Santapan Harian Keluarga, 2 – 8 Februari 2025

Tema Bulanan : Bertumbuhlah Sebagai Gereja Yang Teguh

Tema Mingguan : Bertumbuh Dalam Iman

Minggu, 02 Februari 2025

bahan bacaan : Daniel 6 : 1 – 29

Gua singa
(6-2) Lalu berkenanlah Darius mengangkat seratus dua puluh wakil-wakil raja atas kerajaannya; mereka akan ditempatkan di seluruh kerajaan; 2 (6-3) membawahi mereka diangkat pula tiga pejabat tinggi, dan Daniel adalah salah satu dari ketiga orang itu; kepada merekalah para wakil-wakil raja harus memberi pertanggungan jawab, supaya raja jangan dirugikan. 3 (6-4) Maka Daniel ini melebihi para pejabat tinggi dan para wakil raja itu, karena ia mempunyai roh yang luar biasa; dan raja bermaksud untuk menempatkannya atas seluruh kerajaannya. 4 (6-5) Kemudian para pejabat tinggi dan wakil raja itu mencari alasan dakwaan terhadap Daniel dalam hal pemerintahan, tetapi mereka tidak mendapat alasan apapun atau sesuatu kesalahan, sebab ia setia dan tidak ada didapati sesuatu kelalaian atau sesuatu kesalahan padanya. 5 (6-6) Maka berkatalah orang-orang itu: "Kita tidak akan mendapat suatu alasan dakwaan terhadap Daniel ini, kecuali dalam hal ibadahnya kepada Allahnya!" 6 (6-7) Kemudian bergegas-gegaslah para pejabat tinggi dan wakil raja itu menghadap raja serta berkata kepadanya: "Ya raja Darius, kekallah hidup tuanku! 7 (6-8) Semua pejabat tinggi kerajaan ini, semua penguasa dan wakil raja, para menteri dan bupati telah mufakat, supaya dikeluarkan kiranya suatu penetapan raja dan ditetapkan suatu larangan, agar barangsiapa yang dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada tuanku, ya raja, maka ia akan dilemparkan ke dalam gua singa. 8 (6-9) Oleh sebab itu, ya raja, keluarkanlah larangan itu dan buatlah suatu surat perintah yang tidak dapat diubah, menurut undang-undang orang Media dan Persia, yang tidak dapat dicabut kembali." 9 (6-10) Sebab itu raja Darius membuat surat perintah dengan larangan itu. 10 (6-11) Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya. 11 (6-12) Lalu orang-orang itu bergegas-gegas masuk dan mendapati Daniel sedang berdoa dan bermohon kepada Allahnya. 12 (6-13) Kemudian mereka menghadap raja dan menanyakan kepadanya tentang larangan raja: "Bukankah tuanku mengeluarkan suatu larangan, supaya setiap orang yang dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada tuanku, ya raja, akan dilemparkan ke dalam gua singa?" Jawab raja: "Perkara ini telah pasti menurut undang-undang orang Media dan Persia, yang tidak dapat dicabut kembali." 13 (6-14) Lalu kata mereka kepada raja: "Daniel, salah seorang buangan dari Yehuda, tidak mengindahkan tuanku, ya raja, dan tidak mengindahkan larangan yang tuanku keluarkan, tetapi tiga kali sehari ia mengucapkan doanya." 14 (6-15) Setelah raja mendengar hal itu, maka sangat sedihlah ia, dan ia mencari jalan untuk melepaskan Daniel, bahkan sampai matahari masuk, ia masih berusaha untuk menolongnya. 15 (6-16) Lalu bergegas-gegaslah orang-orang itu menghadap raja serta berkata kepadanya: "Ketahuilah, ya raja, bahwa menurut undang-undang orang Media dan Persia tidak ada larangan atau penetapan yang dikeluarkan raja yang dapat diubah!" 16 (6-17) Sesudah itu raja memberi perintah, lalu diambillah Daniel dan dilemparkan ke dalam gua singa. Berbicaralah raja kepada Daniel: "Allahmu yang kausembah dengan tekun, Dialah kiranya yang melepaskan engkau!" 17 (6-18) Maka dibawalah sebuah batu dan diletakkan pada mulut gua itu, lalu raja mencap itu dengan cincin meterainya dan dengan cincin meterai para pembesarnya, supaya dalam hal Daniel tidak dibuat perubahan apa-apa. 18 (6-19) Lalu pergilah raja ke istananya dan berpuasalah ia semalam-malaman itu; ia tidak menyuruh datang penghibur-penghibur, dan ia tidak dapat tidur. 19 (6-20) Pagi-pagi sekali ketika fajar menyingsing, bangunlah raja dan pergi dengan buru-buru ke gua singa; 20 (6-21) dan ketika ia sampai dekat gua itu, berserulah ia kepada Daniel dengan suara yang sayu. Berkatalah ia kepada Daniel: "Daniel, hamba Allah yang hidup, Allahmu yang kausembah dengan tekun, telah sanggupkah Ia melepaskan engkau dari singa-singa itu?" 21 (6-22) Lalu kata Daniel kepada raja: "Ya raja, kekallah hidupmu! 22 (6-23) Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku, karena ternyata aku tak bersalah di hadapan-Nya; tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan." 23 (6-24) Lalu sangat sukacitalah raja dan ia memberi perintah, supaya Daniel ditarik dari dalam gua itu. Maka ditariklah Daniel dari dalam gua itu, dan tidak terdapat luka apa-apa padanya, karena ia percaya kepada Allahnya. 24 (6-25) Raja memberi perintah, lalu diambillah orang-orang yang telah menuduh Daniel dan mereka dilemparkan ke dalam gua singa, baik mereka maupun anak-anak dan isteri-isteri mereka. Belum lagi mereka sampai ke dasar gua itu, singa-singa itu telah menerkam mereka, bahkan meremukkan tulang-tulang mereka. 25 (6-26) Kemudian raja Darius mengirim surat kepada orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa, yang mendiami seluruh bumi, bunyinya: "Bertambah-tambahlah kiranya kesejahteraanmu! 26 (6-27) Bersama ini kuberikan perintah, bahwa di seluruh kerajaan yang kukuasai orang harus takut dan gentar kepada Allahnya Daniel, sebab Dialah Allah yang hidup, yang kekal untuk selama-lamanya; pemerintahan-Nya tidak akan binasa dan kekuasaan-Nya tidak akan berakhir. 27 (6-28) Dia melepaskan dan menolong, dan mengadakan tanda dan mujizat di langit dan di bumi, Dia yang telah melepaskan Daniel dari cengkaman singa-singa." 28 (6-29) Dan Daniel ini mempunyai kedudukan tinggi pada zaman pemerintahan Darius dan pada zaman pemerintahan Koresh, orang Persia itu.

Iman Yang Menyelamatkan

Kisah Daniel di Gua Singa adalah kisah heroik yang sungguh memberikan spirit bagi setiap orang percaya bahwa dalam Keyakinan yang sungguh kepada Allah, tidak ada yang mustahil. Daniel diselamatkan! Kesaksiannya pada ayat 23 adalah bukti bahwa orang-orang tulus hati dan jujur di hadapan Tuhan serta manusia pasti diselamatkan. Pada akhirnya, mereka yang memfitnah Daniel justru dihukum dan menuai apa yang mereka tabur. Dari kisah Daniel, kita belajar bahwa orang yang jujur, tulus dan hidup sesuai kehendak Tuhan pasti selamat. Mengandalkan Tuhan sebab menyadari bahwa hanya Tuhanlah satu-satunya penolong adalah wujud Iman yang berakar pada diri setiap orang percaya. Oleh karenanya, hidupkan Iman itu, tetap bertumbuh pada Iman yang mengarah hanya kepada Tuhan sang penyelamat. Janganlah mengandalkan diri sendiri, kekuatan dan kehebatan manusia tidaklah berfaedah jika Iman kepada Allah di dalam Yesus Kristus tidak bertumbuh. Setiap kita akan diperhadapakan dengan ‘singa2 masalah yang siap menerkam kapan dan dimana saja. Namun, ketika kita berlaku jujur, tulus dan benar dihadapan Tuhan maka ‘singa-singa’ atau masalah itu tidak akan mematikan kita justru akan membangkitkan Iman yang lebih kuat sebab Allah telah menyelamatkan kita. Marilah, perkuat Iman kepada Tuhan, pelihara dan yakinilah.

Doa: Ya Tuhan, teguhkanlah Iman kami. Amin.

Senin, 03 Februari 2025

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 14 : 8 – 10

8 Di Listra ada seorang yang duduk saja, karena lemah kakinya dan lumpuh sejak ia dilahirkan dan belum pernah dapat berjalan. 9 Ia duduk mendengarkan, ketika Paulus berbicara. Dan Paulus menatap dia dan melihat, bahwa ia beriman dan dapat disembuhkan. 10 Lalu kata Paulus dengan suara nyaring: "Berdirilah tegak di atas kakimu!" Dan orang itu melonjak berdiri, lalu berjalan kian ke mari.

Dengan Iman, Selamatlah Engkau!

Dia berjalan dan melompat, Puji Hu,, Dalam Nama Yesus, berjalanlah engkau’ penggalan lirik ini merupakan lagu sekolah minggu yang terinspirasi dari kisah seorang lumpuh yang termuat dalam bacaan kita hari ini. Di Listra, dikisahkan ada seseorang yang lumpuh sejak lahir, ia duduk dan mendengar Paulus berbicara. Paulus menatapnya dan melihat bahwa ia beriman, sehingga pasti dapat diselamatkan. Lalu Paulus menyuruhnya untuk berdiri, seketika ia pun berdiri dan dapat berjalan. Mujizat yang terjadi pada orang lumpuh ini menyirat makna bahwa hanya dengan memiliki Iman yang sungguh akan Kuasa Allah, Allah akan menyatakan kemuliaanNya lewat orang-orang yang IA percayakan untuk membantu mereka yang membutuhkan pertolongan dan Jamahan Kasih Tuhan. Disekitar kita ada mereka yang membutuhkan pertolongan. Membalut luka hati yang putus asa dan hilang harapan bahkan mengulurkan tangan bagi mereka yang berkekurangan. Iman yang demikian mesti dikelola dan dipelihara sebab sangat berdampak baik bagi keutuhan relasi antar sesama bahkan juga relasi dengan Tuhan. Jika kita pernah melakukan kebaikan dan memiliki hati yang tergerak untuk menolong sesama itu sungguh menjadi sukacita bagi mereka yang mendapatkannya. Laksana orang lumpuh yang berloncat-loncat kegirangan itulah sukacita yang kita rasakan pula ketika memiliki Iman yang mau menggerakkan.

Doa: Gerakkan hati kami Tuhan, untuk menjadi penolong bagi sesama kami.. Amin.

Selasa, 04 Februari 2025

bahan bacaan : Kejadian 15 : 1 – 6

Perjanjian Allah dengan Abram; janji tentang keturunannya
Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Abram dalam suatu penglihatan: "Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar." 2 Abram menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu." 3 Lagi kata Abram: "Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku." 4 Tetapi datanglah firman TUHAN kepadanya, demikian: "Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu." 5 Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." 6 Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.

Menanti Penggenapan Janji Tuhan

Manusia berjanji seringkali berkhianat, manusia berjanji seringkali tidak ditepati, manusia berjanji seringkali berujung pada kekecewaan. Tetapi, Janji Tuhan tidak pernah mengecewakan, tidak pernah tidak ditepati, selalu tepat pada waktunya. Benar adanya kalimat-kalimat yang disampaikan itu, bahwa janganlah percaya sepenuhnya pada janji manusia sebab dapat mengecewakan dan tidak sesuai dengan yang diucapkan. Hanyalah, percaya pada janji Tuhan yang sungguh dan pasti ditepati. Abraham bergumul bersama istrinya, Sarai untuk memiliki keturunan. Dalam waktu yang tidak cepat dan tidak mudah pergumulan itu dibangun bersama Tuhan. Sungguh, ujian Iman yang tidak mudah dilalui oleh Abraham untuk memiliki keturunan. Belajar dari kisah Abraham, kita diingatkan untuk mempercayakan seutuhnya kehidupan kita pada janji dan rancangan Tuhan dalam kehidupan kita. Ingatlah, bahwa Tuhan yang berjanji pasti akan digenapi. Persoalannya, apakah kita siap menanti penggenapan janji itu? Kemanusiaan kita sering membuat kita tidak sabar menanti penggenapan janji Allah sehingga kita sering menyalahkanNya jika janji itu belum tergenapi. Oleh karenanya, Percayalah, Nantikanlah penggenapan Janji Tuhan, sebab Janji Tuhan Ya dan Amin serta mendatangkan Kebaikan dan sukacita.

Doa: Ya Tuhan, kami menantikan Janji SetiaMu yang menyelamatkan. Amin

Rabu, 05 Februari 2025

bahan bacaan : Markus 7 : 24 – 30

Perempuan Siro-Fenisia yang percaya
24 Lalu Yesus berangkat dari situ dan pergi ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya, tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan. 25 Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya. 26 Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya. 27 Lalu Yesus berkata kepadanya: "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing." 28 Tetapi perempuan itu menjawab: "Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak." 29 Maka kata Yesus kepada perempuan itu: "Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu." 30 Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.

“Remah-remah” Yang Menghidupkan

Perempuan Siro-Fenisia mendatangi Yesus ketika mendengar Yesus berada di daerah Tirus. Maksud perjumpaan itu ialah Perempuan ini ingin Yesus menyelamatkan anaknya yang sedang kerasukan setan. Ketika maksud itu disampaikan kepada Yesus, jawab Yesus kepadanya dengan sebuah perumpamaan (baca ayat 27). Dari perumpamaan itu, dengan bijak sang perempuan menjawab Yesus bahwa remah-remah yang jatuh pun akan dinikmati oleh anjing. Jawaban perempuan itu merupakan wujud kepercayaannya pada Kuasa Tuhan dan benar saja, Tuhan Yesus mengatakan bahwa jawaban perempuan itu menyelamatkan anaknya. Remah-remah adalah sisa-sisa makanan yang terbuang, dalam konteks pergumulan Perempuan Siro Fenisia itu, Remah-remah dilihat sebagai Iman yang justru membawa keselamatan. Sesunggunya, dalam kehidupan kita ada banyak sekali ‘remah-remah’ yang dapat menjadi kekuatan dan menyelamatkan kita dari persoalan yang kita alami. Jangan abaikan ‘remah-remah’ yang masih ada dalam kehidupan kita, sedikit saja kita memperhatikan dan mendayagunakan ‘remah-remah’ itu maka kita pasti akan merasakan sukacita. Remah itu adalah rasa Percaya kita pada Kuasa Tuhan. Taruhlah kepercayaan itu pada KuasaNya, maka semua persoalan kita pasti akan diselesaikan oleh KemuliaanNya.

Doa: Kami Percaya Tuhan, Engkau Penolong kami di dalam kesesakan. Amin.

Kamis, 06 Februari 2025

bahan bacaan : 1 Samuel 17 : 40 – 47

Perkelahian Daud dengan Goliat
40 Lalu Daud mengambil tongkatnya di tangannya, dipilihnya dari dasar sungai lima batu yang licin dan ditaruhnya dalam kantung gembala yang dibawanya, yakni tempat batu-batu, sedang umbannya dipegangnya di tangannya. Demikianlah ia mendekati orang Filistin itu. 41 Orang Filistin itu kian dekat menghampiri Daud dan di depannya orang yang membawa perisainya. 42 Ketika orang Filistin itu menujukan pandangnya ke arah Daud serta melihat dia, dihinanya Daud itu karena ia masih muda, kemerah-merahan dan elok parasnya. 43 Orang Filistin itu berkata kepada Daud: "Anjingkah aku, maka engkau mendatangi aku dengan tongkat?" Lalu demi para allahnya orang Filistin itu mengutuki Daud. 44 Pula orang Filistin itu berkata kepada Daud: "Hadapilah aku, maka aku akan memberikan dagingmu kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang di padang." 45 Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu. 46 Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah, 47 dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Iapun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami."

Tuhanlah Perisaiku, Ku Tak akan Takut!

Daud dan Goliat ada dalam sebuah pertarungan yang sengit dan menegangkan. Goliat menggunakan pedang dan tombak sedangkan Daud hanya menggunakan Umban/ Katapel dan yang terpenting bagi Daud ialah Nama Tuhan yang menjadi perisainya. Daud menerima penghinaan dan dianggap remeh oleh Goliat, sebab dilihatnya Daud masih muda dan belum berpengalaman. Namun Alkitab menyaksikan Goliat kalah menghadapi Daud. Kekalahan Goliat ini mengajarkan kita untuk tidak bermegah dengan kekuatan, kekuasaan dan kekayaan kita sebab semua akan sirna jika Tuhan tidak berkehendak untuk kita yang mengandalkan hal-hal duniawi tersebut. Bahkan kita juga belajar untuk tidak memandang rendah orang lain dengan keterbatasan atau kelemahan mereka, sebab bisa saja dari kelemahan itu Tuhan mengangkat menjadi pemenang. Nilai lain yang kita pelajari dari bacaan ini juga adalah Mengandalkan Tuhan dalam menghadapi tantangan. Tuhanlah satu-satunya Perisai dan Penolong bagi kita yang diterpa dengan berbagai tantangan hidup. Tetaplah tunduk pada Kedaulatan dan Kemahakuasaan Tuhan itu, sebab jika hanya mengandalkan kekuatan kita, semua akan sia-sia. Janganlah takut, jangan khawatir dan cemas, tantangan kita akan diubah dengan kemenangan jika Tuhan yang menjadi Perisai.

Doa : Terima Kasih Tuhan, telah menjadi Perisai atas Persoalan hidup kami. Amin.

Jumat, 07 Februari 2025

bahan bacaan : II Raja-Raja 6 : 8 – 18

Tindakan Elisa dalam peperangan melawan Aram
8 Raja negeri Aram sedang berperang melawan Israel. Ia berunding dengan pegawai-pegawainya, lalu katanya: "Ke tempat ini dan itu haruslah kamu turun menghadang." 9 Tetapi abdi Allah menyuruh orang kepada raja Israel mengatakan: "Awas, jangan lewat dari tempat itu, sebab orang Aram sudah turun menghadang ke sana." 10 Sebab itu raja Israel menyuruh orang-orang ke tempat yang disebutkan abdi Allah kepadanya. Demikianlah Elisa memperingatkan kepadanya, supaya berawas-awas di sana, bukan sekali dua kali saja. 11 Lalu mengamuklah hati raja Aram tentang hal itu, maka dipanggilnyalah pegawai-pegawainya, katanya kepada mereka: "Tidakkah dapat kamu memberitahukan kepadaku siapa dari kita memihak kepada raja Israel?" 12 Tetapi berkatalah salah seorang pegawainya: "Tidak tuanku raja, melainkan Elisa, nabi yang di Israel, dialah yang memberitahukan kepada raja Israel tentang perkataan yang diucapkan oleh tuanku di kamar tidurmu." 13 Berkatalah raja: "Pergilah melihat, di mana dia, supaya aku menyuruh orang menangkap dia." Lalu diberitahukanlah kepadanya: "Dia ada di Dotan." 14 Maka dikirimnyalah ke sana kuda serta kereta dan tentara yang besar. Sampailah mereka pada waktu malam, lalu mengepung kota itu. 15 Ketika pelayan abdi Allah bangun pagi-pagi dan pergi ke luar, maka tampaklah suatu tentara dengan kuda dan kereta ada di sekeliling kota itu. Lalu berkatalah bujangnya itu kepadanya: "Celaka tuanku! Apakah yang akan kita perbuat?" 16 Jawabnya: "Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka." 17 Lalu berdoalah Elisa: "Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat." Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa. 18 Ketika orang-orang Aram itu turun mendatangi dia, berdoalah Elisa kepada TUHAN: "Butakanlah kiranya mata orang-orang ini." Maka dibutakan-Nyalah mata mereka, sesuai dengan doa Elisa.

Doa Adalah Kekuatan

Kekuatan Doa orang-orang yang tulus dan sungguh-sungguh akan mendatangkan keselamatan dan kebaikan. Elisa meyakini Kuasa Doanya kepada Tuhan sehingga menyelamatkan bangsa Israel dari amukan Raja Aram. Jika Elisa tidak berdoa maka bangsa Israel akan binasa di tangan Bangsa Aram. Hampir saja mereka diserang dan dibinasakan. Elisa menyadari sungguh bahwa Tuhan saja yang dapat menyelamatkannya bersama smua orang Israel, maka Berdoalah dia. Seringkali Doa yang kita sampaikan kepada Tuhan masih diliputi dengan keragu-raguan, ketakutan dan kekhawatiran. Padahal, jika kita meyakini Doa memiliki Kuasa, maka Yakinilah. Elisa mengajarkan kepada kita bahwa Doa yang dipanjatkan dengan sungguh dan penuh keyakinan akan dikabulkan oleh Tuhan. Oleh karenanya, dalam semua gumulan kita yang didasari dengan Doa pasti akan membawa Berkat. Berdoa dengan keyakinan dan kepasrahan bahwa tidak ada yang melebihi kuasa Allah dalam Doa yang kita panjatkan itu memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menenangkan, menyembuhkan, memulihkan dan menolong. Bangun Relasi dengan Tuhan dalam doa-doa kita. Berdoa bersama keluarga di meja makan, di kamar tidur, di ruang-ruang hati kita. Teruslah Berdoa dan Yakini, Tuhan akan menjawab Doa dan Gumul kita jika kita Percaya Kuasa Doa itu. Bukankah Doa orang benar, besar Kuasanya?

Doa: Ajari kami Tuhan, untuk memiliki Keyakinan akan Doa yang kita panjatkan kepada Tuhan. Amin.

