Santapan Harian Keluarga, 17 – 23 April 2022

Tema Mingguan : “Paskah Kristus : Ada Kuasa di balik batu yang terguling

Minggu, 17 April 2022                     

bacaan : Lukas 23 : 53b – 24 : 1 – 12

Kebangkitan Yesus
56 Dan setelah pulang, mereka menyediakan rempah-rempah dan minyak mur. (23-56b) Dan pada hari Sabat mereka beristirahat menurut hukum Taurat,
tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka. 2 Mereka mendapati batu sudah terguling dari kubur itu, 3 dan setelah masuk mereka tidak menemukan mayat Tuhan Yesus. 4 Sementara mereka berdiri termangu-mangu karena hal itu, tiba-tiba ada dua orang berdiri dekat mereka memakai pakaian yang berkilau-kilauan. 5 Mereka sangat ketakutan dan menundukkan kepala, tetapi kedua orang itu berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati? 6 Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea, 7 yaitu bahwa Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang-orang berdosa dan disalibkan, dan akan bangkit pada hari yang ketiga." 8 Maka teringatlah mereka akan perkataan Yesus itu. 9 Dan setelah mereka kembali dari kubur, mereka menceriterakan semuanya itu kepada kesebelas murid dan kepada semua saudara yang lain. 10 Perempuan-perempuan itu ialah Maria dari Magdala, dan Yohana, dan Maria ibu Yakobus. Dan perempuan-perempuan lain juga yang bersama-sama dengan mereka memberitahukannya kepada rasul-rasul. 11 Tetapi bagi mereka perkataan-perkataan itu seakan-akan omong kosong dan mereka tidak percaya kepada perempuan-perempuan itu. 12 Sungguhpun demikian Petrus bangun, lalu cepat-cepat pergi ke kubur itu. Ketika ia menjenguk ke dalam, ia melihat hanya kain kapan saja. Lalu ia pergi, dan ia bertanya dalam hatinya apa yang kiranya telah terjadi.

Ada kuasa di Balik Batu Yang Terguling

Paskah Kristus: “Ada kuasa di balik batu yang terguling”,  demikianlah tema paskah GPM tahun 2022. Jika fokus kita pada kata “kuasa” maka yang dimaksudkan pada tema ini bukan sekadar kuasa yang menyebabkan atau telah membuat batu penutup kubur Yesus dapat terbuka. Namun sebenarnya menunjuk pula pada keberadaan di balik atau di belakang atau arahnya yang lebih tepat yakni di dalam kubur tersebut. Kuasa tersebut adalah Yesus yang hidup. Kuasa Yesus yang hidup menunjukkan kuasa Allah yang menang atas penderitaan dan maut. Kubur sebagai bukti fisik akan kematian Yesus tak dapat menahan kuasa ilahi Allah untuk membangkitkan Yesus dan hidup di antara orang mati. Pertanyaan dua orang malaikat yakni : “mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati?” merupakan suatu pertanyaan kritis untuk menarik keluar iman dari para perempuan. Untuk itu, para malaikat kemudian melanjutkan pertanyaan mereka dengan mengingatkan kembali perempuan-perempuan tentang perkataan Yesus terkait kebangkitan yang akan Ia alami. Penulis Injil Lukas menunjukkan respons para perempuan itu dengan mengatakan “…maka teringatlah mereka…” Kemampuan para perempuan untuk mengingat kembali menjadi daya dorong yang kuat bagi bertumbuhnya iman percaya dalam diri merekabut. Iman yang sungguh-sungguh itulah yang kemudian memampukan para perempuan untuk selanjutnya menyaksikan kebangkitan Yesus kepada kesebelas murid Yesus dan semua saudara lainnya. Semua peristiwa ini merupakan wujud dari kuasa yang ada di balik batu yang terguling itu. Untuk itu, hiduplah selalu dengan mengandalkan kuasa Tuhan yang hidup, dan percayalah bahwa kuasa Tuhan tersebut tidak pernah sia-sia

Doa: Kuasailah kami dengan kuasa kehidupan-Mu, ya Kristus Penyelamat kami. Amin.

Senin, 18 April 2022                                         

bacaan : Matius 28 : 1 – 10

Kebangkitan Yesus
Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu. 2 Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya. 3 Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju. 4 Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati. 5 Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: "Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. 6 Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring. 7 Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu." 8 Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus. 9 Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. 10 Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku."

Kesetaraan; Ada Kuasa di Balik Batu

Dalam kisah kebangkitan Yesus, ada sebuah nama yang begitu khas disebutkan oleh Injil Matius yakni Maria Magdalena. Siapakah dia? Maria Magdalena  adalah salah satu dari beberapa wanita yang ikut berkeliling bersama Yesus dan murid-muridNya dalam melakukan pelayanan. Maria adalah seorang perempuan yang pernah dibebaskan Yesus dari tujuh setan (bnd Mrk 16:9), dan dianggap sebagai seorang berdosa. Namun Maria Magdalena merupakan satu-satunya perempuan yang setia mengikut Yesus hingga menyaksikan secara langsung penyaliban Yesus. Untuk itu, ia yang kemudian mendapat penghormatan sebagai orang pertama yang melihat Yesus setelah Yesus dibangkitkan. Peristiwa kebangkitan Yesus memang membawa perubahan besar bagi kehidupan Maria Magdalena dan perempuan lainnya. Setelah mereka mendengar berita tentang Yesus dari malaikat, mereka segera pergi menjumpai para murid Yesus dan memberitakan tentang kebangkitan-Nya. Tindakan ini hendak menyatakan sekaligus juga kepada kita bahwa peran perempuan tidak selalu ada di ruang domestik namun juga dapat terjadi di ruang publik. Kuasa Yesus yang hidup; yang ada di balik batu yang terguling itu ternyata telah menghadirkan kesetaraan bagi perempuan. Selain itu, kuasa di balik batu yang terguling itu pun tak hanya terjadi di kubur Yesus, namun juga terjadi di dalam perjalanan para perempuan yang hendak menjumpai murid-murid Yesus. Hal ini berarti bahwa kuasa kebangkitan Yesus tak dapat dibatasi oleh ruang dan waktu tertentu. Kuasa dibalik batu yang terguling itu pun membawa damai sejahtera bagi mereka yang mengimani kebangkitan-Nya. Yesus mengatakan “salam bagimu” sama artinya dan kata “memberi berkat”. Dengan demikian, kuasa di balik batu yang terguling ternyata memberi dampak secara luas bagi seseorang yang percaya kepada-Nya. Marilah kita mulai melakukannya dalam keluarga kita.

Doa: Tuhan Yesus, kami percaya kuasa kebangkitan-Mu mengubah kehidupan kami. Amin.

Selasa, 19 April 2022                                        

bacaan : Kisah Para Rasul 3 : 11 – 16

Khotbah Petrus di Serambi Salomo
11 Karena orang itu tetap mengikuti Petrus dan Yohanes, maka seluruh orang banyak yang sangat keheranan itu datang mengerumuni mereka di serambi yang disebut Serambi Salomo. 12 Petrus melihat orang banyak itu lalu berkata: "Hai orang Israel, mengapa kamu heran tentang kejadian itu dan mengapa kamu menatap kami seolah-olah kami membuat orang ini berjalan karena kuasa atau kesalehan kami sendiri? 13 Allah Abraham, Ishak dan Yakub, Allah nenek moyang kita telah memuliakan Hamba-Nya, yaitu Yesus yang kamu serahkan dan tolak di depan Pilatus, walaupun Pilatus berpendapat, bahwa Ia harus dilepaskan. 14 Tetapi kamu telah menolak Yang Kudus dan Benar, serta menghendaki seorang pembunuh sebagai hadiahmu. 15 Demikianlah Ia, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi. 16 Dan karena kepercayaan dalam Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kamu kenal ini; dan kepercayaan itu telah memberi kesembuhan kepada orang ini di depan kamu semua.

Ada Kuasa di Balik Nama-Nya

Seorang anak kecil membaca tema paskah yang tertera pada sebuah spanduk di gereja,  mengatakan kepada mamanya yakni :  “mama, mengapa kakak seng ada kuasa? Padahal batu terguling kena kaka pung jari”. Pertanyaan yang terdengar sangat sederhana dari kepolosan seorang anak, namun telah memaksa mama dan papanya untuk berpikir dan memberi jawab. Ya, karena dalam kehidupan ini kita selalu menjumpai batu yang terguling, namun tentunya batu yang terguling itu tidak sama dengan batu yang terguling dalam kisah kebangkitan Yesus. Kuasa dari batu yang terguling dalam nas bacaan kita dapatlah dipahami melalui khotbah Petrus kepada orang banyak di Serambi Salomo. Ketika orang lumpuh yang selalu duduk di depan Bait Allah disembuhkan oleh Petrus, maka terheran-heranlah semua orang yang melihat. Di dalam hati mereka bertanya tentang kuasa yang dipakai oleh petrus untuk menyembuhkan orang lumpuh tersebut. Petrus kemudian menjadikan situasi keheranan itu untuk mengajarkan tentang Yesus sebagai Tuhan dan Penyelamat. Tuhan yang di dalam nama-Nya ada kuasa yang besar  yakni kuasa kehidupan. Bagi petrus, orang lumpuh telah percaya dan mempercayakan dirinya pada kuasa yang menghidupkan itu, yang dikatakan oleh Petrus bahwa :…Karena kepercayaan dalam nama Yesus, maka nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kamu kenal ini…” Pengajaran Petrus seharusnya juga menumbuhkan iman percaya kita sebagai orang beriman. Kita harus sungguh-sungguh percaya pada kuasa Yesus yang hidup itu.  Supaya dalam kuasa nama-Nya, kelemahan dan persoalan yang kita hadapi ditanggung dan diatasi dengan pertolongan-Nya. Dengan demikian, kehidupan kita pun akan menyaksikan betapa besar kuasa nama-Nya.

Doa: Nama-Mu sungguh berkuasa ya Tuhan. tolonglah kami untuk selalu mengimaniNya. Amin.

Rabu, 20 April 2022                                             

bacaan : Kisah Para Rasul 3 : 17 – 26

17 Hai saudara-saudara, aku tahu bahwa kamu telah berbuat demikian karena ketidaktahuan, sama seperti semua pemimpin kamu. 18 Tetapi dengan jalan demikian Allah telah menggenapi apa yang telah difirmankan-Nya dahulu dengan perantaraan nabi-nabi-Nya, yaitu bahwa Mesias yang diutus-Nya harus menderita. 19 Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan, 20 agar Tuhan mendatangkan waktu kelegaan, dan mengutus Yesus, yang dari semula diuntukkan bagimu sebagai Kristus. 21 Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu. 22 Bukankah telah dikatakan Musa: Tuhan Allah akan membangkitkan bagimu seorang nabi dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku: Dengarkanlah dia dalam segala sesuatu yang akan dikatakannya kepadamu. 23 Dan akan terjadi, bahwa semua orang yang tidak mendengarkan nabi itu, akan dibasmi dari umat kita. 24 Dan semua nabi yang pernah berbicara, mulai dari Samuel, dan sesudah dia, telah bernubuat tentang zaman ini. 25 Kamulah yang mewarisi nubuat-nubuat itu dan mendapat bagian dalam perjanjian yang telah diadakan Allah dengan nenek moyang kita, ketika Ia berfirman kepada Abraham: Oleh keturunanmu semua bangsa di muka bumi akan diberkati. 26 Dan bagi kamulah pertama-tama Allah membangkitkan Hamba-Nya dan mengutus-Nya kepada kamu, supaya Ia memberkati kamu dengan memimpin kamu masing-masing kembali dari segala kejahatanmu."

Digenapi Supaya dibaharui

Karya kasihNya genap, haleluya

KemenanganNya tetap; haleluya

Surya slamat jadi trang, haleluya

Takkan lagi terbenam, haleluya

Ayat kedua dari lagu yang berjudul: “Kristus bangkit Soraklah”,  pada Kidung jemaat No.188 ini, menunjuk pada sebuah pengertian yang mendalam tentang peran Yesus. Sebuah peran yang pada akhirnya dapat ditegaskan dengan satu kata yang tepat yakni GENAP. Semua yang dilakukan oleh Yesus adalah perwujudan dari penggenapan kehendak dan kasih Allah kepada umat manusia. Untuk itu, Petrus dalam khotbahnya di Serambi Salomo menyadari bahwa reaksi-reaksi manusia yang muncul sebelum kebangkitan Yesus terjadi merupakan reaksi karena ketidaktahuan dan ketidakmengertian. Petrus kemudian mengurai seluruh benang merah kehadiran Yesus di dunia, mulai dari sejarah Israel, nubuat para nabi hingga kematian dan kebangkitan-Nya kepada orang banyak saat itu. Petrus melakukan hal demikian, supaya terjadi pertobatan dalam diri mereka. Pertobatan merupakan tahapan awal dari pengaruh kuasa kebangkitan Yesus bagi orang-orang yang percaya pada-Nya. Sebab tanpa pertobatan maka perubahan hidup tidak dapat terjadi. Hal ini tentunya tidak mudah, sebuah quotes dari seseorang yang bernama Ethan Hawke mengatakan bahwa “hal terpenting yang dapat dilakukan oleh orang Kristen yang lahir baru adalah berdoa”. Doa menjadi kunci kekuatan bagi kita sebagai manusia yang lemah untuk tetap berada dalam kehidupan yang telah dibaharui. Sebab, hanya dengan meminta pertolongan-Nya, kita mampu untuk menjalani kehidupan yang sesuai dengan kehendak-Nya.

Doa:  Tuhan Yesus, dengan kuasa kebangkitan-Mu tolonglah kami untuk hidup baru. Amin.

Kamis, 21 April 2022                                         

bacaan : Ayub 19 : 25 – 27

25 Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu. 26 Juga sesudah kulit tubuhku sangat rusak, tanpa dagingkupun aku akan melihat Allah, 27 yang aku sendiri akan melihat memihak kepadaku; mataku sendiri menyaksikan-Nya dan bukan orang lain. Hati sanubariku merana karena rindu.

Aku Tahu Penebusku Hidup

Aku tahu: Penebusku hidup!, demikianlah keyakinan Ayub. Semua orang Kristen pasti tahu tentang kisah hidup Ayub. Dia merupakan seorang yang saleh dan jujur, yang takut akan Allah serta menjauhi kejahatan. Tetapi meskipun ia adalah seorang yang taat, Ayub tetap diuji dan mengalami masa-masa getir dalam hidupnya. Ketika mengalami penderitaan yang hebat  Ayub tetap setia dan percaya kepada Allah yang disembahnya dalam kesalehan. Allah diyakini sebagai penebusnya yang hidup. Karena itu Allah akan memulihkan kondisi hidup diri dan keluarganya. Berkaca dari kisah hidup Ayub kita dapat merenungkan, ketika ada banyak masalah yang dihadapi, seringkali muncul banyak keluhan dan bersungut-sungut bahkan menuding bahwa Tuhan Allah tidak adil. Allah dituding tidak adil karena memberikan begitu banyak persoalan, tantangan, penderitaan dalam hidup  pribadi, keluarga, tempat bekerja dan melayani. Ada pula yang seringkali  tinggal berlarut-larut dalam penderitaan hingga lupa cara bersyukur dan meyakini kuasa Tuhan Allah sebagai penebus yang hidup. Sadarilah bahwa Allah yang kita imani adalah Allah yang tidak akan memberikan penderitaan melebihi kemampuan selaku manusia. Sama seperti yang Ayub imani, jika  tekun dan tetap taat kepada Allah, maka Ia akan memberikan kelegaan dan jalan keluar terhadap seluruh masalah dan persoalan yang kita hadapi. Marilah selaku pribadi dan keluarga Allah, menjalani kehidupan dalam penghayatan di minggu sengsara ini, kita tetap setia, tekun dan percaya bahwa Allah yang kita imani adalah Penebus yang hidup.

Doa:  Ajarilah kami untuk tetap setia dan tekun kepada-Mu ya Allah, sebab Engkau adalah Penebus kami yang Hidup. Amin.

Jumat, 22 April 2022                                   

bacaan : Yohanes 11 : 33 – 44

33 Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata: 34 "Di manakah dia kamu baringkan?" Jawab mereka: "Tuhan, marilah dan lihatlah!" 35 Maka menangislah Yesus. 36 Kata orang-orang Yahudi: "Lihatlah, betapa kasih-Nya kepadanya!" 37 Tetapi beberapa orang di antaranya berkata: "Ia yang memelekkan mata orang buta, tidak sanggupkah Ia bertindak, sehingga orang ini tidak mati?" 38 Maka masygullah pula hati Yesus, lalu Ia pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu. 39 Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati." 40 Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?" 41 Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: "Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. 42 Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku." 43 Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: "Lazarus, marilah ke luar!" 44 Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi."

Percaya Kepada Kemuliaan Allah

Ketika ada seseorang yang tidak kita kenal datang dan menawarkan bantuan, bagaimana respon kita? Apakah kita akan langsung percaya kepada orang tersebut? Ataukah akan menerka-nerka apa tujuan di balik kebaikan orang itu? Biasanya jika tidak mengenal seseorang, maka kita akan menjadi antisipatif terhadap kebaikan orang lain. Berbeda halnya jika yang membantu  dalam kodisi kesusahan adalah orang yang kita kenal dan  percayai. Kita akan dengan sepenuh hati menaruh harapan  terhadap orang tersebut. Hal seperti inilah dikisahkan dalam pembacaan hari ini. Ketika Yesus datang ke Betania, Maria yang pernah meminyaki kaki Yesus dan Marta saudaranya mengenali Yesus dan percaya bahwa Dia adalah Anak Allah. Mereka percaya bahwa jika Yesus ada bersama dengan mereka di Betania saat itu, maka Lazarus saudara mereka tidak akan mati. Yesus merasa iba di dalam hati-Nya dan bermaksud membangkitkan Lazarus. Tetapi keraguan sempat menghalangi mereka karena secara logika manusia, Lazarus yang telah mati selama 4 hari itu pasti telah berbau. Tetapi Yesus menyadarkan mereka bahwa jika mereka memang benar-benar percaya maka Allah dalam kemuliaan-Nya dapat melakukan segala hal. Seringkali kita selaku manusia pun meragukan kuasa dan  kemuliaan Allah. Kita mengaku percaya, tetapi bimbang dengan kuasa Allah. Jika kita ingin melihat kuasa dan kemuliaan Allah dalam hidup bahkan terhadap hal-hal yang tidak dapat kita bayangkan dengan nalar manusia, maka percayalah kepada-Nya. Kita pasti ditolong dan diberkati-Nya.

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk tetap percaya akan kemuliaanMu. Amin.

Sabtu, 23 April 2022                                      

bacaan : 1 Tesalonika 4 : 14

14 Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia.

Pengharapan Yang Kekal

Kita pernah merasakan kehilangan orang-orang yang di sayangi karena kematian, baik itu sahabat, rekan kerja, bahkan orang-orang terdekat. Kematian seringkali datang tanpa mengenal waktu, usia, status, dan jenis kelamin. Kedukaan tidak bisa kita hindari dalam situasi seperti itu. Berusahalah agar kedukaan tidak menguasai kehidupan kita dan merasa kehilangan pengharapan menjalani kehidupan. Inilah yang Paulus sampaikan kepada jemaat di Tesalonika. Mereka harus mengetahui tentang orang yang mati di dalam Kristus, sehingga tidak terus dikuasai oleh kesedihan seperti orang lain yang tidak berpengharapan di dalam Kristus. Orang yang tidak mengenal Kristus, menganggap kematian sebagai suatu hal yang menakutkan dan mengerikan. Mereka tidak tahu apa yang terjadi dengan orang yang meninggal. Sebagian bahkan berpikir bahwa orang yang meninggal akan menjadi roh gentayangan dan dapat mengganggu orang hidup. Sebaliknya, bagi setiap orang percaya terdapat pengharapan yang kokoh. Ketika seorang percaya meninggal, ia dikumpulkan bersama dengan Allah.  Jikalau mereka percaya bahwa Kristus telah mati dan juga telah bangkit, maka mereka juga harus percaya bahwa mereka akan dikumpulkan bersama-sama dengan Kristus. Jadi, di mana Kristus berada, di situ juga orang percaya berada. Dengan demikian, meski ada dalam kedukaan oleh karena kehilangan orang-orang yang kita cintai, jangan kehilangan pengharapan kepada Allah. Sebaliknya, tetaplah percaya bahwa orang-orang yang telah lebih dahulu meninggalkan kita, di dalam kematiannya telah ada bersama-sama dengan Yesus. Merekalah yang telah ada dalam kehidupan kekal bersama Allah. Semoga kita selalu diberikan kekuatan untuk berpengharapan penuh kepada Allah.

Doa:  Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk tetap percaya berpengharapan kepadaMu dalam kedukaan kami. Amin.

#sumber : SHK bulan April 2022, LPJ GPM

Santapan Harian Keluarga, 10 – 16 April 2022

Tema Mingguan : “

Minggu, 10 April 2022

Bacaan : Lukas 23 : 26 – 32

Yesus dibawa untuk disalibkan

26 Ketika mereka membawa Yesus, mereka menahan seorang yang bernama Simon dari Kirene, yang baru datang dari luar kota, lalu diletakkan salib itu di atas bahunya, supaya dipikulnya sambil mengikuti Yesus. 27 Sejumlah besar orang mengikuti Dia; di antaranya banyak perempuan yang menangisi dan meratapi Dia. 28 Yesus berpaling kepada mereka dan berkata: "Hai puteri-puteri Yerusalem, janganlah kamu menangisi Aku, melainkan tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu! 29 Sebab lihat, akan tiba masanya orang berkata: Berbahagialah perempuan mandul dan yang rahimnya tidak pernah melahirkan, dan yang susunya tidak pernah menyusui. 30 Maka orang akan mulai berkata kepada gunung-gunung: Runtuhlah menimpa kami! dan kepada bukit-bukit: Timbunilah kami! 31 Sebab jikalau orang berbuat demikian dengan kayu hidup, apakah yang akan terjadi dengan kayu kering?" 32 Dan ada juga digiring dua orang lain, yaitu dua penjahat untuk dihukum mati bersama-sama dengan Dia.

PENGORBANAN YESUS MENOREHKAN KEDAMAIAN

Penyerangan KKB terhadap 8 karyawan Palapa Timur Telematika (PTT) di Papua pada tanggal 02 Maret lalu, Menyisahkan duka mendalam kepada keluarga par korban (Sumber: Tribunnews.com). Salah satu korban berasal dari Kota Ambon dan jenazahnya telah dipulangkan ke keluarganya di Ambon. Tangisan pecah ketika korban tiba dan semua yang menjemputnya diselimuti duka yang mendalam. Tidak pernah dibayangkan oleh keluarga bahwa anak dan saudara mereka harus meninggal dalam keadaan seperti ini.

Kesedihan dialami juga oleh para pengikuti Yesus, namun Yesus berkata kepada mereka “Janganlah kamu menangisi Aku, melainkan tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu!”. ‘Tangisi diri sendiri’ mengandung makna bahwa kita harus menyadari kesalahan dan dosa kita sehingga kita dapat mengintropeksi diri menjadi lebih baik.

Tuhan Yesus memahami kesedihan perempuan-perempuan ini, tetapi pesan yang disampaikan-Nya juga sesungguhnya menyadarkan kita untuk berbenah dan menjadikan kehidupan kita lebih berarti. Tuhan Yesus hampir mencapai puncak penderitaan-Nya dan peristiwa ini setiap kali selalu menggetarkan hati kita untuk merasakan pengorbanan-Nya dan turut memberi diri kita agar mengalami penderitaan-Nya sehingga kita seutuhnya menjadi pengikut Kristus yang setia. Sebab dengan Kesetiaan, kesedihan akan diubah menajdi kebahagiaan. Peganglah Janji-Nya!

Doa : Kami percaya Tuhan, bersama-MU kami akan selalu merasakan sukacita. Amin

Senin, 11 April 2022

Bacaan : Matius 10 : 38-39

38 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku. 39 Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.

Jalan Salib, Jalan Menuju Kehidupan
Saat ini kita sudah berada di Minggu Sengsara VII. Beberapa hari lagi kita memperingati kematian Tuhan Yesus Kristus yang dikenal dengan Jumat Agung.
Dalam rangka itu LPJ GPM menetapkan tema Mingguan “Kerelaan dan Kesetiaan Memikul Salib Bersama Yesus.” Tema ini memang sulit untuk dipraktekkan karena menyangkut panggilan untuk menderita bersama Yesus. Penderitaan dinilai sebagai suatu yang negatif dan harus dihilangkan / dihindari. Ada pula umat Kristen yang berpendapat bahwa tanda seorang dikasihi Tuhan ialah jika ia tidak lagi menderita. Sebaliknya, kata Yesus: “Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku” (ay. 38). Jalan hidup murid Yesus yang sejati ditempuh dengan memikul salib atau penderitaan. Orang Kristen harus siap mengalami penderitaan bahkan kematian sekalipun.
Wujud mengalami penderitaan itu adalah penganiayaan, diskriminasi, ketidakadilan bahkanmenjadi martir. Itu merupakan harga yang harus dibayar karena iman kepada Yesus Kristus. Karena itu di dalam ayat 39 dikatakan: “Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia kan kehilangan nyawanya, dan barangsapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.” Kehilangan nyawa bukan hal yang gampang, semua orang pasti berusaha mempertahankan nyawa atau hidupnya dengan berusaha menjaga kesehatan; pola makan dan pola hidup yang sehat agar tetap hidup. Hal ini penting, namun yang dimaksudkan dengan perkataan Tuhan Yesus tentang kehilangan nyawa tidak berarti orang itu akan mati tetapi kesediaan untuk membuang segala keterikatan dosa, keterikatan kecintaan akan duniawi, serta keangkuhan hidup. Jika hal tersebut dapat kita praktektan dalam hidup sehari-hari, maka kita akan memperoleh sesuatu yang lebih berharga dari nyawa itu sendiri yakni kehidupan yang kekal atau hidup sejati yang tidak diberikan oleh dunia ini (Band. Mat. 19:28)

Doa: Tuhan Yesus kuatkan kami untuk memikul salib bersama-Mu. Amin

Selasa, 12 April 2022

bacaan : Lukas 14 : 27

27 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.

