Santapan Harian Keluarga, 22 – 28 Juni 2025

Tema Bulanan : Advokasi Hak-Hak Komunitas Bumi sebagai gereja Yang Profetik

Tema Mingguan : Advokasi Laut Bagi Kehidupan Semua Ciptaan

Minggu, 22 Juni 2025

bahan bacaan : Amsal 3 : 19 – 21 

19 Dengan hikmat TUHAN telah meletakkan dasar bumi, dengan pengertian ditetapkan-Nya langit, 20 dengan pengetahuan-Nya air samudera raya berpencaran dan awan menitikkan embun. 21 Hai anakku, janganlah pertimbangan dan kebijaksanaan itu menjauh dari matamu, peliharalah itu

Jagalah Lautan Dengan Hikmat Tuhan!

Kita bersyukur atas kemahakuasaan Tuhan Allah yang telah menciptakan langit dan bumi secara khusus laut beserta segala isinya untuk dikelola dan dimanfaatkan dengan baik. Pengucapan syukur kita mesti disertai dengan sikap serta perilaku hidup untuk menjaga dan merawat lautan dengan segala kekayaannya bagi kehidupan kita serta generasi penerus. Hal ini penting sebab Tuhan Allah menciptakan dan menghadirkan laut dengan hikmatNya, sebagaimana yang disaksikan oleh pengamsal dalam bacaan kita di hari ini. Artinya semua yang diberikan Allah merupakan maha karya yang sangat baik dan bertujuan untuk kehidupan dan kemakmuran semua makhluk hidup. Realitas saat ini menunjukkan laut kita mengalami pencemaran akibat kerakusan manusia dalam mengeksploitasinya. Hal ini menjadi tantangan besar bagi kita. Tuhan Allah telah mandatkan untuk menjaga dan merawat laut dengan penuh kesadaran dalam tuntunan hikmat Tuhan. Itulah sebabnya pengamsal menasehati kita agar segala pertimbangan dan kebijaksanaan jangan menjauh dari mata kita dan terus dipelihara. Apa yang kita lihat baik dan indah terkait laut serta bumi secara keseluruhan mesti kita jaga dan rawat demi keharmonisan hidup semua makhluk.

Doa: Tuntun kami Tuhan dengan hikmatMu dalam tanggung jawab menjaga lautan sebagai berkatMu. Amin,- 

Senin, 23 Juni 2025

bahan bacaan : Mazmur 104 : 25 – 26 

25 Lihatlah laut itu, besar dan luas wilayahnya, di situ bergerak, tidak terbilang banyaknya, binatang-binatang yang kecil dan besar. 26 Di situ kapal-kapal berlayar dan Lewiatan yang telah Kaubentuk untuk bermain dengannya.

Lestarikan Laut Sebagai Tempat Hidup Semua Ciptaan

Tema pelayanan selama sepekan ini adalah “advokasi laut bagi kehidupan semua ciptaan”. Laut yang menjadi berkat Tuhan bagi kita mesti kita menjaga dan merawatnya demi kehidupan bersama dan bagi anak cucu kita ke depan. Kebiasaan yang selalu diperlihatkan dengan membuang sampah ke laut menjadi penyebab pencemaran laut. Teristimewa sampah plastik yang akan dikonsumsi oleh ikan dan akhirnya kita nikmati ikan yang telah tercemari sampah itu dan akan berdampak juga pada kesehatan kita. Belum lagi dengan aktivitas penangkapan ikan dengan menggunakan bom yang bertampak pada rusaknya ekosistim di laut. Semua realitas ini mesti kita sadari dan harus ada dalam sebuah pembaruan dan pertobatan untuk membangun kesadaran kita mencintai laut sebagai kekayaan yang telah diberikan dan dianugerahi Tuhan bagi kita. Kesaksian firman Tuhan dengan menggambarkan betapa kayanya laut yang menjadi berkat Tuhan bagi kita, mesti kita jaga, rawat dan lestarikan secara baik. Salah satunya dengan membangun sikap hidup untuk tidak membuang sampah ke laut. Sikap ini akan menyelamatkan laut sebagai tempat kehidupan semua ciptaan.

Doa:  Tuhan sadarkan kami untuk merawat laut sebagai tempat hidup Bersama. Amin.- 

Selasa, 24 Juni 2025

bahan bacaan : Mazmur 106 : 9 – 12

9 Dihardik-Nya Laut Teberau, sehingga kering, dibawa-Nya mereka berjalan melalui samudera raya seperti melalui padang gurun. 10 Demikian diselamatkan-Nya mereka dari tangan pembenci, ditebus-Nya mereka dari tangan musuh; 11 air menutupi para lawan mereka, seorangpun dari pada mereka tiada tinggal. 12 Ketika itu percayalah mereka kepada segala firman-Nya, mereka menyanyikan puji-pujian kepada-Nya.

Biarlah Semua Ciptaan Memuji Tuhan

Kesaksian Alkitab yang menceritakan bahwa Tuhan Allah menciptakan langit dan bumi beserta segala isinya hendak menegaskan bahwa langit bumi dan segala isinya ada dalam kendali dan kuasa Tuhan. Hal tersebut dibuktikan dengan perlindungan Tuhan terhadap Israel dalam peristiwa bangsa Israel saat keluar dari Mesir dan harus menyeberangi laut Teberau. Tidak ada jalan lain yang bisa ditempuh supaya selamat, selain menyebrangi laut Teberau. Musa memimpin mereka menyebrangi laut itu dengan mengangkat tongkatnya dan mengulurkannya di atas laut. Laut Teberau pun terbelah dua dengan membentuk dinding laut dan jalan bagi bangsa pilihanNya. Bangsa Israel menyambut peristiwa itu dengan memuji-muji Tuhan atas mujizat yang dilakukannya. Hal ini menjadi kesaksian bagi Israel dan juga kepada Firaun, Mesir beserta tentaranya. Kesaksian ini kembali ditegaskan oleh pemazmur untuk kita di hari ini untuk memuji Tuhan yang berkuasa atas segala diciptakanNya. Kita memang harus bersyukur untuk semua yang diciptakan Tuhan. Kita menyatakannya melalui seluruh sikap dan perilaku hidup yang memuliakan Tuhan dengan taat dan setia kepadaNya.

Doa: Ya Tuhan kami memuji dan memuliakanMu atas kuasa dan kasihMu yang selalu menuntun dan menyertai kami. Amin.

Rabu, 25 Juni 2025

bahan bacaan : Ayub 12 : 7 – 11   

7 Tetapi bertanyalah kepada binatang, maka engkau akan diberinya pengajaran, kepada burung di udara, maka engkau akan diberinya keterangan. 8 Atau bertuturlah kepada bumi, maka engkau akan diberinya pengajaran, bahkan ikan di laut akan bercerita kepadamu. 9 Siapa di antara semuanya itu yang tidak tahu, bahwa tangan Allah yang melakukan itu; 10 bahwa di dalam tangan-Nya terletak nyawa segala yang hidup dan nafas setiap manusia? 11 Bukankah telinga menguji kata-kata, seperti langit-langit mencecap makanan?

Agunglah Kemahakuasaan Tuhan!

Tokoh Ayub dikenal dengan kesalehannya kepada Allah sekalipun imannya diuji secara luar biasa. Ayub sangat menderita, sebab penderitaannya terjadi atas ijin Tuhan. Ia pun terus bergumul dengan penderitaanNya dan berusaha untuk memahami kehendak dan kemahakuasaan Allah. Dalam bagian nas hari ini, Ayub menyaksikan kemahakuasaan Allah yang menciptakan langit bumi dan segala isinya. Semua makhluk hidup yang bernapas dijadikan dan diciptakan Allah. Tuhan Allah yang memberi kehidupan bagi semua makhluk hidup dan Ia juga yang berkuasa serta berkehendak mengambilnya. Di dalam Ayub 1 ayat 21, Ayub memberikan pengakuan terhadap kemahakuasaan Allah itu. Pengakuan akan kemahakuasaan Allah ditegaskan Ayub untuk menyatakan bahwa bahwa tidak ada seorang pun dan sesuatu apapun yang dapat menandingi kemahakuasaan Tuhan. Itulah sebabnya kita diajak untuk terus memuliakan Tuhan sebagai Allah yang berkuasa atas segala ciptaanNya di muka bumi ini. Kita bersyukur sebab mandat untuk menjaga dan merawat bumi dan segala isinya ada pada kita. Hendaklah tanggung jawab itu kita lakukan dengan baik. Kita melakukannya dengan kesadaran akan kemahakuasaan Tuhan dengan selalu memuji dan memuliakanNya. 

Doa:  Tuhan terima kasih untuk keagungan kemahakuasaanMu dalam hidup kami. Amin.- 

Kamis, 26 Juni 2025

bahan bacaan : Mazmur 98 : 4 – 9  

4 Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi, bergembiralah, bersorak-sorailah dan bermazmurlah! 5 Bermazmurlah bagi TUHAN dengan kecapi, dengan kecapi dan lagu yang nyaring, 6 dengan nafiri dan sangkakala yang nyaring bersorak-soraklah di hadapan Raja, yakni TUHAN! 7 Biarlah gemuruh laut serta isinya, dunia serta yang diam di dalamnya! 8 Biarlah sungai-sungai bertepuk tangan, dan gunung-gunung bersorak-sorai bersama-sama 9 di hadapan TUHAN, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kebenaran.

Laut Turut Memuji Kebesaran Tuhan

Pemazmur dalam bagian bacaan firman Tuhan di hari ini mengajak umat Israel serta kita semua untuk memuji Tuhan atas penyertaan dan tuntunan-Nya yang menyelamatkan. Pujian kepada Tuhan diungkapkan dengan alat musik baik kecapi maupun sangkakala. Bukan itu saja, pemazmur menggambarkan bahwa laut, sungai-sungai dan gunung-gunung menyatakan pujian kepada Tuhan Allah sebagai pencipta dan penguasa alam semesta. Semua ungkapan pujian sebagai gambaran sukacita atas kebesaran dan kemahakuasaan Allah yang dinyatakan kepada bangsa-bangsa dengan keadilan dan kebenaran. Itu berarti pujian kepada Tuhan merupakan suatu hal penting bagi kita sebagai manusia. Sebab kalau alam pun mengambil bagian dalam arak-arakan memuji Tuhan, maka terlebih penting tanggung jawab itu ada pada kita sebagai manusia. Pujian kita kepada Tuhan bukan sebatas kata-kata, namun melalui sikap serta perilaku hidup dalam ketaatan pada Tuhan. Ketaatan dalam kaitan tanggung jawab menjaga dan merawat alam semesta, terkhusus laut yang diciptakan Tuhan untuk semua makhluk menikmati menikmati keharmonisan hidup yang bertujuan memuliakan Tuhan.

Doa: Terima kasih Tuhan atas cinta kasihMu, dan ajar kami agar senantiasa memujiMu melalui seluruh hidup kami. Amin.-

Jumat, 27 Juni 2025

bahan bacaan :    Keluaran 14 : 15 – 22

Menyeberangi Laut Teberau
15 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Mengapakah engkau berseru-seru demikian kepada-Ku? Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat. 16 Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering. 17 Tetapi sungguh Aku akan mengeraskan hati orang Mesir, sehingga mereka menyusul orang Israel, dan terhadap Firaun dan seluruh pasukannya, keretanya dan orangnya yang berkuda, Aku akan menyatakan kemuliaan-Ku. 18 Maka orang Mesir akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, apabila Aku memperlihatkan kemuliaan-Ku terhadap Firaun, keretanya dan orangnya yang berkuda." 19 Kemudian bergeraklah Malaikat Allah, yang tadinya berjalan di depan tentara Israel, lalu berjalan di belakang mereka; dan tiang awan itu bergerak dari depan mereka, lalu berdiri di belakang mereka. 20 Demikianlah tiang itu berdiri di antara tentara orang Mesir dan tentara orang Israel; dan oleh karena awan itu menimbulkan kegelapan, maka malam itu lewat, sehingga yang satu tidak dapat mendekati yang lain, semalam-malaman itu. 21 Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu. 22 Demikianlah orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka.

      Laut Menyatakan Kebesaran Allah

Jika diperhatikan dengan teliti, ternyata kekuatan dan kebesaran Allah nampak pada laut, selain ciptaan Allah yang lain. Allah selalu bertindak menyelamatkan umatNya ketika umatNya berada pada kesulitan atau keadaan pasrah. Dalam bacaan ini, umat Israel berpasrah pada keadaan, dimana jika meneruskan perjalanan mereka berhadapan dengan laut, dan bila mundur ancamannya adalah berhadapan dengan prajurit Mesir yang mengejar mereka dari belakang. Pada situasi tersebut Allah menyatakan kekuatan dan kebesaranNya. Kekuatan dan kebesaran Allah bukan melalui peperangan umatNya dengan Mesir, tetapi dengan menggunakan alam semesta. Laut dipakai Allah untuk menyatakan kebesaranNya. Jadi bukan Musa yang hebat, yang mampu membelah air laut Teberau, tetapi Allah yang melakukannya. Laut Teberau terbelah dua dan umat Allah (Israel) bisa berjalan menyeberangi laut. Prajurit Mesir yang mengikuti Israel dari belakang pun mati dihantam laut Teberau yang menyatu. Itu semua karena Allah. Kisah ini memberi pesan bahwa umat Tuhan harus tetap meyakini Kebesaran Allah yang selalu tersedia untuk menyelamatkan umatNya .

Doa: Dalam segala hal kami berpasrah dan berserah pada keselamatan yang dari padaMu, Tuhan  Amin. 

Sabtu, 28 Juni 2025

bahan bacaan : Matius 14 : 22 – 33

Yesus berjalan di atas air
22 Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. 23 Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ. 24 Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal. 25 Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air. 26 Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: "Itu hantu!", lalu berteriak-teriak karena takut. 27 Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" 28 Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air." 29 Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. 30 Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!" 31 Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?" 32 Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah. 33 Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: "Sesungguhnya Engkau Anak Allah."

 Siapapun Dan Apapun Tunduk Kepada Kuasa Tuhan

Siapa pun pasti takut ketika melihat ada gerakan yang aneh, yang tidak lazim terjadi. Itulah yang terjadi pada murid-murid Yesus, ketika pada jam tiga malam ada seseorang yang berjalan di atas air dari darat ke perahu mereka di tengah laut. Mereka sangat takut sehingga mengatakan “itu hantu”. Ketakutan mereda saat Yesus menyapa mereka dengan menyebut :Tenanglah! Aku ini, jangan takut!”  Petrus merasa tertantang saat melihat Yesus berjalan di atas air, sehingga untuk meyakinkan dirinya, Petrus meminta Yesus menyuruh dirinya berjalan mengikuti Yesus yang masih di atas air. Saat Yesus mempersilahkan Petrus untuk datang pada diriNya, Petrus pun berjalan di atas air mengikuti Yesus. Ketakutan Petrus pada tiupan angin membuat dirinya tenggelam. Penyebabnya hanya satu, yakni Petrus kurang percaya. Petrus tidak fokus pada Yesus sehingga ia tenggelam. Petrus terpengaruh pada hal yang di luar Tuhan sehingga membuat ia tak mampu berjalan di atas air, lalu jatuh tenggelam dalam air. Kisah ini hendak menegaskan bahwa apapun dapat kita taklukkan jika kita berfokus pada Yesus. Siapa pun dan apapun tidak punya kekuatan untuk melawan kuasa Tuhan. Dengan iman, segala hal dan segala manusia akan tunduk pada kuasa Tuhan.

Doa: Perkuatlah iman kami agar apapun tantangan hidup ini dapat kami hadapi dengan kuasaMu, Tuhan Amin.

*SUMBER : SHK BULAN JUNI 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 15 – 21 Juni 2025

Tema Bulanan : Advokasi Hak-Hak Komunitas Bumi sebagai gereja Yang Profetik

Tema Mingguan : Advokasi Hak-Hak Komunitas Bumi

Minggu 15 Juni 2025

bahan bacaan : Keluaran 23 : 1 – 13

Peraturan tentang hak-hak manusia
"Janganlah engkau menyebarkan kabar bohong; janganlah engkau membantu orang yang bersalah dengan menjadi saksi yang tidak benar. 2 Janganlah engkau turut-turut kebanyakan orang melakukan kejahatan, dan dalam memberikan kesaksian mengenai sesuatu perkara janganlah engkau turut-turut kebanyakan orang membelokkan hukum. 3 Juga janganlah memihak kepada orang miskin dalam perkaranya. 4 Apabila engkau melihat lembu musuhmu atau keledainya yang sesat, maka segeralah kaukembalikan binatang itu. 5 Apabila engkau melihat rebah keledai musuhmu karena berat bebannya, maka janganlah engkau enggan menolongnya. Haruslah engkau rela menolong dia dengan membongkar muatan keledainya. 6 Janganlah engkau memperkosa hak orang miskin di antaramu dalam perkaranya. 7 Haruslah kaujauhkan dirimu dari perkara dusta. Orang yang tidak bersalah dan orang yang benar tidak boleh kaubunuh, sebab Aku tidak akan membenarkan orang yang bersalah. 8 Suap janganlah kauterima, sebab suap membuat buta mata orang-orang yang melihat dan memutarbalikkan perkara orang-orang yang benar. 9 Orang asing janganlah kamu tekan, karena kamu sendiri telah mengenal keadaan jiwa orang asing, sebab kamupun dahulu adalah orang asing di tanah Mesir. 10 Enam tahunlah lamanya engkau menabur di tanahmu dan mengumpulkan hasilnya, 11 tetapi pada tahun ketujuh haruslah engkau membiarkannya dan meninggalkannya begitu saja, supaya orang miskin di antara bangsamu dapat makan, dan apa yang ditinggalkan mereka haruslah dibiarkan dimakan binatang hutan. Demikian juga kaulakukan dengan kebun anggurmu dan kebun zaitunmu. 12 Enam harilah lamanya engkau melakukan pekerjaanmu, tetapi pada hari ketujuh haruslah engkau berhenti, supaya lembu dan keledaimu tidak bekerja dan supaya anak budakmu perempuan dan orang asing melepaskan lelah. 13 Dalam segala hal yang Kufirmankan kepadamu haruslah kamu berawas-awas; nama allah lain janganlah kamu panggil, janganlah nama itu kedengaran dari mulutmu."

Hiduplah Dengan Adil Dan Benar

Peraturan memiliki manfaat yang penting bagi kehidupan manusia, yakni sebagai pedoman yang mengarahkan seseorang untuk hidup dengan baik dan benar. Dalam Keluaran 23:1-13, kita menemukan sejumlah peraturan tentang bagaimana  memelihara hak-hak hidup sesama. Peraturan itu yakni :  jangan menyampaikan kabar bohong (hoax), jangan memberikan kesaksian palsu, jangan merampas hak orang miskin, jangan menerima suap dan jangan menindas pendatang (orang asing). Peraturan dimaksud bertujuan supaya umat Israel memperlakukan sesama ( khususnya orang miskin dan orang asing) dengan setara atau memiliki hak yang sama untuk hidup dengan baik dan adil. Pesan penting bagi kita, saat orang cenderung melakukan kejahatan dan ketidakadilan bagi sesama karena kepentingan diri sendiri, kekayaan atau kekuasaan dengan mengorbankan orang lain, maka marilah kita menghadirkan keadilan bagi sesama dengan berbicara dan bertindak dengan benar.

Doa: Tuhan mampukan kami untuk bersikap dengan penuh kasih sayang terhadap hewan sebagai ciptaan Tuhan, Amin  

Senin, 16 Juni 2025

bahan bacaan : Amsal 12 : 10

10 Orang benar memperhatikan hidup hewannya, tetapi belas kasihan orang fasik itu kejam.

Memelihara Hewan Dengan Kasih Sayang

Patung anjing raksasa yang berdiri kokoh di dekat pintu keluar stasiun kereta di Shibuya, Jepang memiliki kisah yang mengharukan. Kisah ini berawal dari seekor anjing yang diberi nama Hachiko oleh tuannya, Profesor Hidesaburo Ueno ini merupakan hewan piaraan yang sangat setia kepada tuannya, karena sangat disayangi oleh Ueno. Hachiko setia antar-jemput tuannya hingga suatu waktu, tuannya meninggal saat kerja. Tetapi, Hachiko tetap setia menunggu tuannya untuk kembali selama 10 tahun. Hal ini mengajarkan kita tentang bagaimana hubungan kasih sayang antara manusia dan hewan yang patut dicontohi, ditengah-tengah sikap arogansi manusia terhadap hewan. Misalnya: penembakan kucing secara brutal,dll. Amsal 12:10 mengajarkan tentang bagaimana memperhatikan hewan peliharaan dengan baik, bukan hanya tentang memberi makan atau merawat mereka tetapi juga tentang peduli dengan kasih sayang terhadap ciptaan Tuhan lainnya.

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami untuk memperlakukan sesame dengan setara, Amin.  

Selasa, 17 Juni 2025

bahan bacaan : Kejadian 6 : 17 – 22

17 Sebab sesungguhnya Aku akan mendatangkan air bah meliputi bumi untuk memusnahkan segala yang hidup dan bernyawa di kolong langit; segala yang ada di bumi akan mati binasa. 18 Tetapi dengan engkau Aku akan mengadakan perjanjian-Ku, dan engkau akan masuk ke dalam bahtera itu: engkau bersama-sama dengan anak-anakmu dan isterimu dan isteri anak-anakmu. 19 Dan dari segala yang hidup, dari segala makhluk, dari semuanya haruslah engkau bawa satu pasang ke dalam bahtera itu, supaya terpelihara hidupnya bersama-sama dengan engkau; jantan dan betina harus kaubawa. 20 Dari segala jenis burung dan dari segala jenis hewan, dari segala jenis binatang melata di muka bumi, dari semuanya itu harus datang satu pasang kepadamu, supaya terpelihara hidupnya. 21 Dan engkau, bawalah bagimu segala apa yang dapat dimakan; kumpulkanlah itu padamu untuk menjadi makanan bagimu dan bagi mereka." 22 Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya.

