Santapan Harian Keluarga, 18 – 24 Januari 2026

Tema Bulanan : Anugerah Allah: Memelihara Kehidupan Semesta

Tema Mingguan : Percayalah Kepada Tuhan, Engkau dan Seisi  Rumahmu Selamat

Minggu, 18 Januari 2026

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 16 : 19 – 34 

Kepala penjara Filipi
19 Ketika tuan-tuan perempuan itu melihat, bahwa harapan mereka akan mendapat penghasilan lenyap, mereka menangkap Paulus dan Silas, lalu menyeret mereka ke pasar untuk menghadap penguasa. 20 Setelah mereka membawa keduanya menghadap pembesar-pembesar kota itu, berkatalah mereka, katanya: "Orang-orang ini mengacau kota kita ini, karena mereka orang Yahudi, 21 dan mereka mengajarkan adat istiadat, yang kita sebagai orang Rum tidak boleh menerimanya atau menurutinya." 22 Juga orang banyak bangkit menentang mereka. Lalu pembesar-pembesar kota itu menyuruh mengoyakkan pakaian dari tubuh mereka dan mendera mereka. 23 Setelah mereka berkali-kali didera, mereka dilemparkan ke dalam penjara. Kepala penjara diperintahkan untuk menjaga mereka dengan sungguh-sungguh. 24 Sesuai dengan perintah itu, kepala penjara memasukkan mereka ke ruang penjara yang paling tengah dan membelenggu kaki mereka dalam pasungan yang kuat. 25 Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka. 26 Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua. 27 Ketika kepala penjara itu terjaga dari tidurnya dan melihat pintu-pintu penjara terbuka, ia menghunus pedangnya hendak membunuh diri, karena ia menyangka, bahwa orang-orang hukuman itu telah melarikan diri. 28 Tetapi Paulus berseru dengan suara nyaring, katanya: "Jangan celakakan dirimu, sebab kami semuanya masih ada di sini!" 29 Kepala penjara itu menyuruh membawa suluh, lalu berlari masuk dan dengan gemetar tersungkurlah ia di depan Paulus dan Silas. 30 Ia mengantar mereka ke luar, sambil berkata: "Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?" 31 Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu." 32 Lalu mereka memberitakan firman Tuhan kepadanya dan kepada semua orang yang ada di rumahnya. 33 Pada jam itu juga kepala penjara itu membawa mereka dan membasuh bilur mereka. Seketika itu juga ia dan keluarganya memberi diri dibaptis. 34 Lalu ia membawa mereka ke rumahnya dan menghidangkan makanan kepada mereka. Dan ia sangat bergembira, bahwa ia dan seisi rumahnya telah menjadi percaya kepada Allah.

Hanya Tuhan Sumber Selamat bagi Seisi Rumah

Nas bacaan hari ini menunjukkan bahwa keselamatan adalah karya Tuhan yang mengalir dari iman seseorang dan berdampak pada seluruh isi rumah. Penjaga penjara hampir bunuh diri karena mengira para tahanan melarikan diri. Namun paulus menahannya, ”jangan celakakan dirimu”. Kebaikan itu membuka pintu pertobatan dan keselamatan. Melalui Paulus dan Silas yang memberitakan firman kepada penjaga penjara dan semua orang yang di rumahnya, malam itu juga mereka dibaptis dan mengalami sukacita besar. Ini menunjukkan bahwa keselamatan bukan hanya pengalaman pribadi, tetapi juga pemulihan keluarga. Firman ini mengingatkan kita, Tuhan menginginkan rumah-rumah kita menjadi tempat dimana kita berdoa, mendengarkan firman dan sukacita Kristus berlangsung, sehingga setiap anggota keluarga mengalami damai sejahtera dan keselamatan.  Apapun keadaan keluarga kita saat ini, bahagia, bermasalah, lemah dan retak atau jauh dari Tuhan, firman Tuhan ini berkata: selama ada yang percaya, selalu ada harapan bagi seisi rumah. Jadilah alat keselamatan bagi keluarga kita melalui kesaksian hidup, kasih dan doa. Ingatlah selalu, Tuhan sanggup menyelamatkan setiap rumah yang percaya kepada-Nya.

Doa: Terima kasih Tuhan untuk keselamatan bagi seisi keluargaku, Amin.

Senin, 19 Januari 2026

bahan bacaan : 2 Samuel 6 : 6 – 14

6 Ketika mereka sampai ke tempat pengirikan Nakhon, maka Uza mengulurkan tangannya kepada tabut Allah itu, lalu memegangnya, karena lembu-lembu itu tergelincir. 7 Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Uza, lalu Allah membunuh dia di sana karena keteledorannya itu; ia mati di sana dekat tabut Allah itu. 8 Daud menjadi marah, karena TUHAN telah menyambar Uza demikian hebatnya; maka tempat itu disebut orang Peres-Uza sampai sekarang. 9 Pada waktu itu Daud menjadi takut kepada TUHAN, lalu katanya: "Bagaimana tabut TUHAN itu dapat sampai kepadaku?" 10 Sebab itu Daud tidak mau memindahkan tabut TUHAN itu ke tempatnya, ke kota Daud, tetapi Daud menyimpang dan membawanya ke rumah Obed-Edom, orang Gat itu. 11 Tiga bulan lamanya tabut Tuhan itu tinggal di rumah Obed-Edom, orang Gat itu, dan TUHAN memberkati Obed-Edom dan seisi rumahnya. 12 Diberitahukanlah kepada raja Daud, demikian: "TUHAN memberkati seisi rumah Obed-Edom dan segala yang ada padanya oleh karena tabut Allah itu." Lalu Daud pergi mengangkut tabut Allah itu dari rumah Obed-Edom ke kota Daud dengan sukacita. 13 Apabila pengangkat-pengangkat tabut TUHAN itu melangkah maju enam langkah, maka ia mengorbankan seekor lembu dan seekor anak lembu gemukan. 14 Dan Daud menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga; ia berbaju efod dari kain lenan.

Mengalami Berkat Tuhan Karena Menopang Pelayanan

Dalam pengalaman melayani, ada saja orang baik yang turut menopang tugas pelayanan. Mereka mengorbankan waktu, pikiran,tenaga dan apapun talenta yang dimiliki. Seperti Obed-Edom yang tidak menolak ketika daud menitipkan Tabut Allah-simbol kehadiran Allah di rumahnya. Ia menjaga dan merawat Tabut Allah itu selama tiga bulan. Ketaatan dan kesetiaan dalam menunaikan kepercayaan yang diberikan Daud telah menggerakan Allah untuk mengaruniakan berkat keselamatan bagi Obed-Edom dan seisi rumahnya. Dalam 1 Tawarikh 15 dikatakan, anak-anak Obed-edom aktif menjadi pelayan di rumah Tuhan sebagai penyanyi, penjaga pintu gerbang dan pemain alat musik. Di sinilah  kita belajar bahwa rumah yang terbuka bagi pekerjaan Tuhan adalah rumah yang akan menikmati berkat Tuhan. Bukan hanya berkat materi, tetapi damai dan sukacita serta pemeliharaan Tuhan. Keluarga yang menyediakan diri menopang pekerjaan Tuhan apapun bentuknya, adalah keluarga yang melihat tangan Tuhan bekerja dalam hidup mereka. Jadi selagi masih ada kesempatan layanilah Tuhan dengan terus menopang tugas- tugas pelayanan yang dipercayakan.

Doa: Tuhan, kiranya rumah kami terbuka untuk menopang pelayanan, Amin.

Selasa, 20 Januari 2026

bahan bacaan : Kejadian 19 : 15 – 23

15 Ketika fajar telah menyingsing, kedua malaikat itu mendesak Lot, supaya bersegera, katanya: "Bangunlah, bawalah isterimu dan kedua anakmu yang ada di sini, supaya engkau jangan mati lenyap karena kedurjanaan kota ini." 16 Ketika ia berlambat-lambat, maka tangannya, tangan isteri dan tangan kedua anaknya dipegang oleh kedua orang itu, sebab TUHAN hendak mengasihani dia; lalu kedua orang itu menuntunnya ke luar kota dan melepaskannya di sana. 17 Sesudah kedua orang itu menuntun mereka sampai ke luar, berkatalah seorang: "Larilah, selamatkanlah nyawamu; janganlah menoleh ke belakang, dan janganlah berhenti di manapun juga di Lembah Yordan, larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati lenyap." 18 Kata Lot kepada mereka: "Janganlah kiranya demikian, tuanku. 19 Sungguhlah hambamu ini telah dikaruniai belas kasihan di hadapanmu, dan tuanku telah berbuat kemurahan besar kepadaku dengan memelihara hidupku, tetapi jika aku harus lari ke pegunungan, pastilah aku akan tersusul oleh bencana itu, sehingga matilah aku. 20 Sungguhlah kota yang di sana itu cukup dekat kiranya untuk lari ke sana; kota itu kecil; izinkanlah kiranya aku lari ke sana. Bukankah kota itu kecil? Jika demikian, nyawaku akan terpelihara." 21 Sahut malaikat itu kepadanya: "Baiklah, dalam hal inipun permintaanmu akan kuterima dengan baik; yakni kota yang telah kau sebut itu tidak akan kutunggangbalikkan. 22 Cepatlah, larilah ke sana, sebab aku tidak dapat berbuat apa-apa, sebelum engkau sampai ke sana." Itulah sebabnya nama kota itu disebut Zoar. 23 Matahari telah terbit menyinari bumi, ketika Lot tiba di Zoar.

Tuhan Memelihara Keluarga yang Beriman

Lot bukanlah orang yang sempurna. Dia memiliki banyak kelemahan, termasuk keputusan awalnya untuk tinggal di lingkungan Sodom yang tidak benar. Namun, Tuhan menyelamatkannya karena “mengasihani dia” dan Ia mengingat Abraham. Pemeliharaan Tuhan datang dengan syarat ketaatan yang jelas dan mendesak. Malaikat-malaikat Tuhan memerintahkan Lot dan keluarganya untuk segera keluar dari Sodom dan tidak menoleh ke belakang. Ancaman kematian menjadi nyata jika mereka melanggar perintah tersebut dan itulah yang dialami oleh isteri Lot. Ketaatan menjadi jalan keselamatan. Kisah ini bukan sekedar cerita tentang pelarian sebuah keluarga dari kota yang binasa, tetapi ini kesaksian iman bagaimana Allah menopang dan memelihara keluarga dari ancaman kematian. Jika keluarga terus berjalan bersama Tuhan, mendengarkan suaraNya dengan taat, maka apapun yang terjadi pemeliharaan Tuhan akan dinikmati. Banyak keluarga mengalami kehancuran karena memilih menoleh ke belakang, kembali ke kebiasaan lama, kehidupan lama yang penuh dosa. Kiranya setiap keluarga akan hidup dalam kesadaran ini, Tuhan sendiri yang akan menjadi pemelihara keluarga kita. Taatlah kepadaNya!

Doa: Tuhan, keluarga kami mau hidup selalu dalam iman dan ketaataan kepada-Mu. Amin.

Rabu, 21 Januari 2026

bahan bacaan : Kejadian 26 : 23-33

23 Dari situ ia pergi ke Bersyeba. 24 Lalu pada malam itu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "Akulah Allah ayahmu Abraham; janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau; Aku akan memberkati engkau dan membuat banyak keturunanmu karena Abraham, hamba-Ku itu." 25 Sesudah itu Ishak mendirikan mezbah di situ dan memanggil nama TUHAN. Ia memasang kemahnya di situ, lalu hamba-hambanya menggali sumur di situ. 26 Datanglah Abimelekh dari Gerar mendapatkannya, bersama-sama dengan Ahuzat, sahabatnya, dan Pikhol, kepala pasukannya. 27 Tetapi kata Ishak kepada mereka: "Mengapa kamu datang mendapatkan aku? Bukankah kamu benci kepadaku, dan telah menyuruh aku keluar dari tanahmu?" 28 Jawab mereka: "Kami telah melihat sendiri, bahwa TUHAN menyertai engkau; sebab itu kami berkata: baiklah kita mengadakan sumpah setia, antara kami dan engkau; dan baiklah kami mengikat perjanjian dengan engkau, 29 bahwa engkau tidak akan berbuat jahat kepada kami, seperti kami tidak mengganggu engkau, dan seperti kami semata-mata berbuat baik kepadamu dan membiarkan engkau pergi dengan damai; bukankah engkau sekarang yang diberkati TUHAN." 30 Kemudian Ishak mengadakan perjamuan bagi mereka, lalu mereka makan dan minum. 31 Keesokan harinya pagi-pagi bersumpah-sumpahanlah mereka. Kemudian Ishak melepas mereka, dan mereka meninggalkan dia dengan damai. 32 Pada hari itu datanglah hamba-hamba Ishak memberitahukan kepadanya tentang sumur yang telah digali mereka, serta berkata kepadanya: "Kami telah mendapat air." 33 Lalu dinamainyalah sumur itu Syeba. Sebab itu nama kota itu adalah Bersyeba, sampai sekarang.

Tuhan Memberkati Keluarga Turun-temurun

Kehadiran Tuhan adalah jaminan pemeliharaan tertinggi. Ketika Ishak pindah ke Bersyeba, Tuhan menampakkan diri kepadanya pada malam hari dan berkata, “Akulah Allah ayahmu Abraham. Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau; Aku akan memberkati engkau dan memperbanyak keturunanmu karena Abraham, hamba-Ku itu.” Tuhan menegaskan kembali perjanjian yang dibuat-Nya dengan Abraham berlaku juga untuk Ishak dan keturunannya. Abimelekh, raja orang Filistin, datang menemui Ishak dan mengakui, “Memang kami lihat, bahwa Tuhan menyertai engkau”. Pengakuan ini menunjukkan berkat dan pemeliharaan Tuhan atas Ishak terlihat nyata oleh bangsa-bangsa di sekitarnya. Ishak dan Abimelekh mengikat perjanjian damai, yang menunjukkan bahwa Tuhan tidak hanya memelihara Ishak dalam konflik, tetapi juga memberinya kedamaian dan keamanan di negeri asing tersebut dan memastikan kelangsungan hidup keluarganya.  Pengalaman iman yang dijalani hari ini dalam keluarga, adalah pupuk bagi iman generasi berikutnya. Tuhan yang memelihara dan memberkati kita, juga rindu memelihara dan memberkati anak cucu kita. Ceritakanlah kepada anak-anak apa yang Tuhan sudah lakukan, sebab itu meneguhkan iman generasi berikutnya. Kesetiaan Tuhan adalah jembatan yang menghubungkan masa lalu, sekarang, dan masa depan dalam keluarga.

Doa: Tuhan, berkatilah keluarga kami turun temurun, Amin.

Kamis, 22 Januari 2026

bahan bacaan : Keluaran 2 : 1-10

Musa lahir dan diselamatkan
Seorang laki-laki dari keluarga Lewi kawin dengan seorang perempuan Lewi; 2 lalu mengandunglah ia dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika dilihatnya, bahwa anak itu cantik, disembunyikannya tiga bulan lamanya. 3 Tetapi ia tidak dapat menyembunyikannya lebih lama lagi, sebab itu diambilnya sebuah peti pandan, dipakalnya dengan gala-gala dan ter, diletakkannya bayi itu di dalamnya dan ditaruhnya peti itu di tengah-tengah teberau di tepi sungai Nil; 4 kakaknya perempuan berdiri di tempat yang agak jauh untuk melihat, apakah yang akan terjadi dengan dia. 5 Maka datanglah puteri Firaun untuk mandi di sungai Nil, sedang dayang-dayangnya berjalan-jalan di tepi sungai Nil, lalu terlihatlah olehnya peti yang di tengah-tengah teberau itu, maka disuruhnya hambanya perempuan untuk mengambilnya. 6 Ketika dibukanya, dilihatnya bayi itu, dan tampaklah anak itu menangis, sehingga belas kasihanlah ia kepadanya dan berkata: "Tentulah ini bayi orang Ibrani." 7 Lalu bertanyalah kakak anak itu kepada puteri Firaun: "Akan kupanggilkah bagi tuan puteri seorang inang penyusu dari perempuan Ibrani untuk menyusukan bayi itu bagi tuan puteri?" 8 Sahut puteri Firaun kepadanya: "Baiklah." Lalu pergilah gadis itu memanggil ibu bayi itu. 9 Maka berkatalah puteri Firaun kepada ibu itu: "Bawalah bayi ini dan susukanlah dia bagiku, maka aku akan memberi upah kepadamu." Kemudian perempuan itu mengambil bayi itu dan menyusuinya. 10 Ketika anak itu telah besar, dibawanyalah kepada puteri Firaun, yang mengangkatnya menjadi anaknya, dan menamainya Musa, sebab katanya: "Karena aku telah menariknya dari air."

Tuhan memeliharaKeluarga yang Saling Menolong

Orangtua Musa, Amram dan Yokhebed, menunjukkan iman yang besar dengan menyembunyikan bayi Musa selama tiga bulan. Mereka menentang perintah Firaun untuk membunuh semua bayi laki-laki Ibrani. Ketika tidak bisa menyembunyikannya lagi, mereka membuat rencana dengan iman, yaitu meletakkan bayi itu dalam peti pandan di sungai Nil, mempercayakan nasibnya kepada Tuhan. Miryam, kakak perempuan Musa, memainkan peran penting dalam pemeliharaan ini. Ia tidak hanya mengawasi peti berisi adiknya dari kejauhan, tetapi juga bertindak cepat dan bijaksana ketika putri Firaun menemukan bayi itu. Miryam dengan berani menawarkan untuk memanggilkan seorang inang penyusu dari kalangan perempuan Ibrani. Tawaran Miryam diterima, ibu kandung Musa sendiri akhirnya dipekerjakan untuk menyusui dan merawat anaknya dengan upah dari putri Firaun. Ketika kita sebagai keluarga, suami istri, orang tua anak, atau adik kakak bekerja sama, saling mendukung, dan bertindak dengan iman di tengah tantangan hidup, kita membuka jalan bagi pemeliharaan Tuhan untuk bekerja dengan cara yang ajaib. Tuhan memberkati persatuan dan kasih dalam keluarga. Dia memakai ikatan tersebut sebagai alat-Nya untuk melindungi dan memberkati semua ciptaan-Nya di bumi.

Doa: Tuhan, Terima kasih untuk pemeliharaan-Mu bagi keluarga kami. Amin.

Jumat, 23 Januari 2026

bahan bacaan : Ulangan 12 : 1-7

Satu tempat ibadah
"Inilah ketetapan dan peraturan yang harus kamu lakukan dengan setia di negeri yang diberikan TUHAN, Allah nenek moyangmu, kepadamu untuk memilikinya, selama kamu hidup di muka bumi. 2 Kamu harus memusnahkan sama sekali segala tempat, di mana bangsa-bangsa yang daerahnya kamu duduki itu beribadah kepada allah mereka, yakni di gunung-gunung yang tinggi, di bukit-bukit dan di bawah setiap pohon yang rimbun. 3 Mezbah mereka kamu harus robohkan, tugu-tugu berhala mereka kamu remukkan, tiang-tiang berhala mereka kamu bakar habis, patung-patung allah mereka kamu hancurkan, dan nama mereka kamu hapuskan dari tempat itu. 4 Jangan kamu berbuat seperti itu terhadap TUHAN, Allahmu. 5 Tetapi tempat yang akan dipilih TUHAN, Allahmu, dari segala sukumu sebagai kediaman-Nya untuk menegakkan nama-Nya di sana, tempat itulah harus kamu cari dan ke sanalah harus kamu pergi. 6 Ke sanalah harus kamu bawa korban bakaran dan korban sembelihanmu, persembahan persepuluhanmu dan persembahan khususmu, korban nazarmu dan korban sukarelamu, anak-anak sulung lembu sapimu dan kambing dombamu. 7 Di sanalah kamu makan di hadapan TUHAN, Allahmu, dan bersukaria, kamu dan seisi rumahmu, karena dalam segala usahamu engkau diberkati oleh TUHAN, Allahmu.

Tuhan Menaungi Keluarga yang Taat dan Setia

Nas bacaan ini merupakan pengingat bagi umat Israel ketika mereka akan memasuki tanah perjanjian. Tuhan menegaskan bahwa berkat yang akan mereka terima sangat berkaitan dengan ketaatan dan kesetiaan untuk hidup sesuai kehendak-Nya. ada tiga hal yang berkaitan dengan hal itu: umat harus menghancurkan berhala, mau menyembah Tuhan dan menguduskan persembahan bagi-Nya. Semua itu bersumber pada satu hal: hidup yang setia kepada Tuhan.Di zaman skarang, berhala tidak selalu berupa patung, tetapi hal-hal yang mendominasi hati dan gaya hidup yang membuat Tuhan tersisih.  Keluarga yang taat dan setia memilih untuk tetap fokus kepada Tuhan, menggunakan segala sesuatu dengan bijak tanpa diperbudak olehnya. Marilah kita berkomitmen untuk membangun keluarga yang demikian. Jujur dalam melakukan apapun, menghindari tindakan yang kurang baik atau merusak, menjaga hati dari keinginan tercela dan sebagainya. Ketika keluarga mengandalkan Tuhan dalam setiap keadaan, maka Tuhan sendiri yang akan memelihara, menguatkan dan memberkati. Kesetiaan membawa damai, keutuhan dan sukacita yang tidak bisa diberikan dunia.

