Santapan Harian Keluarga, 19 – 25 November 2023

Tema Bulanan : Memberitakan Injil dan Menatalayani Gereja

Tema Mingguan : Kuasailah diri dalam segala hal

Minggu, 19 November

bahan bacaan : 2 Timotius 4:1-8

Penuhilah panggilan pelayananmu
Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya: 2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. 3 Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. 4 Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng. 5 Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu! 6 Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat. 7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. 8 Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

Memberi dan Menerima Pengajaran
Salah satu nasihat Timotius tentang tanggung jawab terhadap panggilan pelayanan yakni melakukannya dengan penuh kesabaran dan tetap tekun melaksanakan pengajaran. Pelayanan yang dimaksudkan tentunya tidak hanya terkait dengan para pelayan di gereja namun juga ditujukan semua umat, termasuk dan anak dalam keluarga. Seorang anak ketika pulang dari ibadah unit mengatakan kepada ayahnya demikian: “papa, tadi ditempat ibadah ada bapak majelis yang menanyakan papa. Ade jawab kalau papa blom pulang kerja. Kata bapak itu, minta papa untuk pulang sebelum jam ibadah supaya bisa datang sama-sama dengan ade di tempat ibadah. Pa, ade sangat senang kalau kita bisa pergi sama-sama.” Apa yang dikatakan oleh sang anak ini mungkin terdengar biasa dan terkadang tidak dihiraukan oleh sebagian orang. Padahal anak-anak juga dapat menasihati kita sekalipun dengan cara yang berbeda, termasuk melalui keinginan mereka sama seperti anak tersebut. Perlunya sang ayah mengatur waktu supaya dapat terlibat dalam persekutuan ibadah dapat menjadi moment penting bagi sang anak untuk memiliki waktu yang berkualitas juga bersama ayahnya. Itulah inti pengajarannya. Untuk menerima pengajaran ini membutuhkan kesediaan mendengarkan dengan kerendahan hati. Mari kita membiasakan hal-hal memberi pengajaran dan menerimanya dalam lingkungan keluarga kristiani kita!

Doa: Tuhan, mampukan kami untuk melakukan dan menerima pengajaran yang benar dengan sabar. Amin.

Senin, 20 November 2023

bahan bacaan : Amsal 16:32

32 Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.

Sabar dalam Iman
Seorang ibu dengan penuh kesabaran merawat tiga orang anaknya yang masih kecil sambil berjualan ikan di pasar. Terkadang ia harus menitipkan anak-anaknya pada tetangga jika ada permintaan ikan yang banyak dan membutuhkan waktu yang cepat dari para pelanggannya. Ayah ketiga anak ini sudah lama pergi meninggalkan mereka. Ia pergi bekerja di luar kota dan tidak pernah memberikan kabar kepada keluarganya. Perempuan yang hampir tak pernah absen mengikuti ibadah unit, mampu menjalani kehidupan yang sulit itu dengan tetap sabar. Kesabaran memang menjadi kekuatan bagi seseorang untuk bertahan menghadapi kesulitan hidupnya. Bagi seorang Kristen, kesabaran itu harus disertai dengan imannya yang sungguh kepada Allah. Sang ibu itu pun menyatakan kesungguhan imannya dengan setia terlibat dalam persekutuan ibadah. Ia mempercayakan seluruh hidupnya kepada Allah melalui relasinya dengan sesama manusia dalam persekutuan. Buah dari iman dan kesabarannya pun dinyatakan Allah melalui kehadiran dan kebaikan orang-orang disekitarnya. Perempuan tiga anak ini tak pernah merasa sendirian, katanya: “saya bersyukur karena ada orang-orang yang penuh kasih ada di sekitar hidup kami. Tangan mereka yang penuh kasih selalu terulur menolong kami.”

Doa: Tuhan. Kuatkanlah iman kami supaya kami tetap sabar. Amin.

Selasa, 21 November 2023

bahan bacaan : Yakobus 3:1-13

Dosa karena lidah
3:1 Saudara-saudaraku, janganlah banyak orang di antara kamu mau menjadi guru ;  sebab kita tahu, bahwa sebagai guru kita akan dihakimi  menurut ukuran yang lebih berat.  3:2 Sebab kita semua bersalah  dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya,  ia adalah orang sempurna,  yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya. 3:3 Kita mengenakan kekang pada mulut kuda, sehingga ia menuruti kehendak kita, dengan jalan demikian kita dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya. 3:4 Dan lihat saja kapal-kapal, walaupun amat besar dan digerakkan oleh angin keras, namun dapat dikendalikan oleh kemudi yang amat kecil menurut kehendak jurumudi. 3:5 Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan  perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar. 3:6 Lidahpun adalah api;  ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka.  3:7 Semua jenis binatang liar, burung-burung, serta binatang-binatang menjalar dan binatang-binatang laut dapat dijinakkan dan telah dijinakkan oleh sifat manusia, 3:8 tetapi tidak seorangpun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun   yang mematikan. 3:9 Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa  Allah, 3:10 dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi. 3:11 Adakah sumber memancarkan air tawar dan air pahit dari mata air yang sama? 3:12 Saudara-saudaraku, adakah pohon ara dapat menghasilkan buah zaitun dan adakah pokok anggur dapat menghasilkan buah ara?  Demikian juga mata air asin tidak dapat mengeluarkan air tawar.
Hikmat yang dari atas
3:13 Siapakah di antara kamu yang bijak dan berbudi? Baiklah ia dengan cara hidup yang baik menyatakan   perbuatannya oleh hikmat yang lahir dari kelemahlembutan.

Kuasailah Lidah!
Kata-kata makian dan sumpahan terdengar berulang-ulang dari mulut seorang laki-laki yang sudah mabuk kepada istrinya. Suasana depan rumah yang berdinding papan itu mulai ribut. Beberapa orang laki-laki datang dan menegur lelaki yang mulai jalan sempoyongan dan memukul-mukul dinding rumahnya. Hampir seminggu lelaki yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek ini pulang dalam keadaan mabuk. Menurut istrinya, ia stress karena motornya ditilang dan ia harus membayar dalam jumlah yang besar. “Kebutuhan rumah tangga kami pun banyak, uang sekolah anak-anak harus dibayar. Karena itu kemarahannya ditujukan kepada saya,” ungkap istrinya sambil menangis. Tekanan hidup dalam keluarga terkadang tak mampu dihadapi dengan bijaksana dan tenang oleh sebagian orang. Akibatnya, tindakan kekerasan menjadi cara mereka melampiaskan emosi dan melapaskan tekanan tersebut. Banyak kekerasan rumah tangga yang terjadi karena faktor-faktor tersebut. Rasul Paulus menasihati kita untuk mengekang lidah dalam berkata. Lidah itu kecil namun bisa menjadi seperti api dan mematikan. Kita tidak hanya memuji Tuhan dengan lidah, tapi kita juga dapat mengutuk sesama bahkan orang yang kita cintai dengan lidah yang kita miliki. Lidah harus dikendalikan oleh iman kita kepada Allah. Sebab Dialah satu-satunya Sumber Pengendali kehidupan kita. Dari Allah, kita hanya akan berlaku baik termasuk dengan menggunakan lidah kita.

Doa: Tuhan, tuntunlah kami dengan Roh-Mu supaya lidah kami terkendali. Amin.

Rabu, 22 November 2023

bahan bacaan : Amsal 25:28

28 Orang yang tak dapat mengendalikan diri adalah seperti kota yang roboh temboknya.

Kendalikan diri dengan Iman
Hari itu tak seperti biasanya, seorang laki-laki muda pulang ke rumahnya dengan wajah tertunduk lesu. Ia baru saja mengalami musibah dalam pekerjaannya. Tawaran dari seorang kontraktor untuk mendapatkan keuntungan besar membuatnya lupa diri. Ia menerima tawaran tersebut dengan menggunakan uang kantor. Pemeriksaan keuangan tak dapat dihindari. Setibanya di rumah dan bertemu sang istri, lelaki itu pun menangis penuh penyesalan. “Sayang, maafkanlah aku. Perbuatanku membuat keluarga kita susah. Aku harus bertanggung jawab. Tolong, maafkan aku,” kata laki-laki tersebut dengan terbata-bata. Perjalanan hidup ini memang penuh dengan cobaan. Tak sedikit godaan yang datang berkaitan dengan materi dan jabatan yang menggiurkan. Sebagai orang Kristen, iman yang berwujud dalam ketaatan kepada Allah menjadi pengarah bagi kita untuk menghadapi cobaan tersebut. Kitab Amsal mengingatkan kita bahwa orang yang tak dapat mengendalikan diri akan menjadi seperti kota yang roboh temboknya. Hal pengendalian diri tentunya berlangsung bukan hanya karena kita takut celaka, namun karena iman kita kepada Tuhan yang menuntut kita berlaku jujur dan benar. Pengendalian diri harus menjadi karakteristik iman kristiani kita. Alangkah baiknya jika kita menumbuhkannya mulai dari pembinaan dalam keluarga kita.

Doa: Tuhan. Tolonglah kami dengan Roh-Mu supaya kami mampu mengendalikan diri. Amin.

Kamis, 23 November 2023

bahan bacaan : Titus 2:6

6 Demikian juga orang-orang muda; nasihatilah mereka supaya mereka menguasai diri dalam segala hal

Kualitas diri Orang Muda
Orang muda dikenal sebagai orang-orang yang penuh semangat dan memiliki idealisme tinggi. Hal positif ini terkadang menjadi kelemahan bagi orang muda jika dibarengi dengan emosinya yang tak terkendali. Tak sedikit tindakan bersifat anarkis yang dilakukan oleh orang muda ketika aspirasinya tidak didengarkan dan diterima. Titus memberikan nasihatnya kepada setiap segmen pelayanan umat dalam jemaat Kristen, termasuk kepada orang muda. la menegaskan tentang pentingnya tanggung jawab orang muda untuk mewujudkan keteraturan hidup dan kedamaian. Orang muda tidak boleh mudah dipengaruhi dan mengikuti ajaran-ajaran yang dapat menyesatkan dirinya. Sebaliknya, orang muda harus menjadi teladan bagi orang disekitarnya. Keteladanan mesti menjadi kesaksian orang muda tentang pengajaran baik yang telah ia peroleh. Hal ini mengisyaratkan bahwa pendidikan dan
pengajaran dalam keluarga sangatlah penting, sebab keluarga menentukan kualitas karakter dari individu-individu yang ada di dalamnya, termasuk orang muda.

Doa: Tuhan, tuntunlah kami, orang muda, untuk mampu menguasai diri dalam segala hal. Amin.

Jumat, 24 November 2023

bahan bacaan : Galatia 5:16-26

Hidup menurut daging atau Roh
16 Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. 17 Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging--karena keduanya bertentangan--sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. 18 Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat. 19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, 20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, 21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. 22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, 23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. 24 Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. 25 Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, 26 dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.

Hidup dalam Pimpinan Roh
Seeorang gadis remaja nampak berjalan menyusuri jalan setapak dengan wajah sedih. Beberapa anak laki-laki yang sementara berdiri di ujung jalan setapak itu melihatnya dan bersiul menggoda. Seorang wanita paruh baya yang kebetulan melewati jalan setapak yang sama kemudian memarahi anak-anak lelaki tersebut dan mengajak gadis remaja tersebut untuk berjalan bersama dengannya. “Kamu mau kemana, nak? Wajahmu terlihat sedih sekali, tanya wanita paruh baya. Tiba-tiba terdengar isakan tangis, lalu dengan suara yang serak ia menceritakan keberadaan di rumahnya. Ia sedih karena ayahnya setiap hari minum dan mabuk. Ia tidak tahu mengapa ayahnya tidak lagi bekerja. Ibunya menjadi satu-satunya tumpuan ekonomi keluarga, harus bekerja dari pagi hingga malam. Kadang ibunya pun tak pulang. Ia bersama kakak dan adiknya kadang harus mengurus diri sendiri. “Kami seperti tak punya orang tua. Apakah kami yang salah hingga orang tua kami jadi seperti ini? Saya tidak mau pulang tapi saya tidak tahu harus kemana,” ungkap gadis berusia 16 tahun itu. Situasi seperti ini mungkin tidak hanya dialami oleh anak gadis ini tapi juga dialami oleh kita atau keluarga kristen yang ada di sekitar kita. Banyak anak-anak Kristen yang ditelantarkan oleh orang tua mereka karena berbagai masalah yang tak mampu dihadapi oleh ayah dan ibu mereka. Tak sedikit dari antara ayah atau ibu mereka yang terlibat mabuk-mabukan, percabulan, pesta pora, judi dan perbuatan cemar lainnya. Rasul Paulus mengatakan bahwa orang-orang yang demikian telah membiarkan hidupnya dipimpin oleh keinginan daging. Kehidupan orang Kristen seharusnya dipimpin oleh Roh, sebab Roh akan mewujudkan kehidupan yang penuh cinta kasih, sukacita, kabaikan, kesabaran, kesetiaan, damai sejahtera, dll.

Doa: Ya Yesus, tolonglah kami untuk hidup dipimpin oleh Roh-Mu. Amin.

Sabtu, 25 November 2023

bahan bacaan : Amsal 4 : 26-27

26 Tempuhlah jalan yang rata dan hendaklah tetap segala jalanmu. 27 Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, jauhkanlah kakimu dari kejahatan.

Menjaga Hati, Menjaga Hidup
Hari ini, kita memperingati dua moment penting, yakni Hari Guru Nasional dan Hari Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan. Memperingati Hari Guru mengingatkan kita bahwa guru adalah pahlawan yang berjasa mendidik dan mengajar anak bangsa menjadi manusia yang berkualitas, baik intelektual maupun moral (ahklak), sedangkan Hari Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan mengajak kita agar STOP KEKERASAN terhadap perempuan baik fisik maupun psikis karena kekerasan terhadap perempuan merupakan salah satu bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia. Maka baiknya kita berefleksi tentang dua moment tersebut berdasarkan perikop Amsal 4: 20-27. Perikop ini menjelaskan tentang tugas utama orang tua kepada anak-anak, yakni menasehatkan mereka supaya hidup sebagai orang-orang beriman (berhikmat). Mereka diajarkan untuk menjaga hati sebagai pusat kontrol pada diri manusia. Baik buruknya seseorang dapat ditentukan oleh hatinya. Karena itu, jagalah hati baik-baik, sebab hatimu menentukan jalan hidupmu (ay.23). Tema Mingguan: “Kuasailah Diri Dalam Segala Hal” hal ini juga berhubungan dengan menjaga hati. Maka dalam melaksanakan peran sebagai pengajar (orang tua/guru) kita harus menjaga hati, perkataan dan menghentikan segala bentuk kekerasan yang berpotensi menusak hidup. perilaku kita dengan baik dan menghentikan segala bentuk kekerasan yang berpotensi merusak hidup.

Doa: Bapa, ajarkan kami menjaga hati dengan baik untuk merawat kehidupan. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN NOVEMBER 2023, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 12 – 18 November 2023

Tema Bulanan : Berkomitmenlah Untuk Membangun Hidup Bersama yang Berkelanjutan

Tema Mingguan : Tertib dan Santun Menyampaikan Pendapat

Minggu, 12 November 2023

bahan bacaan : Kisah Para Rasul. 19:21-40

Demetrius menimbulkan huru-hara di Efesus
21 Kemudian dari pada semuanya itu Paulus bermaksud pergi ke Yerusalem melalui Makedonia dan Akhaya. Katanya: "Sesudah berkunjung ke situ aku harus melihat Roma juga." 22 Lalu ia menyuruh dua orang pembantunya, yaitu Timotius dan Erastus, mendahuluinya ke Makedonia, tetapi ia sendiri tinggal beberapa lama lagi di Asia. 23 Kira-kira pada waktu itu timbul huru-hara besar mengenai Jalan Tuhan. 24 Sebab ada seorang bernama Demetrius, seorang tukang perak, yang membuat kuil-kuilan dewi Artemis dari perak. Usahanya itu mendatangkan penghasilan yang tidak sedikit bagi tukang-tukangnya. 25 Ia mengumpulkan mereka bersama-sama dengan pekerja-pekerja lain dalam perusahaan itu dan berkata: "Saudara-saudara, kamu tahu, bahwa kemakmuran kita adalah hasil perusahaan ini! 26 Sekarang kamu sendiri melihat dan mendengar, bagaimana Paulus, bukan saja di Efesus, tetapi juga hampir di seluruh Asia telah membujuk dan menyesatkan banyak orang dengan mengatakan, bahwa apa yang dibuat oleh tangan manusia bukanlah dewa. 27 Dengan jalan demikian bukan saja perusahaan kita berada dalam bahaya untuk dihina orang, tetapi juga kuil Artemis, dewi besar itu, berada dalam bahaya akan kehilangan artinya. Dan Artemis sendiri, Artemis yang disembah oleh seluruh Asia dan seluruh dunia yang beradab, akan kehilangan kebesarannya." 28 Mendengar itu meluaplah amarah mereka, lalu mereka berteriak-teriak, katanya: "Besarlah Artemis dewi orang Efesus!" 29 Seluruh kota menjadi kacau dan mereka ramai-ramai membanjiri gedung kesenian serta menyeret Gayus dan Aristarkhus, keduanya orang Makedonia dan teman seperjalanan Paulus. 30 Paulus mau pergi ke tengah-tengah rakyat itu, tetapi murid-muridnya tidak mengizinkannya. 31 Bahkan beberapa pembesar yang berasal dari Asia yang bersahabat dengan Paulus, mengirim peringatan kepadanya, supaya ia jangan masuk ke gedung kesenian itu. 32 Sementara itu orang yang berkumpul di dalam gedung itu berteriak-teriak; yang seorang mengatakan ini dan yang lain mengatakan itu, sebab kumpulan itu kacau-balau dan kebanyakan dari mereka tidak tahu untuk apa mereka berkumpul. 33 Lalu seorang bernama Aleksander didorong ke depan oleh orang-orang Yahudi. Ia mendapat keterangan dari orang banyak tentang apa yang terjadi. Segera ia memberi isyarat dengan tangannya dan mau memberi penjelasan sebagai pembelaan di depan rakyat itu. 34 Tetapi ketika mereka tahu, bahwa ia adalah orang Yahudi, berteriaklah mereka bersama-sama kira-kira dua jam lamanya: "Besarlah Artemis dewi orang Efesus!" 35 Akan tetapi panitera kota menenangkan orang banyak itu dan berkata: "Hai orang Efesus! Siapakah di dunia ini yang tidak tahu, bahwa kota Efesuslah yang memelihara baik kuil dewi Artemis, yang mahabesar, maupun patungnya yang turun dari langit? 36 Hal itu tidak dapat dibantah, karena itu hendaklah kamu tenang dan janganlah terburu-buru bertindak. 37 Sebab kamu telah membawa orang-orang ini ke sini, walaupun mereka tidak merampok kuil dewi kita dan tidak menghujat namanya. 38 Jadi jika Demetrius dan tukang-tukangnya ada pengaduannya terhadap seseorang, bukankah ada sidang-sidang pengadilan dan ada gubernur, jadi hendaklah kedua belah pihak mengajukan dakwaannya ke situ. 39 Dan jika ada sesuatu yang lain yang kamu kehendaki, baiklah kehendakmu itu diselesaikan dalam sidang rakyat yang sah. 40 Sebab kita berada dalam bahaya akan dituduh, bahwa kita menimbulkan huru-hara pada hari ini, karena tidak ada alasan yang dapat kita kemukakan untuk membenarkan kumpulan yang kacau-balau ini." 41 (19-40b) Dan dengan kata-kata itu ia membubarkan kumpulan rakyat itu.

Hindarilah Kemarahan
Ada ungkapan yang berbunyi: kemarahan melemahkan diri sendiri. Saat dikuasai kemarahan, manusia dapat saja kehilangan pengendalian diri, melakukan perkara-perkara yang memalukan, tidak terpuji dan sia-sia. Oleh sebab itu kita perlu menekan dan mengendalikan kemarahan. Seseorang yang dikuasai kemarahan cenderung mempengaruhi atau memprovokasi orang lain dan semuanya tergoda melakukan tindakan yang merusak. Kemarahan membuat manusia kehilangan rasionalitas atau kemampuan berpikir secara jernih. Sebaliknya menjadi emosional, bertindak tanpa berpikir panjang dan merugikan orang lain. Kemarahan bukan saja berdampak fisik-badani, solial dan ekonomi tapi juga spiritual. Orang marah dapat mengalami serangan jantung dan yang lainnya, retak hubungan dengan orang lain serta hidup tidak berkenan pada Tuhan. Karena itu kita diminta untuk
hidup dengan tertib dan santun. Berhati-hati dan rawatlah kesehatan fisik-badani dengan baik dan
mohonlah Roh untuk memnuhi batin, sehingga mengalami hidup yang bersukacita. Kita harus hidup dengan sukacita agar bukan saja berdamai dengan diri sendiri tapi juga orang lain. Rawatlah persekutuan dengan cinta kasih supaya bertumbuh hal-hal baik dan bukan keburukan. Belajarlah untuk tidak menyelesaikan persoalan saat sedang marah.

Doa: Ya Allah, tolonglah agar kami mampu menghindari kemarahan. Amin.

