Tema Mingguan : ” Menghargai Kasih Setia Allah “
Minggu, 16 Januari 2022
bacaan : Mazmur 36 : 1 – 13
Kefasikan orang berdosa dan kasih setia Allah Untuk pemimpin biduan. Dari hamba TUHAN, dari Daud. (36-2) Dosa bertutur di lubuk hati orang fasik; rasa takut kepada Allah tidak ada pada orang itu, 2 (36-3) sebab ia membujuk dirinya, sampai orang mendapati kesalahannya dan membencinya. 3 (36-4) Perkataan dari mulutnya ialah kejahatan dan tipu daya, ia berhenti berlaku bijaksana dan berbuat baik. 4 (36-5) Kejahatan dirancangkannya di tempat tidurnya, ia menempatkan dirinya di jalan yang tidak baik; apa yang jahat tidak ditolaknya. 5 (36-6) Ya TUHAN, kasih-Mu sampai ke langit, setia-Mu sampai ke awan. 6 (36-7) Keadilan-Mu adalah seperti gunung-gunung Allah, hukum-Mu bagaikan samudera raya yang hebat. Manusia dan hewan Kauselamatkan, ya TUHAN. 7 (36-8) Betapa berharganya kasih setia-Mu, ya Allah! Anak-anak manusia berlindung dalam naungan sayap-Mu. 8 (36-9) Mereka mengenyangkan dirinya dengan lemak di rumah-Mu; Engkau memberi mereka minum dari sungai kesenangan-Mu. 9 (36-10) Sebab pada-Mu ada sumber hayat, di dalam terang-Mu kami melihat terang. 10 (36-11) Lanjutkanlah kasih setia-Mu bagi orang yang mengenal Engkau, dan keadilan-Mu bagi orang yang tulus hati! 11 (36-12) Janganlah kiranya kaki orang-orang congkak menginjak aku, dan tangan orang fasik mengusir aku. 12 (36-13) Lihat, orang-orang yang melakukan kejahatan itu jatuh; mereka dibanting dan tidak dapat bangun lagi.
Kasih Setia Tuhan Menyertai Mereka yang Berlindung Pada-Nya
Jika kita suka menonton berita di TV, mendengar radio atau membaca koran, maka setiap hari pasti ada suguhan berita kriminal. Entah itu yang terjadi pada lingkungan kita maupun di tempat lain. Kejahatan memang telah merajalela di seantero jagad raya. Namun tidak kurang juga berita-berita yang memuat kisah tentang perbuatan baik seseorang atau sekelompok orang terhadap sesamanya. Jadi apa yang diungkapakan para pemazmur ribuan tahun terjadi juga dalam kehidupan kita saat ini. Ada orang fasik, namun ada juga orang benar seperti yang ada dalam bacaan kita Mazmur 36 : 1 – 13. Jika kita membaca bagian ini dengan cermat maka kita akan menemukan kemiripannya dengan Mazmur 1. Keduanya berbiacara tentang orang fasik versus orang benar namun dengan posisi terbalik. Mazmur 1 membahas orang benar baru orang fasik sementara Mazmur 36 membahas soal orang fasik lebih dulu baru orang benar.
Orang-orang fasik memenuhi hidup mereka dengan dosa dan kejahatan. Mereka tidak takut Tuhan. Perkataan, pikiran, dan perbuatan mereka penuh dengan kejahatan dan tipu daya. Mereka ini ada di seputar Daud, tapi ia tidak takut terhadap mereka, sebaliknya dapat merasakan besar dan berharganya kasih setia Tuhan dalam kehidupannya. Kasih setia Tuhan juga dialami orang lain yang mengenal dan mengandalkan Tuhan sehingga Ia menyelamatkan, melindungi, memelihara, dan menuntun kehidupan mereka. Tuhan menjadi tempat perlindungan paling aman di dunia ini bagi mereka yang percaya dan mengandalkan Dia.Saudaraku, ada banyak orang fasik di sekitar kita. Jangan arahkan pandangan kita kepada mereka, pandang saja pada Yesus, berharap dan percayalah maka kasih setia-Nya akan menyelamatkan dan orang fasik akan dibinasakan.
Doa: Tuhan, kami hanya mau berlindung pada-Mu. Amin.
