Tema Bulanan : Gereja Rumah Tangga dan Pendidikan Karakter
Tema Mingguan : Roh Kudus Sebagai Penolong dalam Gereja Rumah Tangga
Minggu, 24 Mei 2026
bahan bacaan : Yohanes 14 : 15 -24 (TB2)
Yesus menjanjikan Penolong
15 "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-perintah-Ku. 16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, 17 yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Namun kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan tinggal di dalam kamu. 18 Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu. 19 Sesaat lagi dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu akan melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamupun akan hidup. 20 Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. 21 Siapa yang memegang perintah-perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Siapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya." 22 Yudas, yang bukan Iskariot, berkata kepada-Nya: "Tuhan, apa sebabnya Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?" 23 Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan tinggal bersama-sama dengan dia. 24 Siapa saja yang tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; Firman yang kamu dengar itu bukanlah dari Aku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.
Hiduplah Dalam Tuntunan Roh Kudus
Sebagai gereja, hari ini kita ada bersama dengan penuh sukacita merayakan hari pentakosta atau hari keturunan Roh Kudus. Saat bersama dengan murid-murid, Yesus berkata: Aku akan meminta kepada Bapa dan Ia akan memberikan kepadamu seorang penolong yang lain supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya.. Pertanyaannya, apakah kita mau hidup dalam penyertaan dan tuntunan Roh Kudus? Sebab Roh Kuduslah yang akan menyertai dan menuntun hidup kita, sehingga kita dapat memegang, menuruti dan melakukan perintah Tuhan. Hal ini menunjukkan kasih kita kepada Allah di dalam Yesus Kristus. Artinya ketidaktaatan dan ketidaksetiaan kepada perintah Tuhan sama halnya dengan tidak dituntun oleh Roh Kudus atau hidup secara duniawi. Marilah merenungkan sejenak hari-hari hidup yang telah kita lewati, apakah perjalanan hidup kita sudah dituntun oleh Roh Kudus atau justru sebaliknya? Jika masih bertolakbelakang dengan kehendak Allah, maka dengan penuh kerendahan hati mintalah supaya kehidupan kita disertai dan dituntun oleh Roh Kudus. Jangan biarkan hati, pikiran bahkan kehidupan kita secara pribadi maupun keluarga dalam tanggung jawab pekerjaan dan pelayanan dipimpin oleh kuasa lain.
Doa: Tuhan, terima kasih untuk Roh Kudus yang telah menyertai dan menuntun kami. Amin.
Senin, 25 Mei 2026
bahan bacaan : Lukas 12 : 8 – 12 (TB2)
Mengakui Kristus di depan manusia
8 Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah. 9 Namun orang yang menyangkal Aku di depan manusia, akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah. 10 Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; namun siapa saja yang menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni. 11 Apabila orang menghadapkan kamu kepada majelis di ruamh-rumah ibadat atau kepada pemerintah dan penguasa, janganlah khawatir bagaimana kamu harus membela diri dan apa yang harus kamu katakan. 12 Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan."
Roh Kudus Menolong Saat Menghadapi Tekanan
Dalam kehidupan bergereja, banyak orang mengaku percaya kepada Kristus, namun tidak sedikit yang merasa khawatir untuk bersaksi, apalagi saat menghadapi tekanan. Realitas ini mengingatkan kita pada pengajaran Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya. Ia meneguhkan mereka agar tetap beriman dan setia mengakui-Nya di tengah penganiayaan, dengan jaminan pertolongan Roh Kudus. Yesus mengajarkan supaya tidak takut kepada manusia, melainkan berani mengakui Dia sebagai Tuhan di depan siapa pun. Sebab siapa yang mengakui-Nya akan ditolong oleh Roh Kudus, bahkan ketika diperhadapkan pada tekanan di rumah ibadat, di hadapan pemerintah, atau penguasa. Pengajaran ini bukan hanya untuk para murid pada waktu itu, tetapi juga bagi orang percaya masa kini. Mengakui Kristus memang tidak selalu mudah. Tantangan, persoalan, dan ancaman bisa saja datang. Namun iman kita tidak boleh goyah atau hilang. Roh Kudus yang dijanjikan akan menolong, menguatkan, dan memberi hikmat. Karena itu, yakinkan diri dan keluarga untuk tetap setia mengakui Yesus Kristus sebagai Tuhan. Percayalah, Roh Kudus selalu menyertai dan meneguhkan kita.
Doa: Bapa, kami yakin RohMu yang Kudus akan menolong kami saat menghadapi tekanan. Amin.
