 22). Pujian syukur raja Daud atas segala perbuatan Allah patutlah diteladani oleh kita sebagai orang percaya. Benar adanya pengalaman hidup bukan hanya terkait dengan kebahagiaan dan sukacita saja, melainkan berbagai macam ketidakadilan dan kepahitan. Namun, kita pun harus meyakini bahwa apapun yang terjadi semua ada dalam kendali Allah. Ia akan selalu melindungi dan menyertai orang-orang yang dikasihi-Nya dan tak akan pernah menguji melewati batas kemampuan kita. Dalam setiap rencana dan rancangan-Nya, Ia akan selalu menganugerahkan kekuatan dan sukacita. Sebab Allah kita besar dan dasyat, keselamatan berasal dari pada-Nya. Dengan bersyukur memperlihatkan pengakuan atas kuasa dan campur tangan Allah dalam kehidupan kita. Tetaplah bersyukur dengan doa dan puji-pujian, sebab dengan ugkapan syukur itulah yang membuktikan sekaligus menunjukan cara kita menceriterakan kemulian Allah.

Doa:  Ya Tuhan, ajarilah kami untuk selalu bersyukur atas setiap perbuatan yang Engkau nyatakan dalam hidup kami. Amin.

Rabu, 26 Januari 2022                             

bacaan : 1 Tawarikh 16 : 28 – 36

28 Kepada TUHAN, hai suku-suku bangsa, kepada TUHAN sajalah kemuliaan dan kekuatan! 29 Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah menghadap Dia! Sujudlah menyembah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan. 30 Gemetarlah di hadapan-Nya hai segenap bumi; sungguh tegak dunia, tidak bergoyang. 31 Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorak, biarlah orang berkata di antara bangsa-bangsa: "TUHAN itu Raja!" 32 Biarlah gemuruh laut serta isinya, biarlah beria-ria padang dan segala yang di atasnya, 33 maka pohon-pohon di hutan bersorak-sorai di hadapan TUHAN, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. 34 Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 35 Dan katakanlah: "Selamatkanlah kami, ya TUHAN Allah, Penyelamat kami, dan kumpulkanlah dan lepaskanlah kami dari antara bangsa-bangsa, supaya kami bersyukur kepada nama-Mu yang kudus, dan bermegah dalam puji-pujian kepada-Mu." 36 Terpujilah TUHAN, Allah Israel, dari selama-lamanya sampai selama-lamanya. Maka seluruh umat mengatakan: "Amin! Pujilah TUHAN!"

Kebaikan Dan Kasih Setia Tuhan Tak Terbatas

Mengangkat puji-pujian, bermazmur, mendengarkan kebenaran Firman Tuhan serta berdoa merupakan bagian yang dilakukan sebagai orang percaya yang kita kenal dengan ibadah. Hal ini dilakukan baik secara persekutuan yang besar di gereja maupun dalam kelompok-kelompok kecil seperti wadah-wadah pelayanan sebagai tanda ungkapan syukur. Inilah yang dimaksudkan oleh raja Daud dalam bacaan kita sebagai respons mengsyukuri kebaikan Tuhan dan pengakuan atas kemuliaan-Nya. Berilah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya…..(ay 29) merupakan jawaban yang harus kita nyatakan atas kebaikan dan kemurahan Tuhan yang dianugerahkan dalam seluruh kehidupan kita. Akan tetapi seringkali ibadah yang adalah persekutuan dengan Allah, kita jalankan hanya sebatas rutinitas tanpa memaknai nilai-nilai penting yang terkandung di dalamnya. Bahkan ibadah dapat berlangsung dengan berbagai motifasi dan tujuan yang tidak benar. Pelayan maupun umat mungkin saja beribadah dengan tujuan yang tidak benar, yakni mencari keuntungan, perhatian dan lain sebagainya. Sedangkan inti dari ibadah itu sendiri merupakan keyakinan bahwa Allah ada, hadir dan berkenan didapati oleh kita yang mencari dan meninggikan Dia. Itu berarti kita harus melakukannya dengan sungguh-sungguh disertai dengan ketulusan hati. Ingatlah ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang (1 Tim 4:8). Kita diajarkan untuk terus memuliakan Allah sebab Ia layak menerima puji-pujian kita. Bersyukur kepada-Nya, sebab Ia mengasihi dan memberikan keselamatan bagi kita. Kebaikan dan kasih setia-Nya tidak pernah berubah dan tetap untuk selama-lamanya. Tetaplah mengsyukuri kebaikan dan kasih setia Tuhan yang tak terbatas itu dengan terus memuliakan-Nya.

