Tema Bulanan : Gereja Rumah Tangga dan Pendidikan Karakter
Tema Mingguan : Gereja Rumah Tangga yang Mendengarkan, Memahami dan Melakukan Kehendak Allah
Minggu, 10 Mei 2026
bahan bacaan : Ulangan 6 : 1 – 9 (TB2)
Perintah yang utama
Inilah perintah, baik ketetapan maupun peraturan, yang aku ajarkan kepadamu atas perintah TUHAN, Allahmu, untuk dilakukan di negeri, ke mana kamu akan menyeberang untuk mendudukinya, 2 Dengan demikian, seumur hidupmu engkau dan anak cucumu takut akan TUHAN, Allahmu, serta berpegang pada segala ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu, dan kamu akan hidup lama di sana. 3 Dengarlah, hai orang Israel! Lakukanlah itu dengan setia, supaya baik keadaanmu, dan supaya kamu menjadi sangat banyak, seperti yang dijanjikan kepadamu oleh TUHAN, Allah nenek moyangmu, di suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. 4 Dengarlah, hai orang Israel: TUHANlah Allah kita, TUHAN itu esa! 5 Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. 6 Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah kau taruh dalam hatimu, 7 Haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya, ketika engkau duduk di rumahmu atau sedang dalam perjalanan, ketika engkau berbaring atau bangun. 8 Engkau harus juga mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan manjadikannya lambang di dahimu, 9 Haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbang kotamu.
Tulis dan Perkatakanlah Pengajaran Tuhan!
Dalam Ulangan 6:1–9, Tuhan menegaskan bahwa iman tidak hanya diajarkan di tempat ibadah, tetapi terutama dihidupi di rumah. Kata “mendengarkan” diulang untuk menekankan pentingnya membuka hati terhadap firman Tuhan dan kesiapan untuk taat. Pengajaran itu dilakukan setiap hari: saat duduk di rumah, dalam perjalanan, ketika berbaring, dan saat bangun. Pola yang sederhana namun konsisten ini menanamkan iman yang kuat dalam hati anak-anak. Hasilnya adalah kebaikan, “supaya baik keadaanmu.” Kesetiaan kepada Tuhan membawa damai dalam rumah, relasi yang semakin erat, keputusan yang lebih bijaksana, dan anak-anak yang bertumbuh dengan arah hidup yang benar. Kebaikan ini mungkin tidak selalu instan, tetapi nyata dalam proses pemeliharaan Tuhan yang setia. Dampaknya pun meluas ke sekitar: tetangga merasakan damai dan lingkungan melihat terang dari keteladanan keluarga. Firman yang diikat pada tangan, menjadi lambang di dahi, dan ditulis pada tiang pintu menggambarkan totalitas hidup. Firman mengarahkan tindakan, membentuk pikiran, dan menjadi identitas rumah. Dengan demikian, ajaran Tuhan harus melekat dalam pikiran, sikap, dan budaya keluarga setiap hari.
Doa: Tuhan, tolonglah kami untuk membangun rumah tangga kami dengan hikmat-Mu. Amin
Senin, 11 Mei 2026
bahan bacaan : Ulangan 31 : 9 – 13 (TB2)
Pembacaan hukum setiap tujuh tahun
9 Lalu Musa menuliskan hukum itu, dn memberikannya kepada imam-imam bani Lewi, yang mengangkut Tabut Perjanjian TUHAN, dan kepada semua tua-tua Israel. 10 Musa memerintahkan kepada mereka, demikian: "Pada akhir tujuh tahun, pada waktu yang ditetapkan pada tahun penghapusan hutang, selama Hari Raya Pondok Daun, 11 ketika seluruh orang Israel datang menghadap hadirat TUHAN, Allahmu, di tempat yang akan dipilih-Nya, kamu harus membacakan hukum ini di depan seluruh orang Israel. 12 Suruhlah bangsa itu berkumpul, laki-laki, perempuan dan anak-anak, serta pendatang di kotamu, supaya mereka mendengarnya, belajar takut akan TUHAN, Allahmu, dan mereka melakukan dengan setia segala perkataan hukum ini, 13 Lalu anak-anak mereka, yang tidak mengetahuinya, dapat mendengarnya dan belajar takut akan TUHAN, Allahmu, selama kamu hidup di tanah yang akan kamu duduki setelah menyeberangi sungai Yordan."