 Pelihara Bumi Demi Keberlanjutan Hidup

Bulan Juni diperingati sebagai Bulan Lingkungan Hidup Sedunia. Peringatan ini bertujuan untuk mengingatkan manusia tentang masalah lingkungan dan mendorong tindakan nyata dalam melindungi bumi. Karya nyata untuk menyelamatkan bumi dilakukan Allah, sebagaimana dijelaskan dalam perikop tadi. Allah tidak saja menyelamatkan Nuh dan keluarganya dari ancaman air bah, tetapi juga menjaga kelangsungan hidup seluruh ciptaan-Nya melalui tindakan nyata, yakni menyelamatkan berbagai jenis makhluk hidup dari kehancuran. Hal ini menunjukkan bahwa Allah peduli kepada manusia dan bumi ciptaan-Nya. Karena itu, manusia juga harus menunjukkan kepedulian kepada lingkungan, dengan cara STOP EXPLOITASI ALAM yang berdampak buruk bagi lingkungan, kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Mari kita memelihara bumi untuk hidup kita dan generasi mendatang!

Doa: Tuhan, anugerahkan bagi kami hati yang bijaksana untuk menjaga lingkungan bagi keberlanjutan hidup, amin. 

Rabu, 18 Juni 2025

bahan bacaan : Kejadian 7 : 1 – 9

Air bah
Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Nuh: "Masuklah ke dalam bahtera itu, engkau dan seisi rumahmu, sebab engkaulah yang Kulihat benar di hadapan-Ku di antara orang zaman ini. 2 Dari segala binatang yang tidak haram haruslah kauambil tujuh pasang, jantan dan betinanya, tetapi dari binatang yang haram satu pasang, jantan dan betinanya; 3 juga dari burung-burung di udara tujuh pasang, jantan dan betina, supaya terpelihara hidup keturunannya di seluruh bumi. 4 Sebab tujuh hari lagi Aku akan menurunkan hujan ke atas bumi empat puluh hari empat puluh malam lamanya, dan Aku akan menghapuskan dari muka bumi segala yang ada, yang Kujadikan itu." 5 Lalu Nuh melakukan segala yang diperintahkan TUHAN kepadanya. 6 Nuh berumur enam ratus tahun, ketika air bah datang meliputi bumi. 7 Masuklah Nuh ke dalam bahtera itu bersama-sama dengan anak-anaknya dan isterinya dan isteri anak-anaknya karena air bah itu. 8 Dari binatang yang tidak haram dan yang haram, dari burung-burung dan dari segala yang merayap di muka bumi, 9 datanglah sepasang mendapatkan Nuh ke dalam bahtera itu, jantan dan betina, seperti yang diperintahkan Allah kepada Nuh.

Allah Peduli Kepada Keberlanjutan Hidup

Saudara terkasih, kita mungkin masih ingat tentang korban selamat banjir bandang di Adonara, NTT pada tahun 2021, atas nama Zelo, bayi berusia 4 tahun yang hanyut dibawa banjir selama 5 jam dan ditemukan selamat tersangkut di batang pohon. Menurut keluarga, “Zelo selamat karena kuasa Tuhan Yesus”. Kisah Zelo merupakan salah satu kisah orang selamat dari berbagai peristiwa besar yang mengancam keselamatan manusia dan mahkluk hidup lainnya. Misalnya : gempa bumi, tsunami, topan, kebakaran. Peristiwa banjir bandang juga pernah terjadi pada zaman Nuh akibat dosa manusia. Di tengah kehancuran dan kematian seluruh makhluk, Allah melakukan karya keselamatan melalui Nuh dan keluarganya serta seluruh makhluk hidup di dalam bahtera. Karya Keselamatan Allah yamg penuh kasih ini bertujuan untuk memelihara keberlangsungan hidup seluruh makhluk. Sebagai orang percaya, tugas kita juga mengikuti misi Allah untuk menyelamatkan bumi.

Doa: Roh kudus tuntunlah kami untuk menyelamatkan bumi. Amin. 

Kamis, 19 Juni 2025

bahan bacaan : Kejadian 7 : 10 – 16

10 Setelah tujuh hari datanglah air bah meliputi bumi. 11 Pada waktu umur Nuh enam ratus tahun, pada bulan yang kedua, pada hari yang ketujuh belas bulan itu, pada hari itulah terbelah segala mata air samudera raya yang dahsyat dan terbukalah tingkap-tingkap di langit. 12 Dan turunlah hujan lebat meliputi bumi empat puluh hari empat puluh malam lamanya. 13 Pada hari itu juga masuklah Nuh serta Sem, Ham dan Yafet, anak-anak Nuh, dan isteri Nuh, dan ketiga isteri anak-anaknya bersama-sama dengan dia, ke dalam bahtera itu, 14 mereka itu dan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata yang merayap di bumi dan segala jenis burung, yakni segala yang berbulu bersayap; 15 dari segala yang hidup dan bernyawa datanglah sepasang mendapatkan Nuh ke dalam bahtera itu. 16 Dan yang masuk itu adalah jantan dan betina dari segala yang hidup, seperti yang diperintahkan Allah kepada Nuh; lalu TUHAN menutup pintu bahtera itu di belakang Nuh.

 Bencana Alam: Bencana Bagi Manusia Dan Seluruh Makhluk

Bencana alam yakni banjir, tanah longsor, kekeringan, gempa bumi, dll dapat memberikan dampak yang sangat besar bagi kehidupan manusia, lingkungan dan makhluk hidup lainnya, antara lain: korban jiwa dan material. Ancaman terhadap kehidupan manusia dan seluruh makhluk juga dialami pada zaman Nuh melalui peristiwa air bah (banjir bandang). Namun karena ketaatan Nuh kepada perintah Tuhan untuk membuat bahtera dan mendiaminya, maka Nuh dan keluarganya selamat. Hal ini mengajarkan kita tentang hidup taat kepada Tuhan mendatangkan keselamatan, sebaliknya yang tidak taat mengalami kehancuran. Salah satu bentuk ketaatan adalah tidak merusak lingkungan alam yang berdampak terhadap kehidupan kita. Ingatlah ungkapan ini: “Alam dapat hidup tanpa manusia, tapi manusia tidak bisa hidup tanpa alam”.

Doa:  Tuhan tuntun kami agar taat kepada perintahMu untuk kehidupan baru di bumi yang penuh berkat. Amin. 

Jumat, 20 Juni 2025

bahan bacaan : Keluaran 22 : 5 – 6

5 Apabila seseorang menggembalakan ternaknya di ladangnya atau di kebun anggurnya dan ternak itu dibiarkannya berjalan lepas, sehingga makan habis ladang orang lain, maka ia harus memberikan hasil yang terbaik dari ladangnya sendiri atau hasil yang terbaik dari kebun anggurnya sebagai ganti kerugian. 6 Apabila ada api dinyalakan dan api itu menjilat semak duri, tetapi tumpukan gandum atau gandum yang belum dituai atau seluruh ladang itu ikut juga dimakan api, maka orang yang menyebabkan kebakaran itu harus membayar ganti kerugian sepenuhnya.

 Hormati Milik Orang lain Dengan Sikap Bertanggung Jawab

Masalah yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah hewan peliharaan atau ternak merusak tanaman atau kebun milik tetangga yang menyebabkan ketegangan dan perselisihan. Melalui Perikop ini, kita diingatkan bahwa setiap milik orang lain, baik itu tanaman, ternak atau harta lainnya harus dihormati dan dijaga dengan baik. Misalnya: jika hewan piaraan kita merusak tanaman milik orang lain, maka kita harus bertanggungjawab dengan memperbaiki kerusakan yang telah dilakukan bahkan harus bersedia memberi ganti rugi atas kerusakan yang terjadi. Ganti rugi bisa berupa uang atau memberikan tanaman baru sebagai penggantinya. Selain itu, kita diingatkan untuk mengawasi dan menjaga agar hewan piaraan kita tidak merusak tanaman atau kebun orang lain, terutama jika ternak itu bebas merumput atau berkeliaran dengan bebas di pekarangan atau kebun orang lain. Tindakan ini menunjukkan bahwa kita ikut bertanggung jawab atas seluruh ciptaan Tuhan.

Doa: : Roh Kudus, tuntunlah kami untuk menjaga milik orang lain dengan  bertangung jawab Amin. 

Sabtu, 21 Juni 2025

bahan bacaan : Kejadian 7 : 17 – 24

17 Empat puluh hari lamanya air bah itu meliputi bumi; air itu naik dan mengangkat bahtera itu, sehingga melampung tinggi dari bumi. 18 Ketika air itu makin bertambah-tambah dan naik dengan hebatnya di atas bumi, terapung-apunglah bahtera itu di muka air. 19 Dan air itu sangat hebatnya bertambah-tambah meliputi bumi, dan ditutupinyalah segala gunung tinggi di seluruh kolong langit, 20 sampai lima belas hasta di atasnya bertambah-tambah air itu, sehingga gunung-gunung ditutupinya. 21 Lalu mati binasalah segala yang hidup, yang bergerak di bumi, burung-burung, ternak dan binatang liar dan segala binatang merayap, yang berkeriapan di bumi, serta semua manusia. 22 Matilah segala yang ada nafas hidup dalam hidungnya, segala yang ada di darat. 23 Demikianlah dihapuskan Allah segala yang ada, segala yang di muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang melata dan burung-burung di udara, sehingga semuanya itu dihapuskan dari atas bumi; hanya Nuh yang tinggal hidup dan semua yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu. 24 Dan berkuasalah air itu di atas bumi seratus lima puluh hari lamanya.

Kelanjutan Hidup Baru Setiap Makhluk di Atas Bumi

Kisah sejarah tentang manusia dan semua makhluk hidup dimusnahkan melalui peristiwa air bah menjadi catatan penting sebagai peringatan akan penghukuman Allah terhadap dosa. Manusia melawan perintah Allah menjadi penyebab diturunkannya air bah untuk memulihkan bumi. Selama empat puluh hari air bah dicurahkan ke atas bumi dan menenggelamkan semua yang bernapas. Hanya Nuh dan keluarganya yang disiapkan Allah untuk melanjutkan kehidupan baru beserta setiap hewan yang dipilih sepasang. Nuh dan keluarganya sebagai satu kelompok kecil yang tetap menjaga kekudusan hidup ditengah kondisi kebejatan moral yang parah. Saat itu tidak ada seorang pun yang hidupnya taat kepada Allah. Itulah sebabnya tindakan Allah melalui air bah untuk memulihkan bumi dan segala makhuk hidup lainnya harus dimaknai dengan syukur dan sebagai peringatan keras agar manusia selalu mewujudkan perilaku hidup yang taat dan setia kepada Tuhan sebagai sumber hidup. Ketika sikap dan perilaku hidup kita masih menyimpang dari Tuhan, maka pasti penghukumanNya akan berlaku. Oleh sebab itu kita mesti sadar dan bertobat serta membarui hidup dengan setia dan taat kepada Tuhan sehingga membawa keharmonisan hidup di atas bumi tempat hidup semua makhluk.

Doa: Roh Kudus, tuntunlah kami supaya hidup taat kepada Tuhan, dan dapay membawa keharmonisan hidup di bumi ini amin. 

*SUMBER : SHK BULAN JUNI 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 8 – 14 Juni 2025

Tema Bulanan : Advokasi Hak-Hak Komunitas Bumi sebagai gereja Yang Profetik

Tema Mingguan : Roh Kudus Memampukan Orang Percaya untuk Hidup Setara

Minggu, 08 Juni 2025

bahan bacaan I : Yoel 2:28-32;

Hari TUHAN
28 "Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. 29 Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu. 30 Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di langit dan di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. 31 Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari TUHAN yang hebat dan dahsyat itu. 32 Dan barangsiapa yang berseru kepada nama TUHAN akan diselamatkan, sebab di gunung Sion dan di Yerusalem akan ada keselamatan, seperti yang telah difirmankan TUHAN; dan setiap orang yang dipanggil TUHAN akan termasuk orang-orang yang terlepas."

bahan bacaan II : Kisah Para Rasul 2:1-13   

Pentakosta
Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. 2 Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; 3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. 4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. 5 Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit. 6 Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri. 7 Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: "Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea? 8 Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita: 9 kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, 10 Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma, 11 baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah." 12 Mereka semuanya tercengang-cengang dan sangat termangu-mangu sambil berkata seorang kepada yang lain: "Apakah artinya ini?" 13 Tetapi orang lain menyindir: "Mereka sedang mabuk oleh anggur manis.

Hidup Setara dengan Kuasa Roh Kudus

Yoel 2:28 menyatakan bahwa Tuhan akan mencurahkan Roh-Nya kepada “segala manusia”, tanpa memandang jenis kelamin, usia, atau status sosial. Hal ini menegaskan bahwa semua orang memiliki akses yang sama kepada Tuhan. Dalam tugas bersaksi dan melayani, setiap orang percaya memiliki peran penting. Ayat 32 menegaskan bahwa “barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.” Keselamatan tersedia bagi semua orang tanpa diskriminasi. Seperti Yoel, dalam Kisah Para Rasul 2, hal kesetaraan juga dinyatakan ketika para murid menerima Roh Kudus. Tuhan mencurahkan kuasa itu tanpa memandang latar belakang mereka. Semua orang memiliki hak yang sama untuk menerima anugerah Roh Kudus. Orang-orang dari berbagai bangsa yang ada saat itu pun dapat mendengar para murid berbicara dalam bahasa mereka sendiri. Pesan Injil ternyata tidak hanya untuk satu kelompok tertentu, tetapi untuk semua bangsa. Melalui peristiwa keturunan Roh Kudus, Tuhan menghancurkan batas-batas linguistik dan budaya, yang sebelumnya sering menjadi alasan perpecahan. Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk menghormati dan memperlakukan semua orang dengan setara dan adil. Dalam kuasa Roh Kudus tidak ada perbedaan dalam kesempatan untuk bertumbuh, melayani.

Doa: Mampukanlah kami dengan Roh Kudus-Mu, ya Tuhan, untuk hidup setara. Amin  

Senin, 09 Juni 2025

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 4 : 32 – 37

Cara hidup jemaat
32 Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa, dan tidak seorangpun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama. 33 Dan dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah. 34 Sebab tidak ada seorangpun yang berkekurangan di antara mereka; karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa 35 dan mereka letakkan di depan kaki rasul-rasul; lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya. 36 Demikian pula dengan Yusuf, yang oleh rasul-rasul disebut Barnabas, artinya anak penghiburan, seorang Lewi dari Siprus. 37 Ia menjual ladang, miliknya, lalu membawa uangnya itu dan meletakkannya di depan kaki rasul-rasul.

Hidup Berbagi Dalam Prinsip Kesetaraan

Bacaan hari ini menggambarkan kehidupan jemaat mula-mula yang hidup dalam kesatuan, berbagi segala sesuatu, dan tidak ada yang berkekurangan di antara mereka. Dalam konteks teologi, perikop ini memiliki makna mendalam tentang hidup setara dalam komunitas orang-orang beriman. Ayat 32 mengatakan jemaat hidup “sehati dan sejiwa,” ini menunjukkan bahwa iman kepada Kristus membawa persatuan yang melampaui status sosial atau ekonomi. Kesetaraan dalam komunitas Kristen bukan hanya teori, tetapi diwujudkan dalam sikap hidup yang saling peduli. Tidak ada yang menganggap miliknya sendiri, tetapi semuanya digunakan untuk kepentingan bersama. Yusuf yang disebut Barnabas menjadi contoh bagi kita. Tindakannya mencerminkan prinsip iman bahwa segala sesuatu berasal dari Tuhan, dan dipanggil untuk mengelolanya demi kesejahteraan bersama, bukan hanya kepentingan pribadi. Tanggung jawab mementingkan hidup bersama sebagai wujud hidup setara tentunya bukan hanya sebagai tindakan sosial, tetapi adalah bentuk nyata dari orang-orang yang hidupnya dipenuhi kasih dan dengan kuasa Roh Kudus  yang mengubah hidup.

Doa: Tuhan, tuntunlah kami dengan Roh Kudus-Mu untuk hidup berbagi dalam kesetaraan. Amin 

Selasa, 10 Juni 2025

bahan bacaan : Roma 8 : 12 – 17   

12 Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging. 13 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup. 14 Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. 15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!" 16 Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. 17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

Hiduplah Menurut Roh!

Orang percaya tidak lagi terikat oleh keinginan daging, tetapi dipanggil untuk hidup dalam Roh. Sebab, hidup dalam daging membawa kematian, sementara hidup dalam Roh membawa kehidupan kekal. Mereka yang dipimpin oleh Roh Allah adalah anak-anak Allah, yang tidak lagi hidup dalam ketakutan sebagai budak, melainkan kebebasan sebagai anak-anak yang dapat berseru, “Abba, ya Bapa!”. Anak-anak Allah yang hidup dengan pimpinan Roh Allah tidak hidup dalam sikap mendiskriminasi dan saling membedakan satu dengan yang lain. Sebaliknya sebagai anak-anak Allah, Roh memampukan setiap orang untuk memiliki kesempatan yang sama datang pada Tuhan. Situasi saudara-saudara positif HIV yang masih mendapatkan perlakuan diskriminasi dari keluarga dan lingkungan membuktikan hidup beriman kita yang belum sungguh-sungguh memahami diri sebagai anak-anak Allah. Kita memang dipenuhi dengan kelemahan dan dosa, namun dengan selalu sadar sebagai anak-anak Allah, kita akan mengandalkan tuntunan Roh, sehingga keinginan Roh yang kita ikuti, bukan keinginan daging. Keinginan Roh pasti akan membawa kita pada keadilan dan kesetaraan dalam hidup.

Doa: ya Tuhan, berilah Roh-Mu untuk menuntun hidup kami sebagai anak-anak-Mu. Amin 

Rabu, 11 Juni 2025

bahan bacaan : Amsal 22 : 2

2 Orang kaya dan orang miskin bertemu; yang membuat mereka semua ialah TUHAN.

Orang Kaya dan Orang Miskin Sama Di Mata Tuhan

Teks Amsal hari ini hendak menyatakan kepada kita bahwa Tuhan adalah pencipta semua manusia tanpa memandang status sosial. Tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah dalam nilai intrinsik manusia di hadapan Allah. Hal ini searah dengan konsep penciptaanNya yang menjadikan manusia serupa dan segambar denganNya. Perbedaan status sosial tidak boleh menjadi alasan untuk diskriminasi atau ketidakadilan. Orang kaya tidak boleh sombong, dan orang miskin tidak boleh merasa rendah diri. Semua yang ada pada manusia terjadi dalam ijin Allah, sehingga sekalipun secara fisik nampak berbeda, namun di mata Allah semuanya sama. Perbedaan ini hanya bersifat sementara dan bertujuan supaya mereka yang memiliki lebih banyak sumber daya memiliki tanggung jawab untuk membantu mereka yang kekurangan. Pengamsal mengatakan “Tuhanlah yang menjadikan mereka semua” sebagai penegasan tentang kedaulatan Tuhan yang bisa mengubah situasi hidup setiap manusia. Sama seperti kata Pengkhotbah bahwa semua ada waktunya, demikianlah maksud Tuhan di dalam kedaulatanNya. Karena itu, baik orang kaya maupun orang miskin harus hidup bersyukur dan saling membangun untuk mewujudkan hidup bersama yang harmonis.

Doa: Tuhan, ajarlah kami bersyukur dan mempergunakan pemberianMu untuk kebaikan bersama. amin

Kamis, 12 Juni 2025

bahan bacaan : Amsal 24 : 23 – 26

23 Juga ini adalah amsal-amsal dari orang bijak. Memandang bulu dalam pengadilan tidaklah baik. 24 Siapa berkata kepada orang fasik: "Engkau tidak bersalah", akan dikutuki bangsa-bangsa, dilaknatkan suku-suku bangsa. 25 Tetapi mereka yang memberi peringatan akan berbahagia, mereka akan mendapat ganjaran berkat. 26 Siapa memberi jawaban yang tepat mengecup bibir.

Berlakulah Adil!

Orang percaya dipanggil untuk hidup dalam keadilan dan tidak memihak karena status sosial, ekonomi, atau latar belakang seseorang. Panggilan tersebut berlangsung dalam setiap ruang kehidupannya, termasuk pada lembaga-lembaga pengadilan. Seorang warga bina di salah satu rumah tahanan mengungkapkan situasi sidang hingga keputusan yang dialami oleh mereka kadang tidak adil. Realita ini tentunya sangat miris bagi seseorang yang menyebutkan dirinya Kristen dan melakukan pekerjaan sebagai penegak keadilan. Tempat tersebut mestinya menjadi ladang pelayanan untuk menyaksikan Tuhan yang diimaninya sebagai Tuhan yang berpihak pada kebenaran dan keadilan. Sayangnya, karena kepentingan diri dan kelompok terkadang panggilan untuk hidup adil diabaikan. Kitab Amsal ini menegaskan bahwa menyebut orang fasik tidak bersalah berarti sama dengan ia mendukung ketidakadilan. Hal ini berlawanan dengan prinsip kebenaran Tuhan. Setiap orang percaya harus berani menegur ketidakadilan, meskipun itu sulit atau tidak populer. Sebab,Tuhan memberkati orang yang menegur ketidakbenaran dan menegakkan keadilan. Orang percaya juga harus membangun hubungan yang setara dan saling menghormati dengan kejujuran. Perkataan yang jujur membawa pada kedekatan dan harmoni.

