Santapan Harian Keluarga, 7-13 Januari 2024

Tema Bulanan :

Tema Mingguan : Hidup Baru di Dalam Kristus

Minggu, 07 Januari 2024.

Bahan bacaan : Efesus 4 : 17-32.

Manusia baru
17 Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia 18 dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka. 19 Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran. 20 Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus. 21 Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus, 22 yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, 23 supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, 24 dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. 25 Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota. 26 Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu 27 dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis. 28 Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan. 29 Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia. 30 Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan. 31 Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. 32 Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.

Menjadi manusia baru.

Minggu pertama setelah masuk tahun baru biasanya oleh GPM dilakukan Perjamuan Kudus. Meskipun sudah biasa dan rutin dilakukan, perjamuan kudus awal tahun harus dimaknai sebagai moment untuk kita bersyukur karena masih diberi kesempatan hidup dan menerima anugerah pembenaran serta pengudusan melalui pengorbanan Yesus Kristus.Perjamuan kudus yang dilakukan ini selain menjadi kesempatan bersyukur, juga menjadi kesempatan membangun komitmen untuk membarui hidup menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Efesus, memberikan nasehat agar mereka membarui hidup sehingga menjadi manusia-manusia baru. Menjadi manusia yang dibarui itu hidupnya berbeda dari manusia yang lama. Kehidupan manusia lama, menolak Allah dan penebusan Yesus Kristus. Kehidupan manusia lama dipenuhi berbagai. kejahatan yang membinasakan. Kehidupan manusia baru,menghormati Tuhan dan menghargai karyapengorbanan Tuhan Yesus. Kehidupan manusia baru membuahkan kebaikan, kebenaran,dan keadilan. Masukilah tahun ini dengan bersyukur atas keselamatan yang dianugerahkan Tuhan Yesus dan pergunakan kesempatan hidup yang masih diberikan ini untuk membarui kehidupan lama menjadi kehidupan baru yang lebih berkenan kepada Tuhan.

doa : Syukur ya Tuhan Yesus, sebab melalui pengorbanan-Mu kami menjadi manusia baru, amin.

Senin, 08 Januari 2024

bahan bacaan : 3 Yohanes 1:11

11 Saudaraku yang kekasih, janganlah meniru yang jahat, melainkan yang baik. Barangsiapa berbuat baik, ia berasal dari Allah, tetapi barangsiapa berbuat jahat, ia tidak pernah melihat Allah.

Janganlah Meniru Yang Jahat
Salah satu kecenderungan manusia adalah suka meniru. Perbuatan meniru bukanlah hal yang keliru, namun tidak semua yang kita lihat dan dengar merupakan hal yang pantas untuk ditiru. Rasul Yohanes dalam nas bacaan hari ini mengingatkan penerima suratnya akan hal ini. Paulus memberikan contoh nyata bahwa di dalam kehidupan jernaat mula-mula, ada orang yang layak ditiru dan tidak boleh ditiru. Gayus adalah orang yang cara hidupnya layak ditiru. Ia penuh kasih menyambut dan melayani orang asing. Ia peduli pada kehidupan orang lain. Berbeda dengan Diotrefes, seorang yang perbuatannya harus diwaspadai dan tidak boleh ditiru. Ia memberontak terhadap ajaran kebenaran yang telah diajarkan kepadanya dan berlaku jahat. Menyebarkan fitnah, tidak mengakui rasul-rasul, dan mengucilkan orang-orang yang tak sepaham dengannya.
Fokusnya adalah diri sendiri bukan kebaikan bersama. Paulus mengingatkan untuk jangan meniru yang jahat sebagaimana yang dilakukan Diotrefes. Sebagai orang percaya yang telah mengenal Tuhan dan dibekali berbagai ajaran baik sepantasnya kita meniru hal yang baik, bukan yang jahat. Saling mengasihi dan memikirkan kepentingan bersama. Itulah yang telah diteladankan Kristus bagi kita, tirulah!.

Doa: Ya Allah, tolonglah kami meniru hal yang baik. bukan yang jahat, Amin.

Selasa, 09 Januari 2024

bahan bacaan : Kolose 3:5-11

Manusia baru

5 Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, 6 semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka). 7 Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya. 8 Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu. 9 Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, 10 dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya; 11 dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.

Jalanilah Hidup Sebagai Orang Baik
Teks hari ini menyaksikan pandangan rasul Paulus tentang salah satu karakter hidup orang yang percaya kepada Yesus. Karakter hidup itu disebutnya dengan sebutan manusia baru”. Sebutan itu dipertentangkan dengan ungkapan “manusia lama”. Percaya kepada Yesus berarti bersedia mengubah cara hidup atau perilaku yang buruk. Paulus tidak sekadar mengemukakan ajakan namun perintah. Setiap orang yang percaya kepada Yesus wajib hidup menurut kehendak-Nya. Yesus menghendaki semua orang yang percaya kepada-Nya mengubah perilaku buruk menjadi baik. Percaya kepada Yesus berarti mewujudkan perilaku yang baik bukan buruk. Kita tidak boleh percaya kepada Yesus tetapi berkelakuan buruk. Orang Kristen memang sementara menjalani kesementaraannya di dunia tapi bukanlah manusia yang duniawi. Oleh sebab itu semua hal yang duniawi tidak boleh menjadi cara hidup Orang Kristen. Hidup beriman dalam kesementaraan di dunia ini haruslah dijalani dengan cara menghindari semua keburukan. Keburukan itu adalah percabulan, kenajisan, hawa nafsu, keserakahan, peyembahan berhala, marah, geram, kejahatan, fitnah, kata-kata kotor dan dusta. Allah yang kita percaya di dalam Yesus dan Roh Kudus baik adanya. Ia menciptakan manusia “sungguh amat baik dan berhendak agar ciptaan-Nya itu tetap menjadi baik. Kehendak Tuhan itulah yang menjadi pegangan dan kekuatan kita. Jalanilah kehidupan sebagai orang baik sebab itulah yang dikehendaki Tuhan.

Doa: Ya Allah mampukanlah kami untuk menjalani hidup sebagai orang baik. Amin

Rabu, 10 Januari 2024

bahan bacaan : Yakobus 4:11-12

Jangan memfitnah orang
11 Saudara-saudaraku, janganlah kamu saling memfitnah! Barangsiapa memfitnah saudaranya atau menghakiminya, ia mencela hukum dan menghakiminya; dan jika engkau menghakimi hukum, maka engkau bukanlah penurut hukum, tetapi hakimnya. 12 Hanya ada satu Pembuat hukum dan Hakim, yaitu Dia yang berkuasa menyelamatkan dan membinasakan. Tetapi siapakah engkau, sehingga engkau mau menghakimi sesamamu manusia?

Hiduplah Sesuai Hukum Kasih
Akta mengasihi merupakan panggilan beriman untuk merawat kualitas hidup bersama berarti belas kepada, dalam hal ini sesama manusia. Orang-orang yang mengasihi sesama manusia patut disebut penurut hukum. Maksudnya adalah hukum kasih yakni aturan yang seharusnya mendasari perilaku orang beriman. Hidup sesuai hukum kasih mengharuskan orang Kristen tidak melakukan tindakan memfitnah dan menghakimi sesama manusia. Memfitnah bukanlah tindakan beriman, sebab dengannya kita telah menjelekkan nama orang, menodai nama baik dan merugikan kehormatan. Sedangkan menghakimi berarti mengadili atau berlaku sebagai hakim terhadap sesama manusia. Kita terpanggil untuk mengasihi sesama manusia bukan menghakimi. Selayaknya orang yang menghakimi adalah mereka yang tak berdosa dan hal ini mustahil terpenuhi pada diri setiap orang. Setiap orang ada salahnya oleh sebab itu urusan menghakimi diserahkan saja kepada mereka yang berwewenang. Ingatlah bahwa mengasihi adalah panggilan iman yang perlu kita wujudkan dalam hidup sesehari. Kita tak dapat hidup sendiri tanpa keberadaan sesama manusia. Jadi hiduplah sesuai hukum kasih!

Doa: Ya Allah, mampukanlah kami menjadi penurut-penurut hukum. Amin.

Kamis, 11 Januari 2024

bahan bacaan : Roma 7:21-26

21 Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku. 22 Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah, 23 tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku. 24 Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? 25 Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. (7-26) Jadi dengan akal budiku aku melayani hukum Allah, tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa.

Selamat Karena Kasih Karunia
Rasul Paulus mengisahkan pengalaman berimannya yang dilematis. Dahulu ia tahu bahwa hukum Taurat itu baik dan berusaha menaatinya. Namun keinginan daging membuatnya ingin berontak melawan hukum Taurat dan berbalik kepada dosa. Tidak ada seorang pun yang mampu menaati hukum Taurat dengan sempurna, sekalipun ia tahu bahwa itulah yang harus dilakukannya. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa Paulus begitu lega, karena Allah telah mengutus Yesus untuk menyelamatkannya dan orang lain dari keadaan yang amat sulit ini. Yesus menolong mengatasi ketidakmampuan Paulus. Saat Paulus sampai di batas kemampuannya sebagai manusia, ia mengalami kasih karunia Allah. Pengalaman Paulus adalah cerminan hidup beriman orang Kristen. Kita mungkin dapat melakukan banyak hal dalam hidup ini tapi tak seorang pun yang mampu menyelamatkan dirinya sendin. Keselamatan adalah kasih karunia Allah dalam Yesus Kristus. Ingatlah bahwa keinginan-keinginan daging dapat menyebabkan kita mengalami petaka atau
kebinasaan. Mohonlah Roh Kudus agar keinginan daging dimatikan sehingga akal budi memampukan kita membedakan baik dan buruk. Akhimya hiduplah dalam kasih karunia Allah yang menyelamatkan dan matikanlah dosa.

Doa : ya Allah, mampukanlah kami untuk hidup dalam kasih karunia-Mu. Amin

Jumat, 12 Januari 2024

bahan bacaan : Yakobus 4 : 1-10

Hawa nafsu dan persahabatan dengan dunia
Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu? 2 Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. 3 Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu. 4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah. 5 Janganlah kamu menyangka, bahwa Kitab Suci tanpa alasan berkata: "Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita, diingini-Nya dengan cemburu!" 6 Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." 7 Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu! 8 Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati! 9 Sadarilah kemalanganmu, berdukacita dan merataplah; hendaklah tertawamu kamu ganti dengan ratap dan sukacitamu dengan dukacita. 10 Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.

Hindari Hal Buruk Dan Lakukan Yang Baik
Ada tiga hal buruk yang harus diwaspadai dan dihindari yakni hawa nafsu, bersahabat dengan dunia dan congkak. Hindarilah hawa nafsu yakni dorongan atau keinginan kuat akan hal yang tidak baik atau keburukan. Keburukan tak ada manfaatnya dalam keberadaan kita, kapan dan di mana saja. Oleh sebab itu berusahalah untuk tidak dikendalikan hawa nafsu. Hawa nafsu dapat mengakibatkan tindakan membunuh, iri hati, bertengkar, berkelahi dan absen berdoa. Bila tindakan tak berkualitas ini dilakukan, maka itu berarti bahwa kita telah menjadi sahabat “dunia”. Maksudnya menjadi sahabat orang jahat dan kuasa-kuasa yang melawan Allah serta umat-Nya. Kondisi demikian lebih diperparah kalau tenyata kita menjalani hidup dengan kecongkakan pula. Hindarilah menjadi orang beriman yang besar kepala, sombong, pongah, dan merasa diri lebih agung dibandingkan yang lainnya. Sebaliknya, belajarlah menjadi orang beriman yang tekun berdoa, hidup dalam tuntunan Roh, rendah hati, tunduk kepada Allah dan lawanlah iblis, mentahirkan tangan, sucikan hati, mengantisipasi kejadian buruk, serta rendahkanlah diri di hadapan Tuhan. Yakinlah bahwa orang beriman yang hidup dalam kerendahan di hadapan Tuhan pasti ditinggikan-Nya.

Doa: Ya Allah, tolonglah agar kami mampu menghindari keburukan. Amin.

Sabtu, 13 Januari 2024

bahan bacaan : Roma 6 : 1 – 4

Mati dan bangkit dengan Kristus
Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu? 2 Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya? 3 Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? 4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

Hidup Bersama Kristus
Ungkapan hidup bersama Kristus sejatinya merupakan pernyataan yang mengingatkan orang Kristen untuk tidak mengulangi perbuatan salah atau dosa. Kita tak boleh mengulangi perbuatan salah atau dosa sebab menurut Paulus semua orang percaya telah dibaptis dalam Kristus. Paulus hendak menjelaskan bahwa dibaptis berarti mati bagi dosa dan dibangkitkan kepada hidup, sebagaimana Yesus telah mati dan kemudian dibangkitkan kepada hidup oleh Allah. Renungkanlah hidup dan jadilah bijak agar tidak mengulangi kesalahan. Bila selama ini kita tak melakukan kesalahan, maka berusahalah untuk tetap hidup demikian. Tetapi kalau kedapatan ada kesalahan yang dibuat berusahalah untuk tidak hidup di dalam dosa. Kita dapat saja menjadi orang yang salah dalam merasa, berpikir, berkehendak, memutuskan atau bertindak. Namun keadaan salah itu bukanlah akhir keberadaan kita. Sebab karena Kristus telah menebus, maka tersedia pengampunan Tuhan bagi setiap yang menyadari kesalahan dan mau bertobat. Orang bertobat adalah mereka yang belajar dari kesalahan, memperbaiki dan tidak mengulanginya. Ingatlah bahwa bila kesalahan tidak diperbaiki, maka hal itu akan berbalik “mengejar kita. Hidup dengan diburu perasaan bersalah tak sedap untuk dijalani. Karena itu hiduplah bersama Kristus, Sang Penyelamat yang maha baik dan mengampuni. Dia-lah Tuhan yang berkuasa memberikan kelegaan dan keluputan. Jalanilah hidup bersama Kristus yang mengasihi dan mengampuni serta jadilah berkat bagi sesama.

Doa: Ya Allah mampukanlah kami untuk tidak mengulagi kesalahan yang telah terjadi. Amin

*SUMBER : SHK BULAN JANUARI 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 31 Des 2023 – 6 Januari 2024

Tema Bulanan : Berkomitmenlah Untuk Membangun Hidup Bersama yang Berkelanjutan

Tema Mingguan : Bersyukurlah atas Pertolongan Tuhan

Minggu, 31 Desember 2023

bahan bacaan : Mazmur 146:1-10

Hanya Allah satu-satunya penolong
Haleluya! Pujilah TUHAN, hai jiwaku! 2 Aku hendak memuliakan TUHAN selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada. 3 Janganlah percaya kepada para bangsawan, kepada anak manusia yang tidak dapat memberikan keselamatan. 4 Apabila nyawanya melayang, ia kembali ke tanah; pada hari itu juga lenyaplah maksud-maksudnya. 5 Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong, yang harapannya pada TUHAN, Allahnya: 6 Dia yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya; yang tetap setia untuk selama-lamanya, 7 yang menegakkan keadilan untuk orang-orang yang diperas, yang memberi roti kepada orang-orang yang lapar. TUHAN membebaskan orang-orang yang terkurung, 8 TUHAN membuka mata orang-orang buta, TUHAN menegakkan orang yang tertunduk, TUHAN mengasihi orang-orang benar. 9 TUHAN menjaga orang-orang asing, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya. 10 TUHAN itu Raja untuk selama-lamanya, Allahmu, ya Sion, turun-temurun! Haleluya!

Kita Ada Hingga Hari Ini Karena Pertolongan Tuhan

Marilah kita bersyukur di hari terkahir dalam perjalanan tahun 2023. Penyertaan Tuhan sungguh sempurna dan tidak ada satupun rencana-Nya yang gagal atas hidup kita. Inilah bukti kasih Tuhan bahwa kita masih ada sampai saat ini. Hal itu berarti Tuhan masih mempercayakan kita menjadi saksi-Nya untuk menceritakan segala kebaikan-Nya. Apa yang dapat kita lakukan untuk membalas segala kebaikanNya?. Hanya pujian dan ungkapan syukur, karena Tuhanlah yang layak dipuji dan disembah. Tuhan adalah harta yang paling berharga. Dia tidak hanya berada pada waktu lampau, atau masa kini, tapi Dia adalah Tuhan yang juga akan menjaga seluruh perjalanan kita di masa yang akan datang. Bersyukurlah atas pertolongan Tuhan bagi kita hingga di tapal batas 2023. Kuatkan dan teguhkanlah hati, janganlah takut dan janganlah gentar, sebab Tuhanlah yang berjalan bersama kita. Apakah kita sudah sungguh-sungguh percaya dan mempercayakan seluruh perjalanan di tahun yang baru, untuk bersama dan hidup di dalam tuntunan serta pemeliharaanNya? Ya, kita percaya!!!.

Doa: Atas penyertaanMu kami ada dan itu yang menjadi kekuatan untuk kami melangkah di tahun yang baru. Amin.

Senin, 01 Januari 2024.

Bahan bacaan : Bilangan 6:22- 27.

Ucapan berkat imam
22 TUHAN berfirman kepada Musa: 23 "Berbicaralah kepada Harun dan anak-anaknya: Beginilah harus kamu memberkati orang Israel, katakanlah kepada mereka: 24 TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; 25 TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; 26 TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. 27 Demikianlah harus mereka meletakkan nama-Ku atas orang Israel, maka Aku akan memberkati mereka."

Berharaplah Kepada Tuhan Sumber Berkat.

Bersyukurlah kepada Tuhan Pencipta dan Pemelihara kehidupan, sebab la baik!Kebaikan-Nya menyata ketika kesempatan untuk hidup dan terus berkarya masih diberikan. Itulah tanda penyertaan berkat Allah kepada kita semua di tahun yang baru,tahun 2024. Tahun yang baru kita masuki ini, terbentang dengan segala kemungkinan dan tantangannya. Mari menaruh seluruh pengharapan pada Tuhan Sumber berkat. Sama seperti umat Israel yang berjalan di padang gurun dengan topangan berkat yang disampaikan Allah kepada Musa, untuk diteruskan kepada Harun dan keturunannya yang berfungsi sebagai Imam-imam Israel di zaman keluaran sampai padang gurun,maka kita pun harus terus berjalan dengan mengandalkan berkat Tuhan. Berkat yang kita yakini diberikan Tuhan kepada manusia di sepanjang sejarah. Hidup dengan mengandalkan berkat Tuhan bukan berarti kita tinggal diam atau pasif menunggu berkat tetapi secara aktif bertanggungjawab untuk mengupayakan berkat-berkat itu . Marilah mengupayakan berkat itu dengan kerja dan pelayanan yang lebih baik, lebih setia, lebib benar dan jujur. Hidup dan karya kita di tahun baru harus menjadi karya yang membawa berkat dan manfaat bagi banyak orang,sebab Tuhan pun senantiasa memberkati kehidupan kita. Berharaplah pada Tuhan sumber berkat. la menjaga dan melindungi kita di sepanjang tahun.

doa : Ya Tuhan, berkati dan lindungilah kami disepanjang tahun baru ini. Amin.

Selasa, 02 Januari 2024.

Bahan bacaan : Mazmur 95: 1-7a.

Hormatilah TUHAN dan taatilah Dia
Marilah kita bersorak-sorai untuk TUHAN, bersorak-sorak bagi gunung batu keselamatan kita. 2 Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan nyanyian syukur, bersorak-sorak bagi-Nya dengan nyanyian mazmur. 3 Sebab TUHAN adalah Allah yang besar, dan Raja yang besar mengatasi segala allah. 4 Bagian-bagian bumi yang paling dalam ada di tangan-Nya, puncak gunung-gunungpun kepunyaan-Nya. 5 Kepunyaan-Nya laut, Dialah yang menjadikannya, dan darat, tangan-Nyalah yang membentuknya. 6 Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita. 7 Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya.

Kita umat gembalaanNya, bersyukurlah.

Kawanan domba tanpa gembala adalah hal yang mustahil. Domba-domba tidak tahu arah kemana akan berjalan. dan mudah tersesat atau keluar dari kawanannya. Gembala dantongkatnya menjadi penunjuk arah yang tepat menuju padang rumput dan sungai atau sumur, tempat mereka makan dan minum. Ketika mengikuti persidangan MPL ke 44 di Kisar tahun lalu, pengalaman akan fakta ini didapati. Seorang penatua yang menjadi gembala pemilik puluhan domba dengan setia dan sabar menuntun kawanan domba gembalaannya. Masing-masing domba dikenal, sebab diberi tanda pada telinganya. Jika ia berjalan dan mengarahkan tongkatnya ke kiri, domba-domba mengikutinya dan jika ke kanan, kawanan domba itupun berjalan ke arah kanan. Setelah puas makan dan minum, sang gembala akan kembali menuntun dombanya pulang sebelum hari menjadi gelap. Domba yang mengikuti petunjuk gembala dan tetap berada dalam kawanan, akan pulang ke kandangnya dengan selamat. Pengalaman ini memberikan pelajaran, betapa domba tidck dapat berjalan tanpa gembala yang menuntun. Karena itu tepatlah jika pemazmur dalam bacaan hari ini mengajak kita bersyukur dan sujud menyembah di hadapan Tuhan, sebab Tuhan adalah Gembala kita dan kita adalah umat gembalaan-Nya, kawanan domba tuntunan tangan-Nya. Kehidupan kita terpelihara dengan aman jika tidak menyimpang ke kiri dan ke kanan dari apa yang diarahkan oleh Sang Gembala Agung.

doa : Tuhan, Engkaulah gembala kami, tuntunlah kami domba-dombaMu. Amin.

Rabu, 03 Januari 2024.

Bahan bacaan : 1 Tawarikh 29: 10-19.

Nyanyian pujian Daud
10 Lalu Daud memuji TUHAN di depan mata segenap jemaah itu. Berkatalah Daud: "Terpujilah Engkau, ya TUHAN, Allahnya bapa kami Israel, dari selama-lamanya sampai selama-lamanya. 11 Ya TUHAN, punya-Mulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan, ya, segala-galanya yang ada di langit dan di bumi! Ya TUHAN, punya-Mulah kerajaan dan Engkau yang tertinggi itu melebihi segala-galanya sebagai kepala. 12 Sebab kekayaan dan kemuliaan berasal dari pada-Mu dan Engkaulah yang berkuasa atas segala-galanya; dalam tangan-Mulah kekuatan dan kejayaan; dalam tangan-Mulah kuasa membesarkan dan mengokohkan segala-galanya. 13 Sekarang, ya Allah kami, kami bersyukur kepada-Mu dan memuji nama-Mu yang agung itu. 14 Sebab siapakah aku ini dan siapakah bangsaku, sehingga kami mampu memberikan persembahan sukarela seperti ini? Sebab dari pada-Mulah segala-galanya dan dari tangan-Mu sendirilah persembahan yang kami berikan kepada-Mu. 15 Sebab kami adalah orang asing di hadapan-Mu dan orang pendatang sama seperti semua nenek moyang kami; sebagai bayang-bayang hari-hari kami di atas bumi dan tidak ada harapan. 16 Ya TUHAN, Allah kami, segala kelimpahan bahan-bahan yang kami sediakan ini untuk mendirikan bagi-Mu rumah bagi nama-Mu yang kudus adalah dari tangan-Mu sendiri dan punya-Mulah segala-galanya. 17 Aku tahu, ya Allahku, bahwa Engkau adalah penguji hati dan berkenan kepada keikhlasan, maka akupun mempersembahkan semuanya itu dengan sukarela dan tulus ikhlas. Dan sekarang, umat-Mu yang hadir di sini telah kulihat memberikan persembahan sukarela kepada-Mu dengan sukacita. 18 Ya TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel, bapa-bapa kami, peliharalah untuk selama-lamanya kecenderungan hati umat-Mu yang demikian ini dan tetaplah tujukan hati mereka kepada-Mu. 19 Dan kepada Salomo, anakku, berikanlah hati yang tulus sehingga ia berpegang pada segala perintah-Mu dan peringatan-Mu dan ketetapan-Mu, melakukan segala-galanya dan mendirikan bait yang persiapannya telah kulakukan."