Keluarga Yang Hidup Takut Akan Tuhan
Menjadi keluarga kristen bukan sekedar karena kita beragama kristen, tapi bagaimana setiap keluarga hidup takut akan Tuhan. Hidup takut akan Tuhan adalah sikap hati yang menghormati, mengagungkan, dan mengasihi Tuhan dengan sungguh-sungguh. Hal in dijelaskan dalam bacaan tadi, yang merupakan perkataan terakhir Musa kepada generasi Israel yang siap memasuki tanah perjanjian. Israel diingatkan bahwa Allah telah memilih mereka karena kasih-Nya. Oleh sebab itu, mereka harus mengasihi Allah dengan mematuhi hukum dan perintah-Nya. Mereka harus taat mendengar, belajar takut akanTuhan, dan setia melakukan perintah-Nya (ay.12) Pesan bagi keluarga kristen saat ini adalah agar kita menjadikan firman Tuhan sebagai dasar kehidupan sehari-hari, yang memberi arah dan petunjuk (band.Maz.119:105), sehingga kita hidup dalam takut akan Tuhan. Oleh sebab itu, sediakanlah waktu untuk membaca Alkitab secara rutin, rajin beribadah dan mendengar firman Tuhan serta melakukan kehendak-Nya, melalui perkataan dan perbuatan yang benar.
Doa: Roh Kudus tuntunlah setiap keluarga kami agar rajin membaca Alkitab dan memahami kehendak Tuhan. Amin.
Selasa, 12 Mei 2026
bahan bacaan : Ulangan 31 : 19 – 23 (TB2)
19 Sekarang, tuliskanlah nyanyian ini dan ajarkanlah kepada orang Israel. Letakkanlah di dalam mulut mereka, supaya nyanyian ini menjadi saksi bagi-Ku terhadap orang Israel. 20 Sebab Aku akan membawa mereka ke tanah yang berlimpah-limpah susu dan madunya, tanah yang Kujanjikan dengan sumpah kepada nenek moyang mereka. Mereka akan makan dan kenyang serta menjadi gemuk, tetapi mereka akan berpaling kepada ilah-ilah lain dan beribadah kepadanya. Mereka akan menista Aku dan mengingkari perjanjian-Ku. 21 Apabila mereka ditimpa banyak malapetaka serta kesusahan, maka nyanyian ini akan menjadi kesaksian terhadap mereka, sebab nyanyian ini akan tetap melekat pada bibir keturunan mereka. Sesungguhnya, Aku tahu niat yang dikandung mereka pada hari ini, sebelum Aku membawa mereka ke negeri yang Kujanjikan dengan sumpah kepada mereka." 22 Pada hari itu juga Musa menuliskan nyanyian ini dan mengajarkannya kepada orang Israel. 23 Kepada Yosua bin Nun Tuhan memberi perintah, firman-Nya: "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkau akan membawa orang Israel ke negeri yang Kujanjikan dengan sumpah kepada mereka, dan Aku akan menyertai engkau."
Jangan Mendua Hati
Kita pernah mendengar istilah “Mendua Hati”. Istilah ini dapat digunakan untuk menggambarkan ketidaksetiaan Israel kepada Tuhan. Hati mereka terbagi antara Tuhan dan berhala sehingga mereka mengalami malapetaka. Karena itu, sebelum Musa meninggal, Tuhan memerintahkannya menulis sebuah nyanyian yang syairnya disampaikan dalam pasal 32:1-43. Syair ini harus diingat sebagai bukti bahwa umat Israel mengetahui hukum Tuhan dan tidak memiliki alasan untuk mengingkari perjanjian. Sebab Allah tahu kelak Israel akan menyembah ilah lain, sesudah mereka tinggal di tanah perjanjian. Pesan bagi kita saat ini adalah jangan mendua hati. Kadang kita mendua hati bukan karena tidak tahu mana yang benar, tetapi karena takut melepaskan yang sudah terbiasa. Kebiasaan yang keliru dan tidak mau berubah. Berbaliklah dengan sungguh-sungguh dan setia hanya kepada Tuhan, jangan mendua hati kepada berhala dunia (uang,jabatan,iptek) yang semu. Jadikanlah firman Tuhan sebagai pengingat agar kita tidak melupakan kasih setia Tuhan. Ajarkan kehendak Tuhan kepada anak cucu generasi kita supaya jalan-jalan hidup mereka berkenan kepada Tuhan dan memperoleh berkatNya.
Doa: Roh Kudus tuntunlah hati kami untuk beribadah hanya kepada Tuhan bukan mamon dunia, amin.