Doa:  Ya Tuhan, ajari kami memaknai setiap ibadah sebagai ungkapan syukur atas kasih-Mu. Amin.

Kamis, 27 Januari 2022                                 

bacaamn : Yohanes 11 : 1 – 5

Lazarus dibangkitkan
Ada seorang yang sedang sakit, namanya Lazarus. Ia tinggal di Betania, kampung Maria dan adiknya Marta. 2 Maria ialah perempuan yang pernah meminyaki kaki Tuhan dengan minyak mur dan menyekanya dengan rambutnya. 3 Dan Lazarus yang sakit itu adalah saudaranya. Kedua perempuan itu mengirim kabar kepada Yesus: "Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit." 4 Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: "Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan." 5 Yesus memang mengasihi Marta dan kakaknya dan Lazarus.

Allah Berkuasa Atas Segala Sesuatu

Ternyata selama sepuluh tahun penyakit yang mematikan itu berkembang dan menggerogoti tubuh ini tanpa menunjukan gejalah apapun.  Gejalanya baru muncul pada pertengahan tahun 2020. Kondisi yang mulai menurun akhirnya memaksakan saya untuk memeriksakan diri ke dokter ahli kandungan dan hasil dari diagnosa dokter, saya menderita kanker servicks stadium 2B. terkejut, bingung, sedih, stres bercampur aduk menjadi satu di tambah dengan penanganan yang harus dilakukan secepatnya namun terbatas secara finansial. Tuhan peduli dengan semua penderitaan yang saya alami. Ia menolong dengan cara menggerakan hati orang lain untuk membiayai semua proses pengobatan tersebut. Tahap demi tahap dijalani dan akhirnya ketakutan terbesar itu berubah menjadi sukacita karena saya dinyatakan sembuh total (tutur seorang ibu berusia 39 thn). Penderitaan karena sakit penyakit jugalah, yang dirasakan oleh Lazarus sehingga kedua saudara perempuannya terdorong untuk memberitahukan hal tersebut kepada Yesus. Kata Yesus: penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu anak Allah akan dimuliakan. Perkataan-Nya itu terbukti dengan fakta Lazarus di bangkitkan (ay 44). Hal ini menunjukan  bahwa Allah berkuasa atas segala sesuatu yang terjadi termasuk penderitaan bahkan kematian manusia. Seringkali kita diperhadapkan dengan berbagai macam masalah serta penderitaan dalam hidup, baik  berkaitan dengan kehidupan keluarga, pekerjaan, ekonomi, hubungan sosial dan kesehatan yang berdampak buruk. Namun, renungan hari ini mengajarkan kita untuk tetap berserah kepada Allah di dalam Yesus, sebab Ia berkuasa mengubah segala masalah dan penderitaan yang kita alami. Percayakan seluruh hidup kita kepada-Nya, karena rencana dan rancangan Allah itu indah, memberikan damai serta sukacita.

Doa:  ajari kami ya Tuhan, untuk terus meyakini kuasa-Mu. Amin.