Berkat Abraham, Ishak dan Israel menyertai kamu.

Membaca ayat 18 dari nas bacaan hari ini, teringatlah ucapan yang sama: “Ya Tuhan, kiranya berkat Abraham, Ishak dan Israel menyertai semua hamba-Mu ini, amin”. Demikian sepenggal kalimat berkat di akhir doa yang disampaikan oleh salah seorang penjaga “Sinagoge”, salah satu ikon wisata yang menjadi tempat kunjungan peserta MPL 44 di Kisar. Sungguh, betapa agung karya Tuhan, tak terselami perbuatan tangan-Nya. Kebesaran, kejayaan, kehormatan, kemasyhuran, keagunganNya dan segala-galanya yang ada di langit dan di bumi, dapat dilihat serta dinikmati oleh semua orang yang percaya dan tetap tulus hati. Tidak hanya dialami oleh umat Israel di masa lampau, ketika melalui nyanyian pujian Daud, mereka bersyukur sebab nyata pertolongan Tuhan atas hidup dan kerja yang dilakukan. Kita pun bersyukur dapat mengalami Tuhan dalam karya-karya-Nya di tiap waktu dan tempat. Oktober tahun lalu, ada “Sinagoge”, Kaki Dian, Bukit Doa, pohon Ara, zaitun, kurma dan domba di Kisar. Oktober tahun 2024 ini, di Seram Utara Barat, kita pun akan melihat keagungan dan pertolongan Tuhan. Mari ungkapkanlah penghormatan kita kepada Tuhan atas semua kebaikan dan pertolongan-Nya. Perkuat komitmen untuk bekerja dan melayani. Jagalah kecenderungan hati agar tetap berpaut dan berpegang pada segala perintah, peringatan serta ketetapan-Nya, maka berkat Abraham, Ishak dan Israel menyertai langkah-langkah kita di sepanjang jalan hidup dan pelayanan di GPM.

doa : Kiranya berkat Abraham, Ishak, dan Israel menyertai kita di tahun yang baru. Amin.

Kamis, 04 Januari 2024.

Bahan bacaan : Kisah Para Rasul 28 : 11-16.

Paulus tiba di Roma
11 Tiga bulan kemudian kami berangkat dari situ naik sebuah kapal dari Aleksandria yang selama musim dingin berlabuh di pulau itu. Kapal itu memakai lambang Dioskuri. 12 Kami singgah di Sirakusa dan tinggal di situ tiga hari lamanya. 13 Dari situ kami menyusur pantai, lalu sampai ke Regium. Sehari kemudian bertiuplah angin selatan dan pada hari kedua sampailah kami di Putioli. 14 Di situ kami berjumpa dengan anggota-anggota jemaat, dan atas undangan mereka kami tinggal tujuh hari bersama-sama mereka. Sesudah itu kami berangkat ke Roma. 15 Saudara-saudara yang di sana telah mendengar tentang hal ihwal kami dan mereka datang menjumpai kami sampai ke Forum Apius dan Tres Taberne. Ketika Paulus melihat mereka, ia mengucap syukur kepada Allah lalu kuatlah hatinya. 16 Setelah kami tiba di Roma, Paulus diperbolehkan tinggal dalam rumah sendiri bersama-sama seorang prajurit yang mengawalnya.

Mengucap syukur atas semua kisah Pelayanan.

Pelayaran peserta MPL ke 44 pulang pergi Ambon-Kisar dengan kapal Sabuk Nusantara 71 dipenuhi beragam kisah. Ada kisah menyenangkan, sebab lama tidak bertemu dengan para pelayan dari 34 Klasis. Saling berbagi bekal di kapal, bercerita dan bersenda gurau. Ada pula kisah menyedihkan, karena duka yang dialami satu keluarga dan secara bersama kami berdoa dan memberikan penghiburan. Setibanya di Kisar, meski panas terik matahari menyengat kulit, sambutan penuh sukacita dari saudara-saudara seiman dirasakan melalui lantunan nyanyian anak-anak Sekolah Minggu: “selamat datang tuan, selamat datang nyonya di pulau Yotowawa, Rai Daisuli”. Sebagai rasul Tuhan, Paulus dan teman-temannya bersyukur atas kisah pelayaran dari satu tempat ke tempat lain untuk memberitakan Injil. Berhari-hari mengarungi lautan, ditemani gelombang dan angin, tidaklah menghalangi langkah mereka. Sukacita menjadi penuh ketika melihat ada banyak saudara seiman menyambut dan menjamu mereka di Putioli dan Roma. Seperti kisah pelayaran dan pelayanan Paulus yang disertai ungkapan syukur. Kita semua, para hamba-Nya yang masih setia melayani di gereja laut pulau ini, kiranya tetap bersyukur dan bersukacita dengan berbagai kisah pelayanan yang dialami, sambil terus melayani Tuhan dengan tekun serta setia.

doa ; Ya Allah, kami bersyukur atas semua kisah pelayaran dan pelayanan bersamaMu. Amin.

Jumat, 05 Januari 2024.

Bahan bacaan : Mazmur 65 : 1-9.

Nyanyian syukur karena berkat Allah
Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. Nyanyian. (65-2) Bagi-Mulah puji-pujian di Sion, ya Allah; dan kepada-Mulah orang membayar nazar. 2 (65-3) Engkau yang mendengarkan doa. Kepada-Mulah datang semua yang hidup 3 (65-4) karena bersalah. Bilamana pelanggaran-pelanggaran kami melebihi kekuatan kami, Engkaulah yang menghapuskannya. 4 (65-5) Berbahagialah orang yang Engkau pilih dan yang Engkau suruh mendekat untuk diam di pelataran-Mu! Kiranya kami menjadi kenyang dengan segala yang baik di rumah-Mu, di bait-Mu yang kudus. 5 (65-6) Dengan perbuatan-perbuatan yang dahsyat dan dengan keadilan Engkau menjawab kami, ya Allah yang menyelamatkan kami, Engkau, yang menjadi kepercayaan segala ujung bumi dan pulau-pulau yang jauh-jauh; 6 (65-7) Engkau, yang menegakkan gunung-gunung dengan kekuatan-Mu, sedang pinggang-Mu berikatkan keperkasaan; 7 (65-8) Engkau, yang meredakan deru lautan, deru gelombang-gelombangnya dan kegemparan bangsa-bangsa! 8 (65-9) Sebab itu orang-orang yang diam di ujung-ujung bumi takut kepada tanda-tanda mujizat-Mu; tempat terbitnya pagi dan petang Kaubuat bersorak-sorai.

Bersyukurlah atas segala berkat Allah.

Pemazmur di hari ini mengajak kita untuk bersyukur atas segala berkat Allah, sebab berkat-berkat Allah itu selalu tersedia bagi umat-Nya. Berkat Allah nampak dalam berbagai perbuatan-Nya yang dasyat. Allah menyelamatkan, meredakan deru lautan dan gelombang-gelombangnya. Allah mendengarkan seruan dan doa umat-Nya. Allah menghapuskan pelanggaran. Itulah sebabnya, umat yang percaya kepada-Nya diajak untuk bersyukur, memuji dan bersorak-sorai di hadapan-Nya. Hari ini kita bersyukur, sebab berkat Allah ada bagi kita di tahun yang baru. Berkat Allah juga menyertai Lembaga Pembinaan Jemaat (LPJ) Gereja Protestan Maluku, yang hari ini berusia 43 tahun. Tanpa pertolongan Tuhan Allah, LPJ GPM sebagai “dapur” yang menyiapkan materi-materi binaan bagi umat dan pelayan tidak dapat bekerja dengan baik. Hanya Tuhanlah yang memampukan. Dalam pengakuan itu, marilah kita semua mengucap syukur kepada Allah yang berkenan memberkati semua pekerjaan pelayanan di GPM. Kita yakin, Tuhan Allah akan menolong dan memberkati kelanjutan pekerjaan pelayanan di tahun 2024. Mari menghitung kebaikan dan berkat-Nya, lalu berharaplah pada kuasa dan rancangan-Nya yang baik. Teruslah bergerak bersama untuk menanam dan menyiram di kebun anggur Tuhan ini dengan tulus. Allah akan menumbuhkan.

doa : Ya Allah kami bersyukur atas berkatMu yang melimpah dalam hidup dan bagi LPJGPM. Amin.

Sabtu, 06 Januari 2024.

Bahan bacaan : Mazmur 117 : 1- 2.

Pujilah TUHAN, hai segala bangsa
Pujilah TUHAN, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa! 2 Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan TUHAN untuk selama-lamanya. Haleluya!

Megahkanlah Tuhan, hai segala suku bangsa.

Pujilah Tuhan dan megahkanlah Dia hai segala suku bangsa, sebab kasih-Nya hebat atas kita! Setelah sepekan penuh melihat kasih Tuhan dalam proses persidangan MPL 44 dan menikmati segala kelimpahan berkat Tuhan dalam berbagai jamuan makan minum yang disiapkan semua orang saudara di Kisar. Sebagai wujud ungkapan syukur di akhir persidangan itu, semua peserta diajak untuk duduk makan bersama dalam tradisi masyarakat Kisar yang disebut “Rahak.” Meja panjang tempat jamuan makan bersama telah diatur secara terpisah untuk laki-laki dan perempuan. Satu persatu dipersilahkan masuk mengambil bagian di meja makan itu, sesuai hirarki statusnya. Dimulai dari yang memiliki status tertinggi dalam gereja dan masyarakat hingga rakyat biasa. Perjamuan makan dimulai setelah semua tempat duduk terisi. Tradisi “Rahak” ini memiliki makna kebersamaan dalam persekutuan. Ibarat berada dalam satu perahu, semua orang sama-sama adalah penumpang, walaupun berbeda suku bangsa dan status social. Semua menjadi satusaudara di dalam Tuhan, sebab itu orang besar atau berstatus tinggi wajib menunggu rakyat kecil. Doa makan dilakukan oleh Latupati. Tradisi makan bersama yang ditempatkan pada akhir kegiatan penutupan sidang MPL ke-44 GPM sekaligus juga mengekspresikan rasa syukur atas seluruh kemurahan Tuhan bagi umat serta masyarakat.

doa : Kami mau memuji dan memegahkan Engkau Tuhan selama-lamanya. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN DES 2023 DAN JAN 2024, LPJ, GPM

Santapan Harian Keluarga, 24 – 30 Desember 2023

Tema Bulanan : Berkomitmenlah Untuk Membangun Hidup Bersama yang Berkelanjutan

Tema Mingguan : Nantikanlah Mesias yang Membawa Damai

Minggu, 24 Desember 2023

bahan bacaan : Mikha 5:1-14

Raja Mesias dan penyelamatan Israel
(4-14) Sekarang, engkau harus mendirikan tembok bagimu; pagar pengepungan telah mereka dirikan melawan kita; dengan tongkat mereka memukul pipi orang yang memerintah Israel. 2 (5-1) Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala. 3 (5-2) Sebab itu ia akan membiarkan mereka sampai waktu perempuan yang akan melahirkan telah melahirkan; lalu selebihnya dari saudara-saudaranya akan kembali kepada orang Israel. 4 (5-3) Maka ia akan bertindak dan akan menggembalakan mereka dalam kekuatan TUHAN, dalam kemegahan nama TUHAN Allahnya; mereka akan tinggal tetap, sebab sekarang ia menjadi besar sampai ke ujung bumi, 5 (5-4) dan dia menjadi damai sejahtera. Apabila Asyur masuk ke negeri kita dan apabila ia menginjak tanah kita, maka kita akan membangkitkan melawan dia tujuh gembala, bahkan delapan pemimpin manusia. 6 (5-5) Mereka itu akan mencukur negeri Asyur dengan pedang dan negeri Nimrod dengan pedang terhunus; mereka akan melepaskan kita dari Asyur, apabila ia ini masuk ke negeri kita dan menginjak daerah kita. 7 (5-6) Maka sisa-sisa Yakub akan ada di tengah-tengah banyak bangsa seperti embun dari pada TUHAN seperti dirus hujan ke atas tumbuh-tumbuhan yang tidak menanti-nantikan orang dan tidak mengharap-harapkan anak manusia. 8 (5-7) Maka sisa-sisa Yakub akan ada di antara suku-suku bangsa, di tengah-tengah banyak bangsa seperti singa di antara binatang-binatang hutan, seperti singa muda di antara kawanan kambing domba: ke manapun ia pergi, maka ia membanting dan menerkam, sedang tidak ada yang melepaskan. 9 (5-8) Tanganmu akan diangkat melawan para lawanmu, dan semua musuhmu akan dilenyapkan! 10 (5-9) Maka akan terjadi pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, Aku akan melenyapkan kudamu dari tengah-tengahmu dan akan membinasakan keretamu. 11 (5-10) Aku akan melenyapkan kota-kota negerimu dan akan meruntuhkan segala kubumu. 12 (5-11) Aku akan melenyapkan alat-alat sihir dari tanganmu, dan tukang-tukang peramal tidak akan ada lagi padamu. 13 (5-12) Aku akan melenyapkan patung-patungmu dan tugu-tugu berhalamu dari tengah-tengahmu, maka engkau tidak lagi akan sujud menyembah kepada buatan tanganmu. 14 (5-13) Aku akan menyentakkan tiang-tiang berhalamu dari tengah-tengahmu dan akan memunahkan berhalamu; 15 (5-14) Aku akan membalas dendam dengan murka dan kehangatan amarah, kepada bangsa-bangsa yang tidak mau mendengarkan.

Bersama Yesus Ada Damai Dan Bahagia
Perjalanan kehidupan di dunia ini tidak selamanya baik-baik saja ada rupa-rupa masalah yang menghampiri dan setiap kita punya cara sendiri untuk menghadapi dan mengatasinya. Ada yang kemudian mengatasinya dengan menggunakan kekuatan dan kepintaran, uang atau harta bahkan ada yang mengandalkan koneksi. Kita lalu melupakan dan mengabaikan suatu kuasa dan kekuatan yang telah menyelamatkan. Dialah sang Mesias Tuhan dan Juruselamat kita. Nabi Mikha telah menubuatkan bagi kita bahwa akan datang seseorang yang menjadi penyelamat dan sandaran hidup kita. Betlehem yang terkecil di antara kaum yehuda menjadi bukti kasih dan anugerah Allah bagi manusia. Dari kisah nubuatan mikha lalu kita belajar bahwa sesungguhnya yang kecil, yang hina justru dipakai Allah sebagai jalan lahimya Sang Juruselamat. Nantikanlah Dia dalam keteguhan iman dan pengharapan padanya. Ikuti dan berjalan bersama Dia pasti ada damai dan bahagia.

Doa: bersamaMu, kedamaian dan kebahagian akan menjadi bagian hidup kami. Amin

Senin, 25 Desember 2023

bahan bacaan : Matius 2:1-12

Orang-orang majus dari Timur
Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem 2 dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia." 3 Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem. 4 Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. 5 Mereka berkata kepadanya: "Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: 6 Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel." 7 Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak. 8 Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: "Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia." 9 Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada. 10 Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. 11 Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur. 12 Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.

Menyambut Yesus Dalam Ketaatan Dan Kesetiaan
Dalam setiap nasehat orang-orang tua kalimat yang sering kita dengar salah satunya “muka seng bisa robah tapi kalakuang bisa” artinya dari waktu ke waktu pengenalan akan Yesus, pengakuan akan Yesus sebagai Juruselamat mengharuskan ada perubahan-perubahan perilaku selaku orang yang mengalami perjumpaan dengan Yesus, mereka harus menjadi orang-orang yang patuh dan taat pada perintah-Nya dengan cara meninggalkan kebiasaan-kebiasaan yang buruk serta perilaku-perilaku yang menyimpang dari kehendakNya. Jangan lagi membiarkan pikiran dan perasaan kita dirasuki oleh hal-hal yang bertentangan dengan kehendakNya. Dari apa yang dilakukan oleh para Majus kita belajar tentang hal menyembah Yesus yang sesungguhnya yaitu tidak sekedar sujud tetapi serentak dengan itu harus mengambil keputusan untuk taat, setia, berpegang teguh pada perintah dan kehendakNya serta mau setia hidup di jalan Tuhan. Inilah natal yang sesungguhnya.

Doa: Mampukanlah kami menyembah-Mu dalam Roh dan Kebenaran. Amin.

Selasa, 26 Desember 2023

bahan bacaan : Matius 2:13-15

Penyingkiran ke Mesir
13 Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia." 14 Maka Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir, 15 dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku."

Kedatangan-Nya Menjadikan Hidup Lebih Berarti
Dalam mewujudkan karya keselamatan bagi manusia dan semesta melalui Yesus Kristus, Allah juga memahami orang-orang di sekitar dan salah satunya berdasarkan catatan Matius 2:13-15 ialah Yusuf. Dia adalah orang yang tulus hatinya. Ketulusan hati yusuf ini menjadikannya pribadi yang memiliki kepekaan sungguh pada apa yang diperintahkan Allah melalui malaekat-Nya. Sebab itu Allah menggunakan Yusuf sebagai mitra dalam karya penyelamatan. Ketulusan hati tidak hanya ditunjukan dalam hal kepedulian bagi sesama tetapi juga harus dinyatakan dalam kepatuhan mendengar dan melaksanakan kehendak Allah tanpa bimbang dan ragu dan tanpa persungutan. Ketulusan hati Yusuf patut kita teladani agar kita pun menjadi alat penggenapan Firman Tuhan demi karya keselamatan dari Allah bagi dunia. Jadilah orang-orang yang tulus dan memiliki kepekaan mendengar perintah Tuhan, sehingga kita akan terus berada pada jalan dan rencana Tuhan bagi kebaikan semua anak, sesama dan dunia ini seutuhnya.

Doa: Jadikan kami anak-anak yang berhati tulus dan peka mendengar perintah-MU TUHAN. Amin

Rabu, 27 Desember 2023

bahan bacaan : Zakharla 8:9-13

9 Beginilah firman TUHAN semesta alam: "Kuatkanlah hatimu, hai orang-orang yang selama ini telah mendengar firman ini, yang diucapkan para nabi, sejak dasar rumah TUHAN semesta alam diletakkan, untuk mendirikan Bait Suci itu. 10 Sebab sebelum waktu itu tidak ada rezeki bagi manusia, juga tidak bagi binatang; dan karena musuh tidak ada keamanan bagi orang yang keluar dan bagi orang yang masuk, lagipula Aku membuat manusia semua bertengkar. 11 Tetapi sekarang, Aku tidak lagi seperti waktu dahulu terhadap sisa-sisa bangsa ini, demikianlah firman TUHAN semesta alam, 12 melainkan Aku akan menabur damai sejahtera. Maka pohon anggur akan memberi buahnya dan tanah akan memberi hasilnya dan langit akan memberi air embunnya. Aku akan memberi semuanya itu kepada sisa-sisa bangsa ini sebagai miliknya. 13 Dan kalau dahulu kamu telah menjadi kutuk di antara bangsa-bangsa, hai kaum Yehuda dan kaum Israel, maka sekarang Aku akan menyelamatkan kamu, sehingga kamu menjadi berkat. Janganlah takut, kuatkanlah hatimu!"

Diselamatkan Untuk Menjadi Berkat
Saat badai datang menerpa kehidupan dan semua jalan tertutup, kehidupan seolah-olah tanpa harapan. Tatkala semua janji dan pertolongan dari tak berwujud maka ketakutan dan kecemasan akan menjadi bagian jiwa yang membuat seluruh sendi kehidupan seakan tidak berdaya. Dalam situasi seperti ini hanya ada satu janji dan pertolongan yang dapat memberi kelegaan dan kelepasan, yaitu janji Allah, sebagaimana kehadiran Yesus ke dalam dunia ini bukan karena kehendak manusia tetapi semata-mata karena kasih Allah yang mau dinyatakan agar manusia diselamatkan. Firman Tuhan yang disampaikan Zakharia itu telah menjadi nyata bahwa Yesus datang tepat pada waktu yang telah ditetapkan. Tidak terlambat, dan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan Allah. Jadi janganlah takut! Allah telah menyelamatkan dan membuat kita menjadi berkat bagi banyak orang.

Doa: Tolong kami ya TUHAN, memiliki hati yang kuat dalam menjalani setiap musim kehidupan. Amin

Kamis, 28 Desember 2023

bahan bacaan : Zakharia 8:14-19

14 Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: "Kalau dahulu Aku telah bermaksud mendatangkan malapetaka kepada kamu, ketika nenek moyangmu membuat Aku murka, dan Aku tidak menyesal, firman TUHAN semesta alam, 15 maka pada waktu ini Aku kembali bermaksud berbuat baik kepada Yerusalem dan kepada kaum Yehuda. Janganlah takut! 16 Inilah hal-hal yang harus kamu lakukan: Berkatalah benar seorang kepada yang lain dan laksanakanlah hukum yang benar, yang mendatangkan damai di pintu-pintu gerbangmu. 17 Janganlah merancang kejahatan dalam hatimu seorang terhadap yang lain dan janganlah mencintai sumpah palsu. Sebab semuanya itu Kubenci, demikianlah firman TUHAN." 18 Datanglah firman TUHAN semesta alam kepadaku, bunyinya: 19 "Beginilah firman TUHAN semesta alam: Waktu puasa dalam bulan yang keempat, dalam bulan yang kelima, dalam bulan yang ketujuh dan dalam bulan yang kesepuluh akan menjadi kegirangan dan sukacita dan menjadi waktu-waktu perayaan yang menggembirakan bagi kaum Yehuda. Maka cintailah kebenaran dan damai!"

Berkata Benar Dan Jujur Menyenangkan Hati Tuhan
Dari keterpurukan di Babelonia, umat Israel diangkat dan dipulihkan Allah. Mereka dibawa keluar dan dihentar tangan Allah yang gagah dan penuh kuasa, kembali ke tanah perjanjian sebagai tindakan penyelamatan. Karena itu umat harus meresponinya dengan berkata benar seorang kepada yang lain dan melaksanakan hukum dengan benar, yang mendatangkan damai kepada sesama. Satu tanggung jawab iman kita ialah merespon segala kebaikan Tuhan yang memenuhi hidup kita dengan berkat-Nya. Jadikan hidup kita sebagai saluran berkat bagi sesama. Berkatalah benar satu kepada yang lain, bawalah damai dalam kehidupan bersama. Lakukanlah ini sebagai persembahan yang harum bagi kemuliaan nama Tuhan. Melalui Firman Tuhan ini, kita diajak untuk berkomitmen menjalani hidup sesuai dengan apa yang dikehendaki Allah. Kita hidup benar dan jujur di hadapan Allah, tidak merancang kejahatan dalam hidup serta tidak mencintai sumpah palsu. Percayalah janji Tuhan itu ya dan amin, jangan takut! kuatkanlah hatimu karena Allah selalu besertamu.

Doa: Kami mau menjadi saluran berkatMU dengan tetap mencintai kebenaran dan kedamaian. Amin

Jumat, 29 Desember

bahan bacaan : Yesaya 9:1-6

(9-1) Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar. 3 (9-2) Engkau telah menimbulkan banyak sorak-sorak, dan sukacita yang besar; mereka telah bersukacita di hadapan-Mu, seperti sukacita di waktu panen, seperti orang bersorak-sorak di waktu membagi-bagi jarahan. 4 (9-3) Sebab kuk yang menekannya dan gandar yang di atas bahunya serta tongkat si penindas telah Kaupatahkan seperti pada hari kekalahan Midian. 5 (9-4) Sebab setiap sepatu tentara yang berderap-derap dan setiap jubah yang berlumuran darah akan menjadi umpan api. 6 (9-5) Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. 7 (9-6) Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.