Rabu, 13 Mei 2026
bahan bacaan : Yeremia 9 : 17 – 22 (TB2)
17 Perhatikanlah! Panggillah perempuan-perempuan peratap, supaya mereka datang, dan suruhlah orang kepada perempuan-perempuan yang bijaksana, supaya mereka datang! Demikianlah firman TUHAN Semesta Alam. 18 Hendaklah mereka bergegas dan menaikkan ratapan atas kita, supaya air mata kita bercucuran, dan mengenangi kelopak mata kita! 19 Sebab terdengar ratapan dari Sion: Sungguh, binasalah kami! Kami sangat dipermalukan! Kami harus meninggalkan negeri ini, karena rumah-rumah kediaman kami dirobohkan. 20 Maka dengarlah firman TUHAN, hai perempuan-perempuan, biarlah telingamu menerima firman dari mulut-Nya; Ajarkanlah ratapan kepada anak-anak perempuanmu, dan nyanyian ratapan, masing-masing kepada temannya: 21 "Maut telah menyusup ke jendela-jendela kita, masuk ke dalam puri-puri kita; Ia melenyapkan kanak-kanak dari jalan, para pemuda dari lapangan; 22 Katakanlah: Beginilah firman TUHAN: mayat-mayat manusia bergelimpangan seperti tahi di ladang, seperti berkas gandum di belakang para penuai tanpa ada yang mengumpulkan."
Di Persimpangan Jalan: Hidup atau Binasa?
Hidup adalah pilihan, dan setiap pilihan memiliki akibat: setia diberkati, tidak setia dihukum. Kalimat ini menggambarkan kehidupan umat Israel yang tidak setia kepada Tuhan dengan memilih jalan dosa: beribadah kepada berhala (Baal), berpaling dari Tuhan, dan meninggalkan firman-Nya karena kekerasan hati mereka (ay.14). Akibatnya, Tuhan menghukum mereka dengan menyerahkan mereka kepada bangsa asing sebagai tawanan. Yehuda dikalahkan dan kota Yerusalem dihancurkan. Dalam situasi tersebut, kaum perempuan dipanggil untuk meratapi kehancuran yang terjadi sebagai simbol kesedihan yang mendalam (ay.20). Namun, Yeremia mengingatkan umat Israel bahwa Allah berjanji akan memulihkan dan menyelamatkan mereka apabila mereka mau bertobat, kembal, dan percaya sepenuhnya kepada-Nya. Kita diberi kebebasan untuk memilih: hidup sesuai kehendak Allah (Roh) atau hawa nafsu (daging). Jika kita hidup menurut daging (Gal.5:19-21) kita akan binasa. Namun, jika kita hidup dalam Roh kita memiliki hidup yang kekal (Gal.6:8). Sekarang, pertanyaannya: mana yang kita pilih, hidup atau binasa?
Doa: Roh Kudus tuntunlah kami untuk memilih hidup di dalam Roh bukan di dalam daging. Amin.
Kamis, 14 Mei 2026
bahan bacaan : Kisah Para Rasul 1 : 6 – 11 (TB2)
Yesus terangkat ke sorga
6 Lalu ketika berkumpul, mereka bertanya kepada-Nya: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?" 7 Jawab-Nya kepada mereka: "Kamu tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. 8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, bilamana Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-saksi-Ku di Yerusalem, di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." 9 Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. 10 Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, 11 dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang diangkat ke surga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke surga."
Gereja Rumah Tangga Diberi Kuasa Untuk Bersaksi
Peristiwa Kenaikan Tuhan Yesus ke surga merupakan momen penting dalam tradisi gereja. Salah satu makna penting dari peristiwa itu adalah bahwa sebelum naik ke surga, Ia menjanjikan Roh Kudus kepada murid- murid supaya mereka menjadi saksi, dan memberitakan injil ke seluruh dunia (ay.8). Nas ini mengingatkan kita bahwa setiap orang percaya telah menerima Roh Kudus untuk menjadi saksi Kristus. Roh Kudus akan menolong, menyertai, menguatkan dan memampukan kita melaksanakan tugas pemberitaan injil dalam kehidupan sehari-hari melalui perkataan dan perbuatan. Tugas ini dimulai dari unit terkecil yaitu keluarga, lingkungan sekitar, menjangkau mereka yang berbeda (agama, suku, budaya) sampai ke seluruh dunia. Keluarga dipanggil untuk menjadi “terang” bagi lingkungan sekitar. Keharmonisan dan kasih yang terpancar dari dalam rumah tangga menjadi kesaksian hidup tentang kebaikan Tuhan. Pertanyaan kita hari ini: Sudahkah keluarga kita hidup sebagai saksi Kristus? Berdoalah mohon tuntunan Roh Kudus supaya sama seperti Tuhan Yesus naik ke Surga untuk memuliakan Bapa, biarlah setiap pertumbuhan dan keberhasilan dalam keluarga kita juga ditujukan untuk menyaksikan dan memuliakan nama Tuhan.
Doa: Bapa, tuntun keluarga kami hidup sebagai saksi Kristus yang memulaikanMu setiap waktu Amin.
