Santapan Harian Keluarga, 7 – 13 Agustus 2022

Tema Bulan Agustus : “Gereja Memiliki Daya Juang Mewujudkan Pembebasan

Tema Minggu I : “Berjuang untuk Membela Kehidupan”

Minggu, 07 Agustus 2022

bacaan : Ester 4 : 1 – 17

Usaha Mordekhai untuk menolong orang Yahudi
Setelah Mordekhai mengetahui segala yang terjadi itu, ia mengoyakkan pakaiannya, lalu memakai kain kabung dan abu, kemudian keluar berjalan di tengah-tengah kota, sambil melolong-lolong dengan nyaring dan pedih. 2 Dengan demikian datanglah ia sampai ke depan pintu gerbang istana raja, karena seorangpun tidak boleh masuk pintu gerbang istana raja dengan berpakaian kain kabung. 3 Di tiap-tiap daerah, ke mana titah dan undang-undang raja telah sampai, ada perkabungan yang besar di antara orang Yahudi disertai puasa dan ratap tangis; oleh banyak orang dibentangkan kain kabung dengan abu sebagai lapik tidurnya. 4 Ketika dayang-dayang dan sida-sida Ester memberitahukan hal itu kepadanya, maka sangatlah risau hati sang ratu, lalu dikirimkannyalah pakaian, supaya dipakaikan kepada Mordekhai dan supaya ditanggalkan kain kabungnya dari padanya, tetapi tidak diterimanya. 5 Maka Ester memanggil Hatah, salah seorang sida-sida raja yang ditetapkan baginda melayani dia, lalu memberi perintah kepadanya menanyakan Mordekhai untuk mengetahui apa artinya dan apa sebabnya hal itu. 6 Lalu keluarlah Hatah mendapatkan Mordekhai di lapangan kota yang di depan pintu gerbang istana raja, 7 dan Mordekhai menceritakan kepadanya segala yang dialaminya, serta berapa banyaknya perak yang dijanjikan oleh Haman akan ditimbang untuk perbendaharaan raja sebagai harga pembinasaan orang Yahudi. 8 Juga salinan surat undang-undang, yang dikeluarkan di Susan untuk memunahkan mereka itu, diserahkannya kepada Hatah, supaya diperlihatkan dan diberitahukan kepada Ester. Lagipula Hatah disuruh menyampaikan pesan kepada Ester, supaya pergi menghadap raja untuk memohon karunianya dan untuk membela bangsanya di hadapan baginda. 9 Lalu masuklah Hatah dan menyampaikan perkataan Mordekhai kepada Ester. 10 Akan tetapi Ester menyuruh Hatah memberitahukan kepada Mordekhai: 11 "Semua pegawai raja serta penduduk daerah-daerah kerajaan mengetahui bahwa bagi setiap laki-laki atau perempuan, yang menghadap raja di pelataran dalam dengan tiada dipanggil, hanya berlaku satu undang-undang, yakni hukuman mati. Hanya orang yang kepadanya raja mengulurkan tongkat emas, yang akan tetap hidup. Dan aku selama tiga puluh hari ini tidak dipanggil menghadap raja." 12 Ketika disampaikan orang perkataan Ester itu kepada Mordekhai, 13 maka Mordekhai menyuruh menyampaikan jawab ini kepada Ester: "Jangan kira, karena engkau di dalam istana raja, hanya engkau yang akan terluput dari antara semua orang Yahudi. 14 Sebab sekalipun engkau pada saat ini berdiam diri saja, bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain, dan engkau dengan kaum keluargamu akan binasa. Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu." 15 Maka Ester menyuruh menyampaikan jawab ini kepada Mordekhai: 16 "Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangkupun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati." 17 Maka pergilah Mordekhai dan diperbuatnyalah tepat seperti yang dipesankan Ester kepadanya.

Perjuangan Yang Hebat

Hidup di negeri asing tidaklah mudah karena berbagai sebab termasuk ancaman pembunuhan. Bangsa Israel pernah mengalami hal tersebut di Persia yakni pada masa pemerintahan raja Ahasyweros. Nas hari ini mengisahkan perjuangan baik yang dilakukan oleh Mordekhai maupun Ester untuk menyelamatkan bangsa Israel dari ancaman tersebut. Hidup sebagaimana dikisahkan dalam tuturan ini adalah perjuangan berat agar bebas dari upaya pembunuhan. Perjuangan berat harus mereka tempuh sebagai harga atau akta membela hidup. Mordekhai dan Ester mempertaruhkan keselamatan mereka dalam perjuangan ini. Nyawa menjadi taruhan dan oleh sebab itu mereka ditantang untuk berani berkorban bagi orang lain. Semangat perjuangan Mordekhai dan Ester sama yakni membebaskan bangsa Israel di kota Susan dari ancaman pembunuhan karena siasat Haman, seorang pejabat tinggi raja. Mereka memiliki semangat perjuangan yang sama, namun berjuang dengan cara dan di tempat yang berbeda. Mordekahi berjuang di luar istana raja dengan cara berkabung sedangkan Ester dari dalam. Ester berjuang dengan caranya sendiri yang adalah seorang ratu. Cara dan tempat berjuang berbeda, namun menjadi satu dalam semangat yang sama dan keyakinan akan pertolongan Tuhan. Inspirasinya adalah hidup dan jabatan dipertaruhkan untuk keselamatan orang lain. Mordekahi dan Ester tidaklah menjadikan jabatan mereka sebagai tameng atau pelindung untuk luput dari ancaman pembunuhan. Inilah teladan perjuangan membela hidup orang lain sekalipun harus mempertaruhkan jabatan dan keselamatan sendiri. Tindakkan membela hidup seperti inilah yang layak dijadikan cara atau pilihan hidup kita sekarang ini.  

Doa: tolonglah kami ya Tuhan agar berani berkorban. Amin.

Senin, 08 Agustus 2022                               

bacaan : 1 Samuel 7 : 10 – 14

10 Sedang Samuel mempersembahkan korban bakaran itu, majulah orang Filistin berperang melawan orang Israel. Tetapi pada hari itu TUHAN mengguntur dengan bunyi yang hebat ke atas orang Filistin dan mengacaukan mereka, sehingga mereka terpukul kalah oleh orang Israel. 11 Keluarlah orang-orang Israel dari Mizpa, mengejar orang Filistin itu dan memukul mereka kalah sampai hilir Bet-Kar. 12 Kemudian Samuel mengambil sebuah batu dan mendirikannya antara Mizpa dan Yesana; ia menamainya Eben-Haezer, katanya: "Sampai di sini TUHAN menolong kita." 13 Demikianlah orang Filistin itu ditundukkan dan tidak lagi memasuki daerah Israel. Tangan TUHAN melawan orang Filistin seumur hidup Samuel, 14 dan kota-kota yang diambil orang Filistin dari pada Israel, kembali pula kepada Israel, mulai dari Ekron sampai Gat; dan orang Israel merebut daerah sekitarnya dari tangan orang Filistin. Antara orang Israel dan orang Amori ada damai.

Andalkanlah Tuhan Saat Perjuangkan Hidup

Eben-Haezer adalah nama yang diberikan Samuel kepada batu yang didirikannya antara Mizpa Yesana (ayat 12). Kata Eben-Haezer berarti “sampai di sini Tuhan menolong kita”. Akta mendirikan batu dan menamainya dilakukan Samuel sebagai cara mensyukuri kemurahan Tuhan yang menolongnya ketika berperang dengan bangsa Filistin. Ia memimpin bangsa Israel berjuang untuk merebut kota-kota yang direbut bangsa Filistin. Mereka tak sekadar merebut kota tapi berjuang mempertahankan tanah pemberian Tuhan. Tanah merupakan wujud pemenuhan  janji berkat yang telah Tuhan berikan kepada mereka. Karena itu status kepemilikannya harus terus dipertahankan atau diperjuangkan. Samuel bertindak cepat dan tepat sekalipun tidak mudah. Ia berusaha mengatasi ancaman kelanjutan keberadaan bangsa Israel. Tanah dan kota dapat direbut kembali sekaligus dimilikinya rasa aman untuk menjalani keberadaan setiap harinya. Kisah kepemimpinan Samuel ini menegaskan bahwa selama kehidupan berlangsung, ancaman selalu dijumpai. Kita diminta untuk menjadi semakin kritis dan cerdas untuk mengupayakan kehidupan yang lebih baik. Tak ada hidup dan perjuangan yang mudah. Oleh sebab itu berharaplah pada pertolongan Tuhan. Setiap perjuangan untuk membela hidup pasti dikehendaki dan diberkati Tuhan. Mari belajar pula akan spiritualitas Samuel. Ia memulai perjuangan dengan membakar korban bakaran. Hal ini berarti Samuel mengandalkan Tuhan. Selain itu ia juga meneladankan sikap mensyukuri kemurahan Tuhan. Ia berjuang dengan mengandalkan Tuhan dan tetap memuliakn-Nya saat mengalami kemenangan. Andalkanlah Tuhan dan terus berjuang membela hidup.  Tuhan menolong kita.

Doa: Ya Tuhan berkatilah perjuangan hidup kami. Amin.

Selasa, 09 Agustus 2022                                

bacaan : 1 Samuel 12 : 1 – 5

Samuel minta diri dari bangsa itu
Berkatalah Samuel kepada seluruh orang Israel: "Telah kudengarkan segala permintaanmu yang kamu sampaikan kepadaku, dan seorang raja telah kuangkat atasmu. 2 Maka sekarang raja itulah yang menjadi pemimpinmu; tetapi aku ini telah menjadi tua dan beruban, dan bukankah anak-anakku laki-laki ada di antara kamu? Akulah yang menjadi pemimpinmu dari sejak mudaku sampai hari ini. 3 Di sini aku berdiri. Berikanlah kesaksian menentang aku di hadapan TUHAN dan di hadapan orang yang diurapi-Nya: Lembu siapakah yang telah kuambil? Keledai siapakah yang telah kuambil? Siapakah yang telah kuperas? Siapakah yang telah kuperlakukan dengan kekerasan? Dari tangan siapakah telah kuterima sogok sehingga aku harus tutup mata? Aku akan mengembalikannya kepadamu." 4 Jawab mereka: "Engkau tidak memeras kami dan engkau tidak memperlakukan kami dengan kekerasan dan engkau tidak menerima apa-apa dari tangan siapapun." 5 Lalu berkatalah ia kepada mereka: "TUHAN menjadi saksi kepada kamu, dan orang yang diurapi-Nyapun menjadi saksi pada hari ini, bahwa kamu tidak mendapat apa-apa dalam tanganku." Jawab mereka: "Dia menjadi saksi."

Menjaga Hidup Tetap “Bersih”

Nas hari adalah sebagian ucapan yang disampaikan Samuel pada saat ia hendak berpisah dengan bangsa Israel. Ia berpisah karena telah selesai melakukan tugasnya sebagai pemimpin umat Allah. Tanggung jawab kepemimpinannya dilakukan dari sejak masih muda sampai dengan terpilihnya Saul menjadi raja Israel. Terpilihnya Saul sebagai raja merupakan tonggak atau babak baru berlangsungnya kepemimpinan. Fakta sejarah inilah yang mendasari ucapan perpisahan Samuel. Ucapan perpisahan ini sesungguhnya merupakan refleksi diri seorang hamba Tuhan yang “bersih” selama menunaikan panggilan pengutusan yang berat itu. Samuel telah dilayakkan Tuhan memimpin perjuangan bangsa Israel untuk membela hidup mereka dengan cara-cara yang berhikmat. Samuel bukanlah pemimpin yang “kotor” dan oleh sebab itu ia berani meminta Tuhan serta bangsa Israel menjadi saksi atas tanggung jawab yang telah diselesaikannya. Ia tidak pernah memeras dan memperlakukan bangsa Israel dengan kekerasan atau mengambil apa yang bukan miliknya, demikian pun dengan sogok. Ia merupakan tokoh dan pemimpin ideal yang bukan saja sukses menjalani kepemimpinan, tetapi juga menjaga hidup tetap “bersih”. Samuel terbukti hingga di batas pengabdiannya taat berjuang dengan integritas diri yang luar biasa.Teladan iman ini kiranya kita jadikan sebagai pilihan sikap dan cara hidup kristiani. Ada banyak hal yang telah, sedang dan akan terus kita perjuangkan. Masa depan gemilang bagi keturunan kita, karier, pemenuhan kebutuhan sehari-hari, perkerjaan, jabatan, pencarian atau usaha apa pun. Teruslah berjuang sambil menjaga hidup tetap “bersih”. Hindari melakukan kejahatan dan dosa selama hidup ini kita perjuangkan.

Doa: Bapa layakkanlah kami terus upayakan hidup bermutu. Amin.

Rabu, 10 Agustus 2022                               

bacaan : 2 Tawarikh 19 : 4 – 11

Yosafat mengangkat hakim-hakim
4 Yosafat diam di Yerusalem. Ia mengadakan kunjungan pula ke daerah-daerah, dari Bersyeba sampai ke pegunungan Efraim, sambil menyuruh rakyat berbalik kepada TUHAN, Allah nenek moyang mereka. 5 Ia mengangkat juga hakim-hakim di seluruh negeri, yakni di semua kota yang berkubu di Yehuda, di tiap-tiap kota. 6 Berpesanlah ia kepada hakim-hakim itu: "Pertimbangkanlah apa yang kamu buat, karena bukanlah untuk manusia kamu memutuskan hukum, melainkan untuk TUHAN, yang ada beserta kamu, bila kamu memutuskan hukum. 7 Sebab itu, kiranya kamu diliputi oleh rasa takut kepada TUHAN. Bertindaklah dengan seksama, karena berlaku curang, memihak ataupun menerima suap tidak ada pada TUHAN, Allah kita." 8 Juga di Yerusalem Yosafat mengangkat beberapa orang dari antara orang Lewi, dari antara para imam dan dari antara para kepala puak Israel untuk memberi keputusan dalam hal hukum TUHAN dan dalam hal perselisihan. Mereka berkedudukan di Yerusalem. 9 Ia memerintahkan mereka: "Kamu harus bertindak dengan takut akan TUHAN, dengan setia dan dengan tulus hati, demikian: 10 Dalam setiap perkara, yang disampaikan kepada kamu oleh rekan-rekanmu yang tinggal di kota-kota, yakni perkara-perkara mengenai penumpahan darah atau mengenai hukum, perintah, ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan hendaklah kamu memperingatkan mereka, supaya mereka jangan bersalah terhadap TUHAN, sehingga murka-Nya menimpa kamu dan rekan-rekanmu. Hendaklah kamu berbuat demikian, dan kamu tidak akan bersalah. 11 Dengan ini imam kepala Amarya diangkat sebagai ketuamu dalam segala perkara ketuhanan dan Zebaja bin Ismael, pemuka kaum Yehuda, dalam segala perkara kerajaan, sedang orang Lewi akan melayani kamu sebagai pengatur. Bertindaklah dengan tegas! Kiranya TUHAN menyertai orang yang tulus ikhlas."

Pemimpin dan Sang Pembaru Kehidupan

Yosafat yang namanya berarti “Tuhan menghakimi”, memperjuangkan kehidupan umat Israel agar berkenan pada Allah. Perjuangan itu dilakukannya dengan pertama-tama mengunjungi daerah-daerah yang berada di luar Yerusalem. Pengenalan potensi dan persoalan di wilayah-wilayah pemerintahan menentukan keberhasilan. Ia memerankan figur seorang pemimpin yang tidak tinggal duduk dan mendengar saja, tapi mendatangi serta melihat juga mengalami sendiri kenyataan di daerah kekuasaannya. Kedua, ia menyuruh rakyat berbalik kepada tuhan, Allah nenek moyang mereka. Seruan pertobatan disampaikan agar hidup beriman umat diselamatkan dari pengaruh kepercayaan asing. Ketiga, sang reformator Israel ini membuat pembaruan dalam sistem peradilaan, baik umum maupun keagamaan.  Ia menempatkan hakim-hakim yang saleh di seluruh negeri dan mendirikan semacam peradilan tinggi di Yerusalem (ayat 8 – 11). Sistem peradilan Israel didasarkan pada perintah Allah, agar semua orang diperlakukan sama, tanpa memperhitungkan kedudukan mereka dalam masyarakat. Oleh sebab itu kepada hakim-hakim ini, Yosafat berpesan supaya mereka takut Tuhan, bertindak benar, tegas dan ikhlas. Selain itu tak boleh berlaku curang atau memihak serta tidak menerima suap. Mereka haruslah memastikan bahwa seluruh umat Tuhan mengalami rasa keadilan. Kita pun terpanggil untuk terus berjuang membela hidup agar pertobatan dialami oleh mereka yang melakukan kesalahan dan keadilan dapat dialami baik dalam lingkup keluarga, gereja maupun masyarakat bangsa dan Negara. Hindarilah hidup dengan cara “memandang muka” atau pilih kasih, sebab Tuhan itu baik kepada semua orang.

Doa: Tuhan, layakkanlah kami menjadi pembaru kehidupan. Amin.

Kamis, 11 Agustus 2022                          

bacaan : 2 Tawarikh 20 : 1 – 15

Kemenangan atas Moab dan Amon Akhir pemerintahan Yosafat
Setelah itu bani Moab dan bani Amon datang berperang melawan Yosafat bersama-sama sepasukan orang Meunim. 2 Datanglah orang memberitahukan Yosafat: "Suatu laskar yang besar datang dari seberang Laut Asin, dari Edom, menyerang tuanku. Sekarang mereka di Hazezon-Tamar," yakni En-Gedi. 3 Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari TUHAN. Ia menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa. 4 Dan Yehuda berkumpul untuk meminta pertolongan dari pada TUHAN. Mereka datang dari semua kota di Yehuda untuk mencari TUHAN. 5 Lalu Yosafat berdiri di tengah-tengah jemaah Yehuda dan Yerusalem di rumah TUHAN, di muka pelataran yang baru 6 dan berkata: "Ya TUHAN, Allah nenek moyang kami, bukankah Engkau Allah di dalam sorga? Bukankah Engkau memerintah atas segenap kerajaan bangsa? Kuasa dan keperkasaan ada di dalam tangan-Mu, sehingga tidak ada orang yang dapat bertahan melawan Engkau. 7 Bukankah Engkau Allah kami yang menghalau penduduk tanah ini dari depan umat-Mu Israel, dan memberikannya kepada keturunan Abraham, sahabat-Mu itu, untuk selama-lamanya? 8 Lalu mereka mendiami tanah itu, dan mendirikan bagi-Mu tempat kudus untuk nama-Mu. Kata mereka: 9 Bila sesuatu malapetaka menimpa kami, yakni pedang, penghukuman, penyakit sampar atau kelaparan, kami akan berdiri di muka rumah ini, di hadapan-Mu, karena nama-Mu tinggal di dalam rumah ini. Dan kami akan berseru kepada-Mu di dalam kesesakan kami, sampai Engkau mendengar dan menyelamatkan kami. 10 Sekarang, lihatlah, bani Amon dan Moab, dan orang-orang dari pegunungan Seir ini! Ketika orang Israel datang dari tanah Mesir, Engkau melarang mereka memasuki negerinya. Oleh sebab itu mereka menjauhinya dan tidak memusnahkannya. 11 Lihatlah, sebagai pembalasan mereka datang mengusir kami dari tanah milik yang telah Engkau wariskan kepada kami. 12 Ya Allah kami, tidakkah Engkau akan menghukum mereka? Karena kami tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi laskar yang besar ini, yang datang menyerang kami. Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu." 13 Sementara itu seluruh Yehuda berdiri di hadapan TUHAN, juga segenap keluarga mereka dengan isteri dan anak-anak mereka. 14 Lalu Yahaziel bin Zakharia bin Benaya bin Matanya, seorang Lewi dari bani Asaf, dihinggapi Roh TUHAN di tengah-tengah jemaah, 15 dan berseru: "Camkanlah, hai seluruh Yehuda dan penduduk Yerusalem dan tuanku raja Yosafat, beginilah firman TUHAN kepadamu: Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini, sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah.

Takut..? No…!

“Jangan kamu takut, Aku adalah. Itu Tuhan janji, biar ingatlah…Bahkan tiada pernah.”  Dua Sahabat Lama nomor 173 ini ingin berpesan kepada kita untuk selalu ingat pada janji Tuhan. Ia selalu bersama kita, tidak akan pernah meninggalkan. Oleh sebab itu, sekalipun ada banyak tantangan dan cobaan menghadang, tetaplah percaya pada-Nya dan jangan takut. Hari ini, kita belajar dari kisah Yosafat raja Yehuda beserta rakyatnya. Moab dan Amon adalah dua bangsa besar yang maju berperang melawan mereka. Kekuatan dua bangsa ini benar-benar menjadi ancaman bagi Yosafat dan rakyatnya sehingga membuat Yosafat takut. Yosafat bukanlah tipa pemimpin yang melarikan diri sekalipun sedang dilanda ketakutan. Kesadarannya sebagai pemimpin tidaklah sirnah. Ia harus bertindak melakukan sesuatu demi membela dan memperjuangkan kehidupan rakyatnya. Tindakkan membela kehidupan dilakukannya dengan  mencari Tuhan, mengajak seluruh rakyatnya untuk berpuasa dan bersama rakyatnya berdoa dengan iman yang sungguh-sungguh kepada Tuhan sampai akhirnya Tuhan menjawab doa mereka. Dalam jawaban-Nya, Tuhan berpesan agar Yosafat tidak takut karena Tuhan-lah yang akan berperang menggantikannya.

Selagi kita masih di dunia ini, ada saja masalah menghampiri kita. Jangan takut, belajarlah dari Yosafat. Carilah Tuhan dan serahkan segala masalahmu kepada-Nya di dalam doa. Jangan andalkan kekuatan diri atau mencari pertolongan pada kekuatan lain di luar Tuhan, karena semua itu hanya sementara dan sia-sia adanya. Ajaklah keluarga dan handai taulan untuk menopangmu dalam doa. Ibarat tungku, semakin banyak kayu semakin besar nyala apinya dan masakanpun akan cepat matang. Nantikanlah jawaban-Nya dengan sabar. Ingat janji Tuhan, jangan Takut..!!!

Doa: Kiranya kami tetap meyakini janji-Mu, ya Tuhan. Amin.

Jumat, 12 Agustus 2022                            

bacaan : 2 Raja-Raja 5 : 8 – 16 

8 Segera sesudah didengar Elisa, abdi Allah itu, bahwa raja Israel mengoyakkan pakaiannya, dikirimnyalah pesan kepada raja, bunyinya: "Mengapa engkau mengoyakkan pakaianmu? Biarlah ia datang kepadaku, supaya ia tahu bahwa ada seorang nabi di Israel." 9 Kemudian datanglah Naaman dengan kudanya dan keretanya, lalu berhenti di depan pintu rumah Elisa. 10 Elisa menyuruh seorang suruhan kepadanya mengatakan: "Pergilah mandi tujuh kali dalam sungai Yordan, maka tubuhmu akan pulih kembali, sehingga engkau menjadi tahir." 11 Tetapi pergilah Naaman dengan gusar sambil berkata: "Aku sangka bahwa setidak-tidaknya ia datang ke luar dan berdiri memanggil nama TUHAN, Allahnya, lalu menggerak-gerakkan tangannya di atas tempat penyakit itu dan dengan demikian menyembuhkan penyakit kustaku! 12 Bukankah Abana dan Parpar, sungai-sungai Damsyik, lebih baik dari segala sungai di Israel? Bukankah aku dapat mandi di sana dan menjadi tahir?" Kemudian berpalinglah ia dan pergi dengan panas hati. 13 Tetapi pegawai-pegawainya datang mendekat serta berkata kepadanya: "Bapak, seandainya nabi itu menyuruh perkara yang sukar kepadamu, bukankah bapak akan melakukannya? Apalagi sekarang, ia hanya berkata kepadamu: Mandilah dan engkau akan menjadi tahir." 14 Maka turunlah ia membenamkan dirinya tujuh kali dalam sungai Yordan, sesuai dengan perkataan abdi Allah itu. Lalu pulihlah tubuhnya kembali seperti tubuh seorang anak dan ia menjadi tahir. 15 Kemudian kembalilah ia dengan seluruh pasukannya kepada abdi Allah itu. Setelah sampai, tampillah ia ke depan Elisa dan berkata: "Sekarang aku tahu, bahwa di seluruh bumi tidak ada Allah kecuali di Israel. Karena itu terimalah kiranya suatu pemberian dari hambamu ini!"

Tuhan Menghendaki Kerendahan Hati dan Ketaatan

Naaman, bukan saja orang penting dan terpandang karena kedudukkannya sebagai panglima raja Aram, tetapi juga karena dia merupakan orang yang mendapat tempat khusus  di hati raja. Ia juga mendapat perkenaan Tuhan sehingga sering membawa kemenangan bagi Aram dalam perang. Sayangnya dia menderita penyakit kusta, yang pada waktu itu belum ada penawarnya. Kisah penyembuhannya melibatkan banyak orang, mulai dari pelayan sampai pemimpin negara.

Hampir saja tujuan Naaman ke Israel gagal total, karena dia menganggap bahwa dengan kuasa dan uang, kesembuhan dapat diperoleh. Dia sangsi dan merasa terusik dengan cara yang disampaikan Elisa melalui orang suruhannya. Dia berharap Elisa akan melakukan ritual yang spektakuler untuk kesembuhannya. Untung saja pegawai-pegawainya meyakinkan Namaan untuk ikut saja saran Elisa. Akhirnya Naaman pun sembuh.