Penasihat Ajaib
Jalan dalam kegelapan bagaikan kapal yang berlayar tanpa tujuan dan hanya terombang-ambing dalam situasi yang tidak menentu. Kita membutuhkan terang di tengah kegelapan agar jangan terantuk dan jatuh dalam lembah kebinasaan. Terang itu membuka mata kita untuk melihat jauh ke masa depan yang penuh dengan harapan. Yesaya bernubuat, Terang yang ilahi itu telah datang, Dialah Yesus. Kepada kita semua dianjurkan, bukalah hati sambut Dia dan tinggal Bersama-Nya pada setiap waktu dan keadaan. Jadikan Yesus bagian yang terindah dalam hidup, supaya keindahan apapun yang ditawarkan dunia ini tidak akan menggoyahkan hati dan iman kita kepada-Nya. Dialah Yesus, Tuhan yang harus memerintah atas hidup kita. Dialah Yesus, Sang Penasihat Ajaib yang akan menuntun dengan nasihat dan hikmat-Nya agar sepanjang hidup kita dapat menikmati damai sejahtera. Dialah bapa yang kekal, Raja damai. kedatanganNya memberikan kesejahteraan dan damai mengalir ibarat laut yang tidak akan pernah kering.

Doa: Tuhan, kami percaya hanya saat tinggal dan dekat dengan MU jiwa kami damai. Amin.

Sabtu, 30 Desember 2023

bahan bacaan : Yesaya 26:1-6

Nyanyian puji-pujian karena kelepasan dan penghakiman yang diberikan Allah
Pada waktu itu nyanyian ini akan dinyanyikan di tanah Yehuda: "Pada kita ada kota yang kuat, untuk keselamatan kita TUHAN telah memasang tembok dan benteng. 2 Bukalah pintu-pintu gerbang, supaya masuk bangsa yang benar dan yang tetap setia! 3 Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya. 4 Percayalah kepada TUHAN selama-lamanya, sebab TUHAN ALLAH adalah gunung batu yang kekal. 5 Sebab Ia sudah menundukkan penduduk tempat tinggi; kota yang berbenteng telah direndahkan-Nya, direndahkan-Nya sampai ke tanah dan dicampakkan-Nya sampai ke debu. 6 Kaki orang-orang sengsara, telapak kaki orang-orang lemah akan menginjak-injaknya."

Engkaulah Gunung Batu yang Kekal
Setiap pengambilan keputusan akan sangat berpengaruh terhadap apa yang akan terjadi dikemudian hari. Untuk itu Yesus mengumpamakan setiap mereka yang mengambil keputusan berdasarkan firman Tuhan seperti membangun rumah di atas pondasi batu karang, akan tetap kokoh saat di terpa badai. Tetapi bagi setiap mereka yang mengambil keputusan berdasarkan emosional sesaat orang itu ibarat membangun rumah di atas pasir, mudah roboh saat badai menerpa. Hal yang paling didambakan setiap kita di dunia ini ialah hidup di dalam damai sejahtera. Pertanyaannya adalah bagaimana kita memperoleh damai sejahtera?. Damai sejahtera akan didapati saat kita hidup benar. Damai sejahtera akan dialami saat kita terbebas dari segala kejahatan. Ke dua faktor penting ini di temukan hanya dengan cara hidup melihat pada firman Tuhan dan percaya bahwa Tuhan adalah gunung batu yang kekal (Yesaya 26 : 4). Setahun sudah kita merasakan perlindungan Tuhan. Maka buang jauh-jauh kecemasan dan keraguan dalam hati, percayalah kepada Tuhan selama-lamanya. Sebab Tuhan adalah Gunung Batu yang kuat, tempat kita berlindung di sepanjang hidup.

Doa: Kami percaya bahwa hanya Engkaulah gunung batu yang kekal. Amin

*SUMBER : SHK BULAN DESEMBER 2023, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 17 – 23 Desember 2023

Tema Bulanan : Menyambut Tuhan dengan Berpengharapan dan Bersukacita

Tema Mingguan : Bersukacitalah ! Tuhan Membawa Keselamatan

Minggu, 17 Desember 2023

bahan bacaan : Yesaya 35:1-10

Keselamatan bagi umat TUHAN
Padang gurun dan padang kering akan bergirang, padang belantara akan bersorak-sorak dan berbunga; 2 seperti bunga mawar ia akan berbunga lebat, akan bersorak-sorak, ya bersorak-sorak dan bersorak-sorai. Kemuliaan Libanon akan diberikan kepadanya, semarak Karmel dan Saron; mereka itu akan melihat kemuliaan TUHAN, semarak Allah kita. 3 Kuatkanlah tangan yang lemah lesu dan teguhkanlah lutut yang goyah. 4 Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati: "Kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!" 5 Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka. 6 Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara; 7 tanah pasir yang hangat akan menjadi kolam, dan tanah kersang menjadi sumber-sumber air; di tempat serigala berbaring akan tumbuh tebu dan pandan. 8 Di situ akan ada jalan raya, yang akan disebutkan Jalan Kudus; orang yang tidak tahir tidak akan melintasinya, dan orang-orang pandir tidak akan mengembara di atasnya. 9 Di situ tidak akan ada singa, binatang buas tidak akan menjalaninya dan tidak akan terdapat di sana; orang-orang yang diselamatkan akan berjalan di situ, 10 dan orang-orang yang dibebaskan TUHAN akan pulang dan masuk ke Sion dengan bersorak-sorai, sedang sukacita abadi meliputi mereka; kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh.

Tuhan Membawa Keselamatan, Bersukacitalahl
Tidak terasa kita sudah memasuki Minggu Adventus III (Minggu Gudete/Bersukacitalah). Pada minggu ini umat diharapkan untuk mengungkapkan sukacita atau kegembiraan menyongsong kedatangan Tuhan Yesus. Hal ini didasarkan pada pengharapan akan kedatangan Tuhan yang membawa keselamatan. Hal ini juga diungkapkan oleh Yesaya melalui nas bacaan tadi, bangsa Israel yang menderita sebagai bangsa buangan di Babilonia akan mengalami kelepasan. Pertolongan dan keselamatan akan datang dari Allah, sehingga kegirangan akan memenuhi sekalian tempat, Semuanya akan bersorak menyambut datangnya Allah Sang Penyelamat dan Penebus umat-Nya. Pada waktu itu, orang buta dapat melihat, orang yang tidak dapat mendengar akan kembali mendengar, orang lumpuh dapat berjalan, orang bisu dapat berbicara (ay.5-6). Orang yang tawar hati dan menderita memiliki semangat untuk hidup. Pokoknya, pertolongan Tuhan sempurna adanya. Maka umat yang sedang menanti kedatangan Tuhan saat adalah umat yang bersukacita dan berpengharapan kepada Tuhan yang akan memberikan keselamatan dan pelepasan dari berbagai persoalan hidup; penyakit, perselisihan, masalah keuangan, dan pergumulan lainnya.

Doa: Ya Tuhan, kami sangat bersukacita atas keselamatan yang Kau sediakan bagi kami. Amin.

Senin, 18 Desember 2023

bahan bacaan : Yesaya 52:1-12

TUHAN menyelamatkan Sion
Terjagalah, terjagalah! Kenakanlah kekuatanmu seperti pakaian, hai Sion! Kenakanlah pakaian kehormatanmu, hai Yerusalem, kota yang kudus! Sebab tidak seorangpun yang tak bersunat atau yang najis akan masuk lagi ke dalammu. 2 Kebaskanlah debu dari padamu, bangunlah, hai Yerusalem yang tertawan! Tanggalkanlah ikatan-ikatan dari lehermu, hai puteri Sion yang tertawan! 3 Sebab beginilah firman TUHAN: Kamu dijual tanpa pembayaran, maka kamu akan ditebus tanpa pembayaran juga. 4 Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH: Dahulu umat-Ku berangkat ke Mesir untuk tinggal di situ sebagai orang asing, lalu Asyur memeras dia tanpa alasan. 5 Tetapi sekarang, apakah lagi urusan-Ku di sini? demikianlah firman TUHAN. Umat-Ku sudah dirampas begitu saja. Mereka yang berkuasa atas dia memegahkan diri, demikianlah firman TUHAN, dan nama-Ku terus dihujat sepanjang hari. 6 Sebab itu umat-Ku akan mengenal nama-Ku dan pada waktu itu mereka akan mengerti bahwa Akulah Dia yang berbicara, ya Aku! 7 Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan pembawa berita, yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik, yang mengabarkan berita selamat dan berkata kepada Sion: "Allahmu itu Raja!" 8 Dengarlah suara orang-orang yang mengawal engkau: mereka bersama-sama bersorak-sorai. Sebab dengan mata kepala sendiri mereka melihat bagaimana TUHAN kembali ke Sion. 9 Bergembiralah, bersorak-sorailah bersama-sama, hai reruntuhan Yerusalem! Sebab TUHAN telah menghibur umat-Nya, telah menebus Yerusalem. 10 TUHAN telah menunjukkan tangan-Nya yang kudus di depan mata semua bangsa; maka segala ujung bumi melihat keselamatan yang dari Allah kita. 11 Menjauhlah, menjauhlah! Keluarlah dari sana! Janganlah engkau kena kepada yang najis! Keluarlah dari tengah-tengahnya, sucikanlah dirimu, hai orang-orang yang mengangkat perkakas rumah TUHAN! 12 Sungguh, kamu tidak akan buru-buru keluar dan tidak akan lari-lari berjalan, sebab TUHAN akan berjalan di depanmu, dan Allah Israel akan menjadi penutup barisanmu.

Sambutlah, Raja-Mu Datang!
Umat Israel sangat menantikan saat di mana Tuhan memulihkan kembali relasi dengan mereka. Sebagai umat pilihan, mereka rindu mendengar bahwa Tuhan telah datang untuk kembali menjadi Raja atas Israel. Tetapi kapankah ini terjadi? Kapankah berita sorak sorai ini dinyatakan? Ketika Israel kembali dari pembuangan? Tidak. Sebab setelah mereka kembali dari pembuangan pun tetap tidak ada satu orang raja keturunan Daud yang diurapi. Maka sebenarnya sorak sorai ini baru bisa digenapi ketika Tuhan Yesus datang. Kedatangan Tuhan Yesus itulah kedatangan Allah yang menjadi Raja atas umat-Nya. Yesuslah Sang Raja keturunan Daud. Dialah Sang Mesias yang dijanjikan. Dialah berita sukacita yang diteriakkan oleh pembawa berita damai itu. “Sudah datang! Sudah datang Raja kita, Allah segenap pasukan malaikat!” Yesuslah yang dimaksud. Dialah yang menggenapi semua janji Allah tentang Sang Mesias yang akan memerintah. Kita pun di saat ini mesti membuka hati untuk menyambut Raja yang sudah datang ini. Biarkan Ia memerintah dalam hati dan hidup kita, agar kebahagiaan dan sukacita menjadi bagian kita hari ini dan selamanya.

Doa: Kami siap menyambut-Mu dengan penuh sukacita ya Tuhan. Raja atas hidup kami. Amin.

Selasa, 19 Desember 2023

bahan bacaan : Yesaya 55:1-5

Seruan untuk turut serta dalam keselamatan yang dari TUHAN
Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran! 2 Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat. 3 Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud. 4 Sesungguhnya, Aku telah menetapkan dia menjadi saksi bagi bangsa-bangsa, menjadi seorang raja dan pemerintah bagi suku-suku bangsa; 5 sesungguhnya, engkau akan memanggil bangsa yang tidak kaukenal, dan bangsa yang tidak mengenal engkau akan berlari kepadamu, oleh karena TUHAN, Allahmu, dan karena Yang Mahakudus, Allah Israel, yang mengagungkan engkau.

Yesus Adalah Jalan Keselamatan dan Hidup
Nas bacaan hari ini berisi ajakan kepada umat di pembuangan untuk mendapatkan pemulihan yang dikerjakan Allah. Dalam bahasa kiasan dikatakan, mereka tidak perlu berbelanja untuk dapat makanan dan minuman yang baik dan lezat. Hal ini bukanlah berarti umat tidak perlu lagi bekerja, melainkan mereka harus melakukan pekerjaan yang dikehendaki Allah agar menikmati berkat dari Allah. Mereka tidak boleh mengerjakan hal yang jahat, apalagi mendapatkan makanan dan minuman dari hasil kecurangan. Seperti Tuhan mengaruniakan manna dan air dalam pengembaraan di padang gurun, demikianlah umat di pembuangan akan dikenyangkan dan dipuaskan oleh anugerah Allah. Sebab itu mereka harus bersukacita. Kasih setia Allah akan terbukti ketika umat di pembuangan itu kembali memperoleh situasi hidup semasa pemerintahan Daud, di mana mereka dapat memanggil bangsa mana pun untuk mendekat demi perwujudan rencana Allah bagi bangsa-bangsa. Kasih setia dan anugerah keselamatan dari Allah tidak terbatas untuk umat Israel saja, melainkan tersalurkan pula kepada seluruh bangsa.Kita sungguh bersyukur, janji kesetiaan Tuhan itu masih berlaku hingga kini. Kedatangan Tuhan Yesus, adalah bukti kesetiaan Tuhan. Karena itu, Yesus adalah Jalan keselamatan dan hidup harus kita sambut dengan bersyukur dan bersukacita.

Doa : Tuhan, ajarkan kami untuk hidup setia di jalan Keselamatan-Mu, amin

Rabu, 20 Desember 2023

bahan bacaan : Yesaya 56:1-8

Keselamatan adalah bagi semua orang
Beginilah firman TUHAN: Taatilah hukum dan tegakkanlah keadilan, sebab sebentar lagi akan datang keselamatan yang dari pada-Ku, dan keadilan-Ku akan dinyatakan. 2 Berbahagialah orang yang melakukannya, dan anak manusia yang berpegang kepadanya: yang memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya, dan yang menahan diri dari setiap perbuatan jahat. 3 Janganlah orang asing yang menggabungkan diri kepada TUHAN berkata: "Sudah tentu TUHAN hendak memisahkan aku dari pada umat-Nya"; dan janganlah orang kebiri berkata: "Sesungguhnya, aku ini pohon yang kering." 4 Sebab beginilah firman TUHAN: "Kepada orang-orang kebiri yang memelihara hari-hari Sabat-Ku dan yang memilih apa yang Kukehendaki dan yang berpegang kepada perjanjian-Ku, 5 kepada mereka akan Kuberikan dalam rumah-Ku dan di lingkungan tembok-tembok kediaman-Ku suatu tanda peringatan dan nama--itu lebih baik dari pada anak-anak lelaki dan perempuan--,suatu nama abadi yang tidak akan lenyap akan Kuberikan kepada mereka. 6 Dan orang-orang asing yang menggabungkan diri kepada TUHAN untuk melayani Dia, untuk mengasihi nama TUHAN dan untuk menjadi hamba-hamba-Nya, semuanya yang memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya, dan yang berpegang kepada perjanjian-Ku, 7 mereka akan Kubawa ke gunung-Ku yang kudus dan akan Kuberi kesukaan di rumah doa-Ku. Aku akan berkenan kepada korban-korban bakaran dan korban-korban sembelihan mereka yang dipersembahkan di atas mezbah-Ku, sebab rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa. 8 Demikianlah firman Tuhan ALLAH yang menghimpun orang-orang Israel yang terbuang: Aku akan menghimpunkan orang kepadanya lagi sebagai tambahan kepada orang-orangnya yang telah terhimpun."

Bersukacita Atas Keselamatan Dari Tuhan
Nabi Yesaya diutus kepada umat Tuhan untuk menyatakan penghiburan yang berasal dari-Nya. Penghiburan yang menguatkan umat. Karena terpuruk akibat penjajahan kekuasaan asing dan perangkap penyembahan berhala. Sungguh mengejutkan! Tuhan yang dikhianati. Tuhan yang ditinggalkan. Namun demikian, justru Tuhan yang mau datang dan menjumpai umat-Nya, bahkan memberi kesukacitaan. Tuhan menganugerahkan keselamatan bagi setiap orang yang bersedia
memelihara hidup dan mengisinya dengan pilihan untuk melakukan kehendak-Nya juga bergantung hanya pada perjanjian-Nya serta mau melayani-Nya. Di hari minggu Adven III ini, marilah menghayati dan mensyukuri keselamatan dari Tuhan, sehingga kita bersukacita! Sukacita Tuhan itu ditujukan bagi semua orang. Malam ini, marilah kita tutup dengan sebuah doa dan kesediaan diri untuk menjadi pribadi dan keluarga serta jemaat yang membagikan sukacita kepada semua orang.

Doa: Bapa, biarlah sukacita atas keselamatan yang Engkau beri mewarnai hari-hari kami. Amin.

Kamis, 21 Desember 2023

bahan bacaan : Yesaya 60:1-7

Kemuliaan Sion yang akan datang
Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. 2 Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu. 3 Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu. 4 Angkatlah mukamu dan lihatlah ke sekeliling, mereka semua datang berhimpun kepadamu; anak-anakmu laki-laki datang dari jauh, dan anak-anakmu perempuan digendong. 5 Pada waktu itu engkau akan heran melihat dan berseri-seri, engkau akan tercengang dan akan berbesar hati, sebab kelimpahan dari seberang laut akan beralih kepadamu, dan kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepadamu. 6 Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu, unta-unta muda dari Midian dan Efa. Mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur TUHAN. 7 Segala kambing domba Kedar akan berhimpun kepadamu, domba-domba jantan Nebayot akan tersedia untuk ibadahmu; semuanya akan dipersembahkan di atas mezbah-Ku sebagai korban yang berkenan kepada-Ku, dan Aku akan menyemarakkan rumah keagungan-Ku.

Bangkit dan Menjadi Teranglah
Melalui Nabi Yesaya, Allah memberikan pesan pengharapan yang menerangi hati umat pilihan-Nya bahwa Tuhan akan mendatangkan terang yang akan terbit di tengah mereka. kehidupan bangsa Israel akan dipulihkan bahkan melalui mereka bangsa-bangsa akan datang kepada terang Allah. Kesulitan hidup memang kerap membuat sekeliling kita terasa gelap. Meski demikian, Tuhan tidak pernah menghendaki kita terus diam dalam kegelapan. Dia bukan hanya memberikan terang-Nya untuk tinggal di dalam kita, tetapi Dia juga memberikan sebuah identitas baru. Dia melabeli kita sebagai terang dunia, agar kita dapat menerangi kegelapan dalam hidup banyak orang. Sehingga mereka memperoleh pengharapan dalam terang Allah yang terpancar melalui kita. Maka dari itu, bangkitlah dari keterpurukan. Firman Tuhan ini sedang mengingatkan bahwa, tidak ada alasan untuk ragu, karena sesungguhnya terang Tuhan telah terbit atas umat-Nya, yaitu, kita. Yang diperlukan adalah sadar dan bangkit lalu melakukan apa yang telah dipercayakan kepada kita. Dimanapun kita berada biarlah hidup kita ini mampu untuk memancarkan terang itu kepada semua orang. Seperti apa yang dikatakan dalam Injil Matius: Kamu adalah Terang Dunia. Demikian hendaknya terangmu bercahaya di depan orang (Matius 5:16).

Doa: Bapa, biarlah terang hidup kami menerangi kegelapan dunia ini. Amin.

Jumat, 22 Desember 2023

bahan bacaan : Yesaya 62:1-5

Keselamatan Sion akan datang dengan segera
Oleh karena Sion aku tidak dapat berdiam diri, dan oleh karena Yerusalem aku tidak akan tinggal tenang, sampai kebenarannya bersinar seperti cahaya dan keselamatannya menyala seperti suluh. 2 Maka bangsa-bangsa akan melihat kebenaranmu, dan semua raja akan melihat kemuliaanmu, dan orang akan menyebut engkau dengan nama baru yang akan ditentukan oleh TUHAN sendiri. 3 Engkau akan menjadi mahkota keagungan di tangan TUHAN dan serban kerajaan di tangan Allahmu. 4 Engkau tidak akan disebut lagi "yang ditinggalkan suami", dan negerimu tidak akan disebut lagi "yang sunyi", tetapi engkau akan dinamai "yang berkenan kepada-Ku" dan negerimu "yang bersuami", sebab TUHAN telah berkenan kepadamu, dan negerimu akan bersuami. 5 Sebab seperti seorang muda belia menjadi suami seorang anak dara, demikianlah Dia yang membangun engkau akan menjadi suamimu, dan seperti girang hatinya seorang mempelai melihat pengantin perempuan, demikianlah Allahmu akan girang hati atasmu.

Merespani Keselamatan Dari Allah
Penghukuman yang dialami dan dijalani oleh bangsa Israel membuat mereka benar-benar terpuruk. Situasi yang cukup memprihatinkan ini menggelisahkan hati sang nabi. Sebab itu, ia berkata: oleh karena Sion aku tidak dapat berdiam diri….dst (ay. 1). Artinya ia tidak akan pernah berhenti menggumuli keadaan umat Israel agar Tuhan melepaskan mereka dari penderitaan yang dialami. la sangat meyakini bahwa akan tiba saatnya bangsa Israel memperoleh pembebasan dan keselamatan dari Allah. Hal ini dipertegas dengan ungkapannya, maka bangsa-bangsa akan melihat kebenaranmu…..dst (ay. 2). Artinya Israel akan dipulihkan dan menjadi berharga serta berkenan dihadapan Tuhan. Itulah sebabnya Allah akan bergirang hati atas umat-Nya itu seperti seorang mempelai melihat pengantin perempuan. Ayat ini menjelaskan akan terjalin kembali hubungan baik antara Allah dan umat Israel. Jika Allah yang memberikan keselamatan saja dapat bergirang hati, maka bagaimana dengan Israel yang menerima keselamatan itu? Tentu saja sangat bersukacita, karena mereka akan kembali dan mendiami tanah yang telah dianugerahkan bagi mereka. Keselamatan juga telah menjadi milik kita sebagai umat Allah. Sebagai respon atas keselamatan itu maka patutlah kita bersukacita dalam menjalani hari-hari hidup, sekalipun diperhadapkan dengan berbagai tantangan. Tetaplah bersukacita!

Doa: Tuhan, biarlah sukacita atas keselamatan yang Engkau beri mewarnai hari-hari kami. Amin.

Sabtu, 23 Desember 2023

bahan bacaan : Mazmur 14:7

7 Ya, datanglah kiranya dari Sion keselamatan bagi Israel! Apabila TUHAN memulihkan keadaan umat-Nya, maka Yakub akan bersorak-sorak, Israel akan bersukacita.