Jumat, 15 Mei 2026
bahan bacaan : Ulangan 32 : 44 – 47 (TB2)
Nasihat terakhir Musa
44 Lalu Musa datang bersama Yosua bin Nun dan menyampaikan segala perkataan nyanyian tadi ke telinga bangsa itu. 45 Setelah Musa selesai menyampaikan segala perkataan itu kepada seluruh orang Israel, 46 ia berkata kepada mereka: "Perhatikanlah segala perkataan yang kuperingatkan kepadamu pada hari ini, supaya kamu memerintahkan kepada anak-anakmu untuk melakukan dengan setia segala perkataan hukum ini. 47 Sebab, perkataan ini bukanlah perkataan hampa bagimu, tetapi itulah hidupmu. Dengan perkataan ini kamu akan hidup lama di tanah yang akan kamu duduki setelah menyeberangi sungai Yordan."
Mendengar, Menaati Dan Melakukan Perintah Tuhan
Bayangkan Musa di hari-hari terakhir hidupnya. Ia tidak meninggalkan tumpukan emas atau tanah yang luas kepada bangsa Israel. Yang ia berikan adalah perkataan-perkataan Tuhan. Musa ingin bangsa Isarel dan juga kita saat ini tahu bahwa nasihat Tuhan adalah harta yang paling berharga untuk dijaga. Di tengah dunia yang penuh dengan berbagai informasi palsu dan menyesatkan. Firman Tuhan adalah pegangan. Sebab itu membaca Alkitab sungguhlah baik. Firman Tuhan di dalam Alkitab yang kita baca akan mengubah cara kita berpikir dan bertindak. Ia menjadi pedoman bagi arah langkah hidup kita. Jangan biarkan Alkitab di rumah tangga kita, seperti buku sejarah yang hanya ditaruh di rak buku atau atas meja tanpa pernah kita menyentuh dan membacanya, kecuali ketika datang beribadah. Firman itu adalah hidup kita. ingatlah bahwa setiap kali kita membaca dan melakukan perintah Tuhan, kita sedang memberi “makan” bagi jiwa kita agar tetap kuat. Apa satu perintah Tuhan yang paling sulit dilakukan minggu ini? cobalah melakukannya hari ini sebagai bentuk ketaatan.
Doa: Tuhan, tolonglah kami agar mampu mendengar dan melakukan perintahMu dalam kehidupan ini, Amin.
Sabtu, 16 Mei 2026
bahan bacaan : Matius 7 : 24 – 27 (TB2)
Dua macam dasar
24 "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia bagaikan orang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. 25 Lalu turunlah hujan dan datanglah banjir, dan angin bertiup melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak roboh sebab didirikan di atas batu. 26 Namun setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia bagaikan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. 27 Lalu turunlah hujan dan datanglah banjir, dan angin bertiup melanda rumah itu, sehingga robohlah rumah itu dan besarlah kerusakannya."
Bijak: Mendengar dan Melakukan Firman Tuhan
Ini merupakan salah satu perumpamaan Yesus yang paling terkenal tentang dua macam dasar bangunan. Pesannya sangat praktis: hidup kita ditentukan bukan oleh apa yang kita dengar dalam firmanNya, melainkan oleh apa yang kita lakukan.Dalam cerita ini, ada dua orang yang sama-sama membangun rumah. Perbedaan besarnya ada pada dasar (fondasi) yang tidak kelihatan dari luar. Si Bijak: Membangun di atas Batu. Si Bodoh: Membangun di atas Pasir. Ketika badai datang, robohlah rumah yang dibangun diatas dasar dari pasir, sebaliknya rumah yang dibangun diatas dasar batu tetap kokoh. Perhatikan bahwa baik orang bijak maupun orang bodoh sama-sama diterjang badai (hujan, banjir, dan angin).Artinya: Menjadi orang beriman tidak membuat kita kebal dari masalah. Penyakit, kesulitan ekonomi, atau duka bisa datang kepada siapa saja. Perumpamaan ini adalah peringatan bahwa “mendengarkan firman tanpa tanpa ketaatan untuk melakukannya, itu rapuh. Yesus ingin kita memiliki iman yang “berakar” kuat dalam firmanNya dan itu nampak dalam tindakan nyata, sehingga ketika masalah datang, kita tetap tegak berdiri karena kita berpijak pada Batu Karang yang Teguh yakni Kristus dan perintah-perintahNya.
Doa: Ya Tuhan bijaksanakanlah kami untuk mendengar dan melakukan firmanMu dalam kehidupan kami. Amin
*SUMBER ; SHK BULAN MEI 2026, LPJ-GPM