Tema Bulanan : Gereja, Keadilan dan Kesejahteraan bangsa
Tema Mingguan : Gereja Tekun Mengusahakan Kesejahteraan Bangsa
Minggu, 16 Agustus 2026
bahan bacaan : Yeremia 29 : 1 – 23 (TB2)
Surat kepada orang buangan di Babel
Beginilah isi surat yang dikirim nabi Yeremia dari Yerusalem kepada tua-tua yang tersisa di antara orang buangan, kepada para imam, kepada para nabi dan seluruh rakyat yang telah diangkut ke pembuangan oleh Nebukadnezar dari Yerusalem ke Babel. 2 Hal ini terjadi sesudah raja Yekhonya bersama ibu suri, pembesar-pembesar istana, pemuka-pemuka Yehuda dan Yerusalem, tukang dan pandai besi keluar dari Yerusalem. 3 Surat itu dikirim dengan perantaraan Elasa bin Safan dan Gemarya bin Hilkia yang diutus ke Babel oleh Zedekia, raja Yehuda, kepada Nebukadnezar, raja Babel. Bunyinya: 4 "Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel, kepada semua orang buangan yang Kuangkut ke pembuangan dari Yerusalem ke Babel: 5 Dirikanlah rumah dan tempatilah; buatlah kebun dan nikmatilah hasilnya; 6 Ambillah isteri dan perolehlah anak laki-laki dan perempuan; ambilkanlah isteri bagi anakmu laki-laki dan carikanlah suami bagi anakmu perempuan, supaya mereka melahirkan anak laki-laki dan perempuan, bertambah banyaklah dan jangan berkurang! 7 Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana Aku membuangmu, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu. 8 Sungguh, beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Janganlah kamu diperdayakan oleh nabi-nabimu yang ada di antara kamu dan oleh para penenungmu. Jangan dengarkan mimpi-mimpi yang mereka mimpikan! 9 Sebab mereka bernubuat palsu kepadamu demi nama-Ku. Aku tidak mengutus mereka, demikianlah firman TUHAN. 10 Sungguh beginilah firman TUHAN: Apabila telah genap tujuh puluh tahun bagi Babel, barulah Aku melawat kamu. Aku akan menepati janji-Ku yang indah kepadamu dengan mengembalikan kamu ke tempat ini. 11 Sebab, Aku mengetahui rancangan-rancangan yang Kupikirkan mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan malapetaka, untuk memberikan kepadamu masa depan yang penuh harapan. 12 Ketika kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, Aku akan mendengarkan kamu; 13 ketika kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; ketika kamu mencari Aku dengan segenap hati, 14 Aku akan berkenan kamu temukan, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan memulihkan keadaanmu dan akan mengumpulkan kamu dari antara segala bangsa dan dari segala tempat ke mana kamu telah Kuceraiberaikan, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan mengembalikan kamu ke tempat asal dari mana Aku telah membuang kamu. 15 Katamu: TUHAN telah membangkitkan nabi-nabi bagi kami di Babel. 16 Sungguh, beginilah firman TUHAN tentang raja yang duduk di atas takhta Daud dan tentang seluruh rakyat yang tinggal di kota ini, saudara-saudaramu yang tidak keluar bersamamu ke pembuangan: 17 Beginilah firman TUHAN semesta alam: Sesungguhnya, Aku akan mengirim pedang, kelaparan dan sampar ke tengah-tengah mereka. Aku akan membuat mereka seperti buah ara yang busuk sedemikian jeleknya, sehingga tidak dapat dimakan. 18 Aku akan mengejar mereka dengan pedang, kelaparan dan sampar, Aku akan membuat mereka menjadi momok bagi semua kerajaan di bumi, menjadi sumpah, sumber kengerian, sasaran ejekan, dan aib di antara segala bangsa ke mana mereka Kucerai-beraikan, 19 Sebab mereka tidak mendengarkan perkataan-Ku, demikianlah firman TUHAN, yang telah Kusampaikan kepada mereka terus-menerus dengan perantaraan hamba-hamba-Ku, para nabi; tetapi kamu tidak mendengarkannya, demikianlah firman TUHAN. 