Tuhan Pemberi Keselamatan
Allah tidak akan tinggal diam melihat ketidakbenaran dan ketidakadilan, sebab Dia adalah Allah yang benar dan adil. Dia sanggup sekaligus memulihkan semua orang yang mengandalkan-Nya dari cengkraman ketidakbenaran. Karena itu sangatlah penting berharap pada Tuhan seperti yang dilakukan oleh pemazmur dalam bacaan kita. Besar harapan pemazmur agar Allah dapat memulihkan dan menyelamatkan Israel dan ketidakadilan yang dialami. Pemazmur meyakini bahwa pemulihan dan keselamatan yang akan dianugerahkan Allah bagi bangsa Israel, dapat menjadikan mereka bersukacita dan bersorak-sorak. Artinya ia mengakui kuasa Allah yang mampu menghadirkan sukacita ditengah-tengah berbagai persoalan dan tantangan hidup. Tantangan kehidupan akan selalu datang silih berganti. Namun penyertaan dan perlindungan Tuhan tidak dapat tergantikan oleh apapun. Oleh karena itu teruslah bangun kepercayaan kepada Allah, sebab hanya Dia satu-satunya Allah yang sanggup melepaskan, memulihkan dan menyelamatkan. Jangan ragu mengutarakan setiap beban yang mengganjal di hati kepada Tuhan. Percayalah dan berharap dengan sungguh-sungguh kepada-Nya, maka kita akan menyaksikan keberpihakan Tuhan dalam perjalanan kehidupan yang dilalui.

Doa: Ya Allah, kami percaya bahwa Engkaulah pemberi keselamatan bagi kami. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN DES 2023, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 10 – 16 Desember 2023

Tema Bulanan : Menyambut Tuhan dengan Berpengharapan dan Bersukacita

Tema Mingguan : Nantikanlah Tuhan Yang Penuh Cinta dengan Pertobatan

Minggu, 10 Desember 2023

bahan bacaan : Matius 3:1-12

Yohanes Pembaptis
Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan: 2 "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!" 3 Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan nabi Yesaya ketika ia berkata: "Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya." 4 Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan. 5 Maka datanglah kepadanya penduduk dari Yerusalem, dari seluruh Yudea dan dari seluruh daerah sekitar Yordan. 6 Lalu sambil mengaku dosanya mereka dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan. 7 Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang? 8 Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan. 9 Dan janganlah mengira, bahwa kamu dapat berkata dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini! 10 Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. 11 Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. 12 Alat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan."

Hiduplah Sesuai Kehendak Tuhan
Bertobat merupakan satu kata yang sering menjadi perhatian penting bagi setiap orang yang memberitakan Firman. Ini tentu saja bukan hal yang baru, sebab sudah disampaikan sejak dari zaman perjanjian lama maupun perjanjian baru. Hal yang sama pun kita dapati dalam bacaan hari ini. Bagian ini menunjukkan tampilnya Yohanes di padang gurun Yudea sambil menyerukan tentang pertobatan. Bertobat artinya meninggalkan semua hal yang tidak baik dan tidak benar kemudian berbalik pada Allah. Bagi Yohanes, setiap pertobatan haruslah menghasilkan buah. Perkataan ini dia sampaikan dengan tegas, sebab setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik akan di tebang dan di buang ke dalam api (ay. 10). Maksudnya setiap orang akan menuai sesuai dengan apa yang ditaburinya. Jika yang dihasilkan adalah baik maka dibiarkan untuk terus bertumbuh dan berkembang, sebaliknya jika yang dihasilkan jahat akan di tebang dan di buang. Karena itu, dalam menantikan Tuhan yang penuh cinta, maka bertobat harus menjadi komitmen kita. Bertobat bukan hanya pengakuan semata tetapi harus nampak dalam setiap kata maupun perbuatan yang baik dan benar sesuai kehendak Allah. Jadi bertobatlah dan mengakui segala pelanggaran yang telah dilakukan, baik disengaja atau tidak disengaja. Biarlah pertobatan kita senantiasa menghasilkan buah yang baik.

Doa: Tuhan Yesus, tuntunlah kami untuk kembali dan berharap hanya kepada-Mu. Amin.

Senin, 11 Desember 2023

bahan bacaan : Yehezkiel 33:10-11

10 Dan engkau anak manusia, katakanlah kepada kaum Israel: Kamu berkata begini: Pelanggaran kami dan dosa kami sudah tertanggung atas kami dan karena itu kami hancur; bagaimanakah kami dapat tetap hidup? 11 Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup. Bertobatlah, bertobatlah dari hidupmu yang jahat itu! Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel?

Pahamilah Maksud Allah
Banyaknya pelanggara dan kejahatan yang diperbuat mengakibatkan manusia merasa tidak layak di hadapan Allah. Perasaan seperti inilah yang dirasakan oleh bangsa Israel. Hal ini terbaca jelas dalam ayat 10, ketika Israel berkata: pelanggaran kami dan dosa kami sudah tertanggung atas kami dan karena itu kami hancur…..dst. Bangsa Israel yang dibuang ke Babel menyadari bahwa hilangnya negeri mereka adalah hukuman berat karena dosa-dosa mereka. Sebagian dari mereka merasa tidak berdaya karena tidak mungkin lagi mendapatkan kembali tanah atau membangun kembali apa yang telah hancur. Atas perkataan itu Allah berfirman, Aku tidak berkenan pada kematian orang fasik…..supaya ia hidup (ay. 11a). Bangsa Israel yang tinggal di Babel telah menderita karena dosa-dosa mereka. Namun, Yehezkiel diminta untuk terus mengajak generasi yang ada untuk bertobat. Artinya Allah tidak menginginkan kematian yang sia-sia dialami oleh bangsa itu atau dengan kata lain mereka akan mengalami kebinasaan. Karena itu sangatlah penting memahami maksud Allah dalam menjalani kehidupan ini. Allah menginginkan semua orang yang dikasihi-Nya menyadari pelanggaran dan dosa serta mengalami pertobatan, sebab dengan begitu ia akan hidup. Dalam segala keterbatasan dan kekurangan yang kita miliki, mintalah Roh-Nya agar selalu memberikan pengertian dan pemahaman. Dengan demikian maka kita akan tahu bahwa Allah selalu menginginkan yang terbaik dalam kehidupan kita. Ingat dan camkanlah selalu bahwa Allah tidak menginginkan kematian
orang fasik melainkan pertobatan mereka. Bertobatlah supaya kamu hidup.

Doa: Ya Tuhan, kami mau bertobat dan berlaku benar sesuaikehendak-Mu. Amin.

Selasa, 12 Desember 2023

bahan bacaan : Yehezkiel 33:12-20

12 Dan engkau anak manusia, katakanlah kepada teman-temanmu sebangsa: Kebenaran orang benar tidak menyelamatkan dia, pada waktu ia jatuh dalam pelanggaran dan kejahatan orang jahat tidak menyebabkan dia tersandung, pada waktu ia bertobat dari kejahatannya; dan orang benar tidak dapat hidup karena kebenarannya, pada waktu ia berbuat dosa. 13 Kalau Aku berfirman kepada orang benar: Engkau pasti hidup! --tetapi ia mengandalkan kebenarannya dan ia berbuat curang, segala perbuatan-perbuatan kebenarannya tidak akan diperhitungkan, dan ia harus mati dalam kecurangan yang diperbuatnya. 14 Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Engkau pasti mati! --tetapi ia bertobat dari dosanya serta melakukan keadilan dan kebenaran, 15 orang jahat itu mengembalikan gadaian orang, ia membayar ganti rampasannya, menuruti peraturan-peraturan yang memberi hidup, sehingga tidak berbuat curang lagi, ia pasti hidup, ia tidak akan mati. 16 Semua dosa yang diperbuatnya tidak akan diingat-ingat lagi; ia sudah melakukan keadilan dan kebenaran, maka ia pasti hidup. 17 Tetapi teman-temanmu sebangsa berkata: Tindakan Tuhan tidak tepat! Padahal tindakan mereka yang tidak tepat. 18 Jikalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan, ia harus mati karena itu. 19 Sebaliknya, kalau orang fasik bertobat dari kefasikannya dan ia melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup karena itu. 20 Tetapi kamu berkata: Tindakan Tuhan tidak tepat! Aku akan menghakimi kamu, masing-masing menurut kelakuannya, hai kaum Israel."

Orang Benar vs Orang Jahat

Ada dua tipe orang yang dapat kita temui di dalam bacaan ini. Perbedaan mereka tidak hanya nampak dalam penyebutannya, tetapi juga dari setiap kelakuan mereka. Jika orang benar melakukan kebenaran dalam hidupnya, sebaliknya orang jahat melakukan kejahatan. Namun firman Tuhan yang harus disampaikan kepada orang Israel melalui Yehezkiel, kebenaran orang benar tidak menyelamatkan dia, pada waktu ia jatuh dalam pelanggaran dan kejahatan orang jahat tidak menyebabkan dia tersandung, pada waktu ia bertobat dari kejahatannya…..dst (ay. 12). Artinya seseorang dapat dikatakan benar atau jahat tergantung dari prilaku atau perbuatannya. Dengan kata lain perbuatan seseorang mencerminkan siapa dirinya, orang benar ataukah orang jahat. Menyandang identitas sebagai orang percaya mengharuskan kita berlaku benar, baik dalam sikap, perkataan dan perbuatan. Kendatipun demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa seringkali kedagingan sebagai manusia lebih menonjol sehingga perbuatan-perbuatan jahat selalu menjadi laku kita. Namun firman Tuhan memberi harapan dan dorongan untuk memperbaiki diri atau bertobat. Mintalah Roh Allah menguasai diri kita supaya dapat membedakan antara yang benar dan jahat di mata Tuhan. Ingatlah bahwa kejahatan tidak akan terjadi apabila kebenaran menjadi laku kita. Oleh karena itu nantikanlah Tuhan dan jadilah pelaku kebenaran.

Doa: Tuhan, tolonglah kami untuk selalu memahami maksud-Mu. Amin.

Rabu, 13 Desember 2023

bahan bacaan : Wahyu 2:1-7

Kepada jemaat di Efesus
"Tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Efesus: Inilah firman dari Dia, yang memegang ketujuh bintang itu di tangan kanan-Nya dan berjalan di antara ketujuh kaki dian emas itu. 2 Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta. 3 Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah. 4 Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. 5 Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat. 6 Tetapi ini yang ada padamu, yaitu engkau membenci segala perbuatan pengikut-pengikut Nikolaus, yang juga Kubenci. 7 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah."

Hiduplah Dalam Kasih
Ada sekian banyak orang yang melakukan perbuatan-perbuatan baik dalam kehidupannya. Kendatipun demikian, tidak semua perbuatan baik itu berkenan bagi Allah. Hal yang serupa juga dapat ditemui dalam perenungan saat ini. Dalam surat rasul Yohanes kepada jemaat di Efesus berisikan firman Tuhan yang memperingatkan mereka. Hal ini berkaitan dengan penilaian Tuhan atas semua perbuatan yang mereka lakukan. Tuhan memandang baik jerih payah maupun ketekunan jemaat Efesus, bahkan ketika mereka menentang rasul-rasul palsu, sabar dan menderita karena nama Yesus serta tidak mengenal lelah (ay. 2-3). Namun mereka dikecam karena perbuatan baik itu tidak disertai kasih mereka yang semula (ay. 4). Yang dimaksudkan dengan kasih yang semula yaitu kasih kepada Allah maupun sesama (Iht. Ef. 6:24; 1:15). Karena kasih itu telah hilang dari jemaat Efesus, maka sesungguhnya mereka telah jatuh dan tidak benar di hadapan Tuhan. Karenanya Tuhan mengingatkan mereka agar bertobat, melakukan kebaikan dan di dalam perbuatan baik itu mereka harus menghidupi kasih yang semula itu. Peringatan Tuhan kepada jemaat di Efesus juga penting dimaknai oleh kita sebagai orang percaya. Sebab, terkadang perbuatan baik yang kita lakukan
didorong karena motivasi yang tidak benar bahkan tidak didasari oleh kasih yang sesungguhnya.
Dengan demikian di dalam menantikan Tuhan yang penuh cinta sangatlah penting melakukan perbuatan-perbuatan baik, yang didasari dengan kasih. Sebab tanpa kasih terhadap Tuhan maupun sesama, semua perbuatan baik kita di pandang sebagai sesuatu yang tidak berkenan dihadapan Allah.

Doa: Terima kasih Tuhan Yesus, karena Engkau tidak pernah mengabaikan kami. Amin.

Kamis, 14 Desember 2023

bahan bacaan : Wahyu 3:1-6

Kepada jemaat di Sardis
"Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis: Inilah firman Dia, yang memiliki ketujuh Roh Allah dan ketujuh bintang itu: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati! 2 Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satupun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku. 3 Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu. 4 Tetapi di Sardis ada beberapa orang yang tidak mencemarkan pakaiannya; mereka akan berjalan dengan Aku dalam pakaian putih, karena mereka adalah layak untuk itu. 5 Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya. 6 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat."

Allah Tidak Mengabaikan Umat-Nya
Terlihat hidup tetapi sudah mati merupakan pernyataan Allah kepada jemaat Sardis. Mati yang dimaksudkan bukan secara jasmani tetap secara rohani. Ini disampaikan karena sekalipun mereka baik secara materi, namun tidak baik dalam membangun hubungan dengan Tuhan. Meskipun demikian, Allah tidak membiarkan dan mengabaikan mereka begitu saja. Itu sebabnya Allah berfirman: bangunlah dan kuatkan apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati…..dst (ay. 2). Artinya Allah ingin mereka bangkit sekaligus meneguhkan kembali yang sudah lemah secara rohani. Karena dari semua yang mereka lakukan tidak ada sesuatupun yang berkenan bagi Allah. Jemaat Sardis diingatkan untuk menuruti firman Tuhan yang disampaikan melalui Yohanes untuk bertobat. Ini dimaksudkan agar kehidupan rohani mereka dibarui. Buruknya kerohanian yang didapati pada jemaat Sardis juga didapati dalam kehidupan kita. Tetapi sebagaimana Allah tidak mengabaikan mereka dan masih memberikan kesempatan untuk bertobat, maka kesempatan yang sama pun diberikan kepada kita. Jangan terus terlena dengan hidup yang tidak berkenan kepada Allah melainkan barui hidup dan turuti firman-Nya. Karena firman-Nya itu adalah kekuatan sekaligus memberikan kehidupan yang abadi. Pastikanlah pribadi maupun keluarga kita tidak lagi mengikuti keinginan daging, tetapi keinginan Roh.

Doa: Tuhan, ajarilah kami untuk berlaku baik yang disertai kasih kepada Allah juga sesama. Amin.

Jumat, 15 Desember 2023

bahan bacaan : Wahyu 3:19-22

19 Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah! 20 Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku. 21 Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya. 22 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat."

Ditegur Dan Dihajar Karena Kasih
Laodikia adalah salah satu jemaat di Asia Kecil yang juga mendapat pesan dari Tuhan Yesus. Jemaat ini masih tetap melakukan ritual-ritual keagamaan, namun hanya sebatas rutinitas atau kebiasaan semata. Ketidaksungguhan kepada Allah diakibatkan karena kesombongan atas banyaknya kekayaan yang dimiliki. Karena kesombongan, mereka tidak menyadari bahwa Tuhan menganggap mereka sebagai orang-orang yang melarat dan malang, miskin, buta serta telanjang. Celaan yang disampaikan oleh Allah bertujuan supaya mereka menyadari kekeliruan bahkan kesalahan yang dilakukan. Tegoran dan hajaran yang dialami mereka bukan karena Allah membenci, tetapi sebaliknya karena Allah mengasihi dan menginginkan mereka bertobat (ay. 19). Kebenaran firman Tuhan saat ini mengingatkan sekaligus mengajarkan kita agar jangan sombong dan meninggikan diri, ketika kita diberkati dengan berlimpah-limpah kekayaan. Apalagi karena kekayaan itu kita menjadi lupa kepada Dia Sang pemberi hidup dan berkat. Jikalau karena kesalahan kita di tegor dan di hajar oleh Tuhan, maka janganlah berfikir negatif atas semuanya itu. Sebab dibalik itu sesungguhnya Allah mengasihi dan ingin kita meninggalkan dosa kemudian berbalik kepada-Nya. Dengar dan lakukanlah apa yang difirmankan-Nya, karena dengan begitu dapat mengubah hidup dan menjadikan kita berkenan kepada-Nya. Janganlah lupa, Allah tidak pernah membenci melainkan mengasihi kita.

Doa: Tuhan, kami percaya ada kasih di balik tegoran dan hajaran-Mu. Amin.

Sabtu, 16 Desember

bahan bacaan : 2 Petrus 3:1-16

Hari Tuhan
Saudara-saudara yang kekasih, ini sudah surat yang kedua, yang kutulis kepadamu. Di dalam kedua surat itu aku berusaha menghidupkan pengertian yang murni oleh peringatan-peringatan, 2 supaya kamu mengingat akan perkataan yang dahulu telah diucapkan oleh nabi-nabi kudus dan mengingat akan perintah Tuhan dan Juruselamat yang telah disampaikan oleh rasul-rasulmu kepadamu. 3 Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya. 4 Kata mereka: "Di manakah janji tentang kedatangan-Nya itu? Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan." 5 Mereka sengaja tidak mau tahu, bahwa oleh firman Allah langit telah ada sejak dahulu, dan juga bumi yang berasal dari air dan oleh air, 6 dan bahwa oleh air itu, bumi yang dahulu telah binasa, dimusnahkan oleh air bah. 7 Tetapi oleh firman itu juga langit dan bumi yang sekarang terpelihara dari api dan disimpan untuk hari penghakiman dan kebinasaan orang-orang fasik. 8 Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari. 9 Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. 10 Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. 11 Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup 12 yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya. 13 Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran. 14 Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia. 15 Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya. 16 Hal itu dibuatnya dalam semua suratnya, apabila ia berbicara tentang perkara-perkara ini. Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar difahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain.

Menantikan Tuhan Dengan Pertobatan
Kita sudah berada di hari terakhir perayaan minggu adventus II. Perayaan ini mengingatkan orang kristen bahwa kita sedang berada dalam masa-masa penantian “kedatangan” Tuhan Yesus sebagai Raja dan Tuhan pada akhir zaman (eskhatologis). Kedatangan Tuhan Yesus yang kedua ini, diibaratkan seperti pencuri, tidak seorang pun yang tahu kecuali Bapa Sorga (Mat. 24:36). Dalam masa penantian tersebut, rasul Petrus menasehati orang percaya untuk semakin dewasa dalam kebenaran Allah dalam menghadapi ajaran palsu yang menolak kedatangan Kristus kedua kalinya. Akan tetapi kebenaran Allah akan berlaku ketika pada Hari Tuhan, bumi yang tua itu lenyap dan langit dan bumi yang baru akan menggantikannya. Pada Hari Tuhan orang jahat akan menerima penghukuman mereka, sedangkan orang benar akan diselamatkan. Karena itu, orang-orang yang sudah disesatkan oleh guru-guru palsu supaya berbalik dan bertobat. Mereka harus kedapatan tak bercacat dalam perdamaian dengan Tuhan. Pesan teks ini bagi kita, merayakan minggu-minggu adventus (kedua), mengingatkan kita untuk tetap setia menanti kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya dengan hidup mengalami pertobatan dari kehidupan yang penuh dosa menjadi manusia baru didalam Kristus.

Doa: Kami mau menanti kedatangan-Mu dengan bertobat dan membarui hidup. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN DES 2023, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 3 – 9 Desember 2023

Tema Bulanan : Menyambut Tuhan dengan Berpengharapan dan Bersukacita

Tema Mingguan : Tetaplah Berpengharapan dan jadilah terang bagi dunia

Minggu, 03 Desember 2023

bahan bacaan : Yesaya 49:1-7

Hamba TUHAN sebagai terang di tengah-tengah segala bangsa
Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau, perhatikanlah, hai bangsa-bangsa yang jauh! TUHAN telah memanggil aku sejak dari kandungan telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku. 2 Ia telah membuat mulutku sebagai pedang yang tajam dan membuat aku berlindung dalam naungan tangan-Nya. Ia telah membuat aku menjadi anak panah yang runcing dan menyembunyikan aku dalam tabung panah-Nya. 3 Ia berfirman kepadaku: "Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku." 4 Tetapi aku berkata: "Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; namun, hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku." 5 Maka sekarang firman TUHAN, yang membentuk aku sejak dari kandungan untuk menjadi hamba-Nya, untuk mengembalikan Yakub kepada-Nya, dan supaya Israel dikumpulkan kepada-Nya--maka aku dipermuliakan di mata TUHAN, dan Allahku menjadi kekuatanku--,firman-Nya: 6 "Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi." 7 Beginilah firman TUHAN, Penebus Israel, Allahnya yang Mahakudus, kepada dia yang dihinakan orang, kepada dia yang dijijikkan bangsa-bangsa, kepada hamba penguasa-penguasa: "Raja-raja akan melihat perbuatan-Ku, lalu bangkit memberi hormat, dan pembesar-pembesar akan sujud menyembah, oleh karena TUHAN yang setia oleh karena Yang Mahakudus, Allah Israel, yang memilih engkau."

Kita adalah Mereka. Mereka itu Kita
Setiap orang yang terlahir di dunia ini memiliki keunikan dan keterampilan masing-masing. Nabi Yesaya menyampaikan Firman Tuhan, bahwa sejak dalam kandungan Tuhan telah menetapkan kita untuk menjadi “HambaNya” sesuai dengan kemampuan kita. Hamba Tuhan bukan sekedar menjadi Pendeta/Penginjil/Majelis Jemaat, Hamba Tuhan adalah semua orang yang taat dan setia melakukan kehendakNya dalam segala keadaan dan situasi termasuk mereka yang memiliki keterbatasan juga. Oleh karenanya, kita saat ini diarahkan agar dapat menjadi Hamba Tuhan yang menerangi kehidupan kita lewat tutur kata, perilaku dan pekerjaan yang kita lakukan. Apapun yang kita kerjakan hendaknya berdampak pada nilai-nilai kebaikan serta menjadi teladan bagi sesama. Saudara/l kita yang adalah penyandang Disabilitas pun mampu menjadi Terang ketika mereka dengan keterbatasannya tetap menunjukkan kesetiaan untuk menjadi Hamba Tuhan yang mau hidup saling mengasihi dan saling menerima satu dengan yang lain. Jika demikian, maka tugas kita yang hidup berdampingan dengan saudara/l Disabiltas ialah hidup saling melengkapi, saling mendukung dan tidak megucilkan mereka. Ingat, setiap kita memiliki keunikan dan itu telah ditentukan Tuhan Allah sejak di dalam kandungan.

Doa: Tunjukkan KasihMu Tuhan, bagi setiap jiwa yang merindukan JamahanMu. Amin.

Senin, 04 Desember 2023

bahan bacaan : Yesaya 42:1-9

Hamba TUHAN
Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa. 2 Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya di jalan. 3 Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum. 4 Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya. 5 Beginilah firman Allah, TUHAN, yang menciptakan langit dan membentangkannya, yang menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya, yang memberikan nafas kepada umat manusia yang mendudukinya dan nyawa kepada mereka yang hidup di atasnya: 6 "Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa, 7 untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara. 8 Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung. 9 Nubuat-nubuat yang dahulu sekarang sudah menjadi kenyataan, hal-hal yang baru hendak Kuberitahukan. Sebelum hal-hal itu muncul, Aku mengabarkannya kepadamu."