Ketaatan Namaan melakukan kehendak Tuhan lewat hamba-Nya, Elisa, serta kerendahan hatinya untuk mendengarkan saran pelayan dan pegawainyalah yang membuatnya sembuh. Maka Naaman pun mengungkapkan pengakuan tulusnya: “Sekarang aku tahu, bahwa di seluruh bumi tidak ada Allah kecuali di Israel”

Dari kisah Naaman kita belajar beberapa hal:

  • Hargailah pendapat orang lain, sekalipun itu seorang anak kecil, karena Tuhan dapat memakai mereka sebagai alat untuk memberitahukan kehendak-Nya.
  • Ada banyak hal baik yang hendak Tuhan nyatakan dalam kehidupan, namun kita sendirilah yang terkadang membuat susah sebab lebih yakin pada kekuatan dan pikiran sendiri.
  • Jangan lupa mengagungkan Tuhan dan bersyukur atas setiap kebaikan-Nya bagi kita.

Doa:   Tuhan, sekarang aku tahu, bahwa di seluruh bumi tidak ada Allah seperti Engkau, karena itu aku mau tetap taat kepada-Mu. Amin.

Sabtu, 13 Agustus 2022                                       

bacaan :  Amos 5 : 7 – 13

Melawan perkosaan keadilan
7 Hai kamu yang mengubah keadilan menjadi ipuh dan yang mengempaskan kebenaran ke tanah! 8 Dia yang telah membuat bintang kartika dan bintang belantik, yang mengubah kekelaman menjadi pagi dan yang membuat siang gelap seperti malam; Dia yang memanggil air laut dan mencurahkannya ke atas permukaan bumi--TUHAN itulah nama-Nya. 9 Dia yang menimpakan kebinasaan atas yang kuat, sehingga kebinasaan datang atas tempat yang berkubu. 10 Mereka benci kepada yang memberi teguran di pintu gerbang, dan mereka keji kepada yang berkata dengan tulus ikhlas. 11 Sebab itu, karena kamu menginjak-injak orang yang lemah dan mengambil pajak gandum dari padanya, --sekalipun kamu telah mendirikan rumah-rumah dari batu pahat, kamu tidak akan mendiaminya; sekalipun kamu telah membuat kebun anggur yang indah, kamu tidak akan minum anggurnya. 12 Sebab Aku tahu, bahwa perbuatanmu yang jahat banyak dan dosamu berjumlah besar, hai kamu yang menjadikan orang benar terjepit, yang menerima uang suap dan yang mengesampingkan orang miskin di pintu gerbang. 13 Sebab itu orang yang berakal budi akan berdiam diri pada waktu itu, karena waktu itu adalah waktu yang jahat.

Jadilah Duta Keadilan

Brandon, berceritera kepada saya tentang  tetangganya Jodi, yang rumahnya persis bersebelahan dengan dia. Ia juga bercerita tentang Jona yang masih punya hubungan keluarga dengannya dan rumah mereka berjarak kurang lebih 200 meter. Suatu hari terjadi masalah antara mereka berdua hingga sampai ke tingkat pengadilan. Jodi berharap Brandon akan berpihak kepadanya karena mereka tetangga dekat. Sementara Jona berharap Brandon akan memihak dirinya karena selain tetanggaan, mereka masih punya hubungan keluarga. Kalaupun tidak berpihak setidaknya netral. Brandon agak bingung juga. Kebingungannya itu diatasi dengan membaca renungan  tentang Amos 5:7-13 yang mengisyaratkan untuk  berpihak kepada yang benar.

Saudaraku, banyak orang yang berpikir bahwa berlaku netral adalah sama dengan berlaku adil. Padahal berlaku adil adalah berpihak kepada yang benar. Kisah Brandon dan nas hari ini menegaskan beberapa pesan yang dapat kita jadikan pelajaran:

  • Jangan mengubah keadilan menjadi ipuh (=racun) dan menghempaskan kebenaran ke tanah. Artinya bahwa keadilan dan kebenaran itu harus dihargai, dijunjung tinggi dan dilakukan.
  • Kita wajib menegur mereka yang melakukan ketidakadilan, sekalipun karenanya dibenci.
  • Jangan menindas yang lemah, dan membuat orang miskin semakin miskin.
  • Jangan membeli keadilan atau memberi suap agar mendapat keadilan.
  • Bagi yang diberi kedudukan sebagai “petinggi”, entah itu di masyarakat atau dalam kehidupan bergereja, jangan pergunakan  kedudukan atau jabatan untuk memperkaya diri sendiri dan melupakan mereka yang miskin.
  • Jadilah Duta Keadilan di masyarakat dan dalam kehidupan bergereja. Tuhan memberkati kita untuk melakukan tugas ini.

Doa: Tuhan, mampukan kami untuk menjadi duta-duta Keadilan-Mu.. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN AGUSTUS 2022, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 31 Juli – 6 Agustus 2022

Tema Bulan Agustus : “Gereja Memiliki Daya Juang Mewujudkan Pembebasan

Tema Minggu I : “Aku Berubah dan sesuai dengan kehendak Allah”

Senin, 01 Agustus 2022                             

bacaan : 2 Samuel 12 : 18 – 23

18 Pada hari yang ketujuh matilah anak itu. Dan pegawai-pegawai Daud takut memberitahukan kepadanya, bahwa anak itu sudah mati. Sebab mereka berkata: "Ketika anak itu masih hidup, kita telah berbicara kepadanya, tetapi ia tidak menghiraukan perkataan kita. Bagaimana kita dapat mengatakan kepadanya: anak itu sudah mati? Jangan-jangan ia mencelakakan diri!" 19 Ketika Daud melihat, bahwa pegawai-pegawainya berbisik-bisik, mengertilah ia, bahwa anak itu sudah mati. Lalu Daud bertanya kepada pegawai-pegawainya: "Sudah matikah anak itu?" Jawab mereka: "Sudah." 20 Lalu Daud bangun dari lantai, ia mandi dan berurap dan bertukar pakaian; ia masuk ke dalam rumah TUHAN dan sujud menyembah. Sesudah itu pulanglah ia ke rumahnya, dan atas permintaannya dihidangkan kepadanya roti, lalu ia makan. 21 Berkatalah pegawai-pegawainya kepadanya: "Apakah artinya hal yang kauperbuat ini? Oleh karena anak yang masih hidup itu, engkau berpuasa dan menangis, tetapi sesudah anak itu mati, engkau bangun dan makan!" 22 Jawabnya: "Selagi anak itu hidup, aku berpuasa dan menangis, karena pikirku: siapa tahu TUHAN mengasihani aku, sehingga anak itu tetap hidup. 23 Tetapi sekarang ia sudah mati, mengapa aku harus berpuasa? Dapatkah aku mengembalikannya lagi? Aku yang akan pergi kepadanya, tetapi ia tidak akan kembali kepadaku."

Perubahan Total

Kematian merupakan realitas yang membawa kesedihan dan duka bagi setiap orang yang mengalaminya. Para pegawai  menyangka bahwa Daud akan mengalami hal tersebut ketika ia mengetahui anaknya meninggal. Respon yang diberikan Daud ternyata sebaliknya dan sangat jauh berbeda ketika anaknya sakit. Selama 7 hari Daud meratap dan berpuasa. Namun setelah anak itu meninggal, Daud tidak lagi menangis. Ia bangun dari lantai, mandi, berurap dan makan. Apakah Daud tidak berduka? Mungkinkah ia senang dengan kematian anaknya? Perubahan pada sikap Daud menunjukkan bahwa ia sementara membentuk frame (bingkai atau cara) berpikirnya secara baru tentang kematian dan tidak bisa dilepaskan dari penderitaan sakit yang sebelumnya telah di alami oleh anak tersebut. Kematian dipahami Daud bukan sebagai suatu keadaan penderitaan yang paling sulit atau sebagai puncak penderitaan. Kematian merupakan suatu keadaan baru atau kemenangan bagi anaknya dari penderitaan. Anak Daud tidak lagi hidup dalam kesakitan yang membelenggu dan membawanya pada penderitaan. Realitas kematian diresponi Daud dengan sikap mengucap syukur kepada Tuhan Allah. Ia masuk ke dalam rumah Tuhan dan menyembah-Nya. Pengucapan syukur Daud disertai dengan pengakuan imannya kepada Allah yang memiliki otoritas penuh terhadap kehidupan manusia. Daud tidak membantah kenyataan atau apa yang dilakukan oleh Allah. Ia tetap taat dan hidup mengikuti kehendak Tuhan. Perubahan cara berpikir memang seharusnya terjadi searah juga pada perubahan sikap. Kita adalah orang beriman, karena itu tidak bisa hanya mengalami perubahan pada  satu dimensi saja. Keutuhan kita sebagai manusia menuntut terjadinya perubahan secara menyeluruh. Perubahan yang menyeluruh menjadikan kita hidup sebagai umat kepunyaan Tuhan yang hidup dalam kelimpahan dan  kehendak-Nya 

Doa: Tolonglah kami Tuhan untuk sungguh-sungguh mau berubah. Amin.

Selasa, 02 Agustus 2022                                  

bacaan : Lukas 5 : 27 – 32

Lewi pemungut cukai mengikut Yesus
27 Kemudian, ketika Yesus pergi ke luar, Ia melihat seorang pemungut cukai, yang bernama Lewi, sedang duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!" 28 Maka berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia. 29 Dan Lewi mengadakan suatu perjamuan besar untuk Dia di rumahnya dan sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain turut makan bersama-sama dengan Dia. 30 Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, katanya: "Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?" 31 Lalu jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; 32 Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat."

Dukunglah Perubahan!

Seperti biasanya pelayanan perkunjungan itu berlangsung dari satu rumah ke rumah jemaat yang lain. Tak terkecuali, rumah bapak Agus yang berada di ujung jalan itu. Sekelompok pelayan masuk ke rumahnya dan diterima dengan tawa ringan. Selesai berdoa, salah satu ibu mulai berbicara dan menyampaikan hal-hal tentang kebutuhan pelayanan gereja. Tiba-tiba pa Agus memberi respon dengan mengatakan: “bapak  dan ibu pelayan, jika tidak berkeberatan, saya ingin mengajukan diri menjadi pengasuh SMTPI jemaat ini.” Para pelayan yang mendengar jawabannya menjadi kaget sekaligus tersenyum bahagia, karena maksud pastoral yang disampaikan oleh mereka mendapat sambutan baik dari pak Agus. Perilaku pak Agus di lingkungannya dikenal suka miras namun ramah. Ia adalah seorang yang berlatar belakang pendidikan tinggi teologi dan memiliki karakter yang baik dalam membina anak-anak. Beberapa pengasuh yang lain saat mengetahui pak Agus hendak menjadi pengasuh segera menyampaikan ketidaksetujuan mereka. Alasannya bahwa Pak Agus adalah seorang pemabuk. Pemikiran yang sifatnya sangat subjektif ini sama dengan yang dimiliki oleh orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat. Mereka begitu mudah menilai dan menghakimi seseorang. Padahal setiap orang memiliki hak untuk memutuskan jalan hidupnya, termasuk perubahan hidup yang harus dilakukan. Ketika orang Lewi memutuskan meninggalkan sesuatu dan mengikuti Yesus, maka saat itu menjadi langkah awal baginya untuk berubah dan hidup taat mengikuti kehendak Tuhan. Siapapun seharusnya dapat menerima dan memberi dukungan bagi suatu perubahan hidup yang hendak terjadi sama seperti orang Lewi. Sebab, baik atau tidaknya seseorang bukan hanya bergantung pada keinginan orang tersebut untuk berubah, melainkan juga pada diri kita yang berada di sekitarnya. 

Doa: Ajarlah kami untuk menjadi orang-orang beriman yang mendukung  terjadinya perubahan hidup orang lain. Amin.

Rabu, 03 Agustus 2022                           

bacaan : 2 Tawarikh 13 : 1 – 12

Raja Abia
Dalam tahun kedelapan belas zaman raja Yerobeam menjadi rajalah Abia atas Yehuda. 2 Tiga tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Mikhaya, anak Uriel dari Gibea. Dan ada perang antara Abia dan Yerobeam. 3 Abia memulai perang dengan pasukan pahlawan-pahlawan perang, yang jumlahnya empat ratus ribu orang pilihan, sedangkan Yerobeam mengatur barisan perangnya melawan dia dengan delapan ratus ribu orang pilihan, pahlawan-pahlawan yang gagah perkasa. 4 Lalu Abia berdiri di atas gunung Zemaraim, yang termasuk pegunungan Efraim, dan berkata: "Dengarlah kepadaku, Yerobeam dan seluruh Israel! 5 Tidakkah kamu tahu, bahwa TUHAN Allah Israel telah memberikan kuasa kerajaan atas Israel kepada Daud dan anak-anaknya untuk selama-lamanya dengan suatu perjanjian garam? 6 Tetapi Yerobeam bin Nebat, hamba Salomo bin Daud, telah bangkit memberontak melawan tuannya. 7 Petualang-petualang, orang-orang dursila, berhimpun padanya; mereka terlalu kuat bagi Rehabeam bin Salomo, yang masih muda dan belum teguh hati, dan yang tidak dapat mempertahankan diri terhadap mereka. 8 Tentu kamu menyangka, bahwa kamu dapat mempertahankan diri terhadap kerajaan TUHAN, yang dipegang keturunan Daud, karena jumlah kamu besar dan karena pada kamu ada anak lembu emas yang dibuat Yerobeam untuk kamu menjadi allah. 9 Bukankah kamu telah menyingkirkan imam-imam TUHAN, anak-anak Harun itu, dan orang-orang Lewi, lalu mengangkat imam-imam menurut kebiasaan bangsa-bangsa negeri-negeri lain, sehingga setiap orang yang datang untuk ditahbiskan dengan seekor lembu jantan muda dan tujuh ekor domba jantan, dijadikan imam untuk sesuatu yang bukan Allah. 10 Tetapi kami ini, Tuhanlah Allah kami, dan kami tidak meninggalkan-Nya. Dan anak-anak Harunlah yang melayani TUHAN sebagai imam, sedang orang Lewi menunaikan tugasnya, 11 yakni setiap pagi dan setiap petang mereka membakar bagi TUHAN korban bakaran dan ukupan dari wangi-wangian, menyusun roti sajian di atas meja yang tahir, dan mengatur kandil emas dengan pelita-pelitanya untuk dinyalakan setiap petang, karena kamilah yang memelihara kewajiban kami terhadap TUHAN, Allah kami, tetapi kamulah yang meninggalkan-Nya. 12 Lihatlah, pada pihak kami Allah yang memimpin, sedang imam-imam-Nya siap meniup tanda serangan terhadap kamu dengan nafiri isyarat-isyarat. Hai orang Israel, jangan kamu berperang melawan TUHAN, Allah nenek moyangmu, karena kamu tidak akan beruntung!"

Lain Dulu, Lain Sekarang

Seorang pendeta dan beberapa temannya semasa SMA bercakap-cakap di suatu rumah kopi.

Pendeta :  Sudah lama kita tidak bertemu. Saya terakhir bertemu dengan anis sekitar 2 tahun lalu di Jogja, saat baru menyelesaikan studi S2

Anis       :  Iya benar. Saya juga kaget waktu itu, sebab kita tak pernah bertemu sebelumnya selama di Ambon.

Bobby    :  eh, tapi bagaimana sehingga kamu sekarang menjadi pendeta? Padahal diantara kita bertiga, kamu yang paling suka bolos sekolah dan malas masuk pelajaran agama. Apakah supaya mudah dapat pekerjaan?

Pendeta :   bukan begitu. Setelah SMA, saya menderita sakit yang lama. Saya terus bergumul mohon kesembuhan dan berjanji jika saya sembuh maka saya akan memberi hidup untuk melayani Tuhan.

Situasi hidup sang pendeta ternyata sangat mempengaruhi terjadinya perubahan. Begitu pula yang terjadi pada raja Abia, ketika ia harus berperang melawan Yerobeam. Peperangan itu telah menimbulkan kesadaran diri untuk bergantung hanya pada Allah pemberi keselamatan. Kita perlu membandingkan kisah Abia menurut Tawarikh ini dengan 1 Raja-raja 15:1-8 (bertutur tentang raja Abia atau Abiam sebagai raja yang hidup dalam dosa). Ia tidak sepenuh hati berpaut kepada Tuhan Allah. Namun pada saat terjadinya perang antara dirinya dengan Yerobeam, seluruh gaya hidup yang lama itu pun berubah total. Perubahan itu tidak hanya terjadi pada dirinya sendiri, namun ia juga melakukan perubahan pada segala sesuatu yang berkaitan dengan kepemimpinannya sebagai raja saat itu. Hidup orang beriman memang harus selalu mengalami perubahan. Situasi apapun yang kita alami, menjadi kesempatan membangun refleksi dalam pengenalan yang sungguh kepada Allah dan mengubah hidup seturut kehendak-Nya.

Doa: Ubahlah kami Tuhan dalam setiap jalan hidup yang  ditapaki. Amin. 

Kamis, 04 Agustus 2022                                  

bacaan : Lukas 15 : 11 – 32

Perumpamaan tentang anak yang hilang
11 Yesus berkata lagi: "Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki. 12 Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka. 13 Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya. 14 Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat. 15 Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya. 16 Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya. 17 Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. 18 Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, 19 aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa. 20 Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. 21 Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa. 22 Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya. 23 Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita. 24 Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria. 25 Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian. 26 Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu. 27 Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat. 28 Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia. 29 Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku. 30 Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia. 31 Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu. 32 Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali."

Rumahku Adalah Keluargaku

Seorang anak korban pelecehan seksual meminta perlindungan dari lembaga pemerhati anak. Ia berharap bisa kembali ke keluarganya dan tetap memiliki rasa aman. Kasus pelecehan seksual yang dialami anak tersebut telah dilakukan oleh seorang anggota keluarga yang hidup. Akibatnya ia kehilangan rasa percaya pada keluarganya sendiri. Keluarga merupakan ruang penting yang tidak hanya menentukan kejelasan identitas seseorang. Namun sebagai tempat yang menjamin keberlangsungan hak-hak hidup individu di dalamnya, termasuk bertumbuh dan terbentuknya nilai-nilai spiritualitas. Keluarga dalam pengertian yang benar ditunjukkan oleh Lukas melalui cerita tentang perumpamaan anak yang hilang. Anak sulung dan bungsu memiliki keputusan yang berbeda untuk masa depan mereka. Sikap mereka terhadap keputusan itu kemudian berdampak pada diri mereka sendiri. Suatu ketika saat hidup yang dijalani mulai dirasakan sangat susah dan menderita, si bungsu pun mengambil keputusan untuk kembali kepada keluarganya. Ia menyadari telah melakukan kesalahan dengan memilih hidup mandiri dan tak mampu menjalaninya secara bertanggung jawab. Satu-satunya tempat yang dapat memahami kelemahannya dan menerimanya kembali yakni keluarganya. Si bungsu kembali kepada ayahnya dan meminta maaf dengan penuh penyesalan. Hidup si bungsu berubah dan turut mempengaruhi terjadinya perubahan hidup juga pada kakaknya. Rasa iri dan ketidaksukaan dari si sulung kepada adiknya dikoreksi oleh ayahnya dengan nasihat yang menegaskan peran dan pengaruh keluarga pada setiap anggota keluarga tanpa membeda-bedakan. Setiap anggota keluarga memang seharusnya bertanggung jawab menjaga keutuhan keluarganya. Untuk itu, setiap anggota keluarga seharusnya mengedepankan sikap mau menerima dalam berbagai keadaan supaya persekutuan keluarga dapat tetap terpelihara dengan baik.

Doa: Tuntunlah kami dengan Roh dan Hikmat-Mu untuk hidup dalam keluarga   yang saling menerima. Amin.

Jumat, 05 Agustus 2022                                     

bacaan : Yunus 2 : 1 – 10

Doa ucapan syukur Yunus
Berdoalah Yunus kepada TUHAN, Allahnya, dari dalam perut ikan itu, 2 katanya: "Dalam kesusahanku aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku, dari tengah-tengah dunia orang mati aku berteriak, dan Kaudengarkan suaraku. 3 Telah Kaulemparkan aku ke tempat yang dalam, ke pusat lautan, lalu aku terangkum oleh arus air; segala gelora dan gelombang-Mu melingkupi aku. 4 Dan aku berkata: telah terusir aku dari hadapan mata-Mu. Mungkinkah aku memandang lagi bait-Mu yang kudus? 5 Segala air telah mengepung aku, mengancam nyawaku; samudera raya merangkum aku; lumut lautan membelit kepalaku 6 di dasar gunung-gunung. Aku tenggelam ke dasar bumi; pintunya terpalang di belakangku untuk selama-lamanya. Ketika itulah Engkau naikkan nyawaku dari dalam liang kubur, ya TUHAN, Allahku. 7 Ketika jiwaku letih lesu di dalam aku, teringatlah aku kepada TUHAN, dan sampailah doaku kepada-Mu, ke dalam bait-Mu yang kudus. 8 Mereka yang berpegang teguh pada berhala kesia-siaan, merekalah yang meninggalkan Dia, yang mengasihi mereka dengan setia. 9 Tetapi aku, dengan ucapan syukur akan kupersembahkan korban kepada-Mu; apa yang kunazarkan akan kubayar. Keselamatan adalah dari TUHAN!" 10 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada ikan itu, dan ikan itupun memuntahkan Yunus ke darat.

Jiwaku Lesu di “Titik Terjauh”

Nabi Yunus berkata dalam doanya “ketika jiwaku letih lesu di dalam aku, teringatlah aku kepada Tuhan…”

Perkataan Nabi Yunus ini serupa dengan sepenggal lirik lagu KJ. 237, yakni: “…jiwa yang letih lesu mendengar panggilan-Mu…”.

Kedua kalimat ini menggambarkan suatu situasi hidup yang paling melemahkan dan membawa pada ketidakberdayaan bagi seseorang. Hal ini tidak hanya menunjuk pada tubuh orang tersebut secara fisik. Kata “jiwa” dipakai oleh Yunus untuk menunjuk pada seluruh eksistensi kehidupannya sebagai manusia yang tidak mampu diatasi sendiri atau juga dengan pertolongan manusia yang lain. Ia mengakui kebersalahannya dengan mengingkari panggilan Tuhan. Yunus tidak pergi ke Niniwe sesuai perintah Tuhan, namun melarikan diri ke Tarsis. Akibatnya, Tuhan mendatangkan badai yang besar dan Yunus harus dibuang ke laut untuk menyelamatkan kapal dan para penumpang yang lain. Yunus mengingat Tuhan, ketika sudah berada dalam perut ikan. Ia berdoa dengan iman yang sungguh dan meyakini bahwa Tuhan Allah tidak jauh sekalipun Yunus berada di titik terjauh. Tuhan Allah pun pasti bisa mendengar sekalipun ia berada di dalam “dunia orang mati”, sebagai tempat yang jauh, sunyi dan tak bisa diketahui oleh siapapun. Doa Yunus ini merupakan sebuah reflkesi iman yang mendorong terjadinya perubahan hidup Yunus. Sebagai orang beriman, kita membutuhkan suatu situasi terendah dalam kehidupan yang kita jalani guna memantik kesadaran diri sebagai murid Tuhan atau saksi-Nya. Evaluasi dan transformasi hidup secara radikal pun akan terjadi akibat situasi yang paling gelap itu. Untuk itu, sebaiknya kita menyikapi kondisi hidup yang tak menyenangkan hingga yang dianggap paling menyusahkan dengan iman yang sungguh kepada Tuhan. Sebab kita pasti dapat menghitung berkat Tuhan yang tak terkira di balik seluruh peristiwa hidup.

Doa:  Ya Tuhan, ajarlah kami untuk memaknai seluruh keadaan hidup dengan iman yang sungguh. Amin.  

Sabtu, 06 Agustus 2022                                   

bacaan : Daniel 4 : 28 – 37

28 Semuanya itu terjadi atas raja Nebukadnezar; 29 sebab setelah lewat dua belas bulan, ketika ia sedang berjalan-jalan di atas istana raja di Babel, 30 berkatalah raja: "Bukankah itu Babel yang besar itu, yang dengan kekuatan kuasaku dan untuk kemuliaan kebesaranku telah kubangun menjadi kota kerajaan?" 31 Raja belum habis bicara, ketika suatu suara terdengar dari langit: "Kepadamu dinyatakan, ya raja Nebukadnezar, bahwa kerajaan telah beralih dari padamu; 32 engkau akan dihalau dari antara manusia dan tempat tinggalmu akan ada di antara binatang-binatang di padang; kepadamu akan diberikan makanan rumput seperti kepada lembu; dan demikianlah akan berlaku atasmu sampai tujuh masa berlalu, hingga engkau mengakui, bahwa Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan memberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya!" 33 Pada saat itu juga terlaksanalah perkataan itu atas Nebukadnezar, dan ia dihalau dari antara manusia dan makan rumput seperti lembu, dan tubuhnya basah oleh embun dari langit, sampai rambutnya menjadi panjang seperti bulu burung rajawali dan kukunya seperti kuku burung. 34 Tetapi setelah lewat waktu yang ditentukan, aku, Nebukadnezar, menengadah ke langit, dan akal budiku kembali lagi kepadaku. Lalu aku memuji Yang Mahatinggi dan membesarkan dan memuliakan Yang Hidup kekal itu, karena kekuasaan-Nya ialah kekuasaan yang kekal dan kerajaan-Nya turun-temurun. 35 Semua penduduk bumi dianggap remeh; Ia berbuat menurut kehendak-Nya terhadap bala tentara langit dan penduduk bumi; dan tidak ada seorangpun yang dapat menolak tangan-Nya dengan berkata kepada-Nya: "Apa yang Kaubuat?" 36 Pada waktu akal budiku kembali kepadaku, kembalilah juga kepadaku kebesaran dan kemuliaanku untuk kemasyhuran kerajaanku. Para menteriku dan para pembesarku menjemput aku lagi; aku dikembalikan kepada kerajaanku, bahkan kemuliaan yang lebih besar dari dahulu diberikan kepadaku. 37 Jadi sekarang aku, Nebukadnezar, memuji, meninggikan dan memuliakan Raja Sorga, yang segala perbuatan-Nya adalah benar dan jalan-jalan-Nya adalah adil, dan yang sanggup merendahkan mereka yang berlaku congkak.