Jumat, 28 Januari 2022                                

bacaan : Mazmur 115 : 1 – 18

Bukan kepada kami, ya TUHAN, bukan kepada kami, tetapi kepada nama-Mulah beri kemuliaan, oleh karena kasih-Mu, oleh karena setia-Mu! 2 Mengapa bangsa-bangsa akan berkata: "Di mana Allah mereka?" 3 Allah kita di sorga; Ia melakukan apa yang dikehendaki-Nya! 4 Berhala-berhala mereka adalah perak dan emas, buatan tangan manusia, 5 mempunyai mulut, tetapi tidak dapat berkata-kata, mempunyai mata, tetapi tidak dapat melihat, 6 mempunyai telinga, tetapi tidak dapat mendengar, mempunyai hidung, tetapi tidak dapat mencium, 7 mempunyai tangan, tetapi tidak dapat meraba-raba, mempunyai kaki, tetapi tidak dapat berjalan, dan tidak dapat memberi suara dengan kerongkongannya. 8 Seperti itulah jadinya orang-orang yang membuatnya, dan semua orang yang percaya kepadanya. 9 Hai Israel, percayalah kepada TUHAN! --Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka. 10 Hai kaum Harun, percayalah kepada TUHAN! --Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka. 11 Hai orang-orang yang takut akan TUHAN, percayalah kepada TUHAN! --Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka. 12 TUHAN telah mengingat kita; Ia akan memberkati, memberkati kaum Israel, memberkati kaum Harun, 13 memberkati orang-orang yang takut akan TUHAN, baik yang kecil maupun yang besar. 14 Kiranya TUHAN memberi pertambahan kepada kamu, kepada kamu dan kepada anak-anakmu. 15 Diberkatilah kamu oleh TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. 16 Langit itu langit kepunyaan TUHAN, dan bumi itu telah diberikan-Nya kepada anak-anak manusia. 17 Bukan orang-orang mati akan memuji-muji TUHAN, dan bukan semua orang yang turun ke tempat sunyi, 18 tetapi kita, kita akan memuji TUHAN, sekarang ini dan sampai selama-lamanya. Haleluya!

Seutuhnya Percaya Kepada Allah

Bagai mencincang air adalah pribahasa yang berarti melakukan pekerjaan yang sia-sia. Hal ini sama dengan kepercayaan kepada berhala-berhala buatan tangan manusia dari emas dan perak yang tidak dapat melakukan apapun seperti yang digambarkan oleh pemazmur dalam bacaan kita hari ini. Mempunyai mulut, mata, telinga, hidung, tangan, kaki dan kerongkongan tetapi semuanya itu sama sekali tidak memiliki fungsi (ay 5-7). Selain itu, pemazmur juga mau menyampaikan pentingnya memiliki kepercayaan yang utuh kepada Allah, sebab hanya nama-Nya yang patut menerima kemuliaan dan puji-pujian. Dia adalah Allah yang penuh dengan kasih dan setia, Dia adalah sumber pertolongan dan perisai serta Allah yang senantiasa memberkati mereka yang percaya kepada-Nya. Indentitas yang melekat pada diri kita sebagai orang percaya tidak serta merta menunjukan kepercayaan yang sesungguhnya kepada Allah. Sebab tanpa kita sadari identitas itu terkadang bertolak belakang dengan perkataan, sikap dan juga perbuatan sehari-hari.  Seringkali kita menaruh harapan kepada hal-hal duniawi yang dapat memenuhi hasrat  sebagai manusia, baik untuk kepentingan pribadi maupun kepentingan sekelompok orang. Upaya untuk memenuhi hasrat itu, secara tidak langsung menggambarkan ketidak percayaan kita secara utuh kepada Allah. Kita lupa bahwa berharap tanpa melibatkan Tuhan sama dengan melakukan sesuatu yang sia-sia.  Latihlah dirimu agar tidak mempercayai sesuatu yang semu, melainkan tetap mantapkan hati untuk terus percaya kepada Allah. Percaya kepada Allah tidak hanya sebatas usapan jempol belaka tetapi ditunjukan dengan iman yang sungguh-sungguh. Karena hanya Dia yang dengan kasih setia-Nya mampu menolong dan memberkati kita.