Senin, 13 November 2023

bahan bacaan : Bilangan 14:1-19

Pemberontakan umat Israel
Lalu segenap umat itu mengeluarkan suara nyaring dan bangsa itu menangis pada malam itu. 2 Bersungut-sungutlah semua orang Israel kepada Musa dan Harun; dan segenap umat itu berkata kepada mereka: "Ah, sekiranya kami mati di tanah Mesir, atau di padang gurun ini! 3 Mengapakah TUHAN membawa kami ke negeri ini, supaya kami tewas oleh pedang, dan isteri serta anak-anak kami menjadi tawanan? Bukankah lebih baik kami pulang ke Mesir?" 4 Dan mereka berkata seorang kepada yang lain: "Baiklah kita mengangkat seorang pemimpin, lalu pulang ke Mesir." 5 Lalu sujudlah Musa dan Harun di depan mata seluruh jemaah Israel yang berkumpul di situ. 6 Tetapi Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune, yang termasuk orang-orang yang telah mengintai negeri itu, mengoyakkan pakaiannya, 7 dan berkata kepada segenap umat Israel: "Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya. 8 Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. 9 Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka." 10 Lalu segenap umat itu mengancam hendak melontari kedua orang itu dengan batu. Tetapi tampaklah kemuliaan TUHAN di Kemah Pertemuan kepada semua orang Israel. 11 TUHAN berfirman kepada Musa: "Berapa lama lagi bangsa ini menista Aku, dan berapa lama lagi mereka tidak mau percaya kepada-Ku, sekalipun sudah ada segala tanda mujizat yang Kulakukan di tengah-tengah mereka! 12 Aku akan memukul mereka dengan penyakit sampar dan melenyapkan mereka, tetapi engkau akan Kubuat menjadi bangsa yang lebih besar dan lebih kuat dari pada mereka." 13 Lalu berkatalah Musa kepada TUHAN: "Jikalau hal itu kedengaran kepada orang Mesir, padahal Engkau telah menuntun bangsa ini dengan kekuatan-Mu dari tengah-tengah mereka, 14 mereka akan berceritera kepada penduduk negeri ini, yang telah mendengar bahwa Engkau, TUHAN, ada di tengah-tengah bangsa ini, dan bahwa Engkau, TUHAN, menampakkan diri-Mu kepada mereka dengan berhadapan muka, waktu awan-Mu berdiri di atas mereka dan waktu Engkau berjalan mendahului mereka di dalam tiang awan pada waktu siang dan di dalam tiang api pada waktu malam. 15 Jadi jikalau Engkau membunuh bangsa ini sampai habis, maka bangsa-bangsa yang mendengar kabar tentang Engkau itu nanti berkata: 16 Oleh karena TUHAN tidak berkuasa membawa bangsa ini masuk ke negeri yang dijanjikan-Nya dengan bersumpah kepada mereka, maka Ia menyembelih mereka di padang gurun. 17 Jadi sekarang, biarlah kiranya kekuatan TUHAN itu nyata kebesarannya, seperti yang Kaufirmankan: 18 TUHAN itu berpanjangan sabar dan kasih setia-Nya berlimpah-limpah, Ia mengampuni kesalahan dan pelanggaran, tetapi sekali-kali tidak membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, bahkan Ia membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat. 19 Ampunilah kiranya kesalahan bangsa ini sesuai dengan kebesaran kasih setia-Mu, seperti Engkau telah mengampuni bangsa ini mulai dari Mesir sampai ke mari."

Memberontak Terhadap Tuhan Tidak Ada Gunanya
Nas hari ini menuturkan kisah pemberontakan bangsa Israel terhadap Tuhan. Pemberintakan ini terjadi di padang gurun, yakni setelah mereka dibawa keluar dari Mesir dan belum memasuki tanah perjanjian. Menjalani hidup di padang gurun berat dan menantang serta terancam mati. Perjalanan mengaruni kesukaran belum berakhir. Mereka belum tiba di perhentian, yaitu Kanaan tanah perjanjian. Namun kesabaran dan pengharapan mereka telah berakhir lalu memberontak terhadap Tuhan. Bangsa ini memberontak terhadap Tuhan dengan cara melupakan kebaikan-Nya di masa lalu, meragukan kuasa dan rencana-Nya untuk masa depan serta hidup seturut kehendak diri sendiri. Tuhan Allah kita adalah pencipta yang berkuasa mengatur segala masa. Kita mungkin pemah atau akan mengalami masa hidup yang dapat diumpamakan dengan “padang gurun”. Masa hidup yang sulit, menekan dengan sangat dan mengikis habis daya tahan, kesabaran serta pengharapan. Barangkali ada harapan yang tidak sesuai dengan kenyataan. Jangan-jangan doa-doa kita belum terjawab atau jawabannya tidak sesuai dengan yang didoakan. Mari belajar dari pengalaman bangsa Israel dan jangan pemah memberontak terhadap Tuhan. Hitunglah kebaikan atau berkat-Nya, berharaplah pada kuasa dan rancangan-Nya serta hiduplah seturut maksud Tuhan. Jalanilah hidup dengan berserah pada-Nya, teruslah bergerak bersama kasih Tuhan.

Doa: Ya Allah jauhkanlah kami dari tindakan memberontak terhadap-Mu. Amin.

Selasa, 14 November 2023

bahan bacaan : Bilangan 16 : 8-11

8 Lalu berkatalah Musa kepada Korah: "Cobalah dengar, hai orang-orang Lewi! 9 Belum cukupkah bagimu, bahwa kamu dipisahkan oleh Allah Israel dari umat Israel dan diperbolehkan mendekat kepada-Nya, supaya kamu melakukan pekerjaan pada Kemah Suci TUHAN dan bertugas bagi umat itu untuk melayani mereka, 10 dan bahwa engkau diperbolehkan mendekat bersama-sama dengan semua saudaramu bani Lewi? Dan sekarang mau pula kamu menuntut pangkat imam lagi? 11 Sebab itu, engkau ini dengan segenap kumpulanmu, kamu bersepakat melawan TUHAN. Karena siapakah Harun, sehingga kamu bersungut-sungut kepadanya?"

Syukurilah Apa Yang Ada Padamu
Musa dipilih Tuhan untuk mengeluarkan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir dan memimpin mereka menuju tanah perjanjian. Ia harus berhadapan dan mengatasi berbagai masalah baik alam maupun manusia. Setiap orang memiliki karakter yang unik dan berbeda dengan orang lain. Tidak selalu ia didengar bangsa Israel dan karena itu kualitas kepemimpinannya diuji. Kali ini ia harus berhadapan dan mengatasi peristiwa pemberontakan Korah. Persoalan ini diatasinya dengan mengandalkan kuasa dan pertolongan Tuhan. Kisah pemberontakan Korah menyuguhkan pelajaran iman yang layak untuk disimak dan dihayati. Syukurilah apa yang ada pada kita dan tak perlu mengambil milik orang lain. Kita bukan saja harus bersyukur tapi juga cukupkan diri dengan apa yang ada. Berontak dengan tujuan mengambil milik atau hak orang lain bukanlah tindakan terpuji dan oleh sebab itu haruslah dihindari. Berilah kesempatan bagi orang lain untuk hidup dengan apa yang menjadi haknya. Syukurilah apa yang ada pada kita dan jangan mengambil apa yang menjadi hak orang lain. Layanilah Tuhan dengan segala berkat pemberianNya itu. Hindarilah pertengkaran dan permusuhan serta hiduplah dalam harmoni dengan semua orang.

Doa: Ya Allah. tolonglah agar kami mampu hidup dengan bersyukur. Amin.

Rabu, 15 November 2023

bahan bacaan : Bilangan 16: 12-18

12 Adapun Musa telah menyuruh orang untuk memanggil Datan dan Abiram, anak-anak Eliab, tetapi jawab mereka: "Kami tidak mau datang. 13 Belum cukupkah, bahwa engkau memimpin kami keluar dari suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya untuk membiarkan kami mati di padang gurun, sehingga masih juga engkau menjadikan dirimu tuan atas kami? 14 Sungguh, engkau tidak membawa kami ke negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ataupun memberikan kepada kami ladang-ladang dan kebun-kebun anggur sebagai milik pusaka. Masakan engkau dapat mengelabui mata orang-orang ini? Kami tidak mau datang." 15 Lalu sangat marahlah Musa dan ia berkata kepada TUHAN: "Janganlah perhatikan segala persembahan mereka. Belum pernah kuambil satu ekor keledaipun dari mereka, dan belum pernah kulakukan yang jahat kepada seseorangpun dari mereka." 16 Lalu berkatalah Musa kepada Korah: "Engkau ini dengan segenap kumpulanmu harus menghadap TUHAN, engkau dan mereka dan Harun, pada esok hari. 17 Baiklah kamu masing-masing membawa perbaraannya membubuh ukupan di atasnya, lalu kamu mempersembahkan masing-masing perbaraannya ke hadapan TUHAN, dua ratus lima puluh perbaraan; juga engkau ini dan Harun masing-masing harus membawa perbaraannya." 18 Maka mereka masing-masing membawa perbaraannya, membubuh api ke dalamnya, menaruh ukupan di atasnya, lalu berdirilah mereka di depan pintu Kemah Pertemuan, juga Musa dan Harun.

Kebencian Merusak Kebersamaan
Kebencian adalah salah satu sifat buruk yang harus dihindari oleh orang percaya. BUkanlah hal yang baik jika orang percaya hidup dalam kebencian. Sebab kebencian pasti berdampak buruk bagi kebersamaan. Kebersamaan bangsa Israel di bawah kepemimpinan Musa dilawan oleh Datan. Datan melawan atau memberontak terhadap Musa karena dikuasai kebencian. Perjalanan mereka menuju Kanaan terhambat atau tak mulus. Perjalanan terhenti sebab Musa harus menyelesaikan persoalan yang menggangu kebersamaan terlebih dahulu. Kebencian jualah yang mengakibatkan seseorang tak bersedia diatur pemimpin. Bukan saja itu, orang yang dipengaruhi kebencian cenderung berpikiran negatif terhadap orang lain, mencari-cari kesalahan serta menuduh atau menyalahkan tanpa alasan. Sikap dan perilaku demikian sesungguhnya merusak diri sendiri maupun persekutuan. Kita selayaknya menjalani kebersamaan dalam suasana damai, saling pengertian, mendukung dan harmoni. Hidup dalam kebersamaan membuka kemungkinan munculnya perbedaan pendapat. Namun fakta perbedaan pendapat tak perlu dijadikan alasan melangsung pemberontakan. Perbedaan pendapat adalah batu uji keutuhan kebersamaan dan oleh sebab itu perlu diselesaikan secara arif. Ingatlah bahwa individu tak mungkin hidup di luar persekutuan atau kebersamaan. Hendaklah kebersamaan dirawat dengan cara membersihkan hati tiap-tiap anggota dari hati. Mohonlah Roh mendiami hati agar hidup terpelihara dengan sempurna.

Doa: Ya Allah kiranya kami dimapukan untuk hidup tanpa rasa kebencian. Amin.

Kamis, 16 November 2023

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 21:37-40

Paulus minta izin berbicara
37 Ketika Paulus hendak dibawa masuk ke markas, ia berkata kepada kepala pasukan itu: "Bolehkah aku mengatakan sesuatu kepadamu?" Jawabnya: "Tahukah engkau bahasa Yunani? 38 Jadi engkau bukan orang Mesir itu, yang baru-baru ini menimbulkan pemberontakan dan melarikan empat ribu orang pengacau bersenjata ke padang gurun?" 39 Paulus menjawab: "Aku adalah orang Yahudi, dari Tarsus, warga dari kota yang terkenal di Kilikia; aku minta, supaya aku diperbolehkan berbicara kepada orang banyak itu." 40 Sesudah Paulus diperbolehkan oleh kepala pasukan, pergilah ia berdiri di tangga dan memberi isyarat dengan tangannya kepada rakyat itu; ketika suasana sudah tenang, mulailah ia berbicara kepada mereka dalam bahasa Ibrani, katanya:

Bijaksana Saat Berbicara
Berbicara merupakan keunggulan manusia bila dibandingkan dengan makhluk yang lain. Dampaknya besar bagi hidup, baik negatif maupun positif. Semua orang dengan sendirinya dituntut untuk dapat berbicara dengan berkualitas. Ada ungkapan yang berbunyi adalah bijak bila berpikir baru bicara bukan sebaliknya berbicara baru berpikir. Aktifitas berbicara tak dapat dipisahkan dari berpikir. Hindarilah berbicara tanpa mempertimbangkan manfaatnya dan jangan pula berbicara saat sedang marah. Mari belajar dari Paulus, ia mempertimbangkan dengan baik apa yang hendak dibicarakannya. Ia berbicara agar orang banyak tidak salah sangka terhadap dirinya. Perhatikanlah bahwa sekalipun Paulus sedang dalam penahanan pihak penguasa, namun karena alasan menjelaskan statusnya, ia meminta izin berbicara. Hendaklah pengalaman. Paulus ini kita pedomani dalam menjalani keberadaan sebagai orang percaya. Jangan takut bila benar, berbicaralah agar ada kejelasan. Pertimbangkanlah waktu dan tempat yang tepat untuk melangsungkan suatu pembicaraan.
Belajarlah untuk mempertimbangkan alasan dan tujuan sebelum berbicara. Akhirnya bicaralah bagi
kemuliaan Allah.

Doa: Ya Allah, tolonglah agar kami menjadi orang yang bijak saat berbicara. Amin.

Jumat, 17 November 2023

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 15: 1-11

Sidang di Yerusalem
Beberapa orang datang dari Yudea ke Antiokhia dan mengajarkan kepada saudara-saudara di situ: "Jikalau kamu tidak disunat menurut adat istiadat yang diwariskan oleh Musa, kamu tidak dapat diselamatkan." 2 Tetapi Paulus dan Barnabas dengan keras melawan dan membantah pendapat mereka itu. Akhirnya ditetapkan, supaya Paulus dan Barnabas serta beberapa orang lain dari jemaat itu pergi kepada rasul-rasul dan penatua-penatua di Yerusalem untuk membicarakan soal itu. 3 Mereka diantarkan oleh jemaat sampai ke luar kota, lalu mereka berjalan melalui Fenisia dan Samaria, dan di tempat-tempat itu mereka menceriterakan tentang pertobatan orang-orang yang tidak mengenal Allah. Hal itu sangat menggembirakan hati saudara-saudara di situ. 4 Setibanya di Yerusalem mereka disambut oleh jemaat dan oleh rasul-rasul dan penatua-penatua, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang Allah lakukan dengan perantaraan mereka. 5 Tetapi beberapa orang dari golongan Farisi, yang telah menjadi percaya, datang dan berkata: "Orang-orang bukan Yahudi harus disunat dan diwajibkan untuk menuruti hukum Musa." 6 Maka bersidanglah rasul-rasul dan penatua-penatua untuk membicarakan soal itu. 7 Sesudah beberapa waktu lamanya berlangsung pertukaran pikiran mengenai soal itu, berdirilah Petrus dan berkata kepada mereka: "Hai saudara-saudara, kamu tahu, bahwa telah sejak semula Allah memilih aku dari antara kamu, supaya dengan perantaraan mulutku bangsa-bangsa lain mendengar berita Injil dan menjadi percaya. 8 Dan Allah, yang mengenal hati manusia, telah menyatakan kehendak-Nya untuk menerima mereka, sebab Ia mengaruniakan Roh Kudus juga kepada mereka sama seperti kepada kita, 9 dan Ia sama sekali tidak mengadakan perbedaan antara kita dengan mereka, sesudah Ia menyucikan hati mereka oleh iman. 10 Kalau demikian, mengapa kamu mau mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk, yang tidak dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri? 11 Sebaliknya, kita percaya, bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga."

Santun Menyampaikan Pendapat
Sore itu suhu dalam rumah terasa lebih panas. Angin yang bertiup lembut dari luar tak membendung kegerahan hati orang-orang Seorang laki-laki paruh baya yang duduk di kursi roda tampak kebingungan menyaksikan keributan orang-orang disekitarnya. Seorang wanita muda yang lebih banyak memilih diam selama percakapan dalam keluarga berlangsung, tiba-tiba berdiri dan mengatakan: “saya akan merawat kakak, jika kalian semua sibuk dan sulit mengatur waktu. Tanggung jawab ini merupakan tugas kita bersama. Lain kali jika kalian tidak sibuk, mungkin kalian bisa berbagi tanggung jawab ini juga.” Selesai wanita tersebut berbicara, suasana dalam rumah itu pun menjadi tenang. Saudara-saudaranya yang lain mengangguk tanda setuju, laki-laki di kursi roda pun tak dapat menahan tangisannya. Ia terharu mendengar perkataan adik perempuannya yang terasa sangat peduli padanya. Situasi keluarga yang demikian bukan hanya dialami oleh wanita muda ini dan saudara-saudaranya, tapi mungkin juga oleh keluarga-keluarga Kristen yang lain. Perbedaan pendapat hingga pertengkaran mungkin tak terelakkan. Namun sebagai orang Kristen, kita dituntut untuk bersikap bijak dengan tuntunan Roh Kudus. Sama seperti Petrus yang menyampaikan pendapatnya dengan santun sebagai cara ia menyaksikan Tuhan yang diimaninya, demikian jugalah seharusnya dengan kita.

Doa : Tuhan, mampukanlah kami untuk santun menyampaikan pendapat. Amin.

Sabtu, 18 November 2023

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 15: 12-21

12 Maka diamlah seluruh umat itu, lalu mereka mendengarkan Paulus dan Barnabas menceriterakan segala tanda dan mujizat yang dilakukan Allah dengan perantaraan mereka di tengah-tengah bangsa-bangsa lain. 13 Setelah Paulus dan Barnabas selesai berbicara, berkatalah Yakobus: "Hai saudara-saudara, dengarkanlah aku: 14 Simon telah menceriterakan, bahwa sejak semula Allah menunjukkan rahmat-Nya kepada bangsa-bangsa lain, yaitu dengan memilih suatu umat dari antara mereka bagi nama-Nya. 15 Hal itu sesuai dengan ucapan-ucapan para nabi seperti yang tertulis: 16 Kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan, 17 supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya ini, 18 yang telah diketahui dari sejak semula. 19 Sebab itu aku berpendapat, bahwa kita tidak boleh menimbulkan kesulitan bagi mereka dari bangsa-bangsa lain yang berbalik kepada Allah, 20 tetapi kita harus menulis surat kepada mereka, supaya mereka menjauhkan diri dari makanan yang telah dicemarkan berhala-berhala, dari percabulan, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari darah. 21 Sebab sejak zaman dahulu hukum Musa diberitakan di tiap-tiap kota, dan sampai sekarang hukum itu dibacakan tiap-tiap hari Sabat di rumah-rumah ibadat."

Bijaklah dalam berbicara!
“Jika kakak yang paling tua sudah mulai berbicara, maka kami yang lain memilih diam, mendengar dan mengikuti. Hal ini kami lakukan bukan hanya karena ia yang paling tua dan kami harus mendengarkan. Namun gaya berbicaranya yang khas dan penuh kewibawaan sangat mempengaruhi kami. Karena itu, tidak ada lagi keributan jika ia yang berbicara. Ia selalu memberi solusi, namun tidak memaksakan kehendaknya”, cerita seorang lelaki muda mengenang kakaknya. Kharisma berbicara yang dimiliki oleh seseorang dan menjadikan dirinya sebagai tokoh untuk didengarkan dan diikuti terkadang dibutuhkan guna mengatasi persoalan-persoalan khusus. Hal ini juga diperlukan dalam diskusi atau musyawarah keluarga, apalagi ketika yang dibicarakan terkait dengan hal-hal yang bersifat prinsip, misalnya aturan, tradisi, nilai yang dianut, dan keyakinan keluarga. Ketokohan Petrus saat berbicara telah mempengaruhi situasi sidang di Yerusalem. Seluruh umat pun diam dan mulai mendengarkan pengajaran dari Paulus dan Barnabas. Hal yang bersifat prinsip tentang keselamatan dari Allah kepada semua bangsa tanpa membeda-bedakan disampaikan juga dengan sopan dan teratur oleh Yakobus, setelah Paulus dan Bamabas selesai berbicara. Sikap dan cara para tokoh ini menjadi teladan sikap beriman bagi kita dalam berdiskusi dan bermusyawarah. Kita harus mulai membiasakannya dalam kehidupan keluarga supaya terbentuk karakter kristiani yang santun dalam berpendapat dan menjadi tokoh yang bijak.

Doa: Tuntunlah kami dengan Roh-Mu. supaya kami bijak berbicara dan menyampaikan pendapat. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN NOVEMBER 2023, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 05 – 11 November 2023

Tema Bulanan : Berkomitmenlah Untuk Membangun Hidup Bersama yang Berkelanjutan

Tema Mingguan : Patuhilah Kewajiban selaku Warga Negara

Minggu, 05 November 2023

bahan bacaan : Roma 13:1-7

Kepatuhan kepada pemerintah
Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah. 2 Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya. 3 Sebab jika seorang berbuat baik, ia tidak usah takut kepada pemerintah, hanya jika ia berbuat jahat. Maukah kamu hidup tanpa takut terhadap pemerintah? Perbuatlah apa yang baik dan kamu akan beroleh pujian dari padanya. 4 Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat. 5 Sebab itu perlu kita menaklukkan diri, bukan saja oleh karena kemurkaan Allah, tetapi juga oleh karena suara hati kita. 6 Itulah juga sebabnya maka kamu membayar pajak. Karena mereka yang mengurus hal itu adalah pelayan-pelayan Allah. 7 Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak, cukai kepada orang yang berhak menerima cukai; rasa takut kepada orang yang berhak menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat.

Pemerintah adalah Pelayan Allah demi Kebaikan Bersama
Nas bacaan hari ini menekankan soal tanggungjawab seorang kristen dalam kehidupan bermasyarakat yakni patuh kepada pemerintah. Pemerintah yang dimaksud disini bukan mengarah kepada satu orang oknum, entah itu raja atau presiden, namun lebih luas lagi yaitu lembaga yang mengatur kehidupan berbangsa atau bernegara. Pemerintah bekerja untuk menjaga ketertiban, kedamaian dan juga kemakmuran setiap orang dalam suatu bangsa atau negara. Karena itu kita percaya bahwa pemerintah berasal dari Allah dan ditetapkan oleh Allah menjadi hambaNya untuk kebaikan hidup bersama. Karena itu kita harus takluk kepada pemerintah. Takluk berarti hormat kepada pemerintah dan patuh terhadap segala peraturan yang berlaku dalam Negara dan menjalankan kewajiban selaku warga Negara dengan baik. Takluk kepada pemerintah tidak sama dengan kepatuhan kepada Tuhan, sebab Tuhanlah yang menetapkan dan berkuasa atas semua pemerintah yang ada di dalam dunia ini. Pemerintah pun bisa keliru, karena itu tetaplah mendoakan mereka agar dapat menjalankan tanggungjawab dengan benar. Karena pemerintah adalah hamba Allah, mereka harus dihormati sebagai pelayan Allah, didoakan dan ditopang demi kebaikan bersama.

Doa: Terima kasih ya Tuhan atas pemerintah yang Engkau tetapkan untuk kebaikan kami, Amin.


Senin, 06 November 2023

bahan bacaan : Pengkhotbah 8:2-4

Kepatuhan kepada raja
2 Patuhilah perintah raja demi sumpahmu kepada Allah. 3 Janganlah tergesa-gesa pergi dari hadapannya, janganlah bertahan dalam perkara yang jahat, karena ia berbuat apa yang dikehendakinya. 4 Karena titah raja berkuasa; siapakah yang akan mengatakan kepadanya: "Apakah yang baginda buat?"