Selasa, 26 Mei 2026
bahan bacaan : Kisah Para Rasul 11 : 1 – 18 (TB2)
Petrus mempertanggungjawabkan baptisan Kornelius di Yerusalem
Rasul-rasul dan saudara-saudara di Yudea mendengar, bahwa bangsa-bangsa lain juga menerima firman Allah. 2 Ketika Petrus tiba di Yerusalem, orang-orang dari golongan yang bersunat berselisih pendapat dengan dia. 3 Kata mereka: "Engkau telah masuk ke rumah orang-orang yang tidak bersunat dan makan bersama dengan mereka." 4 Namun Petrus menjelaskan segala sesuatu satu per satu, katanya: 5 "Aku sedang berdoa di kota Yope. Dalam keadaan diliputi kuasa ilahi aku melihat suatu penglihatan: Sesuatu seperti kain lebar yang bergantung pada keempat sudutnya diturunkan dari langit sampai di depanku. 6 Aku menatapnya dan di dalamnya aku lihat segala jenis binatang berkaki empat dan binatang liar dan binatang melata dan burung-burung. 7 Lalu aku mendengar suara berkata kepadaku: Bangunlah, Petrus, sembelihlah dan makanlah! 8 Namun aku berkata: Tidak, Tuhan, sebab belum pernah sesuatu yang haram dan najis masuk ke dalam mulutku. 9 Tetapi untuk kedua kalinya suara dari surga berkata kepadaku: Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram! 10 Hal itu terjadi sampai tiga kali, lalu semuanya ditarik kembali ke langit. 11 Seketika itu juga tiga orang berdiri di depan rumah, tempat kami menumpang; mereka diutus dari Kaisarea kepadaku . 12 Lalu kata Roh kepadaku: Pergilah bersama mereka tanpa membeda-bedakan! Keenam saudara ini pun menyertai aku. Kami masuk ke dalam rumah orang itu, 13 dan ia menceriterakan kepada kami, bagaimana ia melihat seorang malaikat berdiri di dalam rumahnya dan berkata kepadanya: Suruhlah orang ke Yope untuk memanggil Simon yang disebut Petrus. 14 Ia akan menyampaikan suatu berita kepada kamu, yang melaluinya kamu dan seisi rumahmu akan diselamatkan. 15 Ketika aku mulai berbicara, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, sama seperti ke atas kita dahulu. 16 Lalu teringatlah aku akan perkataan Tuhan: Yohanes membaptis dengan air, tetapi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus. 17 Jadi jika Allah memberikan karunia yang sama kepada mereka seperti kepada kita pada waktu kita mulai percaya kepada Yesus Kristus, bagaimana mungkin aku mencegah Allah?" 18 Ketika mereka mendengar hal itu, mereka menjadi tenang, lalu memuliakan Allah, katanya: "Jadi kepada bangsa-bangsa lain juga Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup."
Terbukalah Pada Karya Roh Kudus
Allah memiliki kehendak bebas untuk menganugerahkan RohNya bagi siapa saja. Itu berarti karya Roh Kudus tidak hanya diperuntukan bagi pribadi atau bangsa Yahudi saja, melainkan juga bagi pribadi dan bangsa-bangsa lain. Hal ini pun nampak jelas ketika Petrus melakukan pembelaan di hadapan jemaat Yahudi di Yerusalem yang mengkritiknya karena bergaul dan membaptis Kornelius, seorang perwira Romawi seseorang yang bukan Yahudi. Kritikan mereka kepada Petrus di dasari pada ajaran hukum Taurat yang melarang orang Yahudi bergaul dengan orang bukan Yahudi atau makan makanan yang telah mereka sentuh. Petrus menjelaskan bahwa tindakannya adalah inisiatif Allah melalui penglihatan dan pencurahan Roh Kudus, menegaskan keselamatan berlaku bagi semua bangsa. Ini tentu saja diperkuat ketika ia bersama-sama dengan utusan Kornelius dan orang-orang yang menyertainya pergi ke Kaisarea dengan tidak bimbang. Sesampainya mereka di Kaisarea, Kornelius pun menceritakan semua yang dialaminya. Ini sekali lagi menegaskan bahwa karya Roh Kudus diperuntukan bagi bangsa-bangsa lain sekaligus menganugerahkan pertobatan dan menuntun pada hidup. Terhadap hal ini, kita patut bersyukur karena menjadi bagian dari karya Roh Kudus yang menyelamatkan. Karena itu, kita pun harus terbuka ketika karya Roh Kudus juga dinyatakan bagi orang lain.
Doa: Allah, kami terbuka hati supaya banyak orang dijamah oleh karya kuasa RohMu . Amin.