Doa: Tuhan, tolong keluarga kami hidup taat dan setia kepadaMu. Amin.

Sabtu, 24 Januari 2026

bahan bacaan : Kejadian 35 : 1-5

Yakub di Betel untuk kedua kalinya
Allah berfirman kepada Yakub: "Bersiaplah, pergilah ke Betel, tinggallah di situ, dan buatlah di situ mezbah bagi Allah, yang telah menampakkan diri kepadamu, ketika engkau lari dari Esau, kakakmu." 2 Lalu berkatalah Yakub kepada seisi rumahnya dan kepada semua orang yang bersama-sama dengan dia: "Jauhkanlah dewa-dewa asing yang ada di tengah-tengah kamu, tahirkanlah dirimu dan tukarlah pakaianmu. 3 Marilah kita bersiap dan pergi ke Betel; aku akan membuat mezbah di situ bagi Allah, yang telah menjawab aku pada masa kesesakanku dan yang telah menyertai aku di jalan yang kutempuh." 4 Mereka menyerahkan kepada Yakub segala dewa asing yang dipunyai mereka dan anting-anting yang ada pada telinga mereka, lalu Yakub menanamnya di bawah pohon besar yang dekat Sikhem. 5 Sesudah itu berangkatlah mereka. Dan kedahsyatan yang dari Allah meliputi kota-kota sekeliling mereka, sehingga anak-anak Yakub tidak dikejar.

Tuhan Tempat Perlindungan

Keluarga-keluarga kita hari ini menghadapi banyak krisis, mulai dari pengaruh digital negatif hingga tekanan kebutuhan ekonomi. Seperti keluarga Yakub yang baru saja melalui krisis di Sikhem. Ia takut diserang bangsa-bangsa sekitar karena tindakan anak-anaknya. Allah menegur dan memanggil Yakub untuk kembali ke Betel, tempat perjanjian. Yakub meresponsnya dengan bijaksana. Ia memerintahkan pemurnian total seisi rumah tangganya: menjauhkan dewa asing dan mentahirkan diri. Seluruh keluarga, termasuk anak-anak, berpartisipasi dalam menguburkan patung dewa-dewa di bawah pohon.Tindakan kolektif ini menegaskan bahwa takut akan Tuhan adalah komitmen yang harus dipegang seluruh keluarga. Apa hasil dari ketaatan keluarga ini? Pemeliharaan dan kedahsyatan dari Allah meliputi kota-kota sekeliling mereka, sehingga anak-anak Esau tidak berani mengejar anak-anak Yakub.” Firman ini mengingatkan kita sebagai keluarga, ketika hidup mengalami banyak masalah dan krisis. Tuhan mengundang kita untuk kembali kepada-Nya. Untuk itu, ada hal-hal yang perlu “dikubur” agar hubungan kita dengan Tuhan dipulihkan dan dijaga: kebiasaan yang buruk, hati yang kera atau dosa yang kita simpan diam-diam. Saat melangkah dalam ketaatan, Tuhan sendiri menjaga dan menuntun langkah kita dan seisi keluarga.

Doa: Tuhan, pagarilah keluarga kami dalam kasihMu, amin

*SUMBER : SHK BULAN JANUARI 2026, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 11 – 17 Januari 2026

Tema Bulanan : Anugerah Allah: Memelihara Kehidupan Semesta

Tema Mingguan : Aku adalah Aku: Kemuliaan Allah Membebaskan Hidupmu

Minggu, 11 Januari 2026

bahan bacaan : Keluaran 3 : 1 – 15

Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian. Sekali, ketika ia menggiring kambing domba itu ke seberang padang gurun, sampailah ia ke gunung Allah, yakni gunung Horeb. 2 Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api. 3 Musa berkata: "Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?" 4 Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: "Musa, Musa!" dan ia menjawab: "Ya, Allah." 5 Lalu Ia berfirman: "Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus." 6 Lagi Ia berfirman: "Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub." Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah. 7 Dan TUHAN berfirman: "Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka. 8 Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus. 9 Sekarang seruan orang Israel telah sampai kepada-Ku; juga telah Kulihat, betapa kerasnya orang Mesir menindas mereka. 10 Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir." 11 Tetapi Musa berkata kepada Allah: "Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?" 12 Lalu firman-Nya: "Bukankah Aku akan menyertai engkau? Inilah tanda bagimu, bahwa Aku yang mengutus engkau: apabila engkau telah membawa bangsa itu keluar dari Mesir, maka kamu akan beribadah kepada Allah di gunung ini." 13 Lalu Musa berkata kepada Allah: "Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku: bagaimana tentang nama-Nya? --apakah yang harus kujawab kepada mereka?" 14 Firman Allah kepada Musa: "AKU ADALAH AKU." Lagi firman-Nya: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu." 15 Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun.

Aku adalah Aku: Kemuliaan Allah Membebaskan Hidupmu

Musa tidak sedang mencari Tuhan ketika semak itu menyala. Ia hanya menjalani hari-hari biasa sebagai gembala, di padang gurun yang sunyi. Namun justru di ruang keseharian yang tampak berulang itu Tuhan memanggil. Banyak orang mengira kemuliaan Allah hadir dalam peristiwa besar. Padahal sering kali Ia menyentuh kita melalui ruang keseharian kita: kelelahan yang kita rasakan, pergumulan yang kita pendam, atau rasa tidak mampu yang kita sembunyikan. Di sanalah Tuhan menyatakan diri-Nya. Ketika Ia berfirman, “Aku adalah Aku,” itu berarti Allah hadir bukan karena keadaan kita, tetapi karena sifat-Nya yang setia. Kemuliaan Allah bukan sekadar cahaya surgawi, tetapi kesediaan-Nya turun tangan membebaskan manusia dari penindasan dan tekanan hidup. Jika hari ini hidup terasa berat, ingatlah: Allah yang memanggil Musa adalah Allah yang memanggil kita. Ia mendengar, Ia peduli, Ia bertindak. Ia mengutus kita membebaskan kehidupan orang lain pula dari berbagai belenggu yang membuatnya tidak dapat menikmati kehidupan ini secara baik dan berkualitas. Ketika Allah mengutus, Ia menyertai.

Doa: Tuhan, Hadirlah dan Tolonglah Kami. Amin.

Senin, 12 Januari 2026

bahan bacaan : Mazmur 116 : 6 – 7 

6 TUHAN memelihara orang-orang sederhana; aku sudah lemah, tetapi diselamatkan-Nya aku. 7 Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab TUHAN telah berbuat baik kepadamu.

Tuhan Memelihara Orang yang Sederhana

Pemazmur menyebut dirinya “orang sederhana,” bukan karena ia kurang kemampuan, tetapi karena ia memilih hidup jujur dan apa adanya di hadapan Tuhan. Ia tidak mengandalkan kekuatan diri sendiri. Dunia menuntut kita untuk selalu tampak kuat, tetapi Mazmur ini mengingatkan bahwa justru ketika kita mengakui ketidakberdayaan, Tuhan bertindak. Kesederhanaan hati bukan kelemahan, melainkan ruang yang memungkinkan kasih Tuhan bekerja. Sebab itu seperti pemazmur, kita dapat berkata kepada diri kita: “Kembalilah tenang, hai jiwaku.” Ketika kita menyerahkan hidup kepada Tuhan, tenang bukan berarti tidak ada persoalan, atau masalah hilang, tetapi karena kita tahu kepada siapa kita bersandar. Tuhan tetap sama. Hari ini, mari bekerja dengan meminta kekuatan dari Tuhan, dan bila malam telah tiba bersyukur serta beristirahatlah dalam pemeliharaan Tuhan. Kita tidak perlu kuat setiap waktu. Cukuplah hidup jujur di hadapan Tuhan. Ia tidak mengecewakan hati yang jujur. Tuhan ingin kita selalu mengingat kebaikanNya, agar hati kita kembali tenang.

Doa: Terima kasih Tuhan karena Engkau memelihara orang lemah dan sederhana, Jiwaku sungguh tenang Tuhan. Amin.

Selasa, 13 Januari 2026

bahan bacaan : 1 Raja – Raja 17 : 1 – 6

Elia di tepi sungai Kerit
Lalu berkatalah Elia, orang Tisbe, dari Tisbe-Gilead, kepada Ahab: "Demi Tuhan yang hidup, Allah Israel, yang kulayani, sesungguhnya tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau kukatakan." 2 Kemudian datanglah firman TUHAN kepadanya: 3 "Pergilah dari sini, berjalanlah ke timur dan bersembunyilah di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan. 4 Engkau dapat minum dari sungai itu, dan burung-burung gagak telah Kuperintahkan untuk memberi makan engkau di sana." 5 Lalu ia pergi dan ia melakukan seperti firman TUHAN; ia pergi dan diam di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan. 6 Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu.

Tuhan Menyediakan Kebutuhanmu

Eia berada di tengah masa krisis. Namun Tuhan memeliharanya melalui cara yang tidak terduga: burung gagak mengantarkan roti dan daging setiap hari. Tuhan sering bekerja melalui jalan yang tidak kita bayangkan. Hal itu terjadi melalui kesempatan kecil yang tiba-tiba muncul, seseorang yang menolong tanpa alasan, atau kekuatan hati yang tiba tanpa kita sadari. Pemeliharaan Allah tidak selalu megah, tetapi selalu cukup. Dalam hidup kita, ada masa ketika sumber daya tampak menipis dan harapan terasa jauh. Teks ini mengingatkan kita bahwa Tuhan menyediakan secukupnya setiap hari. Ia tidak pernah kehabisan cara untuk menolong. Tidak berlebihan dan tidak juga kurang. Cukup untuk hari ini. Itu pun adalah anugerah yang limpah. Bersyukurlah atas limpahnya pemeliharaan Tuhan dan ingatlah ketika keadaan hidup menjadi sulit, percaya bahwa Tuhan sedang menyiapkan jalan. Tidak ada masalah tanpa pemeliharaanNya.

Doa: Cukupkan keperluan kami hari ini Tuhan. Amin.

Rabu, 14 Januari 2026

bahan bacaan : Yesaya 46 : 3 – 4

3 "Dengarkanlah Aku, hai kaum keturunan Yakub, hai semua orang yang masih tinggal dari keturunan Israel, hai orang-orang yang Kudukung sejak dari kandungan, hai orang-orang yang Kujunjung sejak dari rahim. 4 Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.

Tuhan Memelihara Sampai Masa Putih Rambut

Firman ini sungguh menyentuh: Tuhan memikul kita sejak dalam kandungan, dan menggendong sampai masa rambut memutih. Ini bukan janji yang bersyarat. Ini pernyataan kasih yang berlangsung seumur hidup. Tidak ada musim hidup, masa muda, sibuk bekerja, menjadi orang tua, atau memasuki lanjut usia, di mana Tuhan berhenti memelihara. Kita sering cemas tentang masa depan. Tentang kesehatan, anak, biaya hidup, atau hari tua. Namun Tuhan mengingatkan bahwa pemeliharaan-Nya bukan hanya hari ini, tetapi sampai akhir perjalanan hidup. Jika rambut memutih menandai waktu yang berjalan, maka itu juga menandai kesetiaan Tuhan yang tidak pernah berkurang. Di saat kita mudah berubah, kasih Tuhan tidak pernah bergeser dan berubah. Bersyukurlah jika kita masih diberi waktu hingga memutih rambut, sebab itu bukti kasih Tuhan yang menanggung, memikul, menggendong dan menyelamatkan. Percayakan kendali hidup kita kepada Allah yang lebih tahu jalan-jalan hidup ke depan. Dalam gendongan Tuhan kita aman dan selamat.

Doa: Tuhan, terima kasih, Engkau Setia Selalu sepanjang hidup kami. Amin.

Kamis, 15 Januari 2026

bahan bacaan : Mazmur 55 : 23 – 24

22 (55-23) Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah. 23 (55-24) Tetapi Engkau, ya Allah, akan menjerumuskan mereka ke lubang sumur yang dalam; orang penumpah darah dan penipu tidak akan mencapai setengah umurnya. Tetapi aku ini percaya kepada-Mu.

Jangan Khawatir, Tuhan Memeliharamu

Pemazmur mengajak kita menyerahkan kekhawatiran kepada Tuhan. Kekhawatiran sering membuat kita merasa harus mengendalikan segalanya. Namun iman mengajak kita untuk membiarkan Tuhan menopang hidup kita. Menyerahkan kekhawatiran bukan berarti pasrah tanpa upaya. Itu adalah keberanian untuk percaya bahwa kita tidak berjalan sendiri. Pemeliharaan Tuhan berarti Ia tidak membiarkan kita jatuh sampai tergeletak. Setiap langkah kita ditopang tangan-Nya. Ia menanggung dan memastikan kita tetap berdiri. Kita mungkin tidak selalu melihatnya, tetapi kita hidup di dalam penjagaan-Nya. Hari ini, kita cukup mengatakan: “Tuhan, aku percaya Engkau memegang dan memeliharaku, bahkan melepaskanku dari orang-orang yang tidak menghendaki kebaikan bagiku.” Itu wujud percaya kita untuk melanjutkan kehidupan ini.

Doa: Kuserahkan Hidupku padaMu, Tuhan yang mengasihi dan memeliharaku, Amin.

Jumat, 16 Januari 2026

bahan bacaan : Yesaya 45 : 20 – 21

Seruan kepada bangsa-bangsa supaya kembali kepada TUHAN
20 "Berhimpunlah dan datanglah, tampillah bersama-sama, hai kamu sekalian yang terluput di antara bangsa-bangsa! Tiada berpengetahuan orang-orang yang mengarak patung dari kayu dan yang berdoa kepada allah yang tidak dapat menyelamatkan. 21 Beritahukanlah dan kemukakanlah alasanmu, ya, biarlah mereka berunding bersama-sama: Siapakah yang mengabarkan hal ini dari zaman purbakala, dan memberitahukannya dari sejak dahulu? Bukankah Aku, TUHAN? Tidak ada yang lain, tidak ada Allah selain dari pada-Ku! Allah yang adil dan Juruselamat, tidak ada yang lain kecuali Aku!

Jangan Gantikan Allah Dengan Baal

Sampai saat ini masih banyak orang yang menggantungkan pertolongan kepada kuasa yang berasal dari dalam dunia. Berbagai macam syarat dan ritual harus dipenuhi sebagai jalan untuk memperoleh apa yang diidamkan. Mereka beranggapan bahwa semua itu memiliki kuasa yang dapat dijadikan sebagai berhala. Tapi mereka lupa bahwa tindakan ini dapat menyeret mereka masuk dalam kesesakan. Pada kenyataannya sejak bumi dan segala isinya dijadikan Allah telah menyatakan kemuliaanNya bahkan lebih dari pada itu kemuliaan Allah dinyatakan melalui kedatangan Yesus Kristus yang olehnya manusia diselamatkan.Terhadap mereka yang membuat patung berhala dan menyembah kepadanya Allah menyebut mereka sebagai yang tidak berpengetahuan karena sesungguhnya patung kayu buatan manusia tidak memiliki kuasa unutuk menyelamatkan. Allah tidak menghendaki kebinasaan sebab itu Ia menghendaki mereka kembali. Tindakan Allah ini mendorong semua kita mengaktakan iman percaya yang teguh kepada Allah dan selamanya tak akan tergantikan dengan baal–baal zaman ini. Ingatlah bahwa sejak zaman purbakala dan memberitahukannya sejak zaman dahulu  bahwa tidak ada Allah selain daripadaku Allah yang adil dan juruselamat, tidak ada yang lain kecuali Aku! Pantaskah kita ragu dan mencari penolong yang lain, selain Allah Pencipta dan Pemelihara hidup ini? 

Doa: Tuhan aku tetap percaya hanya Engkau Allah Sumber selamat yang mulia, Amin.

Sabtu, 17 Januari 2026

bahan bacaan : Ayub 10 : 8 – 12 

8 Tangan-Mulah yang membentuk dan membuat aku, tetapi kemudian Engkau berpaling dan hendak membinasakan aku? 9 Ingatlah, bahwa Engkau yang membuat aku dari tanah liat, tetapi Engkau hendak menjadikan aku debu kembali? 10 Bukankah Engkau yang mencurahkan aku seperti air susu, dan mengentalkan aku seperti keju? 11 Engkau mengenakan kulit dan daging kepadaku, serta menjalin aku dengan tulang dan urat. 12 Hidup dan kasih setia Kaukaruniakan kepadaku, dan pemeliharaan-Mu menjaga nyawaku.

Pemeliharaan-Mu sempurna, Aku tetap bertahan

Diam dan merenung, pergi dan  berlari sejauh mungkin, merintih dan menangis, bahkan tidak sedikit yang larut dalam kekecewaan, putus asa dan hilang pengharapan saat kesukaran dan penderitaan menerpa kehidupan. Ketika membaca nas ini, kita dibawa masuk ke dalam pergumulan hati Ayub. Ia sedang berada dalam titik gelap hidupnya: kehilangan, kesakitan dan kesunyian. Namun, diantara keluh kesahnya, terselip satu pengakuan iman: Ayub tahu bahwa hidupnya berasal dari Allah. Sebab itu ia melihat kembali pemeliharaan Tuhan sejak awal hidupnya. Meski penuh airmata, Ayub melihat satu fakta yang tidak berubah: hidup adalah anugerah dan kasih setia Tuhan tidak berubah. Pengakuan iman bahwa hidup adalah anugerah dan kasih setia Tuhan tidak berubah akan membuat kita senantiasa bersyukur. Termasuk bersyukur dikala kita ada dalam penderitaan. Setiap penderitaan dalam hidup dapat menjadi cara Tuhan membentuk kita untuk semakin bertumbuh dewasa di dalam iman. Oleh karena itu tetaplah percaya Tuhan sebab Ia setia menopang dan menolong.

Doa : Terima kasih telah membuatku bertahan dan kuat di tengah penderitaan, Amin.

*SUMBER : SHK BULAN JANUARI 2026, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 04 – 10 Januari 2026

Tema Bulanan : Anugerah Allah: Memelihara Kehidupan Semesta

Tema Mingguan : Tuhan Mengasihi dan Memelihara Orang Benar, Bersukacitalah!

Minggu, 04 Januari 2026

bahan bacaan : Mazmur 97 : 1-12

TUHAN adalah Raja
TUHAN adalah Raja! Biarlah bumi bersorak-sorak, biarlah banyak pulau bersukacita! 2 Awan dan kekelaman ada sekeliling Dia, keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Nya. 3 Api menjalar di hadapan-Nya, dan menghanguskan para lawan-Nya sekeliling. 4 Kilat-kilat-Nya menerangi dunia, bumi melihatnya dan gemetar. 5 Gunung-gunung luluh seperti lilin di hadapan TUHAN, di hadapan Tuhan seluruh bumi. 6 Langit memberitakan keadilan-Nya, dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya. 7 Semua orang yang beribadah kepada patung akan mendapat malu, orang yang memegahkan diri karena berhala-berhala; segala allah sujud menyembah kepada-Nya. 8 Sion mendengarnya dan bersukacita, puteri-puteri Yehuda bersorak-sorak, oleh karena penghukuman-Mu, ya TUHAN. 9 Sebab Engkaulah, ya TUHAN, Yang Mahatinggi di atas seluruh bumi, Engkau sangat dimuliakan di atas segala allah. 10 Hai orang-orang yang mengasihi TUHAN, bencilah kejahatan! Dia, yang memelihara nyawa orang-orang yang dikasihi-Nya, akan melepaskan mereka dari tangan orang-orang fasik. 11 Terang sudah terbit bagi orang benar, dan sukacita bagi orang-orang yang tulus hati. 12 Bersukacitalah karena TUHAN, hai orang-orang benar, dan nyanyikanlah syukur bagi nama-Nya yang kudus.

Kasih dan Pemeliharaan Tuhan Menghadirkan Sukacita

Apa yang membuat orang percaya kuat dalam menjalani hidup sehari-hari? Sukacita! Ya, sukacita harus menjadi bagian dari hidup kita. Ini mungkin terasa sulit bagi kita karena ada begitu banyak masalah yang terkadang membuat sukacita menjadi hilang. Jadi, bagaimana kita dapat bersukacita? Jawabannya ada pada ayat terakhir bacaan ini; “Bergembiralah karena Tuhan, hai orang-orang benar, dan nyanyikanlah syukur bagi nama-Nya yang kudus”. Tuhan adalah sumber sukacita kita. Pemazmur menyatakan bahwa ketika Tuhan memerintah, seluruh bumi dipanggil untuk bersukacita. Namun sukacita itu bukan karena keadaan dunia yang selalu baik, melainkan karena Pribadi yang memerintah: Allah yang adil, kudus dan setia. Oleh karena itu, kepada Allah saja kita patut bersyukur. Jika tahun yang lalu pemeliharaan Tuhan sempurna atas hidup kita, atas pelayanan gereja ini. Itu semua karena kasih Tuhan. Maka kita pun yakin, di tahun yang baru ini kasih Tuhan pun akan menyertai kita. Kekuatan baru dan sukacita telah kita miliki dari Tuhan Yesus yang rela berkorban demi kita. Mantapkan langkah, bencilah kejahatan dan teruslah setia.