Doa : Tuhan mampukanlah kami untuk hidup adil satu dengan yang lain. Amin

Jumat, 13 Juni 2025

bahan bacaan : Yakobus 2 : 1 – 4 

Jangan memandang muka
Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka. 2 Sebab, jika ada seorang masuk ke dalam kumpulanmu dengan memakai cincin emas dan pakaian indah dan datang juga seorang miskin ke situ dengan memakai pakaian buruk, 3 dan kamu menghormati orang yang berpakaian indah itu dan berkata kepadanya: "Silakan tuan duduk di tempat yang baik ini!", sedang kepada orang yang miskin itu kamu berkata: "Berdirilah di sana!" atau: "Duduklah di lantai ini dekat tumpuan kakiku!", 4 bukankah kamu telah membuat pembedaan di dalam hatimu dan bertindak sebagai hakim dengan pikiran yang jahat?

Stop Diskriminasi!

Sebagai tubuh Kristus, gereja menjadi tempat dimana semua orang diterima dengan kasih tanpa diskriminasi. Yakobus 2:1 menyatakan bahwa iman kepada Kristus harus selaras dengan sikap yang tidak memandang muka. Hal ini berarti bahwa dalam hidup persekutuan, semua orang diperlakukan setara tanpa diskriminasi. Ayat 2-3 menggambarkan situasi di mana orang kaya diperlakukan dengan hormat, sementara orang miskin diabaikan. Situasi ini mencerminkan kecenderungan manusia untuk lebih menghormati mereka yang memiliki kekayaan dan kekuasaan. Sikap ini bertentangan dengan ajaran Kristus yang menghargai semua orang tanpa melihat statusnya. Sebab membeda-bedakan orang berarti memiliki “pikiran yang jahat.” Dengan kata lain, orang yang berbuat demikian adalah orang yang hidupnya senantiasa berlangsung dalam dosa. Tidaklah demikian bagi kita yang sudah mengalami keselamatan dari penebusan Yesus Kristus. PengorbananNya di salib merupakan bukti, kasih kepada semua manusia tanpa membeda-bedakan. Karena itu, seharusnya demikian pula kehidupan kita sebagai orang Kristen. Kita harus hidup dengan pikiran yang baik, yang sehat atau yang penuh kasih.

Doa: Tuhan, tolonglah kami untuk hidup dalam kasih dan tidak melakukan diskriminasi. Amin. 

Sabtu, 14 Juni 2025

bahan bacaan : Amsal 28 : 21

21 Memandang bulu tidaklah baik, tetapi untuk sekerat roti orang membuat pelanggaran.

Jangan Memandang Bulu!

Memandang bulu atau pilih kasih menunjuk kepada sikap atau tindakan yang tidak adil kepada orang lain. Tindakan ini disebabkan oleh faktor status sosial, ikatan emosional/kedekatan dan latar belakang yang “serupa” atau “lebih baik”. Misalnya: orang yang memiliki jabatan tinggi, orang kaya, teman dekat, keluarga dekat, se-agama, se-budaya, se-suku atau se-pendidikan seringkali diperlakukan dengan sangat istimewa dibandingkan dengan orang lain. Sikap pandang bulu ini dapat menyebabkan ketidakadilan yang dapat merusak hubungan antar sesama berdasarkan faktor-faktor di atas. Oleh karena itu, penulis kitab Amsal menasehati kita agar “jangan memandang bulu” karena akan melahirkan ketidakadilan yang memicu konflik diantara pribadi atau kelompok yang merasa dirugikan. Penting bagi kita untuk berlaku adil dan menghargai semua orang tanpa memandang latar belakang atau status sosial. Tindakan ini harus dimulai dari keluarga, misalnya: orang tua tidak boleh pilih kasih diantara anak-anak.

Doa:  Roh Kudus tuntun kami untuk tidak bersikap pandang bulu, Amin 

*SUMBER : SHK BULAN JUNI 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 1 – 7 Juni 2025

Tema Bulanan : Advokasi Hak-Hak Komunitas Bumi sebagai gereja Yang Profetik

Tema Mingguan : Suara Bumi: dari Ratapan ke Pemulihan

Minggu, 01 Juni 2025

bahan bacaan : Yeremia 12 : 1 – 17

Keluhan Yeremia dan jawab Allah
Engkau memang benar, ya TUHAN, bilamana aku berbantah dengan Engkau! Tetapi aku mau berbicara dengan Engkau tentang keadilan: Mengapakah mujur hidup orang-orang fasik, sentosa semua orang yang berlaku tidak setia? 2 Engkau membuat mereka tumbuh, dan merekapun juga berakar, mereka tumbuh subur dan menghasilkan buah juga. Memang selalu Engkau di mulut mereka, tetapi jauh dari hati mereka. 3 Ya TUHAN, Engkau mengenal aku, Engkau melihat aku, dan Engkau menguji bagaimana hatiku terhadap Engkau. Tariklah mereka ke luar seperti domba-domba sembelihan, dan khususkanlah mereka untuk hari penyembelihan. -- 4 Berapa lama lagi negeri ini menjadi kering, dan rumput di segenap padang menjadi layu? Karena kejahatan penduduknya binatang-binatang dan burung-burung habis lenyap, sebab mereka telah mengira: "Ia tidak akan melihat tingkah langkah kita!" 5 "Jika engkau telah berlari dengan orang berjalan kaki, dan engkau telah dilelahkan, bagaimanakah engkau hendak berpacu melawan kuda? Dan jika di negeri yang damai engkau tidak merasa tenteram, apakah yang akan engkau perbuat di hutan belukar sungai Yordan? 6 Sebab saudara-saudaramu dan kaum keluargamu, mereka sendiri juga berbuat khianat terhadap engkau; mereka juga bersama-sama di belakangmu. Janganlah percaya kepada mereka, sekalipun mereka berkata manis kepadamu! 7 Aku telah meninggalkan kediaman-Ku, telah membuangkan negeri milik-Ku; Aku telah menyerahkan buah hati-Ku ke dalam tangan musuhnya. 8 Negeri milik-Ku sudah menjadi seperti singa di hutan bagi-Ku; ia mengeraskan suaranya menentang Aku, sebab itu Aku membencinya. 9 Negeri milik-Ku sudah menjadi seperti burung belang bagi-Ku; burung-burung buas mengerumuninya. Ayo, kumpulkanlah segala binatang di padang, bawalah untuk menghabiskannya! 10 Banyak gembala telah merusakkan kebun anggur-Ku, memijak-mijak tanah-Ku, dan membuat tanah kedambaan-Ku menjadi padang gurun yang sunyi sepi. 11 Ya, mereka telah membuatnya sunyi sepi, sunyi sepi tanah itu berkabung di hadapan-Ku! Sunyi sepi sekarang segenap negeri itu, tetapi tidak ada orang yang memperhatikannya. 12 Para pembinasa telah datang melintasi segala bukit gundul di padang gurun; sebab pedang TUHAN mengamuk makan dari ujung negeri yang satu ke ujung lain; tidak ada damai bagi segala yang hidup. 13 Mereka telah menabur gandum, tetapi yang dituai adalah semak duri; mereka telah bersusah payah, tetapi usaha mereka tidak berguna; mereka malu karena hasil yang diperoleh mereka, akibat dari murka TUHAN yang menyala-nyala." 14 Beginilah firman TUHAN: "Mengenai sekalian tetangga-Ku yang jahat yang telah mengusik negeri yang telah Kuberikan sebagai milik pusaka kepada umat-Ku Israel, bahwasanya Aku akan mencabut mereka dari tanah mereka dan Aku mencabut kaum Yehuda dari tengah-tengah mereka. 15 Tetapi setelah Aku mencabut mereka, maka Aku akan menyayangi mereka kembali. Aku akan mengembalikan mereka masing-masing ke milik pusakanya dan masing-masing ke negerinya. 16 Dan jika mereka sungguh-sungguh belajar cara hidup umat-Ku sehingga bersumpah demi nama-Ku: Demi TUHAN yang hidup, seperti tadinya mereka mengajar umat-Ku untuk bersumpah demi Baal, maka mereka akan dibangun di tengah-tengah umat-Ku. 17 Tetapi jika mereka tidak mau mendengarkan, maka Aku akan sungguh-sungguh mencabut dan membinasakan bangsa yang demikian, demikianlah firman TUHAN."

Suara Bumi: dari Ratapan ke Pemulihan

Hidup ini bergulir mengikuti laju sang waktu hingga tidak terasa kita telah memasuki minggu pertama bulan Juni. Hampir enam bulan terlalui oleh pertolongan Tuhan. Kiranya dengan pertolongan kuat kuasa Tuhan, kita terus menjalani hidup dengan bersandar pada kebenaran firman-Nya. Hari ini kita mendengarkan firman Tuhan yang mengingatkan akan pentingnya memelihara bumi ciptaan Tuhan. Bumi dari waktu ke waktu mengalami kehancuran oleh ulah kita manusia yang cenderung egois dan serakah. Jika dibiarkan terus maka bumi akan menjadi hancur dan akibatnya akan dialami bukan hanya oleh manusia, tetapi ciptaan Tuhan yang lain juga. Keluhan akan semakin rusaknya bumi oleh kejahatan manusia, juga pernah disampaikan Yeremia kepada Tuhan sebagaimana ada dalam nas bacan ini. Yeremia melihat bahwa umat Israel mengalami kesukaran dan penderitaan akibat tindakan mereka sendiri yang merusak alam. Tetapi Yeremia berpengharapan dan mengingatkan umat bahwa akan datang waktunya pemulihan terjadi, jika mereka sungguh-sungguh bertobat dari kejahatan yang sering merusak alam. Peringatan ini juga penting bagi kita bahwa kita harus menjaga dan merawat bumi ini dengan sungguh-sungguh. Menjaga dan merawat disini berdimensi tanggung jawab mengembangkan dan mengusahakan kelestariannya, demi memuliakan Tuhan Sang Pencipta. Maka, dengarkanlah ratapan bumi dan pulihkan!.

Doa: Tuhan,buatlah kami untuk memulihkan dan merawat alam ciptaanMu ini,  Amin

Senin, 02 Juni 2025

bahan bacaan : Mazmur 104 : 10 – 13

10 Engkau yang melepas mata-mata air ke dalam lembah-lembah, mengalir di antara gunung-gunung, 11 memberi minum segala binatang di padang, memuaskan haus keledai-keledai hutan; 12 di dekatnya diam burung-burung di udara, bersiul dari antara daun-daunan. 13 Engkau yang memberi minum gunung-gunung dari kamar-kamar loteng-Mu, bumi kenyang dari buah pekerjaan-Mu

                                    Engkau yang Membuat Mata Air Membual

Air merupakan kebutuhan vital semua makhluk hidup. Tanpa air, kehidupan tidak akan berlangsung. Kita dapat membayangkan, kalau suatu ketika air bersih yang dibutuhkan semakin berkurang, krisis air terjadi dimana-mana, maka yang ada hanyalah bencana dan penderitaan. Pentingnya air bagi keberlanjutan hidup semua makhluk menyadarkan kita untuk dapat menjaga dan melestarikan sumber-sumber air yang ada disekitar kita. Bagi pemazmur, air menyimbolkan kebesaran dan keagungan Tuhan. TanganNya yang menciptakan dan menyediakan air membual di lembah-lembah, begitu melimpah sehingga mencukupi kebutuhan semua makhluk. Tuhan mengalirkan air di antara gunung-gunung dan membuat bumi menjadi kenyang. Semuanya bersumber dari kamar-kamar loteng milik Tuhan. Betapa hebat pekerjaan Tuhan ini. Karya agung Tuhan yang ada dalam ciptaanNya ini haruslah kita jaga. Salah satu masalah yang kita hadapi sekarang dan ke depan adalah kiris air bersih. Sebab itu, kita perlu arif dan bijaksana memanfaatkan air. Tidak mencemari dan merusakkan sumber-sumber mata air, agar bukan hanya kita sekarang yang menikmati membualnya air, melainkan turut dinikmati oleh anak cucu generasi kita di masa depan.

Doa: Terima kasih atas karya agungMu ya Tuhan, yang memberikan air bagi kami,  Amin

Selasa, 03 Juni 2025

bahan bacaan : Mazmur 104 : 14 – 18

14 Engkau yang menumbuhkan rumput bagi hewan dan tumbuh-tumbuhan untuk diusahakan manusia, yang mengeluarkan makanan dari dalam tanah 15 dan anggur yang menyukakan hati manusia, yang membuat muka berseri karena minyak, dan makanan yang menyegarkan hati manusia. 16 Kenyang pohon-pohon TUHAN, pohon-pohon aras di Libanon yang ditanam-Nya, 17 di mana burung-burung bersarang, burung ranggung yang rumahnya di pohon-pohon sanobar; 18 gunung-gunung tinggi adalah bagi kambing-kambing hutan, bukit-bukit batu adalah tempat perlindungan bagi pelanduk.

Anugerah Tuhanlah Yang Menjamin Kehidupan

Pemazmur dalam nas hari ini menegaskan bahwa anugerah Tuhanlah yang menjamin kehidupan semua makhluk di bumi. Jaminan pemeliharaan Tuhan itu nampak dalam segala sesuatu yang diciptakanNya tidak pernah berdiri sendiri, melainkan saling terkait satu dengan yang lain untuk menopang dan memberi kehidupan. Mata air yang keluar dari lembah dan mengalir diantara gunung-gunung memberikan minum bagi binatang-binatang. Menumbuhkan rumput bagi makanan para binatang dan pepohonan sebagai tempat tinggal atau tempat bersarang. Demikian juga tumbuhan untuk keperluan makanan manusia. Melalui alam ciptaanNya Tuhan menyediakan kebutuhan segala makhluk. Untuk anugerah Tuhan ini kita patut bersyukur oleh karena kehidupan kita semua terjamin dalam tangan Tuhan. Tuhan peduli terhadap seluruh ciptaanNya. Anugerah Tuhan ini harus diresponi dengan kesediaan kita menjaga dan melestarikan semua yang sudah diberikan. Jadi ada aspek keberlanjutan hidup yang senantiasa harus diupayakan. Sebagaimana Tuhan ingin kita tidak lalai  beribadah, berdoa dan merenungkan firmanNya, Tuhan juga tidak ingin kita mengabaikan lingkungan alam ciptaan yang telah dijadikanNya dengan amat baik, apalagi merusaknya hanya demi kepentingan diri dan kepentingan sesaat.

Doa: Terima kasih Tuhan atas anugerahMu yang menjamin kehidupan kami tiap waktu,  Amin

Rabu, 04 Juni 2025

bahan bacaan : Yesaya 35 : 1 – 4

Keselamatan bagi umat TUHAN
Padang gurun dan padang kering akan bergirang, padang belantara akan bersorak-sorak dan berbunga; 2 seperti bunga mawar ia akan berbunga lebat, akan bersorak-sorak, ya bersorak-sorak dan bersorak-sorai. Kemuliaan Libanon akan diberikan kepadanya, semarak Karmel dan Saron; mereka itu akan melihat kemuliaan TUHAN, semarak Allah kita. 3 Kuatkanlah tangan yang lemah lesu dan teguhkanlah lutut yang goyah. 4 Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati: "Kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu

Kegembiraan dan Sukacita Karena Dipulihkan

Umat Israel yang mengalami pembuangan ke Babel karena dosa dan pelanggaran, sungguh merindukan pengampunan dosa dan pemulihan dari Allah. Mereka sadar bahwa hanya Allah yang dapat mengampuni dan memulihkan keadaan mereka. Ketika sadar, mereka bertobat dan bertekad untuk meninggalkan kebodohan dan kejahatan yang dilakukan dan mendengarkan kembali firman Allah. Melalui nabi Yesaya, Tuhan Allah berfirman tentang akan datang waktunya untuk pemulihan. Allah memulihkan keadaan mereka seutuhnya, manusia bersama alam ciptaanNya.Tanah-tanah kering akan bergirang, padang gurun dan padang belantara akan bersorak dan berbuah.Gambaran kehidupan yang dipulihkan dan diberkati akan kembali mereka nikmati. Sebab itu mereka bersyukur dan bersukacita. Kehidupan yang dipulihkan, penuh dengan sukacita dan damai sejahtera merupakan pemberian Allah yang hanya dapat dinikmati jika kita setia pada kehendak Allah. Wujud kehendak Allah itu  adalah jika kita memperhatikan kepentingan hidup bersama, membangun relasi yang baik dengan semua orang maupun dengan alam ciptaan Tuhan, sehingga kebaikan Allah dialami oleh kita semua selaku ciptaanNya. Firman Tuhan hari ini mengajak kita semua untuk sadar akan kelemahan kita dan bertobat, termasuk melakukan pertobatan ekologis. Kerusakan alam terjadi karena kegagalan kita manusia melakukan mandat Allah, yaitu merawat ciptaanNya. Maka marilah bertekad dan bertindak dengan cepat untuk memulihkan alam ciptaan Tuhan yang sedang rusak ini, agar kehidupan yang penuh damai sejahtera akan terus kita nikmati.

Doa: Ampunilah kami yang masih gagal melakukan perintah untuk merawat ciptaanMu, Tuhan. amin. 

Kamis, 05 Juni 2025

bahan bacaan : Yesaya 35 : 5 – 10

5 Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka. 6 Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara; 7 tanah pasir yang hangat akan menjadi kolam, dan tanah kersang menjadi sumber-sumber air; di tempat serigala berbaring akan tumbuh tebu dan pandan. 8 Di situ akan ada jalan raya, yang akan disebutkan Jalan Kudus; orang yang tidak tahir tidak akan melintasinya, dan orang-orang pandir tidak akan mengembara di atasnya. 9 Di situ tidak akan ada singa, binatang buas tidak akan menjalaninya dan tidak akan terdapat di sana; orang-orang yang diselamatkan akan berjalan di situ, 10 dan orang-orang yang dibebaskan TUHAN akan pulang dan masuk ke Sion dengan bersorak-sorai, sedang sukacita abadi meliputi mereka; kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh.

Allah Memanggil Kita Untuk Memulihkan Ciptaan-Nya

Hari ini kita memperingati hari Lingkungan Hidup Sedunia. Hari yang mengingatkan kita semua untuk bersyukur atas pemeliharaan Tuhan yang setia bagi kita melalui alam ciptaanNya. Rasa syukur kita mesti dibarengi dengan kesadaran akan situasi nyata kondisi alam dan lingkungan hidup sekarang ini. Eksploitasi sumber daya alam semakin marak. Sampah yang dibuang sembarangan tidak hanya mengganggu keindahan lingkungan, tetapi juga mengotori dan menghalangi air sungai mengalir untuk memberikan kehidupan bagi sekitarnya. Selain itu, penebangan pohon masih secara masif dilakukan. Penebangan hutan dan pengerukan tanah di bukit-bukit menyebabkan tanah longsor dan banjir dimana-mana. Lingkungan hidup kita bertambah rusak. Jika hari ini nabi Yesaya mengingatkan, Allah bermaksud membebaskan semua ciptaanNya dari belenggu dosa yang menyebabkan mereka menderita dan memberikan kehidupan yang penuh damai sejahtera dan sukacita, semua itu karena Allah peduli dan mengasihi seluruh ciptaanNya. Allah selalu bekerja memulihkan kehidupan ini. Karena itu, Allah memanggil kita sebagai teman sekerja-Nya untuk juga memulihkan alam semesta yang mengerang kesakitan karena perlakuan semena-mena manusia. Tanggungjawab ini menuntut manusia untuk mengambil prakarsa, usaha, kebijakan dan tindakan nyata untuk menjaga alam semesta dengan seluruh isinya.

Doa: Terima kasih atas alam ciptaanMu yang telah memberikan kehidupan bagi kami,  Amin

Jumat, 06 Juni 2025

bahan bacaan : Mazmur 8 : 1 – 10

Manusia hina sebagai makhluk mulia
Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Gitit. Mazmur Daud. (8-2) Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! Keagungan-Mu yang mengatasi langit dinyanyikan. 2 (8-3) Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam. 3 (8-4) Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan: 4 (8-5) apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? 5 (8-6) Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat. 6 (8-7) Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya: 7 (8-8) kambing domba dan lembu sapi sekalian, juga binatang-binatang di padang; 8 (8-9) burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut, dan apa yang melintasi arus lautan. 9 (8-10) Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi!

Masihkah Sadar Kita Ini Makhluk Mulia?