Penyangkalan Diri Sebagai Syarat Mengikut Yesus

Kata Tuhan Yesus: “Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku”. Yesus mengucapkannya ketika sedang berada dalam perjalanan menuju Yerusalem. Ia sadar sedang berjalan menuju salib; bukan menuju kekuasaan dan kemuliaan duniawi. Karena itu, kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Yesus memperingatkan mereka bahwa menjadi murid Yesus yang sejati bukanlah mudah, sebab syarat utama menjadi murid Yesus adalah kesediaan untuk memikul salibnya. Memikul salibnya adalah sebuah kiasaan, yang berarti bahwa setiap orang yang mau menjadi pengikut Yesus harus rela mengalami penderitaan karena menyerahkan diri sepenuhnya kepada kehendak Yesus, bahkan sampai mati. Mengikuti Tuhan Yesus berati juga harus siap untuk setia dengan mungkin saja akan mengorbankan hal-hal yang paling dicintainya dalam kehidupan; keluarga, diri sendiri atau miliknya yang paling berharga (band.ay 26, 33). Sayangnya, banyak orang kristen mengaku menjadi murid Tuhan Yesus tetapi tidak bersedia memikul salibnya dan mengikuti Tuhan Yesus dengan melakukan kehendak Tuhan Yesus melalui firman-Nya. Orang percaya lebih memilih jalan aman, jalan kompromi karena kuasa, jabatan, harta dan sebagainya. Tema Mingguan “Kerelaan dan Kesetiaan Memikul Salib Bersama Yesus’ berdasarkan Lukas 14:27, mengingatkan setiap orang percaya bahwa syarat utama menjadi murid Yesus adalah memikul salib atau ketaatan dan kesediaan untuk menyangkal diri (mengesampingkan identitas duniawi dan mengarahkan hidup pada kehendak Tuhan). Artinya setelah diselamatkan, setiap orang percaya wajib menjalani kehidupan sesuai kehendak Tuhan dengan konsekuensi tidak diterima oleh orang lain, disingkirkan, dikhianati , ditolak, dicaci maki , dihina, dipermalukan, dan sebagainya. Ingat salib adalah salib.

Doa: Tuhan peliharalah hati kami untuk melakukan kehendak-Mu. Amin.

Rabu, 13 April 2022

bacaan : Ibrani 12 : 2

2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

Teruslah Memandang Pada Salib Kristus

Hidup ibarat suatu pertandingan atau perlombaan. Misalnya harus senantiasa memandang kepada garis finish, karena jika tidak walaupun pelari itu berlari dengan cepat, tetapi jika arah tujuannya meleset maka ia tidak akan mencapai garis finish atau tidak akan mengakhiri perlombaan dengan baik. Bisa jadi ia akan keluar lintasan dan menuju ke arah yang salah walaupun mungkin secara kecepatan, pelari tersebut adalah yang paling cepat dibandingkan dengan para lawannya. Demikian, hidup orang percaya senantiasa mengalami perlombaan iman setiap hari, yakni masalah dan penderitaan. Hal ini juga dialami oleh orang percaya Ibrani, dimana mereka mengalami penganiayaan dan penderitaan yang hebat, sehinga ada yang meniggalkan imannya kepada Yesus Kristus, tetapi ada juga yang tetap mempertahankan imannya meskipun harus menderita. Dalam situasi tersebut, penulis surat Ibrani memperingatkan orang percaya untuk berlomba dengan baik, yakni dengan mata yang tertuju kepada Yesus yang mengabaikan kehinanaan tekun memikul salib (ay.2). Menurut pandangan orang masa itu, mati di atas tiang salib adalah hal yang sangat hina dan memalukan. Namun berbeda dengan Tuhan Yesus, penderitaan dan kematian-Nya di kayu salib merupakan wujud ketaatan-Nya kepada kehendak Bapa di sorga. Karena ketaatan-Nya memikul salib, maka la memperoleh sukacita, bersama-sama memerintah dengan Allah Bapa. Makna bagi kita yang merayakan Minggu Sengsara Tuhan Yesus bahwa Kehidupan orang percaya senantiasa dihadapkan dengan masalah dan penderitaan yang disebabkan oleh faktor alam (gempa, banjir, badai), penyakit (covid 19) dan faktor manusia (ketidakadilan, fitnah, iri, dendam,dll). Dalam situasi tersebut, mari kita memandang hanya pada Tuhan; percaya dan berharap kepada-Nya, maka la akan menyertai kita.

Doa: Tuhan, pimpin kami untuk terus memandang salib-Mu. Amin.

Kamis, 14 April 2022

bacaan : Kisah Para Rasul 21 : 13

13 Tetapi Paulus menjawab: "Mengapa kamu menangis dan dengan jalan demikian mau menghancurkan hatiku? Sebab aku ini rela bukan saja untuk diikat, tetapi juga untuk mati di Yerusalem oleh karena nama Tuhan Yesus."

Jalan Hidup Tak Selalu Mudah

Sebait lirik lagu “Janji Tuhan” mengatakan: tak pernah Tuhan janji hidup tak kan berduri, tak pernah Dia berjanji lautan tenang. Artinya, menjadi orang kristen bukan berarti jalan hidup baik-baik saja atau aman-aman saja. Justeru menjadi orang Kristen maka kita siap mengalami kesusahan dan penderitaan karena iman kepada Tuhan Yesus. Hal ini dialami oleh Rasul Paulus karena pelayanan dan pemberitaan tentang Yesus maka ia rela mengalami penganiayaan, penderitaan bahkan dipenjarakan (band. Kisah 16: 12-40). Dalam perikop bacaan tadi dikisahkan tentang perjalanan penginjilan oleh Paulus di kota Kaisarea, suatu kota pelabuhan yang menjadi pusat pemerintahan Roma untuk Palestina. Di situ, ia menginap di rumah Filipus,salah seorang pemberita injil (ay 8). Agabus, nabi dari Yudea, datang dan bernubuat bahwa Paulus akan mengalami peristiwa yang berat di Yerusalem. Ia akan diikat dan diserahkan kepada orang Romawi di Yerusalem (band.ay.10,11). Mendengar nubuat tersebut orang banyak meminta supaya Paulus jangan pergi ke Yerusalem (ay. 12). Permintaan mereka ditolak oleh Paulus dengan mengatakan: “Mengapa kamu menangis sebab hal itu menghancurkan hatiku? Sebab aku ini rela bukan saja untuk diikat, tetapi juga untuk mati” (ay. 13). Inilah sikap berimannya kepada Tuhan Yesus. Ia tidak takut bahkan bersedia mengalami penganiayaan dan penderitaan bersama Yesus. Jalanilah Minggu Sengsara Tuhan Yesus ini dengan meneladani Paulus yang rela dan setia memikul salib (mengalami jalan penderitaan) karena kita akan selalu berhadapan dengan tantangan, masalah, ketidakadilan, dan sebagainya. Kita tidak boleh hanya menangis, bersungut-sungut, pesismis melainkan percaya dan menyerahkan seluruh beban hidup kepada Tuhan Yesus. Sebab syair lagu janji Tuhan, bilang: “Dia berjanji ‘kan selalu sertaku dan menuntun jalan hidupku s’lalu”. Tuhan Menolong kita semua, amin.

Doa: Tuhan berilah aku kekuatan untuk menjadi saksi-Mu. Amin.

Jumat, 15 April 2022

bacaan : Lukas 23 : 44 – 49

Kematian Yesus Membuka Tabir Keselamatan

Hari ini Umat Kristiani di seluruh dunia merayakan Jumat Agung. Jumat Agung dieknal sebagai hari peringatan kematian Tuhan Yesus Kristus di kayu salib. la rela mengorbankan diri sebagai bentuk kasih-Nya yang besar pada umat manusia (band. Yoh.3:16) Karena itu, peristiwa kematian Tuhan Yesus di kayu salib harus dimaknai dalam perjalanan hidup kita sehari-hari bukan sekadar tradisi gerejawi semata-mata. Perikop Lukas 23: 44-49, merupakan tuturan Lukas mengenai proses kematian Tuhan Yesus yang ditandai dengan peristiwa alam. Matahari tidak bersinar sehingga terjadi kegelapan besar meliputi seluruh daerah Yerusalem. Hal ini mau menegaskan bahwa alam pun turut merasakan penderitaan yang dialami oleh seorang yang tidak bersalah dan bahwa kekuatan apapun di bumi (seperti matahari) tidak dapat membatalkan karya Allah yang agung di dalam Yesus Kristus. Lukas menambahkan peristiwa lain, yakni Tabir Bait Suci terbelah dua. Tabir/tirai pemisah tempat kudus dan maha kudus dalam Bait Allah (2Taw.3:14), yang hanya boleh dimasuki oleh imam besar (Im. 16:12) robek pada waktu Yesus mati (Mrk. 15:16). Maka jarak yang memisahkan manusia berdosa dengan Allah telah didamaikan oleh Yesus Kristus melalui kematian-Nya. Kematian Kristus di salib telah membuka jalan pengampunan dan keselamatan bagi mereka yang percaya. Pengampunan dan Keselamatan yang dianugerahkan Allah kepada kita harus direspons dengan hidup yang tidak lagi dikuasai oleh dosa atau merdeka dari dosa (bd. Gal.5:19-21) dan memiliki hidup yang dipimpin oleh Roh Tuhan (bd. Gal.22-26). Merayakan kematian Tuhan Yesus di salib atau Jumat Agung berarti merespons anugerah keselamatan yang diberikan Allah dengan hidup berkenan kepada-Nya. Perjuangkan keadilan, kebenaran, melayani sesama, berbagi dengan mereka yang susah, tidak mementingkan diri sendiri, memberi pengampunan, dll.

Doa: Tuhan kiranya kami hidup sebagai pemenang melawan dosa. Amin.

Sabtu, 16 April 2022

bacaan : Matius 27 : 57 – 61

Yesus dikuburkan
57 Menjelang malam datanglah seorang kaya, orang Arimatea, yang bernama Yusuf dan yang telah menjadi murid Yesus juga. 58 Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus. Pilatus memerintahkan untuk menyerahkannya kepadanya. 59 Dan Yusufpun mengambil mayat itu, mengapaninya dengan kain lenan yang putih bersih, 60 lalu membaringkannya di dalam kuburnya yang baru, yang digalinya di dalam bukit batu, dan sesudah menggulingkan sebuah batu besar ke pintu kubur itu, pergilah ia. 61 Tetapi Maria Magdalena dan Maria yang lain tinggal di situ duduk di depan kubur itu.

Tidak Sembunyi – Sembunyi Memikul Salib Yesus

Injil Markus 15:42-47 merupakan nas paralel dari nas hari ini yang menjelaskan tentang Yusuf dari Arimatea sebagai salah satu anggota majelis besar yang terkemuka atau Sanhedrin. Majelis ini merupakan mahkamah agung dan lembaga administratif tertinggi Yahudi. Saat itu Sanhedrin punya pengaruh yang besar atas masyarakat, pemerintahan dan agama. Kiblat pemahaman mereka terkait dengan tugas yang dimainkan telah memposisikan mereka sebagai kelompok yang juga memusuhi Yesus. Seperti orang Farisi, para anggotanya mengatur siasat untuk membunuh Yesus. Berbeda dengan teman-temannya yang lain, Yusuf Arimatea adalah orang jujur, baik dan benar-benar berusaha mematuhi perintah Allah. Dia menjadi murid Yesus secara sembunyi-sembunyi (Yohanes 19:38). Namun ketika dilihatnya Yesus mati tergantung di kayu salib sama seperti orang berdosa, maka Yusuf ingin memakamkan-Nya secara layak sebagai wujud penghormatan terakhirnya kepada Yesus, yang ia anggap sebagai GURU. Yusuf Arimatea memang tidak memikul salib bersama Yesus sama seperti Simon dari Kirene, namun keputusan dan tindakan yang dilakukannya membuktikan kerelaan dan kesetiaannya memikul salib bersama Yesus. Yusuf Arimatea dengan sepenuh hati menghadap Pilatus, sekalipun ia tahu bahwa perbuatannya tersebut sangat berisiko. la tidak mundur atau melakukannya dengan berat hati . Yusuf menunggu hingga mayat Yesus diturunkan dari salib dan kemudian mengambilnya. Kesediaan hati dan tindakan Yusuf Arimatea seharusnya juga menjadi sikap kita sebagai orang yang mau mengikut Yesus. Kerelaan dan kesediaan memikul salib bersama Yesus harus nyata sebagai spiritualitas seorang murid Yesus. Dengan demikian kita beriman tidak secara sembunyi-sembunyi, melainkan terbuka untuk disaksikan oleh dunia dan dapat diimani juga oleh mereka.

Doa: Tuhan Yesus, tolonglah kami untuk selalu rela dan bersedia memikul salib-Mu. Amin.

*Sumber : SHK bulan April 2022 LPJ GPM

Santapan Harian Keluarga, 3-9 April 2022

Tema Bulanan : “Penderitaan dan Kematian Yesus Menyelamatkan Seluruh Ciptaan

Tema Mingguan : “Dalam Penderitaan Tetaplah Mengharapkan Keadilan

Minggu, 03 April 2022     

bacaan 1 : Mazmur 43 : 1 – 5;

Berilah keadilan kepadaku, ya Allah, dan perjuangkanlah perkaraku terhadap kaum yang tidak saleh! Luputkanlah aku dari orang penipu dan orang curang! 2 Sebab Engkaulah Allah tempat pengungsianku. Mengapa Engkau membuang aku? Mengapa aku harus hidup berkabung di bawah impitan musuh? 3 Suruhlah terang-Mu dan kesetiaan-Mu datang, supaya aku dituntun dan dibawa ke gunung-Mu yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu! 4 Maka aku dapat pergi ke mezbah Allah, menghadap Allah, yang adalah sukacitaku dan kegembiraanku, dan bersyukur kepada-Mu dengan kecapi, ya Allah, ya Allahku! 5 Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!

bacaan 2 : Lukas 22 : 63 – 71

Yesus di hadapan Mahkamah Agama
63 Dan orang-orang yang menahan Yesus, mengolok-olokkan Dia dan memukuli-Nya. 64 Mereka menutupi muka-Nya dan bertanya: "Cobalah katakan siapakah yang memukul Engkau?" 65 Dan banyak lagi hujat yang diucapkan mereka kepada-Nya. 66 Dan setelah hari siang berkumpullah sidang para tua-tua bangsa Yahudi dan imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu mereka menghadapkan Dia ke Mahkamah Agama mereka, 67 katanya: "Jikalau Engkau adalah Mesias, katakanlah kepada kami." Jawab Yesus: "Sekalipun Aku mengatakannya kepada kamu, namun kamu tidak akan percaya; 68 dan sekalipun Aku bertanya sesuatu kepada kamu, namun kamu tidak akan menjawab. 69 Mulai sekarang Anak Manusia sudah duduk di sebelah kanan Allah Yang Mahakuasa." 70 Kata mereka semua: "Kalau begitu, Engkau ini Anak Allah?" Jawab Yesus: "Kamu sendiri mengatakan, bahwa Akulah Anak Allah." 71 Lalu kata mereka: "Untuk apa kita perlu kesaksian lagi? Kita ini telah mendengarnya dari mulut-Nya sendiri."

Allah Sumber Keadilan

Setiap orang ingin diperlakukan seadil-adilnya. Akan tetapi perlakuan tersebut tidak dirasakan oleh pemazmur dalam perikop bacaan kita yang pertama. Sebab ia mengalami penderitaan dari musuh yang dia sebut dengan kaum yang tidak saleh, orang penipu dan orang curang (ay. 1). Penderitaan yang dihadapi oleh pemazmur, juga dialami oleh Yesus dalam perikop bacaan kita yang kedua. Dia diolok-olok, dipukul juga dihujat (ay.  63-65). Namun Yesus menjalani penderitaan itu dengan ikhlas sebab Ia secara sadar mengetahui tujuan kedatangan-Nya ke dunia. Fakta penderitaan Yesus memperlihatkan kerelaan dan kesabaran-Nya menjalani perlakuan dari orang-orang Yahudi, meski bukan karena kesalahan yang Dia lakukan. Kisah pemazmur dan penderitaan Yesus mengajarkan kepada kita bahwa penderitaan dapat dialami oleh siapapun, kapanpun dan dimanapun. Akan tetapi dalam menghadapi penderitaan itu, berusahalah untuk ikhlas, rela dan sabar seperti Yesus. Selain itu teruslah berdoa meminta keadilan dari Tuhan seperti yang dilakukan oleh pemazmur. Pemazmur percaya bahwa hanya Allah yang mampu memberikan kelepasan sehingga ia dapat bersukacita, bergembira dan bersyukur. Kepercayaan inilah yang membuatnya mempertanyakan mengapa tertekan dan kegelisahan jiwa harus menghampiri (ay. 5)? Sebab harapanya hanya kepada Allah yang selalu setia menolong. Penderitaan apapun yang dialami oleh kita termasuk ketidakadilan sekalipun, belajarlah menghadapinya dengan sabar sambil berdoa dan meyakini bahwa  Allah akan menyatakan keadilan. Percayakanlah seluruh kehidupan kita kepada Allah dan berharaplah hanya kepada-Nya sumber keadilan. 

Doa: Ya Tuhan, mampukan kami menghadapi persoalan hidup dan terus meyakini bahwa engkau akan menyatakan keadilan. Amin.

Senin, 04 April 2022                                          

bacaan : Mazmur 82 : 1 – 8

Allah dalam sidang ilahi
Mazmur Asaf. Allah berdiri dalam sidang ilahi, di antara para allah Ia menghakimi: 2 "Berapa lama lagi kamu menghakimi dengan lalim dan memihak kepada orang fasik? Sela 3 Berilah keadilan kepada orang yang lemah dan kepada anak yatim, belalah hak orang sengsara dan orang yang kekurangan! 4 Luputkanlah orang yang lemah dan yang miskin, lepaskanlah mereka dari tangan orang fasik!" 5 Mereka tidak tahu dan tidak mengerti apa-apa, dalam kegelapan mereka berjalan; goyanglah segala dasar bumi. 6 Aku sendiri telah berfirman: "Kamu adalah allah, dan anak-anak Yang Mahatinggi kamu sekalian. -- 7 Namun seperti manusia kamu akan mati dan seperti salah seorang pembesar kamu akan tewas." 8 Bangunlah ya Allah, hakimilah bumi, sebab Engkaulah yang memiliki segala bangsa.

Berilah Keadilan Bagi Sesama

Berdasarkan kamus besar bahasa Indonesia adil artinya sama berat, berpihak kepada yang benar dan tidak sewenang-wenang. Bacaan kita ini menggambarkan seruan pemazmur yang meminta keadilan dari Allah, sebab baginya hanya Allah hakim yang adil dan berhak atas segala bangsa. Para allah yang dimaksudkan di sana ialah para pemimpin-pemimpin manusia yang punya kekuasaan. Kalimat berapa lama lagi kamu menghakimi dengan lalim dan memihak kepada orang fasik (ay.  2)? Ditunjukan kepada para allah yang menghakimi. Sebab mereka mempergunakan kekuasaan itu dengan semena-mena bahkan dapat dengan sengaja memutar balikan kebenaran dan keadilan. Seringkali kita tidak menyadari bahwa sikap dan perbuatan kita mencerminkan kehidupan para allah yang dimaksudkan di atas. Kedudukan dan kekuasaan kerapkali menggelapkan mata sehingga menyebabkan keadilan tidak ditegakan. Sesuatu yang benar dapat diputarbalikan menjadi salah maupun sebaliknya, termasuk  ketidakadilan kepada orang yang  lemah, anak yatim, orang yang sengsara dan yang kekurangan. Ketidakadilan juga dapat terjadi  dalam ruang lingkup yang kecil seperti di antara anggota keluarga baik suami isteri, orang tua terhadap anak maupun hubungan adik dan kakak. Kerjakanlah tanggungjawab yang diberikan dengan takut akan Allah. Jangan biarkan kelaliman dan kefasikan menguasai hati kita, tetapi belajarlah untuk mengedepankan kebenaran dan keadilan. Tunjukanlah keberpihakan kita kepada yang benar dan janganlah bertindak sewenang-wenang terhadap orang lain. Ingatlah bahwa pada waktunya nanti Allah akan berdiri sebagai hakim dan mengadili dengan seadil-adilnya. Seperti semua kita yang ingin diperlakukan dengan seadil-adilnya, perlakukanlah juga orang lain  dengan adil.

Doa: Ajarilah kami Tuhan agar berlaku adil kepada sesama. Amin.

Selasa, 05 April 2022                                      

Lukas 22 : 39 – 46

Di taman Getsemani
39 Lalu pergilah Yesus ke luar kota dan sebagaimana biasa Ia menuju Bukit Zaitun. Murid-murid-Nya juga mengikuti Dia. 40 Setelah tiba di tempat itu Ia berkata kepada mereka: "Berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan." 41 Kemudian Ia menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelempar batu jaraknya, lalu Ia berlutut dan berdoa, kata-Nya: 42 "Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi." 43 Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya. 44 Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah. 45 Lalu Ia bangkit dari doa-Nya dan kembali kepada murid-murid-Nya, tetapi Ia mendapati mereka sedang tidur karena dukacita. 46 Kata-Nya kepada mereka: "Mengapa kamu tidur? Bangunlah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan."

Berdoalah Senantiasa 

Salah satu cara komunikasi untuk membangun hubungan antara manusia dan Allah yaitu dengan berdoa. Sebab dengan berdoa kita dimampukan oleh Allah, untuk menjalani hari-hari kehidupan meski diperhadapkan dengan berbagai pencobaan. Bacaan saat ini memperlihatkan kepada kita tentang tindakan yang dilakukan oleh Yesus, sebelum Ia ditangkap dan menjalani penderitaan-Nya. Ia meluangkan waktu untuk berdoa sebab Ia tahu maksud kedatangan-Nya akan segera digenapi. Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambilah cawan ini dari pada-Ku, menggambarkan penderitaan yang akan dijalani-Nya. Meskipun demikian Ia tetap mengedepankan kehendak Allah (ay 42). Perhatikan perkataan Yesus: bangunlah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan (ay 46), merupakan peringatan Yesus bukan hanya untuk para murid tetapi juga bagi kita semua. Perkataan Yesus ini memperlihatkan kepada kita bahwa betapa berharganya membangun komunikasi di dalam doa dengan Allah. Karena dengan berdoa tidak hanya membuktikan kepercayaan dan kebergantungan kita kepada-Nya, tetapi juga memberikan kekuatan baru.  Namun tidak sedikit dari kita yang lalai dan baru mencari Allah di dalam doa ketika menghadapi berbagai tantangan hidup. Peringatan Yesus di atas menasihatkan kepada kita agar bertekun dalam doa baik secara pribadi maupun kehidupan keluarga. Ingatlah bahwa doa merupakan nafas hidup setiap orang percaya. Karena itu berdoalah senantiasa dan teruslah percaya, kekuatan doa mampu menguatkan kita menjalani setiap putaran roda kehidupan.

Doa: Ya Bapa, ajarilah kami untuk berkomitmen dan terus membangun hubungan (berdoa) dengan Engkau. Amin.

Rabu, 06 April 2022                                        

bacaan : Lukas 22 : 47 – 53

Yesus ditangkap
47 Waktu Yesus masih berbicara datanglah serombongan orang, sedang murid-Nya yang bernama Yudas, seorang dari kedua belas murid itu, berjalan di depan mereka. Yudas mendekati Yesus untuk mencium-Nya. 48 Maka kata Yesus kepadanya: "Hai Yudas, engkau menyerahkan Anak Manusia dengan ciuman?" 49 Ketika mereka, yang bersama-sama dengan Yesus, melihat apa yang akan terjadi, berkatalah mereka: "Tuhan, mestikah kami menyerang mereka dengan pedang?" 50 Dan seorang dari mereka menyerang hamba Imam Besar sehingga putus telinga kanannya. 51 Tetapi Yesus berkata: "Sudahlah itu." Lalu Ia menjamah telinga orang itu dan menyembuhkannya. 52 Maka Yesus berkata kepada imam-imam kepala dan kepala-kepala pengawal Bait Allah serta tua-tua yang datang untuk menangkap Dia, kata-Nya: "Sangkamu Aku ini penyamun, maka kamu datang lengkap dengan pedang dan pentung? 53 Padahal tiap-tiap hari Aku ada di tengah-tengah kamu di dalam Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku. Tetapi inilah saat kamu, dan inilah kuasa kegelapan itu."

Komitmen dan Kesetiaan Mengikut Yesus

Salah satu tindakan yang tidak menyenangkan dalam membina sebuah hubungan, entah hubungan suami-istri, orang tua-anak, antar saudara dan pertemanan adalah pengkhianatan. Rasa kecewa, marah dan sedih pasti dialami setiap orang yang dkhianati oleh orang-orang terdekatnya. Perjalanan kesengsaraan Tuhan Yesus diawali dengan sebuah pengkhianatan salah satu murid-Nya, yakni Yudas. Ayat 48 menyaksikan bahwa dengan sebuah ciuman Yudas menyerahkan Tuhan Yesus dan mengkhianati-Nya. Tindakan ini berujung pada penangkapan Yesus yang dilakukan oleh Imam-imam kepala, kepala-kepala pengawal Bait Allah dan Tua-tua (ay.52). Terhadap Pengkhianatan yang dilakukan oleh Yudas bahkan semua yang menangkap Yesus, IA tetap mengasihi mereka walaupun ada rasa kecewa yang diungkapkan pada ayat 52b-53. Tuhan Yesus telah menunjukkan Kasih-Nya kepada kita setiap saat walau kadang di dalam kehidupan kita selalu ada tindakan ‘pengkhianatan’ yang kita lakukan. Pengkhianatan itu bukan saja meninggalkan iman kekristenan kita, tetapi melakukan segala sesuatu menyakiti hati sesama bahkan hati Tuhan. Mementingkan diri sendiri, mengambil hak orang lain, menjatuhkan sesama adalah beberapa contoh hidup yang jauh dari komitmen dan kesetiaan untuk mengikut Yesus. Sebab, seyogianya mengikut Yesus berarti berkomitmen untuk melakukan segala Firman-Nya dan setia menjalankan Kehendak-Nya yang menuntun kepada kebaikan.