Sabtu, 08 Februari 2025

bahan bacaan : Lukas 7 : 1 – 10

Yesus menyembuhkan hamba seorang perwira di Kapernaum
Setelah Yesus selesai berbicara di depan orang banyak, masuklah Ia ke Kapernaum. 2 Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati. 3 Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya. 4 Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolongan-Nya, katanya: "Ia layak Engkau tolong, 5 sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami." 6 Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya: "Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku; 7 sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. 8 Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya." 9 Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!" 10 Dan setelah orang-orang yang disuruh itu kembali ke rumah, didapatinyalah hamba itu telah sehat kembali.

Hidup Dalam Kerendahan Hati

Memiliki jabatan dan kekuasaan sering kali menjadikan kita tinggi hati dan memandang rendah orang lain. Kendatipun realitas ini dapat kita temui dimana-mana, namun hal yang berbeda justru nampak dalam pribadi seorang perwira di Kapernaum dalam bacaan kita. Kerendahan hatinya itu nampak dari cara ia bersikap serta memperlakukan hambanya (ay. 2-3). Hal yang sama pun terlihat ketika sang perwira menganggap dirinya tidak layak menemui dan menerima Yesus di dalam rumahnya, untuk menyembuhkan hambanya (ay. 6-7). Terkait dengan itu sang perwira hanya meminta Yesus untuk mengatakan sepatah kata dan dalam keyakinannya ia meyakini hambanya akan sembuh. Keyakinannya terhadap kuasa Yesus lahir dan bertumbuh hanya dengan mendengar mujizat-mujizat yang dilakukan-Nya. Pengalaman iman seperti ini memberikan pelajaran yang berharga bagi kita sebagai orang percaya, agar semakin bertumbuh dalam iman percaya kepada Yesus. Salah satu wujud bertumbuhnya iman kita kepada-Nya yaitu hidup dalam kerendahan hati. Karena itu sekalipun kita dianugerahi jabatan dan kekuasaan serta kekayaan yang berlimpah, tetaplah rendah hati di hadapan-Nya. Sebab dengan kerendahan hati, kita akan mengakui kemahakuasaan Allah dan keterbatasan kita sebagai manusia. Tetaplah rendah hati dan pastikanlah iman kita terus bertumbuh dari waktu ke waktu.

Doa: Tuhan, mampukanlah kami agar tetap rendah hati sebagai wujud iman kepada-Mu. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN FEBRUARI 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 26 Januari – 01 Februari 2025

Tema Bulanan : Berdirilah Teguh Sebagai Gereja!

Tema Mingguan : Berakar Pada Kristus, Bermitralah!

Minggu, 26 Januari 2025

bahan bacaan : Efesus 4 : 1 – 16

Kesatuan jemaat dan karunia yang berbeda-beda
Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu. 2 Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. 3 Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera: 4 satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, 5 satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, 6 satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua. 7 Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus. 8 Itulah sebabnya kata nas: "Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia." 9 Bukankah "Ia telah naik" berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah? 10 Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu. 11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, 12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, 13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, 14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, 15 tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. 16 Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, --yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota--menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.

Berakar dan Bertumbuh dalam Kasih Kristus

Setiap rumah pasti punya fondasi yang berfungsi sebagai dasar berdirinya tiang dan bangunan rumah. Fondasi rumah yang kuat berefek pada kokohnya rumah yang dibangun. Begitu pula dengan pohon, bahwa setiap pohon atau tumbuhan pasti mempunyai akar yang disebut akar pohon/tumbuhan. Semakin dalam akar pohon itu tumbuh, maka semakin kokoh pohon itu berdiri, sehingga mampu menghadapi angin kencang atau cuaca buruk. Orang Kristen ibarat tumbuhan atau pohon yang menurut Paulus harus bertumbuh di dalam Kristus (ay. 15). Bahwa orang Kristen dalam hidup ini harus tetap berpegang teguh kepada kebenaran di dalam Kristus. Tujuannya agar orang Kristen mampu membangun dirinya dalam kasih, meskipun ada berbagai macam perbedaan yang dihadapi dan dialami dalam kenyataan hidup kekristenan. Karakter tersebut hendaknya diwujudnyatakan dalam kehidupan berelasi dengan sesama, yakni dalam hal saling membantu, sesuai dengan karunia yang telah dianugerahkan kepada kita, sehingga perbedaan yang kita jumpai, tidak lagi menimbulkan perpecahan melainkan boleh bersatu, saling melengkapi, dan mencapai tujuan bersama.

Doa: Ya Tuhan mampukan kami untuk melayani dengan segenap hati untuk kepujian nama Tuhan. Amin.

Senin, 27 Januari 2025

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 18 : 1 – 4

Paulus di Korintus
Kemudian Paulus meninggalkan Atena, lalu pergi ke Korintus. 2 Di Korintus ia berjumpa dengan seorang Yahudi bernama Akwila, yang berasal dari Pontus. Ia baru datang dari Italia dengan Priskila, isterinya, karena kaisar Klaudius telah memerintahkan, supaya semua orang Yahudi meninggalkan Roma. Paulus singgah ke rumah mereka. 3 Dan karena mereka melakukan pekerjaan yang sama, ia tinggal bersama-sama dengan mereka. Mereka bekerja bersama-sama, karena mereka sama-sama tukang kemah. 4 Dan setiap hari Sabat Paulus berbicara dalam rumah ibadat dan berusaha meyakinkan orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani.

Mengasihi Sebagai Orang Kristen di Tengah Tantangan Hidup

Sejak peristiwa penganiayaan dan pembunuhan terhadap Stefanus, orang-orang kristen terus mengalami kesulitan dan penderitaan. Orang-orang kristen mengalami penganiayaan dan penderitaan karena nama Yesus. Meskipun demikian, pekabaran injil terus dilakukan, sebab Allah memakai situasi tersebut untuk menumbuhkan dan menguatkan iman orang-orang kristen. Salah satu faktor yang menonjol dari hidup sebagai orang kristen adalah saling membantu. Penganiayaan dan penderitaan tidak membuat karakter saling membantu hilang dari hidup sebagai orang Kristen. Itulah kasih yang menguatkan dan menyatukan kekristenan saat itu.
Ketika kita mengalami penderitaan kasih jangan pernah hilang antara satu dengan lainnya. Ingatlah bahwa kasih merupakan keuntungan bagi setiap orang yang setia kepada Allah. Kasih itulah yang akan menguatkan perjalanan hidup sebagai orang kristen dalam menghadapi tantangan.

Doa: Tuhan, ajari kami agar mampu mengerjakan pelayanan kepada semua orang. Amin

Selasa, 28 Januari 2025

bahan bacaan : Galatia 2 : 6 – 10

6 Dan mengenai mereka yang dianggap terpandang itu--bagaimana kedudukan mereka dahulu, itu tidak penting bagiku, sebab Allah tidak memandang muka--bagaimanapun juga, mereka yang terpandang itu tidak memaksakan sesuatu yang lain kepadaku. 7 Tetapi sebaliknya, setelah mereka melihat bahwa kepadaku telah dipercayakan pemberitaan Injil untuk orang-orang tak bersunat, sama seperti kepada Petrus untuk orang-orang bersunat 8 --karena Ia yang telah memberikan kekuatan kepada Petrus untuk menjadi rasul bagi orang-orang bersunat, Ia juga yang telah memberikan kekuatan kepadaku untuk orang-orang yang tidak bersunat. 9 Dan setelah melihat kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, maka Yakobus, Kefas dan Yohanes, yang dipandang sebagai sokoguru jemaat, berjabat tangan dengan aku dan dengan Barnabas sebagai tanda persekutuan, supaya kami pergi kepada orang-orang yang tidak bersunat dan mereka kepada orang-orang yang bersunat; 10 hanya kami harus tetap mengingat orang-orang miskin dan memang itulah yang sungguh-sungguh kuusahakan melakukannya.

Layanilah Semua Orang, Meskipun Berbeda

Suatu hal yang sulit dilepaskan dari setiap orang adalah tradisi. Hal itu terlihat pada orang-orang kristen di Galatia. Mereka sudah menerima Kristus, namun masih tetap mempertahankan tradisi Yahudi, yaitu sunat. Orang-orang kristen di Galatia mempersoalkan perkara sunat dan tidak bersunat. Padahal, posisi Paulus terhadap isu ini sudah jelas, yaitu ia sudah tidak punya keberatan dengan mereka yang tidak bersunat. Sunat atau tidak bersunat, bagi Paulus, sama sekali tidak berpengaruh pada anugerah keselamatan. Dalam pemberitaan Injil, Paulus tidak tunduk kepada sekelompok orang yang berusaha menghalanginya. Ia sama sekali tidak memandang kasta. Paulus hanya ingin mengingatkan bahwa betapa pentingnya pelayanan kepada siapapun, teritimewa untuk orang miskin dan yatim piatu. Pesan terdalam dari Paulus adalah pelayanan yang dikerjakan Paulus itu bersifat menyeluruh, tanpa memandang muka. Ini penting bagi kita ke depan.

Doa: Kuatkanlah kami untuk tetap mengasihi dalam tantangan hidup.. Amin.

Rabu, 29 Januari 2025

bahan bacaan : 1 Tesalonika 3 : 1 – 13

Kabar baik yang dibawa oleh Timotius
Kami tidak dapat tahan lagi, karena itu kami mengambil keputusan untuk tinggal seorang diri di Atena. 2 Lalu kami mengirim Timotius, saudara yang bekerja dengan kami untuk Allah dalam pemberitaan Injil Kristus, untuk menguatkan hatimu dan menasihatkan kamu tentang imanmu, 3 supaya jangan ada orang yang goyang imannya karena kesusahan-kesusahan ini. Kamu sendiri tahu, bahwa kita ditentukan untuk itu. 4 Sebab, juga waktu kami bersama-sama dengan kamu, telah kami katakan kepada kamu, bahwa kita akan mengalami kesusahan. Dan hal itu, seperti kamu tahu, telah terjadi. 5 Itulah sebabnya, maka aku, karena tidak dapat tahan lagi, telah mengirim dia, supaya aku tahu tentang imanmu, karena aku kuatir kalau-kalau kamu telah dicobai oleh si penggoda dan kalau-kalau usaha kami menjadi sia-sia. 6 Tetapi sekarang, setelah Timotius datang kembali dari kamu dan membawa kabar yang menggembirakan tentang imanmu dan kasihmu, dan bahwa kamu selalu menaruh kenang-kenangan yang baik akan kami dan ingin untuk berjumpa dengan kami, seperti kami juga ingin untuk berjumpa dengan kamu, 7 maka kami juga, saudara-saudara, dalam segala kesesakan dan kesukaran kami menjadi terhibur oleh kamu dan oleh imanmu. 8 Sekarang kami hidup kembali, asal saja kamu teguh berdiri di dalam Tuhan. 9 Sebab ucapan syukur apakah yang dapat kami persembahkan kepada Allah atas segala sukacita, yang kami peroleh karena kamu, di hadapan Allah kita? 10 Siang malam kami berdoa sungguh-sungguh, supaya kita bertemu muka dengan muka dan menambahkan apa yang masih kurang pada imanmu. 11 Kiranya Dia, Allah dan Bapa kita, dan Yesus, Tuhan kita, membukakan kami jalan kepadamu. 12 Dan kiranya Tuhan menjadikan kamu bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain dan terhadap semua orang, sama seperti kami juga mengasihi kamu. 13 Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya.

Jadilah Umat yang Selalu Bersyukur dan Berdoa

Timotius merupakan rekan sekerja Paulus yang diutus ke Tesalonika untuk melayani orang-orang kristen di Tesalonika. Rasul Paulus sangat mengetahui dengan pasti keadaan jemaat Tesalonika sehingga mengirim orang yang tepat, supaya pelayanan dapat berjalan dengan baik dan lancar. Ternyata pelayanan di Tesalonika membawa perubahan positif mengenai iman dan kasih jemaat Kristen di Tesalonika (ay.6). Karena itu bagi Paulus, orang-orang kristen di Tesalonika harus selalu bersyukur (ay.9) dan berdoa (ay.10) agar selalu bertumbuh dalam kelimpahan (ay.12). Pesan mendalam dari teks ini adalah orang-orang kristen harus selalu bersyukur dan berdoa kepada Tuhan dalam setiap keadaan hidup, baik suka maupun duka, susah, senang, gagal dan sukses, serta yang lainnya. Dengan cara hidup demikian, akan memberikan teladan yang baik dan positif kepada semua orang.

Doa: Jauhkanlah keangkuhan dan kesombongan dari hidup kami. Amin.

Kamis, 30 Januari 2025

bahan bacaan : Filipi 4 : 2 – 3

2 Euodia kunasihati dan Sintikhe kunasihati, supaya sehati sepikir dalam Tuhan. 3 Bahkan, kuminta kepadamu juga, Sunsugos, temanku yang setia: tolonglah mereka. Karena mereka telah berjuang dengan aku dalam pekabaran Injil, bersama-sama dengan Klemens dan kawan-kawanku sekerja yang lain, yang nama-namanya tercantum dalam kitab kehidupan.

Sehati Sepikir Dalam Berteman

Apa gunanya punya banyak teman kalau teman tidak membantu kita saat susah; kalau teman membuat kita susah; kalau teman selalu berniat jahat menjatuhkan kita; dan kalau teman hanya menyalahkan dan menghakimi kita, tidak menasehati saat kita melakukan kesalahan. Bacaan hari ini hendak mengingatkan kita tentang bagaimana bagaimana berteman. Euodia, Sintikhe, Sunsugos, dan Klemens adalah sahabat-sahabat Paulus dalam pelayanan. Kepada mereka Paulus menasihati agar selalu sehati sepikir, dan selalu saling tolong-menolong dalam pekerjaan apapun. Bagi Paulus pertemanan yang baik adalah yang dalam dirinya selalu tidak membuat dan membiarkan teman susah, dan karena itu selalu sehati sepikir dalam pertemanan. Nasehat Paulus ini penting bagi kita, supaya kita tidak berteman hanya saat teman kita sukses. Kita juga mau berteman kalau teman kita gagal atau susah.

Doa: Tuhan, ajarlah kami untuk selalu bersyukur dan berdoa dalam keadaan apapun. Amin.

Jumat, 31 Januari 2025

bahan bacaan : 2 Korintus 8 : 16 – 21

Titus diutus
16 Syukur kepada Allah, yang oleh karena kamu mengaruniakan kesungguhan yang demikian juga dalam hati Titus untuk membantu kamu. 17 Memang ia menyambut anjuran kami, tetapi dalam kesungguhannya yang besar itu ia dengan sukarela pergi kepada kamu. 18 Bersama-sama dengan dia kami mengutus saudara kita, yang terpuji di semua jemaat karena pekerjaannya dalam pemberitaan Injil. 19 Dan bukan itu saja! Ia juga telah ditunjuk oleh jemaat-jemaat untuk menemani kami dalam pelayanan kasih ini, yang kami lakukan untuk kemuliaan Tuhan dan sebagai bukti kerelaan kami. 20 Sebab kami hendak menghindarkan hal ini: bahwa ada orang yang dapat mencela kami dalam hal pelayanan kasih yang kami lakukan dan yang hasilnya sebesar ini. 21 Karena kami memikirkan yang baik, bukan hanya di hadapan Tuhan, tetapi juga di hadapan manusia.

Bersungguh-Sungguhlah Dalam Bekerja dan Melayani
Dalam bekerja kita pasti ingin melihat hasil kerja. Jika ada keberhasilan, maka perlu ditingkatkan. Apabila belum berhasil perlu melakukan perubahan pendekatan. Paulus merasa bahwa ia perlu mengirim Titus yang dipercaya dapat melakukan perubahan yang signifikan pada kekristenan di Korintus. Kesungguhan bekerja dalam pelayanan (ay.17) itulah yang membuat Paulus yakin bahwa Titus mampu melayani dengan baik untuk perubahan peningkatan iman Kristen di Korintus. Paulus dan Titus sama-sama memiliki prinsip dalam pelayanan, yaitu memikirkan yang baik bukan hanya di hadapan Tuhan, tetapi juga di hadapan manusia (ay.16). Kerelaan melayani dan memiliki integritas adalah faktor utama yang dimiliki Titus. Nasihat Paulus ini harus dijadikan pegangan bagi kita dalam bekerja dan melakukan pelayanan dimana pun kita ditempatkan, supaya di situ nama Tuhan Yesus dimuliakan.

Doa: buatlah kami sungguh-sungguh bekerja dan melayani bagi semua orang. Amin

Sabtu, 1 Februari 2025

bahan bacaan : Efesus 6 : 21 – 24

Pemberitahuan Salam
21 Supaya kamu juga mengetahui keadaan dan hal ihwalku, maka Tikhikus, saudara kita yang kekasih dan pelayan yang setia di dalam Tuhan, akan memberitahukan semuanya kepada kamu. 22 Dengan maksud inilah ia kusuruh kepadamu, yaitu supaya kamu tahu hal ihwal kami dan supaya ia menghibur hatimu. 23 Damai sejahtera dan kasih dengan iman dari Allah, Bapa dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai sekalian saudara. 24 Kasih karunia menyertai semua orang, yang mengasihi Tuhan kita Yesus Kristus dengan kasih yang tidak binasa.

Akar Kehidupan Yang Kuat Hanya di Dalam Yesus Kristus

Pasal 6 : 21-24 adalah bagian akhir dari surat Rasul Paulus kepada jemaat di Efesus. Bagian akhir ini merupakan kelanjutan dari ayat sebelumnya dimana Paulus memperingatkan jemaat di Efesus agar jemaat tetap teguh dan berpengharapan hanya pada Tuhan. Kondisi yang dialami Paulus membuat ia menjadi kuat dan karena itu, ia menyerukan dan mengingatkan jemaat Efesus untuk tetap berakar dan teguh pada Kristus. Kesetiaan dan keteguhan hati seorang pengikut Kristus mengantarnya pada keadaan dimana Damai Sejahtera akan senantiasa menaunginya. 31 hari di bulan januari telah terlewati dan pastinya telah mengukir 31 cerita baik suka atau duka sepanjang bulan januari. Oleh karenanya, memulai perjalanan hidup di bulan kedua tahun ini harus didasari dengan kesetiaan dan kepasrahan hanya kepada Yesus Kristus, Penyelamat kehidupan. Hendaklah hidup saling menguatkan seperti yang diserukan Paulus kepada jemaat di Efesus. Pendampingan bagi mereka yang hilang harapan, putus asa serta diliputi dengan kekecewaan. Tugas dan tanggung jawab di dalam keluarga, suami-istri, orang tua-anak, adik dan kakak serta di dalam ladang-ladang gumulan (pekerjaan), akan diperhadapkan dengan berbagai persoalan sehingga kadang melemahkan iman dan pendirian kita akan kuasa Allah di dalam Yesus Kristus. Pada kondisi yang demikian, hendaknya saling mengingatkan dan menguatkan. Percayalah! Damai SejahteraNya akan selalu menyertai kita yang selalu berharap pada Kasih Allah yang tidak terbatas itu.

Doa: TopanganMu Tuhan, menguatkan kami. Amin.

*SUMBER : SHK BU;AN JANUARI 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 19-25 Januari 2025

Tema Bulanan : Berdirilah Teguh Sebagai Gereja!

Tema Mingguan : Berakar pada Kristus, Melayani dengan Tulus

Minggu, 19 Januari 2025

bahan bacaan : Markus 10 : 35 – 45

Permintaan Yakobus dan Yohanes Bukan memerintah melainkan melayani
35 Lalu Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, mendekati Yesus dan berkata kepada-Nya: "Guru, kami harap supaya Engkau kiranya mengabulkan suatu permintaan kami!" 36 Jawab-Nya kepada mereka: "Apa yang kamu kehendaki Aku perbuat bagimu?" 37 Lalu kata mereka: "Perkenankanlah kami duduk dalam kemuliaan-Mu kelak, yang seorang lagi di sebelah kanan-Mu dan yang seorang di sebelah kiri-Mu." 38 Tetapi kata Yesus kepada mereka: "Kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum dan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima?" 39 Jawab mereka: "Kami dapat." Yesus berkata kepada mereka: "Memang, kamu akan meminum cawan yang harus Kuminum dan akan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima. 40 Tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa itu telah disediakan." 41 Mendengar itu kesepuluh murid yang lain menjadi marah kepada Yakobus dan Yohanes. 42 Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa mereka yang disebut pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesarnya menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. 43 Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, 44 dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. 45 Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."

Kepemimpinan Berhati Hamba

Manusia cenderung memiliki keinginan untuk mencapai posisi yang lebih tinggi dan terhormat. Keinginan ini seringkali berakar pada beberapa faktor, seperti: kebutuhan untuk diakui, dihargai dan memiliki pengaruh dalam kehidupan sosial. Ambisi untuk menjadi yang terbesar/terkemuka ini sangat ditentang oleh Tuhan Yesus sebagaimana terdapat dalam perikop tadi. Yesus dengan tegas merespons permintaan yang penuh ambisi dari Yakobus dan Yohanes yang ingin duduk di sebelah kanan dan kiri Yesus dalam kemuliaan-Nya (ayat 37). Mereka menginginkan posisi terhormat, kedudukan yang tinggi dan penghargaan yang besar. Namun kepemimpinan menurut Yesus adalah tentang melayani bukan menguasai. “Siapa yang ingin menjadi besar di antara kamu , hendaklah ia menjadi pelayanmu” (ayat 43). Kepemimpinan sejati dalam Kerajaan Allah bukan tentang menguasai, mencari kedudukan tinggi melainkan tentang memberi diri untuk melayani orang lain dengan penuh kasih dan kerendahan hati.