Senin, 17 Januari 2022
bacaan : Hosea 6 : 4 – 6
4 Apakah yang akan Kulakukan kepadamu, hai Efraim? Apakah yang akan Kulakukan kepadamu, hai Yehuda? Kasih setiamu seperti kabut pagi, dan seperti embun yang hilang pagi-pagi benar. 5 Sebab itu Aku telah meremukkan mereka dengan perantaraan nabi-nabi, Aku telah membunuh mereka dengan perkataan mulut-Ku, dan hukum-Ku keluar seperti terang. 6 Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran.
Betobatlah Dengan Sungguh, Bukan Hanya Di Bibir Saja
Masih ingat Brenda pada SHK dua hari lalu? Suatu hari Brenda menyatakan penyesalannya dan meminta maaf kepada orang tuanya. Ia berjanji untuk tidak melakukan kesalahan dan membuat orang tuanya marah lagi. Namun rupanya penyesalan itu hanya berumur sehari saja. Karena Brenda kembali lagi dalam kehidupan lamanya. Ia kembali berulah dan membuat kesal orang tua dan saudara-saudaranya. Penyesalan Brenda hanyalah penyesalan di bibir saja.
Keadaan Brenda mirip dengan kehidupan umat Israel di zaman nabi Hosea. Tuhan memandang bahwa pengakuan yang dibuat Israel bukanlah pertobatan sejati. Ibadah dan korban yang mereka persembahkan untuk memohon pengampunan Tuhan tidak lebih dari ibadah semu semata. Mereka hanya menginginkan belas kasihan Tuhan agar mereka terluput dari hukuman-Nya bukan karena mereka betul-betul ingin berubah dan bertobat. Tuhan sangat tidak suka dengan kelakuan umat-Nya ini. Karena yang dituntut dari umat adalah pertobatan yang sungguh. Tuhan ingin agar kasih dan kesetian-Nya terhadap mereka dapat dibalas dengan kasih mereka yang tulus kepada Dia juga.
Saudaraku, pertobatan sejati mestinya disertai bukti bahwa dosa telah ditinggalkan. Tidak lagi melakukan kesalahan yang sama atau yang baru, itu yang Tuhan mau. Dalam kehidupan sesehari, masih banyak pertobatan palsu yang kita temukan. Mengaku dosa hanya di bibir tetapi hati masih menikmati kejahatan. Mengaku dosa hanya untuk menghidari hukuman. Ingatlah bahwa Tuhan mengasihi kita, bahwa kasih dan kesetiaan-Nya tak dijauhkan dari kita, tetapi Ia juga tak mau dipermainkan. Ada waktu untuk Tuhan bertindak. Jangan lupa, Tuhan itu maha mengetahui karena itu kita kitak bisa mempermainkan Dia dengan kebohongan dan kemunafikan. Karena itu, mari kita menyatakan penyesalan dengan hati, bukan bibir agar kita diampuni dan Tuhan dipemuliakan.
Doa: Tuhan tolong kami ‘tuk bertobat dengan hati, bukan hanya di bibir. Amin.
Selasa, 18 Januari 2022
bacaan : Hosea 11 : 1 – 4
Kasih TUHAN mengalahkan kedegilan orang Israel Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir Kupanggil anak-Ku itu. 2 Makin Kupanggil mereka, makin pergi mereka itu dari hadapan-Ku; mereka mempersembahkan korban kepada para Baal, dan membakar korban kepada patung-patung. 3 Padahal Akulah yang mengajar Efraim berjalan dan mengangkat mereka di tangan-Ku, tetapi mereka tidak mau insaf, bahwa Aku menyembuhkan mereka. 4 Aku menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih. Bagi mereka Aku seperti orang yang mengangkat kuk dari tulang rahang mereka; Aku membungkuk kepada mereka untuk memberi mereka makan.
Kasih Setia Tuhan Tak Berkesudahan
Evert, ponakan saya sudah berumur 11 bulan. Dia sedang giat-giatnya diajar berjalan oleh ibunya. Evert kecil kadang seperti terlihat sudah sangat siap berjalan dengan menapakkan satu atau dua langkah. Namun, saat ia meneruskan langkah berikutnya, kakinya mulai goyah dan kadang langsung terjatuh. Ketika itu terjadi, ibunya dengan sigap langsung meraih tangannya dan menuntunnya untuk berjalan kembali. Kami bertepuk tangan dan menyemangatinya untuk belajar melangkah lagi.