Doa:  Ya Tuhan, Penuhi Hati Kami dengan Kuasa Roh Kudus, agar kami Setia menjadi Pengikut-Mu. Amin.

Kamis, 07 April 2022                                            

bacaan : Lukas 23 : 1 – 7

Yesus di hadapan Pilatus
Lalu bangkitlah seluruh sidang itu dan Yesus dibawa menghadap Pilatus. 2 Di situ mereka mulai menuduh Dia, katanya: "Telah kedapatan oleh kami, bahwa orang ini menyesatkan bangsa kami, dan melarang membayar pajak kepada Kaisar, dan tentang diri-Nya Ia mengatakan, bahwa Ia adalah Kristus, yaitu Raja." 3 Pilatus bertanya kepada-Nya: "Engkaukah raja orang Yahudi?" Jawab Yesus: "Engkau sendiri mengatakannya." 4 Kata Pilatus kepada imam-imam kepala dan seluruh orang banyak itu: "Aku tidak mendapati kesalahan apapun pada orang ini." 5 Tetapi mereka makin kuat mendesak, katanya: "Ia menghasut rakyat dengan ajaran-Nya di seluruh Yudea, Ia mulai di Galilea dan sudah sampai ke sini." 6 Ketika Pilatus mendengar itu ia bertanya, apakah orang itu seorang Galilea. 7 Dan ketika ia tahu, bahwa Yesus seorang dari wilayah Herodes, ia mengirim Dia menghadap Herodes, yang pada waktu itu ada juga di Yerusalem.

Berjalan di dalam Kebenaran

Kasus salah tangkap yang pernah terjadi di Buru Selatan yang dilakukan oleh 6 oknum polisi terhadap U.N, warga Waisama menyita perhatian publik tahun 2016 lalu. Pasalnya, U.N dituduh melakukan pembunuhan terhadap A.L.   Tanpa ada bukti yang kuat keenam oknum polisi itu melakukan kekerasan kepada U.N agar ia mengakui perbuatannya. Merasa tidak melakukan kesalahan itu, U.N tetap mempertahankan untuk tidak mengakui dan memilih mendapat siksaan dari mereka. Akhirnya, U.N dibawa ke RSUD Namrole untuk mendapatkan penanganan medis karena luka-luka yang serius pada tubuhnya pasca penyiksaan itu (Sumber: Tribunnews.com).

Bacaan hari ini, mengisahkan tentang kejadian setelah Yesus ditangkap dan dibawa ke hadapan Piilatus. Banyak orang yang mulai menuduh Yesus dengan tuduhan melakukan penyesatan, melarang membayar pajak serta mengakui diri sebagai Raja. Pilatus pun melemparkan beberapa pertanyaan kepada Yesus dan ia mengakui bahwa tidak mendapatkan kesalahan dalam diri Yesus (ay.4). Akhirnya oleh desakan Massa, Yesus digiring ke hadapan Herodes. Berada di posisi seperti U.N dan Tuhan Yesus pastinya sikap membela diri akan terus kita pertahankan. Sebab, keyakinan bahwa Tuhan mengetahui segala sesuatu menjadi dasar untuk kita selalu berada di jalan yang benar. Oleh karenanya, kita diingatkan untuk tetap melakukan kebenaran dan menjunjung tinggi kejujuran dalam setiap tindakan kita. Pasti akan ada resiko karena melakukan kebenaran itu namun tetaplah bertahan dan taat pada jalan yang benar itu sebab Tuhan akan menunjukkan Kuasa-Nya dan menyelamatkan kita karena perbuatan benar yang kita lakukan.

Doa: Anugerahkanlah keselamatan kepada kami Tuhan, ketika kami melakukan Kebenaran. Amin.

Jumat, 08 April 2022                                         

bacaan : Lukas 23 : 8 – 12

Yesus di hadapan Herodes
8 Ketika Herodes melihat Yesus, ia sangat girang. Sebab sudah lama ia ingin melihat-Nya, karena ia sering mendengar tentang Dia, lagipula ia mengharapkan melihat bagaimana Yesus mengadakan suatu tanda. 9 Ia mengajukan banyak pertanyaan kepada Yesus, tetapi Yesus tidak memberi jawaban apapun. 10 Sementara itu imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat maju ke depan dan melontarkan tuduhan-tuduhan yang berat terhadap Dia. 11 Maka mulailah Herodes dan pasukannya menista dan mengolok-olokkan Dia, ia mengenakan jubah kebesaran kepada-Nya lalu mengirim Dia kembali kepada Pilatus. 12 Dan pada hari itu juga bersahabatlah Herodes dan Pilatus; sebelum itu mereka bermusuhan.

Sebarkanlah Virus Kedamaian Bagi Sesama

Bacaan hari ini merupakan kelanjutan dari kisah penangkapan Tuhan Yesus. Setelah digiring oleh massa ke hadapan Herodes, ada rasa sukacita yang dialami Herodes sebab ia ingin sekali melihat Yesus setelah mendengar banyak cerita tentang-Nya. Herodes mengajukan beberapa pertanyaan kepada Yesus, tetapi tidak ada jawaban dari Yesus. Kesempatan itu dimanfaatkan oleh para imam kepala dan ahli taurat dengan menyampaikan berbagai tuduhan agar Herodes mengadili-Nya. Akhirnya, Herodes menggerakan pasukannya dan mulai menyiksa Yesus. Tuhan Yesus dikembalikan lagi ke Pilatus dengan mengenakan jubah kebesaran yang diberikan oleh Herodes.

Sikap Herodes dalam kisah ini mewakili sikap orang-orang yang mudah percaya terhadap suatu berita tanpa menelusurinya lebih dalam. Sikap ini seringkali mengakibatkan kesalahpahaman dan kehancuran dalam kehidupan kita. Hal ini terkait juga dengan kebiasaan dalam menggunakan teknologi. Banyak di antara kita yang cepat menyebarkan berita lewat medsos tanpa menelusurinya sehingga berita hoax menjadi konsumsi sosial. Oleh karenanya, Firman Tuhan hari ini mengajarkan kita untuk bijaksana ketika menerima suatu kabar atau informasi. Lebih baik menjadi sosok penyebar kedamaian lewat postingan yang memotivasi serta menguatkan agar kehadiran kita selalu diberkati oleh Tuhan.

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk menjadi Agen-agen Perdamaian bagi sesama. Amin.

Sabtu, 09 April 2022                                         

bacaan : Lukas 23 : 13 – 25

Yesus kembali di hadapan Pilatus
13 Lalu Pilatus mengumpulkan imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin serta rakyat, 14 dan berkata kepada mereka: "Kamu telah membawa orang ini kepadaku sebagai seorang yang menyesatkan rakyat. Kamu lihat sendiri bahwa aku telah memeriksa-Nya, dan dari kesalahan-kesalahan yang kamu tuduhkan kepada-Nya tidak ada yang kudapati pada-Nya. 15 Dan Herodes juga tidak, sebab ia mengirimkan Dia kembali kepada kami. Sesungguhnya tidak ada suatu apapun yang dilakukan-Nya yang setimpal dengan hukuman mati. 16 Jadi aku akan menghajar Dia, lalu melepaskan-Nya." 17 (Sebab ia wajib melepaskan seorang bagi mereka pada hari raya itu.) 18 Tetapi mereka berteriak bersama-sama: "Enyahkanlah Dia, lepaskanlah Barabas bagi kami!" 19 Barabas ini dimasukkan ke dalam penjara berhubung dengan suatu pemberontakan yang telah terjadi di dalam kota dan karena pembunuhan. 20 Sekali lagi Pilatus berbicara dengan suara keras kepada mereka, karena ia ingin melepaskan Yesus. 21 Tetapi mereka berteriak membalasnya, katanya: "Salibkanlah Dia! Salibkanlah Dia!" 22 Kata Pilatus untuk ketiga kalinya kepada mereka: "Kejahatan apa yang sebenarnya telah dilakukan orang ini? Tidak ada suatu kesalahanpun yang kudapati pada-Nya, yang setimpal dengan hukuman mati. Jadi aku akan menghajar Dia, lalu melepaskan-Nya." 23 Tetapi dengan berteriak mereka mendesak dan menuntut, supaya Ia disalibkan, dan akhirnya mereka menang dengan teriak mereka. 24 Lalu Pilatus memutuskan, supaya tuntutan mereka dikabulkan. 25 Dan ia melepaskan orang yang dimasukkan ke dalam penjara karena pemberontakan dan pembunuhan itu sesuai dengan tuntutan mereka, tetapi Yesus diserahkannya kepada mereka untuk diperlakukan semau-maunya.

Kemenangan di Dalam Tuhan

Dihukum tanpa melakukan kesalahan dan karena desakan massa adalah kejadian yang jauh dari tindakan keadilan. Masih ingatkah akan kasus Ahok yang dipenjarakan karena tuntutan penistaan? Ya! Salah satu kasus yang menyudutkan nilai keadilan hanya karena kepentingan segelintir orang. Hal yang sama dalam bacaan hari ini dialami oleh Yesus pula. Setelah digiring kembali ke Pilatus kesalahan tidak ada pada diri Yesus. Pilatus menegaskan bahwa tidak ada kesalahan untuk membuat Yesus dihukum. Tetapi desakan massa memaksa sehingga Tuhan Yesus dijatuhi hukuman untuk disalibkan.

Menjelang penyaliban, kita telah menyaksikan bagaimana Tuhan Yesus diperlakukan dengan tidak adil hanya karena melakukan perbuatan baik dan benar. Sepanjang bulan ini, kita terus diingatkan akan peristiwa pengorbanan Yesus dan penderitaan-Nya, dan di penghujung Minggu Sengsara Tuhan Yesus yang keenam hari ini, kita belajar memahami bahwa apa yang dialami Yesus karena ketidakadilan dan keegoisan segelintir orang ternyata menjadikan Yesus sebagai sosok yang tetap setia dan taat kepada Allah. Oleh sebab itu, untuk setiap ketidakadilan dan penderitaan yang kita alami saat ini, maknailah sebagai bagian bahwa kita sementara dibentuk untuk menjadi pribadi yang lebih kuat dan pasti memperoleh kemenangan bersama Yesus. Percayalah, bahwa penderitaan di dalam Tuhan pasti mendatangkan berkat dan sukacita.

Doa: Kuatkanlah kami Ya Tuhan, untuk menjalani setiap Gumulan hidup kami. Amin. 

*sumber : SHK bulan April 2022, LPJ – GPM.

Santapan Harian Keluarga, 27 Maret – 2 April 2022

Tema Mingguan : “Bersorak dan Memuji Allah Dalam Penderitaan

Minggu, 27 Maret 2022                                   

bacaan : Yesaya 66 : 1 – 14

Keselamatan sesudah hukuman
Beginilah firman TUHAN: Langit adalah takhta-Ku dan bumi adalah tumpuan kaki-Ku; rumah apakah yang akan kamu dirikan bagi-Ku, dan tempat apakah yang akan menjadi perhentian-Ku? 2 Bukankah tangan-Ku yang membuat semuanya ini, sehingga semuanya ini terjadi? demikianlah firman TUHAN. Tetapi kepada orang inilah Aku memandang: kepada orang yang tertindas dan patah semangatnya dan yang gentar kepada firman-Ku. 3 Orang menyembelih lembu jantan, namun membunuh manusia juga, orang mengorbankan domba, namun mematahkan batang leher anjing, orang mempersembahkan korban sajian, namun mempersembahkan darah babi, orang mempersembahkan kemenyan, namun memuja berhala juga. Karena itu: sama seperti mereka lebih menyukai jalan mereka sendiri, dan jiwanya menghendaki dewa kejijikan mereka, 4 demikianlah Aku lebih menyukai memperlakukan mereka dengan sewenang-wenang dan mendatangkan kepada mereka apa yang ditakutkan mereka; oleh karena apabila Aku memanggil, tidak ada yang menjawab, apabila Aku berbicara, mereka tidak mendengarkan, tetapi mereka melakukan yang jahat di mata-Ku dan lebih menyukai apa yang tidak Kukehendaki. 5 Dengarlah firman TUHAN, hai kamu yang gentar kepada firman-Nya! Saudara-saudaramu, yang membenci kamu, yang mengucilkan kamu oleh karena kamu menghormati nama-Ku, telah berkata: "Baiklah TUHAN menyatakan kemuliaan-Nya, supaya kami melihat sukacitamu!" Tetapi mereka sendirilah yang mendapat malu. 6 Dengar, bunyi kegemparan dari kota, dengar, datangnya dari Bait Suci! Dengar, TUHAN melakukan pembalasan kepada musuh-musuh-Nya! 7 Sebelum menggeliat sakit, ia sudah bersalin, sebelum mengalami sakit beranak, ia sudah melahirkan anak laki-laki. 8 Siapakah yang telah mendengar hal yang seperti itu, siapakah yang telah melihat hal yang demikian? Masakan suatu negeri diperanakkan dalam satu hari, atau suatu bangsa dilahirkan dalam satu kali? Namun baru saja menggeliat sakit, Sion sudah melahirkan anak-anaknya. 9 Masakan Aku membukakan rahim orang, dan tidak membuatnya melahirkan? firman TUHAN. Atau masakan Aku membuat orang melahirkan, dan menutup rahimnya pula? firman Allahmu. 10 Bersukacitalah bersama-sama Yerusalem, dan bersorak-soraklah karenanya, hai semua orang yang mencintainya! Bergiranglah bersama-sama dia segirang-girangnya, hai semua orang yang berkabung karenanya! 11 supaya kamu mengisap dan menjadi kenyang dari susu yang menyegarkan kamu, supaya kamu menghirup dan menikmati dari dadanya yang bernas. 12 Sebab beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, Aku mengalirkan kepadanya keselamatan seperti sungai, dan kekayaan bangsa-bangsa seperti batang air yang membanjir; kamu akan menyusu, akan digendong, akan dibelai-belai di pangkuan. 13 Seperti seseorang yang dihibur ibunya, demikianlah Aku ini akan menghibur kamu; kamu akan dihibur di Yerusalem. 14 Apabila kamu melihatnya, hatimu akan girang, dan kamu akan seperti rumput muda yang tumbuh dengan lebat; maka tangan TUHAN akan nyata kepada hamba-hamba-Nya, dan amarah-Nya kepada musuh-musuh-Nya.

Bersukacita Dalam Tuhan

Kata bersukacita menggambarkan ekspresi rasa bahagia yang diekspresikan dan diharapkan oleh setiap orang. Namun tidak demikian dengan pengalaman umat Israel dalam  Bacaan kita hari ini. Penulis menggambarkan tentang situasi umat sekembalinya dari pembuangan, yang mengalami hidup dalam penderitaan. Akibat dari penderitaan yang dialami umat, membuat mereka tergoda dan jatuh dalam peyembahan-penyembahan berhala. Namun kebesaran Tuhan yang digambarkan dalam ay 1 serta  keberpihakan-Nya kepada orang-orang yang tertindas, patah semangatnya dan yang gentar kepada fiman-Nya (Ay 2) akan dinyatakan. Tuhan akan memberikan sukacita bagi mereka yang gentar kepada firman-Nya dan menghormati nama-Nya (Ay 5). Bahkan mengalirkan keselamatan seperti sungai dan kekayaan bangsa-bangsa seperti batang air yang membanjir serta menunjukan kasih-Nya dengan menyusu, menggendong, membelai juga menghibur seperti seorang ibu (Ay 12-13). Penderitaan juga dapat dialami oleh setiap kita. Akan tetapi bagaimana kita menyikapi dan meresponi penderitaan itu sebagai orang percaya. Baiklah penderitaan itu dijalani dengan tetap mengimani bahwa Allah akan menyatakan kasih setia-Nya. Sebab Kasih, kesetiaan dan keberpihakan-Nya itu akan dinyatakan ketika secara sadar kita gentar pada fiman dan menghormati nama-Nya. Jadikanlah Tuhan sebagai tokoh sentral dalam seluruh kehidupan kita sambil meyakini bahwa kesetiaan-Nya itu untuk selama-lamanya. Teruslah bersukacita di dalam Tuhan, andalkan Dia senantiasa dan berserahlah pada kehendak-Nya. Ingatlah bahwa pengorbanan Kristus di kayu salib telah memberikan keselamatan bagi kita yang percaya kepada-Nya dan oleh sebab itu patutlah kita bersukacita.

Doa: Ya Tuhan, terima kasih untuk keselamatan dan sukacita yang Engkau berikan bagi kami. Amin.

Senin, 28 Maret 2022                                       

bacaan : Kisah Para Rasul 16 : 19 – 26

Kepala penjara Filipi
19 Ketika tuan-tuan perempuan itu melihat, bahwa harapan mereka akan mendapat penghasilan lenyap, mereka menangkap Paulus dan Silas, lalu menyeret mereka ke pasar untuk menghadap penguasa. 20 Setelah mereka membawa keduanya menghadap pembesar-pembesar kota itu, berkatalah mereka, katanya: "Orang-orang ini mengacau kota kita ini, karena mereka orang Yahudi, 21 dan mereka mengajarkan adat istiadat, yang kita sebagai orang Rum tidak boleh menerimanya atau menurutinya." 22 Juga orang banyak bangkit menentang mereka. Lalu pembesar-pembesar kota itu menyuruh mengoyakkan pakaian dari tubuh mereka dan mendera mereka. 23 Setelah mereka berkali-kali didera, mereka dilemparkan ke dalam penjara. Kepala penjara diperintahkan untuk menjaga mereka dengan sungguh-sungguh. 24 Sesuai dengan perintah itu, kepala penjara memasukkan mereka ke ruang penjara yang paling tengah dan membelenggu kaki mereka dalam pasungan yang kuat. 25 Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka. 26 Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua

Pujilah Tuhan Dengan Sepenuh Hati

Berdoa dan memuji Tuhan merupakan bagian yang terkandung dalam unsur liturgi peribadahan. Hal seperti ini dilakukan dengan tujuan untuk membangun relasi antara manusia dengan Allah, baik secara pribadi maupun persekutuan. Akan tetapi apakah doa dan pujian lahir dari kesungguhan hati yang murni ataukah  hanya dilakukan sebatas ritual semata? Tidak sedikit dari kita yang berdoa dan memuji Tuhan karena didukung oleh suasana hati yang senang dan bahagia. Tapi apakah itu terus akan dilakukan ketika diperhadapkan dengan sederetan penderitaa? Rasul Paulus dan rekan pelayannya Silas mengajarkan kepada kita tentang penyerahan hidup kepada Allah. Dalam tugas memberitakan firman Allah, mereka harus melewati berbagai macam tantangan. Meski ditangkap, diseret, dianggap sebagai pengacau, pakaian mereka dikoyakan, didera dan kemudian dilemparkan kedalam penjara tanpa diadili, akan tetapi tidak memudarkan semangat mereka di dalam peberitaan. Bahkan dalam penderitaan itu Paulus dan Silas terus berdoa dan memuji Allah. Doa dan pujian yang sunggu-sungguh dari mereka tidak membuat Allah tinggal diam, melainkan Ia menyatakan kuasa-Nya. Hubungan kita dengan Allah sang pemberi kehidupan haruslah tetap dijaga. meskipun harus diperhadapkan dengan situasi-situasi hidup yang sulit sekalipun. Doa dan pujian yang murni dari hati kepada Allah akan menghentarkan kita menyaksikan kuasa-Nya yang dasyat. Bahkan Ia mampu melakukan segala sesuatu di luar cara pikir kita sebagai manusia. Karena tidak ada yang mustahil dan yang tidak mungkin bagi-Nya. Arahkanlah pandangan kepada Allah sebagai bukti keyakinan kita yang sungguh. Sebab Ia mampu menyatakan kuasa bagi setiap orang yang terus berserah penuh kepada-Nya. 

Doa: Ya Tuhan,  ajarilah kami untuk terus memuji dan berserah kepada Engkau, meskipun dilanda penderitaan. Amin.

Selasa, 29 Maret 2022                           

bacaan : 1 Tesalonika 2 : 13 – 20

Sukacita atas jemaat
13 Dan karena itulah kami tidak putus-putusnya mengucap syukur juga kepada Allah, sebab kamu telah menerima firman Allah yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan manusia, tetapi--dan memang sungguh-sungguh demikian--sebagai firman Allah, yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya. 14 Sebab kamu, saudara-saudara, telah menjadi penurut jemaat-jemaat Allah di Yudea, jemaat-jemaat di dalam Kristus Yesus, karena kamu juga telah menderita dari teman-teman sebangsamu segala sesuatu yang mereka derita dari orang-orang Yahudi. 15 Bahkan orang-orang Yahudi itu telah membunuh Tuhan Yesus dan para nabi dan telah menganiaya kami. Apa yang berkenan kepada Allah tidak mereka pedulikan dan semua manusia mereka musuhi, 16 karena mereka mau menghalang-halangi kami memberitakan firman kepada bangsa-bangsa lain untuk keselamatan mereka. Demikianlah mereka terus-menerus menambah dosa mereka sampai genap jumlahnya dan sekarang murka telah menimpa mereka sepenuh-penuhnya. 17 Tetapi kami, saudara-saudara, yang seketika terpisah dari kamu, jauh di mata, tetapi tidak jauh di hati, sungguh-sungguh, dengan rindu yang besar, telah berusaha untuk datang menjenguk kamu. 18 Sebab kami telah berniat untuk datang kepada kamu--aku, Paulus, malahan lebih dari sekali--,tetapi Iblis telah mencegah kami. 19 Sebab siapakah pengharapan kami atau sukacita kami atau mahkota kemegahan kami di hadapan Yesus, Tuhan kita, pada waktu kedatangan-Nya, kalau bukan kamu? 20 Sungguh, kamulah kemuliaan kami dan sukacita kami.

Teruslah Mengucap Syukur 

Bersyukur merupakan bentuk respon positif manusia yang diungkapkan kepada Allah. Biasanya perasaan ini muncul dikarenakan pengakuan bahwa Allah turut campur tangan untuk mendatangkan kebaikan, damai sejaterah serta sukacita. Sama seperti pengalaman rasul Paulus dalam bacaan kita hari ini. Paulus adalah seorang rasul yang dengan sungguh-sungguh memberikan seluruh hidupnya untuk melayani Tuhan. Meskipun dalam pelayanannya itu, ia harus mengalami dan menghadapi penghinaan bahkan penganiayaan (ay 2). Akan tetapi pemberitaan yang disampaikan di jemaat Tesalonika tidaklah sia-sia (ay 1). Paulus bersyukur sebab pemberitaannya itu diresponi dengan baik oleh jemaat di Tesalonika dan menerima pemberitaannya bukan sebagai perkataan manusia tetapi sungguh-sungguh sebagai firman Allah (ay 13). Sikap Paulus yang dengan berani dan meyakini pertolongan Allah, membuatnya tetap bersyukur dan bersukacita. Kita harus menyadari bahwa untuk mendapatkan hasil yang terbaik bukan berarti tanpa tantangan. Justru ketika mampu melewati berbagai tantangan, kita akan mendapatkan hasil yang memuaskan. Belajarlah untuk tetap melibatkan Tuhan dalam seluruh kehidupan kita, sebab Allah yang kita sembah di dalam Tuhan Yesus Kristus mampu menolong dan memberikan sukacita penuh. Seperti Paulus yang mengakui pertolongan Tuhan, demikian pula harus diyakini oleh kita sebagai orang percaya. Ingatlah bahwa penderitaan bukanlah akhir dari segala-galanya. Menderita karena Kristus mengantarkan kita untuk hidup bersama-Nya dalam ungkapan syukur dan sukacita yang besar.

Doa: Ya Tuhan, berikanlah sukacita-Mu bagi kami meskipun ada dalam berbagai penderitaan. Amin.

Rabu, 30 Maret 2022                                      

bacaan : Kisah Para Rasul 5 : 40 – 42

40 Mereka memanggil rasul-rasul itu, lalu menyesah mereka dan melarang mereka mengajar dalam nama Yesus. Sesudah itu mereka dilepaskan. 41 Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus. 42 Dan setiap hari mereka melanjutkan pengajaran mereka di Bait Allah dan di rumah-rumah orang dan memberitakan Injil tentang Yesus yang adalah Mesias.

Bersukacita Meskipun Dalam Penderitaan

Murid-murid Kristus, yakni jemaat mula-mula harus menghadapi masalah dan penderitaan karena iman kepada Kristus dan kegigihan mereka dalam memberitakan Injil.  Adakalanya mereka harus menjalani sidang di Mahkamah Agama demi mempertanggungjawabkan iman.  Namun meski berada  dalam tekanan, himpitan, ancaman dan tantangan yang teramat berat, di mana nyawa menjadi taruhannya, mereka tidak menunjukkan mimik wajah yang sedih, stres atau takut, tapi mereka tetap bergembira.  Mereka bersukacita karena mereka telah menderita bagi Kristus dan kemajuan Injil. Kalau boleh jujur penderitaan adalah hal yang sebisa mungkin selalu kita hindari, tidak ada orang yang mau hidup dalam penderitaan. Kita pastinya dalam hidup menginginkan hidup yang bahagia, karier dan pekerjaan yang lancar, sehat, hidup berkecukupan dan lain-lain. Tetapi kalau penderitaan itu datang bagaimana respon kita? Andalkan Tuhan dalam hidup dan meminta kekuatan dariNya agar kita bisa kuat menghadapinya dan menemukan jalan keluar dari setiap pergumulan. Sayangnya masih banyak dari kita yang seringkali mengandalkan kekuatan sendiri dalam menghadapinya. Sikap hati yang benar dalam menghadapi penderitaan adalah dengan hanya mengandalkanNya, bersyukur dan bersukacita, serahkanlah bebanmu kepadaNya biar Ia yang atur maka engkau akan bersukacita walaupun dalam penderitaan

Doa: Tuhan, Ajarlah kami untuk selalu punya sikap hati yang benar dalam menghadapi penderitaan. Amin.