20 Dengarkanlah firman TUHAN, hai kamu semua orang buangan, yang telah Kukirim dari Yerusalem ke Babel! 21 Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel, tentang Ahab bin Kolaya dan Zedekia bin Ma'aseya, yang bernubuat palsu kepadamu demi nama-Ku: Sesungguhnya Aku akan menyerahkan mereka ke dalam tangan Nebukadnezar, raja Babel, yang akan membunuh mereka di depan matamu sendiri, 22 Dari pengalamn mereka itulah akan dikenal suatu ungkapan kutuk di antara semua orang buangan dari Yehuda yang ada di Babel, demikian: Biarlah TUHAN memperlakukan kamu seperti Zedekia dan Ahab yang telah dipanggang oleh raja negeri Babel di dalam api!, 23 oleh karena mereka telah melakukan kebebalan di Israel, telah berzina dengan isteri sesama mereka dan telah mengucapkan perkataan dusta yang tidak Kuperintahkan kepada mereka. Aku sendirilah yang mengetahui dan menyaksikannya, demikianlah firman TUHAN."
Gereja Tekun Mengusahakan Kesejahteraan Bangsa
Kita bersyukur atas anugerah dan kasih Allah dalam Kristus yang nyata dalam seluruh perjalanan hidup sebagai orang percaya. Sekalipun ada banyak tantangan dan persoalan hidup yang menantang kita, namun kasih sayang Tuhan tidak pernah berubah. Hal ini yang disaksikan dalam bacaan firman Tuhan di hari ini sebagai pengalaman iman bangsa pilihan Tuhan Israel saat mereka harus di buang ke Babel. Pembuangan Babel sebagai cara Tuhan untuk mendidik mereka karena ketidaktaatan kepada Tuhan. Selama tujuh puluh tahun masa pembuangan itu, mereka diperintahkan untuk tetap bekerja dan beraktivitas dengan mendoakan tempat dimana mereka membangun hidup dan masa depan. Seperti itupun tanggung jawab iman kita sebagai orang percaya, ketika menjalani hari-hari hidup di tengah kehidupan bangsa Indonesia tercinta yang akan mensyukuri HUT kemerdekaannya di besok hari. Kehadiran kita sebagai orang percaya, kiranya menjadi garam dan terang untuk menggarami dan menerangi kehidupan bangsa ini dengan seluruh tugas dan tanggung jawab yang kita lakukan dengan baik.
Doa: Tuhan, mampukan dan kuatkan kami untuk menjadi berkat dalam tanggung jawab sebagai warga bangsa yang baik. Amin.
Senin, 17 Agustus 2026
bahan bacaan : Matius 22 : 15 – 22 (TB2)
Tentang membayar pajak kepada Kaisar
15 Kemudian pergilah orang-orang Farisi dan membuat rencana bagaimana mereka dapat menjerat Yesus dalam perkataan-Nya. 16 Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama para pendukung Herodes bertanya kepada-Nya: "Guru, kami tahu, Engkau orang yang jujur dan dengan jujur mengajar jalan Allah dan Engkau tidak takut terhadap penipuan orang, sebab Engkau tidak mencari muka. 17 Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?" 18 Namun, Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata: "Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik? 19 Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu." Mereka membawa satu dinar kepada-Nya. 20 Ia bertanya kepada mereka: "Gambar dan nama siapakah ini?" 21 Jawab mereka: "Gambar dan nama Kaisar." Lalu kata Yesus kepada mereka: "Berikanlah milik Kaisar kepada Kaisar dan milik Allah kepada Allah." 22 Mendengar itu heranlah mereka dan meninggalkan Yesus lalu pergi.