Doa: Ya Tuhan, teguhkanlah selalu iman percaya kami kepada-Mu. Amin.

Sabtu, 29 Januari 2022                            

bacaan : 1 Korintus 10 : 27 – 33

27 Kalau kamu diundang makan oleh seorang yang tidak percaya, dan undangan itu kamu terima, makanlah apa saja yang dihidangkan kepadamu, tanpa mengadakan pemeriksaan karena keberatan-keberatan hati nurani. 28 Tetapi kalau seorang berkata kepadamu: "Itu persembahan berhala!" janganlah engkau memakannya, oleh karena dia yang mengatakan hal itu kepadamu dan karena keberatan-keberatan hati nurani. 29 Yang aku maksudkan dengan keberatan-keberatan bukanlah keberatan-keberata hati nuranimu sendiri, tetapi keberatan-keberatan hati nurani orang lain itu. Mungkin ada orang yang berkata: "Mengapa kebebasanku harus ditentukan oleh keberatan-keberatan hati nurani orang lain? 30 Kalau aku mengucap syukur atas apa yang aku turut memakannya, mengapa orang berkata jahat tentang aku karena makanan, yang atasnya aku mengucap syukur?" 31 Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah. 32 Janganlah kamu menimbulkan syak dalam hati orang, baik orang Yahudi atau orang Yunani, maupun Jemaat Allah. 33 Sama seperti aku juga berusaha menyenangkan hati semua orang dalam segala hal, bukan untuk kepentingan diriku, tetapi untuk kepentingan orang banyak, supaya mereka beroleh selamat.

Hanya Untuk Kemuliaan Allah

Ketika diperhadapkan dengan pilihan antara susah dan senang juga rugi atau untung, kita pasti akan menjatuhkan pilihan pada yang bersifat menyenangkan dan menguntungkan. Apalagi hal itu memberi kesenangan dan keuntungan pada diri kita. Sejalan dengan itu dapatkah kita melakukan sesuatu yang berdampak positif dan menguntungkan bagi orang lain? Banyak orang memiliki jiwa sosial dan fokus pada kepentingan bersama, tetapi tidak sedikit orang yang hanya mementingkan diri sendiri. Rasul Paulus dalam bacaan kita hari ini mau menegasan bahwa baik makan, minum bahkan segala sesuatu yang kita lakukan harus disertai dengan prinsip bahwa semata-mata hanya untuk kemuliaan Allah (ay 31). Ia juga berusaha menyenangkan hati orang lain, bukan untuk kepentingannya melainkan untuk kepentingan banyak orang agar mereka beroleh selamat (ay 33). Hal ini memperlihatkan kepribadian rasul Paulus yang peduli kepada sesama bukan untuk mencari keuntungan tapi sebaliknya supaya orang lain juga diselamatkan dan untuk kemuliaan Allah. Dua hal di atas patutlah diteladani oleh kita  sebagai orang percaya. Sebab seringkali tanpa kita sadari perbuatan baik kita dilatarbelakangi oleh keinginan-keinginan yang memberi keuntungan bagi diri sendiri. Bahkan dengan sengaja dan tanpa rasa bersalah, kita merampas dan menikmati hak orang lain. Belajarlah dan hidup sebagai orang percaya yang tidak mengabaikan  kepentingan sesama, sebagai bentuk  kepedulian dan kasih. Ingatlah bahwa segala sesuatu yang kita lakukan dengan tulus biarlah semata-mata hanya untuk kemuliaan Allah. Janganlah hidup untuk diri sendiri tetapi jadilah berkat bagi sesama.

Doa:  Tuhan, ajari kami untuk mengutamakan kepentingan bersama dari pada    kepentingan pribadi. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN JANUARI 2022; LPJ-GPM