Dalam kehidupan sehari-hari, persaingan makin meningkat hingga menyebabkan manusia cenderung tidak peduli lagi kepada sesamanya demi mengejar keuntungan bagi diri, keluarga atau kelompoknya. Akibatnya, banyak sesama yang tersisih dalam persaingan yang berujung kemiskinan dan ketidakadilan. Kekerasaan acapkali menandai persaingan tersebut. Tidak jarang perempuan dan anak menjadi korban kesewenangan manusia. Bahkan, alam ciptaan Tuhan pun menjadi korban kekerasan manusia yang mengeksploitasi dan ingin memperoleh sebanyak mungkin keuntungan. Kehidupan spiritualitas kita menjadi semakin merosot. Masih sadarkah kita sebagai makhluk mulia?. Pemazmur dalam nas bacaan hari ini mengingatkan akan keberadaan diri kita sebagai makhluk Tuhan yang mulia, yang dikasihi Tuhan dan diberikan kewenangan untuk berkuasa atas segala buatan tangan Tuhan. Kuasa dari Tuhan itu bukan berarti kita menjadi tuan yang dapat berbuat sewenang-wenang terhadap alam ciptaan-Nya. Justru kuasa itu diberikan agar kita bertanggungjawab menjaga dan melestarikan alam ciptaan Tuhan. Mari kita turut berjuang mewujudkan kehidupan yang lebih ramah, nyaman dan membawa damai sejahtera untuk semua. Itulah cara hidup makhluk yang mulia.

Doa: Tuhan, tolong kami agar sebagai makhluk mulia, kami selalu mengasihi dan merawat alam ini, Amin 

Sabtu, 07 Juni 2025

bahan bacaan : Zakharia 8 : 9 – 13

9 Beginilah firman TUHAN semesta alam: "Kuatkanlah hatimu, hai orang-orang yang selama ini telah mendengar firman ini, yang diucapkan para nabi, sejak dasar rumah TUHAN semesta alam diletakkan, untuk mendirikan Bait Suci itu. 10 Sebab sebelum waktu itu tidak ada rezeki bagi manusia, juga tidak bagi binatang; dan karena musuh tidak ada keamanan bagi orang yang keluar dan bagi orang yang masuk, lagipula Aku membuat manusia semua bertengkar. 11 Tetapi sekarang, Aku tidak lagi seperti waktu dahulu terhadap sisa-sisa bangsa ini, demikianlah firman TUHAN semesta alam, 12 melainkan Aku akan menabur damai sejahtera. Maka pohon anggur akan memberi buahnya dan tanah akan memberi hasilnya dan langit akan memberi air embunnya. Aku akan memberi semuanya itu kepada sisa-sisa bangsa ini sebagai miliknya. 13 Dan kalau dahulu kamu telah menjadi kutuk di antara bangsa-bangsa, hai kaum Yehuda dan kaum Israel, maka sekarang Aku akan menyelamatkan kamu, sehingga kamu menjadi berkat. Janganlah takut, kuatkanlah hatimu!"

Ketaatan Manusia dan Pemulihan Bumi

Zakharia 8 ditulis dalam konteks pasca-pembuangan, di mana bangsa Israel baru saja kembali dari pembuangan Babel dan sedang dalam proses membangun kembali Bait Suci serta kehidupan mereka di Yerusalem. Sebelum pemulihan, mereka mengalami penderitaan, kelaparan, dan kekacauan akibat dosa dan ketidaksetiaan mereka kepada Tuhan. Untuk itu, mereka harus berubah dengan taat dan bertekun dalam membangun Bait Suci. Tuhan kemudian berjanji untuk memberikan pemulihan atas kehidupan mereka. Dia akan memberkati mereka dengan damai, hasil tanah yang berlimpah dan kesejahteraan. Ini artinya bahwa janji pemulihan Tuhan akan terjadi seiring dengan ketaatan manusia. Bahkan, Tuhan akan menyatakan pemulihan yang seutuhnya bagi bumi (Ayat 11-12). Ketaatan tersebut mestinya berwujud juga dalam tanggung jawab menjaga alam ini. Kita melakukannya seperti sekelompok anak-anak pecinta lingungan yang menamakan diri mereka sebagai Komunitas Anak peduli Lingkungan LEBEBAE dan  melakukan aksi bersih-bersih sampah di Pantai Amahusu serta yang dilakukan Solidaritas Anak-anak Alam, di Kabupaten Maluku Tenggara, Kepulauan Kei. Marilah kita memulihkan bumi ini!

Doa: Tuhan, Tuntunlah kami dengan Roh-Mu untuk hidup taat dan bertanggungjawab pulihkan bumi ini. Amin  

*SUMBER : SHK BULAN JUNI 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 25 – 31 Mei 2025

Tema Bulanan : Kritik Diri dan Transformasi Sebagai Gereja Yang Profetik

Tema Mingguan : Kristus Menjadikan Mata Hatimu Terang

Minggu, 25 Mei 2025

bahan bacaan : Efesus 1 : 15 – 23

Doa untuk pengertian tentang kemuliaan Kristus
15 Karena itu, setelah aku mendengar tentang imanmu dalam Tuhan Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, 16 akupun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku, 17 dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. 18 Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, 19 dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, 20 yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, 21 jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang. 22 Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. 23 Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.

Transformasi Hidup Keluarga

Pentingnya pengenalan yang lebih dalam tentang Tuhan, guna membawa transformasi dalam hidup kita. Paulus berdoa agar Tuhan memberikan “mata hati yang terang” kepada orang percaya, supaya dapat memahami harapan panggilan Tuhan, kekayaan warisan-Nya, dan kuasa-Nya yang besar dalam hidup mereka. Ini mengajak kita untuk melakukan autokritik, merenung tentang hubungan kita dengan Tuhan, serta mengakui area dalam hidup kita yang perlu perubahan. Hanya dengan pengenalan yang benar tentang Tuhan, kita dapat mengalami pertumbuhan rohani dan memahami tujuan hidup yang sejati. Hal mana memberi dampak positif pada pengenalan diri dan pengenalan terhadap sesama. Sebagai keluarga, kita dipanggil untuk saling mendorong dalam proses transformasi ini. Dengan memiliki pengenalan yang lebih dalam tentang Tuhan, kita tidak hanya bertumbuh sebagai individu, tetapi juga sebagai keluarga yang saling mendukung dan memperkuat satu sama lain. Kekuatan dan kuasa Kristus yang bekerja dalam kita akan mengubah cara kita melihat diri kita sendiri, hubungan kita dengan sesama, dan bagaimana kita hidup sebagai umat Tuhan. Oleh karena itu, mari kita terus berdoa agar mata hati kita terbuka, untuk hidup dalam pengenalan yang semakin dalam akan Tuhan, dan menjadi saluran berkat bagi umat-Nya.

Doa: Tuhan, bukalah mata hati kami untuk mengenal Engkau lebih dalam. Amin.

Senin, 26 Mei 2025

bahan bacaan : 1 Korintus 1 : 4 – 9

Ucapan syukur
4 Aku senantiasa mengucap syukur kepada Allahku karena kamu atas kasih karunia Allah yang dianugerahkan-Nya kepada kamu dalam Kristus Yesus. 5 Sebab di dalam Dia kamu telah menjadi kaya dalam segala hal: dalam segala macam perkataan dan segala macam pengetahuan, 6 sesuai dengan kesaksian tentang Kristus, yang telah diteguhkan di antara kamu. 7 Demikianlah kamu tidak kekurangan dalam suatu karuniapun sementara kamu menantikan penyataan Tuhan kita Yesus Kristus. 8 Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus. 9 Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.

Berkat Hidup dalam Persekutuan dengan Kristus

Dalam Kristus, kita telah diberkati dengan kekayaan dalam segala hal, baik dalam perkataan, pengetahuan, maupun karunia-karunia roh. Kita bersyukur sebab Tuhan memanggil kita dalam persekutuan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus, dan memberikan berkat tersebut untuk menguatkan iman kita. Untuk itu, perkataan yang kita ucapkan dan pengetahuan yang kita miliki harus mencerminkan kebenaran Kristus. Kebenaran yang memampukan kita juga untuk berbagi kasih dan kebijaksanaan dengan orang lain. Sebab, karunia-karunia rohani yang diberikan kepada setiap orang percaya adalah sarana untuk melayani dan membangun tubuh Kristus, yakni gereja. Sebagai keluarga, kita dipanggil untuk saling memperkaya satu sama lain dengan berkat-berkat tersebut guna mendukung pertumbuhan rohani kita bersama. Marilah kita terus mengandalkan Tuhan, untuk mempergunakan berkat-berkat ini dalam kehidupan keluarga, sehingga rumah tangga kita menjadi tempat di mana kasih, pengetahuan, dan pelayanan tumbuh subur, guna memuliakan Tuhan dalam segala hal.

Doa: terima kasih ya Tuhan, untuk setiap anugerahMu dalam hidup kami. Amin

Selasa, 27 Mei 2025

bahan bacaan : Filipi 1 : 3 – 11

Ucapan syukur dan doa
3 Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu. 4 Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita. 5 Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini. 6 Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus. 7 Memang sudahlah sepatutnya aku berpikir demikian akan kamu semua, sebab kamu ada di dalam hatiku, oleh karena kamu semua turut mendapat bagian dalam kasih karunia yang diberikan kepadaku, baik pada waktu aku dipenjarakan, maupun pada waktu aku membela dan meneguhkan Berita Injil. 8 Sebab Allah adalah saksiku betapa aku dengan kasih mesra Kristus Yesus merindukan kamu sekalian. 9 Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian, 10 sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus, 11 penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah.

Berbuah Kebenaran Karena Kristus

Kekristenan itu identik dengan bertumbuh dan menghasikan buah. Buah yang dimaksud itu adalah kebenaran yang telah dikerjakan oleh Yesus. Paulus menegaskan bahwa pekerjaan baik yang dimulai Allah dalam diri orang percaya akan diteruskan hingga pada akhirnya disempurnakan pada Hari Kristus Yesus. Ini berarti bahwa hidup yang berbuah dalam kebenaran bukan hasil usaha manusia sendiri, tetapi merupakan karya Allah yang terus-menerus membentuk orang percaya agar hidup dalam kebenaran. Berbuah dalam kebenaran pun bukan sekadar tindakan baik yang dilakukan tanpa pemahaman, tetapi didasarkan pada pengenalan yang mendalam akan kehendak Allah dan kebenaran Injil. Sebagai orang percaya, hidup dalam kebenaran adalah bukti dari hubungan yang erat dengan Kristus, yang menghasilkan perubahan dalam karakter dan tindakan orang percaya. Untuk itu, buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus melalui kehidupan orang percaya bukan untuk kemuliaan dirinya sendiri, melainkan untuk memuliakan Allah. Hal Ini mengingatkan kita bahwa kehidupan Kristen bukan hanya tentang menjalankan moralitas atau kebaikan sosial, tetapi tentang mencerminkan kemuliaan Allah melalui kehidupan yang berpadanan dengan Injil.

Doa: Mampukan kami Tuhan, untuk tetap bertumbuh dan menghasilkan buah yang baik demi kemuliaan namaMu. Amin.

Rabu, 28 mei 2025

bahan bacaan : 1 Timotius 1 : 3 – 11

Mengenai ajaran sesat
3 Ketika aku hendak meneruskan perjalananku ke wilayah Makedonia, aku telah mendesak engkau supaya engkau tinggal di Efesus dan menasihatkan orang-orang tertentu, agar mereka jangan mengajarkan ajaran lain 4 ataupun sibuk dengan dongeng dan silsilah yang tiada putus-putusnya, yang hanya menghasilkan persoalan belaka, dan bukan tertib hidup keselamatan yang diberikan Allah dalam iman. 5 Tujuan nasihat itu ialah kasih yang timbul dari hati yang suci, dari hati nurani yang murni dan dari iman yang tulus ikhlas. 6 Tetapi ada orang yang tidak sampai pada tujuan itu dan yang sesat dalam omongan yang sia-sia. 7 Mereka itu hendak menjadi pengajar hukum Taurat tanpa mengerti perkataan mereka sendiri dan pokok-pokok yang secara mutlak mereka kemukakan. 8 Kita tahu bahwa hukum Taurat itu baik kalau tepat digunakan, 9 yakni dengan keinsafan bahwa hukum Taurat itu bukanlah bagi orang yang benar, melainkan bagi orang durhaka dan orang lalim, bagi orang fasik dan orang berdosa, bagi orang duniawi dan yang tak beragama, bagi pembunuh bapa dan pembunuh ibu, bagi pembunuh pada umumnya, 10 bagi orang cabul dan pemburit, bagi penculik, bagi pendusta, bagi orang makan sumpah dan seterusnya segala sesuatu yang bertentangan dengan ajaran sehat 11 yang berdasarkan Injil dari Allah yang mulia dan maha bahagia, seperti yang telah dipercayakan kepadaku.

Terlepas Dari Kesesatan

Ajaran yang benar akan membawa kepada keselamatan apalagi ajaran-ajaran itu berdasarkan injil Yesus Kristus. Paulus menasihati Timotius untuk menegur mereka yang mengajarkan ajaran lain, termasuk mitos dan silsilah yang tidak membawa manfaat rohani. Ini menunjukkan bahwa mengenal Tuhan harus didasarkan pada kebenaran firman-Nya, bukan spekulasi atau tradisi manusia. Tujuan pengajaran yang benar adalah kasih yang timbul dari hati yang murni, hati nurani yang baik, dan iman yang tulus. Saat ini, ada begitu banyak orang yang justru lebih memilih untuk mendengar bahkan mencondongkan hatinya untuk sibuk mendengarkan dongeng dan silsilah yang tiada putus-putusnya. Cerita yang hanya menghasilkan persoalan belaka sehingga kemudian mengabaikan hidup yang tertib dan yang menuntun kepada keselamatan yang diberikan Allah. Selaku orang percaya, kita ditugaskan untuk menasehati dan mengingatkan mereka bahwa keselamatan yang dikerjakan Allah bertujuan untuk membuka hati nurani agar tidak lagi menjerumuskan diri dengan segala hal yang menyesatkan, tetapi memberikan hidup untuk dipakai sebagai alat ditangan Allah.

Doa: Pakailah kami Tuhan, sebagai alatMu untuk melakukan apa yang baik dan berkenan sesuai InjilMu. Amin.

Kamis, 29 Mei 2025

bahan bacaan ke-1 : Mazmur 110 : 1 – 7,

Penobatan raja imam
Mazmur Daud. Demikianlah firman TUHAN kepada tuanku: "Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu." 2 Tongkat kekuatanmu akan diulurkan TUHAN dari Sion: memerintahlah di antara musuhmu! 3 Pada hari tentaramu bangsamu merelakan diri untuk maju dengan berhiaskan kekudusan; dari kandungan fajar tampil bagimu keremajaanmu seperti embun. 4 TUHAN telah bersumpah, dan Ia tidak akan menyesal: "Engkau adalah imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek." 5 TUHAN ada di sebelah kananmu; Ia meremukkan raja-raja pada hari murka-Nya, 6 Ia menghukum bangsa-bangsa, sehingga mayat-mayat bergelimpangan; Ia meremukkan orang-orang yang menjadi kepala di negeri luas. 7 Dari sungai di tepi jalan ia minum, oleh sebab itu ia mengangkat kepala.

bahan bacaan ke-2 : Kisah Para Rasul 1 : 6 – 11

Yesus terangkat ke sorga
6 Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?" 7 Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. 8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." 9 Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. 10 Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, 11 dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."

Kristus Sebagai Raja

Mazmur 110 digolongkan ke dalam jenis ‘Mazmur Raja’. Mazmur ini diawali dengan penjelasan bahwa Tuhan memberi kepada sang raja kedudukan di sebelah kanan-Nya. Raja diangkat sebagai wakil-Nya, yang dengan demikian diberi bagian penuh dalam kemahakuasaan Allah. Mazmur ini berbicara tentang Mesias yang dimuliakan, berkuasa, dan bertindak sebagai Raja serta Imam. Di dalam perayaan kenaikan Yesus ke sorga hari ini, mazmur ini memiliki makna teologis yang sangat penting. Yesus yang naik ke sorga dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa adalah raja yang menerima otoritas tertinggi. Ia akan memerintah sampai semua musuh-Nya dikalahkan, termasuk dosa dan maut. Namun kenaikan Yesus bukan kepergian, tetapi awal dari pemerintahan-Nya sebagai Raja yang berdaulat. Mazmur ini juga menggambarkan Mesias yang akan menghakimi bangsa-bangsa dan menegakkan keadilan Allah. Ini berkaitan dengan kedatangan Yesus yang kedua kali untuk menghakimi dunia. Ia sebagai Raja yang akan membawa kemenangan penuh atas segala kejahatan. Sebab kenaikan Yesus bukan akhir dari rencana-Nya, tetapi awal dari penggenapan kerajaan-Nya. Sebagai orang percaya, peristiwa Kenaikan Kristus harus memberi kita spirit hidup dalam pengharapan. Dalam Kisah Para Rasul 1:7 sebelum naik ke sorga, Yesus memberikan perintah kepada murid-murid-Nya untuk menjadi saksi sampai ke ujung bumi (ayat 8) dan Roh Kudus akan diberikan untuk memperlengkapi mereka dalam pelayanan. Roh Kudus akan menuntun dan menguatkan orang percaya untuk hidup dalam pengharapan yang sungguh kepada Allah.

Doa: Dimuliakanlah Tuhan Sang Raja. Tolonglah kami untuk hidup sebagai saksiMu. Amin

Jumat, 30 Mei 2025

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 26 : 12 – 15

Paulus menceriterakan pertobatan dan panggilannya
12 "Dan dalam keadaan demikian, ketika aku dengan kuasa penuh dan tugas dari imam-imam kepala sedang dalam perjalanan ke Damsyik, 13 tiba-tiba, ya raja Agripa, pada tengah hari bolong aku melihat di tengah jalan itu cahaya yang lebih terang dari pada cahaya matahari, turun dari langit meliputi aku dan teman-teman seperjalananku. 14 Kami semua rebah ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang mengatakan kepadaku dalam bahasa Ibrani: Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku? Sukar bagimu menendang ke galah rangsang. 15 Tetapi aku menjawab: Siapa Engkau, Tuhan? Kata Tuhan: Akulah Yesus, yang kauaniaya itu.

Pertobatan Mengubah Hidup

Paulus sebelum mengalami pertobatan dan menjadi murid Kristus adalah seorang yang menyiksa, membunuh, dan memenjarakan pengikut Yesus. Paulus waktu itu berpikir dengan menyiksa pengikut Kristus akan membuat mereka menyangkal imannya dan meninggalkan Kristus. Tapi hal itu ternyata tidak terjadi, mereka tetap teguh mengikut Kristus. Dalam perjalanannya, Tuhan datang dan menyapa Paulus. Namanya Saulus diubah menjadi Paulus dan Tuhan meminta Paulus menjadi pelayan dan saksi tentang segala sesuatu yang telah dilihat dan tentang apa yang akan diperlihatkan Tuhan pada Paulus. Kesaksian tentang pengalaman hidup Paulus diceritakan kembali termasuk di depan Raja Agripa yang mendengar pembelaan Paulus. Ia menyaksikan tentang kehidupannya sebagai seorang pembenci Kristus, namun telah berbalik menjadi pengikut Kristus yang setia dan berjiwa militan. Sebagai orang Kristen, kita adalah juga murid Kristus yang dipanggil untuk menyaksikan karya kebaikan dan kasih setia kasih Kristus yang terjadi pada diri dan hidup kita. Perjalanan hidup sebagai murid Kristus memang tidak mudah, namun selalu ada pertolongan dan penyertaan Kristus.

Doa: Tuhan ajarkan kami untuk tetap setia dan menjadi saksi yang nyata dalam hidup, Amin.

Sabtu, 31 Mei 2025

bahan bacaan : 1 Yohanes 5 : 18 – 21

18 Kita tahu, bahwa setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa; tetapi Dia yang lahir dari Allah melindunginya, dan si jahat tidak dapat menjamahnya. 19 Kita tahu, bahwa kita berasal dari Allah dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat. 20 Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal. 21 Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala.

Pengertian untuk Mengenal yang Benar

Yohanes mengatakan bahwa Anak Allah telah memberi kita satu pengertian sehingga kita dapat mengenal Yang Benar atau mengetahui Yang Benar. Yang Benar itu adalah Allah dalam Yesus Kristus. Ia adalah perantara utama untuk mengenal Allah yang benar. Tanpa Kristus, manusia tidak dapat mengenal Allah yang telah memberikan AnakNya untuk keselamatan dunia. Kristus mengaruniakan pengertian rohani kepada orang percaya agar mereka mengenal Allah dengan benar. Pengenalan yang benar bukan sekadar intelektual, melainkan memahami dalam hati hubungan pribadinya dengan Allah dalam Kristus dan bertindak sesuai dengan pemahaman tersebut. Kata “mengenal” sebenarnya berarti mengalami, menikmati, dan memiliki. Karena itu, mengenal Yang Benar adalah mengalami, menikmati, dan memiliki Yang Benar. Kita perlu memiliki dan mengalami Allah dalam hidup kita dengan tidak terus menerus hidup dalam dosa. Ayat 21 mengatakan : “Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala!” Mengenal Allah sebagai Yang Benar berarti meninggalkan segala bentuk penyembahan palsu. “Berhala” tidak hanya berarti patung dewa, tetapi juga segala sesuatu yang menggantikan posisi Allah dalam hidup kita, misalnya materi atau kemewahan hidup, kekuasaan dan egoisme.

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk mengerti dan mengenal yang benar. Amin .

*SUMBER : SHK BULAN MEI 2025, LJP-GPM

Santapan Harian Keluarga, 18 – 24 Mei 2025

Tema Bulanan : Kritik Diri dan Transformasi Sebagai Gereja Yang Profetik

Tema Mingguan : Berbahagialah Rumah Tangga yang Mengandalkan Tuhan

Minggu, 18 Mei 2025

bahan bacaan : Mazmur 127 : 1 – 5

Berkat TUHAN pangkal selamat
Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga. 2 Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur. 3 Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN, dan buah kandungan adalah suatu upah. 4 Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda. 5 Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu. Ia tidak akan mendapat malu, apabila ia berbicara dengan musuh-musuh di pintu gerbang.

