Santapan Harian Keluarga, 26 Juni – 2 Juli 2022

Tema Bulanan : ” Dipenuhi Roh Kudus untuk Menatalayani Ciptaan “

Tema Mingguan : ” Tanggung Jawab Manusia Mengelola Alam “

Minggu, 26 Juni 2022                                      

bacaan : Kejadian 2 : 8 – 25

Manusia dan taman Eden
8 Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu. 9 Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. 10 Ada suatu sungai mengalir dari Eden untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi menjadi empat cabang. 11 Yang pertama, namanya Pison, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Hawila, tempat emas ada. 12 Dan emas dari negeri itu baik; di sana ada damar bedolah dan batu krisopras. 13 Nama sungai yang kedua ialah Gihon, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Kush. 14 Nama sungai yang ketiga ialah Tigris, yakni yang mengalir di sebelah timur Asyur. Dan sungai yang keempat ialah Efrat. 15 TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. 16 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, 17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati." 18 TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." 19 Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu. 20 Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia. 21 Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. 22 Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. 23 Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki." 24 Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. 25 Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu.

 Memelihara dan Mengusahakan Alam

Kisah penciptaan manusia menjadi kisah yang luar biasa sebagai karya mulia Allah. Allah menghendaki manusia ciptaan-Nya menjadi serupa dan segambar dengan-Nya (Imago Dei) agar dapat memelihara dan menjaga ciptaan yang lain. Oleh sebab itu, bacaan kita hari mengisahkan tentang keberadaan manusia pertama di tengah-tengah taman Eden, taman kesukaan yang diciptakan Allah agar manusia dapat hidup dan menikmati kehidupannya. Allah menghendaki setiap yang ada di dalam taman itu dinikmati oleh manusia sebagai bagian dari Kasih-Nya, namun ada satu pohon yang tidak boleh dinikmati buahnya. Larangan ini menjadi batasan agar manusia dapat belajar menaati Allah. Melewati batasan ini menyebabkan relasi manusia dengan Allah menjadi terganggu. Dari kisah ini, kita melihat bahwa ada relasi yang dibangun oleh manusia dengan Allah dan ciptaan lainnya. Relasi ini dikendaki Allah tetap terjaga dan harmonis. Sebagai Imago Dei, kita diingatkan agar tetap menjaga dan merawat alam pemberian-Nya. Cara sederhana untuk menjaga alam ini ialah dengan tidak membuang sampah sembarangan, tidak menjadikan pekarangan rumah orang lain sebagai tempat buang sampah, tidak memutar jalan air sehingga terjadi pengikisan tanah yang menyebabkan longsor, tidak menebang hutan secara liar, dan berbagai tindakan lainnya.  Ingatlah, kisah taman Eden menegaskan bahwa dalam tanggungjawab mengusahakan dan memelihara alam ciptaan bukanlah perihal individu saja, melainkan tugas bersama. Jadi mulailah dari diri sendiri, keluarga, gereja dan masyarakat.

Doa: Tuhan, tolonglah kami menjaga relasi dengan-Mu melalui kepedulian untuk memelihara alam ciptaan-Mu. Amin.

Senin, 27 Juni 2022                               

bacaan : Pengkhotbah 2 : 4 – 6

4 Aku melakukan pekerjaan-pekerjaan besar, mendirikan bagiku rumah-rumah, menanami bagiku kebun-kebun anggur; 5 aku mengusahakan bagiku kebun-kebun dan taman-taman, dan menanaminya dengan rupa-rupa pohon buah-buahan; 6 aku menggali bagiku kolam-kolam untuk mengairi dari situ tanaman pohon-pohon muda.

Bekerja Keras, Tekun dan Ulet

Bekerja telah menjadi kewajiban kita semua. Karena itu perilaku kerja keras, tekun dan ulet sangat dianjurkan menjadi perilaku manusia ketika bekerja. Akan tetapi perilaku tersebut bukanlah hal yang mudah untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut disebabkan antara lain sifat kemalasan. Oleh karena itu dibutuhkan niat yang tulus dan pembiasaan diri agar perilaku itu sedikit demi sedikit akan tumbuh dan menjadi kebiasaan. Dalam nas bacaan hari ini pengkhotbah menyampaikan bagaimana ia selalu berupaya membangun sikap kerja keras dengan tidak membiarkan tangannya tetap diam. Selalu saja ada sesuatu yang dilakukannya dengan tekun dan ulet. Membangun rumah dan mengusahakan kebun-kebun dan sebagainya. Semua yang dikerjakan dengan penuh kerja keras, ketekunan dan keuletan, pasti membuahkan hasil yang memadai. Hasil kerja keras itu membuat kehidupannya terjamin. Apa yang menjadi kebiasaan pengkhotbah, menjadi pembelajaran juga bagi kita. Jika kita sungguh-sungguh bekerja keras dengan tekun dan ulet, Tuhan akan memberkati. Bukan seolah-olah terlihat seperti kita berambisi, tetapi kita mau mengerjakan pekerjaan yang menjadi kewajiban itu dengan baik. Karena itu, tetaplah kerjakan pekerjaan kita dengan penuh tanggungjawab. Jangan mudah berputus asa dan menyerah dalam bekerja. Yakinlah bahwa buah dari kerja keras, ketekunan dan keuletan adalah berkat sukacita. Itulah yang disediakan Tuhan bagi setiap orang yang mencari dan mendapatkan berkatnya dengan cara jujur, bekerja keras, tekun dan ulet.

Doa:  Tuhan, berilah semangat untuk kami bekerja keras, tekun dan ulet. Amin.

Selasa, 28 Juni 2022                                    

bacaan : Amsal 24 : 27 – 34

27 Selesaikanlah pekerjaanmu di luar, siapkanlah itu di ladang; baru kemudian dirikanlah rumahmu. 28 Jangan menjadi saksi terhadap sesamamu tanpa sebab, dan menipu dengan bibirmu. 29 Janganlah berkata: "Sebagaimana ia memperlakukan aku, demikian kuperlakukan dia. Aku membalas orang menurut perbuatannya." 30 Aku melalui ladang seorang pemalas dan kebun anggur orang yang tidak berakal budi. 31 Lihatlah, semua itu ditumbuhi onak, tanahnya tertutup dengan jeruju, dan temboknya sudah roboh. 32 Aku memandangnya, aku memperhatikannya, aku melihatnya dan menarik suatu pelajaran. 33 "Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring," 34 maka datanglah kemiskinan seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.

Bertanggungjawablah!

Alam merupakan ciptaan Allah yang tidak dapat dilepaspisahkan dari kehidupan manusia. Tangungjawab untuk mengelola alam telah diberikan Allah kepada manusia sejak awal penciptaan (bnd. Kej 2:15). Tanggungjawab ini diberikan oleh Allah agar manusia dapat memanfaatkan, menikmati dan melanjutkan hidup dari apa yang dikelolanya. Sejalan dengan itu, maka Amsal dalam bacaan kita mau menekankan tentang pentingnya bekerja keras. Aku melalui ladang seorang pemalas…..tanahnya tertutup dengan jeruju dan temboknya sudah roboh (ay. 30 dan 31), menggambarkan suatu keadaan yang disebabkan karena perilaku malas dan tidak bertanggungjawabnya manusia terkait mandat yang diberikan Allah. Kemalasan dan tidak bertanggungjawabnya manusia itulah yang mengakibatkan terjadinya kekurangan bahkan kemiskinan. Seperti yang dilukiskan oleh Amsal, demikian juga dapat  dijumpai  dalam kehidupan kita. Sebab banyak diantara kita yang kurang menunjukan kepeduliannya kepada alam, sehingga mengabaikan kepercayaan yang diberikan oleh Allah. Padahal, justru dari alamlah setiap kebutuhan manusia dapat terpenuhi. Bacaan hari ini mengajarkan kita supaya menghindari sikap malas dan sikap yang tidak berakalbudi, sebaliknya terus memanfaatkan alam pemberian Allah dengan sebaik-baiknya. Sebab dengan demikian dapat meningkatkan kualitas hidup sebagai orang percaya yang sekaligus menunjukan ketaatan kepada Allah. Percayalah bahwa segala sesuatu yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh tidak memberikan kekecewaan melainkan akan berbuah manis. Karena itu, dengan bekerja keras, maka kita telah berupaya melaksanakan tanggungjawab yang diberikan oleh Allah yakni mengusahakan dan memelihara alam ciptaan-Nya.

Doa: Ajarilah kami Tuhan agar tetap bertanggungjawab  mengusahakan dan memelihara alam ciptaan-Mu. Amin.

Rabu, 29 Juni 2022                                        

bacaan : Yesaya 28 : 23 – 29

Kebijaksanaan TUHAN
23 Pasanglah telinga dan dengarkanlah suaraku; perhatikanlah dan dengarkanlah perkataanku! 24 Setiap harikah orang membajak, mencangkul dan menyisir tanahnya untuk menabur? 25 Bukankah setelah meratakan tanahnya, ia menyerakkan jintan hitam dan menebarkan jintan putih, menaruh gandum jawawut dan jelai kehitam-hitaman dan sekoi di pinggirnya? 26 Mengenai adat kebiasaan ia telah diajari, diberi petunjuk oleh Allahnya. 27 Sebab jintan hitam tidak diirik dengan eretan pengirik, dan roda gerobak tidak dipakai untuk menggiling jintan putih, tetapi jintan hitam diirik dengan memukul-mukulnya dengan galah, dan jintan putih dengan tongkat. 28 Apakah orang waktu mengirik memukul gandum sampai hancur? sungguh tidak, orang tidak terus-menerus memukulnya sampai hancur! Dan sekalipun orang menjalankan di atas gandum itu jentera gerobak dengan kudanya, namun orang tidak akan menggilingnya sampai hancur. 29 Dan inipun datangnya dari TUHAN semesta alam; Ia ajaib dalam keputusan dan agung dalam kebijaksanaan.

Sesuai Petunjuk Allah

Sebagaimana pentingnya hasil alam bagi kehidupan manusia, maka penting juga memiliki pengetahuan tentang cara pengelolaan sumber alam tersebut. Oleh sebab itu tidak heran Yesaya menyampaikan nubuatannya tentang kebijaksanaan Allah terhadap Yehuda, dengan metafora di bidang pertanian. Berbicara mengenail pertanian tidak hanya terkait soal cara pengelolaan lahan, waktu menabur dan menuai tetapi juga proses mengelola hasil panen. Setiap harikah orang membajak…..bukankah setelah meratakan tanahnya….. (ay. 24 dan 25), memperlihatkan pentingnya tahapan pekerjaan yang harus dilakukan oleh seorang petani.  Sebelum menabur benih ia harus memastikan bahwa lahan yang akan diolahnya benar-benar layak dipergunakan dengan cara membajak, mencangkul kemudian menyisir lahannya. Tahapan-tahapan ini memperlihatkan peranan seorang petani yang cukup memiliki pengetahuan tentang pengelolaan tanah. Pengetahuan dimaksud tidak bersumber dari dirinya sendiri melainkan sesungguhnya berasal dari Allah (ay. 26). Bacaan hari ini mengajarkan kita tentang tanggungjawab menjalankan peran untuk mengelola alam ciptaan Allah. Dengan tidak seenaknya mengikuti pengetahuan pada diri sendiri tetapi berdasarkan petunjuk atau hikmat dari Allah. Sebab kita seringkali cenderung melakukan sesuatu hanya berpusat pada apa yang kita pikirkan dan dianggab benar oleh diri sendiri.  Padahal, justru hikmat yang berasal dari Allah mampu mengatur segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan kita. Sertakan Tuhan dalam menjalani hari-hari hidup kita sambil terus meminta petunjuk dari-Nya. Yakinlah bahwa  hikmat dan kebijaksanaan Allah akan mengantarkan kita ke kehidupan yang lebih baik.

Doa:  Tuhan Yesus, tolonglah kami agar tidak mengandalkan diri sendiri tetapi selalu meminta petunjuk dari pada-Mu. Amin.

Kamis, 30 Juni 2022                                     

bacaan : Ulangan 20 : 19 – 20

19 Apabila dalam memerangi suatu kota, engkau lama mengepungnya untuk direbut, maka tidak boleh engkau merusakkan pohon-pohon sekelilingnya dengan mengayunkan kapak kepadanya; buahnya boleh kaumakan, tetapi batangnya janganlah kautebang; sebab, pohon yang di padang itu bukan manusia, jadi tidak patut ikut kaukepung. 20 Hanya pohon-pohon, yang engkau tahu tidak menghasilkan makanan, boleh kaurusakkan dan kautebang untuk mendirikan pagar pengepungan terhadap kota yang berperang melawan engkau, sampai kota itu jatuh."

Jagalah dan Jangan Merusak Alam

Segala sesuatu yang diciptakan Allah memiliki manfaat masing-masing termasuk alam sekitar kita. Salah satu manfaat yang dihasilkan dari alam dalam hal ini tumbuh-tumbuhan yakni menjadi makanan bagi manusia (bnd. Kej 1:29). Oleh sebab itu perlu ditingkatkan kesadaran untuk terus menjaga, memelihara dan tidak merusakannya. Hal seperti ini juga yang disampaikan oleh Musa kepada bangsa Israel sebagai peraturan ketika melakukan pengepungan suatu kota untuk direbut. Meskipun ada dalam kondisi konflik melawan bangsa lain (peperangan), akan tetapi mereka diwajibkan untuk tidak melakukan tindakan pengrusakan atau penghancuran terhadap sumber-sumber alam. Bahkan terlihat jelas bahwa tindakan penebangan pun dibolehkan dengan syarat dan tujuan tertentu (ay. 20). Artinya bahwa pemeliharaan terhadap sumber-sumber alam harus terus dilestarikan karena sangat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan manusia. Akan tetapi pada kenyataan masa kini didapati bahwa kesadaran melestarikan lingkungan mengalami kemerosotan. Hal ini dapat dibuktikan dengan terjadinya kerusakan lingkungan di sekitar kita, yang diakibatkan oleh ulah manusia. Penebangan liar, eksploitasi dan lain sebagainya dilakukan hanya untuk memuaskan keserakahan manusia, tanpa berfikir dampak buruk akibat perbuatan tersebut. Mengakhiri bulan ini, Firman Tuhan mengajarkan kita tentang pentingnya menjaga, merawat bahkan memanfaatkan dengan baik sumber alam sesuai kebutuhan kita. Tetaplah menjaga dan hindari tindakan pengrusakan yang dapat berakibat buruk, baik untuk kehidupan manusia maupun kehidupan alam sekitar. Lakukanlah itu sebagai tanda bahwa kita menghargai alam tempat kita hidup sekaligus menghargai Tuhan sebagai Sang pencipta.

Doa: Ya Tuhan, tuntunlah kami untuk menjaga dan tidak merusak alam ciptaan-Mu, Amin.

Jumat, 01 Juli 2022                                                

bacaan : Amsal 12 : 11

11 Siapa mengerjakan tanahnya, akan kenyang dengan makanan, tetapi siapa mengejar barang yang sia-sia, tidak berakal budi.

                      Mengerjakan Tanah, Makanan Diperoleh 

Mengawali keberadaan dan perjalanan di bulan ketujuh ini, kita diajak untuk tetap hidup sebagai orang bijak. Orang bijak memahami pentingnya bekerja keras, sebab hanya dengan cara demikian makanan diperoleh. Bekerja keras adalah cara atau jalan  menuju kebahagiaan, kekayaan, dan berkat. Teks hari ini haruslah dipahami sebagai ajakan iman untuk mengupayakan hidup yang berkualitas. Hidup yang berkualitas ditandai dengan terpenuhinya kebutuhan dan makanan adalah salah satunya. Bila kebutuhan makanan terpenuhi, maka hidup terhindar dari kelaparan. Walaupun makanan hanyalah salah satu kebutuhan hidup, namun menjadi hal yang prioritas atau utama. Hidup tak mungkin berlanjut bila makanan tidak tersedia. Ingatlah bahwa makanan tak akan datang sendiri, kecuali diusahakan. Bekerja keras mengerjakan atau mengolah tanah adalah salah satu cara untuk memperoleh makanan. Tanah adalah wujud berkat Tuhan yang tersedia di alam dan oleh sebab itu haruslah dikelola agar hidup yang berkualitas dialami. Alam adalah tempat Tuhan menyediakan berkat-Nya dengan limpah ruah. Berkat Tuhan tersedia, baik di daratan, lautan, hutan, sungai, pantai, gunung, lembah, meti, dusun, bahkan di tempat pengabdian atau bekerja serta berkarier. Kita semua diminta untuk bekerja keras agar berkat yang telah Tuhan sediakan dapat dialami sebagai makanan. Tuhan telah menyediakan berkat-Nya di alam dan kita terpanggil untuk mengerjakan atau mengupayakannya menjadi makanan. Makanan tak akan datang atau jadi dengan sendirinya kecuali kitalah yang bekerja keras untuk mengupayakannya.

Doa: Ya Tuhan, berilah hikmat-Mu agar kami layak menata berkat yang tersedia dengan limpahnya di alam ini. Amin.

 

Sabtu, 02 Juli 2022                                     

bacaan : Mazmur 107 : 36 – 38

36 Ditempatkan-Nya di sana orang-orang lapar, dan mereka mendirikan kota tempat kediaman; 37 mereka menabur di ladang-ladang dan membuat kebun-kebun anggur, yang mengeluarkan buah-buahan sebagai hasil. 38 Diberkati-Nya mereka sehingga mereka bertambah banyak dengan sangat, dan hewan-hewan mereka tidak dibuat-Nya berkurang.

Kemurahan Tuhan Nyata Dalam Masa Hidup Yang Sulit

Hidup di “padang gurun” pernah dialami bangsa Israel baik setelah pembebasan karena perbudakan di Mesir, maupun pulang dari Babel tempat pembuangan. Masa-masa sulit merupakan bagian hidup yang menyatu dengan kegirangan, sukses atau sukacita. Oleh sebab itu tak mungkin dihindari atau disangkali tetapi haruslah dihadapi. Nas hari ini menyaksikan bahwa kemampuan menghadapi masa hidup yang sulit ditentukan oleh dimilikinya pengharapan. Bila hidup yang sulit mengguncang dan menggetarkan, maka eratkanlah harapan pada Tuhan Allah pengasih dan sumber berkat. Pengharapan itulah yang menjadikan kita dapat kokoh berdiri sebagai orang beriman terutama ketika mengalami masa-masa sulit dalam hidup ini. Pemazmur juga menegaskan bahwa pengharapan bukan saja menjadikan kita dapat berdiri dengan kokoh, namun menjadikan kita mampu untuk terus berkarya. Hendaklah hidup dijalani  dengan sikap iman  tetap miliki pengharapan dan tidak berhenti berkarya. Demikian kata pemazmur, dalam keadaan lapar, mereka mendirikan kota tempat kediaman, menabur di ladang-ladang dan membuat kebun anggur. Semua orang yang tetap memelihara pengharapan kepada Tuhan Maha Pengasih, hidup dan usahanya diberkati. Alam adalah wujud dan tanda kemurahan Tuhan. Karena itu sekalipun kesusahan menderu, namun selama alam ciptaan Tuhan masih ada, maka hidup kita tak akan berakhir. Berharaplah pada Dia sumber berkat itu, sebab kasih-Nya selalu tersedia dengan limpahnya pada alam tempat kita hidup. Tuhan pasti memberkati hidup dan juang kita serta menjamin kelangsungannya.

Doa: Kiranya murah-Mu baka dalam masa hidup kami yang sulit. Amin.

*Sumber : SHK Bulan Juni-Juli 2022, LPJ GPM

Santapan Harian Keluarga, 19-25 Juni 2022

Tema Bulanan : ” Dipenuhi Roh Kudus untuk Menatalayani Ciptaan “

Tema Mingguan : ” Allah Pemilik Tanah dan Menghidupkan Manusia Dengannya “

 Minggu, 19 Juni 2022                                  

bacaan : Imamat 25 : 23 – 28

Penebusan tanah
23 "Tanah jangan dijual mutlak, karena Akulah pemilik tanah itu, sedang kamu adalah orang asing dan pendatang bagi-Ku. 24 Di seluruh tanah milikmu haruslah kamu memberi hak menebus tanah. 25 Apabila saudaramu jatuh miskin, sehingga harus menjual sebagian dari miliknya, maka seorang kaumnya yang berhak menebus, yakni kaumnya yang terdekat harus datang dan menebus yang telah dijual saudaranya itu. 26 Apabila seseorang tidak mempunyai penebus, tetapi kemudian ia mampu, sehingga didapatnya yang perlu untuk menebus miliknya itu, 27 maka ia harus memasukkan tahun-tahun sesudah penjualannya itu dalam perhitungan, dan kelebihannya haruslah dikembalikannya kepada orang yang membeli dari padanya, supaya ia boleh pulang ke tanah miliknya. 28 Tetapi jikalau ia tidak mampu untuk mengembalikannya kepadanya, maka yang telah dijualnya itu tetap di tangan orang yang membelinya sampai kepada tahun Yobel; dalam tahun Yobel tanah itu akan bebas, dan orang itu boleh pulang ke tanah miliknya."

Tanah Merupakan Pemberian Tuhan, Gunakan Sesuai kehendak-Nya

Fakta saat ini, tanah bukan saja menjadi tempat manusia hidup, lahan yang dapat dikelola demi pemenuhan kebutuhan hidup dan sumber kesejahteraan, tapi juga menjadi sumber sengketa yang menghancurkan hubungan keluarga, saudara, tetangga, marga, kelompok dan sebagainya. Hal ini adalah akibat dari praktek jual-beli tanah dan perebutan tanah. Masalah perebutan tanah dihadapi oleh umat Israel sampai saat ini (misalnya: Israel-Palestina). Padahal jika kita mau jujur, tanah bukan miliki siapa-siapa tapi tanah adalah milik Allah. Hal ini dijelaskan dalam perikop bacaan kita tadi, ayat 23 yang menyebutkan “ Akulah pemilik tanah itu”. Allah menyatakan diri-Nya sebagai Pemilik tanah sedangkan manusia dipercayakan untuk berdiam dan mengelola tanah bagi kehidupannya. Sejak di Kanaan, dilakukan pembagian tanah kepada suku di Israel dan sesuai jumlah keluarga secara adil (Bilangan 26:52-56; Yosua 13-21). Pembagian tanah bertujuan agar setiap keluarga didalam suku mendapatkan tanah untuk didiami. Tanah tersebut juga dapat dikelola demi pemenuhan kebutuhan hidup. Itulah sebabnya, tanah tidak boleh dijual mutlak (untuk selama-lamanya). Ada kesempatan dan peluang untuk memperolehnya kembali. Aturan ini menghindari praktek orang-orang kaya sebagai pemilik modal yang bisa mengambil tanah orang kecil yang tidak berdaya dan tidak mampu melunasi hutang. Ayat 25-28, “ Jika seseorang jatuh miskin dan menjual warisannya kepada orang lain, maka saudara terdekatnya dapat menebus tanah tersebut dan dikembalikan kepada pemiliknya. Jika seorang miskin tidak dapat menebus tanah miliknya, maka ia harus menunggu sampai tahun Yobel (tahun pembebasan). Firman Tuhan ini mengingatkan kita bahwa Tuhan Pemilik tanah, bukan manusia. Karena itu, tanah harus dimanfaatkan dengan baik demi pemenuhan kebutuhan hidup. Hindari jual beli-tanah dan perebutan tanah yang mengakibatkan perselisihan bahkan pembunuhan.

Doa: Tuhan, kami bersyukur atas anugerah-Mu dalam hidup ini. Amin.

Senin, 20 Juni 2022                                   

bacaan : Yeheskiel 34 : 26 – 27

26 Aku akan menjadikan mereka dan semua yang di sekitar gunung-Ku menjadi berkat; Aku akan menurunkan hujan pada waktunya; itu adalah hujan yang membawa berkat. 27 Pohon-pohon di ladang akan memberi buahnya dan tanah itu akan memberi hasilnya. Mereka akan hidup aman tenteram di tanahnya. Mereka akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, pada saat Aku mematahkan kayu kuk mereka dan melepaskan mereka dari tangan orang yang memperbudak mereka.

Tuhan Sumber Berkat Kehidupan

Tema utama kitab Yeheskiel pasal 34, yakni “Janji pemulihan atas Israel”. Bagian terakhir ini menandai suatu peralihan dari berita nabi Yeheskiel tentang penghakiman ke pemulihan atas Israel. Setelah Yerusalem jatuh, Yeheskiel bernubuat tentang pemulihan di masa depan, ketika Tuhan akan menjadi gembala yang sejati bagi umat-Nya dan memberi mereka “hati yang baru” dan “roh yang baru. Yeheskiel menyebutkan bahwa bangsa Israel gagal untuk hidup sesuai dengan kehendak Allah karena kegagalan para gembala (penguasa, pemimpin umat) yang memimpin sebagai wakil Tuhan. Maka Tuhan sendiri yang akan memimpin bangsa Israel dan mengangkat para pemimpin sesuai kehendakNya (ayat 24). Kepemimpinan Tuhan ini membawa damai sejahtera dan berkat kehidupan. Nabi menyebutkan tentang binatang buas yang menjadi ancaman terhadap hasil panen akan dibinasakan sehingga mereka mendapatkan panen yang berlimpah-limpah. Tuhan juga akan menurunkan hujan berkat yang memberikan kehidupan  bagi bangsa Israel (ay.26). Mereka akan mempunyai cukup makanan, merasa aman dan terlindung dari para musuh. Mereka akan dibebaskan dari perbudakan dan tidak lagi akan menanggung malu (ay.27). Berkat-berkat tersebut akan menjadi tanda pemulihan hubungan Allah dengan bangsa Israel. Bangsa itu akan mengetahui bahwa Tuhan Allah menyertai mereka dan bahwa mereka adalah umat-Nya (ay.30). Kita menyadari bahwa berkat Tuhan pun senantiasa diberikan Tuhan dengan berlimpah-limpah. Udara yang masih dihirup setiap hari, hujan yang menghidupkan tanam-tanaman yang dapat dimakan, air untuk memenuhi kebutuhan hidup, sinar matahari bagi kesehatan dan keberlangsungan hidup, dan sebagainya. Semua berkat itu haruslah kita terima dengan pengucapan syukur lalu bertekad untuk memanfaatkan segala berkat itu dengan baik sebagai respons kita atas kasih dan kebaikan Tuhan Sumber berkat kehidupan.

Doa: Tuhan, Engkaulah Sumber Berkat Kehidupan Kami, Amin.

Selasa, 21 Juni 2022                                          

bacaan : Ulangan 19 : 14

14 "Janganlah menggeser batas tanah sesamamu yang telah ditetapkan oleh orang-orang dahulu di dalam milik pusaka yang akan kaumiliki di negeri yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk menjadi milikmu."