Doa: Tuhan tolonglah kami agar dapat memberitakan cinta kasihMu kepada semua orang dengan tidak mementingkan diri sendiri. Amin.-

Senin, 20 Januari 2025

bahan bacaan : Filipi 1 : 12 – 17

Kesaksian Paulus dalam penjara
12 Aku menghendaki, saudara-saudara, supaya kamu tahu, bahwa apa yang terjadi atasku ini justru telah menyebabkan kemajuan Injil, 13 sehingga telah jelas bagi seluruh istana dan semua orang lain, bahwa aku dipenjarakan karena Kristus. 14 Dan kebanyakan saudara dalam Tuhan telah beroleh kepercayaan karena pemenjaraanku untuk bertambah berani berkata-kata tentang firman Allah dengan tidak takut. 15 Ada orang yang memberitakan Kristus karena dengki dan perselisihan, tetapi ada pula yang memberitakan-Nya dengan maksud baik. 16 Mereka ini memberitakan Kristus karena kasih, sebab mereka tahu, bahwa aku ada di sini untuk membela Injil, 17 tetapi yang lain karena kepentingan sendiri dan dengan maksud yang tidak ikhlas, sangkanya dengan demikian mereka memperberat bebanku dalam penjara.

Tidak Mementingkan Diri Sendiri

Panggilan kita sebagai orang kristen adalah memberitakan injil Kristus agar semua orang menjadi percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Panggilan ini mesti kita lakukan dengan sukacita dan tidak hanya sebatas kata-kata saja, namun melalui sikap dan perilaku hidup. Salah satunya adalah tidak mementingkan diri sendiri. Sikap ini sering terjadi dalam hidup kita sebagai manusia. Ingin senang, untung hanya untuk diri sendiri. Kalau yang susah, menderita, rugi tentu tidak ada yang mau terjadi dalam hidupnya. Namun sebagai murid Tuhan Yesus, Paulus memberi contoh dari pengalaman hidupnya dan kiranya itupun menjadi teladan bagi kita sebagai orang tua maupun anak-anak. Paulus setia, taat melakukan pelayanan pemberitaan injil. Sekalipun ia menderita, namun ia tetap setia, tidak meninggalkan pelayannnya demi umat yang ia layani untuk mendapatkan keselamatan dalam Tuhan Yesus Kristus. Hendaknya keteladanan Paulus dapat kita teruskan melalui perilaku hidup yang mau melayani, membantu dan menolong sesama dengan tulus dan sukacita sebagai wujud memberitakan Tuhan Yesus agar kita semua diselamatkan.

Doa: Tuhan tolonglah kami agar dapat memberitakan cinta kasihMu kepada semua orang dengan tidak mementingkan diri sendiri. Amin.-

Selasa, 21 Januari 2025

bahan bacaan : 1 Petrus 5 : 1 – 4

Gembalakanlah kawanan domba Allah
Aku menasihatkan para penatua di antara kamu, aku sebagai teman penatua dan saksi penderitaan Kristus, yang juga akan mendapat bagian dalam kemuliaan yang akan dinyatakan kelak. 2 Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. 3 Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu. 4 Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.

Lakukan Tugas Pelayanan Sebagai Bentuk Pengabdian Diri

Menjadi pelayan baik dalam gereja maupun masyarakat adalah anugerah dari Tuhan sebagai sumber hidup yang mesti kita lakukan dengan baik. Petrus sebagai rasul Tuhan menasehati kita agar pelayanan yang kita lakukan kepada umat dan masyarakat hendaknya dengan sukacita dan tidak dengan keterpaksaan. Jangan mencari keutungan untuk diri sendiri, namun selalu memperhatikan seluruh kehidupan umat dan masyarakat yang dilayani secara baik. Semua itu dilakukan sebagai bentuk pengabdian diri kita kepada Allah dalam Kristus sebagai sumber hidup yang memanggil, memilih dan mengutus kita dalam tugas panggilan pelayanan tersebut. Sekalipun ada banyak tantangan, persoalan bahkan penderitaan yang kita alami, namun cinta kasih Tuhan Yesus selalu memberikan kekuatan dan sukacita untuk kita tetap setia dalam tugas pelayanan tersebut. Kita mulai dari dalam keluarga sebagai papa, mama dan anak-anak untuk saling mengasihi, menolong dan membantu satu dengan yang lain. Sehingga tugas dan beban apapun yang berat, akan menjadi ringan sebab kita melakukannya dengan sukacita sebagai bentuk pengabdian diri kita dalam iman percaya kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Doa: Ya Tuhan karuniakan hikmatMu agar kami dapat lakukan tugas pelayanan dengan sukacita Amin.-

Rabu, 22 Januari 2025

bahan bacaan : 2 Korintus 7 : 2 – 7

Sukacita sesudah dukacita
2 Berilah tempat bagi kami di dalam hati kamu! Kami tidak pernah berbuat salah terhadap seorangpun, tidak seorangpun yang kami rugikan, dan tidak dari seorangpun kami cari untung. 3 Aku berkata demikian, bukan untuk menjatuhkan hukuman atas kamu, sebab tadi telah aku katakan, bahwa kamu telah beroleh tempat di dalam hati kami, sehingga kita sehidup semati. 4 Aku sangat berterus terang terhadap kamu; tetapi aku juga sangat memegahkan kamu. Dalam segala penderitaan kami aku sangat terhibur dan sukacitaku melimpah-limpah. 5 Bahkan ketika kami tiba di Makedonia, kami tidak beroleh ketenangan bagi tubuh kami. Di mana-mana kami mengalami kesusahan: dari luar pertengkaran dan dari dalam ketakutan. 6 Tetapi Allah, yang menghiburkan orang yang rendah hati, telah menghiburkan kami dengan kedatangan Titus. 7 Bukan hanya oleh kedatangannya saja, tetapi juga oleh penghiburan yang dinikmatinya di tengah-tengah kamu. Karena ia telah memberitahukan kepada kami tentang kerinduanmu, keluhanmu, kesungguhanmu untuk membela aku, sehingga makin bertambahlah sukacitaku.

Saling Keterbukaan Dalam Melakukan Tugas Pelayanan

Pelayanan yang berakar dan bertumbuh didalam Tuhan Yesus Kristus akan berbuah manis dan penuh dengan sukacita. Sekalipun ada banyak persoalan yang dihadapi, namun kekuatan cinta kasih Kristus sebagai anugerah selalu memberikan kekuatan, penghiburan, semangat untuk teguh dan kokoh dalam melayani. Paulus menyampaikan perasaan dan isi hatinya kepada jemaat di Korintus sebab ia sendiri merasakan dan menikmati persekutuan dengan jemaat dalam tugas pelayanannya. Sehingga apapun tantangan yang dihadapi oleh Paulus dan teman-temannya dalam pelayanan, membuat Paulus tetap bersyukur dan bersukacita. Itulah sebabnya Paulus pun tetap menasehati umat agar mereka pun mengikuti teladan hidupnya dimana memohon agar persekutuan hidup terus terjalin diantara mereka serta berdampak baik dan positif kepada persekutuan umat secara keseluruhan. Keteladanan inipun bagi kita sebagai keluarga untuk melakukan tugas panggilan pelayanan, baik di rumah, di sekolah maupun di tempat kerja dan di tengah masyarakat. Saling terbuka dan saling mendukung dengan membantu dan menolong satu dengan yang lain adalah hal yang baik dan positif untuk terus kita lakukan dan wujudkan. Dari padanya kita akan menikmati sukacita dan berkat yang melimpah sebagai buah dari pelayanan demi hormat dan kepujian nama Tuhan.

Doa: Tuhan tuntunan kami dengan RohMu agar kami saling terbuka satu dengan yang lain dalam tugas pelayanan. Amin.-

Kamis, 23 Januari 2025

bahan bacaan : 1 Petrus 5 : 5 – 6

5 Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." 6 Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

Hidup Dalam Kerendahan Hati Sebagai Orang Muda

Nasehat rasul Petrus terkhusus kepada para pemuda agar mereka tunduk kepada orang-orang tua. Pengertian tunduk berarti menghormati dan menghargai orang tua yang hadir sebagai wakil Allah dalam kehidupan kita di dunia ini. Kenyataan sering membuktikan terkadang orang muda kurang menghargai dan menghormati para orang tua. Hal ini disebabkan karena perbuahan zaman dengan segala kemajuannya sehingga anak-anak muda menganggap orang tua telah ketinggalan zaman. Orang muda merasa diri lebih kuat, lebih hebat dan lebih pintar sehingga membuat mereka sombong dan angkuh. Padahal rasul Petrus menasehati bahwa hal menghormati dan mengahagai orang tua akan membawa dampak positif yakni menikmati berkat Tuhan. Sebab orang yang angkuh dan sombong, Allah menentang mereka. Itulah sebabnya sebagai orang muda kita selalu rendah hati dengan menjadikan orang tua sebagai teladan dengan menghormati dan menghargai mereka. Kita dengar setiap nasehat untuk yang terbaik kita lakukan sebab mereka punya segudang pengalaman hidup dengan bergantung dan berakar didalam persekutuan dengan Tuhan.-

Doa: Ya Tuhan tolong kami sebagai orang muda untuk selalu rendah hati dengan menghormati para orang tua kami. Amin.

Jumat, 24 Januari 2025

bahan bacaan : Matius 6 : 19 – 24

Hal mengumpulkan harta
19 "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. 20 Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. 21 Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. 22 Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; 23 jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu. 24 Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."

Selalu Mengandalkan Tuhan Dengan Tidak Mendua Hati

Bersama dengan Tuhan menjadi kekuatan utama dalam tugas dan panggilan pelayanan kita sebagai anak-anak Tuhan di tengah dunia ini. Ada berbagai tawaran dunia yang sangat menggiurkan bagi kita yang sering membuat kita gagal sehingga kehilangan berkat dan sukacita yang sesungguhnya dalam hidup kita. Penginjil Matius menggambarkan antara Tuhan dan mamon atau segala hal yang bertentangan dengan Tuhan ibarat terang dan gelap selalu menantang kehidupan kita. Tidak ada kekuatan lain bagi kita, selain datang kepada Tuhan sumber hidup dan terang kita sehingga kita tahu ke mana jalan yang mesti kita tempuh dan lalui menuju kepada kehidupan dan keselamatan kekal. Itulah sebabnya penting untuk kita meminta dan memohon hikmat dari Tuhan agar kita mampu untuk melakukan tugas dan pelayanan kita dengan membawa dan menghadirkan terang Kristus bagi dunia dan semua orang agar mereka menjadi yakin dan percaya. Kita memulainya dari dalam keluarga kita sebagai orang tua dan anak-anak untuk menjadi terang melalui tutur kata serta perilaku hidup agar nama Tuhan terus di puji dan dimuliakan.

Doa: Ya Tuhan mampukan kami agar kami mampu menjadi terang dalam kehidupan kami. Amin.

Sabtu, 25 Januari 2025

bahan bacaan : Kolose 3 : 23 – 24

23 Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. 24 Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.

Melayani Dengan Segenap Hati

Hendaknya tugas pekerjaan ataupun pelayanan kita melakukannya dengan segenap hati dan jangan setengah hati. Tentu semua itu akan berdampak kepada hasil dari apa yang kita lakukan. Hasil tidak dapat menyangkali proses. Artinya ketika proses yang kita lakukan dengan segenap hati, setulus hati maka hasilnya pasti akan baik dan bermanfaat bagi banyak orang serta untuk hormat dan kepujian nama Tuhan. Sebaliknya kalau proses kita lakukan dengan setengah hati dan tidak tulus maka hasilnya pun juga setengah-setengah dan hanya untuk kepentingan diri serta keangkuhan diri. Paulus menasehati jemaat di Kolose agar semua yang dikerjakan dalam pelayanan hendaknya dengan segenap hati untuk kepujian nama Tuhan. Kita lakukan dan kerjakan bukan untuk manusia sehingga kita cari berkenan dengan berbagai pencitraan diri. Tetapi untuk Tuhan berarti dengan segenap dan setulus hati, sebab Tuhan akan melihat hati kita dan bukan penampilan sebagai upaya pencitraan. Hal ini menjadi teladan bagi kita sekeluarga untuk menjadi anak-anak Tuhan dalam melakukan semua tugas pekerjaan, pelayanan dan pendidikan dengan sungguh-sungguh dan segenap hati demi kepujian nama Tuhan.

Doa: Ya Tuhan mampukan kami untuk melayani dengan segenap hati untuk kepujian nama Tuhan. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN JANUARI 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 12-18 Januari 2025

Tema Bulanan : Berdirilah Teguh Sebagai Gereja!

Tema Mingguan : Berakar pada Kristus, Teguhlah Melayani

Minggu, 12 Januari 2025

bahan bacaan : 2 Timotius 4 : 1 – 8

Penuhilah panggilan pelayananmu
Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya: 2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. 3 Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. 4 Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng. 5 Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu! 6 Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat. 7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. 8 Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

Berakarlah Pada Kristus
Dan Teguhlah Melayani Pekerjaan-Nya

Sebagai gereja, kita bersyukur sebab hari ini telah dilakukan penahbisan diaken dan penatua GPM masa bakti pelayanan 2025-2030. Penting untuk diingat, bahwa tantangan pelayanan saat ini cukup berat, sebab harus berjalan bersama-sama dengan perkembangan zaman. Bahkan tidak dapat dipungkiri, bahwa pelayanan gereja akan selalu dipenuhi dengan masalah dan ancaman, baik dari dalam maupun dari luar. Terhadap situasi yang berat tersebut maka seruan Paulus dalam 2 Timotius 4:1-8 penting untuk kita maknai sebagai dasar dan kekuatan melangkah ke depan. Di tengah beragam tantangan pelayanan dan pemberitaan injil, Paulus mengingatkan Timotius agar tetap teguh memberitakan firman di segala kondisi dengan tetap berakar pada Kristus (ay. 2). Pesan Paulus ini menjadi penguatan kepada Timotius, sebab dalam pemberitaan firman nanti Timotius akan diperhadapkan dengan berbagai tantangan dan penolakan (ay. 3-4), sebagaimana yang pernah dialami olehnya. Namun sekalipun dipenuhi dengan berbagai masalah, Timotius harus tetap sabar dalam melakukan pekerjaan pemberitaan injil itu. Sebab di tengah situasi kelam sekalipun, Kristus sebagai Sang Pengutus akan tetap menyertai dan menolong orang-orang yang diutus-Nya, termasuk para majelis yang baru di tabiskan serta kita semua sebagai orang-orang percaya.

Doa: Tuhan, kuatkanlah kami untuk tetap kuat mempertahankan kemurnian injil-Mu. Amin

Senin, 13 Januari 2025

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 20 : 17 – 24

Perpisahan Paulus dengan para penatua di Efesus
17 Karena itu ia menyuruh seorang dari Miletus ke Efesus dengan pesan supaya para penatua jemaat datang ke Miletus. 18 Sesudah mereka datang, berkatalah ia kepada mereka: "Kamu tahu, bagaimana aku hidup di antara kamu sejak hari pertama aku tiba di Asia ini: 19 dengan segala rendah hati aku melayani Tuhan. Dalam pelayanan itu aku banyak mencucurkan air mata dan banyak mengalami pencobaan dari pihak orang Yahudi yang mau membunuh aku. 20 Sungguhpun demikian aku tidak pernah melalaikan apa yang berguna bagi kamu. Semua kuberitakan dan kuajarkan kepada kamu, baik di muka umum maupun dalam perkumpulan-perkumpulan di rumah kamu; 21 aku senantiasa bersaksi kepada orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani, supaya mereka bertobat kepada Allah dan percaya kepada Tuhan kita, Yesus Kristus. 22 Tetapi sekarang sebagai tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ 23 selain dari pada yang dinyatakan Roh Kudus dari kota ke kota kepadaku, bahwa penjara dan sengsara menunggu aku. 24 Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.


Lakukanlah Tugas Pelayananmu
Dengan Setia Sampai Akhir

Ada satu pesan dalam pelayanan yang selalu dititipkan, yaitu: “Biarlah kita setia melayani sampai akhir”. Sebenarnya, pesan tersebut bukan tanpa alasan sebab dalam kenyataannya, ada orang yang tidak dapat menunaikan tugasnya dengan setia sampai akhir. Ketika diperhadapkan dengan masalah dalam pelayanan, mereka memilih lari dan meninggalkan pelayanan yang telah dimulainya. Bagi penatua di jemaat Efesus, Paulus kemudian berpesan agar mereka tetap setia sampai akhir (ay. 24). Paulus sadar betul, bahwa pelayanan mereka akan dipenuhi dengan banyak tantangan sampai dapat mencucurkan air mata, bahkan mungkin saja akan ada ancaman hidup (ay. 19). Namun mereka harus percaya, bahwa Kristus yang empunya pekerjaan yang akan mengokohkan dan mendampingi mereka dalam menunaikan pelayanan yang tidak mudah itu. Kita juga mesti belajar dari pesan Paulus, agar tetap setia menjalankan tugas pelayanan dengan setia sampai akhir. Kita sadar, bahwa tugas pelayanan yang kita emban saat ini juga tidak mudah. Kita mungkin akan menangis karena ditolak, kita mungkin akan dimusuhi karena berusaha menyampaikan kebenaran, dan lain sebagainya. Namun untuk segala situasi yang berat itu, datanglah kepada Kristus, sebab Ia yang mampu menguatkan kita.

Doa: Roh Kudus tuntun kami sebagai pelayan untuk memelihara iman umat, Amin

Selasa, 14 Januari 2025

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 20 : 25 – 38

25 Dan sekarang aku tahu, bahwa kamu tidak akan melihat mukaku lagi, kamu sekalian yang telah kukunjungi untuk memberitakan Kerajaan Allah. 26 Sebab itu pada hari ini aku bersaksi kepadamu, bahwa aku bersih, tidak bersalah terhadap siapapun yang akan binasa. 27 Sebab aku tidak lalai memberitakan seluruh maksud Allah kepadamu. 28 Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri. 29 Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu. 30 Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka. 31 Sebab itu berjaga-jagalah dan ingatlah, bahwa aku tiga tahun lamanya, siang malam, dengan tiada berhenti-hentinya menasihati kamu masing-masing dengan mencucurkan air mata. 32 Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya. 33 Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapapun juga. 34 Kamu sendiri tahu, bahwa dengan tanganku sendiri aku telah bekerja untuk memenuhi keperluanku dan keperluan kawan-kawan seperjalananku. 35 Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima." 36 Sesudah mengucapkan kata-kata itu Paulus berlutut dan berdoa bersama-sama dengan mereka semua. 37 Maka menangislah mereka semua tersedu-sedu dan sambil memeluk Paulus, mereka berulang-ulang mencium dia. 38 Mereka sangat berdukacita, terlebih-lebih karena ia katakan, bahwa mereka tidak akan melihat mukanya lagi. Lalu mereka mengantar dia ke kapal.

Memelihara Iman Di Tengan Tantangan Zaman

Dalam ajaran Gereja Protestas Maluku (GPM), penatua memiliki tugas yang penting dalam pelayanan gereja, salah satu yakni pengawasan jemaat. Seorang penatua bertugas mengawasi kehidupan rohani jemaat dan memastikan bahwa ajaran gereja dipahami dan diterapkan dengan benar oleh jemaat. Mereka berperan dalam memberikan bimbingan rohani kepada anggota jemaat. Tugas tersebut juga ditekankan oleh Paulus pada saat berpamitan dengan para penatua di Efesus sebagaimana dijelaskan pada ayat 28. Mereka dinasehati untuk memelihara baik kehidupan iman mereka sendiri maupun kehidupan iman semua anggota jemaat yang sudah dipercayakan oleh Roh Kudus kedalam pengawasan mereka. Pesan bagi kita sebagai pelayan (khusus penatua), kita diingatkan untuk mengawasi diri kita maupun jemaat untuk senantiasa memelihara iman kepada Yesus Kristus di tengah tantangan zaman, misalnya pengaruh media sosial dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Doa: Tetap kuatkan kami, Tuhan untuk setia melayani pekerjaan-Mu sampai akhir. Amin.

Rabu, 15 Januari 2025

bahan bacaan : 2 Timotius 1 : 3 – 10

Ucapan syukur dan nasihat untuk bertekun
3 Aku mengucap syukur kepada Allah, yang kulayani dengan hati nurani yang murni seperti yang dilakukan nenek moyangku. Dan selalu aku mengingat engkau dalam permohonanku, baik siang maupun malam. 4 Dan apabila aku terkenang akan air matamu yang kaucurahkan, aku ingin melihat engkau kembali supaya penuhlah kesukaanku. 5 Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu. 6 Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu. 7 Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. 8 Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah. 9 Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman 10 dan yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa.

Janganlah Malu Untuk Bersaksi Tentang Tuhan

Salah satu tantangan utama dalam bersaksi tentang Tuhan adalah ketakutan akan penolakan atau penghakiman dari orang lain. Banyak orang takut jika mereka mengungkapkan iman kepada Tuhan Yesus, mereka akan dikucilkan bahkan dihina. Terutama di dunia yang semakin majemuk dan hidup secara duniawi (sekuler), orang merasa bahwa berbicara tentang Tuhan bisa dianggap sensitif atau tidak relevan. Dalam situasi tersebut, Paulus menasehati kita sebagaimana nasehatnya kepada Timotius untuk menghidupkan karunia Allah yang ada dalam dirinya. Kita harus memohon tuntunan kuasa Roh Kudus yang memberikan keberaniaan, membangkitkan kekuatan, pelayanan kasih kepada sesama dengan penguasaan diri serta tidak malu untuk bersaksi tentang Tuhan. Meskipun tantangan dan penderitaan datang silih berganti dalam hidup. Namun ingatlah akan firman Tuhan “barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapaku di Sorga (Matius 10:33).