Patuhilah Perintah Raja dan Janganlah Bertahan Dalam Perkara Jahat

Hikmat diperlukan untuk membangun kehidupan bersama. Dalam kaitan dengan itu, yang terpenting dari hikmat adalah kita hidup dengan akal budi dan ketulusan hati. Kepribadian orang berhikmat akan mencerminkan tingkah laku yang baik dan jauh dari kekerasan, demikianlah pengkhotbah mengingatkan. Misalnya, berhadapan dengan raja atau penguasa yang jahat dan bertindak semena-mena, orang berhikmat harus tetap memperlihatkan kepatuhannya. Tidak tergesa-gesa untuk berkata dan bertindak, karena dia tidak tahu apa yang dapat dilakukan raja sebagai yang lebih berkuasa darinya. Kepatuhan yang ditunjukkan orang berhikmat bukan didasarkan pada ketakutan akan tindakan raja yang dapat menghukum, melainkan terutama pada janji atau sumpah untuk patuh kepada Tuhan. Bukankah Tuhan yang menetapkan raja atau penguasa sebagai hamba-Nya, karena itu harus dihormati dan dipatuhi?. Belajar dari apa yang disampaikan pengkhotbah hari ini, marilah kita menjadi orang-orang berhikmat yang tulus. Patuhilah perintah raja dan janganlah bertahan dalam perkara jahat. Bertindaklah bijaksana, jangan tergesa-gesa menghadapi penguasa. Doakanlah agar mereka tidak bertindak semena-mena, melainkan bijaksana menghadirkan kebaikan.

Doa: Ya Tuhan Allah pengasih, berilah hikmat kepada pemerintah kami. Amin.

Selasa, 07 November 2023

bahan bacaan : Pengkhotbah 8:5-8

5 Siapa yang mematuhi perintah tidak akan mengalami perkara yang mencelakakan, dan hati orang berhikmat mengetahui waktu pengadilan, 6 karena untuk segala sesuatu ada waktu pengadilan, dan kejahatan manusia menekan dirinya. 7 Sesungguhnya, ia tak mengetahui apa yang akan terjadi, karena siapakah yang akan mengatakan kepadanya bagaimana itu akan terjadi? 8 Tiada seorangpun berkuasa menahan angin dan tiada seorangpun berkuasa atas hari kematian. Tak ada istirahat dalam peperangan, dan kefasikan tidak melepaskan orang yang melakukannya.

Untuk Segala Sesuatu Ada Waktu pengadilan
Ada waktunya keadilan akan dinyatakan. Orang percaya harus meyakini hal itu. Pengkhotbah dalam nas bacaan hari ini mengingatkan yang sama, “karena untuk segala sesuatu ada waktu pengadilan”. Itu berarti atas semua tindakan manusia, berujung di waktu pengadilan. Tidak ada kejahatan yang tidak dihukum Tuhan. Penguasa atau rakyat biasa, semuanya akan menghadapi waktu pengadilan. Namun, selama masih hidup di dunia, kita tahu bahwa kejahatan akan selalu ada. Kita justru harus memerangi kejahatan dan jangan patah semangat (ay 8b), sambil menjaga diri kita sendiri tidak jatuh ke dalam perbuatan kejahatan. Ingatlah bahwa kejahatan yang dilakukan apalagi disembunyikan, akan menekan diri sendiri. Karena itu, kita sangat membutuhkan hikmat Tuhan agar bijaksana menjalani hidup. Kita terkadang menghadapi situasi sulit karena pemberlakuan suatu kebijakan yang mungkin saja keliru. Kita dipaksa mengambil keputusan walau hati berontak dengan kebijakan itu, namun tidak berdaya menghadapinya. Dalam kondisi ini, mintalah Tuhan berkuasa memberi jalan keluar dalam berkata dan bertindak. Jangan bertahan dalam hal jahat. Ingat, bahwa segala sesuatu ada waktunya. Di mana waktu pengadilan Tuhan akan berlaku bagi siapapun yang melakukan kejahatan.

Doa: Tolonglah kami Tuhan, untuk meninggalkan kejahatan dan sadar akan waktu pengadilan. Amin.

Rabu, 08 November 2023

bahan bacaan : Titus 3:1-2

Pesan-pesan penutup
Ingatkanlah mereka supaya mereka tunduk pada pemerintah dan orang-orang yang berkuasa, taat dan siap untuk melakukan setiap pekerjaan yang baik. 2 Janganlah mereka memfitnah, janganlah mereka bertengkar, hendaklah mereka selalu ramah dan bersikap lemah lembut terhadap semua orang

Taat dan Siaplah Untuk Melakukan Pekerjaan yang Baik
Keetika menuliskan suratnya kepada Titus, Paulus mengakhirinya dengan berkata, “Ingatkanlah mereka..” (ay.1). Apa yang perlu diingatkan Titus kepada orang-orang yang menerima dan membaca surat ini?. Pertama, mereka diingatkan untuk “tunduk kepada pemerintah dan orang-orang yang berkuasa”. Sebagai warga masyarakat yang hidup dalam kekuasaan pemerintahan Romawi, mereka diminta untuk tetap taat kepada pemerintah sekalipun mengalami penderitaan dan penindasan. Kedua, mereka diingatkan pula bahwa penderitaan yang dialami, janganlah menjadi alasan untuk tidak melakukan pekerjaan yang baik. Justeru itulah kesempatan untuk menunjukkan jati diri dan keberadaan mereka selaku orang Kristen, yakni senantiasa taat, tidak memfitnah; tidak bertengkar, bersikap ramah dan lemah lembut. Itu sikap yang harus ditunjukkan baik terhadap pemerintah maupun sesama warga masyarakat. Peringatan inipun berlaku bagi kita. Dalam penderitaan, Roh Kudus akan memampukan untuk setia mematuhi pemerintah dan siap melakukan pekerjaan yang baik. Jagalah relasi dengan baik antar sesama orang percaya. jangan bertengkar dan saling memfitnah. Itu sikap yang tepat dalam membangun hidup. Dengan berlaku demikian sesungguhnya kita telah menjadi cermin untuk orang lain melihat Kristus didalamnya.

Doa: Tuhan, Mampukanlah kami untuk taat dan siap melakukan pekerjaan yang baik. Amin.

Kamis, 09 November 2023

bahan bacaan : 2 Samuel 16:1-4

Daud bertemu dengan Ziba
Ketika Daud baru saja melewati puncak, datanglah Ziba, hamba Mefiboset, mendapatkan dia membawa sepasang keledai yang berpelana, dengan muatan dua ratus ketul roti, seratus buah kue kismis, seratus buah-buahan musim panas dan sebuyung anggur. 2 Lalu bertanyalah raja kepada Ziba: "Apakah maksudmu dengan semuanya ini?" Jawab Ziba: "Keledai-keledai ini bagi keluarga raja untuk ditunggangi; roti dan buah-buahan ini bagi orang-orangmu untuk dimakan; dan anggur ini untuk diminum di padang gurun oleh orang-orang yang sudah lelah." 3 Kemudian bertanyalah raja: "Di manakah anak tuanmu?" Jawab Ziba kepada raja: "Ia ada di Yerusalem, sebab katanya: Pada hari ini kaum Israel akan mengembalikan kepadaku kerajaan ayahku." 4 Lalu berkatalah raja kepada Ziba: "Kalau begitu, kepunyaanmulah segala kepunyaan Mefiboset." Kata Ziba: "Aku tunduk! Biarlah kiranya aku tetap mendapat kasih di matamu, ya tuanku raja."

Dalam Kesusahan, Pertolongan Tuhan Nyata
Ada saja hal yang tak dapat kita pahami dalam hidup. Kita dapat mengalami stress dan depresi yang hebat, dan bagaikan tidak ada harapan, kehilangan daya serta terpuruk. Daud raja Israel pernah pula mengalami pencobaan yang hebat. Ia melarikan diri dari Absalom anaknya yang telah menobatkan dirinya sendiri untuk menjadi raja. Peristiwa ini dapat disebut abnormal, seorang anak mengkudeta atau menggulingkan ayah sendiri dari tampuk kekuasaan. Daud menanggapi kenyataan ini dengan cara melarikan diri. Melarikan diri karena menghindari kontak fisik atau kekerasan dengan anak sendiri. Ia kehilangan kekuasaan sebagai raja dan melarikan diri tapi tetap mengalami kasih Tuhan. Pertolongan Tuhan dialaminya pada saat yang tepat. Tuhan memakai orang dan cara yang dikehendaki-Nya untuk menolong mereka yang berada dalam kesusahan. Pertemuan Daud dengan Ziba terjadi karena kehendak Tuhan. Tuhan memakai Ziba, hamba Mefiboset, anak Yonatan, cucu Saul menyatakan pertolongan-Nya bagi Daud. Ziba membawa keledai, roti, kue kismis, buah-buahan dan anggur. Semuanya dibutuhkan Daud dalam pelariannya. Kita tahu bahwa hidup tak selamanya mudah, namun harus belajar untuk tidak tinggal diam melainkan berlindung pada Tuhan. Mungkin saja kita akan mengalami kelemahan pada saat-saat tertentu, tetapi ingatlah bahwa pertolongan Tuhan pasti membuat hidup bergerak ke arah yang lebih baik daripada keadaan sebelumnya.

Doa: ya Allah berikanlah pertolongan-Mu saat kami mengalami kesusahan. Amin.

Jumat, 10 November 2023

bahan bacaan : 1 Petrus 2:13-15

13 Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi, 14 maupun kepada wali-wali yang diutusnya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan menghormati orang-orang yang berbuat baik. 15 Sebab inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang yang bodoh.

Nyatakanlah kehendak Allah dalam hidupmu
Hidup sebagai orang Kristen hendaknya dijalani dengan cara terus-menerus belajar memahami dan melaksanakan kehendak Allah. Nas hari ini menegaskan bahwa Allah menghendaki kita untuk hidup dengan menunjukan rasa hormat kepada mereka yang dipercayakan menjadi pemimpin. Selain itu Allah juga menghendaki kita berbuat baik sebagai cara mengatasi kepicikan orang-orang yang bodoh. Teks ini mengingatkan ulang akan adanya berbagai kenyataan yang yang dapat dialami dalam hidup. Dua di antara sekian banyak kenyataan hidup itu adalah adanya pemerintah dan lembaga pemerintahan serta kepicikan. Kita bersanding dengan dua kenyataan yakni pemerintah dan kepicikan orang bodoh. Keduanya tak mungkin disankali atau dihindari tapi disikapi sebagai orang
beriman. Sikap iman kita terhadap pemerintah dan lembaga pemerintahan adalah tunduk, maksudnya
menghormati. Selain itu Allah agar kita berbuat baik untuk mengatasi kepicikan orag bodoh. Tunduk atau menghormati dan berbuat baik kita lakukan karena Allah bukan karena siapa-siapa serta apa-apa. Bila kita menjalani keberadaan dari hari ke hari dengan sikap menghormati dan berbuat baik, maka kehendak Allah menjadi nyata dalam hidup. Hendaklah kita terus menyatakan kehendak Allah dengan cara menghormati dan berbuat baik kepada semua orang, kapan dan di mana saja.

Doa: Ya Allah. mampukanlah kami untuk menyatakan kehendak-Mu dalam hidup ini. Amin.

Sabtu, 11 November 2023

bahan bacaan : Ibrani 13:17

17 Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.

Hidup Dalam Ketaatan Dan Rasa Hormat
Dua hal penting yang dipesankan nas ini adalah taat dan tunduk. Keduanya bukan saja berkaitan dengan perilaku tapi juga sikap, cara berpikir dan penghayatan iman. Perilaku seseorang dipengaruhi oleh banyak hal yang ada dalam dirinya. Setiap orang terpanggil untuk menata keberadaannya secara baik agar layak hidup sebagai manusia. Kebaikan dimulai atau terlahir dalam diri seseorang baru terwujud di luar. Oleh sebab itu kita diminta untuk terus membenahi diri sendiri agar berarti bagi orang lain. Orang lain haruslah dipahami, diterima dan diperlakukan sebagai pribadi yang berarti bagi diri kita. Karena itu penulis surat Ibrani berpesan agar kita taat dan tunduk kepada pemimpin. Pemimpin baik dalam keluarga, gereja maupun masyarakat adalah mereka yang pada dasarnya baik. Sebab pemimpin pasti peduli dan bertanggug jawab kepada mereka yang dipimpinnya. Perilaku taat dan tunduk atau menghormati pemimpin sesungguhnya berarti jamak. Taat dan tunduk bukan saja merupakan ekspresi etik dan moral tapi juga iman. Orang beriman adalah mereka yang beretika dan bermoral. Kita kembali diingatkan bahwa perilaku yang baik adalah buah dari kualitas iman seseorang. Semua orang beriman diharapkan membangun relasi yang berdamai sejahtera dengan semua orang terutama para pemimpin. Perilaku taat dan tunduk kepada pemimpin perlu diwujudkan. Sebab dengan begitu para pemimpin akan melakukan tugas mereka dengan gembira bukan keluh kesah.

doa : Ya Allah mampukan kami untuk hidup dengan cara taat dan tunduk, amin

*SUMBER : SHK BULAN NOVEMBER 2023, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 29 Okt – 04 Nov 2023

Tema Bulanan : Memberitakan Injil dan Menatalayani Gereja

Tema Mingguan : Berani Menyatakan Kebenaran

Minggu, 29 Oktober 2023

bahan bacaan : Galatia 4 : 12-20

Ingatlah akan hubungan kita yang semula
12 Aku minta kepadamu, saudara-saudara, jadilah sama seperti aku, sebab akupun telah menjadi sama seperti kamu. Belum pernah kualami sesuatu yang tidak baik dari padamu. 13 Kamu tahu, bahwa aku pertama kali telah memberitakan Injil kepadamu oleh karena aku sakit pada tubuhku. 14 Sungguhpun demikian keadaan tubuhku itu, yang merupakan pencobaan bagi kamu, namun kamu tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang hina dan yang menjijikkan, tetapi kamu telah menyambut aku, sama seperti menyambut seorang malaikat Allah, malahan sama seperti menyambut Kristus Yesus sendiri. 15 Betapa bahagianya kamu pada waktu itu! Dan sekarang, di manakah bahagiamu itu? Karena aku dapat bersaksi tentang kamu, bahwa jika mungkin, kamu telah mencungkil matamu dan memberikannya kepadaku. 16 Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu? 17 Mereka dengan giat berusaha untuk menarik kamu, tetapi tidak dengan tulus hati, karena mereka mau mengucilkan kamu, supaya kamu dengan giat mengikuti mereka. 18 Memang baik kalau orang dengan giat berusaha menarik orang lain dalam perkara-perkara yang baik, asal pada setiap waktu dan bukan hanya bila aku ada di antaramu. 19 Hai anak-anakku, karena kamu aku menderita sakit bersalin lagi, sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam kamu. 20 Betapa rinduku untuk berada di antara kamu pada saat ini dan dapat berbicara dengan suara yang lain, karena aku telah habis akal menghadapi kamu.

Kebenaran Haruslah Dengan Berani Dinyatakan

Kondisi Jemaat Galatia tidak baik-baik saja sehingga Paulus mendatangi mereka
Paulus dan mengingatkan mereka kembali kepada Injil Kristus yang menyelamatkan menegaskan bahwa oleh Tuhan, mereka telah menjadi pengikut Kristus yang setia. Sebab itu, sekalipun ada rupa-rupa kesesatan yang mewarnai perjalanan hidup umat dengan berbagai tawaran yang menyenangkan, mereka diingatkan untuk tetap waspada, Berhikmat dan mampu menjaga kekudusan hidup. Jangan mudah diperdayai. Paulus mengharapkan umat tetap menerima setlap hal yang disampaikannya sebagai kebenaran, agar mereka mawas diri berhadapan dengan tantangan ke depan. Saudaraku, menyampaikan kebenaran terkadang tidak selalu disambut baik. Ada kalanya kebenaran yang disampaikan justru menjadi pemicu kehancuran dalam kehidupan bersama dan relasi yang terbangun. Benar bahwa setiap kebenaran yang disampaikan memiliki konsekuensi baik positif maupun negative. Namun sebagai pelaku kebenaran di dalam Kristus, hendaknya kita tidak ragu dan gentar untuk menyatakan kebenaran dalam hidup. Jangan takut dengan ancaman kekuatan dunia ini. Beranilah nyatakan kebenaran, Ya diatas Ya!, tidak diatas tidak! Hanya orang-orang seperti inilah yang memiliki karakter hidup yang bertanggung jawab dan layak diperhitungkan.

Doa: Kami hendak menyatakan Kebenaran dalam hidup kami Tuhan. Amin.

Senin, 30 Oktober 2023

bahan bacaan : Efesus 6 : 19-20

19 juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil, 20 yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara.

Kebenaran Tidak Pernah Salah
Masih segar diingatan kita kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat yang dilakukan oleh atasannva Inspektur Jenderal Ferdi Sambo. Jika tidak ada pengakuan dari Bharada Richard Eliezer maka kematian Yosua tidak dapat terungkap. Eliezer diperhadapkan dengan kondisi yang menyudutkannya, tatkala dihimpit ketakutan kepada Sambo tetapi juga dituntut oleh keluarga Yosua agar mengatakan kebenaran. Beruntung Eliezer mengambil langkah tepat dengan menyatakan kebenaran. Pada akhinya sidang memutuskan Sambo bersalah dan dijatuhi hukuman yang pantas. Eliezer pun demikian, ia harus menjalani hukuman sesuai perbuatannya. Sikap Eliezer di atas mewakili sikap yang harus dimiliki oleh umat di Efesus sesuai seruan Rasul Paulus. Menyatakan kebenaran adalah sikap yang harus dimiliki setiap orang percaya. Baik atau tidak baik waktu dan kondisinya menyatakan kebenaran itu sebuah keharusan. Ketika menyatakan kebenaran kita harus siap untuk tidak disukai, siap dimusuhi, siap dicibir dan dihina. Memulai mengajarkan untuk menyampaikan kebenaran dari dalam keluarga adalah dasar yang sangat baik untuk membentuk manusia-manusia yang jujur dan bertanggung jawab. Anak-anak diajarkan untuk selalu mengatakan yang benar, untuk berlaku benar agar kelak mereka bertumbuh menjadi pribadi yang baik. Sebab dengan kejujuran, kualitas diri seseorang akan terasah.

Doa: Roh Kudus. pimpinlah kami untuk menyatakan kebenaran. Amin.

Selasa, 31 Oktober 2023

bahan bacaan : Yeremia 20:7-9

Keluh kesah Yeremia akibat tekanan jabatannya
7 Engkau telah membujuk aku, ya TUHAN, dan aku telah membiarkan diriku dibujuk; Engkau terlalu kuat bagiku dan Engkau menundukkan aku. Aku telah menjadi tertawaan sepanjang hari, semuanya mereka mengolok-olokkan aku. 8 Sebab setiap kali aku berbicara, terpaksa aku berteriak, terpaksa berseru: "Kelaliman! Aniaya!" Sebab firman TUHAN telah menjadi cela dan cemooh bagiku, sepanjang hari. 9 Tetapi apabila aku berpikir: "Aku tidak mau mengingat Dia dan tidak mau mengucapkan firman lagi demi nama-Nya", maka dalam hatiku ada sesuatu yang seperti api yang menyala-nyala, terkurung dalam tulang-tulangku; aku berlelah-lelah untuk menahannya, tetapi aku tidak sanggup.

Jadilah Baik dan Benar
Yeremia berhadapan dengan kondisi yang sulit ketika ia bernubuat. Pada ayat sebelumnya pada pasal 20 ini dijelaskan bahwa Yeremia dipukul dan dipasung oleh Pasyhur, seorang Imam yang menjabat sebagai kepala di rumah Tuhan. Pada akhirnya, Yeremia berkeluh kepada Tuhan. Keluhan Yeremia ini didasarkan pada kondisi yang tidak menyenangkan ketika ia menyatakan kebenaran. Yeremia terbuka kepada Tuhan bahwa ia sudah ada pada titik ketidakberdayaan dan ini sangat manusiawi. Pengalaman buruk yang dialami oleh Yeremia pun dialami oleh kita ketika kita melakukan sesuatu yang benar. Kita sering “disandera” oleh perbuatan baik dan tindakan benar yang kita lakukan. Ada kalimat-kalimat motivasi yang selalu mengingatkan kita tentang berlakukan kebenaran dan kebaikan walaupun balasannya pahit. Sebab rasa pahit itu hanya diberikan dari manusia, tetapi dari Tuhan akan berbuah manis. Pengingat ini hendaknya menguatkan kita untuk tetap menjadi orang-orang baik dan tetap berlaku benar dalam kehidupan. Tidak membalas kejahatan dengan kejahatan melainkan membalas dengan kebaikan. Tidak menyesali perbuatan baik yang sudah dilakukan. Semoga keluarga dan persekutuan jemaat menjadi sarana untuk menyatakan kebaikan dan kebenaran bagi sesama.

Doa: Arahkan langkah kami Tuhan, agar tetap di jalan yang benar dan tetap berlakukan kebaikan. Amin.

Rabu, 01 November 2023

bahan bacaan : Markus 6 : 14-29

Yohanes Pembaptis dibunuh
14 Raja Herodes juga mendengar tentang Yesus, sebab nama-Nya sudah terkenal dan orang mengatakan: "Yohanes Pembaptis sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam Dia." 15 Yang lain mengatakan: "Dia itu Elia!" Yang lain lagi mengatakan: "Dia itu seorang nabi sama seperti nabi-nabi yang dahulu." 16 Waktu Herodes mendengar hal itu, ia berkata: "Bukan, dia itu Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya, dan yang bangkit lagi." 17 Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri. 18 Karena Yohanes pernah menegor Herodes: "Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!" 19 Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat, 20 sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia. 21 Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada hari ulang tahunnya mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarny perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea. 22 Pada waktu itu anak perempuan Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya. Raja berkata kepada gadis itu: "Minta dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!", 23 lalu bersumpah kepadanya: "Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun setengah dari kerajaanku!" 24 Anak itu pergi dan menanyakan ibunya: "Apa yang harus kuminta?" Jawabnya: "Kepala Yohanes Pembaptis!" 25 Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta: "Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!" 26 Lalu sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya. 27 Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara. 28 Ia membawa kepala itu di sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya. 29 Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu mereka datang dan mengambil mayatnya, lalu membaringkannya dalam kuburan.