Doa: Terima kasih Tuhan buat kasih dan pemeliharaanMu bagi hidup kami. Amin.

Senin, 05 Januari 2026

bahan bacaan : Mazmur 105 : 1-6

Puji-pujian atas segala perbuatan Allah di masa lampau
Bersyukurlah kepada TUHAN, serukanlah nama-Nya, perkenalkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa! 2 Bernyanyilah bagi-Nya, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib! 3 Bermegahlah di dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersukahati orang-orang yang mencari TUHAN! 4 Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu! 5 Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya, mujizat-mujizat-Ny dan penghukuman-penghukuman yang diucapkan-Nya, 6 hai anak cucu Abraham, hamba-Nya, hai anak-anak Yakub, orang-orang pilihan-Nya!

Bersyukur dan Memuji Tuhan Karena PemeliharaanNya

Mazmur 105:1-6 berisikan ajakan untuk bersyukur yang lahir dari ingatan akan karya Allah. Bangsa Israel mengalami pemeliharaan Allah dari perbudakan di Mesir sampai masuk ke tanah perjanjian. Pemazmur mengundang umat untuk memuji Tuhan, bersyukur dan menceritakan perbuatanNya yang ajaib. Perbuatan Allah layak diceritakan: kasih-Nya, pemeliharaan-Nya, penyertaan-Nya, kuasa-Nya. Ketika kita bercerita tentang Tuhan, sebenarnya kita sedang meneguhkan diri sendiri dan menguatkan orang lain. Itulah yang harus kita lakukan, menjadi pembawa kabar baik karena kita pun telah mengalami karya Allah dalam hidup. Karena itu, tidak ada kata lain yang terucap dari mulut kita selain “Syukur kepada Tuhan”. Sepanjang tahun ini tentu akan ada banyak hal kita alami, namun yang pasti mengingat perbuatan Tuhan adalah fondasi iman kita. Ketika kita mengingat bagaimana Tuhan menolong kita, bagaimana Tuhan mengampuni, bagaimana Tuhan membuka jalan, bagaimana Tuhan memelihara, maka kita kembali diteguhkan bahwa Allah yang menolong dahulu, adalah Allah yang sama hari ini. Maka tanpa dipaksa, dengan hati yang penuh syukur, ceritakanlah kebaikan Tuhan sepanjang hidup kita.

Doa: Syukur dan terima kasih ya Tuhan atas kasih dan pemeliharaanMu. Amin.

Selasa, 06 Januari 2026

bahan bacaan : Mazmur 105 : 7-11

7 Dialah TUHAN, Allah kita, di seluruh bumi berlaku penghukuman-Nya. 8 Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya, firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan, 9 yang diikat-Nya dengan Abraham, dan akan sumpah-Nya kepada Ishak; 10 diadakan-Nya hal itu menjadi ketetapan bagi Yakub, menjadi perjanjian kekal bagi Israel, 11 firman-Nya: "Kepadamu akan Kuberikan tanah Kanaan, sebagai milik pusaka yang ditentukan bagimu."

 Allah Pelihara

Kita masuk di awal tahun ini dengan membawa banyak pertanyaan. Seperti apakah hidup kita di tahun ini? Mungkinkah kita bahagia? Mungkinkah masalah kita terselesaikan? Mungkinkah rumah tangga kita bersatu kembali? Mungkinkah masa depan anak-anak kita menjadi jauh lebih baik? dan sejumlah pertanyaan lain. Kita harus mengakui bahwa tidak ada hal apapun yang bisa dijadikan sebagai pegangan kita dalam menjawab semua pertanyaan itu. Namun sebagai orang percaya, kita meyakini bahwa Tuhan pasti pelihara kita. Kita tahu dalam satu perjanjian Allah berjanji untuk memberi Abraham banyak keturunan dan tanah yang dapat menjadi milik pusaka mereka. Janji ini diulangi lagi kepada Ishak dan kepada Yakub. Dalam perjanjian yang kedua, Allah memberi Hukum Taurat kepada Musa dan orang Israel di Sinai. Sebagai bagian dari ikatan perjanjian itu, Israel harus taat dan hanya menyembah kepada Tuhan Allah. Kita pun diajak melalui teks ini untuk mengingat pemeliharaan Allah yang setia pada perjanjian-Nya bagi sekian generasi. Maka, masuki tahun baru ini dengan sukacita karena ada jaminan pemeliharaan Tuhan. Bangunlah hidup yang bersandar pada janji Tuhan, bukan pada perasaan atau keadaan. Ingat kembali karya Tuhan dalam hidup pribadi, keluarga dan jemaat dan teruskan warisan iman itu kepada generasi anak cucu kita. Jangan mudah lupa atau berubah. Responilah kesetiaan Tuhan dengan ketaatan.

Doa: Tuhan Yesus pelihara dan berkatilah hidup kami di tahun yang baru ini, Amin

Rabu, 07 Januari 2026

bahan bacaan : Mazmur 105 : 12-15

12 Ketika jumlah mereka tidak seberapa, sedikit saja, dan mereka orang-orang asing di sana, 13 dan mengembara dari bangsa yang satu ke bangsa yang lain, dari kerajaan yang satu ke suku bangsa yang lain, 14 Ia tidak membiarkan seorangpun memeras mereka, raja-raja dihukum-Nya oleh karena mereka: 15 "Jangan mengusik orang-orang yang Kuurapi, dan jangan berbuat jahat kepada nabi-nabi-Ku!"

Tuhan Pembela yang Setia

Pernahkah kita merasa terpojok karena diperlakukan tidak baik oleh orang lain? Pastinya perasaan kita sangat tidak enak. Kita merasa dipermalukan, tetapi juga  bingung sebab kita tidak tahu kemana harus mengadu. Hal yang lebih menyakitkan dari situasi ini adalah ketika tidak ada seorangpun yang bersama kita. Tidak ada yang membela kita. Hari ini ada kabar sukacita yang disampaikan kepada kita. Bacaan ini memberikan kepada kita pengharapan. Tuhanlah pembela kita. Allah memerintahkan Abraham meninggalkan rumahnya sehingga ia dan keturunannya tidak mempunyai tempat tinggal sampai mereka memasuki tanah Kanaan. Perlindungan Allah sangat terlihat dalam cerita Abraham dan raja Abimelek. Allah tampil sebagai Pembela dan tidak membiarkan umat pilihan-Nya diperlakukan sewenang-wenang. Walau jumlah tidak seberapa dan harus mengembara awalnya, namun Allah bersama mereka. Allah membela mereka dengan cara-Nya. SabdaNya: ”jangan mengusik orang-orang yang Kuurapi, dan jangan berbuat jahat kepada nabi-nabi-Ku.” Kita juga adalah orang-orang yang diurapi Tuhan. Kita beroleh kemurahan hati Tuhan.Hidup yang berubah-ubah, tidak membatalkan penyertaan Tuhan.  Atas dasar itu maka jangan takut ketika merasa kecil dan tidak dianggap atau dibela. Kita mempunyai pembela yang tidak bisa dikalahkan. Namanya adalah Tuhan.

Doa: Tuhan Yesus jadilah Pembela bagi kami, Amin

Kamis, 08 Januari 2026

bahan bacaan : Mazmur 105 : 16-22

16 Ketika Ia mendatangkan kelaparan ke atas negeri itu, dan menghancurkan seluruh persediaan makanan, 17 diutus-Nyalah seorang mendahului mereka: Yusuf, yang dijual menjadi budak. 18 Mereka mengimpit kakinya dengan belenggu, lehernya masuk ke dalam besi, 19 sampai saat firman-Nya sudah genap, dan janji TUHAN membenarkannya. 20 Raja menyuruh melepaskannya, penguasa bangsa-bangsa membebaskannya. 21 Dijadikannya dia tuan atas istananya, dan kuasa atas segala harta kepunyaannya, 22 untuk memberikan petunjuk kepada para pembesarnya sekehendak hatinya dan mengajarkan hikmat kepada para tua-tuanya.

Tangan Tuhan Pelihara

Hari ini adalah batas akhir pengumpulan uang semester Jefry. Ia telah menyampaikan informasi itu pada hari Selasa kepada kedua orangtuanya. Tetapi papa dan mamanya berkata bahwa keuangan mereka tidak cukup untuk membayar. Uang mereka telah terpakai untuk membayar angsuran motor pada hari Senin. Jefry kecewa dan mulai putus asa tetapi ia berusaha menenangkan diri. Ia berdoa memohon pertolongan Tuhan. Ayah dan ibunya menyarankan ia meminta keringanan dari kampus. Tiba-tiba Jefry dihubungi oleh dosennya. Rupanya dosennya meminta Jefry untuk datang ke rumahnya agar mengecat rumah dosennya dan ia diberi uang yang dapat membantunya membayar uang kuliah. Pemeliharaan Tuhan memang kadangkala tidak dapat kita bayangkan. Mazmur ini memperlihatkan kebenaran itu. Tuhan memelihara hidup umat di waktu kesusahan dengan cara-Nya. Salah satunya adalah Tuhan memakai orang lain sebagai tangan-Nya untuk menolong. Teks hari ini mengingatkan umat akan peristiwa kelaparan dan kehadiran Yusuf di Mesir sebagai penyelamat mereka. Yusuf sebelumnya dijual oleh saudara-saudaranya. Ia juga mendapatkan fitnah dari istri Potifar. Tetapi ternyata Tuhan menyiapkan Yusuf untuk menolong umat Israel ketika kelaparan melanda. Jefry ditolong Tuhan melalui dosennya. Ia akhirnya bisa membayar uang semester. Maka ingatlah, Tuhan dapat memakai orang lain menjadi tangan-Nya untuk memelihara hidup kita. Bersyukur dan bersukacitlah!.

Doa: Terima kasih Tuhan karena ada oranglain yang jadi tanganMu untuk menolongku, Amin

Jumat, 09 Januari 2026

bahan bacaan : Mazmur 105 : 23-36

23 Demikianlah Israel datang ke Mesir, dan Yakub tinggal sebagai orang asing di tanah Ham. 24 TUHAN membuat umat-Nya sangat subur, dan menjadikannya lebih kuat dari pada para lawannya; 25 diubah-Nya hati mereka untuk membenci umat-Nya, untuk memperdayakan hamba-hamba-Nya. 26 Diutus-Nya Musa, hamba-Nya, dan Harun yang telah dipilih-Nya; 27 keduanya mengadakan tanda-tanda-Nya di antara mereka, dan mujizat-mujizat di tanah Ham: 28 dikirim-Nya kegelapan, maka hari menjadi gelap, tetapi mereka memberontak terhadap firman-Nya; 29 diubah-Nya air mereka menjadi darah, dan dimatikan-Nya ikan-ikan mereka. 30 Katak-katak berkeriapan di negeri mereka, bahkan di kamar-kamar raja mereka; 31 Ia berfirman, maka datanglah lalat pikat, dan nyamuk-nyamuk di seluruh daerah mereka; 32 dicurahkan-Nya hujan es ganti hujan mereka, dan api yang menyala-nyala di negeri mereka; 33 dirubuhkan-Nya pohon anggur dan pohon ara mereka, dan ditumbangkan-Nya pohon di daerah mereka; 34 Ia berfirman, maka datanglah belalang dan belalang pelompat tidak terbilang banyaknya, 35 yang memakan segala tumbuh-tumbuhan di negeri mereka, dan memakan hasil tanah mereka; 36 dibunuh-Nya semua anak sulung di negeri mereka, mula segala kegagahan mereka:

Tuhan Pembuat Mujizat

Kita pasti pernah mengalami situasi dimana kita merasa tidak ada jalan. Seolah berhadapan dengan kemalangan yang tidak dapat dihindari. Namun kita pun tentu mengalami apa yang disebut sebagai mujizat. Jalan terbuka dan kita diluputkan karena mujizat. Seluruh kesaksian Alkitab mengisahkan banyak mujizat yang dibuat oleh Allah. Bacaan ini mengingatkan umat melalui cerita tentang apa yang terjadi atas keturunan Yakub ketika menetap di Mesir sebagai orang asing.Ketika orang Israel makin berkembang, orang Mesir menjadi musuh dan memperbudak  mereka. Sebagai tanggapan atas penindasan, Tuhan memilih Musa dan Harun untuk berbicara kepada Firaun agar ia membebaskan bangsa Israel. Penolakan Firaun membuatnya mendapatkan serangkaian malapetaka sebagai bentuk mujizat Tuhan. Itulah perbuatan tangan Tuhan yang layak dikagumi dan diceritakan. Sepanjang bulan Januari ini kita belajar memahami anugerah Allah yang dinyatakan melalui pemeliharaan kehidupan semesta. Karya Allah itu membuat kita bersukacita sebab mujizat-Nya memelihara hidup kita. Marilah hadapi hari-hari hidup dengan penuh pengharapan. Bila kita benar-benar tidak berdaya, percayalah Tuhan sanggup membuat mujizat terjadi dalam hidup kita. Ia sanggup menolong kita.

Doa: Tuhan Yesus kami perlu mujizat-Mu. Amin.

Sabtu, 10 Januari 2026

bahan bacaan : Mazmur 105 : 37-45

37 Dituntun-Nya mereka keluar membawa perak dan emas, dan di antara suku-suku mereka tidak ada yang tergelincir. 38 Orang Mesir bersukacita, ketika mereka keluar, sebab orang-orang Mesir itu ditimpa ketakutan terhadap mereka. 39 Dibentangkan-Nya awan menjadi tudung, dan api untuk menerangi malam. 40 Mereka meminta, maka didatangkan-Nya burung puyuh, dan dengan roti dari langit dikenyangkan-Nya mereka. 41 Dibuka-Nya gunung batu, maka terpancarlah air, lalu mengalir di padang-padang kering seperti sungai; 42 sebab Ia ingat akan firman-Nya yang kudus, akan Abraham, hamba-Nya. 43 Dituntun-Nya umat-Nya keluar dengan kegirangan dan orang-orang pilihan-Nya dengan sorak-sorai. 44 Diberikan-Nya kepada mereka negeri-negeri bangsa-bangsa, sehingga mereka memiliki hasil jerih payah suku-suku bangsa, 45 agar supaya mereka tetap mengikuti ketetapan-Nya, dan memegang segala pengajaran-Nya. Haleluya!

Tuhan Memimpin Tiap Langkah

Lirik lagu KJ No.408” di jalanku ku diiring”, kesukaan teman saya. Ketika saya bertanya alasan ia menyukainya, maka ini yang ia sampaikan: Lagu ini membuat saya terhibur dan dikuatkan. Walau dalam situasi apapun saya percaya Tuhan akan tetap iring langkah saya”. Memang seharusnya demikianlah keyakinan kita sebagai orang percaya. Pemazmur mengungkapkannya secara jelas di dalam teks ini. Ingatan akan peristiwa keluarnya bangsa Israel dari tanah perbudakan Mesir menjadi bagian yang kembali diceritakan pemazmur. Tuhan menuntun mereka keluar dengan membawa emas dan perak bangsa Mesir. Awan dan api sebagai lambang penyertaan. Burung puyuh dan air disediakan secara ajaib dalam pengembaraan mereka. Tuhan memimpin mereka dan karena itu mereka keluar dengan kegembiraan dan sorak-sorai. Sebagaimana Tuhan memimpin umat Israel dahulu, maka kita pun diharapkan memberi diri dipimpin Tuhan. Tahun ini penuh rahasia. Kita tidak tahu apakah yang akan terjadi. Tetapi satu yang pasti yakni Tuhan tidak tinggalkan kita. Tuhan pasti memimpin tiap langkah  dalam perjalanan kita di tahun 2026.

Doa: Tuhan, bantu kami untuk selalu hidup dalam Iman. Amin

*SUMBER : SHK BULAN JANUARI 2026, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 28 Des 2025 – 03 Januari 2026

Tema Bulanan : Menjadi Gereja yang Teguh Memberitakan Cinta Kasih Tuhan bagi Semua

Tema Mingguan : Carilah Perdamaian dan Berusaha Mendapatkannya

Minggu 28 Desember 2025

bahan bacaan : Mazmur 34 : 12-15

11 (34-12) Marilah anak-anak, dengarkanlah aku, takut akan TUHAN akan kuajarkan kepadamu! 12 (34-13) Siapakah orang yang menyukai hidup, yang mengingini umur panjang untuk menikmati yang baik? 13 (34-14) Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu; 14 (34-15) jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, carilah perdamaian dan berusahalah mendapatkannya!

Carilah Damai dan Kejarlah Ia

Kehidupan modern terasa begitu cepat dan penuh tekanan. Kita dikejar target dan tuntutan yang tidak pernah berhenti. Persaingan, konflik, dan perselisihan seakan menjadi bumbu kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kerja, keluarga, maupun pergaulan sosial. Akibatnya, banyak orang merasa stres, cemas, dan kehilangan kedamaian batin. Di tengah hiruk pikuk ini, Mazmur 34:12-15 mengaitkan pencarian damai dengan tindakan-tindakan konkret. Bukan sekadar menunggu damai datang, tetapi kita harus mencari dan mengejarnya. Langkah pertama adalah menjaga lidah dari kejahatan dan tipu daya—kata-kata kita memiliki kekuatan untuk membangun atau menghancurkan. Selanjutnya, kita harus menjauhkan diri dari kejahatan dan melakukan kebaikan—tindakan kita harus selaras dengan kata-kata kita. Sikap dan tindakan inilah yang menjadi kunci untuk meraih damai, baik dengan diri sendiri maupun dengan orang lain. Ayat ini juga menjanjikan berkat bagi mereka yang mencari damai: Tuhan akan memperhatikan mereka dan melindungi mereka. Ada kalanya kita akan menghadapi tantangan dan rintangan. Namun, kita harus tetap teguh dalam komitmen untuk mencari damai, karena Allah selalu menyertai kita dalam perjalanan ini. Ia akan memberikan kekuatan dan hikmat yang kita butuhkan untuk mengatasi segala kesulitan. Dengan demikian, kita dapat mengalami shalom—kedamaian yang melampaui segala situasi dan pengertian.

Doa: Kristus, mampukanlah kami menjadi saksi setiaMu di Bumi, amin.

Senin, 29 Desember 2025

bahan bacaan : Yesaya 48 : 17 – 18

17 Beginilah firman TUHAN, Penebusmu, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Akulah TUHAN, Allahmu, yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah, yang menuntun engkau di jalan yang harus kautempuh. 18 Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti,

Jalan Damai Sejahtera

Allah bukan hanya memberikan perintah, tetapi juga mengajar dan menuntun umat-Nya menuju jalan yang benar. Bagaimana kita bisa berjalan pada  Jalan yang benar? Kita mesti taat;merespon dengan tulus perintah dan Ajaran Allah. Hasilnya adalah damai sejahtera yang melimpah—seperti sungai yang meluap dan gelombang laut yang tak putus-putusnya. Pesan Yesaya 48:17-18 sangat relevan dengan kehidupan kita saat ini. Mencari damai tidak cukup hanya dengan usaha manusia. Kita perlu mencari tuntunan Allah melalui doa, renungankan Firman-Nya, dan beribadah. Allah memberikan hikmat dan kekuatan untuk menghadapi konflik dan perselisihan. Ia juga memberikan kemampuan untuk mengampuni, memahami, dan membangun hubungan yang sehat dengan orang lain. Jalan menuju damai mungkin tidak selalu mudah. Kita akan menghadapi tantangan dan rintangan. Namun, dengan tetap berpegang pada tuntunan Allah, kita akan menemukan kekuatan dan kedamaian yang melampaui segala pengertian. Damai sejahtera yang dijanjikan bukanlah kedamaian duniawi yang rapuh, melainkan kedamaian yang berasal dari hati yang diubahkan oleh kasih Allah. Ini adalah kedamaian yang berkelanjutan, yang membawa kebahagiaan dan kepuasanyang sejati.

Doa: Hanya Engkau, Tuhan, Jalan Damai Sejahtera, kami, amin   

Selasa, 30 Desember 2025

bahan bacaan : Mazmur 85 : 1 – 14

Doa mohon Israel dipulihkan
Untuk pemimpin biduan. Mazmur bani Korah. (85-2) Engkau telah berkenan kepada tanah-Mu, ya TUHAN, telah memulihkan keadaan Yakub. 2 (85-3) Engkau telah mengampuni kesalahan umat-Mu, telah menutupi segala dosa mereka. Sela 3 (85-4) Engkau telah menyurutkan segala gemas-Mu, telah meredakan murka-Mu yang menyala-nyala. 4 (85-5) Pulihkanlah kami, ya Allah penyelamat kami, dan tiadakanlah sakit hati-Mu kepada kami. 5 (85-6) Untuk selamanyakah Engkau murka atas kami dan melanjutkan murka-Mu turun-temurun? 6 (85-7) Apakah Engkau tidak mau menghidupkan kami kembali, sehingga umat-Mu bersukacita karena Engkau? 7 (85-8) Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya TUHAN, dan berikanlah kepada kami keselamatan dari pada-Mu! 8 (85-9) Aku mau mendengar apa yang hendak difirmankan Allah, TUHAN. Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya, supaya jangan mereka kembali kepada kebodohan? 9 (85-10) Sesungguhnya keselamatan dari pada-Nya dekat pada orang-orang yang takut akan Dia, sehingga kemuliaan diam di negeri kita. 10 (85-11) Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman. 11 (85-12) Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan menjenguk dari langit. 12 (85-13) Bahkan TUHAN akan memberikan kebaikan, dan negeri kita akan memberi hasilnya. 13 (85-14) Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya, dan akan membuat jejak kaki-Nya menjadi jalan.