Rabu, 27 Mei 2026
bahan bacaan : 1 Korintus 12 : 1 -11 (TB2)
Berbagai karunia, tetapi satu Roh
Sekarang tentang karunia-karunia Roh. Aku mau, saudara-saudara, supaya kamu mengetahui kebenarannya. 2 Kamu tahu, bahwa pada waktu kamu masih belum mengenal Allah, kamu dipikat dan ditarik kepada berhala-berhala yang bisu. 3 Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: "Terkutuklah Yesus!" dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: "Yesus adalah Tuhan", selain oleh Roh Kudus. 4 Ada berbagai karunia, tetapi satu Roh. 5 Ada berbagai pelayanan, tetapi satu Tuhan. 6 Ada pula berbagai kegiatan, tetapi Allah yang sama juga yang mengerjakan semuanya dalam semua orang. 7 Kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama. 8 Sebab kepada yang seorang Roh memberikan kata-kata hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberi karunia berkata-kata dengan pengetahuan. 9 Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan. 10 Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berbicara dengan bahasa lidah, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa lidah itu. 11 Namun semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.
Karunia Roh Mempersatukan dan Menghidupkan Gereja
Teks 1 Korintus 12:1-11 merupakan pengajaran yang disampaikan Paulus kepada jemaat di Korintus mengenai keberagaman karunia rohani yang bersumber dari Roh Kudus untuk kepentingan bersama. Paulus menegaskan bahwa Allah memberikan karunia yang berbeda bagi tiap-tiap orang yakni berkata-kata dengan hikmat atau pun pengetahuan, iman, karunia menyembuhkan, melakukan mujizat, bernubuat, dll (ay. 8-10). Kendati pun berbeda, namun semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan sama yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus seperti yang dikehendaki Allah. Ini disampaikan Paulus disebabkan karena adanya kekacauan, penyalahgunaan dan kesalahpahaman di jemaat Korintus mengenai karunia-karunia Roh. Mereka menjadi sombong karena karunia tertentu (bahasa Roh) dan meremehkan yang lain sehingga Paulus mengingatkan bahwa semua karunia berasal dari satu Roh untuk kepentingan bersama. Dengan kata lain Paulus hendak menegaskan, karunia Roh tidak boleh memecahbelah jemaat melainkan mempersatukan dan menghidupkan. Hal yang sama pun masih berlaku bagi gereja masa kini yang seharusnya memberikan dorongan supaya tetap saling menghargai dan menopang antara satu dengan yang lain. Karena memang karunia Roh diperuntukkan supaya gereja bersatu dan hidup untuk bersaksi walau dalam berbagai perbedaan.
Doa: Ya Roh Kudus, satukanlah hidup bergereja kami. Amin.
Kamis, 28 Mei 2026
bahan bacaan : 1 Korintus 14 : 1 – 5 (TB2)
Sekali lagi tentang karunia Roh
Kejarlah kasih itu dan berusahalah memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat. 2 Siapa yang berbicara dalam bahasa lidah, tidak berbicara kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengertinya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia. 3 Namun siapa yang bernubuat, ia berbicara kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur. 4 Siapa yang berbicara dengan bahasa lidah, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat. 5 Aku mau supaya kamu semua berbicara dengan bahasa lidah, tetapi lebih dari pada itu, supaya kamu bernubuat. Sebab orang yang bernubuat lebih berharga dari pada orang yang berbicara dalam bahasa lidah, kecuali kalau orang itu juga menafsirkannya, sehingga Jemaat dapat dibangun.
Kasih Adalah Dasar Setiap Karunia Roh
Manusia sering terpikat pada status dan kemampuan. Ketika memilikinya, kita merasa mampu melakukan segalanya. Namun itu bukan tujuan Allah saat menganugerahkan karunia rohani. Rasul Paulus menegaskan bahwa hakikat karunia adalah keserupaan dengan Kristus. Di jemaat Korintus, yang terjadi justru sebaliknya: mereka giat mengejar karunia, tetapi mengabaikan kasih. Padahal kasih adalah inti kekristenan. Karena itu Paulus mendorong mereka mengusahakan karunia bernubuat, yang berguna untuk membangun dan menguatkan sesama. Ia mengoreksi kesalahan fatal jemaat yang lebih sibuk mengejar hal spektakuler daripada menghidupi kasih. Mereka melalaikan Kristus dan mengutamakan kepentingan diri. Hari ini kita, termasuk dalam keluarga rumah tangga, dipanggil hidup dalam kasih. Kasih adalah dasar kehidupan Kristen dan motivasi utama setiap karunia Roh. Teladan Kristus menunjukkan kasih yang rela berkorban dan memberi yang terbaik. Ketika kita hidup dalam kasih yang penuh anugerah dan pengampunan, tindakan kita menjadi persembahan yang harum di hadapan Allah, dan dunia dapat melihat kasih Kristus melalui hidup kita
Doa Ya Tuhan, lingkupilah hidup kami dengan kasihMu. Amin.