Membayar Pajak Tepat Waktu Menopang Pembangunan Bangsa
Hari ini merupakan sukacita bagi kita dalam merayakan HUT kemerdekaan bangsa dan negara Indonesia tercinta yang ke 81 tahun. Cita-cita dan kerinduan kita adalah menikmati kemakmuran bagi semua warga bangsa. Salah satu penunjangnya adalah soal uang yang berkaitan dengan membayar pajak. Nas bacaan di hari ini, Tuhan Yesus menegaskan tentang tanggung jawab dapat kita lakukan dengan baik sebagai warga bangsa dengan membayar pajak. Memang kondisi bangsa saat ini, maraknya aksi korupsi terhadap keuangan negara yang merupakan hasil pajak dari masyarakat berdampak buruk sehingga kemakmuran masyarakat seakan sebuah mimpi saja. Namun kita harus mendoakan para pemimpin bangsa ini, teristimewa anak-anak Tuhan yang mempunyai tugas dan tanggung jawab dengan jabatan dan kuasa yang dianugerahi Tuhan agar dapat melakukannya dengan baik. Sebagai masyarakat, kitapun tetap mewujudkan kewajiban dengan baik dalam membayar pajak. Sekalipun apa yang kita harapkan belum sesuai dengan kenyataan, namun panggilan kita untuk menyuarakan suara kenabian dalam upaya penegakkan hukum, pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme tetap dilakukan dengan penuh iman kepada Allah dalam Kristus yang mengasihi dan memberkati bangsa ini. Sehingga hasil pajak dapat digunakan dengan baik demi kemakmuran negara dan bangsa.
Doa: Ya Tuhan bijaksanakan kami untuk mewujudkan kewajiban sebagai warga bangsa dengan membayar pajak. Amin
Selasa, 18 Agustus 2026
bahan bacaan : Nehemia 2 : 11 – 20 (TB2)
Tekad untuk membangun kembali tembok Yerusalem
11 Lalu aku tiba di Yerusalem. Sesudah tiga hari di sana, 12 aku bangun pada malam hari bersama beberapa orang saja yang menyertai aku. Aku tidak memberitahukan kepada siapapun rencana yang diberikan Allahku dalam hatiku untuk kulakukan bagi Yerusalem. Bahkan tidak seekor binatang pun bersamaku selain yang kutunggangi. 13 Pada malam hari itu aku keluar melalui Pintu Gerbang Lembah, ke jurusan mata air Ular Naga dan pintu gerbang Sampah. Aku menyelidiki dengan saksama tembok-tembok Yerusalem yang telah terbongkar dan pintu-pintu gerbangnya yang habis dimakan api. 14 Lalu aku meneruskan perjalananku ke pintu gerbang Mata Air dan ke kolam Raja. Karena binatang yang kutunggangi tidak dapat melewati tempat itu, 15 aku naik ke atas melalui wadi pada malam hari dan menyelidiki dengan saksama tembok itu. Kemudian aku kembali dan masuk melalui pintu gerbang Lembah. Demikianlah aku pulang. 16 Para penguasa tidak tahu ke mana aku pergi dan apa yang telah kulakukan, karena sampai kini aku belum memberitahukan apa pun kepada orang Yahudi, baik kepada para imam, para pemuka, para penguasa maupun para petugas lainnya. 17 Lalu aku berkata kepada mereka: "Kamu melihat kemalangan yang kita alami: Yerusalem telah menjadi reruntuhan dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar. Mari, kita bangun kembali tembok Yerusalem, supaya kita tidak lagi dicela." 18 Ketika kuberitahukan kepada mereka, betapa baiknya tangan Allahku yang melindungi aku dan apa yang dikatakan raja kepadaku, berkatalah mereka, "Kami siap untuk membangun!" Lalu dengan sekuat tenaga mereka mulai melakukan pekerjaan yang baik itu. 19 Mendengar hal itu Sanbalat, orang Horon, dan Tobia, orang Amon, pelayan itu, dan Gesyem, orang Arab, mengolok-olok dan menghina kami. Kata mereka: "Apa yang kamu lakukan itu? Apa kamu mau berontak terhadap raja?" 20 Aku menjawab mereka, kataku: "Allah semesta langit, Dialah yang membuat kami berhasil! Kami, hamba-hamba-Nya, telah siap untuk membangun. Tetapi kamu tak punya bagian atau hak dan tidak akan diingat di Yerusalem!"