Menghargai Hak Milik Orang Lain

Salah seorang bapak (inisial I) sangat marah karena patok batas tanahnya sudah dipindahkan oleh tetangga sebelah rumah tanpa sepengetahuannya. Padahal bapak tersebut sudah memiliki sertifikat tanah secara resmi oleh kantor pertanahan. Ini merupakan salah satu kasus dari sekian banyak kasus tanah yang terjadi. Maraknya kasus penyerobotan tanah, penggeseran batas tanah secara licik dan tidak benar, pemalsuan sertifikat tanah dengan maksud agar memiliki tanah yang lebih luas maupun keinginan untuk memiliki tanah milik orang lain secara tidak sah, memperlihatkan bahwa tanah memiliki peran yang sangat penting  dan memiliki nilai investasi (harga jual) yang tinggi bagi manusia. Itulah sebabnya timbul banyak masalah. Hal ini bukan saja baru terjadi sekarang melainkan sudah terjadi sejak masa lampau. Dalam nas hari ini kita melihat bahwa topik mengenai tanah dituliskan secara khusus, “janganlah menggeser batas tanah sesamamu…” ini sebuah peringatan penting. Peringatan yang diberikan untuk tidak menggeser batas tanah milik seseorang dalam arti mengambil milik orang lain. Apa yang Tuhan berikan kepada manusia tentu harus dijaga. Karena itu yang sudah diberikan untuk menjadi hak seseorang sebagai warisan yang ditetapkan menjadi milik pusaka, janganlah diganggu atau diambil. Menggeser batas tanah orang lain secara hukum Israel dikenakan sanksi yang berat, yakni kutukan kepada orang-orang yang menggeser batas tanah (Ul. 27:17). Karena itu kepada kita diingatkan pula, jangan menggeser batas tanah milik sesama. Entah dengan memindahkan tanda, pohon pembatas, pagar atau patok tanah tanpa persetujuan atau sepengetahuan kedua pihak atau merebut tanah orang lain secara tidak benar. Itu perbuatan yang tidak terpuji dan melanggar hukum. Jauhkanlah diri dari sifat keserakahan. Hargailah hak milik orang lain dan jangan mengambilnya.

Doa: Tolonglah kami agar dapat menghargai hak milik orang lain ya Tuhan, Amin.

Rabu, 22 Juni 2022                                                 

bacaan : Amsal 15 : 25

25 Rumah orang congkak dirombak TUHAN, tetapi batas tanah seorang janda dijadikan-Nya tetap.

Tuhan Menentang Kesombongan dan Melindungi Hak Orang Lemah

Tayangan berita TV One beberapa waktu lalu memuat berita tentang “kisah pilu seorang janda 66 tahun yang hidup sebatang kara”. Ia menjalani hidup dalam kekurangan (miskin) di rumahnya yang sangat kecil dan tak layak untuk dihuni. Biaya hidupnya berasal dari hasil menjual rumput. Kadang ada tetangga yang berbelas kasih memberikan makanan. Nenek ini senantiasa bersyukur dan menjalani hidup dengan sabar. Namun, yang membuat hatinya terluka adalah tanah dan rumah yang ia tinggali dijual oleh keluarga suaminya dengan nilai yang sangat tinggi, setelah mereka mendapatkan surat hibah dengan cap jempol palsu. Akhirnya polisi memproses kasus tersebut dan menjebloskan pelaku ke dalam penjara lalu tanah tersebut dikembalikan kepada si janda. Ini merupakan salah satu kasus dari sekian kasus yang dialami oleh orang-orang lemah (janda). Dimana hak milik mereka (tanah) diambil dengan cara yang licik dan tidak benar. Melalui Amsal 15: 25,  Salomo menasehati orang tua dan anak-anak muda pada saat itu agar mereka menjauhkan diri dari sifat congkak (sombong/angkuh), karena kesombongan menimbulkan perbuatan jahat terhadap sesama. Dikatakan bahwa Tuhan menentang orang sombong, “rumah orang congkak di rombak Tuhan”. Kehidupan orang sombong tidak akan bahagia dan aman. Sedangkan hak hidup orang lemah (tanah milik janda) akan dilindungi oleh Tuhan sebagai Sang Pemberi berkat. Firman ini bermakna bagi kita, yaitulah jangan mengambil hak hidup orang lemah (orang miskin, janda, yatim piatu) dengan cara yang tidak benar karena Tuhan menjadi Pembela bagi mereka (Amsal 22: 22-23). Hiduplah dalam kerendahan hati, tidak sombong. Peduli dan menolong orang yang lemah dan susah. Kesombongan dan tinggi hati pada waktunya akan  membawa hidup kita menuju kejatuhan dan kehancuran. Marilah kita melindungi hak orang lemah.

Doa: Bapa, jauhkan kami dari sifat kesombongan diri dan ketidakpedulian terhadap sesama yang miskin dan lemah, Amin.

Kamis, 23 Juni 2022                                    

bacaan : Mazmur 65 : 10 – 14

9 (65-10) Engkau mengindahkan tanah itu, mengaruniainya kelimpahan, dan membuatnya sangat kaya. Batang air Allah penuh air; Engkau menyediakan gandum bagi mereka. Ya, demikianlah Engkau menyediakannya: 10 (65-11) Engkau mengairi alur bajaknya, Engkau membasahi gumpalan-gumpalan tanahnya, dengan dirus hujan Engkau menggemburkannya; Engkau memberkati tumbuh-tumbuhannya. 11 (65-12) Engkau memahkotai tahun dengan kebaikan-Mu, jejak-Mu mengeluarkan lemak; 12 (65-13) tanah-tanah padang gurun menitik, bukit-bukit berikatpinggangkan sorak-sorai; 13 (65-14) padang-padang rumput berpakaikan kawanan kambing domba, lembah-lembah berselimutkan gandum, semuanya bersorak-sorai dan bernyanyi-nyanyi.

Engkau Mengindahkan Tanah Itu

Secara keseluruhan Mazmur pasal 65 terbagi atas 3 bagian, yakni pertama, puji-pujian kepada Allah yang mendengar Doa (ay.1-5), kedua, pemazmur memuji Allah karena perbuatan-Nya yang   Dahsyat (ay. 6-9). Ketiga, Allah memberkati tanah dan mengaruniakan kelimpahan di ladang dan padang (ay.10-14).

Fokus bacaan kita hari ini sebagaimana digambarkan di ay. 10-14 bahwa Allah memperhatikan dan memberkati tanah. Ia mengindahkannya, seperti diindahkannya manusia. Mazmur 8:5 mengatakan:” apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?”,  “membanjirinya dengan berkat, mengaruniakan “kelimpahan dan kekayaan”. Begitu besar berkat-Nya, sehingga Allah dipuji. Batang air, sudah penuh air dan mengairi, melalui hujan gandum dan tanaman lainnya tumbuh. Bukit dan padang yang tandus di musim kemarau, menghijau kembali ketika hujan turun. Kambing-domba yang berkembang biak karena tersedia rumput yang melimpah. Semua ungkapan ini mengingatkan kita, betapa besarnya berkat Tuhan dilimpahkan bagi manusia. Sebagai orang percaya, kita harus mengakui bahwa berkat bukan hanya sekedar hal-hal fisik dan materi semata. Berkat Allah harus dipahami sebagai anugerah kehidupan yang didalamnya kita bernaung dan bergumul. Salah satu berkat kehidupan yang melimpah ialah kesempatan untuk berkarya dalam juang dan gumul kita. Ladang dan ternak adalah metafor kebahagiaan, kesuksesan, sukacita yang kita alami bersama dan di dalam Tuhan. Karena itu, tetaplah bersyukur untuk setiap berkat yang kita terima dalam hidup dan manfaatkanlah itu dengan baik demi keberlanjutan kehidupan.

Doa: Kami Bersyukur Ya Allah untuk setiap Anugerah dan berkat-Mu. Amin.

Jumat, 24 Juni 2022                                        

bacaan : Mazmur 67 : 1 – 8

Nyanyian syukur karena segala berkat Allah
Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan kecapi. Mazmur. Nyanyian. (67-2) Kiranya Allah mengasihani kita dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita dengan wajah-Nya, Sela 2 (67-3) supaya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa. 3 (67-4) Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah; kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu. 4 (67-5) Kiranya suku-suku bangsa bersukacita dan bersorak-sorai, sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil, dan menuntun suku-suku bangsa di atas bumi. Sela 5 (67-6) Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah, kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu. 6 (67-7) Tanah telah memberi hasilnya; Allah, Allah kita, memberkati kita. 7 (67-8) Allah memberkati kita; kiranya segala ujung bumi takut akan Dia!

Kekayaan Kehidupan

Betapa kita tidak bersyukur, bertanah air kaya dan subur. Lautnya luas, gunungnya megah, menghijau padang, bukit dan lembah”…..

Ini adalah penggalan lirik dari Nyanyian Kj. No. 337. Nyanyian ini menceritakan bahwa terkadang kita tidak bersyukur atas tanah Pemberian Tuhan Allah. Padahal tanah yang kita diami ini kaya dan penuh potensi kehidupan. Karena itu, kita harus mengelola dan merawatnya dengan baik. Kecenderungan untuk membiarkan tanah-tanah tidak digarap dan dimanfaatkan untuk kepentingan kehidupan harus kita sadari. Ayat ke 7 dari bacaan ini memberikan penegasan bahwa sesungguhnya tanah pemberian Allah akan memberikan hasilnya jika dikelola dengan baik, sebab itu merupakan wujud dari Allah mengasihi umat-Nya. Pemazmur menyuguhkan kabar sukacita itu kepada kita bahwa kemahakuasaan Allah yang memberkati tanah dengan limpahnya untuk  didiami  adalah sumber kekayaan kehidupan. Sebab itu, berilah kesempatan bagi alam ciptaan Tuhan ini menjadi ruang untuk kita menikmati kehidupan dengan tetap mensyukurinya, merawat, melestarikan dan mengelolanya dengan sebaik-baiknya. Kelestarian alam dan lingkungan adalah tanggungjawab kita. Kekayaan dan keindahan yang dimiliki bumi pertiwi ini sudah selayaknya kita rawat untuk keberlangsungan hidup anak cucu kita di masa yang akan datang. Sebab, kita yakin jika kita menjaga alam, maka alam juga akan senantiasa bersahabat dengan kita. Niscaya dengan begitu, kita dapat dijauhkan dari berbagai bencana. Mari tunjukkan bahwa kita adalah pribadi yang mampu menjaga serta memelihara lingkungan sebagai wujud rasa terima kasih atas pemberian Tuhan.

Doa: Ajari kami mensyukuri berkat-Mu Tuhan dengan tetap merawat dan melestarikan Alam Ciptaan-Mu. Amin.

Sabtu, 25 Juni 2022                                           

bacaan : Ibrani 11 : 8 – 10

8 Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui. 9 Karena iman ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu. 10 Sebab ia menanti-nantikan kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah.

Di Tanah Asing pun Tuhan Memberikan Kehidupan

Penulis Kitab Ibrani menekankan bahwa ketaatan iman adalah wujud dari seorang pengikut Kristus. Dalam pasal 11 : 1 dikatakan bahwa iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Tidak melihat namun percaya adalah esensi beriman kepada Yesus Kristus. Oleh sebab itu, penulis surat Ibrani meminta orang-orang percaya untuk memperhatikan anugerah iman dan hidup beriman sebagai penawar terbaik untuk melawan hal-hal yang bertentangan dengan kehendak Tuhan. Ia mencontohkan beberapa tokoh perjanjian lama yang beriman dan memegang janji Allah tanpa melihat dan kepada mereka dikaruniakan kehidupan dan kesejahteraan. Salah satunya adalah Abraham. Karena ketaatan dan Iman yang sungguh kepada Allah, Abraham diberkati dengan berkat yang melimpah seperti tempat tinggal dan keturunan (ay.11). Abraham percaya tanah yang disediakan Allah kepadanya akan memberi berkat dan menjamin kehidupannya, sekalipun di tanah asing. Berkaca dari pengalaman Abraham, kita diingatkan untuk berpegang pada janji Allah sambil tetap beriman dengan sungguh kepada-Nya, bahwa berkat kehidupan telah disediakan bagi setiap orang yang menaruh pengharapan hanya kepada-Nya sekalipun ia ada di tanah asing atau tanah orang. Sebab berkat Tuhan melalui tanah dimana manusia diam dan mau berupaya untuk mengusahakan demi kesejehteraannya, itulah yang akan membuat hidupnya diberkati. Di tanah asing pun Tuhan menjamin dan memberikan berkat kehidupan.

Doa:  Ya Tuhan, karuniakanlah ketaatan iman kepada kami, bahwa di tanah asing pun Tuhan memberkati kehidupan kami . Amin.

*Sumber : SHK bulan Juni 2022, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 12-18 Juni 2022

Tema Bulanan : ” Dipenuhi Roh Kudus untuk Menatalayani Ciptaan “

Tema Mingguan : ” Alam Semesta Bukti Keagungan Tuhan “

Minggu, 12 Juni 2022                                  

bacaan : Mazmur 104 : 1 -18

Kebesaran TUHAN dalam segala ciptaan-Nya
Pujilah TUHAN, hai jiwaku! TUHAN, Allahku, Engkau sangat besar! Engkau yang berpakaian keagungan dan semarak, 2 yang berselimutkan terang seperti kain, yang membentangkan langit seperti tenda, 3 yang mendirikan kamar-kamar loteng-Mu di air, yang menjadikan awan-awan sebagai kendaraan-Mu, yang bergerak di atas sayap angin, 4 yang membuat angin sebagai suruhan-suruhan-Mu, dan api yang menyala sebagai pelayan-pelayan-Mu, 5 yang telah mendasarkan bumi di atas tumpuannya, sehingga takkan goyang untuk seterusnya dan selamanya. 6 Dengan samudera raya Engkau telah menyelubunginya; air telah naik melampaui gunung-gunung. 7 Terhadap hardik-Mu air itu melarikan diri, lari kebingungan terhadap suara guntur-Mu, 8 naik gunung, turun lembah ke tempat yang Kautetapkan bagi mereka. 9 Batas Kautentukan, takkan mereka lewati, takkan kembali mereka menyelubungi bumi. 10 Engkau yang melepas mata-mata air ke dalam lembah-lembah, mengalir di antara gunung-gunung, 11 memberi minum segala binatang di padang, memuaskan haus keledai-keledai hutan; 12 di dekatnya diam burung-burung di udara, bersiul dari antara daun-daunan. 13 Engkau yang memberi minum gunung-gunung dari kamar-kamar loteng-Mu, bumi kenyang dari buah pekerjaan-Mu. 14 Engkau yang menumbuhkan rumput bagi hewan dan tumbuh-tumbuhan untuk diusahakan manusia, yang mengeluarkan makanan dari dalam tanah 15 dan anggur yang menyukakan hati manusia, yang membuat muka berseri karena minyak, dan makanan yang menyegarkan hati manusia. 16 Kenyang pohon-pohon TUHAN, pohon-pohon aras di Libanon yang ditanam-Nya, 17 di mana burung-burung bersarang, burung ranggung yang rumahnya di pohon-pohon sanobar; 18 gunung-gunung tinggi adalah bagi kambing-kambing hutan, bukit-bukit batu adalah tempat perlindungan bagi pelanduk.

Tuhan Mengatur dan Memelihara Ciptaan-Nya

Pola hujan yang khusus karena dipengaruhi angin laut China Selatan telah menyebabkan curah hujan intens pada Bulan Juni, Juli dan Agustus untuk wilayah Ambon dan sebagian pulau-pulau di Maluku serta Papua, demikian berita kompas.com. Kondisi ini tentunya menuntut kewaspadaan warga terhadap bencana banjir dan tanah longsor yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Namun apakah hal ini berarti bahwa kita tetap hidup dalam kekuatiran? Nas bacaan hari ini mengajak kita untuk bersyukur dan memuji-muji Tuhan Allah sebab Ia adalah Allah yang Mahakuasa, Pencipta langit dan bumi. Dalam kemahakuasaan-Nya menciptakan bumi ini, Ia telah mengatur semua ciptaan pada batasannya supaya tetap terjadi keteraturan dan keharmonisan. Allah bahkan kemudian memelihara seluruh ciptaan-Nya yang telah ada itu dengan tanganNya supaya tidak rusak dan punah. Ia tidak hanya mencintai alam kepunyaan-Nya, namun Ia juga memahami hak-hak yang ada pada diri alam dan harus dihargai juga olehNya, sekalipun Ia adalah Pencipta. Karaktereristik relasi yang luar biasa ini tentunya menjadi teladan kepada kita sebagai mandatarisNya untuk senantiasa menghadirkan wajah Allah dengan bertanggung jawab menjaga dan merawat alam ini.  Ketika setiap musim berganti dan di saat yang sama berkat-berkat dari alam pun berganti untuk dapat kita dinikmati, maka haruslah selalu kita ingat untuk mengucap syukur kepada Allah yang Mahakuasa sambil menahan diri untuk tidak membuang sampah tidak pada tempatnya dan tidak pada waktu yang telah ditentukan oleh petugas kebersihan. Bersihkanlah selokan-selokan di sekitar rumah atau juga buatlah parit pembuangan air limbah secara benar supaya tidak merugikan orang lain dan merusak alam ini. Paling tidak lakukanlah hal-hal sederhana dan dianggap kecil, namun memberi kehidupan yang awet dan bertahan lama bagi alam ini sebagai bentuk proklamasi iman kita kepada Tuhan.

Doa: Ya Tuhan, bijaksanakanlah kami untuk memelihara alam ciptaan-mu. Amin.

Senin, 13 Juni 2022                                         

bacaan : Yesaya 44 : 1 – 5

TUHAN satu-satunya Allah
"Tetapi sekarang, dengarlah, hai Yakub, hamba-Ku, dan hai Israel, yang telah Kupilih! 2 Beginilah firman TUHAN yang menjadikan engkau, yang membentuk engkau sejak dari kandungan dan yang menolong engkau: Janganlah takut, hai hamba-Ku Yakub, dan hai Yesyurun, yang telah Kupilih! 3 Sebab Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus, dan hujan lebat ke atas tempat yang kering. Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas keturunanmu, dan berkat-Ku ke atas anak cucumu. 4 Mereka akan tumbuh seperti rumput di tengah-tengah air, seperti pohon-pohon gandarusa di tepi sungai. 5 Yang satu akan berkata: Aku kepunyaan TUHAN, yang lain akan menyebut dirinya dengan nama Yakub, dan yang ketiga akan menuliskan pada tangannya: Kepunyaan TUHAN, dan akan menggelari dirinya dengan nama Israel."

Kasih Tuhan Tetap Sama, Dulu, Sekarang dan Selamanya

Yesus, Tuhan, mulialah nama-Nya. Yesus, Allahku, besar kasih-Nya. Dahulu, sekarang dan s’lama-lamanya, kasihNya tak pernah berubah…” Inilah sebagian syair lagu “Dia Sanggup” karya Wawan Yap. Melalui lagu ini,  Yap ingin bersaksi bahwa kasih Allah bagi umat-Nya tetap sama dan tidak berubah oleh waktu maupun keadaan.

Melalui Yesaya, Allah juga mau mengatakan kepada Israel, bahwa sekalipun Israel sudah banyak melakukan kesalahan dan dosa, sehingga mereka patut dihukum, namun kasih sayang-Nya kepada mereka tidak berubah dulu, sekarang dan selamanya. Jika Allah memberi hukuman, itu bukan karena Allah benci, tetapi justeru itulah bukti cintaNya yang menghendaki Israel bertobat dan berbalik kepada-Nya. Penyebutan nama Yakub yang memiliki arti “memegang tumit” dan “penipu” serta Yesyurun, dari kata yasar, yang berarti “lurus/ benar” mau menegaskan bahwa Israel gagal memberlakukan kehendak Allah dalam hidup mereka, tetapi status mereka sebagai umat pilihan-Nya tidak berubah. Allah telah menjadikan dan membentuk Israel dari kandungan, IA juga akan terus menolong mereka. Selalu ada berkat yang tercurah bagi mereka. Berkat yang digambarkan dengan curahan air dan hujan yang memungkinkan  rumput dan pepohonan tumbuh subur sehingga menjadi sumber kehidupan bagi mereka. Bukan hanya itu tetapi Allah mencurahkan roh-Nya untuk menuntun mereka sehingga Israel tidak perlu takut. Hasil dari pencurahan Roh Tuhan akan membuat mereka bertobat dan menyebut diri mereka sebagai “kepunyaan TUHAN”.

Saudaraku, apa yang terjadi atas umat Israel juga terjadi atas kehidupan kita. Kasih Allah bagi kita tak berubah, dulu, sekarang dan selamanya. Mari balas kasih-Nya melalui sesama dan ciptaan lainnya. Sayang sesama, kalesang lingkungan…!!

Doa:   Tuhan, tolong kami untuk membalas kasihMu yang tak pernah berubah dengan sayang sesama dan kalesang lingkungan. Amin.

Selasa, 14 Juni 2022                                    

bacaan : Mazmur 148 : 7 – 14

7 Pujilah TUHAN di bumi, hai ular-ular naga dan segenap samudera raya; 8 hai api dan hujan es, salju dan kabut, angin badai yang melakukan firman-Nya; 9 hai gunung-gunung dan segala bukit, pohon buah-buahan dan segala pohon aras: 10 hai binatang-binatang liar dan segala hewan, binatang melata dan burung-burung yang bersayap; 11 hai raja-raja di bumi dan segala bangsa, pembesar-pembesar dan semua pemerintah dunia; 12 hai teruna dan anak-anak dara, orang tua dan orang muda! 13 Biarlah semuanya memuji-muji TUHAN, sebab hanya nama-Nya saja yang tinggi luhur, keagungan-Nya mengatasi bumi dan langit. 14 Ia telah meninggikan tanduk umat-Nya, menjadi puji-pujian bagi semua orang yang dikasihi-Nya, bagi orang Israel, umat yang dekat pada-Nya. Haleluya!

Memuji Tuhan Bersama Semua Ciptaan

Dan gunung-gunungpun bersorak sorai memuji Dia. Dan pohon-pohonpun bertepuk tangan memuji Dia…”

Ternyata bukan hanya makhluk hidup yang bisa memuji Tuhan. Petikan sebagian lagu “Datang Ke Hadirat Tuhan” di atas menunjukan bahwa gunung yang adalah benda matipun dapat memuji Tuhan. Jika benda mati dan pohon, yang sekalipun makhluk hidup namun tidak berakal, dapat bersorak-sorai dan bertepuk tangan memuji Tuhan, apalagi manusia yang dikaruniai Tuhan dengan akal budi. Manusia yang diciptakan segambar dan serupa dengan Tuhan, yang dijadikan Tuhan sebagai rekan kerja sekaligus mandataris-Nya, harus lebih bisa memuji Tuhan.

Hal ini juga disampaikan oleh pemazmur 148 (ayat 7 – 14). Bagi pemazmur, Allah adalah pencipta langit, bumi dan segala isinya, karena itu tidak boleh ada allah lain selain Allah (Yahweh). Sebagai pencipta, semua ciptaanNya, tanpa kecuali, harus memuji dan memuliakan-Nya. Pemazmur merincikan apa dan siapa saja yang diajaknya untuk memuji Tuhan. Pertama, alam semesta, seperti : pepohonan, hewan, gunung, samudera, api, salju, kabut, angin,dsb (7-10). Kedua, manusia dari berbagai kalangan tanpa kecuali. penguasa hingga rakyat jelata, laki-laki maupun perempuan, dari bayi hingga tua renta (11-12). Mengapa Tuhan harus dipuji? Karena nama-Nya yang tinggi luhur dan keagungan-Nya mengatasi langit dan bumi. Banyak hal baik telah dilakukan-Nya bagi kita dan alam ini. Dengan setia dijaga dan dipelihara-Nya. Bersama alam semesta, mari kita memuji Tuhan sebagai tanda syukur atas seluruh karya-Nya dalam kehidupan. Hutan, tanah, laut yang menyediakan banyak kebutuhan kita. Sesama yang menjadi teman berbagi dan berceritera. Memuji Tuhan memang tidak terbatas pada kata, ruang dan waktu, tapi dalam seluruh karya kita di mana dan kapan saja. 

Doa: Tuhan, bersama semua ciptaan kami memuji-Mu dengan segenap hati sebab Engkau layak menerima pujian.. Amin.

Rabu, 15 Juni 2022                                          

bacaan : Mazmur 29 : 1 – 11

Kebesaran Allah dalam badai
Mazmur Daud. Kepada TUHAN, hai penghuni sorgawi, kepada TUHAN sajalah kemuliaan dan kekuatan! 2 Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, sujudlah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan! 3 Suara TUHAN di atas air, Allah yang mulia mengguntur, TUHAN di atas air yang besar. 4 Suara TUHAN penuh kekuatan, suara TUHAN penuh semarak. 5 Suara TUHAN mematahkan pohon aras, bahkan, TUHAN menumbangkan pohon aras Libanon. 6 Ia membuat gunung Libanon melompat-lompat seperti anak lembu, dan gunung Siryon seperti anak banteng. 7 Suara TUHAN menyemburkan nyala api. 8 Suara TUHAN membuat padang gurun gemetar, TUHAN membuat padang gurun Kadesh gemetar. 9 Suara TUHAN membuat beranak rusa betina yang mengandung, bahkan, hutan digundulinya; dan di dalam bait-Nya setiap orang berseru: "Hormat!" 10 TUHAN bersemayam di atas air bah, TUHAN bersemayam sebagai Raja untuk selama-lamanya. 11 TUHAN kiranya memberikan kekuatan kepada umat-Nya, TUHAN kiranya memberkati umat-Nya dengan sejahtera!

Badai dan Fenomena Alam Lainnya adalah Bukti Keagungan Tuhan

Fenomena alam seperti hujan, badai, kilat, guntur selalu menjadi momok bagi manusia, terutama nelayan, pramugari/a, pilot, mereka yang menggunakan transportasi laut dan udara, yang tinggal di lereng bukit dan bantaran kali/ sungai dan dibawah pohon besar dan rindang. Karena saat terjadi badai, angin bertiup dengan kencang, menyebabkan gelombang besar di laut, jika disertai hujan deras maka pohon dapat tumbang, banjir dan tanah longsor. Semua itu menjadi ancaman bagi kehidupan manusia dan ciptaan Tuhan yang lain. Kondisi tak menyenangkan yang diakibatkan oleh badai dan fenomena alam lainnya ini pada akhirnya menjadi hal yang menakutkan bagi manusia dan ciptaan lainnya. Dalam bacaan kita hari ini pemazmur, Daud, melihat badai dan fenomena alam lainnya bukan sebagai sesuatu yang menakutkan, tetapi sebagai karya Tuhan yang luar biasa dan patut dikagumi. Menurut Daud inilah cara Tuhan menyatakan diri, kekuasaan dan kebesaran-Nya. Bagi Daud gemuruh itu adalah suara TUHAN. Suara Tuhan itu ada di atas air yang besar, penuh semarak, mematahkan pohon aras libanon, membuat gunung gemetar, gunung menyemburkan api, padang gurun gemetar dan berbagai fenomena alam lainnya (ayat 3-10). Itulah sebabnya Daud mengajak semua penghuni sorga, juga penghuni bumi, untuk menghormati, memberi kemuliaan dan sujud menyembah hanya kepada TUHAN. Daud menutup mazmurnya dengan pengakuan bahwa TUHAN adalah Raja dan memohon berkat kesejahteraan dan kekuatan bagi seluruh umat.

Saudaraku, jika kita mengakui bahwa Tuhan adalah Raja semesta alam, maka mari tunjukan sikap hormat dan kagum kita kepadaNya. Badai dan fenomena alam lainnya itulah bukti keagungan Tuhan. Mari kita jadikan alam sebagai sahabat, jangan mengeksploitasi alam sesuka hati tapi jaga dan rawatlah dengan baik.