Doa: Tuhan mampukan kami untuk menginspirasi orang melalui keteladanan kami, Amin

Kamis, 16 Januari 2025

bahan bacaan : 2 Timotius 1 : 11 – 18

11 Untuk Injil inilah aku telah ditetapkan sebagai pemberita, sebagai rasul dan sebagai guru. 12 Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan. 13 Peganglah segala sesuatu yang telah engkau dengar dari padaku sebagai contoh ajaran yang sehat dan lakukanlah itu dalam iman dan kasih dalam Kristus Yesus. 14 Peliharalah harta yang indah, yang telah dipercayakan-Nya kepada kita, oleh Roh Kudus yang diam di dalam kita. 15 Engkau tahu bahwa semua mereka yang di daerah Asia Kecil berpaling dari padaku; termasuk Figelus dan Hermogenes. 16 Tuhan kiranya mengaruniakan rahmat-Nya kepada keluarga Onesiforus yang telah berulang-ulang menyegarkan hatiku. Ia tidak malu menjumpai aku di dalam penjara. 17 Ketika di Roma, ia berusaha mencari aku dan sudah juga menemui aku. 18 Kiranya Tuhan menunjukkan rahmat-Nya kepadanya pada hari-Nya. Betapa banyaknya pelayanan yang ia lakukan di Efesus engkau lebih mengetahuinya dari padaku.

Berilah Teladan Kepada Orang Lain
Keteladanan adalah sikap yang menjadi contoh baik dan patut ditiru oleh orang lain. Seseorang yang memiliki keteladanan tidak terbatas pada perkataan tetapi lebih kepada tindakan yang positif, seperti kejujuran, kasih, kerendahan hati dan kepedulian terhadap sesama. Orang yang menunjukkan keteladanan seringkali menginspirasi orang lain untuk berbuat baik. Hal ini ditunjukkan oleh Rasul Paulus dalam menginspirasi Timotius untuk tetap setia kepada panggilan Allah, serta juga menunjukkan keteguhan dalam kasih dan pengharapan di tengah kesulitan, berpegang pada ajaran Tuhan (ayat 13). Makna bagi kita sebagai pelayan dan umat untuk menunjukkan keteladanan sehingga kita dapat menginspirasi orang lain untuk berbuat baik. Panutan dalam kehidupan sehari-hari dengan memiliki peran yang sangat penting dalam mendidik dan membentuk karakter seseorang baik dalam keluarga, gereja dan masyarakat untuk tetap setia kepada panggilan Allah.

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami untuk berani bersaksi tentang Tuhan, Amin.

Jumat, 17 Januari 2025

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 26 : 16 -18

16 Tetapi sekarang, bangunlah dan berdirilah. Aku menampakkan diri kepadamu untuk menetapkan engkau menjadi pelayan dan saksi tentang segala sesuatu yang telah kaulihat dari pada-Ku dan tentang apa yang akan Kuperlihatkan kepadamu nanti. 17 Aku akan mengasingkan engkau dari bangsa ini dan dari bangsa-bangsa lain. Dan Aku akan mengutus engkau kepada mereka, 18 untuk membuka mata mereka, supaya mereka berbalik dari kegelapan kepada terang dan dari kuasa Iblis kepada Allah, supaya mereka oleh iman mereka kepada-Ku memperoleh pengampunan dosa dan mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang yang dikuduskan.

Jadilah Saksi Kristus Yang Membawa Orang Dalam Pertobatan

Setiap orang memiliki perjalanan hidup yang unik, dengan berbagai peristiwa yang membentuk siapa mereka hari ini. Terkadang, peristiwa-peristiwa ini menjadi titik balik yang membawa seseorang kepada pertobatan, yaitu perubahan hidup yang mendalam dimana seseorang berbalik dari cara hidup yang lama. Untuk menjadi saksi Tuhan, salah satu contoh yang sangat jelas dari panggilan ini adalah kisah pertobatan dan panggilan Paulus dalam perjalanan hidupnya. Dalam perikop tadi, kita melihat bagaimana Allah memanggil dan mengutus Paulus membawa orang di dalam pertobatan dan mengalami pengampunan dosa. Hal ini menunjukkan bahwa panggilan Allah seringkali datang dengan cara yang tidak terduga bahkan mungkin tidak kita suka. Namun yang pasti bahwa kita dipanggil untuk menjadi saksi Kristus untuk membawa orang menerima keselamatan dan pengampunan dosa.

Doa : Tuhan terima kasih, atas kasihMu yang selalu menuntun kami dalam pembaruan dan pertobatan hidup. Amin

Sabtu, 18 Januari 2025

bahan bacaan : Efesus 6 : 10 – 17

Perlengkapan rohani
10 Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. 11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; 12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. 13 Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. 14 Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, 15 kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; 16 dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, 17 dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah,

Kenakan Perlengkapan Senjata Allah

Saudaraku yang terkasih, kita semua tahu bahwa kehidupan ini penuh dengan tantangan dan peperangan, baik itu peperangan rohani, godaan, maupun kesulitan hidup lainnya. Namun, sebagai orang percaya kita tidak ditinggalka dan selalu ada dalam perlindungan Allah Sumber Hidup. Dalam Efesus 6 : 10 – 17, rasul Paulus mengingatkan kita untuk mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah, agar kita dapat melawan iblis, bertahan dalam peperangan rohani dan tetap berdiri teguh dalam iman kepada Kristus. Setia kepada Allah dan melakukan keadilan dan kebenaran sesuai kehendak Allah. Siap memberitakan Injil sehingga kita dapat bertahan melawan tipu muslihat/ godaan iblis. Saudaraku, Allah telah menyediakan segala yang kita perlukan untuk berdiri teguh dalam iman dan menghadapi peperangan iman melawan kuasa iblis (amarah, kebencian, kesombongan, dendam, dll) dengan menggunakan perlengkapan senjata Allah dan berdoa.

Doa: Tuhan, terima kasih atas pemberian senjata rohani bagi kami dalam menghadapi iblis dan kekuatannya, amin.

*SUMBER : SHK BULAN JANUARI 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 5 – 11 Januari 2025

Tema Bulanan : Berdirilah Teguh Sebagai Gereja!

Tema Mingguan : Berakar pada Kristus, Teguhkan Pemberitaan Gereja

Minggu, 5 Januari 2025

bahan bacaan : 1 Korintus 3: 10 – 23

Dasar dan bangunan
10 Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya. 11 Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. 12 Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, 13 sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu. 14 Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah. 15 Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api. 16 Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? 17 Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu. 18 Janganlah ada orang yang menipu dirinya sendiri. Jika ada di antara kamu yang menyangka dirinya berhikmat menurut dunia ini, biarlah ia menjadi bodoh, supaya ia berhikmat. 19 Karena hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah. Sebab ada tertulis: "Ia yang menangkap orang berhikmat dalam kecerdikannya." 20 Dan di tempat lain: "Tuhan mengetahui rancangan-rancangan orang berhikmat; sesungguhnya semuanya sia-sia belaka." 21 Karena itu janganlah ada orang yang memegahkan dirinya atas manusia, sebab segala sesuatu adalah milikmu: 22 baik Paulus, Apolos, maupun Kefas, baik dunia, hidup, maupun mati, baik waktu sekarang, maupun waktu yang akan datang. Semuanya kamu punya. 23 Tetapi kamu adalah milik Kristus dan Kristus adalah milik Allah.

Jadikan Yesus Sebagai Dasar Kehidupan

Kita bersyukur memasuki minggu pertama di tahun 2025 dan menikmati anugerah Tuhan melalui sakramen perjamuan kudus. Roti dan anggur sebagai lambang tubuh dan darah Kristus, menjadi kekuatan baru bagi kita melangkah di sepanjang tahun ini. Nas bacaan hari ini bicara tentang pentingnya membangun hidup di atas dasar yang benar yaitu Yesus Kristus. Setiap tindakan dan keputusan yang diambil di dalam Kristus adalah bagian dari pembangunan kehidupan kita. Kita diajak untuk membangun hidup dengan bahan-bahan yang berkualitas dan murni dihadapan Allah seperti emas, perak dan batu permata yang dimurnikan dengan api sebagai symbol abadi dan berharga. Sama seperti sebuah bangunan yang kuat fondasinya, maka gedung itu akan kokoh. Demikian pula kehidupan kita memerlukan dasar yang kuat bagi iman percaya kita, yaitu Yesus Kristus. Perjalanan tahun masih panjang, kiranya kita tetap bertambah teguh dalam iman kepada Tuhan dan pelayanan bagi semua. Ya, bertambah teguh dalam panggilan pelayanan dan kesaksian. Itulah pula yang menjadi komitmen Lembaga Pembinaan Jemaat GPM dalam tanggungjawab mempersiapkan materi-materi pembinaan di tahun ini. Karena itu, mari kita bersyukur dan mendoakan selalu LPJ GPM yang bertambah setahun usia di hari ini, bersama semua umat dan pelayan agar terus menjadi berkat bagi Tuhan dan sesama..

Doa: Tuhan, bantu kami untuk membangun hidup dengan bijak dan berkualitas di dalam Engkau sebagai dasar. Amin.

Senin, 6 Januari 2025

bahan bacaan : Yohanes 15 : 1 – 4

Pokok anggur yang benar
"Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. 2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. 3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. 4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku

Hidup Yang Terus Berbuah

Hidup seperti ranting yang menghasilkan buah jauh lebih bernilai daripada hidup seperti ranting yang hanya sekedar ada tetapi tidak berguna. Hal ini yang hendak disampaikan penulis injil Yohanes dalam perumpamaan tentang pokok anggur. Ia menegaskan bahwa panggilan hidup semua orang percaya ialah hidup dan menghasilkan buah. Tentu buah yang berkualitas. Tetapi untuk menghasilkan buah yang berkualitas, ranting perlu melekat pada pokok anggur. Demikianlah hidup kita akan terus berbuah, kalau kita berakar dan bertumbuh dalam Kristus. Terus memiliki relasi yang kuat dengan Kristus, itulah yang akan membuat kehidupan terus berbuah. Dengan selalu mengandalkan kebenaran firman Tuhan, kita tahu apa yang menjadi kehendak Tuhan dan harus dilakukan. Memang belum sepenuhnya kita dapat memberlakukan firman Tuhan dalam hidup, tetapi paling tidak kita berupaya untuk menghidup firman Tuhan itu dalam kata dan perbuatan baik setiap waktu. Perbuatan baik itulah buah yang harus dikerjakan. Sekarang mari kita merefleksikan kehidupaan kita selama ini, apakah kita masih terus berbuah? seperti apa buah yang kita hasilkan? Manis atau asam kah? Buah yang segar atau busuk kah? Firman Tuhan mengingatkan, hiduplah untuk menghasilkan buah yang baik, yang manis dan segar karena kita berakar dan bertumbuh di dalam Kristus. Selamat berbuah!

Doa: Tuhan, mampukan kami untuk menjalani hidup yang terus berbuah, Amin.

Selasa, 7 Januari 2025

bahan bacaan : Yohanes 15 : 5 – 8

5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. 6 Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. 7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. 8 Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."

Jangan Jadi Ranting Kering

Teks hari ini mengingatkan kita agar jangan menjadi ranting kering. Ranting kering yang tidak menghasilkan buah tidak ada gunanya. Ranting kering itu akan dikumpulkan dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Seperti itu pula kehidupan yang dijalani dengan sia-sia dan tidak berguna. Lalu, bagaimanakah supaya kita dapat selalu berbuah di segala musim kehidupan? Firman Tuhan mengingatkan, Tinggal dan melekatlah pada Tuhan!. “jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firmanKu tinggal didalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya”. Jadi untuk dapat berbuah, yang harus kita lakukan adalah melekat erat pada Tuhan dan firmanNya menjadi sandaran kehidupan. Tidak hanya itu, ada janji yang diberikan Tuhan jika tinggal di dalam Dia, yakni apapun yang kita minta, akan diberikan. Maka milikilah kehidupan yang selalu rindu untuk menjalin relasi dengan Tuhan, baik melalui doa-doa pribadi maupun pertemuan-pertemuan ibadah dan perenungan firman Tuhan. Lakukanlah hal-hal baik yang bermanfaat dalam hidup supaya Bapa dipermuliakan dan orang tahu bahwa kita adalah murid-murid Tuhan. Selama kita masih hidup, bekerjalah menghasilkan buah. Jangan menjadi ranting kering yang tidak berbuah karena terlepas dari Tuhan!.

Doa: Tuhan kami tidak mau menjadi ranting kering karena terlepas dari Engkau, Amin.

Rabu, 8 Januari 2025

bahan bacaan : 1 Timotius 1 : 12 – 17

Ucapan syukur atas kasih karunia Allah
12 Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku-- 13 aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman. 14 Malah kasih karunia Tuhan kita itu telah dikaruniakan dengan limpahnya kepadaku dengan iman dan kasih dalam Kristus Yesus. 15 Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: "Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa," dan di antara mereka akulah yang paling berdosa. 16 Tetapi justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku ini, sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya. Dengan demikian aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepada-Nya dan mendapat hidup yang kekal. 17 Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin.

Lakukanlah Pemberitaan
Yang Mendatangkan Anugerah Allah

Seorang pelayan harus mampu memberi teladan bagi sesamanya. Sebab nilai dari keteladanan yang akan terus dilanjutkan dalam proses pemberitaan dan pelayanan injil. Hal yang sama dilakukan Paulus kepada Timotius, ketika dirinya menyadari bahwa sebentar lagi ia akan mengakhiri pertandingan dan mencapai garis akhir, namun injil Kristus harus terus dilanjutkan. Timotius perlu belajar dari Paulus bahwa sekalipun ia pernah menjadi penghujat dan penganiaya ganas, namun karena anugerah Allah ia telah diperkenankan memberitakan injil Kristus. Apa yang ditekankan oleh Paulus itu penting, agar dalam keberlanjutan pemberitaan, Timotius dapat senantiasa memberitakan tentang anugerah Allah itu. Timotius harus memberitakan bahwa Kristus datang untuk menyelamatkan orang berdosa, sebab Ia selalu menunggu dengan penuh kesabaran, sehingga setiap umat tidak lagi kuatir tentang hidup kekal. Paulus telah menjadi buktinya. Tugas pemberitaan yang sama ini juga menjadi tanggung jawab kita di saat sekarang. Kita perlu memberitakan anugerah Allah yang membebaskan dan menyelamatkan agar semua orang semakin percaya untuk senantiasa hidup bersama Tuhan.

Doa: Kami percaya, Roh-Mu akan memampukan kami melakukan pemberitaan yang mendatangkan anugerah Allah. Amin

Kamis, 9 Januari 2025

bahan bacaan : 1 Timotius 3 : 14 – 16

Jemaat Allah, dasar dan penopang kebenaran
14 Semuanya itu kutuliskan kepadamu, walaupun kuharap segera dapat mengunjungi engkau. 15 Jadi jika aku terlambat, sudahlah engkau tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah, yakni jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran. 16 Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: "Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan."

Lakukanlah Pemberitaan
Yang Mendatangkan Kebaikan

Ada pandangan yang cukup timpang saat ini, yaitu: kita melakukan kebaikan agar Allah juga melakukan hal-hal yang baik bagi kita”. Pandangan tersebut dikatakan timpang sebab seolah-olah Allah ditempatkan pada posisi yang bisa diatur sesuka hati manusia. Padahal, Allah memiliki keputusan yang mutlak dan tidak dapat dinegosiasi oleh siapapun. Paulus mengingatkan hal yang sama, bahwa keselamatan yang telah didapat oleh manusia bukan karena kebaikan yang telah dilakukan, melainkan karena rahmat-Nya. Sebaliknya, respon umat yang telah diselamatkan oleh Allah haruslah menguatkan sesama mereka, supaya lebih percaya kepada Allah dan melakukan pekerjaan pelayanan dengan baik. Tantangan pelayanan kita juga adalah terus menghadirkan pemberitaan yang mendatangkan kebaikan itu. Kebaikan Allah yang menyelamatkan harus terus disampaikan dan dilanjutkan kepada yang lain, agar iman umat kepada Allah terus bertumbuh. Bahkan pekerjaan pelayanan harus turut didasarkan pada kebaikan Allah agar kebaikan juga yang menjadi salah satu nilai dari pemberitaan injil kepada sesama.

Doa: Biarlah di tengah pencobaan pelayanan, kami dimampukan teguh berpegang pada ajaran-Mu. Amin

Jumat, 10 Januari 2025

bahan bacaan : 2 Tesalonika 2 : 13 – 17

Dipilih untuk diselamatkan
13 Akan tetapi kami harus selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara, yang dikasihi Tuhan, sebab Allah dari mulanya telah memilih kamu untuk diselamatkan dalam Roh yang menguduskan kamu dan dalam kebenaran yang kamu percayai. 14 Untuk itulah Ia telah memanggil kamu oleh Injil yang kami beritakan, sehingga kamu boleh memperoleh kemuliaan Yesus Kristus, Tuhan kita. 15 Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, maupun secara tertulis. 16 Dan Ia, Tuhan kita Yesus Kristus, dan Allah, Bapa kita, yang dalam kasih karunia-Nya telah mengasihi kita dan yang telah menganugerahkan penghiburan abadi dan pengharapan baik kepada kita, 17 kiranya menghibur dan menguatkan hatimu dalam pekerjaan dan perkataan yang baik.

Teguhlah Berpegang Pada Ajaran Kristus

Dalam proses pemberitaan injil, kita akan selalu diperhadapkan dengan kegucangan nilai-nilai kekristenan. Dalam keguncangan nilai tersebut, kita bisa saja tetap berdiri teguh dan berpegang pada ajaran yang benar, namun kita bisa juga meninggalkan ajaran yang benar. Ketakutan tersebut dirasakan Paulus untuk jemaat di Tesalonika yang sementara didatangi oleh ajaran-ajaran yang berbeda. Jemaat Tesalonika diperhadapkan dengan perbedaan ajaran mengenai kedatangan Tuhan, sehingga iman mereka goyah dan mereka mulai malas dalam melakukan banyak pekerjaan pelayanan. Berdasarkan situasi tersebut maka Paulus mengingatkan jemaat Tesalonika agar tetap berdiri teguh dan berpegang pada ajaran-ajaran yan telah diterima (ay. 15). Seruan Paulus juga penting kita maknai di saat ini. Di tengah berbagai perkembangan zaman, ada nilai-nilai kekristenan yang turut tergerus sehingga iman Kristen semakin melemah. Kita mesti ingat, bahwa perkembangan zaman adalah sesuatu yang tidak dapat kita tolak, namun kita harus tetap berpegang pada ajaran Kristus. Berpegang pada ajaran Kristus tidak akan membuat kita lemah dan mengalami kemunduran. Sebab berpegang kepada Kristus akan memberikan kita kekuatan menjalani masa kini dan pengharapan keselamatan kekal di masa yang akan datang.

Doa: Biarlah Roh-Mu yang terus menggerakan kami untuk melakukan pemberitaan yang mendatangkan kebaikan bagi sesama. Amin.

Sabtu, 11 Januari 2025

bahan bacaan : Galatia 1 : 6 – 10

Hanya satu Injil
6 Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain, 7 yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus. 8 Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia. 9 Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia. 10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.

Jagalah Kemurnian Injil Kristus

Ancaman terhadap kemurnian injil Kristus tidak pernah selesai dalam cerita Perjanjian Baru. Kita sering menemukan, bagaimana Paulus dan para Rasul lainnya berusaha untuk menjaga kemurnian injil dari pengajar-pengajar lain. Salah satu serangan pengajar lain yang ditampilkan dalam kitab Galatia adalah tuduhan bahwa Paulus bukan seorang rasul dan pemberitaannya bukanlah injil. Menyikapi tuduhan tersebut sekaligus memperkokoh iman jemaat Galatia, Paulus menyatakan dengan tegas bahwa apa yang disampaikan oleh pengajar lain itulah yang bukan injil. Sebaliknya, injil yang Paulus beritakan bukan berasal dari manusia (para anthropou), melainkan dari Allah. Injil yang dimaksudkan Paulus adalah Allah, melalui Yesus Kristus yang telah disalibkan itu, yang kini menyelamatkan manusia oleh iman. Sejalan dengan itu, Paulus meminta jemaat Galatia untuk tetap menjaga kemurnian injil yang telah ia beritakan, sekalipun dihadapi dengan banyak guncangan dan pencobaan. Bagaimana dengan kita di masa kini? Sesungguhnya kita juga terpanggil untuk menjaga kemurnian injil dalam seluruh proses hidup dan pelayanan. Janganlah mudah tergoda dengan pengajaran yang lain, sebab hanya pengajaran Allah yang dapat memberikan ketenangan dan keselamatan kekal.

Doa: Biarlah Roh-Mu tetap meneguhkan hati kami untuk berakar pada-Mu dan teguh melayani pekerjaan-Mu. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN JANUARI 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 29 Des 2024 – 04 Jan 2025

Tema Bulanan : Tuhan Pemelihara Kehidupan Akan datang, Berjaga-Jagalah dan Sambutlah Dia

Tema Mingguan : Bersyukurlah dan Berserah kepada Tuhan Pemelihara Kehidupan

Minggu, 29 Desember 2024.