Kamis, 31 Maret 2022                               

bacaan : Mazmur 69 : 31 – 37

31 Aku akan memuji-muji nama Allah dengan nyanyian, mengagungkan Dia dengan nyanyian syukur; 32 pada pemandangan Allah itu lebih baik dari pada sapi jantan, dari pada lembu jantan yang bertanduk dan berkuku belah. 33 Lihatlah, hai orang-orang yang rendah hati, dan bersukacitalah; kamu yang mencari Allah, biarlah hatimu hidup kembali! 34 Sebab TUHAN mendengarkan orang-orang miskin, dan tidak memandang hina orang-orang-Nya dalam tahanan. 35 Biarlah langit dan bumi memuji-muji Dia, lautan dan segala yang bergerak di dalamnya. 36 Sebab Allah akan menyelamatkan Sion dan membangun kota-kota Yehuda, supaya orang-orang diam di sana dan memilikinya; 37 anak cucu hamba-hamba-Nya akan mewarisinya, dan orang-orang yang mencintai nama-Nya akan diam di situ.

Berserulah Dalam Penderitaan

Dalam Mazmur 69 kita dapat memperhatikan curahan isi hati, doa dan juga nyanyian syukur yang dipanjatkan kepada Tuhan. Beratnya penderitaan yang dihadapi oleh pemazmur digambarkan seperti seorang yang terperosok ke dalam lumpur hidup ataupun seperti orang yang terombangambing di lautan tanpa pijakan. Walaupun demikian beratnya penderitaan pemazmur, namun dia hendak menyaksikan bahwa Tuhan itu adil. Tuhan pasti akan menyelamatkan orang yang hidup dalam kebenaran Tuhan. Dia berdoa kepada Tuhan, walaupun dia menderita hal itu tidak menyurutkannya untuk memuji dan memuliakan Tuhan dalam hidupnya. Pemazmur memperlihatkan keyakinannya kepada Tuhan dengan memuji Tuhan, dan hal itu jauh lebih berharga dari semua persembahan bakaran. Berdoalah kepada Tuhan saat penderitaan datang carilah Tuhan. Saat kekuatiran menguasai berserulah kepadaNya, minta hikmat untuk menghadapinya, Kadang doa sudah tidak terpikirkan lagi kalau sudah panik. Ada sebuah cerita dari pengalaman saya sendiri, pada waktu saya divonis kanker saya harus membayar 40 juta, untuk core biopsy, dan saya bilang kepada Tuhan darimana saya dapatkan uang itu karena kalau mau dengan BPJS itu harus ada biopsy terlebih dulu baru setelah itu diurus BPJS. Akhirnya saya saat itu juga pergi ke toilet rumah sakit untuk berdoa. Saya minta jalan keluar dari Tuhan dan ketika amin tiba-tiba saya langsung dipanggil bahwa core biopsy saya sudah bisa langsung ditangani BPJS jadi saya tidak perlu lagi membayar 40 juta. Berserulah kepada Tuhan dalam penderitaanmu, maka engkau akan bersukacita.

Doa: Tuhan, Ajarlah kami untuk jangan lupa berseru kepadaMu dalam penderitaan. Amin.

Jumat, 01 April 2022

Bacaan : Yesaya 38 : 16 – 20

Yesaya 38:16-20 (TB) Ya Tuhan, karena inilah hatiku mengharapkan Engkau; tenangkanlah rohku, buatlah aku sehat, buatlah aku sembuh!
Sesungguhnya, penderitaan yang pahit menjadi keselamatan bagiku; Engkaulah yang mencegah jiwaku dari lobang kebinasaan. Sebab Engkau telah melemparkan segala dosaku jauh dari hadapan-Mu.
Sebab dunia orang mati tidak dapat mengucap syukur kepada-Mu, dan maut tidak dapat memuji-muji Engkau; orang-orang yang turun ke liang kubur tidak menanti-nanti akan kesetiaan-Mu.
Tetapi hanyalah orang yang hidup, dialah yang mengucap syukur kepada-Mu, seperti aku pada hari ini; seorang bapa memberitahukan kesetiaan-Mu kepada anak-anaknya.
TUHAN telah datang menyelamatkan aku! Kami hendak main kecapi, seumur hidup kami di rumah TUHAN.

Berharap Hanya Pada Allah


Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Peribahasa ini dapat menggambarkan pengalaman raja Hizkia. Dalam penderitaan karena sakit yang dialami sampai hampir mati, Hizkia harus mendengar kabar tentang kematiannya pula (ay 1). Akan tetapi penderitaan bahkan kabar kematiannya itu tidak serta merta membuatnya putus asa dan hilang harapan kepada Allah. Bacaan kita hari ini memperlihatkan ungkapan hati dari raja Hizkia ketika mengalami penderitaan tersebut. Dengan iman percayanya ia menaruh harapan sepenuhnya hanya kepada Allah. Ia menyadari sungguh bahwa hanya Allah yang mampu menolong, menyembuhkan dan menyehatkannya kembali. Kesadaran inilah yang membuat Hizkia tetap bersyukur meskipun ada dalam penderitaan. Pengalaman Hizkia mengajarkan kepada semua kita, tentang pentingnya menaruh harapan kepada Allah. Sebab dengan menaruh harap kepada Allah, sesungguhnya kita mengakui kemahakuasaan-Nya. Penderitaan seringkali juga dialami oleh kita sebagai orang percaya. Baik penderitaan karena sakit penyakit, hubungan yang tidak harmonis, perekonomian yang buruk dan lain sebagainya. Tetapi seperti Hizkia yang berdoa (ay 2) dan mengharapkan serta meyakini keselamatan dari Allah (ay 16 & 17) demikian pula dengan kita. Karena hanya Allah satu-satunya yang dapat memberikan keselamatan dan menolong untuk menyelesaikan setiap persoalan. Percayalah pada kuasa-Nya, sebab hanya dengan percaya kita akan terus bersyukur meskipun ada di dalam penderitaan. Mari mengawali bulan ini denga tetaplah berdoa, mengucap syukur, berharap kepada Allah dan meminta-Nya untuk terus turut serta bersama kita dalam menjalani hari-hari kehidupan. Karena dengan demikian kita akan melihat besarnya kuasa dan kebesaran Allah yang kita sembah.

Doa: Ajari kami Tuhan untuk tetap percaya dan menaruh harapan pada-Mu meski dalam penderitaan. Amin.


Sabtu, 02 April 2022

Bacaan : Mazmur 40 : 1 – 4

Syukur dan doa
40:1-3 (TB)  Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. (40-2) Aku sangat menanti-nantikan TUHAN; lalu Ia menjenguk kepadaku dan mendengar teriakku minta tolong. (40-3) Ia mengangkat aku dari lobang kebinasaan, dari lumpur rawa; Ia menempatkan kakiku di atas bukit batu, menetapkan langkahku, (40-4) Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita. Banyak orang akan melihatnya dan menjadi takut, lalu percaya kepada TUHAN.

Sebab Dia Layak Dipuji


Tidak sedikit dari kita yang membanggakan diri ketika mencapai kesuksesan, dapat melewati tantangan-tantangan hidup dan penuh dengan kebahagiaan. Namun sikap yang demikian tidak berlaku bagi raja Daud. Perikop bacaan kita hari ini merupakan suatu kesaksian Daud karena pertolongan Tuhan yang dinyatakan baginya. Ketika berbagai tantangan hidup menghampirinya, ia berseru dan Tuhan menolongnya. Tuhan tidak hanya mengangkatnya dari lobang kebinasaan tapi juga menempatkan kakinya di atas bukit batu bahkan menetapkan langkahnya (ay 5). Daud tidak hanya bersaksi tentang kebaikan Tuhan tetapi juga menyanyikan nyanyian baru untuk memuji-Nya. Apa yang dilakukan oleh raja Daud sudah sepatutnya menjadi perenungan kita bersama. Kita seharusnya menyadari kekurangan, kelemahan dan keterbatasan pada diri serta mengakui kuasa Allah yang malampaui akal dan pikiran. Dengan berseru dan meminta pertolongan menunjukan kebergantungan kita kepada Allah. Memuji-Nya juga menggambarkan pengakuan bahwa kebaikan yang kita alami semata-mata hanya karena pertolongan-Nya. Ingatlah bahwa pertolongan dan kuasa Tuhan tidak hanya berlaku bagi Daud, tetapi juga bagi kita sebagai orang percaya. Oleh sebab itu ketika diperhadapkan dengan berbagai tantangan, baik dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat bergantunglah hanya kepada-Nya. Sebab Dia tidak hanya menolong dan membebaskan kita dari berbagai tantangan itu, melainkan menuntun dan menetapkan setiap langkah kita. Nantikanlah Tuhan dengan tetap percaya sambil terus memuji kebesaran-Nya. Bagunlah relasi denga-Nya di dalam doa sambil meyakini bahwa kuasa Allah akan dinyatakan bagi orang-orang yang selalu berseru kepada-Nya.

Doa: Ajarilah kami untuk tetap bergantung dan bersaksi tentang kebaikan-Mu. Amin.

*Sumber : SHK Bulan Maret 2022, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 20 – 26 Maret 2022

Tema Mingguan : ” Lihatlah! Di Tengah Pencobaan Kesetiaan Allah Selalu Terbukti

Minggu, 20 Maret 2022                               

bacaan : 1 Korintus 10 : 1 – 13

Israel sebagai suatu peringatan
Aku mau, supaya kamu mengetahui, saudara-saudara, bahwa nenek moyang kita semua berada di bawah perlindungan awan dan bahwa mereka semua telah melintasi laut. 2 Untuk menjadi pengikut Musa mereka semua telah dibaptis dalam awan dan dalam laut. 3 Mereka semua makan makanan rohani yang sama 4 dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus. 5 Tetapi sungguhpun demikian Allah tidak berkenan kepada bagian yang terbesar dari mereka, karena mereka ditewaskan di padang gurun. 6 Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh bagi kita untuk memperingatkan kita, supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat, 7 dan supaya jangan kita menjadi penyembah-penyembah berhala, sama seperti beberapa orang dari mereka, seperti ada tertulis: "Maka duduklah bangsa itu untuk makan dan minum; kemudian bangunlah mereka dan bersukaria." 8 Janganlah kita melakukan percabulan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga pada satu hari telah tewas dua puluh tiga ribu orang. 9 Dan janganlah kita mencobai Tuhan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka mati dipagut ular. 10 Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut. 11 Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba. 12 Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh! 13 Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

Sebab Allah Setia

Satu hal yang tidak pernah terlepas dari kehidupan manusia adalah tantangan dan cobaan, hal ini bagaikan dua sisi mata uang yang menempel pada setiap orang tanpa terkecuali, tergantung tiap-tiap orang menyikapinya.

Tuhan telah memilih umatnya dan menyatakan kuasanya, bukan saja membuat mereka menjadi umat yang rohani tetapi juga memelihara dengan cara yang luar biasa. Mereka diberi makan secara supra alami yaitu MANA (kel. 14:4) dan batu karang yang memberikan air (kel.17:6). Umat ALLAH yang mengalami perbuatan ALLAH yang akbar ini tidak sertamerta membuat mereka lepas dari pencobaan, hal ini terbukti dari banyak diantara mereka mati dan binasa karena mereka tidak mampu menjaga kekudusan hidup, mereka berbuat cabul, mereka tidak bersyukur atas berkat-berkat yang Tuhan berikan.

Historis kehidupan Israel kuno ini diungkapkan Paulus dalam bacaan ini dengan tujuan untuk menguatkan dan mengingatkan jemaat korintus dan terbuka juga bagi kita agar dapat menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang dapat mencemari kehidupan. Orang Kristen tidak terlepas dari pencobaan dan pencobaan yang kita alami bukan datang dari TUHAN tetapi dari iblis dan diri kita sendiri. ALLAH mengijinkan cobaan dan tantangan dalam hidup kita untuk memperkuat iman kita. Pengalaman merupakan guru yang baik. Setiap orang hendaknya dapat memetik pelajaran berharga dari pengalaman untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Lawanlah godaan dengan penuh ketekunan yang menimbulkan Tahan Uji dan Tahan Uji menimbulkan Pengharapan.  Percayalah waktu kita dicobai IA akan memberikan kepada kita jalan keluar karena ALLAH SETIA.

Doa:  Tuhan, kami percaya, Engkau Allah yang setia, jadikan kami orang-orang yang setia. Amin.

Senin, 21 Maret 2022                                             

bacaan : Wahyu 3 : 10

10 Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.

Berkat Dan Kesetiaan

Masalah kesetiaan memang sudah menjadi suatu hal yang langka di zaman modern ini. Ketidaksetiaan  semakin lama semakin dianggap sebagai sesuatu yang wajar. Agaknya manusia menjadi sulit untuk menentukan atau membedakan yang baik dari jahat. Tidak heran jika semakin lama semakin sulit menemukan sosok manusia yang setia baik dalam suatu hubungan, pekerjaan dan sebagainya. Hal seperti demikian berlaku pula dalam relasi manusia dengan TUHAN, sekali pun diketahui bahwa TUHAN sangat mengasihi kita. Yesus telah membuktikan kesetiaan Nya menanggung segala dosa kita sampai mati di kayu salib. Bacaan hari ini menegaskan betapa penting dimilikinya kesetiaan terutama ketika sedang mengalami pencobaan. Penulis kitab Wahyu menyajikan gagasan pencobaan dalam kaitan dengan pemberitaannya tentang akhir Zaman. Maksudnya, akan terjadi pada masa sebelum Yesus dating kembali berbagai penderitaan yang mengguncang atau mencobai iman orang percaya. Orang percaya akan mengalami penderitaan dan penganiayaan menjelang datangnya Kristus pada kedua kalinya. Ingatlah bahwa  Sesungguhnya apa yang dijanjikan TUHAN bagi orang yang setia menuruti firman dan tekun menantikan TUHAN lebih besar dari berkat dalam kehidupan yang bersifat sementara. Tidaklah sulit bagi TUHAN untuk memberkati kita. Kita hanya dituntut untuk membuktikan sejauh mana mampu setia menuruti Firman dan tekun menantikan TUHAN dalam pengharapan yang sungguh. Hanya dengan demikian, janji perlindungan dan penyertaan serta berkat ALLAH akan menjadi bagian kita.

Doa: Mampukan kami TUHAN untuk setia di jalan-Mu agar kami dapat menerima berkat-Mu. Amin.

Selasa, 22 Maret 2022                                

bacaan : Yakobus 1 : 12 – 18

Pengujian dan pencobaan
12 Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia. 13 Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun. 14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. 15 Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut. 16 Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah sesat! 17 Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran. 18 Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya.

Iman Sebagai Jawaban

Mendengar kata pencobaan yang terbayang di pikiran  kita adalah sesuatu yang tidak menyenangkan, sangat menyakitkan dan memaksakan kita untuk berjuang.

Menurut Marthin Luther  surat Yakobus disebut sebagai surat jerami karena dianggap lebih menekankan perbuatan baik ketimbang fokus pada iman, padahal sesungguhnya surat Yakobus menjanjikan suatu disiplin rohani yang kongkrit.

Iman yang sejati selalu hidup dan menghidupkan. Ujian dan cobaan hidup adalah kesempatan untuk merasakan kebahagiaan sejati sebagai latihan ketekunan, dan iman semacam ini membutuhkan hikmat dari ALLAH dan saat memohonkan hikmat dari ALLAH butuh hati yang fokus kepada ALLAH bukan mendua hati karena godaan dunia.  Tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri karena diseret dan dipikat olehnya ( 14 ).

Iman kita kepada Nya adalah jawaban saat diterpa berbagai pencobaan. Iman kita kepada-Nya harus bagaikan Batu Karang Yang Teguh. Percayalah Dia yang maha pengasih dan penyayang tidak akan membiarkan kita sendiri. ALLAH tentu saja tidak akan membiarkan  kita untuk melakukan hal yang salah. Meskipun kita banyak mengalami pencobaan tetapi jika pandangan kita tertuju kepada TUHAN YESUS kita akan mampu mengatasinya. Firman TUHAN akan memberikan kepada kita kepekaan untuk mengetahui mana yang benar serta keinginan dan kekuatan untuk memahaminya.

Berbahagialah dan bersyukurlah bila kita ada dalam pencobaan, itu berarti TUHAN sedang memusatkan perhatian-Nya kepada kita dan merancangkan hal yang baik atas hidup ini. Karena itu tetaplah bersandar dan percaya penuh kepada kehendak  dan rancangan TUHAN karena setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna datangnya dari atas.

Doa: Kuatkanlah kami agar iman kami tidak mudah goyah tatkala menghadapi cobaan dan penderitaan dalam hidup. Amin.    

Rabu, 23 Maret  2022                                       

bacaan : 2 Petrus 2 : 4 – 10

4 Sebab jikalau Allah tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka dan dengan demikian menyerahkannya ke dalam gua-gua yang gelap untuk menyimpan mereka sampai hari penghakiman; 5 dan jikalau Allah tidak menyayangkan dunia purba, tetapi hanya menyelamatkan Nuh, pemberita kebenaran itu, dengan tujuh orang lain, ketika Ia mendatangkan air bah atas dunia orang-orang yang fasik; 6 dan jikalau Allah membinasakan kota Sodom dan Gomora dengan api, dan dengan demikian memusnahkannya dan menjadikannya suatu peringatan untuk mereka yang hidup fasik di masa-masa kemudian, 7 tetapi Ia menyelamatkan Lot, orang yang benar, yang terus-menerus menderita oleh cara hidup orang-orang yang tak mengenal hukum dan yang hanya mengikuti hawa nafsu mereka saja, -- 8 sebab orang benar ini tinggal di tengah-tengah mereka dan setiap hari melihat dan mendengar perbuatan-perbuatan mereka yang jahat itu, sehingga jiwanya yang benar itu tersiksa-- 9 maka nyata, bahwa Tuhan tahu menyelamatkan orang-orang saleh dari pencobaan dan tahu menyimpan orang-orang jahat untuk disiksa pada hari penghakiman, 10 terutama mereka yang menuruti hawa nafsunya karena ingin mencemarkan diri dan yang menghina pemerintahan Allah. Mereka begitu berani dan angkuh, sehingga tidak segan-segan menghujat kemuliaan,

Tuhan Tahu Menyelamatkan Orang – Orang Saleh

Faktor pencetus yang mengakibatkan seseorang hilang arah dan tersesat adalah soal pengajaran yang disampaikan dan yang diterima. Tidak sedikit orang yang muncul lalu mengklaim dirinya sebagai nabi dan guru tetapi yang mereka ajarkan bukanlah sesuatu yang berasal dari ALLAH karena apa yang disampaikan tidak sesuai  dengan apa yang dipraktekkan.

Rasul Petrus memaparkan tentang siapa sebenarnya nabi dan guru-guru palsu itu.

  1. Ajaran yang disampaikan itu menyesatkan dan menyangkali YESUS
  2. Hidup dikuasai hawa nafsu
  3. Serakah dan hanya tertarik dengan keuntungan pribadi

Terhadap ini semua ditegaskan bahwa penghukuman ALLAH bagi mereka pasti akan datang karena mereka mengajarkan manusia untuk berkompromi dengan dosa. Dan dalam jangka waktu yang panjang mereka akan membuat jemaat TUHAN menyangkal penguasa (YESUS) yang telah menebus mereka.

Penebusan YESUS melalui pengorbanan-Nya di atas kayu salib sebenarnya menuntut kita untuk hidup suci dan kudus, dan hidup sepenuhnya bagi kepentingan TUHAN dan kerajaan-Nya karena kita telah ditebus oleh darah TUHAN YESUS yang mahal.

Seharusnya orang percaya tidak lagi berhak hidup untuk kesukaan dirinya sendiri tetapi kita harus hidup bagi kesukaan TUHAN. Dari surat Petrus ini lalu kita diingatkan supaya tetap mawas diri terhadap rupa-rupa ajaran dengan cara memperhatikan kehendak ALLAH dalam Alkitab supaya iman tidak goyah dan iman kita akan tetap bertumbuh. Ingatlah bahwa ditengah-tengah penyesatan akibat ajaran-ajaran nabi-nabi dan guru-guru palsu itu TUHAN tahu menyelamatkan orang-orang saleh. Untuk itu jangan goyah dan tetap teguh dalam iman.

Doa:   Selamatkanlah kami ya ALLAH dari segala bentuk roh penyesat karena kami ini adalah kepunyaanMu. Amin.

Kamis, 24 Maret 2022                                   

bacaan : Mazmur 12 : 6 – 9

6 Oleh karena penindasan terhadap orang-orang yang lemah, oleh karena keluhan orang-orang miskin, sekarang juga Aku bangkit, firman TUHAN; Aku memberi keselamatan kepada orang yang menghauskannya. 7 Janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah. 8 Engkau, TUHAN, yang akan menepatinya, Engkau akan menjaga kami senantiasa terhadap angkatan ini. 9 Orang-orang fasik berjalan ke mana-mana, sementara kebusukan muncul di antara anak-anak manusia.

Janji Allah Janji Yang Murni

Janji yang murni berbeda dengan ucapan orang bermulut besar dan andai saja semua kita diharuskan menggunakan alat deteksi kebohongan adakah yang mau melakukannya ? kalau saja ada,  pasti sangat sedikit. mengapa demikian ? karena saat ini kita sementara hidup di tengah-tengah Angkatan yang tidak lagi hidup berdasarkan fakta dan kebenaran.

Sebenarnya keadaan hari ini bukanlah sesuatu yang baru. Pada masa lampau daud sudah mengeluhkan bahwa orang saleh dan setia sudah lenyap ( 12 : 2 ) Umat ALLAH dikelilingi oleh Angkatan yang jahat yang berkata dusta satu sama lain,  Penuh dengan bibir yang manis dan hati yang seringkali suka menjatuhkan, mengambil keuntungan serta memandang yang miskin dan yang lemah. Dalam situasi ini apa yang dapat di lakukan ? Kita harus bercermin dari kehidupan daud yang selalu mengarahkan pandangan pada ALLAH tidak terguncang dan tetap fokus dan menaati janji ALLAH.

Pemazmur mengingatkan bahwa janji Allah adalah janji yang murni bagaikan perak yang teruji dan sempurna. Manusia siapapun tidak dapat menepati janji sebaliknya ALLAH selalu menepati janjinya. ALLAH tidak pernah lupa dengan janjinya. ALLAH bukanlah manusia sehingga IA berdusta,,,bukan anak manusia sehingga IA menyesal. Masakan IA berfirman dan tidak menepatinya ? ( bilangan 23 : 19 ).

Walaupun dusta dan berbagai ancaman ada di sekeliling kita tetap arahkan pandangan kepada ALLAH. Karena kita tahu bahwa Dia ALLAH yang berjanji tetapi juga yang mengenapi dan memelihara janjinya bagi kita sebagai kepunyaanNya sendiri.

Doa:  JanjiMu YA dan Amin, kami mau berpegang pada janjiMu karena janjiMu tidak pernah berubah dulu, kini dan selamanya. Amin.

Jumat, 25 Maret 2022                                   

bacaan : Kejadian 39 : 21 – 23

21 Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu. 22 Sebab itu kepala penjara mempercayakan semua tahanan dalam penjara itu kepada Yusuf, dan segala pekerjaan yang harus dilakukan di situ, dialah yang mengurusnya. 23 Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yang dipercayakannya kepada Yusuf, karena TUHAN menyertai dia dan apa yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasil.

Setialah Sebab Allah Setia

Menurut kamus besar bahasa Indonesia, setia sama halnya dengan berpegang teguh (pada janji, pendirian dan sebagainya) patuh, taat. Kondisi seperti ini lah yang tergambar dalam bacaan kita hari ini. Berawal dari menjadi orang kepercayaan di rumah Potifar seorang pegawai istana Firaun, yang bertanggungjawab atas pengawal-pengawal pribadi raja. Manis sikap dan elok paras dari Yusuf membuat tertarikya istri Potifar kepadanya. Sehingga Yusuf di goda, di firnah, bahkan diberikan hukuman penjara atas apa yang tidak diperbuatnya. Penolakan Yusuf terhadap godaan istri Potifar membuktikan bahwa ia setia atau taat bukan hanya kepada tuanya Potifar melainkan juga kepada Allah. Kesetiaan dan ketaatan itu lah yang membuat Allah tetap menyertainya meskipun berada dalam berbagai cobaan. Menjadi kesayangan dan mendapatkan kepercayaan sepenuhnya dari kepala penjara, memperlihatkan kasih setia Allah yang selalu menyertai (bnd ay 2). Bacaan hari ini mengajarkan kita tentang pentingnya menjaga kesetiaan dan ketaatan kepada Allah. Seperti Yusuf yang tetap setia dan tidak kompromi dengan dosa, demikianlah juga yang harus dilakukan oleh kita sebagai orang percaya. Kesetiaan itu baiklah di mulai dari hal sederhana dalam kehidupan keluarga baik sebagai suami istiri (orang tua) maupun ana-anak (bnd luk 16:10). Meskipun pada kenyataannya cobaan tidak dapat dihindari dan akan selalu datang silih berganti dalam hidup kita. Hiduplah dalam kesetiaan kepada Allah dan lakukanlah apa yang benar di hadapan-Nya. Karena Allah yang penuh dengan kasih setia akan senantiasa menyertai kehidupan orang yang setia kepada-Nya. Oleh sebab itu, percayalah pada Tuhan dan jalanilah hidup dengan takut akan Dia sebagi bukti kesetiaan kita kepada-Nya. Tetaplah setia sebab Allah setia.

Doa:  Ya Tuhan, ajarlah kami untuk tetap setia kepada-Mu. Amin.

Sabtu, 26 Maret 2022                                        

bacaan : Mazmur 34 : 7 – 9

7 Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya. 8 Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka. 9 Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!