Berbahagialah Rumah Tangga yang Mengandalkan Tuhan

Mazmur 127 adalah sebuah nyanyian ziarah yang dinisbatkan kepada Salomo. Mazmur ini menekankan bahwa segala usaha manusia, baik dalam membangun rumah, menjaga kota, maupun mencari nafkah, akan sia-sia jika tidak melibatkan Tuhan. Pesan Alkitab ini disaksikan oleh Mario dalam suatu ibadah yang dilakukan. Baginya, doa dalam keluarga menjadi kekuatan baginya bersama istri untuk membangun rumah tangga mereka. Karena itu, ia sangat merasakan penyertaan Tuhan dalam hidup keluarganya. Di dalam satu rumah, mereka hidup tak sendiri, tapi bersama juga dengan orang tua dan saudara yang lain. Walau kadang diperhadapkan dengan tantangan yang berat, Mario tetap mengandalkan Tuhan. Mario meyakini campur tangan Tuhan di dalam hidupnya. Seperti kata Firman Tuhan : Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.” Setiap perencanaan keluarga terutama masa depan anak-anak di bawa hanya kepada Tuhan. Tuhan adalah fondasi utama dalam setiap aspek kehidupan, termasuk rumah tangga dan pekerjaan

Doa: Ya Allah, berkatilah rumah tangga kami, Amin.

Senin, 19 Mei 2025

bahan bacaan : Maleakhi 2 : 10 – 16

TUHAN memarahi Israel karena kawin campur dan perceraian
10 Bukankah kita sekalian mempunyai satu bapa? Bukankah satu Allah menciptakan kita? Lalu mengapa kita berkhianat satu sama lain dan dengan demikian menajiskan perjanjian nenek moyang kita? 11 Yehuda berkhianat, dan perbuatan keji dilakukan di Israel dan di Yerusalem, sebab Yehuda telah menajiskan tempat kudus yang dikasihi TUHAN dan telah menjadi suami anak perempuan allah asing. 12 Biarlah TUHAN melenyapkan dari kemah-kemah Yakub segenap keturunan orang yang berbuat demikian, sekalipun ia membawa persembahan kepada TUHAN semesta alam! 13 Dan inilah yang kedua yang kamu lakukan: Kamu menutupi mezbah TUHAN dengan air mata, dengan tangisan dan rintihan, oleh karena Ia tidak lagi berpaling kepada persembahan dan tidak berkenan menerimanya dari tanganmu. 14 Dan kamu bertanya: "Oleh karena apa?" Oleh sebab TUHAN telah menjadi saksi antara engkau dan isteri masa mudamu yang kepadanya engkau telah tidak setia, padahal dialah teman sekutumu dan isteri seperjanjianmu. 15 Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya. 16 Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel--juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!

Tuhan Membenci Perceraian

Keluarga adalah ruang dimana cinta kasih Tuhan dinyatakan baik sebagai orangtua kepada anak dan dari suami kepada istri. Tidak jarang dalam perkembangan dewasa ini, banyak keluarga mengalami kehancuran. Perceraian menjadi wujud nyata kehancuran itu. Biasanya hal itu terjadi karena kurangnya cinta kasih dan lunturnya kepercayaan diantara pasangan suami istri. Belum lagi dengan adanya tindakan KDRT dan perselingkuhan. Kitab Maleakhi memberikan kesaksian bahwa Tuhan membenci perceraian, sebab pernikahan adalah perjanjian kudus. Semua orang percaya berasal dari satu Tuhan yang sama, sehingga mereka harus hidup dalam kesatuan dan kesetiaan, baik kepada Tuhan maupun sesama, termasuk dalam pernikahan. Tuhan juga marah ketika orang Israel mengkhianati Tuhan dengan menikahi wanita asing yang menyembah dewa-dewa lain, sehingga membawa pengaruh buruk dalam iman mereka. Ini menunjukkan bahwa pernikahan tidak hanya urusan manusia, tetapi juga harus selaras dengan kehendak Tuhan. Keluarga kristen harus membangun rumah tangganya yang selaras dengan kehendak Tuhan, untuk itu suami dan istri harus saling setia dan tidak boleh bercerai. Rumah tangga Kristen harus menjadi tempat dimana laki-laki dan perempuan belajar dewasa dalam cinta kasih Tuhan.

Doa: Ya Allah, tolong berkati pernikahan kami, amin.

Selasa, 20 Mei 2025

bahan bacaan : Ibrani 13 : 1 – 4

Nasihat dan doa selamat
Peliharalah kasih persaudaraan! 2 Jangan kamu lupa memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat. 3 Ingatlah akan orang-orang hukuman, karena kamu sendiri juga adalah orang-orang hukuman. Dan ingatlah akan orang-orang yang diperlakukan sewenang-wenang, karena kamu sendiri juga masih hidup di dunia ini. 4 Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.

Menjaga Kasih Persaudaraan dan Kehormatan Perkawinan

Tuhan mengingatkan kita untuk senantiasa menjaga kasih persaudaraan dan hidup dalam kebaikan. Kasih yang tulus kepada sesama menunjukkan kita peduli satu sama lain, tanpa membeda-bedakan, dan dengan tulus membantu mereka yang membutuhkan. Memberi tumpangan dengan hati yang terbuka, memberikan tempat bagi orang lain untuk merasa diterima dan dihargai merupakan bentuk kasih yang nyata. Melalui sikap ini, kita memperlihatkan kebaikan yang berasal dari Tuhan, yang menginginkan agar kita saling mendukung dalam kasih persaudaraan. Selain itu, kita juga dipanggil untuk hidup dalam kesucian dan menjaga hubungan yang terhormat, termasuk menghormati perkawinan dan menjauhi segala bentuk perilaku cabul dan perzinahan. Tuhan menekankan pentingnya kesetiaan dalam hubungan, baik dalam pernikahan maupun dalam kehidupan sosial kita. Dengan menjaga hal-hal ini, kita membangun fondasi yang kuat dalam kehidupan keluarga dan komunitas, yang pada gilirannya mencerminkan kehormatan kepada Tuhan dan sesama. Melalui hidup yang saling menghormati dan mencintai, kita menjadi saksi kasih Tuhan di tengah dunia ini.

Doa: Tuhan, ajar kami untuk selalu menjaga kasih persaudaraan dan kasih dalam perkawinan. Amin.

Rabu, 21 Mei 2025

bahan bacaan : Amsal 12 : 4

4 Isteri yang cakap adalah mahkota suaminya, tetapi yang membuat malu adalah seperti penyakit yang membusukkan tulang suaminya.

Istri yang Cakap sebagai Mahkota Keluarga

Istri yang cakap adalah mahkota bagi suami. Istri yang bijaksana, penuh kasih, dan mampu mendukung suami dalam setiap aspek kehidupan, baik dalam peran sebagai pasangan hidup maupun dalam mengelola rumah tangga, memberikan kebanggaan dan kehormatan bagi suami. Ketika seorang istri menjalani peran dengan penuh pengertian dan kebaikan, dia menjadi sumber kebahagiaan dan kedamaian dalam keluarga, yang pada gilirannya mendatangkan kesejahteraan bagi suami dan anak-anak. Suami merasa dihargai dan didukung, sehingga hubungan mereka semakin erat dan penuh berkat. Sebagai suami, kita diajak untuk menghargai dan menghormati istri yang cakap, karena keberadaannya memberikan kestabilan dan kehormatan dalam kehidupan keluarga. Seorang istri yang bijaksana tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga menjaga suasana hati yang positif di rumah. Dalam kerjasama yang penuh kasih ini, suami dan istri saling mendukung untuk membangun rumah tangga yang sehat dan penuh berkat. Maka, sebagai keluarga, mari kita terus menghargai dan merayakan peran penting yang dimiliki setiap anggota, terutama peran seorang istri yang cakap sebagai mahkota yang memperindah kehidupan keluarga.

Doa: Tuhan, ajar kami untuk selalu menghargai dan mendukung satu sama lain dalam kasih. Amin.

Kamis, 22 Mei 2025

bahan bacaan : Amsal 19 : 23 – 26

23 Takut akan Allah mendatangkan hidup, maka orang bermalam dengan puas, tanpa ditimpa malapetaka. 24 Si pemalas mencelup tangannya ke dalam pinggan, tetapi tidak juga mengembalikannya ke mulut. 25 Jikalau si pencemooh kaupukul, barulah orang yang tak berpengalaman menjadi bijak, jikalau orang yang berpengertian ditegur, ia menjadi insaf. 26 Anak yang menganiaya ayahnya atau mengusir ibunya, memburukkan dan memalukan diri.

Takut Tuhan, Kunci Kedamaian Keluarga

Hidup yang takut akan Tuhan adalah hidup yang penuh damai sejahtera dan jauh dari kehancuran. Anak muda yang takut Tuhan akan menjaga hidupnya di jalan yang benar. Ia akan menghormati orang tua, dan mendengarkan nasihat mereka dengan hati yang terbuka. Ketika seorang anak muda hidup dalam takut akan Tuhan, ia akan dilimpahi berkat dan dipenuhi dengan rasa hormat terhadap orang tua sebagai bentuk penghargaan terhadap otoritas yang Tuhan tempatkan dalam kehidupan mereka. Orang muda menghormati orang tua bukan hanya sekedar ketaatan, tetapi juga mencerminkan pengertian dan kasih mereka dalam hubungan keluarga. Hubungan yang harmonis antara anak dan orang tua adalah bagian penting dari kebahagiaan rumah tangga. Pengamsal mengingatkan agar kita tidak menganiaya atau mengusir orang tua. Sebagai orang Kristen, kita harus membangun hubungan yang sehat dan penuh kasih, dengan menghormati orang tua sebagai bagian dari hidup yang takut Tuhan, yang mendatangkan damai sejahtera dalam keluarga.

Doa: Tuhan, ajar kami untuk hidup takut padaMu. Amin.

Jumat, 23 Mei 2025

bahan bacaan : Mazmur 128 : 1 – 6

Berkat atas rumah tangga
Nyanyian ziarah. Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! 2 Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu! 3 Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu! 4 Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN. 5 Kiranya TUHAN memberkati engkau dari Sion, supaya engkau melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu, 6 dan melihat anak-anak dari anak-anakmu! Damai sejahtera atas Israel!

Hidup Takut akan Tuhan Membawa Berkat

Berkat Tuhan akan tercurah atas keluarga yang hidup dalam takut akan Tuhan. Ketika suami istri berjalan dalam ketaatan kepada Tuhan, mereka akan menikmati damai sejahtera dan keberhasilan. Tuhan akan memberkati pekerjaan tangan mereka, memberikan kelimpahan, dan menyertai mereka dalam setiap langkah. Keluarga yang takut akan Tuhan akan merasakan sukacita dan kebahagiaan yang tidak tergantung pada keadaan dunia, karena berkat Tuhan mencakup segala aspek hidup mereka, dari hubungan suami istri hingga anak-anak yang tumbuh dalam kasih dan takut akan Tuhan. Sebagai keluarga, kita diajak untuk terus menjaga hidup dalam takut Tuhan, karena melalui ketaatan kepada-Nya, kita akan menikmati berkat-Nya yang melimpah. Tuhan akan mempererat hubungan dalam rumah tangga, memberikan kebahagiaan yang sejati, dan menjadikan rumah tangga kita sebagai tempat yang penuh kedamaian dan kasih. Sebagai orang tua, kita juga memiliki tanggung jawab untuk menanamkan ajaran Tuhan kepada anak-anak kita, agar mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang takut akan Tuhan, dan berkat-Nya akan terus mengalir dalam keluarga kita.

Doa: Tuhan, pererat hubungan kami dan tolonglah kami untuk menanamkan ajaranMu kepada anak-anak kami. Amin.

Sabtu, 24 Mei 2025

bahan bacaan : Amsal 6 : 20 – 31

Nasihat tentang perzinahan
20 Hai anakku, peliharalah perintah ayahmu, dan janganlah menyia-nyiakan ajaran ibumu. 21 Tambatkanlah senantiasa semuanya itu pada hatimu, kalungkanlah pada lehermu. 22 Jikalau engkau berjalan, engkau akan dipimpinnya, jikalau engkau berbaring, engkau akan dijaganya, jikalau engkau bangun, engkau akan disapanya. 23 Karena perintah itu pelita, dan ajaran itu cahaya, dan teguran yang mendidik itu jalan kehidupan, 24 yang melindungi engkau terhadap perempuan jahat, terhadap kelicikan lidah perempuan asing. 25 Janganlah menginginkan kecantikannya dalam hatimu, janganlah terpikat oleh bulu matanya. 26 Karena bagi seorang sundal sepotong rotilah yang penting, tetapi isteri orang lain memburu nyawa yang berharga. 27 Dapatkah orang membawa api dalam gelumbung baju dengan tidak terbakar pakaiannya? 28 Atau dapatkah orang berjalan di atas bara, dengan tidak hangus kakinya? 29 Demikian juga orang yang menghampiri isteri sesamanya; tiada seorangpun, yang menjamahnya, luput dari hukuman. 30 Apakah seorang pencuri tidak akan dihina, apabila ia mencuri untuk memuaskan nafsunya karena lapar? 31 Dan kalau ia tertangkap, haruslah ia membayar kembali tujuh kali lipat, segenap harta isi rumahnya harus diserahkan.

Menjaga Kesucian Hidup Keluarga di Era Digital

Tuhan mengingatkan kita dalam Amsal 6:20-31 untuk memegang teguh ajaran orang tua dan hidup sesuai dengan hukum-Nya, termasuk dalam hal menjaga kesucian hidup. Seks bebas dan perzinahan adalah pelanggaran terhadap perintah Tuhan yang dapat merusak keharmonisan keluarga, kesehatan, dan hubungan kita dengan Tuhan. Di zaman sekarang, pengaruh digital dan teknologi seringkali mempermudah akses kepada konten yang tidak suci, yang dapat menjerat kita dalam dosa. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk menjaga hati dan pikiran, serta melibatkan Tuhan dalam setiap langkah hidup kita, agar kita terhindar dari godaan dan tetap setia dalam pernikahan. Sebagai keluarga, kita diajak untuk saling mengingatkan dan mendukung dalam menjaga kemurnian hidup, termasuk dalam penggunaan teknologi. Marilah kita menggunakan media digital dengan bijak, memastikan bahwa segala yang kita konsumsi, baik dalam bentuk gambar, video, maupun percakapan, mencerminkan nilai-nilai kesucian dan integritas. Kita harus menjadi teladan yang baik bagi anak-anak kita, mengajarkan mereka pentingnya menjaga diri dari perzinahan dan dampak negatif dari pengaruh digital.

Doa: Tuhan, ajar kami untuk untuk bijak menggunakan teknologi. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN MEI 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga : 11 – 17 Mei 2025

Tema Bulanan : Kritik Diri dan Transformasi Sebagai Gereja Yang Profetik

Tema Mingguan : Menghidupi Ibadah Sejati

Minggu, 11 Mei 2025

bahan bacaan : Yesaya 58 : 1 – 12

Kesalehan yang palsu dan yang sejati
Serukanlah kuat-kuat, janganlah tahan-tahan! Nyaringkanlah suaramu bagaikan sangkakala, beritahukanlah kepada umat-Ku pelanggaran mereka dan kepada kaum keturunan Yakub dosa mereka! 2 Memang setiap hari mereka mencari Aku dan suka untuk mengenal segala jalan-Ku. Seperti bangsa yang melakukan yang benar dan yang tidak meninggalkan hukum Allahnya mereka menanyakan Aku tentang hukum-hukum yang benar, mereka suka mendekat menghadap Allah, tanyanya: 3 "Mengapa kami berpuasa dan Engkau tidak memperhatikannya juga? Mengapa kami merendahkan diri dan Engkau tidak mengindahkannya juga?" Sesungguhnya, pada hari puasamu engkau masih tetap mengurus urusanmu, dan kamu mendesak-desak semua buruhmu. 4 Sesungguhnya, kamu berpuasa sambil berbantah dan berkelahi serta memukul dengan tinju dengan tidak semena-mena. Dengan caramu berpuasa seperti sekarang ini suaramu tidak akan didengar di tempat tinggi. 5 Sungguh-sungguh inikah berpuasa yang Kukehendaki, dan mengadakan hari merendahkan diri, jika engkau menundukkan kepala seperti gelagah dan membentangkan kain karung dan abu sebagai lapik tidur? Sungguh-sungguh itukah yang kausebutkan berpuasa, mengadakan hari yang berkenan pada TUHAN? 6 Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk, 7 supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri! 8 Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu. 9 Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan TUHAN akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku! Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah, 10 apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas maka terangmu akan terbit dalam gelap dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari. 11 TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan. 12 Engkau akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan memperbaiki dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan. Engkau akan disebutkan "yang memperbaiki tembok yang tembus", "yang membetulkan jalan supaya tempat itu dapat dihuni".

Ibadah Sejati

Ibadah merupakan kewajiban yang harus dijalankan oleh semua orang percaya sebagai bukti kepercayaan yang sungguh kepada Allah yang memberi kehidupan. Namun dibalik ibadah yang selama ini kita lakukan, ternyata ada yang berkenan di hadapan Allah tetapi juga sebaliknya. Hal yang demikian pula dijumpai dalam keberadaan hidup bangsa Israel. Terhadap hal demikian, Allah memerintahkan Yesaya agar memperingatkan bangsa Israel perihal ibadah yang mereka jalankan selama ini. Israel menjalankan ibadah dengan tetap membawa kurban dan persembahan yang ditentukan serta berpuasa pada hari raya keagamaan. Bahkan mereka mengenakan kain karung dan menggosok tubuh mereka dengan abu sebagai tanda penyesalan. Namun, semuanya itu tidak berarti apa-apa jika mereka tidak memperlakukan sesamanya dengan hormat dan adil. Oleh sebab itu, ibadah yang demikian harus mengalami perubahan dengan tidak mengabaikan mereka yang teraniaya, termarginal dan miskin, sebagai bentuk wujud nyata ibadah yang sejati. Jika demikianlah ibadah yang sejati, apakah sebagai orang percaya kita telah menjalankannya? Kita perlu menyadari bahwa ibadah ritual itu penting dan harus dijalankan, namun harus pula disertai dengan hidup yang peduli terhadap sesama. Tetaplah menghidupi ibadah sejati, sebab hanya dengan demikian ibadah yang kita lakukan berkenan kepada Allah!

Doa: Tuhan tolong sertai kami agar dapat menghidupi ibadah yang sejati. Amin.

Senin, 12 Mei 2025

bahan bacaan : Yesaya 58 : 13 – 14

Menghormati hari Sabat
13 Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari Sabat "hari kenikmatan", dan hari kudus TUHAN "hari yang mulia"; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong, 14 maka engkau akan bersenang-senang karena TUHAN, dan Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut Tuhanlah yang mengatakannya.

Menyenangkan Tuhan

Tidak ada hal lain yang dapat dilakukan oleh manusia untuk menyenangkan hati Tuhan, selain hidup menuruti kehendak-Nya. Pada perikop ini jelas terbaca bahwa Allah menghendaki agar umat Israel menghormati hari Sabat. Tanda Israel menghormati hari Sabat yakni tidak melakukan, menjalankan, mengurusi dan membicarakan hal-hal terkait dengan kepentingan diri sendiri ( ay.13) di hari tersebut. Itu berarti semua hal yang berkaitan dengan mementingkan diri sendiri haruslah dihindari dan tidak dilakukan oleh Israel. Hal ini tentu saja berkaitan erat dengan cara hidup sebagai umat pilihan Tuhan. Dengan menghormati hari Sabat, maka umat Israel akan menikmati sukacita, penyertaan dan berkat yang berasal dari-Nya (ay. 14). Memang hari Sabat yang dimaksudkan diperuntukkan hanya bagi bangsa Israel. Namun cara hidup yang demikian tidak hanya berlaku bagi bangsa Israel saja, melainkan juga bagi kehidupan kekristenan. Sebab memusatkan perhatian hanya kepada kepentingan diri sendiri dan mengabaikan orang lain, sama halnya dengan meninggalkan ibadah yang sejati. Karena itu semua orang kristen diharapkan agar tetap menghargai hari-hari pemberian Tuhan yang disertai dengan tindakan nyata, yakni tidak mementingkan diri sendiri dan mengabaikan orang lain. Kita harus melakukan kehendak Tuhan lewat cara hidup kita yang mencirikan kepribadian sebagai pengikut-pengikut Kristus. Yakinilah, kesetiaan untuk terus menyenangkan hati-Nya, akan membuahkan berkat bagi kehidupan kita secara pribadi, keluarga maupun persekutuan.

Doa: Tuhan kami mau selalu hidup dengan terus menyenangkanMu. Amin

Selasa, 13 Mei 2025

bahan bacaan : Matius 6 : 16 – 18

Hal berpuasa
16 "Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. 17 Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, 18 supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."