Bahan bacaan : Mazmur 111 : 1 – 10

Kebajikan Allah
Haleluya! Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hati, dalam lingkungan orang-orang benar dan dalam jemaah. 2 Besar perbuatan-perbuatan TUHAN, layak diselidiki oleh semua orang yang menyukainya. 3 Agung dan bersemarak pekerjaan-Nya, dan keadilan-Nya tetap untuk selamanya. 4 Perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib dijadikan-Nya peringatan; TUHAN itu pengasih dan penyayang. 5 Diberikan-Nya rezeki kepada orang-orang yang takut akan Dia. Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya. 6 Kekuatan perbuatan-Nya diberitakan-Nya kepada umat-Nya, dengan memberikan kepada mereka milik pusaka bangsa-bangsa. 7 Perbuatan tangan-Nya ialah kebenaran dan keadilan, segala titah-Nya teguh, 8 kokoh untuk seterusnya dan selamanya, dilakukan dalam kebenaran dan kejujuran. 9 Dikirim-Nya kebebasan kepada umat-Nya, diperintahkan-Nya supaya perjanjian-Nya itu untuk selama-lamanya; nama-Nya kudus dan dahsyat. 10 Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, semua orang yang melakukannya berakal budi yang baik. Puji-pujian kepada-Nya tetap untuk selamanya.

Bersyukurlah atas kebaikan Tuhan.

Tanpa terasa klta sudah berada di minggu terakhir atau minggu ke 52 dari tahun yang akan kita tinggalkan; 2024. Kita bersyukur dan memuliakan serta mengagungkan kebesaran kuasa Allah dalam cinta kasih Kristus dan Roh Kudus yang selalu menuntun, menyertai dan memberkati perjalanan hidup kita, mulai dari minggu pertama sampai terakhir di tahun 2024 ini, Dalam semua dinamika yang menjadi realitas hidup, kita harus mengakui bahwa kebajikan atau kebalkan Tuhan tidak pernah berubah. Kebaikan Tuhan sesungguhnya tidak berkurang ataupun surut, sekalipun kita tidak setia dan taat kepada Tuhan. Untuk itu, sebagai keluarga yang percaya pada kebesaran dan kasih Allah, kita patut memuji, memuliakan dan memasyurkan namaNya; Allah didalam Kristus, dengan selalu mengucap syukur yang tiada habisnya. Sebab siapakah kita; manusia yang hina dan berdosa ini? Kasih dan kemurahan Tuhan yang telah melayakkan kita sekeluarga untuk menikmati pemeliharaan dan seluruh kebaikanNya hingga hari ini.

doa : Terima kasih ya TUhan, untuk pemeliharaan dan kebaikanMu. Amin.

Senin, 30 Desember 2024.

Bahan bacaan : Mazmur 112 : 1-10

Bahagia orang benar
Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. 2 Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati. 3 Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap untuk selamanya. 4 Di dalam gelap terbit terang bagi orang benar; pengasih dan penyayang orang yang adil. 5 Mujur orang yang menaruh belas kasihan dan yang memberi pinjaman, yang melakukan urusannya dengan sewajarnya. 6 Sebab ia takkan goyah untuk selama-lamanya; orang benar itu akan diingat selama-lamanya. 7 Ia tidak takut kepada kabar celaka, hatinya tetap, penuh kepercayaan kepada TUHAN. 8 Hatinya teguh, ia tidak takut, sehingga ia memandang rendah para lawannya. 9 Ia membagi-bagikan, ia memberikan kepada orang miskin; kebajikannya tetap untuk selama-lamanya, tanduknya meninggi dalam kemuliaan. 10 Orang fasik melihatnya, lalu sakit hati, ia menggertakkan giginya, lalu hancur; keinginan orang fasik akan menuju kebinasaan.

Takut akan Tuhan adalah sumber kebahagiaan.

Masing-masing orang mengukur kebahagiaannya dan setiap orang memiliki ukuran kebahagian yang berbeda-beda. Ada yang bahagia karena mempunyai uang yang banyak, harta yang melimpah, mempunyai kuasa dan jabatan. Ada juga yang bahagia saat anak-anak sudah mendapat pekerjaan. Hal tersebut wajar saja. Menarik untuk kita renungkan melalui firman Tuhan saat ini,Pemazmur menyatakan berbahagialah orang yang takut akan Tuhan. Takut Tuhan adalah pokok kebahagian bagi semua orang percaya. Kondisi yang baik atau pun buruk tak akan mengurangi kebahagiaan seseorang.la akan tetap berdiri teguh dan kokoh dalam segala situasi maupun kondisi sebab takut akan Tuhan menjadi kekuatan bagi orang yang selalu berbahagia. Takut Tuhan berarti mengagumi,mengagungkan dan memuliakan Tuhan dalam seluruh hidup orang beriman. Kata-kata dan sikap serta perilakunya selalu setia dan taat kepada perintah dan kehendak Tuhan. Demikianlah sebagai keluarga, kebahagiaan yang sejati akan kita peroleh,dengan hidup takut akan Tuhan.

doa : Tuntun kami Tuhan agar hidup takut kepada Tuhan, supaya kehidupan kami selalu bahagia. Amin.

Selasa, 31 Desember 2024.

Bahan bacaan : Mazmur 115 : 1-18

Kemuliaan hanya bagi Allah
Bukan kepada kami, ya TUHAN, bukan kepada kami, tetapi kepada nama-Mulah beri kemuliaan, oleh karena kasih-Mu, oleh karena setia-Mu! 2 Mengapa bangsa-bangsa akan berkata: "Di mana Allah mereka?" 3 Allah kita di sorga; Ia melakukan apa yang dikehendaki-Nya! 4 Berhala-berhala mereka adalah perak dan emas, buatan tangan manusia, 5 mempunyai mulut, tetapi tidak dapat berkata-kata, mempunyai mata, tetapi tidak dapat melihat, 6 mempunyai telinga, tetapi tidak dapat mendengar, mempunyai hidung, tetapi tidak dapat mencium, 7 mempunyai tangan, tetapi tidak dapat meraba-raba, mempunyai kaki, tetapi tidak dapat berjalan, dan tidak dapat memberi suara dengan kerongkongannya. 8 Seperti itulah jadinya orang-orang yang membuatnya, dan semua orang yang percaya kepadanya. 9 Hai Israel, percayalah kepada TUHAN! --Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka. 10 Hai kaum Harun, percayalah kepada TUHAN! --Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka. 11 Hai orang-orang yang takut akan TUHAN, percayalah kepada TUHAN! --Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka. 12 TUHAN telah mengingat kita; Ia akan memberkati, memberkati kaum Israel, memberkati kaum Harun, 13 memberkati orang-orang yang takut akan TUHAN, baik yang kecil maupun yang besar. 14 Kiranya TUHAN memberi pertambahan kepada kamu, kepada kamu dan kepada anak-anakmu. 15 Diberkatilah kamu oleh TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. 16 Langit itu langit kepunyaan TUHAN, dan bumi itu telah diberikan-Nya kepada anak-anak manusia. 17 Bukan orang-orang mati akan memuji-muji TUHAN, dan bukan semua orang yang turun ke tempat sunyi, 18 tetapi kita, kita akan memuji TUHAN, sekarang ini dan sampai selama-lamanya. Haleluya!

Terima kasih atas tuntunan dan penyertaan Tuhan.

Puji Tuhan! Kita semua telah tiba di har terakhir, hari yang ke 365 di tahun 2024dengan selamat. Tidak ada yang dapat diungkapkan selain ucapan syukur atas kemurahan dan kebaikan Tuhan Allah Sang Pencipta serta Pemelihara kehidupan semua makhluk di alam semesta ini terkhusus umat manusia. Pemazmur menyaksikan kebesaran kuasa Tuhan yang tiada tertandingi oleh kuasa dan kekuatan apapun dunia ini.Ketika kita disini sampai di waktu terakhir penghujung tahun ini, kita mungkin akan bertanya siapakah kita sehingga patut memperoleh segala kebaikan Tuhan? Kita adalah manusia yang penuh dengan segala kelemahan, keterbatasan oleh karena keberdosaan kita. Tidak ada sesuatupun yang dapat kita banggakan dan andaikan,saat kita merenung sejenak di penghujung akhir tahun ini. Kita hanya dapat mengatakan dengan hati yang bersyukur bahwa kasih sayang Tuhan sungguh tak terbatas.Bahkan,dengan cucuran air mata yang menetes karena berat pergumulan hidup yang terus menantang,kita hanya dapat mengatakan bahwa Tuhan sungguh baik. Kita tidak sendiri,sekalipun tertatih-tatih melangkah, suara Tuhan merdu terdengar:anakKu, AKU mengasihimu. AKU tidak akan meninggalkanmu, AKU selalu ada dan tetap ada untuk menemani, menuntun, menyertai dan memberkatimu sampai selama-lamanya.

doa : Terima kasih ya Tuhan atas penyertaan dan tuntunanMu sehingga kami boleh tiba dipenghujung tahun ini. Amin.

Rabu, 1 Januari 2025

bahan bacaan : Titus 2 : 11 – 15

Kasih karunia Allah menyelamatkan semua manusia

11 Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata. 12 Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keingina duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini 13 dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus, 14 yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik. 15 Beritakanlah semuanya itu, nasihatilah dan yakinkanlah orang dengan segala kewibawaanmu. Janganlah ada orang yang menganggap engkau rendah.

Kasih Karunia Allah Menyelamatkan Kita
Selamat berjumpa dalam kasih Tuhan!. Mari sambut tahun baru dengan syukur dan sukacita karena kita masih diberi kesempatan untuk hidup, berkarya dan beriman kepada Tuhan. Kesempatan itu diberikan secara cuma-cuma oleh Allah melalui kasih karunia-Nya yang menyelamatkan. Kasih Karunia Allah itu pula yang membebaskan manusia dari kejahatan, sehingga tidak ada cara lain untuk menusia meresponi karya keselamatan itu selain dengan melakukan kebaikan-kebaikan di dalam dunia ini. Hal ini yang diingatkan Rasul Paulus dalam bacaan hari ini. Allah telah berkarya menyelamatkan manusia, dan mendidik setiap orang agar meninggalkan kefasikan dan segala keinginan duniawi yang jahat, karena itu akan membuat kita jauh dari Allah. Sebab itu, Rasul Paulus menasehati, selagi masih ada di dunia ini, hiduplah bijaksana, adil, dan beribadah sambil terus menantikan hari kedatangan Yesus Kristus kembali. Nasehat berharga ini disampaikan kepada Titus dan tentunya kepada kita semua di awal tahun baru ini, agar bersyukur atas kasih karunia Tuhan yang menyelamatkan. Anugerah keselamatan itu bukanlah supaya kita hidup sembarangan tanpa tujuan, tetapi supaya kita menjadi umat milik Tuhan yang kudus dan yang selalu berbuat kebaikan. Karena itu, marilah kita letakkan seluruh harapan di tahun yang baru dan meminta kekuatan serta hikmat dari Tuhan, agar kita bijaksana menjalani hidup dengan segala kenyataannya ke depan.

Doa: terima kasih ya Tuhan, sebab atas kasih karuniaMu kami hidup di tahun yang baru. Amin.

Kamis, 2 Januari 2024

bahan bacaan : Efesus 2 : 8 – 10

8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, 9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. 10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Janganlah Bermegah Diri

Kalau kita masih hidup hingga hari ini, itu semuanya hanya karena anugerah dan kemurahan Tuhan. Sungguh, kita patut bersyukur. Ajakan untuk bersyukur atas kasih karunia Tuhan yang menyelamatkan, diingatkan pula oleh rasul Paulus kepada jemaat di Efesus. Kata kunci “menyelamatkan” menunjukkan bagaimana kasih karunia Allah membawa manusia keluar dari kegelapan dosa ke dalam terang keselamatan-Nya. Itulah sebabnya semua orang yang percaya dan beriman kepada Allah didalam Yesus Krstus, berkenan menerima keselamatan secara cuma-cuma. Keselamatan itu bukan hasil usaha manusia. Keselamatan itu bukan hasil pekerjaan manusia, melainkan pemberian Allah. Janganlah kita bermegah diri dan menganggap bahwa keselamatan itu kita peroleh karena perbuatan baik yang dilakukan. Kita tidak diselamatkan karena melakukan perbuatan baik, tetapi melakukan perbuatan baik adalah respons atas anugerah keselamatan yang telah diterima.. Marilah kita selalu bersyukur kepada Tuhan, sebab siapakah kita ini? Kita manusia berdosa yang kadang hidup tidak berkenan di hadapan Tuhan dan selayaknya binasa. Tetapi karena kasih Kristus, kita diselamatkan. Ingatlah, Tuhan memiliki tujuan mulia dengan hidup kita di tahun baru ini, yakni senantiasa melakukan pekerjaan-pekerjaan baik yang memuliakanNya. Wujudkanlah hal itu agar hidup kita tidak sia-sia melainkan terus berarti bagi Tuhan dan sesama.

Doa: Tuhan ajarkan kami untuk tidak bermegah diri karena keselamatan itu hanya berasal dari-Mu, Amin.

Jumat, 3 Januari 2024

bahan bacaan : Roma 5 : 18 – 21

18 Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup. 19 Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar. 20 Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah, 21 supaya, sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikian kasih karunia akan berkuasa oleh kebenaran untuk hidup yang kekal, oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.

Menghargai Anugerah Kehidupan Kekal
Dosa adalah segala tindakan, pikiran, atau sikap yang melanggar kehendak Allah. Ketika kita berdosa, ada konsekuensi yang harus ditanggung, dan konsekuensi itu adalah “maut.” Maut yang dimaksud bukan hanya kematian fisik, tetapi juga kematian rohani. Dosa membuat kita terpisah dari Allah, dan jika tidak ada jalan keluar, akibat akhirnya adalah kematian kekal, yaitu hidup yang jauh dari Allah selama-lamanya. Namun, kabar baiknya adalah kita berhak atas karunia Allah, yakni hidup yang kekal. Allah memberikan karunia ini kepada kita, bukan karena kita layak, tetapi karena kasih dan rahmat-Nya. Hidup yang kekal berarti hidup bersama Allah untuk selama-lamanya. Ini bukan hanya tentang kehidupan setelah kematian, tetapi juga tentang kualitas hidup yang baru mulai dari sekarang. Hidup yang dipenuhi dengan kebenaran, damai, sukacita, dan hubungan yang dekat dengan Allah. Sebagai orang percaya kita harus menghargai anugerah hidup kekal yang Allah berikan, dengan menghadirkan keindahan dalam perbuatan kasih kita. Sehingga melaluinya nama Tuhan terus dipermuliakan dan semakin banyak orang percaya kepada Tuhan kita Yesus Kristus!

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk terus ada dalam jalan-jalan kebenaranMu,. Amin .

Sabtu, 4 Januari 2025

bahan bacaan : Roma 6 : 15 – 23

Dua macam perhambaan
15 Jadi bagaimana? Apakah kita akan berbuat dosa, karena kita tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia? Sekali-kali tidak! 16 Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati, baik dalam dosa yang memimpin kamu kepada kematian, maupun dalam ketaatan yang memimpin kamu kepada kebenaran? 17 Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu. 18 Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran. 19 Aku mengatakan hal ini secara manusia karena kelemahan kamu. Sebab sama seperti kamu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan yang membawa kamu kepada kedurhakaan, demikian hal kamu sekarang harus menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kebenaran yang membawa kamu kepada pengudusan. 20 Sebab waktu kamu hamba dosa, kamu bebas dari kebenaran. 21 Dan buah apakah yang kamu petik dari padanya? Semuanya itu menyebabkan kamu merasa malu sekarang, karena kesudahan semuanya itu ialah kematian. 22 Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal. 23 Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Kristus Memerdekakan Hidup Kita

Dalam kehidupan ini kita diperhadapkan dengan pilihan benar atau salah, baik atau buruk dan sebagainya. Pilihan kita akan sangat menentukan perjalanan hidup ke depan. Sebab itu kita harus arif dan bijaksana dalam membuat pilihan-pilihan hidup. Ketika rasul Paulus menasehati jemaat di Roma, ia pun mengingatkan apakah mereka mau menjadi hamba dosa atau hamba kebenaran?. Artinya mereka harus memilih salah satu. Jika memilih menjadi hamba dosa, maka upahnya ialah maut, tetapi jika memilih menjadi hamba kebenaran maka kehidupan kekal menjadi jaminan. Pilihan untuk tidak hidup dalam dosa dan kematian adalah mau meninggalkan hidup yang lama dan memulai hidup yang baru dengan pengudusan dalam Kristus. Pilihan ini selayaknya menjadi pilihan kita sebagai orang percaya yang telah menerima anugerah keselamatan. Kita perlu ingat bahwa hidup ini bukan hanya tentang lepas dari belenggu dosa, tetapi mau hidup dalam kebenaran bagi Tuhan. Apa dasar dan landasan hidup benar? Ini sangat bergantung pada bagaimana cara kita memandang diri dan kehidupan. Firman Tuhan berkata, “demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus” (Rm.6:11). Hanya dengan cara pandang ini kita dapat menjadi hamba kebenaran. Dosa tidak akan berkuasa lagi dalam tubuh kita yang fana. Dan kita, sebagai orang-orang yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup, akan dapat menyerahkan anggota-anggota tubuh kita kepada Allah untuk dipakai sebagai senjata kebenaran.

Doa: Tuhan, di tahun yang baru ini, kami memilih untuk menjadi hamba kebenaran amin.

*SUMBER : SHK BULAN DES 2024 DAN JAN 2025, LPJ – GPM

Santapan Harian Keluarga, 22-28 Desember 2024

Tema Bulanan : Tuhan Pemelihara Kehidupan Akan datang, Berjaga-Jagalah dan Sambutlah Dia

Tema Mingguan : Hiduplah Bersama Dalam Kedamaian, Tuhan Segera Datang

Minggu, 22 Desember 2024.

Bahan bacaan : Yesaya 65 : 17 – 25

Janji mengenai langit yang baru dan bumi yang baru
17 "Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru; hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam hati. 18 Tetapi bergiranglah dan bersorak-sorak untuk selama-lamanya atas apa yang Kuciptakan, sebab sesungguhnya, Aku menciptakan Yerusalem penuh sorak-sorak dan penduduknya penuh kegirangan. 19 Aku akan bersorak-sorak karena Yerusalem, dan bergirang karena umat-Ku; di dalamnya tidak akan kedengaran lagi bunyi tangisan dan bunyi erangpun tidak. 20 Di situ tidak akan ada lagi bayi yang hanya hidup beberapa hari atau orang tua yang tidak mencapai umur suntuk, sebab siapa yang mati pada umur seratus tahun masih akan dianggap muda, dan siapa yang tidak mencapai umur seratus tahun akan dianggap kena kutuk. 21 Mereka akan mendirikan rumah-rumah dan mendiaminya juga; mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan memakan buahnya juga. 22 Mereka tidak akan mendirikan sesuatu, supaya orang lain mendiaminya, dan mereka tidak akan menanam sesuatu, supaya orang lain memakan buahnya; sebab umur umat-Ku akan sepanjang umur pohon, dan orang-orang pilihan-Ku akan menikmati pekerjaan tangan mereka. 23 Mereka tidak akan bersusah-susah dengan percuma dan tidak akan melahirkan anak yang akan mati mendadak, sebab mereka itu keturunan orang-orang yang diberkati TUHAN, dan anak cucu mereka ada beserta mereka. 24 Maka sebelum mereka memanggil, Aku sudah menjawabnya; ketika mereka sedang berbicara, Aku sudah mendengarkannya. 25 Serigala dan anak domba akan bersama-sama makan rumput, singa akan makan jerami seperti lembu dan ular akan hidup dari debu. Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di segenap gunung-Ku yang kudus," firman TUHAN.

Janji Tuhan memulihkan dan menghidupkan.

Tema utama kitab Yesaya adalah “Tuhan Menyelamatkan’. Dapat dikatakan Tbahwa sejarah Israel adalah sejarah bersama Tuhan yang menyelamatkan terutama pada saat Israel pulang dari pembuangan Babel (70 tahun). Melalui Nabi Yesaya Tuhan berjanji akan menciptakakan Yerusalem yang baru; yang dulu telah hancur dibangun kembali,yang dulu penuh dengan ratap tangis (penderitaan)akan bersorak-sorai. Selain itu, Tuhan akan memberikan umur panjang, kehidupan yang penuh berkat dan damai dimana tidak ada kekacauan dan penderitaan. Pesan ini mengingatkan kita tentang pentingnya berharap dan percaya pada janji Tuhan, meskipun masalah dan penderitaan datang silih berganti dalam hidup kita.Janji Tuhan tidak pernah gagal. Tuhan akan mengaruniakan berkat dan sukacita, dimana tidak ada lagi kesedihan, tangisan atau penderitaan bahkan Tuhan akan memenuhi kebutuhan kita dan akan menjawab setiap doa kita, amin.

doa : Ya Roh Kudus, tuntunlah kami hidup untuk tetap berharap dan percaya pada janji Tuhan. Amin.

Senin, 23 Desember 2024.

Bahan bacaan : 1 Korintus 14 : 33

33 Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera.

Hiduplah dalam damai sejahtera.

Dapat dibilang bahwa dunia yang kita diami saat ini penuh dengan kekacauan,misalnya: demonstrasi secara anarkhi sampai peperangan. Kekacauan disebabkan oleh sikap ego, ketidakadilan sosial, perbedaan idelogi, persaingan, dil”. Apapun alasannya, kekacauan selalu membawa dampak yang negatif bagi hidup manusia, yakni stres, kecemasan, ketakutan bahkan penderitaan sampai kematian. Selain itu, kekacauan menimbulkan perpecahan; baik dalam keluarga, gereja maupun masyarakat. Realitas bahaya kekacauan tersebut, membuat Paulus menasehati jemaat di Korintus bahwa “Allah lidak menghendaki kekecauan, tetapi damai sejahtera”. Makna bagi kita saat ini adalah kita bertanggung jawab membawa damai sejahtera (cinta kasih, sukacita, kebaikan, keadilan, kesabaran, dil) kepada lingkungan dimana kita berada; baik lingkungan keluarga, antar tetangga, lingkungan tempat kerja bahkan relasi dengan sesama dari latarbelakang yang berbeda (suku, ras,agama) supaya “dimana ada kekacauan disitu ada kedamaian”.

doa : Roh Kudus tuntulah kami membawa damai bagi sesama. Amin.