Merasakan Kebaikan Allah

Perasaan bimbang, kecewa serta hilang harapan seringkali mewarnai hati dan pikiran kita ketika diperhadapkan dengan situasi sulit. Hal seperti ini dapat dialami oleh siapapun, kapanpun dan dimanapun. Akan tetapi tahukah kita bahwa dalam situasi buruk yang mengancam nyawa kita sekalipun, Allah mampu menolong. Mazmur dalam bacaan kita ini dilatarbelakangi dari kisah raja Daud yang terancam nyawanya (lih. ay 1; bnd. 1 Samuel 18-27). Menghadapi situasi yang mengancam hidup Daud membuatnya sangat takut dan gentar. Akan tetapi dalam ketakutan dan kegentarannya itu ia tetap mengingat satu hal yaitu  mencari Tuhan (ay 5). Perihal seperti ini memperlihatkan betapa Daud sangat mengandalkan Allah dalam seluruh kehidupannya. Ia meyakini bahwa Allah akan senantiasa menjawab teriakan orang yang meminta pertolongan dari pada-Nya. Ingatlah bahwa menjalani kehidupan ini bukanlah hal yang mudah. Terkadang cobaan dan rintangan datang membuat kita merasa tak berdaya dan benar-benar terpuruk, baik dari lingkungan eksternal maupun lingkungan internal. Akan tetapi bacaan saat ini mengingatkan dan mengajarkan kita tentang pentingnya hidup takut akan Tuhan dan berserah kepada-Nya. Sebab Dia satu-satunya Allah yang dapat dipercaya dan diandalkan. Dia peduli kepada seluruh ciptaanya dan Pertolongannya itu tidak pernah terlambat. Sebab Dia Allah yang besar, berkuasa atas segala seuatu dalam hidup kita. Yang jadi pertanyaannya, apakah kita percaya dan mau dengan segenap hati mengandalkan kuasa Allah dalam seluruh kehidupan kita? Apapun masalah yang sedang dihadapi tetaplah fokus kepada Allah. Yakinlah, dengan berserah kepada-Nya kita akan melihat dan mengalami kebaikan-kebaikan Tuhan.

Doa: Terima kasih Tuhan karena kebaikan-Mu itu nyata dan terbukti dalam seluruh hidup kami. Amin.

*Sumber : SHK Bulan Maret 2022, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 13 – 19 Maret 2022

Tema Mingguan : “

Minggu, 13 Maret 2022                                     

bacaan : Mazmur 27 : 1 – 14

Aman dalam perlindungan Allah
Dari Daud. TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar? 2 Ketika penjahat-penjahat menyerang aku untuk memakan dagingku, yakni semua lawanku dan musuhku, mereka sendirilah yang tergelincir dan jatuh. 3 Sekalipun tentara berkemah mengepung aku, tidak takut hatiku; sekalipun timbul peperangan melawan aku, dalam hal itupun aku tetap percaya. 4 Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya. 5 Sebab Ia melindungi aku dalam pondok-Nya pada waktu bahaya; Ia menyembunyikan aku dalam persembunyian di kemah-Nya, Ia mengangkat aku ke atas gunung batu. 6 Maka sekarang tegaklah kepalaku, mengatasi musuhku sekeliling aku; dalam kemah-Nya aku mau mempersembahkan korban dengan sorak-sorai; aku mau menyanyi dan bermazmur bagi TUHAN. 7 Dengarlah, TUHAN, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku! 8 Hatiku mengikuti firman-Mu: "Carilah wajah-Ku"; maka wajah-Mu kucari, ya TUHAN. 9 Janganlah menyembunyikan wajah-Mu kepadaku, janganlah menolak hamba-Mu ini dengan murka; Engkaulah pertolonganku, janganlah membuang aku dan janganlah meninggalkan aku, ya Allah penyelamatku! 10 Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku. 11 Tunjukkanlah jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, dan tuntunlah aku di jalan yang rata oleh sebab seteruku. 12 Janganlah menyerahkan aku kepada nafsu lawanku, sebab telah bangkit menyerang aku saksi-saksi dusta, dan orang-orang yang bernafaskan kelaliman. 13 Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup! 14 Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!

Tuhan itu Terang dan Keselamatan Dalam Penderitaan

Apa yang kita lakukan ketika kita mengalami penderitaan karena perbuatan jahat dari orang lain terhadap kita? Pemazmur Daud, dalam bacaan Maz. 27:1-14, ketika mengalami perbuatan jahat dari orang lain, melakukan empat hal, yaitu: pertama, Daud membuat pengakuan bahwa apapun keadaan yang ia alami, baginya Tuhan tetap menjadi terang dan keselamatannya, bahkan Tuhan merupakan benteng hidupnya (ay.1-3). Dalam pengakuan ini, Daud memiliki keyakinan bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkannya sehingga ia tetap merasakan perlindungan Tuhan. Kedua, Daud berdiam diri sambil menyanyi dan bermazmur bagi Tuhan (ay.4-6), tidak panik, tidak mempersalahkan orang lain yang melakukan kejahatan kepada dirinya, dan tidak ingin bertindak membalas kejahatan orang tersebut kepada dirinya. Daud melakukannya karena yakin Tuhan akan melindungi dirinya. Ketiga, Daud berdoa, memohon belas kasihan dan pertolongan Tuhan atas apa yang ia alami (ay.7-10). Daud meminta Tuhan tidak menyembunyikan wajahNya, tidak membuang Daud, dan tidak meninggalkan Daud, sebab dirinya sangat yakin bahwa Tuhan itu penyelamat bagi dirinya. Keempat, Daud meminta Tuhan menunjukkan jalanNya, agar dapat menuntun dalam menghadapi dan menjalani hidup di tengah situasi penderitaan (ay.11-14). Karena itu, Daud menyatakan ia akan selalu menanti Tuhan yang akan menunjukkan kuasa dan kebesaranNya bagi hidup yang dialaminya. Mari teladani Daud, meyakini Tuhan sebagai terang dan keselamatan, berdiam diri sambil bernyanyi dan bermazmur, berdoa memohon belaskasihan dan tolongan-Nya serta meminta petunjuk-Nya.

Doa:  Ya Tuhan keselamatanku, tunjukkanlah jalan-Mu kepadaku dalam penderitaan ini. Amin.

Senin, 14 Maret 2022                                          

bacaan: 2 Tawarikh 15 : 7

7 Tetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu!"

Ada Upah Bila Menghadapi Kesesakan Dengan Menguatkan Hati

Segala sesuatu yang kita kerjakan di dalam hidup ini selalu ada upahnya. Perbuatan atau pekerjaan baik selalu memperoleh upah yang baik pula. Sebaliknya, perbuatan atau pekerjaan yang tidak baik akan memperoleh upah yang tidak baik. Pertanyaannya, upah seperti apa yang ingin kita dapatkan jika melakukan atau berbuat sesuatu yang baik dalam kesesakan? Bagian bacaan Alkitab ini hendak mengungkapkan respons seseorang ketika mengalami kesesakan atau penderitaan. Dalam situasi kekacauan, kesesakan, atau penderitaan yang terjadi pada wilayah dimana kita ada, sebagai umat Tuhan haruslah tetap menguatkan hati dan memiliki semangat. Sebab ketika kita bersikap demikian, Tuhan-lah yang akan menunjukkan kebesaran kuasa-Nya. Bersikap tetap menguatkan hati, dan tidak lemah semangat pasti ada upahnya, yakni penjagaan, perlindungan, dan keselamatan. Banyak orang, ketika mengalami kesesakan atau penderitaan mengambil jalan sendiri menurut keinginannya. Ada banyak orang yang merasa harga dirinya direndahkan oleh perbuatan jahat orang lain lalu melakukan sesuatu yang sifatnya membalas perbuatan orang yang melakukan kejahatan tersebut. Melaui Firman Tuhan ini kita mendapat pelajaran bahwa dalam kesesakan dan penderitaan, kita harus tetap menguatkan hati dan memelihara semangat. Jangan balan jahat dengan jahat, melainkan mengampuni dan mendoakan. Teguhkanlah hati dan semangat dan nantikanlah upah dari Tuhan. ia akan selalu menjaga, melindungi dan menyelamatkan kita terutama ketika sedang berada dalam kesesakan.

Doa: Ya Tuhan, kuatkanlah hati kami, semangatilah kami dengan RohMu, agar kami mampu menghadapi kesesakan… Amin.

Selasa, 15 Maret 2022                               

bacaan : 1 Korintus 16 : 13 – 14

13 Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat! 14 Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih!

Kas Kuat Hati Hadapi Hidup

Kas kuat hati tuang…, hadapi semua situasi hidup ini dengan selalu berpengharapan voor Tuhan. Yakin! Tuhan seng akan kas tinggal ale….., pencobaan yang ale alami, seng melebihi ale pung kekuatan. Tetap beriman dengan sungguh…. kuat dan teguhkan hati ee….  

Itulah sepenggal kalimat penguatan yang beta dengar dari alm. Em. Pdt. Sammy Titaley ketika beta menghadapi goncangan badai hidup rumah tangga yang nyaris membuat beta hancur saat itu.

Yaahh… beta memang bukan laki-laki yang kuat dan mampu berdiri tegap. Namun beta mesti kuat dan bersikap seperti laki-laki sehingga mampu hadapi kenyataan hidup tersebut. Dan kalimat penguatan tersebut, justru membuat beta merasa hati kuat dan bertekad untuk bangkit, berhenti menangis dan mulai menata hidup demi dua anak laki-laki yang sedang bertumbuh menjadi remaja. Dan puji Tuhan, beta mampu karena kasih Tuhan melalui hamba-Nya.

Dalam bacaan hari ini, Rasul Paulus menyerukan agar setiap orang percaya bersikap sebagai laki-laki. Seruan Paulus ini juga tidak ditujukan kepada jemaat di Korintus saja, tetapi kepada semua orang percaya.

Ada hal-hal positif yang bisa kita pelajari dari sikap seorang laki-laki yang layak untuk diterapkan dalam kehidupan rohani.  Salah satunya adalah hal keberanian.  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata berani memiliki arti sikap hati yang mantap dan rasa percaya diri yang besar dalam menghadapi bahaya, kesulitan dan sebagainya;  berani juga berarti tidak takut, tidak gentar dan tidak kecut hati. Maka marilah kita berani menantang kenyataan hidup yang ada sambil tetap kuat dan teguhkan hati sebab Tuhan tidak biarkan kita menghadapinya sendiri.

Doa: Ya Tuhan… tetaplah bersama kami hadapi situasi hidup yang ada. Amin.

Rabu, 16 Maret 2022                                              

bacaan : Hagai 2 : 1 – 9

Kemegahan Bait Suci yang baru
(2-1a) pada hari yang kedua puluh empat dalam bulan yang keenam. (2-1b) Pada tahun yang kedua zaman raja Darius,(2-2) dalam bulan yang ketujuh, pada tanggal dua puluh satu bulan itu, datanglah firman TUHAN dengan perantaraan nabi Hagai, bunyinya: 2 (2-3) "Katakanlah kepada Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda, dan kepada Yosua bin Yozadak, imam besar, dan kepada selebihnya dari bangsa itu, demikian: 3 (2-4) Masih adakah di antara kamu yang telah melihat Rumah ini dalam kemegahannya semula? Dan bagaimanakah kamu lihat keadaannya sekarang? Bukankah keadaannya di matamu seperti tidak ada artinya? 4 (2-5) Tetapi sekarang, kuatkanlah hatimu, hai Zerubabel, demikianlah firman TUHAN; kuatkanlah hatimu, hai Yosua bin Yozadak, imam besar; kuatkanlah hatimu, hai segala rakyat negeri, demikianlah firman TUHAN; bekerjalah, sebab Aku ini menyertai kamu, demikianlah firman TUHAN semesta alam, 5 (2-6) sesuai dengan janji yang telah Kuikat dengan kamu pada waktu kamu keluar dari Mesir. Dan Roh-Ku tetap tinggal di tengah-tengahmu. Janganlah takut! 6 (2-7) Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat; 7 (2-8) Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam. 8 (2-9) Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman TUHAN semesta alam.

Kesempurnaan Penyertaan Tuhan

Tidak pernah terlambat dan tidak terlalu cepat jawaban Tuhan untuk setiap gumulan kita”. Ini adalah sepenggal kalimat yang seringkali disampaikan dan diyakini oleh orang-orang beriman ketika menghadapi pergumulan hidup. Contohnya pergumulan untuk memiliki anak oleh sepasang suami istri yang telah lama menikah, katakanlah 6 tahun pernikahan.  Hingga pada fase Berserah dan Melepaskan semua kekuatan serta perjuangan hanya kepada Tuhan dan oleh kendali Tuhan, pasangan ini tetap meyakini bahwa Rencana Tuhan pasti mendatangkan kebaikan dan Damai Sejahtera. Di tengah-tengah penantian dan perjuangan mereka, Tuhan tetap menyertai.

Penyertaan Tuhan pun dirasakan oleh Zerubabel, Yosua dan semua rakyat ketika mereka membangun kembali Bait Allah. Hagai mengatakan, “Kuatkanlah Hatimu”. Walaupun Bait Allah yang dibangun tak seindah Bait Allah yang dibangun Salomo, namun Hagai meyakinkan bahwa Anugerah Allah dan Roh Allah akan tetap tinggal diantara mereka, sebab itu Janganlah Takut! Ayat 6-9 menyatakan bahwa Tuhan akan memenuhi Rumah/Bait Allah ini dengan kemegahan sebab IAlah yang Empunya segalanya. Hagai lewat bacaan hari ini, mengajarkan kita untuk tetap Percaya dan bersandar pada rencana Tuhan, Jangan pernah takut dan khawatir. Mungkin nampak biasa saja di awalnya, namun dari yang biasa itu Tuhan akan membuat menjadi Luar Biasa. Untuk setiap pergumulan yang sementara kita bangun bersama Tuhan, apapun itu, Tetaplah percaya pada Janji dan penyertaan-Nya, sebab Tuhan tahu kapan waktu yang terbaik untuk kita menerima Anugerah dan Damai Sejahtera-Nya.

Doa: Tetaplah sertai kami Ya Tuhan, dalam setiap Gumulan kami. Amin.

Kamis, 17 Maret 2022                                 

bacaan : 2 Tesalonika 3 : 3 – 5

3 Tetapi Tuhan adalah setia. Ia akan menguatkan hatimu dan memelihara kamu terhadap yang jahat. 4 Dan kami percaya dalam Tuhan, bahwa apa yang kami pesankan kepadamu, kamu lakukan dan akan kamu lakukan. 5 Kiranya Tuhan tetap menujukan hatimu kepada kasih Allah dan kepada ketabahan Kristus.

Ora Et Labora

Tragedi kemanusiaan yang terjadi pada Januari lalu di Pulau Haruku, yakni Ori-Kariu masih membekas dalam ingatan kita. Terlepas dari akar permasalahannya, yang menjadi fokus kita ialah kondisi saudara-saudara kita di Kariu. Kondisi yang memprihatinkan karena mereka kehilangan harta benda, tempat berteduh mereka akibat dilalap si jago merah. Sebagai orang basudara, banyak hati tergerak untuk memberikan bantuan secara material maupun spiritual kepada mereka.

Firman Tuhan oleh Rasul Paulus saat ini mengajak kita untuk tetap meyakini Kesetiaan Tuhan yang akan selalu menolong kita. Tuhan akan menguatkan kita dan memelihara kita terhadap yang jahat. Oleh sebab itu, marilah kita saling menguatkan dan mendoakan. Mendoakan mereka yang ada dalam kesesakan, penderitaan dan pergumulan hidup. Teriaklah nama Tuhan dalam setiap Doa kita. Memberikan motivasi dan spirit bagi mereka yang butuh dorongan kemanusiaan kita. Benar bahwa kebutuhan pangan, sandang dan papan itu penting namun harus diseimbangkan dengan Healing/penyembuhan atau pemulihan diri. Percayalah bahwa setiap kita yang selalu memberi hati ini kepada Tuhan, Tuhan pasti akan menggenggam tangan kita dan menuntun kita melalui jalan-jalan kehidupan yang sulit dengan Kasih-Nya.

Doa: Ajarkan kami ya Tuhan, untuk selalu Berserah kepadaMu. Amin.

Jumat, 18  Maret 2022                                       

bacaan : Ibrani 10 : 19 – 23

Ketekunan
19 Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, 20 karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri, 21 dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah. 22 Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni. 23 Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia.

Buah Dari Ketekunan

Orang tatua salalu kas pasang voor anana cucu bagini : “kalo mo dapa hidop, mo jadi ‘orang’, mo biking sesuatu tuh akang berhasil, katong musti karja deng sungguh-sungguh, seng boleh pamalas, lalu musti tekun”. Ketekunan selalu memberikan hasil yang memuaskan. Seseorang yang tekun dalam pekerjaannya, pendidikannya bahkan pelayanannya akan disuguhi dengan kepuasan dan kebahagiaan. Ketekunan memerlukan komitmen dan konsistensi dalam perkataan dan perbuatan, oleh karenanya seseorang yang tekun akan selalu berpegang teguh pada pendirian dan komitmennya serta tekad yang sungguh untuk menggapai sesuatu yang sudah ditargetkannya.

Ibrani pasal 10:19-23 mengarahkan pandangan kita untuk memiliki ketekunan dalam beriman kepada Allah. Disampaikan oleh penulis pada ayat ke 22-23 bahwa karena kita telah dibersihkan dan dibasuh dengan air yang murni untuk terbebas dari hal-hal yang jahat, maka sudah seharusnya kita berpegang teguh pada pengharapan kita kepada Allah. Artinya bahwa ketika kita telah diberikan kesempatan untuk ada dalam hidup yang baru, hidup bersama dan di dalam Tuhan, baiknya kita tetap bertekun dalam Doa dan Pengharapan hanya kepada-Nya. Tidak lagi mengandalkan kekuatan diri sendiri atau kekuatan lain yang bertentangan dengan kehendak-Nya. Dengan demikian, kehidupan yang dianugerahkan Tuhan kepada kita sungguh akan berwarna dan dipenuhi dengan sukacita. Bertekunlah dan Berpeganglah selalu pada janji Kesetiaan Tuhan.

Doa: Perteguhkanlah komitmen kami Tuhan, untuk selalu berpengharapan dan bertekun di Dalam-Mu. Amin.

Sabtu, 19 Maret 2022                                         

bacaan : Yesaya 50 : 4 – 7

Ketaatan hamba TUHAN
4 Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid. 5 Tuhan ALLAH telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang. 6 Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipiku kepada orang-orang yang mencabut janggutku. Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi. 7 Tetapi Tuhan ALLAH menolong aku; sebab itu aku tidak mendapat noda. Sebab itu aku meneguhkan hatiku seperti keteguhan gunung batu karena aku tahu, bahwa aku tidak akan mendapat malu.

Lidah Tak Bertulang

Sepenggal lirik lagu yang dinyanyikan Broery Marantika berbunyi seperti ini “Memang lidah tak bertulang, Tak berbekas kata-kata. Tinggi gunung seribu janji, lain di bibir lain di hati”. Secara sederhana makna lirik ini ialah komitmen terhadap setiap perkataan yang disampaikan, dan berpikirlah dahulu sebelum bertindak. Bacaan kita hari ini merupakan nubuatan nabi yesaya tentang kedatangan Mesias yang akan menyelamatkan bangsa Israel. Ayat 4 menekankan tentang ketaatan yang harus dimiliki oleh seorang Hamba Tuhan. Seberat apapun pergumulan yang dihadapinya, ia harus tetap melaksanakan tugasnya menjadi seorang murid yang dapat memberikan semangat kepada mereka yang letih lesu. Lidah seorang murid adalah gambaran tentang pengajaran dan nasihat yang harus terus diwartakan oleh seorang Hamba Tuhan sebagai komitmennya untuk menjadi Pelayan Tuhan. Ia pula harus peka dan mendengar setiap permohonan umat dan menjadi sahabat yang setia mendengarkan keluh kesah mereka. Setiap orang percaya adalah sahabat bagi sesamanya. Sahabat dikala suka maupun susah, sahabat yang selalu memberikan motivasi dan semangat, sahabat yang bersedia menolong dengan setiap kelemahan dan keterbatasannya. Menjadi seorang sahabat yang baik bukan soal menjadi Pelayan atau hamba Tuhan, melainkan setiap kita yang dianugerahkan keselamatan dari Allah memiliki tugas yang sama untuk menjadi sahabat bagi sesamanya. Oleh sebab itu, pakailah lidah, telinga, punggung, pipi dan seluruh hidup kita untuk menolong sesama bukan saling menjatuhkan. Hal ini kita lakukan karena kita percaya Tuhan telah terlebih dahulu menolong kita.

Doa: Pakailah hidupku Tuhan, tuk menjadi Berkat bagi sesama. Amin.

*sumber : SHK BUlan Maret 2022

Santapan Harian Keluarga, 6 – 12 Maret 2022

Tema Mingguan : ” Tuhan Tempat Perlindungan dalam Kesesakkan “

Minggu, 06 Maret 2022                                  

bacaan : Mazmur  91 : 1 – 16

Dalam lindungan Allah
Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa 2 akan berkata kepada TUHAN: "Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai." 3 Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk. 4 Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok. 5 Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang, 6 terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang. 7 Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu. 8 Engkau hanya menontonnya dengan matamu sendiri dan melihat pembalasan terhadap orang-orang fasik. 9 Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu, 10 malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu; 11 sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu. 12 Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan terantuk kepada batu. 13 Singa dan ular tedung akan kaulangkahi, engkau akan menginjak anak singa dan ular naga. 14 "Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku. 15 Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya. 16 Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku."

Aman Dalam Lindungan Tuhan

Puji Tuhan ibu pendeta! Papa, mama dan keluarga sudah tiba di kampung Aboru dengan selamat. Kondisi papa baik-baik saja. Beta dan suami akan ke Aboru besok. Mohon topangan doa ibu pendeta selalu”, cerita Ita dengan penuh semangat. Tak ada lagi suara tangisan. Kekuatiran bahkan ketakutan terhadap keselamatan orang tuanya pun sirna dan berganti dengan kesukacitaan. Ita tak lagi dihantui oleh pikirannya tentang perjalanan panjang melalui hutan dan gunung dengan jalan-jalannya yang sulit ditempuh dan makanan yang sulit. “Makanan yang tidak biasa katong makan, terpaksa harus katong makan supaya katong seng lapar. Beta ingat akang waktu beta dan keluarga mengungsi tahun 99. Beta seng mampu pikirkan akang kalau papa dan mama harus mengalami hal yang sama lai”, cerita Ita waktu itu. Beberapa hari setelah percakapan dengan Ita, kami bertemu di salah satu ruang sekertariat. Ita terlihat lebih semangat dan dengan muka berseri ia mengatakan : “Tuhan ni paleng bae, ibu e. Hanya karena Antua pung perlindungan, beta pung keluarga samua tetap dalam kondisi baik sampai saat ini. Ada banyak yang papa dan mama masih butuhkan di tempat pengungsian, tapi beta yakin Tuhan tetap menjaga katong”. Pernyataan Ita menunjukkan kepercayaannya yang sungguh kepada Allah sama seperti Pemazmur. Allah menjadi tempat perlindungan di tengah dunia yang kacau. Kesetiaan Allah bagaikan perisai yang melindungi serdadu atau tembok kuat yang menjamin hidup keluarga. Kesusahan yang disebabkan oleh alam, penderitaan bagi fisik hingga malapetaka pun tidak akan dapat menyentuh hidup orang-orang yang berada dalam perlindungan Tuhan. Untuk itu, penyerahan hidup yang sungguh kepadaNya sudah seharusnya menjadi cara beriman kita. Jang pernah meragukan penyertaan dan perlindungan Tuhan bagi kita.

Doa: Ya Tuhan, kami menyerahkan hidup ini untuk selalu berada dalam perlindunganMu. Amin.

Senin, 07 Maret 2022                                  

bacaan : Ulangan 33 : 26 – 29

26 Tidak ada yang seperti Allah, hai Yesyurun. Ia berkendaraan melintasi langit sebagai penolongmu dan dalam kejayaan-Nya melintasi awan-awan. 27 Allah yang abadi adalah tempat perlindunganmu, dan di bawahmu ada lengan-lengan yang kekal. Ia mengusir musuh dari depanmu dan berfirman: Punahkanlah! 28 Maka Israel diam dengan tenteram dan sumber Yakub diam tidak terganggu di dalam suatu negeri yang ada gandum dan anggur; bahkan langitnya menitikkan embun. 29 Berbahagialah engkau, hai Israel; siapakah yang sama dengan engkau? Suatu bangsa yang diselamatkan oleh TUHAN, perisai pertolongan dan pedang kejayaanmu. Sebab itu musuhmu akan tunduk menjilat kepadamu, dan engkau akan berjejak di bukit-bukit mereka."

Tuhan Tempat Perlindungan

Gadis yang putus cinta, berada di salah satu jembatan dan hendak membunuh diri. Ia mengalami perasaan putus asa, kecewa, hilang harapan, seakan-akan dunia ini akan kiamat. Namun, seorang laki-laki datang menolong gadis tersebut dari niat buruknya. Laki-laki  itu tidak saja menolong si gadis dari kematian tetapi juga mengubah   motivasinya untuk melihat dunia dan masa depan dengan penuh harapan. Tindakkan sang lelaki tersebut dapat dimaknai sebagai bentuk pengasihan. Bila manusia saja mampu mengasihani, maka terlebih lagi Allah, pengasihannya tak dapat diselami dengan sempurna. Allah menyelamatkan dan mengasihani bangsa Israel, umat yang dipilh-Nya dari antara bangsa-bangsa. Pengasihan Allah mereka alami dengan limpahnya dan dikatakan: “Israel diam dengan tenteram dan sumber Yakub diam tidak terganggu di dalam suatu negeri yang ada gandum dan anggur; bahkan langitnya menitikkan embun” (ay.28). kisah sperti ini hendak mengajak kita untuk mengutamakan kasih dan penyerahan hidup kepada Allah serta mendengarkan firman-Nya melebihi teman, sahabat, keluarga dan apa pun di dunia ini. Kasih dan penyerahan hidup kepada Allah sifatnya universal artinya berlaku bagi semua orang percaya. Refleksinya adalah bila kita percaya kepada Allah yang benar, maka hidup dan perbuatan haruslah tidak bertentangan dengan kebenaran. Kita haruslah hidup untuk kemuliaan Tuhan. Ingatlah bahwa Hidup ini ibarat berlayar di tengah laut. Laut tidak selamanya tenang, bisa datang badai, angin kencang, gelombang yang menakutkan. Namun dengan tetap percaya akan perlindungan  Allah, maka kita akan  sampai pada tujuan hidup. Janganlah pula mengandalkan alah-alah lain, atau sombong karena kekuatan,  jabatan, pangkat dan uang. Hindarilah untuk tidak cepat kecewa, putus asa, marah dan menjauh dari Tuhan. Curahkan isi pada Tuhan maka anda akan tenang (Maz. 62:6-9).