Nyatakanlah Kebenaran Walaupun Dibenci

Herodes kagum akan apa yang diajarkan Yohanes, tetapi ia tidak bisa menerima ketika Yohanes mengkritik apa yang dilakukannya. Kritikan itu berkaitan dengan sebuah kebenaran bahwa Herodes telah bertindak keliru dengan mengambil Herodias isteri saudaranya menjadi isterinya sendiri. Herodes yang marah memenjarakan Yohanes. Herodias pun menaruh benci dan dendam pada Yohanes. Pada moment Herodes mengadakan perjamuan untuk para pembesar di Galilea, anak Herodias menari dan ia sangat disukai oleh Herodes. Apapun yang diminta oleh anak Herodias, akan dipenuhi oleh Herodes. Kesempatan ini dipakai oleh Herodias untuk menyalurkan kebencian dan dendamnya kepada Yohanes. Dimintanya kepala Yohanes sebagai hadiah yang harus dipenuhi Herodes bagi anaknya. Kisah ini memberikan dua pembelajaran berharga bagi kita memasuki kehidupan di bulan yang baru. Pertama, hati-hati dengan kebiasaan menaruh benci dan dendam, karena dapat berakibat fatal di dalam kehidupan kita. Maka janganlah biarkan diri kita dikuasai oleh amarah dan dendam karena akan merugikan diri kita sendiri dan orang lain. Kedua, milikilah keberanian untuk mengkritik atau menyatakan hal yang benar. Memang, menyatakan hal yang benar tidaklah mudah, tetapi ini panggilan dan tanggungjawab beriman selaku anak-anak Tuhan. Marilah singkirkan benci dan dendam, jadilah orang baik yang berkata dan berlaku benar.

Doa: Ya Bapa. singkirkanlah kemarahan dan kebencian dalam hati dan mampukanlah kami untuk menyatakan kebenaran. Amin.

Kamis, 02 November 2023

bahan bacaan : 1 Yohanes 2:28-29

Anak-anak Allah
28 Maka sekarang, anak-anakku, tinggallah di dalam Kristus, supaya apabila Ia menyatakan diri-Nya, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya. 29 Jikalau kamu tahu, bahwa Ia adalah benar, kamu harus tahu juga, bahwa setiap orang, yang berbuat kebenaran, lahir dari pada-Nya.

Setiap Orang Yang Berbuat Kebenaran Lahir Daripada-Nya
Kita bersyukur karena diberikan hak istimewa menjadi anak-anak Allah melalui Yesus Kristus. Wujud nyata dari rasa syukur kita menjadi anak-anak Allah adalah dengan menghidupi cara hidup anak-anak Allah. Karena itu, pikirkanlah perbuatan baik dan benar yang ingin kita lakukan sebagai anak-anak Allah. Memang, kemampuan untuk melakukan yang benar berasal dari Allah. Kemampuan itu diberikan Allah kepada kita semua, tetapi tidak semua orang mau hidup dalam kebenaran dan berani untuk menyatakan yang benar. Namun nas bacaan hari ini mengingatkan, kalau kita tahu bahwa Allah itu benar, kita juga harus tahu bahwa setiap orang yang berbuat kebenaran, lahir daripada-Nya. Hal itu berarti, setiap orang yang beriman kepada Kristus harus konsisten melakukan kebenaran. Itu panggilan selaku anak-anak Allah. Menjalani hidup sebagai anak-anak Allah yang setia melakukan kebenaran, mungkin saja membawa kita dalam banyak penderitaan, mengalami penolakan dan dianggap sebagai orang-orang sok suci karena tidak turut melakukan kejahatan dan sebagainya. Namun, tetaplah berlaku sebagai anak-anak Allah. Dengan cara hidup seperti itu, kita beroleh keberanian percaya kepada Kristus dan tidak malu pada hari kedatangan Tuhan.

Doa: Ya Allah, mampukanlah kami selaku anak-anak-Mu untuk melakukan kebenaran. Amin

Jumat, 03 November 2023

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 26:24-32

Ajakan kepada Agripa untuk percaya
24 Sementara Paulus mengemukakan semuanya itu untuk mempertanggungjawabkan pekerjaannya, berkatalah Festus dengan suara keras: "Engkau gila, Paulus! Ilmumu yang banyak itu membuat engkau gila." 25 Tetapi Paulus menjawab: "Aku tidak gila, Festus yang mulia! Aku mengatakan kebenaran dengan pikiran yang sehat! 26 Raja juga tahu tentang segala perkara ini, sebab itu aku berani berbicara terus terang kepadanya. Aku yakin, bahwa tidak ada sesuatupun dari semuanya ini yang belum didengarnya, karena perkara ini tidak terjadi di tempat yang terpencil. 27 Percayakah engkau, raja Agripa, kepada para nabi? Aku tahu, bahwa engkau percaya kepada mereka." 28 Jawab Agripa: "Hampir-hampir saja kauyakinkan aku menjadi orang Kristen!" 29 Kata Paulus: "Aku mau berdoa kepada Allah, supaya segera atau lama-kelamaan bukan hanya engkau saja, tetapi semua orang lain yang hadir di sini dan yang mendengarkan perkataanku menjadi sama seperti aku, kecuali belenggu-belenggu ini." 30 Lalu bangkitlah raja dan wali negeri serta Bernike dan semua orang yang duduk bersama-sama mereka. 31 Sementara mereka keluar, mereka berkata seorang kepada yang lain: "Orang itu tidak melakukan sesuatu yang setimpal dengan hukuman mati atau hukuman penjara." 32 Kata Agripa kepada Festus: "Orang itu sebenarnya sudah dapat dibebaskan sekiranya ia tidak naik banding kepada Kaisar."

Nyatakan Kebenaran Dengan Pikiran Yang Sehat
Menyatakan kebenaran kadangkala tidak diterima oleh semua Pengalaman itu yang dialami oleh Rasul Paulus ketika ia menyatakan kebenaran tentang segala pekerjaan pelayanannya untuk memberitakan tentang salib Kristus di hadapan raja Agripa. Ia bersaksi tentang kebenaran Injil dan seluruh kabar tentang Kristus dinyatakan Paulus dengan pikiran yang sehat. Tetapi kesaksian ini justeru membuat Paulus dianggap sebagai orang gila. Merespons hal itu, Paulus menegaskan bahwa apa yang disampaikannya sebagai kebenaran, diungkapkannya dengan pikiran yang sehat, ia tidak menghayal atau menyampaikan berita bohong, karena ada juga saksi kebangkitan Kristus yang lain. Kalau memang raja meragukan apa yang Paulus sampaikan, saksi-saksi yang lain itu dapat ditemui untuk diminta memberikan kesaksian tentang pengalaman menyaksikan kebangkitan Kristus. Kebenaran Paulus dalam bersaksi mengingatkan kita bahwa dalam menyampaikan kebenaran Injil Kristus, haruslah berdasarkan akal sehat disertai bukti yang benar. Bukan sebuah hayalan, rekayasa atau kebohongan. Itulah yang diharapkan Tuhan dari kita selaku saksi-saksi-Nya. Marilah kita menjadi saksi-saksi yang menyatakan kebenaran Injil Kristus dengan pikiran yang sehat tanpa kebohongan atau rekayasa.

Doa: Tuhan, tolonglah kami menyatakan kebenaran dengan pikiran yang sehat. Amin.

Sabtu, 04 November 2023

bahan bacaan : Galatia 2:1-5

Paulus diakui oleh para rasul
Kemudian setelah lewat empat belas tahun, aku pergi pula ke Yerusalem dengan Barnabas dan Tituspun kubawa juga. 2 Aku pergi berdasarkan suatu penyataan. Dan kepada mereka kubentangkan Injil yang kuberitakan di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi--dalam percakapan tersendiri kepada mereka yang terpandang--,supaya jangan dengan percuma aku berusaha atau telah berusaha. 3 Tetapi kendatipun Titus, yang bersama-sama dengan aku, adalah seorang Yunani, namun ia tidak dipaksa untuk menyunatkan dirinya. 4 Memang ada desakan dari saudara-saudara palsu yang menyusup masuk, yaitu mereka yang menyelundup ke dalam untuk menghadang kebebasan kita yang kita miliki di dalam Kristus Yesus, supaya dengan jalan itu mereka dapat memperhambakan kita. 5 Tetapi sesaatpun kami tidak mau mundur dan tunduk kepada mereka, agar kebenaran Injil dapat tinggal tetap pada kamu.


Nyatakanlah kebenaran: Allah Tidak Memandang Muka
Paulus ketika melakukan tanggung jawab pemberitaan Injil di jemaat Galatia menghadapi banyak masalah. Salah satu diantaranya adalah banyaknya saudara-saudara palsu, yakni orang-orang yang menyelundup ke dalam jemaat dan mempengaruhi jemaat untuk mengikuti pandangan mereka yang tidak mau Injil diberitakan kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi. Namun, masalah itu tidak membuat Paulus patah semangat untuk terus memberitakan Injil. Ia justru bersaksi bahwa Allah sesungguhnya tidak memandang muka. Latar belakang seseorang seperti status sosial, suku bangsa, sunat atau tidak sunat, dan hal lainnya tidak menjadi penghambat untuk orang mengenal Allah dan beriman kepada-Nya. Kebenaran inilah yang terus disaksikan di tengah beragamnya orang yang mendengarkan pengajaran Paulus. Keberanian untuk menyatakan kebenaran Injil, harus pula kita miliki. Kebenaran Injil yang diberitakan penting dalam membangun iman, karena semua orang dari bangsa manapun dikasihi Allah. Orang terpandang atau rakyat biasa, semuanya sama di hadapan-Nya. Allah tidak memandang muka dan Anugerah-Nya sama kepada setiap orang yang mendengarkan ajaran-Nya. Beritakanlah hal ini dengan berani!.

Doa: Ya Tuhan, sesungguhnya Engkau Allah pengasih yang tidak memandang muka. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN OKT-NOV 2023, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 22 – 28 Oktober 2023

Tema Bulanan : Memberitakan Injil dan Menatalayani Gereja

Tema Mingguan : Menatalayani Karunia Tuhan

Minggu, 22 Oktober 2023

bahan bacaan : 1 Korintus 12:1-11

Rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh
Sekarang tentang karunia-karunia Roh. Aku mau, saudara-saudara, supaya kamu mengetahui kebenarannya. 2 Kamu tahu, bahwa pada waktu kamu masih belum mengenal Allah, kamu tanpa berpikir ditarik kepada berhala-berhala yang bisu. 3 Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: "Terkutuklah Yesus!" dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: "Yesus adalah Tuhan", selain oleh Roh Kudus. 4 Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. 5 Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan. 6 Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang. 7 Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama. 8 Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan. 9 Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan. 10 Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu. 11 Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.

Gunakanlah Karunia Untuk Saling Melayani
Sejak awal penciptaan, Tuhan menciptakan segala yang ada di bumi ini berbeda. Ada berbagai macam jenis hewan, beranekaragam tumbuhan, berupa-rupa warna kulit dan wajah manusia serta jenis kelamin yang berbeda, dan banyak hal lain yang berbeda. Semuanya menunjukkan bahwa perbedaan adalah anugerah dari Tuhan yang satu. Begitu juga dengan karunia-karunia yang ada pada manusia, yang mana masing-masing orang memiliki karunia yang berbeda-beda; ada yang mendapat karunia berkata-kata dengan hikmat, ada juga yang dianugerahkan karunia berkata-kata dengan pengetahuan. Ada karunia iman, karunia menyembuhkan, karunia mengadakan mujizat, karunia bernubuat, dan lain sebagainya. Tuhan yang satu, melalui RohNYA memberikan kepada setiap orang karunia yang berbeda-beda agar setiap orang dapat berperan dalam sesuai karunia yang sudah dianugerahkan kepadanya. Tujuannya supaya tidak ada yang memonopoli peran dalam menolong sesama manusia. Semua orang dapat saling membantu melaksanakan perannya sesuai kapasitas karunia yang sudah dianugerahkan oleh Tuhan yang satu kepada masing-masing orang. Jadi, yang terpenting adalah saling membantu dan menopang dalam melakukan berbagai tugas dan pelayanan terhadap semua orang.

Doa: Tuhan, tolonglah kami untuk menggunakan karunia yang ada ini sebaik-baiknya. Amin.

Senin, 23 Oktober 2023

bahan bacaan : 1 Korintus 14 : 1-12

Sekali lagi tentang karunia Roh
Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat. 2 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia. 3 Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur. 4 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat. 5 Aku suka, supaya kamu semua berkata-kata dengan bahasa roh, tetapi lebih dari pada itu, supaya kamu bernubuat. Sebab orang yang bernubuat lebih berharga dari pada orang yang berkata-kata dengan bahasa roh, kecuali kalau orang itu juga menafsirkannya, sehingga Jemaat dapat dibangun. 6 Jadi, saudara-saudara, jika aku datang kepadamu dan berkata-kata dengan bahasa roh, apakah gunanya itu bagimu, jika aku tidak menyampaikan kepadamu penyataan Allah atau pengetahuan atau nubuat atau pengajaran? 7 Sama halnya dengan alat-alat yang tidak berjiwa, tetapi yang berbunyi, seperti seruling dan kecapi--bagaimanakah orang dapat mengetahui lagu apakah yang dimainkan seruling atau kecapi, kalau keduanya tidak mengeluarkan bunyi yang berbeda? 8 Atau, jika nafiri tidak mengeluarkan bunyi yang terang, siapakah yang menyiapkan diri untuk berperang? 9 Demikianlah juga kamu yang berkata-kata dengan bahasa roh: jika kamu tidak mempergunakan kata-kata yang jelas, bagaimanakah orang dapat mengerti apa yang kamu katakan? Kata-katamu sia-sia saja kamu ucapkan di udara! 10 Ada banyak--entah berapa banyak--macam bahasa di dunia; sekalipun demikian tidak ada satupun di antaranya yang mempunyai bunyi yang tidak berarti. 11 Tetapi jika aku tidak mengetahui arti bahasa itu, aku menjadi orang asing bagi dia yang mempergunakannya dan dia orang asing bagiku. 12 Demikian pula dengan kamu: Kamu memang berusaha untuk memperoleh karunia-karunia Roh, tetapi lebih dari pada itu hendaklah kamu berusaha mempergunakannya untuk membangun Jemaat.

Gunakanlah Bahasa yang Bisa Dimengerti dan Membangun

Setiap kata atau kalimat yang keluar dari mulut kita sejatinya harus membuat orang yang mendengarnya mengerti atau memahaminya secara jelas. Tujuannya agar pesan dari kata atau kalimat tersebut tidak saja terdengar namun juga dapat dilakukan. Sebab apa gunanya kita berbicara mengeluarkan kata dan kalimat jika yang disampaikan tersebut tidak dimengerti dan dipahami?. Apalagi jika perkataan yang dikeluarkan tidaklah membangun melainkan menjatuhkan atau melecehkan. Tentu tidak ada gunanya. Inilah yang mau ditegaskan oleh rasul Paulus ketika ia berbicara tentang karunia atau bahasa Roh. Paulus membedakan antara karunia Roh dan nubuat. Bedanya yaitu, tujuan berbicara dengan bahasa Roh yaitu kepada Allah, sehinggga hanya Allah yang mengerti bahasaNYA. Orang yang berbicara dengan bahasa Roh hanya membangun dirinya. Sedangkan orang yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia dengan tujuan menasehati, membangun, dan menghibur. Dalam hal ini, orang yang bernubuat membangun jemaat. Apa gunanya berkata-kata dengan bahasa Roh jika orang lain tidak mengerti dan memahaminya, tentu tidak akan membuat orang yang mendengarnya dapat membangun kehidupanya. Karena itu, pesan Paulus kepada jemaat Korintus, dan juga kepada kita adalah dalam hidup ini lebih baik menggunakan bahasa yang baik, dapat dimengerti dan membangun kehidupan jemaat dan sesama.

Doa: Mampukanlah kami untuk menggunakan bahasa yang dapat membangun. Amin.

Selasa, 24 Oktober 2023

bahan bacaan : 1 Korintus 16:1-4

Bantuan untuk Jemaat di Yerusalem
Tentang pengumpulan uang bagi orang-orang kudus, hendaklah kamu berbuat sesuai dengan petunjuk-petunjuk yang kuberikan kepada Jemaat-jemaat di Galatia. 2 Pada hari pertama dari tiap-tiap minggu hendaklah kamu masing-masing--sesuai dengan apa yang kamu peroleh--menyisihkan sesuatu dan menyimpannya di rumah, supaya jangan pengumpulan itu baru diadakan, kalau aku datang. 3 Sesudah aku tiba, aku akan mengutus orang-orang, yang kamu anggap layak, dengan surat ke Yerusalem untuk menyampaikan pemberianmu. 4 Kalau ternyata penting, bahwa aku juga pergi, maka mereka akan pergi bersama-sama dengan aku.

Menyisihkan Dan Mengumpulkan Bagi Pelayanan
Banyak cara yang dapat digunakan oleh kita untuk membangun kehidupan sesama, khususnya kehidupan jemaat. Ada yang dapat dilakukan melalui cara berdoa, atau langsung terlibat dalam pekerjaan-pekerjaan nyata bersama. Rasul Paulus, melalui firman Tuhan ini memberikan salah satu metode yang tepat untuk membangun jemaat Kristen di Yerusalem. Kepada orang-orang Kristen di Korintus, Rasul Paulus meminta agar pada hari pertama, setiap Minggu, orang-orang Kristen dapat menyisihkan sesuatu dan menyimpannya di rumah untuk pada saatnya nanti dikumpulkan dan dibawakan ke Yerusalem bagi pembangunan jemaat Kristen di Yerusalem. Hal ini dimaksudkan agar
sebagai keluarga Allah, orang-orang Kristen dimanapun dapat berpartisipasi secara langsung atau pun tidak langsung dalam membangun kehidupan jemaat. Ajakan rasul Paulus ini untuk
menyadarkan orang-orang Kristen di Korintus dan kita pada masa ini untuk selalu memiliki rasa kepekaan dan kepedulian dalam membangun kehidupan sesama. Hal itu dapat diwujudkan melalui cara menyisihkan dan mengumpulkan apa yang ada pada kita untuk menopang pekerjaan pelayanan. Berkat yang disisihkan dan dikumpulkan, kiranya dikelola dengan baik demi kepentingan membangun jemaat Semoga ajakan rasul Paulus ini menjadi hal yang terus diingat untuk kita lakukan.

Doa: Mampukanlah kami untuk menyisihkan dan mengumpulkan bagi pelayanan. Amin.

Rabu, 25 Oktober 2023

bahan bacaan : Efesus 4:9-16

9 Bukankah "Ia telah naik" berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah? 10 Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu. 11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, 12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, 13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, 14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, 15 tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. 16 Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, --yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota--menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.

Kearifan Menatalayani Karunia Tuhan

Kelola hasil alam atau panen hasil adalah moment yang dinanti-nantikan setiap orang pada suatu jemaat atau tempat. Sebab dengan moment itu semua orang dapat menikmati Berkat yang Tuhan sediakan melalui alam ini untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup. Menatalayani Karunia Tuhan merupakan Tema Mingguan yang mengarahkan pandangan kita untuk bersyukur atas Nikmat yang Tuhan sediakan lewat alam semesta ini. Rasul Paulus menegaskan dalam bacaan hari ini tentang kecakapan mengelolah Berkat yang Tuhan berikan. Berkat tidak terbatas hanya pada hasil-hasil alam yang dapat dinikmati, bagi Paulus Berkat berkaitan juga dengan bakat, kompetensi dan karunia seseorang mengelolah tugas dan tanggung jawab yang diberikan. Oleh karenanya, mengingatkan Jemaat di Efesus untuk bertanggung jawab atas karunia yang Tuhan berikan. Walaupun banyak karunia dan berbeda-beda, namun harus dapat dikerjakan dengan penuh tertanggung jawab dan saling melengkapi. Dengan demikian, kita diingatkan untuk mengelola dan menatalayani Karunia Tuhan itu dengan pemahaman setiap tugas memiliki keunikan, dan keunikan-keunikan itu harusnya dapat saling memperkaya untuk sebuah pertumbuhan yang lebih baik.

Doa: kami mau mengelola Karunia yang Tuhan beri dengan arif. Amin.

Kamis, 26 Oktober 2023

bahan bacaan : Keluaran 18 : 24-27

24 Musa mendengarkan perkataan mertuanya itu dan dilakukannyalah segala yang dikatakannya. 25 Dari seluruh orang Israel Musa memilih orang-orang cakap dan mengangkat mereka menjadi kepala atas bangsa itu, menjadi pemimpin seribu orang, pemimpin seratus orang, pemimpin lima puluh orang dan pemimpin sepuluh orang. 26 Mereka ini mengadili di antara bangsa itu sewaktu-waktu; perkara-perkara yang sukar dihadapkan mereka kepada Musa, tetapi perkara-perkara yang kecil diadili mereka sendiri. 27 Kemudian Musa membiarkan mertuanya itu pergi dan ia pulang ke negerinya.

Jagalah Kepercayaan itu!
Nasihat yang diberikan Yitro kepada Musa adalah solusi terhadap tugas yang dijalankan Musa tatkala memimpin Bangsa Israel. Sebab, dilhatnya Yitro bahwa Musa menanggung semua hal sendirian dan itu sungguh melelahkan. Oleh sebab itu, Yitro menyarankan untuk memilih orang-orang yang cakap, dapat dipercaya, Takut akan Tuhan, benci kepada pengejaran suap untuk membantu Musa menyelesaikan perkara-perkara umat. Orang-orang inilah yang akan menyelesaikan perkara-perkara kecil dan Musa berfokus kepada perkara-perkara besar. Musa mengikuti apa yang disarankan mertuanya. Dari kisah Musa diatas, ada pesan penting bagi kita. Pertama, Nasihat orang tua haruslah kita dengar dan patuhi. Sebab setiap nasihat dan ajaran orang tua terkandung nilai-nilai
kebaikan yang dapat menolong kita. Sebagai anak, belajarlah menjadi taat dan patuh kepada orang tua. Kedua, mempercayakan seseorang untuk menjadi pemimpin atau mengerjakan sesuatu adalah Karunia dan kesempatan untuk melayani sesama. Ketika kita dipercaya untuk menjadi pemimpin baik pemimpin rumah tangga, pemimpin organisasi, pemimpin masyarakat maka hendaknya kita melakukannya dengan Takut kepada Tuhan, Jujur, Tulus dan bertanggung jawab.