Berharaplah Hanya Kepada Tuhan
Dunia dewasa ini sedang tidak baik-baik saja. Kesulitan ekonomi, penderitaan akibat penyalahgunaan kekuasaan, penindasan serta perundungan hak-hak asasi manusia lewat media online kian marak terjadi. Ya! Belakangan ini kita diperhadapkan dengan berbagai informasi kematian akibat bullyian atau perundungan. Pada dasarnya manusia ketika berhadapan dengan persoalan hidup, ‘sakit’ yang mereka derita bukan soal sakit fisik namun lebih kepada psikis. Oleh karenanya, dukungan keluarga atau Support System penting untuk memberikan semangat dan mengembalikan kepercayaan diri dari si penderita itu. Nabi Yesaya melalui bacaan ini memberikan sebuah pengharapan tentang kehidupan yang diselamatkan oleh Tuhan Allah. Pada ayat 3 & 4 digambarkan lewat kalimat “buluh yang patah tidak diputuskan dan sumbu yang pudar tidak akan dipadamkan”. Metafora ini menegaskan bahwa dalam keadaan sesulit apapun, Tuhan tidak akan pemah meninggalkan kita asalkan kita sungguh-sungguh percaya dan berserah padaNya. Ketika kita meminta kekuatan, Tuhan memberikan kesulitan agar kita belajar menjadi kuat. Ketika kita meminta Hikmat, Tuhan memberikan persoalan agar kita semakin bijaksana. Kita diajarkan untuk hidup berserah kepada Tuhan sebab keselamatan telah dianugerahkan kepada kita. Jadilah pribadi yang saling menguatkan, hadir dan memberikan motivasi kepada setiap jiwa yang hampa. Hanya dengan demikian, maka kehadiran kita akan lebih berarti dan bermakna.

Doa: Topang kami Tuhan, untuk tetap menggantungkan seluruh harapan hanya kepadaMu. Amin.

Selasa, 05 Desember 2023

bahan bacaan : Yesaya 42: 10-17

Puji-pujian tentang penyelamatan
10 Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN dan pujilah Dia dari ujung bumi! Baiklah laut bergemuruh serta segala isinya dan pulau-pulau dengan segala penduduknya. 11 Baiklah padang gurun menyaringkan suara dengan kota-kotanya dan dengan desa-desa yang didiami Kedar! Baiklah bersorak-sorai penduduk Bukit Batu, baiklah mereka berseru-seru dari puncak gunung-gunung! 12 Baiklah mereka memberi penghormatan kepada TUHAN, dan memberitakan pujian yang kepada-Nya di pulau-pulau. 13 TUHAN keluar berperang seperti pahlawan, seperti orang perang Ia membangkitkan semangat-Nya untuk bertempur; Ia bertempik sorak, ya, Ia memekik, terhadap musuh-musuh-Nya Ia membuktikan kepahlawanan-Nya. 14 Aku membisu dari sejak dahulu kala, Aku berdiam diri, Aku menahan hati-Ku; sekarang Aku mau mengerang seperti perempuan yang melahirkan, Aku mau mengah-mengah dan megap-megap. 15 Aku mau membuat tandus gunung-gunung dan bukit-bukit, dan mau membuat layu segala tumbuh-tumbuhannya; Aku mau membuat sungai-sungai menjadi tanah kering dan mau membuat kering telaga-telaga. 16 Aku mau memimpin orang-orang buta di jalan yang tidak mereka kenal, dan mau membawa mereka berjalan di jalan-jalan yang tidak mereka kenal. Aku mau membuat kegelapan yang di depan mereka menjadi terang dan tanah yang berkeluk-keluk menjadi tanah yang rata. Itulah hal-hal yang hendak Kulakukan kepada mereka, yang pasti akan Kulaksanakan. 17 Orang-orang yang percaya kepada patung pahatan akan berpaling ke belakang dan mendapat malu, yaitu orang-orang yang berkata kepada patung tuangan: "Kamulah allah kami!"

Pujilah Tuhan, hai Jiwaku

Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Allah Pencipta cakrawala. Segala Serafim, Kerubim, pujilah Dia, besarkanlah namaNya” ini adalah penggalan lagu PKJ No 27 yang bercerita tentang Puji-pujian kepada Allah oleh karena kebaikan dan kebesaran yang Tuhan Allah anugerahkan kepada kita. Sejalan dengan bacaan kita hari ini yang merupakan lanjutan dari bacaan kemarin bahwa Nabi Yesaya menyerukan kepada umat untuk selalu memuji Tuhan Allah atas Keselamatan yang dianugerahkan kepada kita. Memuji Tuhan bukan sekedar bernyanyi dan melantunkan nada-nada indah, melainkan harus diaktakan lewat tutur kata dan tindakan sehari-hari. Memuji Tuhan melalui tindakan kepedulian bagi sesama, penghormatan kepada orang tua, membangun kehidupan saling mengasihi. Tidak saling menjatuhkan, tidak saling membenci, tidak ada rasa iri hati, dendam bahkan tidak merancang kejahatan bagi sesama. Memuji Tuhan juga harus nampak dalam relasi dengan alam ciptaan. Merawat dan melestarikan alam yang adalah anugerah Allah untuk kita berdiam didalamnya. Jika kita dapat memberlakukan dalam kehidupan dan keseharian kita, maka percayalah itu adalah wujud puji-pujian yang sejati bagi Allah yang telah menebus kita.

Doa: ajari kami untuk memujiMu Tuhan melalui tutur kata dan perbuatan kami. Amin.

Rabu, 06 Desember 2023

bahan bacaan : Yesaya 43:1-7

Allah adalah satu-satunya penebus
Tetapi sekarang, beginilah firman TUHAN yang menciptakan engkau, hai Yakub, yang membentuk engkau, hai Israel: "Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. 2 Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau. 3 Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, Yang Mahakudus, Allah Israel, Juruselamatmu. Aku menebus engkau dengan Mesir, dan memberikan Etiopia dan Syeba sebagai gantimu. 4 Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu. 5 Janganlah takut, sebab Aku ini menyertai engkau, Aku akan mendatangkan anak cucumu dari timur, dan Aku akan menghimpun engkau dari barat. 6 Aku akan berkata kepada utara: Berikanlah! dan kepada selatan: Janganlah tahan-tahan! Bawalah anak-anak-Ku laki-laki dari jauh, dan anak-anak-Ku perempuan dari ujung-ujung bumi, 7 semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku, yang Kubentuk dan yang juga Kujadikan!"

Berharga Di Mata Tuhan Setiap Orang Percaya
Seperti pelangi sehabis hujan itulah janji setiaMu Tuhan, merupakan penggalan lirik lagu yang menunjukkan kesetiaan Tuhan di balik penderitaan yang dialami manusia. Dalam sejarah umat Israel, beberapa kali mereka diselamatkan oleh Allah dari cengkraman musuh dan salah satunya yaitu pembebasan dari pembuangan di Babel. Teks bacaan kita menggambarkan tentang janji Allah terkait pembebasan yang akan dialami oleh umat-Nya dalam pembuangan. …..jangan takut, sebab Aku telah menebus engkau. (ay. 1), menunjukkan ada ketakutan besar yang dirasakan oleh bangsa Israel kala itu. Namun dalam penderitaan yang dialami, Allah akan senantiasa menyertai hidup mereka. Sebab umat Israel berharga di mata Allah dan Allah yang mereka sembah adalah Allah yang Maha Kudus dan pengasih. Penyelamatan Allah atas Israel dalam bacaan saat ini memberikan kekuatan bagi kita sebagai orang percaya. Berbagai tantangan dan persoalan hidup akan menjadi realita yang harus tetap kita hadapi dan jalani. Karena sebagaimana Israel dibebaskan maka kita juga harus meyakini bahwa dalam harap dan percaya pada Allah dalam Yesus, kita akan mampu melewati tantangan dan persoalan itu. Sebab hidup setiap orang percaya begitu berharga di mata Allah. Karena itu, janganlah takut melainkan berharaplah senantiasa kepada-Nya, sebab di mata-Nya kita berharga.

Doa: Terima kasih Tuhan, karena hidup kami berharga dihadapanMu. Amin.

Kamis, 07 Desember 2023

bahan bacaan : Yesaya 44:1-8

TUHAN satu-satunya Allah
"Tetapi sekarang, dengarlah, hai Yakub, hamba-Ku, dan hai Israel, yang telah Kupilih! 2 Beginilah firman TUHAN yang menjadikan engkau, yang membentuk engkau sejak dari kandungan dan yang menolong engkau: Janganlah takut, hai hamba-Ku Yakub, dan hai Yesyurun, yang telah Kupilih! 3 Sebab Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus, dan hujan lebat ke atas tempat yang kering. Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas keturunanmu, dan berkat-Ku ke atas anak cucumu. 4 Mereka akan tumbuh seperti rumput di tengah-tengah air, seperti pohon-pohon gandarusa di tepi sungai. 5 Yang satu akan berkata: Aku kepunyaan TUHAN, yang lain akan menyebut dirinya dengan nama Yakub, dan yang ketiga akan menuliskan pada tangannya: Kepunyaan TUHAN, dan akan menggelari dirinya dengan nama Israel." 6 Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: "Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku. 7 Siapakah seperti Aku? Biarlah ia menyerukannya, biarlah ia memberitahukannya dan membentangkannya kepada-Ku! Siapakah yang mengabarkan dari dahulu kala hal-hal yang akan datang? Apa yang akan tiba, biarlah mereka memberitahukannya kepada kami! 8 Janganlah gentar dan janganlah takut, sebab memang dari dahulu telah Kukabarkan dan Kuberitahukan hal itu kepadamu. Kamulah saksi-saksi-Ku! Adakah Allah selain dari pada-Ku? Tidak ada Gunung Batu yang lain, tidak ada Kukenal!"

Allah Tak Pernah Ingkar Janji
Dengan beragam alasan, manusia dapat saja mengingkari janji yang telah diucapkannya. Namun hal semacam ini tidak berlaku bagi Tuhan Allah. Janji berkat atas seluruh kehidupan umat Israel tidak pernah di ingkari-Nya, sekalipun mereka hidup dalam ketidaktaatan. Hal ini terbukti ketika Allah masih memberikan kesempatan setelah mereka menerima ganjaran atas ketidaktaatan yang dilakukan. Inilah yang nampak dalam ayat 3, sebab Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus…..dan berkat-Ku ke atas anak cucumu. Artinya janji berkat Allah tidak berkesudahan dan akan senantiasa ditepati bagi bangsa Israel bahkan sampai kepada keturunan selanjutnya. Oleh karena itu sangatlah penting membangun kepercayaan dan keyakinan secara utuh kepada Allah. Sebab hanya Dia satu-satunya Allah yang patut dipercayai (ay. 6b). Janji berkat yang diucapkan-Nya tidak berlaku hanya kepada bangsa Israel saja, melainkan juga bagi semua orang yang telah percaya kepada-Nya. Sebagai manusia seringkali kita diliputi kekuatiran ketika diperhadapkan dengan badai kehidupan. Badai itu dapat bermunculan dari berbagai segi kehidupan baik dalam keluarga, persekutuan maupun masyarakat. Akan tetapi sekuat apapun badai yang datang menerpa silih berganti, tetaplah berpegang teguh pada janji Tuhan. Sesuai firman Tuhan saat ini, maka janganlah gentar dan janganlah takut sebab Allah yang kita sembah adalah Allah yang takan pernah mengingkari janji. Teruslah membangun hidup dalam kepercayaan yang sungguh kepada Allah. Yakinlah di dalam kepercayaan itu kita akan senantiasa menikmati berkat-berkat-Nya dan menjadi berkat bagi orang lain.

Doa: Ajarilah kami Bapa, agar mau meninggalkan dosa dan kembali kepadaMu. Amin.

Jumat, 08 Desember 2023

bahan bacaan : Yesaya 44:21-28

TUHAN Penebus Israel
21 Ingatlah semuanya ini, hai Yakub, sebab engkaulah hamba-Ku, hai Israel. Aku telah membentuk engkau, engkau adalah hamba-Ku; hai Israel, engkau tidak Kulupakan. 22 Aku telah menghapus segala dosa pemberontakanmu seperti kabut diterbangkan angin dan segala dosamu seperti awan yang tertiup. Kembalilah kepada-Ku, sebab Aku telah menebus engkau! 23 Bersorak-sorailah, hai langit, sebab TUHAN telah bertindak, bertempiksoraklah, hai rahim bumi! Bergembiralah dengan sorak-sorai, hai gunung-gunung, hai hutan serta segala pohon di dalamnya! Sebab TUHAN telah menebus Yakub, dan Ia telah memperlihatkan keagungan-Nya dalam hal Israel. 24 Beginilah firman TUHAN, Penebusmu, yang membentuk engkau sejak dari kandungan; "Akulah TUHAN, yang menjadikan segala sesuatu, yang seorang diri membentangkan langit, yang menghamparkan bumi--siapakah yang mendampingi Aku? -- 25 Akulah yang meniadakan tanda-tanda peramal pembohong dan mempermain-mainkan tukang-tukang tenung; yang membuat orang-orang bijaksana mundur ke belakang, dan membalikkan pengetahuan mereka menjadi kebodohan; 26 Akulah yang menguatkan perkataan hamba-hamba-Ku dan melaksanakan keputusan-keputusan yang diberitakan utusan-utusan-Ku; yang berkata tentang Yerusalem: Baiklah ia didiami! dan tentang kota-kota Yehuda: Baiklah ia dibangun, Aku mau mendirikan kembali reruntuhannya! 27 Akulah yang berkata kepada tubir lautan: Jadilah kering, Aku mau mengeringkan sungai-sungaimu! 28 Akulah yang berkata tentang Koresh: Dia gembala-Ku; segala kehendak-Ku akan digenapinya dengan mengatakan tentang Yerusalem: Baiklah ia dibangun! dan tentang Bait Suci: Baiklah diletakkan dasarnya!"

Allah Berkuasa Menebus Umat-Nya
Pemberontakan Israel kepada Allah mengakibatkan mereka harus menerima ganjarannya yakni terbuang ke Babel. Namun dalam segala keterpurukan yang mereka alami karena murka Allah itu, tidak membuat mereka dilupakan dan ditinggalkan sebagai umat pilihan Allah. Hal ini nampak jelas dalam ayat 21, dimana Allah menyatakan bahwa mereka dibentuk oleh Allah dan mereka adalah hamba Allah. Artinya sekalipun mereka telah melakukan pelanggaran, tetapi Allah mau tetap mengampuni dan mengasihi mereka. Ini jelas terbaca dalam ayat 22, Aku telah menghapus segala dosa pemberontakanmu…..kembalilah padaKu sebab Aku telah menebus engkau. Karena Allah sama sekali tidak memperhitungkan dosa pemberontakan yang dilakukan, maka mereka patut bersyukur dan bersukacita atas kemurahan Allah yang tak terhingga. Selain itu hal terpenting yang harus dilakukan sebagai respon atas kasih Allah yaitu meninggalkan dosa. Kasih Allah yang tak terbatas berlaku juga bagi kita semua yang percaya kepada-Nya. Karena itu jika kita telah terlanjur melakukan kesalahan lewat sikap, tutur kata dan perbuatan yang menyakiti Allah dan sesama, maka bertobat dan berbaliklah pada Allah. Sebab la berkuasa membentuk segala sesuatu, membebaskan dari keterpurukan bahkan mengampuni segala dosa. Jadi baharuilah diri dan hidup sesuai kehendak-Nya.

Doa: Tuhan, kami yakin bahwa Engkau adalah Allah yang tak pernah ingkari janji. Amin.

Sabtu, 09 Desember 2023

bahan bacaan : Yesaya 45: 20-25

Seruan kepada bangsa-bangsa supaya kembali kepada TUHAN
20 "Berhimpunlah dan datanglah, tampillah bersama-sama, hai kamu sekalian yang terluput di antara bangsa-bangsa! Tiada berpengetahuan orang-orang yang mengarak patung dari kayu dan yang berdoa kepada allah yang tidak dapat menyelamatkan. 21 Beritahukanlah dan kemukakanlah alasanmu, ya, biarlah mereka berunding bersama-sama: Siapakah yang mengabarkan hal ini dari zaman purbakala, dan memberitahukannya dari sejak dahulu? Bukankah Aku, TUHAN? Tidak ada yang lain, tidak ada Allah selain dari pada-Ku! Allah yang adil dan Juruselamat, tidak ada yang lain kecuali Aku! 22 Berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan, hai ujung-ujung bumi! Sebab Akulah Allah dan tidak ada yang lain. 23 Demi Aku sendiri Aku telah bersumpah, dari mulut-Ku telah keluar kebenaran, suatu firman yang tidak dapat ditarik kembali: dan semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku, dan akan bersumpah setia dalam segala bahasa, 24 sambil berkata: Keadilan dan kekuatan hanya ada di dalam TUHAN. Semua orang yang telah bangkit amarahnya terhadap Dia akan datang kepada-Nya dan mendapat malu, 25 tetapi seluruh keturunan Israel akan nyata benar dan akan bermegah di dalam TUHAN."

Kembalilah Kepada Allah
Ketika seseorang merasakan sakit yang begitu mendalam karena kesalahan orang lain maka akan sangat sulit mempercayai, mengampuni, apalagi memberi kesempatan ke dua. Akan tetapi tidak demikian dengan Allah, karena Ia masih memberikan kesempatan kepada bangsa yang telah menyakiti-Nya berulang kali. Kesempatan yang Allah berikan kepada bangsa Israel sangat jelas terlihat dalam ayat 20, berhimpunlah dan datanglah, tampillah bersama-sama…… yang tidak dapat menyelamatkan. Kalimat ini menunjukkan panggilan Allah kepada mereka yang telah berpaling dan menjauh dari pada-Nya. Allah seakan tidak ingin bangsa Israel terus-menerus hidup berdampingan dengan bangsa lain yang mengarak patung dari kayu dan yang berdoa kepada allah yang tidak dapat menyelamatkan. Hal ini dipertegas dalam ayat 22, berpalinglah kepada-Ku dan biarkan dirimu diselamatkan…..dst. Sebab tidak ada yang dapat memberikan keselamatan selain Tuhan Allah sendiri. Kepada-Nyalah semua orang akan bertekuk lutut dan bersumpah setia sambil berkata keadilan dan kekuatan hanya ada di dalam Tuhan. Selebihnya orang yang kembali kepada Allah akan senantiasa bermegah di dalam-Nya. Karena itu kebenaran firman Tuhan saat ini hendak mengajarkan kepada kita untuk kembali dan terus mengimani Allah yang telah menyelamatkan kita. Dialah satu-satunya Allah yang akan memberikan kesempatan bagi kita untuk bertobat, memperbaiki diri dan mau hidup baru di dalam Allah. Oleh sebab itu patutlah kita memberi diri agar dituntun oleh Allah, terus berpengharapan kepada-Nya serta berlaku yang mencerminkan hidup sebagai anak-anak Allah.

Doa: Tuhan, mampukan kami agar dapat hidup sesuai kehendak-Mu. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN DESEMBER 2023, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 26 Nov – 2 Des 2023

Tema Bulanan : Berkomitmenlah Untuk Membangun Hidup Bersama yang Berkelanjutan.

Tema Mingguan : Keluarga yang Saling Mengasihi

Minggu, 26 November 2023

bahan bacaan : 1 Yohanes 3:11-18

Kasih terhadap saudara sebagai tanda hidup baru
11 Sebab inilah berita yang telah kamu dengar dari mulanya, yaitu bahwa kita harus saling mengasihi; 12 bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar. 13 Janganlah kamu heran, saudara-saudara, apabila dunia membenci kamu. 14 Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut. 15 Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya. 16 Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita. 17 Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya? 18 Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.

Mengasihi Saudara Sebagai Wujud Kasih Kristus
Tema binaan di minggu ini adalah “Keluarga Yang Saling Mengasihi” berdasarkan perikop 1 Yohanes 3: 11-18. Nas ini menekankan aspek saling mengasihi sebagai perintah Tuhan Yesus kepada orang percaya. Yohanes menjelaskan Keluarga yang saling mengasihi adalah keluarga yang menyayangi dan menaruh kasih kepada anggota keluarga dengan cara tidak melakukan tindakan kejahatan (membunuh) yang didasarkan pada rasa kebencian terhadap sesama saudara seperti yang dilakukan Kain kepada Habel. Mengasihi juga berarti tindakan untuk berbagi dengan mereka yang menderita kekurangan. Hidup saling mengasihi didasarkan pada kasih Kristus yang telah mengorbankan nyawanya kepada manusia berdosa (ay.16). Makna yang mendalam bagi kita. Sebab itu marilah membangun hidup keluarga yang saling mengasihi antara suami atau isteri, orang tua dan anak, saudara dengan saudara dan antar sesama. Stop Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), perselisihan antara orang tua dengan anak, saudara dengan saudara serta rasa kebencian yang bisa menyakiti dan menjatuhkan sesama.

Doa: Tuhan, Tolonglah kami menghadirkan hidup saling mengasihi dalam keluarga. Amin.

Senin, 27 November 2023

bahan bacaan : 2 Yohanes 1:4-6

Tetaplah di dalam ajaran Kristus
4 Aku sangat bersukacita, bahwa aku mendapati, bahwa separuh dari anak-anakmu hidup dalam kebenaran sesuai dengan perintah yang telah kita terima dari Bapa. 5 Dan sekarang aku minta kepadamu, Ibu--bukan seolah-olah aku menuliskan perintah baru bagimu, tetapi menurut perintah yang sudah ada pada kita dari mulanya--supaya kita saling mengasihi. 6 Dan inilah kasih itu, yaitu bahwa kita harus hidup menurut perintah-Nya. Dan inilah perintah itu, yaitu bahwa kamu harus hidup di dalam kasih, sebagaimana telah kamu dengar dari mulanya.

Hidup Saling Mengasihi Merupakan Ajaran Kristus
Surat 2 Yohanes ditujukan kepada seorang wanita Kristen dan anak-anaknya, tapi juga dimaksdkan kepada sebagian jemaat yang masih berpegang kepada kebenaran mengenai Yesus Kristus. Memang, ada dugaan bahwa sebagian jemaat telah terpengaruh oleh pengajaran palsu sehingga kelakuan mereka tidak lagi rohani. Dalam realitas tersebut. Yohanes menasehati jemaat untuk hidup dalam kebenaran, kasih dan ketaatan. Hal ini dijelaskan dalam bacaan tadi, Yohanes yang merasa senang/bergembira menasehati jemaat pada saat itu supaya mereka hidup saling mengasihi (ay.5). Karena hidup di dalam kasih adalah perintah Tuhan bagi setiap orang percaya (ay.6) Hal ini pun ditegaskan dalam Markus 12:30-31 tentang hal mengasihi Tuhan Allah dan mengasihi manusia. Maka orang kristen yang sejati harus mempraktekkan kasih yang sesungguhnya yang tercermin dalam perilaku hidup kita sehari-hari bukan sekedar dengan perkataan belaka tapi dengan perbuatan nyata. Seperti: hidup saling menolong, hidup saling mengasihi, hidup saling berbagi dengan sesama.

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami hidup saling mengasihi sebagai wujud hidup dalam kebenaran. Amin.

Selasa, 28 November 2023

bahan bacaan : Efesus 5: 25

25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya

Mengasihi Isteri Sebagaimana Kristus Mengasihi
Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) merupakan fakta yang sering terjadi dan dialami oleh siapa saja, kapan dan dimana saja. Salah satu contoh, ada seorang ibu rumah tangga bekerja pada salah satu perusahaan swasta terkemuka di kota ini (berinisial B). Selain bekerja untuk menghidupi keluarganya, ia juga merupakan seorang pelayan pada salah satu jemaat. Namun, disayangkan setiap kali Ibu B pulang kerja atau pulang pelayanan selalu dimarahi bahkan dipukuli oleh suaminya dengan semena-mena. Sikap sang suami disebabkan oleh perasaan cemburu yang berlebihan. Singkatnya, Ibu B mengalami tekanan psikis (mental) tapi juga kekerasan fisik dari waktu ke waktu? Mungkin juga kita sebagai isteri atau suami sedang mengalami situasi sulit seperti ini? Nas bacaan kita tadi, merupakan nasehat Paulus tentang hubungan suami dengan isterinya dengan cara membandingkannya dengan hubungan Kristus dengan Jemaat. Dimana Kristus sangat mengasihi jemaat, sehingga Dia rela mengorbankan diri-Nya. Cinta kasih suami kepada isterinya pun harus sama seperti cinta kasih Kristus ini, yaitu suami mengasihi isterinya. Itulah cinta yang sejati tanpa kecemburuan, kebencian, dan kekerasan.