Jumat, 29 Mei 2026
bahan bacaan : 1 Korintus 14 : 6 – 9 (TB2)
6 Jadi, saudara-saudara, jika aku datang kepadamu dan berbicara dengan bahasa lidah, apa gunanya itu bagimu, jika aku tidak berbicara kepadamu penyataan Allah atau pengetahuan atau nubuat atau pengajaran? 7 Sama halnya dengan alat-alat yang tidak berjiwa, tetapi berbunyi, seperti seruling dan kecapi--bagaimana orang dapat mengetahui lagu apa yang dimainkan seruling atau kecapi, kalau keduanya tidak mengeluarkan bunyi yang berbeda? 8 Atau, jika nafiri mengeluarkan bunyi yang tidak jelas, siapakah yang menyiapkan diri untuk berperang? 9 Demikianlah juga kamu yang berbicara dalam bahasa lidah: jika kamu tidak mempergunakan kata-kata yang dapat dipahami, bagaimanakah orang dapat mengerti apa yang kamu katakan? Sebab kamu hanya akan kepada angin!
Gunakanlah Karunia Untuk Saling Memberdayakan
Ada waktu kita butuh dikuatkan, sebaliknya ada saat ketika kita bisa menguatkan. Tidak ada manusia yang sempurna, kuat dan sanggup mengatasi segalanya sendirian. Bayangkan jika kita memiliki saudara dan teman yang bisa saling mendukung dan saling menasehati, menguatkan dan menumbuhkan iman di tengah berbagai situasi hidup. Tentu kita akan jauh lebih kuat menghadapi segala masalah yang hadir dalam hidup kita. Itulah yang Paulus ingatkan kepada jemaat di Korintus dan tentu bagi kita sekarang. Setiap karunia adalah pemberian Tuhan untuk dimanfaatkan secara baik. Sebagai gereja rumah tangga kita mesti saling menguatkan satu dengan lainnya sehingga iman kita semakin berakar di dalam Kristus, bertumbuh ke arah Kristus secara bersama. Olehnya marilah kita menggunakan setiap karunia Roh yang ada pada kita untuk saling menguatkan dan memberdayakan hidup bersama agar kita bisa tetap kuat bertahan menghadapi persoalan hidup yang ada.
Doa: Tuhan, berkatilah tiap karunia Roh yang ada pada kami demi tujuan membangun tubuh Kristus. Amin.
Sabtu, 30 Mei 2026
bahan bacaan : 1 Korintus 14 : 10 – 12 (TB2)
10 Ada banyak--entah berapa banyak--macam bahasa di dunia; sekalipun demikian tidak ada satupun di antaranya yang mempunyai bunyi yang tidak berarti. 11 Namun jika aku tidak mengetahui arti bahasa itu, aku menjadi orang asing bagi dia yang mempergunakannya dan dia orang asing bagiku. 12 Demikian pula dengan kamu: Kamu memang berusaha untuk memperoleh karunia-karunia Roh, tetapi lebih dari pada itu hendaklah kamu berusaha mempergunakannya untuk membangun Jemaat.
Tujuan Karunia Roh Untuk Membangun Tubuh Kristus
Kerohanian kita sebagai orang percaya perlu dibangun terus-menerus dari hari ke hari. Hal ini diperlukan agar kita tetap kokoh berdiri dalam iman pada Kristus sekalipun tengah menghadapi kerasnya gelombang kehidupan. Demikian pula yang sedang terjadi di tengah jemaat di Korintus, mereka berusaha untuk memperoleh karunia-karunia ilahi namun tetap diingatkan bahwa Tuhan memberikan semuanya itu untuk keperluan membangun tubuh Kristus. Dan apabila hal itu berhasil, maka keberhasilan itu bukanlah datang dari keperkasaan maupun kekuatan mereka, melainkan oleh anugerah dari Allah yang mengaruniakan Roh-Nya. Jadi apapun karunia Roh yang telah Tuhan anugerahkan, biarlah kita menggunakannya untuk membangun tubuh Kristus. Betapa kita akan melihat perubahan besar dalam keluarga, jemaat dan gereja jika semua bersatu dan bergerak bersama menggunakan berbagai karunia itu, bukan untuk kepentingan diri tapi kepentingan bersama.
Doa: Terima kasih Tuhan, Engkau memberikan kami karunia untuk saling menguatkan dan menumbuhkan iman bersama. Amin.
*SUMBER : SHK BULAN MEI 2026, LPJ-GPM