Doa: Bapa, tolong kami mengatasi beratnya tekanan hidup. Amin.

Selasa, 08 Maret 2022                                 

bacaan : 2 Samuel 22 : 1 – 4

Nyanyian syukur Daud
Daud mengatakan perkataan nyanyian ini kepada TUHAN pada waktu TUHAN telah melepaskan dia dari cengkeraman semua musuhnya dan dari cengkeraman Saul. 2 Ia berkata: "Ya, TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku, 3 Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku, tempat pelarianku, juruselamatku; Engkau menyelamatkan aku dari kekerasan. 4 Terpujilah TUHAN, seruku; maka akupun selamat dari pada musuhku

Nyanyian Kemenangan Dari Dalam Cengkraman

erjalanan hidup Daud bagaikan berjalan di  tepi jurang maut. Beberapa kali nyawanya terancam. Betapa tidak enaknya kehilangan rasa aman seperti itu. Mengapa Tuhan tidak memberikan jalan mudah baginya, bukankah Daud mengemban tugas dari Tuhan? Pertanyaan seperti ini biasanya tidak mudah untuk dijawab. Walau demikian, Daud terus berseruh kepada Tuhan. Ia tetap percaya dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah yang berkuasa melepaskannya dari cengkeraman musuh. Daud tidak pernah mengatakan bahwa ia tidak pernah berbuat dosa atau bahwa dirinya sempurna. Banyak yang dia lakukan baik persinahan maupun pembunuhan, namun dia sadar akan perbuatannya dan mau mohon pengampunan dari pihak Allah. Daud sadar  bahwa karier yang diberikan Tuhan kepadanya luar biasa. Termotivasi akan hal itu,  dia menjadi berani, gagah dan kuat. Tampillah Daud sebagai sosok raja yang mempimpin dengan perkasa dan mengalami banyak kemenangan. Sejalan dengan itu, ia sadar bahwa keberhasilannya dapat mengakibatkan dialaminya banyak musuh bahkan terancam untuk dibunuh. Saul pernah mengejar Daud dan hendak membunuh, namun Tuhan menolongnya. Daud katakan terpujilah Tuhan, sebab ia sadar sungguh bahwa Tuhan-lah yang membentenginya dari musuh dan lawan. Ia katakana pula bahwa hanya Tuhan sandaranku. Begitulah ungkapan imannya. Krikil-krikil itu tajam, perjalanan itu sakit dan menakutkan, jangan menyerah, peganglah tangan Tuhan, supaya langkah kita tidak tergelincir. Jika sekarang anda jatuh, bangun dan pegang tangan Tuhan, Berjalanlah dengan Dia…….kemenangan akan diperoleh.

Doa: Tuhan ajarilah kami untuk memandang-Mu di tengah kekelaman. Amin.

Rabu, 09 Maret 2022                                     

bacaan : Mazmur 94 : 20 – 23

20 Masakan bersekutu dengan Engkau takhta kebusukan, yang merancangkan bencana berdasarkan ketetapan? 21 Mereka bersekongkol melawan jiwa orang benar, dan menyatakan fasik darah orang yang tidak bersalah. 22 Tetapi TUHAN adalah kota bentengku dan Allahku adalah gunung batu perlindunganku. 23 Ia akan membalas kepada mereka perbuatan jahat mereka, dan karena kejahatan mereka Ia akan membinasakan mereka; TUHAN, Allah kita, akan membinasakan mereka.

Tuhan Melindungi Orang Benar

Sering kita menyalahkan dan menghakimi kesalahan sesama, membalas kejahatan dengan kejahatan, caci maki dengan caci maki. Kita lupa bahwa ajaran yang sangat mendasar dalam kekristenan adalah saling mengasihi dan memaafkan. Atas dasar itu, sebagai orang percaya kita dimintakan untuk terus menanamkan dan menumbuhkan serta meningkatkan budaya saling menghargai dan menghormati.

Tuhan Allah kita adil dalam keputusan dan bersih dalam penghukuman. Ia tidak membela dan membenarkan yang salah. Karakter ilahi seperti ini selayaknya membentuk pola hidup kekristenan. Orang Kristen didorong untuk gelisah bahkan  berduka melihat ketidakadilan, kekejaman dan kebusukan di dunia. Kegelisahan dan kedukaan itu melahirkan sikap beriman tekun berdoa,  serta mendorong juga mempelopori tindakkan cerdas untuk menghentikan semua kenyataan yang menghambat manusia bertumbuh ke arah yang lebih baik. Kejahatan tidak boleh menang dalam kehidupan dan dibiarkan berlangsung dengan sewenang-wenang. Pilihan iman kita adalah membela kehidupan dan tidak membiarkan kejahatan berlangsung atau menguasainya kita harus “mengambil jarak” dan tidak berpihak atau bersekutu serta bersekongkol dengan kefasikan (ay.20,21). Tuhan adalah kekuatan yang melindungi kita dari semua hal yang jahat. Pemazmur meyakininya sebagai kota benteng, gunung batu dan perlindungan. Karena itu hayatilah bahwa kejahatan tidak akan menang atas kebenaran. Sebab Tuhan Allah kita akan membalas  perbuatan kejahatan dan membinasakan semua orang jahat.  Mari berharap pada-Nya dan berusahalah untuk menjauhkan diri dari kefasikan. Jadilah pejuang kebenaran dan keadilan, agar kualitas hidup semakin baik, sehingga bumi ini menjadi tempat hidup yang layak didiami dengan damai.

Doa: Tuhan, kami berlindung dalam naungan kebenaran dan keadilan. Amin!

Kamis, 10 Maret 2022                                       

bacaan : Mazmur 144 : 1 – 2

Nyanyian syukur raja
Dari Daud. Terpujilah TUHAN, gunung batuku, yang mengajar tanganku untuk bertempur, dan jari-jariku untuk berperang; 2 yang menjadi tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, kota bentengku dan penyelamatku, perisaiku dan tempat aku berlindung, yang menundukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasaku!

Menderita? Carilah Tuhan

engalami dan merasakan penderitaan merupakan sesuatu yang menyakitkan. Karenanya,  setiap orang selalu berupaya keluar dari suasana atau keadaan tersebut. Berbagai cara sering dilakukan untuk menghindari atau keluar dari rasa sakit yang menyebabkan penderitaan. Bacaan Mazmur 144:1-2 menampilkan cerita tentang pengalaman Daud ketika mengalami kesesakan sehingga membuatnya menderita. Bahwa ternyata dalam kesesakan Tuhan tidak lepas tangan. Tuhan menjadi gunung batu. Dalam perjuangan (peperangan) Tuhan mengajar Daud untuk berjuang. Lebih dari itu, Tuhan bahkan menjadi tempat perlindungan dan kubu pertahanan, kota benteng dan penyelamat, termasuk menjadi perisai dan tempat berlindung. Pengalaman yang Daud rasakan selama berada dalam kesesakan tidak terlepas dari cara Daud merespons situasi yang penuh kesesakan melalui doa (band. Maz. 143:1-12) Artinya, bagi Daud sesulit apapun situasi kehidupan yang membuat seseorang mengalami penderitaan, haruslah jadikan Tuhan sebagai tempat perlindungan, apalagi dalam kondisi penuh kesesakan. Tanpa pertolongan Tuhan seseorang tidak akan bisa keluar dari kondisi kesulitan dan penderitaan yang dihadapinya. Pengalaman iman Daud ini mengingatkan kita untuk tidak berlindung di balik orang kuat,  berduit, memiliki jabatan, atau orang yang merasa dirinya pintar. Maksud dari pernyataan tadi adalah jangan mengandalkan kekuatan, kepintaran, kekayaan, jabatan, dan sebagainya saat berada dalam kesulitan, kesesakan, atau penderitaan hidup. Jadikanlah Tuhan sebagai tempat perlindungan dan kubu pertahanan saat sedang mengalami beban atau penderitaan.

Doa: Ya Tuhan, mampukan dan lindungilah kami menghadapi kesesakan dan penderitaan hidup. Amin.

 

Jumat, 11 Maret 2022                                           

bacaan : Yesaya 4 : 2 – 6

Yerusalem disucikan dan dilindungi
2 Pada waktu itu tunas yang ditumbuhkan TUHAN akan menjadi kepermaian dan kemuliaan, dan hasil tanah menjadi kebanggaan dan kehormatan bagi orang-orang Israel yang terluput. 3 Dan orang yang tertinggal di Sion dan yang tersisa di Yerusalem akan disebut kudus, yakni setiap orang di Yerusalem yang tercatat untuk beroleh hidup, 4 apabila TUHAN telah membersihkan kekotoran puteri Sion dan menghapuskan segala noda darah Yerusalem dari tengah-tengahnya dengan roh yang mengadili dan yang membakar. 5 Maka TUHAN akan menjadikan di atas seluruh wilayah gunung Sion dan di atas setiap pertemuan yang diadakan di situ segumpal awan pada waktu siang dan segumpal asap serta sinar api yang menyala-nyala pada waktu malam, sebab di atas semuanya itu akan ada kemuliaan TUHAN sebagai tudung 6 dan sebagai pondok tempat bernaung pada waktu siang terhadap panas terik dan sebagai perlindungan dan persembunyian terhadap angin ribut dan hujan.

Dalam Perlindungan Tuhan, Ada Kemuliaan-NYA

indakkan perlindungan dan pemeliharaan Tuhan, sebelumnya pernah dialami bangsa Israel ketika mereka keluar dari Mesir dan sedang dalam perjalanan menuju Kanaan. Tuhan melindungi mereka dengan tiang awan (waktu siang). Pengalaman ini direfleksikan nabi Yesaya dalam teks bacaan hari ini. Yesaya selanjutnya menubuatkan tentang kemuliaan Tuhan yang akan dinyatakan bagi Yerusalem. Nubuat ini disampaikan dalam rangka membersihkan dan menyucikan bangsa Israel dari kotoran dan noda akibat dosa. Tuhan akan nyatakan kemuliaan-Nya lewat segumpal awan di waktu siang dan sinar api yang menyala di saat malam, yakni pada seluruh wilayah gunung Sion beserta seluruh pertemuan yang dilaksanakan di situ. Umat yang dimuliakan di seluruh gunung Sion tersebut adalah mereka yang sudah dibersihkan dan disucikan oleh Tuhan. Tanda kemuliaan Tuhan, yang adalah segumpal awan di siang hari, sekaligus juga menunjukkan penyertaan Tuhan yang melindungi umat-Nya dari ancaman bencana alam, yakni angin ribut dan hujan. Tuhan adalah tempat perlindungan, yang melindungi umat-Nya baik dari ancaman kedasyatan alam maupun sebab yang lain. Tindakkan perlindungan Tuhan, sekaligus berarti Ia memuliakan umat-Nya. Nabi Yesaya juga meyakinkan bahwa hasil tanah mereka akan menjadi kebanggaan dan kehormataan (ay.2). kualitas hidup yang demikian hebat itu akan dialami bangsa Israel, bila mereka hidup dengan terlebih dahulu memenuhi ketentuan tertentu. Mereka harus menjaga diri agar kedapatan selalu bersih dan suci, serta bertobat dari kesalahan dan dosa. Usahakanlah agar hidup kita  selalu dilindungi dan dimuliakan oleh Tuhan.

Doa:  Ya Tuhan, ampunilah dan sucikanlah agar kami dilindungi dan dimuliakan olehMu. Amin.

Sabtu, 12 Maret 2022                                           

bacaan : Yesaya 25 : 1 – 5

Ucapan syukur karena musuh sudah musnah
Ya TUHAN, Engkaulah Allahku; aku mau meninggikan Engkau, mau menyanyikan syukur bagi nama-Mu; sebab dengan kesetiaan yang teguh Engkau telah melaksanakan rancangan-Mu yang ajaib yang telah ada sejak dahulu. 2 Sebab Engkau telah membuat kota itu menjadi timbunan batu, dan kota yang berkubu itu menjadi reruntuhan; puri orang luar tidak lagi menjadi kota, dan tidak dibangunkan lagi untuk selama-lamanya. 3 Oleh karena itu suatu bangsa yang kuat akan memuliakan Engkau; kota bangsa-bangsa yang gagah akan takut kepada-Mu. 4 Sebab Engkau menjadi tempat pengungsian bagi orang lemah, tempat pengungsian bagi orang miskin dalam kesesakannya, perlindungan terhadap angin ribut, naungan terhadap panas terik, sebab amarah orang-orang yang gagah sombong itu seperti angin ribut di musim dingin, 5 seperti panas terik di tempat kering. Kegaduhan orang-orang luar Kaudiamkan; seperti panas terik ditiadakan oleh naungan awan, demikianlah nyanyian orang-orang yang gagah sombong ditiadakan.

Tuhan Setia Melindungi Umat-NYA, Bersyukurlah!

Bersyukur merupakan cara bagi orang percaya merespons kasih setia dan pertolongan Tuhan. Iman seseorang menjadi semakin kuat, bila ia bersyukur. Alasannya, hanya orang beriman yang meyakini bahwa apa yang diperolehnya adalah anugerah atau pemberian Tuhan. Meskipun demikian, masing-masing orang memiliki alasan yang berbeda ketika menaikkan syukur kepada Tuhan. Bacaan Yesaya 25:1-5, menyebutkan adanya tiga alasan umat Allah (Israel) bersyukur kepada Tuhan. Pertama, sebab Tuhan selalu setia melaksanakan rancangan-Nya yang ajaib sejak dahulu (ay.1b). Kedua, Tuhan telah membuat kota (yang membuat umat Allah menderita) menjadi reruntuhan dan timbunan batu untuk selamanya sehingga (ay.2,3). Ketiga, Tuhan menjadi tempat pengungsian dan perlindungan bagi orang lemah, miskin, orang dalam kesesakan, dan yang dilanda bencana alam (ay.4,5). Terlihat bahwa Tuhan selalu merencanakan yang baik kepada umat-Nya, terutama ketika mereka mengalami penderitaan karena perbuatan orang lain. Tuhan melindungi umat-Nya, ketika sedang berada dalam keterpurukkan (lemah, miskin, tersesak). Tuhan,  tidak pernah meninggalkan kita umat-Nya. Kesetiaan-Nya besar, Ia selalu menjaga, memelihara, dan melindungi. Apa pun keadaan hidup kita, Tuhan selalu ada dan melaksanakan apa yang sudah menjadi rencana-Nya. Ia pasti senantiasa memberikan kebaikan di sepanjang hidup kita. Marilah bersyukur atas kesetiaan, perlindungan, dan kebaikan yang telah dinyatakan Tuhan dalam hidup kita.

Doa: Terima kasih Tuhan untuk kesetiaanMu dalam melindungi umatMu ini. Amin.

*Sumber : SHK Bulan Maret 2022, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 27 Feb – 5 Maret 2022

Tema Mingguan : “Hadapi Penderitaan Dengan Berani” MINGGU SENGSARA I

Minggu, 27 Februari 2022                          

bacaan : Matius 16 : 21 – 28

Pemberitahuan pertama tentang penderitaan Yesus dan syarat-syarat mengikut Dia
21 Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga. 22 Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau." 23 Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia." 24 Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. 25 Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. 26 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? 27 Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya. 28 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya."

Hadapi dengan Berani

Ketika Yesus mengatakan bahwa Ia harus menghadapi berbagai macam penderitaan, bahkan siksaan, dan kematian yang mengerikan dengan cara dibunuh, Petrus kelihatannya tidak siap. Ia pun mengatakan kepada Yesus, “Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau.” Bukan hanya Petrus tidak rela Gurunya, Mesiasnya, Tuhannya disiksa dan dibunuh, tapi juga kelihatannya ia tidak siap untuk ikut menderita bersama dengan penderitaan Gurunya itu. Hal ini terbukti dalam rentetan peristiwa penangkapan dan penyaliban Yesus, di mana Petrus menyangkal pengenalannya akan Kristus. Setahun yang lalu saya di vonis dokter terkena kanker payudara stadium dini yang membuat saya harus menjalani sekian banyak pengobatan mulai dari kemoterapi sampai radioterapi awalnya menjalani itu semua saya rasa sangat berat karena efek dari kemo mual-muntah badan sakit, rambut rontok dll. Awalnya saya merasa sangat menderita, tetapi apakah dalam keadaan itu saya marah pada Tuhan? Tidak, saya tetap bersyukur atas semua yang terjadi dan tetap menghadapi kenyataan itu dengan berani bersama  Tuhan. Akhirnya karena kemurahan Tuhan saya diberi kesembuhan. Apapun yang terjadi, apapun pergumulan hidupmu hadapilah dengan berani bersama Tuhan, Tuhan menolongmu, Tuhan ada bersamamu dan Tuhan akan menyediakan jalan keluar. Tetap bersyukur apapun itu.

Doa: Tuhan, berikan aku kekuatan menghadapi pergumulan hidup. Amin.

Senin, 28 Februari 2022                           

bacaan : Mazmur 18 : 21 – 30

20 (18-21) TUHAN memperlakukan aku sesuai dengan kebenaranku, Ia membalas kepadaku sesuai dengan kesucian tanganku, 21 (18-22) sebab aku tetap mengikuti jalan TUHAN dan tidak berlaku fasik terhadap Allahku. 22 (18-23) Sebab segala hukum-Nya kuperhatikan, dan ketetapan-Nya tidaklah kujauhkan dari padaku; 23 (18-24) aku berlaku tidak bercela di hadapan-Nya, dan menjaga diri terhadap kesalahan. 24 (18-25) Karena itu TUHAN membalas kepadaku sesuai dengan kebenaranku, sesuai dengan kesucian tanganku di depan mata-Nya. 25 (18-26) Terhadap orang yang setia Engkau berlaku setia, terhadap orang yang tidak bercela Engkau berlaku tidak bercela, 26 (18-27) terhadap orang yang suci Engkau berlaku suci, tetapi terhadap orang yang bengkok Engkau berlaku belat-belit. 27 (18-28) Karena Engkaulah yang menyelamatkan bangsa yang tertindas, tetapi orang yang memandang dengan congkak Kaurendahkan. 28 (18-29) Karena Engkaulah yang membuat pelitaku bercahaya; TUHAN, Allahku, menyinari kegelapanku. 29 (18-30) Karena dengan Engkau aku berani menghadapi gerombolan, dan dengan Allahku aku berani melompati tembok.

Di Balik Penderitaan Ada Kekuatan

Menjalani kehidupan yang penuh tantangan, kita berjalan bak seorang bayi yang belum memiliki cukup kekuatan untuk melangkah. Kita membutuhkan tangan Tuhan yang selalu memegang. Ketika meyakini tangan-Nya, kita akan berjalan tanpa rasa takut sebab Ia tidak akan membiarkan kita jatuh. Tuhan tidak saja mengajar kita untuk berjalan, Ia menuntun  langkah demi langkah, memegang hidup, menjaga, dan membimbing  agar selalu melangkah ke tempat yang aman. Raja Daud menggambarkan pemeliharaan Tuhan itu sebagai kekuatan dan tuntunan yang selalu diberikan-Nya saat ia mulai kehilangan arah tidak tahu apa yang seharusnya dilakukan. Topangan tangan-Nya selalu menguatkan kaki-kakinya seperti kaki rusa dan melompat di tempat yang terjal. Sebagai orang beriman dalam menjalani hidup di dunia ini, kita dipanggil untuk mau menjalani hidup bersama dengan Yesus. Berani menjalani hidup dalam kesukacitaan maupun dalam penderitaan. Berani menjalani hidup dalam kegembiraan maupun dalam penderitaan dengan rendah hati, taat kepada kehendak-Nya. Kita tidak akan dibiarkan-Nya sendiri menghadapi penderitaan. Mohonlah kekuatan dan perlndungan-Nya dalam doa dengan tak berkeputusan. Tangan-Nya yang kuat akan selalu menopang kita, apapun yang terjadi, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Tuhan hanya sejauh doa. Bersediakah kita menyerahkan semuanya kepada Tuhan dan menghadapi penderitaan dengan iman bukan dengan putus asa, hadapi dengan berani bukan dengan ketakutan. Tuhan besertamu selalu dalam menapaki jalan hidup yang penuh harapan.

Doa: Tuhan, Mampukan aku untuk selalu mengandalkan-Mu dalam menghadapi penderitaan.Amin.

Selasa, 01 Maret 2022                                      

bacaan : Mazmur 56 : 1 – 5

Kepercayaan kepada Allah dalam kesusahan
Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Merpati di pohon-pohon tarbantin yang jauh. Miktam dari Daud, ketika orang Filistin menangkap dia di Gat. (56-2) Kasihanilah aku, ya Allah, sebab orang-orang menginjak-injak aku, sepanjang hari orang memerangi dan mengimpit aku! 2 (56-3) Seteru-seteruku menginjak-injak aku sepanjang hari, bahkan banyak orang yang memerangi aku dengan sombong. 3 (56-4) Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu; 4 (56-5) kepada Allah, yang firman-Nya kupuji, kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?

Yakin Sekalipun Takut

Papaaa! katong satu keluarga mati di Damer! Teriak seorang ibu dengan raut wajah penuh ketakutan. Kepanikan sangat terasa oleh semua orang yang bersama-sama dengan kami di atas motor laut yang melayari tanjung Batu Kapal dan “mulut” pulau Damer. Saya baru datang untuk melayani di Klasis itu, dan mengalami ketakutan melihat ombak bergulung ombak, seperti hendak menenggelamkan kami. Keringat dingin mengucur dan jantung berdetak kencang, mata berkaca-kaca, dan meragukan keselamatan. Namun, emosi saya terkendali dan menjadi yakin ketika menatap seorang hamba-Nya yang tetap tenang dan berkata, “angkat hati untuk Tuhan”! Daud, juga mencurahkan perasaannya saat ia mengalami ketakutan karena serangan orang-orang yang seakan-akan mau mencabut nyawanya. Ia takut, namun mengaku, “Aku yakin bahwa Allah akan memihak kepadaku. Kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Pemazmur datang mencari dan minta perlindungan kepada Tuhan, saat ia mengalami ketakutan. Itulah kunci kekuatan menghadapi ketakutan. Sebab itu, kepada kita diingatkan bahwa munculnya rasa takut ketika menghadapi sesuatu yang mengerikan atau membahayakan itu wajar, tetapi jangan sampai ketakutan itu begitu menguasai kita sampai tidak tahu harus melakukan apa. Kita harus sepenuhnya percaya kepada Tuhan, bahwa Ia sanggup menolong. Banyak orang sedang diliputi rasa ketakutan. Sampai kapan pandemi covid ini selesai?, Keluarga mau makan apa sementara sudah tidak lagi bekerja? Bencana alam yang terjadi di mana-mana, sakit yang tidak tersembuhkan, dan banyak hal lainnya. Bagaimanapun situasi ketakutan yang dihadapi, yakinlah! Tuhan selalu menyertai dan sedia menolong kita menghadapi berbagai ketakutan itu. Datanglah kepadaNya!

Doa: Ya Tuhan, dalam berbagai ketakutan yang kami alami, yakinkan kami bahwa  Engkau ada bersama dan sedia menolong kami, Amin.

Rabu, 02 Maret 2022                                      

bacaan : Mazmur 56 : 6 – 14

5 (56-6) Sepanjang hari mereka mengacaukan perkaraku; mereka senantiasa bermaksud jahat terhadap aku. 6 (56-7) Mereka mau menyerbu, mereka mengintip, mengamat-amati langkahku, seperti orang-orang yang ingin mencabut nyawaku. 7 (56-8) Apakah mereka dapat luput dengan kejahatan mereka? Runtuhkanlah bangsa-bangsa dengan murka-Mu, ya Allah! 8 (56-9) Sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung, air mataku Kautaruh ke dalam kirbat-Mu. Bukankah semuanya telah Kaudaftarkan? 9 (56-10) Maka musuhku akan mundur pada waktu aku berseru; aku yakin, bahwa Allah memihak kepadaku. 10 (56-11) Kepada Allah, firman-Nya kupuji, kepada TUHAN, firman-Nya kupuji, 11 (56-12) kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku? 12 (56-13) Nazarku kepada-Mu, ya Allah, akan kulaksanakan, dan korban syukur akan kubayar kepada-Mu. 13 (56-14) Sebab Engkau telah meluputkan aku dari pada maut, bahkan menjaga kakiku, sehingga tidak tersandung; maka aku boleh berjalan di hadapan Allah dalam cahaya kehidupan.

Air Mataku Kau Taruh Dalam Kirbat-Mu

Air mataku, Kau taruh dalam kirbat-Mu.” Sepenggal nats bacaan dari pemazmur ini, telah membuat seorang ibu menangis tersedu-sedu menatap wajah anak kandungnya yang terbujur kaku. Betapa hatinya remuk melihat anak kesayangan yang dibesarkannya dengan penuh kasih sayang meninggalknnya karena kecelakaan. Tuhan, mengapa beta harus mengalami penderitaan seberat ini? Sejak kecil anak-anak ini saya pelihara sendiri karena suami yang telah pergi meninggalkan kami, dan sekarang Tuhan mengambilnya pulang”, ujar ibu tersebut diselingi isak tangis. Tapi saya yakin, airmata yang selalu keluar ini, akan Tuhan tampung dalam kirbat-Nya. Masa depan yang penuh harapan akan saya nikmati bersama anak-anak yang masih hidup. Daud, seorang pelarian yang dirongrong oleh musuh, menyebutkan kirbat dalam arti kiasan. Kirbat adalah wadah dari kulit binatang yang terutama digunakan oleh orang-orang pada zaman dahulu untuk tempat air, minyak, susu, anggur, mentega, dan keju, agar tetap terjaga rasanya dan tidak menjadi rusak.  Daud berkata: ”Taruhlah air mataku dalam kirbat-Mu.”  Ia  percaya bahwa ketika kemelut hidupnya diserahkan dan disampaikan, maka sesungguhnya Allah akan mengelola semuanya dalam “wadah” yang tepat. Masalah tidak akan merusak dan menghambarkan kehidupannya, namun menjadi semakin “enak” dan “indah” karena pertolongan Tuhan. Ya, semua kesusahan, penderitaan, kekecewaan, kesulitan, tekanan hidup dan sebagainya, kadang membuat airmata tertumpah. Namun, melalui semua itu, sesungguhnya Tuhan sedang mengerjakan kebaikan dalam hidup kita. Berserahlah terus dan jalanilah hidup, Ia tahu apa yang terbaik bagi anak-anak-Nya.