Tak Usah Memakai Topeng

Topeng adalah sejenis alat penutup yang digunakan untuk mengelabui pandangan atau dimaksudkan untuk tidak dikenali oleh orang lain. Topeng biasanya hanya dipakai oleh para badut dalam sirkus. Pemakaiannya sangat tidak lazim bagi kebanyakan orang. Namun, yang kurang disadari oleh semua orang pula, ternyata dalam hidup ini, ada banyak orang yang mengenakan topeng. Topeng yang dimaksud bukan dalam bentuk fisik seperti penutup wajah melainkan dua karakter dalam satu diri manusia. Di satu sisi ia menampilkan senyuman, namun di sisi lain, faktanya ia ingin sekali marah. Pengunaan topeng ini bisa diamati dalam banyak segi kehidupan. Tuhan Yesus dalam pengajarannya tentang soal menahan diri atau puasa, mengajarkan agar orang percaya tidak menjadi pribadi yang bertopeng atau dengan kata lain “munafik”. Yesus menegur mereka yang berpuasa dengan wajah muram agar dilihat oleh orang lain. Ini menunjukkan bahwa ibadah sejati harus dilakukan dengan sikap hati yang tulus dan hanya untuk kemuliaan Allah. Bila kita melakukan sesuatu untuk Tuhan, baiklah dilakukan dalam kesadaran, jangan pernah berlaku seperti yang diungkapkan : di mulut bilang laen, di hati bilang lain.

Doa: ya Allah, mampukanlah kami untuk hidup tidak munafik. Amin.

Rabu, 14 Mei 2025

bahan bacaan : Mazmur 50 : 7 – 23

7 "Dengarlah, hai umat-Ku, Aku hendak berfirman, hai Israel, Aku hendak bersaksi terhadap kamu: Akulah Allah, Allahmu! 8 Bukan karena korban sembelihanmu Aku menghukum engkau; bukankah korban bakaranmu tetap ada di hadapan-Ku? 9 Tidak usah Aku mengambil lembu dari rumahmu atau kambing jantan dari kandangmu, 10 sebab punya-Kulah segala binatang hutan, dan beribu-ribu hewan di gunung. 11 Aku kenal segala burung di udara, dan apa yang bergerak di padang adalah dalam kuasa-Ku. 12 Jika Aku lapar, tidak usah Kukatakan kepadamu, sebab punya-Kulah dunia dan segala isinya. 13 Daging lembu jantankah Aku makan, atau darah kambing jantankah Aku minum? 14 Persembahkanlah syukur sebagai korban kepada Allah dan bayarlah nazarmu kepada Yang Mahatinggi! 15 Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku." Sela 16 Tetapi kepada orang fasik Allah berfirman: "Apakah urusanmu menyelidiki ketetapan-Ku, dan menyebut-nyebut perjanjian-Ku dengan mulutmu, 17 padahal engkaulah yang membenci teguran, dan mengesampingkan firman-Ku? 18 Jika engkau melihat pencuri, maka engkau berkawan dengan dia, dan bergaul dengan orang berzinah. 19 Mulutmu kaubiarkan mengucapkan yang jahat, dan pada lidahmu melekat tipu daya. 20 Engkau duduk, dan mengata-ngatai saudaramu, memfitnah anak ibumu. 21 Itulah yang engkau lakukan, tetapi Aku berdiam diri; engkau menyangka, bahwa Aku ini sederajat dengan engkau. Aku akan menghukum engkau dan membawa perkara ini ke hadapanmu. 22 Perhatikanlah ini, hai kamu yang melupakan Allah; supaya jangan Aku menerkam, dan tidak ada yang melepaskan. 23 Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku; siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya."

Ibadah itu Kata dan Sikap

Putra pemuda lajang yang berusia 21 tahun adalah pemuda yang sangat aktif dalam pelayanan di jemaatnya. Di dalam organisasi Angkatan Muda, Putra adalah salah satu pengurus di rantingnya. Di samping itu, ia juga aktif melayani sebagai seorang pengasuh. Keaktifan Putra ternyata berbanding terbalik dengan kehidupannya bersama keluarganya. Seringkali tetangganya mencoba menenangkannya tatkala ia selalu bertengkar dengan orangtuanya. Ia juga tidak pernah akur dengan adik-adiknya. Sebagai anak tertua, Putra merasa selalu benar dengan apa yang dilakukan. Sikap Putra ini tidak sesuai dengan apa yang dimaksud dengan ibadah yang sejati. Tuhan menegur umat-Nya yang berpikir bahwa ibadah sejati hanya tentang mempersembahkan korban bakaran dan hewan. Tuhan tidak membutuhkan kurban mereka, karena segala sesuatu di dunia adalah milik-Nya. Ibadah yang sejati bukan hanya tindakan lahiriah, tetapi kesadaran bahwa Tuhan mencari hati yang benar. Tuhan menegur orang yang melakukan ibadah tetapi hidup dalam kefasikan, seperti membenci ajaran Tuhan, berbuat dosa, dan bersikap munafik. Ibadah sejati tidak bisa dipisahkan dari kehidupan yang benar sesuai kehendak Tuhan. Marilah nyatakan ibadah yang sejati sebagai ibadah yang bukan hanya dengan kata tetapi juga sikap!

Doa: Ya Allah, mampukanlah kami untuk berbicara dan bersikap yang sesuai kehendak-Mu amin

Kamis, 15 Mei 2025

bahan bacaan : Zakaria 7 : 1 – 14

Ibadah puasa yang baik
Pada tahun yang keempat zaman raja Darius datanglah firman TUHAN kepada Zakharia, pada tanggal empat bulan kesembilan, yakni bulan Kislew. 2 Adapun penduduk Betel telah mengutus Sarezer dan Regem-Melekh serta orang-orangnya untuk melunakkan hati TUHAN, 3 untuk menanyakan kepada para imam dari rumah TUHAN semesta alam dan kepada nabi, demikian: "Haruskah kami sekalian menangis dan berpantang dalam bulan yang kelima seperti yang telah kami lakukan bertahun-tahun lamanya?" 4 Maka datanglah firman TUHAN semesta alam kepadaku, bunyinya: 5 "Katakanlah kepada seluruh rakyat negeri dan kepada para imam, demikian: Ketika kamu berpuasa dan meratap dalam bulan yang kelima dan yang ketujuh selama tujuh puluh tahun ini, adakah kamu sungguh-sungguh berpuasa untuk Aku? 6 Dan ketika kamu makan dan ketika kamu minum, bukankah kamu makan dan minum untuk dirimu sendiri? 7 Bukankah ini firman yang telah disampaikan TUHAN dengan perantaraan para nabi yang dahulu, ketika Yerusalem dengan kota-kota yang di sekelilingnya masih didiami orang dan masih sentosa dan Tanah Negeb dan Daerah Bukit masih didiami?" 8 Firman TUHAN datang kepada Zakharia, bunyinya: 9 "Beginilah firman TUHAN semesta alam: Laksanakanlah hukum yang benar dan tunjukkanlah kesetiaan dan kasih sayang kepada masing-masing! 10 Janganlah menindas janda dan anak yatim, orang asing dan orang miskin, dan janganlah merancang kejahatan dalam hatimu terhadap masing-masing." 11 Tetapi mereka tidak mau menghiraukan, dilintangkannya bahunya untuk melawan dan ditulikannya telinganya supaya jangan mendengar. 12 Mereka membuat hati mereka keras seperti batu amril, supaya jangan mendengar pengajaran dan firman yang disampaikan TUHAN semesta alam melalui roh-Nya dengan perantaraan para nabi yang dahulu. Oleh sebab itu datang murka yang hebat dari pada TUHAN. 13 "Seperti mereka tidak mendengarkan pada waktu dipanggil, demikianlah Aku tidak mendengarkan pada waktu mereka memanggil, firman TUHAN semesta alam. 14 Oleh sebab itu Aku meniupkan mereka seperti angin badai ke antara segala bangsa yang tidak dikenal mereka, dan sesudahnya tanah itu menjadi sunyi sepi, sehingga tidak ada yang lalu lalang di sana; demikianlah mereka membuat negeri yang indah itu menjadi tempat yang sunyi sepi."

Belas Kasih Jauh Lebih Bernilai

Belas kasih jauh lebih bernilai daripada kekayaan yang berlimpah. Ini ungkapan yang tepat untuk gambarkan situasi yang dihadapi keluarga Margaret. Bersama suami dan anak-anaknya, ia baru saja mengalami masa sulit ketika ditipu oleh rekan kerjanya. Namun ketika dimintai untuk menopang pelayanan melalui bantuan sentuhan kasih yakni berupa natura bagi para janda, duda dan lansia, Margaret bersama keluarganya dengan sukacita memberikan apa yang bisa mereka beri. Suaminya Roby malah tidak tanggung-tanggung meminjamkan motornya untuk dipakai sebagai kendaraan bagi proses pembagian natura tersebut. Apa yang dilakukan oleh Margaret dan keluarganya adalah teladan baik. Ini jauh lebih baik ketimbang menaruh hati kepada kekayaan dan mengabaikan nilai kasih. Zakaria 7:1-14 mengajarkan kita bahwa bukan puasa yang utama melainkan dengan menunjukkan kasih setia dan kasih sayang satu kepada yang lain. Ibadah yang sejati diwujudkan dalam tindakan nyata yakni menegakkan keadilan, menunjukkan belas kasihan, dan tidak menindas orang-orang lemah seperti janda, yatim, orang asing, dan orang miskin. Ini menunjukkan bahwa ibadah bukan hanya soal seremonial, tetapi juga mengenai bagaimana seseorang hidup dalam keseharian. Semoga Tuhan menolong kita melakukannya!

Doa : Tuhan Yesus tolong kami agar hidup saling berbelas kasih Amin

Jumat, 16 Mei 2025

bahan bacaan : Yesaya 1 : 10 – 20

Bertobat lebih baik dari mempersembahkan korban
10 Dengarlah firman TUHAN, hai pemimpin-pemimpin, manusia Sodom! Perhatikanlah pengajaran Allah kita, hai rakyat, manusia Gomora! 11 "Untuk apa itu korbanmu yang banyak-banyak?" firman TUHAN; "Aku sudah jemu akan korban-korban bakaran berupa domba jantan dan akan lemak dari anak lembu gemukan; darah lembu jantan dan domba-domba dan kambing jantan tidak Kusukai. 12 Apabila kamu datang untuk menghadap di hadirat-Ku, siapakah yang menuntut itu dari padamu, bahwa kamu menginjak-injak pelataran Bait Suci-Ku? 13 Jangan lagi membawa persembahanmu yang tidak sungguh, sebab baunya adalah kejijikan bagi-Ku. Kalau kamu merayakan bulan baru dan sabat atau mengadakan pertemuan-pertemuan, Aku tidak tahan melihatnya, karena perayaanmu itu penuh kejahatan. 14 Perayaan-perayaan bulan barumu dan pertemuan-pertemuanmu yang tetap, Aku benci melihatnya; semuanya itu menjadi beban bagi-Ku, Aku telah payah menanggungnya. 15 Apabila kamu menadahkan tanganmu untuk berdoa, Aku akan memalingkan muka-Ku, bahkan sekalipun kamu berkali-kali berdoa, Aku tidak akan mendengarkannya, sebab tanganmu penuh dengan darah. 16 Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-Ku. Berhentilah berbuat jahat, 17 belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda! 18 Marilah, baiklah kita berperkara! --firman TUHAN--Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba. 19 Jika kamu menurut dan mau mendengar, maka kamu akan memakan hasil baik dari negeri itu. 20 Tetapi jika kamu melawan dan memberontak, maka kamu akan dimakan oleh pedang." Sungguh, TUHAN yang mengucapkannya.

Beribadah Berarti Berhenti Berbuat Jahat

Jefry nyaris membakar rumah Jeky karena dikuasai miras usai merayakan hari ulang tahun anaknya Jeky. Nona istri Jeky segera memproses ulah Jefry di kantor polisi. Setelah dimediasi, Nona dan keluarganya bersedia memaafkan Jefry. Mereka mengingat pesan Tuhan tentang soal pengampunan. Jefry pun dilepaskan dari terali besi namun sebelumnya ia harus terlebih dahulu menandatangani surat pernyataan bahwa ia tidak akan mengulangi perbuatannya. Di dalam hidup ini sesunguhnya kita tidak berbeda jauh dengan Jefry. Banyak pelanggaran yang kita buat tapi Tuhan berkenan mengampuni kita. Tuhan menghendaki kita hidup taat dan yang pastinya ketaatan itu mengandung arti bahwa kita harus berhenti melakukan kejahatan. Tuhan mengundang umat-Nya untuk “membersihkan diri” dengan menjauhi kejahatan (ayat 16-17). Ibadah yang benar harus diwujudkan dalam tindakan nyata yakni menegakkan keadilan, membela hak orang tertindas, memperhatikan yatim, dan membela perkara janda, dll.
Ini menunjukkan bahwa ibadah sejati harus berdampak dalam kehidupan sosial, bukan hanya dalam ruang ibadah. Tuhan inginkan dari kita adalah ketika kita memutuskan beribadah maka itu berarti kita harus berhenti berbuat jahat.

Doa: Tuhan Yesus, tolong kami untuk tidak berbuat jahat. Amin.

Sabtu, 17 Mei 2025

bahan bacaan : Matius 5 : 21 – 26

21 Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. 22 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. 23 Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, 24 tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. 25 Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara. 26 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.

Jangan Simpan Amarah

Tasya sudah bersiap-siap ke gereja untuk pengembalaan baptisan. Ia dimintakan menjadi orangtua baptis untuk anak sahabat dekatnya. Ketika hendak keluar kamar, ia disenggol secara sengaja oleh Nofry kakaknya. Nofry hanya ingin menggoda Tasya yang hari itu kelihatan cantik dengan memakai make up. Tasya tidak memahami sikap Nofry. Dengan suara besar, ia mengeluarkan kata kotor kepada kakaknya itu. Nofry tidak menerima kata makian adiknya. Ia dengan segera melayangkan tangan hendak menampar adiknya. Untungnya ketika mendengar keributan kedua anak itu, Vandry sebagai papa keluar dan menasehati mereka agar saling memaafkan. Tasya pun menyadari kesalahan dirinya. Ini yang mesti diteladani oleh kita sebagaimana yang ditulis dalam teks hari ini. Dalam ayat 23-24, Yesus menekankan bahwa sebelum mempersembahkan korban kepada Allah, seseorang harus lebih dahulu berdamai dengan sesamanya. Ini berarti bahwa ibadah sejati bukan hanya tentang hubungan vertikal dengan Allah, tetapi juga tentang hubungan horizontal dengan sesama. Pengampunan dan rekonsiliasi merupakan bagian integral dari ibadah sejati. Jika seseorang datang ke hadapan Allah dengan hati yang penuh amarah dan kebencian, maka ibadahnya menjadi sia-sia.

Doa: Tuhan Yesus, tolong kami bisa mengendalikan kemarahan kami , Amin.

*SUMBER : SHK BULAN MEI 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga : 4 – 10 Mei 2025

Tema Bulanan : Kritik Diri dan Transformasi Sebagai Gereja Yang Profetik

Tema Mingguan : Pendidikan Untuk Keadilan

Minggu, 4 Mei 2025

bahan bacaan : Amos 5 : 7 – 13

Melawan perkosaan keadilan
7 Hai kamu yang mengubah keadilan menjadi ipuh dan yang mengempaskan kebenaran ke tanah! 8 Dia yang telah membuat bintang kartika dan bintang belantik, yang mengubah kekelaman menjadi pagi dan yang membuat siang gelap seperti malam; Dia yang memanggil air laut dan mencurahkannya ke atas permukaan bumi--TUHAN itulah nama-Nya. 9 Dia yang menimpakan kebinasaan atas yang kuat, sehingga kebinasaan datang atas tempat yang berkubu. 10 Mereka benci kepada yang memberi teguran di pintu gerbang, dan mereka keji kepada yang berkata dengan tulus ikhlas. 11 Sebab itu, karena kamu menginjak-injak orang yang lemah dan mengambil pajak gandum dari padanya, --sekalipun kamu telah mendirikan rumah-rumah dari batu pahat, kamu tidak akan mendiaminya; sekalipun kamu telah membuat kebun anggur yang indah, kamu tidak akan minum anggurnya. 12 Sebab Aku tahu, bahwa perbuatanmu yang jahat banyak dan dosamu berjumlah besar, hai kamu yang menjadikan orang benar terjepit, yang menerima uang suap dan yang mengesampingkan orang miskin di pintu gerbang. 13 Sebab itu orang yang berakal budi akan berdiam diri pada waktu itu, karena waktu itu adalah waktu yang jahat.

Kenakan Perisai Keadilan Sebagai Sumber Kehidupan

Amos mengutarakan kemahakuasaan Tuhan atas kehidupan orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Banyak sekali penyimpangan yang dilakukan oleh segelintir orang yang memiliki kekuasaan terhadap mereka yang termaginal, terabaikan dan dipandang sebelah mata. Teks bacaan hari ini mengingatkan kita akan pentingnya melakukan kebaikan dan keadilan terhadap sesama. Sebab Tuhan Allah akan menghempaskan mereka yang berbuat tidak adil, dengan caraNya. Praktek ketidakadilan terhadap mereka yang kecil dan termarginal menjadi juga persoalan saat ini. Mereka yang termarginal tidak memiliki kekuatan untuk memperjuangkan hak-hak mereka sendiri, bahkan pemenuhan hak-hak mereka pun sengaja diabaikan. Perlakuan tidak adil mereka peroleh dalam berbagai aspek, misalnya pemberian upah yang tidak adil, hak pendidikan yang tidak merata, dll. Terhadap kenyataan ini, kita harus sadar bahwa Tuhan itu Maha Adil. Ia menghendaki kita berlaku adil dan kita dapat memulainya dari keluarga. Kita membelajarkan hal keadilan sebagai orang tua yang mengasihi semua anak tanpa membeda-bedakan. Kita mengajarkan berbagi tugas rumah secara merata. Kita menumbuhkan pendidikan untuk keadilan yang berlangsung dalam iman kepada Tuhan yang hidup.

Doa: Ya Tuhan, karuniakanlah kepada kami, Roh melakukan Keadilan bagi sesama. Amin,

Senin, 5 Mei 2025

bahan bacaan : 1 Samuel 25 : 32 – 35

32 Lalu berkatalah Daud kepada Abigail: "Terpujilah TUHAN, Allah Israel, yang mengutus engkau menemui aku pada hari ini; 33 terpujilah kebijakanmu dan terpujilah engkau sendiri, bahwa engkau pada hari ini menahan aku dari pada melakukan hutang darah dan dari pada bertindak sendiri dalam mencari keadilan. 34 Tetapi demi TUHAN, Allah Israel yang hidup, yang mencegah aku dari pada berbuat jahat kepadamu--jika engkau tadinya tidak segera datang menemui aku, pasti tidak akan ada seorang laki-lakipun tinggal hidup pada Nabal sampai fajar menyingsing." 35 Lalu Daud menerima dari perempuan itu apa yang dibawanya untuk dia, dan berkata kepadanya: "Pulanglah dengan selamat ke rumahmu; lihatlah, aku mendengarkan perkataanmu dan menerima permintaanmu dengan baik."

Kebijaksanaan Seorang Perempuan Yang Takut Tuhan

Hari ini kita merayakan HUT Perempuan GPM yang ke 57. Sesuai dengan Tema Mingguan : Terpujilah Perempuan GPM yang arif, kita pun diingatkan untuk tetap menjadi perempuan-perempuan Gereja yang bijaksana dan arif. Dalam teks hari ini, Abigail merupakan seorang istri yang cakap dan takut Tuhan telah menyelamatkan suaminya Nabal dari kemarahan Daud. Tindakan Nabal yang tidak hormat kepada Daud seharusnya berdampak padanya, tetapi atas kebaikan dan kerendahan hati istrinya Abigail, Nabal selamat. Sosok Abigail menjadi sosok perempuan dan istri yang patut diteladani. Ia melakukan tugasnya untuk menjaga keutuhan hidup rumah tangganya dan sebagai cara menghormati suami atau kepala keluarga. Di Perayaan HUT Perempuan GPM, kita dituntun untuk juga menjadi perempuan-perempuan yang bijaksana dan arif. Tak dapat disangkal, seringkali kita juga berhadapan dengan suami yang berperawakan seperti Nabal yakni kasar dan tidak menghargai istri, namun hal itu tidak dapat menjadi alasan untuk kita melakukan hal yang sama sebab jika demikian maka kehancuran rumah tangga akan kita alami. Untuk itu, prioritaskan kebaikan dalam rumah tanggamu walaupun jalan yang ditemui tidaklah mudah.

Doa: Ya Tuhan, jadikan kami bijaksana untuk menghadapi setiap persoalan. Amin

Selasa, 6 Mei 2025

bahan bacaan : Yehezkiel 18 : 1 – 9

Setiap manusia bertanggung jawab atas dirinya
Maka datanglah firman TUHAN kepadaku: 2 "Ada apa dengan kamu, sehingga kamu mengucapkan kata sindiran ini di tanah Israel: Ayah-ayah makan buah mentah dan gigi anak-anaknya menjadi ngilu? 3 Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, kamu tidak akan mengucapkan kata sindiran ini lagi di Israel. 4 Sungguh, semua jiwa Aku punya! Baik jiwa ayah maupun jiwa anak Aku punya! Dan orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. 5 Kalau seseorang adalah orang benar dan ia melakukan keadilan dan kebenaran, 6 dan ia tidak makan daging persembahan di atas gunung atau tidak melihat kepada berhala-berhala kaum Israel, tidak mencemari isteri sesamanya dan tidak menghampiri perempuan waktu bercemar kain, 7 tidak menindas orang lain, ia mengembalikan gadaian orang, tidak merampas apa-apa, memberi makan orang lapar, memberi pakaian kepada orang telanjang, 8 tidak memungut bunga uang atau mengambil riba, menjauhkan diri dari kecurangan, melakukan hukum yang benar di antara manusia dengan manusia, 9 hidup menurut ketetapan-Ku dan tetap mengikuti peraturan-Ku dengan berlaku setia--ialah orang benar, dan ia pasti hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH.