Doa:   Tuhan, ajar kami untuk mengagumi dan memuliakan keagunganMu  dalam semua fenomena alam yang terjadi. Amin.

Kamis, 16 Juni 2022                                     

bacaan : Yeremia 32 : 17 – 18

17 Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya, Engkaulah yang telah menjadikan langit dan bumi dengan kekuatan-Mu yang besar dan dengan lengan-Mu yang terentang. Tiada suatu apapun yang mustahil untuk-Mu! 18 Engkaulah yang menunjukkan kasih setia-Mu kepada beribu-ribu orang dan yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya yang datang kemudian. Ya Allah yang besar dan perkasa, nama-Mu adalah TUHAN semesta alam,

Saat Ada Masalah, Jangan Bimbang dan Sedih! Berdoalah!

Jika kita berdoa, biasanya kita menyapa Tuhan dengan: “Ya Tuhan”, “Sio Tuhan” atau “Tuhan” saja. Namun dalam bacaan kita Yeremia memulai doanya dengan kata “Ah”. Ini menunjukkan bahwa ada kebingungan, kebimbangan dan kesedihan di hati Yeremia. Ya, Yeremia sedang bingung, bimbang serta sedih karena ia disuruh menebus  tanah milik saudaranya di Anatot, sementara Israel sedang dikepung oleh musuh (ay.1-16). Dalam kebingungan, kebimbangan dan kesedihan, Yeremia berdoa kepada Tuhan. Dalam doanya Yeremia mengagungkan kuasa dan kekuatan Tuhan sebagai Pencipta langit dan bumi. Kemahakuasaan dan kekuatan Tuhan itu yang membuatnya yakin bahwa di hadapan Tuhan tiada yang mustahil. Tuhan akan menunjukkan kasih setia-Nya kepada umat-Nya. Tangan-Nya  terentang siap menunggu mereka yang mau datang kepada-Nya, karena Dia adalah Allah yang besar dan perkasa. Nama-Nya adalah Tuhan semesta alam.

Jika saat ini saudara sedang diperhadapkan dengan persoalan yang membuat  bingung, bimbang dan sedih. Ada persoalan keluarga (hubungan yang tidak harmonis antara suami–isteri, orang tua–anak, mertua–menantu, adik–kakak, ipar–konyadu); persoalan hukum, keuangan, pekerjaan, pendidikan, hubungan dengan sesama (rekan kerja, tetangga, rekan pelayan) dan masalah-masalah lainnya. Mari belajar dari Yeremia yang menghadapinya dengan datang kepada Tuhan melalui doa dan permohonan dengan hati yang tulus. Jangan pernah ragukan kuasa Tuhan karena Dialah yang Menciptakan kita. Tangan-Nya selalu terbuka untuk menerima semua yang datang. Tiada yang mustahil bagi Tuhan!. Karena itu seberat dan sebanyak apapun persoalan yang dihadapi, saat kita berserah kepada-Nya, Dia pasti sanggup menolong. 

Doa:   Tuhan, kuatkanlah kami agar tidak bimbang dan sedih ketika menghadapi masalah tetapi menyerahkannya kepadaMu dalam doa. Amin.

Jumat, 17 Juni 2022                                      

bacaan : Mazmur  136 : 1 – 9

Kasih setia Allah kepada orang Israel
Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 2 Bersyukurlah kepada Allah segala allah! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 3 Bersyukurlah kepada Tuhan segala tuhan! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 4 Kepada Dia yang seorang diri melakukan keajaiban-keajaiban besar! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 5 Kepada Dia yang menjadikan langit dengan kebijaksanaan! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 6 Kepada Dia yang menghamparkan bumi di atas air! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 7 Kepada Dia yang menjadikan benda-benda penerang yang besar; bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 8 Matahari untuk menguasai siang; bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 9 Bulan dan bintang-bintang untuk menguasai malam! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

Bahwasanya Untuk Selama-lamanya Kasih Setia-Nya

Pada hari Selasa, 4 Mei 2022, saya memimpin kebaktian Laki-Laki di Jemaat B. Materinya adalah PA. Saat menjawab pertanyaan PA “Ceritakanlah satu kisah sukses dalam hidup saudara yang menunjukkan bahwa kesuksesan tersebut karena hikmat Allah dan Sebutkanlah satu pesan teks Alkitab hari ini guna menguatkan daya tahan ekonomi keluarga!” Bapak Benny (bukan nama sebenarnya) bilang begini :

Ibu pandita deng basudara laki-laki, kalo bilang kisah sukses, beta pikir itu relatif. Beta ni seng pung karja tetap. Mar beta, maitua deng anana tetap bisa makang tiga kali sahari, katong ada ruma par tinggal, katong bisa bayar aer deng listrik sabang bulang la apa yang katong parlu par katong pung hidop salalu  ada. La yang labe panting lai, katong seng parna pancuri. Katong memang seng labe macang orang mar katong jua seng kurang. Itu beta pung kisa sukses. La kalo mo kasi ayat Alkitab, seng ada ayat yang beta pili tagal par beta samua ayat dalang Alkitab panting. Beta mo bilang lai kalo samua yang beta deng beta pung maitua, anana rasa ni tagal Tuhan pung bae par katong. Katong angka syukur deng minta danke par Tuhan tagal bisa lia deng rasa Antua pung sayang par katong sabang hari.”   

Pengalaman Benny tidak jauh berbeda dengan bangsa Israel. Mereka mengingat kasih Tuhan dan mengekspresikannya dalam ucapan syukur dan pujian: “Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya” (ay. 1-26). Khusus bacaan kita (ay.1-9) memuat ajakan untuk bersyukur dan memuji Tuhan Sang Pencipta. Kesetiaan-Nya nampak di sepanjang jalan kehidupan umat Israel, melewati berbagai suka dan duka. Saudaraku, kita masing-masing pasti punya pengalaman tersendiri tentang bagaimana kasih setia Tuhan nyata dalam kehidupan. Seperti Benny dan umat Israel, mari kita ekspresikan itu dalam nada-nada syukur dan puji-pujian kepada Tuhan di setiap waktu. Namun bukan hanya dengan kata-kata pujian yang manis melainkan juga dengan perbuatan dan karya yang manis demi kemuliaan nama-Nya.

Doa: Tuhan, kami mau beryukur dan memujiMu, karena Engkau baik. Amin.

Sabtu, 18 Juni 2022                                      

bacaan : Yesaya 40 : 21 – 22

21 Tidakkah kamu tahu? Tidakkah kamu dengar? Tidakkah diberitahukan kepadamu dari mulanya? Tidakkah kamu mengerti dari sejak dasar bumi diletakkan? 22 Dia yang bertakhta di atas bulatan bumi yang penduduknya seperti belalang; Dia yang membentangkan langit seperti kain dan memasangnya seperti kemah kediaman!

  Tuhan Penguasa Alam Semesta Menolong Orang-Orang Tertindas

Bila kita pernah berkunjung di lokasi wisata pegunungan yang terletak di Siwang, yakni: ujung huk, paradise, puncak elshadai dll. Kita pasti menikmati keindahan alam yang luar biasa menakjubkan seperti: pemandangan pepohonan yang hijau, udara yang sejuk dan segar. Sejauh mata memandang ada panorama teluk Ambon yang indah sehingga semua orang yang berada di lokasi tersebut senantiasa melepaskan rasa kagum dan pujian kepada Tuhan Sang Pencipta. Tuhan dengan kasih dan kuasa-Nya telah  menciptakan alam semesta begitu luar biasa sehingga kita dapat hidup dengan baik (banding Kejadian 1:31). Selain itu, alam juga diciptakan Tuhan sebagai media  atau tempat setiap makhluk untuk hidup, mengembangkan diri dan melakukan aktivitasnya sehari-hari, sehingga alam menampakkan kehadiran dan keagungan Tuhan. Melalui alam, kita bisa merasakan kehadiran dan penyertaan Tuhan yang begitu nyata. Hal ini dijelaskan dalam nas bacaan hari ini, nabi Yesaya mengingatkan bangsa Israel bahwa Allah yang menciptakan langit dan bumi adalah Allah yang akan menuntun dan menyelamatkan bangsa Israel dari tanah perbudakan di Babilonia dan membawa mereka pulang ke Yerusalem. Karena itu, bangsa Israel harus memilih percaya dan berpengharapan hanya kepada Allah nenek moyang mereka bukan kepada allah-allah bangsa lain. Percaya kepada allah-allah lain akan membawa kekecewaan dan kesia-siaan (ayat 17). Sedangkan percaya kepada Tuhan akan memperoleh pertolongan (ayat 28-31). Dari sini kita belajar bahwa Allah yang menciptakan alam semesta adalah Allah yang berkuasa atas hidup manusia. Karena itu, apapun keadaan hidup kita percayalah kepada Tuhan Pencipta dan Penolong, bukan kepada allah atau berhala dunia karena semuanya sia-sia. Ingatlah kata Pemazmur, …”dari manakah akan datang pertolonganku? Pertolonganku ialah dari Tuhan yang menjadikan langit dan bumi “ (Mazmur 121: 1-2)

Doa: Tuhan, jagalah hati kami agar tetap percaya kepada-Mu, Amin.

*Sumber : SHK BUlan Juni 2022, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 5 – 11 Juni 2022

Tema Bulan Juni : ” Dipenuhi Roh Kudus Untuk Menatalayani Ciptaan “

Tema Mingguan : ” Roh Kudus Memberi Keberanian Untuk Bersaksi dan Melayani “

Minggu, 05 Juni 2022                                            

bacaan : Kisah 4 : 23 – 31

Doa jemaat
23 Sesudah dilepaskan pergilah Petrus dan Yohanes kepada teman-teman mereka, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang dikatakan imam-imam kepala dan tua-tua kepada mereka. 24 Ketika teman-teman mereka mendengar hal itu, berserulah mereka bersama-sama kepada Allah, katanya: "Ya Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya. 25 Dan oleh Roh Kudus dengan perantaraan hamba-Mu Daud, bapa kami, Engkau telah berfirman: Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia? 26 Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar berkumpul untuk melawan Tuhan dan Yang Diurapi-Nya. 27 Sebab sesungguhnya telah berkumpul di dalam kota ini Herodes dan Pontius Pilatus beserta bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel melawan Yesus, Hamba-Mu yang kudus, yang Engkau urapi, 28 untuk melaksanakan segala sesuatu yang telah Engkau tentukan dari semula oleh kuasa dan kehendak-Mu. 29 Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firman-Mu. 30 Ulurkanlah tangan-Mu untuk menyembuhkan orang, dan adakanlah tanda-tanda dan mujizat-mujizat oleh nama Yesus, Hamba-Mu yang kudus." 31 Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.

Memberitakan Firman Dengan Berani

Masih ada orang percaya yang menganggap bahwa pemberitaan Firman bukanlah menjadi tanggung jawabnya. Ada yang berganggapan bahwa pemberitaan Firman itu hanya menjadi tugas dari para pelayan khusus: pendeta, penatua dan diaken, atau pengurus-pengurus wadah/organisasi pelayanan. Padahal  semua orang yang telah menerima kuasa Roh Kudus diberi tanggungjawab sebagai saksi-saksi Kristus dalam kehidupan setiap hari. Sebab itu bertanggungjawab pula dalam tugas pemberitaan Firman. Saat mewartakan Injil Kristus, orang percaya akan menghadapi tantangan, baik yang berasal dari diri sendiri atau dari orang lain. Tetapi jika terus menyerahkan hidup  kepada Allah melalui doa, maka seluruh proses pelayanan dan pemberitaan Firman yang dilakukan akan membuahkan hasil yang baik sehingga nama Allah  dimuliakan.  Nas hari ini memperlihatkan bahwa anggota Mahkamah Agama tidak memiliki alasan apa pun untuk menjerat Petrus dan Yohanes. Keduanya pun dilepaskan dari hukuman. Bagi Petrus dan Yohanes, apa yang mereka alami tidak lepas dari perlindungan Allah. Sekalipun tantangan dihadapi, tetapi bersama murid lainnya mereka bersekutu dan berbagi cerita, pengalaman, tantangan, dan kesaksian bagaimana Roh Allah menuntun dan memelihara kehidupan mereka. Mereka sepakat bersatu hati untuk berdoa bersama kepada Allah meminta agar dikuatkan dan diberikan keberanian untuk melakukan pelayanan dan pemberitaan Injil. Pengalaman iman ini kiranya menguatkan iman dan memberanikan kita pula untuk terus kuat berdoa dan memberitakan Injil karena yakin Roh Kuduslah yang akan menolong dan memampukan.

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk terus berani memberitakan FirmanMu. Amin.

Senin, 06 Juni 2022                                            

bacaan : Kisah 5 : 12 – 16

Tanda-tanda dan mujizat-mujizat
12 Dan oleh rasul-rasul diadakan banyak tanda dan mujizat di antara orang banyak. Semua orang percaya selalu berkumpul di Serambi Salomo dalam persekutuan yang erat. 13 Orang-orang lain tidak ada yang berani menggabungkan diri kepada mereka. Namun mereka sangat dihormati orang banyak. 14 Dan makin lama makin bertambahlah jumlah orang yang percaya kepada Tuhan, baik laki-laki maupun perempuan, 15 bahkan mereka membawa orang-orang sakit ke luar, ke jalan raya, dan membaringkannya di atas balai-balai dan tilam, supaya, apabila Petrus lewat, setidak-tidaknya bayangannya mengenai salah seorang dari mereka. 16 Dan juga orang banyak dari kota-kota di sekitar Yerusalem datang berduyun-duyun serta membawa orang-orang yang sakit dan orang-orang yang diganggu roh jahat. Dan mereka semua disembuhkan.

Percayalah Pada Kuasa Roh Kudus

Pernahkah kita melihat secara langsung mujizat yang dilakukan oleh seorang Hamba Tuhan? Banyak hamba Tuhan yang diurapi, memiliki karunia dari Allah dan di dalam Roh Kudus mengadakan berbagai mujizat. Ada kesaksian dari seorang anggota jemaat yang sakit, ketika dibawa ke tenaga medis, penyakitnya tidak dapat terdeteksi sehingga tidak memungkinkan untuk didiagnosa. Tidak sedikit biaya yang telah dikeluarkan untuk menempuh perjalanan ke pusat-pusat kesehatan untuk memeriksakan diri. Hingga pada waktu dimana ia merasa sangat putus asa dan teringat seorang pendeta di jemaatnya itu. Ia menemui pendeta tersebut untuk minta didoakan. Pergumulan pun dilakukan selama beberapa bulan, hanya dengan segelas air yang didoakan, ia berangsur-angsur pulih. Hal ini mungkin akan dianggap tidak masuk akal bagi sebagian orang, tetapi bagi anggota jemaat itu, ia sungguh-sungguh merasakan lawatan Tuhan melalui hambaNya yang hadir di tengah-tengah kehidupannya. Ia percaya Tuhan bekerja melalui hambaNya. Hal yang sama pun terjadi bagi para rasul ketika mereka melakukan tugas bersaksi tentang Injil Kristus. Roh Kudus yang dicurahkan Allah memampukan mereka untuk berani melaksanakan tugas panggilan dan pengutusan termasuk mengadakan banyak mujizat dan tanda. Oleh pekerjaan Roh Kuduslah, banyak orang menjadi percaya kepada Allah. Kuasa Roh Kudus tidak hanya berlaku untuk para rasul saat itu, tetapi juga untuk kita saat ini. Karena itu, sebagai orang percaya kita harus yakin bahwa kuasa Roh Kudus akan selalu memampukan untuk memberitakan Firman dan melakukan pelayanan di tengah-tengah dunia ini. Teruslah hidup mengandalkan kuasa Roh kudus.

Doa: Ya Tuhan, kami yakin kuasa Roh KudusMu memampukan untuk melaksanakan tugas panggilan pemberitaan Injil, Amin.

Selasa, 07 Juni 2022                                           

bacaan : Kisah Para Rasul 5 : 26 – 33

Rasul-rasul di hadapan Mahkamah Agama -- Nasihat Gamaliel
26 Maka pergilah kepala pengawal serta orang-orangnya ke Bait Allah, lalu mengambil kedua rasul itu, tetapi tidak dengan kekerasan, karena mereka takut, kalau-kalau orang banyak melempari mereka. 27 Mereka membawa keduanya dan menghadapkan mereka kepada Mahkamah Agama. Imam Besar mulai menanyai mereka, 28 katanya: "Dengan keras kami melarang kamu mengajar dalam Nama itu. Namun ternyata, kamu telah memenuhi Yerusalem dengan ajaranmu dan kamu hendak menanggungkan darah Orang itu kepada kami." 29 Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: "Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia. 30 Allah nenek moyang kita telah membangkitkan Yesus, yang kamu gantungkan pada kayu salib dan kamu bunuh. 31 Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa. 32 Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia." 33 Mendengar perkataan itu sangatlah tertusuk hati mereka dan mereka bermaksud membunuh rasul-rasul itu.

Berani Karena Roh Kudus

Seorang mantan warga bina lapas pada salah satu lembaga pemasyarakatan di Jawa menceritakan pengalamannya selama berada di dalam penjara. Ia bertemu dengan seorang tokoh berinisial AB, yang sangat berpengaruh dalam suatu kelompok agama di Indonesia pada waktu itu. Menurut ceritanya, mereka berdua memiliki komunikasi yang baik bahkan saling mempengaruhi satu sama lain terkait dengan keyakinan masing-masing. Percakapan seperti ini tentunya bukanlah hal mudah jika sang mantan napi tersebut tidak memiliki rasa percaya diri bahkan keberanian. Nas bacaan hari ini menampilkan sikap keberanian Para Rasul ketika menghadapi Imam Besar selaku pemimpin Mahkamah Agama.  Mereka dengan tegas dan lantang menjawab bahwa ketaatan seharusnya kepada Allah yang telah membangkitkan Yesus dan bukan kepada Mahkamah Agama. Perkataan Para Rasul ini sangat menusuk hati Mahkamah Agama, sehingga mereka pun bermaksud membunuh Rasul-rasul itu. Namun Rasul-rasul tersebut tidak takut dan terus bersaksi. Keberanian yang dimiliki ini sangat dipengaruhi juga oleh pengalaman sebelumnya (ay.17-25). Mereka meyakini campur tangan Tuhan dan peranan Roh Kudus sehingga dengan berani mereka  berkata-kata tentang Yesus yang telah mereka lihat dan dengar selama ini. Roh Kudus membaharui seluruh peran mereka sebagai Rasul yang tidak tinggal diam, melainkan terus bergerak secara dinamis memberitakan tentang Yesus Kristus kepada dunia. Roh Kudus pun mengubah pengetahuan dan keyakinan mereka yang selama ini hanya sampai pada tahapan inderawi dan dimiliki sendiri menjadi sebuah pengetahuan dan keyakinan yang harus diberitakan melalui perkataan dan tindakan. Roh Kudus yang sama itu juga akan selalu memampukan kita untuk bersaksi dengan berani tentang Tuhan yang kita imani. Untuk itu, terbuka pada pertolongan Roh Kudus harus menjadi sikap iman kita.

Doa: Tuntunlah kami dengan Roh Kudus-Mu untuk berani bersaksi tentang Engkau, ya Kristus Juruselamat dunia. Amin

Rabu, 08 Juni 2022                                        

bacaan : Kisah Para Rasul 13 : 4 – 12

Saulus dan Barnabas di pulau Siprus
4 Oleh karena disuruh Roh Kudus, Barnabas dan Saulus berangkat ke Seleukia, dan dari situ mereka berlayar ke Siprus. 5 Setiba di Salamis mereka memberitakan firman Allah di dalam rumah-rumah ibadat orang Yahudi. Dan Yohanes menyertai mereka sebagai pembantu mereka. 6 Mereka mengelilingi seluruh pulau itu sampai ke Pafos. Di situ mereka bertemu dengan seorang Yahudi bernama Baryesus. Ia seorang tukang sihir dan nabi palsu. 7 Ia adalah kawan gubernur pulau itu, Sergius Paulus, yang adalah orang cerdas. Gubernur itu memanggil Barnabas dan Saulus, karena ia ingin mendengar firman Allah. 8 Tetapi Elimas--demikianlah namanya dalam bahasa Yunani--,tukang sihir itu, menghalang-halangi mereka dan berusaha membelokkan gubernur itu dari imannya. 9 Tetapi Saulus, juga disebut Paulus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap dia, 10 dan berkata: "Hai anak Iblis, engkau penuh dengan rupa-rupa tipu muslihat dan kejahatan, engkau musuh segala kebenaran, tidakkah engkau akan berhenti membelokkan Jalan Tuhan yang lurus itu? 11 Sekarang, lihatlah, tangan Tuhan datang menimpa engkau, dan engkau menjadi buta, beberapa hari lamanya engkau tidak dapat melihat matahari." Dan seketika itu juga orang itu merasa diliputi kabut dan gelap, dan sambil meraba-raba ia harus mencari orang untuk menuntun dia. 12 Melihat apa yang telah terjadi itu, percayalah gubernur itu; ia takjub oleh ajaran Tuhan.

Roh Kudus Tidak Membutakan

Fanny J. Crosby, pencipta lagu KJ No.26 “Mampirlah Dengar Doaku”, adalah salah satu orang disabilitas. Ia buta sejak lahirnya dan dibesarkan oleh neneknya. Namun kebutaan yang ia miliki bukan berarti membuatnya tidak mampu melihat dunia ini dengan baik, sebaliknya karena didikan sang nenek Fanny menjadi seorang buta yang menolong orang lain untuk melihat dunia ini secara benar dan dalam iman yang sungguh kepada Tuhan. Tidak seperti Fanny, seorang tukang sihir yang bernama Baryesus (nama Yahudi) harus mengalami kebutaan karena perbuatannya menghalang-halangi pemberitaan yang hendak dilakukan oleh Rasul Paulus dan Barnabas serta terus berupaya untuk membutakan pikiran dan iman Gubernur Sergius Paulus. Paulus pun tidak tinggal diam melihat situasi ini. Ia menatap dengan berani Baryesus dan dengan kepenuhan Roh Kudus menghardiknya: “Hai anak Iblis…”. Selanjutnya, Paulus mendetailkan seluruh perbuatan jahat Baryesus di hadapan sang Gubernur. Ia sama sekali tidak takut jika karena pernyataannya itu akan mendatangkan bahaya bagi dirinya. Ia bahkan menegaskan perkataannya tersebut disertai dengan tindakan mujizat terhadap Baryesus. Paulus mengatakan bahwa tangan Tuhan menimpa Baryesus sehingga ia mengalami kebutaan selama beberapa hari. Apa yang dilakukan oleh Rasul Paulus ini kemudian mendatangkan pertumbuhan iman percaya Gubernur Sergius. Mata iman sang gubernur menjadi terbuka sehingga ia tidak lagi hidup dalam kebutaan karena pengaruh kekuatan kuasa lainnya, melainkan dengan kuasa Roh Kudus. Sama seperti Paulus, kita juga harus berani bersaksi dan menyatakan apa yang benar. Kita mungkin merasa ada ancaman saat melakukannya, namun kita harus menghadapinya dengan iman yang teguh. Sebab Tuhan pasti menyertai kita.

Doa: Tuhan, kiranya Roh Kudus-Mu menolong kami untuk hidup di jalan-Mu dan menuntun orang lain juga untuk berjalan di jalan-Mu. Amin 

Kamis, 09 Juni 2022                                               

bacaan : Roma 12 : 11

11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

Roh Bernyala Dan Melayani Dengan Kasih

Sebagian anak muda menghabiskan waktu malam minggunya dengan balapan liar dan minuman keras di beberapa ruas jalan pada salah satu kampung. Seorang tokoh pemuda lainnya yang melihat hal itu, berkata dengan miris kepada saya saat melakukan kunjungan pastoral : ibu pendeta, tolonglah doakan teman-teman pemuda supaya mereka berubah dan dapat menggunakan waktu yang mereka miliki dengan baik, terutama dapat melibatkan diri dalam ibadah-ibadah angkatan muda. Apa yang dikatakan oleh pemuda ini sama dengan yang dikatakan juga oleh orang tua lainnya. Sewaktu-waktu mereka melewati jalan yang dipenuhi dengan keributan akibat ulah para pemuda tak bertanggung jawab dan merasa tidak nyaman dengan situasi tersebut. Tapi apakah doa menjadi jalan keluar yang baik untuk menyelesaikan masalah-masalah sosial tersebut? Rasul Paulus ketika mengetahui adanya ketidaksesuaian perbuatan etik moral Jemaat Roma dengan kebenaran yang diajarkan kemudian menasihati mereka sebagai upaya untuk membaharui hidup. Ia tidak bersikap antipati atau sebaliknya masa bodoh dengan situasi yang ada. Penekanannya terhadap pentingnya kehidupan orang percaya sesuai dengan kebenaran Injil yakni hidup dalam kasih. Kasih harus menjadi dasar yang menyemangati seseorang untuk tetap rajin melakukan kebaikan dan melayani Tuhan. Untuk itu, Roh yang ada pada tiap orang percaya harus dibiarkan bekerja secara luar biasa untuk memampukan dirinya melakukan kesaksian dan pelayanan. Roh yang padam tentunya akan mematikan pula peran kasih. Sama seperti ketika hari pentakosta dimana semua orang dimampukan untuk hidup berbagi dan saling menopang sebagai jemaat mula-mula saat itu, maka seharusnya juga hidup kita harus terus dipenuhi dengan Roh-Nya supaya senantiasa menyatakan kasihNya kepada makhluk ciptaanNya yang lain.

Doa: Biarlah Roh-Mu bernyala-nyala di dalam kami dan terus memampukan untuk melayani dengan penuh kasih, Amin

Jumat, 10 Juni 2022                                      

bacaan : Kisah Para Rasul 11 : 27 – 30

27 Pada waktu itu datanglah beberapa nabi dari Yerusalem ke Antiokhia. 28 Seorang dari mereka yang bernama Agabus bangkit dan oleh kuasa Roh ia mengatakan, bahwa seluruh dunia akan ditimpa bahaya kelaparan yang besar. Hal itu terjadi juga pada zaman Klaudius. 29 Lalu murid-murid memutuskan untuk mengumpulkan suatu sumbangan, sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing dan mengirimkannya kepada saudara-saudara yang diam di Yudea. 30 Hal itu mereka lakukan juga dan mereka mengirimkannya kepada penatua-penatua dengan perantaraan Barnabas dan Saulus.