Pindah Keyakinan Karena Otoritas Tuhan

Sekarang ini banyak sekali dijumpai dalam berbagai bentuk media pemberitaan tentang berpindahnya seseorang dari agama A ke agama B. Isi pemberitaan ini disampaikan dengan kisah-kisah yang menarik dan sangat memancing emosi pembaca atau penontonnya. Suatu ketika seorang bapak yang cukup fanatik dalam menjalani kehidupan beragamanya mempertanyakan kebenaran berita tersebut, katanya : apakah berpindah agama semudah seseorang hendak melakukan perjalanan dari kota A ke kota B dan ia hanya perlu membeli tiket atau membayar ongkos transportnya saja? Sikap mempertanyakan perubahan yang terjadi pada diri seseorang apalagi berkaitan dengan hal yang sifatnya prinsip yakni tentang keyakinannya memang merupakan suatu kewajaran. Hal ini pun menolong setiap orang untuk menganalisa benar tidaknya perubahan tersebut sambil memberi catatan evaluatif yang memberi makna bagi diri sendiri. Kisah perubahan hidup Raja Nebukadnezar dalam nas bacaan hari ini mungkin pula membuat kita bertanya, mengapa sang raja berubah kepercayaannya? Alangkah baiknya kita membaca keseluruhan cerita tentang Raja Nebukadnezar. Otoritas Tuhan merupakan kekuasaan yang paling tinggi dan harus diakui serta diterima oleh siapapun termasuk Raja Nebukadnezar. Itulah pesan utama dari cerita tentang perubahan hidup Raja Nebukadnezar. Ketika sang raja mengalami hal yang sama dengan mimpinya, ia sadar bahwa Tuhan berdaulat atas dirinya. Otoritas Tuhan kemudian meruntuhkan seluruh keegoisan sang raja. Ia harus mengakui bahwa dirinya adalah makhluk yang terbatas sekalipun memiliki kekuasaan yang luas dan posisi yang paling tinggi dari antara manusia lainnya. Sebab ketika Tuhan berkehendak, maka jadilah seperti yang dikehendaki-Nya. Hidup di dalam otoritas Tuhan merupakan cara kita yang adalah orang beriman untuk hidup sesuai dengan kehendak-Nya

Doa: Kami ingin hidup dalam otoritas-Mu ya Tuhan. Amin.

*SUMBER : SHK AGUSTUS 2022, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 24 – 30 Juli 2022

Tema Bulanan : “Kasih Kristus Menguatkan Daya Juang Untuk Transformasi Hidup

Tema Mingguan : “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan

Minggu, 24 Juli 2022                                         

bacaan : Lukas 12 : 13 – 21

Orang kaya yang bodoh
13 Seorang dari orang banyak itu berkata kepada Yesus: "Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku." 14 Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Saudara, siapakah yang telah mengangkat Aku menjadi hakim atau pengantara atas kamu?" 15 Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu." 16 Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: "Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya. 17 Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku. 18 Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku. 19 Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah! 20 Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti? 21 Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah."

Tuhan Menyediakan, Bermurah Hatilah

Yesus memberikan perumpamaan tentang orang kaya yang bodoh. Hal ini disampaikan sebagai pengajaran kepada pendengar-Nya ketika seorang dari antara mereka yang memohon untuk menyelesaikan perkara warisan orang ini bermaksud supaya saudaranya mau membagi harta warisan. Ia datang memohon agar Yesus mengumpulkan baginya harta duniawi. Yesus kemudian memberi kepadanya pemahaman yang benar tentang keinginan akan harta duniawi. Yesus datang bukan supaya manusia mengumpulkan baginya harta duniawi yang pada saatnya akan ditinggalkannya namun supaya setiap orang menjadi pewaris kerajaan sorga. Maksudnya agar orang mengumpulkan harta di sorga yang tidak akan termakan ngengat. Seorang terkaya di dunia yaitu Jhon D. Rockefeller pernah di tanya oleh reporter televisi “how much is enough?” (“seberapa banyak lagi uang atau harta yang kau butuhkan?”) karena dia sudah menjadi orang terkaya di dunia saat itu, dan dia berkata “just a lillte bit more” (“sedikit lagi”). Inilah buktinya walaupun seseorang sudah memiliki banyak harta kekayaan, tetap saja tidak ada kata cukup. Yesus memberikan perumpamaan tentang ketamakan itu seperti seorang yang merasa senang dan aman karena memiliki lumbung yang besar untuk menyimpan kekayaannya, namun kesenangannya itu tidak bertahan lama sebab malam itu juga Tuhan mengambil jiwanya. Jangan pernah kita mengkuatirkan akan hari esok, sebab Tuhan menyediakan apa yang kita butuhkan. Biarlah hatimu dikuasai Tuhan untuk menjadi orang yang bermurah hati, memberikan hidup dan apapun yang ada pada kita menjadi kemuliaan Tuhan.

Doa: Tuhan tolonglah kami menjadi orang yang bermurah hati. Amin

Senin, 25 Juli 2022                                         

bacaan : Matius 23 : 25 – 26

25 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan. 26 Hai orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih.

Berbeda Dengan Kebanyakan Orang

Tiga orang hamba dipercayakan harta tuan mereka. Hal ini menempatkan ketiga hamba itu sebagai orang kepercayaan sang tuan untuk mengelola harta. Mereka diberikan otoritas dari sang tuan untuk memutuskan apa yang perlu guna mengusahakan harta tuan mereka. Mereka bukan lagi hamba biasa, tetapi wakil dari tuan mereka. Betapa besarnya tuan mereka menghargai mereka. Tuan mereka memberikan penghargaan besar kepada ketiga orang hamba itu. Mendapatkan kepercayaan besar seperti itu tentu seharusnya membuat para hamba itu gentar. Mereka seharusnya merasa tidak layak dan mereka seharusnya mengerjakan apa yang dipercayakan kepada mereka dengan tekun, takut, dan gentar. Mereka sadar bahwa tuan mereka mengambil risiko sangat besar dengan memercayakan mereka uang. Tuan itu meletakkan usahanya untuk maju atau hancur di tangan para hamba ini. Tetapi hamba yang ketiga menghina penghormatan yang diberikan oleh tuannya itu. Dia tidak gentar karena dia tidak menghormati tuannya sehingga penghormatan yang diberikan tidak dianggap olehnya. Kepercayaan itu mahal harganya tidak mudah untuk orang bisa percaya dengan kita, apalagi kalau urusannya sudah menyangkut dengan uang, banyak orang yang jatuh juga karena masalah uang dan banyak juga orang yang tidak jujur dalam mengelola uang. Kita harus berbeda dengan kebanyakan orang menjaga kepercayaan itu dan tidak bersikap tamak dan serakah maka kita akan mendapat kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah dan manusia (bd.Amsal 3:4)

Doa:  Ya Tuhan, Beri kami kebijaksanaan untuk selalu menjaga kepercayaan yang Engkau berikan kepada kami, sehingga itu berbau harum di hadapan-Mu. Amin.

Selasa, 26 Juli 2022                                                

bacaan : Amsal 15 : 27

27 Siapa loba akan keuntungan gelap, mengacaukan rumah tangganya, tetapi siapa membenci suap akan hidup.

Andalkan Hikmat Allah Dalam Seluruh Kerjamu

Kata suap berkonotasi negatif yaitu pemberian atau hadiah berupa barang/uang yang diberikan dengan hati yang tidak tulus, tamak dan curang. Suap diberikan dengan maksud yang salah. Misalnya saja untuk mendapatkan keuntungan yang sudah jelas itu bertentangan dengan hukum. Siapa loba akan keuntungan gelap mengacaukan rumah tangganya, tetapi siapa membenci suap akan hidup. Suatu hari seorang arab lewat dan karena lapar ia memutuskan mampir di restoran milik orang yahudi dan memesan sandwich, pada saat itu orang arab sedang bermusuhan dengan orang Yahudi. Pemilik resto mengambil keputusan untuk memberikan orang arab itu makanan dengan syarat tagihannya dua kali lipat. Si orang arab pun makan dan hari-hari selanjutnya si arab ini kembali dengan banyak teman dan pemilik restoranpun tetap menaikan tagihan bahkan sampai empat kali lipat. Si arab pun tetap memuji makanan restoran itu dan membayar bahkan memberikan uang tip lebih. Keesokan harinya di pintu resto terpampang tulisan dengan bunyi, maaf tidak menerima pelanggan orang yahudi, khusus orang arab. Kita rasanya pernah berkata pada diri sendiri, biar susah-susah beta akan kasih hidup beta punya keluarga dari beta pung kerja yang beta lakukan dengan dua tangan dan dengan karingat yang jatuh. Namun situasi dapat berubah saat persoalan tak dapat diselesaikan. Semua cara ditempuh, akal bulus pun dipakai asal dapat memenuhi tuntutan hidup. Amsal mengingatkan bahwa rumahtangga akan mengalami keburukkan sebagai akibat “kerja kotor”. Karena itu bekerjalah dengan cara yang berkenan pada Tuhan.

Doa:  Kiranya Roh hikmat menuntun kita dalam melakukan setiap pekerjaan secara benar. Amin.

Rabu, 27 Juli 2022                                                   

bacaan : Ibrani 13 : 5a

5 Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu.

Hiduplah Dalam Kecukupan

Suatu kesalahan dan kesesatan terbesar yang dilakukan manusia ialah tatkala ia berjuang dengan segala cara untuk menikmati kekayaan sehingga memperhambakan diri kepada kekayaan (uang). Lalu ia berdoa kepada TUHAN agar memenuhi hasratnya.  Tindakkan seperti ini salah dan sesat. Segala bentuk kejahatan adalah akibat dari cinta akan uang lalu orang-orang menyimpang dari kebenaran. Hal ini terjadi bukan saja pada pihak tertentu tetapi pada semua kalangan, termasuk orang Kristen. Akibatnya buruk, tidak heran jika kekristenan menjadi fenomena yang “kering”. Menghambakan diri kepada uang adalah bentuk ketidakpuasan atas apa yang Allah beri dalam hidup kita. Menghambakan diri kepada uang adalah bentuk ketidakpercayaan sekaligus bentuk penyerahan diri yang tidak seutuhnya pada pemeliharaan Allah dalam kecukupan yang sejati. Pemeliharaan Allah dalam kecukupan yang sejati itu memungkinkan kita untuk menikmati hidup dalam kebahagiaan. Hati kita dipenuhi dengan ucapan syukur. Bila hati kita dipenuhi dengan ucapan syukur, maka dalam segala keadaan kita dapat berkata cukup. Tak dapat disangkali bahwa uang itu penting tetapi bukan segala-galanya. Uang tidak dapat membeli sukacita, kebahagiaan, ketenangan apalagi keselamatan jiwa. Karena itu siapa cinta uang tidak akan puas dengan uang dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Ini pun sia-sia (bd. Pengkhotbah 5 : 9). Karena itu jaga hati supaya tidak terfokus pada harta dan kekayaan yang pada gilirannya menjadikan kita hamba uang dan orang-orang yang tidak pernah merasa berkecukupan.

Doa: Tuhan jadikanlah kami orang-orang yang sungguh mempercayakan seluruh hidup dalam pemeliharaan-Mu yang berkecukupan. Amin

Kamis, 28 Juli 2022                                            

bacaan : 2 Petrus 2 : 1 – 3

Nabi-nabi dan guru-guru yang palsu
Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka. 2 Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu, dan karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat. 3 Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka. Tetapi untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda.

Teguh Dalam Ajaran Yang Benar

Bermuka dua dalam istilah kerennya artinya palsu. Semua kita pernah menemukan itu, kalau ada yang asli pasti ada yang palsu. Orang-orang dengan tipe seperti ini sangat berbahaya sebab ibarat musuh dalam selimut. Karena itu kita harus mengenali sungguh-sungguh ciri-ciri orang tersebut. Hal-hal yang palsu ini selalu saja ada dalam keseharian kita mulai dari benda-benda sampai kepada teman tetapi juga tidak menutup kemungkinan ada pada mereka yang tampil sebagai pengajar. Dampak yang ditimbulkan dari hal-hal yang palsu itu sangat merugikan, sangat menyesatkan karena segala sesuatu   direkayasa. Karena itu mengenali ciri-ciri kepalsuan itu penting supaya tidak terjebak dan pada akhirnya tersesat dalam rupa-rupa pengajaran yang sesat. Mereka yang palsu rata-rata tidak tulus, merendahkan orang, senang bila orang jatuh, senang melakukan sesuatu hanya untuk mencari popularitas. Petrus memberikan gambaran bagi kita tentang bagaimana mengenal nabi-nabi palsu itu. Pengajaran nabi-nabi palsu kelihatannya Alkitabiah tetapi sebenarnya tidaklah berfokus pada Tuhan Bahkan nabi-nabi palsu ini akan membuat jemaat Tuhan menyangkal Yesus Kristus yang telah menebus mereka. Nabi-nabi palsu ini akan berusaha mencari keuntungan dengan ajaran-ajaran yang disebarkan. Rasul Petrus mengingatkan kita agar tidak terjebak dalam ajaran-ajaran para nabi palsu sebab akan membawa pada kebinasaan. Bila  pengakuan iman kita tidak sejalan dengan ajaran dan cara hidup, maka mari selidiki diri agar terhindar dari kemalangan.

Doa: Tolong kami dengan kuasa roh-Mu agar dalam setiap pengajaran yang kami sampaikan itu hanya berdasarkan kehendak-Mu. Amin

Jumat, 29 Juli 2022                                       

bacaan : Bilangan 11 : 31 -35

Burung puyuh
31 Lalu bertiuplah angin yang dari TUHAN asalnya; dibawanyalah burung-burung puyuh dari sebelah laut, dan dihamburkannya ke atas tempat perkemahan dan di sekelilingnya, kira-kira sehari perjalanan jauhnya ke segala penjuru, dan kira-kira dua hasta tingginya dari atas muka bumi. 32 Lalu sepanjang hari dan sepanjang malam itu dan sepanjang hari esoknya bangkitlah bangsa itu mengumpulkan burung-burung puyuh itu--setiap orang sedikit-dikitnya mengumpulkan sepuluh homer--,kemudian mereka menyebarkannya lebar-lebar sekeliling tempat perkemahan. 33 Selagi daging itu ada di mulut mereka, sebelum dikunyah, maka bangkitlah murka TUHAN terhadap bangsa itu dan TUHAN memukul bangsa itu dengan suatu tulah yang sangat besar. 34 Sebab itu dinamailah tempat itu Kibrot-Taawa, karena di sanalah dikuburkan orang-orang yang bernafsu rakus. 35 Dari Kibrot-Taawa berangkatlah bangsa itu ke Hazerot dan mereka tinggal di situ.

Rakus Membawa Celaka

Makan berlebihan dapat membahayakan bagi Kesehatan tubuh. Sebutan lain dari makan berlebihan adalah kerakusan. Akibatnya beragam; memicu obesitas, meningkatnya risiko terjadinya penyakit-penyakit kronik bahkan dapat menimbulkan masalah mental. Kerakusan adalah pemberhalaan perut dengan mengkonsumsi apa saja yang dapat memuaskan hasrat dan memberikan kenikmatan tanpa memikirkan risiko. Ada orang yang menganggapnya biasa. Ternyata kerakusan adalah sebuah dosa karena itu mengakibatkan rusaknya tatanan hidup.

• Kerakusan itu merusak pola hidup sehat. Manusia tidak lagi makan untuk hidup tetapi hidup hanya untuk makan.

• Merusak kepekaan, kepedulian dan rasa untuk berbagi dengan sesama, yang ada hanya bagaimana soal memenuhi hasrat.

• Orang rakus itu pertanda bahwa ia sementara mengalami krisis iman, ia tidak percaya kepada ALLAH sebagai sang pencipta tetapi juga sang pemelihara kehidupan.

Berjalan dengan iman ternyata tidak mudah. Kita terkadang melihat segala sesuatu lancar dan tidak ada masalah. Padahal Allah punya cara sendiri memimpin dan memelihara umat-Nya. Pengembaraan bangsa Israel dalam perjalanan ke Kanaan dengan membanding-bandingkan dan merindukan makanan dan minuman di Mesir yang lebih baik walaupun diperbudak maka Allah mendatangkan burung puyuh sebagai makanan mereka dan sesuai janjiNYA sebulan penuh umat akan makan dari puyuh itu. Namun ada saja yang rakus dan serakah dan hal ini mendatangkan tulah dari Allah, sehingga banyak dari mereka yang mati. Dari hal ini kita diajarkan bahwa berkat yang terbaik dan termulia itu adalah pemberian TUHAN. Belajarlah menyukai semua hal yang TUHAN berikan karena TUHAN tahu apa yang kita butuhkan dan apa yang terbaik bagi kita. Jangan tambahkan benih persungutan, benih dosa, tidak beriman, tidak bersyukur, karena dengan demikian kita akan jatuh, celaka, dan kehilangan kemuliaan TUHAN. Nikmatilah secukupnya dengan rasa syukur maka terpenuhilah hasrat kita.

Doa: Ajarlah kami hikmat-Mu agar kami tidak menggunakan berkat-Mu untuk memenuhi hasrat dan kepentingan sendiri. Amin

Sabtu, 30 Juli 2022                                       

bacaan : 1 Timotius 6 : 9 – 10

9 Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. 10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

Akar Segala Kejahatan Ialah Cinta Uang

Dalam sebuah pertemuan dengan seorang hamba Tuhan dia katakana bahwa orang yang mau hidup miskin di dalam dunia ialah hamba TUHAN. Alasannya sederhana karena pada prinsipnya seorang hamba hanya menjalankan apa yang diperintahkan tuannya. Ironisnya dunia hari ini mana ada orang yang mau hidup miskin dan susah?  Semua orang mau hidup enak dan kaya. Kalau miskin mau ini dan itu susah, tetapi jika kaya semua bisa. Agaknya hal tersebut manusia di abad modern ini.  Praktek tipu-tipu adalah sarana menuju pemenuhan hasrat menjadi kaya. Awalnya mempesonakan dengan kabar-kabar yang memikat, penuh rayuan dan janji.  Semua orang dibuat terlena, terbuai dan hanyut. Semua orang dijadikan mesin pemuas hasrat dan setelah semua hasrat terpenuhi maka janji dan semua kata-kata yang manis berubah menjadi kebohongan yang menyisahkan kebencian dan permusuhan.  Salah satu pernyataan Tuhan yang paling mengejutkan bahwa sebenarnya hampir tidak mungkin bagi seorang kaya untuk masuk kerajaan surga karena tidak sedikit mereka yang mengejar kekayaan jatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan (ayat 10). Tujuan dan kepuasan orang yang mengejar kekayaan akan berpusat pada hal mementingkan diri dan hasratnya oleh harta dan kekayaan dan tidak lagi berpusat pada Allah.

Doa : Kami membutuhkan kekayaan sejati yang hanya datang dari-Mu Tuhan, tolong kami agar mampu menebarkan kasih dengan tidak mengabaikan iman  yang menyelamatkan kami agar kehidupan rohani kami indah di mata-Mu. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN JULI 2022, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 17 – 23 Juli 2022

Tema Bulanan : “Kasih Kristus Menguatkan Daya Juang Untuk Transformasi Hidup

Tema Mingguan : “Hidup di dunia tapi tidak duniawi

Minggu, 17 Juli 2022                                

bacaan : 2 Korintus 10 : 1 – 11

Sikap Paulus
Aku, Paulus, seorang yang tidak berani bila berhadapan muka dengan kamu, tetapi berani terhadap kamu bila berjauhan, aku memperingatkan kamu demi Kristus yang lemah lembut dan ramah. 2 Aku meminta kepada kamu: jangan kamu memaksa aku untuk menunjukkan keberanianku dari dekat, sebagaimana aku berniat bertindak keras terhadap orang-orang tertentu yang menyangka, bahwa kami hidup secara duniawi. 3 Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi, 4 karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng. 5 Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus, 6 dan kami siap sedia juga untuk menghukum setiap kedurhakaan, bila ketaatan kamu telah menjadi sempurna. 7 Tengoklah yang nyata di depan mata kamu! Kalau ada seorang benar-benar yakin, bahwa ia adalah milik Kristus, hendaklah ia berpikir di dalam hatinya, bahwa kami juga adalah milik Kristus sama seperti dia. 8 Bahkan, jikalau aku agak berlebih-lebihan bermegah atas kuasa, yang dikaruniakan Tuhan kepada kami untuk membangun dan bukan untuk meruntuhkan kamu, maka dalam hal itu aku tidak akan mendapat malu. 9 Tetapi aku tidak mau kelihatan seolah-olah aku menakut-nakuti kamu dengan surat-suratku. 10 Sebab, kata orang, surat-suratnya memang tegas dan keras, tetapi bila berhadapan muka sikapnya lemah dan perkataan-perkataannya tidak berarti. 11 Tetapi hendaklah orang-orang yang berkata demikian menginsafi, bahwa tindakan kami, bila berhadapan muka, sama seperti perkataan kami dalam surat-surat kami, bila tidak berhadapan muka.

Hidup di Dunia Tapi Jangan Duniawi

Ikan air laut selalu terasa tawar, meskipun lahir dan hidup di dalam laut. Lahir dan hidup di dalam air laut yang asin tidak membuat daging ikan terasa asin. Dalam bahasa yang sederhana, hidup di laut yang asin tapi tidak menjadi asin. Rasul Paulus, lewat bacaan ini hendak menegaskan Jemaat di Korintus untuk hidup di dalam dunia tapi jangan menjadi duniawi. Ia hendak menyadarkan orang-orang Kristen bahwa selama kita hidup di dunia baiklah perjuangan hidup kita tidak secara duniawi. Artinya, janganlah hal-hal yang duniawi mempengaruhi dan menguasi hidup kita atau mengubah hidup menjadi manusia dunia. Perjuangan hidup orang Kristen di dunia haruslah berlangsung di dalam Kristus, yakni dengan menggunakan perlengkapan senjata Allah. Paulus telah menunjukkan keteladanan tentang hidup yang tidak duniawi. Ia memilih untuk tidak menyelesaikan masalah antara dirinya dengan sejumlah orang secara fisik atau kekerasan. Hidup di dunia tak mumngkin tanpa masalah karena itu penyelesaiannya harus dilakukan dengan cara damai. Kekerasan tak boleh dipakai untuk menyelesaikan konflik atau terganggunya relasi di antara seorang dengan yang lainnya. Hidup sebagai umat milik Kristus haruslah berlangsung dalam damai, cinta kasih, rukun, harmonis, dan persaudaraan. Inilah maksudnya, kita memang lahir dan hidup di dunia namun itu tidak berarti kita menjadi manusia duniawi. Manusia duniawi hidup sebagai pembuat masalah atau keonaran, penuduh yang tak mengakui kelebihan orang lain serta ingin menang sendiri. Kita terpanggil untuk memelihara hidup dan mengubah dunia dengan kebaikan bagi kemuliaan Kristus.

Doa: Bapa, tolonglah kami untuk hidup bukan dengan cara yang duniawi. Amin.

Senin, 18 Juli 2022                                              

bacaan : Titus 2 : 11 – 12                                                                               

Kasih karunia Allah menyelamatkan semua manusia
11 Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata. 12 Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keingina duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini

Hiduplah Sebagai Orang Yang Bijaksana di Dunia ini

Setiap orang yang percaya kepada Kristus harus selalu menyadari bahwa keselamatan telah dianugerahkan dengan Cuma-cuma. Kristus rela mengalami penderitaan dan kematian tapi bangkit dalam kemenangan. Ia menang atas kuasa dosa dan maut lalu menganugerahkannya sebagai keselamatan bagi semua orang yang percaya kepada-Nya. Demikianlah ungkap Rasul Paulus, sebagaimana disebutkan dalam Titus 2:11-12: anugerah Tuhan Yesus yang menyelamatkan merupakan suatu kasih karunia. Disebut kasih karunia sebab keselamatan yang didapat oleh manusia, khususnya orang percaya, bukan merupakan hasil usaha manusia melainkan inisiatif Tuhan Allah. Tindakan Tuhan Allah yang mengambil inisiatif untuk menyelamatkan manusia dari dosa dimaksudkan untuk mendidik kita agar dpat meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi. Melalui Firman Tuhan ini, manusia dihadapkan dengan suatu tuntutan, sekaligus kewajiban agar dalam menjalani kehidupan di dunia kita tidak menjalaninya menurut keinginan dunia. Kehidupan duniawi kita sudah dikalahkan, dihancurkan, dan dipatahkan oleh Yesus Kristus dalam penderitaan, kematian, dan kebangkitan-Nya. Hal ini pertanda, kita harus menjalani kehidupan sebagai orang-orang yang sudah ditebus dan diselamatkan dengn selalu hidup bijaksana, yaitu dapat membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik, bersikap dan berperilaku adil, serta selalu mendekatkan diri pada Tuhan melalui doa dan ibadah. Semua orang yang telah diselamatkan menjadi bijaksana atau manusia yang berbeda dari mereka yang tidak percaya kepada Kristus.