BersamaNya Semua Hal Menjadi Bermakna

Dunia saat ini menghadapi krisis kemanusiaan yang kompleks dan multi-faceted. Konflik bersenjata, ketidakadilan sosial, dan bencana alam telah menciptakan penderitaan yang meluas dan mengancam perdamaian global. Di tengah gejolak ini, banyak orang merasa kehilangan harapan dan sulit menemukan kedamaian batin. Kecemasan, ketakutan, dan keputusasaan menjadi hal yang umum. Namun, di tengah krisis ini, Mazmur 85:1-14 menawarkan sebuah pesan pengharapan: bahwa kedamaian sejati dapat dicapai melalui pertobatan, pemulihan hubungan dengan Allah, dan tindakan nyata untuk membangun perdamaian. Pemazmur menggambarkan keadaan umat Allah yang sedang menderita akibat perpecahan dan konflik. Ia memohon kepada Allah untuk menunjukkan belas kasihan, mengampuni dosa, dan memulihkan hubungan yang rusak. Mencari kedamaian di tengah krisis kemanusiaan bukanlah tugas yang mudah. Ia membutuhkan komitmen, kesabaran, dan ketekunan. Namun, dengan berpegang teguh pada Allah dan mengikuti tuntunan-Nya, kita dapat menemukan kekuatan dan pengharapan. Ini adalah kedamaian yang membawa harapan, kesejahteraan, dan kehidupan yang penuh makna, bahkan di tengah krisis yang paling berat sekalipun.

Doa: Kami percaya, bersamaMu Tuhan, semua hal menjadi bermakna, amin 

Rabu, 31 Desember 2025

bahan bacaan : Mazmur 66 : 1 – 20

Nyanyian syukur karena orang Israel tertolong
Untuk pemimpin biduan. Nyanyian Mazmur. Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi, 2 mazmurkanlah kemuliaan nama-Nya, muliakanlah Dia dengan puji-pujian! 3 Katakanlah kepada Allah: "Betapa dahsyatnya segala pekerjaan-Mu; oleh sebab kekuatan-Mu yang besar musuh-Mu tunduk menjilat kepada-Mu. 4 Seluruh bumi sujud menyembah kepada-Mu, dan bermazmur bagi-Mu, memazmurkan nama-Mu." Sela 5 Pergilah dan lihatlah pekerjaan-pekerjaan Allah; Ia dahsyat dalam perbuatan-Nya terhadap manusia: 6 Ia mengubah laut menjadi tanah kering, dan orang-orang itu berjalan kaki menyeberangi sungai. Oleh sebab itu kita bersukacita karena Dia, 7 yang memerintah dengan perkasa untuk selama-lamanya, yang mata-Nya mengawasi bangsa-bangsa. Pemberontak-pemberontak tidak dapat meninggikan diri. Sela 8 Pujilah Allah kami, hai bangsa-bangsa, dan perdengarkanlah puji-pujian kepada-Nya! 9 Ia mempertahankan jiwa kami di dalam hidup dan tidak membiarkan kaki kami goyah. 10 Sebab Engkau telah menguji kami, ya Allah, telah memurnikan kami, seperti orang memurnikan perak. 11 Engkau telah membawa kami ke dalam jaring, mengenakan beban pada pinggang kami; 12 Engkau telah membiarkan orang-orang melintasi kepala kami, kami telah menempuh api dan air; tetapi Engkau telah mengeluarkan kami sehingga bebas. 13 Aku akan masuk ke dalam rumah-Mu dengan membawa korban-korban bakaran, aku akan membayar kepada-Mu nazarku, 14 yang telah diucapkan bibirku, dan dikatakan mulutku pada waktu aku susah. 15 Korban-korban bakaran dari binatang gemuk akan kupersembahkan kepada-Mu, dengan asap korban dari domba-domba jantan; aku akan menyediakan lembu-lembu dan kambing-kambing jantan. Sela 16 Marilah, dengarlah, hai kamu sekalian yang takut akan Allah, aku hendak menceritakan apa yang dilakukan-Nya terhadap diriku. 17 Kepada-Nya aku telah berseru dengan mulutku, kini dengan lidahku aku menyanyikan pujian. 18 Seandainya ada niat jahat dalam hatiku, tentulah Tuhan tidak mau mendengar. 19 Sesungguhnya, Allah telah mendengar, Ia telah memperhatikan doa yang kuucapkan. 20 Terpujilah Allah, yang tidak menolak doaku dan tidak menjauhkan kasih setia-Nya dari padaku.

Merayakan Kesetiaan Tuhan

Puji Tuhan! Kita telah sampai di penghujung tahun 2025. Sepanjang tahun ini, kita telah mengalami berbagai peristiwa, tantangan, dan anugerah. Ada moment-moment penuh sukacita dan keberhasilan, tetapi juga ada masa-masa sulit yang menguji iman dan ketabahan kita. Di tengah arus kehidupan yang serba cepat dan penuh perubahan, sangat penting bagi kita untuk berhenti sejenak, merenungkan perjalanan hidup kita, dan mensyukuri kesetiaan Tuhan yang tak pernah berakhir. Sejalan dengan itu, teks Mazmur 66:1-20 hendak mengajak seluruh ciptaan untuk memuji Allah, menyatakan kebesaran dan kekuasaan-Nya. Pemazmur menekankan pentingnya mempersembahkan pujian dan syukur kepada Allah sebagai respons atas kesetiaan-Nya. Teks ini memberi pesan penting bagi kita ketika hendak mengakhiri 2025  bahwa kesetiaan Tuhan adalah harta yang tak ternilai. Ia menyertai kita dalam setiap langkah kehidupan, memberikan kekuatan di saat kita lemah, dan memberikan pengharapan di saat kita putus asa. Di penghujung tahun ini, marilah kita merenungkan perjalanan hidup kita. Marilah kita mengingat kembali semua berkat yang telah Tuhan berikan, baik yang besar maupun yang kecil. Marilah kita menyadari bagaimana kesetiaan Tuhan telah menyertai kita dalam suka dan duka, menuntun kita melalui jalan yang benar, dan melindungi kita dari bahaya. Syukurilah kesetiaan Tuhan itu dan mari kita memasuki tahun baru 2026 dengan semangat untuk terus hidup dalam kesetiaan bagiNya.

Doa: Tuhan, kami sungguh bersyukur atas kasihMu hingga di  hari terakhir tahun 2025 ini, amin 

Kamis, 01 Januari 2026

bahan bacaan : Mazmur 121 : 1-8

TUHAN, Penjaga Israel
Nyanyian ziarah. Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku? 2 Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. 3 Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap. 4 Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel. 5 Tuhanlah Penjagamu, Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu. 6 Matahari tidak menyakiti engkau pada waktu siang, atau bulan pada waktu malam. 7 TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu. 8 TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya.

Berjalan Bersama Allah Yang Setia

Kita telah memasuki tahun yang baru, tahun anugerah pemberian Tuhan. Kita bersyukur karena Tuhan setia menjaga dan menolong. Memasuki tahun baru berarti memasuki jalan yang belum pernah kita tempuh. Kita tidak tahu apa yang menanti, berkat, tantangan, perubahan, bahkan mungkin pergumulan baru. Firman Tuhan hari ini mengajak kita memulai perjalanan ini dengan satu sikap: mengangkat mata kepada Tuhan dan berjalan bersamaNya karena Tuhanlah satu-satunya Penolong. Kekuatan kita bisa saja melemah menjalani hidup ini, namun Tuhan tetap akan menjaga. Ia tidak akan membiarkan kaki kita goyah. Ini bukanlah janji bahwa kita tidak akan mengalami kesulitan, tetapi janji bahwa dalam ketidakpastian pun, langkah kita ditopang oleh tanganNya. Kita hanya perlu menyerahkan hidup bagi Tuhan kendalikan, sebab hidup ini adalah ‘peziarahan iman’ bersamaNya. Jangan mengurung diri dengan kehendak dan kekuatan diri sendiri. Yakinlah, jika kita mengandalkan Tuhan, Ia menjaga keluar-masuk kita, maka masa depan pun ada dalam tanganNya dan kita aman terpelihara. 

Doa: Terima Kasih Tuhan untuk tahun yang baru. Berjalanlah bersama kami sehingga kami terus menikmati kemuliaanMu. Amin.

Jumat, 02 Januari 2026

bahan bacaan : Mazmur 25 : 8-12

8 TUHAN itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat. 9 Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati. 10 Segala jalan TUHAN adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya. 11 Oleh karena nama-Mu, ya TUHAN, ampunilah kesalahanku, sebab besar kesalahan itu. 12 Siapakah orang yang takut akan TUHAN? Kepadanya TUHAN menunjukkan jalan yang harus dipilihnya.

Berjalanlah Dalam Jalan Tuhan Dan Nikmati Kasih Setia-Nya

Sering ku tak mengerti  jalan-jalanMu, Tuhan. Bagai di belantara yang kelam. Tanpa seribu tanya namun tetap percaya, jejakMu Tuhan sungguh sempurna….” Sepenggal syair lagu ini mengajak kita untuk mengerti dan memahami bahwa hidup dalam jalan Tuhan adalah yang terbaik dan seharusnya menjadi pilihan setiap manusia. Namun adakalanya kita tidak memahami jalan-jalan Tuhan. Kita tidak mengerti mengapa Tuhan mengizinkan tantangan atau pergumulan terjadi dalam kehidupan kita. Tetapi pemazmur mengatakan: segala jalan Tuhan adalah kasih setia dan kebenaran bagi yang berpegang pada janji dan peringatanNya. Artinya, setiap tantangan ada tujuannya, setiap pergumulan ada maksudnya. Karena itu, orang yang berpegang pada kasih setia Tuhan, akan tetap kuat, meskipun banyak badai yang datang karena Ia berpegang pada Tuhan. Sebagai orang percaya kita harus meyakinkan hidup untuk tetap berjalan sesuai dengan jalan Tuhan. Kita tidak akan pernah kecewa ketika berjalan bersamaNya. Dia akan terus menopang dan meneguhkan kita dalam perjalanan kehidupan.Untuk itu tetaplah berpegang pada perjanjian dan peringatan-peringatan-Nya agar kita beroleh hikmat. Mintalah TuntunanNya hari demi hari dengan penuh kerendahan hati. Tunduklah kepada firmanNya dan biarkan Tuhan membentuk pikiran, keputusan dan rencana kita dalam menempuh perjalanan di tahun baru ini.

Doa: Ya Tuhan, arahkanlah kami untuk berpegang pada perjanjian dan peringatanMu agar kami selalu berjalan dalam kasihMu. Amin..

Sabtu, 03 Januari 2026

bahan bacaan : Ulangan 5 : 32-33

32 Maka lakukanlah semuanya itu dengan setia, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu. Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri. 33 Segenap jalan, yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, haruslah kamu jalani, supaya kamu hidup, dan baik keadaanmu serta lanjut umurmu di negeri yang akan kamu duduki."

Ikuti Jalan Tuhan dan Jangan Menyimpang Ke Kiri Dan Ke Kanan

Setiap transportasi yang beroperasi memiliki jalur yang telah ditetapkan. Baik itu di darat, laut dan udara. Semisal, kita amati pesawat yang sedang terbang, sepertinya pesawat itu bisa bergerak bebas ke mana saja. Namun, pesawat itu sebetulnya terbang sesuai dengan jalurnya. Meleset satu derajat saja, bisa terjadi kecelakaan.  Bangsa Israel dalam firman Tuhan hari ini juga telah ditetapkan berjalan dengan jalur atau rute perjalanan yang mereka harus tempuh. Perjalanan itu menuntut mereka untuk taat dan patuh. Tidak boleh menyimpang ke kiri atau ke kanan tetapi tetap di jalan yang ditentuka. Mereka diingatkan untuk tetap setia dalam iman dan percaya, tetap bersandar dan mengandalkan Tuhan, tetap berpegang teguh pada petunjuk dan perintah di dalam Firman Tuhan. Mengapa? Karena Tuhan telah melengkapi mereka dengan petunjuk dan arah perjalanan yang akan dilalui. Tuhan juga memberi semangat agar tetap berjalan di jalan Tuhan. Hal yang sama juga berlaku bagi kita. Tuhan menyatakan peraturan dan perintahnya melalui firman-Nya dalam Alkitab. Jika kita mengikuti peraturan dan perintah Tuhan, kita bukan hanya akan hidup dan mengalami keadaan yang baik, tapi akan menikmati anugerahNya.  Maka, ikutilah jalan Tuhan, jangan menyimpang ke kanan dan ke kiri.

Doa: Tuntun jalan hidup kami Tuhan, sehingga tidak menyimpang dari jalanMu. Amin.

*SUMBER : SHK DES 2026 & JAN 2026, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 21 – 27 Desember 2025

Tema Bulanan : Menjadi Gereja yang Teguh Memberitakan Cinta Kasih Tuhan bagi Semua

Tema Mingguan : Menanti Tuhan dalam Kedamaian

Minggu, 21 Desember 2025

bahan bacaan : Mazmur 24 : 1 – 10

Kedatangan Raja Kemuliaan dalam Bait Allah
Mazmur Daud. Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya. 2 Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai. 3 "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?" 4 "Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu. 5 Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia. 6 Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub." Sela 7 Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan! 8 "Siapakah itu Raja Kemuliaan?" "TUHAN, jaya dan perkasa, TUHAN, perkasa dalam peperangan!" 9 Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan! 10 "Siapakah Dia itu Raja Kemuliaan?" "TUHAN semesta alam, Dialah Raja Kemuliaan!" Sela

Menjaga Hati, Mulut dan Tingkah Laku

Mazmur 24:1-10 termasuk kumpulan mazmur Daud, dan merupakan Madah pujian yang memuliakan Tuhan sebagai Raja. Kidung ini dipakai dalam ibadah berupa arak arakan yang mengantar Tabut perjanjian masuk kedalam Bait Allah, seperti yang terjadi waktu Tabut itu oleh Daud dipindahkan ke Yerusalem. Dalam mazmur ini Daud memuji Allah sebagai Raja yang kekal, Tuhan semesta Alam. Dialah pencipta, pemilik serta penguasa atas dunia dan hidup manusia. Raja kemuliaan yaitu Tuhan Yesus Kristus itulah yang membedakan Dia dengan allah-allah lain. Pengakuan kita harus nampak dalam perbuatan, cara berpikir dan perilaku kita, keseharian kita di tengah keluarga, gereja dan masyarakat, sebab hanya orang-orang yang tidak melakukan kejahatan dengan tangannya, murni hatinya dan pikirannya serta hidup kudus, merekalah yang dapat berjumpa dengan dengan Allah dalam Bait-Nya. Dia datang sebagai Raja kemuliaan yang hadir dalam Bait Allah mengangkat. membangkitkan kita dan memulihkan kita dari segala kesedihan, ketakutan, kebodohan, penipuan yang menawan hidup orang percaya dan membuat kita tidak berdaya, tetapi la sendiri telah datang sebagai Raja Kemuliaan yang mengangkat dan mentranformasi hidup kita menjadi lebih baik, nantikanlah Tuhan dengan kedamaian sambil tetap menjaga hati, menjaga pikiran, menjaga mulut, dan menjaga tingkah laku kita agar layak dan pantas didalam menyambut kedatangan-Nya.

Doa: Tuhan, bantu kami menjaga hati, pikiran, mulut dan tingkah laku kami, Amin.  

Senin, 22 Desember 2025

bahan bacaan : Yesaya 26 : 12

12 Ya TUHAN, Engkau akan menyediakan damai sejahtera bagi kami, sebab segala sesuatu yang kami kerjakan, Engkaulah yang melakukannya bagi kami.

Damai Sejahtera Sejati

Damai sejahtera dari Tuhan mengalir dari dalam hati (internal), tidak terpengaruh oleh situasi kondisi, dan bersifat kekal. Sekalipun diterpa masalah, sekalipun situasi sedang tidak baik, hati tetap dipenuhi oleh damai sejahtera. Damai sejahtera bersumber dari hubungan yang karib antara kita dengan Tuhan dan dampak dari ketaatan kita melakukan firman Tuhan. Ada tertulis: “Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti,” Dengan cara inilah Tuhan akan melimpahkan damai sejahtera-Nya kepada kita. Ketika kita berserah dan mengandalkan Tuhan dalam segala hal, Dia yang akan mengerjakan segala sesuatu melalui kita. Bukan karena kekuatan kita, tetapi karena anugerah dan kuasa-Nya. Saat kita berjalan bersama Tuhan, ada jaminan bahwa Dia akan menyediakan apa yang kita butuhkan. (ay 12). Damai sejahtera sudah ada di dalam hati kita masing-masing, hanya tinggal kita mau atau tidak mengalahkan kedagingan kita dan mengaplikasikan damai sejahtera tersebut dalam hidup kita sehari-hari. Dunia bisa saja memberikan damai, tetapi belum tentu menghasilkan sejahtera bagi seluruh manusia. Sumber utama damai sejahtera kita adalah Yesus. Kita harus memandangNya sebagai sumber kekuatan, hikmat, dan kemampuan untuk mencapai damai sejahtera yang Ia sediakan.

Doa: Tuhan, biarlah damaiMu selalu ada di hati kami. Amin.

Selasa, 23 Desember 2025

bahan bacaan : 1 Petrus 3 : 8 – 12

Kasih dan damai
8 Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati, 9 dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat. Sebab: 10 "Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu. 11 Ia harus menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik, ia harus mencari perdamaian dan berusaha mendapatkannya. 12 Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat."

Sebagai “Batu Hidup”

Kita adalah ” batu hidup ” yang sedang dibangun menjadi rumah rohani karena kita adalah bagian dari bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, dan umat kepunyaan Allah sendiri. Karena itu, kita juga orang asing dan perantau di dunia ini, dan hamba Yesus. Petrus menunjukkan dalam bagian ini bahwa sikap dan tindakan kita haruslah benar dalam ketundukan kepada Allah, yang akan menghasilkan kita menjadi berkat bagi orang lain dan menerima berkat perkenanan Allah. kita akan hidup sesuai dengan panggilan Allah untuk menjadi lebih serupa dengan Kristus dalam segala situasi kehidupan. Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita untuk melakukan hal-hal yang seharusnya dilakukan sebagai orang percaya. Seia sekata, seperasaan, mengasihi, rendah hati, jangan membalas kejahatan dengan kejahatan atau caci maki dengan caci maki dan hidup untuk menjadi berkat. Jika kita mengimani sang Mesias, maka karakterNya harus tampak dalam hidup kita. Indah jika kita mau mencintai hidup yang Tuhan anugerahkan dan hidup sesuai dengan tingkah laku yang diajarkanNya. Kita pasti mampu menerapkannya selama Tuhan yang menjadi andalan hidup kita. Lakukanlah yang Tuhan mau maka hidupmu akan penuh damai selama menanti kedatanganNya.

Doa: Tuhan, bantu kami untuk selalu mendapatkan perkenananMu setiap hari. Amin. 

Rabu, 24 Desember 2025

bahan bacaan : Yesaya 52 : 7 – 10

7 Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan pembawa berita, yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik, yang mengabarkan berita selamat dan berkata kepada Sion: "Allahmu itu Raja!" 8 Dengarlah suara orang-orang yang mengawal engkau: mereka bersama-sama bersorak-sorai. Sebab dengan mata kepala sendiri mereka melihat bagaimana TUHAN kembali ke Sion. 9 Bergembiralah, bersorak-sorailah bersama-sama, hai reruntuhan Yerusalem! Sebab TUHAN telah menghibur umat-Nya, telah menebus Yerusalem. 10 TUHAN telah menunjukkan tangan-Nya yang kudus di depan mata semua bangsa; maka segala ujung bumi melihat keselamatan yang dari Allah kita.