Roh Kudus Pertajam Empati

Ingatkah kita saat basudara Kariu mengungsi dan mereka membutuhkan pakaian serta kebutuhan pokok lainnya? Semua orang dari berbagai komunitas dan lembaga segera bergerak bersama mengumpulkan kebutuhan-kebutuhan tersebut dan menyalurkannya. Kita yang terlibat melakukan aksi kepedulian tersebut tentunya hendak menyatakan perhatian dan rasa solidaritas kita yang mendalam dengan saudara-saudara Kariu. Kesusahan mereka bukanlah suatu keadaan yang harus ditanggung sendiri. Sebab sebagai orang percaya, pengajaran tentang kasih menuntut kita untuk peka dan selalu memiliki empati yang dalam dengan sesama yang menderita. Spirit ini telah lebih dulu diteladankan oleh para murid Tuhan di Antiokhia kepada kita. Ketika seorang nabi yang bernama Agabus datang dari Yerusalen dan dengan dipenuhi oleh kuasa Roh Kudus menyampaikan kabar bahwa kesusahan akan terjadi di seluruh dunia karena kelaparan, maka dengan sigap para murid mengatur pengumpulan bantuan untuk beberapa daerah yang mengalami bencana tersebut dan menyalurkannya. Tindakan para murid ini menunjukkan bahwa mereka juga telah dipenuhi oleh kuasa Roh Kudus. Mereka secara bijaksana memetakan kebutuhan bantuan dari setiap kelompok masyarakat termasuk para penatua. Roh Kudus sesungguhnya berperan untuk mempertajam kepekaan dan rasa empati mereka sehingga mereka dapat mengetahui secara baik keadaan yang terjadi dan mengaturnya. Begitu besarnya peranan Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya, maka seharusnya kita juga memberi diri untuk senantiasa dituntun oleh kuasaNya. Kepekaan kita terhadap kesusahan dunia ini harus terjadi dalam seluruh arahanNya, supaya kita tidak menyatakan kebaikan kita hanya dalam waktu sesaat atau bersifat momentum saja, melainkan menjadi sebuah upaya yang sesungguhnya memberdayakan dan menghidupkan di setiap waktu.

Doa: Ajarkanlah kami dengan kuasa Roh KudusMu, ya Tuhan untuk dapat memberdayakan dan menghidupkan sesama, Amin

Sabtu, 11 Juni 2022                                       

bacaan : Kisah Para Rasul 14 : 21 – 28

Kembali ke Antiokhia
21 Paulus dan Barnabas memberitakan Injil di kota itu dan memperoleh banyak murid. Lalu kembalilah mereka ke Listra, Ikonium dan Antiokhia. 22 Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara. 23 Di tiap-tiap jemaat rasul-rasul itu menetapkan penatua-penatua bagi jemaat itu dan setelah berdoa dan berpuasa, mereka menyerahkan penatua-penatua itu kepada Tuhan, yang adalah sumber kepercayaan mereka. 24 Mereka menjelajah seluruh Pisidia dan tiba di Pamfilia. 25 Di situ mereka memberitakan firman di Perga, lalu pergi ke Atalia, di pantai. 26 Dari situ berlayarlah mereka ke Antiokhia; di tempat itulah mereka dahulu diserahkan kepada kasih karunia Allah untuk memulai pekerjaan, yang telah mereka selesaikan. 27 Setibanya di situ mereka memanggil jemaat berkumpul, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang Allah lakukan dengan perantaraan mereka, dan bahwa Ia telah membuka pintu bagi bangsa-bangsa lain kepada iman. 28 Di situ mereka lama tinggal bersama-sama dengan murid-murid itu.

Spirit Melayani Seorang Rasul

Joseph Kam, seorang Rasul Maluku, demikianlah judul pada sebuah tulisan yang memamparkan tentang kehidupan Joseph Kam. “Kegigihannya memberitakan injil hingga ke pelosok-pelosok Indonesia telah membuahkan banyak hasil bagi kerajaan Allah, dan itulah sebabnya dia diberi gelar ‘Rasul Maluku” oleh gereja-gereja di Maluku,” demikianlah sepenggal narasi dalam tulisan online tersebut (www.abbaloveministries.org.) Spirit bersaksi dan melayani yang dimiliki oleh Joseph Kam serupa dengan yang dimiliki oleh Para Rasul di masa lahirnya jemaat-jemaat Kristen awal setelah keturunan Roh Kudus. Paulus dan Barnabas dengan gigih dan berani menjangkau wilayah-wilayah yang ada di sekitar Asia Kecil. Mereka mengajar dan memberitakan injil sambil mengatur pelayanan jemaat melalui kehadiran seorang pemimpin jemaat yang dianggap layak menurut kehendak Tuhan. Paulus dan Barnabas memilih dan menentukan penatua-penatua di setiap jemaat yang mereka datangi dan menyerahkan mereka kepada Tuhan untuk dituntun. Apa yang dilakukan oleh Paulus dan Barnabas menunjukkan bahwa kuasa Roh Kudus terus bekerja memampukan para rasul. Selain spirit atau semangat pemberitaan injil yang luar biasa ada dalam diri mereka, Roh Kudus juga menganugerahkan kemampuan bagi mereka menatalayani jemaat-jemaat tersebut. Hasilnya, Injil atau pemberitaan tentang Kristus tidak hanya sampai di telinga mereka yang mendengar, namun terus hidup bersama dengan jemaat-jemaat itu. Pada zaman ini dan di setiap ruang pelayanan dimana kita berada, kegigihan dan keberanian bersaksi dan melayani juga harus menjadi spirit kita sebagai orang percaya. Sekalipun porsi tanggung jawab yang kita emban berbeda. Mungkin kita adalah pemimpin, namun juga suatu waktu kita adalah yang dipimpin. Siapapun diri kita haruslah mempercayakan diri pada pimpinan Roh Kudus.

Doa: Mampukanlah kami dengan kuasa Roh Kudus-Mu untuk setia bersaksi dan melayani. Amin

*SUMBER : SHK BULAN JUNI 2022 LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 29 Mei – 4 Juni 2022

Tema Bulan Mei : Membangun ketahanan keluarga, gereja dan masyarakat”.

Tema Mingguan : Mengasihi TUHAN dan Bencilah Kejahatan

Minggu, 29 Mei  2022                                     

bacaan : Mazmur 97 : 1 -12 

TUHAN adalah Raja
TUHAN adalah Raja! Biarlah bumi bersorak-sorak, biarlah banyak pulau bersukacita! 2 Awan dan kekelaman ada sekeliling Dia, keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Nya. 3 Api menjalar di hadapan-Nya, dan menghanguskan para lawan-Nya sekeliling. 4 Kilat-kilat-Nya menerangi dunia, bumi melihatnya dan gemetar. 5 Gunung-gunung luluh seperti lilin di hadapan TUHAN, di hadapan Tuhan seluruh bumi. 6 Langit memberitakan keadilan-Nya, dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya. 7 Semua orang yang beribadah kepada patung akan mendapat malu, orang yang memegahkan diri karena berhala-berhala; segala allah sujud menyembah kepada-Nya. 8 Sion mendengarnya dan bersukacita, puteri-puteri Yehuda bersorak-sorak, oleh karena penghukuman-Mu, ya TUHAN. 9 Sebab Engkaulah, ya TUHAN, Yang Mahatinggi di atas seluruh bumi, Engkau sangat dimuliakan di atas segala allah. 10 Hai orang-orang yang mengasihi TUHAN, bencilah kejahatan! Dia, yang memelihara nyawa orang-orang yang dikasihi-Nya, akan melepaskan mereka dari tangan orang-orang fasik. 11 Terang sudah terbit bagi orang benar, dan sukacita bagi orang-orang yang tulus hati. 12 Bersukacitalah karena TUHAN, hai orang-orang benar, dan nyanyikanlah syukur bagi nama-Nya yang kudus.

Hidup Benar Dan Kudus

Mazmur 97 memiliki tiga bagian yang memberi pengharapan kepada bangsa Israel. Pertama(1-5) mengajak bangsa Israel melihat kemuliaan Allah. Kemuliaan-Nya tampak melalui berbagai tanda di alam (awan, api, kilat, langit, dan sebagainya). Tanda-tanda ini menunjukkan takhta Allah yang berlandaskan pada keadilan dan hukum-Nya. Kedua (6-9) menunjukkan respons alam dan manusia. Jika alam melalui langit memberitahukan keadilan Allah, respons manusia justru beragam. Manusia bisa menerima atau menolak-Nya. Mereka yang menolak-Nya akan mendapat konsekuensi. Mereka yang menerima-Nya akan mendapat sukacita. Apa pun responsnya, Allah berdaulat atas segalanya. Ketiga (10-12) tindakan Allah kepada mereka yang menerima-Nya. Allah mencintai, menjaga, dan menyelamatkan mereka. Terang akan hadir bagi mereka. Karena itu, orang Israel diminta untuk bersukacita dalam pengharapan kepada Allah. Ketiga struktur ini menguatkan orang Israel bahwa Allah Yang Mahakuasa tidak tinggal diam. Ia menjaga mereka yang percaya kepada-Nya. Kasihilah Tuhan dengan segenap hatimu, hiduplah kudus dihadapan-Nya. Maka Engkau akan mendapat kasih dan penghargaan dalam pandangan manusia dan di mata Allah sendiri. Ia hanya meminta kita hidup benar dan menjauhi kejahatan, ketika kita melakukannya itu sangat menyukakan hati-Nya. Roh Kudus akan selalu memimpin kita. Tuhan kita adalah Raja di atas segala raja, kuasa-Nya tak terbatas melampaui pikiran kita. Jika kita sungguh mengasihi-Nya kita akan hidup sesuai kehendak-Nya dan ketika itu kita lakukan janji berkat dan penyertaan-Nya akan selalu ada dalam hidup kita. Sekalipun ada banyak tantangan dan persoalan, mesti kita yakin dan percaya bahwa kuasa Tuhan jauh melebihi segala persoalan dan tantangan yang kita hadapi. Yakin dan percayalah, Tuhan akan menolong dan menyelamatkan kita.

Doa:   Tuhan, kami ingin selalu hidup benar dan kudus dihadapan-Mu mampukan kami Tuhan agar kami hidup seturut kehendak-Mu. Amin.

Senin, 30 Mei 2022                                            

bacaan : Amos 5 : 14 – 15 

Hidup dan mati
14 Carilah yang baik dan jangan yang jahat, supaya kamu hidup; dengan demikian TUHAN, Allah semesta alam, akan menyertai kamu, seperti yang kamu katakan. 15 Bencilah yang jahat dan cintailah yang baik; dan tegakkanlah keadilan di pintu gerbang; mungkin TUHAN, Allah semesta alam, akan mengasihani sisa-sisa keturunan Yusuf.

Membuat Pilihan Yang Tepat

Hidup adalah pilihan, adalah frasa yang sering kita dengar. Dan pada kenyataannya, memang benar. Dari bangun pagi sampai waktu beristirahat di malam hari, kita terus diperhadapkan dengan berbagai pilihan. Ada pilihan rutin sehari-hari. Seperti pilihan menu untuk sarapan, makan siang dan makan malam atau pilihan busana harian. Ada pula pilihan-pilihan yang menyangkut prinsip hidup, yang mempengaruhi cara hidup, cara pikir untuk masa depan kita. Dalam nas hari ini, Allah menegaskan sebuah dimensi lain tentang arti mencari Dia. Mencari Allah berarti juga mencari yang baik dan membenci yang jahat. Mencari yang baik berarti melakukan segala sesuatu yang menyenangkan Allah dan bersukacita dalam melakukannya. Apa yang menyenangkan hati Allah? Nabi Amos menegaskan yakni mewujudkan dan membangun sikap untuk membela orang yang terpinggirkan. Amos juga menunjuk pada penegakan keadilan dalam kehidupan umat. Membenci kejahatan berarti bukan hanya menjauhi atau tidak melakukan kejahatan, melainkan juga melawannya. Selain itu kita melihat sebuah janji Firman Tuhan yang menyatakan bahwa Tuhan yang kita sembah adalah Imanuel yang senantiasa menyertai dan memberi kita kekuatan untuk dapat mengambil keputusan yang tepat dalam menjalani hidup ini. Musa berkata kepada bangsa Israel, “Pilihlah Tuhan, maka engkau akan hidup.” (bd. Ul.5:33). Karena Allah kita adalah Allah yang menyertai kita. Ia memberi aturan-aturan untuk hidup dalam kebenaran. Kemudian Ia menyertai dan memampukan kita untuk melakukan aturan-aturanNya. Ia mengawasi kita. Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar dan kita selalu ada dalam penjagaan-Nya. Sebagai keluarga Allah hendaknya kita bangun relasi senantiasa dengan Tuhan sebagai sumber hidup, sebab disitulah kekuatan, berkat dan sukacita bagi kehidupan kita. 

Doa: Ya Tuhan, beri kami kebijaksanaan untuk selalu memilih yang baik, agar hidup kami semakin berkenan kepadaMu. Amin.

Selasa, 31 Mei 2022                                                  

bacaan : Amsal 3 : 7

7 Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan;

Senangkan Hati-Nya Dengan Menjauhi Kejahatan

Kita bersyukur atas pernyataan Tuhan dalam seluruh perjalanan hidup kita sampai di penghujung bulan Mei 2022. Kita menikmati semua berkat hanya karena anugerah dan kasih sayang Tuhan bagi kita semua. Itulah sebabnya penting untuk selalu kita mewujudkan hidup takut Tuhan. Takut akan Tuhan berbicara mengenai kekuatan, kebesaran, kemuliaan, ororitas dan kekudusan Tuhan. Takut akan Tuhan itu positif, menggambarkan sebuah bentuk ketakutan yang sehat. Menerapkan takut akan Tuhan berarti kita menghormati Tuhan, patuh dan taat kepada perintahNya, tunduk secara total, berpegang kepadaNya dan percaya penuh kepadaNya. Mengenali Tuhan sebagai Allah yang berdaulat, dan memuliakanNya dengan segala yang kita lakukan. Jika kita takut akan Tuhan, maka secara otomatis kita akan memiliki sikap rendah hati tidak menganggap diri sendiri paling bisa atau paling pintar karena semua yang kita punya adalah hanya karena anugerahNya. Yohanes Pembaptis mengatakan biarlah aku yang semakin kecil dan Dia yang semakin besar (Yoh. 3:30). Selain itu kita semua adalah umat Allah yang dipanggil dan ditetapkan berbuah yang baik atau anak-anak terang. Kita adalah ranting-ranting yang tumbuh dari pokok pohon anggur yang benar, yaitu Yesus Kristus (Yoh.15:5). Anak-anak Tuhan harus menghasilkan buah yang terbaik dan harus kuat melawan kejahatan. Anak-anak Tuhan mengalahkan kejahatan bukan dengan kekerasan atau perlawanan dengan senjata namun mengalahkan kejahatan dengan perbuatan baik. Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan. Ujilah segala sesuatu, peganglah apa yang baik dan jauhilah kejahatan.  Senangkanlah Tuhan melalui sikap hidup kita cukup dengan taat saja itu sudah lebih dari cukup biarkan Tuhan yang jadi nahkoda atas hidup kita serahkan semua kepada Tuhan, biarlah Ia yang mengatur segalanya. Kiranya kita dimampukan oleh Tuhan untuk melakukan firmanNya.

Doa: Ya Tuhan, biarlah kami selalu mewujudkan sikap taat dan setia kepadaMu.  Amin

Rabu, 01 Juni 2022                                           

bacaan : 1 Petrus 1 : 13-16

Kekudusan dan kasih persaudaraan
13 Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus. 14 Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, 15 tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, 16 sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

Menjadi Kudus Dalam Seluruh Hidup

Rasul Petrus dalam kesaksiannya mengajak seluruh umat percaya untuk hidup Kudus. Ajakan ini penting dimaknai karena kehidupan orang percaya sudah sepenuhnya menjadi milik Allah. Ketika kita mengaku percaya kepada Yesus, itu berarti kita mempercayakan hidup dikuasai sepenuhnya oleh Allah yang kudus. Dengan cara itulah Allah menjadikan kita kudus, karena Allah yang kudus ada di dalam kita. Jika demikian, ajakan untuk hidup dalam kekudusan menjadi sesuatu yang mutlak. Kudus berarti berbeda. Orang percaya disebut kudus karena memang berbeda dari yang lain, yaitu bahwa kita adalah milik Allah yang dipilih-Nya sendiri untuk suatu tugas Ilahi di dunia. Kita hidup bagi Allah di dunia ini. Hidup yang dipisahkan dari cara hidup orang-orang dunia. Supaya hidup kudus, rasul Petrus mengingatkan agar selalu mempersiapkan akal budi, waspada dan meletakan pengharapan atas kasih karunia. Membangun kehidupan dalam ketaatan kepada hukum-hukum Allah, bukan menurut selera atau kemauan diri sendiri. Orang percaya adalah manusia yang kehidupannya dipenuhi oleh Kristus sehingga dalam seluruh kehidupannya, setiap tutur kata, pikiran, sikap dan perilaku harus mencerminkan Allah yang kudus. Memang bukanlah hal yang mudah dapat bertahan dalam kehidupan yang kudus karena selalu saja ada godaan yang membuat jatuh. Godaan  uang, jabatan, seks, dan sebagainya terkadang menjadi penghalang untuk mewujudkan kekudusan hidup. Kita diajak oleh firman Tuhan hari ini, tetaplah menjaga dan mempertahankan identitas sebagai orang kudus pilihan Allah agar kasih karunia Allah menjadi nyata dalam kehidupan.

Doa: Ajarilah kami untuk tetap setia dan hidup kudus sesuai ketetapan-Mu ya Tuhan,  Amin.

Kamis, 02 Juni 2022                                      

bacaan : Yohanes 3 : 19 – 21

19 Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat. 20 Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak; 21 tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah."

Menjauhi Kegelapan dan Hidup di Dalam Terang

Dalam percakapan Yesus dengan Nikodemus, penulis Injil Yohanes menekankan bagaimana Allah oleh Kasih-Nya telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal untuk membawa terang keselamatan kepada umat manusia, sehingga kebinasaan itu tidak akan terjadi. Tetapi manusia lebih suka hidup di dalam kegelapan sehingga walaupun Terang itu telah datang, manusia tetap hidup di dalam kegelapan sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat. Di dalam kehidupan kita, Tuhan Yesus mengajarkan agar kita hidup dalam terang artinya adalah hidup dalam Yesus Kristus, dimana Yesus yang menjadi cahaya terang itu. Salah satu sikap hidup dalam terang adalah hidup dalam kasih. Sedangkan mereka yang lebih menyukai kegelapan akan membenci terang dan berarti mereka lebih memilih untuk hidup di dalam dosa. Orang yang hidup dalam gelap adalah mereka yang mengabaikan Allah, terus berkanjang dalam kejahatan dan hidup dalam daging. Mereka akan kehilangan kemuliaan Allah bahkan kehilangan segalanya. Sebaliknya, orang yang hidup sebagai anak-anak Terang  Tuhan akan nyata dari perbuatannya yang menghasilkan buah-buah Roh: kasih sukacita, damai sejahtera, dan sebagainya. Hidup dalam Terang adalah hidup yang terus mengasihi Tuhan dan sesama, melayani Tuhan dengan sungguh, rajin beribadah, tekun berdoa dan terus melakukan kebaikan kepada sesama. Dan upah untuk hidup dalam Terang adalah sukacita, bahagia, dan sejahtera. Marilah terus hidup dalam terang Tuhan.

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk tetap hidup di dalam terangMu dan menjauhi kegelapan dosa. Amin.

Jumat, 03 Juni 2022                                                 

bacaan : Amsal 8 : 13

13 Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.

Takut Akan Tuhan, Membenci Kejahatan.

Kita sering mendengar dan mengatakan bahwa sebagai orang-orang Kristen harus hidup takut akan Tuhan. Tetapi yang menjadi pertanyaannya, apa yang dapat membuktikan bahwa kita benar-benar takut akan Tuhan? Apakah rasa takut akan Tuhan sama seperti rasa ketakutan yang selalu kita hadapi dalam hidup kita selama ini ketika kita berada dalam situasi mencekam? Tentu saja berbeda. Bila seseorang mengaku bahwa ia takut akan Tuhan, maka ia harus menjauhi berbagai perilaku, sikap dan perbuatan yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Sesuatu yang kurang tepat jika mengatakan bahwa kita adalah orang yang takut akan Tuhan tetapi hidup seenaknya sendiri. Takut akan Tuhan berarti kita memberikan rasa hormat yang penuh kepada Tuhan, dengan menjaga sikap, perilaku, perkataan dan perbuatan setiap saat. Menurut pembacaan kita di hari ini, takut akan Tuhan  seharusnya terefleksi dalam tindakan seperti membenci kejahatan, membenci kesombongan, tidak bertingkah laku jahat, dan tidak melakukan tipu muslihat. Sebagai orang percaya, kita perlu memperhatikan cara  menjalani hidup, termasuk di dalamnya cara bekerja, respons terhadap orang lain, termasuk ucapan dan pikiran dalam kehidupan keseharian. Tidakkah kita merasa ada yang aneh ketika “takut akan Tuhan” hanya dikaitkan dalam aktivitas kerohanian, lalu seolah menghilang dalam kehidupan keseharian? Seharusnya rasa takut akan Tuhan menggentarkan hati kita, sekaligus mencegah kita dari melakukan segala perbuatan yang tak berkenan di hadapan Tuhan. Karena itu,hiduplah  takut akan Tuhan dan bencilah kejahatan.

Doa: Ya Allah di dalam Yesus Kristus,  ajarilah kami untuk hidup takut akan Engkau, dengan menjauhi kejahatan. Amin.

Sabtu, 04 Juni 2022                                                      

bacaan : Roma 12 : 9

9 Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.

Jauhi Kejahatan dan Lakukan Hal Baik

Kita tentu pernah mendengar pepatah “ada udang di balik batu”. Pepatah ini sering membuat kita merasa skeptis atau ragu-ragu apabila ada orang yang biasanya bersikap tidak baik terhadap kita, tiba-tiba berbuat suatu kebaikan kepada kita. Mengapa demikian? Mungkin saja salah satu penyebabnya karena kita pernah merasa disakiti oleh orang tersebut. Ataukah kita pernah mendengar istilah “fake smile”? senyum yang penuh dengan kepura-puraan apabila kita bertemu dengan seseorang yang tidak kita sukai tetapi kita berusaha untuk menunjukan kebaikan. Firman Tuhan di hari ini mengajarkan kita untuk menunjukan kasih itu dengan sungguh-sungguh dan tidak berpura-pura. Apabila kita bersungguh-sungguh mengasihi orang lain, maka dengan sendirinya perilaku menjauhkan diri dari dosa dan kejahatan tidak akan dinampakkan, sebaliknya kebaikanlah yang akan kita lakukan. Paulus menasehati jemaat di Roma untuk hidup saling mengasihi satu dengan yang lain tanpa adanya kepura-puraan agar mereka dapat melakukan hal-hal yang baik satu terhadap yang lain. Dengan hidup saling mengasihi, umat Allah dapat menjalankan berbagai tugas panggilannya dengan baik dan “menghasilkan buah” bagi kemuliaan Allah dan kebahagian kehidupannya. Kita mesti menempatkan hal saling mengasihi sebagai ciri khas kehidupan. Banyak orang yang sering berkoar-koar berbicara tentang kasih, tetapi melaksanakannya begitu berat, akibatnya banyak yang kehilangan jati dirinya, dan bahkan sering melakukan hal-hal yang jahat kepada orang lain. Jadi, nampakkanlah kasih itu dalam perbuatan yang baik, bukan yang jahat.

Doa: Ya Allah Pengasih, ajarilah kami untuk mengasihi dan menjauhi kejahatan dalam kehidupn ini, Amin.

*SUMBER : SHK Bulan Mei-Juni 2022, LJP-GPM

Santapan Harian Keluarga, 22 – 28 Mei 2022

Tema Bulan Mei : Membangun ketahanan keluarga, gereja dan masyarakat”.

Tema Mingguan : Solidaritas sebagai perekat hubungan sosial

Minggu, 22 Mei 2021                                     

bacaan : Kejadian 47 : 1 – 12

Yakub dan Firaun
Kemudian pergilah Yusuf memberitahukan kepada Firaun: "Ayahku dan saudara-saudaraku beserta kambing dombanya, lembu sapinya dan segala miliknya telah datang dari tanah Kanaan, dan sekarang mereka ada di tanah Gosyen." 2 Dari antara saudara-saudaranya itu dibawanya lima orang menghadap Firaun. 3 Firaun bertanya kepada saudara-saudara Yusuf itu: "Apakah pekerjaanmu?" Jawab mereka kepada Firaun: "Hamba-hambamu ini gembala domba, baik kami maupun nenek moyang kami." 4 Lagi kata mereka kepada Firaun: "Kami datang untuk tinggal di negeri ini sebagai orang asing, sebab tidak ada lagi padang rumput untuk kumpulan ternak hamba-hambamu ini, karena hebat kelaparan itu di tanah Kanaan; maka sekarang, izinkanlah hamba-hambamu ini menetap di tanah Gosyen." 5 Lalu berkatalah Firaun kepada Yusuf: "Ayahmu dan saudara-saudaramu telah datang kepadamu. 6 Tanah Mesir ini terbuka untukmu. Tunjukkanlah kepada ayahmu dan kepada saudara-saudaramu tempat menetap di tempat yang terbaik dari negeri ini, biarlah mereka diam di tanah Gosyen. Dan jika engkau tahu di antara mereka orang-orang yang tangkas, tempatkanlah mereka menjadi pengawas ternakku." 7 Yusuf membawa juga Yakub, ayahnya, menghadap Firaun. Lalu Yakub memohonkan berkat bagi Firaun. 8 Kemudian bertanyalah Firaun kepada Yakub: "Sudah berapa tahun umurmu?" 9 Jawab Yakub kepada Firaun: "Tahun-tahun pengembaraanku sebagai orang asing berjumlah seratus tiga puluh tahun. Tahun-tahun hidupku itu sedikit saja dan buruk adanya, tidak mencapai umur nenek moyangku, yakni jumlah tahun mereka mengembara sebagai orang asing." 10 Lalu Yakub memohonkan berkat bagi Firaun, sesudah itu keluarlah ia dari depan Firaun. 11 Yusuf menunjukkan kepada ayahnya dan saudara-saudaranya tempat untuk menetap dan memberikan kepada mereka tanah milik di tanah Mesir, di tempat yang terbaik di negeri itu, di tanah Rameses, seperti yang diperintahkan Firaun. 12 Dan Yusuf memelihara ayahnya, saudara-saudaranya dan seisi rumah ayahnya dengan makanan, menurut jumlah anak-anak mereka.

Kalau Dapat Jabatan Dan Harta Jangan Lupa Saudara

Cerita tentang Malin Kundang sudah melegenda dan selalu diingat. Apabila dalam satu keluarga terdapat salah seorang anggota keluarga yang sudah sukses dan menduduki jabatan penting serta mempunyai banyak harta, namun melupakan orang tua dan saudara-saudaranya, maka orang akan menyinggung tentang cerita Malin Kundang. Kisah tentang Yusuf dalam bacaan  teks ini hendak menyadarkan kita yang cenderung memiliki sifat seperti cerita Malin Kundang. Menduduki jabatan orang terpenting di Istana Firaun, yakni sebagai orang nomor dua setelah Firaun, serta dipercayakan mengatur segala perekonomian bangsa Mesir, namun tidak membuat Yusuf melupakan orang tua dan saudara-saudaranya. Ketika kelaparan melanda tanah Kanaan, ayah Yusuf, yakni Yakub, bersama saudara-saudaranya mengungsi ke Mesir untuk membeli bahan makanan. Namun, ternyata setelah tiba di Mesir mereka bertemu dengan Yusuf. Ketika Yusuf mengetahui bahwa ayahnya dan saudara-saudaranya menderita kelaparan dan membeli makanan di Mesir, Yusuf pun memperkenalkan diri kepada ayah dan saudara-saudaranya. Tidak hanya itu, Yusuf juga memperkenalkan ayah dan saudara-saudaranya kepada Firaun, penguasa Mesir. Yusuf tidak menyangkal ayah dan saudara-saudaranya. Yusuf mengakui bahwa mereka adalah keluarganya. Yusuf juga melayani ayah dan sudara-saudaranya secara baik, sebagaimana hidup selaku anak dan sebagai orang bersaudara. Harta dan jabatan tidak membuat Yusuf menyangkali atau melupakan ayah dan saudara-saudaranya. Harta dan jabatan yang dimiliki oleh Yusuf dipakai juga untuk melayani orang tua dan saudara-saudaranya. Yusuf tidak bersikap seperti Malin Kundang yang menyangkali orang tua dan saudara-saudara ketika sudah memiliki harta dan jabatan. Intinya, hidup orang bersaudara itu bukan seperti Malin Kundang, tapi harus hidup seperti Yusuf.