Jumat, 27 Oktober 2023

bahan bacaan : 1 Timotius 4:11-16

11 Beritakanlah dan ajarkanlah semuanya itu. 12 Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu. 13 Sementara itu, sampai aku datang bertekunlah dalam membaca Kitab-kitab Suci, dalam membangun dan dalam mengajar. 14 Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua. 15 Perhatikanlah semuanya itu, hiduplah di dalamnya supaya kemajuanmu nyata kepada semua orang. 16 Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.

Jangan Lalai Pergunakan Karuniamu
Kepada kita semua orang percaya, Roh Kudus yang tinggal dalam diri kita berkehendak
tugas, pekerjaan dan pelayanan kita sebagai saksi-saksi Kristus dalam memenangkan jiwa-jiwa bagi Kerajaan Sorga. Ada berbagai macam karunia yang diberikan oleh Roh Kudus yang harus dipergunakan dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan jemaat, untuk membangun iman mereka kepada Tuhan. Namun banyak di antara kita yang telah menerima karunia-karunia Roh tersebut, tetapi lalai untuk menggunakannya karena berbagai alasan dan sebab. Akibatnya karunia-karunia tersebut menjadi seperti tidak berguna atau tidak dapat dinikmati oleh jemaat Tuhan secara keseluruhan. Padahal, untuk memperoleh karunia-karunia Roh tersebut tidak mudah dan merupakan anugerah dari Tuhan. Sebuah karunia rohani lebih dari sebuah bakat alami yang dimiliki oleh seseorang kita dapat mengalami pertumbuhan, pembinaan dan pendewasaan sebagai jemaat Tuhan. Temukanlah karunia rohani yang diberikan oleh Roh Kudus kepada Anda. Jangan biarkan karunia itu tertidur sehingga tidak berfaedah bagi jemaat Tuhan. Ada tujuan dan maksud Allah dengannya. Jangan lalai dalam menggunakannya, agar jangan karunia itu diambil kembali oleh Allah.

Doa: Tuhan, tolonglah kami agar tidak lalai menggunakan karunia Roh-Mu. Amin.

Sabtu, 28 Oktober 2023

bahan bacaan : 2 Korintus 8:1-7

Pelayanan kasih
Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia. 2 Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan. 3 Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka. 4 Dengan kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus. 5 Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami. 6 Sebab itu kami mendesak kepada Titus, supaya ia mengunjungi kamu dan menyelesaikan pelayanan kasih itu sebagaimana ia telah memulainya. 7 Maka sekarang, sama seperti kamu kaya dalam segala sesuatu, --dalam iman, dalam perkataan, dalam pengetahuan, dalam kesungguhan untuk membantu, dan dalam kasihmu terhadap kami--demikianlah juga hendaknya kamu kaya dalam pelayanan kasih ini.

Melayani, Berbagi, Bersukacita
“Melayani-melayani lebih Sungguh, Tuhan lebih dulu Melayani kepadamu, Melayani-melayani lebih sungguh”. Pujian ini sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Pujian yang sungguh memberikan penguatan kepada kita untuk mengerjakan pelayanan dengan sungguh-sungguh. Paulus memberikan amanat kepada Titus untuk berkunjung ke Korintus dan mengajarkan umat tentang hidup saling melayani. Walaupun ada dalam penderitaan dan pergumulan hidup yang berat, mereka harus tetap hidup saling melayani dan berbagi. Jemaat melakukan seperti yang dinasehatkan, berbagi dari kelemahan dan kekurangan mereka. Inilah kekayaan yang sesungguhnya. Seringkali dalam pergumulan hidup ketika diperhadapkan dengan kesulitan dan kesakitan, kita cenderung untuk sulit melayani dan berbagi. Pikiran kita dipenuhi dengan persungutan, kemarahan serta penyesalan. Kita berulang kali mengecam keadaan. Benar, bahwa kemanusiaan kita lemah dan membuat kita terbatas sehingga tidak dapat mengelola energi negatif. Oleh karenanya, belajar dari Firman Tuhan hari ini, kita diberikan kesempatan untuk menjadi pribadi yang berhikmat mengelola persoalan hidup dan tidak membiarkan persolan itu membatasi Kemuliaan Tuhan berkarya dalam hidup kita. Belajarlah untuk tetap melayani dalam himpitan hidup, berbagi dalam kesulitan, bersukacita di tengah penderitaan. Sebab hanya dengan demikian, kita akan mengalami Kuasa dan Kemurahan Tuhan di dalam hidup kita.

Doa: Ya Tuhan. karuniakanlah Sukacita melayani dalam hidup kami di tengah-tengah berbagai kondisi. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN OKTOBER 2023, LPJ – GPM

Santapan Harian Keluarga, 15 – 21 Oktober 2023

Tema Bulanan : Memberitakan Injil dan Menatalayani Gereja

Tema Mingguan : Janganlah Kuatir akan Hidupmu

Minggu, 15 Oktober 2023

bahan bacaan : Matius 6 : 25-34

Hal kekuatiran
25 "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? 26 Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? 27 Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? 28 Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, 29 namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. 30 Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? 31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? 32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. 33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. 34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

Janganlah Kuatir Akan Hidupmu
Kita bersyukur atas kasih dan anugerah Tuhan dalam kehidupan yang dijalani setiap kasih dan rahmat-Nya selalu baru setiap pagi. Memang diakui sebagai manusia yang terbatas, terkadang ketika berhadapan dengan berbagai tantangan ataupun persoalan dalam hidup dan membuat kita kuatir. Sebagai orang tua kita kuatir terhadap masa depan anak-anak ketika melihat situasi dan kondisi dunia saat ini, Sebagai anak-anak yang sementara berjuang mencari-cari pekerjaan dan belum mendapatkannya, juga membuat mereka kuatir akan masa depan. Kita semua pasti mengalami kekuatiran dalam hidup. Menarik bahwa di hari ini, Tuhan Yesus menasehati kita sebagai orang percaya untuk jangan kuatir. Untuk itu, Tuhan Yesus menunjuk kepada burung-burung di langit yang tidak menabur dan menuai serta tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapa di sorga. Bunga bakung yang tumbuh tanpa bekerja dan memintal, namun keindahannya tidak disamai oleh Salomo dalam kemegahannya. Dari sini kita belajar bahwa hidup kita yang mengatur dan menentukan adalah Bapa di sorga. Untuk itu sebagai orang percaya kita harus selalu berharap kepadaNya sebagai sumber hidup dan berkat. Kita mesti mencari Allah dengan kerajaan dan kebenaran-Nya, maka kita selalu menikmati berkat jasmani maupun rohani dalam sukacita abadi.
Doa: Tuhan mampukan kami agar tidak kuatir namun tetap yakin akan tuntunan tangan kasihMu, Amin.

Senin, 16 Oktober 2023

bahan bacaan : Mazmur 37:1-11

Kebahagiaan orang fasik semu
Dari Daud. Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang; 2 sebab mereka segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau. 3 Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, 4 dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. 5 Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; 6 Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang. 7 Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya. 8 Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan. 9 Sebab orang-orang yang berbuat jahat akan dilenyapkan, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN akan mewarisi negeri. 10 Karena sedikit waktu lagi, maka lenyaplah orang fasik; jika engkau memperhatikan tempatnya, maka ia sudah tidak ada lagi. 11 Tetapi orang-orang yang rendah hati akan mewarisi negeri dan bergembira karena kesejahteraan yang berlimpah-limpah.

Jangan Iri Dengan Keberhasilan Orang Fasik
Orang fasik dalam kesaksian pemazmur adalah orang-orang yang jahat, sombong dan angkuh serta tidak mengakui akan kemahakuasaan Tuhan. Mereka menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keuntungan secara material. Kehidupan mereka seakan berhasil dan sukses dengan menikmati segala hasil perbuatan kejahatan mereka. Pemazmur menasehati kita sebagai keluarga Allah untuk tidak ini atau sakit hati dan marah kepada orang-orang seperti itu. Jikalau bersikap seperti itu seakan-akan kita juga tergoda dan tergiur atas kesenangan hidup yang mereka nikmati. Dipicu oleh rasa kuatir dengan kondisi kita yang membandingkannya dengan orang fasik ini, maka nasehat pemazmur penting untuk mengingatkan kita agar tidak mudah terpengaruh dan mengikuti jejak atau jalan mereka. Sebab pemazmur tegaskan bahwa keberhasilan mereka tidak berlangsung lama atau bertahan selamanya. Ada waktu dimana mereka akan lenyap. Kita sebagai orang-orang percaya harus mewujudkan sikap kerendahan hati dan selalu bersyukur, sebab berkat Tuhan akan selalu disediakan jika kita mengerjakan setiap usaha dan kerja dengan baik dan benar. Itulah sebabnya mari berserah dan bergantung kepada Allah dalam Kristus sebagai sumber hidup dan berkat dalam kehidupan kita samua.
Doa: Tuhan tuntun kami dengan agar tidak mudah tergada dengan keberhasilan orang fasik. Amin.

Selasa, 17 Oktober 2023

bahan bacaan : Mazmur 55 : 21-24

20 (55-21) Orang itu mengacungkan tangannya kepada mereka yang hidup damai dengan dia, janjinya dilanggarnya; 21 (55-22) mulutnya lebih licin dari mentega, tetapi ia berniat menyerang; perkataannya lebih lembut dari minyak, tetapi semuanya adalah pedang terhunus. 22 (55-23) Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah. 23 (55-24) Tetapi Engkau, ya Allah, akan menjerumuskan mereka ke lubang sumur yang dalam; orang penumpah darah dan penipu tidak akan mencapai setengah umurnya. Tetapi aku ini percaya kepada-Mu.

Jangan Kuatir, Tuhan Tetap Memelihara kita
Manusia, pada dirinya selalu memiliki rasa kuatir. Hal itu karena manusia bukanlah makhluk sempurna, melainkan makhluk ciptaan Tuhan yang terbatas dan memiliki kekurangan. Adapun maksud Allah menciptakan manusia sebagai makhluk yang tidak sempurna, meskipun diciptakan serupa/segambar dengan Allah, yaitu supaya manusia sadar bahwa hidupnya harus bergantung pada Allah sebagai Pencipta. Hal ini berarti, dalam menjalani kehidupan yang Tuhan telah anugerahkan ini, manusia tidak perlu takut, bahkan jangan kuatir terhadap apapun; Jangan kuatir besok mau makan apa, jangan kuatir terhadap siapapun yang mengancam hidup kita, jangan kuatir terhadap musuh yang menyerang kita. Firman Tuhan dalam Mazmur 55:21-24 dengan jelas memberi penegasan bahwa apapun tantangan dan permasalahan hidup yang membuat manusia kuatir akan hidup ini, serahkanlah kuatirmu kepada Tuhan (lihat ayat 23). Untuk apa menyerahkan segala kekuatiran hidup ini pada Tuhan? Tujuannya yaitu untuk Tuhan memelihara kita. Tuhan akan membiarkan kita teguh berdiri, bahkan kaki kita tidak akan goyah. Pesan firman Tuhan ini kepada kita adalah serahkanlah segala kekuatiran kita kepada Tuhan sebab sebagai Pencipta, Tuhan itu penuh kasih setia dan tidak akan membiarkan ciptaanNYA binasa bahkan menyelamatkan hidup kita.
Doa: Ya Tuhan, tolonglah kami agar dalam kekuatiran hidup, kami berserah kepada Tuhan. Amin.

Rabu, 18 Oktober 2023

bahan bacaan : Lukas 10:38-42

Maria dan Marta
38 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya. 39 Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, 40 sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku." 41 Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, 42 tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."


Pilihlah Hal Yang Terbaik
Dalam hidup ini ada dua hal yang selalu dikejar oleh manusia, yakni jasmani dan rohani. Kenyatannya banyak orang dalam hidup ini lebih condong menyukai dan mengejar hal yang bersifat jasmani ketimbang rohani. Begitu juga dengan dua perempuan yang disebutkan dalam teks bacaan ini, dua perempuan tersebut adalah Maria dan Marta. Disebutkan Maria lebih menyukai hal-hal yang bersifat rohani, seperti duduk dekat kaki Tuhan dan mendengar perkataan Tuhan. Sebaliknya, Marta sibuk melayani Yesus dengan hal-hal yang bersifat jasmani, seperti soal makan dan minum. Bagi Yesus orang-orang yang condong menyukai hal jasmani menunjukkan pada dirinya ada rasa kekuatiran akan hidup. Makanya, Yesus mengetahui bahwa Marta sibuk dengan hal jasmani, Yesus menyebut pada diri Marta ada rasa kuatir akan hidup, dan itu berarti sama saja dengan menyusahkan diri dengan banyak perkara. Sebaliknya, hal penting dan terbaik telah dilakukan oleh Maria, yaitu sibuk dengan perkara rohani, yakni mendengar perkataan Tuhan Yesus. Jadi, pesan penting dari Firman Tuhan ini kepada kita adalah pilihlah hal yang terbaik dalam hidup ini. mendengarkan perkataan Tuhan dan melakukannya dalam hidup setiap hari. Mengejar kebutuhan jasmani penting juga dalam hidup, tetapi jangan karena hal itu kita mengabaikan persekutuan dengan Tuhan sumber hidup.
Doa: Mampukanlah kami Tuhan, supaya dapat memilih yang terbaik yakni mendengarkan perkataan-Mu. Amin.

Kamis, 19 Oktober 2023

bahan bacaan : Mazmur 78 : 17 – 31

17 Tetapi mereka terus berbuat dosa terhadap Dia, dengan memberontak terhadap Yang Mahatinggi di padang kering. 18 Mereka mencobai Allah dalam hati mereka dengan meminta makanan menuruti nafsu mereka. 19 Mereka berkata terhadap Allah: "Sanggupkah Allah menyajikan hidangan di padang gurun? 20 Memang, Ia memukul gunung batu, sehingga terpancar air dan membanjir sungai-sungai; tetapi sanggupkah Ia memberikan roti juga, atau menyediakan daging bagi umat-Nya?" 21 Sebab itu, ketika mendengar hal itu, TUHAN gemas, api menyala menimpa Yakub, bahkan murka bergejolak menimpa Israel, 22 sebab mereka tidak percaya kepada Allah, dan tidak yakin akan keselamatan dari pada-Nya. 23 Maka Ia memerintahkan awan-awan dari atas, membuka pintu-pintu langit, 24 menurunkan kepada mereka hujan manna untuk dimakan, dan memberikan kepada mereka gandum dari langit; 25 setiap orang telah makan roti malaikat, Ia mengirimkan perbekalan kepada mereka berlimpah-limpah. 26 Ia telah menghembuskan angin timur di langit dan menggiring angin selatan dengan kekuatan-Nya; 27 Ia menurunkan kepada mereka hujan daging seperti debu banyaknya, dan hujan burung-burung bersayap seperti pasir laut; 28 Ia menjatuhkannya ke tengah perkemahan mereka, sekeliling tempat kediaman itu. 29 Mereka makan dan menjadi sangat kenyang; Ia memberikan kepada mereka apa yang mereka inginkan. 30 Mereka belum merasa puas, sedang makanan masih ada di mulut mereka; 31 maka bangkitlah murka Allah terhadap mereka: Ia membunuh gembong-gembong mereka, dan menewaskan teruna-teruna Israel.

Jangan Pernah Meragukan Tuhan Dalam Hidupmu
Setiap orang punya sejarah perjalanan hidup, dan di sepanjang sejarah hidup itu ada pengalaman yang baik dan juga buruk, ada hal positif tapi juga negatif. Sejarah perjalanan hidup memang penting, sebab dari situ kita banyak belajar tentang kehidupan yang pernah dijalani oleh kita untuk selanjutnya menjalani hidup ke masa depan. Dalam hal ini, sejarah perjalanan hidup merupakan pengalaman yang membantu kita untuk tidak ragu menjalani hidup di masa depan. Sama seperti yang diungkapkan oleh Asaf melalui nyanyian pengajarannya. Asaf mengungkapkan sejarah perjalanan bangsa lsrael keluar dari Mesir dengan tujuan agar di masa kini dan ke depannya umat Israel mengetahui tentang kesetiaan Tuhan yang menyediakan segala hal bagi kehidupan mereka meskipun selalu berbuat dosa dan memberontak kepada Tuhan. Air, roti (manna), dan lainnya disediakan dan diberikan kepada Israel walaupun mereka tidak percaya kepada Tuhan, namun tetap saja Tuhan menunjukkan kasih setiaNYA kepada Israel dan menyelamatkan mereka. Hal ini juga memberi pesan kepada kita untuk belajar dari sejarah hidup bahwa Tuhan selalu dengan setia menyetai dan memberkati hidup kita meskipun dosa dan ketidak-setiaan kepada Tuhan selalu kita lakukan. Atas dasar itu, tetaplah yakin pada Tuhan dan jangan pernah meragukan Tuhan dalam hidup ini jika ingin selalu menikmati keselamatan yang dari Tuhan.

Doa: Buatlah kami tetap yakin kepadaMU ya Tuhan Tuhanlah yang Memelihara kita

Jumat, 20 Oktober 2023

bahan bacaan : 1 Petrus 5 : 7

7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

Tuhan yang Memelihara Kita

Manusia dalam hidup ini selalu merasakan kuatir. Kuatir itu normal dan bisa dialami oleh siapa saja. Namun, setiap orang memiliki kekuatiran yang berbeda-beda. Orang kaya itu pasti kuatir mengenai masa depan kekayaannya, dan sebaliknya juga orang miskin kuatir dengan masa depan dari kemiskinannya. Kata kuatir sendiri memiliki arti takut atau gelisah dan cermas terhadap sesuatu hal yang belum diketahui dengan pasti. Jadi, kuatir itu berkaitan dengan bagaimana seseorang memikirkan masalah atau mengenai sesuatu hal yang tidak menyenangkan yang menurutnya akan terjadi sehingga membuat orang tersebut merasa takut dan tidak bahagia. Sering untuk mengantisipasi hal yang dikuatirkan tersebut orang lalu mengupayakan berbagai cara termasuk cara-cara yang keliru. Orang sering merencanakan bahkan bertindak di luar Tuhan hanya untuk mengantisipasi apa yang dikuatirkan olehnya. Firman Tuhan ini menghendaki kita untuk menyerahkan segala hal yang menjadi kekuatiran kita kepada Tuhan. Sebab Tuhanlah yang memelihara kita. la telah memelihara kita hari ini, sehingga ke depannya Tuhan pun akan tetap memelihara. Jangan melakukan apapun di luar kehendak Tuhan untuk menolong kita mengatasi hal yang dikuatirkan oleh kita sendiri. Serahkanlah kekuatiranmu kepada Tuhan.

Doa: Tuhan, tolonglah kami mengatasi hal yang mermbuat kuatir dalam hidup ini. Amin.

Sabtu, 21 Oktober 2023

bahan bacaan : Yesaya 41:8-10

Israel hamba TUHAN
8 Tetapi engkau, hai Israel, hamba-Ku, hai Yakub, yang telah Kupilih, keturunan Abraham, yang Kukasihi; 9 engkau yang telah Kuambil dari ujung-ujung bumi dan yang telah Kupanggil dari penjuru-penjurunya, Aku berkata kepadamu: "Engkau hamba-Ku, Aku telah memilih engkau dan tidak menolak engkau"; 10 janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.

Tuhan Menyertai dan Menalang Umat PilihanNya
Dalam hidup setiap orang pasti memiliki rasa takut dan bimbang untuk melangkah dan melakukan apapun. Orang takut melangkah sebab tidak tahu situasi dan kondisi di setiap perjalanan hidupnya. Orang bimbang karena takut salah dalam melakukan apapun. Itulah yang terjadi pada Yakub ketika Tuhan memilih dan memanggilnya menjadi hamba Tuhan, umat pilihanNYA. Ketakutan dan kebimbangan meliputi Yakub, sebab ia tidak tahu bagaimana harus melangkah dan menjalani hidup sebagai umat pilihanNYA. Yakub juga tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Nabi Yesaya mengatakan, atas ketakutan dan kebimbangan tersebut Tuhan berfirman: “jangan takut sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang sebab Aku ini adalah Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kananKu yang membawa kemenangan” (ay.10). Perkataan Tuhan sungguh menguatkan hati dan meneguhkan iman di saat-saat kebimbangan. Melalui firman Tuhan ini selaku umat pilihan Tuhan, Yakub dan kita diyakinkan bahwa ketakutan dan kebimbangan mungkin masih akan kita alami. Tetapi keyakinan bahwa Tuhan ada akan sangat menguatkan. Ada Tuhan yang selalu menyertai, menolong, meneguhkan, dan memegang kita dalam menjalani hidup dan melakukan segala sesuatu yang sesuai dengan kehendak Tuhan.

Doa Tuhan, sertai dan tolonglah kami dalam melangkah dan melakukan segala hal. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN OKTOBER 2023, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 08 – 14 Oktober 2023

Tema Bulanan : Memberitakan Injil dan Menatalayani Gereja

Tema Mingguan : Bersaksilah tentang Kristus

Minggu, 08 Oktober 2023

bahan bacaan : Yohanes 3 : 22-36

Kesaksian Yohanes tentang Yesus
22 Sesudah itu Yesus pergi dengan murid-murid-Nya ke tanah Yudea dan Ia diam di sana bersama-sama mereka dan membaptis. 23 Akan tetapi Yohanespun membaptis juga di Ainon, dekat Salim, sebab di situ banyak air, dan orang-orang datang ke situ untuk dibaptis, 24 sebab pada waktu itu Yohanes belum dimasukkan ke dalam penjara. 25 Maka timbullah perselisihan di antara murid-murid Yohanes dengan seorang Yahudi tentang penyucian. 26 Lalu mereka datang kepada Yohanes dan berkata kepadanya: "Rabi, orang yang bersama dengan engkau di seberang sungai Yordan dan yang tentang Dia engkau telah memberi kesaksian, Dia membaptis juga dan semua orang pergi kepada-Nya." 27 Jawab Yohanes: "Tidak ada seorangpun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga. 28 Kamu sendiri dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah berkata: Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya. 29 Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh. 30 Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil. 31 Siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi. Siapa yang datang dari sorga adalah di atas semuanya. 32 Ia memberi kesaksian tentang apa yang dilihat-Nya dan yang didengar-Nya, tetapi tak seorangpun yang menerima kesaksian-Nya itu. 33 Siapa yang menerima kesaksian-Nya itu, ia mengaku, bahwa Allah adalah benar. 34 Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas. 35 Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya. 36 Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya."