Doa: Kiranya suami mengasihi isteri sama seperti Kristus mengasihi kita. Amin.

Rabu, 29 November 2023

bahan bacaan : Efesus 5 : 22-24

Kasih Kristus adalah dasar hidup suami isteri
22 Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, 23 karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. 24 Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.

Mengasihi Suami Sebagaimana Kristus Mengasihi
Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), baik secara perkataan (verbal) maupun perbuatan (aksi) bukan saja dilakukan oleh laki-laki (suami) tapi dilakukan pula oleh perempuan (isteri). Banyak kasus yang memperlihatkan kekerasan yang dilakukan oleh kaum perempuan (isteri), misalnya: Istri mencaci maki sumi, isteri pukul suami sampai isteri membunuh suami. Dalam situasi tersebut, Paulus mengingatkan kita tentang cara hidup bersama sebagai rumah tangga kristen, khususnya tugas dan tanggungjawab seorang isteri kepada suaminya. Menurut Paulus, sikap seorang isteri kepada suaminya mencerminkan hubungannya dengan Tuhan. Jadi, eorang isteri seharusnya bersedia mentaati suaminya dengan cara sama seperti dia mentaati Tuhan. Selanjutnya, Paulus menanbahkan alasan mengapa isteri mentaati suami karena suami adalah kepala (pemimpin) isterinya. Hal ini berkaitan pula dengan tugas seorang suami untuk menjaga, melindungi dan membahagiakan isterinya. Makna yang mendalam bagi kita kaum perempuan (isteri) saat ini, suami adalah pemimpin dan imam dalam keluarga, karena itu kita patut mengasihi, mencintai, menghargai dan menghormatinya.

Doa Jadilah Isteri yang mentaati suami, sama seperti kepada Kristus. Amin.

Kamis, 30 November 2023

bahan bacaan : Keluaran 20:12

12 Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.

Menghormati Orang Tua, Memperoleh Berkat
Pada masa kini, ada anak yang menghargai dan menghormati orang tua, tapi ada pula bahkan berperilaku kepada orang tua, seperti: menentang nasehat orang tua, membentak, mengeluarkan kalimat kasar dan melakukan perbuatan yang membuat orang tua menangis. Sikap tersebut sangat
disayangkan karena orang tua memiliki peran yang sangat besar bagi kehidupan seorang anak. Dengan kata lain, tanpa orang tua kita tidak ada di dunia ini. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya kedudukan orang tua bagi hidup setiap anak. Karena itu, Tuhan memberikan perintah (hukum kelima) kepada generasi Israel untuk menghormati papa dan mama mereka. Menghormati orang tua berarti sebagai anak patut menghargai, mendukung, membahagiakan bahkan melayani mereka sampai akhir hidup mereka. Dengan demikian, maka anak-anak akan memperoleh janji berkat, yakni berumur panjang di bumi. Pesan Alkitab ini penting bagi kita sebagai anak-anak di masa kini, bila kita ingin mendapatkan berkat panjang umur dan berkat lainya, maka harus menghormati orang tua dengan cara: mendoakan orang tua, mentaati nasehat mereka, mengasihi dan membanggakan orang tua.

Doa: Ya Tuhan, Jadikan anak-anak kami, pribadi yang takut Tuhan dan menghormati orang tua. Amin.

Jumat, 01 Desember 2023

bahan bacaan : Keluaran 4: 18-31

Musa kembali ke Mesir
18 Lalu Musa kembali kepada mertuanya Yitro serta berkata kepadanya: "Izinkanlah kiranya aku kembali kepada saudara-saudaraku, yang ada di Mesir, untuk melihat apakah mereka masih hidup." Yitro berkata kepada Musa: "Pergilah dengan selamat." 19 Adapun TUHAN sudah berfirman kepada Musa di Midian: "Kembalilah ke Mesir, sebab semua orang yang ingin mencabut nyawamu telah mati." 20 Kemudian Musa mengajak isteri dan anak-anaknya lelaki, lalu menaikkan mereka ke atas keledai dan ia kembali ke tanah Mesir; dan tongkat Allah itu dipegangnya di tangannya. 21 Firman TUHAN kepada Musa: "Pada waktu engkau hendak kembali ini ke Mesir, ingatlah, supaya segala mujizat yang telah Kuserahkan ke dalam tanganmu, kauperbuat di depan Firaun. Tetapi Aku akan mengeraskan hatinya, sehingga ia tidak membiarkan bangsa itu pergi. 22 Maka engkau harus berkata kepada Firaun: Beginilah firman TUHAN: Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung; 23 sebab itu Aku berfirman kepadamu: Biarkanlah anak-Ku itu pergi, supaya ia beribadah kepada-Ku; tetapi jika engkau menolak membiarkannya pergi, maka Aku akan membunuh anakmu, anakmu yang sulung." 24 Tetapi di tengah jalan, di suatu tempat bermalam, TUHAN bertemu dengan Musa dan berikhtiar untuk membunuhnya. 25 Lalu Zipora mengambil pisau batu, dipotongnya kulit khatan anaknya, kemudian disentuhnya dengan kulit itu kaki Musa sambil berkata: "Sesungguhnya engkau pengantin darah bagiku." 26 Lalu TUHAN membiarkan Musa. "Pengantin darah," kata Zipora waktu itu, karena mengingat sunat itu. 27 Berfirmanlah TUHAN kepada Harun: "Pergilah ke padang gurun menjumpai Musa." Ia pergi dan bertemu dengan dia di gunung Allah, lalu menciumnya. 28 Kemudian Musa memberitahukan kepada Harun segala firman TUHAN yang disuruhkan-Nya kepadanya untuk disampaikan dan segala tanda mujizat yang diperintahkan-Nya kepadanya untuk dibuat. 29 Lalu pergilah Musa beserta Harun dan mereka mengumpulkan semua tua-tua Israel. 30 Harun mengucapkan segala firman yang telah diucapkan TUHAN kepada Musa, serta membuat di depan bangsa itu tanda-tanda mujizat itu. 31 Lalu percayalah bangsa itu, dan ketika mereka mendengar, bahwa TUHAN telah mengindahkan orang Israel dan telah melihat kesengsaraan mereka, maka berlututlah mereka dan sujud menyembah.

Tuhan Sumber Penyemangat Kami
Bacaan kita secara sederhana menjelaskan tentang Kemahakuasaan Tuhan Allah yang telah membebaskan umat Israel dari Bangsa Mesir. Melalui Musa dan Harun, umat Israel diarahkan untuk beribadah kembali kepada Tuhan. Musa diperintahkan untuk membawa kembali umat Israel dan jika ada yang menghalangi maka akan dihukum oleh Tuhan. Musa sempat mendapatkan tantangan, namun oleh kebijaksanaan istrinya, Zipora maka Musa dapat melaksanakan amanat Tuhan. Kehadiran keluarga dan orang- orang yang kita kasihi di dalam pergumulan hidup yang berat merupakan suatu anugerah yang Tuhan karuniakan untuk memberikan kita semangat, motivasi dan harapan baru. Mereka yang disebut sebagai ODHA (Orang dengan HIV AIDS) harus tetap diberi ruang untuk menata diri mereka kembali dan menumbuhkan kepercayaan diri ketika mungkin mendapat perlakukan tidak menyenangkan atau diskriminasi. Oleh karenanya, hari ini selain mensyukuri penyertaan Tuhan sebab kita boleh ada di hari pertama bulan Desember, kita pun
diajak untuk berempati dengan saudara-saudari kita (ODHA). Selayaknya Zipora melindungi dan
menolong suaminya Musa, maka kita pun demikian. Menjadi saudara bagi mereka yang membutuhkan dan berbeban berat dengan pergumulan hidup mereka masing-masing.

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami menjadi penyemangat bagi sesama. Amin.

Sabtu, 02 Desember 2023

bahan bacaan : Kejadian 44: 18-34

Yehuda membela Benyamin
18 Lalu tampillah Yehuda mendekatinya dan berkata: "Mohon bicara tuanku, izinkanlah kiranya hambamu ini mengucapkan sepatah kata kepada tuanku dan janganlah kiranya bangkit amarahmu terhadap hambamu ini, sebab tuanku adalah seperti Firaun sendiri. 19 Tuanku telah bertanya kepada hamba-hambanya ini: Masih adakah ayah atau saudara kamu? 20 Dan kami menjawab tuanku: Kami masih mempunyai ayah yang tua dan masih ada anaknya yang muda, yang lahir pada masa tuanya; kakaknya telah mati, hanya dia sendirilah yang tinggal dari mereka yang seibu, sebab itu ayahnya sangat mengasihi dia. 21 Lalu tuanku berkata kepada hamba-hambamu ini: Bawalah dia ke mari kepadaku, supaya mataku memandang dia. 22 Tetapi jawab kami kepada tuanku: Anak itu tidak dapat meninggalkan ayahnya, sebab jika ia meninggalkan ayahnya, tentulah ayah ini mati. 23 Kemudian tuanku berkata kepada hamba-hambamu ini: Jika adikmu yang bungsu itu tidak datang ke mari bersama-sama dengan kamu, kamu tidak boleh melihat mukaku lagi. 24 Setelah kami kembali kepada hambamu, ayahku, maka kami memberitahukan kepadanya perkataan tuanku itu. 25 Kemudian ayah kami berkata: Kembalilah kamu membeli sedikit bahan makanan bagi kita. 26 Tetapi jawab kami: Kami tidak dapat pergi ke sana. Jika adik kami yang bungsu bersama-sama dengan kami, barulah kami akan pergi ke sana, sebab kami tidak boleh melihat muka orang itu, apabila adik kami yang bungsu tidak bersama-sama dengan kami. 27 Kemudian berkatalah hambamu, ayahku, kepada kami: Kamu tahu, bahwa isteriku telah melahirkan dua orang anak bagiku; 28 yang seorang telah pergi dari padaku, dan aku telah berkata: Tentulah ia diterkam oleh binatang buas, dan sampai sekarang aku tidak melihat dia kembali. 29 Jika anak ini kamu ambil pula dari padaku, dan ia ditimpa kecelakaan, maka tentulah kamu akan menyebabkan aku yang ubanan ini turun ke dunia orang mati karena nasib celaka. 30 Maka sekarang, apabila aku datang kepada hambamu, ayahku, dan tidak ada bersama-sama dengan kami anak itu, padahal ayahku tidak dapat hidup tanpa dia, 31 tentulah akan terjadi, apabila dilihatnya anak itu tidak ada, bahwa ia akan mati, dan hamba-hambamu ini akan menyebabkan hambamu, ayah kami yang ubanan itu, turun ke dunia orang mati karena dukacita. 32 Tetapi hambamu ini telah menanggung anak itu terhadap ayahku dengan perkataan: Jika aku tidak membawanya kembali kepada bapa, maka akulah yang berdosa kepada bapa untuk selama-lamanya. 33 Oleh sebab itu, baiklah hambamu ini tinggal menjadi budak tuanku menggantikan anak itu, dan biarlah anak itu pulang bersama-sama dengan saudara-saudaranya. 34 Sebab masakan aku pulang kepada ayahku, apabila anak itu tidak bersama-sama dengan aku? Aku tidak akan sanggup melihat nasib celaka yang akan menimpa ayahku."

Kalau Tersesat, Keluarga Itu Jalan Pulang
Yehuda dalam bacaan hari ini menampilkan karakter sebagai seseorang yang bertanggung jawab, berani dan berkomitmen pada janji untuk melindungi adiknya, Benyamin. la berani berhadapan dengan Yusuf walaupun tahu resiko yang akan diterimanya jika ia terus melawan. Hal ini dilakukannya sebagai bagian dari memenuhi janjinya pada sang ayah, Yakub bahwa ia akan selalu melindungi adiknya. Yehuda pun sadar konsekuensi jika Benyamin tidak pulang dan berjumpa dengan Yakub. Oleh karenanya, ia rela berkorban dan meminta dirinya yang menggantikan Benyamin untuk menjadi Budak. Ini juga adalah bagian dari bentuk penebusan terhadap kesalahan masa lalu yang pernah dilakukannya kepada Yusuf, adiknya. Sikap Yehuda mewakili sikap setiap kita di dalam keluarga, baik sebagai orang tua, anak dan saudara, kita diajarkan untuk berani bertanggung jawab atas setiap perbuatan yang kita lakukan dengan tidak mengabaikan kepedulian kepada keluarga kita. Menebus kesalahan dan menepati janji merupakan sikap yang dewasa untuk mewujudkan hidup yang harmonis di dalam keluarga. Cinta kasih yang terpupuk tidak hanya lewat kata-kata namun juga haruss disertai dengan perbuatan. Kasihilah orang tuamu, anak-anakmu, dan saudaramu.

Doa: Berkati Keluarga kami Tuhan, agar dipenuhi dengan Kasih sayang dan saling memaafkan. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN NOV-DES 2023, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 19 – 25 November 2023

Tema Bulanan : Memberitakan Injil dan Menatalayani Gereja

Tema Mingguan : Kuasailah diri dalam segala hal

Minggu, 19 November

bahan bacaan : 2 Timotius 4:1-8

Penuhilah panggilan pelayananmu
Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya: 2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. 3 Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. 4 Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng. 5 Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu! 6 Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat. 7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. 8 Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

Memberi dan Menerima Pengajaran
Salah satu nasihat Timotius tentang tanggung jawab terhadap panggilan pelayanan yakni melakukannya dengan penuh kesabaran dan tetap tekun melaksanakan pengajaran. Pelayanan yang dimaksudkan tentunya tidak hanya terkait dengan para pelayan di gereja namun juga ditujukan semua umat, termasuk dan anak dalam keluarga. Seorang anak ketika pulang dari ibadah unit mengatakan kepada ayahnya demikian: “papa, tadi ditempat ibadah ada bapak majelis yang menanyakan papa. Ade jawab kalau papa blom pulang kerja. Kata bapak itu, minta papa untuk pulang sebelum jam ibadah supaya bisa datang sama-sama dengan ade di tempat ibadah. Pa, ade sangat senang kalau kita bisa pergi sama-sama.” Apa yang dikatakan oleh sang anak ini mungkin terdengar biasa dan terkadang tidak dihiraukan oleh sebagian orang. Padahal anak-anak juga dapat menasihati kita sekalipun dengan cara yang berbeda, termasuk melalui keinginan mereka sama seperti anak tersebut. Perlunya sang ayah mengatur waktu supaya dapat terlibat dalam persekutuan ibadah dapat menjadi moment penting bagi sang anak untuk memiliki waktu yang berkualitas juga bersama ayahnya. Itulah inti pengajarannya. Untuk menerima pengajaran ini membutuhkan kesediaan mendengarkan dengan kerendahan hati. Mari kita membiasakan hal-hal memberi pengajaran dan menerimanya dalam lingkungan keluarga kristiani kita!

Doa: Tuhan, mampukan kami untuk melakukan dan menerima pengajaran yang benar dengan sabar. Amin.

Senin, 20 November 2023

bahan bacaan : Amsal 16:32

32 Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.

Sabar dalam Iman
Seorang ibu dengan penuh kesabaran merawat tiga orang anaknya yang masih kecil sambil berjualan ikan di pasar. Terkadang ia harus menitipkan anak-anaknya pada tetangga jika ada permintaan ikan yang banyak dan membutuhkan waktu yang cepat dari para pelanggannya. Ayah ketiga anak ini sudah lama pergi meninggalkan mereka. Ia pergi bekerja di luar kota dan tidak pernah memberikan kabar kepada keluarganya. Perempuan yang hampir tak pernah absen mengikuti ibadah unit, mampu menjalani kehidupan yang sulit itu dengan tetap sabar. Kesabaran memang menjadi kekuatan bagi seseorang untuk bertahan menghadapi kesulitan hidupnya. Bagi seorang Kristen, kesabaran itu harus disertai dengan imannya yang sungguh kepada Allah. Sang ibu itu pun menyatakan kesungguhan imannya dengan setia terlibat dalam persekutuan ibadah. Ia mempercayakan seluruh hidupnya kepada Allah melalui relasinya dengan sesama manusia dalam persekutuan. Buah dari iman dan kesabarannya pun dinyatakan Allah melalui kehadiran dan kebaikan orang-orang disekitarnya. Perempuan tiga anak ini tak pernah merasa sendirian, katanya: “saya bersyukur karena ada orang-orang yang penuh kasih ada di sekitar hidup kami. Tangan mereka yang penuh kasih selalu terulur menolong kami.”

Doa: Tuhan. Kuatkanlah iman kami supaya kami tetap sabar. Amin.

Selasa, 21 November 2023

bahan bacaan : Yakobus 3:1-13

Dosa karena lidah
3:1 Saudara-saudaraku, janganlah banyak orang di antara kamu mau menjadi guru ;  sebab kita tahu, bahwa sebagai guru kita akan dihakimi  menurut ukuran yang lebih berat.  3:2 Sebab kita semua bersalah  dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya,  ia adalah orang sempurna,  yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya. 3:3 Kita mengenakan kekang pada mulut kuda, sehingga ia menuruti kehendak kita, dengan jalan demikian kita dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya. 3:4 Dan lihat saja kapal-kapal, walaupun amat besar dan digerakkan oleh angin keras, namun dapat dikendalikan oleh kemudi yang amat kecil menurut kehendak jurumudi. 3:5 Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan  perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar. 3:6 Lidahpun adalah api;  ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka.  3:7 Semua jenis binatang liar, burung-burung, serta binatang-binatang menjalar dan binatang-binatang laut dapat dijinakkan dan telah dijinakkan oleh sifat manusia, 3:8 tetapi tidak seorangpun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun   yang mematikan. 3:9 Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa  Allah, 3:10 dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi. 3:11 Adakah sumber memancarkan air tawar dan air pahit dari mata air yang sama? 3:12 Saudara-saudaraku, adakah pohon ara dapat menghasilkan buah zaitun dan adakah pokok anggur dapat menghasilkan buah ara?  Demikian juga mata air asin tidak dapat mengeluarkan air tawar.
Hikmat yang dari atas
3:13 Siapakah di antara kamu yang bijak dan berbudi? Baiklah ia dengan cara hidup yang baik menyatakan   perbuatannya oleh hikmat yang lahir dari kelemahlembutan.

Kuasailah Lidah!
Kata-kata makian dan sumpahan terdengar berulang-ulang dari mulut seorang laki-laki yang sudah mabuk kepada istrinya. Suasana depan rumah yang berdinding papan itu mulai ribut. Beberapa orang laki-laki datang dan menegur lelaki yang mulai jalan sempoyongan dan memukul-mukul dinding rumahnya. Hampir seminggu lelaki yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek ini pulang dalam keadaan mabuk. Menurut istrinya, ia stress karena motornya ditilang dan ia harus membayar dalam jumlah yang besar. “Kebutuhan rumah tangga kami pun banyak, uang sekolah anak-anak harus dibayar. Karena itu kemarahannya ditujukan kepada saya,” ungkap istrinya sambil menangis. Tekanan hidup dalam keluarga terkadang tak mampu dihadapi dengan bijaksana dan tenang oleh sebagian orang. Akibatnya, tindakan kekerasan menjadi cara mereka melampiaskan emosi dan melapaskan tekanan tersebut. Banyak kekerasan rumah tangga yang terjadi karena faktor-faktor tersebut. Rasul Paulus menasihati kita untuk mengekang lidah dalam berkata. Lidah itu kecil namun bisa menjadi seperti api dan mematikan. Kita tidak hanya memuji Tuhan dengan lidah, tapi kita juga dapat mengutuk sesama bahkan orang yang kita cintai dengan lidah yang kita miliki. Lidah harus dikendalikan oleh iman kita kepada Allah. Sebab Dialah satu-satunya Sumber Pengendali kehidupan kita. Dari Allah, kita hanya akan berlaku baik termasuk dengan menggunakan lidah kita.

Doa: Tuhan, tuntunlah kami dengan Roh-Mu supaya lidah kami terkendali. Amin.

Rabu, 22 November 2023

bahan bacaan : Amsal 25:28

28 Orang yang tak dapat mengendalikan diri adalah seperti kota yang roboh temboknya.

Kendalikan diri dengan Iman
Hari itu tak seperti biasanya, seorang laki-laki muda pulang ke rumahnya dengan wajah tertunduk lesu. Ia baru saja mengalami musibah dalam pekerjaannya. Tawaran dari seorang kontraktor untuk mendapatkan keuntungan besar membuatnya lupa diri. Ia menerima tawaran tersebut dengan menggunakan uang kantor. Pemeriksaan keuangan tak dapat dihindari. Setibanya di rumah dan bertemu sang istri, lelaki itu pun menangis penuh penyesalan. “Sayang, maafkanlah aku. Perbuatanku membuat keluarga kita susah. Aku harus bertanggung jawab. Tolong, maafkan aku,” kata laki-laki tersebut dengan terbata-bata. Perjalanan hidup ini memang penuh dengan cobaan. Tak sedikit godaan yang datang berkaitan dengan materi dan jabatan yang menggiurkan. Sebagai orang Kristen, iman yang berwujud dalam ketaatan kepada Allah menjadi pengarah bagi kita untuk menghadapi cobaan tersebut. Kitab Amsal mengingatkan kita bahwa orang yang tak dapat mengendalikan diri akan menjadi seperti kota yang roboh temboknya. Hal pengendalian diri tentunya berlangsung bukan hanya karena kita takut celaka, namun karena iman kita kepada Tuhan yang menuntut kita berlaku jujur dan benar. Pengendalian diri harus menjadi karakteristik iman kristiani kita. Alangkah baiknya jika kita menumbuhkannya mulai dari pembinaan dalam keluarga kita.

Doa: Tuhan. Tolonglah kami dengan Roh-Mu supaya kami mampu mengendalikan diri. Amin.

Kamis, 23 November 2023

bahan bacaan : Titus 2:6

6 Demikian juga orang-orang muda; nasihatilah mereka supaya mereka menguasai diri dalam segala hal

Kualitas diri Orang Muda
Orang muda dikenal sebagai orang-orang yang penuh semangat dan memiliki idealisme tinggi. Hal positif ini terkadang menjadi kelemahan bagi orang muda jika dibarengi dengan emosinya yang tak terkendali. Tak sedikit tindakan bersifat anarkis yang dilakukan oleh orang muda ketika aspirasinya tidak didengarkan dan diterima. Titus memberikan nasihatnya kepada setiap segmen pelayanan umat dalam jemaat Kristen, termasuk kepada orang muda. la menegaskan tentang pentingnya tanggung jawab orang muda untuk mewujudkan keteraturan hidup dan kedamaian. Orang muda tidak boleh mudah dipengaruhi dan mengikuti ajaran-ajaran yang dapat menyesatkan dirinya. Sebaliknya, orang muda harus menjadi teladan bagi orang disekitarnya. Keteladanan mesti menjadi kesaksian orang muda tentang pengajaran baik yang telah ia peroleh. Hal ini mengisyaratkan bahwa pendidikan dan
pengajaran dalam keluarga sangatlah penting, sebab keluarga menentukan kualitas karakter dari individu-individu yang ada di dalamnya, termasuk orang muda.

Doa: Tuhan, tuntunlah kami, orang muda, untuk mampu menguasai diri dalam segala hal. Amin.

Jumat, 24 November 2023

bahan bacaan : Galatia 5:16-26

Hidup menurut daging atau Roh
16 Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. 17 Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging--karena keduanya bertentangan--sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. 18 Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat. 19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, 20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, 21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. 22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, 23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. 24 Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. 25 Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, 26 dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.