Doa: Ya Tuhan, Jauhkanlah kami dari sikap melupakan orang bersaudara dalam segala keadaan. Amin.

Senin, 23 Mei 2022                                      

bacaan : Keluaran 2 : 16 – 22

16 Adapun imam di Midian itu mempunyai tujuh anak perempuan. Mereka datang menimba air dan mengisi palungan-palungan untuk memberi minum kambing domba ayahnya. 17 Maka datanglah gembala-gembala yang mengusir mereka, lalu Musa bangkit menolong mereka dan memberi minum kambing domba mereka. 18 Ketika mereka sampai kepada Rehuel, ayah mereka, berkatalah ia: "Mengapa selekas itu kamu pulang hari ini?" 19 Jawab mereka: "Seorang Mesir menolong kami terhadap gembala-gembala, bahkan ia menimba air banyak-banyak untuk kami dan memberi minum kambing domba." 20 Ia berkata kepada anak-anaknya: "Di manakah ia? Mengapakah kamu tinggalkan orang itu? Panggillah dia makan." 21 Musa bersedia tinggal di rumah itu, lalu diberikan Rehuellah Zipora, anaknya, kepada Musa. 22 Perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki, maka Musa menamainya Gersom, sebab katanya: "Aku telah menjadi seorang pendatang di negeri asing."

Bantulah Yang Lemah, Hargailah Yang Membantu Kita

Menolong kaum lemah dan tidak berdaya merupakan suatu panggilan bagi setiap orang, apalagi ketika kaum lemah tersebut sementara diganggu oleh orang lain yang lebih kuat dari mereka yang lemah. Musa telah melakukannya ketika melihat anak-anak perempuan dari seorang imam di Midian yang diganggu oleh gembala-gembala lain saat mereka menimba air. Musa tidak hanya menolong berupa mengusir gembala-gembala yang menyerang anak-anak perempuan imam di Midian tersebut, namun juga menimba air untuk perempuan-perempuan tersebut. Tindakan menolong tersebut menumbuhkan rasa empati dari imam Midian, sehingga menyuruh anak-anaknya memanggil Musa untuk diberi makan. Kisah ini memang menarik, sebab pada satu sisi menampilkan cerita yang sebenarnya menggugah rasa kepedulian terhadap kaum lemah sebagaimana yang ditampilkan oleh Musa terhadap kaum perempuan. Selain itu, kisah ini juga menyadarkan manusia untuk peduli terhadap orang asing, apalagi kehadiran orang asing menghasilkan kebaikan bagi seisi keluarga imam di Midian tersebut. Hal yang ingin ditegaskan dari kisah ini adalah: 1). jangan pernah berlaku kasar terhadap kaum lemah, dan memperlakukan orang-orang lemah yang tidak berdaya dengan perilaku-perilaku yang tidak baik. 2). Jika ada orang yang kehadirannya membawa kebaikan bagi seisi rumah, perlakukanlah dia secara baik, meskipun orang tersebut tidak memiliki garis keturunan dengan kita. Musa tidak memiliki garis keturunan dengan imam di Midian, namun karena kehadiran Musa membawa kebaikan bagi seisi rumah imam di Midian, maka Musa diperlakukan dengan baik. Sering kita memperlakukan pembantu rumah tangga dengan perlakuan tidak baik hanya karena tidak memiliki hubungan keluarga dengan kita. Padahal setiap hari pembantu rumah tangga melakukan pekerjaan untuk kehidupan seisi rumah. Hargailah mereka juga, sebab kehadirannya turut membawa manfaat dalam rumah kita.

Doa:    Ya Tuhan, tolonglah kami untuk menolong kaum lemah dan peduli dengan orang yang selalu membantu kami. Amin.

Selasa, 24 Mei 2022                                  

bacaan : Bilangan 30 : 10 – 16

10 Jika seorang perempuan di rumah suaminya bernazar atau mengikat dirinya kepada suatu janji dengan bersumpah, 11 dan suaminya mendengarnya, tetapi tidak berkata apa-apa kepadanya dan tidak melarang dia, maka segala nazar perempuan itu akan tetap berlaku, dan setiap janji yang mengikat diri perempuan itu akan tetap berlaku juga. 12 Tetapi jika suaminya itu membatalkannya dengan tegas pada waktu mendengarnya, maka ucapan apapun yang keluar dari mulutnya, baik nazar maupun janji, tidak akan berlaku; suaminya telah membatalkannya, dan TUHAN akan mengampuni isterinya itu. 13 Setiap nazar dan setiap janji sumpah perempuan itu untuk merendahkan diri dengan berpuasa, dapat dinyatakan berlaku oleh suaminya atau dapat dibatalkan oleh suaminya. 14 Tetapi apabila suaminya sama sekali tidak berkata apa-apa kepadanya dari hari ke hari, maka dengan demikian ia telah menyatakan berlaku segala nazar isterinya atau segala ikatan janji yang menjadi hutang isterinya; ia telah menyatakannya berlaku, karena ia tidak berkata apa-apa kepadanya pada waktu mendengarnya. 15 Tetapi jika ia baru membatalkannya beberapa lama setelah didengarnya, maka ia akan menanggung akibat kesalahan isterinya." 16 Itulah ketetapan-ketetapan yang diperintahkan TUHAN kepada Musa, yakni antara seorang suami dengan isterinya, dan antara seorang ayah dengan anaknya perempuan pada waktu ia masih gadis di rumah ayahnya.

Bermufakat Untuk Bersama Dalam Doa

Berjanji atau bersumpah kepada Tuhan merupakan suatu ikatan yang dibangun antara orang yang berjanji atau bersumpah dengan Tuhan, yang dalam Alkitab disebut bernazar. Dalam bacaan Alkitab tadi, disebutkan para perempuan akan bernazar “Jika Tuhan membawa pulang laki-laki saya (anak dan suami) dengan selamat, saya berjanji kepada Tuhan bahwa saya akan melakukan ini atau itu”, atau seorang anak perempaun bernazar “kalau Tuhan menyelamatkan ayah saya dari perang dan membawanya kembali dengan selamat maka saya akan melakukan ini atau itu”. Ada beberapa hal yang dapat ditemukan, yaitu : Tuhan memberikan hirarki atau urutan kepemimpinan kepada suami atau ayah pada posisi pertama dalam keluarga. Anak perempuan yang masih hidup satu rumah dengan ayahnya, maka nazarnya ditentukan oleh keputusan ayahnya. Jika ayah diam, berarti setuju, jika ayah melarang, nazar itu tidak berlaku. Demikian juga para istri, jika suami berdiam saat istri bernazar, maka nazar itu berlaku, namun jika suami melarang, maka nazar itu tidak berlaku. Jika perempuan itu tidak bersuami lagi, maka urutan hirarki keluarga ada pada dirinya sendiri, oleh karena itu saat dia bernazar, maka keputusannya langsung jadi, tidak ada yang dapat membatalkannya. Kisah tentang nazar kaum perempuan ini menarik. Ketertarikan kisah ini tidak terletak pada isi janji atau sumpah kepada Tuhan, melainkan soal membangun kesepahaman antara perempuan dengan anggota keluarganya. Tentu, kesepahaman tersebut akan tercipta melalui komunikasi yang lancar dan efektif dalam keluarga. Ada hal-hal yang perlu dipercakapkan antara perempuan dan anggota keluarganya sebelum mengambil keputusan untuk dibawa dalam doa berupa nazar. Mengapa harus dipercakapkan dan diputuskan bersama sebelum didoakan dalam bentuk bernazar? Sebab ketika sudah dibawakan dalam bentuk bernazar kepada Tuhan, hal tersebut telah terikat, sehingga harus ditepati. Meskipun keputusan final ada di tangan suami, atau ayah yang adalah kepala keluarga, namun hal tersebut tidak serta-merta mengabaikan aspek komunikasi yang baik dan efektif antar anggota keluarga.

Doa: Ya Tuhan, tolonglah kami untuk membangun komunikasi yang baik dan efektif adalam keluarga. Amin.

Rabu, 25 Mei 2022                                     

bacaan : 2 Raja – Raja 8 : 1 – 6

Raja menolong perempuan Sunem
Elisa telah berbicara kepada perempuan yang anaknya dihidupkannya kembali, katanya: "Berkemaslah dan pergilah bersama-sama dengan keluargamu, dan tinggallah di mana saja engkau dapat menetap sebagai pendatang, sebab TUHAN telah mendatangkan kelaparan, yang pasti menimpa negeri ini tujuh tahun lamanya." 2 Lalu berkemaslah perempuan itu dan dilakukannyalah seperti perkataan abdi Allah itu. Ia pergi bersama-sama dengan keluarganya, lalu tinggal menetap sebagai pendatang di negeri orang Filistin tujuh tahun lamanya. 3 Dan setelah lewat ketujuh tahun itu, pulanglah perempuan itu dari negeri orang Filistin. Kemudian ia pergi mengadukan perihal rumahnya dan ladangnya kepada raja. 4 Raja sedang berbicara kepada Gehazi, bujang abdi Allah itu, katanya: "Cobalah ceritakan kepadaku tentang segala perbuatan besar yang dilakukan Elisa." 5 Sedang ia menceritakan kepada raja tentang Elisa menghidupkan anak yang sudah mati itu, tampaklah perempuan yang anaknya dihidupkan itu datang mengadukan perihal rumahnya dan ladangnya kepada raja. Lalu berkatalah Gehazi: "Ya tuanku raja! Inilah perempuan itu dan inilah anaknya yang dihidupkan Elisa." 6 Lalu raja bertanya-tanya, dan perempuan itu menceritakan semuanya kepadanya. Kemudian raja menugaskan seorang pegawai istana menyertai perempuan itu dengan pesan: "Pulangkanlah segala miliknya dan segala hasil ladang itu sejak ia meninggalkan negeri ini sampai sekarang."

Taatilah Perintah Tuhan Supaya Perjuanganmu Berhasil

Semua orang tua pasti bersukacita ketika anaknya yang sudah meninggal hidup kembali. Itulah yang dirasakan oleh perempuan Sunem ketika anaknya dihidupkan lagi oleh Elisa.  Kisah tentang perempuan Sunem yang ditolong oleh raja hendak menampilkan adanya suatu sikap ketaatan perempuan Sunem ketika anaknya telah dihidupkan oleh Elisa. Ketaatan perempuan Sunem terlihat saat Elisa menyuruh perempuan Sunem beserta keluarganya pergi menetap sebagai pendatang di negeri orang Filistin karena kelaparan menimpa negeri perempuan Sunem selama tujuh tahun. Setelah lewat tujuh tahun di negeri Filistin, perempuan Sunem dan keluarganya kembali ke daerah asalnya. Saat telah pulang ke kampung halaman, perempuan Sunem dipertemukan dengan raja. Melalui Gehazi, perempuan Sunem bertemu dengan raja, dan dalam pertemuan tersebut perempuan Sunem menceritakan segala hal terkait perbuatan besar yang telah dilakukan oleh Elisa ketika menghidupkan lagi anaknya yang sudah meninggal. Pastinya, perempuan Sunem tersebut juga menceritakan tentang kepemilikan rumah  dan ladang miliknya yang ditinggalkannya selama tujuh tahun. Segala hal yang diceritakan oleh perempuan Sunem menimbulkan rasa simpati, bahkan empati pada raja, sehingga raja memerintahkan pegawai istananya untuk mengembalikan segala yang menjadi milik perempuan Sunem tersebut. Melalui kisah perempuan Sunem, ada pesan khusus yaitu karakter perjuangan hidup dari seorang perempuan untuk keluarganya. Persoalan kematian anaknya dan kesulitan ekonomi keluarganya diperjuangkan. Perjuangannya memberikan hasil, yakni: anaknya hidup kembali, kesulitan ekonomi tertangani selama tujuh tahun, serta harta milikinya (rumah dan ladang beserta hasilnya) didapatkan lagi. Salah satu faktor yang membuat segala perjuangan perempuan Sunem berhasil adalah ketaatan pada perintah Tuhan melalui Elisa sebagai abdi Allah. Hal ini berarti, dalam perjuangan untuk keluar dari permasalahan hidup, kita harus menjadi orang-orang yang taat pada perintah Tuhan. Tanpa ketaatan pada perintah Tuhan perjuangan kita akan sia-sia.

Doa: Ya Tuhan, jadikanlah kami umat yang taat dalam menghadapi permasalahan hidup. Amin.

Kamis, 26 Mei 2022    

bacaan : Mazmur 47 : 1 – 10

Allah, Raja seluruh bumi
Untuk pemimpin biduan. Dari bani Korah. Mazmur. (47-2) Hai segala bangsa, bertepuktanganlah, elu-elukanlah Allah dengan sorak-sorai! 2 (47-3) Sebab TUHAN, Yang Mahatinggi, adalah dahsyat, Raja yang besar atas seluruh bumi. 3 (47-4) Ia menaklukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasa kita, suku-suku bangsa ke bawah kaki kita, 4 (47-5) Ia memilih bagi kita tanah pusaka kita, kebanggaan Yakub yang dikasihi-Nya. Sela 5 (47-6) Allah telah naik dengan diiringi sorak-sorai, ya TUHAN itu, dengan diiringi bunyi sangkakala. 6 (47-7) Bermazmurlah bagi Allah, bermazmurlah, bermazmurlah bagi Raja kita, bermazmurlah! 7 (47-8) Sebab Allah adalah Raja seluruh bumi, bermazmurlah dengan nyanyian pengajaran! 8 (47-9) Allah memerintah sebagai raja atas bangsa-bangsa, Allah bersemayam di atas takhta-Nya yang kudus. 9 (47-10) Para pemuka bangsa-bangsa berkumpul sebagai umat Allah Abraham. Sebab Allah yang empunya perisai-perisai bumi; Ia sangat dimuliakan.

Markus 16 : 19 – 20 

19 Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. 20 Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Pakailah Hidupmu Seturut Kehendak-Nya

Seruan untuk memuji Tuhan ini didasarkan pada perbuatan Tuhan, IA yang Mahatinggi begitu dahsyat, Dia adalah Raja yang besar atas seluruh bumi. Pemakaian kata “dahsyat” di sini artinya sebagai “rasa hormat yang sangat dalam, hebat dan luar biasa” adalah gambaran Tuhan oleh sang pemazmur. Pemazmur memahami bahwa perbuatan Tuhan yang demikian dilakukanNya untuk kebaikan dan keselamatan umat pilihanNya Israel dengan menaklukkan bangsa-bangsa. Tuhah Allah memilih mereka menjadi kepunyaanNya yang begitu dikasihiNya. Tuhan Allah telah datang di tengah dunia sebagai manusia untuk menolong dan menyelamatkan umat manusia melalui Tuhan Yesus Kristus. Karya pelayanan, penyelamatan selama 3 tahun dengan menyatakan diriNya untuk keselamatan umat yang percaya. Pada akhirnya Tuhan Yesus terangkat ke surga seperti yang dikatakan penginjil Markus. Peristiwa itu terjadi sesudah Tuhan Yesus berbicara tentang hal-hal yang perlu disampaikan-Nya kepada para murid. Tuhan Yesus terangkat dan disaksikan oleh para murid-Nya. Sekarang Tuhan Yesus telah duduk di sebelah kanan Allah Bapa karena telah menyelesaikan tugas-Nya. Para murid Tuhan Yesus melanjutkan tugas-Nya, mereka awalnya ragu-ragu. Mereka bahkan belum mengerti apa makna dari peristiwa yang menimpa Guru mereka. Namun, setelah Yesus berbicara kepada mereka sebelum terangkat, mereka pun mengerti dan percaya. Kenaikan Kristus meneguhkan tugas kesaksian karena ada janji penyertaan-Nya. Jangan takut jika terpanggil untuk melaksanakan tugas panggilan yang Tuhan percayakan kepada kita. Ia akan memampukan memperlengkapi kita karena tidak ada rencana-Nya yang gagal dalam hidup kita. Kita hanya perlu mempunyai hati hamba untuk menjalankan panggilan-Nya seturut kehendak-Nya.

Doa: Ya Tuhan, Mampukan kami untuk menjalankan tugas panggilan-Mu dengan hati yang penuh syukur seturut kehendak-Mu. Amin.

Jumat, 27 Mei 2022                                      

bacaan : Nehemia 5 : 14 – 19

Sikap Nehemia yang tidak mencari keuntungan
14 Pula sejak aku diangkat sebagai bupati di tanah Yehuda, yakni dari tahun kedua puluh sampai tahun ketiga puluh dua pemerintahan Artahsasta jadi dua belas tahun lamanya, aku dan saudara-saudaraku tidak pernah mengambil pembagian yang menjadi hak bupati. 15 Tetapi para bupati yang sebelumnya, yang mendahului aku, sangat memberatkan beban rakyat. Bupati-bupati itu mengambil dari mereka empat puluh syikal perak sehari untuk bahan makanan dan anggur. Bahkan anak buah mereka merajalela atas rakyat. Tetapi aku tidak berbuat demikian karena takut akan Allah. 16 Akupun memulai pekerjaan tembok itu, walaupun aku tidak memperoleh ladang. Dan semua anak buahku dikumpulkan di sana khusus untuk pekerjaan itu. 17 Duduk pada mejaku orang-orang Yahudi dan para penguasa, seratus lima puluh orang, selain mereka yang datang kepada kami dari bangsa-bangsa sekeliling kami. 18 Yang disediakan sehari atas tanggunganku ialah: seekor lembu, enam ekor kambing domba yang terpilih dan beberapa ekor unggas, dan bermacam-macam anggur dengan berlimpah-limpah setiap sepuluh hari. Namun, dengan semuanya itu, aku tidak menuntut pembagian yang menjadi hak bupati, karena pekerjaan itu sangat menekan rakyat. 19 Ya Allahku, demi kesejahteraanku, ingatlah segala yang kubuat untuk bangsa ini.

Solidaritas Seorang Pemimpin

Kunci keberhasilan kepemimpinan Nehemia adalah pada takut akan Tuhan. Karena takut akan Tuhan akan membuat orang menjauhi kejahatan. Takut akan Tuhan membentengi seorang pemimpin untuk tidak tergoda melakukan korupsi, penyelewengan dan penyalahgunaan jabatan. Nehemia bukan pemimpin karbitan yang langsung diorbitkan. Dia menjadi pejabat publik setelah memiliki segudang pengalaman kepemimpinan. Nehemia telah teruji setia ketika menjadi bawahan di istana raja. Teruji dapat dipercaya dalam hal keuangan dengan bahan-bahan bangunan yang diberikan raja untuk pembangunan tembok Yerusalem. Telah teruji menghadapi tantangan dan persoalan baik dari luar maupun dari dalam. Nehemia menjadi pejabat publik karena telah lebih dahulu membuktikan kualitas kepemimpinannya. Karakter mulia, kerendahan hati dan sifat melayani Nehemia yang telah ditunjukkannya sebelum menjadi pejabat publik tidak berubah. Menjadi pemimpin masyarakat tidak merubah karakter ilahi Nehemia. Dia tetap menjadi pemimpin yang melayani dan memperhatikan kebutuhan bangsanya. Jadilah pemimpin yang rendah hati dan bersahaja yang juga mempunyai rasa solidaritas terhadap semua orang yang kita pimpin, sehingga itu semua dapat menjadi contoh dan teladan bagi orang lain dan kita tidak segan untuk selalu melihat ke bawah walaupun posisi kita sudah berada di atas. Semua yang kita miliki hanya karena anugerah-Nya yang memberi kita kesempatan untuk maju dan berkembang untuk kemuliaan-Nya. Jadilah pemimpin yang baik dan lakukan tugas yang Tuhan percayakan dengan selalu bergantung dan berharap kepadaNya. Kita memulai dari dalam kehidupan keluarga kita masing-masing sebagai orang tua maupun anak-anak.

Doa     : Ya Tuhan, Terima kasih untuk segala kepercayaanMu yang Engkau berikan. Mampukan kami untuk selalu menjadi berkat  Amin.

Sabtu, 28 Mei 2022                                         

bacaan : Imamat 25 : 35 -38 

Perlakuan terhadap orang miskin
35 "Apabila saudaramu jatuh miskin, sehingga tidak sanggup bertahan di antaramu, maka engkau harus menyokong dia sebagai orang asing dan pendatang, supaya ia dapat hidup di antaramu. 36 Janganlah engkau mengambil bunga uang atau riba dari padanya, melainkan engkau harus takut akan Allahmu, supaya saudaramu dapat hidup di antaramu. 37 Janganlah engkau memberi uangmu kepadanya dengan meminta bunga, juga makananmu janganlah kauberikan dengan meminta riba. 38 Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa kamu keluar dari tanah Mesir, untuk memberikan kepadamu tanah Kanaan, supaya Aku menjadi Allahmu.

Tidak Menutup Mata Dan Hati

Dalam ayat ini dikatakan orang Israel perlu menyokong saudara yang jatuh miskin agar tetap hidup. Penerapan instruksi ini mencerminkan seorang yang takut akan Allah dan tidak melupakan karya keselamatan-Nya. Bunda Teresa menghabiskan hampir seluruh hidupnya di Kalkuta, India. Ia berada di tengah-tengah masyarakat yang dianggap sebagai yang termiskin dari yang miskin dan melayani mereka. Ia menjadi wakil Tuhan untuk mereka yang termiskin dan terbuang. Bunda Teresa melayani orang yang lapar, gelandangan, buta, pincang, dan mereka yang menderita penyakit-penyakit yang bagi kebanyakan orang dianggap menjijikkan seperti lepra atau kusta serta sakit penyakit lainnya. Dia berhadapan setiap hari dengan mereka, namun dari pengalamannya sendiri, ia berkata bahwa the greatest poverty justru adalah orang-orang yang tidak ada yang mengasihi, orang-orang yang tidak diperhatikan, tidak ada yang mencintai dan orang-orang tertolak. Kemiskinan terparah bukanlah kelaparan, telanjang dan tidak punya rumah, melainkan rasa tidak dimiliki, tidak dicintai, tidak dipedulikan. Teladan bunda Teresa mengajarkan kita banyak hal. Salah satunya tetap mengasihi mereka yang miskin dan terbuang. Melayani mereka dengan penuh rasa empati bukan menyudutkan mereka karena keadaan mereka, tetapi dengan penuh cinta kasih dan menunjukkan karakter Kristus kepada mereka sebagai saudara kita yang membutuhkan pertolongan. Misalnya dengan berbagi makanan, memberi mereka kebutuhan yang dibutuhkan dan yang paling penting adalah mendoakan yang terbaik untuk mereka. Mari kita menjadi perpanjangan tangan Tuhan untuk menolong mereka yang miskin dan berkekurangan. Kita melakukannya dengan penuh sukacita sebab kita menikmati kasih dan sukacita didalam Tuhan Yesus Kristus.

Doa: Ya Tuhan, ajarlah kami untuk selalu peduli dan peka kepada sesama kami yang membutuhkan pertolongan.  Amin.

*SUMBER : SHK Bulan Mei 2022, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 15 – 21 Mei 2022

Tema Bulan Mei : “Membangun ketahanan keluarga, gereja dan masyarakat”

Tema Mingguan : “Pendidikan yang membebaskan

Minggu, 15 Mei 2022                                          

bacaan : Amsal 22 : 1 – 16     

Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas. 2 Orang kaya dan orang miskin bertemu; yang membuat mereka semua ialah TUHAN. 3 Kalau orang bijak melihat malapetaka, bersembunyilah ia, tetapi orang yang tak berpengalaman berjalan terus, lalu kena celaka. 4 Ganjaran kerendahan hati dan takut akan TUHAN adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan. 5 Duri dan perangkap ada di jalan orang yang serong hatinya; siapa ingin memelihara diri menjauhi orang itu. 6 Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu. 7 Orang kaya menguasai orang miskin, yang berhutang menjadi budak dari yang menghutangi. 8 Orang yang menabur kecurangan akan menuai bencana, dan tongkat amarahnya akan habis binasa. 9 Orang yang baik hati akan diberkati, karena ia membagi rezekinya dengan si miskin. 10 Usirlah si pencemooh, maka lenyaplah pertengkaran, dan akan berhentilah perbantahan dan cemooh. 11 Orang yang mencintai kesucian hati dan yang manis bicaranya menjadi sahabat raja. 12 Mata TUHAN menjaga pengetahuan, tetapi Ia membatalkan perkataan si pengkhianat. 13 Si pemalas berkata: "Ada singa di luar, aku akan dibunuh di tengah jalan." 14 Mulut perempuan jalang adalah lobang yang dalam; orang yang dimurkai TUHAN akan terperosok ke dalamnya. 15 Kebodohan melekat pada hati orang muda, tetapi tongkat didikan akan mengusir itu dari padanya. 16 Orang yang menindas orang lemah untuk menguntungkan diri atau memberi hadiah kepada orang kaya, hanya merugikan diri saja.

Bebaskan Diri Dari Yang Jahat dan Teruslah Berbuat Baik

Dari kecil teranja-anja, hingga besar terbawa-bawa” adalah sebuah peribahasa yang berkaitan erat dengan didikan orang tua terhadap anak-anaknya di rumah. Jika seorang anak sudah dididik dan dibiasakan untuk melakukan hal-hal baik maka itu akan menjadi kebiasaan yang dilakukannya kapan saja dan di mana saja anak itu berada, bahkan sampai masa tuanya; sebaliknya jika yang diperolehnya adalah didikan dan kebiasaan buruk maka itu juga yang akan dilakukan dalam kehidupannya.

Bacaan kita, merupakan kumpulan nasihat Salomo yang sangat berati bagi orang Israel. Jika kita membaca bagian ini, kita akan menemukan beberapa nasehat di situ, antara lain tentang :

  • Nama baik tidak dapat diukur dari harta kekayaan melainkan dari perbuatan baik yang dilakukan. Jadi teruslah berbuat baik.
  • Hati adalah pusat kebaikan dan kejahatan. Bila hati dipenuhi kejahatan maka pemilik hati akan berlaku jahat dan mencoreng nama baiknya; Bila hati mengandung kebaikan, maka kebaikan dan nama baik si pemilik hati akan selalu dikenang.
  • Kerendahan hati, baik hati dan kesucian hati merupakan wujud dari takut Tuhan. Orang yang takut Tuhan akan menjaga hatinya dari hal-hal yang jahat. Jadi bebaskan diri dari berbuat jahat.

Nasehat ini akan berguna jika diajarkan dan tidak didiamkan saja, Didiklah orang muda…. dari pada jalan itu.” (ay.6; band.Ul.6:7–9).