Selasa, 24 Desember 2024.

Bahan bacaan : Lukas 1 : 26 – 28

26 Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, 27 kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. 28 Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau."

Sambutlah Yesus sang raja dengan kerendahan hati.

Hari ini umat kristiani di seluruh dunia mempersiapkan diri untuk merayakan Natal Kristus yang tinggal beberapa jam lagi. Untuk itu, marilah kita siapkan hati untuk menyambut Tuhan Yesus, Sang Imanuel melalui pesan Alkitab, Lukas 1:26-38. Perikop ini menceritakan tentang pemberitahuan kelahiranYesus, dimana Maria seorang gadis sederhana dari Nazaret telah dipilih Allah untuk peran yang sangat besar dalam sejarah keselamatan umat manusia.Pemanggilan Maria ini dikarenakan ia memiliki kerendahan hati dan bersedia melaksanakan kehendak Tuhan dengan sikap taat dan setia. Hal ini menunjukkan bagaimana Tuhan memilih siapa saja termasuk, orang-orang biasa namun memiliki kerendahan hati dan bersedia melayani pekerjaan Tuhan dengan sukacita.

doa : Ya Tuhan, kami sambut kelahiranMu dengan kerendahan hati. Amin.

Rabu, 25 Desember 2024.

Bahan bacaan : Yohanes 1 : 1 – 18

Firman yang telah menjadi manusia
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. 2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. 3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. 4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. 5 Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. 6 Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; 7 ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. 8 Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. 9 Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. 10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. 11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; 13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. 14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. 15 Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: "Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku." 16 Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; 17 sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. 18 Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.

Percayalah, Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat.

Hari ini semua orang percaya di seluruh dunia bersukacita merayakan Natal;memperingati kelahiran Tuhan Yesus Kristus ke dunia di kota Betlehem. Kita bersukacita merayakan peristiwa iman,sebab Injil atau Firman yaitu Kristus sebagai Tuhan menjadi manusia sejati yang lahir melalui Maria. Sejarah iman yang sampai saat ini masih banyak orang yang menolak serta belum percaya dan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Hal ini yang disaksikan oleh pengijil Yohanes dengan menyatakan bahwa IA ( Kristus ) ada di dunia ini tetapi dunia tidak mengenalNya, dan IA datang kepada milik kepunyaanNya tetapi orang-orang kepunyaanNya itu tidak menerimaNya. Hal ini gambaran dari bangsa Yahudi yang menolak dan menyalibkan Tuhan Yesus. Namun bagi yang menerimaNya akan diberi kuasaNya untuk menjadi anak-anak Allah yaitu mereka yang percaya dalam namaNya. Kita sekeluarga termasuk kelompok yang mana, menolak atau menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat? Semoga di hari Natal ini kita terus diingatkan dan dikuatkan untuk meneguhkan pengakuan kita menerima dan percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Kita juga mampu untuk meneruskan kepada mereka yang belum percaya melalui sikap kita.

doa : Ya Tuhan di hari natal ini, berkati kami agar kami tetap teguh dalampercaya kami kepadaMu. Amin.

Kamis, 26 Desember 2024.

Bahan bacaan : Yohanes 1 : 29 -34

Yohanes menunjuk kepada Yesus
29 Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia. 30 Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku. 31 Dan aku sendiripun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel." 32 Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: "Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya. 33 Dan akupun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus. 34 Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah."

Roh Kudus membuka mata iman kita untuk mengenal Tuhan Yesus.

Kesaksian Yohanes pembaptis bahwa ia belum mengenal Tuhan Yesus yang datang ke dunia sebagai Anak Allah. Oleh tuntunan Roh Kudus yang turun dan langit seperti burung merpati dan tinggal kepada Tuhan Yesus, menjadi tanda kepada Yohanes akan pengenalan kepada Tuhan Yesus sebagai Anak Allah. Yohanes pun bersaksi bahwa kalau ia membaptis dengan air, maka Tuhan Yesus akan membaptis orang percaya dengan Roh Kudus. Artinya siapa yang percaya akan menerima pencurahan karunia Roh Kudus yang menuntun pada pengenalan yang benar kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Kita juga merindukan pencurahan dan tuntunan kuasa Roh Kudus agar kita selalu bertumbuh dalam pengenalan yang benar kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita. Seringkali kita ditutupi dan disilaukan oleh dunia dengan segala kekuatan dan godaan si pencoba sehingga membuat mata iman kita menjadi kabur. Kita menjadi orang-orang yang bimbang, kuatir dan takut ketika dihantam oleh badai dan gelombang hidup ini. Itulah sebabnya, penting untuk iman dan percaya kita yang teguh agar mata iman kita selalu terang benderang untuk melihat Tuhan Yesus selalu hadir dan menyertai perjalanan hidup kita.

doa : Tuntun kami dengan kuasa Roh KudusMu agar kami mampu untuk melihat dan mengenal Tuhan dengan benar. Amin.

Jumat, 27 Desember 2024.

Bahan bacaan : Lukas 2 : 21 – 40

Yesus disunat dan diserahkan kepada Tuhan -- Simeon dan Hana
21 Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya. 22 Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, 23 seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: "Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah", 24 dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati. 25 Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, 26 dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. 27 Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat, 28 ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya: 29 "Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, 30 sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, 31 yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, 32 yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel." 33 Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia. 34 Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: "Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan 35 --dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri--,supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang." 36 Lagipula di situ ada Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya, 37 dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa. 38 Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem. 39 Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea. 40 Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.

Taat dan setia bersaksi.

Karya Allah yang besar, agung dan mulia melalui kedatangan Tuhan Yesus Kristus ke dalam dunia telah dinubuatkan oleh para nabi. Allah pun memakai orang-orang saleh dan benar yang tetap menjaga iman dan ketaatan mereka pada Tuhan untuk menyaksikan kegenapan nubuatan para nabi itu. Penginjil Lukas menyaksikan tentang Simeon dan Hana seorang nabiah yang berjumpa dengan Yesus, saat dibawa oleh orang tuanya; Yusuf dan Maria, ke bait Allah untuk di sunat. Simeon dan Hana bersukacita di masa lanjut usia, sebab oleh tuntunan Roh Kudus, mereka dapat menyaksikan kegenapan nubuatan janji Allah dalam kehadiran Tuhan Yesus. Penantian mereka tidaklah sia-sia dan saatnya mereka akan kembali kepada Allah Bapa di Sorga dengan penuh sukacita.Sebuah keteladanan bagi kita dalam masa penantian kembali Tuhan Yesus sebagai Raja dan Hakim pada kali yang kedua.Pentingnya tuntunan Roh Kudus, agar kita menjadi anak-anak Allah yang selalu taat dan setia kepada tugas pelayanan dan kesaksian, agar semua orang pun menjadi percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

doa : Tuntun kami ya Tuhan, agar kami senantiasa belajar dari firman Tuhan yang mengingatkan kami agar selalu taat kepadaMu. Amin.

Sabtu, 28 Desember 2024.

Bahan bacaan : Lukas 2 : 41 – 52

Yesus pada umur dua belas tahun dalam Bait Allah
41 Tiap-tiap tahun orang tua Yesus pergi ke Yerusalem pada hari raya Paskah. 42 Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu. 43 Sehabis hari-hari perayaan itu, ketika mereka berjalan pulang, tinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui orang tua-Nya. 44 Karena mereka menyangka bahwa Ia ada di antara orang-orang seperjalanan mereka, berjalanlah mereka sehari perjalanan jauhnya, lalu mencari Dia di antara kaum keluarga dan kenalan mereka. 45 Karena mereka tidak menemukan Dia, kembalilah mereka ke Yerusalem sambil terus mencari Dia. 46 Sesudah tiga hari mereka menemukan Dia dalam Bait Allah; Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka. 47 Dan semua orang yang mendengar Dia sangat heran akan kecerdasan-Nya dan segala jawab yang diberikan-Nya. 48 Dan ketika orang tua-Nya melihat Dia, tercenganglah mereka, lalu kata ibu-Nya kepada-Nya: "Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau." 49 Jawab-Nya kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?" 50 Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka. 51 Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya. 52 Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.

Kedamaian dalam kendali Tuhan.

Hidup dalam kedamaian merupakan dambaan setiap keluarga, dimana masing-masing orang saling menasehati, memperhatikan untuk kebaikan dan kemajuan bersama. Sebagai sebuah keluarga, Yesus pun bertumbuh besar dalam pendampingan dengan penuh cinta kasih dari Yusuf dan Maria sebagai orang tua. Kecintaan itu berwujud saat mereka kembali ke Yerusalem dan berusaha mencari Yesus. Tiba di bait Allah,mereka menemukan Yesus sementara bersoal jawab dengan alim ulama. Maria kemudian menyatakan kegelisahannya sebagai orang tua dan dijawab oleh Yesus bahwa la harus berada di rumah BapaNya. Maria harus mengerti dan menerima Yesus dalam panggilannya sebagai Tuhan dan Mesias. Yesus bertanggung jawab mengajarkan kebenaran yang membawa kedamaian bagi seluruh dunia. Sebagai orang tua, kita harus menunjukkan perhatian kepada anak-anak agar keberadaan mereka aman, tenteram dan damai. Namun,kedamaian tidak selalu berada dalam kendali kita. Kedamaian berasal dari Tuhan dan berlangsung dalam penyataan tentang kebenaran yang dikehendakiNya. Tanggung jawab pendampingan harus terus kita lakukan dalam keluarga supaya kedamaian yang sesungguhnya itu dapat diperoleh dan dapat pula dinyatakan.

doa : Roh Kudus pimpin kami untuk memahami kedamaian yang berasal dari padaMu. Amin.

  • SUMBER : SHK BULAN DESEMBER 2024

Santapan harian Keluarga, 15 – 21 Desember 2024

Tema Bulanan : Tuhan Pemelihara Kehidupan Akan datang, Berjaga-Jagalah dan Sambutlah Dia

Tema Mingguan : Tahun Rahmat Tuhan Akan datang, Bersukacitalah

Minggu, 15 Desember 2024.

Bahan bacaan : Yesaya 61 : 1 -11

Kabar selamat kepada Sion
Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, 2 untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung, 3 untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka "pohon tarbantin kebenaran", "tanaman TUHAN" untuk memperlihatkan keagungan-Nya. 4 Mereka akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan mendirikan kembali tempat-tempat yang sejak dahulu menjadi sunyi; mereka akan membaharui kota-kota yang runtuh, tempat-tempat yang telah turun-temurun menjadi sunyi. 5 Orang-orang luar akan melayani kamu sebagai gembala kambing dombamu, dan orang-orang asing akan bekerja bagimu sebagai petani dan tukang kebun anggurmu. 6 Tetapi kamu akan disebut imam TUHAN dan akan dinamai pelayan Allah kita. Kamu akan menikmati kekayaan bangsa-bangsa dan akan memegahkan diri dengan segala harta benda mereka. 7 Sebagai ganti bahwa kamu mendapat malu dua kali lipat, dan sebagai ganti noda dan ludah yang menjadi bagianmu, kamu akan mendapat warisan dua kali lipat di negerimu dan sukacita abadi akan menjadi kepunyaanmu. 8 Sebab Aku, TUHAN, mencintai hukum, dan membenci perampasan dan kecurangan; Aku akan memberi upahmu dengan tepat, dan akan mengikat perjanjian abadi dengan kamu. 9 Keturunanmu akan terkenal di antara bangsa-bangsa, dan anak cucumu di tengah-tengah suku-suku bangsa, sehingga semua orang yang melihat mereka akan mengakui, bahwa mereka adalah keturunan yang diberkati TUHAN. 10 Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya. 11 Sebab seperti bumi memancarkan tumbuh-tumbuhan, dan seperti kebun menumbuhkan benih yang ditaburkan, demikianlah Tuhan ALLAH akan menumbuhkan kebenaran dan puji-pujian di depan semua bangsa-bangsa.

Bersukacitalah menanti kelahiran Sang Pembebas.

Setiap orang tentu ingin bersukacita. Tidak ada seorangpun yang ingin dalam hidupnya dipenuhi dengan situasi-situasi yang susah dan penuh duka. Seruan untuk bersukacita itu juga yang hendak disuarakan oleh teks Yesaya 61: 1-11. Di tengah berbagai ancaman hidup, kekerasan dan penindasan kepada umat, penulis teks menyuarakan untuk bersukacita sebab Tahun Rahmat Tuhan sudahtiba.Hadirnya Tahun Rahmat Tuhan adalah bukti nyata tentang pemberitaan kabar baik dan membebaskan.Tahun Rahmat Tuhan menegaskan tentang perjuangan untuk membebaskan dan menegakan keadilan di masyarakat, sehingga semua orang dapat bersukacita sebab mereka merasakan karya Allah itu. Mungkin saat kita memasuki Minggu III Adventus ini,kita masih dipenuhi dengan berbagai ancaman hidup, penindasan, dan kesusahan dalam berbagai bentuk. Namun percayalah, bahwa kita terpanggil untuk bersukacita sebab Tahun Rahmat Tuhan akan turut kita rasakan melalui peristiwa kelahiran Yesus. Kelahiran Yesus akan menjadi panggilan kepada semua orang percaya untuk bersukacita, dan bergembira. Bahkan jika situasi hidup masih dipenuhi dengan dukacita maka akan digantikan dengan situasi hidup yang penuh ketenangan dan kegembiraan.

doa : Ya Tuhan, ajari kami untuk tetap bersukacita dalam menanti karya pembebasan melalui kelahiran Yesus. Amin.

Senin, 16 Desember 2024.

Bahan bacaan : Mazmur 104 : 31 -35

31 Biarlah kemuliaan TUHAN tetap untuk selama-lamanya, biarlah TUHAN bersukacita karena perbuatan-perbuatan-Nya! 32 Dia yang memandang bumi sehingga bergentar, yang menyentuh gunung-gunung sehingga berasap. 33 Aku hendak menyanyi bagi TUHAN selama aku hidup, aku hendak bermazmur bagi Allahku selagi aku ada. 34 Biarlah renunganku manis kedengaran kepada-Nya! Aku hendak bersukacita karena TUHAN. 35 Biarlah habis orang-orang berdosa dari bumi, dan biarlah orang-orang fasik tidak ada lagi! Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Haleluya!

Aku hendak bernyanyi bagiMu.

Dalam hidup ini, kita akan selalu menjumpai karya-karya Allah yang menakjubkan,sehingga terus memacu kita untuk bersyukur kepada-Nya. Mazmur 104 menjadi catatan menarik, bahwa kebesaran dan keagungan Allah terlihat dalam segala ciptaan-Nya. Jika langit dan senja menunjukan keindahannya di waktu pagi dan petang maka itulah bentuk nyata dari karya Allah. Menariknya, Pemazmur mengungkapkan hal itu dengan bernyanyi dan bermazmur. Pemazmur bersukacita karena di dalam perbuatan-perbuatan Allah yang besar akan nyata keselamatanNya. Bagi Pemazmur, biarlah Tuhan bersukacita karena perbuatan tangan-Nya, dan karena itu kita juga patut bersukacita karena Tuhan. Lirik lagu Ya Tuhanku aku hendak bemyanyi bagiMu telah terinspirasi dari teks Alkitab ini. Suatu pujian yang lahir dari iman sang pencipta lagu. Kita memang bersyukur dan bemyanyi bagi Tuhan bukan sekedar mata jasmani kita mengagumi apa yang kita lihat, tapi karena mata iman kita yang melihat dan mengakui kebesaran Tuhan, Sang Pencipta dan Penyelamat. Pengakuan ini pun, kita miliki di masa penantian kelahiran Kristus.

doa : Ya Tuhan, mampukan kami untuk bersukacita dalam nyanyian hidup kami, yang disertai iman. Amin.

Selasa, 17 Desember 2024.

Bahan bacaan : Mazmur 118 : 24 -29

24 Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya! 25 Ya TUHAN, berilah kiranya keselamatan! Ya TUHAN, berilah kiranya kemujuran! 26 Diberkatilah dia yang datang dalam nama TUHAN! Kami memberkati kamu dari dalam rumah TUHAN. 27 Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita. Ikatkanlah korban hari raya itu dengan tali, pada tanduk-tanduk mezbah. 28 Allahku Engkau, aku hendak bersyukur kepada-Mu, Allahku, aku hendak meninggikan Engkau. 29 Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

Bersukacitalah sebab Tuhan itu baik.

Lirik lagu “ Hari ini,hari yang telah dijadikan Tuhan”, sering dinyanyikan dalamberbagai aktivitas, termasuk dalam Ibadah Kristen. Dengan lirik lagu tersebut maka setiap orang percaya diajak untuk mengimani, bahwa hari-hari hidup yang dijalani, tetap berada dalam kendali dan kuasa Tuhan. Atas keyakinan itulah, maka setiap orang percaya harus bersukacita. Bersukacita bukan karena mereka telah memasuki hari-hari hidup yang baru,namun bersukacita karena sadar dan mengimani bahwa hari-hari hidup mereka tetap berada dalam kendali Tuhan. Pemazmnur juga mengimani hal yang sama, sehingga ia bersyukur kepada Allah. Bahkan Pemazmur menyatakan, bahwa tidak ada alasan untuk kita tidak bersukacita, sebab Allah itu baik bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk selama-lamanya. Bagaimana dengan kita yang menanti kelahiran Yesus? Benar adanya, bahwa hari-hari hidup ini tidak selamanya dipenuhi dengan situasi yang membuat kita bersukacita. Namun jika kita meyakini, bahwa segala situasi yang terjadi berada dalam kendali Allah maka tidak alasan untuk tidak bersyukur. Sebab sekalipun dipenuhi dengan berbagai masalah, kita harus ingat bahwa kita memiliki Allah yang Baik dan Besar. la mampu melakukan banyak hal-hal menakjubkan untuk kita. Karena itu, marilah kita bersukacita!

doa : Ajari kamni Tuhan untuk tetap bersukacita dalam menjalani hari- hari hidup ini Amin.

Rabu, 18 Desember 2024.

Bahan bacaan : Yesaya 40 : 1 -5

Berita kelepasan
Hiburkanlah, hiburkanlah umat-Ku, demikian firman Allahmu, 2 tenangkanlah hati Yerusalem dan serukanlah kepadanya, bahwa perhambaannya sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni, sebab ia telah menerima hukuman dari tangan TUHAN dua kali lipat karena segala dosanya. 3 Ada suara yang berseru-seru: "Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita! 4 Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran; 5 maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya."

Tenanglah, berita pelepasan disampaikan kepadamu.

Seruan pembebasan selalu dinantikan oleh orang-orang yang berada dalam ancaman dan tekanan kehidupan. Karena dengan seruan itu maka mereka yakin akan adanya pelepasan. Umat Israel yang berada dalam pembuangan turut diberikan berita kelepasan. Dinyatakan, bahwa mereka harus menenangkan hati; kesalahan mereka telah diampuni Allah. Berita kelepasan tersebut tentu dirasakan sebagai berita yang membawa sukacita dan kegembiraan. Sebab sekian lamanya mereka diperhambakan, kini mereka akan dilepaskan karena pengampunan Allah. Dalam menjalani hari-hari hidup ini,mungkin sering kita merasakan dipenuhi dengan berbagai ancaman dan tekanan kehidupan. Hari-hari hidup dipenuhi dengan kesusahan, sakit yang tidak pemah berkesudahan, dan berbagai masalah hidup lainnya. Kita seolah-olah merasakan diperhambakan dalam situasi-situasi tersebut, sehingga sangat sulit untuk bersukacita. Namun belajarlah dari firman hari ini, bahwa berita pelepasan akan turut disampaikan kepada kita. Kita kemudian perlu untuk menenangkan hati untuk menerima berita pelepasan itu. Karena itu, biarlah di 7(tujuh) hari sisa menanti kelahiran Yesus ini, kita tetap dikuatkan untuk menenangkan hati, guna memperoleh berita pelepasan itu, sehingga pada akhimya kita semua dapat bersukacita.

doa : Mampukanlah kami ya Tuhan, agar mampu menenangkan hati ini dalam penantian memperoleh berita pelepasan. Amin.

Kamis, 19 Desember 2024.

Bahan bacaan : Yeremia 31 : 7 -9

7 Sebab beginilah firman TUHAN: Bersorak-sorailah bagi Yakub dengan sukacita, bersukarialah tentang pemimpin bangsa-bangsa! Kabarkanlah, pujilah dan katakanlah: TUHAN telah menyelamatkan umat-Nya, yakni sisa-sisa Israel! 8 Sesungguhnya, Aku akan membawa mereka dari tanah utara dan akan mengumpulkan mereka dari ujung bumi; di antara mereka ada orang buta dan lumpuh, ada perempuan yang mengandung bersama-sama dengan perhimpunan yang melahirkan; dalam kumpulan besar mereka akan kembali ke mari! 9 Dengan menangis mereka akan datang, dengan hiburan Aku akan membawa mereka; Aku akan memimpin mereka ke sungai-sungai, di jalan yang rata, di mana mereka tidak akan tersandung; sebab Aku telah menjadi bapa Israel, Efraim adalah anak sulung-Ku.

Bersukacitalah karena keselamatan dari Tuhan.