Hidup dalam Pimpinan Roh
Seeorang gadis remaja nampak berjalan menyusuri jalan setapak dengan wajah sedih. Beberapa anak laki-laki yang sementara berdiri di ujung jalan setapak itu melihatnya dan bersiul menggoda. Seorang wanita paruh baya yang kebetulan melewati jalan setapak yang sama kemudian memarahi anak-anak lelaki tersebut dan mengajak gadis remaja tersebut untuk berjalan bersama dengannya. “Kamu mau kemana, nak? Wajahmu terlihat sedih sekali, tanya wanita paruh baya. Tiba-tiba terdengar isakan tangis, lalu dengan suara yang serak ia menceritakan keberadaan di rumahnya. Ia sedih karena ayahnya setiap hari minum dan mabuk. Ia tidak tahu mengapa ayahnya tidak lagi bekerja. Ibunya menjadi satu-satunya tumpuan ekonomi keluarga, harus bekerja dari pagi hingga malam. Kadang ibunya pun tak pulang. Ia bersama kakak dan adiknya kadang harus mengurus diri sendiri. “Kami seperti tak punya orang tua. Apakah kami yang salah hingga orang tua kami jadi seperti ini? Saya tidak mau pulang tapi saya tidak tahu harus kemana,” ungkap gadis berusia 16 tahun itu. Situasi seperti ini mungkin tidak hanya dialami oleh anak gadis ini tapi juga dialami oleh kita atau keluarga kristen yang ada di sekitar kita. Banyak anak-anak Kristen yang ditelantarkan oleh orang tua mereka karena berbagai masalah yang tak mampu dihadapi oleh ayah dan ibu mereka. Tak sedikit dari antara ayah atau ibu mereka yang terlibat mabuk-mabukan, percabulan, pesta pora, judi dan perbuatan cemar lainnya. Rasul Paulus mengatakan bahwa orang-orang yang demikian telah membiarkan hidupnya dipimpin oleh keinginan daging. Kehidupan orang Kristen seharusnya dipimpin oleh Roh, sebab Roh akan mewujudkan kehidupan yang penuh cinta kasih, sukacita, kabaikan, kesabaran, kesetiaan, damai sejahtera, dll.

Doa: Ya Yesus, tolonglah kami untuk hidup dipimpin oleh Roh-Mu. Amin.

Sabtu, 25 November 2023

bahan bacaan : Amsal 4 : 26-27

26 Tempuhlah jalan yang rata dan hendaklah tetap segala jalanmu. 27 Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, jauhkanlah kakimu dari kejahatan.

Menjaga Hati, Menjaga Hidup
Hari ini, kita memperingati dua moment penting, yakni Hari Guru Nasional dan Hari Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan. Memperingati Hari Guru mengingatkan kita bahwa guru adalah pahlawan yang berjasa mendidik dan mengajar anak bangsa menjadi manusia yang berkualitas, baik intelektual maupun moral (ahklak), sedangkan Hari Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan mengajak kita agar STOP KEKERASAN terhadap perempuan baik fisik maupun psikis karena kekerasan terhadap perempuan merupakan salah satu bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia. Maka baiknya kita berefleksi tentang dua moment tersebut berdasarkan perikop Amsal 4: 20-27. Perikop ini menjelaskan tentang tugas utama orang tua kepada anak-anak, yakni menasehatkan mereka supaya hidup sebagai orang-orang beriman (berhikmat). Mereka diajarkan untuk menjaga hati sebagai pusat kontrol pada diri manusia. Baik buruknya seseorang dapat ditentukan oleh hatinya. Karena itu, jagalah hati baik-baik, sebab hatimu menentukan jalan hidupmu (ay.23). Tema Mingguan: “Kuasailah Diri Dalam Segala Hal” hal ini juga berhubungan dengan menjaga hati. Maka dalam melaksanakan peran sebagai pengajar (orang tua/guru) kita harus menjaga hati, perkataan dan menghentikan segala bentuk kekerasan yang berpotensi menusak hidup. perilaku kita dengan baik dan menghentikan segala bentuk kekerasan yang berpotensi merusak hidup.

Doa: Bapa, ajarkan kami menjaga hati dengan baik untuk merawat kehidupan. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN NOVEMBER 2023, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 12 – 18 November 2023

Tema Bulanan : Berkomitmenlah Untuk Membangun Hidup Bersama yang Berkelanjutan

Tema Mingguan : Tertib dan Santun Menyampaikan Pendapat

Minggu, 12 November 2023

bahan bacaan : Kisah Para Rasul. 19:21-40

Demetrius menimbulkan huru-hara di Efesus
21 Kemudian dari pada semuanya itu Paulus bermaksud pergi ke Yerusalem melalui Makedonia dan Akhaya. Katanya: "Sesudah berkunjung ke situ aku harus melihat Roma juga." 22 Lalu ia menyuruh dua orang pembantunya, yaitu Timotius dan Erastus, mendahuluinya ke Makedonia, tetapi ia sendiri tinggal beberapa lama lagi di Asia. 23 Kira-kira pada waktu itu timbul huru-hara besar mengenai Jalan Tuhan. 24 Sebab ada seorang bernama Demetrius, seorang tukang perak, yang membuat kuil-kuilan dewi Artemis dari perak. Usahanya itu mendatangkan penghasilan yang tidak sedikit bagi tukang-tukangnya. 25 Ia mengumpulkan mereka bersama-sama dengan pekerja-pekerja lain dalam perusahaan itu dan berkata: "Saudara-saudara, kamu tahu, bahwa kemakmuran kita adalah hasil perusahaan ini! 26 Sekarang kamu sendiri melihat dan mendengar, bagaimana Paulus, bukan saja di Efesus, tetapi juga hampir di seluruh Asia telah membujuk dan menyesatkan banyak orang dengan mengatakan, bahwa apa yang dibuat oleh tangan manusia bukanlah dewa. 27 Dengan jalan demikian bukan saja perusahaan kita berada dalam bahaya untuk dihina orang, tetapi juga kuil Artemis, dewi besar itu, berada dalam bahaya akan kehilangan artinya. Dan Artemis sendiri, Artemis yang disembah oleh seluruh Asia dan seluruh dunia yang beradab, akan kehilangan kebesarannya." 28 Mendengar itu meluaplah amarah mereka, lalu mereka berteriak-teriak, katanya: "Besarlah Artemis dewi orang Efesus!" 29 Seluruh kota menjadi kacau dan mereka ramai-ramai membanjiri gedung kesenian serta menyeret Gayus dan Aristarkhus, keduanya orang Makedonia dan teman seperjalanan Paulus. 30 Paulus mau pergi ke tengah-tengah rakyat itu, tetapi murid-muridnya tidak mengizinkannya. 31 Bahkan beberapa pembesar yang berasal dari Asia yang bersahabat dengan Paulus, mengirim peringatan kepadanya, supaya ia jangan masuk ke gedung kesenian itu. 32 Sementara itu orang yang berkumpul di dalam gedung itu berteriak-teriak; yang seorang mengatakan ini dan yang lain mengatakan itu, sebab kumpulan itu kacau-balau dan kebanyakan dari mereka tidak tahu untuk apa mereka berkumpul. 33 Lalu seorang bernama Aleksander didorong ke depan oleh orang-orang Yahudi. Ia mendapat keterangan dari orang banyak tentang apa yang terjadi. Segera ia memberi isyarat dengan tangannya dan mau memberi penjelasan sebagai pembelaan di depan rakyat itu. 34 Tetapi ketika mereka tahu, bahwa ia adalah orang Yahudi, berteriaklah mereka bersama-sama kira-kira dua jam lamanya: "Besarlah Artemis dewi orang Efesus!" 35 Akan tetapi panitera kota menenangkan orang banyak itu dan berkata: "Hai orang Efesus! Siapakah di dunia ini yang tidak tahu, bahwa kota Efesuslah yang memelihara baik kuil dewi Artemis, yang mahabesar, maupun patungnya yang turun dari langit? 36 Hal itu tidak dapat dibantah, karena itu hendaklah kamu tenang dan janganlah terburu-buru bertindak. 37 Sebab kamu telah membawa orang-orang ini ke sini, walaupun mereka tidak merampok kuil dewi kita dan tidak menghujat namanya. 38 Jadi jika Demetrius dan tukang-tukangnya ada pengaduannya terhadap seseorang, bukankah ada sidang-sidang pengadilan dan ada gubernur, jadi hendaklah kedua belah pihak mengajukan dakwaannya ke situ. 39 Dan jika ada sesuatu yang lain yang kamu kehendaki, baiklah kehendakmu itu diselesaikan dalam sidang rakyat yang sah. 40 Sebab kita berada dalam bahaya akan dituduh, bahwa kita menimbulkan huru-hara pada hari ini, karena tidak ada alasan yang dapat kita kemukakan untuk membenarkan kumpulan yang kacau-balau ini." 41 (19-40b) Dan dengan kata-kata itu ia membubarkan kumpulan rakyat itu.

Hindarilah Kemarahan
Ada ungkapan yang berbunyi: kemarahan melemahkan diri sendiri. Saat dikuasai kemarahan, manusia dapat saja kehilangan pengendalian diri, melakukan perkara-perkara yang memalukan, tidak terpuji dan sia-sia. Oleh sebab itu kita perlu menekan dan mengendalikan kemarahan. Seseorang yang dikuasai kemarahan cenderung mempengaruhi atau memprovokasi orang lain dan semuanya tergoda melakukan tindakan yang merusak. Kemarahan membuat manusia kehilangan rasionalitas atau kemampuan berpikir secara jernih. Sebaliknya menjadi emosional, bertindak tanpa berpikir panjang dan merugikan orang lain. Kemarahan bukan saja berdampak fisik-badani, solial dan ekonomi tapi juga spiritual. Orang marah dapat mengalami serangan jantung dan yang lainnya, retak hubungan dengan orang lain serta hidup tidak berkenan pada Tuhan. Karena itu kita diminta untuk
hidup dengan tertib dan santun. Berhati-hati dan rawatlah kesehatan fisik-badani dengan baik dan
mohonlah Roh untuk memnuhi batin, sehingga mengalami hidup yang bersukacita. Kita harus hidup dengan sukacita agar bukan saja berdamai dengan diri sendiri tapi juga orang lain. Rawatlah persekutuan dengan cinta kasih supaya bertumbuh hal-hal baik dan bukan keburukan. Belajarlah untuk tidak menyelesaikan persoalan saat sedang marah.

Doa: Ya Allah, tolonglah agar kami mampu menghindari kemarahan. Amin.

Senin, 13 November 2023

bahan bacaan : Bilangan 14:1-19

Pemberontakan umat Israel
Lalu segenap umat itu mengeluarkan suara nyaring dan bangsa itu menangis pada malam itu. 2 Bersungut-sungutlah semua orang Israel kepada Musa dan Harun; dan segenap umat itu berkata kepada mereka: "Ah, sekiranya kami mati di tanah Mesir, atau di padang gurun ini! 3 Mengapakah TUHAN membawa kami ke negeri ini, supaya kami tewas oleh pedang, dan isteri serta anak-anak kami menjadi tawanan? Bukankah lebih baik kami pulang ke Mesir?" 4 Dan mereka berkata seorang kepada yang lain: "Baiklah kita mengangkat seorang pemimpin, lalu pulang ke Mesir." 5 Lalu sujudlah Musa dan Harun di depan mata seluruh jemaah Israel yang berkumpul di situ. 6 Tetapi Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune, yang termasuk orang-orang yang telah mengintai negeri itu, mengoyakkan pakaiannya, 7 dan berkata kepada segenap umat Israel: "Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya. 8 Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. 9 Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka." 10 Lalu segenap umat itu mengancam hendak melontari kedua orang itu dengan batu. Tetapi tampaklah kemuliaan TUHAN di Kemah Pertemuan kepada semua orang Israel. 11 TUHAN berfirman kepada Musa: "Berapa lama lagi bangsa ini menista Aku, dan berapa lama lagi mereka tidak mau percaya kepada-Ku, sekalipun sudah ada segala tanda mujizat yang Kulakukan di tengah-tengah mereka! 12 Aku akan memukul mereka dengan penyakit sampar dan melenyapkan mereka, tetapi engkau akan Kubuat menjadi bangsa yang lebih besar dan lebih kuat dari pada mereka." 13 Lalu berkatalah Musa kepada TUHAN: "Jikalau hal itu kedengaran kepada orang Mesir, padahal Engkau telah menuntun bangsa ini dengan kekuatan-Mu dari tengah-tengah mereka, 14 mereka akan berceritera kepada penduduk negeri ini, yang telah mendengar bahwa Engkau, TUHAN, ada di tengah-tengah bangsa ini, dan bahwa Engkau, TUHAN, menampakkan diri-Mu kepada mereka dengan berhadapan muka, waktu awan-Mu berdiri di atas mereka dan waktu Engkau berjalan mendahului mereka di dalam tiang awan pada waktu siang dan di dalam tiang api pada waktu malam. 15 Jadi jikalau Engkau membunuh bangsa ini sampai habis, maka bangsa-bangsa yang mendengar kabar tentang Engkau itu nanti berkata: 16 Oleh karena TUHAN tidak berkuasa membawa bangsa ini masuk ke negeri yang dijanjikan-Nya dengan bersumpah kepada mereka, maka Ia menyembelih mereka di padang gurun. 17 Jadi sekarang, biarlah kiranya kekuatan TUHAN itu nyata kebesarannya, seperti yang Kaufirmankan: 18 TUHAN itu berpanjangan sabar dan kasih setia-Nya berlimpah-limpah, Ia mengampuni kesalahan dan pelanggaran, tetapi sekali-kali tidak membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, bahkan Ia membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat. 19 Ampunilah kiranya kesalahan bangsa ini sesuai dengan kebesaran kasih setia-Mu, seperti Engkau telah mengampuni bangsa ini mulai dari Mesir sampai ke mari."

Memberontak Terhadap Tuhan Tidak Ada Gunanya
Nas hari ini menuturkan kisah pemberontakan bangsa Israel terhadap Tuhan. Pemberintakan ini terjadi di padang gurun, yakni setelah mereka dibawa keluar dari Mesir dan belum memasuki tanah perjanjian. Menjalani hidup di padang gurun berat dan menantang serta terancam mati. Perjalanan mengaruni kesukaran belum berakhir. Mereka belum tiba di perhentian, yaitu Kanaan tanah perjanjian. Namun kesabaran dan pengharapan mereka telah berakhir lalu memberontak terhadap Tuhan. Bangsa ini memberontak terhadap Tuhan dengan cara melupakan kebaikan-Nya di masa lalu, meragukan kuasa dan rencana-Nya untuk masa depan serta hidup seturut kehendak diri sendiri. Tuhan Allah kita adalah pencipta yang berkuasa mengatur segala masa. Kita mungkin pemah atau akan mengalami masa hidup yang dapat diumpamakan dengan “padang gurun”. Masa hidup yang sulit, menekan dengan sangat dan mengikis habis daya tahan, kesabaran serta pengharapan. Barangkali ada harapan yang tidak sesuai dengan kenyataan. Jangan-jangan doa-doa kita belum terjawab atau jawabannya tidak sesuai dengan yang didoakan. Mari belajar dari pengalaman bangsa Israel dan jangan pemah memberontak terhadap Tuhan. Hitunglah kebaikan atau berkat-Nya, berharaplah pada kuasa dan rancangan-Nya serta hiduplah seturut maksud Tuhan. Jalanilah hidup dengan berserah pada-Nya, teruslah bergerak bersama kasih Tuhan.

Doa: Ya Allah jauhkanlah kami dari tindakan memberontak terhadap-Mu. Amin.

Selasa, 14 November 2023

bahan bacaan : Bilangan 16 : 8-11

8 Lalu berkatalah Musa kepada Korah: "Cobalah dengar, hai orang-orang Lewi! 9 Belum cukupkah bagimu, bahwa kamu dipisahkan oleh Allah Israel dari umat Israel dan diperbolehkan mendekat kepada-Nya, supaya kamu melakukan pekerjaan pada Kemah Suci TUHAN dan bertugas bagi umat itu untuk melayani mereka, 10 dan bahwa engkau diperbolehkan mendekat bersama-sama dengan semua saudaramu bani Lewi? Dan sekarang mau pula kamu menuntut pangkat imam lagi? 11 Sebab itu, engkau ini dengan segenap kumpulanmu, kamu bersepakat melawan TUHAN. Karena siapakah Harun, sehingga kamu bersungut-sungut kepadanya?"

Syukurilah Apa Yang Ada Padamu
Musa dipilih Tuhan untuk mengeluarkan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir dan memimpin mereka menuju tanah perjanjian. Ia harus berhadapan dan mengatasi berbagai masalah baik alam maupun manusia. Setiap orang memiliki karakter yang unik dan berbeda dengan orang lain. Tidak selalu ia didengar bangsa Israel dan karena itu kualitas kepemimpinannya diuji. Kali ini ia harus berhadapan dan mengatasi peristiwa pemberontakan Korah. Persoalan ini diatasinya dengan mengandalkan kuasa dan pertolongan Tuhan. Kisah pemberontakan Korah menyuguhkan pelajaran iman yang layak untuk disimak dan dihayati. Syukurilah apa yang ada pada kita dan tak perlu mengambil milik orang lain. Kita bukan saja harus bersyukur tapi juga cukupkan diri dengan apa yang ada. Berontak dengan tujuan mengambil milik atau hak orang lain bukanlah tindakan terpuji dan oleh sebab itu haruslah dihindari. Berilah kesempatan bagi orang lain untuk hidup dengan apa yang menjadi haknya. Syukurilah apa yang ada pada kita dan jangan mengambil apa yang menjadi hak orang lain. Layanilah Tuhan dengan segala berkat pemberianNya itu. Hindarilah pertengkaran dan permusuhan serta hiduplah dalam harmoni dengan semua orang.

Doa: Ya Allah. tolonglah agar kami mampu hidup dengan bersyukur. Amin.

Rabu, 15 November 2023

bahan bacaan : Bilangan 16: 12-18

12 Adapun Musa telah menyuruh orang untuk memanggil Datan dan Abiram, anak-anak Eliab, tetapi jawab mereka: "Kami tidak mau datang. 13 Belum cukupkah, bahwa engkau memimpin kami keluar dari suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya untuk membiarkan kami mati di padang gurun, sehingga masih juga engkau menjadikan dirimu tuan atas kami? 14 Sungguh, engkau tidak membawa kami ke negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ataupun memberikan kepada kami ladang-ladang dan kebun-kebun anggur sebagai milik pusaka. Masakan engkau dapat mengelabui mata orang-orang ini? Kami tidak mau datang." 15 Lalu sangat marahlah Musa dan ia berkata kepada TUHAN: "Janganlah perhatikan segala persembahan mereka. Belum pernah kuambil satu ekor keledaipun dari mereka, dan belum pernah kulakukan yang jahat kepada seseorangpun dari mereka." 16 Lalu berkatalah Musa kepada Korah: "Engkau ini dengan segenap kumpulanmu harus menghadap TUHAN, engkau dan mereka dan Harun, pada esok hari. 17 Baiklah kamu masing-masing membawa perbaraannya membubuh ukupan di atasnya, lalu kamu mempersembahkan masing-masing perbaraannya ke hadapan TUHAN, dua ratus lima puluh perbaraan; juga engkau ini dan Harun masing-masing harus membawa perbaraannya." 18 Maka mereka masing-masing membawa perbaraannya, membubuh api ke dalamnya, menaruh ukupan di atasnya, lalu berdirilah mereka di depan pintu Kemah Pertemuan, juga Musa dan Harun.

Kebencian Merusak Kebersamaan
Kebencian adalah salah satu sifat buruk yang harus dihindari oleh orang percaya. BUkanlah hal yang baik jika orang percaya hidup dalam kebencian. Sebab kebencian pasti berdampak buruk bagi kebersamaan. Kebersamaan bangsa Israel di bawah kepemimpinan Musa dilawan oleh Datan. Datan melawan atau memberontak terhadap Musa karena dikuasai kebencian. Perjalanan mereka menuju Kanaan terhambat atau tak mulus. Perjalanan terhenti sebab Musa harus menyelesaikan persoalan yang menggangu kebersamaan terlebih dahulu. Kebencian jualah yang mengakibatkan seseorang tak bersedia diatur pemimpin. Bukan saja itu, orang yang dipengaruhi kebencian cenderung berpikiran negatif terhadap orang lain, mencari-cari kesalahan serta menuduh atau menyalahkan tanpa alasan. Sikap dan perilaku demikian sesungguhnya merusak diri sendiri maupun persekutuan. Kita selayaknya menjalani kebersamaan dalam suasana damai, saling pengertian, mendukung dan harmoni. Hidup dalam kebersamaan membuka kemungkinan munculnya perbedaan pendapat. Namun fakta perbedaan pendapat tak perlu dijadikan alasan melangsung pemberontakan. Perbedaan pendapat adalah batu uji keutuhan kebersamaan dan oleh sebab itu perlu diselesaikan secara arif. Ingatlah bahwa individu tak mungkin hidup di luar persekutuan atau kebersamaan. Hendaklah kebersamaan dirawat dengan cara membersihkan hati tiap-tiap anggota dari hati. Mohonlah Roh mendiami hati agar hidup terpelihara dengan sempurna.

Doa: Ya Allah kiranya kami dimapukan untuk hidup tanpa rasa kebencian. Amin.

Kamis, 16 November 2023

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 21:37-40

Paulus minta izin berbicara
37 Ketika Paulus hendak dibawa masuk ke markas, ia berkata kepada kepala pasukan itu: "Bolehkah aku mengatakan sesuatu kepadamu?" Jawabnya: "Tahukah engkau bahasa Yunani? 38 Jadi engkau bukan orang Mesir itu, yang baru-baru ini menimbulkan pemberontakan dan melarikan empat ribu orang pengacau bersenjata ke padang gurun?" 39 Paulus menjawab: "Aku adalah orang Yahudi, dari Tarsus, warga dari kota yang terkenal di Kilikia; aku minta, supaya aku diperbolehkan berbicara kepada orang banyak itu." 40 Sesudah Paulus diperbolehkan oleh kepala pasukan, pergilah ia berdiri di tangga dan memberi isyarat dengan tangannya kepada rakyat itu; ketika suasana sudah tenang, mulailah ia berbicara kepada mereka dalam bahasa Ibrani, katanya:

Bijaksana Saat Berbicara
Berbicara merupakan keunggulan manusia bila dibandingkan dengan makhluk yang lain. Dampaknya besar bagi hidup, baik negatif maupun positif. Semua orang dengan sendirinya dituntut untuk dapat berbicara dengan berkualitas. Ada ungkapan yang berbunyi adalah bijak bila berpikir baru bicara bukan sebaliknya berbicara baru berpikir. Aktifitas berbicara tak dapat dipisahkan dari berpikir. Hindarilah berbicara tanpa mempertimbangkan manfaatnya dan jangan pula berbicara saat sedang marah. Mari belajar dari Paulus, ia mempertimbangkan dengan baik apa yang hendak dibicarakannya. Ia berbicara agar orang banyak tidak salah sangka terhadap dirinya. Perhatikanlah bahwa sekalipun Paulus sedang dalam penahanan pihak penguasa, namun karena alasan menjelaskan statusnya, ia meminta izin berbicara. Hendaklah pengalaman. Paulus ini kita pedomani dalam menjalani keberadaan sebagai orang percaya. Jangan takut bila benar, berbicaralah agar ada kejelasan. Pertimbangkanlah waktu dan tempat yang tepat untuk melangsungkan suatu pembicaraan.
Belajarlah untuk mempertimbangkan alasan dan tujuan sebelum berbicara. Akhirnya bicaralah bagi
kemuliaan Allah.