Hari ini kita peringati HUT Pattimura ke 205. Ada pelajaran yang didapat dari semangat kepahlawanan Pattimura dkk. “Lawamena haulala” adalah pekik perang menentang kaum penjajah yang  artinya maju terus, pantang mundur. Pekik ini kemudian menjadi falsafah hidup orang Maluku sekaligus penyemangat generasi muda agar terus maju ‘tuk bebaskan diri dari penjajah modern seperti : malas, judi, mabuk, serakah dan perbuatan buruk lainnya.

Doa: Tuhan, tolong kami bebaskan diri dari semua kebiasaan buruk. Amin.

Senin, 16 Mei 2022                                            

bacaan : Mazmur 32 : 8 – 9

8 Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu. 9 Janganlah seperti kuda atau bagal yang tidak berakal, yang kegarangannya harus dikendalikan dengan tali les dan kekang, kalau tidak, ia tidak akan mendekati engkau.

Jadikan Tuhan Pengendali Langkahmu

Pernahkah saudara melihat andong atau delman (bendi/sado/dokar) yang ditarik kuda? Kuda itu berkacamata tetapi bukan tepat dikenakan di depan kedua matanya, juga bukan dari lensa tetapi lebih seperti penutup. Kuda yang mengenakan kacamata akan fokus ke depan karena kacamata itu membuatnya tidak dapat melihat/ melirik ke kiri atau kanan sehingga akan mudah dikendalikan kusir dengan tali kekangnya..

Kedua ayat nas kita hari ini memuat pengajaran dan peringatan dari Tuhan bagi pemazmur (dan kita juga), antara lain :

  1. Jalan yang ditempuh haruslah sesuai dengan yang ditunjukan Tuhan dan Tuhan akan terus mengawasi perjalanan kita agar tidak tersesat …..mata-Ku tertuju kepadamu (ay.8)”.  Tuhan baik, Ia tak ingin kita tersesat dan binasa. Yang IA mau adalah kita bebas dari dosa dan selamat, karena itu IA menunjukkan kepada kita jalan  yang harus kita lalui. Dalam Yohanes 14 : 6 Yesus berkata : “Akulah jalan, kebenaran dan hidup…. So, ikutlah Yesus dan lakukanlah ajaran-ajaranNya agar kita selamat.
  2. Jangan keraskan hati sehingga susah diatur seperti kuda dan bagal. Janganlah seperti kuda atau bagal..…. ia tidak akan mendekati engkau (ay 9). Tuhan memang tidak suka dengan orang yang keras hati dan tidak mau mendengarkan suaraNya, seperti kuda atau bagal yang harus dikendalikan dengan kekang. Namun Tuhan tidak ingin memperlakukan kita seperti kuda atau bagal. Yang Tuhan inginkan adalah kita dengan sukarela mentaati firmanNya, bukan karena paksaan. Namun sebagai manusia yang mudah terjerumus dalam dosa, kita butuh pengendali. Hikmat dan Roh Tuhan selalu tersedia untuk mengarahkan hidup kita agar sesuai kehendak-Nya. Karena itu gunakan hikmat dan Roh Tuhan sebagai pengendali langkah kita sehingga kita tidak tersesat.

Doa: Tuhan, kendalikan langkahku agar selalu berjalan pada jalan-Mu. Amin.

Selasa, 17 Mei 2022                                                 

bacaan : Amsal 13 : 1

Anak yang bijak mendengarkan didikan ayahnya, tetapi seorang pencemooh tidak mendengarkan hardikan.

Serupa Tetapi Tidak Sama

Mona dan Moni adalah saudara kembar. Ibarat pinang dibelah dua, kemiripan mereka begitu sempurna secara fisik sehingga sulit dibedakan. Mereka baru dapat dibedakan saat berbicara, karena Mona berlidah “telor”. Sekalipun kembar, sifat mereka berbeda satu dengan lainnya. Selepas kuliah, Mona lebih suka berada di rumah dan membantu ibu mereka membereskan pekerjaan-pekerjaan di rumah atau terlibat dalam kebaktian-kebaktian dan pelayanan di jemaat. Mona sangat sopan dan memiliki rasa hormat terhadap orang yang lebih tua. Sebaliknya, Moni lebih suka kumpul dengan teman-temannya dan nongkrong di pinggir jalan. Moni menjadi anak yang susah diatur.

Bila melihat perilaku si kembar ini maka dapat dipastikan bahwa Mona adalah type anak bijak yang suka mendengarkan nasehat dan didikan orang tua sehingga itu berujud dalam sikap dan perilaku hidupnya. Sementara Moni adalah type anak yang tidak mau ditegur dan mengabaikan nasehat orang tua. Nasehat yang diberikan orang tua hanya masuk di telinga yang satu lalu keluar lagi di telinga yang lain. Menghadapi keadaan ini, orang tua si kembar tidak putus asa, mereka justeru memberi perhatian lebih kepada Moni, dengan harapan Moni bisa berubah.

“Anak yang bijak mendengarkan didikan ayahnya, tetapi seorang pencemooh tidak mendengarkan hardikan. Dari ayat ini dan kisah si kembar, kita belajar beberapa hal :

  • Saat nasehat kita diabaikan, rasanya seperti sedang membuang garam ke dalam laut. Namun jangan berhenti menasihati.
  • Merubah seseorang untuk menjadi lebih baik tidak dapat dilakukan secara instan tetapi butuh waktu dan kesabaran. Karena itu bersabarlah sambil terus berdoa.
  • Berikanlah perhatian lebih kepada mereka yang “susah diatur” karena perhatian lebih dapat membebaskan mereka dari sikap dan perilaku seorang bebal dan berubah menjadi orang bijak.

Doa: Tuhan, beri kami kesabaran untuk terus menasihati dan mendidik. Amin.

Rabu, 18 Mei 2022                                                  

bacaan : Amsal 13: 10

10 Keangkuhan hanya menimbulkan pertengkaran, tetapi mereka yang mendengarkan nasihat mempunyai hikmat

Milikilah Hikmat Dan Hindari Pertengkaran

John memergoki kedua kakaknya Michael dan Helmy, sedang membongkar bangkir isi lemari yang ada di kamar orang tua mereka dan menegur mereka.  Sadar bahwa aksinya telah diketahui, bukannya insyaf Michael malah mengatakan kepada John : “Se diam, se tu ade, jang ator beta. Kaluar sana.” Sementara Helmy memilih diam. John tidak keluar dan terus berusaha menyadarkan Michael. Ujung-ujungnya John dan Michael beradu mulut hingga adu jotos.

Saudaraku, banyak kali sebuah pertengkaran terjadi bukan hanya karena ingin membela sebuah kebenaran, tetapi lebih banyak terjadi karena “keangkuhan”. Dalam cerita di atas, jika yang menegur Michael dan Helmy adalah orang yang lebih tua, mungkin saja pertengkaran tidak terjadi, tapi karena yang menegur justeru adiknya, maka keangkuhan Michael jadi terusik. Di sisi lain, Helmy memilih diam karena mungkin saja dia sadar bahwa apa yang dia dan Michael lakukan itu salah.

Kata pengamsal dalam ayat nas kita : Keangkuhan hanya menimbulkan pertengkaran tetapi mereka yang mendengarkan nasihat mempunyai hikmat.” Ya, pertengkaran sering dipicu oleh keangkuhan karena keinginan untuk membenarkan diri dan membela ego. Namun di sisi lain, ada juga orang yang mau mendengar nasehat dan teguran karena ada hikmat di dalam dirinya. Hikmat membuat  seseorang menjadi rendah hati dan mengesampingkan ambisi dan ego diri, bersedia dinasihati, rela diajari, mengakui keterbatasan serta mengoreksi kesalahan sendiri. Karena itu milikilah Hikmat dan jauhilah keangkuhan maka pertengkaran dapat dihindari dan hidup menjadi damai.

Doa:  Tuhan, kami hanya mau berlindung pada-Mu. Amin.

Kamis, 19 Mei 2022                                      

bacaan : Amsal 13 : 13 – 14

13 Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan. 14 Ajaran orang bijak adalah sumber kehidupan, sehingga orang terhindar dari jerat-jerat maut.

Jangan Remehkan Firman Tuhan  

Masih ingat si kembar Mona dan Moni pada SHK dua hari lalu. Moni harus berurusan dengan polisi karena terjerat kasus narkoba. Hal ini berawal dari pertemanan Moni dengan mereka yang sudah terjerumus dalam dunia “hitam” (pemabuk, pengguna narkoba, pencuri dan pelaku tindak kejahatan lainnya). Sementara Mona semakin menjadi kesayangan banyak orang karena sejumlah prestasi yang diraihnya. Sebetulnya, si kembar selalu dinasehati dan diajak untuk membaca Friman Tuhan dan merenungkannya. Tetapi Moni acuh dan seolah meremehkan semuanya itu. Akibatnya Moni harus berurusan dengan pihak berwajib.

Ayat nas kita : “Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan.” Meremehkan artinya  menganggap tidak berarti.  Meremehkan atau menganggap tidak berarti firman Tuhan dapat menimbulkan sikap tidak percaya, ragu-ragu dan bahkan menolak firman itu sendiri.  Segala sesuatu yang menimbulkan ketidakpercayaan terhadap firman Tuhan pasti akan berakibat sangat fatal. Dan itulah yang terjadi dengan Moni. Sementara Mona yang taat melakukan firman Tuhan, mengalami sukacita karena banyak berkat yang ia terima dalam hidupnya.

Belajar dari kasus si kembar dan ayat nas hari ini, kita diingatkan untuk tidak meremehkan firman Tuhan tetapi menjadikan firman Tuhan sebagai dasar untuk membangun hubungan dengan orang lain. Kita juga mesti bijak dalam memilih dengan siapa kita membangun suatu hubungan.  Rasul Paulus mengingatkan jemaat di Korintus,  “Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.”  (1 Kor. 15:33). Mazmur 1:1–3 berkata : “Berbahagialah… apa saja yang diperbuatnya berhasil.” Pelajaran bagi kita : “Jika ingin berhasil, jangan remehkan Firman Tuhan tetapi taati dan lakukan Firman Tuhan itu dalam hidupmu

Doa: Tuhan tolong kami ‘tuk taat melakukan Friman-Mu. Amin.

Jumat, 20 Mei 2022                                          

bacaan : Amsal 23 : 12 – 16  

12 Arahkanlah perhatianmu kepada didikan, dan telingamu kepada kata-kata pengetahuan. 13 Jangan menolak didikan dari anakmu ia tidak akan mati kalau engkau memukulnya dengan rotan. 14 Engkau memukulnya dengan rotan, tetapi engkau menyelamatkan nyawanya dari dunia orang mati. 15 Hai anakku, jika hatimu bijak, hatiku juga bersukacita. 16 Jiwaku bersukaria, kalau bibirmu mengatakan yang jujur.

Dengar Didikan Supaya Bijak Dan Jujur

Menjadi orang bijak dan jujur merupakan dambaan setiap orang. Mengapa demikian? Sebab di hidup ini orang bijak dan jujur selalu disukai oleh banyak orang dari berbagai kalangan. Orang bijak itu selalu bersikap dengan tepat jika menghadapi suatu keadaan atau peristiwa. Orang bijak selalu menggunakan akal budinya, serta selalu berhati-hati apabila menghadapi kesulitan dalam hidup. Sementara itu, orang yang jujur selalu memiliki kesesuaian sikap antara perkataan yang diucapkan dengan perbuatan yang dilakukan. Persoalannya adalah banyak orang yang belum bijak dan tidak jujur sehingga sering dicemooh oleh orang lain. Bacaan Amsal 23:12-16 memberikan cara untuk menjadi orang bijak dan jujur, yaitu dengan memperhatikan didikan. Firman Tuhan ini menegaskan kepada kita untuk tidak menganggap remeh didikan. Orang Kristen harus mengarahkan perhatian kepada didikan, dan yang terpenting juga yaitu tidak boleh menolak didikan. Didikan itu tidak selamanya berupa ucapan kata-kata yang dikeluarkan melalui mulut dengan lemah lembut. Ayat 14 menegaskan bahwa didikan itu bisa juga berwujud dalam tindakan yang agak keras, seperti memukul dengan rotan. Bagi Salomo (penulis kitab Amsal) dalam tindakan memukul dengan rotan keselamatan nyawa orang yang dipukul tersebut terjaga dari dunia orang mati. Intinya, firman Tuhan ini hendak menegaskan bahwa hal mendidik tidak boleh diabaikan oleh siapapun. Bagi orang yang dididik jangan pernah menyepelehkan setiap didikan yang ditujukan kepada dirinya. Menyepelehkan didikan akan membuat kita menjadi orang yang tidak bijaksana dan tidak jujur. Jika dalam hidup ini kita tidak bijaksana dan tidak jujur maka tidak akan ada sukacita dan kebahagian dalam hidup kita, sebab orang lain akan membenci kita karena ketidakbijaksanaan dan ketidakjujuran yang diperbuat.

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk menerima setiap didikan dari siapa pun. Amin.

Sabtu, 21 Mei 2022                                             

bacaan : Amsal  24 : 3 – 7 

3 Dengan hikmat rumah didirikan, dengan kepandaian itu ditegakkan, 4 dan dengan pengertian kamar-kamar diisi dengan bermacam-macam harta benda yang berharga dan menarik. 5 Orang yang bijak lebih berwibawa dari pada orang kuat, juga orang yang berpengetahuan dari pada orang yang tegap kuat. 6 Karena hanya dengan perencanaan engkau dapat berperang, dan kemenangan tergantung pada penasihat yang banyak. 7 Hikmat terlalu tinggi bagi orang bodoh; ia tidak membuka mulutnya di pintu gerbang.

Menjadi Kuat Karena Bijaksana Dan Berpengetahuan

Zaman sekarang orang yang kuat itu identik dengan banyaknya harta kekayaan yang dimiliki, tingginya jabatan yang diduduki, fisik (otot) yang besar dan kekar. Firman Tuhan, dalam Amsal 24:3-7 justru menampilkan hal yang berbeda dari pemahaman tentang kekuatan seseorang di zaman sekarang. Menurut Salomo (penulis kitab Amsal) ada dua hal yang bisa membuat seseorang memiliki kekuatan lebih dari orang kuat, yakni menjadi orang yang bijak dan orang yang berpengetahuan. Disebutkan dalam ayat 5, bahwa orang yang bijak lebih berwibawa dari orang kuat, juga orang yang berpengetahuan dari pada orang yang kuat tegap. Hal ini pertanda bahwa kewibawaan dan kekuatan seseorang tidak bisa diukur dari seberapa banyaknya kelimpahan harta kekayaan. Kewibawaan dan kekuatan seseorang juga tidak bisa disamakan dengan kekuasaan atau jabatan  yang diduduki oleh seseorang. Selain itu, kewibawaan dan kekuatan seseorang juga tidak boleh dilihat dari sejauhmana seseorang memiliki otot atau fisik yang besar dan kuat. Jadi, yang terpenting dalam hidup ini adalah menjadi orang yang bijak dan menjadi orang yang berpengetahuan. Ukuran kebijaksanaan seseorang terletak pada kemampuan orang tersebut mengelola setiap permasalahan hidup yang dihadapinya. Alasannya, kebijaksanaan selalu menuntun seseorang yang ketika menghadapi permasalahan hidup selalu bertindak lebih tenang sehingga keharmonisan hubungan antara dirinya dengan orang lain terjaga secara baik. Hal ini berarti, setiap orang harus mampu memaknai hidup dengan bijaksana sehingga tidak terpuruk dalam menghadapi segala permasalahan hidup. Selain itu, menjadi manusia yang berpengetahuan merupakan hal yang penting dimiliki oleh kita, sebab dengan berpengetahuan kita menjadi orang percaya yang mengembangkan kodrat sebagai manusia yang berakal budi.

Doa:   Ya Tuhan, kuatkanlah kami untuk menjadi umat yang bijaksana dan berpengetahuan. Amin 

*SUMBER : SHK BUlan Mei 2022, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 8 – 14 Mei 2022

Tema Bulanan : “Membangun ketahanan keluarga, gereja dan masyarakat”

Tema Mingguan : “Jagalah hati dan rawatlah tubuh

Minggu, 08 Mei 2022                           

bacaan : 2 Raja – Raja 20 : 1 – 11

Hizkia sakit dan disembuhkan
Pada hari-hari itu Hizkia jatuh sakit dan hampir mati. Lalu datanglah nabi Yesaya bin Amos, dan berkata kepadanya: "Beginilah firman TUHAN: Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi." 2 Lalu Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa kepada TUHAN: 3 "Ah TUHAN, ingatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di mata-Mu." Kemudian menangislah Hizkia dengan sangat. 4 Tetapi Yesaya belum lagi keluar dari pelataran tengah, tiba-tiba datanglah firman TUHAN kepadanya: 5 "Baliklah dan katakanlah kepada Hizkia, raja umat-Ku: Beginilah firman TUHAN, Allah Daud, bapa leluhurmu: Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu; sesungguhnya Aku akan menyembuhkan engkau; pada hari yang ketiga engkau akan pergi ke rumah TUHAN. 6 Aku akan memperpanjang hidupmu lima belas tahun lagi dan Aku akan melepaskan engkau dan kota ini dari tangan raja Asyur; Aku akan memagari kota ini oleh karena Aku dan oleh karena Daud, hamba-Ku." 7 Kemudian berkatalah Yesaya: "Ambillah sebuah kue ara!" Lalu orang mengambilnya dan ditaruh pada barah itu, maka sembuhlah ia. 8 Sebelum itu Hizkia telah berkata kepada Yesaya: "Apakah yang akan menjadi tanda bahwa TUHAN akan menyembuhkan aku dan bahwa aku akan pergi ke rumah TUHAN pada hari yang ketiga?" 9 Yesaya menjawab: "Inilah yang akan menjadi tanda bagimu dari TUHAN, bahwa TUHAN akan melakukan apa yang telah dijanjikan-Nya: Akan majukah bayang-bayang itu sepuluh tapak atau akan mundur sepuluh tapak?" 10 Hizkia berkata: "Itu perkara ringan bagi bayang-bayang itu untuk memanjang sepuluh tapak! Sebaliknya, biarlah bayang-bayang itu mundur ke belakang sepuluh tapak." 11 Lalu berserulah nabi Yesaya kepada TUHAN, maka dibuat-Nyalah bayang-bayang itu mundur ke belakang sepuluh tapak, yang sudah dijalani bayang-bayang itu pada penunjuk matahari buatan Ahas.

Tuhan Menjawab Doa Dengan Hati Yang Tulus

Hizkia hadapi masalah berat saat ancaman perang dari Sanherib, raja Asyur. Di tambah lagi dengan penyakit yang diderita dan membahayakan nyawanya. Dalam kondisi demikian Yesaya diutus Tuhan untuk memberitahukan kematian Hizkia. Sekalipun penyakit itu memberatkannya, tetapi yang lebih menyakitkan adalah perasaan batinnya yang mungkin sekali timbul dalam diri Hizkia, bahwa apakah Allah menentangnya, sehingga baru saja ia bebas dari ancaman peperangan Sanherib, kemudian sekarang ia terkena penyakit yang mematikan. Saat mendengar pemberitahuan Tuhan melalui Yesaya, maka yang dapat  dilakukan Hizkia adalah memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa. Dalam doanya Hizkia memohon belas kasihan Tuhan. Hizkia meminta pada Tuhan dengan memperhitungkan kesetiaannya dengan hati tulus di hadapan Tuhan. Hidup dengan melakukan yang baik di mata Tuhan. Kemudiaan menangislah Hizkia dengan sangat. Permintaan raja Hizkia kepada Tuhan bukan karena ia merasa diri suci dan benar di hadapan Tuhan, namun ia meminta belas kasihan Tuhan. Hizkia sadar sungguh akan kuasa Tuhan yang mengatur jalan hidup setiap manusia termasuk dirinya. Air mata Hizkia memperlihatkan betapa kerinduannya untuk hidup dan mau memuliakan Tuhan dengan pengabdiannya.  

Doa Hizkia didengar Tuhan dan Hizkia menikmati kesembuhan serta  usianya ditambah 15 tahun. Allah selalu mendengar doa setiap orang yang berseru kepada-Nya. Bahkan Tuhan melihat cucuran air mata kita. Maukah kita lebih banyak berdoa untuk menghadapi segala bentuk cobaan dan tantangan ? Dapatkah sungguh-sungguh kita percaya kepada Tuhan sebagai sumber hidup kita? Kekuatiran tidak menambah sehasta hidup kita, kekuatiran malah melemahkan iman kita. Mari kita belajar dari pengalaman iman dari Hizkia yang tetap berharap dan percaya kepada Tuhan.

Doa:   Tuhan kuatkan iman kami, saat cobaan dan tantangan menghadang hidup kami. Amin. 

Senin,09 Mei 2022                                               

bacaan : Amsal 12 : 25

25 Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia.

Hati Yang Gembira Selalu Memberi Harapan Dan Sukacita

Kekuatiran merupakan masalah manusiawi yang dialami oleh semua orang. Tidak memandang siapa orangnya baik kaya maupun miskin, pejabat atau rayat biasa, tua atau muda, semua pasti mengalami kekuatiran. Kekuatiran seringkali dianggap hl sepele. Namun ternyata bisa memberikan dampak yang tidak baik bagi kesehatan seseorang. Kekuatiran berhubungan dengan kejiwaan seseorang. Kekuatiran dapat timbul karena berbagai sebab yang sedang dialami seseorang, baik masalah pribadi atau keluarga, masalah ekonomi, masalah pelayanan dan sebagainya.

Kekuatiran yang berlebihan dapat menimbulkan kecemasan kronis dalam diri seseorang yang dapat berakibat kurang semangat untuk beraktivitas, tidak dapat tidur dengan nyenyak, rendahnya prestasi, kurangnya nafsu makan, lemahnya tubuh, bahkan dapat menderita gangguan fisik maupun psikis. Gangguan fisik seperti halnya yang dialami oleh penderita stres akut, seperti jantung berdebar-debar, syaraf tegang, gemetar, berkeringat, dan nyeri lambung. Itulah sebabnya nas firman Tuhan di hari ini, raja Salomo mengatakan tentang akibat tidak baik dari kekuatiran yang dapat membungkukkan orang .

Kekuatiran harus dihadapi dan bisa dilawan, dengan berbagai macam cara. Salah satunya oleh pengamsal menyatakan dengan hati yang gembira. Hati sebagai pusat seluruh keberadaan kita baik secara fisik maupun phisis. Hati yang gembira juga menghasilkan kata-kata yang baik, kata-kata yang memberi semangat dan harapan untuk hidup bagi masa depan yang baik. Hati yang beriman dan percaya kepada Allah dalam Kristus sebagai sumber hidup kita. Apapun masalah, tantangan dan persoalan dalam hidup yang dijalani, tidak membuat kita menjadi kuatir. Sebab kita yakin dan percaya, hidup kita ada dalam tuntunan, penyertaan cinta kasih Tuhan. Yakin dan percayalah.

Doa:  Tuhan tolong kami agar kami tidak mudah kuatir dalam hidup ini. Amin.                  

Selasa 10 Mei 2022                                         

bacaan : Amsal 15 : 13 – 15

13 Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat. 14 Hati orang berpengertian mencari pengetahuan, tetapi mulut orang bebal sibuk dengan kebodohan. 15 Hari orang berkesusahan buruk semuanya, tetapi orang yang gembira hatinya selalu berpesta.

Jalani Hidup Ini Dengan Hati Yang Gembira

Puji Tuhan atas kasih dan anugerahNya bagi kehidupan kita semua sampai di hari ini. Kita bersyukur atas penyertaan dan tuntunan Tuhan bagi seluruh kehidupan kita. Kalaupun kita bersyukur, bukan berarti semua beban dan masalah kita menjadi beres dan tuntas. Mungkin ada banyak beban dan masalah yang belum terselesaikan. Masalah suami dengan segala perjuangan dalam pekerjaan maupun usaha, masalah istri dalam tanggung jawab pelayanan mengatur kebutuhan hidup rumah tangga. Masalah anak-anak dalam pertumbuhan, pendidikan serta masa depan mereka. Belum lagi ditambah dengan berbagai tantangan, cobaan, penderitaan sakit, kegagalan dalam pekerjaan maupun usaha, maupun relasi hidup dengan sesama. Itulah kenyataan yang mewarnai perjalanan hidup kita di tengah dunia ini. Kita tidak mungkin menghidarinya namun tetap menghadapinya. Kalaupun kondisinya demikian apa yang mesti kita lakukan. Salah satu tips atau cara disampaikan oleh pengamsal dalam firman Tuhan di hari ini dengan menyatakan bahwa “hati yang gembira membuat muka berseri-seri”. Muka yang berseri-seri adalah muka yang bercahya, semarak, indah, cerah dan ceria.  Muka atau wajah yang berseri-seri itu justru menandakan hati kita yang senang, sukacita, riang gembira. Sedangkan “kepedihan hati mematahkan semangat”, artinya ketika kita mengalami sakit hati yang bercampur dengan kesedihan akan melemahkan perasaan hati, gairah, kekuatan, kegembiraan dan kemauan untuk bekerja, berusaha maupun berjuang. Pilihan itu ada pada kita apakah kita akan menjalani hari-hari hidup kita dengan hati yang gembira ataukah dengan kepedihan hati. Tentu kita pasti memilih hati yang gembira, dan kegembiraan hati itu hanya dapat terwujud ketika kita selalu memandang dan mengarahkannya kepada Allah dalam Kristus yang menjadi kekuatan dan sumber dalam kehidupan kita. Sekalipun beban dan masalah yang menggunung dan terus menantang ibarat ombak memanggil ombak, namun dengan hati yang gembira membuat semangat kita tetap kokoh dan teguh untuk menghadapinya sebab dengan yakin kita percaya bahwa kita pasti bisa mengatasi dan melewatinya karena penyertaan dan tuntunan Tuhan selalu menguatkan dan memampukan kita.

Doa: Hati kami selalu memandangMu ya Tuhan, agar kami tetap semangat menjalani hidup ini dengan sukacita. Amin.

Rabu 11 Mei 2022                                           

bacaan : Amsal 17 : 20 – 22

20 Orang yang serong hatinya tidak akan mendapat bahagia, orang yang memutar-mutar lidahnya akan jatuh ke dalam celaka. 21 Siapa mendapat anak yang bebal, mendapat duka, dan ayah orang bodoh tidak akan bersukacita. 22 Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.