Doa: Ya Kristus, layakkanlah kami menjadi orang yang bijaksana. Amin.

Selasa, 19 Juli 2022                                            

bacaan : Yohanes 15 : 19                                                                       

19 Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu.

Walaupun Dunia Membenci, Saya Tetap Mengikuti Yesus

Dibenci oleh orang lain adalah hal yang tidak di kehendaki manusia dalam hidup ini. Begitu pun sebaliknya, orang lain juga tidak ingin dibenci oleh kita. Biasanya orang yang membenci kita adalah mereka yang memandang dengan curiga dan menilai secara sepihak.  Kita dinilai dan diposisikan sebagai orang yang  tidak; sepaham, sejalan, dan mengikuti mereka. Ada banyak pengalaman bahwa ternyata ketika seseorang tidak sepaham, sejalan, dan tidak mengikuti orang lain atau kelompok tertentu maka orang itu dibenci dan dibuat susah, bahkan dibunuh, seperti yang dialami oeh Yesus Kristus. Bacaan Alkitab ini memuat ucapan Yesus yang menegaskan tentang risiko tidak mengikuti keinginan dunia. Yesus menegaskan bahwa ada dua pilihan yang bertolak belakang, yaitu kalau mengikuti keinginan dunia maka dunia akan mengasihi kita. Sebaliknya, kalau menolak mengikuti keinginan dunia dan memilih mengikut Yesus maka dunia akan membenci kita. Kita adalah orang-orang yang telah ditebus dan diselamatkan oleh Yesus Kristus melalui kematian dan kebangitan-Nya. Pilihan Yesus Kristus untuk mengorbankan diri-Nya mati di Salib merupakan suatu keputusan untuk memilih dan menjadikan kita umat pilihan-Nya. Kita dipilih untuk menerima anugerah keselamatan dan kehidupan kekal (bd. Yoh.3:16). Hal ini berarti, kita tidak punya pilihan lain sekarang ini selain tetap setia mengikuti Yesus Sang penyelamat, meskipun karena hal tersebut, dibenci dunia. Tinggalkan keinginan dunia, dan tetaplah setia mengikuti Yesus.

Doa:  Ya Yesus, teguhkanlah hatiku untuk terus mengikuti-Mu meskipun dunia membenciku, amin

Rabu, 20 Juli 2022                                            

bacaan : Kolose 2 : 20 – 23                                                                                

20 Apabila kamu telah mati bersama-sama dengan Kristus dan bebas dari roh-roh dunia, mengapakah kamu menaklukkan dirimu pada rupa-rupa peraturan, seolah-olah kamu masih hidup di dunia: 21 jangan jamah ini, jangan kecap itu, jangan sentuh ini; 22 semuanya itu hanya mengenai barang yang binasa oleh pemakaian dan hanya menurut perintah-perintah dan ajaran-ajaran manusia. 23 Peraturan-peraturan ini, walaupun nampaknya penuh hikmat dengan ibadah buatan sendiri, seperti merendahkan diri, menyiksa diri, tidak ada gunanya selain untuk memuaskan hidup duniawi.

Hiduplah Menurut ajaran, Nasihat dan Perintah Yesus

Nas hari ini menyaksikan upaya Paulus mendorong jemaat di Kolose untuk memahami apa arti dibangkitkan kepada kehidupan baru di dalam Kristus. Hidup baru dialami umat karena anugerah keselamatan yang diterima dari Kristus. Keselamatan adalah anugerah Allah, bukan usaha manusia. Umat yang telah diselamatkan diminta untuk hidup seturut ajaran, nasihat, dan perintah Yesus. Oleh sebab itu peraturan yang dibuat manusia sekalipun bermanfaat, namun bukanlah syarat memperoleh selamat. Ada sebagian orang percaya di Kolose yang masih beranggapan bahwa hukum-hukum dalam keagamaan. Hal juga tidak berarti pengabaian hukum yang dibuat manusia. Hukum buatan manusia tetap diperlukan untuk menjamin ketertiban dan keteraturan. Hidup baru di dalam Kristus adalah cara hidup yang mentaati kehendak Tuhan. Paulus, melalui bacaan Alkitab ini, memberikan pencerahan kepada orang-orang Kristen di Kolose bahwa hidup di dunia ini memerlukan hukum. Namun, selaku orang percaya yang sudah ditebus dan diselamatkan oleh Yesus Kristus, orang-orang Kristen tidak boleh mengabaikan segala sesuatu yang sudah Yesus ajarkan, nasihatkan, dan lakukan untuk umat manusia. Peraturan dunia memang ada dan perlu tapi jangan sampai orang-orang percaya melupakan dan mengabaikan perkara-perkara di atas yang Yesus sudah ajarkan dan sampaikan kepada manusia. Hiduplah karena kasih karunia dan jadilah orang percaya yang tertib dan teratur serta setia. Bila kita telah menjalani keberadaan sesuai kehendak Yesus, maka hidup yang sejati pasti dialami.

Doa: Ya Yesus, ajarlah kami untuk hidup menurut kehendak-Mu. Amin.

Kamis, 21 Juli 2022                                         

bacaan : Matius 5 : 13 – 16

Garam dunia dan terang dunia
13 "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. 14 Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. 15 Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. 16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."

Bermakna Seperti Garam dan Terang

Garam memiliki fungsi yang  unik, dapat memberi rasa asin tanpa terlihat. Lihat saja air laut dan air tawar (air biasa). Jika sama-sama dimasukkan ke dalam wadah seperti gelas, nyaris tidak akan ada bedanya. Garam hanya bisa terdeteksi jika dirasakan. Seperti itulah gambaran kita yang Tuhan inginkan. Menjadi anak Tuhan seperti garam, yang mengasinkan dengan larut di dalamnya. Garam tidak berfungsi maksimal ketika berkumpul dengan garam lainnya. Garam akan berfungsi maksimal ketika ia dilarutkan ke dalam benda lain. Garam akan berfungsi ketika dibubuhkan pada sayur yang hambar, sehingga rasanya menjadi lebih enak. Kita pun demikian, ada kalanya kita harus menjadi seperti garam, yang tanpa banyak terlihat  tetapi kehadirannya dirasakan membawa berkat dimanapun kita berada. Tuhan juga memerintahkan kita untuk menjadi terang (ay. 14). Fungsi terang berbeda dengan garam. Jika garam tidak terlihat ketika larut dalam air, terang justru harus terlihat oleh orang lain. Jika kita melihat ayat 14 sampai 16, kita akan mengerti bahwa hidup sebagai terang berarti harus siap dilihat orang banyak. Kehadiran kita harus dapat mengusir kegelapan. Ketika ada terang, maka kegelapan pun akan lenyap. Itulah mengapa kita pun harus mampu melakukan fungsi  sebagai terang, yaitu membawa penerangan bagi lingkungan sekitar. Terang pun jauh lebih berguna di tempat yang gelap. Ketika   ajaran Yesus ini sungguh dihayati, maka Ia akan memampukan kita baik sebagai garam maupun terang. Hidup kita bermakna karena kebusukan dan kehambaran serta kegelapan diatasi.

Doa: Ya Tuhan, Mampukan kami supaya kami selalu bermakna bagi banyak orang dimana pun kami berada. Amin.

Jumat, 22 Juli 2022                                        

bacaan : Yohanes 17 : 6 – 19

6 Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu. 7 Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu. 8 Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. 9 Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu 10 dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka. 11 Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita. 12 Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci. 13 Tetapi sekarang, Aku datang kepada-Mu dan Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka. 14 Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. 15 Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat. 16 Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. 17 Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran. 18 Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia; 19 dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya merekapun dikuduskan dalam kebenaran.

Hidup Sebagai Murid Yesus

Yesus dalam kondisi mempersiapkan perpisahan dengan para murid. Wajar jika seorang guru yang hendak berpisah dengan murid melakukan sesuatu untuk murid yang selama ini selalu mengikut-Nya. Setelah Dia berdoa kepada Bapa mengenai ketaatan dan seluruh tugas pelayanan yang dilakukan-Nya dalam ketaatan dan kesetiaan. Batinnya kemudian tergerak oleh belas kasih. Dia mendoakan para murid kepada Bapa. Bagi Yesus, kita ini adalah milik Bapa. Karena Roh Kudus, kita menuju pada Yesus. Kita tidak mungkin terpisah dengan Allah Bapa, Yesus dan Roh Kudus. Kesatuan dan kasih ini nyata sangat nampak dalam doa dan penyerahan murid yang dilakukan Yesus kepada Allah Bapa. Yesus meminta agar kita tidak diambil dari dunia yang jahat dan penuh pencobaan ini. Yesus sadar bahwa kita bukan dari dunia ini, kita adalah umat surgawi, milik Allah yang dikuduskan dan dipilih untuk menjadi warga Kerajaan Allah. Namun demikian, Yesus ingin agar Bapa menolong kita melakukan banyak tugas di dunia ini dan terutama agar melindungi kita dari yang Jahat. Yesus memohon agar Bapa menguduskan kita dalam kebenaran. Kebenaran itu ada dalam Firman Tuhan. Firman yang telah menjadi daging yaitu Yesus itu diam di antara kita. Hanya melalui Yesus, kita bisa mengenal Allah dan Firman-Nya. Hari ini kita diingatkan kembali untuk berbalik pada Firman, selalu berpegang teguh pada Firman dan mendekat pada Yesus. Melihat Yohanes 17:6-19, nyata juga penekanan secara konsisten akan identitas kita sebagai murid Kristus. Murid Yesus ada di dunia ini tapi tidak serupa dengan dunia ini.  Allah menguduskan kita

Doa: Ya Tuhan, Mampukan kami untuk selalu berbeda dengan dunia dan  sadar akan keberadaan kami sebagai murid-Mu. Amin.

Sabtu, 23 Juli 2022                                    

bacaan : 1 Yohanes 2 : 15 – 17

15 Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. 16 Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. 17 Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.

Tidak Menuruti Dunia

Rasul Yohanes memberi peringatan tentang bahaya yang dapat dialami orang-orang percaya. Karena tinggal di dalam dunia, hati kita bisa begitu melekat pada berbagai hal di dalamnya (ayat 15). Di sini rasul Yohanes tidak sedang menuding suatu gaya hidup tertentu, penampilan tertentu, atau kepemilikan harta dalam jumlah tertentu. Ia sedang berbicara tentang kondisi hati saat umat Tuhan menanggapi apa yang ada di sekitarnya. Kondisi hati yang menganggap bahwa apa yang ditawarkan dunia jauh lebih baik daripada apa yang ditawarkan Tuhan. Seorang duta besar misalnya diutus ke sebuah negara yang sangat berbeda dari negara asalnya. Berbulan-bulan lamanya ia harus beradaptasi dengan bahasa dan budaya di sana. Namun, bayangkanlah jika ia menjadi begitu terpikat dengan nilai-nilai dan tradisi negara tersebut. Ia mulai menganggap negara itu sebagai negaranya sendiri, tentunya akan berdampak kurang baik bagi setiap keputusan yang akan diambilnya karena sudah tidak objektif lagi.  Kita pun demikian hidup di dunia tetapi jangan sampai terpikat dengan nilai-nilai duniawi. Kasih adalah kunci untuk berjalan di dalam terang sesuai dengan panggilan kita. Kita tidak dapat bertumbuh selama masih membenci sesama kita. Pertumbuhan dalam relasi kita dengan Allah akan menghasilkan pertumbuhan dalam relasi kita dengan sesama. Kita harus menjauh dari keinginan-keinginan dunia ini, sehingga kita dapat mengasihi Tuhan dan sesama dengan segenap hati, oleh karena itu, berdoalah kepada Tuhan. Mintalah kekuatan dari Tuhan dan alamilah kasih-Nya, sehingga kita dapat mengasihi sesama.

Doa: Ya Tuhan, ajarlah kami untuk menjauhi keinginan-keinginan dunia dan tidak terpikat olehnya karena kami hidup di dalam-Mu.  Amin.  

*SUMBER : SHK BULAN JULI 2022, LJP-GPM

Santapan Harian Kelurga, 10 – 16 Juli 2022

Tema Bulanan : ” Kasih Kristus Menguatkan Daya Juang Untuk Transformasi Hidup.

Tema Mingguan : “Mengejar kebahagian sejati

Minggu, 10 Juli 2022                                       

bacaan : Mazmur 49 : 1 – 21

Kebahagiaan yang sia-sia
Untuk pemimpin biduan. Dari bani Korah. Mazmur. (49-2) Dengarlah, hai bangsa-bangsa sekalian, pasanglah telinga, hai semua penduduk dunia, 2 (49-3) baik yang hina maupun yang mulia, baik yang kaya maupun yang miskin bersama-sama! 3 (49-4) Mulutku akan mengucapkan hikmat, dan yang direnungkan hatiku ialah pengertian. 4 (49-5) Aku akan menyendengkan telingaku kepada amsal, akan mengutarakan peribahasaku dengan bermain kecapi. 5 (49-6) Mengapa aku takut pada hari-hari celaka pada waktu aku dikepung oleh kejahatan pengejar-pengejarku, 6 (49-7) mereka yang percaya akan harta bendanya, dan memegahkan diri dengan banyaknya kekayaan mereka? 7 (49-8) Tidak seorangpun dapat membebaskan dirinya, atau memberikan tebusan kepada Allah ganti nyawanya, 8 (49-9) karena terlalu mahal harga pembebasan nyawanya, dan tidak memadai untuk selama-lamanya-- 9 (49-10) supaya ia tetap hidup untuk seterusnya, dan tidak melihat lobang kubur. 10 (49-11) Sungguh, akan dilihatnya: orang-orang yang mempunyai hikmat mati, orang-orang bodoh dan dungupun binasa bersama-sama dan meninggalkan harta benda mereka untuk orang lain. 11 (49-12) Kubur mereka ialah rumah mereka untuk selama-lamanya, tempat kediaman mereka turun-temurun; mereka menganggap ladang-ladang milik mereka. 12 (49-13) Tetapi dengan segala kegemilangannya manusia tidak dapat bertahan, ia boleh disamakan dengan hewan yang dibinasakan. 13 (49-14) Inilah jalannya orang-orang yang percaya kepada dirinya sendiri, ajal orang-orang yang gemar akan perkataannya sendiri. Sela 14 (49-15) Seperti domba mereka meluncur ke dalam dunia orang mati, digembalakan oleh maut; mereka turun langsung ke kubur, perawakan mereka hancur, dunia orang mati menjadi tempat kediaman mereka. 15 (49-16) Tetapi Allah akan membebaskan nyawaku dari cengkeraman dunia orang mati, sebab Ia akan menarik aku. Sela 16 (49-17) Janganlah takut, apabila seseorang menjadi kaya, apabila kemuliaan keluarganya bertambah, 17 (49-18) sebab pada waktu matinya semuanya itu tidak akan dibawanya serta, kemuliaannya tidak akan turun mengikuti dia. 18 (49-19) Sekalipun ia menganggap dirinya berbahagia pada masa hidupnya, sekalipun orang menyanjungnya, karena ia berbuat baik terhadap dirinya sendiri, 19 (49-20) namun ia akan sampai kepada angkatan nenek moyangnya, yang tidak akan melihat terang untuk seterusnya. 20 (49-21) Manusia, yang dengan segala kegemilangannya tidak mempunyai pengertian, boleh disamakan dengan hewan yang dibinasakan.

Berbahagialah Mereka Yang Mengandalkan Tuhan

Kita memang tak dapat pungkiri bahwa materi, kekuasaan, jabatan atau yang lainnya memiliki nilai penting dalam keberadaan manusia. Manusia tak mungkin hidup tanpa hal-hal tersebut, karena itu hikmat dan pengertian diperlukan untuk mengusahakan dan memilikinya. Hikmat dan pengertian perlu agar manusia terhindar dari kebahagiaan yang sia-sia. Kita memerlukan materi dan yang lainnya, namun jangan sampai melupakan Tuhan, sebab kebahagiaan sejati berasal dari-Nya. Hal apapun yang kita miliki termasuk kegemilangan, popularitas, dan prestasi hanyalah pemenuhan atas kebutuhan sebagai manusia, tetapi bukan penyelamat. Orang berhikmat mengandalkan Tuhan dan terhindar dari kesia-siaan. Andalkanlah Tuhan dan upayakanlah semua hal yang dibutuhkan dalam hidup agar kebahagiaan sejati dialami. Perhatikanlah dua contoh peradaban modern berikut ini. Presiden Brasil, G.Vargas yang berada di puncak karier dan jabatannya tapi justeru bunuh diri dengan cara menembak jantungnya sendiri. Marilyn Monroe, artis terkenal dan cantik mengalami depresi hingga overdosis. Kita mendapat pelajaran dari dua kisah itu bahwa keselamatan tidak terletak pada banyaknya harta atau tinggi rendahnya jabatannya serta popularitas atau ketenaran. Ingat dan renungkanlah bahwa mengandalkan Tuhan menjadikan kita berhikmat menjalani keberadaan dan berbahagia. Dia-lah Sang pemilik hidup dan sumber berkat. Pemazmur meyakini-Nya sebagai  Sang pemilik kuasa abadi yang akan menjamin hidup kita kini dan nanti. Semua orang yang mengandalkan Tuhan memiliki hikmat, bersukacita dan berbahagia. Oleh sebab itu andalkanlah Dia dalam seluruh keberadaan ini.

Doa: Tuhan mampukan kami untuk selalu mengandalkan-Mu. Amin.

Senin, 11 Juli 2022                                          

bacaan : Amsal 11 : 27 – 28

27 Siapa mengejar kebaikan, berusaha untuk dikenan orang, tetapi siapa mengejar kejahatan akan ditimpa kejahatan. 28 Siapa mempercayakan diri kepada kekayaannya akan jatuh; tetapi orang benar akan tumbuh seperti daun muda.

Mengejar Kebaikan dan Menjauhi Kejahatan

Penulis Amsal seperti yang tersebut dalam nas hari ini menyampaikan wejangan hikmat tentang hal yang harus diupayakan seseorang dalam hidupnya. Hidup adalah kesempatan untuk “mengejar” atau mengupayakan kebaikan, bukan kejahatan (ayat 27). Inilah fakta keberadaan manusia, senantiasa bergumul dengan baik dan buruk. Hal ini bermkna peringatan agar semua orang menjalani hidup secara berhati-hati. Pilihan tindakkan kebaikan dan kejahatan pasti menjadi kenyataan yang terus berlangsung. Semua orang diharapkan dapat menyadari bahwa setiap tindakkan melahirkan dampak tertentu. Seseorang yang melakukan kebaikan dikenan orang. Tindakkan kebaikan menjadi cerita hidup yang bermakna positif bagi orang lain. Sebaliknya kejahatan berdampak pada dialaminya kemalangan atau kesusahan. Kita diajak untuk mempertimbangkan baik buruk suatu tindakkan. Pertimbangan tentang manfaat inilah yang mendasari dipilihnya tindakkan kebaikan. Kebaikan dan kejahatan memang keduanya dapat dilakukan manusia, tapi perlu disadari bahwa hanya kebaikanlah yang mendatangkan manfaan bagi kehidupan.    Gagasan sebab akibat tindakan ini diulangi penulis lagi di ayat 28 dengan mengatakan: “siapa mempercayakan diri kepada kekayaan akan jatuh, tetapi orang benar akan tumbuh seperti daun muda.”  Orang berhikmat tak akan mempercayakan hidupnya pada kekayaan tapi untuk Tuhan. Kekayaan bersifat sementara dan tak menjamin kelangsungan hidup. Orang benar mempercayakan hidupnya kepada Tuhan, sebab Dia-lah yang berkuasa menjamin kelangsungan dan kebahagiaan hidup di dunia ini.

Doa: Ya Bapa, tolong kami untuk mengejar kebaikan, bukan kejahatan. Amin.

Selasa, 12 Juli 2022                                         

bacaan : Amsal  4 : 14 – 19

14 Janganlah menempuh jalan orang fasik, dan janganlah mengikuti jalan orang jahat. 15 Jauhilah jalan itu, janganlah melaluinya, menyimpanglah dari padanya dan jalanlah terus. 16 Karena mereka tidak dapat tidur, bila tidak berbuat jahat; kantuk mereka lenyap, bila mereka tidak membuat orang tersandung; 17 karena mereka makan roti kefasikan, dan minum anggur kelaliman. 18 Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari. 19 Jalan orang fasik itu seperti kegelapan; mereka tidak tahu apa yang menyebabkan mereka tersandung.

Jalanilah Hidup Sebagai Orang Benar

Ada sebuah syair lagu “berliku-liku kehidupan ini, jalan mana yang harus kulalui, rintangan dan cobaan selalu menghalangi, bila ku ingin datang padaMu”. Syair lagu ini menjelaskan tentang situasi dan kondisi hidup kita di tengah dunia ini yang tidak pernah sepi dari berbagai hal yang menantang, mengggoda iman dan keyakinan kita kepada Allah. Sebagai anak-anak Tuhan, penting bagi kita untuk selalu meminta hikmat-Nya agar dituntun dan berjalan sebagai orang benar. Jalan hidup orang benar menuju kehidupan kekal. Sebaliknya jalan hidup orang fasik atau yang salah, menuju kebinasaan. Penulis Amsal mencirikan orang fasik adalah orang yang tidak mengakui Tuhan dan kuasaNya. Mereka adalah orang-orang yang sombong dan angkuh yang selalu merancang dan melakukan kejahatan. Istilah jalan adalah sikap serta perilaku hidup. Jalan orang benar, adalah sikap juga perilaku hidup yang benar. Jalan hidup mereka sesuai dengan perintah dan kehendak Tuhan. Penghormatan kepada Tuhan sebagai Pencipta dan sumber hidup selalu terwujud dalam kehidupan orang benar. Kemudian dalam relasi dengan manusia dan semua ciptaan, sikap dan perilaku orang benar selalu mendatangkan berkat, sukacita dan kebahagian. Sebaliknya jalan orang fasik adalah sikap serta perilaku hidup mereka yang jauh juga menyimpang dari perintah dan kehendak Tuhan. Keberadaan mereka digambarkan dengan ungkapan: “Setiap hari, kejahatan seakan dijadikan sebagai makanan”. Perlakuan demikian merupakan gambaran dari hidup yang memprihatinkan dan harus dijauhi. Oleh sebab itu marilah menjalani hidup sebagai orang benar.

Doa: Ya Tuhan, layakanlah kami menjalani hidup sebagai orang benar. Amin.

Rabu, 13 Juli 2022                                              

bacaan : Amsal 3 : 13 – 17

13 Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh kepandaian, 14 karena keuntungannya melebihi keuntungan perak, dan hasilnya melebihi emas. 15 Ia lebih berharga dari pada permata; apapun yang kauinginkan, tidak dapat menyamainya. 16 Umur panjang ada di tangan kanannya, di tangan kirinya kekayaan dan kehormatan. 17 Jalannya adalah jalan penuh bahagia, segala jalannya sejahtera semata-mata.

Milikilah Hikmat Tuhan Sehingga Hidup Penuh Bahagia

Semua orang, siapapun dia, apapun latar belakang hidupnya, pasti ingin berbahagia. Kebahagian dapat dipandang dari berbagai ukuran. Terkadang orang mengukur kebahagian itu dari hal-hal materi. Orang akan bahagia kalau mempunyai uang yang banyak, sebab pikirnya dengan uang dia bisa beli dan miliki apa saja. Orang juga akan bahagia kalau dia mempunyai jabatan dan kedudukan yang tinggi, sebab dia merasa hebat dan berkuasa atas semua orang. Orang akan bahagia ketika mempunyai harta yang banyak, sebab dia akan merasa dihormati dan terpandang. Namun, dalam kenyataan tidak selalu demikian. Orang yang punya uang dan harta yang banyak, ternyata merasa tidak tenang. Setiap malam dia tidak tidur dengan nyenyak, sebab memikirkan uang dan hartanya, jangan-jangan dirapok atau dicuri. Orang yang punya jabatan dan kedudukan yang tinggi juga tidak tenang sebab dia terus memikirkan bagaimana caranya untuk tetap mempertahankan kedudukan dan jabatannya. Dampaknya adalah seseorang dapat melakukan apa saja untuk mempertahankan semua yang telah dimiliki. Kita perlu belajar dari firman Tuhan sebagaimana disebutkan oleh penulis Amsal dalam nas hari ini. Ia menegaskan bahwa orang yang berbahagia adalah mereka yang mendapatkan hikmat dan kepandaian. Hikmat dan kepandaian yang dimaksudkan berasal dari Tuhan bukan manusia. Siapa yang mendapatkan hikmat Tuhan, keuntungannya melebihi emas,  perak dan permata serta keinginan manusia. Ia akan menikmati umur panjang, kekayaan dan kehormatan juga kebahagiaan serta kesejahteraan.