Doa: Ya Tuhan,  ubahlah derita kami agar menjadi  bermakna. Amin.

Kamis, 03 Maret 2022                                     

bacaan : Matius 10 : 29 – 33

29 Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. 30 Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya. 31 Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit. 32 Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. 33 Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga."

Jangan Takut! Tuhan Pelihara Hidupmu

Bacaan hari ini mengisahkan tentang cara Yesus menguatkan para murid dengan jaminan pemeliharaan hidup. Yesus memberikan jaminan, sebab para murid harus melaksanakan tugas pemberitaan injil dan dimungkinkan untuk berhadapan dengan berbagai kesukaran. Penganiayaan adalah contoh dari kesukaran yang akan mereka alami dan itu berarti bahwa hidup menjadi terancam. Oleh sebab itu Yesus mengutus mereka dengan jaminan pemeliharaan hidup. Jaminan pemeliharaan hidup adalah janji yang pasti Yesus tepati. Yesus menepati semua janji-Nya, sebab Ia adalah Tuhan pencipta dan pemelihara. Semua ciptaan dipelihara Tuhan, baik manusia, maupun makhluk lain, termasuk burung pipit. Pengutusan pemberitaan injil dan jaminan pemeliharaan hidup ini juga diuntukkan bagi orang percaya dewasa ini. Kita terpanggil untuk menjalani hidup sebagai kesempatan memberitakan injil. Injil diberitakan melalui hidup, keluarga, jabatan, pekerjaan, pikiran, keputusan dan perilaku. Seluruh keberadaan kita haruslah menjadi berita sukacita, atau bermanfaat bagi kehidupan, sehingga orang lain mengakui Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat. Ingatlah bahwa kehidupan orang percaya kapan dan di mana pun tak akan pernah lepas dari kesukaran. Namun, bacaan hari ini menolong memberi tuntunan untuk menjalani hidup secara berarti dengan cara sebagai berikut. Yakinlah akan kepedulian dan pemeliharaan Tuhan atas hidup yang adalah ciptaan dan anugerah-Nya. Tuhan yang kita percaya adalah pencipta dan pemelihara yang baik. Ia tahu siapa dan bagaimana keadaan kita serta terus mengaktakan kehadiran juga kepedulian-Nya. Tak ada alasan untuk menjalani hidup dengan takut. Sebab hidup adalah anugerah Tuhan dan Dia pulalah yang pasti memeliharanya. Jadi selama hidup masih dijalani, akuilah Yesus sebagai Tuhan yang berkuasa memelihara hidupmu.

Doa: Ya Tuhan, peliharalah hidup kami siang dan malam. Amin. 

Jumat, 04 Maret 2022                                      

bacaan : Markus 13 : 3 – 13

Permulaan penderitaan

3 Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, berhadapan dengan Bait Allah, Petrus, Yakobus, Yohanes dan Andreas bertanya sendirian kepada-Nya: 4 "Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi, dan apakah tandanya, kalau semuanya itu akan sampai kepada kesudahannya." 5 Maka mulailah Yesus berkata kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! 6 Akan datang banyak orang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah dia, dan mereka akan menyesatkan banyak orang. 7 Dan apabila kamu mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang, janganlah kamu gelisah. Semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. 8 Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan. Akan terjadi gempa bumi di berbagai tempat, dan akan ada kelaparan. Semua itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru. 9 Tetapi kamu ini, hati-hatilah! Kamu akan diserahkan kepada majelis agama dan kamu akan dipukul di rumah ibadat dan kamu akan dihadapkan ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja karena Aku, sebagai kesaksian bagi mereka. 10 Tetapi Injil harus diberitakan dahulu kepada semua bangsa. 11 Dan jika kamu digiring dan diserahkan, janganlah kamu kuatir akan apa yang harus kamu katakan, tetapi katakanlah apa yang dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga, sebab bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Kudus. 12 Seorang saudara akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah terhadap anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka. 13 Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya ia akan selamat."

Tetap Beriman Walau Dalam Kesukaran

Perikop ini berisi khotbah Yesus tentang akhir zaman. Khotbah tersebut disampaikan-Nya di atas bukit Zaitun, tak lama setelah Ia memasuki kota Yerusalem. Hal penting yang terkandung dalam gagasan akhir zaman adalah akan tiba waktunya seluruh tatanan dunia diperbarui. Waktu itu sedang ditunggu dan tak dapat ditentukan kapan persisnya. Karena itu para murid diminta untuk mewaspadai semua peristiwa yang terjadi menjelang masa akhir itu. Peristiwa-peristiwa itu haruslah dipahami sebagai permulaan dari zaman baru yang dinanti kedatangannya. Mereka akan mengalami kejadian yang mengherankan dan mengguncang iman dengan hebatnya. Masa permulaan itu ditandai dengan tejadinya fakta penyesatan dan penganiayaan serta kebencian. Kebenaran tentang Yesus akan diputar-balikkan dengan sengaja dan para murid mengalami masa-masa hidup yang sulit. Tanda lainnya adalah terjadinya pergolakan politis yang luas, perang terjadi di mana-mana, bangsa melawan bangsa, dan kerajaan bangkit melawan kerajaan. Selain itu tanda permulaan akan dialami pula secara alami, dalam bentuk gempa bumi dan kelaparan. Keterguncangan hidup yang luar biasa oleh sebab kemelut baik keagamaan, politik maupun alam. Gambaran fakta seperti ini dibentangkan dengan maksud menjelaskan realitas hidup dan meneguhkan iman orang percaya. Cara terbaik hidup dalam kesukaran adalah tetap percaya akan kemahakuasaan Allah, bertahan dan mewaspadai segala kejadian. Kita diminta untuk bertahan dalam kesukaran dan menjalani hidup beriman dengan waspada. Pilihan cara yang tepat untuk hadapi penderitaan adalah bertahan karena iman dan waspada bukan ceroboh. Penderitaan bukanlah akhir sejarah manusia melainkan pembaruan secara menyeluruh. Karena itu disebutkan, kamu akan dibenci oleh sebab nama-Ku, tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat (ay. 13).

Doa: Ya Tuhan mampukanlah kami untuk tetap beriman. Amin.

Sabtu, 05 Maret 2022                                       

bacaan : Yesaya 50 : 8 – 11

8 Dia yang menyatakan aku benar telah dekat. Siapakah yang berani berbantah dengan aku? Marilah kita tampil bersama-sama! Siapakah lawanku berperkara? Biarlah ia mendekat kepadaku! 9 Sesungguhnya, Tuhan ALLAH menolong aku; siapakah yang berani menyatakan aku bersalah? Sesungguhnya, mereka semua akan memburuk seperti pakaian yang sudah usang; ngengat akan memakan mereka. 10 Siapa di antaramu yang takut akan TUHAN dan mendengarkan suara hamba-Nya? Jika ia hidup dalam kegelapan dan tidak ada cahaya bersinar baginya, baiklah ia percaya kepada nama TUHAN dan bersandar kepada Allahnya! 11 Sesungguhnya, kamu semua yang menyalakan api dan yang memasang panah-panah api, masuklah ke dalam nyala apimu, dan ke tengah-tengah panah-panah api yang telah kamu pasang! Oleh tangan-Kulah hal itu akan terjadi atasmu; kamu akan berbaring di tempat siksaan.

Berani Hadapi Penderitaan

Isakan tangis tak henti terdengar dari kejauhan. Ita menceritakan kepedihan hatinya dengan terbata-bata, “Ibu pendeta, papa, mama dan keluarga masih dalam hutan. Dong sementara berjalan menuju hutan kampung Hulaliu. Beta takut  papa pung kondisi fisik tambah lemah. Papa baru keluar rumah sakit minggu lalu karena gangguan pada ginjalnya. Papa masih ada dalam pemulihan fisik. Ibu pendeta, beta takut! Sioh e, kanapa katong musti alami kayak bagini ulang lai?”. Saya hanya terdiam mendengar luapan kesedihan hati Ita dan bisa merasakan kesedihan yang begitu dalam saat itu. Ketika tangisannya terdengar mulai mereda, saya mengajaknya berdoa melalui telepon genggam. Saya rasa hanya itu cara yang bisa dilakukan sementara untuk menolong dirinya. Kata-kata penguatan dan penghiburan memang sangatlah dibutuhkan oleh Ita dan saudara-saudara di kampung Kariu yang hari itu harus menelan pahit “terusir” dari tanah kelahiran mereka. Sebagai orang beriman, mereka harus mampu memandang kenyataan derita tersebut dengan tetap berpengharapan kepada Tuhan. Seperti spirit ketaatan seorang hamba Tuhan dalam nas bacaan hari ini yang mengatakan: “Sesungguhnya, Tuhan Allah menolong aku; siapakah yang berani menyatakan aku bersalah?” Bagi Yesaya, berani bukan hanya soal tidak takut, melainkan suatu daya tahan menghadapi kesusahan atau penderitaan dengan tetap setia dan taat pada ajaran/perintah/kehendak Tuhan. Kita membutuhkan spiritualitas keberanian dalam Tuhan dalam menapaki kehidupan yang selalu diwarnai dengan beragam persoalan bahkan penderitaan. Kita tidak boleh dilemahkan oleh bermacam-macam tantangan yang menerpa. Hidup takut Tuhan dan percaya kepada-Nya harus menjadi modal utama kita sebagai orang beriman. Tuhan akan selalu ada di pihak kita dan menolong kita.

Doa: Kuatkanlah kami Tuhan supaya tetap berani menghadapi penderitaan hidup ini. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN FEB-MARET 2022, LPJ GPM

Santapan Harian Keluarga, 20 – 26 Februari 2022

Tema Mingguan : “Kuasa Yesus Mengalahkan Roh Jahat

Minggu, 20 Februari 2022                             

bacaan : Matius 12 : 22 – 37

Yesus dan Beelzebul
22 Kemudian dibawalah kepada Yesus seorang yang kerasukan setan. Orang itu buta dan bisu, lalu Yesus menyembuhkannya, sehingga si bisu itu berkata-kata dan melihat. 23 Maka takjublah sekalian orang banyak itu, katanya: "Ia ini agaknya Anak Daud." 24 Tetapi ketika orang Farisi mendengarnya, mereka berkata: "Dengan Beelzebul, penghulu setan, Ia mengusir setan." 25 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata kepada mereka: "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa dan setiap kota atau rumah tangga yang terpecah-pecah tidak dapat bertahan. 26 Demikianlah juga kalau Iblis mengusir Iblis, iapun terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri; bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? 27 Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa siapakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu. 28 Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. 29 Atau bagaimanakah orang dapat memasuki rumah seorang yang kuat dan merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu? Sesudah diikatnya barulah dapat ia merampok rumah itu. 30 Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan. 31 Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni. 32 Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datangpun tidak. 33 Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal. 34 Hai kamu keturunan ular beludak, bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati. 35 Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. 36 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. 37 Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum."

Kebaikan Mengalahkan Kejahatan

Kisah berikut menarik untuk disimak bersama-sama, yakni pengalaman perjumpaan dengan sebuah keluarga di salah satu jemaat yang berada di kota Ambon. Berlangsunglah percakapan seputar pergumulan keluarga tersebut. Papa-mama keluarga ini menyampaikan kekesalan dan amarah mereka terhadap tetangga sebelah. Dikatakan bahwa tetangga menggunakan “kuasa gelap” untuk menyerang mereka sehingga salah seorang anak sakit dan belum sembuh meskipun sudah dibawa ke beberapa dokter. Selain itu, anak yang lain pun sudah tes CPNS berkali-kali tapi tidak lolos. Sejalan dengan kisah di atas, bacaan hari ini juga berbicara tentang seseorang yang buta dan bisu karena dikuasai oleh roh jahat. Namun, dengan Kuasa yang Yesus miliki Ia menyembuhkan orang itu sehingga dapat berbicara dan melihat (ay.22). Mujizat yang dibuat Yesus ini menimbulkan reaksi yang beragam dari orang banyak maupun orang Farisi. Orang banyak menjadi kagum akan apa yang dilakukan Yesus meskipun mereka memiliki sedikit keraguan, apakah Yesus berasal dari keturunan Daud? (ay.23). Sebaliknya,  orang Farisi menuduh Yesus menggunakan kekuatan Beelzebul (pemimpin setan/iblis) untuk menyembuhkan orang yang buta dan bisu tersebut. Yesus menyangga tuduhan mereka dengan berkata bagaimana setan dapat melawan setan? Kerajaannya akan hancur (ay.26) tapi Aku mengusir setan dengan menggunakan kuasa Roh Allah (ay.28). Maknanya adalah bahwa Yesus berkuasa menyembuhkan dan menyelamatkan hidup kita. Janganlah takut dan berhenti berharap pada-Nya, sebab Ia yang mati dan bangkit itu berkuasa mengalahkan kuasa apa pun.

Doa: Tuhan, tuntun kami untuk melakukan kebaikan bagi sesama. Amin.

Senin, 21 Februari 2022                                

bacaan : Markus 3 : 7 – 12

Yesus menyembuhkan banyak orang
7 Kemudian Yesus dengan murid-murid-Nya menyingkir ke danau, dan banyak orang dari Galilea mengikuti-Nya. Juga dari Yudea, 8 dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan, dan dari daerah Tirus dan Sidon datang banyak orang kepada-Nya, sesudah mereka mendengar segala yang dilakukan-Nya. 9 Ia menyuruh murid-murid-Nya menyediakan sebuah perahu bagi-Nya karena orang banyak itu, supaya mereka jangan sampai menghimpit-Nya. 10 Sebab Ia menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desakan kepada-Nya hendak menjamah-Nya. 11 Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: "Engkaulah Anak Allah." 12 Tetapi Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia.

Lihat, Roh Jahat Menyembah dan Mengakui Yesus Anak Allah

Adakah di antara kita yang tidak menginginkan kesembuhan? Pasti tidak ada. Mengapa demikian? Sebab, ketika kita mengalami sakit, maka kondisi tubuh lemah dan aktifitas terganggu. Jalan keluarnya adalah minum obat, periksa ke dokter, istirahat dan berdoa. Bacaan hari ini juga berbicara tentang situasi hidup yang dipengaruhi penyakit dan upaya mendatangi Yesus agar kesembuhan dialami. Gangguan kesehatan dialami di berbagai tempat, yakni Galilea, Yudea, Yerusalem, Idumea seberang Yordan, Tirus, dan Sidon. Mereka itu bukan saja yang mengalami gangguan kesehatan fisik, tetapi juga karena dirasuki roh-roh jahat. Semua orang yang mengalami gangguan kesehatan fisik mengalami kesembuhan karena menjamah Yesus. Yesus dijamah dan dialamilah kesembuhan, sebab kuasa-Nya melebihi seluruh pergumulan hidup. Kuasa Yesus itu ternyata terwujud dengan cara yang lebih ajaib pada mereka yang mengalami gangguan roh-roh jahat. Semua mereka yang diganggu roh jahat ketika melihat Yesus mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak “Engkaulah Anak Allah”. Hal ini berarti, roh-roh jahat mengakui Yesus adalah Anak Allah. Jatuh tersungkur menunjukkan pula sikap menyembah kepada Yesus yang adalah Anak Allah. Kisah ini sebenarnya hendak memberi pesan kepada kita bahwa setan, iblis, roh-roh jahat saja menyembah dan mengakui Yesus sebagai Anak Allah, lalu mengapa kita harus mencari yang lain untuk menyembuhkan kita dari sakit yang diakibatkan oleh berkuasanya roh-roh jahat dalam diri kita. Kita adalah umat Tuhan, karena itu cari dan menyembah Tuhan adalah keputusan yang tepat untuk melepaskan kuasa-kuasa roh jahat dari kehidupan kita.

Doa:  Ya Tuhan, kuatkanlah diriku agar setia menyembah-Mu. Amin.

Selasa, 22 Februari 2022                                 

bacaan : Markus 9 : 38 – 41

Seorang yang bukan murid Yesus mengusir setan
38 Kata Yohanes kepada Yesus: "Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita." 39 Tetapi kata Yesus: "Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorangpun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku. 40 Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita. 41 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya."

Hati – Hati Dengan Murid Gadungan

Istilah yang selalu digunakan kepada orang-orang yang bukan tentara atau polisi namun mengaku tentara atau polisi adalah tentara atau polisi gadungan. Memang sulit untuk mengatakan mereka adalah tentara atau polisi gadungan sebab mereka memakai seragam tentara atau polisi beserta atributnya. Yang bisa mengetahui apakah mereka adalah tentara atau polisi gadungan adalah mereka yang benar-benar tentara atau polisi.Tampaknya kisah dalam Markus 9:38-41 adalah peristiwa adanya murid Yesus gadungan yang mengusir setan juga dengan menggunakan nama Yesus. Ketika murid-murid Yesus melihat adanya orang lain yang menggunakan nama Yesus untuk mengusir setan, dicegahlah ia yang melakukan tindakan mengusir setan menggunakan nama Yesus. Namun, Yesus melarang murid-muridNya mencegah murid Yesus gadungan tersebut. Bagi Yesus, semua orang bisa memakai namaNya untuk melakukan apapun, termasuk mengusir setan. Namun, jika hal itu dilakukan tanpa sepengetahuan Yesus maka sia-sialah apa yang dilakukan oleh orang tersebut, meskipun memakai nama Yesus. Butuh penerimaan dan penghormatan akan Yesus baru dapat melakukan apapun dengan menggunakan nama Yesus. Itulah yang diungkapkan oleh Yesus di ayat 41 “…sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya”.

Kisah ini hendak memberi pesan kepada kita untuk hati-hati dengan mereka yang menggunakan nama Yesus untuk melakukan penyembuhan atau mengusir kuasa-kuasa setan atau

Doa: Ya Tuhan Yesus, mampukanlah kami untuk dapat membedakan mana yang dari-Mu, dan mana yang bukan dari-Mu…Amin.

Rabu, 23 Februari 2022                                    

bacaan : Matius 8 : 28 – 34

Dua orang yang kerasukan disembuhkan
28 Setibanya di seberang, yaitu di daerah orang Gadara, datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan menemui Yesus. Mereka sangat berbahaya, sehingga tidak seorangpun yang berani melalui jalan itu. 29 Dan mereka itupun berteriak, katanya: "Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?" 30 Tidak jauh dari mereka itu sejumlah besar babi sedang mencari makan. 31 Maka setan-setan itu meminta kepada-Nya, katanya: "Jika Engkau mengusir kami, suruhlah kami pindah ke dalam kawanan babi itu." 32 Yesus berkata kepada mereka: "Pergilah!" Lalu keluarlah mereka dan masuk ke dalam babi-babi itu. Maka terjunlah seluruh kawanan babi itu dari tepi jurang ke dalam danau dan mati di dalam air. 33 Maka larilah penjaga-penjaga babi itu dan setibanya di kota, diceriterakannyalah segala sesuatu, juga tentang orang-orang yang kerasukan setan itu. 34 Maka keluarlah seluruh kota mendapatkan Yesus dan setelah mereka berjumpa dengan Dia, merekapun mendesak, supaya Ia meninggalkan daerah mereka.

Setan Takluk Pada Yesus

Cerita tentang dua orang yang kerasukan setan memiliki ketertarikan tersendiri. Meskipun kita sudah berada di zaman yang serba maju, zaman yang perkembangannya sangat cepat dan ditandai dengan kemajuan di bidang informasi, telekomunikasi, serta tekhnologi. Meskipun demikian, kita juga sering mendengar adanya orang yang ternyata di zaman sekarang ini masih mengalami kerasukan. Hal ini berarti roh jahat atau kuasa setan masih ada dalam era sekarang ini dan selalu mencari jalan untuk merasuki kehidupan kita. Hal ini sejalan dengan Firman Tuhan dalam 1 Petrus 5: 8 katakan “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu si Iblis berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya”. Cerita tentang dua orang yang kerasukan menarik, karena  ketika Yesus mengusir dan menyuruh setan itu keluar, setan justeru meminta kepada Yesus untuk memindahkan mereka ke dalam  kawanan babi. Yesus lalu berkata kepada mereka:”pergilah!”. Dua orang yang kerasukan sekejap pun sembuh dari kerasukan setan-setan tersebut. Kisah ini menegaskan bahwa roh-roh jahat atau setan itu takluk kepada Yesus. Yesus memiliki kuasa atas seisi dunia termasuk setan atau roh jahat yang ada. Melalui kisah ini kita diingatkan bahwa bersama Yesus kuasa apa pun akan takluk. Itu pertanda kita harus menjalani kehidupan ini di dalam dan bersama Yesus agar kuasa setan dan roh jahat menjauh dan tidak akan menguasai kehidupan kita, yang mana di dalam kuasa setan atau roh jahat kita akan terjerumus melakukan dosa.

Doa: Ya Tuhan, berjalanlah bersama kami agar kuasa setan tidak menguasai hidup ini. Amin.

Kamis, 24 Februari 2022                                    

bacaan :  Lukas 4 : 31-37   

Yesus dalam rumah ibadat di Kapernaum
31 Kemudian Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari Sabat. 32 Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa. 33 Di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan dan ia berteriak dengan suara keras: 34 "Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah." 35 Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: "Diam, keluarlah dari padanya!" Dan setan itupun menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya dan sama sekali tidak menyakitinya. 36 Dan semua orang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: "Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan merekapun keluar." 37 Dan tersebarlah berita tentang Dia ke mana-mana di daerah itu.

Setiap Saat Yesus Berkuasa Dalam Hidupku

Kita pasti tahu bahwa Bait Allah atau gedung gereja adalah tempat untuk umat yang beragama Kristen beribadah kepada Tuhan. Mengapa demikian? Sebab Bait Allah atau gedung gereja diyakini sebagai tempat kediaman Tuhan Allah. Pertanyaannya, apakah setan tidak boleh atau tidak bisa masuk ke dalam Bait Allah atau gedung gereja, apalagi masuk saat umat Kristen beribadah kepada Tuhan? Ternyata, dari cerita Lukas 4:31-37 kita dapat menemukan jawaban atas pertanyaan ini bahwa saat orang-orang beribadah di rumah Ibadat, yakni di Kapernaum, setan pun ada hadir dalam ibadah tersebut. Setan tidak hanya hadir dalam rumah Ibadat, namun juga masuk juga pada salah satu orang yang sementara mengikuti ibadah. Tidak tanggung-tanggung, setan juga tidak mau kalah dengan Yesus yang sedang berkhotbah dan menyampaikan ajaran-Nya. Makanya, setan berteriak melalui salah orang yang telah dirasuki roh setan itu. Namun, Yesus tidak tinggal diam, Ia pun menghardik setan itu dengan mengatakan: “Diam, keluarlah dari padanya”. Seketika itu pula setan tersebut keluar tidak hanya dari orang kerasukan, namun juga dari rumah Ibadat. Peristiwa ini membuat semua orang tercengang dan kagum dengan Yesus yang penuh wibawa dan kuasa mengusir setan. Kiranya kita  menjadi sadar bahwa setan pun ada di mana-mana termasuk tempat ibadah. Andalkanlah kuasa Tuhan agar semua kuasa yang menghambat hidup dapat dikalahkan. Hindarilah mengandalkan kekuatan diri sendiri, kepintaran, kekayaan, atau menganggap diri kita kuat, dan lainnya. Karena itu, pada setiap tempat dan saat berilah tempat dalam hidup agar Yesus berkuasa.

Doa:  Tuhan, Kuasailah hidupku setiap saat. Amin. 

Jumat, 25 Februari 2022                               

bacaan : Lukas 4 : 38 – 41

Yesus menyembuhkan ibu mertua Simon Petrus dan orang-orang lain
38 Kemudian Ia meninggalkan rumah ibadat itu dan pergi ke rumah Simon. Adapun ibu mertua Simon demam keras dan mereka meminta kepada Yesus supaya menolong dia. 39 Maka Ia berdiri di sisi perempuan itu, lalu menghardik demam itu, dan penyakit itupun meninggalkan dia. Perempuan itu segera bangun dan melayani mereka. 40 Ketika matahari terbenam, semua orang membawa kepada-Nya orang-orang sakitnya, yang menderita bermacam-macam penyakit. Iapun meletakkan tangan-Nya atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka. 41 Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak: "Engkau adalah Anak Allah." Lalu Ia dengan keras melarang mereka dan tidak memperbolehkan mereka berbicara, karena mereka tahu bahwa Ia adalah Mesias.

Kuasa Yesus Luar Biasa

Setelah Ia mengusir setan di rumah ibadat, Yesus pun meninggalkan tempat itu. Yesus pergi ke rumah Simon. Ternyata, ibu mertua Simon sedang demam tinggi. Demam ini membuat tubuhnya lemah sampai-sampai dia tidak sanggup menghampiri Yesus. Melihat kondisi ini, orang-orang di rumah itu meminta Yesus agar menolongnya (38). Yesus pun menghampiri tempat tidurnya dan menghardik demam itu. Seketika itu, demamnya hilang dan tubuhnya menjadi kuat. Lukas menulis, “Perempuan itu segera bangun dan melayani mereka”. Kuasa Yesus mengalahkan roh jahat, kuasa Yesus mengalahkan segalanya. Ketika  misalnya menonton film horor, kadang kita merasa takut karena adegan film tersebut menegangkan atau menyeramkan. Perilaku seperti itu agak mencerminkan bahwa kita kehilangan kesadaran akan adanya Tuhan yang luar biasa dan dapat membuat semua bertekuk lutut. Kuasa-Nya lebih besar daripada kuasa-kuasa apapun, Ia menjaga dan melindungi kita dari kuasa kegelapan. Ingatlah bahwa dengan doa kita, Tuhan hadir, dan membentengi menyelamatkan. Ia tidak akan membiarkan  dan  melupukan kita. Janganlah takut sebab Allah menyertai dan Kuasa-Nya memagari, sehingga kita aman dalam lindungan-Nya. Kuncinya hidup orang beriman adalah selalu mengandalkan-Nya maka Ia akan berperang untuk kita dan kita hanya diam saja. Andalkanlah Tuhan dalam hidupmu bukan andalkan yang lain, karena hanya dari Tuhan lah kita mendapat keselamatan.