Siap Terlibat dalam Pembangunan Bangsa
Kecintaan Nehemia kepada bangsanya Israel membuatnya untuk meninggalkan kenyamanannya di istana raja dengan pekerjaan sebagai juru minum raja. Hal ini dilakukan oleh Nehemia sebab ia mendengar tentang kondisi bangsanya dimana kota Yerusalem telah hancur tembok-temboknya. Nehemia sedih dan bertekad untuk memperbaikinya. Dengan mendapat mandat sebagai bupati, Nehemia langsung bergerak untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab membangun kembali tembok Yerusalem yang hancur. Disaksikan dalam nas alkitab, Nehemia melakukannya dengan bergumul serta berserah dan bergantung kepada Tuhan. Pentingnya campur tangan Tuhan yang melayakkan dan memampukannya Nehemia dalam tugas dan tanggung jawabnya. Sebuah teladan bagi kita, dimana rasa kecintaan pada bangsa ini, maka semua tugas dan tanggungjawab yang kita lakukan, hendaknya selalu meminta tuntunan dan penyertaan Tuhan. Sehingga semuanya itu akan berhasil dan berguna untuk semua orang serta demi kemuliaan nama Tuhan.
Doa: Terima kasih Tuhan yang menjadi kekuatan bagi kami untuk menghadapi tantangan dalam hidup ini. Amin
Rabu, 19 Agustus 2026
bahan bacaan : Roma 13 : 1 – 7 (TB2)
Kepatuhan kepada pemerintah
Tiap-tiap orang harus tunduk kepada para penguasa yang di atasnya, sebab tidak ada penguasa, yang tidak berasal dari Allah; para penguasa yang ada, ditetapkan oleh Allah. 2 Sebab itu siapa melawan penguasa, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melawan, akan mendatangkan hukuman atas dirinya. 3 Sebab orang yang berbuat baik, tidak usah takut kepada pemimpin, kecuali orang yang berbuat jahat. Maukah engkau hidup tanpa takut terhadap pemimpin? Perbuatlah apa yang baik dan engkau akan beroleh pujian darinya. 4 Karena ia adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Namun jika engkau berbuat jahat, takutlah kepadanya, karena tidak percuma ia menyandang pedang. Ia adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat. 5 Sebab itu perlu kita tunduk, bukan saja karena murka Allah, tetapi juga oleh karena hati nurani kita. 6 Itulah juga sebabnya kamu membayar pajak. Karena mereka yang mengurus hal itu adalah pelayan-pelayan Allah. 7 Bayarlah kepada semua orang apa yang wajib kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak, cukai kepada orang yang berhak menerima cukai; rasa takut kepada orang yang berhak menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat.
Taat dan Hormat kepada Pemerintah
Sebuah keluarga sederhana tetap setia menaati aturan, meskipun mereka belum langsung merasakan manfaatnya. Mereka tetap tertib, taat, dan menjalankan kewajiban sebagai warga. Ketika akhirnya perubahan terjadi dan keadaan menjadi lebih baik, mereka menyadari bahwa ketaatan mereka turut mendukung kebaikan bersama. Dari situlah mereka belajar bahwa menghormati pemerintah adalah bagian dari iman kepada Tuhan. Roma 13:1–7 mengajarkan bahwa pemerintah adalah hamba Allah yang dipakai untuk menjaga ketertiban dan keadilan. Karena itu, setiap orang percaya dipanggil untuk tunduk dan menghormati pemerintah. Sikap ini bukan berarti selalu setuju dengan semua kebijakan, tetapi tetap hidup taat, menjaga sikap hormat, dan tidak melawan aturan yang berlaku. Dalam keluarga, orang tua memiliki peran penting untuk menjadi teladan. Melalui sikap taat, anak-anak belajar bahwa iman kepada Tuhan juga diwujudkan dalam tanggung jawab sebagai warga negara. Dengan hidup taat dan hormat, kita ikut ambil bagian dalam mengusahakan kesejahteraan bangsa.