Nabi Hosea dalam bacaan ini menggambarkan kasih Tuhan yang besar kepada Israel. Berkali-kali Israel meninggalkan Tuhan, namun Tuhan senantiasa mengulurkan tangan-Nya untuk menolong. Tuhan tidak pernah merasa lelah mengajar mereka untuk berjalan dalam kehendak-Nya. Tuhan, dengan tangan yang perkasa, mendorong kita untuk berani melangkah menuju masa depan tanpa takut. Jika jatuh, tangan-Nya pasti meraih dan segera memegang kita. Dia akan menopang kita. Dengan sabar dan tanpa menyerah, Tuhan memantau setiap kemajuan kita. Semakin sulit proses yang kita hadapi, maka semakin besar perhatian dan kebaikan yang dicurahkan-Nya.
Hari ini, jika kita merasa terpuruk oleh berbagai situasi hidup, mari segera datang kepada-Nya. Jangan ragu akan kasih-Nya yang besar dan sanggup memulihkan Anda. George MacDonald berkata, “Allah akan membantu ketika kita tidak dapat berjalan, dan Dia juga akan membantu pada saat kita sulit untuk berjalan. Akan tetapi, Dia tidak dapat membantu apabila kita tidak mau berjalan.” Sambutlah kasih-Nya yang besar!
Doa: Tuhan, tuntunlah kami agar senantiasa berjalan di jalanMu. Amin.
Rabu, 19 Januari 2022
bacaan : Hosea 12 : 1 – 7
Efraim dan Yakub bapa leluhurnya (12-2) Efraim menjaga angin, dan mengejar angin timur sehari suntuk, memperbanyak dusta dan pemusnahan; mereka mengadakan perjanjian dengan Asyur, dan membawa minyak kepada Mesir. 2 (12-3) TUHAN mempunyai perbantahan dengan Yehuda, Ia akan menghukum Yakub sesuai dengan tingkah lakunya, dan akan memberi balasan kepadanya sesuai dengan perbuatan-perbuatannya. 3 (12-4) Di dalam kandungan ia menipu saudaranya, dan dalam kegagahannya ia bergumul dengan Allah. 4 (12-5) Ia bergumul dengan Malaikat dan menang; ia menangis dan memohon belas kasihan kepada-Nya. Di Betel ia bertemu dengan Dia, dan di sanalah Dia berfirman kepadanya: 5 (12-6) --yakni TUHAN, Allah semesta alam, TUHAN nama-Nya-- 6 (12-7) "Engkau ini harus berbalik kepada Allahmu, peliharalah kasih setia dan hukum, dan nantikanlah Allahmu senantiasa."
Jangan Diulangi Lagi
Israel adalah umat pilihan Allah. Mereka mewarisi janji keselamatan dan berkat nenek moyangnya. Hal ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi mereka. Sayangnya, mereka sering lupa bahwa warisan itu juga menuntut tanggung jawab. Mereka harus hidup setia di hadapan Tuhan. Berulang kali sepanjang sejarah, mereka lalai menjaga kesetiaan kepada Tuhan. Tuhan menegur umat-Nya dengan perantaraan Nabi Hosea. Tuhan memperlihatkan dosa-dosa umat, termasuk juga dosa-dosa nenek moyang mereka. Umat Israel telah dipilih dan diberkati bukan karena kebaikan mereka, melainkan hanya karena kasih Tuhan kepada mereka. Karena itu, keselamatan dan berkat Tuhan harus ditanggapi dengan penuh syukur. Salah satunya ialah menjalani hidup dengan kesungguhan dan tidak menyia-nyiakan anugerah-Nya. Umat pilihan itu harus menghargai kasih setia Allah. Umat Israel sering jatuh pada kesalahan bermegah diri dan mendua hati. Melalui Hosea, Tuhan memanggil mereka untuk berbalik kepada-Nya. Mereka harus memelihara kasih setia dan hukum, serta tekun menantikan Tuhan. Jika kita melakukan kesalahan, maka minta ampun dan jangan dilakukan lagi. Belajarlah dari kesalahan itu dan berusahalah jadi pribadi yang lebih baik, jangan juga menyesali apa yang sudah terjadi, fokus ke depan pandang Tuhan dan selalu berikan yang terbaik untuk-Nya.
Doa: Tuhan, mampukan aku untuk selalu menghargai kasih setia-Mu, mampukan aku Tuhan untuk menjadi yang terbaik versi diriku untuk Kemuliaan-Mu. Amin.