Doa: Ya Tuhan berilah hikmat dan kepandaian-Mu agar kami mengalami kehidupan yang sejati. Amin.

Kamis, 14 Juli 2022                                       

bacaan : Mazmur 25 : 12 – 14

12 Siapakah orang yang takut akan TUHAN? Kepadanya TUHAN menunjukkan jalan yang harus dipilihnya. 13 Orang itu sendiri akan menetap dalam kebahagiaan dan anak cucunya akan mewarisi bumi. 14 TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka.

Hidup Takut Tuhan Membawa Kebahagian Sejati

Kita dapat mengalami kebanggaan karena memiliki hubungan yang akrab dengan seorang pejabat atau penguasa. Sebab melalui hubungan keakraban tersebut, kita mungkin akan menikmati fasilitas dan berbagai kemudahan dari pejabat atau penguasa tersebut. Kenyataan yang demikian manusiawi adanya. Sekalipun demikian, sebagai anak-anak Tuhan, ada baiknya bila kita memahami bahwa kebahagian dan sukacita adalah buah dari dimilikinya hubungan yang akrab dengan Tuhan. Dia-lah Sang pencipta dan penguasa hidup.  Hubungan yang akrab dengan Tuhan terwujud karena sikap hidup takut kepada-Nya. Maksudnya menghargai, menghormati dan mengagumi Tuhan selalu dalam seluruh hidup kita. Tuhan menjadi yang terutama dalam setiap langkah hidup yang kita jalani setiap waktu. Nas hari ini menegaskan pernyataan pemazmur bahwa orang yang takut akan Tuhan, padanya akan ditunjuk jalan hidup ke depan. Tak ada seorang pun manusia yang dapat mengetahui dan menyingkapkan hari esok atau masa depan dengan sempurna. Kebahagian sejati akan dialami saat kita membangun hubungan yang akrab dengan Tuhan. Setiap janji penyertaan-Nya menjadi kekuatan dan harapan di tengah perjalanan hidup, sekalipun diterpa berbagai tantangan, persoalan bahkan ancaman. Kita melangkah bersama  Tuhan dengan pasti dan berani, saat bekerja,  belajar, mengabdi dan melayani demi mengupayakan masa depan yang penuh kebahagian. Mari membuka hati memohon hikmat Tuhan agar dalam hidup ini kita takut pada-Nya. Yakinlah bahwa setiap orang yang takut akan Tuhan pasti mengalami kebahagiaan sejati.

Doa: Ya Tuhan berilah kepada kami hidup yang takut pada-Mu, sehingga kebahagiaan sejati dapat dialami. Amin.

Jumat 15 Juli 2022                                              

bacaan : Amsal 20 : 1 – 7

Anggur adalah pencemooh, minuman keras adalah peribut, tidaklah bijak orang yang terhuyung-huyung karenanya. 2 Kegentaran yang datang dari raja adalah seperti raung singa muda, siapa membangkitkan marahnya membahayakan dirinya. 3 Terhormatlah seseorang, jika ia menjauhi perbantahan, tetapi setiap orang bodoh membiarkan amarahnya meledak. 4 Pada musim dingin si pemalas tidak membajak; jikalau ia mencari pada musim menuai, maka tidak ada apa-apa. 5 Rancangan di dalam hati manusia itu seperti air yang dalam, tetapi orang yang pandai tahu menimbanya. 6 Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya? 7 Orang benar yang bersih kelakuannya--berbahagialah keturunannya.

Kelakuan Bersih Berbahagialah Keturunannya

Semua orang pasti ingin dan mengharapkan kebahagian bagi keluargan serta keturunannya. Itulah sebabnya semua orang berjuang dan berusaha keras untuk mewujudkan kebahagiaan itu. Terkadang orang keliru memahami kebahagian itu hanya sebatas hal-hal lahiriah saja. Misalnya uang, harta kekayaan, jabatan dan kekuasaan. Firman Tuhan di hari ini, menyaksikan ketegasan penulis Amsal. Katanya, hanya dengan sikap yang bersih, jauh dari hal-hal buruk atau kejahatan, kebahagian dinikmati oleh setiap orang dan keturunannya. Orang yang hidupnya bersih dikasihi Tuhan. Mereka menjauhkan diri dari kebiasaan minum minuman keras, menjauhi cemohan, perbantahan, amarah, dan kemalasan. Perilaku meminum minuman keras dijauhi karena sadar bahwa akibat dari kebiasaan ini tidak ada kedamaian tetapi selalu terjadi keributan. Orang yang suka minum minuman keras atau pemabuk tak mungkin terhindar dari akibat buruk kebiasaan itu. Hilang kesadaran dan kontrol diri, kesehatan tubuh terancam, kerugian ekonomi dan kehilangan waktu atau kesempatan. Sebaliknya orang yang bersih hidupnya mampu menyelesaikan masalah dengan bijak, bekerja keras dan menikmati hasilnya, disebut orang baik hati serta setia juga dapat membuat rancangan kehidupan dengan baik. Orang yang bersih kelakuannya menghargai anugerah Tuhan, menata hidup sendiri dan keluarganya dengan baik, berarti bagi sesama serta menikmati masa depan yang gemilang. Hendaklah kita terus menjaga kemurnian hati agar terhindar dari keburukan dan kejahatan. Ingatlah bahwa kebahagiaan keluarga dan keturunan tergantung pada bersihnya hidup kita.

Doa: Bapa, tolonglah kami agar dapat miliki hidup yang bersih. Amin.

Sabtu, 16 Juli 2022                                                  

bacaan : Lukas 6 : 20

Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya dan berkata: "Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah.

Yesus Menyebut Orang Miskin Berbahagia

Semua manusia, dalam hidup ini, mendambakan kehidupan yang penuh bahagia. Tak ada seorang pun yang mau hidup tidak bahagia. Dalam rangka itulah, masing-masing orang ingin berpikir dan melakukan berbagai hal untuk mendapatkan kebahagiaan menurut cara mereka masing-masing. Ada yang merasa bahwa kebahagiaan itu bisa diraih apabila memiliki pasangan hidup, yakni menikah dan membangun keluarga. Ada pula yang ingin menikmati kebahagiaan bila memiliki harta kekayaan atau saat sudah sejahtera. Tidak jarang pula, ada orang-orang tertentu yang merasa bahwa dia akan bahagia jika mendapat jabatan atau kekuasaan. Selain itu untuk orang-orang tertentu, mereka merasa bahagia jika melihat orang lain, teristimewa orang yang membenci dirinya, mengalami kesusahan. Kebahagiaan tidak terletak dari seberapa banyak harta kekayaan yang dimiliki, seberapa tinggi kedudukan, jabatan, dan pendidikan seseorang, atau ketika seseorang sudah menjalani kehidupan berumah tangga. Firman Tuhan dalam Lukas 6:20 mengandung pengertian bahwa kebahagiaan memiliki keterkaitan dengan Kerajaan Allah. Kebahagiaan sejati bukan menyangkut hal duniawi, tidak berhubungan dengan harta kekayaan dan jabatan semata, pasangan hidup saja, melainkan yang terpenting dan utama adalah berkaitan dengan hal-hal sorgawi; kesucian hidup, doa, hidup sejalan dengan Firman Tuhan, mengasihi Tuhan dan sesama manusia. Atas dasar itulah, Yesus menyebut orang miskin berbahagia. Orang yang miskin berbahagia karena kerajaan Allah sudah hadir. Allah mengasihi dan berpihak pada mereka.

Doa: Ya Tuhan, berilah pengasihan-Mu agar kami bahagia. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN JULI 2022, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 3 – 9 Juli 2022

Tema Bulanan : “Kasih Kristus Menguatkan Daya Juang Untuk Transformasi Hidup

Tema Mingguan : “Hidup baru di dalam Kristus

Minggu, 03 Juli 2022                                           

bacaan : Kolose 3 : 5 – 17

Manusia baru
5 Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, 6 semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka). 7 Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya. 8 Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu. 9 Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, 10 dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya; 11 dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu. 12 Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. 13 Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. 14 Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. 15 Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah. 16 Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu. 17 Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.

Hidup Menurut Kehendak Kristus

Rasul Paulus menegaskan bahwa Tuhan tak menghendaki perbuatan; percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat, keserakahan, penyembahan berhala. Selain itu, Tuhan juga tidak menghendaki terjadi dalam hidup orang Kristen, marah, geram, kejahatan, fitnah, kata-kata kotor, saling mendustai, perpecahan, kebencian, dan pilih kasih. Oleh sebab itu menjadi Kristen berarti bersedia untuk mengubah kebiasaan lama yang tak ada faedahnya. Melakukan hal-hal yang tak ada faedahnya sama artinya dengan hidup sebagai manusia lama. Orang kristen sebaliknya diminta untuk melakukan hal yang berfaedah atau yang dikehendaki Tuhan. Inilah yang dimaksudkan Paulus hidup sebagai manusia baru. Hidup sebagai manusia baru berarti bersungguh-sungguh mengubah semua perbuatan buruk agar hanya terdapat yang baik. Perbuatan yang baik itu adalah belaskasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan, kesabaran, kerelaan untuk mengampuni, kasih, damai sejahtera, dan bersyukur senantiasa. Semua perbuatan baik itu adalah jawaban orang kristen atas kasih yang telah Kristus anugerahkan. Perbuatan-perbuatan baik akan memampukan kita bertahan dan berjuang demi kehidupan yang layak. Hidup harus terus menerus ditransformasikan. Maksudnya cara atau bentuk hidup lama, yakni semua perbuatan yang tak ada faedahnya perlu diubah agar menjadi berkenan pada kehendak Tuhan. Kehendak Tuhan selalu baik, bila kita melakukannya, maka kebaikan atau faedah pasti dialami. Akhirnya, lakukanlah segala sesuatu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.    

Doa: Ya Tuhan, kiranya hidup kami menjadi berkenan pada kehendak-Mu. Amin.

Senin, 04 Juli 2022                                              

bacaan : Titus 3 : 1 – 14

Pesan-pesan penutup
Ingatkanlah mereka supaya mereka tunduk pada pemerintah dan orang-orang yang berkuasa, taat dan siap untuk melakukan setiap pekerjaan yang baik. 2 Janganlah mereka memfitnah, janganlah mereka bertengkar, hendaklah mereka selalu ramah dan bersikap lemah lembut terhadap semua orang. 3 Karena dahulu kita juga hidup dalam kejahilan: tidak taat, sesat, menjadi hamba berbagai-bagai nafsu dan keinginan, hidup dalam kejahatan dan kedengkian, keji, saling membenci. 4 Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, 5 pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, 6 yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita, 7 supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita. 8 Perkataan ini benar dan aku mau supaya engkau dengan yakin menguatkannya, agar mereka yang sudah percaya kepada Allah sungguh-sungguh berusaha melakukan pekerjaan yang baik. Itulah yang baik dan berguna bagi manusia. 9 Tetapi hindarilah persoalan yang dicari-cari dan yang bodoh, persoalan silsilah, percekcokan dan pertengkaran mengenai hukum Taurat, karena semua itu tidak berguna dan sia-sia belaka. 10 Seorang bidat yang sudah satu dua kali kaunasihati, hendaklah engkau jauhi. 11 Engkau tahu bahwa orang yang semacam itu benar-benar sesat dan dengan dosanya menghukum dirinya sendiri. 12 Segera sesudah kukirim Artemas atau Tikhikus kepadamu, berusahalah datang kepadaku di Nikopolis, karena sudah kuputuskan untuk tinggal di tempat itu selama musim dingin ini. 13 Tolonglah sebaik-baiknya Zenas, ahli Taurat itu, dan Apolos, dalam perjalanan mereka, agar mereka jangan kekurangan sesuatu apa. 14 Dan biarlah orang-orang kita juga belajar melakukan pekerjaan yang baik untuk dapat memenuhi keperluan hidup yang pokok, supaya hidup mereka jangan tidak berbuah.

Lakukanlah Hal Yang Baik Dan Berguna

Nas hari ini merupakan pesan Paulus kepada Titus tentang petunjuk dan nasihat agar semua orang percaya tetap  memegang teguh iman yang benar serta hidup dengan baik. Pesan ini diawali dengan permintaan agar mereka tunduk kepada pemerintah dan orang-orang yang berkuasa, taat dan siap melakukan setiap pekerjaan yang baik. Permintaan ini disampaikan sebab jika orang kristen terang-terangan tidak tunduk maka pemerintah dapat saja melarang mereka beribadat atau bahkan melakukan tindakkan pembunuhan. Bila mereka dilarang untuk beribadat atau dibunuh, maka injil tidak dapat lagi diberitakan di seluruh wilayah kekaisaran Romawi. Sikap tunduk atau menghormati pemerintah berguna bagi kelanjutan pelaksanaan pemberitaan injil bukan untuk kepentingan diri atau pribadi. Kebaikan hidup orang Kristen juga harus dinyatakan dalam hal tidak boleh; memfitnah dan bertengkar, menjadi hamba berbagai nafsu dan keinginan, hidup dalam kejahatan dan kedengkian, saling membenci dll. Selanjutnya Paulus menasihati agar mereka selalu ramah dan lemah lembut terhadap semua orang serta terus belajar untuk melakukan pekerjaan yang baik agar dapat memenuhi keperluan hidup yang pokok. Demikianlah caranya kehidupan yang berbuah diupayakan dalam hidup beriman sehari-hari. Hidup beriman kita haruslah membuahkan kebaikan, sama seperti Kristus yang telah menyatakan kemurahan-Nya. Kebaikan adalah tanda hidup semua kita yang telah mengalami kasih karunia Kristus. Ia telah memilih kita untuk diselamatkan. Karena itu, marilah kita hidup seturut nasihat Paulus; lakukanlah hal yang baik dan berguna.   

Doa: Ya Tuhan layakkanlah kami menjalani hidup dengan berarti. Amin.

Selasa, 05 Juli 2022                                           

bacaan : 1 Petrus 1 : 23

23 Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.

Dilahirkan Kembali Dari Benih Yang Tidak Fana

Allah sudah memilih suatu umat yang baru untuk hidup kudus. Maksud dari keterpilihan itu adalah hidup sebagai persekutuan yang melayani Allah. Sehubungan dengan gagasan tersebut, maka Petrus mengingatkan pula bahwa sebagai pengikut Kristus, jemaat dapat saja mengalami penderitaan, sebagaimana Kristus juga menderita bagi mereka. Pilihan sikap beriman untuk menghadapi pergulatan hidup sebagai umat Allah adalah tetap memelihara kekudusan dan kasih persaudaraan. Oleh sebab itu tersebut dalam teks bacaan hari ini: karena kamu telah dilahirkan kembali, bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal. Hidup yang kudus berarti terpisah (dikhususkan) dari kebiasaan atau hal-hal yang duniawi. Kekudusan dapat dialami jika hidup “dilahirkan kembali”, maksudnya berubah sesuai firman Allah. Sebutan lainnya adalah dilahirkan kembali dari benih yang tidak fana. Ungkapan hidup kudus dalam konteks surat Petrus berarti tetap memiliki iman, kerendahan hati, dan sukacita dalam penderitaan. Jemaat pada masa itu memang mengalami penganiayaan dan penyingkiran dari masyarakat.  Sekalipun tak sama persis, namun situasi dimana kita hidup sekarang juga tak terlepas dari adanya pergumulan, kesukaran atau penderitaan. Sehubungan dengan kenyataan seperti itu, maka hendaklah kita jadikan kesaksian Petrus ini sebagai pedoman hidup. Keberadaan orang Kristen dewasa ini haruslah ditandai dengan hidup yang beriman, kerendahan hati, bersukacita dalam penderitaan serta tetap memelihara kasih persaudaraan. Inilah tanda bahwa kita dilahirkan kembali.

Doa: Ya Bapa, ubahlah hidup kami agar sesuai dengan firman-Mu. Amin.

Rabu, 06 Juli 2022                                            

bacaan : Efesus 2 : 11 – 22

Dipersatukan di dalam Kristus
11 Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu--sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya "sunat", yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, -- 12 bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia. 13 Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus. 14 Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, 15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, 16 dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu. 17 Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang "jauh" dan damai sejahtera kepada mereka yang "dekat", 18 karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa. 19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, 20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. 21 Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. 22 Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.

Kasih Kristus Mepersatukan Semua Bangsa

Keragaman atau kepelbagian dalam hal apapun termasuk fakta adanya berbagai bangsa di dunia, sesungguhnya merupakan anugerah Tuhan yang harus disyukuri dan dikelola. Fakta ini sejalan dengan gagasan teologi Paulus tentang keluarga Allah sebagaimana tersebut dalam nas hari ini. Pengertiannya adalah sebagai berikut. Pertama, Allah telah menyelamatkan orang-orang yang mengimani Kristus dan semua mereka dipersatukan dalam satu tubuh. Kristus telah meruntuhkan tembok-tembok yang memisahkan orang (Yahudi dan bukan Yahudi). Semua orang percaya bukan saja dipersatukan dalam Kristus melainkan telah pula didamaikan dengan Allah. Mereka telah mengalami pengampunan dosa melalui pengurbanan Kristus di Salib. Kedua, kita yang adalah umat tertebus, terpanggil untuk mengemban misi pemberitaan injil. Keselamatan Allah diuntukkan bagi semua ciptaan dan untuk itu pemberitaan injil haruslah berlangsung. Semua orang yang mengimani Kristus haruslah menjadi pemberita injil dalam hidupnya kapan dan dimana saja. Ketiga, semua orang yang mengimani Kristus haruslah hidup dalam cinta kasih, bukan dalam tembok-tembok pemisah karena jabatan, kedudukan, status sosial, kepentingan, golongan, suku, dan keturunan. Mari hidup dalam  keutuhan dan persudaraan sejati sejagad yang saling peduli serta melindungi. Hidup yang saling peduli dan melindungi dapat dialami bila terkikis perseteruan, perselisihan, permusuhan, pertengkaran, curiga, dll. Suburkanlah sikap hidup saling menghargai dan menerima, memperkaya dan membangun. Kiranya hidup ini kita jalani sebagai satu keluarga Allah.

Doa: Ya Bapa kuatkan kami untuk hidup bersama dalam keutuhan keluarga Allah.  Amin.

Kamis, 07 Juli 2022                                    

bacaan : 3 Yohanes 1 : 11 – 12

11 Saudaraku yang kekasih, janganlah meniru yang jahat, melainkan yang baik. Barangsiapa berbuat baik, ia berasal dari Allah, tetapi barangsiapa berbuat jahat, ia tidak pernah melihat Allah. 12 Tentang Demetrius semua orang memberi kesaksian yang baik, malah kebenaran sendiri memberi kesaksian yang demikian. Dan kami juga memberi kesaksian yang baik tentang dia, dan engkau tahu, bahwa kesaksian kami adalah benar.

                               Perbuatan adalah Wujud Pemberitaan

Kegembiraan yang paling besar dari orang tua adalah melihat anak-anak mereka hidup dalam kebenaran. Kebenaran yang dimaksud bukan saja secara intelektual yakni memiliki pengetahuan tetapi juga mengasihi. Kebenaran itulah yang menjadikan seseorang berpikir dan bertindak seperti Kristus. Demetrius adalah pemimimpin dari para pengkhotbah keliling yang selalu memberitakan dan mempraktekkan kebenaran. Inilah pesan bahwa kekuatan akal tidak dapat menggantikan tempat kasih di hati. Demikian Yohanes mengakhiri suratnya dengan kasih. Penulis ini hendak menegaskan bahwa kekuatan pengetahuan dan sifat lemah lembut harus berjalan bersama. Jangan meniru yang jahat, melainkan yang baik. Mari cermati kisah berikut ini. Ada seorang anak yang mengalami perubahan perilaku yang amat drastis. Ia pada awalnya sangat baik, tetapi karena keinginan main game, sehingga dia mencuri HP tetangganya. Perbuatan buruk dilakukannya juga dalam pertemanan sehari-hari. Selain itu, ia suka berbohong dan  selalu mencuri uang orang tua untuk membeli pulsa. Kisah tersebut merupakan contoh yang memperlihatkan dan menjadi peringatan bagi orang tua tentang betapa sulitnya mengajarkan perilaku baik kepada anak-anak kita. Kita perlu belajar dan meneladani Demetrius, seorang yang   memberitakan kebenaran dan menjauhi perbuatan dosa. Teladan kebaikan dari Demetrius hendaklah dihayati agar sebagai orang dewasa, kita dapat mengajarkan kebaikan kepada anak-anak. Janganlah meniru yang jahat melainkan yang baik, barangsiapa berbuat baik, dia berasal dari Allah, tetapi barang siapa berbuat jahat, ia tidak pernah melihat Allah.

Doa: Tuhan mampukan kami untuk berpikir dan bertindak yang baik. Amin.

Jumat, 08 Juli 2022                                          

bacaan : Galatia 2 : 19 – 21

19 Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus; 20 namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku. 21 Aku tidak menolak kasih karunia Allah. Sebab sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus.

Kehidupan Baru Didasarkan Pada Iman Akan Kristus

Ajaran Paulus tentang kehidupan Baru dan iman akan Kristus berkaitan dengan pergulatan keimanannya yang unik. Ia terlahir sebagai orang Yahudi dan taat melakukan hukum Taurat (Gal. 2:15). Namun, karena pengalaman spiritual yang hebat di Damsyik, ia mengimani Kristus (Kis. 9:2-30). Pengalaman iman itulah yang mendasari pernyataannya sebagaimana tersebut dalam nas hari ini. Katanya: “sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus” (ayat 19). Salib adalah simbol kematian bagi dunia, sebaliknya menurut Paulus salib berarti hidup baru. Paulus memang tidak disalibkan secara harfiah, tetapi kehidupan lamanya di bawah hukum Taurat telah menjadi kehidupan baru yang didasarkan pada iman akan Kristus. Iman kepada Kristus memberinya hidup baru, yang tidak dapat diberikan hukum Taurat (bdk. Flp. 3:8-9). Ia selanjutnya mengakui bahwa hidupnya bukan lagi karena dirinya sendiri melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Hidup yang ia hidupi sekarang adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku (ayat 20). Kasih yang mengampuni, mendamaikan, membebaskan, dan mengubah hidup dari Kristus telah dialami Paulus sebagai anugerah. Anugerah itu juga disediakan Kristus bagi semua orang yang mengimani-Nya. Sebagaimana karena kasih, Kristus telah mengubah Saulus menjadi Paulus, maka hidup semua orang yang mengimani-Nya juga akan diubah. Bukalah hidup dan jangan menolak kasih karunia Kristus agar hidupmu dibarui selalu. Berusahalah miliki kehidupan baru karena iman akan Kristus. 

Doa: Tuhan, tolong kami untuk hidup karena iman. Amin.

Sabtu, 09 Juli 2022                                            

bacaan :  2 Korintus 5 : 17

17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

Di dalam Dia Ada Ciptaan Baru

Siapa yang ada dalam Kristus dia adalah ciptaan baru, yang lama sudah berlalu sesungguhnya yang baru sudah datang. Artinya setiap orang yang ada dalam Kristus telah meninggalkan manusia lama kemudian diubahkan Tuhan, menjadi orang kudus. Manusia baru dalam Kristus itu adalah manusia yang telah mengalami pencerahan spiritualitas yang dikerjakan oleh Roh Kudus. Karena itu mereka yang telah dibarui selalu hidup dalam Roh serta kebenaran. Kebenaran yang dimaksud Paulus adalah karya pengurbanan Kristus yang telah mendamaikan manusia dengan Allah. Jemaat Korintus diminta meyakini kebenaran tersebut dan menjadikannya sebagai pedoman hidup. Mereka hidup sebagai orang yang telah diperdamaikan dengan Allah. Hidup orang percaya tak boleh lagi memberi tempat bagi berlangsung pertikaian atau permusuhan. Oleh sebab itu dalam nas hari ini, Paulus katakan: “jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” Ia bukan saja berbicara tentang perdamaian, tetapi juga menjadi pelakunya. Paulus menulis surat dan menyapa semua orang yang mengkritik dan memusuhinya dalam suasana cinta kasih. Ia menjumpai semua lawannya dengan kasih persaudaraan agar relasi mereka tetap berlangsung dalam suasana perdamaian. Teladan iman dan kebaikan ini layak dimiliki agar hidup kekristenan dewasa ini dapat terhindar dari ancaman keretakan dan permusuhan serta perpecahan. Hendaklah perdamaian dimulai dari diri sendiri, yakni berdamai dengan diri sendiri. Berdamai dalam keluarga dan semua orang bahkan alam sekitar. 

Doa; Ya Tuhan kiranya kami mampu menjadi pelaku perdamaian. Amin

*SUMBER : SHK BULAN JULI 2022, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 26 Juni – 2 Juli 2022

Tema Bulanan : ” Dipenuhi Roh Kudus untuk Menatalayani Ciptaan “

Tema Mingguan : ” Tanggung Jawab Manusia Mengelola Alam “

Minggu, 26 Juni 2022                                      

bacaan : Kejadian 2 : 8 – 25

Manusia dan taman Eden
8 Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu. 9 Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. 10 Ada suatu sungai mengalir dari Eden untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi menjadi empat cabang. 11 Yang pertama, namanya Pison, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Hawila, tempat emas ada. 12 Dan emas dari negeri itu baik; di sana ada damar bedolah dan batu krisopras. 13 Nama sungai yang kedua ialah Gihon, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Kush. 14 Nama sungai yang ketiga ialah Tigris, yakni yang mengalir di sebelah timur Asyur. Dan sungai yang keempat ialah Efrat. 15 TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. 16 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, 17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati." 18 TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." 19 Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu. 20 Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia. 21 Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. 22 Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. 23 Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki." 24 Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. 25 Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu.