Doa: Ajar kami untuk hidup taat dan hormat kepada pemerintah, Amin.
Kamis, 20 Agustus 2026
bahan bacaan : Matius 5 : 13 – 16 (TB2)
Garam dunia dan terang dunia
13 "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. 14 Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin disembunyikan. 15 Lagi pula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah tempayan, melainkan di atas kaki pelita sehingga memberi terang kepada semua orang di dalam rumah itu. 16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."
Menjadi Garam dan Terang bagi Sesama
Yesus menyebut kita garam dan terang dunia. Garam memberi rasa dan mencegah kebusukan, sementara terang mengusir kegelapan. Ini bukan sekadar identitas, tetapi panggilan hidup, khususnya bagi kita di tengah pembangunan bangsa. Sebagai garam, kita dipanggil menghadirkan nilai kejujuran, kerja keras, dan kepedulian sosial. Di tengah tantangan zaman seperti korupsi, ketidakadilan, dan sikap tidak peduli, kita harus menjadi pribadi yang menjaga moralitas dan membawa perubahan nyata dalam keluarga, gereja, dan masyarakat. Sebagai terang, kita terpanggil menjadi teladan. Terang tidak bersembunyi, tetapi bersinar agar orang lain melihat perbuatan baik dan memuliakan Allah. Dalam konteks bangsa, kita dapat terlibat aktif dalam pendidikan, pelayanan sosial, serta menjaga persatuan dan kerukunan antar sesama. Melalui kehidupan sehari-hari di rumah, keluarga menjadi tempat pertama untuk belajar menjadi garam dan terang. Saling mendukung, hidup dalam kasih, serta membangun kebiasaan baik akan membentuk karakter yang berdampak luas. Kiranya setiap keluarga gereja setia menjalankan panggilan ini, sehingga melalui hidup kita, kesejahteraan dan keadilan bangsa semakin nyata, dan nama Tuhan dimuliakan.
Doa: ya Tuhan mampukan untuk menjadi garam dan terang bagi sesama. Amin
Jumat, 21 Agustus 2026
bahan bacaan : Ezra 7 : 21 – 26 (TB2)
21 Aku, raja Artahsasta, telah mengeluarkan perintah kepada semua bendahara di daerah seberang sungai Efrat: segala yang diminta darimu oleh imam Ezra, ahli Taurat Allah semesta langit, haruslah dilaksanakan secara seksama, 22 dengan memakai perak sampai seratus talenta, gandum sampai seratus kor, anggur sampai seratus bat, minyak sampai seratus bat, dan garam tidak terbatas. 23 Segala sesuatu yang berdasarkan perintah Allah semesta langit, harus dilaksanakan dengan tekun untuk Rumah Allah semesta langit, supaya pemerintahan raja serta anak-anaknya jangan tertimpa murka. 24 Kami memberitahukan pula kepadamu, bahwa tidaklah sah bila para imam, orang Lewi, penyanyi, penjaga pintu gerbang, pelayan atau hamba lainnya di Rumah Allah dikenakan pajak, upeti atau bea. 25 Engkau, Ezra, angkatlah pemimpin-pemimpin dan hakim-hakim sesuai dengan hikmat Allahmu yang menjadi peganganmu, supaya mereka mengadili seluruh rakyat yang tinggal di daerah seberang sungai Efrat, yakni semua orang yang mengetahui hukum Allahmu; dan orang yang belum mengetahuinya haruslah kauajari. 26 Setiap orang, yang tidak melakukan hukum Allahmu dan hukum raja, harus dihukum sepantasnya, baik dengan hukuman mati, maupun dengan pengasingan, baik dengan hukuman denda atau hukuman penjara."