Kamis, 20 Januari 2022
bacaan : Mazmur 13 : 1 – 6
Doa kepercayaan Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. (13-2) Berapa lama lagi, TUHAN, Kaulupakan aku terus-menerus? Berapa lama lagi Kausembunyikan wajah-Mu terhadap aku? 2 (13-3) Berapa lama lagi aku harus menaruh kekuatiran dalam diriku, dan bersedih hati sepanjang hari? Berapa lama lagi musuhku meninggikan diri atasku? 3 (13-4) Pandanglah kiranya, jawablah aku, ya TUHAN, Allahku! Buatlah mataku bercahaya, supaya jangan aku tertidur dan mati, 4 (13-5) supaya musuhku jangan berkata: "Aku telah mengalahkan dia," dan lawan-lawanku bersorak-sorak, apabila aku goyah. 5 (13-6a) Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu. 6 (13-6b) Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku.
Jangan Mengeluh, Hitung Kasih Setianya
Pemazmur, yakni Daud mengeluhkan tentang pergumulan hidupnya. Ia merasa hidupnya terpojok dan tertekan. Kehidupannya berubah setelah ia berhasil mengalahkan Goliat. Saat itu ia banyak mendapat sanjungan dan dielu-elukkan, sayangnya Saul iri hati kepada Daud. Peristiwa ini menjadi awal yang membuat Daud tidak nyaman dekat dengan Saul, sebab Saul menggunakan segala kesempatan untuk membunuh Daud. Kondisi tersebut disikapi Daud dengan cara mencurahkan isi hatinya kepada Tuhan dan meminta pertolongan. Ia tetap percaya akan kesetiaan Tuhan dan tidak berhenti berharap pada-Nya. Perikop ini ditutup oleh pengakuan pemazmur bahwa ia akan terus memuji Tuhan karena apa yang sudah dilakukan-Nya dalam kehidupannya. Dalam hidup pasti ada tantangan, ketika tantangan datang marilah fokus pada kebaikan dan kesetiaan Tuhan bukan fokus pada tantangannya. Tetaplah ingat akan kebaikan dan kesetiaan-Nya. Sekalipun ada banyak tantangan tapi teruslah berharap pada penyertaan-Nya. Ingatlah bahwa walaupun banyak pergumulan tapi Tuhan selalu menopang dan mendengar setiap doa serta permohonan. Bersyukur pada kasih setia Tuhan yang masih kita alami sampai hari ini, mari bersujud, bernyanyi memuji Tuhan, hitung berkat-berkat-Nya bukan menghabiskan waktu dengan mengeluh.
Doa: Tuhan, mampukan untuk selalu bersyukur apapun keadaanku, biarlah dari mulutku selalu ku senandungkan kebaikan-Mu dalam hidupku Amin.
Jumat, 21 Januari 2022
Ulangan 7 : 7 – 11
7 Bukan karena lebih banyak jumlahmu dari bangsa manapun juga, maka hati TUHAN terpikat olehmu dan memilih kamu--bukankah kamu ini yang paling kecil dari segala bangsa? -- 8 tetapi karena TUHAN mengasihi kamu dan memegang sumpah-Nya yang telah diikrarkan-Nya kepada nenek moyangmu, maka TUHAN telah membawa kamu keluar dengan tangan yang kuat dan menebus engkau dari rumah perbudakan, dari tangan Firaun, raja Mesir. 9 Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa TUHAN, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan, 10 tetapi terhadap diri setiap orang dari mereka yang membenci Dia, Ia melakukan pembalasan dengan membinasakan orang itu. Ia tidak bertangguh terhadap orang yang membenci Dia. Ia langsung mengadakan pembalasan terhadap orang itu. 11 Jadi berpeganglah pada perintah, yakni ketetapan dan peraturan yang kusampaikan kepadamu pada hari ini untuk dilakukan."
Dipilih Tuhan, Bertanggung Jawablah
Ulangan 7:7-11 memperlihatkan bagaimana Musa, memanggil para tua-tua dan menyampaikan kepada bangsa Israel segala yang difirmankan oleh Allah untuk disampaikan kepada umat-Nya itu. Musa menegaskan status umat Israel sebagai bangsa pilihan Tuhan..”sebab engkaulah umat yang kudus bagi Tuhan, Allahmu, dari segala bangsa di atas bumi untuk menjadi umat kesayangan-Nya”(ay.6). Pemilihan dan pemberian status sebagai bangsa pilihan Tuhan bagi bangsa Israel bukan karena jumlah mereka yang banyak tapi karena Tuhan-lah yang berkehendak. Hal yang mendasari pemilihan Allah bagi bangsa ini, bukan karena siapa bangsa Israel, melainkan siapa Allah. Jadi penekanan dalam pemilihan ini bukan terletak pada “bangsa” Israel tapi terletak pada siapa Allah. Pemilihan bangsa Israel sebagai bangsa pilihan tidak didasarkan pada apa yang mereka lakukan bagi Allah, melainkan apa yang Allah lakukan bagi mereka. Allah sampai sedemikian mengasihi kita, Ia mempercayai kita, kita dipilih untuk masuk dalam rencana besar-Nya untuk kemuliaan-Nya, bagaimana sikap kita meresponi kasih setia-Nya? Dengan hidup sesuai dengan kehendak Allah, melakukan tugas dan tanggung jawab sebaik mungkin jangan malas, tetapi lakukan itu dengan penuh tanggung jawab apapun itu yang dipercayakan kepada kita jangan disia-siakan.