 Memelihara dan Mengusahakan Alam

Kisah penciptaan manusia menjadi kisah yang luar biasa sebagai karya mulia Allah. Allah menghendaki manusia ciptaan-Nya menjadi serupa dan segambar dengan-Nya (Imago Dei) agar dapat memelihara dan menjaga ciptaan yang lain. Oleh sebab itu, bacaan kita hari mengisahkan tentang keberadaan manusia pertama di tengah-tengah taman Eden, taman kesukaan yang diciptakan Allah agar manusia dapat hidup dan menikmati kehidupannya. Allah menghendaki setiap yang ada di dalam taman itu dinikmati oleh manusia sebagai bagian dari Kasih-Nya, namun ada satu pohon yang tidak boleh dinikmati buahnya. Larangan ini menjadi batasan agar manusia dapat belajar menaati Allah. Melewati batasan ini menyebabkan relasi manusia dengan Allah menjadi terganggu. Dari kisah ini, kita melihat bahwa ada relasi yang dibangun oleh manusia dengan Allah dan ciptaan lainnya. Relasi ini dikendaki Allah tetap terjaga dan harmonis. Sebagai Imago Dei, kita diingatkan agar tetap menjaga dan merawat alam pemberian-Nya. Cara sederhana untuk menjaga alam ini ialah dengan tidak membuang sampah sembarangan, tidak menjadikan pekarangan rumah orang lain sebagai tempat buang sampah, tidak memutar jalan air sehingga terjadi pengikisan tanah yang menyebabkan longsor, tidak menebang hutan secara liar, dan berbagai tindakan lainnya.  Ingatlah, kisah taman Eden menegaskan bahwa dalam tanggungjawab mengusahakan dan memelihara alam ciptaan bukanlah perihal individu saja, melainkan tugas bersama. Jadi mulailah dari diri sendiri, keluarga, gereja dan masyarakat.

Doa: Tuhan, tolonglah kami menjaga relasi dengan-Mu melalui kepedulian untuk memelihara alam ciptaan-Mu. Amin.

Senin, 27 Juni 2022                               

bacaan : Pengkhotbah 2 : 4 – 6

4 Aku melakukan pekerjaan-pekerjaan besar, mendirikan bagiku rumah-rumah, menanami bagiku kebun-kebun anggur; 5 aku mengusahakan bagiku kebun-kebun dan taman-taman, dan menanaminya dengan rupa-rupa pohon buah-buahan; 6 aku menggali bagiku kolam-kolam untuk mengairi dari situ tanaman pohon-pohon muda.

Bekerja Keras, Tekun dan Ulet

Bekerja telah menjadi kewajiban kita semua. Karena itu perilaku kerja keras, tekun dan ulet sangat dianjurkan menjadi perilaku manusia ketika bekerja. Akan tetapi perilaku tersebut bukanlah hal yang mudah untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut disebabkan antara lain sifat kemalasan. Oleh karena itu dibutuhkan niat yang tulus dan pembiasaan diri agar perilaku itu sedikit demi sedikit akan tumbuh dan menjadi kebiasaan. Dalam nas bacaan hari ini pengkhotbah menyampaikan bagaimana ia selalu berupaya membangun sikap kerja keras dengan tidak membiarkan tangannya tetap diam. Selalu saja ada sesuatu yang dilakukannya dengan tekun dan ulet. Membangun rumah dan mengusahakan kebun-kebun dan sebagainya. Semua yang dikerjakan dengan penuh kerja keras, ketekunan dan keuletan, pasti membuahkan hasil yang memadai. Hasil kerja keras itu membuat kehidupannya terjamin. Apa yang menjadi kebiasaan pengkhotbah, menjadi pembelajaran juga bagi kita. Jika kita sungguh-sungguh bekerja keras dengan tekun dan ulet, Tuhan akan memberkati. Bukan seolah-olah terlihat seperti kita berambisi, tetapi kita mau mengerjakan pekerjaan yang menjadi kewajiban itu dengan baik. Karena itu, tetaplah kerjakan pekerjaan kita dengan penuh tanggungjawab. Jangan mudah berputus asa dan menyerah dalam bekerja. Yakinlah bahwa buah dari kerja keras, ketekunan dan keuletan adalah berkat sukacita. Itulah yang disediakan Tuhan bagi setiap orang yang mencari dan mendapatkan berkatnya dengan cara jujur, bekerja keras, tekun dan ulet.

Doa:  Tuhan, berilah semangat untuk kami bekerja keras, tekun dan ulet. Amin.

Selasa, 28 Juni 2022                                    

bacaan : Amsal 24 : 27 – 34

27 Selesaikanlah pekerjaanmu di luar, siapkanlah itu di ladang; baru kemudian dirikanlah rumahmu. 28 Jangan menjadi saksi terhadap sesamamu tanpa sebab, dan menipu dengan bibirmu. 29 Janganlah berkata: "Sebagaimana ia memperlakukan aku, demikian kuperlakukan dia. Aku membalas orang menurut perbuatannya." 30 Aku melalui ladang seorang pemalas dan kebun anggur orang yang tidak berakal budi. 31 Lihatlah, semua itu ditumbuhi onak, tanahnya tertutup dengan jeruju, dan temboknya sudah roboh. 32 Aku memandangnya, aku memperhatikannya, aku melihatnya dan menarik suatu pelajaran. 33 "Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring," 34 maka datanglah kemiskinan seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.

Bertanggungjawablah!

Alam merupakan ciptaan Allah yang tidak dapat dilepaspisahkan dari kehidupan manusia. Tangungjawab untuk mengelola alam telah diberikan Allah kepada manusia sejak awal penciptaan (bnd. Kej 2:15). Tanggungjawab ini diberikan oleh Allah agar manusia dapat memanfaatkan, menikmati dan melanjutkan hidup dari apa yang dikelolanya. Sejalan dengan itu, maka Amsal dalam bacaan kita mau menekankan tentang pentingnya bekerja keras. Aku melalui ladang seorang pemalas…..tanahnya tertutup dengan jeruju dan temboknya sudah roboh (ay. 30 dan 31), menggambarkan suatu keadaan yang disebabkan karena perilaku malas dan tidak bertanggungjawabnya manusia terkait mandat yang diberikan Allah. Kemalasan dan tidak bertanggungjawabnya manusia itulah yang mengakibatkan terjadinya kekurangan bahkan kemiskinan. Seperti yang dilukiskan oleh Amsal, demikian juga dapat  dijumpai  dalam kehidupan kita. Sebab banyak diantara kita yang kurang menunjukan kepeduliannya kepada alam, sehingga mengabaikan kepercayaan yang diberikan oleh Allah. Padahal, justru dari alamlah setiap kebutuhan manusia dapat terpenuhi. Bacaan hari ini mengajarkan kita supaya menghindari sikap malas dan sikap yang tidak berakalbudi, sebaliknya terus memanfaatkan alam pemberian Allah dengan sebaik-baiknya. Sebab dengan demikian dapat meningkatkan kualitas hidup sebagai orang percaya yang sekaligus menunjukan ketaatan kepada Allah. Percayalah bahwa segala sesuatu yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh tidak memberikan kekecewaan melainkan akan berbuah manis. Karena itu, dengan bekerja keras, maka kita telah berupaya melaksanakan tanggungjawab yang diberikan oleh Allah yakni mengusahakan dan memelihara alam ciptaan-Nya.

Doa: Ajarilah kami Tuhan agar tetap bertanggungjawab  mengusahakan dan memelihara alam ciptaan-Mu. Amin.

Rabu, 29 Juni 2022                                        

bacaan : Yesaya 28 : 23 – 29

Kebijaksanaan TUHAN
23 Pasanglah telinga dan dengarkanlah suaraku; perhatikanlah dan dengarkanlah perkataanku! 24 Setiap harikah orang membajak, mencangkul dan menyisir tanahnya untuk menabur? 25 Bukankah setelah meratakan tanahnya, ia menyerakkan jintan hitam dan menebarkan jintan putih, menaruh gandum jawawut dan jelai kehitam-hitaman dan sekoi di pinggirnya? 26 Mengenai adat kebiasaan ia telah diajari, diberi petunjuk oleh Allahnya. 27 Sebab jintan hitam tidak diirik dengan eretan pengirik, dan roda gerobak tidak dipakai untuk menggiling jintan putih, tetapi jintan hitam diirik dengan memukul-mukulnya dengan galah, dan jintan putih dengan tongkat. 28 Apakah orang waktu mengirik memukul gandum sampai hancur? sungguh tidak, orang tidak terus-menerus memukulnya sampai hancur! Dan sekalipun orang menjalankan di atas gandum itu jentera gerobak dengan kudanya, namun orang tidak akan menggilingnya sampai hancur. 29 Dan inipun datangnya dari TUHAN semesta alam; Ia ajaib dalam keputusan dan agung dalam kebijaksanaan.

Sesuai Petunjuk Allah

Sebagaimana pentingnya hasil alam bagi kehidupan manusia, maka penting juga memiliki pengetahuan tentang cara pengelolaan sumber alam tersebut. Oleh sebab itu tidak heran Yesaya menyampaikan nubuatannya tentang kebijaksanaan Allah terhadap Yehuda, dengan metafora di bidang pertanian. Berbicara mengenail pertanian tidak hanya terkait soal cara pengelolaan lahan, waktu menabur dan menuai tetapi juga proses mengelola hasil panen. Setiap harikah orang membajak…..bukankah setelah meratakan tanahnya….. (ay. 24 dan 25), memperlihatkan pentingnya tahapan pekerjaan yang harus dilakukan oleh seorang petani.  Sebelum menabur benih ia harus memastikan bahwa lahan yang akan diolahnya benar-benar layak dipergunakan dengan cara membajak, mencangkul kemudian menyisir lahannya. Tahapan-tahapan ini memperlihatkan peranan seorang petani yang cukup memiliki pengetahuan tentang pengelolaan tanah. Pengetahuan dimaksud tidak bersumber dari dirinya sendiri melainkan sesungguhnya berasal dari Allah (ay. 26). Bacaan hari ini mengajarkan kita tentang tanggungjawab menjalankan peran untuk mengelola alam ciptaan Allah. Dengan tidak seenaknya mengikuti pengetahuan pada diri sendiri tetapi berdasarkan petunjuk atau hikmat dari Allah. Sebab kita seringkali cenderung melakukan sesuatu hanya berpusat pada apa yang kita pikirkan dan dianggab benar oleh diri sendiri.  Padahal, justru hikmat yang berasal dari Allah mampu mengatur segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan kita. Sertakan Tuhan dalam menjalani hari-hari hidup kita sambil terus meminta petunjuk dari-Nya. Yakinlah bahwa  hikmat dan kebijaksanaan Allah akan mengantarkan kita ke kehidupan yang lebih baik.

Doa:  Tuhan Yesus, tolonglah kami agar tidak mengandalkan diri sendiri tetapi selalu meminta petunjuk dari pada-Mu. Amin.

Kamis, 30 Juni 2022                                     

bacaan : Ulangan 20 : 19 – 20

19 Apabila dalam memerangi suatu kota, engkau lama mengepungnya untuk direbut, maka tidak boleh engkau merusakkan pohon-pohon sekelilingnya dengan mengayunkan kapak kepadanya; buahnya boleh kaumakan, tetapi batangnya janganlah kautebang; sebab, pohon yang di padang itu bukan manusia, jadi tidak patut ikut kaukepung. 20 Hanya pohon-pohon, yang engkau tahu tidak menghasilkan makanan, boleh kaurusakkan dan kautebang untuk mendirikan pagar pengepungan terhadap kota yang berperang melawan engkau, sampai kota itu jatuh."

Jagalah dan Jangan Merusak Alam

Segala sesuatu yang diciptakan Allah memiliki manfaat masing-masing termasuk alam sekitar kita. Salah satu manfaat yang dihasilkan dari alam dalam hal ini tumbuh-tumbuhan yakni menjadi makanan bagi manusia (bnd. Kej 1:29). Oleh sebab itu perlu ditingkatkan kesadaran untuk terus menjaga, memelihara dan tidak merusakannya. Hal seperti ini juga yang disampaikan oleh Musa kepada bangsa Israel sebagai peraturan ketika melakukan pengepungan suatu kota untuk direbut. Meskipun ada dalam kondisi konflik melawan bangsa lain (peperangan), akan tetapi mereka diwajibkan untuk tidak melakukan tindakan pengrusakan atau penghancuran terhadap sumber-sumber alam. Bahkan terlihat jelas bahwa tindakan penebangan pun dibolehkan dengan syarat dan tujuan tertentu (ay. 20). Artinya bahwa pemeliharaan terhadap sumber-sumber alam harus terus dilestarikan karena sangat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan manusia. Akan tetapi pada kenyataan masa kini didapati bahwa kesadaran melestarikan lingkungan mengalami kemerosotan. Hal ini dapat dibuktikan dengan terjadinya kerusakan lingkungan di sekitar kita, yang diakibatkan oleh ulah manusia. Penebangan liar, eksploitasi dan lain sebagainya dilakukan hanya untuk memuaskan keserakahan manusia, tanpa berfikir dampak buruk akibat perbuatan tersebut. Mengakhiri bulan ini, Firman Tuhan mengajarkan kita tentang pentingnya menjaga, merawat bahkan memanfaatkan dengan baik sumber alam sesuai kebutuhan kita. Tetaplah menjaga dan hindari tindakan pengrusakan yang dapat berakibat buruk, baik untuk kehidupan manusia maupun kehidupan alam sekitar. Lakukanlah itu sebagai tanda bahwa kita menghargai alam tempat kita hidup sekaligus menghargai Tuhan sebagai Sang pencipta.

Doa: Ya Tuhan, tuntunlah kami untuk menjaga dan tidak merusak alam ciptaan-Mu, Amin.

Jumat, 01 Juli 2022                                                

bacaan : Amsal 12 : 11

11 Siapa mengerjakan tanahnya, akan kenyang dengan makanan, tetapi siapa mengejar barang yang sia-sia, tidak berakal budi.

                      Mengerjakan Tanah, Makanan Diperoleh 

Mengawali keberadaan dan perjalanan di bulan ketujuh ini, kita diajak untuk tetap hidup sebagai orang bijak. Orang bijak memahami pentingnya bekerja keras, sebab hanya dengan cara demikian makanan diperoleh. Bekerja keras adalah cara atau jalan  menuju kebahagiaan, kekayaan, dan berkat. Teks hari ini haruslah dipahami sebagai ajakan iman untuk mengupayakan hidup yang berkualitas. Hidup yang berkualitas ditandai dengan terpenuhinya kebutuhan dan makanan adalah salah satunya. Bila kebutuhan makanan terpenuhi, maka hidup terhindar dari kelaparan. Walaupun makanan hanyalah salah satu kebutuhan hidup, namun menjadi hal yang prioritas atau utama. Hidup tak mungkin berlanjut bila makanan tidak tersedia. Ingatlah bahwa makanan tak akan datang sendiri, kecuali diusahakan. Bekerja keras mengerjakan atau mengolah tanah adalah salah satu cara untuk memperoleh makanan. Tanah adalah wujud berkat Tuhan yang tersedia di alam dan oleh sebab itu haruslah dikelola agar hidup yang berkualitas dialami. Alam adalah tempat Tuhan menyediakan berkat-Nya dengan limpah ruah. Berkat Tuhan tersedia, baik di daratan, lautan, hutan, sungai, pantai, gunung, lembah, meti, dusun, bahkan di tempat pengabdian atau bekerja serta berkarier. Kita semua diminta untuk bekerja keras agar berkat yang telah Tuhan sediakan dapat dialami sebagai makanan. Tuhan telah menyediakan berkat-Nya di alam dan kita terpanggil untuk mengerjakan atau mengupayakannya menjadi makanan. Makanan tak akan datang atau jadi dengan sendirinya kecuali kitalah yang bekerja keras untuk mengupayakannya.

Doa: Ya Tuhan, berilah hikmat-Mu agar kami layak menata berkat yang tersedia dengan limpahnya di alam ini. Amin.

 

Sabtu, 02 Juli 2022                                     

bacaan : Mazmur 107 : 36 – 38

36 Ditempatkan-Nya di sana orang-orang lapar, dan mereka mendirikan kota tempat kediaman; 37 mereka menabur di ladang-ladang dan membuat kebun-kebun anggur, yang mengeluarkan buah-buahan sebagai hasil. 38 Diberkati-Nya mereka sehingga mereka bertambah banyak dengan sangat, dan hewan-hewan mereka tidak dibuat-Nya berkurang.

Kemurahan Tuhan Nyata Dalam Masa Hidup Yang Sulit

Hidup di “padang gurun” pernah dialami bangsa Israel baik setelah pembebasan karena perbudakan di Mesir, maupun pulang dari Babel tempat pembuangan. Masa-masa sulit merupakan bagian hidup yang menyatu dengan kegirangan, sukses atau sukacita. Oleh sebab itu tak mungkin dihindari atau disangkali tetapi haruslah dihadapi. Nas hari ini menyaksikan bahwa kemampuan menghadapi masa hidup yang sulit ditentukan oleh dimilikinya pengharapan. Bila hidup yang sulit mengguncang dan menggetarkan, maka eratkanlah harapan pada Tuhan Allah pengasih dan sumber berkat. Pengharapan itulah yang menjadikan kita dapat kokoh berdiri sebagai orang beriman terutama ketika mengalami masa-masa sulit dalam hidup ini. Pemazmur juga menegaskan bahwa pengharapan bukan saja menjadikan kita dapat berdiri dengan kokoh, namun menjadikan kita mampu untuk terus berkarya. Hendaklah hidup dijalani  dengan sikap iman  tetap miliki pengharapan dan tidak berhenti berkarya. Demikian kata pemazmur, dalam keadaan lapar, mereka mendirikan kota tempat kediaman, menabur di ladang-ladang dan membuat kebun anggur. Semua orang yang tetap memelihara pengharapan kepada Tuhan Maha Pengasih, hidup dan usahanya diberkati. Alam adalah wujud dan tanda kemurahan Tuhan. Karena itu sekalipun kesusahan menderu, namun selama alam ciptaan Tuhan masih ada, maka hidup kita tak akan berakhir. Berharaplah pada Dia sumber berkat itu, sebab kasih-Nya selalu tersedia dengan limpahnya pada alam tempat kita hidup. Tuhan pasti memberkati hidup dan juang kita serta menjamin kelangsungannya.

Doa: Kiranya murah-Mu baka dalam masa hidup kami yang sulit. Amin.

*Sumber : SHK Bulan Juni-Juli 2022, LPJ GPM

Santapan Harian Keluarga, 19-25 Juni 2022

Tema Bulanan : ” Dipenuhi Roh Kudus untuk Menatalayani Ciptaan “

Tema Mingguan : ” Allah Pemilik Tanah dan Menghidupkan Manusia Dengannya “

 Minggu, 19 Juni 2022                                  

bacaan : Imamat 25 : 23 – 28

Penebusan tanah
23 "Tanah jangan dijual mutlak, karena Akulah pemilik tanah itu, sedang kamu adalah orang asing dan pendatang bagi-Ku. 24 Di seluruh tanah milikmu haruslah kamu memberi hak menebus tanah. 25 Apabila saudaramu jatuh miskin, sehingga harus menjual sebagian dari miliknya, maka seorang kaumnya yang berhak menebus, yakni kaumnya yang terdekat harus datang dan menebus yang telah dijual saudaranya itu. 26 Apabila seseorang tidak mempunyai penebus, tetapi kemudian ia mampu, sehingga didapatnya yang perlu untuk menebus miliknya itu, 27 maka ia harus memasukkan tahun-tahun sesudah penjualannya itu dalam perhitungan, dan kelebihannya haruslah dikembalikannya kepada orang yang membeli dari padanya, supaya ia boleh pulang ke tanah miliknya. 28 Tetapi jikalau ia tidak mampu untuk mengembalikannya kepadanya, maka yang telah dijualnya itu tetap di tangan orang yang membelinya sampai kepada tahun Yobel; dalam tahun Yobel tanah itu akan bebas, dan orang itu boleh pulang ke tanah miliknya."

Tanah Merupakan Pemberian Tuhan, Gunakan Sesuai kehendak-Nya

Fakta saat ini, tanah bukan saja menjadi tempat manusia hidup, lahan yang dapat dikelola demi pemenuhan kebutuhan hidup dan sumber kesejahteraan, tapi juga menjadi sumber sengketa yang menghancurkan hubungan keluarga, saudara, tetangga, marga, kelompok dan sebagainya. Hal ini adalah akibat dari praktek jual-beli tanah dan perebutan tanah. Masalah perebutan tanah dihadapi oleh umat Israel sampai saat ini (misalnya: Israel-Palestina). Padahal jika kita mau jujur, tanah bukan miliki siapa-siapa tapi tanah adalah milik Allah. Hal ini dijelaskan dalam perikop bacaan kita tadi, ayat 23 yang menyebutkan “ Akulah pemilik tanah itu”. Allah menyatakan diri-Nya sebagai Pemilik tanah sedangkan manusia dipercayakan untuk berdiam dan mengelola tanah bagi kehidupannya. Sejak di Kanaan, dilakukan pembagian tanah kepada suku di Israel dan sesuai jumlah keluarga secara adil (Bilangan 26:52-56; Yosua 13-21). Pembagian tanah bertujuan agar setiap keluarga didalam suku mendapatkan tanah untuk didiami. Tanah tersebut juga dapat dikelola demi pemenuhan kebutuhan hidup. Itulah sebabnya, tanah tidak boleh dijual mutlak (untuk selama-lamanya). Ada kesempatan dan peluang untuk memperolehnya kembali. Aturan ini menghindari praktek orang-orang kaya sebagai pemilik modal yang bisa mengambil tanah orang kecil yang tidak berdaya dan tidak mampu melunasi hutang. Ayat 25-28, “ Jika seseorang jatuh miskin dan menjual warisannya kepada orang lain, maka saudara terdekatnya dapat menebus tanah tersebut dan dikembalikan kepada pemiliknya. Jika seorang miskin tidak dapat menebus tanah miliknya, maka ia harus menunggu sampai tahun Yobel (tahun pembebasan). Firman Tuhan ini mengingatkan kita bahwa Tuhan Pemilik tanah, bukan manusia. Karena itu, tanah harus dimanfaatkan dengan baik demi pemenuhan kebutuhan hidup. Hindari jual beli-tanah dan perebutan tanah yang mengakibatkan perselisihan bahkan pembunuhan.

Doa: Tuhan, kami bersyukur atas anugerah-Mu dalam hidup ini. Amin.

Senin, 20 Juni 2022                                   

bacaan : Yeheskiel 34 : 26 – 27

26 Aku akan menjadikan mereka dan semua yang di sekitar gunung-Ku menjadi berkat; Aku akan menurunkan hujan pada waktunya; itu adalah hujan yang membawa berkat. 27 Pohon-pohon di ladang akan memberi buahnya dan tanah itu akan memberi hasilnya. Mereka akan hidup aman tenteram di tanahnya. Mereka akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, pada saat Aku mematahkan kayu kuk mereka dan melepaskan mereka dari tangan orang yang memperbudak mereka.

Tuhan Sumber Berkat Kehidupan

Tema utama kitab Yeheskiel pasal 34, yakni “Janji pemulihan atas Israel”. Bagian terakhir ini menandai suatu peralihan dari berita nabi Yeheskiel tentang penghakiman ke pemulihan atas Israel. Setelah Yerusalem jatuh, Yeheskiel bernubuat tentang pemulihan di masa depan, ketika Tuhan akan menjadi gembala yang sejati bagi umat-Nya dan memberi mereka “hati yang baru” dan “roh yang baru. Yeheskiel menyebutkan bahwa bangsa Israel gagal untuk hidup sesuai dengan kehendak Allah karena kegagalan para gembala (penguasa, pemimpin umat) yang memimpin sebagai wakil Tuhan. Maka Tuhan sendiri yang akan memimpin bangsa Israel dan mengangkat para pemimpin sesuai kehendakNya (ayat 24). Kepemimpinan Tuhan ini membawa damai sejahtera dan berkat kehidupan. Nabi menyebutkan tentang binatang buas yang menjadi ancaman terhadap hasil panen akan dibinasakan sehingga mereka mendapatkan panen yang berlimpah-limpah. Tuhan juga akan menurunkan hujan berkat yang memberikan kehidupan  bagi bangsa Israel (ay.26). Mereka akan mempunyai cukup makanan, merasa aman dan terlindung dari para musuh. Mereka akan dibebaskan dari perbudakan dan tidak lagi akan menanggung malu (ay.27). Berkat-berkat tersebut akan menjadi tanda pemulihan hubungan Allah dengan bangsa Israel. Bangsa itu akan mengetahui bahwa Tuhan Allah menyertai mereka dan bahwa mereka adalah umat-Nya (ay.30). Kita menyadari bahwa berkat Tuhan pun senantiasa diberikan Tuhan dengan berlimpah-limpah. Udara yang masih dihirup setiap hari, hujan yang menghidupkan tanam-tanaman yang dapat dimakan, air untuk memenuhi kebutuhan hidup, sinar matahari bagi kesehatan dan keberlangsungan hidup, dan sebagainya. Semua berkat itu haruslah kita terima dengan pengucapan syukur lalu bertekad untuk memanfaatkan segala berkat itu dengan baik sebagai respons kita atas kasih dan kebaikan Tuhan Sumber berkat kehidupan.