Masalah yang datang silih berganti dalam hidup seringkali membuat seseorang Mmerasa putus asa dan kehilangan pengharapan pada kuasa Tuhan.Hal ini pernah dialami oleh Israel pada saat kehancuran Yerusalem (586 SM). Sebagian orang Israel dibawa sebagai orang-orang buangan di Babilonia. Hal ini menyebabkan penderitaan tapi juga krisis iman dan moral. Dalam situasi itu, Nabi Yeremia tampil menyampaikan harapan akan pemulihan dan janji Tuhan untuk masa depan yang lebih baik, termasuk perjanjian baru yang akan datang. Tuhan akan menyelamatkan dan mengumpulkan orang-orang yang tersisa dari seluruh negeri sehingga mereka akan bersorak-sorai. Yeremia mengingatkan bangsa itu supaya tetap berharap pada Tuhan dan bertobat dari dosa-dosa mereka. Pesan bagi kita saat ini, persoalan dan penderitaan apapun yang sedang kita alami, bahkan ketika doa belum terjawab dan situasi hidup kita tidak baik-baik saja, tetaplah berharap pada Kristus, Sang Imanuel yang akan menyertai kita. Ingatlah, Dia akan datang sebagai Hakim yang akan menghakimi kita, sebab itu bertobatlah!

doa : Roh Kudus tuntunlah kami untuk tetap percaya dan berharap pada Kristus, Sang Penyelamat. Amin.

Jumat, 20 Desember 2024.

Bahan bacaan : Zakharia 9 : 9 -10

Raja Mesias di Sion
9 Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda. 10 Ia akan melenyapkan kereta-kereta dari Efraim dan kuda-kuda dari Yerusalem; busur perang akan dilenyapkan, dan ia akan memberitakan damai kepada bangsa-bangsa. Wilayah kekuasaannya akan terbentang dari laut sampai ke laut dan dari sungai Efrat sampai ke ujung-ujung bumi.

Sambutlah sang raja damai dengan sukacita.

Saat ini dunia sedang terjerumus dalam perang yang mengancam perdamaian (Mis:Rusia-Ukraina, Israel-Palestina yang melibatkan negara-negara Timur Tengah dan Eropa). Teknologi dan kekuatan militer canggih digunakan secara membabibuta mengakibatkan-krisis kemanusian yang parah. Manusia menderita dan berjuang untuk hidup ditengah-tengah ketidakpastian. Dalam situasi tersebut, kita dikuatkan dengan pesan Nabi Zakharia tentang Raja yang akan dating, yaitu Yesus Kristus dengan penuh kerendahan hati akan menghadirkan perdamaian dan menghapus peperangan. di seluruh dunia. Nas ini mengajak kita untuk mengikuti teladan Kristus dalam menghadirkan perdamaian dengan mengutamakan nilai-nilai kasih dan kerendahan hati sehingga kita hidup adil, damai dan harmonis; baik dalam keluarga, di tempat pengabdian dan kerja, dalam gereja dan Masyarakat. Ingatlah: “Damai itu Indah”.

doa : Roh Kudus tuntun hati setiap manusia untuk menghadirkan perdamaian bukan kekerasan dan peperangan. Amin.

Sabtu, 21 Desember 2024.

Bahan bacaan : Lukas 1 : 67-80

Nyanyian pujian Zakharia
67 Dan Zakharia, ayahnya, penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat, katanya: 68 "Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya, 69 Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya itu, 70 --seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabi-Nya yang kudus-- 71 untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita, 72 untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus, 73 yaitu sumpah yang diucapkan-Nya kepada Abraham, bapa leluhur kita, bahwa Ia mengaruniai kita, 74 supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut, 75 dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup kita. 76 Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya, 77 untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka, 78 oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi, 79 untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera." 80 Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Dan ia tinggal di padang gurun sampai kepada hari ia harus menampakkan diri kepada Israel.

Bersoraklah karena keslamatan dan pelepasan dari Tuhan.

Kami mengucap syukur kepada Tuhan Yesus yang senantiasa menyertai dan menuntun Sekolah Minggu Tunas Pekabaran Injil (SMTPI) di usia yang ke-68Tahun.SMTPI merupakan wadah pembinaan gereja, dimana gereja terpanggil untuk mendidik dan mengajar anak-anak agar mengenal dan mempercayai Tuhan. Tugas ini mutlak dilakukan oleh pelayan gereja, orang tua dan semua warga gereja. Tugas mendidik dan membina juga dilakukan oleh Zakharia dan Elisabet sebagai orang tua kepada Yohanes Pembaptis sehingga ia bertumbuh dengan fisik yang sehat dan iman yang kuat (ay.80) dalam mempersiapkan tugasnya kelak. Anak adalah generasi keluarga, gereja, bangsa dan negara.Karena itu, orang tua dan pelayan wajib membimbing, mendidik dan membentuk mereka dengan cinta kasih dan nilai-nilai yang baik supaya mereka bertumbuh dan berakar didalam Tuhan menghadapi tantangan zaman dan memiliki masa depan yang cerah.

doa : Ya Tuhan, tuntunlah kami sebagai orang tua dalam melaksanakan tugas mengajar dan mendidik anak. Amin.

  • SUMBER : SHK BULAN DESEMBER 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 08-14 Desember 2024

Tema Bulanan : Tuhan Pemelihara Kehidupan Akan datang, Berjaga-Jagalah dan Sambutlah Dia

Tema Mingguan : Kerajaan Sorga Sudah Dekat, Hiduplah Saling Mengampuni

Minggu, 08 Desember 2024.

Bahan bacaan : Matius 18 : 21 -35

Perumpamaan tentang pengampunan
21 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" 22 Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. 23 Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. 24 Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. 25 Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya. 26 Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan. 27 Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya. 28 Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu! 29 Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan. 30 Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya. 31 Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. 32 Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. 33 Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau? 34 Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya. 35 Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu."

Mengampuni tanpa batas.

Hidup yang dijalani oleh seseorang pasti akan berkaitan dengan relasi yang terbangun antara dirinya dengan orang lain bahkan dengan ciptaan lainnya. Relasi yang tercipta memungkinkan manusia bisa saling menolong atau saling menopang satu dengan lainnya.Disadari sungguh bahwa dalam keterbatasan, manusia bisa juga saling membenci, saling menjatuhkan jika keinginan tidak terpenuhi. Teladan yang diberikan oleh Yesus menjadi tanda bahwa sebagai manusia pun harus mampu untuk mengampuni jika timbul perasaan marah,benci dan sikap lainnya. Pertanyaan Petrus kepada Tuhan Yesus tentang sikap mengampuni menjadi bukti bahwa sering terdapat keraguan untuk mewujudkan sikap mengampuni dalamn hidup manusia. Makna dari jawaban Yesus kepada Petrus ialah sikap mengampuni itu harus dilakukan tanpa batas. Hal ini bukanlah tanpa alasan sebab Yesus pun telah menunjukkannya bahwa la memberi dirinya untuk keselamatan umat manusia. Allah telah memberi anugerah keampunan lewat karya keselamatan Yesus Kristus. Hal ini yang menjadi alasan bahwa manusia pun harus saling mengampuni satu dengan lainnya. Sikap mengampuni pun harus diwujudkan dengan kesungguhan hati atau tanpa batas sebab Yesus pun memberi anugerah keselamatan bagi manusia tanpa batas.

doa : Ya Tuhan, tuntunlah kami untuk dapat mengampuni tanpa batas. Amin.

Senin, 09 Desember 2024.

Bahan bacaan : Matius 6 : 14 -15

14 Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. 15 Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."

Mengampunilah! Itu kehendak Tuhan.

Hidup beriman bukanlah sesuatu yang mudah atau gampang untuk dilakukan.Mewujudkan iman dalam kehidupan sesehari haruslah didasari pada kesungguhan hati untuk menaati dan melakukan kehendak Tuhan. Orang percaya tentu mengandalkan Tuhan dalam seluruh kenyataan hidup yang dijalani. Jika Tuhan menjadi satu-satunya yang diandalkan dalam hidup orang percaya maka sudah sepantasnya hidup orang percaya harus sesuai dengan kehendakNya. Teladan dari Yesus yang patut untuk dilakukan oleh setiap orang percaya adalah mengampuni kesalahan orang lain. Hal ini bukanlah perkara yang mudah sebab manusia kadang sulit untuk melupakan kesalahan apalagi mengampuni kesalahan orang lain. Sekalipun sulit untuk dilakukan namun sebagai orang percaya harus tetap mewujudkannya. Ajaran Yesus tentang Hal Berdoa dalam KhotbahNya di Bukit bagi para murid dan pengikutNya waktu itu memberi teladan tentang sikap beriman dan setiap orang percaya. Ketika seseorang berdoa meminta Tuhan mengampuni setiap kesalahannya maka hal itu harus disertai dengan sikapnya untuk mengampuni sesamanya yang berbuat salah. Jika mengampuni sesama dilakukan maka Bapa di sorga akan mengampuni kesalahan yang dilakukan. Sebaliknya jika tidak mampu untuk mengampuni sesama manusia maka Bapa di sorga juga tidak mengampuni kesalahan manusia.

doa : Tuntunlah kami Tuhan agar tetap melakukan kehendakMu. Amin.

Selasa, 10 Desember 2024.

Bahan bacaan : Lukas 17 : 1 -6

Beberapa nasihat
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya. 2 Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini. 3 Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia. 4 Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia." 5 Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: "Tambahkanlah iman kami!" 6 Jawab Tuhan: "Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu."

Jagalah dirimu dan ampunilah sesamamu.

Setiap orang percaya adalah hamba dari Tuhan. Menjadi hamba dalam kehidupan yang dijalani membutuhkan sikap ketaatan dan kesetiaan. Masing-masing tentu bertanggung jawab atas dirinya sendiri tentang apa yang harus dilakukan sebagai hamba Tuhan. Menjadi seorang hamba harus tetap dekat dengan Tuhan bukan membuat hal-hal yang sesat dalam realitas bersama. Wujud dekat dengan Tuhan adalah tetap mengandalkan Tuhan dalam seluruh gerak perjalanan hidup. Sikap dekat dengan Tuhan pun dapat terwujud ketika sesama orang percaya atau hamba Tuhan saling menegor bahkan saling mengampuni jika kedapatan berbuat yang salah. Saling menegor dan saling mengampuni harus dilakukan terus menerus dan tidak boleh dibatasi pada tempat dan waktu tertentu saja. Karena itu, sebagai hamba Tuhan maka setiap orang percaya harus menjaga dirinya dari perilaku yang sesat dan tetap hidup dalam spirit saling menegor dan saling mengampuni antara satu dengan lainnya.

doa : Ya Tuhan, bimbinglah kami agar tetap menjadikan Engkau sebagai yang terutama. Amin.

Rabu, 11 Desember 2024.

Bahan bacaan : Markus 11 : 20 -26

Pohon ara yang sudah kering Nasihat Yesus tentang doa
20 Pagi-pagi ketika Yesus dan murid-murid-Nya lewat, mereka melihat pohon ara tadi sudah kering sampai ke akar-akarnya. 21 Maka teringatlah Petrus akan apa yang telah terjadi, lalu ia berkata kepada Yesus: "Rabi, lihatlah, pohon ara yang Kaukutuk itu sudah kering." 22 Yesus menjawab mereka: "Percayalah kepada Allah! 23 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya. 24 Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu. 25 Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu." 26 (Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu.)

Mengampuni bersumber dari kemurnian hidup.

Hati adalah pusat kendali kehidupan manusia. Hati yang bersih atau murni akan membuat orang mampu melakukan hal yang baik. Sebaliknya hati yang kotor akan membuat orang melakukan hal yang buruk atau tidak baik.Hati yang murni atau bersih membuat orang dapat berpikir, berkata dan bertindak yang benar. Semua yang benar dalam pikiran, perkataan dan perbuatan adalah sesuai dengan kehendak Tuhan. Orang percaya yang mengimani Yesus Kristus harus menunjukkan teladan Yesus dalam hidupnya. Sebab jika seseorang berdoa dan meminta sesuatu dari Tuhan maka harus terlebih dahulu melakukannya kepada orang lain. Perihal mengampuni merupakan kewajiban setiap orang percaya. Mengampuni dapat dilakukan dengan baik jika setiap orang melandasinya dengan kemurnian hati. Iman kepada Yesus harus disertai dengan hati yang mumi untuk melakukan seluruh kehendak-Nya dalam pikiran, perkataan dan perbuatan. Hal ini penting sebab sebagai manusia kita pasti menginginkan sesuatu yang baik bagi diri sendiri. Oleh sebab itu, jika ingin mendapatkan hal yang baik dalam hidup maka harus terlebih dahulu memiliki hati yang murni lewat sikap mengampuni. Dengan demikian maka Tuhan pun akan mengampuni dan memberikan segala sesuatu yang diinginkan dalam hidup.

doa: Ya Tuhan, tolonglah agar kami tetap memiliki hati yang murni. Amin.

Kamis, 12 Desember 2024.

bahan bacaan : Kolose 3 : 13

13 Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.

Mengampuni adalah ciri manusia baru.

Menjadi pengikut Kristus harus disertai dengan ciri hidup yang berbeda. Ciri yang Mberbeda adalah setiap pengikut Kristus harus menjadi manusia baru. Manusia baru memiliki sikap hidup yang berbeda dengan orang lain. Bahkan jika pernah melakukan hal-hal yang tidak mencerminkan pengikut Kristujs maka harus berubah menjadi manusia baru.Menjadi manusia baru artinya meninggalkan segala sesuatu yang bersifat duniawi atau segala hal yang berkaitan dengan keinginan daging. Sebaliknya sikap yang harus untuk dilakukan oleh orang percaya adalah memiliki belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati,kelemahlembutan dan kesabaran. Hal-hal ini merupakan ciri dari orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan atau yang disebut sebagai pengikut Kristus. Sikap hidup yang penuh dengan kesabaran, saling mengampuni satu dengan lainnya, merupakan kewajiban dari setiap pengikut Kristus. Pengikut Kristus harus berbeda dengan orang lain dan perbedaan sikap itu ditunjukkan ketika mampu saling mengampuni ketika ada orang lain yang dendam terhadap dirinya. Ciri hidup seperti inilah yang harus menjadi wujud sebuah kehidupan baru dari pengikut Kristus. Kehidupan baru ini hendaknya mempengaruhi cara hidup, baik dalam pikiran, perkataan dan perbuatan dari setiap orang percaya.

doa : Ya Tuhan, kuatkanlah kami untuk saling mengampuni sebagai pengikut Kristus. Amin.

Jumat, 13 Desember 2024.

Bahan bacaan : 2 Korintus 2 : 5 -11

Harus diampuni orang yang bersalah
5 Tetapi jika ada orang yang menyebabkan kesedihan, maka bukan hatiku yang disedihkannya, melainkan hati kamu sekalian, atau sekurang-kurangnya--supaya jangan aku melebih-lebihkan--,hati beberapa orang di antara kamu. 6 Bagi orang yang demikian sudahlah cukup tegoran dari sebagian besar dari kamu, 7 sehingga kamu sebaliknya harus mengampuni dan menghibur dia, supaya ia jangan binasa oleh kesedihan yang terlampau berat. 8 Sebab itu aku menasihatkan kamu, supaya kamu sungguh-sungguh mengasihi dia. 9 Sebab justru itulah maksudnya aku menulis surat kepada kamu, yaitu untuk menguji kamu, apakah kamu taat dalam segala sesuatu. 10 Sebab barangsiapa yang kamu ampuni kesalahannya, aku mengampuninya juga. Sebab jika aku mengampuni, --seandainya ada yang harus kuampuni--,maka hal itu kubuat oleh karena kamu di hadapan Kristus, 11 supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa maksudnya.

Mengampuni dan menghibur.

Memberi pengampunan kepada orang yang membuat hati kita sedih bukan pekerjaan yang mudah. Sebagian besar di antara kita pasti sulit untuk mengampuni dalam waktu yang cepat. Namun menarik, bahwa dalam situasi yang membuat sedih, Paulus menasehati jemaat di Korintus uintuk memberi pengampunan kepada mereka yang menimbulkan kesedihan itu. Paulus menegaskan, bahwa jemaat di Korintus juga harus saling menghibur, supaya setiap orang tidak binasa dalam kesedihan tersebut. Tindakan mengampuni dan menghibur merupakan bukti nyata bahwa jemaat di Korintus hidup dalam kasih yang utuh. Panggilan untuk mengampuni sesama yang membawa luka dan kesedihan dalam hidup kita, perlu juga untuk dilakukan. Marilah kita belajar untuk memberi pengampunan kepada mereka yang membawa atau mengakibatkan kesedihan itu. Kita belajar dari Paulus, bahwa pengampunan telah kita dapatkan di hadapan Kristus. Karena itu, kita perlu belajar untuk memberi pengampunan kepada sesama.

doa : Ya Tuhan, ajarilah kami untuk mampu mengampunisesamaseperti kami telah diampuni olehMu. Amin.

Sabtu, 14 Desember 2024.

Bahan bacaan : Lukas 6 : 37

37 "Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.

Ampunilah sesamamu.

Salah satu penggalan Doa Bapa Kami yang sering kita ucapkan adalah: “Ampunilah kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami”. Namun pertanyaan untuk kita semua, apakah kita sudah mengampuni sesama yang bersalah?Atau kita cenderung menghakimi dan menghukum melalui perkataan dan perbuatan kita?Jika kita berada dalam kecenderungan itu maka Lukas 6:37 penting untuk kita maknai.Penulis kitab Lukas 6:37 memberikan suatu rumusan timbal balik untuk para pembaca:”Jika kita ingin diampuni maka kita harus mengampuni; sebaliknya, jika kita menghakimi maka kita juga akan dihakimi”. Penulis kitab Lukas memberikan penegasan, bahwa kita dapat memberi respon atas apa yang terjadi dalam hidup kita, sebab kita memiliki kebebasan untük melakukannya. Namun yang perlu juga untuk dipahami adalah apa yang kita lakukan kepada sesama merupakan cerminan atas apa yang akan terjadi dalam hidup kita. Karena itu, jika kita menyadari bahwa kita adalah ciptaan yang cenderung berbuat dosa dan membutuhkan pengampunan dari Allah maka kita patut melakukannya kepada sesama yang sudah melakukan kesalahan kepada kita.

doa : Ya Tuhan, mampukanlah kami agar mampu mengampuni sesama yang telah bersalah kepada kami. Amin.

  • SUMBER : SHK BULAN DESEMBER 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 01 – 07 Desember 2024

Tema Bulanan : Tuhan Pemelihara Kehidupan Akan datang, Berjaga-Jagalah dan Sambutlah Dia

Tema Mingguan : Berharap pada Allah Yang Menyelamatkan

Minggu, 01 Desember 2024.

Bahan bacaan : Mikha 7 : 7- 13

Pengharapan baru bagi Sion
7 Tetapi aku ini akan menunggu-nunggu TUHAN, akan mengharapkan Allah yang menyelamatkan aku; Allahku akan mendengarkan aku! 8 Janganlah bersukacita atas aku, hai musuhku! Sekalipun aku jatuh, aku akan bangun pula, sekalipun aku duduk dalam gelap, TUHAN akan menjadi terangku. 9 Aku akan memikul kemarahan TUHAN, sebab aku telah berdosa kepada-Nya, sampai Ia memperjuangkan perkaraku dan memberi keadilan kepadaku, membawa aku ke dalam terang, sehingga aku mengalami keadilan-Nya. 10 Musuhku akan melihatnya dan dengan malu ia akan menutupi mukanya, dia yang berkata kepadaku: "Di mana TUHAN, Allahmu?" Mataku akan memandangi dia; sekarang ia diinjak-injak seperti lumpur di jalan. 11 Akan datang suatu hari bahwa pagar tembokmu akan dibangun kembali; pada hari itulah perbatasanmu akan diperluas. 12 Pada hari itu orang akan menghadap engkau dari Asyur sampai Mesir, dari Mesir sampai sungai Efrat, dari laut ke laut, dari gunung ke gunung. 13 Tetapi bumi akan menjadi tandus oleh karena penduduknya, sebagai akibat perbuatan mereka.

Ku menunggu dan mengharapkan Allah.

Hidup ini bergulir mengikuti laju sang waktu hingga tidak terasa kita telah memasuki minggu advent pertama di bulan Desember. Ada fase dan tahap tertentu dari hidup yang telah terlampaui. Ada siklus musim yang silih berganti. Hidup dalam berbagai musim terutama musim kesukaran, penderitaan, tanpa harapan dan kesempatan, kita harus melihatnya sebagai sebuah fase yang tidak akan abadi. Musim itu pasti berlalu. Umat Isarel juga mengalami fase-fase kehidupan di musim kesukaran dan penuh penderitaan sebagaimana kata-kata nabi Mikha dalam bacaan ini. Tetapi Mikha berpengharapan dan menguatkan iman umat Israel untuk terus menunggu dan mengharapkan Allah yang menyelamatkan mereka dari berbagai kesempitan hidup. Umat Israel harus bertahan dan bersabar sebab ada pengharapan yang pasti. Tuhan akan menyelamatkan pada waktuNya.Menghadapi apapun dalam hidup kita, kesukaran dan krisis atau penderitaan,memang dimana-mana kita melihatnya. Tetapi jangan berhenti disitu, tetaplah bertahan dan berpengharapan. Tuhan selalu menginmkan tanda pengharapan supaya kita tetap bertahan.Oleh sebab itu besarkanlah hati, kuatkan semangat dan berpengharapanlah supaya kita sendiri kuat untuk menjadi orang yang memberi pengharapan bagi sesama yang lemah dan susah.

doa : Ya Tuhan mampukanlah kami agar tetapsetia menjaga relasi denganMu dan sesama kami. Amin.

Senin, 02 Desember 2024.