Bersaksi tentang Kristus

Banyak orang cenderung ingin memperoleh pujian, mendapatkan posisi yang utama (pertama), menjadi yang terbesar atau menjadi berkuasa; baik dalam pekerjaan, karier, pendidikan, usaha, cinta bahkan dalam pelayanan gereja. Akibatnya sering terjadi konflik dan perpecahan. Hal ini pun dijelaskan oleh Penulis Injil Yohanes tentang adanya perselisihan antara murid dari Yohanes Pembaptis dan pengikut Yesus tentang baptisan yang dianggap berbeda dengan baptisan yang dilakukan oleh guru mereka (ay.26). Selain itu, Yesus semakin dikenal dan disukai banyak orang sehingga mereka memberi diri untuk dibaptis. Akibatnya, para murid menjadi marah karena guru mereka mulai kehilangan pengaruhnya atau mendapat tempat kedua. namun ketika Yohanes Pembaptis mengetahui hal tersebut, ia mengatakan bahwa dirinya hanya sebagai orang yang mempersiapkan kedatangan Mesias. Yesus adalah Mesias Anak Allah, karena itu percayalah kepada Yesus (ay34-36). Yohanes telah memberikan teladan bagi kita tentang kerendahan hati. Tuhan Yesus harus menjadi pusat dari pemberitaan dan kesaksian, bukan diri kita. Percayakanlah hidup kita sepenuhnya kepada Yesus, Sumber Kehidupan.

doa : Tuhan tuntunlah kami agar memiliki kerendahan hati dalam menyaksikan Nama-Mu, amin.

Senin, 09 Oktober 2023

bahan bacaan : Roma 5 : 5-8

5 Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. 6 Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah. 7 Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar--tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati--. 8 Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

Pengharapan kepada Tuhan Yesus sebagai Juruselamat
Karya penyelamatan Allah dalam Kristus bagi kita sebagai orang percaya adalah merupakan anugerah yang besar dan ajaib, sebab tanpa anugerah itu, kita tetap hidup dalam dosa dan akibatnya adalah penghukuman kekal kepada kebinasaan. Paulus tegaskan hal tersebut kepada jemaat di Roma dan bagi kita sebagai keluarga Allah, bahwa hanya oleh dan didalam karya pengorbanan Tuhan Yesus maka setiap orang yang mengaku dan percaya akan diselamatkan. Pengakuan iman akan terwujud melalui seluruh kehidupan orang percaya pun kita sekeluarga yang tetap teguh dalam pengharapan kepada Kristus sebagai Juruselamat. Sekalipun kita menghadapi berbagai tantangan iman serta bergumul dengan kuasa dosa dan kedagingan. Namun kita yakin dan percaya, kita akan menjadi pemenang karena pengharapan kita hanya kepada Allah didalam Kristus. Nasehat ini penting bagi kita agar tidak perlu ragu dan kecewa atas berbagai persoalan dan tantangan hidup yang menjadi salib dalam kehidupan pribadi maupun keluarga. Dari pengalaman dan kenyataan hidup dalam cinta kasih Allah yang menyelamatkan, akan menjadi sarana bagi kita untuk bersaksi tentang Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat bagi semua orang yang belum percaya kepadaNya.

Doa: Roh Kudus menuntun orang percaya untuk menuruti perintah Tuhan. Amin.

Selasa, 10 Oktober 2023

bahan bacaan : Roma 5 : 9-11

9 Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah. 10 Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya! 11 Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu.

Bermegah didalam Kasih Kristus yang Menyelamatkan
Rasul Paulus tegaskan kepada jemaat di Roma, bahwa oleh karya penebusan Tuhan Yesus yang menderita dengan darahNya yang tercurah di kayu salib telah mendamaikan kita dengan Allah. Ketika manusia pertama Adam dan Hawa, jatuh dalam dosa, maka manusia kehilangan kemuliaan Allah dan menjadi seteru Allah. Namun cinta kasih Allah yang besar, membuat Allah tidak menginginkan manusia binasa karena penghukuman dosa dan maut. Allah datang sebagai manusia didalam Tuhan Yesus Kristus yang mengorbankan diri-Nya menjadi pendamaian antara Allah dengan manusia. Itulah sebabnya manusia yang tadinya menjadi seteru Allah, telah didamaikan dan
dibenarkan didalam cinta kasih Tuhan Yesus Kristus. Hal inilah yang memberikan sukacita abadi dan membuat setiap orang percaya termasuk kita sekeluarga untuk tetap dan selalu bermegah dalam cinta kasih Tuhan Yesus Kristus. Biasanya orang akan bermegah karena hal-hal secara lahiriah atau material semata, seperti mempunyai uang yang banyak, harta yang melimpah, mempunyai jabatan, kedudukan atau kuasa. Hal seperti itu sangatlah manusiawi, namun semuanya itu hanya sementara dan tidak kekal serta tidak memberikan jaminan keselamatan. Paulus tegaskan bahwa hanya didalam cinta kasih Tuhan Yesus Kristus, maka setiap orang percaya pun kita sekeluarga akan menikmati dan mendapatkan keselamatan kekal. Kenyataan ini menjadi berita sukacita bagi semua dan hendaknya kita saksikan kepada orang lain pula melalui kata dan perbuatan tiap hari.


Doa: Terima kasih ya Yesus untuk kasih dan anugerah-Mu yang menyelamatkan kami. Amin.

Rabu, 11 Oktober 2023

bahan bacaan : Ibrani 3 : 1-6

Yesus lebih tinggi dari Musa
Sebab itu, hai saudara-saudara yang kudus, yang mendapat bagian dalam panggilan sorgawi, pandanglah kepada Rasul dan Imam Besar yang kita akui, yaitu Yesus, 2 yang setia kepada Dia yang telah menetapkan-Nya, sebagaimana Musapun setia dalam segenap rumah-Nya. 3 Sebab Ia dipandang layak mendapat kemuliaan lebih besar dari pada Musa, sama seperti ahli bangunan lebih dihormati dari pada rumah yang dibangunnya. 4 Sebab setiap rumah dibangun oleh seorang ahli bangunan, tetapi ahli bangunan segala sesuatu ialah Allah. 5 Dan Musa memang setia dalam segenap rumah Allah sebagai pelayan untuk memberi kesaksian tentang apa yang akan diberitakan kemudian, 6 tetapi Kristus setia sebagai Anak yang mengepalai rumah-Nya; dan rumah-Nya ialah kita, jika kita sampai kepada akhirnya teguh berpegang pada kepercayaan dan pengharapan yang kita megahkan.

Bersaksi Tentang Tuhan Yesus Melalui Seluruh Kehidupan Kita
Betapa bahagianya kita sebagai orang percaya menjadi bagian dari satu persekutuan yang dikepalai oleh Tuhan Rasul Imam Besar. adalah perantara orang percaya yang telah dibenarkan untuk menerima anugerah keselamatan. Tentu bukanlah hal mudah dan gampang, dimana kita tetap setia dan taat dalam menjaga pengharapan agar tetap teguh kepada Tuhan Yesus. Berbagai tantangan iman, godaan dan tawaran dari dunia dan kekuatannya akan terus menantang dan menggoda pengharapan kita kepada Tuhan Yesus. Namun apapun situasi dan kondisinya, kita tetap bersyukur bahwa semua itu menjadi bagian untuk menguji kesetiaan dan ketaatan kepada Tuhan Yesus. Kita akan gagal dan sia-sia ketika kekuatan dan kemampuan sebagai manusia yang kita andalkan. Kita mesti tunduk dan takluk kepada tuntunan Tuhan melalui kuasa roh-Nya, agar semua yang dilakukan bukanlah kehendak kita, melainkan kehendak Tuhan. Pekerjaan, usaha maupun pengabdian, pelayanan serta pendidikan anak-anak menjadi media untuk melakukan perintah dan kehendakNya sebagai wujud pengharapan kita menuju keselamatan kekal. Semua aktivitas itupun menjadi hal penting untuk kita bersaksi tentang Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat bagi dunia dan semua orang yang belum percaya. Dengan demikian semua itu kita lakukan dengan penuh kerendahan hati dan sukacita demi hormat dan kepujian namaNya.
Doa: Ajar kami Tuhan untuk selalu bermegah didalam kasihMu yang menyelamatkan. Amin.

Kamis, 12 Oktober 2023

bahan bacaan : 1 Timotius 4 : 6-10

6 Dengan selalu mengingatkan hal-hal itu kepada saudara-saudara kita, engkau akan menjadi seorang pelayan Kristus Yesus yang baik, terdidik dalam soal-soal pokok iman kita dan dalam ajaran sehat yang telah kauikuti selama ini. 7 Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah. 8 Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang. 9 Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya. 10 Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya.

Pengharapan Iman Kepada Kristus Yang Menyelamatkan
Hidup adalah sebuah perjuangan dengan berjerih lelah dalam menata dan membangunnya menuju kepada keselamatan kekal sebagai anugerah Allah didalam Kristus bagi setiap orang percaya. Hal ini menjadi inti nasehat rasul Paulus kepada Timotius sebagai anak didiknya yang akan melanjutkan tugas pelayanan pekabaran injil Kristus. Tidak sedikit tantangan iman yang dihadapi baik oleh Paulus maupun juga Timotius terhadap para penyesat yang menyebarkan ajaran-ajaran sesat. Demikian pun kita yang hidup saat ini, pun menghadapi berbagai tantangan iman. Baik itu karena berbagai ajaran-ajarab sesat namun juga berbagai penderitaan yang terkadang membuat kita ragu dan putus asa. Namun Paulus memberikan nasehat bagi Timotius serta kita semua untuk tetap berdiri teguh dalam iman dan pengharapan melalui persekutuan dengan Allah didalam beribadah. Sebab ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup sekarang maupun akan datang. Janji dari Tuhan yang selalu menuntun, menyertai dan memberkati kehidupan kita setiap waktu. Demikian juga janji keselamatan kekal sebagai anugerah dari Allah dalam Tuhan Yesus Kristus. Tentu kita akan tetap menjaga dan memelihara janji tersebut didalam pengharapan kita yang kokoh dan teguh.
Doa: Kuatkan kami Tuhan untuk tetap teguh dalam pengharapan kepadaMu. Amin.

Jumat 13 Oktober 2023

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 28 : 30-31

Paulus memberitakan Kerajaan Allah di Roma
30 Dan Paulus tinggal dua tahun penuh di rumah yang disewanya sendiri itu; ia menerima semua orang yang datang kepadanya. 31 Dengan terus terang dan tanpa rintangan apa-apa ia memberitakan Kerajaan Allah dan mengajar tentang Tuhan Yesus Kristus.

Rela Hati Dalam Melayani, Nama Tuhan Dimuliakan
Teladan yang baik disaksikan melalui kehidupan dan pelayanan rasul Paulus dalam memberitakan injil Kristus bagi semua orang. Paulus sebagai seorang Yahudi dengan penuh sukacita menjawab panggilan pelayana dari Tuhan Yesus untuk melayani bangsa-bangsa bukan Yahudi. Dalam nas bacaan di hari ini menyaksikan bahwa demi pelayanan pekabaran injil, Paulus selama dua tahun penuh tinggal di Roma pada sebuah rumah yang disewa dari uang sendiri. Semua orang datang dan diterima dengan oleh Paulus dengan sukacita ia mengajarkan mereka tentang kerajaan Allah dan Tuhan Yesus Kristus. Pelayanan yang dilakukan dengan kerelaan hati dan tanpa paksaan sekalipun ada yang harus Paulus korbankan berupa waktu, tenaga pun juga uang. Namun semua itu tidak seberapa arti dan nilai jika dibandingkan dengan pengorbanan Tuhan Yesus Kristus yang diberitakan oleh rasul Paulus. Kesaksian inipun mengajak kita untuk memberitakan tentang Tuhan Yesus melalui seluruh pekerjaan, usaha, pendidikan, pelayanan dan pengabdian diberbagai bidang hidup yang dianugerahi Tuhan bagi kita. Hendaknya semua itu kita lakukan dengan penuh sukacita dan kerelaan hati. Sebab dengan cara demikian semua orang akan melihat cara hidup dan pelayanan kita yang dengan sendirinya mereka pun percaya kepada Tuhan Yesus Kristus yang kita imani sebagai Tuhan dan Juruselamat kita.

Doa: Tuhan mampukan kami untuk melayani dengan keralaan hati demi kepujian namaMu. Amin.

Sabtu, 14 Oktober 2023

bahan bacaan : Ibrani 8 : 1-6

Imam Besar perjanjian baru
Inti segala yang kita bicarakan itu ialah: kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di sorga, 2 dan yang melayani ibadah di tempat kudus, yaitu di dalam kemah sejati, yang didirikan oleh Tuhan dan bukan oleh manusia. 3 Sebab setiap Imam Besar ditetapkan untuk mempersembahkan korban dan persembahan dan karena itu Yesus perlu mempunyai sesuatu untuk dipersembahkan. 4 Sekiranya Ia di bumi ini, Ia sama sekali tidak akan menjadi imam, karena di sini telah ada orang-orang yang mempersembahkan persembahan menurut hukum Taurat. 5 Pelayanan mereka adalah gambaran dan bayangan dari apa yang ada di sorga, sama seperti yang diberitahukan kepada Musa, ketika ia hendak mendirikan kemah: "Ingatlah," demikian firman-Nya, "bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu." 6 Tetapi sekarang Ia telah mendapat suatu pelayanan yang jauh lebih agung, karena Ia menjadi Pengantara dari perjanjian yang lebih mulia, yang didasarkan atas janji yang lebih tinggi.

Tuhan Yesus Sebagai Perantara Manusia Dengan Allah
Pelayanan para imam dalam peribadahan Israel sebagaimana yang diatur dalam hukum Taurat, bahwa mereka menjadi perantara umat dengan Allah. Setiap korban persembahan yang disampaikan umat kepada Allah diatur sedemikian rupa dengan berbagai aturan dan tata cara dan dibawa oleh imam besar sebagai perantara. Melalui nas bacaan saat ini, disaksikan bahwa tugas pelayanan para imam sebagai perantara antara Allah dan umat telah digenapi melalui karya pengorbanan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus menjadi Imam Besar dan Pengantara dari perjanjian yang mulia atas dasar janji yang lebih tinggi. Yakni perjanjian keselamatan yang telah dikaryakan oleh Allah sendiri. Hal tersebut menjadi sukacita bagi kita sebagai keluarga Allah, yang disebut juga Israel Perjanjian Baru, bahwa kita datang ke hadapan Allah tidak lagi membawa korban persembahan seperti dalam hukum Taurat di masa Perjanjian Lama. Namun melalui dan didalam Tuhan Yesus Kristus kita dilayakkan untuk datang dan bersekutu dengan Allah Bapa di Sorga. Ketika kita menaikkan doa baik secara pribadi, maupun bersyafaat bersama dengan umat, adalah penting bahwa doa kita panjatkan kepada Allah Bapa melalui perantara Tuhan Yesus Kristus. Hal ini menjadi kesaksian yang mesti kita beritakan didalam seluruh kehidupan sebagai orang percaya.

Doa: Terima kasih Tuhan Yesus. sebab Engkau menjadi perantara kami dengan Bapa di Sorga. Amin.

* SUMBER : SHK BULAN OKTOBER 2023. LPK-GPM

Santapan Harian Keluarga, 1 – 7 Oktober 2023

Tema Bulanan : Memberitakan Injil dan Menatalayani Gereja

Tema Mingguan : Biarlah Semua Menjadi Satu

Minggu, 01 Oktober 2023

bahan bacaan : Matius 18:15-20

15 Lalu Petrus berkata kepada-Nya: "Jelaskanlah perumpamaan itu kepada kami." 16 Jawab Yesus: "Kamupun masih belum dapat memahaminya? 17 Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu yang masuk ke dalam mulut turun ke dalam perut lalu dibuang di jamban? 18 Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang. 19 Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat. 20 Itulah yang menajiskan orang. Tetapi makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak menajiskan orang."

Dunia Memecah Belah, Kristus Mempersatukan

Kita bersyukur atas tuntunan-Nya, kita telah memasuki bulan Oktober 2023 (Bulan Pekabaran Injil). Dan mengawali bulan Pl ini, kita semua dipersatukan Kristus melalui perjamuan kudus secara oikumene di pagi tadi. Perjamuan kudus memiliki arti yang sangat penting bagi kehidupan orang beriman, yakni memperingati pengorbanan dan kematian Tuhan Yesus di kayu salib demi keselamatan dan penyucian segala dosa kita. Untuk itu, setiap kali kita merayakan perjamuan kudus kita diingatkan bahwa ada tanggungjawab iman yang harus kita kerjakan yakni tugas pemberitaan injil sebagai amanat agung Tuhan Yesus (Mat.28). Sebagai orang percaya, kita wajib untuk melaksanakan Amanat Agung, yaitu dengan berusaha menjaga kesatuan jemaat sebagai tubuh Kristus. Perikop tadi, berisikan Doa Yesus kepada murid-murid-Nya. Tuhan Yesus berdoa supaya para murid dan semua orang percaya di masa kini menjadi satu sama seperti Yesus didalam Bapa dan kita didalam Kristus (ay.21). Demikianlah semua orang percaya menjadi satu kesatuan dalam kemuliaan-Nya. Dengan demikian, jangan lagi ada perbantahan, ada perselisihan, ada amarah, kebencian, kesombongan. merasa diri paling hebat dari orang lain, dll. Sebaliknya, hidup saling mengasihi seorang dengan yang lain.

doa : Tuhan Tolonglah kami untuk menjaga persekutuan Umat sebagai Tubuh Kristus, amin

Senin, 02 Oktober 2023

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 2:41-42

41 Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. 42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.


Persekutuan Sebagai Gaya Hidup Kekristenan


Salah satu bagian Aikitab yang paling indah dan memberikan makna bagi hidup Hidup Jemaat Yang Pertama”. Kenapa perikop ini disebut paling indah dan bermakna?, Karena kehidupan orang Kristen mula-mula sungguh memperlihatkan pola kehidupan gereja yang sejati; kehidupan yang mengedepankan persekutuan, solid, harmonis, bertekun dan taat kepada pengajaran rasul, setia mendengarkan Firman Tuhan, melaksanakan sakramen serta saling mendoakan. Kehidupan jemaat mula-mula ini yang telah berdampak besar besar bagi gereja saat ini. Hal ini diperlihatkan dengan jumlah kekristenan yang terus bertambah dari waktu ke waktu. Selain itu. Gereja terpanggil untuk melaksanakan tugas bersekutu (Koinonia), bersaksi (Marturia), dan melayani (Diakonia). Oleh sebab itu, memperingati bulan Pekabaran Injil ini, kita selaku gereja terpanggil untuk membangun persekutuan sebagai Tubuh Kristus.

Doa: Kiranya kami membangun kesatuan hidup saling berbagi dan saling mendoakan. Amin.

Selasa, 03 Oktober 2023

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 2 : 43-47

43 Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda. 44 Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, 45 dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. 46 Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, 47 sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.

Hidup Berbagi Sebagai Model Persekutuan

Cara hidup gereja mula-mula memberikan model bagi gereja masa kini. Kenapa? karena karakteristik (sifat) jemaat pada waktu itu menunjukkan kekristenan sejati, dimana para rasul memiliki kuasa untuk melakukan mujizat-mujizat, mereka bersekutu dan saling berbagi; menjual milik mereka dan berbagi kepada sesama. Hal yang menarik, yakni apa yang menjadi milik pribadi menjadi kepunyaan atau milik bersama, jika ada yang memiliki harta yang banyak dapat dibagikan kepada mereka yang membutuhkan secara cuma-cuma atau gratis. Selain itu, Mereka bertekun dengan sehati di dalam Bait Allah dan melaksanakan sakramen. Kehidupan gereja mula-mula ini mendapatkan perhatian dan simpati banyak orang sehingga jumlah mereka yang percaya kepada Kristus semakin bertambah dari waktu ke waktu dan hidup mereka pun semakin diberkati. Bacaan hari ini mengajak kita semua untuk membangun persekutuan sebagai tubuh Kristus dengan cara hidup saling berbagi seorang dengan yang lain. Hal ini penting karena hidup saling berbagi sulit dipraktekan di masa sekarang. Orang lebih cenderung hidup untuk diri sendiri dan memperkaya diri. Marilah kit terus membangun hidup yang saling berbagi.

doa : Roh Kudus Tuntunlah kami untuk membangun hidup berbagi dengan sesama amin,

Rabu, 04 Oktober 2023

bahan bacaan : Yeremia 32 : 36-38

36 Oleh sebab itu, beginilah firman TUHAN, Allah Israel, mengenai kota ini, yang engkau katakan telah diserahkan ke dalam tangan raja Babel karena pedang, kelaparan dan penyakit sampar: 37 Sesungguhnya, Aku mengumpulkan mereka dari segala negeri, ke mana Aku menceraiberaikan mereka karena murka-Ku, kehangatan amarah-Ku dan gusar-Ku yang besar, dan Aku akan mengembalikan mereka ke tempat ini dan akan membuat mereka diam dengan tenteram. 38 Maka mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allah mereka.


Kasih Kristus Mempersatukan


Saudara terkasih, sekalipun berbagai persoalan menerpa hidup kita saat ini, yakinlah bahwa kasih setia Tuhan tak berkesudahan dari waktu ke waktu. Kasih setia Tuhan pun dinyatakan kepada Israel, umat kepunyaan-Nya. Hal ini dijelaskan dalam perikop bacaan kita tadi. Dimana Kasih setia Tuhan dinyatakan melalui penyertaan-Nya bagi bangsa itu pada saat mereka berada di Babilonia. Pada waktu itu, mereka mengalami penindasan, kekerasan, kelaparan dan penyakit sampar yang mengancam hidup mereka. Dalam situasi tersebut, melalui nabi Yeremia Tuhan berjanji akan memperhatikan dan menunjukkan kasih setia-Nya dengan mengumpulkan mereka yang tercerai berai di berbagai negeri, sehigga mereka akan diam dengan tenteram, aman dan damai (bnd ay.37).
Maknanya bagi kita saat ini adalah bahwa perjalanan hidup akan terus berwama; ada suka ada duka, ada sukses ada gagal, dsbnya. Dalam situasi tersebut, kita diingatkan bahwa kasih setia Tuhan tak habis-habisnya rahmat-Nya selalu baru tiap pagi. Namun, kasih setia Tuhan diberikan kepada mereka yang takut akan Dia (Mzr 103:17). Jadi, jika ingin berada dalam penyertaan dan berkat Tuhan, maka kita harus hidup menurut jalan-jalan Tuhan.