Doa: Tuhan, Engkaulah Sumber Berkat Kehidupan Kami, Amin.

Selasa, 21 Juni 2022                                          

bacaan : Ulangan 19 : 14

14 "Janganlah menggeser batas tanah sesamamu yang telah ditetapkan oleh orang-orang dahulu di dalam milik pusaka yang akan kaumiliki di negeri yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk menjadi milikmu."

Menghargai Hak Milik Orang Lain

Salah seorang bapak (inisial I) sangat marah karena patok batas tanahnya sudah dipindahkan oleh tetangga sebelah rumah tanpa sepengetahuannya. Padahal bapak tersebut sudah memiliki sertifikat tanah secara resmi oleh kantor pertanahan. Ini merupakan salah satu kasus dari sekian banyak kasus tanah yang terjadi. Maraknya kasus penyerobotan tanah, penggeseran batas tanah secara licik dan tidak benar, pemalsuan sertifikat tanah dengan maksud agar memiliki tanah yang lebih luas maupun keinginan untuk memiliki tanah milik orang lain secara tidak sah, memperlihatkan bahwa tanah memiliki peran yang sangat penting  dan memiliki nilai investasi (harga jual) yang tinggi bagi manusia. Itulah sebabnya timbul banyak masalah. Hal ini bukan saja baru terjadi sekarang melainkan sudah terjadi sejak masa lampau. Dalam nas hari ini kita melihat bahwa topik mengenai tanah dituliskan secara khusus, “janganlah menggeser batas tanah sesamamu…” ini sebuah peringatan penting. Peringatan yang diberikan untuk tidak menggeser batas tanah milik seseorang dalam arti mengambil milik orang lain. Apa yang Tuhan berikan kepada manusia tentu harus dijaga. Karena itu yang sudah diberikan untuk menjadi hak seseorang sebagai warisan yang ditetapkan menjadi milik pusaka, janganlah diganggu atau diambil. Menggeser batas tanah orang lain secara hukum Israel dikenakan sanksi yang berat, yakni kutukan kepada orang-orang yang menggeser batas tanah (Ul. 27:17). Karena itu kepada kita diingatkan pula, jangan menggeser batas tanah milik sesama. Entah dengan memindahkan tanda, pohon pembatas, pagar atau patok tanah tanpa persetujuan atau sepengetahuan kedua pihak atau merebut tanah orang lain secara tidak benar. Itu perbuatan yang tidak terpuji dan melanggar hukum. Jauhkanlah diri dari sifat keserakahan. Hargailah hak milik orang lain dan jangan mengambilnya.

Doa: Tolonglah kami agar dapat menghargai hak milik orang lain ya Tuhan, Amin.

Rabu, 22 Juni 2022                                                 

bacaan : Amsal 15 : 25

25 Rumah orang congkak dirombak TUHAN, tetapi batas tanah seorang janda dijadikan-Nya tetap.

Tuhan Menentang Kesombongan dan Melindungi Hak Orang Lemah

Tayangan berita TV One beberapa waktu lalu memuat berita tentang “kisah pilu seorang janda 66 tahun yang hidup sebatang kara”. Ia menjalani hidup dalam kekurangan (miskin) di rumahnya yang sangat kecil dan tak layak untuk dihuni. Biaya hidupnya berasal dari hasil menjual rumput. Kadang ada tetangga yang berbelas kasih memberikan makanan. Nenek ini senantiasa bersyukur dan menjalani hidup dengan sabar. Namun, yang membuat hatinya terluka adalah tanah dan rumah yang ia tinggali dijual oleh keluarga suaminya dengan nilai yang sangat tinggi, setelah mereka mendapatkan surat hibah dengan cap jempol palsu. Akhirnya polisi memproses kasus tersebut dan menjebloskan pelaku ke dalam penjara lalu tanah tersebut dikembalikan kepada si janda. Ini merupakan salah satu kasus dari sekian kasus yang dialami oleh orang-orang lemah (janda). Dimana hak milik mereka (tanah) diambil dengan cara yang licik dan tidak benar. Melalui Amsal 15: 25,  Salomo menasehati orang tua dan anak-anak muda pada saat itu agar mereka menjauhkan diri dari sifat congkak (sombong/angkuh), karena kesombongan menimbulkan perbuatan jahat terhadap sesama. Dikatakan bahwa Tuhan menentang orang sombong, “rumah orang congkak di rombak Tuhan”. Kehidupan orang sombong tidak akan bahagia dan aman. Sedangkan hak hidup orang lemah (tanah milik janda) akan dilindungi oleh Tuhan sebagai Sang Pemberi berkat. Firman ini bermakna bagi kita, yaitulah jangan mengambil hak hidup orang lemah (orang miskin, janda, yatim piatu) dengan cara yang tidak benar karena Tuhan menjadi Pembela bagi mereka (Amsal 22: 22-23). Hiduplah dalam kerendahan hati, tidak sombong. Peduli dan menolong orang yang lemah dan susah. Kesombongan dan tinggi hati pada waktunya akan  membawa hidup kita menuju kejatuhan dan kehancuran. Marilah kita melindungi hak orang lemah.

Doa: Bapa, jauhkan kami dari sifat kesombongan diri dan ketidakpedulian terhadap sesama yang miskin dan lemah, Amin.

Kamis, 23 Juni 2022                                    

bacaan : Mazmur 65 : 10 – 14

9 (65-10) Engkau mengindahkan tanah itu, mengaruniainya kelimpahan, dan membuatnya sangat kaya. Batang air Allah penuh air; Engkau menyediakan gandum bagi mereka. Ya, demikianlah Engkau menyediakannya: 10 (65-11) Engkau mengairi alur bajaknya, Engkau membasahi gumpalan-gumpalan tanahnya, dengan dirus hujan Engkau menggemburkannya; Engkau memberkati tumbuh-tumbuhannya. 11 (65-12) Engkau memahkotai tahun dengan kebaikan-Mu, jejak-Mu mengeluarkan lemak; 12 (65-13) tanah-tanah padang gurun menitik, bukit-bukit berikatpinggangkan sorak-sorai; 13 (65-14) padang-padang rumput berpakaikan kawanan kambing domba, lembah-lembah berselimutkan gandum, semuanya bersorak-sorai dan bernyanyi-nyanyi.

Engkau Mengindahkan Tanah Itu

Secara keseluruhan Mazmur pasal 65 terbagi atas 3 bagian, yakni pertama, puji-pujian kepada Allah yang mendengar Doa (ay.1-5), kedua, pemazmur memuji Allah karena perbuatan-Nya yang   Dahsyat (ay. 6-9). Ketiga, Allah memberkati tanah dan mengaruniakan kelimpahan di ladang dan padang (ay.10-14).

Fokus bacaan kita hari ini sebagaimana digambarkan di ay. 10-14 bahwa Allah memperhatikan dan memberkati tanah. Ia mengindahkannya, seperti diindahkannya manusia. Mazmur 8:5 mengatakan:” apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?”,  “membanjirinya dengan berkat, mengaruniakan “kelimpahan dan kekayaan”. Begitu besar berkat-Nya, sehingga Allah dipuji. Batang air, sudah penuh air dan mengairi, melalui hujan gandum dan tanaman lainnya tumbuh. Bukit dan padang yang tandus di musim kemarau, menghijau kembali ketika hujan turun. Kambing-domba yang berkembang biak karena tersedia rumput yang melimpah. Semua ungkapan ini mengingatkan kita, betapa besarnya berkat Tuhan dilimpahkan bagi manusia. Sebagai orang percaya, kita harus mengakui bahwa berkat bukan hanya sekedar hal-hal fisik dan materi semata. Berkat Allah harus dipahami sebagai anugerah kehidupan yang didalamnya kita bernaung dan bergumul. Salah satu berkat kehidupan yang melimpah ialah kesempatan untuk berkarya dalam juang dan gumul kita. Ladang dan ternak adalah metafor kebahagiaan, kesuksesan, sukacita yang kita alami bersama dan di dalam Tuhan. Karena itu, tetaplah bersyukur untuk setiap berkat yang kita terima dalam hidup dan manfaatkanlah itu dengan baik demi keberlanjutan kehidupan.

Doa: Kami Bersyukur Ya Allah untuk setiap Anugerah dan berkat-Mu. Amin.

Jumat, 24 Juni 2022                                        

bacaan : Mazmur 67 : 1 – 8

Nyanyian syukur karena segala berkat Allah
Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan kecapi. Mazmur. Nyanyian. (67-2) Kiranya Allah mengasihani kita dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita dengan wajah-Nya, Sela 2 (67-3) supaya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa. 3 (67-4) Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah; kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu. 4 (67-5) Kiranya suku-suku bangsa bersukacita dan bersorak-sorai, sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil, dan menuntun suku-suku bangsa di atas bumi. Sela 5 (67-6) Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah, kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu. 6 (67-7) Tanah telah memberi hasilnya; Allah, Allah kita, memberkati kita. 7 (67-8) Allah memberkati kita; kiranya segala ujung bumi takut akan Dia!

Kekayaan Kehidupan

Betapa kita tidak bersyukur, bertanah air kaya dan subur. Lautnya luas, gunungnya megah, menghijau padang, bukit dan lembah”…..

Ini adalah penggalan lirik dari Nyanyian Kj. No. 337. Nyanyian ini menceritakan bahwa terkadang kita tidak bersyukur atas tanah Pemberian Tuhan Allah. Padahal tanah yang kita diami ini kaya dan penuh potensi kehidupan. Karena itu, kita harus mengelola dan merawatnya dengan baik. Kecenderungan untuk membiarkan tanah-tanah tidak digarap dan dimanfaatkan untuk kepentingan kehidupan harus kita sadari. Ayat ke 7 dari bacaan ini memberikan penegasan bahwa sesungguhnya tanah pemberian Allah akan memberikan hasilnya jika dikelola dengan baik, sebab itu merupakan wujud dari Allah mengasihi umat-Nya. Pemazmur menyuguhkan kabar sukacita itu kepada kita bahwa kemahakuasaan Allah yang memberkati tanah dengan limpahnya untuk  didiami  adalah sumber kekayaan kehidupan. Sebab itu, berilah kesempatan bagi alam ciptaan Tuhan ini menjadi ruang untuk kita menikmati kehidupan dengan tetap mensyukurinya, merawat, melestarikan dan mengelolanya dengan sebaik-baiknya. Kelestarian alam dan lingkungan adalah tanggungjawab kita. Kekayaan dan keindahan yang dimiliki bumi pertiwi ini sudah selayaknya kita rawat untuk keberlangsungan hidup anak cucu kita di masa yang akan datang. Sebab, kita yakin jika kita menjaga alam, maka alam juga akan senantiasa bersahabat dengan kita. Niscaya dengan begitu, kita dapat dijauhkan dari berbagai bencana. Mari tunjukkan bahwa kita adalah pribadi yang mampu menjaga serta memelihara lingkungan sebagai wujud rasa terima kasih atas pemberian Tuhan.

Doa: Ajari kami mensyukuri berkat-Mu Tuhan dengan tetap merawat dan melestarikan Alam Ciptaan-Mu. Amin.

Sabtu, 25 Juni 2022                                           

bacaan : Ibrani 11 : 8 – 10

8 Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui. 9 Karena iman ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu. 10 Sebab ia menanti-nantikan kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah.

Di Tanah Asing pun Tuhan Memberikan Kehidupan

Penulis Kitab Ibrani menekankan bahwa ketaatan iman adalah wujud dari seorang pengikut Kristus. Dalam pasal 11 : 1 dikatakan bahwa iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Tidak melihat namun percaya adalah esensi beriman kepada Yesus Kristus. Oleh sebab itu, penulis surat Ibrani meminta orang-orang percaya untuk memperhatikan anugerah iman dan hidup beriman sebagai penawar terbaik untuk melawan hal-hal yang bertentangan dengan kehendak Tuhan. Ia mencontohkan beberapa tokoh perjanjian lama yang beriman dan memegang janji Allah tanpa melihat dan kepada mereka dikaruniakan kehidupan dan kesejahteraan. Salah satunya adalah Abraham. Karena ketaatan dan Iman yang sungguh kepada Allah, Abraham diberkati dengan berkat yang melimpah seperti tempat tinggal dan keturunan (ay.11). Abraham percaya tanah yang disediakan Allah kepadanya akan memberi berkat dan menjamin kehidupannya, sekalipun di tanah asing. Berkaca dari pengalaman Abraham, kita diingatkan untuk berpegang pada janji Allah sambil tetap beriman dengan sungguh kepada-Nya, bahwa berkat kehidupan telah disediakan bagi setiap orang yang menaruh pengharapan hanya kepada-Nya sekalipun ia ada di tanah asing atau tanah orang. Sebab berkat Tuhan melalui tanah dimana manusia diam dan mau berupaya untuk mengusahakan demi kesejehteraannya, itulah yang akan membuat hidupnya diberkati. Di tanah asing pun Tuhan menjamin dan memberikan berkat kehidupan.

Doa:  Ya Tuhan, karuniakanlah ketaatan iman kepada kami, bahwa di tanah asing pun Tuhan memberkati kehidupan kami . Amin.

*Sumber : SHK bulan Juni 2022, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 12-18 Juni 2022

Tema Bulanan : ” Dipenuhi Roh Kudus untuk Menatalayani Ciptaan “

Tema Mingguan : ” Alam Semesta Bukti Keagungan Tuhan “

Minggu, 12 Juni 2022                                  

bacaan : Mazmur 104 : 1 -18

Kebesaran TUHAN dalam segala ciptaan-Nya
Pujilah TUHAN, hai jiwaku! TUHAN, Allahku, Engkau sangat besar! Engkau yang berpakaian keagungan dan semarak, 2 yang berselimutkan terang seperti kain, yang membentangkan langit seperti tenda, 3 yang mendirikan kamar-kamar loteng-Mu di air, yang menjadikan awan-awan sebagai kendaraan-Mu, yang bergerak di atas sayap angin, 4 yang membuat angin sebagai suruhan-suruhan-Mu, dan api yang menyala sebagai pelayan-pelayan-Mu, 5 yang telah mendasarkan bumi di atas tumpuannya, sehingga takkan goyang untuk seterusnya dan selamanya. 6 Dengan samudera raya Engkau telah menyelubunginya; air telah naik melampaui gunung-gunung. 7 Terhadap hardik-Mu air itu melarikan diri, lari kebingungan terhadap suara guntur-Mu, 8 naik gunung, turun lembah ke tempat yang Kautetapkan bagi mereka. 9 Batas Kautentukan, takkan mereka lewati, takkan kembali mereka menyelubungi bumi. 10 Engkau yang melepas mata-mata air ke dalam lembah-lembah, mengalir di antara gunung-gunung, 11 memberi minum segala binatang di padang, memuaskan haus keledai-keledai hutan; 12 di dekatnya diam burung-burung di udara, bersiul dari antara daun-daunan. 13 Engkau yang memberi minum gunung-gunung dari kamar-kamar loteng-Mu, bumi kenyang dari buah pekerjaan-Mu. 14 Engkau yang menumbuhkan rumput bagi hewan dan tumbuh-tumbuhan untuk diusahakan manusia, yang mengeluarkan makanan dari dalam tanah 15 dan anggur yang menyukakan hati manusia, yang membuat muka berseri karena minyak, dan makanan yang menyegarkan hati manusia. 16 Kenyang pohon-pohon TUHAN, pohon-pohon aras di Libanon yang ditanam-Nya, 17 di mana burung-burung bersarang, burung ranggung yang rumahnya di pohon-pohon sanobar; 18 gunung-gunung tinggi adalah bagi kambing-kambing hutan, bukit-bukit batu adalah tempat perlindungan bagi pelanduk.

Tuhan Mengatur dan Memelihara Ciptaan-Nya

Pola hujan yang khusus karena dipengaruhi angin laut China Selatan telah menyebabkan curah hujan intens pada Bulan Juni, Juli dan Agustus untuk wilayah Ambon dan sebagian pulau-pulau di Maluku serta Papua, demikian berita kompas.com. Kondisi ini tentunya menuntut kewaspadaan warga terhadap bencana banjir dan tanah longsor yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Namun apakah hal ini berarti bahwa kita tetap hidup dalam kekuatiran? Nas bacaan hari ini mengajak kita untuk bersyukur dan memuji-muji Tuhan Allah sebab Ia adalah Allah yang Mahakuasa, Pencipta langit dan bumi. Dalam kemahakuasaan-Nya menciptakan bumi ini, Ia telah mengatur semua ciptaan pada batasannya supaya tetap terjadi keteraturan dan keharmonisan. Allah bahkan kemudian memelihara seluruh ciptaan-Nya yang telah ada itu dengan tanganNya supaya tidak rusak dan punah. Ia tidak hanya mencintai alam kepunyaan-Nya, namun Ia juga memahami hak-hak yang ada pada diri alam dan harus dihargai juga olehNya, sekalipun Ia adalah Pencipta. Karaktereristik relasi yang luar biasa ini tentunya menjadi teladan kepada kita sebagai mandatarisNya untuk senantiasa menghadirkan wajah Allah dengan bertanggung jawab menjaga dan merawat alam ini.  Ketika setiap musim berganti dan di saat yang sama berkat-berkat dari alam pun berganti untuk dapat kita dinikmati, maka haruslah selalu kita ingat untuk mengucap syukur kepada Allah yang Mahakuasa sambil menahan diri untuk tidak membuang sampah tidak pada tempatnya dan tidak pada waktu yang telah ditentukan oleh petugas kebersihan. Bersihkanlah selokan-selokan di sekitar rumah atau juga buatlah parit pembuangan air limbah secara benar supaya tidak merugikan orang lain dan merusak alam ini. Paling tidak lakukanlah hal-hal sederhana dan dianggap kecil, namun memberi kehidupan yang awet dan bertahan lama bagi alam ini sebagai bentuk proklamasi iman kita kepada Tuhan.

Doa: Ya Tuhan, bijaksanakanlah kami untuk memelihara alam ciptaan-mu. Amin.

Senin, 13 Juni 2022                                         

bacaan : Yesaya 44 : 1 – 5

TUHAN satu-satunya Allah
"Tetapi sekarang, dengarlah, hai Yakub, hamba-Ku, dan hai Israel, yang telah Kupilih! 2 Beginilah firman TUHAN yang menjadikan engkau, yang membentuk engkau sejak dari kandungan dan yang menolong engkau: Janganlah takut, hai hamba-Ku Yakub, dan hai Yesyurun, yang telah Kupilih! 3 Sebab Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus, dan hujan lebat ke atas tempat yang kering. Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas keturunanmu, dan berkat-Ku ke atas anak cucumu. 4 Mereka akan tumbuh seperti rumput di tengah-tengah air, seperti pohon-pohon gandarusa di tepi sungai. 5 Yang satu akan berkata: Aku kepunyaan TUHAN, yang lain akan menyebut dirinya dengan nama Yakub, dan yang ketiga akan menuliskan pada tangannya: Kepunyaan TUHAN, dan akan menggelari dirinya dengan nama Israel."

Kasih Tuhan Tetap Sama, Dulu, Sekarang dan Selamanya

Yesus, Tuhan, mulialah nama-Nya. Yesus, Allahku, besar kasih-Nya. Dahulu, sekarang dan s’lama-lamanya, kasihNya tak pernah berubah…” Inilah sebagian syair lagu “Dia Sanggup” karya Wawan Yap. Melalui lagu ini,  Yap ingin bersaksi bahwa kasih Allah bagi umat-Nya tetap sama dan tidak berubah oleh waktu maupun keadaan.

Melalui Yesaya, Allah juga mau mengatakan kepada Israel, bahwa sekalipun Israel sudah banyak melakukan kesalahan dan dosa, sehingga mereka patut dihukum, namun kasih sayang-Nya kepada mereka tidak berubah dulu, sekarang dan selamanya. Jika Allah memberi hukuman, itu bukan karena Allah benci, tetapi justeru itulah bukti cintaNya yang menghendaki Israel bertobat dan berbalik kepada-Nya. Penyebutan nama Yakub yang memiliki arti “memegang tumit” dan “penipu” serta Yesyurun, dari kata yasar, yang berarti “lurus/ benar” mau menegaskan bahwa Israel gagal memberlakukan kehendak Allah dalam hidup mereka, tetapi status mereka sebagai umat pilihan-Nya tidak berubah. Allah telah menjadikan dan membentuk Israel dari kandungan, IA juga akan terus menolong mereka. Selalu ada berkat yang tercurah bagi mereka. Berkat yang digambarkan dengan curahan air dan hujan yang memungkinkan  rumput dan pepohonan tumbuh subur sehingga menjadi sumber kehidupan bagi mereka. Bukan hanya itu tetapi Allah mencurahkan roh-Nya untuk menuntun mereka sehingga Israel tidak perlu takut. Hasil dari pencurahan Roh Tuhan akan membuat mereka bertobat dan menyebut diri mereka sebagai “kepunyaan TUHAN”.

Saudaraku, apa yang terjadi atas umat Israel juga terjadi atas kehidupan kita. Kasih Allah bagi kita tak berubah, dulu, sekarang dan selamanya. Mari balas kasih-Nya melalui sesama dan ciptaan lainnya. Sayang sesama, kalesang lingkungan…!!

Doa:   Tuhan, tolong kami untuk membalas kasihMu yang tak pernah berubah dengan sayang sesama dan kalesang lingkungan. Amin.

Selasa, 14 Juni 2022                                    

bacaan : Mazmur 148 : 7 – 14

7 Pujilah TUHAN di bumi, hai ular-ular naga dan segenap samudera raya; 8 hai api dan hujan es, salju dan kabut, angin badai yang melakukan firman-Nya; 9 hai gunung-gunung dan segala bukit, pohon buah-buahan dan segala pohon aras: 10 hai binatang-binatang liar dan segala hewan, binatang melata dan burung-burung yang bersayap; 11 hai raja-raja di bumi dan segala bangsa, pembesar-pembesar dan semua pemerintah dunia; 12 hai teruna dan anak-anak dara, orang tua dan orang muda! 13 Biarlah semuanya memuji-muji TUHAN, sebab hanya nama-Nya saja yang tinggi luhur, keagungan-Nya mengatasi bumi dan langit. 14 Ia telah meninggikan tanduk umat-Nya, menjadi puji-pujian bagi semua orang yang dikasihi-Nya, bagi orang Israel, umat yang dekat pada-Nya. Haleluya!

Memuji Tuhan Bersama Semua Ciptaan

Dan gunung-gunungpun bersorak sorai memuji Dia. Dan pohon-pohonpun bertepuk tangan memuji Dia…”

Ternyata bukan hanya makhluk hidup yang bisa memuji Tuhan. Petikan sebagian lagu “Datang Ke Hadirat Tuhan” di atas menunjukan bahwa gunung yang adalah benda matipun dapat memuji Tuhan. Jika benda mati dan pohon, yang sekalipun makhluk hidup namun tidak berakal, dapat bersorak-sorai dan bertepuk tangan memuji Tuhan, apalagi manusia yang dikaruniai Tuhan dengan akal budi. Manusia yang diciptakan segambar dan serupa dengan Tuhan, yang dijadikan Tuhan sebagai rekan kerja sekaligus mandataris-Nya, harus lebih bisa memuji Tuhan.

Hal ini juga disampaikan oleh pemazmur 148 (ayat 7 – 14). Bagi pemazmur, Allah adalah pencipta langit, bumi dan segala isinya, karena itu tidak boleh ada allah lain selain Allah (Yahweh). Sebagai pencipta, semua ciptaanNya, tanpa kecuali, harus memuji dan memuliakan-Nya. Pemazmur merincikan apa dan siapa saja yang diajaknya untuk memuji Tuhan. Pertama, alam semesta, seperti : pepohonan, hewan, gunung, samudera, api, salju, kabut, angin,dsb (7-10). Kedua, manusia dari berbagai kalangan tanpa kecuali. penguasa hingga rakyat jelata, laki-laki maupun perempuan, dari bayi hingga tua renta (11-12). Mengapa Tuhan harus dipuji? Karena nama-Nya yang tinggi luhur dan keagungan-Nya mengatasi langit dan bumi. Banyak hal baik telah dilakukan-Nya bagi kita dan alam ini. Dengan setia dijaga dan dipelihara-Nya. Bersama alam semesta, mari kita memuji Tuhan sebagai tanda syukur atas seluruh karya-Nya dalam kehidupan. Hutan, tanah, laut yang menyediakan banyak kebutuhan kita. Sesama yang menjadi teman berbagi dan berceritera. Memuji Tuhan memang tidak terbatas pada kata, ruang dan waktu, tapi dalam seluruh karya kita di mana dan kapan saja. 

Doa: Tuhan, bersama semua ciptaan kami memuji-Mu dengan segenap hati sebab Engkau layak menerima pujian.. Amin.