Baik Buruk Perbuatan Akan Dipertanggungjawabkan

Perihal bertanggungjawab atas apa yang dilakukan adalah keharusan setiap manusia. Yehezkiel 18:1-9 menekankan prinsip tanggung jawab pribadi dalam hubungan manusia dengan Allah, terutama dalam hal keadilan dan kebenaran. Pada masa itu, orang Israel memiliki anggapan bahwa mereka dihukum karena dosa nenek moyang mereka, seperti yang tercermin dalam peribahasa yang dikutip dalam Yehezkiel 18:2: “Ayah-ayah makan buah mentah, dan gigi anak-anaknya menjadi ngilu.” Namun, Allah melalui Yehezkiel menegaskan bahwa setiap individu bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri. Jika seseorang hidup dengan benar dan melakukan keadilan, ia akan hidup, tetapi jika ia berbuat dosa, ia sendiri yang menanggung akibatnya. Allah adil dalam menilai manusia. Ia tidak membiarkan orang benar binasa, dan Ia tidak menyelamatkan orang fasik tanpa pertobatan. Keadilan Allah memberi harapan bahwa siapa pun yang berbalik dari kejahatan dan hidup benar akan diselamatkan. Tindakan Keadilan dalam hidup sebagai orang yang benar, yaitu mereka yang tidak menyembah berhala, tidak menindas sesama, tetapi berlaku adil, tidak memeras atau mengambil riba. Hal Ini menekankan bahwa iman sejati harus disertai dengan tindakan keadilan sosial.

Doa: Tuhan, mampukan kami untuk bertanggung jawab melakukan keadilan. Amin

Rabu, 7 Mei 2025

bahan bacaan : 1 Tim 6 : 11 – 16

Pesan penutup
11 Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan. 12 Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi. 13 Di hadapan Allah yang memberikan hidup kepada segala sesuatu dan di hadapan Kristus Yesus yang telah mengikrarkan ikrar yang benar itu juga di muka Pontius Pilatus, kuserukan kepadamu: 14 Turutilah perintah ini, dengan tidak bercacat dan tidak bercela, hingga pada saat Tuhan kita Yesus Kristus menyatakan diri-Nya, 15 yaitu saat yang akan ditentukan oleh Penguasa yang satu-satunya dan yang penuh bahagia, Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan. 16 Dialah satu-satunya yang tidak takluk kepada maut, bersemayam dalam terang yang tak terhampiri. Seorangpun tak pernah melihat Dia dan memang manusia tidak dapat melihat Dia. Bagi-Nyalah hormat dan kuasa yang kekal! Amin.

Hidup Benar Di Hadapan Allah
Memiliki keterbatasan dan kekurangan sebagai manusia, seringkali menjadi alasan ketika kita melakukan kekeliruan bahkan salah dalam bersikap maupun bertindak. Akan tetapi jika direnungkan kembali, hal demikian tidak dapat dibenarkan mengingat status kita sebagai anak-anak Allah. Karena status itu jugalah, mengakhiri suratnya ini Paulus tetap mengingatkan dan menasihati Timotius dan pemimpin-pemimpin jemaat agar selalu hidup benar di hadapan Allah. Itu berarti mereka harus menjauhkan diri dari berbagai kejahatan termasuk cinta uang yang akan membuat mereka menyimpang dari iman dan menyiksa diri dengan berbagai-bagai duka. Terhadap hal demikian, secara tegas Paulus menyampaikan agar mereka mengejar keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan. Cara hidup seperti ini penting diperhatikan dan dilakukan agar kita tidak semena-mena terhadap sesama. Untuk memahami semuanya itu harus didukung dan didorong oleh didikan serta pengajaran yang baik dan benar. Pengajaran dimaksud dapat dimulai dari dalam keluarga sebagai basis pembinaan yang pertama. Hal ini tentu saja tidak terlepas dari peranan orang tua untuk membimbing dan mengarahkan anggota keluarga lainnya, tentang cara hidup yang berkenan di hadapan Allah. Biarlah dengan didikan yang kita dapatkan selama ini mampu menjadikan kita memahami cara hidup yang benar dan adil.

Doa: Tuhan, kami mau berkomitmen agar hidup benar dan adil Amin.

Kamis, 8 Mei 2025

bahan bacaan : Mazmur 40 : 10 – 11

9 (40-10) Aku mengabarkan keadilan dalam jemaah yang besar; bahkan tidak kutahan bibirku, Engkau juga yang tahu, ya TUHAN. 10 (40-11) Keadilan tidaklah kusembunyikan dalam hatiku, kesetiaan-Mu dan keselamatan dari pada-Mu kubicarakan, kasih-Mu dan kebenaran-Mu tidak kudiamkan kepada jemaah yang besar.

Teruslah Suarakan Keadilan

Ada sekian banyak orang diantara kita yang tidak tanggung-tanggung menyuarakan tentang keadilan. Namun tidak sedikit pula yang bungkam bahkan tidak peduli dengan ketidakadilan yang terjadi dimana-mana. Padahal semua orang berhak mendapatkan keadilan dan semua orang juga berkewajiban menyuarakan keadilan. Terkait hal ini, pemazmur dalam bacaan kita telah memberikan contoh yang baik. Dalam doa dan ungkapan syukurnya, pemazmur mengaku dihadapan Tuhan tentang keberadaan dirinya yang tidak pernah menahan bibir untuk terus memberitakan keadilan. Untuk memperkuat perkataanya itu, ia menyampaikan bahwa terhadap perihal itu Tuhan juga mengetahuinya (ay. 10). Sekali lagi secara tegas pemazmur menyampaikan bahwa ia tidak pernah menyembunyikan keadilan, kesetiaan, karya keselamatan, kasih dan kebenaran yang berasal dari Tuhan kepada banyak orang (ay. 11). Pertanyaannya seberapa pentingkah kita turut menyuarakan keadilan dan hal-hal lainnya yang telah Allah nyatakan? Hal ini tentu saja memberikan dampak positif yang mengajarkan semua orang percaya agar juga memberitakan hal serupa dan menjadi orang-orang yang berlaku adil terhadap sesama. Tuhan telah lebih dahulu menyatakan keadilan-Nya bagi manusia, oleh sebab itu kita pun dituntut untuk berlaku adil dan terus bersuara untuk keadilan. Pergunakan kesempatan yang Allah berikan bagi kita dengan baik kepada semua orang tanpa terkecuali. Pastikanlah selalu bahwa kita tidak akan bungkam atau diam saja melainkan tetap menyampaikan suara Allah tentang keadilan.

Doa: Pakailah kami Tuhan sebagai alat untuk terus menyuarakan keadilan. Amin

Jumat, 9 Mei 2025

bahan bacaan : Kejadian 18 : 16 – 19

Doa syafaat Abraham untuk Sodom
16 Lalu berangkatlah orang-orang itu dari situ dan memandang ke arah Sodom; dan Abraham berjalan bersama-sama dengan mereka untuk mengantarkan mereka. 17 Berpikirlah TUHAN: "Apakah Aku akan menyembunyikan kepada Abraham apa yang hendak Kulakukan ini? 18 Bukankah sesungguhnya Abraham akan menjadi bangsa yang besar serta berkuasa, dan oleh dia segala bangsa di atas bumi akan mendapat berkat? 19 Sebab Aku telah memilih dia, supaya diperintahkannya kepada anak-anaknya dan kepada keturunannya supaya tetap hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN, dengan melakukan kebenaran dan keadilan, dan supaya TUHAN memenuhi kepada Abraham apa yang dijanjikan-Nya kepadanya."

Lakukanlah Perintah-Nya

Pendidikan merupakan salah satu aspek penting yang tidak dapat diabaikan dalam kehidupan. Mengapa demikian? Sebab melalui pendidikan kita dapat menghasilkan generasi-generasi selanjutnya yang berkualitas. Hal ini tentu tidak hanya terbatas diterapkan dalam pendidikan formal saja, melainkan harus dilakukan sejak dini dalam kehidupan keluarga. Itu sebabnya orang tua sedapat mungkin harus memainkan peranannya dengan baik. Peranan sebagai orang tua pun nampak jelas terbaca dalam bacaan kita saat ini ketika Abraham dipilih Allah. Selain Abraham telah ditetapkan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa (ay. 18), ia juga telah dipilih supaya memerintahkan anak-anaknya dan keturunannya agar hidup menurut jalan yang ditunjukkan Tuhan dengan melakukan kebenaran dan keadilan (ay. 19). Tanggung jawab yang diperintahkan Tuhan kepada Abraham merupakan tanggung jawab yang harusnya juga diperankan oleh kita sebagai orang tua. Ini tentu saja bertujuan agar anak-anak kita bertumbuh menjadi pribadi-pribadi yang berkualitas hidupnya yakni melakukan yang benar dan adil. Pertanyaannya, apakah semua orang tua telah melakukan tanggung jawabnya ini dengan baik? Lakukanlah perintah-Nya dalam hari-hari hidup kita sebab hanya dengan demikian, kita telah setia dan taat kepada Allah serta menjadi berkat bagi keluarga dan orang lain.

Doa: Tuntun kami Tuhan, agar kami dimampukan untuk melakukan perintahMu. Amin.

Sabtu, 10 Mei 2025

bahan bacaan : 1 Taw 18 : 14 – 17

Pegawai-pegawai Daud

14 Demikianlah Daud telah memerintah atas seluruh Israel, dan menegakkan keadilan dan kebenaran bagi seluruh bangsanya. 15 Yoab, anak Zeruya, menjadi panglima; Yosafat bin Ahilud menjadi bendahara; 16 Zadok bin Ahitub dan Ahimelekh bin Abyatar menjadi imam; Sausa menjadi panitera; 17 Benaya bin Yoyada menjadi panglima orang Kreti dan orang Pleti; dan anak-anak Daud adalah orang-orang utama yang diperbantukan kepada raja.

Hentikan Ketidakadilan

Hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas merupakan ungkapan yang menggambarkan ketidakadilan dalam penegakan hukum, di mana hukum cenderung keras terhadap rakyat kecil (tajam ke bawah) tetapi lunak terhadap orang-orang yang memiliki kekuasaan atau kedudukan tinggi (tumpul ke atas). Itu berarti keadilan tidak diberlakukan merata kepada semua kalangan. Tindakan dimaksud acapkali kita temui, saksikan dan dengarkan baik dilingkungan sekitar maupun lewat media massa. Bahkan tidak jarang kita menjadi korban atau justru menjadi pelaku ketidakadilan. Kendati pun banyak pengalaman hidup yang kita alami, belajarlah dari Daud dalam bacaan kita hari ini! Bagian ini menceritakan tentang kepribadiannya menjadi seorang raja yang selalu menegakkan kebenaran dan keadilan bagi seluruh bangsanya (ay. 14). Artinya dalam kepemimpinan Daud, kebenaran dan keadilan tidak timpang sebelah melainkan merata bagi semua orang yang di pimpinnya. Hal yang demikian juga diharapkan menjadi bagian karakter hidup kita sebagai pengikut-pengikut Kristus. Ini harus menjadi perhatian bersama, sebab ada banyak anak-anak Tuhan yang terjebak dalam sikap dan tindakan yang tidak benar dan tidak adil terhadap sesamanya. Namun melalui firman saat ini, kita diajarkan tentang bagaimana seharusnya bersikap dan bertindak. Pastikanlah bahwa kita akan menjadi pelaku-pelaku tindak kebenaran dan keadilan baik dalam lingkungan keluarga, di ruang lingkup pelayanan maupun dalam hidup bermasyarakat! Hentikanlah ketidakadilan sebab semua orang hanya ingin diperlakukan dengan benar dan adil!

Doa: kami percaya Tuhan Roh KudusMu menuntun kami berlaku benar dan adil . Amin.

*SUMBER : SHK BULAN MEI 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 27 April – 3 Mei 2025

Tema Bulanan : Sadar Dan Peka Sebagai Gereja Yang Profetik

Tema Mingguan : Yesus Tuhan Yang Hidup, Percayalah!

Minggu, 27 April 2025

bahan bacaan : Yohanes 20 : 24 – 28

Yesus menampakkan diri kepada Tomas
24 Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ. 25 Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: "Kami telah melihat Tuhan!" Tetapi Tomas berkata kepada mereka: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya." 26 Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" 27 Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah." 28 Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!" 29 Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."

Iman Tanpa Melihat

Sebagai murid atau pun pengikut Yesus, prinsip iman yang harus dimiliki dalam hidup kekristenan kita adalah percaya bahwa Yesus Kristus itu adalah Tuhan yang hidup. Prinsip iman seperti ini bukan sekedar pernyataan atau kata-kata semata, namun suatu keyakinan yang lahir dari lubuk hati yang paling dalam. Hal ini penting, mengingat sering kita kehilangan iman tatkala mengalami berbagai masalah hidup, tekanan, bahkan ancaman. Terkadang kita seperti Tomas yang hanya mau percaya kalau melihat. Kita lupa bahwa kita bukan saja telah melihat Tuhan yang memberi hidup, tetapi lebih dari pada itu yakni kita telah mengalami hidup yang Tuhan nyatakan kepada kita secara langsung. Karena itu, semestinya dalam hidup ini kita selalu percaya bahwa Yesus itu adalah Tuhan yang hidup. Selanjutnya dalam teks ini menunjukkan bahwa Yesus tidak menolak Tomas, tetapi justru menolongnya untuk percaya. Hal ini menunjukkan kasih dan kesabaran Tuhan terhadap mereka yang bergumul dalam iman. Pengakuan Tomas : “Ya Tuhanku dan Allahku!” sebagai pernyataan iman yang menegaskan bahwa Yesus bukan sekadar manusia, tetapi benar-benar Tuhan. Nyatakanlah terus iman Percaya ini di sepanjang hidup kita, kini dan selamanya, di sini dan dimana pun kita berada

Doa: Buatlah kami selalu percaya, Yesus itu Tuhan yang Hidup Amin.

Senin, 28 April 2025

bahan bacaan : Lukas 24 : 36 – 49

Yesus menampakkan diri kepada semua murid
36 Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: "Damai sejahtera bagi kamu!" 37 Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu. 38 Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu? 39 Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku." 40 Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka. 41 Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: "Adakah padamu makanan di sini?" 42 Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng. 43 Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka. 44 Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur." 45 Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci. 46 Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, 47 dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. 48 Kamu adalah saksi dari semuanya ini. 49 Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi."

Tuhan itu Hidup, Saksikanlah!
Kebangkitan Yesus membuktikan bahwa Dia bukan hanya seorang guru atau nabi, tetapi Tuhan yang berkuasa atas maut. Yesus menampakkan diri kepada murid-mjuridNya dalam tubuh yang nyata dan tidak hanya sebagai roh, menunjukkan bahwa kebangkitan-Nya adalah fisik, bukan sekadar spiritual. Murid-murid awalnya takut dan ragu, tetapi Yesus menenangkan mereka dengan berkata, “Damai sejahtera bagi kamu!” (Lukas 24:36). Hal ini untuk meneguhkan iman mereka yang percaya pada Yesus yang hidup bahwa damai sejahtera menjadi milik mereka. Yesus membawa damai sejahtera untuk mengatasi ketakutan dan kebimbangan dalam hidup para murid saat itu, serta memampukan mereka untuk bersaksi tentang Tuhan yang hidup. Para murid diutus untuk memberitakan pertobatan dan pengampunan dosa dalam nama-Nya ke segala bangsa. Hal ini menegaskan bahwa percaya kepada Yesus yang hidup juga berarti bersaksi tentang Dia kepada dunia. Pernyataan Yesus di ayat 48, “Kamu adalah saksi dari semuanya ini” dimaksudkan agar segala hal yang murid-murid Yesus sampaikan atau beritakan adalah kebenaran bahwa Yesus memang sudah bangkit. Murid-murid Yesus adalah saksi dari kebangkitan Yesus. Penekanan Yesus agar murid-murid Yesus harus menjadi saksi mengandung pesan bagi kita selaku pengikut Yesus. Kita juga harus terus melakukan peran bersaksi tentang karya Tuhan Yesus melalui perkataan dan perbuatan sesehari.

Doa: Tuhan, mampukanlah kami untuk menyaksikan bahwa Bengkau hidup. Amin.

Selasa, 29 April 2025

bahan bacaan : 1 Yohanes 5 : 1 – 5

Iman mengalahkan dunia
Setiap orang yang percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga Dia yang lahir dari pada-Nya. 2 Inilah tandanya, bahwa kita mengasihi anak-anak Allah, yaitu apabila kita mengasihi Allah serta melakukan perintah-perintah-Nya. 3 Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat, 4 sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. 5 Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?

Iman Membawa Kasih dan Ketaatan
Tidak ada seorang pun di dunia ini yang dalam hidupnya tidak mengalami masalah, meskipun semua orang ingin mengantisipasi atau keluar dari masalah yang dialaminya. Ada berbagai cara yang ditempuh dalam mengatasi permasalahan hidup; mengandalkan jabatan/pangkat, kepintaran, dan uang/kekayaan. Ayat 1 menegaskan, siapa yang percaya bahwa Yesus adalah Kristus, ia lahir dari Allah. Hal ini menunjukkan bahwa iman kepada Yesus membawa kita ke dalam hubungan sebagai anak-anak Allah. Ayat 2-3 menyatakan bahwa kasih kepada Allah terbukti dalam kasih kepada sesama dan ketaatan terhadap perintah-Nya. Sebagai orang percaya, iman sejati bukan hanya dalam perkataan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan kasih dan hidup yang taat kepada firman Tuhan. Selanjutnya dalam ayat 4-5 menegaskan bahwa setiap orang yang lahir dari Allah dapat mengalahkan dunia, dan kemenangan itu diperoleh melalui iman kepada Yesus. Percaya kepada Yesus memang bukan sekadar kepercayaan intelektual, tetapi percaya dengan melibatkan seluruh keberadaannya sebagai anak-anak Allah. kuncinya adalah iman kita (lihat ayat 4). Iman dimaksud berwujud tidak hanya sebagai keyakinan yang diucapkan, tetapi iman yang nyata dalam gaya hidup yang mencerminkan kasih, ketaatan, dan kemenangan dalam Kristus. Dengan demikian beriman kepada Yesus yang bangkit, merupakan tanda kemenangan Allah yang memampukan kita menang atas permasalahan hidup yang dialami dan setia menyatakan kasih kepada sesama.

Doa: Tuhan, teguhkanlah iman kami supaya kasih an ketaatan dapat kami lakukan. Amin.

Rabu, 30 April 2025

bahan bacaan : 1 Yohanes 5 : 6 – 12

Kesaksian tentang Anak Allah
6 Inilah Dia yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus, bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah. Dan Rohlah yang memberi kesaksian, karena Roh adalah kebenaran. 7 Sebab ada tiga yang memberi kesaksian (di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. 8 Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi): Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu. 9 Kita menerima kesaksian manusia, tetapi kesaksian Allah lebih kuat. Sebab demikianlah kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya. 10 Barangsiapa percaya kepada Anak Allah, ia mempunyai kesaksian itu di dalam dirinya; barangsiapa tidak percaya kepada Allah, ia membuat Dia menjadi pendusta, karena ia tidak percaya akan kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya. 11 Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. 12 Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup.

Percaya Kepada Yesus Pasti Hidup

Setiap manusia pasti ingin mengalami hidup, sehingga selalu berupaya agar tetap hidup. Teks Alkitab hari ini menegaskan tentang bagaimana kehidupan itu di dapat dan dialami. “Yesus Kristus telah datang dengan air dan darah” mengacu pada baptisan-Nya (air) dan kematian-Nya di kayu salib (darah). Hal ini menegaskan bahwa Yesus bukan hanya manusia biasa, tetapi Ia adalah Mesias yang menjalankan misi keselamatan Allah. Roh Kudus pun menjadi saksi kebenaran ini. Karya Yesus memang bukan sekadar peristiwa sejarah, tetapi rencana ilahi untuk menebus manusia. Selanjutnya, dalam teks hari ini ditegaskan pula tentang ketritunggalan Allah (Bapa, Yesus/Firman, dan Roh Kudus). Ketritunggalan Allah inilah yang memberi kesaksian bahwa Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita, dan hidup itu ada di dalam anakNya (ay.11). lebih spesifik lagi dikatakan dalam ayat 12, “Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki Hidup; barang siapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup”. kedua ayat ini menegaskan bahwa hidup itu dapat dapat dimiliki ketika kita percaya kepada Allah Tritunggal, dengan menerima Yesus Kristus sebagai kepunyaan kita. Sebab memiliki Anak Allah, berarti percaya dan menyerahkan diri seutuhnya dalam pimpinan serta tuntunan Allah, yakni Roh Kudus.

Doa: Tuhan, buatlah kami semakin percaya kepada Yesus agar kami memiliki hidup yang sesungguhnya. Amin.