Doa: Ya Allah, tolonglah agar kami menjadi orang yang bijak saat berbicara. Amin.

Jumat, 17 November 2023

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 15: 1-11

Sidang di Yerusalem
Beberapa orang datang dari Yudea ke Antiokhia dan mengajarkan kepada saudara-saudara di situ: "Jikalau kamu tidak disunat menurut adat istiadat yang diwariskan oleh Musa, kamu tidak dapat diselamatkan." 2 Tetapi Paulus dan Barnabas dengan keras melawan dan membantah pendapat mereka itu. Akhirnya ditetapkan, supaya Paulus dan Barnabas serta beberapa orang lain dari jemaat itu pergi kepada rasul-rasul dan penatua-penatua di Yerusalem untuk membicarakan soal itu. 3 Mereka diantarkan oleh jemaat sampai ke luar kota, lalu mereka berjalan melalui Fenisia dan Samaria, dan di tempat-tempat itu mereka menceriterakan tentang pertobatan orang-orang yang tidak mengenal Allah. Hal itu sangat menggembirakan hati saudara-saudara di situ. 4 Setibanya di Yerusalem mereka disambut oleh jemaat dan oleh rasul-rasul dan penatua-penatua, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang Allah lakukan dengan perantaraan mereka. 5 Tetapi beberapa orang dari golongan Farisi, yang telah menjadi percaya, datang dan berkata: "Orang-orang bukan Yahudi harus disunat dan diwajibkan untuk menuruti hukum Musa." 6 Maka bersidanglah rasul-rasul dan penatua-penatua untuk membicarakan soal itu. 7 Sesudah beberapa waktu lamanya berlangsung pertukaran pikiran mengenai soal itu, berdirilah Petrus dan berkata kepada mereka: "Hai saudara-saudara, kamu tahu, bahwa telah sejak semula Allah memilih aku dari antara kamu, supaya dengan perantaraan mulutku bangsa-bangsa lain mendengar berita Injil dan menjadi percaya. 8 Dan Allah, yang mengenal hati manusia, telah menyatakan kehendak-Nya untuk menerima mereka, sebab Ia mengaruniakan Roh Kudus juga kepada mereka sama seperti kepada kita, 9 dan Ia sama sekali tidak mengadakan perbedaan antara kita dengan mereka, sesudah Ia menyucikan hati mereka oleh iman. 10 Kalau demikian, mengapa kamu mau mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk, yang tidak dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri? 11 Sebaliknya, kita percaya, bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga."

Santun Menyampaikan Pendapat
Sore itu suhu dalam rumah terasa lebih panas. Angin yang bertiup lembut dari luar tak membendung kegerahan hati orang-orang Seorang laki-laki paruh baya yang duduk di kursi roda tampak kebingungan menyaksikan keributan orang-orang disekitarnya. Seorang wanita muda yang lebih banyak memilih diam selama percakapan dalam keluarga berlangsung, tiba-tiba berdiri dan mengatakan: “saya akan merawat kakak, jika kalian semua sibuk dan sulit mengatur waktu. Tanggung jawab ini merupakan tugas kita bersama. Lain kali jika kalian tidak sibuk, mungkin kalian bisa berbagi tanggung jawab ini juga.” Selesai wanita tersebut berbicara, suasana dalam rumah itu pun menjadi tenang. Saudara-saudaranya yang lain mengangguk tanda setuju, laki-laki di kursi roda pun tak dapat menahan tangisannya. Ia terharu mendengar perkataan adik perempuannya yang terasa sangat peduli padanya. Situasi keluarga yang demikian bukan hanya dialami oleh wanita muda ini dan saudara-saudaranya, tapi mungkin juga oleh keluarga-keluarga Kristen yang lain. Perbedaan pendapat hingga pertengkaran mungkin tak terelakkan. Namun sebagai orang Kristen, kita dituntut untuk bersikap bijak dengan tuntunan Roh Kudus. Sama seperti Petrus yang menyampaikan pendapatnya dengan santun sebagai cara ia menyaksikan Tuhan yang diimaninya, demikian jugalah seharusnya dengan kita.

Doa : Tuhan, mampukanlah kami untuk santun menyampaikan pendapat. Amin.

Sabtu, 18 November 2023

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 15: 12-21

12 Maka diamlah seluruh umat itu, lalu mereka mendengarkan Paulus dan Barnabas menceriterakan segala tanda dan mujizat yang dilakukan Allah dengan perantaraan mereka di tengah-tengah bangsa-bangsa lain. 13 Setelah Paulus dan Barnabas selesai berbicara, berkatalah Yakobus: "Hai saudara-saudara, dengarkanlah aku: 14 Simon telah menceriterakan, bahwa sejak semula Allah menunjukkan rahmat-Nya kepada bangsa-bangsa lain, yaitu dengan memilih suatu umat dari antara mereka bagi nama-Nya. 15 Hal itu sesuai dengan ucapan-ucapan para nabi seperti yang tertulis: 16 Kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan, 17 supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya ini, 18 yang telah diketahui dari sejak semula. 19 Sebab itu aku berpendapat, bahwa kita tidak boleh menimbulkan kesulitan bagi mereka dari bangsa-bangsa lain yang berbalik kepada Allah, 20 tetapi kita harus menulis surat kepada mereka, supaya mereka menjauhkan diri dari makanan yang telah dicemarkan berhala-berhala, dari percabulan, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari darah. 21 Sebab sejak zaman dahulu hukum Musa diberitakan di tiap-tiap kota, dan sampai sekarang hukum itu dibacakan tiap-tiap hari Sabat di rumah-rumah ibadat."

Bijaklah dalam berbicara!
“Jika kakak yang paling tua sudah mulai berbicara, maka kami yang lain memilih diam, mendengar dan mengikuti. Hal ini kami lakukan bukan hanya karena ia yang paling tua dan kami harus mendengarkan. Namun gaya berbicaranya yang khas dan penuh kewibawaan sangat mempengaruhi kami. Karena itu, tidak ada lagi keributan jika ia yang berbicara. Ia selalu memberi solusi, namun tidak memaksakan kehendaknya”, cerita seorang lelaki muda mengenang kakaknya. Kharisma berbicara yang dimiliki oleh seseorang dan menjadikan dirinya sebagai tokoh untuk didengarkan dan diikuti terkadang dibutuhkan guna mengatasi persoalan-persoalan khusus. Hal ini juga diperlukan dalam diskusi atau musyawarah keluarga, apalagi ketika yang dibicarakan terkait dengan hal-hal yang bersifat prinsip, misalnya aturan, tradisi, nilai yang dianut, dan keyakinan keluarga. Ketokohan Petrus saat berbicara telah mempengaruhi situasi sidang di Yerusalem. Seluruh umat pun diam dan mulai mendengarkan pengajaran dari Paulus dan Barnabas. Hal yang bersifat prinsip tentang keselamatan dari Allah kepada semua bangsa tanpa membeda-bedakan disampaikan juga dengan sopan dan teratur oleh Yakobus, setelah Paulus dan Bamabas selesai berbicara. Sikap dan cara para tokoh ini menjadi teladan sikap beriman bagi kita dalam berdiskusi dan bermusyawarah. Kita harus mulai membiasakannya dalam kehidupan keluarga supaya terbentuk karakter kristiani yang santun dalam berpendapat dan menjadi tokoh yang bijak.

Doa: Tuntunlah kami dengan Roh-Mu. supaya kami bijak berbicara dan menyampaikan pendapat. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN NOVEMBER 2023, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 05 – 11 November 2023

Tema Bulanan : Berkomitmenlah Untuk Membangun Hidup Bersama yang Berkelanjutan

Tema Mingguan : Patuhilah Kewajiban selaku Warga Negara

Minggu, 05 November 2023

bahan bacaan : Roma 13:1-7

Kepatuhan kepada pemerintah
Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah. 2 Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya. 3 Sebab jika seorang berbuat baik, ia tidak usah takut kepada pemerintah, hanya jika ia berbuat jahat. Maukah kamu hidup tanpa takut terhadap pemerintah? Perbuatlah apa yang baik dan kamu akan beroleh pujian dari padanya. 4 Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat. 5 Sebab itu perlu kita menaklukkan diri, bukan saja oleh karena kemurkaan Allah, tetapi juga oleh karena suara hati kita. 6 Itulah juga sebabnya maka kamu membayar pajak. Karena mereka yang mengurus hal itu adalah pelayan-pelayan Allah. 7 Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak, cukai kepada orang yang berhak menerima cukai; rasa takut kepada orang yang berhak menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat.

Pemerintah adalah Pelayan Allah demi Kebaikan Bersama
Nas bacaan hari ini menekankan soal tanggungjawab seorang kristen dalam kehidupan bermasyarakat yakni patuh kepada pemerintah. Pemerintah yang dimaksud disini bukan mengarah kepada satu orang oknum, entah itu raja atau presiden, namun lebih luas lagi yaitu lembaga yang mengatur kehidupan berbangsa atau bernegara. Pemerintah bekerja untuk menjaga ketertiban, kedamaian dan juga kemakmuran setiap orang dalam suatu bangsa atau negara. Karena itu kita percaya bahwa pemerintah berasal dari Allah dan ditetapkan oleh Allah menjadi hambaNya untuk kebaikan hidup bersama. Karena itu kita harus takluk kepada pemerintah. Takluk berarti hormat kepada pemerintah dan patuh terhadap segala peraturan yang berlaku dalam Negara dan menjalankan kewajiban selaku warga Negara dengan baik. Takluk kepada pemerintah tidak sama dengan kepatuhan kepada Tuhan, sebab Tuhanlah yang menetapkan dan berkuasa atas semua pemerintah yang ada di dalam dunia ini. Pemerintah pun bisa keliru, karena itu tetaplah mendoakan mereka agar dapat menjalankan tanggungjawab dengan benar. Karena pemerintah adalah hamba Allah, mereka harus dihormati sebagai pelayan Allah, didoakan dan ditopang demi kebaikan bersama.

Doa: Terima kasih ya Tuhan atas pemerintah yang Engkau tetapkan untuk kebaikan kami, Amin.


Senin, 06 November 2023

bahan bacaan : Pengkhotbah 8:2-4

Kepatuhan kepada raja
2 Patuhilah perintah raja demi sumpahmu kepada Allah. 3 Janganlah tergesa-gesa pergi dari hadapannya, janganlah bertahan dalam perkara yang jahat, karena ia berbuat apa yang dikehendakinya. 4 Karena titah raja berkuasa; siapakah yang akan mengatakan kepadanya: "Apakah yang baginda buat?"


Patuhilah Perintah Raja dan Janganlah Bertahan Dalam Perkara Jahat

Hikmat diperlukan untuk membangun kehidupan bersama. Dalam kaitan dengan itu, yang terpenting dari hikmat adalah kita hidup dengan akal budi dan ketulusan hati. Kepribadian orang berhikmat akan mencerminkan tingkah laku yang baik dan jauh dari kekerasan, demikianlah pengkhotbah mengingatkan. Misalnya, berhadapan dengan raja atau penguasa yang jahat dan bertindak semena-mena, orang berhikmat harus tetap memperlihatkan kepatuhannya. Tidak tergesa-gesa untuk berkata dan bertindak, karena dia tidak tahu apa yang dapat dilakukan raja sebagai yang lebih berkuasa darinya. Kepatuhan yang ditunjukkan orang berhikmat bukan didasarkan pada ketakutan akan tindakan raja yang dapat menghukum, melainkan terutama pada janji atau sumpah untuk patuh kepada Tuhan. Bukankah Tuhan yang menetapkan raja atau penguasa sebagai hamba-Nya, karena itu harus dihormati dan dipatuhi?. Belajar dari apa yang disampaikan pengkhotbah hari ini, marilah kita menjadi orang-orang berhikmat yang tulus. Patuhilah perintah raja dan janganlah bertahan dalam perkara jahat. Bertindaklah bijaksana, jangan tergesa-gesa menghadapi penguasa. Doakanlah agar mereka tidak bertindak semena-mena, melainkan bijaksana menghadirkan kebaikan.

Doa: Ya Tuhan Allah pengasih, berilah hikmat kepada pemerintah kami. Amin.

Selasa, 07 November 2023

bahan bacaan : Pengkhotbah 8:5-8

5 Siapa yang mematuhi perintah tidak akan mengalami perkara yang mencelakakan, dan hati orang berhikmat mengetahui waktu pengadilan, 6 karena untuk segala sesuatu ada waktu pengadilan, dan kejahatan manusia menekan dirinya. 7 Sesungguhnya, ia tak mengetahui apa yang akan terjadi, karena siapakah yang akan mengatakan kepadanya bagaimana itu akan terjadi? 8 Tiada seorangpun berkuasa menahan angin dan tiada seorangpun berkuasa atas hari kematian. Tak ada istirahat dalam peperangan, dan kefasikan tidak melepaskan orang yang melakukannya.

Untuk Segala Sesuatu Ada Waktu pengadilan
Ada waktunya keadilan akan dinyatakan. Orang percaya harus meyakini hal itu. Pengkhotbah dalam nas bacaan hari ini mengingatkan yang sama, “karena untuk segala sesuatu ada waktu pengadilan”. Itu berarti atas semua tindakan manusia, berujung di waktu pengadilan. Tidak ada kejahatan yang tidak dihukum Tuhan. Penguasa atau rakyat biasa, semuanya akan menghadapi waktu pengadilan. Namun, selama masih hidup di dunia, kita tahu bahwa kejahatan akan selalu ada. Kita justru harus memerangi kejahatan dan jangan patah semangat (ay 8b), sambil menjaga diri kita sendiri tidak jatuh ke dalam perbuatan kejahatan. Ingatlah bahwa kejahatan yang dilakukan apalagi disembunyikan, akan menekan diri sendiri. Karena itu, kita sangat membutuhkan hikmat Tuhan agar bijaksana menjalani hidup. Kita terkadang menghadapi situasi sulit karena pemberlakuan suatu kebijakan yang mungkin saja keliru. Kita dipaksa mengambil keputusan walau hati berontak dengan kebijakan itu, namun tidak berdaya menghadapinya. Dalam kondisi ini, mintalah Tuhan berkuasa memberi jalan keluar dalam berkata dan bertindak. Jangan bertahan dalam hal jahat. Ingat, bahwa segala sesuatu ada waktunya. Di mana waktu pengadilan Tuhan akan berlaku bagi siapapun yang melakukan kejahatan.

Doa: Tolonglah kami Tuhan, untuk meninggalkan kejahatan dan sadar akan waktu pengadilan. Amin.

Rabu, 08 November 2023

bahan bacaan : Titus 3:1-2

Pesan-pesan penutup
Ingatkanlah mereka supaya mereka tunduk pada pemerintah dan orang-orang yang berkuasa, taat dan siap untuk melakukan setiap pekerjaan yang baik. 2 Janganlah mereka memfitnah, janganlah mereka bertengkar, hendaklah mereka selalu ramah dan bersikap lemah lembut terhadap semua orang

Taat dan Siaplah Untuk Melakukan Pekerjaan yang Baik
Keetika menuliskan suratnya kepada Titus, Paulus mengakhirinya dengan berkata, “Ingatkanlah mereka..” (ay.1). Apa yang perlu diingatkan Titus kepada orang-orang yang menerima dan membaca surat ini?. Pertama, mereka diingatkan untuk “tunduk kepada pemerintah dan orang-orang yang berkuasa”. Sebagai warga masyarakat yang hidup dalam kekuasaan pemerintahan Romawi, mereka diminta untuk tetap taat kepada pemerintah sekalipun mengalami penderitaan dan penindasan. Kedua, mereka diingatkan pula bahwa penderitaan yang dialami, janganlah menjadi alasan untuk tidak melakukan pekerjaan yang baik. Justeru itulah kesempatan untuk menunjukkan jati diri dan keberadaan mereka selaku orang Kristen, yakni senantiasa taat, tidak memfitnah; tidak bertengkar, bersikap ramah dan lemah lembut. Itu sikap yang harus ditunjukkan baik terhadap pemerintah maupun sesama warga masyarakat. Peringatan inipun berlaku bagi kita. Dalam penderitaan, Roh Kudus akan memampukan untuk setia mematuhi pemerintah dan siap melakukan pekerjaan yang baik. Jagalah relasi dengan baik antar sesama orang percaya. jangan bertengkar dan saling memfitnah. Itu sikap yang tepat dalam membangun hidup. Dengan berlaku demikian sesungguhnya kita telah menjadi cermin untuk orang lain melihat Kristus didalamnya.

Doa: Tuhan, Mampukanlah kami untuk taat dan siap melakukan pekerjaan yang baik. Amin.

Kamis, 09 November 2023

bahan bacaan : 2 Samuel 16:1-4

Daud bertemu dengan Ziba
Ketika Daud baru saja melewati puncak, datanglah Ziba, hamba Mefiboset, mendapatkan dia membawa sepasang keledai yang berpelana, dengan muatan dua ratus ketul roti, seratus buah kue kismis, seratus buah-buahan musim panas dan sebuyung anggur. 2 Lalu bertanyalah raja kepada Ziba: "Apakah maksudmu dengan semuanya ini?" Jawab Ziba: "Keledai-keledai ini bagi keluarga raja untuk ditunggangi; roti dan buah-buahan ini bagi orang-orangmu untuk dimakan; dan anggur ini untuk diminum di padang gurun oleh orang-orang yang sudah lelah." 3 Kemudian bertanyalah raja: "Di manakah anak tuanmu?" Jawab Ziba kepada raja: "Ia ada di Yerusalem, sebab katanya: Pada hari ini kaum Israel akan mengembalikan kepadaku kerajaan ayahku." 4 Lalu berkatalah raja kepada Ziba: "Kalau begitu, kepunyaanmulah segala kepunyaan Mefiboset." Kata Ziba: "Aku tunduk! Biarlah kiranya aku tetap mendapat kasih di matamu, ya tuanku raja."

Dalam Kesusahan, Pertolongan Tuhan Nyata
Ada saja hal yang tak dapat kita pahami dalam hidup. Kita dapat mengalami stress dan depresi yang hebat, dan bagaikan tidak ada harapan, kehilangan daya serta terpuruk. Daud raja Israel pernah pula mengalami pencobaan yang hebat. Ia melarikan diri dari Absalom anaknya yang telah menobatkan dirinya sendiri untuk menjadi raja. Peristiwa ini dapat disebut abnormal, seorang anak mengkudeta atau menggulingkan ayah sendiri dari tampuk kekuasaan. Daud menanggapi kenyataan ini dengan cara melarikan diri. Melarikan diri karena menghindari kontak fisik atau kekerasan dengan anak sendiri. Ia kehilangan kekuasaan sebagai raja dan melarikan diri tapi tetap mengalami kasih Tuhan. Pertolongan Tuhan dialaminya pada saat yang tepat. Tuhan memakai orang dan cara yang dikehendaki-Nya untuk menolong mereka yang berada dalam kesusahan. Pertemuan Daud dengan Ziba terjadi karena kehendak Tuhan. Tuhan memakai Ziba, hamba Mefiboset, anak Yonatan, cucu Saul menyatakan pertolongan-Nya bagi Daud. Ziba membawa keledai, roti, kue kismis, buah-buahan dan anggur. Semuanya dibutuhkan Daud dalam pelariannya. Kita tahu bahwa hidup tak selamanya mudah, namun harus belajar untuk tidak tinggal diam melainkan berlindung pada Tuhan. Mungkin saja kita akan mengalami kelemahan pada saat-saat tertentu, tetapi ingatlah bahwa pertolongan Tuhan pasti membuat hidup bergerak ke arah yang lebih baik daripada keadaan sebelumnya.

Doa: ya Allah berikanlah pertolongan-Mu saat kami mengalami kesusahan. Amin.

Jumat, 10 November 2023

bahan bacaan : 1 Petrus 2:13-15

13 Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi, 14 maupun kepada wali-wali yang diutusnya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan menghormati orang-orang yang berbuat baik. 15 Sebab inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang yang bodoh.

Nyatakanlah kehendak Allah dalam hidupmu
Hidup sebagai orang Kristen hendaknya dijalani dengan cara terus-menerus belajar memahami dan melaksanakan kehendak Allah. Nas hari ini menegaskan bahwa Allah menghendaki kita untuk hidup dengan menunjukan rasa hormat kepada mereka yang dipercayakan menjadi pemimpin. Selain itu Allah juga menghendaki kita berbuat baik sebagai cara mengatasi kepicikan orang-orang yang bodoh. Teks ini mengingatkan ulang akan adanya berbagai kenyataan yang yang dapat dialami dalam hidup. Dua di antara sekian banyak kenyataan hidup itu adalah adanya pemerintah dan lembaga pemerintahan serta kepicikan. Kita bersanding dengan dua kenyataan yakni pemerintah dan kepicikan orang bodoh. Keduanya tak mungkin disankali atau dihindari tapi disikapi sebagai orang
beriman. Sikap iman kita terhadap pemerintah dan lembaga pemerintahan adalah tunduk, maksudnya
menghormati. Selain itu Allah agar kita berbuat baik untuk mengatasi kepicikan orag bodoh. Tunduk atau menghormati dan berbuat baik kita lakukan karena Allah bukan karena siapa-siapa serta apa-apa. Bila kita menjalani keberadaan dari hari ke hari dengan sikap menghormati dan berbuat baik, maka kehendak Allah menjadi nyata dalam hidup. Hendaklah kita terus menyatakan kehendak Allah dengan cara menghormati dan berbuat baik kepada semua orang, kapan dan di mana saja.

Doa: Ya Allah. mampukanlah kami untuk menyatakan kehendak-Mu dalam hidup ini. Amin.

Sabtu, 11 November 2023

bahan bacaan : Ibrani 13:17

17 Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.

Hidup Dalam Ketaatan Dan Rasa Hormat
Dua hal penting yang dipesankan nas ini adalah taat dan tunduk. Keduanya bukan saja berkaitan dengan perilaku tapi juga sikap, cara berpikir dan penghayatan iman. Perilaku seseorang dipengaruhi oleh banyak hal yang ada dalam dirinya. Setiap orang terpanggil untuk menata keberadaannya secara baik agar layak hidup sebagai manusia. Kebaikan dimulai atau terlahir dalam diri seseorang baru terwujud di luar. Oleh sebab itu kita diminta untuk terus membenahi diri sendiri agar berarti bagi orang lain. Orang lain haruslah dipahami, diterima dan diperlakukan sebagai pribadi yang berarti bagi diri kita. Karena itu penulis surat Ibrani berpesan agar kita taat dan tunduk kepada pemimpin. Pemimpin baik dalam keluarga, gereja maupun masyarakat adalah mereka yang pada dasarnya baik. Sebab pemimpin pasti peduli dan bertanggug jawab kepada mereka yang dipimpinnya. Perilaku taat dan tunduk atau menghormati pemimpin sesungguhnya berarti jamak. Taat dan tunduk bukan saja merupakan ekspresi etik dan moral tapi juga iman. Orang beriman adalah mereka yang beretika dan bermoral. Kita kembali diingatkan bahwa perilaku yang baik adalah buah dari kualitas iman seseorang. Semua orang beriman diharapkan membangun relasi yang berdamai sejahtera dengan semua orang terutama para pemimpin. Perilaku taat dan tunduk kepada pemimpin perlu diwujudkan. Sebab dengan begitu para pemimpin akan melakukan tugas mereka dengan gembira bukan keluh kesah.

doa : Ya Allah mampukan kami untuk hidup dengan cara taat dan tunduk, amin

*SUMBER : SHK BULAN NOVEMBER 2023, LPJ-GPM