Hati Gembira Membuat Tubuh Sehat Dan Kuat

Selama kurang lebih dua tahun semua orang di muka bumi ini bergumul dan berjuang menghadapi virus Covid 19. Pasti kita ingat ketika pertengahan tahun 2021 dengan merebaknya virus Covid 19 varian Delta yang sangat mematikan membuat banyak orang begitu takut. Saat seseorang divonis terjangkit virus ini, maka biasanya anjuran awal dan sangat penting dari para medis adalah tenang dan tidak stres. Hal ini penting sebab kalau tidak tenang dan stres maka imun tubuh akan menurun dan membuat virus lebih mudah untuk menyerang kekebalan tubuh serta memperparah kondisi fisik dan kesehatan. Bukan saja soal virus covid tetapi semua penyakit, persoalan, pergumulan, beban hidup yang dihadapi, adalah penting untuk kita menghadapinya dengan tenang. Ketenangan itu penting dan dasarnya sebagaimana ditegaskan oleh pengamsal melalui firman Tuhan di hari ini bahwa “hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang’(ayat 22). Hati sebagai pusat yang mengendalikan perasaan batin kita yang turut mempengaruhi seluruh tubuh atau fisik kita. Kalau dalam dunia kesehatan bagian ayat ini sangat penting dianjurkan oleh medis kepada para pesien yang dirawat dan diobati. Sebab hati yang gembira dengan sendirinya akan memperkuat imun atau memperkuat kekebalan tubuh kita yang bertujuan melawan kuman atau virus dalam tubuh kita. Tetapi semangat yang patah dari hati yang sedih, putus asa, hilang harapan akan mengeringkan tulang sebagai gambaran kondisi fisik yang semakin parah digerogoti oleh sakit penyakit. Itulah sebabnya pentingnya kegembiraan hati yang selalu mengarah kepada Tuhan sebagai sumber kebahagian dan sukacita didalam hidup kita. Hati yang terbuka untuk dituntun oleh kuasa Roh Kudus selalu membawa kepada ketaatan dan kesetiaan pada Tuhan. Hati gembira selalu melahirkan pikiran baik, positif, semangat yang kuat untuk tetap melangkah dengan berbagai dinamika hidup suka maupun duka. Kegembiraan hati kita yang bergantung dan berpaut kepada Tuhan akan menguatkan dan memampukan kita untuk bersyukur atas semua yang dialami serta menerimanya sebagai berkat Tuhan yang indah dalam kehidupan kita.    

Doa: Tolong kami Tuhan untuk tetap memiliki hati gembira dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. Amin.-

Kamis 12 Mei 2022                                              

bacaan : Yesaya 5 : 11

11 Celakalah mereka yang bangun pagi-pagi dan terus mencari minuman keras, dan duduk-duduk sampai malam hari, sedang badannya dihangatkan anggur!

Rawatlah Tubuh Sebagai Bait Roh Kudus

Ada satu ungkapan terkait dengan minum minuman keras. Satu sloki…tambah darah, dua sloki…banyak bicara, tiga sloki….cari gara-gara, empat sloki….tumpah darah, lima sloki….masuk penjara, enam sloki….istri dan anak orang piara. Ungkapan ini menegaskan tentang akibat buruk dari kebiasaan minum minuman keras dan  diantaranya minum sopi. Salah satu kebiasaan yang tanpa disadari telah mengabaikan tangung jawab untuk menjaga dan merawat tubuh. Dari sisi kesehatan, memang penting untuk tubuh kita harus ada unsur alkohol, namun dalam batas tertentu sesuai dengan kebutuhan untuk kesehatan. Bukan kebiasaan minum sehingga telah membuat kecanduan terhadap minuman keras tersebut. Sangat memprihantinkan kondisi sekarang ini, dengan begitu maraknya kebiasaan minum sopi yang terjadi di  jemaat-jemaat ataupun dalam lingkungan keluarga-keluarga kristen. Berbagai upaya pembinaan, pendampingan pastoral dari para pelayan terus diupayakan kepada mereka yang mempunyai kebiasaan tersebut untuk menghentikannya. Firman Tuhan di hari ini melalui nabi Yesaya dengan tegas dan keras menyatakan bahwa “celakalah mereka yang bangun pagi-pagi dan terus mencari minuman keras, dan duduk-duduk sampai malam hari, sedang badannya dihangatkan anggur”. Sebuah kenyataan yang sudah sampai pada taraf kecanduan terhadap minuman keras dan telah merasuki kehidupan mereka sehingga dari pagi sampai malam hanya kerjanya adalah minum minuman keras. Kalau itu kenyataan, maka yang didapatkan adalah “celaka”. Artinya tidak ada berkat, sukacita, damai sejahtera, kedamaian dan ketentraman dalam kehidupan mereka yang mempunyai kebiasaan minum minuman keras. Justru yang terjadi adalah kehancuran, pertikaian, percecokan percideraan sampai pada maut dan kebinasaan. Pasti kita tidak menginginkan keadaan dan kondisi demikian. Pun bagi orang-orang yang kita kasihi dan sayangi didalam keluarga. Untuk itu pentingnya memohon tuntunan kuasa Roh Kudus dalam doa bagi kehidupan kita sekeluarga agar dijauhkan dari kebiasaan-kebiasaan buruk yang dapat menghancurkan tubuh dan kehidupan kita. Tuntunan Roh Kudus juga kepada mereka yang sementara didoakan, didampingi dan dilayani untuk meninggalkan kebiasaan buruk akibat minum minuman keras.

Doa:  Tuhan tuntunlah kami untuk lebih baik dalam merawat tubuh kami sebagai bait Roh Kudus. Amin.-    

Jumat 13 Mei 2022                                         

bacaan : Daniel 1 : 11 – 17

11 Kemudian berkatalah Daniel kepada penjenang yang telah diangkat oleh pemimpin pegawai istana untuk mengawasi Daniel, Hananya, Misael dan Azarya: 12 "Adakanlah percobaan dengan hamba-hambamu ini selama sepuluh hari dan biarlah kami diberikan sayur untuk dimakan dan air untuk diminum; 13 sesudah itu bandingkanlah perawakan kami dengan perawakan orang-orang muda yang makan dari santapan raja, kemudian perlakukanlah hamba-hambamu ini sesuai dengan pendapatmu." 14 Didengarkannyalah permintaan mereka itu, lalu diadakanlah percobaan dengan mereka selama sepuluh hari. 15 Setelah lewat sepuluh hari, ternyata perawakan mereka lebih baik dan mereka kelihatan lebih gemuk dari pada semua orang muda yang telah makan dari santapan raja. 16 Kemudian penjenang itu selalu mengambil makanan mereka dan anggur yang harus mereka minum, lalu memberikan sayur kepada mereka. 17 Kepada keempat orang muda itu Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpi.

Makan Untuk Hidup Yang Memuliakan Tuhan

Tema minggu kita “Jagalah hati dan rawatlah tubuhmu”. Tema ini hendaknya menegaskan bagi kita untuk penting menjaga hati sebagai pusat atau tempat untuk mengambil keputusan yang baik bagi kehidupan kita, serta penting merawat tubuh. Mengapa penting untuk merawat tubuh kita? Sebab tubuh kita adalah bait Roh Kudus (bd. 1 Kor 6 : 19). Jangan sampai kita mendukakan Roh Kudus dengan mengabaikan tanggung jawab dalam merawat tubuh kita. Hal tersebut dialami oleh Daniel dan teman-temannya ketika dibuang ke Babel sebuah kerajaan yang tidak percaya kepada Allah Israel. Dalam bacaan kita disaksikan bahwa Daniel tidak mau mendukakan hati Allah (menajiskan dirinya, ayat 8) dengan makan dari santapan dan minum anggur raja. Putusan Daniel ini membuat pemimpin pegawai istana takut jangan-jangan tubuh dan perawakan mereka kelihatan tidak sehat dibandingkan dengan mereka yang menyantap dari hidangan dan minum anggur raja. Namun Daniel meyakinkan pemimpin pegawai istana untuk menguji dan melihat dalam sepuluh hari kondisi mereka dengan yang lain. Setelah sepuluh hari apa yang diyakini oleh Daniel terbukti dimana ia dan teman-temannya yakni Hananya, Misael dan Azarya lebih baik perawakan mereka dan lebih gemuk dibanding dengan mereka yang makan dari santapan dan minum anggur raja. Daniel dan temn-temannya juga memiliki pengetahuan sepuluh kali lebih cerdas dari mereka yang lain. Kesaksian ini menjadi penting bagi kita sebagai keluarga Kristen untuk menjaga hati dalam ketaatan dan kesetiaan kepada Tuhan, sehingga kita memiliki pengetahun serta hikmat dalam merawat tubuh kita sebagai bait Roh Kudus. Kita menghindari makanan dan minuman yang berdampak tidak baik bagi kesehatan kita. Jangan kita berlindung dibalik kalimat bahwa “makanan sebagai berkat Tuhan”, dan kita makan apa saja untuk memenuhi keinginan mulut dan perut kita. Padahal sudah diperingatkan untuk membatasi atau tidak boleh mengkonsumsi makanan tertentu terkait dengan usia atau kondisi kesehatan kita sehingga tidak membuat kita sakit. Untuk itu kita selalu memohon hikmat Tuhan dalam menjaga hati kita agar dapat mengambil keputusan yang baik dan bermanfaat demi tubuh kita yang sehat. Sebab didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.

Doa:   Tuntun kami dengan hikmatMu Tuhan agar kami dapat menjaga dan merawat tubuh kami dengan baik. Amin.

Sabtu 14 Mei 2022                                          

bacaan : 1 Yohanes 3 : 1 – 4

Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. 2 Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. 3 Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci. 4 Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah.

Jaga Hati Agar Tetap Setia Kepada Tuhan

Sebagai keluarga Kristen, kita bersyukur atas cinta kasih Allah dalam Kristus bagi kehidupan kita semua. Cinta kasih yang mengampuni dan menyelamatkan kita dari penghukuman akibat dosa dan maut. Hal ini yang menjadi sukacita sebagai anak-anak Tuhan, bahwa didalam Kristus dan bersama Kristus kita berada dalam barisan keselamatan untuk menuju kepada kehidupan kekal. Namun bagi dunia dan setiap orang yang menolak dan tidak percaya kepada Kristus, mereka adalah orang-orang yang tidak mengenal Allah dan tidak mendapat tempat dalam arak-arakan kepada rencana keselamatan Allah. Oleh surat Yohanes mengingatkan orang percaya termasuk kita sekeluarga untuk menjaga apa yang menjadi sukacita besar yakni berjalan bersama Kristus menuju kepada keselamatan kekal. Disadari sungguh bahwa perjalanan ditengah dunia dengan berbagai tantangan, persoalan bahkan godaan yang sering membuat kita jatuh, tidak setia dan taat kepada perintah Tuhan. Ibarat domba yang nakal sering kita keluar dari barisan persekutuan yang telah ditentukan dan ditetapkan Allah kepada keselamatan kekal. Penulis mengingatkan dan menasehati untuk pentingnya keteguhan hati dalam iman percaya kepada Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat agar tetap menjaga kemurnian dan kekudusan hidup di tengah dunia ini. Hanya dengan bergantung dan percaya sungguh kepada Kristus, maka kita akan mampu menghadapi segala macam tantangan, masalah bahkan godaan yang mencoba menjauhkan kita dari persekutuan dengan Allah dalam Kristus. Itulah sebabnya penting untuk selalu meminta tuntunan hikmat Tuhan bagi hati kita yang taat dan setia kepada Tuhan. Hati menjadi pusat dan tempat untuk mengambil keputusan yang baik dan bermanfaat untuk kehidupan yang selalu diberkati dalam rencana keselamatan Allah. Hati yang selalu dikuasai oleh Roh Kudus akan menjauhkan kita dari hal-hal yang menggoda kita dengan mendatangkan dosa dan melapetaka. Kehadiran kita yang selalu memberi diri untuk dituntun oleh Roh Kudus, menjadikan kita sebagai keluarga Kristen yang selalu setia dan taat kepada Tuhan.

Doa:  Ya Tuhan terangilah hati kami dengan tuntunan kuasa Roh Kudus agar kami selalu taat dan setia kepadaMu. Amin.-   

*SUMBER : SHK bulan Mei 2022, LJP-GPM

Santapan Harian Keluarga, 1 – 7 Mei 2022

Tema Bulan Mei : “Membangun ketahanan keluarga, gereja dan masyarakat”

Tema Mingguan : “Menatalayani ekonomi keluarga dengan hikmat Allah.

Minggu, 01 Mei 2022                                     

bacaan : Kejadian 41 : 1 – 36

Mimpi Firaun
Setelah lewat dua tahun lamanya, bermimpilah Firaun, bahwa ia berdiri di tepi sungai Nil. 2 Tampaklah dari sungai Nil itu keluar tujuh ekor lembu yang indah bangunnya dan gemuk badannya; lalu memakan rumput yang di tepi sungai itu. 3 Kemudian tampaklah juga tujuh ekor lembu yang lain, yang keluar dari dalam sungai Nil itu, buruk bangunnya dan kurus badannya, lalu berdiri di samping lembu-lembu yang tadi, di tepi sungai itu. 4 Lembu-lembu yang buruk bangunnya dan kurus badannya itu memakan ketujuh ekor lembu yang indah bangunnya dan gemuk itu. Lalu terjagalah Firaun. 5 Setelah itu tertidur pulalah ia dan bermimpi kedua kalinya: Tampak timbul dari satu tangkai tujuh bulir gandum yang bernas dan baik. 6 Tetapi kemudian tampaklah juga tumbuh tujuh bulir gandum yang kurus dan layu oleh angin timur. 7 Bulir yang kurus itu menelan ketujuh bulir yang bernas dan berisi tadi. Lalu terjagalah Firaun. Agaknya ia bermimpi! 8 Pada waktu pagi gelisahlah hatinya, lalu disuruhnyalah memanggil semua ahli dan semua orang berilmu di Mesir. Firaun menceritakan mimpinya kepada mereka, tetapi seorangpun tidak ada yang dapat mengartikannya kepadanya. 9 Lalu berkatalah kepala juru minuman kepada Firaun: "Hari ini aku merasa perlu menyebutkan kesalahanku yang dahulu. 10 Waktu itu tuanku Firaun murka kepada pegawai-pegawainya, dan menahan aku dalam rumah pengawal istana, beserta dengan kepala juru roti. 11 Pada satu malam juga kami bermimpi, aku dan kepala juru roti itu; masing-masing mempunyai mimpi dengan artinya sendiri. 12 Bersama-sama dengan kami ada di sana seorang muda Ibrani, hamba kepala pengawal istana itu; kami menceritakan mimpi kami kepadanya, lalu diartikannya kepada kami mimpi kami masing-masing. 13 Dan seperti yang diartikannya itu kepada kami, demikianlah pula terjadi: aku dikembalikan ke dalam pangkatku, dan kepala juru roti itu digantung." 14 Kemudian Firaun menyuruh memanggil Yusuf. Segeralah ia dikeluarkan dari tutupan; ia bercukur dan berganti pakaian, lalu pergi menghadap Firaun. 15 Berkatalah Firaun kepada Yusuf: "Aku telah bermimpi, dan seorangpun tidak ada yang dapat mengartikannya, tetapi telah kudengar tentang engkau: hanya dengan mendengar mimpi saja engkau dapat mengartikannya." 16 Yusuf menyahut Firaun: "Bukan sekali-kali aku, melainkan Allah juga yang akan memberitakan kesejahteraan kepada tuanku Firaun." 17 Lalu berkatalah Firaun kepada Yusuf: "Dalam mimpiku itu, aku berdiri di tepi sungai Nil; 18 lalu tampaklah dari sungai Nil itu keluar tujuh ekor lembu yang gemuk badannya dan indah bentuknya, dan makan rumput yang di tepi sungai itu. 19 Tetapi kemudian tampaklah juga keluar tujuh ekor lembu yang lain, kulit pemalut tulang, sangat buruk bangunnya dan kurus badannya; tidak pernah kulihat yang seburuk itu di seluruh tanah Mesir. 20 Lembu yang kurus dan buruk itu memakan ketujuh ekor lembu gemuk yang mula-mula. 21 Lembu-lembu ini masuk ke dalam perutnya, tetapi walaupun telah masuk ke dalam perutnya, tidaklah kelihatan sedikitpun tandanya: bangunnya tetap sama buruknya seperti semula. Lalu terjagalah aku. 22 Selanjutnya dalam mimpiku itu kulihat timbul dari satu tangkai tujuh bulir gandum yang berisi dan baik. 23 Tetapi kemudian tampaklah juga tumbuh tujuh bulir yang kering, kurus dan layu oleh angin timur. 24 Bulir yang kurus itu memakan ketujuh bulir yang baik tadi. Telah kuceritakan hal ini kepada semua ahli, tetapi seorangpun tidak ada yang dapat menerangkannya kepadaku." 25 Lalu kata Yusuf kepada Firaun: "Kedua mimpi tuanku Firaun itu sama. Allah telah memberitahukan kepada tuanku Firaun apa yang hendak dilakukan-Nya. 26 Ketujuh ekor lembu yang baik itu ialah tujuh tahun, dan ketujuh bulir gandum yang baik itu ialah tujuh tahun juga; kedua mimpi itu sama. 27 Ketujuh ekor lembu yang kurus dan buruk, yang keluar kemudian, maksudnya tujuh tahun, demikian pula ketujuh bulir gandum yang hampa dan layu oleh angin timur itu; maksudnya akan ada tujuh tahun kelaparan. 28 Inilah maksud perkataanku, ketika aku berkata kepada tuanku Firaun: Allah telah memperlihatkan kepada tuanku Firaun apa yang hendak dilakukan-Nya. 29 Ketahuilah tuanku, akan datang tujuh tahun kelimpahan di seluruh tanah Mesir. 30 Kemudian akan timbul tujuh tahun kelaparan; maka akan dilupakan segala kelimpahan itu di tanah Mesir, karena kelaparan itu menguruskeringkan negeri ini. 31 Sesudah itu akan tidak kelihatan lagi bekas-bekas kelimpahan di negeri ini karena kelaparan itu, sebab sangat hebatnya kelaparan itu. 32 Sampai dua kali mimpi itu diulangi bagi tuanku Firaun berarti: hal itu telah ditetapkan oleh Allah dan Allah akan segera melakukannya. 33 Oleh sebab itu, baiklah tuanku Firaun mencari seorang yang berakal budi dan bijaksana, dan mengangkatnya menjadi kuasa atas tanah Mesir. 34 Baiklah juga tuanku Firaun berbuat begini, yakni menempatkan penilik-penilik atas negeri ini dan dalam ketujuh tahun kelimpahan itu memungut seperlima dari hasil tanah Mesir. 35 Mereka harus mengumpulkan segala bahan makanan dalam tahun-tahun baik yang akan datang ini dan, di bawah kuasa tuanku Firaun, menimbun gandum di kota-kota sebagai bahan makanan, serta menyimpannya. 36 Demikianlah segala bahan makanan itu menjadi persediaan untuk negeri ini dalam ketujuh tahun kelaparan yang akan terjadi di tanah Mesir, supaya negeri ini jangan binasa karena kelaparan itu."

Bijak Pada Masa Kelimpahan, Berjaya Mengatasi Kekurangan

Teks bacaan hari ini mengisahkan pengalaman raja Firaun yang bermimpi sebanyak dua kali dalam satu malam. Pertama ia bermipi dari sungai Nil keluar tujuh ekor lembu yang gemuk badan dan indah bentuknya. Tampak pula keluar tujuh ekor lembu yang kurus dan buruk badannya. Lembu kurus menelan lembu yang gemuk, namun tetap kurus. Mimpi kedua adalah tampak timbul dari satu tangkai tujuh bulir gandum yang bernas dan baik.  Tampak pula olehnya tujuh bulir gandum yang kurus dan layu oleh angin timur. Bulir  kurus itu menelan bulir yang bernas dan berisi. Para ahli dan semua orang berilmu di Mesir dipanggil untuk mengartikan mimpi tersebut namun tidak berhasil. Juru minum kemudian menceritakan tentang kemampuan Yusuf dan Firaun menyuruh memanggilnya. Yusuf dapat mengartikan mimpi Firaun itu karena pertolongan Allah. Ia menerangkan kepada Firaun bahwa mimpinya berarti tujuh tahun kelimpahan dan tujuh tahun kekurangan atau kelaparan. Yusuf selanjutnya mengusulkan jalan keluar agar Firaun mengangkat orang yang berakal budi dan bijaksana sebagai kuasa atas tanah Mesir untuk melaksanakan tugas menyimpan pada tahun-tahun kelimpahan. Pikiran Yusuf bermakna ekonomis, maksudnya menegaskan gagasan menatalayani ekonomi dengan bijak. Kita diingatkan bahwa ada masa di mana hidup berlangsung dalam kelimpahan berkat. Namun selain itu tidak dapat dipungkiri bahwa kekurangan atau kelaparan adalah juga kenyataan hidup yang selalu dijumpai. Kiranya hikmat Yusuf memberi inspirasi menatalayani ekomomi secara bijak sehingga kehidupan yang layak atau tercukupkan dapat dialami. Hidup harus ditata, terutama berkat Tuhan yang sedang dimiliki, agar menjadi simpanan atau bekal mengantisipasi kekurangan di hari esok. Hiduplah dengan prinsip berhemat bukan boros atau berfoya-foya serta menghamburkan harta.

Doa:    Ya Tuhan, berilah hikmat-Mu agar kami layak menata berkat yang tersedia dengan bijaksana . Amin.

Senin, 02 Mei 2022                                      

bacaan : 2 Raja – Raja 19 : 29

29 Dan inilah yang akan menjadi tanda bagimu, hai Hizkia: Dalam tahun ini orang makan apa yang tumbuh sendiri, dan dalam tahun yang kedua, apa yang tumbuh dari tanaman yang pertama, tetapi dalam tahun yang ketiga, menaburlah kamu, menuai, membuat kebun anggur dan memakan buahnya.

Terluput Dari Bahaya, Ekonomi Ditata

Raja Hizkia pernah mengalami tekanan batin yang hebat sebagai akibat ancaman pemusnahan Yehuda dan kota Yerusalem oleh Sanherib raja Asyur. Ancaman pemusnahan yang menguras energi batin itu dihadapi raja Hizkia dengan bersegera berserah pada Tuhan. Ia melibatkan petinggi kerajaan dan tua-tua Israel dalam perkabungan serta mendatangi nabi Yesaya. Tindakkan iman demikian diaktakan agar mereka mendapat belas kasihan Tuhan. Tuhan mendengar keluhan juga seruan raja Hizkia minta tolong lalu bertindak menyelamatkan Yehuda dan Yerusalem. Tindakkan penyelamatan Tuhan disertai juga dengan akta pemulihan, termasuk situasi ekonomi. Akta pemulihan itu disampaikan oleh nabi Yesaya sebagai orang yang berbicara atas nama Tuhan. Ayat 29 yang adalah bacaan hari ini berisi ucapan pemulihan atas hidup Yahuda dan Yerusalem. Yesaya menyerukan bahwa raja Hizkia akan diberikan tanda tentang tindakkan pemulihan ekonomi yang berasal dari Tuhan. Tanda itu adalah …”orang akan makan apa yang tumbuh sendiri, dan dalam tahun yang kedua, apa yang tumbuh dari tanaman yang pertama, tetapi dalam tahun yang ketiga, menaburlah kamu, menuai, membuat kebun anggur dan memakan buahnya.” Arti perkataan nabi Yesaya ini adalah bahwa orang Yehuda menderita kelaparan selama perang dua tahun melawan Sanherib raja Asyur. Allah menjamin pada tahun yang ketiga, mereka akan menanam dan menuai kembali serta mendapat makanan yang melimpah. Jaminan pemulihan yang berasal dari Tuhan memungkinkan Yehuda menata kembali ekonomi mereka. Tanah yang merupakan anugerah Tuhan dikelola sehingga terpulih dari keterpurukkan karena perang. Kesusahan bukanlah akhir keberadaan dan hidup, sebab jalan dan kemungkinan baru pasti selalu disediakan Tuhan bagi mereka yang percaya kepada-Nya. Berharaplah pada-Nya, sebab Dia adalah sumber berkat.

Doa:  Kiranya kami senantiasa dilayakkan untuk menata kebaikan-Mu. Amin.

Selasa, 03 Mei 2022                                     

bacaan : Kejadian 30 : 37 – 43

37 Lalu Yakub mengambil dahan hijau dari pohon hawar, pohon badam dan pohon berangan, dikupasnyalah dahan-dahan itu sehingga berbelang-belang, sampai yang putihnya kelihatan. 38 Ia meletakkan dahan-dahan yang dikupasnya itu dalam palungan, dalam tempat minum, ke mana kambing domba itu datang minum, sehingga tepat di depan kambing domba itu. Adapun kambing domba itu suka berkelamin pada waktu datang minum. 39 Jika kambing domba itu berkelamin dekat dahan-dahan itu, maka anaknya bercoreng-coreng, berbintik-bintik dan berbelang-belang. 40 Kemudian Yakub memisahkan domba-domba itu, dihadapkannya kepala-kepala kambing domba itu kepada yang bercoreng-coreng dan kepada segala yang hitam di antara kambing domba Laban. Demikianlah ia beroleh kumpulan-kumpulan hewan baginya sendiri, dan tidak ditempatkannya pada kambing domba Laban. 41 Dan setiap kali, apabila berkelamin kambing domba yang kuat, maka Yakub meletakkan dahan-dahan itu ke dalam palungan di depan mata kambing domba itu, supaya berkelamin dekat dahan-dahan itu. 42 Tetapi apabila datang kambing domba yang lemah, ia tidak meletakkan dahan-dahan itu ke dalamnya. Jadi hewan yang lemah untuk Laban dan yang kuat untuk Yakub. 43 Maka sangatlah bertambah-tambah harta Yakub, dan ia mempunyai banyak kambing domba, budak perempuan dan laki-laki, unta dan keledai.

Memperoleh Harta Karena Bekerja Keras

Kisah Yakub di rumah Laban mertuanya merupakan contoh  mengupayakan kehidupan yang lebih baik atau sejahtera. Harta adalah bagian dari kehidupan yang layak dimiliki oleh semua orang yang bekerja bersungguh-sungguh. Apa pun yang Yakub miliki diperolehnya dengan berjuang atau kerja keras. Ia awalnya datang dan tinggal di rumah Laban seorang diri tanpa isteri dan kambing domba. Semua orang memiliki kebutuhan dan karena itu harta bukanlah hal yang dilarang untuk diperoleh. Kehidupan Yakub mengekspresikan pesan ini. Harta itu wajar untuk diupayakan dan diperoleh dengan cara bekerja keras. Ia bekerja untuk waktu yang lama agar dapat memperoleh baik isteri maupun kambing domba. Apa yang dimilikinya diperoleh sebagai buah dari kerja keras bertahun-tahun. Nas hari ini secara khusus berbicara tentang upaya Yakub untuk memperoleh kambing domba dari Laban. Ia bukanlah orang yang harap gampang, tetapi pejuang kehidupan yang pantas dijadikan teladan. Ayat 37 dan 38 mengisahkan bagaimana Yakub melakukan kiat khusus agar berhasil memperoleh harta berupa kambing domba yang didambakannya. Ia mengambil dahan hijau, mengupasnya sehingga kelihatan berbelang-belang serta meletakkannya di palungan tempat minum. Tindakkan ini berdasar pada kepercayaan bahwa apa yang dilihat kambing domba saat berkembang biak atau berkelamin, akan menentukan warna anak-anaknya. Jadi cara yang dipakai Yakub bukan tanpa alasan. Kita belajar bahwa bekerja keras haruslah didasarkan bukan saja pada kepercayaan tetapi juga kesungguhan berpikir. Buah dari kepercayaan, berpikir dan bertindak atau kerja keras tidak akan mengecewakan.  Setiap orang memiliki pengetahuan karena itu harus diwujudkan dengan cara khusus disertai kerja keras. Akhirnya mohonlah agar Allah sumber berkat dan pengetahuan memberkati usaha kita.

Doa: Ya Tuhan, kiranya kebutuhan hidup kami tercukupkan. Amin.