Kamis, 1 Mei 2025

bahan bacaan : Lukas 24 : 13 – 35

Yesus menampakkan diri di jalan ke Emaus
13 Pada hari itu juga dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem, 14 dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi. 15 Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka. 16 Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia. 17 Yesus berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?" Maka berhentilah mereka dengan muka muram. 18 Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya: "Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?" 19 Kata-Nya kepada mereka: "Apakah itu?" Jawab mereka: "Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami. 20 Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya. 21 Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi. 22 Tetapi beberapa perempuan dari kalangan kami telah mengejutkan kami: Pagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur, 23 dan tidak menemukan mayat-Nya. Lalu mereka datang dengan berita, bahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat, yang mengatakan, bahwa Ia hidup. 24 Dan beberapa teman kami telah pergi ke kubur itu dan mendapati, bahwa memang benar yang dikatakan perempuan-perempuan itu, tetapi Dia tidak mereka lihat." 25 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi! 26 Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?" 27 Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi. 28 Mereka mendekati kampung yang mereka tuju, lalu Ia berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya. 29 Tetapi mereka sangat mendesak-Nya, katanya: "Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam." Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka. 30 Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka. 31 Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka. 32 Kata mereka seorang kepada yang lain: "Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?" 33 Lalu bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid itu. Mereka sedang berkumpul bersama-sama dengan teman-teman mereka. 34 Kata mereka itu: "Sesungguhnya Tuhan telah bangkit dan telah menampakkan diri kepada Simon." 35 Lalu kedua orang itupun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.

Kebangkitan Yesus, Menghidupkan!
Peristiwa Kebangkitan Yesus menjadi spirit bagi setiap orang percaya bahwa kemenangan akan dosa telah ditaklukkan oleh Tuhan Yesus sehingga kita pun diberi jaminan keselamatan. Menjadi saksi atas peristiwa Iman ini tidaklah berdasar hanya pada melihat dengan mata, tetapi lebih dari itu melihat dengan ‘mata hati’ serta merasakan Kuasa KebangkitanNya. Kisah kebangkitan selalu disandingkan dengan kehadiran saksi yang melihat dengan nyata bahwa Yesus telah bangkit. Penampakkan Yesus menjadi kekuatan bagi mereka yang berjumpa denganNya secara langsung seperti yang disaksikan pada bacaan hari ini. Beberapa murid Yesus berjumpa dengan-Nya dalam perjalanan menuju Emaus. Mereka membangun percakapan denganNya, namun tidak mengenalNya sampai pada jamuan makan malam dan mereka sadar akan keberadaan Yesus. Dari perjumpaan ini, mereka kemudian menjadi saksi tentang kebangkitanNya. Percaya pada Kebangkitan Yesus bukanlah perkara adanya pembuktian secara kasat mata, tetapi hendaknya diyakini dalam Iman. Kebangkitan Yesus menjadi nyata ketika kita masih menikmati kehidupan ini hingga saat ini. Berbagai pergolakan hidup dan beban yang berat karena persoalan Rumah Tangga, pendidikan anak-anak, pekerjaan, dll masih dapat kita lalui hanya karena kemurahan Tuhan Yesus dan oleh Karya kebangkitanNya. Sebab itu, bersyukurlah Yesus telah bangkit!

Doa: Kami Percaya, Tuhan Yesus sumber Kebangkitan itu menyertai kehidupan kami. Amin.

Jumat, 2 Mei 2025

bahan bacaan : Roma 10 : 4 – 15

Kebenaran karena iman
4 Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya. 5 Sebab Musa menulis tentang kebenaran karena hukum Taurat: "Orang yang melakukannya, akan hidup karenanya." 6 Tetapi kebenaran karena iman berkata demikian: "Jangan katakan di dalam hatimu: Siapakah akan naik ke sorga?", yaitu: untuk membawa Yesus turun, 7 atau: "Siapakah akan turun ke jurang maut?", yaitu: untuk membawa Kristus naik dari antara orang mati. 8 Tetapi apakah katanya? Ini: "Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu." Itulah firman iman, yang kami beritakan. 9 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. 10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. 11 Karena Kitab Suci berkata: "Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan." 12 Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya. 13 Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan. 14 Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? 15 Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: "Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!"

Pakailah Hidupmu Untuk Menyatakan Kebenaran

Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu”. Penggalan ayat bacaan ini menjadi penekanan yang disampaikan Paulus kepada Jemaat di Roma. Bagi Paulus, Firman tentang kebenaran yang diajarkan Yesus memiliki dampak luar biasa bagi setiap orang yang sungguh-sungguh meyakininya. Iman timbul dari kepercayaan dan kepercayaan akan berimplikasi pada kebenaran. Segala sesuatu yang dilakukan jika bersandar pada kepercayaan akan Firman Allah itu pasti berujung pada kebenaran. Paulus mengajak umat di Roma untuk sungguh-sungguh percaya pada Yesus dengan Hati, bukan hanya dibibir mulut. Percaya di bibir mulut serta hati yang tulus adalah kunci memperoleh keselamatan. Percaya bukanlah perkara mudah, bukan pula sebagai pemanis bibir saja sebab jika tidak diimbangi dengan tindakan dan ketulusan hati maka semua sia-sia. Jadi, jika kita berani berkata bahwa kita percaya pada Tuhan, maka haruslah pula berani menyatakannya dalam ketulusan hati kita. Belajarlah untuk terus mengimani Yesus dengan total dengan sungguh-sungguh memberi diri dan berserah padaNya.

Doa: Baharui hidup kami Tuhan, agar menjadi Saksi Kebenaran lewat tutur kata dan hidup kami. Amin

Sabtu, 3 Mei 2025

bahan bacaan : Wahyu 1 : 17 – 20

17 Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, 18 dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut. 19 Karena itu tuliskanlah apa yang telah kaulihat, baik yang terjadi sekarang maupun yang akan terjadi sesudah ini. 20 Dan rahasia ketujuh bintang yang telah kaulihat pada tangan kanan-Ku dan ketujuh kaki dian emas itu: ketujuh bintang itu ialah malaikat ketujuh jemaat dan ketujuh kaki dian itu ialah ketujuh jemaat."

Tuhanku, Alfa & Omega. Mengawal & Menyertai
Akulah Alfa dan Omega, yang awal dan yang akhir. Kalimat ini sering kita dengar setiap Perayaan Natal dalam Nats natal anak-anak SMTPI. Yesus adalah Alfa dan Omega, yang berarti Dia adalah awal dan akhir dari segala sesuatu, memiliki otoritas mutlak atas sejarah, kehidupan, dan kematian. Yesus berkata : “Jangan takut!”. Perkataan ini merupakan jaminan bagi orang percaya bahwa Dia mengendalikan segala sesuatu. Ia yang mengawali perjalanan hidup dengan kita dan yang juga akan bersama-sama dengan kita mengakhiri pergumulan hidup yang kita alami. Kita tidak perlu takut karena Yesus berkuasa atas segala sesuatu. Dia memegang kendali atas kehidupan, kematian, dan masa depan kita. Kepercayaan kepada-Nya membawa penghiburan, keteguhan, dan harapan dalam kehidupan setiap orang percaya. Kata Yesus pula : “Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut”. Perkataan ini menunjukkan bahwa Yesus memiliki kuasa atas kehidupan dan kematian. Kematian tidak lagi menakutkan bagi orang percaya karena Yesus telah mengalahkannya melalui kebangkitan-Nya. Untuk itu, hiduplah dalam tuntunan penyertaanNya, supaya kita diberi kekuatan untuk berdaya guna, membangun persekutuan dengan sesama dan menyatu dengan alam.

Doa: Ya Tuhan, Kawal selalu kehidupan kami. Amin

*SUMBER : SHK BULAN APRIL-MEI 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 20 – 26 April 2025

Tema Bulanan : Sadar Dan Peka Sebagai Gereja Yang Profetik

Tema Mingguan : Kristus Bangkit, Jalanilah Hidupmu Dengan Tidak Gentar!

Minggu, 20 April 2025

bahan bacaan : Matius 28 : 1 – 10

Kebangkitan Yesus
Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu. 2 Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya. 3 Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju. 4 Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati. 5 Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: "Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. 6 Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring. 7 Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu." 8 Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus. 9 Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. 10 Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku."

Kristus Bangkit, Jalanilah Hidupmu dengan Tidak Gentar!

Di hari ini seluruh dunia merayakan peristiwa kebangkitan Tuhan Yesus dari kematian. Kebangkitan Tuhan Yesus menandakan bahwa maut dan kematian telah dikalahkan. Kemenangan Tuhan Yesus atas kuasa dosa dan maut untuk memulai sebuah kehidupan baru yang penuh pengharapan. Kehidupan tersebut diperuntukan bagi semua orang percaya, termasuk kita sekeluarga. Untuk itu, Tuhan Yesus menasihati para murid untuk tidak takut saat mereka datang mencariNya di kubur yang kosong. Tuhan Yesus menyuruh mereka untuk pergi dan memberitakan kabar sukacita kebangkitanNya kepada dunia dan semua orang yang belum percaya. Perintah Tuhan Yesus sebagai amanat agung pun diberikan kepada kita. Kita diutus untuk memberitakan Injil dengan sukacita, penuh pengharapan dan tetap teguh serta tidak gentar menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan dalam perjalanan hidup. KebangkitanNya juga menjaminkan penyertaanNya kepada kita. Kita tidak sendiri, sebab Dialah Imanuel yang selalu menuntun, menyertai dan memberkati di sepanjang perjalanan hidup kita. Untuk itu, tetaplah yakin dan percaya pada Kristus yang bangkit dan nyatakanlah keyakinan itu dalam seluruh sikap serta perilaku hidup kita sebagai orang percaya.

Doa : Roh Kudus tuntunlah kami untuk terus menyatakan kebenaran dan keadilan, amin.

Senin, 21 April 2025

bahan bacaan : Roma 8 : 18 – 30

Pengharapan anak-anak Allah
18 Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. 19 Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan. 20 Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya, 21 tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah. 22 Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin. 23 Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita. 24 Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya? 25 Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun. 26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. 27 Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus. 28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. 29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. 30 Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.

Berharaplah Kepada Kristus Yang Bangkit
Paskah memberikan kekuatan baru untuk senantiasa hidup dalam sebagai orang-orang percaya. Realitas hidup yang kita jalani memang tidak baik-baik saja dan masih banyak tantangan serta persoalan yang kita hadapi. Namun firman Tuhan hari mengajak kita agar tetap teguh berpengharapan kepada Allah dalam Kristus yang telah bangkit. Paulus menyatakan bahwa penderitaan di dunia ini tidak sebanding dengan kemuliaan yang akan dinyatakan bagi kita (ayat 18). Kebangkitan Kristus memberi kita jaminan harapan bahwa segala penderitaan hanyalah sementara. Paulus mengingatkan bahwa kita tidak sendirian dalam menghadapi kesulitan. Roh Kudus membantu kita dalam doa, bahkan ketika kita tidak tahu harus berdoa apa. Ini menunjukkan bahwa Allah senantiasa menyertai kita dan menolong kita untuk tetap kuat dalam iman. Semua yang terjadi dalam kehidupan kita tidak terlepas dari campur tangan Allah yang turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi orang-orang yang mengasihiNya. Untuk itu, kita harus tetap mengasihi Tuhan yang bangkit. Dialah yang akan menolong dan menyelamatkan kita di tengah hidup yang penuh dengan tantangan.

Doa: Tuhan mampukanlah kami dengan Roh-Mu, agar kami tetap bersemangat menjalani hidup dengan berbagai tantangan. Amin.-

Selasa, 22 April 2025

bahan bacaan : Amsal 24 : 10

10 Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.

Tetap Semangat Menjalani Hidup Bersama Yesus Yang Bangkit

Masih dalam suasana sukacita kebangkitan Tuhan Yesus yang memberikan harapan baru kepada para murid dan bagi kita semua sebagai orang percaya. Situasi dan kondisi mereka sangat kontras saat Tuhan Yesus ada dalam proses menjalani jalan salib yang dimulai dari taman Getsemani. Semua murid tercerai-berai mencari keselamatan mereka sendiri. Mereka sangat takut dan kehilangan harapan serta patah semangat. Sebab apa yang mereka harapkan dari Tuhan Yesus seakan sirna dengan pengaruh para penguasa Romawi. Namun saat Yesus bangkit, Ia kembali meneguhkan iman dan harapan mereka bahwa setiap orang harus semangat dan kuat dalam menjalani hidup sebagai murid Tuhan untuk selalu setia dan taat memikul salib. Demikianpun sejalan dengan Pengamsal yang mengingatkan kita bahwa kalau kita patah semangat didalam masa kesesakan, maka akan mengecilkan kekuatan kita. Artinya tetap teguh dan kokoh dalam semangat itu sangat penting ditengah situasi kondisi hidup yang penuh dengan tantangan dan pergumulan yang berat. Semuanya itu terletak kepada iman dan percaya kita kepada Tuhan Yesus yang bangkit serta telah memberikan keselamatan bagi kita sebagai orang percaya. Untuk itu tetaplah bersemangat dalam menjalani hari-hari hidup bersama Tuhan Yesus yang bangkit.

Doa: Ya Tuhan kuatkan kami agar tetap berharap kepadaMu ditengah tantangan hidup yang menantang kami. Amin.-

Rabu, 23 April 2025

bahan bacaan : Lukas 24 : 1 – 12

Kebangkitan Yesus
56b) Dan pada hari Sabat mereka beristirahat menurut hukum Taurat,
tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka. 2 Mereka mendapati batu sudah terguling dari kubur itu, 3 dan setelah masuk mereka tidak menemukan mayat Tuhan Yesus. 4 Sementara mereka berdiri termangu-mangu karena hal itu, tiba-tiba ada dua orang berdiri dekat mereka memakai pakaian yang berkilau-kilauan. 5 Mereka sangat ketakutan dan menundukkan kepala, tetapi kedua orang itu berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati? 6 Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea, 7 yaitu bahwa Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang-orang berdosa dan disalibkan, dan akan bangkit pada hari yang ketiga." 8 Maka teringatlah mereka akan perkataan Yesus itu. 9 Dan setelah mereka kembali dari kubur, mereka menceriterakan semuanya itu kepada kesebelas murid dan kepada semua saudara yang lain. 10 Perempuan-perempuan itu ialah Maria dari Magdala, dan Yohana, dan Maria ibu Yakobus. Dan perempuan-perempuan lain juga yang bersama-sama dengan mereka memberitahukannya kepada rasul-rasul. 11 Tetapi bagi mereka perkataan-perkataan itu seakan-akan omong kosong dan mereka tidak percaya kepada perempuan-perempuan itu. 12 Sungguhpun demikian Petrus bangun, lalu cepat-cepat pergi ke kubur itu. Ketika ia menjenguk ke dalam, ia melihat hanya kain kapan saja. Lalu ia pergi, dan ia bertanya dalam hatinya apa yang kiranya telah terjadi.

Beritakanlah Tuhan Yesus yang Bangkit
Berita sukacita tentang Yesus yang bangkit dimulai dari perempuan-perempuan yang datang ke kubur Tuhan Yesus dan mendapati kubur itu telah kosong. Peristiwa ini membuktikan bahwa Yesus benar-benar Anak Allah berkuasa atas dosa dan kematian. Kematian bukanlah akhir, melainkan awal dari kehidupan yang kekal bagi mereka yang percaya kepada-Nya. Karena itu, sekalipun para murid mengalami kebimbangan dan ketakutan, namun ketika mereka berjumpa dengan Kristus yang bangkit, mereka pun mengalami pembaharuan hidup. Mereka memiliki kekuatan iman dan pengharapan serta berani untuk melakukan tugas pemberitaan kepada dunia dan semua orang yang belum percaya. Demikian juga pembaharuan harus terjadi bagi kita sebagai keluarga Allah. Kristus telah mengalahkan maut, maka tidak ada masalah atau pergumulan yang terlalu besar bagi kita. Kebangkitan-Nya menunjukkan bahwa kuasa Allah lebih besar daripada kesulitan dunia.Kita pun diutus untuk memberitakan dan menyampaikannya melalui tindakan kita yang berkenan dengan kehendak Tuhan. Kita tidak perlu takut akan masa depan, penderitaan, atau bahkan kematian, karena kita memiliki pengharapan dalam Kristus yang hidup.

Doa: Terima kasih Tuhan untuk masa depan dalam sukacita kebangkitanMu. Amin.

Kamis, 24 April 2025

bahan bacaan : Filipi 3 : 10 – 14

10 Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, 11 supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati. 12 Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. 13 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, 14 dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

Menatap Masa Depan Bersama Yesus Yang Bangkit
Rasul Paulus sebagai rasul besar dalam sejarah pemberitaan injil Kristus selalu memberikan nasehat dan menguatkan jemaat yang dilayaninya bahwa penderitaan bukan alasan untuk mundur, tetapi kesempatan untuk semakin mengenal Kristus dan mengalami kuasa-Nya.. Paulus tidak menyangkali dan menutupi masa lalunya yang kelam, namun dengan jujur ia mengakui segala kelemahan dan kekurangannya, serta menjadikannya sebagai teladan untuk menyambut masa depan penuh harapan keselamatan dari Tuhan Yesus Kristus. Itulah sebabnya Paulus menegaskan kepada jemaat di Filipi agar mereka dapat mewujudkan pengenalan yang sungguh dan benar kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat yang telah bangkit. Paulus pun terus berusaha mewujudkan hal tersebut dalam tugas panggilan pelayanannya. Sehingga sekalipun para lawannya mempersoalkan masa lalunya, namun bagi Paulus, dia tetap menatap ke depan demi keselamatan kekal dalam Kristus. Seperti Paulus, kita harus menatap masa depan dengan iman dan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus yang bangkit.

Doa: Ya Tuhan tolong kami untuk mengabarkan kebangkitanMu bagi semua orang. Amin.

Jumat, 25 April 2025

bahan bacaan : Ayub 19 : 25 – 27

25 Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu. 26 Juga sesudah kulit tubuhku sangat rusak, tanpa dagingkupun aku akan melihat Allah, 27 yang aku sendiri akan melihat memihak kepadaku; mataku sendiri menyaksikan-Nya dan bukan orang lain. Hati sanubariku merana karena rindu.

Keyakinan akan Penebus yang Hidup
Sebuah pernyataan iman dari Ayub “tetapi aku tahu Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit membelaku di atas bumi”. Pernyataan iman Ayub ini ditengah situasi dan kondisi hidupnya yang penuh dengan tantangan dan penderitaan. Apa yang dialaminya bukan karena salah dan dosanya. Tetapi bagian dari cara Tuhan untuk membentuknya sebagai orang yang saleh dan benar dihadapan Tuhan. Ayub menegaskan bahwa meskipun tubuhnya hancur, ia akan melihat Allah. Ini menunjuk pada pengharapan akan kebangkitan, yang digenapi dalam Kristus. Kebangkitan Yesus adalah jaminan bagi kita bahwa kematian bukan akhir, tetapi ada kehidupan kekal bersama Allah (Yohanes 11:25-26). Pengalaman iman Ayub ini juga menjadi teladan dan kekuatan bagi kita untuk meyakini kuasa dan kasih Allah dalam Kristus yang menderita, mati dan bangkit demi keselamatan kita. Sebagai orang Kristen, kebangkitan Kristus memberi keberanian untuk menghadapi hidup dengan tidak gentar, karena kita tahu bahwa hidup kita ada dalam tangan Tuhan.

Doa: Tuhan, kuatkan iman kami untuk menjalani hari-hari hidup ini. amin

Sabtu, 26 April 2025

bahan bacaan : Yohanes 20 : 19 – 23

Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya
19 Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" 20 Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. 21 Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu." 22 Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus. 23 Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada."

Hadirkan Damai Sejahtera Dalam Perjumpaan

Ketika bertemu dengan orang lain, siapa pun dia, pasti yang diharapkan adalah suatu keadaan yang penuh damai sejahtera. Tidak ada seorang pun yang tidak menginginkan damai sejahtera. Yesus tahu tentang keinginan setiap orang ketika hendak bertemu dengan orang lain. Atas dasar itu, saat berjumpa dengan murid-muridNya, yesus mengawali perjumpaan tersebut dengan mengucapkan “Damai Sejahtera bagi kamu”. Ucapan Yesus ini bukan sekedar basa-basi, melainkan merupakan sapaan yang penuh makna, yakni Yesus hendak membuat murid-muridnya atau orang yang dijumpaiNya mengalami suasana batin yang tenang, tentram, dan penuh sukacita, apalagi saat itu murid-murid Yesus berada dalam situasi kesedihan pasca kematian Yesus di Salib. Dengan ucapan “Damai Sejahtera bagi Kamu”, Yesus hendak menciptakan suatu suasana hidup yang penuh damai dan sejahtera bagi semua orang yang ditemui oleh Yesus. Cara Yesus menyapa setiap orang yang ditemuinya haruslah menjadi pedoman hidup bagi setiap orang Kristen saat berjumpa dengan orang lain. Sebagai pengikut Yesus, kehadiran orang-orang Kristen haruslah haruslah juga membawa dan memberikan damai sejahtera bagi semua orang yang kita jumpai dalam hidup, baik kini dan nanti, serta di setiap tempat kita berada. Roh Kudus menuntun kita untuk menyatakan kehidupan dan kuasa baru yang membawa damai sejahtera itu. Yesus pun mengembusi para murid dengan kuasa Roh Kudus, supaya mereka senantiasa hidup dalam keberanian dan iman.

Doa: Ya Tuhan mampukan kami untuk menghadirkan damai sejahtera bagi semua orang. Amin

*SUMBER : SHK BULAN APRIL 2025, LJP-GPM