Pemimpin Berhikmat, Bangsa Sejahtera
Hikmat dari Tuhan bukan hanya menerangi pikiran, tetapi menuntun langkah menuju damai sejahtera.” Bacaan Kitab Ezra 7:21-26 menunjukkan bagaimana Raja Artahsasta memberi wewenang kepada Ezra untuk mengatur kehidupan umat berdasarkan hukum Allah. Di sini kita melihat bahwa ketika seorang pemimpin berjalan dalam hikmat Tuhan, keputusan yang diambil bukan hanya adil, tetapi juga membawa kesejahteraan bagi banyak orang. Hikmat Allah memampukan seorang pemimpin bertindak benar, tidak memihak, dan berani menegakkan keadilan. Ezra tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai ilahi dalam kehidupan bangsa. Inilah yang menjadi dasar kesejahteraan sejati bukan sekadar materi, tetapi kehidupan yang tertib, adil, dan berkenan kepada Tuhan. Sebagai keluarga Kristen, kita juga dipanggil menjadi “pemimpin kecil” dalam lingkup kita: di rumah, pekerjaan, dan masyarakat. Ketekunan dalam mengusahakan kesejahteraan bangsa dimulai dari sikap hidup yang takut akan Tuhan dan penuh hikmat dalam setiap keputusan. Mari kita hidup dalam hikmat Allah, sehingga melalui kehidupan kita, keadilan ditegakkan dan kesejahteraan bangsa semakin nyata.
Doa: Tuhan berikanlah kami hikmat kepada para pemimpin bangsa kami, Amin .
Sabtu, 22 Agustus 2026
bahan bacaan : Ezra 7 : 27 – 28a (TB2)
Ezra Memuji Tuhan
27 Terpujilah TUHAN, Allah nenek moyang kita, yang sudah menggerakkan hati raja sedemikian rupa, sehingga ia membuat indah Rumah TUHAN di Yerusalem, 28 dan Ia membuat aku diperkenan oleh raja dan penasihat-penasihatnya serta semua pembesar raja yang berkuasa!
Tangan Tuhan Turut Bekerja
Seorang guru di desa terpencil tetap mengajar dengan setia meski fasilitas terbatas. Ia percaya usahanya akan berdampak bagi masa depan. Bertahun-tahun kemudian, murid-muridnya menjadi orang-orang yang membawa perubahan bagi masyarakat. Dalam Ezra 7:27–28a, Ezra memulai dengan pujian kepada Tuhan yang telah menggerakkan hati raja untuk mendukung umat Israel. Ia menyadari bahwa semua itu bukan kebetulan, melainkan karya Tuhan yang berdaulat atas hati manusia dan perjalanan sebuah bangsa. Kesadaran ini memberi Ezra keberanian. Ia percaya tangan Tuhan menyertainya, sehingga ia bertindak mengumpulkan para pemimpin dan membangun kembali kehidupan umat. Iman yang sejati tidak berhenti pada rasa syukur, tetapi mendorong tindakan nyata demi kesejahteraan bersama. Sebagai gereja masa kini, kita dipanggil untuk tekun mengusahakan kesejahteraan bangsa. Tuhan dapat memakai setiap peran kecil kita melalui doa, pelayanan, dan hidup yang benar untuk membawa perubahan. Ketekunan dan kesetiaan kita hari ini bisa menjadi berkat besar di masa depan.
Doa: Tuhan, jadikan kami alat-Mu untuk membawa kesejahteraan bagi bangsa kami. Amin.
*SUMBER : SHK BULAN AGUSTUS 2026, LPJ-GPM