Doa: Tuhan, aku mau hidup selalu mengandalkanMu setiap saat karena hanya di dalamMu ada rasa aman. Amin.

Sabtu, 26 Februari 2022                

bacaan : Kisah Para Rasul 8 : 4 – 13

Filipus di Samaria
4 Mereka yang tersebar itu menjelajah seluruh negeri itu sambil memberitakan Injil. 5 Dan Filipus pergi ke suatu kota di Samaria dan memberitakan Mesias kepada orang-orang di situ. 6 Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua dengan bulat hati menerima apa yang diberitakannya itu. 7 Sebab dari banyak orang yang kerasukan roh jahat keluarlah roh-roh itu sambil berseru dengan suara keras, dan banyak juga orang lumpuh dan orang timpang yang disembuhkan. 8 Maka sangatlah besar sukacita dalam kota itu. 9 Seorang yang bernama Simon telah sejak dahulu melakukan sihir di kota itu dan mentakjubkan rakyat Samaria, serta berlagak seolah-olah ia seorang yang sangat penting. 10 Semua orang, besar kecil, mengikuti dia dan berkata: "Orang ini adalah kuasa Allah yang terkenal sebagai Kuasa Besar." 11 Dan mereka mengikutinya, karena sudah lama ia mentakjubkan mereka oleh perbuatan sihirnya. 12 Tetapi sekarang mereka percaya kepada Filipus yang memberitakan Injil tentang Kerajaan Allah dan tentang nama Yesus Kristus, dan mereka memberi diri mereka dibaptis, baik laki-laki maupun perempuan. 13 Simon sendiri juga menjadi percaya, dan sesudah dibaptis, ia senantiasa bersama-sama dengan Filipus, dan takjub ketika ia melihat tanda-tanda dan mujizat-mujizat besar yang terjadi.

Hanya Yesus Bukan Yang Lain

Saat Filipus berkarya di kota Samaria, sudah ada Simon yang lebih dahulu dikenal oleh masyarakat. Simon dikenal sebagai ahli sihir dan membuat takjub rakyat Samaria dengan perbuatan sihirnya itu. Bahkan dikatakan, baik orang besar maupun orang kecil mengikuti dia dan menyebutnya “Kuasa Besar.” Namun, keadaan berubah setelah Filipus memberitakan Injil di kota itu. Setelah mendengar dan melihat tanda-tanda mukjizat yang dilakukan Filipus, penduduk Samaria sangat bersukacita. Bukan hanya itu, mereka yang tadinya mengikuti Simon, si tukang sihir, kini beralih menjadi percaya kepada Injil Kerajaan Allah dan kepada Yesus Kristus. Mereka pun memberi diri dibaptis karena mereka sebulat hati menerima pemberitaan Filipus itu. Hal ini memperlihatkan bahwa kuasa Yesus mengalahkan kuasa sihir mana pun. Berita Injil lebih kuat dan mengubahkan banyak orang yang mau mendengar-Nya. Sekitar 20 tahun yang lalu ketika SMP saya pernah ditawari oleh seseorang untuk ke dukun supaya dipasang susuk biar tambah cantik katanya, tetapi saat itu saya menolaknya karena itu tidak dibenarkan, saya hanya mengandalkan Tuhan, dan saya percaya Tuhan akan berikan yang terbaik. Hanya Yesus lah tempat jawaban dari segala persoalanmu, hanya Yesus lah yang dapat memberimu kelegaan. Kuasa Nya besar untuk hidupmu.

Doa: Tuhan, hanya Kau harapanku, Hanya kepada-Mu aku berlindung dari kejamnya dunia. Amin.

*sumber : SHK Bulan Februari 2022

Santapan Harian Keluarga, 13 – 19 Februari 2022

Tema Mingguan : “Kuasa Yesus Menyembuhkan

Minggu, 13 Pebruari 2022                                

bacaan : Matius 9 : 35 – 38

Belas kasihan Yesus terhadap orang banyak
35 Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. 36 Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. 37 Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. 38 Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu."

Bukang Cuma Rasa Kasiang Saa..

Waktu beta deng paitua pi mangente karabat yang dapa rawat di RSJ, katong lewat di dong pung “tampa” rawat, terjadilah percakapan berikut :

Paitua : “Ma, kasiang ee, dong macang dalang bui sa”.

Beta    :  “Memang bagitu suda. Maar itu cuma par dong yang masi suka barontak deng bajalang”

Paitua :  “Ma ada kepeng ka z? Kasi par dong bli roti deng aer jua”

Beta    :  “Ada, maar seng bisa kasi kepeng, labai pi bali sa la kasi par perawat jaga, nanti perawat bage akang par dong.”

Paitua :  “Oke, kasi kepeng la beta pi bli. Nanti katong sombayang deng dong lai e.. Bisa to.” (Beta angguk kapala)

Beta pung laki seng tahang lia orang susa deng saki, dia kasiang.

Itu lai yang Yesus biking waktu Antua bajalang koliling kota-kota la bakudapa orang-orang susa deng sangsara, termasuk dong yang saki. Matius bilang : “Yesus pung hati kasiang paskali par dong barang dong lala deng macang deng domba yang seng pung tuang” (ayat 36). “Yesus pung hati kasiang paskali”, dalang bahasa Yunani, splagkhnizomai. Kata ni akang pung arti : Yesus pung rasa kasiang paleng dalam par orang-orang sangsara deng saki. Tagal itu deng kuasa yang ada par Antua Yesus “angka” dong dar dong pung saki deng sangsara tu. Yesus seng cuma rasa kasiang sa, maar Antua biking apapa yang bisa biking dong kaluar dar dong pung kaadaang tu. Ada aksi, seng cuma rasa.

Basudara, pasti katong rasa kasiang waktu lia orang yang susa, saki deng sangsara. Tuhan pung firman hari ini ajar katong par jang cuma kasiang sa. Katong musti tolong dong supaya dong jadi labe bae. Tolong deng apa yang ada par katong. Paleng tida katong sombayang par dong. Tuhan Yesus sayang katong.

Doa: Tuhan tolong katong par seng cuma rasa kasiang, maar biking apapa yang bisa tolong orang yang susa deng saki.  Amin.

Senin, 14 Februari  2022                                   

bacaan : Markus 2 : 1 – 12

Orang lumpuh disembuhkan
Kemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah. 2 Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintupun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka, 3 ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. 4 Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. 5 Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!" 6 Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya: 7 "Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?" 8 Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu? 9 Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan? 10 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" --berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu--: 11 "Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!" 12 Dan orang itupun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: "Yang begini belum pernah kita lihat."

Perbuatan Sebagai Wujud Kasih

Sejak seminggu lalu, Noel sudah mengingatkan saya : “Ma, minggu depan kan hari Valentine” Saya: “Iya, lalu..?” Noel : “Ade pung ibu guru bilang katong seng bawa bunga deng coklat lai.” Saya : “Trus…Ade dong bawa apa?” Noel : “Nanti katong kumpul uang sa, lalu  ibu guru deng satu dua orang pi bali apapa la katong kasi par anana di panti asuhan.” Saya : “Hmm… bagus itu, Mamie setuju karena itu bentuk kasih sayang yang berbuat..!

Ya.. hari ini banyak orang sedang merayakan “Hari Kasih Sayang” atau “Valentine Day”, hari yang identik dengan warna pink, bunga dan cokelat. Satu pertanyaan: Apakah mereka yang merayakan hari kasih Sayang ini sungguh-sungguh memaknai arti “Kasih Sayang” atau hanya sekadar tradisi dan tanpa makna?

Hari ini kita belajar beberapa hal tentang “Kasih Sayang” dari bacaan kita, Markus 2:1-12. Kasih sayang yang tak terbatas pada ucapan tetapi terwujud dalam tindakan, kasih yang berbuat.

  1. Empat orang pembawa si lumpuh untuk berjumpa dengan Yesus agar dipulihkan oleh kuasa-Nya. Entah apa hubungan mereka dengan si lumpuh: keluarga, tetangga, atau kenalan. Yang jelas kasih sayang mereka terhadap si lumpuh mendorong mereka untuk berbuat sesuatu, tidak sekadar kasihan, sekalipun harus membobol atap rumah dimana Yesus berada demi mempertemukannya dengan Yesus.
  2. Yesus, sosok yang peduli dengan mereka yang menderita, termasuk yang sakit. Karena itu dengan kuasa-Nya Ia menyembuhkan sekaligus memulihkannya dari dosa. Sekalipun ditentang ahli Taurat di dalam hati mereka.

Hari ini kita belajar untuk mengasihi tidak sekadar memberi cokelat atau bunga. Mulailah dari rumah. Papa dan Mama saling mengasihi dengan saling menghormati dan menghargai. Orang tua mengasihi anak demikian pun anak mengasihi orang tua. Itulah “Valentin/ Kasih Sayang” yang sesungguhnya.

Doa: Tolong kami untuk melakukan KASIH YANG BERBUAT, Tuhan, Amin.

Selasa, 15 Februari 2022                              

bacaan : Markus 7 : 31 – 37

Yesus menyembuhkan seorang tuli
31 Kemudian Yesus meninggalkan pula daerah Tirus dan dengan melalui Sidon pergi ke danau Galilea, di tengah-tengah daerah Dekapolis. 32 Di situ orang membawa kepada-Nya seorang yang tuli dan yang gagap dan memohon kepada-Nya, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas orang itu. 33 Dan sesudah Yesus memisahkan dia dari orang banyak, sehingga mereka sendirian, Ia memasukkan jari-Nya ke telinga orang itu, lalu Ia meludah dan meraba lidah orang itu. 34 Kemudian sambil menengadah ke langit Yesus menarik nafas dan berkata kepadanya: "Efata!", artinya: Terbukalah! 35 Maka terbukalah telinga orang itu dan seketika itu terlepas pulalah pengikat lidahnya, lalu ia berkata-kata dengan baik. 36 Yesus berpesan kepada orang-orang yang ada di situ supaya jangan menceriterakannya kepada siapapun juga. Tetapi makin dilarang-Nya mereka, makin luas mereka memberitakannya. 37 Mereka takjub dan tercengang dan berkata: "Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata."

Efata! – Terbukalah!

Maaa..!” teriak Noel suatu pagi. Karena sibuk kerja saya tidak menjawab. Noelpun menghampiri saya dan berkata: “Mami e, Mami su tuli deng bisu ka, Ade panggel Mami dar tadi kenapa mami seng jawab Ade.

Telinga dan mulut (termasuk lidah) adalah organ tubuh yang penting sehingga jika mereka tidak bisa berfungsi dengan baik maka bisa menimbulkan masalah bagi sang pemilik organ itu ataupun orang lain seperti yang terjadi pada saya dan Noel.

Dalam bacaan kita hari ini, Markus berkisah tentang seorang tuli dan gagap yang dibawa kepada Yesus agar ia disembuhkan. Ia pasti sangat ingin bisa mendengar dan berbicara sebab dalam kehidupannya selama itu mungkin sekali ada banyak masalah yang muncul karena kekurangannya ini. Yesus melihat harapannya, juga harapan orang banyak yang membawanya lalu Iapun bertindak dengan kasih dan kuasa-Nya untuk memulihkan orang itu. Setelah memisahkan dia dari orang banyak, Yesus memasukkan jari ke telinga orang itu,  meludah dan meraba lidahnya lalu menengadah ke langit, menarik nafas dan berkata kepadanya: “Efata” (=terbukalah), maka terbukalah telinga orang itu sehingga ia bisa mendengar dan berbicara.

Saudara, jika pendengaran kita baik maka percakapan akan berlangsung secara bermutu dan kesalahpahaman dapat dihindari. Namun, bisa saja terjadi bahwa secara fisik kita dapat mendengar dan berbicara, tapi sering kali justru mengalami tuli dan gagap secara rohani. Akibatnya kata-kata yang keluar dari mulut kita bukan kata-kata yang memberkati dan menyejukkan, tetapi makian, cacian, cemoohan dan sejenisnya. Karena itu, kita perlu dipertemukan dengan Yesus agar dengan kuasa-Nya, mulut dan lidah terbuka untuk mengatakan hal-hal yang memberkati dan menyejukkan.

Doa:    Tuhan biarlah mulut dan lidah kami terbuka untuk mengeluarkan kata-kata yang memberkati dan menyejukkan sesama, Amin.

Rabu, 16 Februari 2022                                     

bacaan : Lukas 8 : 40 – 56

Yesus membangkitkan anak Yairus dan menyembuhkan seorang perempuan yang sakit pendarahan
40 Ketika Yesus kembali, orang banyak menyambut Dia sebab mereka semua menanti-nantikan Dia. 41 Maka datanglah seorang yang bernama Yairus. Ia adalah kepala rumah ibadat. Sambil tersungkur di depan kaki Yesus ia memohon kepada-Nya, supaya Yesus datang ke rumahnya, 42 karena anaknya perempuan yang satu-satunya, yang berumur kira-kira dua belas tahun, hampir mati. Dalam perjalanan ke situ Yesus didesak-desak orang banyak. 43 Adalah seorang perempuan yang sudah dua belas tahun menderita pendarahan dan yang tidak berhasil disembuhkan oleh siapapun. 44 Ia maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya, dan seketika itu juga berhentilah pendarahannya. 45 Lalu kata Yesus: "Siapa yang menjamah Aku?" Dan karena tidak ada yang mengakuinya, berkatalah Petrus: "Guru, orang banyak mengerumuni dan mendesak Engkau." 46 Tetapi Yesus berkata: "Ada seorang yang menjamah Aku, sebab Aku merasa ada kuasa keluar dari diri-Ku." 47 Ketika perempuan itu melihat, bahwa perbuatannya itu ketahuan, ia datang dengan gemetar, tersungkur di depan-Nya dan menceriterakan kepada orang banyak apa sebabnya ia menjamah Dia dan bahwa ia seketika itu juga menjadi sembuh. 48 Maka kata-Nya kepada perempuan itu: "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!" 49 Ketika Yesus masih berbicara, datanglah seorang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: "Anakmu sudah mati, jangan lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru!" 50 Tetapi Yesus mendengarnya dan berkata kepada Yairus: "Jangan takut, percaya saja, dan anakmu akan selamat." 51 Setibanya di rumah Yairus, Yesus tidak memperbolehkan seorangpun ikut masuk dengan Dia, kecuali Petrus, Yohanes dan Yakobus dan ayah anak itu serta ibunya. 52 Semua orang menangis dan meratapi anak itu. Akan tetapi Yesus berkata: "Jangan menangis; ia tidak mati, tetapi tidur." 53 Mereka menertawakan Dia, karena mereka tahu bahwa anak itu telah mati. 54 Lalu Yesus memegang tangan anak itu dan berseru, kata-Nya: "Hai anak bangunlah!" 55 Maka kembalilah roh anak itu dan seketika itu juga ia bangkit berdiri. Lalu Yesus menyuruh mereka memberi anak itu makan. 56 Dan takjublah orang tua anak itu, tetapi Yesus melarang mereka memberitahukan kepada siapapun juga apa yang terjadi itu.

Percaya Kepada Kuasa Yesus Yang Menghidupkan

Setiap orang pasti mendambakan hidup dalam kondisi yang sehat agar dapat melakukan aktivitas dengan baik. Pada sisi lain, seseorang yang tidak sehat (sakit) pasti akan berjuang untuk memperoleh kesembuhan. Hal berjuang untuk memperoleh kesembuhan diceritakan dalam perikop bacaan kita tentang Yairus, kepala rumah ibadat dan ayah dari seorang anak perempuan satu-satunya, yang berumur kira-kira 12 tahun, yang berada dalam keadaan hampir mati (ay.42). Ia datang sujud di depan Yesus dan memohon supaya Yesus datang ke rumahnya. Sikap Yairus menunjukkan penghormatan yang tinggi dan pengakuan akan kuasa Yesus yang dapat menyembuhkan anaknya. Yesus kemudian membangkitkan anak itu dengan kuasa-Nya (ay.54-55). Demikian pula dengan seorang perempuan yang menderita sakit pendarahan selama dua belas tahun (pendarahan yang berlebihan setiap kali dia haid/datang bulan) dan tidak seorang pun yang berhasil menyembuhkannya (ay.43). Dalam Hukum Taurat, Perempuan yang mengalami masalah seperti itu dianggap najis dan tidak layak ikut dalam acara-acara ibadah (Imamat 15:25). Perempuan itu berjuang untuk mendekati Yesus dan memegang jubbah-Nya, dan imanlah yang menyembuhkannnya (ay.44). Ada hal menarik dari 2 peristiwa dalam kisah tersebut, yakni baik Yairus sebagai seorang ayah maupun perempuan yang sakit pendarahan menaruh kepercayaan kepada kuasa Yesus yang menyembuhkan dan menyelamatkan. Makna bagi keluarga, dalam menghadapi berbagai persoalan dan pergumulan hidup termasuk sakit penyakit sehingga membuat kita stress, putus asa, hilang harap, maka datanglah kepada Yesus dengan kerendahan hati dan iman yang sungguh, maka pasti diselamatkan. Jangan mengandalkan kuasa lain di luar kuasa Tuhan Yesus karena kita pasti binasa, sebaliknya orang-orang yang mengandalkan Tuhan hidupnya diberkati (band.Yer. 17:7-8)

Doa: Tuhan, kiranya kami teguh percaya pada kuasa-Mu. Amin.

Kamis, 17 Februari 2022                                

bacaan : Markus 8 : 22 – 26

Yesus menyembuhkan seorang buta di Betsaida
22 Kemudian tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Betsaida. Di situ orang membawa kepada Yesus seorang buta dan mereka memohon kepada-Nya, supaya Ia menjamah dia. 23 Yesus memegang tangan orang buta itu dan membawa dia ke luar kampung. Lalu Ia meludahi mata orang itu dan meletakkan tangan-Nya atasnya, dan bertanya: "Sudahkah kaulihat sesuatu?" 24 Orang itu memandang ke depan, lalu berkata: "Aku melihat orang, sebab melihat mereka berjalan-jalan, tetapi tampaknya seperti pohon-pohon." 25 Yesus meletakkan lagi tangan-Nya pada mata orang itu, maka orang itu sungguh-sungguh melihat dan telah sembuh, sehingga ia dapat melihat segala sesuatu dengan jelas. 26 Sesudah itu Yesus menyuruh dia pulang ke rumahnya dan berkata: "Jangan masuk ke kampung!"

Kasih Dan Kuasa Yesus Mengatasi Masalah

Hidup sebagai orang buta (penyandang tunanetra) memang tidak mudah dan butuh banyak proses dalam menyesuaikan diri. Misalnya: orang buta harus terbiasa menggunakan tongkat khusus kemana-mana, ketergantungan kepada orang lain, ruang gerak dan aktivitasnya menjadi terbatas, dll. Maka tak heran bila mereka yang mengalami kebutaan membutuhkan dukungan keluarga dan orang-orang sekitarnya. Hal ini pun diperlihatkan dalam bacaan kita tadi. Ay. 22, menyebutkan orang banyak membawa seorang yang buta kepada Yesus sambil memohon supaya Ia menyembuhkan si buta itu (di dunia timur, kebutaan dianggap sebagai salah satu kutukan). Melihat orang yang buta sejak lahir itu, maka tergeraklah hati Yesus yang penuh dengan belas kasihan, lalu Ia membawa orang buta itu keluar dari kota Betsaida dan menyembuhkan dia dengan cara yang sangat sederhana (tradisional) yakni Ia menaruh ludah-Nya pada (mata) orang itu dengan tangan-Nya (ay.23 bd. 7:33). Yesus dua kali meletakan tangan-Nya pada mata orang buta itu dan ia menjadi sembuh (ay.25). Hal ini memperlihatkan bahwa Yesus mengasihi orang buta dan dengan kuasa-Nya menyembuhkan orang tersebut. Tuhan Yesus telah membebaskan orang buta itu dari dunianya yang gelap, terbatas dan dianggap sebagai kutukan pada saat itu, kini ia mendapatkan kehidupan baru. Makna bagi kita, Pertama, Tuhan Yesus memiliki kuasa untuk menyembuhkan orang-orang yang buta secara fisik maupun rohani. Sebab itu, datanglah kepada Yesus untuk mendapatkan kesembuhan. Kita butuh hubungan secara intens dengan Tuhan Yesus. Kedua, Tuhan Yesus dan orang banyak berbela rasa dengan si buta karena itu orang percaya hendaknya memiliki perhatian, dukungan dan kerelaan untuk berbagi dengan mereka yang mengalami masalah hidup sehingga mereka memiliki kehidupan (jangan menutup mata/buta terhadap hidup orang lain).

Doa: Tuhan, tuntun hati kami berbelarasa dengan sesama. Amin.

Jumat, 18 Februari 2022                                 

bacaan : Matius 9 : 32 – 34

Seorang bisu disembuhkan
32 Sedang kedua orang buta itu keluar, dibawalah kepada Yesus seorang bisu yang kerasukan setan. 33 Dan setelah setan itu diusir, dapatlah orang bisu itu berkata-kata. Maka heranlah orang banyak, katanya: "Yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel." 34 Tetapi orang Farisi berkata: "Dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan."

Kebaikan Tidak Selamanya Dihargai, Tapi Harus Diperjuangkan

Ada peribahasa yang mengatakan “Apa yang dilihat oleh mata tergantung pada apa yang dirasakan oleh hati”. Artinya, jika hati kita baik terhadap orang lain, maka penilaian pun baik terhadap orang tersebut. Sebaliknya, jika hati kita tidak baik, maka penilaian kita pun tidak baik. Peribahasa ini mau menggambarkan sikap/penilaian orang banyak dan orang farisi tentang Yesus. Sikap orang banyak adalah keheranan/ketakjuban terhadap mujizat yang dibuat oleh Yesus. Dimana Ia mengusir setan dari orang bisu dan pada saat itu juga ia dapat berbicara (ay.33). Bagi orang banyak, kejadian seperti ini belum pernah terjadi baik dalam sejarah kehidupan bangsa Israel maupun dalam pengalaman hidup mereka sendiri (band psl 8-9). Dengan kata lain, mujizat ini hanya dilakukan oleh Yesus dan tidak dapat dilakukan oleh orang lain. Perikop ini menunjukkan bahwa Yesus memiliki kuasa untuk menghidupkan; menyembuhkan dan menyelamatkan mereka yang terbelenggu oleh kuasa setan. Di sisi lain, orang-orang Farisi tidak mau mengakui bahwa kuasa Yesus berasal dari Allah, malahan mereka menyatakan bahwa kuasa Yesus datang dari penghulu setan atau kepala roh-roh jahat yaitu Iblis (ay.34). Makna bagi orang beriman: Pertama, tidak ada kuasa di bawah kolong langit ini selain kuasa Yesus yang menyelamatkan dan membebaskan manusia bahkan kuasa iblis sekalipun. Untuk itu, berharap dan percaya hanya pada kuasa Tuhan Yesus. Hal ini penting, menjalani tahun 2022, dimana kita masih dihadapkan dengan banyak tantangan hidup termasuk covid 19 yang bermutasi melalui varian baru Omicron dan berdampak sangat besar bagi hidup; baik kesehatan, ekonomi, sosial dan sebagainya. Kedua, perbuatan baik cenderung ditolak dan tidak diakui karena manusia memiliki sifat iri hati, cemburu dan dengki kepada sesamanya. Tapi jangan berhenti berbuat baik karena tujuan hidup orang beriman adalah memuliakan Tuhan dan melayani sesama.

Doa: Semoga kami tetap berdaya memperjuangan kebaikan. Amin.

Sabtu, 19 Februari 2022                                

bacaan : Matius 4 : 23 – 25

Yesus mengajar dan menyembuhkan banyak orang
23 Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu. 24 Maka tersiarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepada-Nya semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka. 25 Maka orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Mereka datang dari Galilea dan dari Dekapolis, dari Yerusalem dan dari Yudea dan dari seberang Yordan.

Apa Yang Dikatakan, Itu Yang Diperbuat

Ada tiga kata yang menggambarkan pelayanan Yesus semasa hidup-Nya, yakni pengajaran (Teaching), khotbah (Preaching) dan penyembuhan (Healing). Bacaan hari ini juga menceritakan tentang Tuhan Yesus yang melakukan perjalanan ke seluruh wilayah Galilea untuk mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit juga kelemahan (ay.23). Ia memberitakan kerajaan Allah    kepada orang banyak supaya mereka memiliki pemahaman yang baik dan benar (bukan seperti yang disampaikan oleh nabi-nabi palsu yang membalikan kebenaran injil dan mencari kepentingan diri sendiri). Pengajaran atau pemberitaan yang disampaikan oleh Yesus di Galilea disertai pula dengan tindakan melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. Karya Yesus di Galilea itu tersiar sampai  di seluruh daerah Siria, sehingga dibawalah kepada Yesus mereka yang sakit dan sengsara, kerasukan, dan lumpuh untuk disembuhkan (ay.24). Maka makin bertambahlah orang yang mengikuti Yesus, yakni mereka yang datang dari Galilea, Dekapolis, Yerusalem, Yudea dan Yordan (ay.25). Mereka datang untuk melihat, mendengar Yesus mengajar serta untuk mendapatkan apa yang mereka butuhkan dari belas kasih-Nya. Keluarga Kristen juga diajak untuk datanglah kepada Tuhan Yesus mengaku segala dosa dan serahkan semua beban-beban hidup kepada-Nya. Ia akan menyembuhkan dan menyelamatkan hidup kita. Rajinlah membaca Alkitab supaya kita memahami dan hidup sesuai kehendak-Nya. Firman Tuhan adalah pelita dan terang bagi hidup kita (band. Mazmur 119:105). Ingatlah pula bahwa tugas utama orang beriman adalah memberitakan injil kepada dunia.

Doa: Tuhan, kiranya kami menjadi pemberita-pemberita Injil. Amin.

*sumber : SHK bulan Februari 2022