Doa: Tuhan, Terima kasih karena Engkau telah memilihku, lengkapi aku Tuhan dan biarlah aku selalu berkenan pada pemandangan-Mu Amin.
Sabtu, 22 Januari 2022
bacaan : Mazmur 89 : 1 – 8
Kesetiaan TUHAN kepada Daud Nyanyian pengajaran Etan, orang Ezrahi. (89-2) Aku hendak menyanyikan kasih setia TUHAN selama-lamanya, hendak memperkenalkan kesetiaan-Mu dengan mulutku turun-temurun. 2 (89-3) Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya; kesetiaan-Mu tegak seperti langit. 3 (89-4) Engkau telah berkata: "Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku, Aku telah bersumpah kepada Daud, hamba-Ku: 4 (89-5) Untuk selama-lamanya Aku hendak menegakkan anak cucumu, dan membangun takhtamu turun-temurun." Sela 5 (89-6) Sebab itu langit bersyukur karena keajaiban-keajaiban-Mu, ya TUHAN, bahkan karena kesetiaan-Mu di antara jemaah orang-orang kudus. 6 (89-7) Sebab siapakah di awan-awan yang sejajar dengan TUHAN, yang sama seperti TUHAN di antara penghuni sorgawi? 7 (89-8) Allah disegani dalam kalangan orang-orang kudus, dan sangat ditakuti melebihi semua yang ada di sekeliling-Nya.
Jaminan Sudah di Tangan, Peliharalah
Tuhan memperlakukan umat-Nya sebagai pribadi yang dewasa. Karena itu, hubungan antara Tuhan dan umat-Nya diikat dalam bentuk perjanjian. Ikatan perjanjian hanya dapat dilakukan oleh orang dewasa karena mereka telah mengerti hak, kewajiban, dan tanggung jawabnya. Lazimnya, kedudukan kedua belah pihak yang mengadakan suatu perjanjian adalah setara. Namun, perjanjian seperti yang disaksikan dalam Alkitab, kesetaraan itu tidak dapat dikenakan kepada Tuhan. Itu sebabnya, perjanjian antara Allah dan umat-Nya disebut perjanjian anugerah. Isi perjanjian itu adalah Tuhan menjadi Allah Israel dan menjamin kehidupan umat-Nya, sedangkan bangsa Israel menjadi umat pilihan-Nya. Jaminan Tuhan kepada Israel dinyatakan-Nya melalui Daud sebagai raja yang diurapi. Karena itu, seorang raja wajib melaksanakan titah Tuhan dengan cara menyejahterakan rakyatnya. Kita sudah mendapatkan jaminan anugerah Allah, cara untuk berterima kasih dan menghargai kasih setia-Nya adalah dengan taat dan eratkan hubunganmu dengan Tuhan, lakukan apa yang menjadi tanggung jawabmu dengan sukacita, jangan bersunggut. Lakukan saja apa yang menjadi bagianmu. Setiap kita punya panggilan masing-masing untuk dilakukan. Lakukan itu dengan setia, lakukan itu dengan dedikasimu bukan karena mengharapkan imbalan tetapi karena kasih setia-Nya selalu tercurah dalam hidup kita. SEPATU = Selalu Pandang Tuhan, Tuhan sangat baik dan terlalu baik di hidupmu. Nyatakanlah kebaikan-Nya dalam hidupmu. Tersenyumlah menapaki hari yang penuh kepastian bersama dengan Tuhan.
Doa: Tuhan, Mampukan aku memelihara setiap anugerah-Mu dalam hidupku, ajarku melakukan kehendak-Mu setiap hari sehingga hidupku berkenan. Amin.
*SUMBER : SHK BULAN JANUARI 2022; LPJ-GPM