 Anak Kecil itu adalah Tangan Tuhan

Yesaya memberi tahu kita apa yang sebenarnya kita lihat di sini: Tuhan menyingkapkan tangan-Nya yang kudus di hadapan segala bangsa, dan segala ujung bumi akan melihat keselamatan dari Allah kita. Anak kecil yang tak berdaya ini adalah tangan Tuhan, kekuatan Allah, yang dinyatakan kepada semua orang. Allah yang menyingsingkan lengan baju-Nya, menggali karya yang dijanjikan-Nya, karya-Nya untuk menyelamatkan kita dari kematian kekal. Natal adalah langkah pertama dari rencana-Nya yang akan membawa Yesus ke kayu salib untuk mati menebus dosa-dosa kita dan kemudian kepada kebangkitan-Nya yang akan membuktikan kemenangan-Nya bagi kita. Betlehem, tempat Allah mulai melakukan apa yang telah Ia janjikan. Juruselamat dunia yang telah lama dijanjikan telah tiba. Allah Tritunggal berkata, “Sekarang saatnya untuk mulai bekerja.” Dan pekerjaan-Nya difokuskan pada kita, penyelamatan kita, keselamatan kekal, dan kesejahteraan kita. Tidak ada yang penting bagi-Nya selain kita dibebaskan dari perbudakan dosa dan maut. Dia akan melakukan segala yang kita butuhkan untuk menyelamatkan kita.  Firman telah menjadi manusia bagimu. Bayi ini lahir di lingkungan yang sederhana untukmu. Tangan Tuhan telah terbuka bagimu. Tuhan sedang menggunakan kuasa-Nya yang mahakuasa untuk menyelamatkanmu. Natal adalah bukti nyata bahwa Tuhan mengasihi, mengasihimu tanpa pamrih, mengasihimu dengan rela berkorban. Selamat Menyambut Natal Kristus.

Doa: Tuhan, terima kasih untuk cinta kasihMu bagi kami. Amin.  

Kamis, 25 Desember 2025

bahan bacaan : Yesaya 9 : 1 – 6 & Lukas 2 : 1 – 7

Yesaya 9 : 1 – 6

(9-1) Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar. 3 (9-2) Engkau telah menimbulkan banyak sorak-sorak, dan sukacita yang besar; mereka telah bersukacita di hadapan-Mu, seperti sukacita di waktu panen, seperti orang bersorak-sorak di waktu membagi-bagi jarahan. 4 (9-3) Sebab kuk yang menekannya dan gandar yang di atas bahunya serta tongkat si penindas telah Kaupatahkan seperti pada hari kekalahan Midian. 5 (9-4) Sebab setiap sepatu tentara yang berderap-derap dan setiap jubah yang berlumuran darah akan menjadi umpan api. 6 (9-5) Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

Lukas 2 : 1 – 7

Kelahiran Yesus
Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia. 2 Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria. 3 Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri. 4 Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, --karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud-- 5 supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung. 6 Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, 7 dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.

Yesus Lahir Membawa Damai

Yesaya 9:1-6 sering disebut sebagai nubuat lahirnya Mesias. Sebab dalam ayat ini gambaran Mesias sebagai pembawa damai dan memulihkan kehidupan umat dinampakkan secara gamblang. Mesias yang digambarkan dalam Yesaya ini adalah seorang penguasa pemerintahan dan memiliki sisi keilahian yaitu Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal dan Raja Damai (ay. 5). Lukas 2:1-7 memulai kisah kelahiran Yesus dengan mengkaitkan perintah Kaisar Agustus supaya setiap penduduk di wilayah Romawi mendaftarkan diri. Kaisar Agustus adalah pemimpim tertinggi kekaisaran Romawi sedangkan Kirenius adalah pejabat daerah di wilayah Siria. Artinya keduanya adalah pejabat politik yang memiliki kuasa kepada rakyat yang dikuasainya termasuk Yusuf dan Maria. Sementara itu, Yusuf dan Maria adalah rakyat biasa, bukan pejabat atau orang yang memiliki kekuasaan. Dalam konteks Yusuf dan Maria melakukan perintah penguasa itulah Yesus lahir. Yesus ditampilkan sebagai rakyat kecil yang juga terdampak pada kebijakan penguasa. Lahirnya Yesus adalah lahirnya kesatuan dari antara yang tercerai-berai. Yesus yang adalah Tuhan, bersedia menyapa dan hadir bagi dunia serta memihak kepada orang yang lemah yang selama ini menjadi korban dan diabaikan dari lingkungan sosial, ekonomi maupun politik. Menyambut kedatangan Yesus, Mari kita membawa kedamaian dengan membela kaum tertindas dan mewujudkan perdamaian dalam kehidupan.

Doa: Kristus, kami menanti kedatanganMu dalam damai, amin.   

Jumat, 26 Desember 2025

bahan bacaan : Lukas 2 : 21 – 38

Yesus disunat dan diserahkan kepada Tuhan -- Simeon dan Hana
21 Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya. 22 Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, 23 seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: "Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah", 24 dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati. 25 Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, 26 dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. 27 Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat, 28 ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya: 29 "Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, 30 sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, 31 yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, 32 yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel." 33 Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia. 34 Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: "Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan 35 --dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri--,supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang." 36 Lagipula di situ ada Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya, 37 dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa. 38 Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem.

Menanti Tuhan dalam Damai

Natal, perayaan kelahiran Yesus Kristus, bukan sekadar peristiwa historis yang terjadi dua ribu tahun lalu dan berhenti begitu saja. Natal menjadi peristiwa yang terus ditunggu-tunggu dan dampaknya akan terus berlanjut hingga selama-lamanya. Kisah Simeon dan Hana dalam Lukas 2:21-38 menggambarkan bagaimana menanti Tuhan dalam damai. Mereka bukanlah orang-orang yang pasif menunggu, tetapi mereka adalah orang-orang yang hidup dalam ketaatan dan iman yang teguh. Simeon, dipimpin Roh Kudus, telah menantikan penghiburan Israel (ayat 25-26). Ia tahu bahwa janji Allah akan digenapi. Penantiannya bukan penantian yang cemas, tetapi penantian yang penuh harapan dan keyakinan. Begitu pula Hana, yang melayani Allah siang dan malam (ayat 37), ia hidup dalam penantian yang senantiasa berfokus pada Tuhan. Mereka tidak terganggu oleh hiruk-pikuk dunia, tetapi tetap teguh dalam iman dan doa. Teks ini mengingatkan kita untuk tetap fokus menanti Tuhan di tengah hiruk-pikuk dunia ini. Damai sejahtera bukanlah ketiadaan masalah, tetapi ketenangan hati di tengah badai kehidupan. Ia adalah buah dari hubungan kita yang intim dengan Allah.

Doa: Tuhan, terima kasih untuk damai sejahtera yang Engkau bawa ke dunia. Amin. 

Sabtu, 27 Desember 2025

bahan bacaan : Yesaya 32 : 17 – 18

17 Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya. 18 Bangsaku akan diam di tempat yang damai, di tempat tinggal yang tenteram di tempat peristirahatan yang aman.

Saksi Damai di Bumi

Kelahiran Yesus Kristus di Betlehem merupakan penggenapan janji Allah akan kedamaian sejati. Yesus datang bukan sebagai penguasa duniawi yang menggunakan kekerasan, tetapi sebagai Raja Damai yang menawarkan kedamaian. Namun, visi damai yang digambarkan dalam Yesaya 32:17-18 bahwa akan ada masa depan yang dipenuhi dengan keadilan, kebenaran, damai sejahtera, keamanan, dan kemakmuran belum sepenuhnya terwujud di dunia ini. Konflik, kekerasan, penindasan, ketidakadilan masih ada di mana-mana. Karena itulah, Natal mengingatkan kita bahwa kedamaian sejati itu mungkin. Kasih Kristus adalah kekuatan yang mampu mengubah hati manusia yang keras dan menciptakan kedamaian di tengah-tengah perselisihan. Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk menjadi saluran damai sejahtera Allah di dunia ini. Kita harus menjadi agen perubahan, menunjukkan kasih dan pengampunan kepada semua orang, tanpa memandang latar belakang atau perbedaan. Kita harus berani melawan ketidakadilan dan memperjuangkan keadilan bagi yang tertindas. Kita harus berani bersuara untuk sebuah kedamaian kendati kita tahu bahwa ada harga mahal yang harus dibayar untuknya. Marilah kita merayakan Natal dengan hati yang penuh sukacita dan komitmen untuk menjadi saksi damai Kristus di dunia ini.

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk terus Mencari dan Mengejar Damai, amin  

*SUMBER : SHK BULAN DESEMBER 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 14 – 20 Desember 2025

Tema Bulanan : Menjadi Gereja yang Teguh Memberitakan Cinta Kasih Tuhan bagi Semua

Tema Mingguan : Menanti Kedatangan Tuhan Dengan Hati yang Gembira

Minggu, 14 Desember 2025

bahan bacaan : Lukas  1 : 46 – 56 

Nyanyian pujian Maria
46 Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan, 47 dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, 48 sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, 49 karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus. 50 Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. 51 Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; 52 Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah; 53 Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; 54 Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, 55 seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya." 56 Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.

Sukacita Menyambut Kedatangan Tuhan

Minggu adven ketiga telah kita masuki dengan penuh sukacita. Tanda bahwa tidak lama lagi kita akan merayakan kelahiran Tuhan Yesus Kristus Juruselamat dunia. Hari ini kita belajar dari Maria yang memuji Tuhan dengan penuh luapan sukacita yang lahir dari kesadaran akan karya Allah yang besar. Maria mengajarkan bahwa pujian sejati bukan lahir dari keadaan serba cukup, melainkan dari hati yang merendah di hadapan Allah. Ia hanyalah seorang perempuan muda sederhana dari Nazaret, tetapi Allah memilihnya untuk rencana keselamatan yang besar. Kesadaran akan kerendahan diri membuat Maria tidak meninggikan diri, melainkan meninggikan Tuhan.Menjelang Natal, kita diundang untuk merasakan sukacita yang murni, sukacita yang tidak bergantung pada keadaan, tetapi pada janji Allah yang pasti. Natal adalah bukti bahwa Tuhan mengingat janji-Nya, dan Dia setia melaksanakannya. Sukacita sejati lahir dari hati yang rendah, yang menyadari bahwa semua yang kita miliki adalah anugerah. Sama seperti Maria, mari kita memuji Tuhan bukan hanya dengan bibir, tetapi dengan seluruh hidup yang taat kepada-Nya. Saat kita menyongsong Natal, biarlah hati kita dipenuhi rasa syukur, sehingga setiap tindakan kita menjadi nyanyian pujian bagi Sang Juru Selamat.

Doa: Penuhi Aku Dengan Sukacita.  Amin. 

Senin, 15 Desember 2025

bahan bacaan : Amsal  17 : 22

22 Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.

Hati Yang Gembira Menyongsong Natal

Firman Tuhan berkata: hati yang gembira adalah obat yang manjur. Artinya, sukacita sejati memiliki kuasa penyembuhan. Hati yang gembira bukan sekadar tawa di wajah, melainkan damai dan syukur yang lahir dari iman kepada Tuhan. Ketika hati dipenuhi sukacita ilahi, semangat hidup pun terpelihara, bahkan tubuh menjadi lebih kuat. Sebaliknya, hati yang terus-menerus tertekan, dipenuhi kekhawatiran, iri, atau kepahitan akan melemahkan hidup. Seperti tulang yang kering, semangat yang patah membuat orang kehilangan harapan, tenaga, dan arah. Inilah sebabnya Firman Tuhan mengingatkan kita untuk menjaga Menjelang Natal, sukacita bukan hanya hiasan perayaan, tetapi kekuatan yang memulihkan hati dan tubuh. Dunia mungkin membawa kesibukan dan tekanan, tetapi sukacita dari Tuhan memberi kekuatan untuk melewati semuanya dengan damai. Sukacita sejati tidak bergantung pada hadiah atau pesta, tetapi pada pengenalan akan Kristus yang lahir untuk kita. Mari kita sambut Natal dengan hati yang riang gembira, penuh pengharapan, dan bersyukur.

Doa: Penuhi Hatiku Dengan Sukacita ya Tuhan.  Amin. 

Selasa, 16 Desember 2025

bahan bacaan : Yesaya 12 : 2 – 6

2 Sungguh, Allah itu keselamatanku; aku percaya dengan tidak gementar, sebab TUHAN ALLAH itu kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku." 3 Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan. 4 Pada waktu itu kamu akan berkata: "Bersyukurlah kepada TUHAN, panggillah nama-Nya, beritahukanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa, masyhurkanlah, bahwa nama-Nya tinggi luhur! 5 Bermazmurlah bagi TUHAN, sebab perbuatan-Nya mulia; baiklah hal ini diketahui di seluruh bumi! 6 Berserulah dan bersorak-sorailah, hai penduduk Sion, sebab Yang Mahakudus, Allah Israel, agung di tengah-tengahmu!"

Allah Sumber kekuatan dan Sukacita Kita

Keselamatan bukanlah hasil usaha manusia melainkan kasih dan anugerah yang dikerjakan Allah. Itulah yang menjadi dasar Yesaya mengajak umat untuk bersyukur dan memberitakan perbuatan Allah di tengah bangsa-bangsa. Pujian bukan hanya ungkapan pribadi, tetapi juga kesaksian bagi dunia bahwa Allah besar dan ajaib. Ketika kita memuliakan Tuhan dalam hidup sehari-hari, orang lain pun dapat melihat kebesaran-Nya melalui kita. Yesaya 12 mengingatkan kita bahwa hidup yang percaya kepada Allah adalah hidup yang dipenuhi kekuatan, sukacita, dan syukur. Maka, mari kita selalu menimba kekuatan dari Tuhan, hidup dalam sukacita keselamatan-Nya, dan memberitakan kasih-Nya melalui pujian dan perbuatan kita. Penyertaan Tuhan sungguh sempurna, selalu hadir dan berada ditengah setiap seruan yang keluar dari hati yang sungguh mengharapkan pertolongan. Tuhan hadir dan kehadiran-Nya adalah sukacita bagi kita, kehadiran-Nya adalah jaminan keselamatan sekaligus jaminan masa depan. Karena itu nyatakanlah syukur bagi Tuhan atas keselamatan yang Tuhan beri dengan nyanyian pujian syukur, wartakanlah segala perbuatan tangan Tuhan bagi semua orang bahwa Tuhan yang maha Kudus Allah Israel ditengah – tengah kita. Karya keselamatan yang bukan hanya untuk satu orang atau untuk kelempok tertentu tetapi bagi seantero isi bumi. 

Doa: Terimalah Tuhan nyanyian syukurku ini.  Amin 

Rabu, 17 Desember 2025

bahan bacaan : Mazmur  40 : 17 – 18 

16 (40-17) Biarlah bergembira dan bersukacita karena Engkau semua orang yang mencari Engkau; biarlah mereka yang mencintai keselamatan dari pada-Mu tetap berkata: "TUHAN itu besar!" 17 (40-18) Aku ini sengsara dan miskin, tetapi Tuhan memperhatikan aku. Engkaulah yang menolong aku dan meluputkan aku, ya Allahku, janganlah berlambat!

Keselamatan Dari-Mu Jadikanku Bergembira

Pemazmur dalam bacaan di hari ini, tidak menyembunyikan kenyataan hidupnya: ia sengsara dan miskin. Ini adalah sikap rendah hati, menyadari bahwa manusia terbatas, lemah, dan tidak bisa menolong dirinya sendiri. Dalam doa, ia berani jujur di hadapan Allah, sebab Allah tidak menolak hati yang hancur. Di tengah keterpurukan, pemazmur menegaskan: “Tuhan memperhatikan aku.” Inilah penghiburan terbesar bagi orang percaya—Allah tidak pernah meninggalkan kita. Bahkan ketika dunia memandang sebelah mata, Allah tetap hadir sebagai penolong yang setia. Perhatian Allah bukan sekadar simpati, melainkan tindakan nyata yang menyelamatkan. Itulah natal. Sebab itu, ingatlah hanya ada satu orang yang setia mendengar dan yang mampu menoiong kita Dialah Allah. Saat kita lemah dan tak berdaya karena beban dipundak semakin berat menindih, kita dapat datang pada -Nya dan membawa sertiap permohonan. Dia Tuhan setia mendengar dan mau menolong dan menyelamatkan kita karena Dialah yang telah menjadikan kita dan kita adalah kepunyaan-Nya.. Baiklah kita sadari bahwa  tidak ada kekuatan apapun  dari dunia ini yang dapat menghadirkan kegembiraan dan sukacita abadi  selain yang datangnya dari Tuhan dan biarlah itu semua menjadikan kita semakin mencintai keselamatan yang daripada Tuhan.

Doa: Tuhan, keselamatan yang Engkau kerjakan itulah yang membuat aku bergembira dan bersukacita.  Amin. 

Kamis, 18 Desember 2025

bahan bacaan : Mazmur  68 : 1 – 7 

Perarakan kemenangan Allah
Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. Nyanyian. (68-2) Allah bangkit, maka terseraklah musuh-musuh-Nya, orang-orang yang membenci Dia melarikan diri dari hadapan-Nya. 2 (68-3) Seperti asap hilang tertiup, seperti lilin meleleh di depan api, demikianlah orang-orang fasik binasa di hadapan Allah. 3 (68-4) Tetapi orang-orang benar bersukacita, mereka beria-ria di hadapan Allah, bergembira dan bersukacita. 4 (68-5) Bernyanyilah bagi Allah, mazmurkanlah nama-Nya, buatlah jalan bagi Dia yang berkendaraan melintasi awan-awan! Nama-Nya ialah TUHAN; beria-rialah di hadapan-Nya! 5 (68-6) Bapa bagi anak yatim dan Pelindung bagi para janda, itulah Allah di kediaman-Nya yang kudus; 6 (68-7) Allah memberi tempat tinggal kepada orang-orang sebatang kara, Ia mengeluarkan orang-orang tahanan, sehingga mereka bahagia, tetapi pemberontak-pemberontak tinggal di tanah yang gundul.

Sukacita Orang Benar

Sukacita merupkan luapan kebahagiaan yang lahir dari berbagai peristiwa penting dan berharga yang dialami setiap orang. Peristiwa – peristiwa penting dan berharga yang terjadi didalam hidup setiap manusia itu dikendalikan oleh satu kuasa yaitu Allah. Kemahakuasan-Nya mengatasi setiap  persoalan dan kesulitan hidup , keagungan-Nya terus bergerak menembusi setiap tembok permasalahan kita . Mazmur 68;1-7 merupakan mazmur sukacita orang – orang benar yang mengalami kekuasaan dan kebaikan Allah. Mengalami Allah yang berperang melawan musuh-musuh, bahkan orang benar bersukacita karena mengalami kuasa Allah yang lemah lembut,  pengasih dan penyayang. Pesan firman Tuhan ini bagi kita adalah bahwa orang benar dipanggil untuk bersorak dan bergembira di hadapan Allah. Sukacita yang bukan karena keadaan selalu baik, melainkan karena kita tahu Allah memegang kendali. Sebab itu bangunlah relasi dengan Allah, dan jangan terpaku pada keadaan dunia yang sering berubah dan menghancurkan sukacita hdup kita.

Doa: Menikmati Kasih dan Kebaikan Tuhan adalah sukacita kami, ajarkan kami untuk menghadirkan sukacita bagi sesama..  Amin. 

Jumat, 19 Desember 2025

bahan bacaan : Zefanya 3 : 9 – 20

Janji keselamatan
9 "Tetapi sesudah itu Aku akan memberikan bibir lain kepada bangsa-bangsa, yakni bibir yang bersih, supaya sekaliannya mereka memanggil nama TUHAN, beribadah kepada-Nya dengan bahu-membahu. 10 Dari seberang sungai-sungai negeri Etiopia orang-orang yang memuja Aku, yang terserak-serak, akan membawa persembahan kepada-Ku. 11 Pada hari itu engkau tidak akan mendapat malu karena segala perbuatan durhaka yang kaulakukan terhadap Aku, sebab pada waktu itu Aku akan menyingkirkan dari padamu orang-orangmu yang ria congkak, dan engkau tidak akan lagi meninggikan dirimu di gunung-Ku yang kudus. 12 Di antaramu akan Kubiarkan hidup suatu umat yang rendah hati dan lemah, dan mereka akan mencari perlindungan pada nama TUHAN, 13 yakni sisa Israel itu. Mereka tidak akan melakukan kelaliman atau berbicara bohong; dalam mulut mereka tidak akan terdapat lidah penipu; ya, mereka akan seperti domba yang makan rumput dan berbaring dengan tidak ada yang mengganggunya." 14 Bersorak-sorailah, hai puteri Sion, bertempik-soraklah, hai Israel! Bersukacitalah dan beria-rialah dengan segenap hati, hai puteri Yerusalem! 15 TUHAN telah menyingkirkan hukuman yang jatuh atasmu, telah menebas binasa musuhmu. Raja Israel, yakni TUHAN, ada di antaramu; engkau tidak akan takut kepada malapetaka lagi. 16 Pada hari itu akan dikatakan kepada Yerusalem: "Janganlah takut, hai Sion! Janganlah tanganmu menjadi lemah lesu. 17 TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai, 18 seperti pada hari pertemuan raya." "Aku akan mengangkat malapetaka dari padamu, sehingga oleh karenanya engkau tidak lagi menanggung cela. 19 Sesungguhnya pada waktu itu Aku akan bertindak terhadap segala penindasmu, tetapi Aku akan menyelamatkan yang pincang, mengumpulkan yang terpencar dan akan membuat mereka yang mendapat malu menjadi kepujian dan kenamaan di seluruh bumi. 20 Pada waktu itu Aku akan membawa kamu pulang, yakni pada waktu Aku mengumpulkan kamu, sebab Aku mau membuat kamu menjadi kenamaan dan kepujian di antara segala bangsa di bumi dengan memulihkan keadaanmu di depan mata mereka," firman TUHAN.