Rabu, 04 Mei 2022                                            

bacaan : Amsal 31 : 13 – 18

13 Ia mencari bulu domba dan rami, dan senang bekerja dengan tangannya. 14 Ia serupa kapal-kapal saudagar, dari jauh ia mendatangkan makanannya. 15 Ia bangun kalau masih malam, lalu menyediakan makanan untuk seisi rumahnya, dan membagi-bagikan tugas kepada pelayan-pelayannya perempuan. 16 Ia membeli sebuah ladang yang diingininya, dan dari hasil tangannya kebun anggur ditanaminya. 17 Ia mengikat pinggangnya dengan kekuatan, ia menguatkan lengannya. 18 Ia tahu bahwa pendapatannya menguntungkan, pada malam hari pelitanya tidak padam.

Perempuan Yang Cakap Dan Bijak

Perempuan yang dimaksud penulis kitab Amsal adalah isteri dan ibu yang cakap melakukan banyak hal  berkaitan dengan hikmat dalam kehidupan. Lakon atau peran hidup perempuan dijalani agar keberadaan dan kelangsungan keluarga dapat terjamin. Hal ini berarti bahwa kualitas keluarga ditentukan pula oleh tindakkan berhikmat atau bijak seorang perempuan. Laki-laki tidak mungkin bertindak sendiri melangsungkan akta hidupnya tanpa dukungan dan kebersamaan perempuan. Tindakan seorang isteri dan atau ibu menjadi berkualitas apabila dilangsungkan dengan cakap dan bijak. Kecakapan dan kebijaksanaan menjadikan perempuan bermakna bukan saja bagi keluarganya tapi juga demi kehidupan. Ciri perempuan cakap dan bijak adalah berpikir cerdas dan bekerja keras serta menggunakan setiap kesempatan mengusahakan juga menata pemenuhan kebutuhan sehari-hari untuk keluarganya. Kebutuhan sehari-hari yang dimaksud yakni makan dan minum, pakaian dan tempat kediaman atau rumah yang layak serta menabung untuk masa depan. Penulis Amsal ini bukan sekadar menghargai tetapi mengagungkan perempuan dengan sangat hebat. Peran atau lakon perempuan bukanlah tambahan tapi penentu dalam setiap keluarga.  Ia mengajarkan dan meneladankan nilai kehidupan bagi keluarganya. Keluarga yang memiliki perempuan mulia, dari dalamnya akan terlahir generasi baru berkualitas. Maksudnya keturunan yang  menghargai berkat Tuhan, bermartabat, bermoral, unggul, pekerja keras, dan menuju masa depan gemilang. Sesungguhnya keluarga yang berkenan pada Tuhan, keturunan yang diberkati serta kehidupan bermutu tercipta karena akta hidup perempuan cakap dan bijak. Hendaklah dihayati bahwa menjadi perempuan adalah berkat, sebab melaluinya, karya selamat Tuhan dinyatakan bagi keluarga dan kehidupan di semesta ini. Semoga kehidupan perempuan tetap berlangsung dengan cakap dan bijak.   

Doa: Ya Tuhan layakkanlah kami menjalani hidup dengan bermakna. Amin.

Kamis, 05 Mei 2022                                         

bacaan : Kisah Para Rasul 16 : 13 – 18

Paulus di Filipi
13 Pada hari Sabat kami ke luar pintu gerbang kota. Kami menyusur tepi sungai dan menemukan tempat sembahyang Yahudi, yang sudah kami duga ada di situ; setelah duduk, kami berbicara kepada perempuan-perempuan yang ada berkumpul di situ. 14 Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus. 15 Sesudah ia dibaptis bersama-sama dengan seisi rumahnya, ia mengajak kami, katanya: "Jika kamu berpendapat, bahwa aku sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, marilah menumpang di rumahku." Ia mendesak sampai kami menerimanya. 16 Pada suatu kali ketika kami pergi ke tempat sembahyang itu, kami bertemu dengan seorang hamba perempuan yang mempunyai roh tenung; dengan tenungan-tenungannya tuan-tuannya memperoleh penghasilan besar. 17 Ia mengikuti Paulus dan kami dari belakang sambil berseru, katanya: "Orang-orang ini adalah hamba Allah Yang Mahatinggi. Mereka memberitakan kepadamu jalan kepada keselamatan." 18 Hal itu dilakukannya beberapa hari lamanya. Tetapi ketika Paulus tidak tahan lagi akan gangguan itu, ia berpaling dan berkata kepada roh itu: "Demi nama Yesus Kristus aku menyuruh engkau keluar dari perempuan ini." Seketika itu juga keluarlah roh itu.

Bersyukur Bersama Wadah Perempuan GPM 

Hari ini, Wadah Pelayanan Perepuan GPM bersyukur atas bertambah panggilan pengutusan menjadi 54 tahun. Bersyukur bersama Wadah Pelayanan Perempuan GPM hendaklah diaktakan dengan cara memberdayakan seluruh potensi. Perempuan GPM diajak untuk terus memberdayakan potensi terutama ekonomi dan untuk maksud itu belajarlah pula dari Lidia.  Lidia seorang perempuan yang ditemui Paulus di Filipi ketika sedang melangsungkan perjalanan pemberitaan injil. Ia adalah seorang perempuan dari kota Tiatira, provinsi Asia. Kisah tentang Lidia menegaskan bahwa perempuan mendapat tempat dan peran positif dalam pemberitaan injil. Pelajaran ini penting bagi perempuan GPM yang bersyukur dengan bertambah tahun pelayanan. Tempat dan peran aktif perempuan dalam pemberitaan kabar baik tentang Yesus harus terus dilakoni. Nas hari ini juga memberi inspirasi tentang tindakkan bermakna secara ekonomi. Penyebutan kota Tiatira memberi kesan kuat bahwa penulis hendak menceritakan seorang perempuan dengan latar belakang ekonomi. Tiatira adalah kota yang terkenal dengan kain ungu karena warnanya merupakan hasil celupan dari sejenis siput laut. Pemberitaan injil terbuka bagi perempuan yang berwawasan pengusaha, memiliki kerendahan hati dan bersedia percaya Yesus. Kisah Lidia menegaskan paran aktif perempuan baik sebagai pemberita injil maupun pelaku usaha di bidang ekonomi.  Perempuan lain yang dikisahkan dalam teks kita adalah seseorang yang dibebaskan dari roh tenung. Kiranya hari ini dijadikan kesempatan membarui hidup, baik perasaan, pikiran, sikap maupun tindakkan. Semua yang tak berkenan pada Yesus haruslah diubah agar menjadi berkenan pada-Nya.

Doa: Ya Bapa, terimalah syukur perempuan GPM. Amin.

Jumat, 06 Mei 2022                                            

bacaan : Amsal 6 : 6 – 11

6 Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak: 7 biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, 8 ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen. 9 Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu? 10 "Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring" -- 11 maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.

Orang Malas Hidupnya Melarat

Orang malas atau pemalas menjalani hidupnya dengan tidak bertanggung jawab.  Mereka biasanya sedikit bekerja atau bahkan tidak bekerja sama sekali serta suka “berlipat tangan”. Tingkat kualitas hidup orang-orang ini menurun dengan hebat, sehingga semut pun lebih unggul dari mereka. Manusia makhluk mulia kalah bermutu dari semut dan situasi demikian merupakan sebuah pengecualian hidup bahkan ironi. Semut bekerja keras secara bersama-sama, tapi ada manusia yang malas dan banyak tidur. Semut mengumpulkan makanan dan tidak kelaparan, tetapi ada manusia yang melarat karena kemalasannya. Semut memiliki persediaan makanan melimpah, tapi ada manusia yang berkekurangan bahkan miskin karena kecorobohannya. Kondisi seperti inilah yang mendasari penulis Amsal mengajukan nasihat hikmatnya. Hiduplah dengan berhikmat agar terhindar dari kemiskinan dan kemelaratan. Ia sedang berbicara tentang kemiskinan sebagai akibat dari kemalasan dan kecerobohan diri sendiri dalam pekerjaan. Peringatan ini keras dan serius, sehingga tidak boleh diabaikan. Bermohonlah agar Tuhan memberi hikmat agar hidup dijalani dengan bertanggung jawab. Orang yang bertanggung jawab menjalani hidup dengan optimis, terus belajar dari pengalaman, bekerja keras dan bersama-sama. Inilah rahasia mengalami hidup sejahtera, bekerja dengan prinsip keras, bersama-sama dan bersama Tuhan. Mari periksa hidup, jangan sampai selama ini kita berkerja, tapi tidak keras. Amatilah keberadaan kalau-kalau kita sudah bekerja keras, tapi seorang diri tanpa kebersamaan. Ujilah pula mungkin kita sudah bekerja keras dan bersama-sama, tapi belum bersama Tuhan. Hidup dianugerahkan agar dialami dalam kelimpahan bukan kemelaratan. Ingatlah bahwa orang berhikmat belajar dari pengalaman, mengoreksi diri sendiri, bekerja keras dan bersama-sama serta mengharapkan pertolongan Tuhan.

Doa: Ya Bapa kuatkan kami untuk bekerja keras agar dapat mengalami hidup yang sejahtera karena berkat-Mu.  Amin.

Sabtu, 07 Mei 2022                                            

bacaan : Amsal 10 : 4 – 5

4 Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya. 5 Siapa mengumpulkan pada musim panas, ia berakal budi; siapa tidur pada waktu panen membuat malu.

Tangan Yang Lamban Membuat Miskin

Sumber daya manusia perlu digerakan dalam mengembangkan ekonomi keluarga. Seorang mahasiswa dapat menarik beca untuk memenuhi kebutuhan kuliahnya. Dia terdorong memberdayakan dirinya tidak saja mendapat uang untuk membayar uang kuliah saja, tetapi terpikir melihat sebuah keberhasilan ke masa depan yang menanti. Penulis Amsal menyatakan “tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan yang rajin menjadikan kaya. Landasan kuat mendorong seseorang mau mempergunakan waktu dan kesempatan. Waktu digunakan sebaik mungkin, sebab  waktu adalah anugrah Allah, yang mesti dioptimalkan secara baik dengan bekerja keras. Apa yang dapat diharapkan dari kebiasaan bermalas-malasan, minum dan mabuk. Budaya serta kebiasaan anak-anak yang kurang menghargai waktu sebagai anugerah Allah, mengakibatkan mereka kehilangan masa depan. Kerja keras adalah faktor penting penentu keberhasilan, kemalasan dan kelambanan hanya akan membawa kita kepada kegagalan. Amsal 18:9 “orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya sudah menjadi saudara perusak. Pergilah kepada semut, perhatikan lakunya dan jadilah bijak. Sekalipun semut seekor binatang kecil, ia menyediakan roti pada musim panas dan mengumpulkan makananya pada waktu panen. Seandainya kita rajin, alam yang kaya ini  dapat dikelola, menjadi sumber pendapatan atau kekayaan yang membawa keberuntungan  dan kebahagian bagi hidup kita serta generasi anak cucu kita. Cipatkan kerja dan menyediakan lapangan kerja untuk membangun ketahanan ekonomi keluarga adalah hal yang penting dan menjadi perhatian kita. Setiap orang secara kreatif  dapat mengubah kondisi ancaman virus Covid-19 dengan menciptakan sumber pendapatan baru. Cara yang cukup menarik dengan adakan gerakan menanam bermacam sayuran untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Berdayakan setiap lahan tidur yang ada disekitar kita. Jauhkan sikap bermalas-malasan dan belajarlah dari keberhasilan orang yang rajin agar kita termotivasi juga untuk berhasil.

Doa:    Tuhan berikan kami motivasi untuk mengembangkan pontensi diri. Amin.  

*SUMBER : SHK bulan Mei 2022, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 24-30 April 2022

Tema Mingguan : ” Percaya pada Yesus yang Bangkit “

Minggu, 24 April 2022

Bacaan : Yohanes 20 : 24 – 29

Yesus menampakkan diri kepada Tomas
24 Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ. 25 Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: "Kami telah melihat Tuhan!" Tetapi Tomas berkata kepada mereka: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya." 26 Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" 27 Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah." 28 Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!" 29 Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."

Percaya Meski Tidak Melihat

Jika kita harus mempercayai sesuatu, apakah kita tipe orang yang percaya dulu lalu melihatnya atau melihat dulu baru kemudian percaya? Memang ada orang yang tanpa harus melihat terlebih dahulu ia langsung percaya, tapi ada juga orang yang harus melihat, harus ada bukti dulu baru percaya. Melalui kisah Tomas dalam Injil Yohanes ini, kita dapat belajar bahwa untuk percaya atau beriman kepada Tuhan Yesus, ternyata memiliki juga “ruang” untuk keraguan. Gambaran tentang keraguan dan ketidak percayaan Tomas mewakili dan menjadi gambaran banyak orang percaya masa kini yang selalu meragu-ragukan atau pesimis, apakah Tuhan benar-benar dapat melakukan mujizat atau keajaiban dalam kehidupan manusia. Orang-orang seperti ini akan selalu ragu ketika mendengar tentang kesaksian akan kemaha kuasaan Allah dalam kehidupan sesamanya. Dalam kisah ini, dapat kita lihat, apakah Tuhan Yesus menyerah dengan keraguan Tomas? Tidak! Rupanya anugerah Allah selalu berkelimpahan. Yesus justru membuktikan kepada Tomas bahwa Ia adalah Anak Allah yang telah mati tetapi bangkit dan hidup. Teguran Yesus seperti ini mau mengingatkan bahwa relasi iman kita kepada Tuhan seharusnya tidak didasarkan kepada pengalaman fisik, melainkan seharusnya berdasarkan kepada pengalaman iman. Bukan didasarkan pada apa yang dilihat, melainkan kepada kesiapan kita untuk mempercayai Dia melalui Firman-Nya, bahwa Yesus adalah Anak Allah yang bangkit. Kiranya kuasa kebangkitan Yesus yang telah mengubah kehidupan Tomas untuk tidak ragu kepada-Nya, juga menyertai kehidupan kita semua, khususnya dalam masa-masa sulit seperti sekarang ini. Tuhan memberkati kita semua.

Doa: Ya Tuhan, ajarilah kami untuk selalu percaya bahwa Engkau adalah Anak Allah yang bangkit dan hidup. Amin.

Senin, 25 April 2022

bacaan : Yohanes 2 : 22

22 Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan merekapun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus.

Percaya Kepada Perkataan Yesus Sebagai Firman Allah


Sebagai anak-anak, terkadang kita mengabaikan nasihat dan perkataan orang tua, sampai kepada titik dimana ketika kita akhirnya menyadari bahwa nasihat atau perkataan yang dikatakan oleh orang tua itu benar adanya. Akhirnya yang terjadi adalah rasa penyesalan karena tidak mengindahkan perkataan atau nasihat orang tua tersebut. Hal yang sama pun dapat kita lihat melalui pembacaan di saat ini, di mana Yesus menyucikan Bait Allah dengan menghardik para pedagang yang berjualan di Bait Allah. Dalam perkataan-Nya, Tuhan Yesus berbicara mengenai Bait Allah yang dirombak dan dapat dibangun-Nya kembali dalam 3 hari. Para murid tidak menyadari bahwa maksud penyempaian Yesus itu adalah nubuat tentang diri-Nya yang mati dan bangkit pada hari ketiga. Hal tersebut baru mereka sadari setelah kebangkitan Yesus terjadi dan sejak saat itulah para murid menjadi semakin percaya akan setiap perkataan yang keluar dari mulut Yesus. Selaku orang percaya, kita terkadang mengabaikan Firman Tuhan yang telah disampaikan, baik yang berisikan nasihat dan ajaran maupun nubuat tentang kemahakuasaan Allah. Hingga pada saat dimana melalui keadaan atau situasi tertentu kita sadar bahwa Firman Tuhan itu memang benar adalah penuntun hidup. Perkataan-perkataan Yesus dalam kitab-kitab Injil merupakan nubuat-nubuat tentang kemahakuasaan Allah di dalam diri-Nya. Percaya kepada Firman Allah dengan meyakini dan melakukannya dalam kehidupan adalah wujud iman kita kepada Yesus Kristus yang bangkit.

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk melakukan Firman-Mu sebagai wujud iman percaya kami. Amin.

Selasa, 26 April 2022

bacaan : Markus 16 : 9 – 18

Yesus beberapa kali menampakkan diri dan mengutus murid-murid-Nya Yesus terangkat ke sorga
9 Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan. 10 Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis. 11 Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya. 12 Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota. 13 Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada merekapun teman-teman itu tidak percaya. 14 Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya. 15 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. 16 Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. 17 Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, 18 mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."

Kebangkitan Yesus Mengubahkan Hati

Kepercayaan seeorang merupakan sebuah proses dinamis, tidak timbul secara tiba-tiba, ada faktor-faktor pencetus dan diperlukan pula kesaksian para saksi. Para murid pun demikian halnya harus melalui proses panjang sampai pada akhirnya percaya kepada Yesus yang bangkit. Proses itu dimulai dari kesaksian Maria Magdalena sebagai saksi mata sampai penampakan yang dilakukan Yesus. Kesaksian Maria Magdalena tentang Yesus yang bangkit tidak serta merta membuat para murid. Dua murid dari emaus pun belum sepenuhmya membuat mereka percaya, hanya Yesus saja yang sanggup meyakinkan mereka tentang kebenaran kebangkitan-Nya. Yesus mencela kedegilan hati mereka sebab masih ada keraguan, ketidakpercayaan, dan keangkuhan. Sikap para murid yang demikian dapat pula disebabkan oleh adanya perasaan kecewa, dan patah hati. Yesus ternyata harus mati dan tidak menjadi Mesias seperti diharapkan. Kuasa kebangkitan Yesus menunjukan otoritas ilahi mengubahkan kedegilan hati, keraguan, ketakutan menjadi ketetapan hati untuk melakukan aksi, bahkan mereka diberikan kuasa melakukan tanda mujizat. Kesaksian tentang kebangkitan Yesus tetap bermakna bagi kita yang hidup di masa kini. Pertama, kuasa Kebangkitan Yesus harus dijadikan kekuatan yang mengubahkan hati. Kedua, kuasa kebangkitan Kristus adalah otoritas Allah dalam hidup manusia yang bukan sekadar memberi perintah tetapi juga memberkati kita untuk bersaksi. Kita terpanggil untuk memberitakan kebaikan Allah yang telah mengampuni dosa manusia dan dunia, baik dengan perkataan maupun karya nyata.

Doa: Ya Tuhan ubahlah hati kami dengan kuasa kebangkitan Yesus agar layak dan mampu menjadi bersaksi. Amin.

Rabu, 27 April 2022

bacaan : Matius 28 : 16 – 18

Perintah untuk memberitakan Injil
16 Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. 17 Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu. 18 Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.

Hidup Adalah Pemberian dan Penugasan, Anugerah dan Pengutusan

Paul Tillich yang adalah seorang teolog berkebangsaan Jerman mengatakan bahwa: keraguan bukanlah lawan dari iman melainkan salah satu unsur iman. Menurutnya hanya orang yang serius imannya yang pernah mengalami keraguan. Kita jangan pernah berhenti beriman saat keraguan itu datang. Hal yang semestinya kita lakukan terhadap apa yang namanya keraguan itu ialah membawanya kepada Allah. Sebelum kenaikan Yesus ke sorga para murid pergi ke Galilea. Mereka berjumpa dengan Yesus di sebuah bukit yang bernama Zaitun. Penulis Matius mencatat bahwa karena ragu-ragu, tidak semua murid menyembah Yesus yang adalah Raja. Yesus mengetahui hati setiap orang, baik yang sungguh-sungguh percaya maupun orang yang meragukan-Nya. Itu sebabnya sebelum amanat agung diberikan, Yesus terlebih dahulu membereskan keraguan murid-murid-Nya. Hidup adalah pemberian dan penugasan. Hidup adalah anugerah dan pengutusan. Yesus memberi kehidupan sekaligus mengutus kita untuk menyatakan tanda-tanda kerajaan Allah bagi dunia. Ia mengutus kita untuk bekerja dan melayani serta menjadikan segala bangsa murid-Nya. Perintah inilah yang dikenal dengan sebutan amanat agung Kristus bagi para rasul-Nya. Perintah ini juga ditujukan kepada kita sebagai murid-Nya. Kita terpanggil untuk mengajak semua orang melakukan firman Tuhan. Ajakan untuk melakukan firman Tuhan dimulai dari diri kita terlebih dahulu. Sebelum mengajar orang lain, maka kita haruslah mengajar diri sendiri untuk hidup benar dan melakukan firman Tuhan.

Doa: Tuhan Yesus mampukan kami memahami perintah-Mu tanpa ragu pada janji penyertaan-Mu, serta mengajarkan firman-Mu bagi semua orang. Amin.


Kamis, 28 April 2022

bacaan : 1 Petrus 1 : 21

21 Oleh Dialah kamu percaya kepada Allah, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan yang telah memuliakan-Nya, sehingga imanmu dan pengharapanmu tertuju kepada Allah.

Ditebus Dengan Darah Yang Mahal

Pertanyaan reflektif yang perlu dijawab ialah apakah yang ingin kita capai dalam hidup ini? Keselamatan dan kebahagiaan di masa depankah, yang karenanya kita telah berusaha namun sia-sia? Mungkinkah kita terlalu mengandalkan kekuatan dan kemampuan diri sendiri. Kita egois, sombong, merasa hebat, seakan-akan tanpa kuasa Allah semua hasrat hati pasti terlaksana. Kita tidak melakukan segala sesuatu dengan iman dan pengharapan yang sungguh-sungguh tertuju kepada Allah. Allah telah membangkitkan Yesus, sehingga melalui-Nya iman dan pengharapan orang percaya hanya tertuju kepada Dia. Karya selamat Yesus tidaklah berakhir pada Kematian, tetapi kebangkitan-Nya. Sekali lagi kebangkitan dan kenaikan Kristus ke sorga bukan sekadar pertunjukan kuasa yang hebat, tetapi membuka jalan bagi setiap orang percaya mempercayai Allah. Allah yang sudah membangkitkan dan memuliakan Kristus adalah Dia yang akan menguatkan kita ketika menghadapi kesukaran, fitnahan, penganiayaan, hinaan bahkan kematian. Allah sudah menyediakan dasar yang kokoh bagi iman dan pengharapan kita. Karena itu jadilah manusia baru. Kita telah ditebus, sehingga tidak lagi hidup dari benih kefanaan melainkan dalam kekudusan yakni firman Allah yang hidup dan kekal. Karena dosa, kita telah ditebus oleh-Nya dengan darah yang mahal, marilah kita hidup seturut dengan kehendak-Nya. agar kita dapat terus beroleh kasih-Nya marilah kita hidup dengan tetap beriman dan berpengharapan yang hanya tertuju kepada Allah.

Doa: TUHAN kami selalu rindu beroleh kasihMu, Ajari kami Tuhan untuk tetap hidup dengan beriman dan berpengharapan hanya kepadaMu. Amin..


Jumat, 29 April 2022

bacaan : 2 Korintus 4 : 13 – 15

13 Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: "Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata", maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata. 14 Karena kami tahu, bahwa Ia, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Dan Ia akan menghadapkan kami bersama-sama dengan kamu kepada diri-Nya. 15 Sebab semuanya itu terjadi oleh karena kamu, supaya kasih karunia, yang semakin besar berhubung dengan semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menyebabkan semakin melimpahnya ucapan syukur bagi kemuliaan Allah.

Menjadi Saksi Kebangkitan Kristus

Kata percaya diartikan sebagai hal mengakui atau meyakini bahwa sesuatu itu memang benar atau nyata. Percaya juga dimaknai, menganggap atau yakin bahwa seseorang itu jujur atau tidak jahat. Paulus melalui suratnya yang ke-2 kepada jemaat di korintus ingin menegaskan dan membela otoritas kerasulannya serta menentang ajaran guru-guru palsu. Atas dasar itu melalui surat yang kedua kepada jamaat di Korintus, ia menegaskan gagasan teologi kemuliaan melalui penderitaan. Hal ini dapat dilihat dari penjelasan tentang pengalaman rohaninya dengan orang-orang percaya, seperti kelemahan, dukacita, airmata, bahaya, kesukaran lalu kemudian penghiburan, kemegahan, kebenaran pelayanan dan kemuliaan. Kebangkitan dan hidup kekal itu akan diterima oleh orang yang percaya. Inilah iman sejati yang harus dimiliki oleh orang percaya. Iman yang harus dihidupi dan disuarakan sehingga orang lain mendengar dan menerimanya. Inilah yang dimaksudkan Paulus ketika ia berkata: aku percaya sebab itu aku berkata-kata maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata. Orang Kristen memang harus menyuarakan yang dipercayainya karena ia juga hidup seturut imannya kepada Kristus. Jadikanlah diri dan hidup sebagai satu kesaksian dan teladan bagi orang lain, sehingga mereka dapat percaya dan berkata-kata tentang kebangkitan Yesus. Hanya dengan cara demikian, dunia menjadi percaya dan hidup dalam limpah syukur bagi kemuliaan Allah.

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk terus bersaksi tentang kuasa kebangkitan-Mu agar orang lain juga menjadi percaya dan dapat berkata-kata tentang kuasa kebangkitan-Mu. Amin..


Sabtu, 30 April 2022

bacaan : Galatia 1 : 1 – 5

Salam
Dari Paulus, seorang rasul, bukan karena manusia, juga bukan oleh seorang manusia, melainkan oleh Yesus Kristus dan Allah, Bapa, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, 2 dan dari semua saudara yang ada bersama-sama dengan aku, kepada jemaat-jemaat di Galatia: 3 kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus, 4 yang telah menyerahkan diri-Nya karena dosa-dosa kita, untuk melepaskan kita dari dunia jahat yang sekarang ini, menurut kehendak Allah dan Bapa kita. 5 Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya! Amin.

Hidup Oleh Kasih Karunia Tuhan

Pemahaman seseorang akan jati diri dan hubungannya dengan pencipta-Nya sangat mempengaruhi cara pikir dan sikapnya. Paulus menyebut dirinya adalah rasul yang dipilih oleh Yesus Kristus bukan manusia. Otoritas Paulus untuk menjadi seorang rasul sepenuhnya berasal dari kehendak Allah sendiri. Jika Paulus diterima oleh Allah, maka demikian pun kita. Tuhan Yesus dan Allah Bapa menghadirkan kasih karunia dalam hidup kita. Kita tidak pernah bisa membeli kasih karunia dengan usaha sendiri. Semua promosi datangnya dengan kasih karunia dan kehendak Allah, semua bukan karena usaha kita. Saat kita setia dalam perkara-perkara sederhana dan berjalan dalam hadirat Allah, terus menerus dan dekat dengan Allah, maka Ia akan menunjukkan kasih karunia-Nya. Hidup kita berada dan berlangsung karena anugerah dan damai sejahtera Allah. Kasih karunia dan damai sejahtera adalah berkat terbesar umat yang telah ditebus oleh Allah. Semakin kita menyadari akan berkat terbesar ini dalam kehidupan, makin besar pula daya untuk berusaha dan berjuang serta memuliakan Allah. Mari sadari dan hayatilah bahwa segala sesuatu yang kita alami di masa lalu adalah cara Tuhan mempersiapkan hidup agar berdaya menjalani waktu sekarang. Selain itu, semua hal yang dialami dan digumuli di masa sekarang, akan dikaryakan Tuhan untuk masa depan yang gemilang nanti.

Doa: Ya Tuhan Yesus terima kasih untuk anugerah-Mu yang telah menyelamatkan hidupku dan mampukanlah aku untuk menghidupi kebenaran-Mu tiap hari dalam hidupku. Amin.

*SUMBER : SHK BUlan April 2022 LPJ – GPM