Doa: Ya Kristus, tuntunlah kami agar hidup di jalan-Mu. Amin.

Kamis, 05 Oktober 2023

bahan bacaan : Yeremia 32 : 39-41

39 Aku akan memberi mereka satu hati dan satu tingkah langkah, sehingga mereka takut kepada-Ku sepanjang masa untuk kebaikan mereka dan anak-anak mereka yang datang kemudian. 40 Aku akan mengikat perjanjian kekal dengan mereka, bahwa Aku tidak akan membelakangi mereka, melainkan akan berbuat baik kepada mereka; Aku akan menaruh takut kepada-Ku ke dalam hati mereka, supaya mereka jangan menjauh dari pada-Ku. 41 Aku akan bergirang karena mereka untuk berbuat baik kepada mereka dan Aku akan membuat mereka tumbuh di negeri ini dengan kesetiaan, dengan segenap hati-Ku dan dengan segenap jiwa-Ku.


Hidup Yang Menyatu Dengan Kehendak Tuhan


Hari ini Indonesia bersyukur atas kasih dan anugerah Tuhan bagi Tentara Nasional Indonesia (TNI) di usia ke-78 tahun. Tentu, di hari yang bersejarah ini kita semua mendoakan TNI tetap eksis dan dapat melaksanakan tugas mulianya, yakni menjaga kedaulatan negara dan mempertahankan keutuhan wilayah kesatuan Republik Indonesia. Tugas utama TNI tersebut, selaras dengan tugas gereja dalam membangun persekutuan dan keutuhan umat sebagai Tubuh Kristus. Hal ini dijelaskan
melalui nas ini. Nabi Yeremia mengingatkan umat Israel yang ditawan dan dibuang di Babilonia pada zaman pemerintahan raja Nebukadnezar, bahwa Tuhan Allah tidak akan melupakan dan meninggalkan mereka menderita di sana, sebaliknya Tuhan akan memberikan mereka satu hati dan satu tingkah langkah (ay.39). Tuhan akn mempersatukan mereka sebagai keluarga, suku dan kesatuan bangsa demi kebaikan mereka. Orang Kristen terpanggil untuk menjaga persatuan dan kesatuan NKRI serta berusaha untuk memelihara komitmen melalui tugas dan pengabdian sebagai TNI, POLRI, mahasiwa, dosen, guru, dokter dan sebagainya demi kebaikan bersama. Mari bersatu menjaga keutuhan hidup bersama.

Doa: Ya Bapa. dalam Kristus kasih-Mu mempersatukan kami selaku orang percaya. Amin.

Jumat, 06 Oktober 2023

bahan bacaan : Pengkhotbah 4:7-12

Kesia-siaan dalam hidup
7 Aku melihat lagi kesia-siaan di bawah matahari: 8 ada seorang sendirian, ia tidak mempunyai anak laki-laki atau saudara laki-laki, dan tidak henti-hentinya ia berlelah-lelah, matanyapun tidak puas dengan kekayaan; --untuk siapa aku berlelah-lelah dan menolak kesenangan? --Inipun kesia-siaan dan hal yang menyusahkan. 9 Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka. 10 Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya! 11 Juga kalau orang tidur berdua, mereka menjadi panas, tetapi bagaimana seorang saja dapat menjadi panas? 12 Dan bilamana seorang dapat dialahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan.


Hidup Bersama Menghadirkan Kebaikan


Manusia adalah mahkluk social artinya manusia dalam kehidupan sehari-hari tidak sendiri
dan kekayaan. Intinya, manusia membutuhkan orang lain. Hal ini dijelaskan oleh Pengkhotbah, salah satu kesia-siaan dalam kehidupan adalah kesendirian. Hidup tanpa kerabat, sahabat atau teman. Pengkhotbah mengajak kita memahami makna kebersamamaan dalam membangun hidup. Ayat 7-8, kebersamaan dihubungkan dengan hidup saling berbagi; menikmati hasil kerja keras (kekayaan) bersama-sama akan jauh lebih indah dan bermakna dari pada menikmati hasil kerja seorang diri saja. Hidup dalam kebersamaan memiliki makna saling menolong dan menopang. Apabila seseorang mengalami masalah, maka ada orang lain yang dapat menolong dia meringankan bebannya. Selain
itu, bila seseorang hidup sendirian, maka dia akan lebih mudah dikalahkan, sedangkan jika bersama-
sama tentu lebih sulit untuk dikalahkan. Oleh sebab itu, kita harus hidup membangun kebersamaan; saling berbagi, saling peduli dan saling menolong seorang dengan yang lain.


Doa: Kiranya kami dapat membangun hidup bersama yang membawa kebaikan. Amin.

Sabtu, 07 Oktober 2023

bahan bacaan : Efesus 4 : 1-8

Kesatuan jemaat dan karunia yang berbeda-beda
Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu. 2 Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. 3 Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera: 4 satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, 5 satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, 6 satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua. 7 Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus. 8 Itulah sebabnya kata nas: "Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia."

Menjadi Satu Didalam Kristus

Surat Efesus ditulis oleh Rasul Paulus sewaktu ia dipenjarakan (3:1, 4:1, 6:20). Surat ini dibuat dengan tujuan mempersatukan semua orang didalam Kristus. Persatuan dinyatakan dalam kehidupan ber-jemaat sebagai orang-orang yang telah diselamatkan melalu Kasih Karunia Allah. Untuk itu, baik orang Yahudi maupun orang-orang bukan Yahudi, semuanya adalah persekutuan umat Allah atau Tubuh Kristus (1:23). Dengan demikian perbedaan tidak noleh menjadi alasan perpcehaan dalam jemaat, sebaliknya menjadi alat pemersatu. Sehubungan dengan itu, Paulus memberikan Tips untuk menjaga keutuhan jemaat, yakni : rendah hati, lemah lembut, sabar, mengasihi, saling menolong, memelihara kesatuan Roh (Roh Kudus), dipanggil dalam satu jemaat dan pengharapan dan satu iman dan baptisan kepada Yesus Kristus. Nasehat Paulus ini berguna bagi kita untuk membangun persekutuan dan kebersamaan hidup walaupun ada dalam berbagai perbedaan; suku, agama, budaya, pendapat, baik dalam kehidupan bergeraj maupun bermasyarakat. Kita dapat mencegah konflik dan perpecahan dengan berusaha menjaga dan merawat persekutuan yang rukun untuk memperoleh berkat Tuhan (band. Maz. 133)

doa : Roh Kudus tuntunlah kami mewujudkan persekutuan hidup sekalipun berbeda-beda, amin

*SUMBER : SHK BULAN OKTOBER 2023, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 24 – 30 September 2023

Tema Bulanan : Gereja Yang Bersyukur Di Tengah Perubahan Zaman

Tema Mingguan : Wujudkanlah Syukur Dengan Hidup Rendah Hati Dan Taat

Minggu, 24 September 2023

bahan bacaan : Yohanes 13 : 1 – 20

Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya
Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya. 2 Mereka sedang makan bersama, dan Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia. 3 Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah. 4 Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, 5 kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu. 6 Maka sampailah Ia kepada Simon Petrus. Kata Petrus kepada-Nya: "Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?" 7 Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak." 8 Kata Petrus kepada-Nya: "Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya." Jawab Yesus: "Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku." 9 Kata Simon Petrus kepada-Nya: "Tuhan, jangan hanya kakiku saja, tetapi juga tangan dan kepalaku!" 10 Kata Yesus kepadanya: "Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua." 11 Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: "Tidak semua kamu bersih." 12 Sesudah Ia membasuh kaki mereka, Ia mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu? 13 Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. 14 Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu; 15 sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu. 16 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya. 17 Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya. 18 Bukan tentang kamu semua Aku berkata. Aku tahu, siapa yang telah Kupilih. Tetapi haruslah genap nas ini: Orang yang makan roti-Ku, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku. 19 Aku mengatakannya kepadamu sekarang juga sebelum hal itu terjadi, supaya jika hal itu terjadi, kamu percaya, bahwa Akulah Dia. 20 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku."

Melayani Dalam Kerendahan Hati

Bangsa Yahudi mempunyai banyak hukum yang mengatur dan mengarahkan mereka tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Tetapi Yesus datang untuk menunjukkan bagaimana mereka menjalani hidup sesuai dengan yang difirmankan oleh Allah. Yesus tidak hanya memberikan perintah, tetapi juga menjadikan diri-Nya teladan bagi mereka. Salah satunya  adalah ketika Ia mau membasuh kaki murid- murid-Nya. Tindakan itu dilakukan Yesus sebagai sebuah pembelajaran berharga bagi para murid untuk mengajarkan sekaligus mendorong mereka untuk hidup saling melayani, bukan  dilayani. Itu wujud kerendahan hati. Sebagai para pelayan memang sikap kerendahan hati dalam melayani sangat dibutuhkan. Orang-orang yang ada di sekeliling kita tidak hanya membutuhkan nasihat dan kata-kata hikmat yang indah, tetapi mereka lebih memerlukan tindakan yang kita lakukan. Peran apa pun yang kita ambil dalam dunia ini, baik sebagai ayah, ibu, anak, pemimpin, karyawan, pengusaha, atau apa pun itu, doronglah diri kita agar dapat menjadi teladan dalam hal kerendahan hati. Mengapa? Karena keteladanan akan berbicara lebih keras daripada serangkaian perkataan yang kita ucapkan tanpa diwujudkan dalam tindakan. Jadi mari kita renungkan, sudahkan selama ini kita meneladankan kerendahan hati, termasuk dalam hal melayani? 

Doa: Tolonglah kami menolong mereka yang lemah dan miskin, Amin.   

Senin, 25 September 2023

bahan bacaan : Amsal 11 : 2

2 Jikalau keangkuhan tiba, tiba juga cemooh, tetapi hikmat ada pada orang yang rendah hati.

Hidup Rendah Hati, Tidak Suka Mencemooh

Secara sadar maupun tidak sadar sering kita menjadi sombong. Mungkin disebabkan suatu keadaan dan didukung adanya kesempatan. Pada Amsal 11:2b, dikatakan “Jikalau keangkuhan tiba, tiba juga cemooh, tetapi hikmat ada pada orang yang rendah hati”. Kita diingatkan agar tidak menyerupai orang fasik yang sombong karena  kesombongan adalah hal yang tidak disukai Allah. Terkadang kita mengukur orang lain dengan mudah, menghakimi orang yang lemah dan bertingkah sombong pada orang lain. Hal ini membuat kita mudah merendahkan orang lain. Dengan memiliki kerendahan hati kita bisa memahami keadaan orang lain. Kita memang harus dapat mengerti dan memahami kondisi orang lain, bagaimana kalau kita berada pada posisi orang itu. Janganlah kita menjadi sombong dan suka merendahkan orang lain, itu perilaku yang tidak baik.  Saat keangkuhan muncul maka akan menimbulkan cemooh pada sesama sehingga mengakibatkan timbul kesombongan yang menghilangkan hikmat. Kita tahu bahwa tidak ada orang yang berhasil menjadi orang yang rendah hati secara instan, semuanya membutuhkan proses. Namun yang paling penting dari semua itu adalah kita harus terus memiliki kemauan dan berusaha menjadi orang yang rendah hati kepada siapapun. 

Doa: Tolonglah kami bersikap rendah hati dan tidak mencemooh. Amin.   

Selasa, 26 September 2023

bahan bacaan : Amsal 15 : 33

33 Takut akan TUHAN adalah didikan yang mendatangkan hikmat, dan kerendahan hati mendahului kehormatan.

Kerendahan Hati Mendahului Kehormatan

“Tidak perlu ajar beta!, kata-kata ketus itu keluar dari salah satu pegawai di kantor yang tidak menghargai usulan yang disampaikan dalam rapat. Ia tidak mau dibilang tentang kekeliruannya.Di dalam Kitab Amsal, orang bijak adalah orang benar yang taat kepada Allah dan hidup sesuai ajaran Kitab Suci. Sebaliknya, orang bodoh menghina didikan. Salomo membandingkan sikap, perbuatan, dan kata-kata orang berhikmat dan orang bodoh dan menerangkan bahwa orang yang berhikmat atau bijaksana akan selalu rendah hati. Kenyataannya, tidak semua orang dapat bersikap rendah hati. Ada yang tidak mau dibilang atau diajar. Padahal salah satu aspek Kerendahan hati adalah memiliki hati yang mau diajar. Kita diajarkan oleh firman Tuhan agar hidup takut Tuhan, dengan begitu kehidupan menjadi baik dan bermanfaat. Kita pun dapat belajar dari orang lain, karena tidak semua hal kita tahu dan miliki Kita bukanlah siapa-siapa tanpa Tuhan dan orang lain. Keberhasilan dan kesuksesan yang kita terima dalam hidup pun selalu terkait dengan kebaikan  Tuhan dan pengorbanan orang lain. Kerendahan hati mengajarkan bahwa kita bisa belajar dari siapa pun bahkan dari hewan. Orang-orang yang rendah hati akan memiliki kehormatan. Mari kita menjadi orang-orang yang takut Tuhan dan rendah hati.

Doa: Mampukanlah kami untuk terus hidup rendah hati dan suka belajar dari orang lain, Amin.   

Rabu, 27 September 2023

bahan bacaan : Amsal 18 : 12

12 Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan.

Hiduplah Rendah Hati, Jauhilah Kesombongan!

Firman Tuhan dalam kitab Amsal mengapresiasi sikap yang mencerminkan karakter rendah hati. Seseorang akan dihormati oleh sesamanya karena melihat kerendahan hati yang ditunjukkan.Sebaliknya, sikap tinggi hati dapat menghancurkan hidup seseorang. Budaya kita sangat menghargai sikap kerendahan hati. Tidak heran kita memiliki pepatah, “belajarlah dari padi, semakin berisi makin merunduk”. Dan orang tua kita selalu mengingatkan, “tong kosong nyaring bunyinya”. Kedua pepatah ini memiliki arti yang sama bahwa kerendahan harus menjadi gaya hidup dan mencerminkan sikap yang terpuji. Praktik kerendahan hati yang paling tulus kita lihat adalah ketika Allah mau menjadi manusia. Tinggi hati mendahului kehancuran, sebaliknya kerendahan hati mendahului kehormatan. Bagi orang yang rendah hati, orang lain menyimpan nilai yang berharga yang dapat dipelajari untuk memperkaya dirinya. Sebaliknya, bagi orang yang sombong merasa orang lain tidak ada apa-apanya. Ia menganggap hanya dirinya yang hebat. Punya segala hal, tidak suka masukan, apalagi kritikan dari orang lain. termasuk dalam kehidupan beriman. Maka firman Tuhan ini mengingatkan kita, hindarilah sikap kesombongan dan jadilah rendah hati!.

Doa: Tuhan, tolonglah agar kami mau selalu rendah hati di hadapan Tuhan dan sesama. Amin. 

Kamis, 28 September 2023

bahan bacaan : Amsal 22 : 4

4 Ganjaran kerendahan hati dan takut akan TUHAN adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan.

 Ganjaran Kerendahan Hati 

Selama beberapa hari ini kita mendengarkan Firman Tuhan tentang kerendahan hati. Sikap kerendahan hati menurut kitab Amsal akan memberikan banyak ganjaran: kekayaan, kehormatan dan kehidupan. Siapa yang tidak ingin memiliki kekayaan, harta berlimpah dan uang banyak. Dengan semua itu kita dapat melakukan banyak hal dan mebeli apa yang diinginkan. Demikian halnya kita semua menghendaki dihormati oleh orang. Hidup sebagai orang-orang terhormat yang disegani dan dihargai orang lain. Kita pun menginginkan kehidupan yang baik dan bahagia. Hal-hal ini dapat dimiliki karena itu adalah buah ketika kita  bersikap rendah hati. Kerendahan hati adalah lawan dari kesombongan. Orang yang rendah hati tidak menyombongkan diri. Ia dapat bersyukur di segala situasi dan merasakan kalau semua yang dimilikinya adalah semata-mata anugerah Tuhan. Sebab  itu orang yang rendah hati dapat berelasi dengan semua orang. Ia mampu bekerjasama dengan siapa saja. Tentu sikap yang seperti inilah yang dibutuhkan dalam kehidupan ini. Maka marilah kita tetap mengembangkan kerendahan hati sebagai gaya hidup dan pelayanan kita. Walaupun ada yang masih sulit melakukannya. Namun, di dalam Allah kita dapat menjadi orang-orang yang rendah hati. Keakuan dan kesombongan diri kita akan perlahan terkikis dan akhirnya kita mampu menjadi seperti yang dikehendaki oleh Tuhan. Saat itulah, ganjaran kekayaan, kehormatan dan kehidupan akan kita miliki.

Doa: Tuhan, kami bersyukur atas ganjaran kerendahan hati yang Engkau berikan,  Amin.   

Jumat, 29 September 2023

bahan bacaan : Matius 20 : 26 – 28

26 Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, 27 dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; 28 sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."

Menjadi Pelayan yang Rendah Hati

Tuhan Yesus  mengingatkan bahwa dalam Kerajaan Allah seorang pemimpin tidaklah bersikap seperti pemimpin yang ada di dunia ini, yang kadang menggunakan kuasa serta otoritas yang ada padanya untuk kepentingan dirinya. Yesus berkata: “barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu”. Itu artinya menjadi pemimpin harus mau melayani dan memberikan diri untuk kesejahteraan orang lain. Rendah hati dan punya kesediaan berkorban adalah sifat dari seorang pemimpin. Tuhan Yesus sendiri sudah terlebih dulu memberikan teladan itu untuk diikuti, “sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani dan memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang”. Meskipun dengan konteks dan cara yang berbeda.Tidak mementingkan diri sendiri, tidak menyelamatkan diri sendiri tetapi memberi diri, memberi waktu untuk orang lain, memberi tenaga dan pikiran serta apa yang kita punya, bahkan memberi nyawa sekalipun untuk orang lain adalah bukti pengorbanan dan kerendahan hati. Inilah nilai pengorbanan Tuhan Yesus yang diberikan kepada kita, untuk dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, jadilah pemimpin-pemimpin yang melayani dengan rendah hati. Jadilah pelayan yang melayani dengan setia.

Doa: Tuhan Yesus, biarlah kami terus meneladani kerendahan hati-Mu, Amin. 

Sabtu, 30 September 2023

bahan bacaan : Mazmur 149 : 4 

4 Sebab TUHAN berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan.

Orang Yang Rendah Hati Memperoleh Keselamatan

Tuhan sungguh senang kepada orang-orang yang hidupnya rendah hati. Demikianlah dikatakan oleh pemazmur dalam bacaan hari ini: “sebab Tuhan berkenan kepada umat-Nya. Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan”. Tuhan memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan karena mereka adalah orang-orang yang taat dan setia kepada-Nya. Mereka merendahkan diri di hadapan Tuhan, mengakui kelemahan dan keterbatasan mereka dan mengandalkan-Nya sepenuhnya. Orang-orang yang rendah hati j uga cenderung untuk mengasihi sesama dan menunjukkan belas kasihan, karena mereka tidak mementingkan diri sendiri. Mereka bersedia untuk melayani Tuhan dan melayani orang lain, tanpa mengharapkan imbalan atau penghargaan. Tuhan menghargai dan memperhatikan sikap hati seperti ini, lalu memberikan keselamatan sebagai hadiah bagi mereka. Karena itu, keselamatan adalah hadiah yang terbesar dan paling berharga yang Tuhan dapat berikan kepada kita jika kita tetap berlaku rendah hati. Maka firman Tuhan ini mengingatkan, marilah kita menjadi orang-orang yang rendah hati. Meskipun hal ini bukanlah mudah, tetapi kita dapat mengupayakannya dengan lebih sungguh dan mewariskannya kepada anak-anak di dalam keluarga.

Doa: Tuhan, terima kasih atas anugrah keselamatan yang Engkau berikan untuk orang rendah hati, amin   Amin.   

@SUMBER : SHK BULAN SEPTEMBER 2023, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 17 – 23 September 2023

Tema Bulanan : Gereja Yang Bersyukur Di Tengah Perubahan Zaman

Tema Mingguan : Menghadirkan Kehidupan Yang Aman dan Tenteram

Minggu, 17 September 2023

bahan bacaan : Yeremia 33 : 1 – 13

Janji pemulihan keadilan Yerusalem dan Yehuda
Datanglah firman TUHAN untuk kedua kalinya kepada Yeremia, ketika ia masih terkurung di pelataran penjagaan itu, bunyinya: 2 "Beginilah firman TUHAN, yang telah menjadikan bumi dengan membentuknya dan menegakkannya--TUHAN ialah nama-Nya--: 3 Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui. 4 Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel, mengenai rumah-rumah di kota ini dan mengenai gedung-gedung istana raja Yehuda yang dirobohkan untuk dipakai terhadap tembok-tembok pengepungan dan pedang: 5 Orang akan masuk pertempuran melawan orang-orang Kasdim dan kota ini akan penuh dengan bangkai-bangkai manusia yang telah Kupukul mati karena murka-Ku dan kehangatan amarah-Ku, sebab Aku telah menyembunyikan wajah-Ku dari kota ini oleh karena segala kejahatan mereka. 6 Sesungguhnya, Aku akan mendatangkan kepada mereka kesehatan dan kesembuhan, dan Aku akan menyembuhkan mereka dan akan menyingkapkan kepada mereka kesejahteraan dan keamanan yang berlimpah-limpah. 7 Aku akan memulihkan keadaan Yehuda dan Israel dan akan membangun mereka seperti dahulu: 8 Aku akan mentahirkan mereka dari segala kesalahan yang mereka lakukan dengan berdosa terhadap Aku, dan Aku akan mengampuni segala kesalahan yang mereka lakukan dengan berdosa dan dengan memberontak terhadap Aku. 9 Dan kota ini akan menjadi pokok kegirangan: ternama, terpuji dan terhormat bagi-Ku di depan segala bangsa di bumi yang telah mendengar tentang segala kebajikan yang Kulakukan kepadanya; mereka akan terkejut dan gemetar karena segala kebajikan dan segala kesejahteraan yang Kulakukan kepadanya. 10 Beginilah firman TUHAN: Di tempat ini, yang kamu katakan telah menjadi reruntuhan tanpa manusia dan tanpa hewan, di kota-kota Yehuda dan di jalan-jalan Yerusalem yang sunyi sepi itu tanpa manusia, tanpa penduduk dan tanpa hewan, 11 akan terdengar lagi suara kegirangan dan suara sukacita, suara pengantin laki-laki dan suara pengantin perempuan, suara orang-orang yang mengatakan: Bersyukurlah kepada TUHAN semesta alam, sebab TUHAN itu baik, bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!, sambil mempersembahkan korban syukur di rumah TUHAN. Sebab Aku akan memulihkan keadaan negeri ini seperti dahulu, firman TUHAN. 12 Beginilah firman TUHAN semesta alam: Di daerah ini, yang sudah menjadi reruntuhan, tanpa manusia dan tanpa hewan, dan di segala kotanya akan ada lagi padang rumput bagi gembala-gembala yang membaringkan kambing domba di situ. 13 Di kota-kota Pegunungan, di kota-kota Daerah Bukit, di kota-kota Tanah Negeb, di daerah Benyamin, di sekitar Yerusalem dan di kota-kota Yehuda, kambing domba akan lewat lagi dari bawah tangan orang yang menghitungnya, demikianlah firman TUHAN."