Janji Keselamatan Sumber Sukacita Dan Sukaria

Natashia Nakita dikenal lewat karya cipta lagu yang diberi judul JanjiMu Seperti Fajar, yang kemudian sering dinyayikan oleh setiap orang. Lagu yang pertama kali dirilis pada tahun 2010 dipopulerkan oleh penyanyi Franky Sihombing dan Nikita, mengisahkan tentang kasih yang sempurna yang diterima itu adalah Karunia terindah yang memulihkan seluruh kehidupan dan melayakan kita memanggilNya dengan sapaan Bapa, bahkan pemulihan dari Tuhan melayakan kita untuk tetap berada dalam dekapan kasihNya, menerima segala kebaikanNya yang selalu menyertai disetiap perjalanan kehidupan. Zefanya 3:9-20 menyatakan bagi kita bahwa sesungguhnya janji kelesamatan dari Tuhan adalah dasar untuk kita bersukacita dan bersukaria sebab sesungguhNya Tuhan adalah penyelamat kita . Kita mungkin saja saat ini merasa terbuang, malu, dan tercela karena perbuatan kita   yang mendukacitakan hati Tuhan, atau mungkin saja saat ini kita sementara mengalami  rupa–rupa pencobaah dan penderitaan, yakinlah bahwa Tuhan sanggup memulihkan dan menyelamatkan kita. Bersukacita dan bergembiralah atas keselamatan dari Tuhan.

Doa: Janji keselamatan, itulah sumber sukacita dan sukaria bagi kami.  Amin. 

Sabtu, 20 Desember 2025

bahan bacaan : Yesaya  55 : 12 – 13 

12 Sungguh, kamu akan berangkat dengan sukacita dan akan dihantarkan dengan damai; gunung-gunung serta bukit-bukit akan bergembira dan bersorak-sorai di depanmu, dan segala pohon-pohonan di padang akan bertepuk tangan. 13 Sebagai ganti semak duri akan tumbuh pohon sanobar, dan sebagai ganti kecubung akan tumbuh pohon murad, dan itu akan terjadi sebagai kemasyhuran bagi TUHAN, sebagai tanda abadi yang tidak akan lenyap.

Kesempurnaan Sukacita

Ayat ini ditujukan kepada umat Israel yang sedang berada dalam penderitaan, tetapi Tuhan memberikan janji bahwa perjalanan mereka akan penuh sukacita dan damai. Sukacita sejati bukan ditentukan oleh keadaan, melainkan oleh kehadiran Tuhan yang menyertai. Gambaran gunung, bukit, dan pohon yang bersorak adalah simbol dari ciptaan yang ikut menyambut pembaruan Allah. Ini mengingatkan kita bahwa Kita pun sering berjalan dalam ketidakpastian hidup, tetapi firman Tuhan mengingatkan bahwa siapa yang berharap kepada-Nya, tidak akan ditinggalkan. Karya Tuhan yang menyelamatkan itu bukan hanya untuk manusia, tetapi untuk seluruh ciptaan. Ketika kita hidup dalam damai dan sukacita dari Tuhan, dampaknya adalah kehidupan yang penuh damai sejahtera. Hal ini pertanda bahwa karya keselamatan yang dari Tuhan harus diresponi dengan iman dan damai. Sukacita kita adalah mengalami perubahan, dari semak duri tumbuh pohon sanobar, dan sebagai kecubung tumbuh pohon murad, artinya kita diubahkan dari dosa dan kutuk dan mengalami hidup yang baru, hidup yang indah limpah sukacita dan damai sejahtera. Wartakan itu bagi semua orang sebagai sukacita kita turut serta dalam keselamatan yang dari Tuhan.

Doa: Karya keselamatan yang dariMu Tuhan telah menyempurnakan sukacitaku. Amin. 

*SUMBER : SHK BULAN DESEMBER 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 07 – 13 Desember 2025

Tema Bulanan : Menjadi Gereja yang Teguh Memberitakan Cinta Kasih Tuhan bagi Semua

Tema Mingguan : Menanti Tuhan dengan Hidup dalam Kasih

Minggu, 07 Desember 2025

bahan bacaan : Mikha 4 : 1 – 5

Sion sebagai pusat kerajaan damai
Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung rumah TUHAN akan berdiri tegak mengatasi gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; bangsa-bangsa akan berduyun-duyun ke sana, 2 dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran, dan firman TUHAN dari Yerusalem." 3 Ia akan menjadi hakim antara banyak bangsa, dan akan menjadi wasit bagi suku-suku bangsa yang besar sampai ke tempat yang jauh; mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak, dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang. 4 Tetapi mereka masing-masing akan duduk di bawah pohon anggurnya dan di bawah pohon aranya dengan tidak ada yang mengejutkan, sebab mulut TUHAN semesta alam yang mengatakannya. 5 Biarpun segala bangsa berjalan masing-masing demi nama allahnya, tetapi kita akan berjalan demi nama TUHAN Allah kita untuk selamanya dan seterusnya.

Nantikanlah Tuhan Dengan Hidup Dalam Kasih

Panggilan setiap orang percaya adalah menjadi gereja yang teguh memberitakan cinta kasih Tuhan bagi semua. Itulah sebabnya penantian kita akan Tuhan harus dijalani sesuai kehendak Tuhan yakni melalui kehidupan dalam kasih. Adapun kasih itu sabar, murah hati, tidak pemarah, tidak sombong, tidak memegahkan diri. Kasih itu hidup damai dengan semua orang. Mikha 4:1-5 menuliskan pentingnya kesadaran penantian akan Tuhan harus dibarengi  dengan hidup dalam kasih. Mikha yang dalam bahasa Ibrani berarti “ Siapakah seperti Tuhan“ menuliskan bahwa karena dosa, maka Israel dihukum Tuhan, namun hari Tuhan akan memberikan kedamaian kepada mereka. Pada masa itu, peralatan perang akan diubah menjadi peralatan pertanian dari bangsa-bangsa; pedang menjadi mata bajak, tombak menjadi pisau pemangkas, tidak ada yang mengangkat pedang, atau belajar perang, masing-masing duduk dibawah pohon anggur atau ara, tanpa saling menggentarkan. Suasana damai penuh kasih itulah yang dikehendaki Tuhan dari umatNya dan seluruh bangsa. Teks hari ini mengajak kita semua untuk merayakan minggu adven kedua, dengan hidup dalam kasih. Berdamai  dengan semua orang adalah salah satu wujud kasih.

Doa:  ya Allah, mampukanlah kami untuk hidup damai, penuh kasih dengan semua orang, Amin.

Senin, 08 Desember 2025

bahan bacaan :   Amsal 10 : 12 

12 Kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi segala pelanggaran.

Jangan Ada Benci

Banyak hal berharga baik yang bisa terlewatkan bila kebencian dibiarkan menguasai hidup. Ada pekerjaan yang menjanjikan keuntungan, tetapi karena kebencian, maka tidak dikerjakan. Ada saat yang menawarkan pemulihan hubungan, tetapi karena kebencian, maka semua berlalu begitu saja. Kebencian menimbulkan sejumlah penyakit seperti asam lambung atau sakit kepala. Sesekali bertanyalah kepada orang-orang tua yang telah lanjut usia. Tanyakan kepada mereka rahasia umur panjang mereka. Kita akan dibuat kaget sebab salah satu rahasia mereka selain hidup dekat dengan Tuhan tetapi juga adalah karena mereka tidak membiarkan kebencian menguasai hidup mereka. Bacaan kita hari ini Amsal 10 :12 memberikan pelajaran penting terkait soal kebencian. Sebagai teks hikmat, Amsal mengatakan bahwa kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi pelanggaran. Hal ini yang diajarkan pula oleh Tuhan Yesus, yaitu hidup saling mengasihi dan bukan sebaliknya dengan saling membenci. Demi kasih-Nya, Tuhan Yesus berkenan rela mati di tiang kayu salib untuk kita. Amsal mengajari kita melepaskan pengampunan bagi orang lain agar hidup tidak dikuasai kebencian. Inilah yang dimaksud Amsal tentang kasih menutupi pelanggaran. Jangan ada benci diantara kita !

Doa:  ya Allah, mampukanlah kami hidup tidak saling membenci, Amin.

Selasa, 09 Desember 2025

bahan bacaan :   Yohanes 15 : 11 – 15  

11 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. 12 Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. 13 Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. 14 Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. 15 Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.

Kamu adalah Sahabatku

Sahabat adalah seorang yang dekat, memahami dan menjadi bagian yang penting dalam hidup kita. Realita dewasa ini kita cendrung menetapkan identitas sahabat hanya pada orang-orang tertentu saja dan orang lain yang tidak selevel dan sejalan dalam banyak hal dengan kita, mereka bukan sahabat. Mereka bisa saja kemudian kita posisikan sebagai musuh. Yohanes 15:11-15 mengajarkan hal yang berbeda. Tuhan Yesus menyebut kita adalah sahabat. Karena kasih-Nya yang besar kepada sahabat, maka Tuhan Yesus rela menyerahkan diri-Nya  demi kita. Karena kita adalah sahabat-Nya maka Ia menyampaikan apa yang dikehendaki-Nya yakni agar kita saling mengasihi. Tuhan Yesus menyatakan betapa berharganya kita di hadapan-Nya sebab Ia tidak menyebut kita hamba melainkan sahabat. Kebenaran ini harus membuat kita merubah hidup kita. Bila kita hidup dalam kebencian, maka sebagai sahabat  Tuhan, yang harus kita lakukan adalah mengampuni. Bila kita tidak mau berbagi dengan kelebihan kita, sebagai sahabat Tuhan, kita harus bisa merubah cara hidup demikian. Kamu adalah sahabatku. Itu kata Tuhan untuk kita. Maukah kita mengatakannya juga kepada orang lain?

Doa:  ya Allah, mampukanlah kami bersahabat dengan semua orang, Amin.

Rabu, 10 Desember 2025

bahan bacaan :   Yohanes 15 : 16 – 17 

16 Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. 17 Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain."

Tetaplah saling Mengasihi

Tanty dan Serly. adalah teman baik sejak kecil. Mereka bertumbuh bersama dan kemudian masing-masing menjalani hidupnya; Tanty menjadi seorang ibu rumah tangga dan Serly menjadi seorang dokter. Suatu ketika Tanty mengalami masalah dalam hubungannya dengan suaminya. Ia memendam semua yang dihadapi. Rupanya belakangan ini suaminya terlalu sibuk dengan pekerjaannya dan jarang berkumpul bersama keluarga. Tanty  stres dengan keadaan rumah tangganya dan nyaris melakukan upaya bunuh diri. Serly yang merawat Tanty saat dirujuk ke rumah sakit kemudian mendampinginya dan meyakinkannya untuk tetap bersemangat menjalani hidup. Ikatan persahabatan yang pernah terjalin diantara mereka akhirnya membuat Tanty pulih. Adapun teks kita hari ini menuliskan tentang tujuan  tindakan pemilihan dan penetapan Tuhan atas hidup kita : agar kita pergi dan menghasilkan buah dan buah itu tetap, supaya apa yang kita minta kepada Bapa dalam nama Tuhan Yesus diberikan kepada kita. Oleh sebab itu, sebagai orang-orang yang dikasihi Allah, marilah kita tetap hidup saling mengasihi. Dengan saling mengasihi, kita memperlihatkan kasih Tuhan bagi sesama. Kasih yang tidak hanya dalam bentuk kata-kata yang menghiburkan, tetapi juga kesediaan mendengar dan mendampingi orang lain. Semoga Tuhan Yesus menolong kita untuk tetap bisa hidup saling mengasihi.

Doa:  ya Allah, mampukanlah kami hidup tetap saling mengasihi, Amin.

Kamis, 11 Desember 2025

bahan bacaan : Amsal  17 : 17

17 Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.

Kasih Yang Tetap Di Segala Waktu

Setiap kita pasti mendambakan persahabatan sejati. Dunia penuh dengan hubungan yang sementara—ada sahabat yang datang ketika kita senang, tetapi pergi ketika kita susah. Amsal 17:17 mengingatkan kita bahwa sahabat sejati bukan diukur dari seberapa banyak tawa yang kita bagi bersama, tetapi seberapa setia ia ada di sisi kita ketika kita dalam kesulitan. Sahabat sejati mengasihi setiap waktu, dan saudara lahir untuk menolong dalam kesusahan. Menjelang Natal, kita diajak meneladani kasih Kristus yang tidak berubah sekalipun kita sering jatuh dalam kelemahan. Kasih yang sejati tidak hanya hadir di saat senang, tetapi tetap setia di saat sulit. Inilah kasih yang menghidupkan makna persaudaraan di tengah keluarga dan jemaat. Firman ini menantang kita untuk menjadi sahabat sejati bagi orang lain: Hadirlah bukan hanya ketika senang, tetapi juga ketika susah. Belajarlah mengasihi tanpa syarat, bukan karena keuntungan. Jadilah orang yang bisa diandalkan, yang mendengarkan, mendoakan, dan menopang orang lain. Persahabatan yang sejati adalah cermin kasih Kristus yang hidup dalam diri kita.

Doa: Tuhan, tolong ajari Aku Mengasihi.  Amin 

Jumat, 12 Desember 2025

bahan bacaan : Imamat  19 : 17 – 18

17 Janganlah engkau membenci saudaramu di dalam hatimu, tetapi engkau harus berterus terang menegor orang sesamamu dan janganlah engkau mendatangkan dosa kepada dirimu karena dia. 18 Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN.

Kasih yang Murni Mengampuni Tanpa Dendam

Tuhan menegaskan bahwa kasih sejati bukan hanya soal perasaan, tetapi juga tentang menolak membenci, tidak mendendam, dan berani mengampuni. Menjelang Natal, firman ini mengajak kita untuk membersihkan hati dari kebencian, iri, dan sakit hati. Tidak ada sukacita Natal yang sejati jika hati kita masih terikat oleh luka yang belum dilepaskan.

Kasih yang diperintahkan Tuhan adalah kasih yang aktif yang mengupayakan perdamaian, memaafkan kesalahan, dan mengangkat kembali yang jatuh. Natal adalah saat terbaik untuk memutus rantai kebencian dan memulai lembaran baru. Jangan biarkan dendam menghalangi kita merasakan damai sejahtera yang Yesus bawa bagi dunia. Firman Tuhan hari ini menegaskan bahwa kebencian yang dipelihara dalam hati adalah dosa. Kebencian mungkin tidak selalu tampak keluar, tetapi ia dapat merusak dari dalam. Hati yang dibiarkan dipenuhi kebencian akan melahirkan dendam, iri, bahkan keinginan membalas. Tuhan ingin umat-Nya hidup dalam hati yang bersih, bebas dari racun kebencian. Budaya dunia sering mengajarkan “mata ganti mata, gigi ganti gigi,” tetapi Tuhan menegaskan bahwa balas dendam hanya milik-Nya. Jika kita memilih untuk menuntut balas, kita justru memperpanjang lingkaran kebencian. Tetapi ketika kita melepaskan dendam, kita menyerahkan keadilan kepada Allah yang adil. Hanya dengan itu kita dapat mengalami damai sejahtera sejati.

Doa: Bersihkan Hatiku dari benci dan dendam ya Tuhan,  Amin 

Sabtu, 13 Desember 2025

bahan bacaan : Yudas 1 : 20 – 23

20 Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus. 21 Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal. 22 Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu, 23 selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api. Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga, dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa.

Menjaga Kasih Dan Menolong Yang Lemah Iman

Firman hari ini mengingatkan kita untuk membangun diri di atas iman yang kudus, berdoa dalam Roh Kudus, dan menunjukkan belas kasihan. Itulah tanda iman yang hidup. Iman bukan sesuatu yang statis, melainkan harus dirawat dan ditumbuhkan. Sebab itu, iman yang sehat lahir dari relasi yang hidup dengan Allah: lewat doa, firman, dan kesetiaan berjalan bersama-Nya. Dalam menyambut natal diperlukan iman yang hidup, sebab natal bukan sekedar perayaan lahiriah, tetapi kesempatan untuk memperdalam hubungan dengan Tuhan dan menguatkan iman. Kita dipanggil bukan hanya menjaga diri, tetapi juga meraih orang lain yang hampir terjatuh. Kasih Allah menggerakkan kita untuk peduli, mengangkat, dan menuntun kembali mereka yang tersesat. Saat kita mengulurkan tangan dengan penuh kasih kepada mereka, kita sedang memperkenalkan Yesus yang lahir untuk menyelamatkan semua orang. Menjelang Natal, mari kita pastikan hati kita tetap hangat dalam kasih Tuhan, sekaligus menjadi penghubung kasih itu kepada sesama. Kiranya kita setia menjaga iman sambil mndorong sesama kembali kepada kasih Allah, sebab hanya didalam kasih itulah, kita menemukan hidup yang kekal

Doa: Peliharalah Imanku Tuhan.  Amin. 

*SUMBER : SHK BULAN DESEMBER 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 26 Okt – 1 Nop 2025

Tema Bulanan : Gereja yang Bersyukur dan Mentransformasi Diri

Tema Mingguan : Bersyukurlah untuk Saling Berbagi sebagai Jemaat Kristus

Minggu, 26 Oktober 2025

bahan bacaan : Filipi 4 : 10 – 20

Terima kasih atas pemberian jemaat
10 Aku sangat bersukacita dalam Tuhan, bahwa akhirnya pikiranmu dan perasaanmu bertumbuh kembali untuk aku. Memang selalu ada perhatianmu, tetapi tidak ada kesempatan bagimu. 11 Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. 12 Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. 13 Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. 14 Namun baik juga perbuatanmu, bahwa kamu telah mengambil bagian dalam kesusahanku. 15 Kamu sendiri tahu juga, hai orang-orang Filipi; pada waktu aku baru mulai mengabarkan Injil, ketika aku berangkat dari Makedonia, tidak ada satu jemaatpun yang mengadakan perhitungan hutang dan piutang dengan aku selain dari pada kamu. 16 Karena di Tesalonikapun kamu telah satu dua kali mengirimkan bantuan kepadaku. 17 Tetapi yang kuutamakan bukanlah pemberian itu, melainkan buahnya, yang makin memperbesar keuntunganmu. 18 Kini aku telah menerima semua yang perlu dari padamu, malahan lebih dari pada itu. Aku berkelimpahan, karena aku telah menerima kirimanmu dari Epafroditus, suatu persembahan yang harum, suatu korban yang disukai dan yang berkenan kepada Allah. 19 Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. 20 Dimuliakanlah Allah dan Bapa kita selama-lamanya! Amin.

Tetaplah Bersyukur dan Saling Berbagi

Bersyukur dalam segala hal dan saling berbagi dengan sesama merupakan sikap dan tindakan yang baik dan benar di hadapan Allah. Sikap dan tindakan dimaksud dapat kita temui pada teks bacaan hari ini, baik dalam pribadi Paulus maupun kehidupan jemaat kristen di Filipi. Dalam suratnya ini,  Paulus mengungkapkan rasa syukurnya atas semua bantuan yang diberikan jemaat Filipi kepadanya. Sekalipun tidak dapat dipungkiri bahwa ada saat dimana jemaat tidak memberi, akan tetapi tetap dipandang positif oleh Paulus (ay. 10). Hal positif lainnya yaitu kepedulian jemaat Filipi yang tetap ada dalam kesadaran untuk berbagi dengan orang lain. Bagi mereka, memberi adalah wujud iman dan kasih. Pertanyaannya, apakah kita masih tetap sadar untuk selalu bersyukur dan berbagi dengan sesama? atau kita justru bersungut-sungut dan lebih mementingkan diri sendiri?, apalagi di tengah kesulitan ekonomi seperti sekarang ini. Kita tidak dapat memprediksi dengan tepat perjalanan hidup yang akan dilalui dari waktu ke waktu. Hal ini disampaikan karena ada sejumlah kenyataan yang terjadi diluar harapan dan pikiran kita. Kendati demikian, bukankah sebagai orang percaya kita harus tetap bersyukur dan hidup saling berbagi?. Firman Tuhan hari ini mengajak kita belajar cukup, tetap bersyukur dan mempercayakan segala kebutuhan kepada Allah. Dengan demikian, hidup kita menjadi kesaksian, kekuatan kita bukan dari apa yang kita punya, melainkan dari Kristus yang hidup dalam kita.

Doa: Ajarilah kami Tuhan, untuk selalu bersyukur dan saling berbagi. Amin. 

Senin, 27 Oktober 2025

bahan bacaan : Amsal 11 : 25

25 Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.