Bahan bacaan : Mazmur 38 : 14-23

13 (38-14) Tetapi aku ini seperti orang tuli, aku tidak mendengar, seperti orang bisu yang tidak membuka mulutnya; 14 (38-15) ya, aku ini seperti orang yang tidak mendengar, yang tak ada bantahan dalam mulutnya. 15 (38-16) Sebab kepada-Mu, ya TUHAN, aku berharap; Engkaulah yang akan menjawab, ya Tuhan, Allahku. 16 (38-17) Pikirku: "Asal mereka jangan beria-ria karena aku, jangan membesarkan diri terhadap aku apabila kakiku goyah!" 17 (38-18) Sebab aku mulai jatuh karena tersandung, dan aku selalu dirundung kesakitan; 18 (38-19) ya, aku mengaku kesalahanku, aku cemas karena dosaku. 19 (38-20) Orang-orang yang memusuhi aku besar jumlahnya, banyaklah orang-orang yang membenci aku tanpa sebab; 20 (38-21) mereka membalas yang jahat kepadaku ganti yang baik, mereka memusuhi aku, karena aku mengejar yang baik. 21 (38-22) Jangan tinggalkan aku, ya TUHAN, Allahku, janganlah jauh dari padaku! 22 (38-23) Segeralah menolong aku, ya Tuhan, keselamatanku!

Bejana Pengharapan.

Kapal Mercy Ship adalah rumah sakit yang pertama di dunia ini, yang beroperasi sejak tahun 1978.Kapal ini pergi kemana-mana,ke pulau terpencil, mengunjungi pasien-pasien yang sakit dan tidak memiliki kemampuan untuk membayar biaya pengobatan. Mereka mengobati banyak orang. Vivalina adalah salah seorang gadis di pulau Madagaskar, ia cacat kaki, bengkok tulang yang parah sekali sehingga tidak bisa berjalan. Tetapi pada suatu hari Mercy Ship singgah di Madagaskar dan melakukan operasi untuk gadis ini sehingga ia berhasil dipulihkan dan punya kemampuan untuk berjalan kembali. Bagi Vivalia, datangnya Mercy Ship adalah sinyal pengharapan yang menyelamatkannya.Betapa mulianya hati orang-orang yang ada di Mercy Ship itu, sebab itulah kapal tersebut dijuluki “bejana pengharapan’. Pemazmur dalam penderitaan kesakitannya, juga mengharapkan Tuhan jangan meninggalkannya. la percaya Tuhan segera menolong dan menyelamatkannya. Pengharapannya kepada Tuhan sungguh kuat. Firman Tuhan ini mengingatkan, Tuhan bukan hanya menginginkan untuk kita mencari isyarat pengharapan, tetapi adakalanya menjadi sinyal pengharapan bagi orang lain supaya banyak orang tahu Tuhan itu ada. Jika Tuhan itu ada, pengharapan selalu tersedia dan masa depan juga ada.

doa : Ya Tuhan tolonglah kami untuk menjadi sinyal pengharapan bagi yang lemah dan susah. Amin.

Selasa, 03 Desember 2024.

Bahan bacaan : Mazmur 39 : 8 -14.

7 (39-8) Dan sekarang, apakah yang kunanti-nantikan, ya Tuhan? Kepada-Mulah aku berharap. 8 (39-9) Lepaskanlah aku dari segala pelanggaranku, jangan jadikan aku celaan orang bebal! 9 (39-10) Aku kelu, tidak kubuka mulutku, sebab Engkau sendirilah yang bertindak. 10 (39-11) Hindarkanlah aku dari pada pukulan-Mu, aku remuk karena serangan tangan-Mu. 11 (39-12) Engkau menghajar seseorang dengan hukuman karena kesalahannya, dan menghancurkan keelokannya sama seperti gegat; sesungguhnya, setiap manusia adalah kesia-siaan belaka. Sela 12 (39-13) Dengarkanlah doaku, ya TUHAN, dan berilah telinga kepada teriakku minta tolong, janganlah berdiam diri melihat air mataku! Sebab aku menumpang pada-Mu, aku pendatang seperti semua nenek moyangku. 13 (39-14) Alihkanlah pandangan-Mu dari padaku, supaya aku bersukacita sebelum aku pergi dan tidak ada lagi!"

KepadaMu aku berharap.

Seorang ibu janda dalam ibadah persiapan menyongsong adventus, menyampaikan doanya: “ya Tuhan Allah, dari tengah kegelapan hamba berseru, dari tengah kesukaran hamba berbisik kata. Kirimkanlah orang-orang yang tulus membawa pengharapan kepada dunia yang sedang sakit ini. Jangan biarkan dunia terjerembab dalam lumpur keputusasaan. Ijinkan kami melihat cahaya kebaikan hati yang melegakan dan uluran tangan yang meringankan supaya ada perubahan-perubahan baru yang membesarkan hati. Kiranya didalam perkenaanMu ya Allah, mampukan kami mengirim pesan-pesan pengharapan pula kepada sesama yang membutuhkan supaya semakin banyak doa dikabulkan karena kami ikut ambil bagian didalam pengabulan doa-doa itu.Terpujilah namaMu Kristus, Pengharapan dunia”. Senada dengan doa ibu janda ini, pemazmur juga berkeluh kesah dalam doa, “berilah telinga kepada teriakanku minta tolong, sebab aku menumpang padaMu”. Tiap hari begitu banyak doa yang mengharapkan pertolongan Tuhan disampaikan banyak orang dalam berbagai himpitan dan tekanan kehidupan. Yakinilah bahwa pengharapan kepada Tuhan tidak pernah sia-sia. Teruslah berdoa dan bertindak dalam memaknai minggu adventus ini dengan selalu bersedia menolong orang lemah dan susah yang kehilangan sukacita dan pengharapan.

doa : Ya Tuhan, Engkaulah pengharapan dunia, tempat kami berharap dan bersandar. Amin.

Rabu, 04 Desember 2024

Bahan bacaan : Ibrani 6 : 9 -20.

Berpegang teguh pada pengharapan
9 Tetapi, hai saudara-saudaraku yang kekasih, sekalipun kami berkata demikian tentang kamu, kami yakin, bahwa kamu memiliki sesuatu yang lebih baik, yang mengandung keselamatan. 10 Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya oleh pelayanan kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang. 11 Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya, 12 agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah. 13 Sebab ketika Allah memberikan janji-Nya kepada Abraham, Ia bersumpah demi diri-Nya sendiri, karena tidak ada orang yang lebih tinggi dari pada-Nya, 14 kata-Nya: "Sesungguhnya Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan akan membuat engkau sangat banyak." 15 Abraham menanti dengan sabar dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya. 16 Sebab manusia bersumpah demi orang yang lebih tinggi, dan sumpah itu menjadi suatu pengokohan baginya, yang mengakhiri segala bantahan. 17 Karena itu, untuk lebih meyakinkan mereka yang berhak menerima janji itu akan kepastian putusan-Nya, Allah telah mengikat diri-Nya dengan sumpah, 18 supaya oleh dua kenyataan yang tidak berubah-ubah, tentang mana Allah tidak mungkin berdusta, kita yang mencari perlindungan, beroleh dorongan yang kuat untuk menjangkau pengharapan yang terletak di depan kita. 19 Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, 20 di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya.

Pengharapanmu suatu milik yang pasti.

Dalam kehidupan, kita selalu membutuhkan suatu tanda sebagai isyarat bahwa ada pengharapan. Bagi pelaut yang sedang berjuang di malam hari melawan serbuan ombak dan gelombang, maka cahaya mercusuar yang jauh di tepi pantai adalah sinyal pengharapan baginya.Bagi orangtua yang hidupnya susah dan dililit kemiskinan,mempunyai seorang anak yang berprestasi di sekolah, adalah sebuah sinyal pengharapan.Pengharapan adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa, demikianlah nasehat kepada orang-orang Ibrani. Allah bukanlah tidak adil dan lupa akan pekerjaan kasih yang telah dilakukan mereka dalam berbagai pelayanan. Tetapi supaya masing-masing orang dapat menunjukan kesungguhan dengan menjadikan pengharapan itu sebagai sesuatu milik yang pasti. Oleh karena itu dalam berbagai keadaan hidup, mereka diminta untuk bersabar dan berpegang teguh pada pengharapan.Tidak lain, Tuhan Yesus adalah Sumber pengharapan dan Perintis untuk memperoleh keselamatan. Bagi kita yang sedang merayakan minggu adventus, pengharapan kepada Yesus adalah suatu milik yang pasti. Itulah kekuatan untuk kita bertahan menghadapi situasi apapun dalam kehidupan. Teruslah berharap pada Tuhan dan lakukanlah perbuatan kasih! Kirimlah sinyal pengharapan kepada siapa saja disekitar kita yang membutuhkan pertolongan.

doa : Ya Tuhan, Engkaulah sumber pengharapan yang apsti dalam berbagai situasi. Amin.

Kamis, 05 Desember 2024

Bahan bacaan : Yesaya 30 : 18-26.

Janji keselamatan bagi Sion
18 Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu; sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu. Sebab TUHAN adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia! 19 Sungguh, hai bangsa di Sion yang diam di Yerusalem, engkau tidak akan terus menangis. Tentulah Tuhan akan mengasihani engkau, apabila engkau berseru-seru; pada saat Ia mendengar teriakmu, Ia akan menjawab. 20 Dan walaupun Tuhan memberi kamu roti dan air serba sedikit, namun Pengajarmu tidak akan menyembunyikan diri lagi, tetapi matamu akan terus melihat Dia, 21 dan telingamu akan mendengar perkataan ini dari belakangmu: "Inilah jalan, berjalanlah mengikutinya," entah kamu menganan atau mengiri. 22 Engkau akan menganggap najis patung-patungmu yang disalut dengan perak atau yang dilapis dengan emas; engkau akan membuangnya seperti kain cemar sambil berkata kepadanya: "Keluar!" 23 Lalu TUHAN akan memberi hujan bagi benih yang baru kamu taburkan di ladangmu, dan dari hasil tanah itu kamu akan makan roti yang lezat dan berlimpah-limpah. Pada waktu itu ternakmu akan makan rumput di padang rumput yang luas; 24 sapi-sapi dan keledai-keledai yang mengerjakan tanah akan memakan makanan campuran yang sedap, yang sudah ditampi dan diayak. 25 Dari setiap gunung yang tinggi dan dari setiap bukit yang menjulang akan memancar sungai-sungai pada hari pembunuhan yang besar, apabila menara-menara runtuh. 26 Maka terang bulan purnama akan seperti terang matahari terik dan terang matahari terik akan tujuh kali ganda, yaitu seperti terangnya tujuh hari, pada waktu TUHAN membalut luka umat-Nya dan menyembuhkan bekas pukulan.

Tuhan membalut luka umatNya.

Siapa yang suka menanggung beban dan menyimpan luka didalam hidupnya? Kita Ssemua tidak mau bila hidup berbeban dan terluka. Kita suka mengeluhkan sebuah beban. Jikalau boleh kita tidak perlu memikul beban dan merasakan luka. Tetapi ironisnya,kita ini juga manusia yang paling sulit meletakkan beban dan menyembuhkan luka sendiri.Padahal justru beban yang tidak diletakkan dan luka yang tidak disembuhkan akan menyulitkan kita sendiri. Umat Israel pada zaman nabi Yesaya,mengeluhkan beban yang yang mereka hadapi.Luka karena terhimpit kesesakan dan perbuatan bangsa-bangsa lain membuat mereka menangis. Akankah datang hari pembebasan dan penyelamatan itu?Terhadap keluh kesah umat Israel ini, Nabi Yesaya hadir menguatkan mereka.Nantikanlah Tuhan! Sebab la hendak menunjukan kasihNya dan membalut luka-luka umat-Nya. Tuhan adalah Allah yang adil. Berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dial. Selama perjalanan hidup di tahun ini, tak terhitung betapa banyaknya beban kita pikul dan luka yang membuat menangis. Tiap orang dan keluarga berbeda beban dan luka. Tetapi satu yang pasti,kita yang menaruh pengharapan pada Tuhan menjadi kuat menanggung semua itu.Inilah belas kasih Tuhan yang menginginkan keselamatan bagi kita. Sebab itu, tiada sia-sia terus berharap kepada Tuhan. Beban hidup yang berat diangkat-Nya. Luka menganga disembuhkan-Nya.

doa : Terima kasih atas belas kasihanMu bagi kami yang berdosa ini ya Tuhan. Amin.

Jumat, 06 Desember 2024

Bahan bacaan : Yeremia 14 : 1-22.

Mengenai musim kering
Firman TUHAN yang datang kepada Yeremia mengenai musim kering. 2 Yehuda berkabung, pintu-pintu gerbangnya rebah dan dengan sedih terhantar di tanah; jeritan Yerusalem naik ke atas. 3 Pembesar-pembesarnya menyuruh pelayan-pelayannya mencari air; mereka sampai ke sumur-sumur, tetapi tidak menemukan air, sehingga mereka pulang dengan kendi-kendi kosong. Mereka malu, mukanya menjadi merah, sampai mereka menyelubungi kepala mereka. 4 Pekerjaan di ladang sudah terhenti, sebab hujan tiada turun di negeri, maka petani-petani merasa kecewa dan menyelubungi kepala mereka. 5 Bahkan rusa betina di padang meninggalkan anaknya yang baru lahir, sebab tidak ada rumput muda. 6 Keledai-keledai hutan berdiri di atas bukit gundul, mengap-mengap seperti serigala, matanya menjadi lesu, sebab tidak ada rumput. 7 "Sekalipun kesalahan-kesalahan kami bersaksi melawan kami, bertindaklah membela kami, ya TUHAN, oleh karena nama-Mu! Sebab banyak kemurtadan kami, kami telah berdosa kepada-Mu. 8 Ya Pengharapan Israel, Penolongnya di waktu kesusahan! Mengapakah Engkau seperti orang asing di negeri ini, seperti orang perjalanan yang hanya singgah untuk bermalam? 9 Mengapakah Engkau seperti orang yang bingung, seperti pahlawan yang tidak sanggup menolong? Tetapi Engkau ada di antara kami, ya TUHAN, dan nama-Mu diserukan di atas kami; janganlah tinggalkan kami!" 10 Beginilah firman TUHAN tentang bangsa ini: "Mereka sangat senang mengembara dan tidak menahan kakinya. Sebab itu TUHAN tidak berkenan kepada mereka; tetapi sekarang Ia mau mengingat kesalahan mereka dan mau menghukum dosa mereka." 11 TUHAN berfirman kepadaku: "Janganlah engkau berdoa untuk kebaikan bangsa ini! 12 Sekalipun mereka berpuasa, Aku tidak akan mendengarkan seruan mereka; sekalipun mereka mempersembahkan korban bakaran dan korban sajian, Aku tidak akan berkenan kepada mereka, melainkan Aku akan menghabiskan mereka dengan perang, dengan kelaparan dan dengan penyakit sampar." 13 Lalu aku berkata: "Aduh, Tuhan ALLAH! Bukankah para nabi telah berkata kepada mereka: Kamu tidak akan mengalami perang, dan kelaparan tidak akan menimpa kamu, tetapi Aku akan memberikan kepada kamu damai sejahtera yang mantap di tempat ini!" 14 Jawab TUHAN kepadaku: "Para nabi itu bernubuat palsu demi nama-Ku! Aku tidak mengutus mereka, tidak memerintahkan mereka dan tidak berfirman kepada mereka. Mereka menubuatkan kepadamu penglihatan bohong, ramalan kosong dan tipu rekaan hatinya sendiri. 15 Sebab itu beginilah firman TUHAN mengenai para nabi yang bernubuat demi nama-Ku, padahal Aku tidak mengutus mereka, dan yang berkata: Perang dan kelaparan tidak akan menimpa negeri ini--:Para nabi itu sendiri akan habis mati oleh perang dan kelaparan! 16 Dan bangsa yang kepadanya mereka bernubuat akan tercampak mati di jalan-jalan Yerusalem, disebabkan oleh kelaparan dan perang, dan tidak ada orang yang akan menguburkan mereka: mereka sendiri, isteri-isteri mereka, anak-anak mereka yang laki-laki dan yang perempuan. Demikianlah akan Kutumpahkan kejahatan mereka ke atas mereka." 17 Katakanlah perkataan ini kepada mereka: "Air mataku bercucuran siang dan malam dengan tidak berhenti-henti, sebab anak dara, puteri bangsaku, dilukai dengan luka parah, luka yang sama sekali tidak tersembuhkan. 18 Apabila aku keluar ke padang, di sana ada orang-orang yang mati terbunuh oleh pedang! Apabila aku masuk ke dalam kota, di sana ada orang-orang sakit kelaparan! Bahkan, baik nabi maupun imam menjelajah negeri yang tidak dikenalnya." 19 Telah Kautolakkah Yehuda sama sekali? Telah merasa muakkah Engkau terhadap Sion? Mengapakah kami Kaupukul sedemikian, hingga tidak ada kesembuhan lagi bagi kami? Kami mengharapkan damai sejahtera, tetapi tidak datang sesuatu yang baik; mengharapkan waktu kesembuhan, tetapi hanya ada kengerian! 20 Ya TUHAN, kami mengetahui kefasikan kami dan kesalahan nenek moyang kami; sungguh, kami telah berdosa kepada-Mu. 21 Janganlah Engkau menampik kami, oleh karena nama-Mu, dan janganlah Engkau menghinakan takhta kemuliaan-Mu! Ingatlah perjanjian-Mu dengan kami, janganlah membatalkannya! 22 Adakah yang dapat menurunkan hujan di antara dewa kesia-siaan bangsa-bangsa itu? Atau dapatkah langit sendiri memberi hujan lebat? Bukankah hanya Engkau saja, ya TUHAN Allah kami, Pengharapan kami, yang membuat semuanya itu?

Tuhan menolong disetiap musim kehidupan.

Kita merasa Allah tidak peduli. Ketika kita ada dalam kesesakan, kita bertanya Allah ada dimana? Bahkan ketika kita sudah menyampaikan begitu banyak doa, sepertinya Tuhan diam seribu bahasa. Tetapi benarkah bahwa Allah itu hanya diam dan tidak bekerja? Pertanyaan-pertanyaan penuh kegelisahan seperti diatas disampaikan pula oleh Umat Israel saat menghadapi musim kering kehidupan mereka.”Mengapakah Engkau seperti orang asing di negeri ini? Seperti orang perjalanan yang hanya singgah untuk bermalam?” Hidup yang mereka nikmati sungguh gersang dan mematikan oleh karena dosa-dosa mereka sendiri. Dalam kondisi seperti inilah nabi Yeremia tampil menyampaikan nubuatan dari Tuhan. Bertobat dan percayalah kepada Tuhan!. la Masih bekerja sebab akan ada waktunya Tuhan menurunkan hujan dan memberi kesuburan agar hidup terus berlanjut. Situasi sekarang banyak orang susah dan menghadapi kesulitan. Bagai ada di musim kering. Tetapi ingatlah, Tuhan selalu bekerja mendahului kita. Tuhan terlalu baik untuk membiarkan kita tanpa pertolongan. Yakinlah berkat-Nya tersedia, maka bersyukurlah dan berbagilah.

doa : Terima kasih atas pemeliharaanMu ya Tuhan, dalamkehidupan kami. Amin.

Sabtu, 07 Desember 2024

Bahan bacaan : Mazmur 71 : 12 – 16.

12 Ya Allah, janganlah jauh dari padaku! Allahku, segeralah menolong aku! 13 Biarlah mendapat malu dan menjadi habis orang-orang yang memusuhi jiwaku; biarlah berselubungkan cela dan noda orang-orang yang mengikhtiarkan celakaku! 14 Tetapi aku senantiasa mau berharap dan menambah puji-pujian kepada-Mu; 15 mulutku akan menceritakan keadilan-Mu dan keselamatan yang dari pada-Mu sepanjang hari, sebab aku tidak dapat menghitungnya. 16 Aku datang dengan keperkasaan-keperkasaan Tuhan ALLAH, hendak memasyhurkan hanya keadilan-Mu saja!

Tuhan adalah sumber pengharapan.

Manusia selalu menginginkan hidupnya berlangsung dengan baik. Keberhasilan atau kesuksesan menjadi impian setiap orang dalam menjalani kehidupannya. Berbagai cara tentu akan digunakan untuk mencapai tujuan hidup. Setiap cara yang digunakan akan menentukan perjalanan hidup, entah menjadi baik atau menjadi buruk. Tentunya dalam menjalani kehidupan maka tidak selamanya akan berlangsung baik tetapi akan juga terjadi hal yang buruk. Hal yang buruk berkaitan dengan tantangan atau kesulitan yang akan dihadapi oleh setiap orang dalam perjalanan hidupnya. Olehnya itu dibutuhkan cara yang ampuh agar dapat kuat menjalani kehidupan dengan berbagai tantangan atau kesulitan.Kekuatan untuk berhadapan dengan tantangan kehidupan adalah tetap menaruh pengharapan kepada Tuhan. Tuhan adalah satu-satunya Penolong yang akan meluputkan manusia dari bahaya yang menghadang. Tuhan adalah gunung batu, tempat berteduh,kubu pertahanan, yang akan selalu menolong dan menjaga kehidupan setiap orang percaya. Menjadikan Tuhan sebagai Sumber Pengharapan maka orang percaya akan terluput dari celaka, dari setiap musuh bahkan dari maut sekalipun. Karena itu, jadikanlah Tuhan sebagai Sumber Pengharapan dalam hidup.

doa : Ya Tuhan, bimbinglah kami untuk selalu mengandalkanMu. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN DESEMBER 2024, LPJ GPM