Membawa Dampak Pemulihan Bagi Sesama

Yehuda berada dalam keterpurukan, akibat murka Allah yang menghukum mereka karena dosa dan kejahatan yang telah dilakukan. Hukuman itu berupa kekalahan perang melawan serangan Babel serta kehancuran dan kesengsaraan yang mengikutinya. Namun di tengah keterpurukan itu, ada harapan yang disuarakan Nabi Yeremia mengenai  janji pemulihan Tuhan kepada umat-Nya. Di tengah kehancuran yang sedang dan masih akan dialami umat sampai bertahun-tahun, Tuhan berjanji bahwa kelak Tuhan akan memulihkan mereka ketika mereka datang dan berseru kepada Tuhan. Janji itu adalah janji pemulihan akibat perang yang menyengsarakan umat.Kelak umat akan mengalami Kesehatan, kesejahteraan, dan keamanan yang melimpah di Yerusalem dan pemulihan akibat dosa yang menjerat umat pada masa lampau. Hasil pemulihan itu menimbulkan sukacita dan sorak sorai umat, serta dipermuliakan dan dihormatinya Tuhan oleh  segala bangsa. Kita adalah terang.Dimanapun berada kita mampu menghadirkan damai dan sejahtera. Kita hendaknya bisa membawa dampak positif di kala bekerja dan melayani. Seperti Yehuda yang dipulihkan Tuhan, kita juga dapat memberikan pemulihan untuk sesama yang mengalami penolakan, trauma, broken home sehigga mereka punya semangat hidup dan bisa menjadi berkat juga untuk sesamanya.

 Doa:  Bapa kami ingin membawa pemulihan bagi sesama, jadikan kami saluran berkat,, Amin.   

Senin, 18 September 2023

bahan bacaan : Hosea 2 : 17

8 (2-17) Aku akan mengikat perjanjian bagimu pada waktu itu dengan binatang-binatang di padang dan dengan burung-burung di udara, dan binatang-binatang melata di muka bumi; Aku akan meniadakan busur panah, pedang dan alat perang dari negeri, dan akan membuat engkau berbaring dengan tenteram.

Relasi Baik, Kehidupan Aman dan Tentram

Ternyata untuk mencapai relasi yang berkualitas tidak selalu mudah. Padahal relasi yang baik sangat menetukan kehidupan itu berlangsung dengan aman dan tenteram. Relasi itu terbentuk karena pengenalan yang dalam. Itulah yang dialami umat Israel pada zaman Nabi Hosea. Umat Israel justru lebih mengenal dewa Kanaan, yaitu Baal (4, 6). Mereka beranggapan bahwa kelimpahan hasil pertanian dan peternakan berasal dari dewa ini. Akibatnya, mereka melupakan Tuhan dan  tidak lagi merasakan kasih sayang Tuhan. Padahal, Tuhan selalu digambarkan sebagai Suami yang setia. Suami yang mengasihi isteri-Nya dengan kasih yang kekal. Karena itu, Tuhan menghukum mereka dengan mengambil semua berkat yang diberikan kepada umat Israel (8-12). Penghukuman itu dimaksudkan agar Israel menjadi sadar dan mengenal kasih Tuhan bahwa Tuhan adalah satu-satunya sumber kelimpahan, keamanan dan ketentraman. Untunglah, Tuhan berkenan memulihkan kembali hubungan-Nya dengan bangsa Israel seperti sedia kala (17), sehingga kehidupan yang aman dan tentram. Setiap orang beriman tidak bisa mengabaikan proses mengenal Tuhan. Melalui proses tersebut kita dapat merasakan kasih dan sayang-Nya yang abadi. Dengan demikian relasi baik yang tercipta itu akan memberikan kehidupan yang aman dan tenteram.

Doa: Tuhan, tolonglah kami menjaga relasi baik dengan-Mu dan sesama, amin. 

Selasa, 19 September 2023

bahan bacaan : Hakim-Hakim 18 : 1 – 21

Patung sembahan Mikha dirampas oleh bani Dan
Pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel dan pada zaman itu suku Dan sedang mencari milik pusaka untuk menetap, sebab sampai hari itu mereka belum juga mendapat bagian milik pusaka di tengah-tengah suku-suku Israel. 2 Sebab itu bani Dan menyuruh dari kaumnya lima orang dari seluruh jumlah mereka, semuanya orang-orang yang gagah perkasa, yang berasal dari Zora dan Esytaol, untuk mengintai negeri itu dan menyelidikinya, serta berkata kepada mereka: "Pergilah menyelidiki negeri itu." Ketika orang-orang itu sampai ke pegunungan Efraim di rumah Mikha, bermalamlah mereka di sana. 3 Ketika mereka ada dekat rumah Mikha itu, dikenal merekalah logat orang muda suku Lewi itu, lalu singgahlah mereka ke sana dan berkata kepadanya: "Siapakah yang membawa engkau ke mari? Apakah pekerjaanmu dan urusanmu di sini?" 4 Katanya kepada mereka: "Begini begitulah dilakukan Mikha kepadaku; ia menggaji aku dan aku menjadi imamnya." 5 Kata mereka kepadanya: "Tanyakanlah kiranya kepada Allah, supaya kami ketahui apakah perjalanan yang kami tempuh ini akan berhasil." 6 Kata imam itu kepada mereka: "Pergilah dengan selamat! Perjalanan yang kamu tempuh itu dipandang baik oleh TUHAN." 7 Sesudah itu pergilah kelima orang itu, lalu sampailah mereka ke Lais. Dilihat merekalah, bahwa rakyat yang diam di sana hidup dengan tenteram, menurut adat orang Sidon, aman dan tenteram. Orang-orang itu tidak kekurangan apapun yang ada di muka bumi, malah kaya harta. Mereka tinggal jauh dari orang Sidon dan tidak bergaul dengan siapapun juga. 8 Setelah mereka kembali kepada saudara-saudara sesukunya di Zora dan Esytaol, berkatalah saudara-saudara sesukunya kepada mereka: "Apakah yang kamu dapati di sana?" 9 Jawab mereka: "Bersiaplah, marilah kita maju menyerang mereka, sebab kami telah melihat negeri itu, dan memang sangat baik. Masakan kamu tinggal diam! Janganlah bermalas-malas untuk pergi memasuki dan menduduki negeri itu. 10 Apabila kamu memasukinya kamu mendapati rakyat yang hidup dengan tenteram, dan negeri itu luas ke sebelah kiri dan ke sebelah kanan. Sesungguhnya, Allah telah menyerahkannya ke dalam tanganmu; itulah tempat yang tidak kekurangan apapun yang ada di muka bumi." 11 Lalu berangkatlah dari sana, dari Zora dan Esytaol, enam ratus orang dari kaum suku Dan, diperlengkapi dengan senjata. 12 Mereka maju, lalu berkemah di Kiryat-Yearim di Yehuda. Itulah sebabnya tempat itu disebut Mahane-Dan sampai sekarang; letaknya di sebelah barat Kiryat-Yearim. 13 Dari sana mereka bergerak terus ke pegunungan Efraim dan sampai di rumah Mikha. 14 Lalu berbicaralah kelima orang yang telah pergi mengintai daerah Lais itu, katanya kepada saudara-saudara sesukunya: "Tahukah kamu, bahwa dalam rumah-rumah ini ada efod, terafim, patung pahatan dan patung tuangan? Oleh sebab itu, insafilah apa yang akan kamu perbuat!" 15 Kemudian mereka menuju ke tempat itu, lalu sampai di rumah orang muda suku Lewi itu, di rumah Mikha, dan menanyakan apakah ia selamat. 16 Sementara keenam ratus orang dari bani Dan yang diperlengkapi dengan senjata itu tinggal berdiri di pintu gerbang, 17 maka kelima orang yang telah pergi mengintai negeri itu berjalan terus, masuk ke dalam lalu mengambil patung pahatan, efod, terafim dan patung tuangan itu. Adapun imam itu berdiri di pintu gerbang bersama-sama dengan keenam ratus orang yang diperlengkapi dengan senjata itu. 18 Tetapi, setelah yang lain-lain itu masuk ke dalam rumah Mikha dan mengambil patung pahatan, efod, terafim dan patung tuangan itu, berkatalah imam itu kepada mereka: "Berbuat apakah kamu ini?" 19 Tetapi jawab mereka kepadanya: "Diamlah, tutup mulut, ikutlah kami dan jadilah bapak dan imam kami. Apakah yang lebih baik bagimu: menjadi imam untuk seisi rumah satu orang atau menjadi imam untuk suatu suku dan kaum di antara orang Israel?" 20 Maka gembiralah hati imam itu, diambilnyalah efod, terafim dan patung pahatan itu, lalu masuk ke tengah-tengah orang banyak. 21 Kemudian berbaliklah mereka dan pergi, dengan anak-anak, ternak dan barang-barang yang berharga ditempatkan di depan mereka.

Harapan akan Rasa Aman

Dalam ayat ini terdapat interaksi antara lima orang pengintai dari suku Dan dengan seorang Lewi. Kelima orang ini kelihatannya takut akan Tuhan. Mereka masih mau mengandalkan Tuhan, tetapi bila itu sesuai dengan rencana mereka. Kita dapat melihat hati dan pola pikir mereka ketika kemudian menjumpai orang-orang Lais yang hidup “aman dan tenteram” dan”kaya harta”.Tanpa pikir panjang, orang Dan membawa enam ratus orang bersenjata untuk membantai habis seisi Lais guna merampas harta milik mereka. Orang Dan mempunyai harapan supaya mereka juga memiliki kehidupan yang nyaman dan tentram. Oleh karena itu suku Dan berusaha merampas apa yang bukan menjadi miliknya. Tentu saja tindakan semacam ini tidak dibenarkan dan tidak untuk dicontoh. Kita semua memiliki harapan mempunyai hidup yang aman damai sejahtera, tetapi juga harus mengusahakan dengan cara yang baik misalnya dengan bekerja keras, menabung sehingga di masa mendatang harapan itu bisa terwujud bukan hanya sebatas angan-angan atau isapan jempol. Selain itu kita harus mengikut sertakan Tuhan dalam setiap rencana. Doakan dan yakini jika Tuhan berkenan itu pasti terwujud, bukan seperti suku Dan yang mengatur rencana mereka sendiri tanpa melibatkan Tuhan  dan akhirnya berdampak pada tindakan mereka yang merugikan orang lain. Wujudkanlah ketentraman dan kesejahteraan hidup itu dengan cara-cara yang benar dan memuliakan Tuhan. Jika ingin mendapatkan sesuatu perjuangkan hal itu dengan sungguh-sungguh dan bukan hanya untuk diri sendiri.

Doa: Kiranya kami terus hidup dalam keharmonisan dengan sesama. Amin.

Rabu, 20 September 2023

bahan bacaan : Hakim-Hakim 18 : 22 – 31

22 Ketika mereka telah jauh dari rumah Mikha, dikerahkanlah orang-orang dari rumah-rumah yang di dekat rumah Mikha dan orang-orang itu mengejar bani Dan itu. 23 Mereka memanggil-manggil bani Dan, maka berbaliklah orang-orang itu dan berkata kepada Mikha: "Mau apa engkau dengan mengerahkan orang?" Lalu jawabnya: 24 "Allahku yang kubuat serta imam juga kamu ambil, lalu kamu pergi. Apakah lagi yang masih tinggal padaku? Bagaimana perkataanmu itu kepadaku: Mau apa engkau?" 25 Berkatalah bani Dan kepadanya: "Janganlah suaramu kedengaran lagi kepada kami, nanti ada orang yang menyerang engkau karena sakit hati dan dengan demikian engkau serta seisi rumahmu kehilangan nyawa." 26 Lalu bani Dan melanjutkan perjalanannya, dan Mikha, setelah dilihatnya mereka itu lebih kuat dari padanya, berpalinglah ia pulang ke rumahnya. 27 Lalu bani Dan, dengan membawa barang-barang yang dibuat Mikha, juga imamnya, mendatangi Lais, yakni rakyat yang hidup dengan aman dan tenteram. Mereka memukul orang-orang itu dengan mata pedang dan kotanya dibakar. 28 Tidak ada orang yang datang menolong, sebab kota itu jauh dari Sidon dan orang-orang kota itu tidak bergaul dengan siapapun juga. Letak kota itu di lembah Bet-Rehob. Kemudian bani Dan membangun kota itu kembali dan diam di sana. 29 Mereka menamai kota itu Dan, menurut nama bapa leluhur mereka, yakni Dan, yang lahir bagi Israel, tetapi nama kota itu dahulu adalah Lais. 30 Bani Dan menegakkan bagi mereka sendiri patung pahatan itu, lalu Yonatan bin Gersom bin Musa bersama-sama dengan anak-anaknya menjadi imam bagi suku Dan, sampai penduduk negeri itu diangkut sebagai orang buangan. 31 Demikianlah mereka menempatkan bagi mereka sendiri patung pahatan yang telah dibuat Mikha itu, dan patung itu ada di sana selama rumah Allah ada di Silo.

Hadirkanlah Rasa Aman dan Tentram

Pada mulanya patung berhala ini dibuat oleh Mikha, dan disimpan di rumah Mikha untuk disembah dan jadi dewa pegangan Mikha. Tetapi segala berhala membawa kutuk, maka tak lama kemudian Mikha diserang dan dijajah oleh suku Dan. Beratus-ratus orang suku Dan datang menjarah harta Mikha, tanah, ladang dan juga patung berhala Mikha. Patung berhala itu, dimiliki suku Dan dan menjadi berhala mereka, lengkap dengan imam bayaran milik Mikha pun di ambil alih. Dan kisah yang sama terulang lagi : kutuk pun turun atas suku Dan, dan mereka akhirnya menjadi budak dan tawanan kerajaan Asing. Dalam mendapatkan Ketentraman, suku Dan berusaha dengan berbagai macam cara merusak, mengambil dan membakar sampai keinginan mereka terpenuhi. Mereka memang mendapatkan ketentraman, tetapi dengan merusak hidup orang lain. Kisah ini menjadi pembelajaran bagi kita. Jauhilah berhala! Jangan menginginkan ketentraman dengan berharap padanya. Untuk memperoleh hidup yang tentram kita harus mengusahakan hubungan yang baik dengan sesama. Menjaga relasi demi kebersamaan itu sangat penting. Bukan sebaliknya bersaing dan bertengkar. Juga bukan dengan merampas dan merusak barang milik orang lain.Hadirkanlah rasa aman dan tenteram dalam hidup!

Doa:  Ya Tuhan, tolong kami menjauhi berhala agar selalu merasa aman dan tentram. Amin.   

Kamis, 21 September 2023

bahan bacaan : Mazmur 119 : 165

165 Besarlah ketenteraman pada orang-orang yang mencintai Taurat-Mu, tidak ada batu sandungan bagi mereka.

Merenungkan Firman Membawa Kedamaian

Kecintaan dan kesetiaan pemazmur kepada Taurat Tuhan telah membawanya pada damai sejahtera Allah. Karena itulah, pemazmur memuji-muji Allah senantiasa. Pujian yang dilakukan pemazmur keluar secara spontan karena kekagumannya pada Allah dan Taurat-Nya. Memuji Tuhan di sini berarti mengerahkan segala kemampuan, kekuatan, dan segenap jiwa melalui perbuatan-perbuatan baik yang bersumber pada Allah dan Taurat-Nya. Allah sudah mengaruniakan kebaikan, keselamatan, keadilan, dan kebenaran yang nyata dalam hidup, maka sudah sepatutnya kita memuji-muji Allah dengan perkataan, nyanyian, dan perbuatan.Firman Tuhan adalah penuntun dalam hidup. Kita hidup memang membutuhkan penuntun agar tidak salah arah dan tersesat. Maka dari itu  Firman seharusnya menjadi kecintaan kita sama seperti pemazmur.. Ketika  punya kecintaan akan Firman Tuhan, kita akan rindu membacanya setiap hari, bukan setiap minggu, setiap bulan atau setiap tahun tetapi setiap hari. Ketika membaca Firman setiap hari, kita jadi mengerti apa yang Tuhan sukai untuk dilakukan. Merenungkan Firman Tuhan membuat hati kita merasa tenang dan damai. Segala sesuatu pasti diselesaikan dengan kepala dingin dan semuanya dalam ketepatan bukan terburu-buru atau tergesa-gesa sehingga bisa mengambil tindakan yang gegabah. Orang yang setia membaca dan merenungkan firman Tuhan akan selalu mau menghadirkan kedamaian dalam hidup orang lain.

Doa: Kiranya kami terus menghadirkan kedamaian karena cinta pada firman-Mu Tuhan, Amin 

Jumat, 22 September 2023

bahan bacaan : 1 Samuel 16 : 19 – 23

19 Kemudian Saul mengirim suruhan kepada Isai dengan pesan: "Suruhlah kepadaku anakmu Daud, yang ada pada kambing domba itu." 20 Lalu Isai mengambil seekor keledai yang dimuati roti, sekirbat anggur dan seekor anak kambing, maka dikirimkannyalah itu kepada Saul dengan perantaraan Daud, anaknya. 21 Demikianlah Daud sampai kepada Saul dan menjadi pelayannya. Saul sangat mengasihinya, dan ia menjadi pembawa senjatanya. 22 Sebab itu Saul menyuruh orang kepada Isai mengatakan: "Biarkanlah Daud tetap menjadi pelayanku, sebab aku suka kepadanya." 23 Dan setiap kali apabila roh yang dari pada Allah itu hinggap pada Saul, maka Daud mengambil kecapi dan memainkannya; Saul merasa lega dan nyaman, dan roh yang jahat itu undur dari padanya.

Kiranya Kehadiran Kita Membawa Ketenangan

Daud, anak bungsu Isai yang pandai bermain kecapi. Allah menyuruh Samuel mengurapi salah seorang anak Isai untuk menjadi raja. Raja dalam pikiran Samuel adalah orang yang special, memiliki bentuk tubuh tinggi besar dari rata-rata seperti raja Saul. Samuel sudah memilih di antara anak Isai sesuai kriterianya. Tetapi Allah memberitahukan bukan yang seperti itu. Allah menunjuk Daud seorang anak yang mukanya kemerah-merahan dan perawakannya tidak besar, dialah yang akan menjadi raja. Daud memiliki kepribadian baik dan Tuhan menyertainya. Daud akhirnya menjadi pelayan Saul dan pembawa senjatanya. Sejak saat itu, jikalau roh jahat menghinggapi Saul, Daud memainkan kecapi, lalu Saul merasa nyaman karena roh jahat itu pergi meninggalkannya.Kerendahan hati yang dimiliki Daud itulah yang menyukakan hati Tuhan. Tuhan memakai Daud untuk membawa rasa aman pada Saul melalui permainan kecapinya sehingga Saul dapat merasakan kembali kedamaian. Allah melihat dan memilih orang yang akan dipakai menjadi alat-Nya bukan dari fisik tetapi dari hatinya. Allah memilih dan memakai masing-masing orang dengan maksud dan tujuan-Nya yang baik. Kiranya tujuan kehadiran kita selalu membawa ketenangan dan kebahagiaan dalam hidup orang lain, agar kehidupan ini berlangsung aman dan damai.

Doa: Ya Tuhan, kiranya kehadiran kami membawa ketenangan bagi orang lain. Amin.  

Sabtu, 23 September 2023

bahan bacaan : Keluaran 33 : 14

14 Lalu Ia berfirman: "Aku sendiri hendak membimbing engkau dan memberikan ketenteraman kepadamu."

Hanya Dalam BimbinganNya Tentram Jiwaku

Ketika Allah meminta Musa memimpin bangsa Israel melanjutkan perjalanan, ia pun memohon kasih karunia-Nya. Bagi Musa, memimpin bangsa yang besar bukanlah perkara yang mudah. Bangsa Israel suka memberontak. Banyak pengalaman Musa dapati dalam kepemimpinannya atas bangsa Israel. Di tengah perjalanan dari Mesir ke Tanah Perjanjian, bangsa Israel  melakukan dosa kepada Tuhan dengan membuat patung anak lembu emas untuk disembah. Hal ini membuat Musa marah dan kecewa. Ia  merasa gagal menunaikan tugas dari Tuhan dan tidak sanggup menanggung beratnya beban di pundaknya. Karena itu, Musa mengatakan bahwa ia hanya mau berangkat dan memimpin bangsa Israel bila Tuhan sendiri yang menyertai. Tuhan meneguhkan hati Musa dan memberikannya jaminan bahwa Tuhan sendirilah yang akan membimbingnya. Hati Musa merasa tentram. Seperti Musa, ketika kita merasa lemah dan tertekan, kita pun menyadari betapa pentingnya tuntunan Tuhan. Namun, jika ingin Tuhan menuntun kehidupan kita, maka kita juga harus hidup mengikuti apa yang dikehendakiNya. Tidak selamanya kita berjalan di jalan yang rata. Ada saatnya kita pun melewati bukit dan jurang yang terjal. Namun, jika Tuhan yang memimpin, percayalah hati dan jiwa kita akan merasa tenang dan tenteram.

Doa: Tuhan, dalam bimbingan-Mu, hati kami tentram. Amin.  

@SUMBER : SHK BULAN SEPTEMBER 2023, LPJ-GPM