Diberkati Untuk Menjadi Berkat

Semua orang berkesempatan menikmati berkat dari Tuhan saat menjalani hari-hari hidupnya. Kendatipun demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa berkat yang didapatkan dan dinikmati oleh masing-masing orang berbeda. Karena itu, ada yang berkelebihan, ada yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan tetapi ada juga yang berkekurangan. Terhadap kenyataan yang demikian maka tanggung jawab beriman yang diwujudnyatakan dalam sikap dan perbuatan harus diterapkan dalam kehidupan bersama. Salah satu contohnya yaitu berbagi dan membantu sesama manusia yang membutuhkan. Pada prinsipnya, berkat yang didapatkan tidak hanya diperuntukkan untuk diri sendiri melainkan juga bagi orang lain. Dengan kata lain kita diberkati supaya dapat menjadi berkat bagi yang lain. Firman Tuhan hari ini jelas menunjukkan kepada kita bahwa siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum ia sendiri akan diberi minum (ay. 25). Artinya segala perbuatan baik yang dilakukan tidak akan berakhir dengan sia-sia. Sebab bagian berkat yang kita dapatkan dan dibagikan kepada yang lain, sesungguhnya membuat kita semakin diberkati. Karena itu latihlah diri bahkan keluarga kita untuk tetap saling memberi dan berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Dengan berbagi dan memberi, kita tidak akan pernah berkekurangan melainkan terus diberkati. Biarlah melalui aksi nyata yang kita lakukan dapat bermanfaat dan menjadi teladan bagi sesama. Jangan ragu memberi dan membantu orang lain dari berkat yang kita dapatkan melalui pekerjaan maupun usaha yang dikerjakan dalam hidup tiap-tiap hari, sebab untuk itulah kita semua diberkati.

Doa: Roh Kudus kuasai hati kami agar tidak lalai melakukan yang baik dan benar. Amin. 

Selasa, 28 Oktober 2025

bahan bacaan : Ibrani 13 : 15 – 16

15 Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya. 16 Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah.

Jangan Lalai Berbuat Baik dan Benar

Melakukan yang baik dan benar sesuai kehendak Allah merupakan kewajiban yang tidak boleh diabaikan oleh setiap orang percaya. Pertanyaannya apakah kita telah melakukannya dalam menjalani hidup? Sebab hal dimaksud bukan hanya sebatas pemahaman semata melainkan harus diwujudnyatakan dalam iman melalui sikap, perkataan dan tindakan. Dengan kata lain kita diingatkan agar jangan lalai untuk terus melakukan yang baik dan benar sesuai iman percaya kepada Allah. Karena itu melalui teks bacaan saat ini, penulis surat Ibrani hendak mengajarkan kita tentang hidup yang selalu memuliakan Allah dan tidak lupa memberikan bantuan (ay. 15-16). Kendatipun hal ini sudah diketahui oleh kita namun seringkali lalai bahkan secara sengaja diabaikan. Kita justru melakukan hal yang bertolakbelakang dengan kehendak-Nya yakni ucapan bibir yang tidak memuliakan Allah, bersaksi dusta, menyebarkan gosip, memutarbalikan fakta dll. Selain itu ada pula sikap yang hanya mementingkan diri sendiri, mengambil hak orang lain dan tidak peduli kepada orang yang membutuhkan. Terhadap hal itu kita diingatkan untuk kembali merenung dan mengintrospeksi diri serta membuat komitmen untuk berbalik melakukan yang baik dan berkenan di hadapan Allah. Ini harus menjadi kesadaran bersama untuk diterapkan dalam kehidupan secara pribadi maupun keluarga. Ingat! Jangan lalai berbuat baik dan benar.

Doa: Tuhan, berkati kami agar dapat menjadi berkat bagi orang lain.  Amin.   

Rabu, 29 Oktober 2025

bahan bacaan : Matius 6 : 1 – 4

Hal memberi sedekah
"Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga. 2 Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. 3 Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. 4 Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."

Motivasi Yang Keliru

Ada banyak alasan yang mendorong seseorang atau sekelompok orang untuk melakukan hal yang baik bagi orang lain. Alasan dimaksud antara lain: sadar akan tanggung jawab sebagai sesama manusia yang harus saling mengasihi dan peduli satu dengan yang lain. Akan tetapi ada juga karena ada alasan lain yakni untuk mendapatkan popularitas, memanfaatkan orang lain demi kepentingan diri sendiri, pamer dll. Artinya kebaikan-kebaikan yang dilakukan dapat dilatarbelakangi oleh motivasi yang benar tetapi juga terdorong oleh motivasi yang keliru atau salah. Karena itu dalam teks hari ini Tuhan Yesus mengajarkan pada pendengar-Nya saat itu, agar tidak melakukan kewajiban agama dengan tujuan untuk dilihat orang. Salah satu contohnya yaitu memberikan sedekah disertai dengan seruan yang lantang agar dipuji orang (ay. 2). Ini disampaikan-Nya sebab perbuatan baik tersebut didorong oleh motivasi yang salah dan pada umumnya dilakukan oleh orang-orang yang munafik. Terhadap hal itu Yesus mengajarkan agar pemberian sedekah yang dilakukan tidak perlu digembar-gemborkan atau diketahui oleh orang banyak, melainkan harus tersembunyi (ay. 3-4). Nasihat Tuhan Yesus ini tentunya berlaku juga bagi kita para pengikut-Nya dimasa kini. Kita diingatkan untuk selalu menunjukkan kepedulian kepada orang lain lewat tindakan yang kongkrit seperti memberi sedekah. Namun hal itu dilakukan bukan untuk kepentingan diri sendiri, dipuji oleh orang lain, mencari keuntungan, pamer dll. Lakukanlah semua kebaikan kepada mereka yang membutuhkan dengan motivasi yang baik dan benar dihadapan Allah, sambil tetap percaya Ia akan membalas dengan berkat-Nya.

Doa: Bapa,  ajarilah kami untuk selalu hidup saling mengasihi. Amin.  

Kamis, 30 Oktober 2025

bahan bacaan : 1 Yohanes 3 : 11 – 18

Kasih terhadap saudara sebagai tanda hidup baru
11 Sebab inilah berita yang telah kamu dengar dari mulanya, yaitu bahwa kita harus saling mengasihi; 12 bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar. 13 Janganlah kamu heran, saudara-saudara, apabila dunia membenci kamu. 14 Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut. 15 Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya. 16 Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita. 17 Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya? 18 Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.

Hidup Saling Mengasihi

Perintah untuk mengasihi satu dengan yang lain merupakan prinsip hidup yang harus menjadi pegangan bagi semua orang percaya. Dengan saling mengasihi kita dapat mencegah diri dari sikap iri hati dan perbuatan dosa lainnya yang menyakiti sesama dan menyakiti Allah (ay. 12). Karena itu kebenaran firman ini mengajarkan kita untuk menghidupi kasih atau selalu hidup saling mengasihi satu dengan yang lain. Sebab siapa yang tidak saling mengasihi, ia berada dalam maut dan tidak memiliki hidup yang kekal (ay. 14-15). Kita mestinya menyadari bahwa Allah mengasihi kita sehingga mengorbankan anak-Nya yang tunggal untuk menebus dosa manusia dengan mati di tiang kayu salib. Bertolak dari itu, kita harus meresponinya dengan mengasihi sesama (ay. 16). Mengasihi sesama harus ditunjukkan dengan aksi-aksi yang nyata dan dalam kebenaran (ay. 17-18). Salah satu contohnya yakni dengan tidak menutup pintu hati dari mereka yang berkekurangan dan membutuhkan. Perhatikanlah semua orang yang berada di sekitar  dan kerjakanlah yang telah diperintahkan kepada kitadengan taat dan setia. Sebab hanya dengan demikian kita telah menghidupi kasih yang jauh sebelumnya telah dianugerahkan Allah bagi kita lewat Tuhan Yesus Kristus. Tetaplah hidup saling mengasihi tanpa membeda-bedakan satu dengan yang lain, sebab demikianlah yang diperintahkan dan harus dijalankan oleh kita.

Doa: Tuhan kami mau melakukan perintahMu, berbagi dengan motivasi yang benar. Amin.  

Jumat, 31 Oktober 2025

bahan bacaan : Galatia 6 : 1 – 10

Saling membantulah kamu
Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan. 2 Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus. 3 Sebab kalau seorang menyangka, bahwa ia berarti, padahal ia sama sekali tidak berarti, ia menipu dirinya sendiri. 4 Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain. 5 Sebab tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri. 6 Dan baiklah dia, yang menerima pengajaran dalam Firman, membagi segala sesuatu yang ada padanya dengan orang yang memberikan pengajaran itu. 7 Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. 8 Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu. 9 Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. 10 Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.

Gunakanlah Kesempatan Dengan Baik

Hidup yang dianugerahkan Allah bagi kita umat-Nya harus dipergunakan dengan baik. Ini disampaikan karena tiap-tiap orang diberikan kesempatan, akan tetapi tentu saja ada batasannya. Bertolak dari itu tiap-tiap orang berhak memilih apakah akan menggunakan kesempatan tersebut untuk hal-hal yang baik ataukah sebaliknya? Dalam suratnya kepada jemaat di Galatia, pada bagian ini Paulus hendak menasihati agar jemaat dapat saling membantu satu dengan yang lain. Saling membantu yang dimaksudkan mencakup semua hal yakni memimpin orang ke jalan yang benar apabila melakukan pelanggaran, saling tolong menolong dalam menanggung beban (ay. 1-2). Artinya ketika seseorang atau sekelompok orang berada dalam kekeliruan atau kesalahan dan adapula yang berbeban berat, maka kita berkewajiban untuk membantu. Kendatipun sadar akan hal ini, namun sebagian besar dari kita belum menerapkan atau menindaklanjuti dalam kehidupan berkeluarga, bergereja dan juga bermasyarakat. Oleh sebab itu jika kesempatan masih diberikan kepada kita, maka pergunakanlah kesempatan itu dengan sebaik mungkin. Sebab keberadaan kita sebagai orang beriman bukan untuk diri kita sendiri, melainkan haruslah berguna dan bermanfaat bagi kehidupan orang lain. Karena itu kapanpun dan dimanapun kita berada, mintalah Roh Kudus untuk menggerakkan hati kita agar terus melakukan hal-hal baik. Jangan pernah jemu untuk melakukan kebaikan sebab itulah panggilan kita sebagai orang percaya utuk saling menolong atau membantu serta melayani sebagai sesama manusia. Lakukanlah itu selagi masih ada kesempatan dan jadilah berkat bagi orang lain.

Doa: Roh Kudus tolonglah kami agar dapat menggunakan kesempatan dengan baik. Amin 

Sabtu, 01 November 2025

bahan bacaan : Mazmur 37 : 21

21 Orang fasik meminjam dan tidak membayar kembali, tetapi orang benar adalah pengasih dan pemurah.

Belas Kasihan Orang Benar

Sikap murah hati bukan hanya soal memberi dari kelebihan, tetapi memberi karena hati yang digerakkan oleh kasih Tuhan. Orang benar tidak menutup mata terhadap penderitaan orang lain, melainkan berbagi walaupun caranya sederhana. Hal ini mencerminkan karakter Allah yang penuh anugerah dan kemurahan. Dalam kehidupan sehari-hari, kemurahan hati bisa tampak dalam hal-hal kecil dengan cara mendengar keluhan orang lain, memberikan senyum atau penghiburan bagi orang yang ada dalam persoalan dan juga sedih hati dan menolong sesama yang kekurangan, sesuai kemampuan. Ketika kita hidup dengan belas kasih, kita bukan hanya menolong orang lain, tetapi juga memancarkan kasih Kristus di tengah dunia. Orang yang murah hati tidak pernah kehilangan, sebab Tuhan sendiri yang mencukupkan. Menjadi orang benar berarti meneladani hati Allah: penuh kasih dan kemurahan. Dunia mungkin mengajarkan kita untuk menyimpan bagi diri sendiri, tetapi Firman Tuhan hari ini mengingatkan dan mengajarkan bahwa orang benar dikenal bukan karena apa yang ia miliki, melainkan karena kasih dan kemurahan yang ia bagikan bagi semua orang. Mari kita bertanya pada diri sendiri: Adakah seseorang yang mau saya tolong atau saya beri senyum dan perhatian, sebagai wujud belas kasih Tuhan?

Doa: Ajarilah kami untuk tetap penuh dengan belas kasihan dan hidup dalam murah hati. Amin. 

*SUMBER : SHK BULAN OKTOBER 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 19 – 25 Oktober 2025

Tema Bulanan : Gereja yang Bersyukur dan Mentransformasi Diri

Tema Mingguan : Pembaruan Diri untuk Membarui Kehidupan

Minggu, 19 Oktober 2025

bahan bacaan : 1 Tesalonika 5 : 1 – 11  

Berjaga-jaga
Tetapi tentang zaman dan masa, saudara-saudara, tidak perlu dituliskan kepadamu, 2 karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam. 3 Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman--maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin--mereka pasti tidak akan luput. 4 Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, 5 karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. 6 Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar. 7 Sebab mereka yang tidur, tidur waktu malam dan mereka yang mabuk, mabuk waktu malam. 8 Tetapi kita, yang adalah orang-orang siang, baiklah kita sadar, berbajuzirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan. 9 Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, 10 yang sudah mati untuk kita, supaya entah kita berjaga-jaga, entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia. 11 Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan.

Membarui Diri Untuk Pembaruan Hidup

Tema pelayanan minggu ini “pembaruan diri untuk membarui kehidupan”. Tema ini hendak menegaskan bagi kita sebagai orang-orang percaya untuk bersyukur dengan memaknai pengorbanan Tuhan Yesus yang telah mengampuni dan menyelamatkan kita dari penghukuman dosa. Pengorbanan Tuhan Yesus yang mahal itu mesti kita jawab dengan mewujudkannya melalui sikap dan perilaku hidup yang disebut oleh Paulus dalam bacaan kita sebagai anak-anak terang atau anak-anak siang. Sebagai anak-anak terang atau anak-anak siang, maka iman, pengharapan serta kasih kita kepada Tuhan Yesus dan sesama mesti terwujud didalam masa penantian kedatangan Tuhan Yesus kembali. Kedatangan Tuhan seperti pencuri yang kita tidak tahu kapan waktunya. Sehingga kita harus selalu siap sedia. Janganlah kita menunggu dengan  menjadi anak-anak gelap atau anak-anak malam, dengan menghabiskan waktu untuk hal-hal serta perbuatan yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Itulah sebabnya firman Tuhan hari ini mengingatkan kita untuk membarui hidup agar kita pun dapat melakukan pembaruan dalam kehidupan, baik di keluarga, gereja pun masayarakat.

Doa: Tuhan, ampunilah dosa kami, dan baruilah agar kami dapat melakukan pembaruan dalam kehidupan ini. Amin.  

Senin, 20 Oktober 2025

bahan bacaan : Mazmur 51 : 9 – 15

7 (51-9) Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju! 8 (51-10) Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita, biarlah tulang yang Kauremukkan bersorak-sorak kembali! 9 (51-11) Sembunyikanlah wajah-Mu terhadap dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku! 10 (51-12) Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh! 11 (51-13) Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku! 12 (51-14) Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela! 13 (51-15) Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.

          Pengampunan Tuhan Membuat Hidup Menjadi Baru   

Raja Daud seorang raja yang besar pada zamannya dan dalam kepemimpinannya bangsa Israel sebagai bangsa pilihan Tuhan menikmati masa kegemilangan. Namun ia juga seorang manusia biasa yang mempunyai kelemahan dan keterbatasan.  Keinginan Daud untuk mengambil istri Uria, Batsyeba membuat Daud merancang kejahatan dengan menempatkan Uria di depan medan perang, sehingga membuat Uria mati. Hal itu membuat Daud untuk leluasa memiliki Batsyeba. Namun itu merupakan perbuatan dosa yang besar. Tuhan menegur Daud melalui nabi Nathan, tentang dosa dan pelanggarannya. Menarik dalam bacaan kita di hari ini, Daud berseru memohon pengampunan dari Tuhan dan berharap dosanya tidak dijadikan sebagai alasan untuk dia terbuang dari hadapan Tuhan. Cinta dan sayang Tuhan yang besar kembali ditujukan kepada Daud dengan mengampuni dan membaruinya. Ia pun berubah dan menjadikan dirinya berkat bagi banyak orang. Jika kita berbuat salah, segeralah barui hidup dan meresponi kebaikan Tuhan yang mengampuni itu denan selalu berbuat baik dan menjadi berkat bagi banyak orang.

Doa: Tuntun kami Tuhan agar selalu menjadi berkat bagi orang lain sebagai tanda hidup baru. Amin  

Selasa, 21 Oktober 2025

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 9 : 1 – 19a

Saulus bertobat
Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar, 2 dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem. 3 Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia. 4 Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: "Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?" 5 Jawab Saulus: "Siapakah Engkau, Tuhan?" Kata-Nya: "Akulah Yesus yang kauaniaya itu. 6 Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat." 7 Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang jugapun. 8 Saulus bangun dan berdiri, lalu membuka matanya, tetapi ia tidak dapat melihat apa-apa; mereka harus menuntun dia masuk ke Damsyik. 9 Tiga hari lamanya ia tidak dapat melihat dan tiga hari lamanya ia tidak makan dan minum. 10 Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias. Firman Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan: "Ananias!" Jawabnya: "Ini aku, Tuhan!" 11 Firman Tuhan: "Mari, pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus yang bernama Saulus. Ia sekarang berdoa, 12 dan dalam suatu penglihatan ia melihat, bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangannya ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi." 13 Jawab Ananias: "Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyaknya kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem. 14 Dan ia datang ke mari dengan kuasa penuh dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang memanggil nama-Mu." 15 Tetapi firman Tuhan kepadanya: "Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel. 16 Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku." 17 Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: "Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus." 18 Dan seketika itu juga seolah-olah selaput gugur dari matanya, sehingga ia dapat melihat lagi. Ia bangun lalu dibaptis.Dan setelah ia makan, pulihlah kekuatannya.

Pertobatan Membawa Perubahan Arah Hidup

Masa depan setiap orang tidak ada yang tahu. Hari ini seseorang dapat menjadi orang baik, tetapi ke depan dapat juga berubah menjadi orang jahat. Sebaliknya, hari ini seseorang menjadi jahat, namun ke depan dapat mengalami perubahan menjadi orang baik dan berguna. Itulah yang dialami oleh Paulus. Sebelum bertobat dikenal dengan nama Saulus, pria yang sangat jahat dan selalu membunuh pengikut-pengikut Yesus. Saulus tidak pernah menyusun rencana untuk menjadi orang baik apalagi berencana menjadi rasul. Sebaliknya, Saulus menyusun rencana untuk menangkap orang-orang Kristen di rumah-rumah ibadat lalu dibawa ke hadapan imam besar untuk disidangkan. Benar kata firman Tuhan, rencanamu bukanlah rencanaKu, rancanganmu bukanlah rancanganKu. Ternyata Yesus menjumpai Saulus dalam perjalanannya ke Damsyik. Perjumpaan Saulus dengan Yesus membawa pertobatan dan pembaruan. Ia dipakai oleh Yesus menjadi rasul yang memberitakan Injil Kristus kepada banyak orang. Pesan firman Tuhan ini adalah, pertobatan bukan hanya menyesali masa lalu, tetapi juga berbalik membarui arah hidup, dari jalan lama menuju jalan baru sesuai kehendak Tuhan. Kita akan dipakai untuk menjadi alat Tuhan memberitakan Injil, jika ada pertobatan yang sungguh dalam diri. 

Doa: Tuhan, ubahlah hidupku, dan pakailah aku menjadi alatMu untuk memberitakan Injil.  Amin. 

Rabu, 22 Oktober 2025

bahan bacaan : 2 Tawarikh 7 : 14

4 dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri merek

Berbalik Kepada Tuhan Ada Pemulihan

Adakah dari antara kita yang ingin mengalami pemulihan dalam hidup?. Jika tidak ada, pertanda orang itu tidak ingin berkembang dan maju, serta tidak ingin mengalami hal-hal baik terjadi pada dirinya. Sebaliknya, jika ada berarti orang tersebut ingin berkembang dan mengalami kemajuan dalam hidup, serta mengalami hal-hal baik dalam hidupnya. Teks bacaan ini memberikan beberapa hal yang harus dilakukan jika ingin mengalami pemulihan dalam hidup, yaitu: merendahkan diri, berdoa, selalu mencari wajah Tuhan, dan berbalik dari jalan hidup yang jahat. Tuhan menampakkan diri dan menyampaikan hal tersebut kepada Salomo, apabila ingin pengampunan dosa dan pemulihan hidup terjadi pada umat Israel. Itulah janji Tuhan yang penuh kasih. Begitu pun dengan hidup kita, apabila kita bertobat dari kesalahan dan dosa, maka Tuhan akan mengampuni dosa, dan memulihkan kehidupan kita sehingga menjadi lebih baik lagi. Pertobatan nyata harus disertai perubahan hidup. Tidak cukup hanya mengaku dosa tetapi juga meninggalkan dosa. Kita semua dipanggil untuk menjadi umat yang rendah hati, berdoa, suka mencari wajah Tuhan dan sungguh-sungguh bertobat.

Doa: Tuhan, kami mengakui dosa, dan berharap pengampunan serta pemulihan dariMu.  Amin. 

Kamis, 23 Oktober 2025

bahan bacaan : Lukas 15 : 11 – 32

Perumpamaan tentang anak yang hilang
11 Yesus berkata lagi: "Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki. 12 Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka. 13 Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya. 14 Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat. 15 Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya. 16 Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya. 17 Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. 18 Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, 19 aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa. 20 Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. 21 Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa. 22 Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya. 23 Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita. 24 Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria. 25 Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian. 26 Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu. 27 Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat. 28 Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia. 29 Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku. 30 Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia. 31 Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu. 32 Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali."

Bapa yang Merangkul

Setiap orang tua pasti pasti tidak ingin kehilangan anak, dan apabila ada salah satu anaknya hilang dari kehdupan keluarganya akan membuat kesedihan yang mendalam. Namun, jika anak yang hilang ditemukan atau telah kembali dan berada di tengah keluarga, ia pasti disambut dengan penuh sukacita oleh orang tua dan memulihkan martabatnya sebagai seorang anak. Itulah kisah yang disebutkan dalam perumpamaan ini. Perumpamaan tentang anak yang hilang menjadi sebuah gambaran akan kasih Allah yang berlimpah. Sebab itu Allah bersukacita atas pertobatan setiap orang dari dosa. Seberat apapun dosa, sedalam apapun kita jatuh. Kasih Allah tidak pernah habis.  Tuhan mengharapkan kita yang berdosa, bertobat dan kembali kepadaNya. Bahkan ketika kita masih jauh, Allah berlari menyambut kita.Inilah kabar sukacita Injil:  Allah bukanlah Allah yang menghukum tanpa belas kasih, melainkan Bapa yang merangkul.Jadi, pesan firman Tuhan ini kepada kita, jangan berlarut-larut hidup dalam dosa, kembalilah kepada Tuhan dan bertobatlah, sebab Tuhan merindukan kita berubah menjadi baik.

Doa: Tuhan, terima kasih karena selalu merangkul kami yang berdosa ini,  Amin. 

Jumat, 24 Oktober 2025

bahan bacaan : Roma 12 : 1 – 8

Persembahan yang benar
Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. 2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. 3 Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing. 4 Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, 5 demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain. 6 Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. 7 Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar; 8 jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita.

Berubahlah oleh Pembaruan Budi

Dalam menjalani kehidupan, manusia tidak lepas dari kelemahan dan kesalahan. Siapa pun dia pasti pernah melakukan hal–hal yang bertentangan dengan kehendak Tuhan. Kita tidak bisa menyangkalinya, sebab firman Tuhan sendiri mengatakan bahwa setiap manusia melakukan kesalahan, seorang pun tidak ada yang benar. Semua manusia adalah orang berdosa (lihat Roma 3:9-20). Paulus menyebutkan bahwa manusia yang melakukan kesalahan atau dosa disebut sebagai manusia yang sudah menjadi serupa dengan dunia ini. Karena itu, harus ada pembaruan hidup. Kalimat yang digunakan Paulus adalah berubahlah oleh pembaruan budimu. Maksudnya supaya manusia dapat membedakan mana kehendak Allah, dan mana yang bukan kehendak Allah; mana yang baik, yang berkenan kepada Allah dan sempurna, serta mana yang tidak baik dan yang tidak sempurna. Tentu hal ini dimaksudkan agar kita tahu bahwa yang baik dan yang sempurna bagi Allah-lah yang harus dipegang dan dilakukan, dengan mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hiduo, kudus dan nerkenan kepada Allah. Bukan korban bakaran atau persembahan materi yang terutama, melainkan hidup yang dipersembahkan kepada Tuhan. Hidup kita akan berkenan kepada Tuhan bila kita mempersembahkan diri setiap hari kepadaNya, Hidup rendah hati dan melayani dengan setia. Itulah panggilan bagi kita sebagai umat kepunyaan Kristus.

Doa: Tuhan baruilah hati dan budi kami, agar semakin berkenan kepadaMu, Amin. 

Sabtu, 25 Oktober 2025

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 8 : 14 – 25

14 Ketika rasul-rasul di Yerusalem mendengar, bahwa tanah Samaria telah menerima firman Allah, mereka mengutus Petrus dan Yohanes ke situ. 15 Setibanya di situ kedua rasul itu berdoa, supaya orang-orang Samaria itu beroleh Roh Kudus. 16 Sebab Roh Kudus belum turun di atas seorangpun di antara mereka, karena mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. 17 Kemudian keduanya menumpangkan tangan di atas mereka, lalu mereka menerima Roh Kudus. 18 Ketika Simon melihat, bahwa pemberian Roh Kudus terjadi oleh karena rasul-rasul itu menumpangkan tangannya, ia menawarkan uang kepada mereka, 19 serta berkata: "Berikanlah juga kepadaku kuasa itu, supaya jika aku menumpangkan tanganku di atas seseorang, ia boleh menerima Roh Kudus." 20 Tetapi Petrus berkata kepadanya: "Binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau, karena engkau menyangka, bahwa engkau dapat membeli karunia Allah dengan uang. 21 Tidak ada bagian atau hakmu dalam perkara ini, sebab hatimu tidak lurus di hadapan Allah. 22 Jadi bertobatlah dari kejahatanmu ini dan berdoalah kepada Tuhan, supaya Ia mengampuni niat hatimu ini; 23 sebab kulihat, bahwa hatimu telah seperti empedu yang pahit dan terjerat dalam kejahatan." 24 Jawab Simon: "Hendaklah kamu berdoa untuk aku kepada Tuhan, supaya kepadaku jangan kiranya terjadi segala apa yang telah kamu katakan itu." 25 Setelah keduanya bersaksi dan memberitakan firman Tuhan, kembalilah mereka ke Yerusalem dan dalam perjalanannya itu mereka memberitakan Injil dalam banyak kampung di Samaria.

Roh Kudus Menuntun Kepada Pembaruan Hidup

Apapun yang dilakukan oleh kita tidak akan pernah membuahkan hasil yang maksimal dan bermanfaat dalam hidup jika tidak meminta campur tangan kuasa Roh Kudus. Semuanya akan mubazir atau sia-sia. Itulah yang terjadi ketika Filipus memberitakan Injil di Samaria, dan hasilnya banyak orang mengikuti Yesus dan memberi diri di baptis, termasuk salah seorang tukang sihir. Meskipun demikian, mereka belum mengalami kuasa Roh Kudus dan ketika Petrus bersama Yohanes hadir di Samaria menumpangkan tangan ke atas orang-orang yang dibaptis, mereka pun menerima kuasa Roh Kudus. Ketika melihat itu, tukang sihir tadi menawarkan uang agar mendapat kuasa yang sama. Tetapi ia ditegur Petrus. Meski keras, teguran petrus adalah panggilan kasih agar si tukang sihir itu bertobat. Ia menanggapi dengan meminta doa. Ini mengajarkan kita untuk tidak menutup diri saat ditegur. Allah masih memberi kesempatan, asal kita mau merendahkan diri dan kembali kepadaNya.Hanya Roh Kudus yang membuat terjadinya pembaruan hidup dalam diri kita. sehingga hidup, kerja dan pelayanan kita tidak mengejar harta dan penghormatan melainkan kemuliaan kepada Allah.

Doa: Tuhan, biarlah Roh KudusMu hadir dalam hidupku agar pembaruan terjadi padaku  Amin. 

*SUMBER : SHK BULAN OKTOBER 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 12 – 18 Oktober 2025

Tema Bulanan :Gereja yang Bersyukur dan Mentransformasi Diri

Tema Mingguan : Saling Mendengar sebagai Gereja

Minggu, 12 Oktober 2025

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 15 : 1 – 21

Sidang di Yerusalem
Beberapa orang datang dari Yudea ke Antiokhia dan mengajarkan kepada saudara-saudara di situ: "Jikalau kamu tidak disunat menurut adat istiadat yang diwariskan oleh Musa, kamu tidak dapat diselamatkan." 2 Tetapi Paulus dan Barnabas dengan keras melawan dan membantah pendapat mereka itu. Akhirnya ditetapkan, supaya Paulus dan Barnabas serta beberapa orang lain dari jemaat itu pergi kepada rasul-rasul dan penatua-penatua di Yerusalem untuk membicarakan soal itu. 3 Mereka diantarkan oleh jemaat sampai ke luar kota, lalu mereka berjalan melalui Fenisia dan Samaria, dan di tempat-tempat itu mereka menceriterakan tentang pertobatan orang-orang yang tidak mengenal Allah. Hal itu sangat menggembirakan hati saudara-saudara di situ. 4 Setibanya di Yerusalem mereka disambut oleh jemaat dan oleh rasul-rasul dan penatua-penatua, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang Allah lakukan dengan perantaraan mereka. 5 Tetapi beberapa orang dari golongan Farisi, yang telah menjadi percaya, datang dan berkata: "Orang-orang bukan Yahudi harus disunat dan diwajibkan untuk menuruti hukum Musa." 6 Maka bersidanglah rasul-rasul dan penatua-penatua untuk membicarakan soal itu. 7 Sesudah beberapa waktu lamanya berlangsung pertukaran pikiran mengenai soal itu, berdirilah Petrus dan berkata kepada mereka: "Hai saudara-saudara, kamu tahu, bahwa telah sejak semula Allah memilih aku dari antara kamu, supaya dengan perantaraan mulutku bangsa-bangsa lain mendengar berita Injil dan menjadi percaya. 8 Dan Allah, yang mengenal hati manusia, telah menyatakan kehendak-Nya untuk menerima mereka, sebab Ia mengaruniakan Roh Kudus juga kepada mereka sama seperti kepada kita, 9 dan Ia sama sekali tidak mengadakan perbedaan antara kita dengan mereka, sesudah Ia menyucikan hati mereka oleh iman. 10 Kalau demikian, mengapa kamu mau mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk, yang tidak dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri? 11 Sebaliknya, kita percaya, bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga." 12 Maka diamlah seluruh umat itu, lalu mereka mendengarkan Paulus dan Barnabas menceriterakan segala tanda dan mujizat yang dilakukan Allah dengan perantaraan mereka di tengah-tengah bangsa-bangsa lain. 13 Setelah Paulus dan Barnabas selesai berbicara, berkatalah Yakobus: "Hai saudara-saudara, dengarkanlah aku: 14 Simon telah menceriterakan, bahwa sejak semula Allah menunjukkan rahmat-Nya kepada bangsa-bangsa lain, yaitu dengan memilih suatu umat dari antara mereka bagi nama-Nya. 15 Hal itu sesuai dengan ucapan-ucapan para nabi seperti yang tertulis: 16 Kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan, 17 supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya ini, 18 yang telah diketahui dari sejak semula. 19 Sebab itu aku berpendapat, bahwa kita tidak boleh menimbulkan kesulitan bagi mereka dari bangsa-bangsa lain yang berbalik kepada Allah, 20 tetapi kita harus menulis surat kepada mereka, supaya mereka menjauhkan diri dari makanan yang telah dicemarkan berhala-berhala, dari percabulan, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari darah. 21 Sebab sejak zaman dahulu hukum Musa diberitakan di tiap-tiap kota, dan sampai sekarang hukum itu dibacakan tiap-tiap hari Sabat di rumah-rumah ibadat."

Mendengar Adalah Jembatan Hati Yang Berbeda

Ada kata bijak: “Saling mendengar adalah jembatan antara hati yang berbeda”. Kata bijak ini mau menjelaskan kepada kita bahwa perbedaan pasti ada dalam hidup; baik karakter, pendapat, nilai hidup bahkan dogma atau ajaran agama. Namun, jika perbedaan tersebut dipersoalkan maka akan terjadi perselisihan yang dapat merusak hubungan satu dengan yang lain. Karena itu mendengar adalah tindakan awal mencegah perselisihan. Dalam perikop ini, Paulus dan Barnabas meminta jemaat perdana untuk “mendengarkan” apa yang mereka katakan, bahwa keselamatan adalah anugerah Allah bagi semua orang, Yahudi maupun non-Yahudi. Keselamatan bukan karena melakukan sunat sebagai tradisi yahudi, melainkan karena anugerah Tuhan semata. Pesan bagi kita, sebagai gereja hendaklah kita saling mendengar untuk menunjukkan bahwa kita menghargai perbedaan, peduli terhadap yang lain, tetap terbuka dan rendah hati.

Doa: Tuhan ajarlah kami untuk menjadi gereja yang mau mendengar, amin. 

Senin, 13 Oktober 2025

bahan bacaan : Amsal 25 : 12

12 Teguran orang yang bijak adalah seperti cincin emas dan hiasan kencana untuk telinga yang mendengar.

Teguran Yang Bijak, Telinga Yang Mendengar

Menegur adalah salah satu tindakan yang menunjukkan bahwa kita peduli terhadap orang lain. Kita mau membetulkan kesalahan atau membimbiing seseorang kembali ke jalan yang benar. Namun, sayangnya tidak semua teguran dapat diterima oleh orang lain, sebaliknya cenderung menghakimi, menjatuhkan dan mempermalukan dengan kata-kata yang kasar serta menyinggung perasaan. Hal ini dapat menimbulkan kemarahan, kekecewaan dan rasa malu yang mendalam bagi seseorang. Hal ini seperti yang digambarkan melalui ungkapan khas Papua yang sederhana: “ko pung maksud baik, tapi ko pung cara tu salah”. Karena itu, Pengamsal menunjukkan cara yang benar untuk menegur, yakni menggunakan kata-kata yang bijak, santun, etika dan penuh kasih karena teguran yang bijak sangat berharga (seperti emas)  untuk memperbaiki kesalahan seseorang. Mari arahkanlah telinga kepada teguran yang berfaedah untuk membawa perubahan hidup.

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami untuk menegur seseorang dengan bijaksana, Amin  

Selasa, 14 Oktober 2025

bahan bacaan : Amsal 15 : 31 – 32

31 Orang yang mengarahkan telinga kepada teguran yang membawa kepada kehidupan akan tinggal di tengah-tengah orang bijak. 32 Siapa mengabaikan didikan membuang dirinya sendiri, tetapi siapa mendengarkan teguran, memperoleh akal budi.

Mendengar Teguran, Menjadi Berakal Budi

Setiap orang pasti pernah ditegur, baik secara langsung maupun tidak langsung. Kenapa? Karena tidak ada manusia yang sempurna, dalam perjalanan hidup kita pasti pernah berbuat salah, bersikap kurang tepat dan keliru dalam mengambil keputusan. Karena itu, menurut penulis kitab Amsal, teguran itu penting agar seseorang memiliki akal budi atau hidup takut akan Tuhan. Dengan demikian, jika seseorang ditegur, baik oleh pemimpin, orang tua, rekan kerja bahkan dari orang-orang yang kita pimpin, hal itu dilakukan dengan maksud baik. Teguran yang disampaikan dengan kata-kata santun dan cara yang benar, harus diterima dengan berbesar hati, tidak berusaha untuk membela diri, mencari pembenaran atau membenci yang menegur. Teguran yang membawa kepada hidup berarti ada orang yang peduli, mau mengingatkan ketika kita salah jalan. Mendengarkan teguran, membuat kita menjadi berakal budi, sebab teguran yang diberikan dengan penuh kasih membimbing kita menjadi pribadi yang tangguh, rendah hati dan sukses dalam hidup.

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami untuk siap menerima teguran dengan rendah hati, Amin. 

Rabu, 15 Oktober 2025

bahan bacaan : Yakobus 1 : 19 – 20

Pendengar atau pelaku firman
19 Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; 20 sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.

Cepat Mendengar, Lambat Berbicara

Peribahasa mengatakan: “Tuhan memberi kita dua telinga dan satu mulut agar kita lebih banyak mendengar daripada berbicara”. Artinya, seharusnya kita lebih sering mendengar daripada berbicara. Kenapa? Karena perkataan yang tidak bijaksana atau tidak dikontrol dapat menimbulkan konflik, menyakiti orang lain dan membuat kita berdosa, misalnya dengan berbohong, bergosip, mengeluarkan kata makian dan sebagainya. Perkataan-perkataan kita pada waktunya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan. Sebab itu, Yakobus mengingatkan kita tentang tiga hal penting, yakni: cepat mendengar, lambat berbicara, dan lambat marah (ay.19). Itu artinya jangan kita cepat-cepat membangun opini atau memberikan tanggapan sebelum mendengar dengan jelas, mengontrol kata-kata dengan bijaksana agar kita tidak melakukan kesalahan, dan mengontrol emosi dengan baik agar kita tidak mudah marah yang dapat membawa kehancuran dan keretakan relasi.

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami untuk membangun hidup saling “mendengar” untuk mencegah perselisihan, Amin.  

Kamis, 16 Oktober 2025

bahan bacaan : Amsal 12 : 15

15 Jalan orang bodoh lurus dalam anggapannya sendiri, tetapi siapa mendengarkan nasihat, ia bijak.

Mendengar Nasehat Untuk Menjadi Bijak

Mengawali seluruh aktivitas kita di hari baru, firman Tuhan melalui pengamsal mengingatkan kita agar menjadi orang-orang bijak dengan mendengarkan nasehat. Nasehat yang kita peroleh baik melalui firman Tuhan pun juga melalui sesama bertujuan baik untuk kehidupan yang diberkati Tuhan. Bukan hal mudah saat kita mau mendengarkan nasehat yang baik, sebab terkadang sebagai manusia sifat keegoisan membuat kita merasa lebih pintar, hebat dan benar sehingga menolak untuk menerima nasehat yang disampaikan kepada kita. Jika kita bersikap demikian, maka pengamsal menyebut kita sebagai orang bodoh yang sangat percaya diri dengan berjalan menurut kehendak hati, Padahal semuanya itu menuju kepada kehancuran dan kebinasaan hidup. Oleh sebab itu, marilah kita selalu meminta tuntunan hikmat Tuhan agar baik sebagai orang tua maupun anak-anak, kita menjadi orang-orang yang selalu rendah hati dan mau membuka telinga dan hati untuk mendengarkan setiap nasehat yang baik dan positif serta melakukannya demi kehidupan yang diberkati Tuhan.   

Doa:  Tuhan, tuntun kami dengan hikmatMu agar kami mau mendengar nasehat untuk menjadi bijak. Amin   

Jumat, 17 Oktober 2025

bahan bacaan : Amsal 18 : 15

15 Hati orang berpengertian memperoleh pengetahuan, dan telinga orang bijak menuntut pengetahuan.

Hati Sebagai Pusat Untuk Memperoleh Pengetahuan Yang Baik

Kehidupan yang kita jalani sebagai orang percaya dengan berbagai tantangan, persoalan dan pergumulan hidup mesti menyadarkan kita untuk pentingnya mengupayakan pengetahuan yang diperoleh melalui hikmat Tuhan. Pengamsal dalam bacaan firman Tuhan di hari ini menasehati agar hikmat Tuhan harus menguasai hati  sebagai pusat kehidupan agar memberikan pengetahuan bagi kita. Hikmat sangat penting bagi kita, tetapi itu bukan sesuatu yang datang dengan sendirinya. Kita perlu mengupayakannya. Karena itu, hati orang berpengertian akan selalu terbuka untuk belajar dan telinga orang bijak kan selalu siap mendengar.  Sebab itu kita perlu belajar menjadikan hati dan pendengaran untuk memperoleh pengetahuan yang baik.  Sikap yang rendah hati untuk terus belajar adalah tanda dari kebijaksanaan. Maka orang yang berhenti belajar akan cepat puas, namun orang yang bijaksana sadar bahwa masih banyak yang harus dipelajari dari Tuhan dan firmanNya, dari sesama bahkan dari pengalaman hidup.

Doa : Ya Tuhan kami mohon kuasa hati kami dengan hikmatMu untuk mendapatkan pengetahuan. Amin   

Sabtu, 18 Oktober 2025

bahan bacaan : Amsal 18 : 13

13 Jikalau seseorang memberi jawab sebelum mendengar, itulah kebodohan dan kecelaannya.

Mendengar Sebelum Memberi Jawaban

Pengamsal memberi nasehat dengan selalu membandingkan antara mereka yang bijak dan mereka yang bodoh. Salah satunya melalui firman Tuhan di hari ini yang menegaskan tentang mereka yang bijak adalah mereka yang akan mendengar dahulu baru memberikan jawaban. Sedangkan mereka yang bodoh akan langsung menjawab tanpa berkesempatan untuk mendengar.  Memberikan jawaban tanpa mendengarkan,  memperlihatkan bahwa kita kurang bijaksana. Hal ini ibarat kita mau memperbaiki sesuatu namun kita tidak tahu apa yang rusak. Tindakan tersebut oleh pengamsal disebutkan mempertontonkan kebodohan dan mempermalukan diri sendiri. Pengamsal menasehati agar hendaknya kita menjadi pendengar yang baik sebelum menjadi pembicara yang baik. Sebelum kita memberikan jalan keluar berupa tanggapan, saran atau solusi, kita telah mendengar dengan sungguh-sungguh dan memahami duduk masalah atau persoalannya sehingga kita dapat memberikan saran dan solusi dengan baik. Seperti slogan Kantor Penggadaian “menyelesaikan masalah tanpa masalah” dan bukan menyelesaikan masalah tambah masalah. Hal menyelesaikan masalah dapat kita lakukan, asal mau mendengar dan memohon hikmat dari Tuhan.

Doa: Ya Tuhan, ajar kami untuk selalu mendengar lebih dulu sebelum menjawab. Amin. 

*SUMBER : SHK BULAN OKTOBER 2025, LPJ-GPM