Rabu, 15 Juni 2022                                          

bacaan : Mazmur 29 : 1 – 11

Kebesaran Allah dalam badai
Mazmur Daud. Kepada TUHAN, hai penghuni sorgawi, kepada TUHAN sajalah kemuliaan dan kekuatan! 2 Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, sujudlah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan! 3 Suara TUHAN di atas air, Allah yang mulia mengguntur, TUHAN di atas air yang besar. 4 Suara TUHAN penuh kekuatan, suara TUHAN penuh semarak. 5 Suara TUHAN mematahkan pohon aras, bahkan, TUHAN menumbangkan pohon aras Libanon. 6 Ia membuat gunung Libanon melompat-lompat seperti anak lembu, dan gunung Siryon seperti anak banteng. 7 Suara TUHAN menyemburkan nyala api. 8 Suara TUHAN membuat padang gurun gemetar, TUHAN membuat padang gurun Kadesh gemetar. 9 Suara TUHAN membuat beranak rusa betina yang mengandung, bahkan, hutan digundulinya; dan di dalam bait-Nya setiap orang berseru: "Hormat!" 10 TUHAN bersemayam di atas air bah, TUHAN bersemayam sebagai Raja untuk selama-lamanya. 11 TUHAN kiranya memberikan kekuatan kepada umat-Nya, TUHAN kiranya memberkati umat-Nya dengan sejahtera!

Badai dan Fenomena Alam Lainnya adalah Bukti Keagungan Tuhan

Fenomena alam seperti hujan, badai, kilat, guntur selalu menjadi momok bagi manusia, terutama nelayan, pramugari/a, pilot, mereka yang menggunakan transportasi laut dan udara, yang tinggal di lereng bukit dan bantaran kali/ sungai dan dibawah pohon besar dan rindang. Karena saat terjadi badai, angin bertiup dengan kencang, menyebabkan gelombang besar di laut, jika disertai hujan deras maka pohon dapat tumbang, banjir dan tanah longsor. Semua itu menjadi ancaman bagi kehidupan manusia dan ciptaan Tuhan yang lain. Kondisi tak menyenangkan yang diakibatkan oleh badai dan fenomena alam lainnya ini pada akhirnya menjadi hal yang menakutkan bagi manusia dan ciptaan lainnya. Dalam bacaan kita hari ini pemazmur, Daud, melihat badai dan fenomena alam lainnya bukan sebagai sesuatu yang menakutkan, tetapi sebagai karya Tuhan yang luar biasa dan patut dikagumi. Menurut Daud inilah cara Tuhan menyatakan diri, kekuasaan dan kebesaran-Nya. Bagi Daud gemuruh itu adalah suara TUHAN. Suara Tuhan itu ada di atas air yang besar, penuh semarak, mematahkan pohon aras libanon, membuat gunung gemetar, gunung menyemburkan api, padang gurun gemetar dan berbagai fenomena alam lainnya (ayat 3-10). Itulah sebabnya Daud mengajak semua penghuni sorga, juga penghuni bumi, untuk menghormati, memberi kemuliaan dan sujud menyembah hanya kepada TUHAN. Daud menutup mazmurnya dengan pengakuan bahwa TUHAN adalah Raja dan memohon berkat kesejahteraan dan kekuatan bagi seluruh umat.

Saudaraku, jika kita mengakui bahwa Tuhan adalah Raja semesta alam, maka mari tunjukan sikap hormat dan kagum kita kepadaNya. Badai dan fenomena alam lainnya itulah bukti keagungan Tuhan. Mari kita jadikan alam sebagai sahabat, jangan mengeksploitasi alam sesuka hati tapi jaga dan rawatlah dengan baik.

Doa:   Tuhan, ajar kami untuk mengagumi dan memuliakan keagunganMu  dalam semua fenomena alam yang terjadi. Amin.

Kamis, 16 Juni 2022                                     

bacaan : Yeremia 32 : 17 – 18

17 Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya, Engkaulah yang telah menjadikan langit dan bumi dengan kekuatan-Mu yang besar dan dengan lengan-Mu yang terentang. Tiada suatu apapun yang mustahil untuk-Mu! 18 Engkaulah yang menunjukkan kasih setia-Mu kepada beribu-ribu orang dan yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya yang datang kemudian. Ya Allah yang besar dan perkasa, nama-Mu adalah TUHAN semesta alam,

Saat Ada Masalah, Jangan Bimbang dan Sedih! Berdoalah!

Jika kita berdoa, biasanya kita menyapa Tuhan dengan: “Ya Tuhan”, “Sio Tuhan” atau “Tuhan” saja. Namun dalam bacaan kita Yeremia memulai doanya dengan kata “Ah”. Ini menunjukkan bahwa ada kebingungan, kebimbangan dan kesedihan di hati Yeremia. Ya, Yeremia sedang bingung, bimbang serta sedih karena ia disuruh menebus  tanah milik saudaranya di Anatot, sementara Israel sedang dikepung oleh musuh (ay.1-16). Dalam kebingungan, kebimbangan dan kesedihan, Yeremia berdoa kepada Tuhan. Dalam doanya Yeremia mengagungkan kuasa dan kekuatan Tuhan sebagai Pencipta langit dan bumi. Kemahakuasaan dan kekuatan Tuhan itu yang membuatnya yakin bahwa di hadapan Tuhan tiada yang mustahil. Tuhan akan menunjukkan kasih setia-Nya kepada umat-Nya. Tangan-Nya  terentang siap menunggu mereka yang mau datang kepada-Nya, karena Dia adalah Allah yang besar dan perkasa. Nama-Nya adalah Tuhan semesta alam.

Jika saat ini saudara sedang diperhadapkan dengan persoalan yang membuat  bingung, bimbang dan sedih. Ada persoalan keluarga (hubungan yang tidak harmonis antara suami–isteri, orang tua–anak, mertua–menantu, adik–kakak, ipar–konyadu); persoalan hukum, keuangan, pekerjaan, pendidikan, hubungan dengan sesama (rekan kerja, tetangga, rekan pelayan) dan masalah-masalah lainnya. Mari belajar dari Yeremia yang menghadapinya dengan datang kepada Tuhan melalui doa dan permohonan dengan hati yang tulus. Jangan pernah ragukan kuasa Tuhan karena Dialah yang Menciptakan kita. Tangan-Nya selalu terbuka untuk menerima semua yang datang. Tiada yang mustahil bagi Tuhan!. Karena itu seberat dan sebanyak apapun persoalan yang dihadapi, saat kita berserah kepada-Nya, Dia pasti sanggup menolong. 

Doa:   Tuhan, kuatkanlah kami agar tidak bimbang dan sedih ketika menghadapi masalah tetapi menyerahkannya kepadaMu dalam doa. Amin.

Jumat, 17 Juni 2022                                      

bacaan : Mazmur  136 : 1 – 9

Kasih setia Allah kepada orang Israel
Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 2 Bersyukurlah kepada Allah segala allah! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 3 Bersyukurlah kepada Tuhan segala tuhan! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 4 Kepada Dia yang seorang diri melakukan keajaiban-keajaiban besar! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 5 Kepada Dia yang menjadikan langit dengan kebijaksanaan! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 6 Kepada Dia yang menghamparkan bumi di atas air! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 7 Kepada Dia yang menjadikan benda-benda penerang yang besar; bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 8 Matahari untuk menguasai siang; bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 9 Bulan dan bintang-bintang untuk menguasai malam! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

Bahwasanya Untuk Selama-lamanya Kasih Setia-Nya

Pada hari Selasa, 4 Mei 2022, saya memimpin kebaktian Laki-Laki di Jemaat B. Materinya adalah PA. Saat menjawab pertanyaan PA “Ceritakanlah satu kisah sukses dalam hidup saudara yang menunjukkan bahwa kesuksesan tersebut karena hikmat Allah dan Sebutkanlah satu pesan teks Alkitab hari ini guna menguatkan daya tahan ekonomi keluarga!” Bapak Benny (bukan nama sebenarnya) bilang begini :

Ibu pandita deng basudara laki-laki, kalo bilang kisah sukses, beta pikir itu relatif. Beta ni seng pung karja tetap. Mar beta, maitua deng anana tetap bisa makang tiga kali sahari, katong ada ruma par tinggal, katong bisa bayar aer deng listrik sabang bulang la apa yang katong parlu par katong pung hidop salalu  ada. La yang labe panting lai, katong seng parna pancuri. Katong memang seng labe macang orang mar katong jua seng kurang. Itu beta pung kisa sukses. La kalo mo kasi ayat Alkitab, seng ada ayat yang beta pili tagal par beta samua ayat dalang Alkitab panting. Beta mo bilang lai kalo samua yang beta deng beta pung maitua, anana rasa ni tagal Tuhan pung bae par katong. Katong angka syukur deng minta danke par Tuhan tagal bisa lia deng rasa Antua pung sayang par katong sabang hari.”   

Pengalaman Benny tidak jauh berbeda dengan bangsa Israel. Mereka mengingat kasih Tuhan dan mengekspresikannya dalam ucapan syukur dan pujian: “Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya” (ay. 1-26). Khusus bacaan kita (ay.1-9) memuat ajakan untuk bersyukur dan memuji Tuhan Sang Pencipta. Kesetiaan-Nya nampak di sepanjang jalan kehidupan umat Israel, melewati berbagai suka dan duka. Saudaraku, kita masing-masing pasti punya pengalaman tersendiri tentang bagaimana kasih setia Tuhan nyata dalam kehidupan. Seperti Benny dan umat Israel, mari kita ekspresikan itu dalam nada-nada syukur dan puji-pujian kepada Tuhan di setiap waktu. Namun bukan hanya dengan kata-kata pujian yang manis melainkan juga dengan perbuatan dan karya yang manis demi kemuliaan nama-Nya.

Doa: Tuhan, kami mau beryukur dan memujiMu, karena Engkau baik. Amin.

Sabtu, 18 Juni 2022                                      

bacaan : Yesaya 40 : 21 – 22

21 Tidakkah kamu tahu? Tidakkah kamu dengar? Tidakkah diberitahukan kepadamu dari mulanya? Tidakkah kamu mengerti dari sejak dasar bumi diletakkan? 22 Dia yang bertakhta di atas bulatan bumi yang penduduknya seperti belalang; Dia yang membentangkan langit seperti kain dan memasangnya seperti kemah kediaman!

  Tuhan Penguasa Alam Semesta Menolong Orang-Orang Tertindas

Bila kita pernah berkunjung di lokasi wisata pegunungan yang terletak di Siwang, yakni: ujung huk, paradise, puncak elshadai dll. Kita pasti menikmati keindahan alam yang luar biasa menakjubkan seperti: pemandangan pepohonan yang hijau, udara yang sejuk dan segar. Sejauh mata memandang ada panorama teluk Ambon yang indah sehingga semua orang yang berada di lokasi tersebut senantiasa melepaskan rasa kagum dan pujian kepada Tuhan Sang Pencipta. Tuhan dengan kasih dan kuasa-Nya telah  menciptakan alam semesta begitu luar biasa sehingga kita dapat hidup dengan baik (banding Kejadian 1:31). Selain itu, alam juga diciptakan Tuhan sebagai media  atau tempat setiap makhluk untuk hidup, mengembangkan diri dan melakukan aktivitasnya sehari-hari, sehingga alam menampakkan kehadiran dan keagungan Tuhan. Melalui alam, kita bisa merasakan kehadiran dan penyertaan Tuhan yang begitu nyata. Hal ini dijelaskan dalam nas bacaan hari ini, nabi Yesaya mengingatkan bangsa Israel bahwa Allah yang menciptakan langit dan bumi adalah Allah yang akan menuntun dan menyelamatkan bangsa Israel dari tanah perbudakan di Babilonia dan membawa mereka pulang ke Yerusalem. Karena itu, bangsa Israel harus memilih percaya dan berpengharapan hanya kepada Allah nenek moyang mereka bukan kepada allah-allah bangsa lain. Percaya kepada allah-allah lain akan membawa kekecewaan dan kesia-siaan (ayat 17). Sedangkan percaya kepada Tuhan akan memperoleh pertolongan (ayat 28-31). Dari sini kita belajar bahwa Allah yang menciptakan alam semesta adalah Allah yang berkuasa atas hidup manusia. Karena itu, apapun keadaan hidup kita percayalah kepada Tuhan Pencipta dan Penolong, bukan kepada allah atau berhala dunia karena semuanya sia-sia. Ingatlah kata Pemazmur, …”dari manakah akan datang pertolonganku? Pertolonganku ialah dari Tuhan yang menjadikan langit dan bumi “ (Mazmur 121: 1-2)

Doa: Tuhan, jagalah hati kami agar tetap percaya kepada-Mu, Amin.

*Sumber : SHK BUlan Juni 2022, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 5 – 11 Juni 2022

Tema Bulan Juni : ” Dipenuhi Roh Kudus Untuk Menatalayani Ciptaan “

Tema Mingguan : ” Roh Kudus Memberi Keberanian Untuk Bersaksi dan Melayani “

Minggu, 05 Juni 2022                                            

bacaan : Kisah 4 : 23 – 31

Doa jemaat
23 Sesudah dilepaskan pergilah Petrus dan Yohanes kepada teman-teman mereka, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang dikatakan imam-imam kepala dan tua-tua kepada mereka. 24 Ketika teman-teman mereka mendengar hal itu, berserulah mereka bersama-sama kepada Allah, katanya: "Ya Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya. 25 Dan oleh Roh Kudus dengan perantaraan hamba-Mu Daud, bapa kami, Engkau telah berfirman: Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia? 26 Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar berkumpul untuk melawan Tuhan dan Yang Diurapi-Nya. 27 Sebab sesungguhnya telah berkumpul di dalam kota ini Herodes dan Pontius Pilatus beserta bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel melawan Yesus, Hamba-Mu yang kudus, yang Engkau urapi, 28 untuk melaksanakan segala sesuatu yang telah Engkau tentukan dari semula oleh kuasa dan kehendak-Mu. 29 Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firman-Mu. 30 Ulurkanlah tangan-Mu untuk menyembuhkan orang, dan adakanlah tanda-tanda dan mujizat-mujizat oleh nama Yesus, Hamba-Mu yang kudus." 31 Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.

Memberitakan Firman Dengan Berani

Masih ada orang percaya yang menganggap bahwa pemberitaan Firman bukanlah menjadi tanggung jawabnya. Ada yang berganggapan bahwa pemberitaan Firman itu hanya menjadi tugas dari para pelayan khusus: pendeta, penatua dan diaken, atau pengurus-pengurus wadah/organisasi pelayanan. Padahal  semua orang yang telah menerima kuasa Roh Kudus diberi tanggungjawab sebagai saksi-saksi Kristus dalam kehidupan setiap hari. Sebab itu bertanggungjawab pula dalam tugas pemberitaan Firman. Saat mewartakan Injil Kristus, orang percaya akan menghadapi tantangan, baik yang berasal dari diri sendiri atau dari orang lain. Tetapi jika terus menyerahkan hidup  kepada Allah melalui doa, maka seluruh proses pelayanan dan pemberitaan Firman yang dilakukan akan membuahkan hasil yang baik sehingga nama Allah  dimuliakan.  Nas hari ini memperlihatkan bahwa anggota Mahkamah Agama tidak memiliki alasan apa pun untuk menjerat Petrus dan Yohanes. Keduanya pun dilepaskan dari hukuman. Bagi Petrus dan Yohanes, apa yang mereka alami tidak lepas dari perlindungan Allah. Sekalipun tantangan dihadapi, tetapi bersama murid lainnya mereka bersekutu dan berbagi cerita, pengalaman, tantangan, dan kesaksian bagaimana Roh Allah menuntun dan memelihara kehidupan mereka. Mereka sepakat bersatu hati untuk berdoa bersama kepada Allah meminta agar dikuatkan dan diberikan keberanian untuk melakukan pelayanan dan pemberitaan Injil. Pengalaman iman ini kiranya menguatkan iman dan memberanikan kita pula untuk terus kuat berdoa dan memberitakan Injil karena yakin Roh Kuduslah yang akan menolong dan memampukan.

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk terus berani memberitakan FirmanMu. Amin.

Senin, 06 Juni 2022                                            

bacaan : Kisah 5 : 12 – 16

Tanda-tanda dan mujizat-mujizat
12 Dan oleh rasul-rasul diadakan banyak tanda dan mujizat di antara orang banyak. Semua orang percaya selalu berkumpul di Serambi Salomo dalam persekutuan yang erat. 13 Orang-orang lain tidak ada yang berani menggabungkan diri kepada mereka. Namun mereka sangat dihormati orang banyak. 14 Dan makin lama makin bertambahlah jumlah orang yang percaya kepada Tuhan, baik laki-laki maupun perempuan, 15 bahkan mereka membawa orang-orang sakit ke luar, ke jalan raya, dan membaringkannya di atas balai-balai dan tilam, supaya, apabila Petrus lewat, setidak-tidaknya bayangannya mengenai salah seorang dari mereka. 16 Dan juga orang banyak dari kota-kota di sekitar Yerusalem datang berduyun-duyun serta membawa orang-orang yang sakit dan orang-orang yang diganggu roh jahat. Dan mereka semua disembuhkan.

Percayalah Pada Kuasa Roh Kudus

Pernahkah kita melihat secara langsung mujizat yang dilakukan oleh seorang Hamba Tuhan? Banyak hamba Tuhan yang diurapi, memiliki karunia dari Allah dan di dalam Roh Kudus mengadakan berbagai mujizat. Ada kesaksian dari seorang anggota jemaat yang sakit, ketika dibawa ke tenaga medis, penyakitnya tidak dapat terdeteksi sehingga tidak memungkinkan untuk didiagnosa. Tidak sedikit biaya yang telah dikeluarkan untuk menempuh perjalanan ke pusat-pusat kesehatan untuk memeriksakan diri. Hingga pada waktu dimana ia merasa sangat putus asa dan teringat seorang pendeta di jemaatnya itu. Ia menemui pendeta tersebut untuk minta didoakan. Pergumulan pun dilakukan selama beberapa bulan, hanya dengan segelas air yang didoakan, ia berangsur-angsur pulih. Hal ini mungkin akan dianggap tidak masuk akal bagi sebagian orang, tetapi bagi anggota jemaat itu, ia sungguh-sungguh merasakan lawatan Tuhan melalui hambaNya yang hadir di tengah-tengah kehidupannya. Ia percaya Tuhan bekerja melalui hambaNya. Hal yang sama pun terjadi bagi para rasul ketika mereka melakukan tugas bersaksi tentang Injil Kristus. Roh Kudus yang dicurahkan Allah memampukan mereka untuk berani melaksanakan tugas panggilan dan pengutusan termasuk mengadakan banyak mujizat dan tanda. Oleh pekerjaan Roh Kuduslah, banyak orang menjadi percaya kepada Allah. Kuasa Roh Kudus tidak hanya berlaku untuk para rasul saat itu, tetapi juga untuk kita saat ini. Karena itu, sebagai orang percaya kita harus yakin bahwa kuasa Roh Kudus akan selalu memampukan untuk memberitakan Firman dan melakukan pelayanan di tengah-tengah dunia ini. Teruslah hidup mengandalkan kuasa Roh kudus.

Doa: Ya Tuhan, kami yakin kuasa Roh KudusMu memampukan untuk melaksanakan tugas panggilan pemberitaan Injil, Amin.

Selasa, 07 Juni 2022                                           

bacaan : Kisah Para Rasul 5 : 26 – 33

Rasul-rasul di hadapan Mahkamah Agama -- Nasihat Gamaliel
26 Maka pergilah kepala pengawal serta orang-orangnya ke Bait Allah, lalu mengambil kedua rasul itu, tetapi tidak dengan kekerasan, karena mereka takut, kalau-kalau orang banyak melempari mereka. 27 Mereka membawa keduanya dan menghadapkan mereka kepada Mahkamah Agama. Imam Besar mulai menanyai mereka, 28 katanya: "Dengan keras kami melarang kamu mengajar dalam Nama itu. Namun ternyata, kamu telah memenuhi Yerusalem dengan ajaranmu dan kamu hendak menanggungkan darah Orang itu kepada kami." 29 Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: "Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia. 30 Allah nenek moyang kita telah membangkitkan Yesus, yang kamu gantungkan pada kayu salib dan kamu bunuh. 31 Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa. 32 Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia." 33 Mendengar perkataan itu sangatlah tertusuk hati mereka dan mereka bermaksud membunuh rasul-rasul itu.

Berani Karena Roh Kudus

Seorang mantan warga bina lapas pada salah satu lembaga pemasyarakatan di Jawa menceritakan pengalamannya selama berada di dalam penjara. Ia bertemu dengan seorang tokoh berinisial AB, yang sangat berpengaruh dalam suatu kelompok agama di Indonesia pada waktu itu. Menurut ceritanya, mereka berdua memiliki komunikasi yang baik bahkan saling mempengaruhi satu sama lain terkait dengan keyakinan masing-masing. Percakapan seperti ini tentunya bukanlah hal mudah jika sang mantan napi tersebut tidak memiliki rasa percaya diri bahkan keberanian. Nas bacaan hari ini menampilkan sikap keberanian Para Rasul ketika menghadapi Imam Besar selaku pemimpin Mahkamah Agama.  Mereka dengan tegas dan lantang menjawab bahwa ketaatan seharusnya kepada Allah yang telah membangkitkan Yesus dan bukan kepada Mahkamah Agama. Perkataan Para Rasul ini sangat menusuk hati Mahkamah Agama, sehingga mereka pun bermaksud membunuh Rasul-rasul itu. Namun Rasul-rasul tersebut tidak takut dan terus bersaksi. Keberanian yang dimiliki ini sangat dipengaruhi juga oleh pengalaman sebelumnya (ay.17-25). Mereka meyakini campur tangan Tuhan dan peranan Roh Kudus sehingga dengan berani mereka  berkata-kata tentang Yesus yang telah mereka lihat dan dengar selama ini. Roh Kudus membaharui seluruh peran mereka sebagai Rasul yang tidak tinggal diam, melainkan terus bergerak secara dinamis memberitakan tentang Yesus Kristus kepada dunia. Roh Kudus pun mengubah pengetahuan dan keyakinan mereka yang selama ini hanya sampai pada tahapan inderawi dan dimiliki sendiri menjadi sebuah pengetahuan dan keyakinan yang harus diberitakan melalui perkataan dan tindakan. Roh Kudus yang sama itu juga akan selalu memampukan kita untuk bersaksi dengan berani tentang Tuhan yang kita imani. Untuk itu, terbuka pada pertolongan Roh Kudus harus menjadi sikap iman kita.

Doa: Tuntunlah kami dengan Roh Kudus-Mu untuk berani bersaksi tentang Engkau, ya Kristus Juruselamat dunia. Amin

Rabu, 08 Juni 2022                                        

bacaan : Kisah Para Rasul 13 : 4 – 12

Saulus dan Barnabas di pulau Siprus
4 Oleh karena disuruh Roh Kudus, Barnabas dan Saulus berangkat ke Seleukia, dan dari situ mereka berlayar ke Siprus. 5 Setiba di Salamis mereka memberitakan firman Allah di dalam rumah-rumah ibadat orang Yahudi. Dan Yohanes menyertai mereka sebagai pembantu mereka. 6 Mereka mengelilingi seluruh pulau itu sampai ke Pafos. Di situ mereka bertemu dengan seorang Yahudi bernama Baryesus. Ia seorang tukang sihir dan nabi palsu. 7 Ia adalah kawan gubernur pulau itu, Sergius Paulus, yang adalah orang cerdas. Gubernur itu memanggil Barnabas dan Saulus, karena ia ingin mendengar firman Allah. 8 Tetapi Elimas--demikianlah namanya dalam bahasa Yunani--,tukang sihir itu, menghalang-halangi mereka dan berusaha membelokkan gubernur itu dari imannya. 9 Tetapi Saulus, juga disebut Paulus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap dia, 10 dan berkata: "Hai anak Iblis, engkau penuh dengan rupa-rupa tipu muslihat dan kejahatan, engkau musuh segala kebenaran, tidakkah engkau akan berhenti membelokkan Jalan Tuhan yang lurus itu? 11 Sekarang, lihatlah, tangan Tuhan datang menimpa engkau, dan engkau menjadi buta, beberapa hari lamanya engkau tidak dapat melihat matahari." Dan seketika itu juga orang itu merasa diliputi kabut dan gelap, dan sambil meraba-raba ia harus mencari orang untuk menuntun dia. 12 Melihat apa yang telah terjadi itu, percayalah gubernur itu; ia takjub oleh ajaran Tuhan.

Roh Kudus Tidak Membutakan

Fanny J. Crosby, pencipta lagu KJ No.26 “Mampirlah Dengar Doaku”, adalah salah satu orang disabilitas. Ia buta sejak lahirnya dan dibesarkan oleh neneknya. Namun kebutaan yang ia miliki bukan berarti membuatnya tidak mampu melihat dunia ini dengan baik, sebaliknya karena didikan sang nenek Fanny menjadi seorang buta yang menolong orang lain untuk melihat dunia ini secara benar dan dalam iman yang sungguh kepada Tuhan. Tidak seperti Fanny, seorang tukang sihir yang bernama Baryesus (nama Yahudi) harus mengalami kebutaan karena perbuatannya menghalang-halangi pemberitaan yang hendak dilakukan oleh Rasul Paulus dan Barnabas serta terus berupaya untuk membutakan pikiran dan iman Gubernur Sergius Paulus. Paulus pun tidak tinggal diam melihat situasi ini. Ia menatap dengan berani Baryesus dan dengan kepenuhan Roh Kudus menghardiknya: “Hai anak Iblis…”. Selanjutnya, Paulus mendetailkan seluruh perbuatan jahat Baryesus di hadapan sang Gubernur. Ia sama sekali tidak takut jika karena pernyataannya itu akan mendatangkan bahaya bagi dirinya. Ia bahkan menegaskan perkataannya tersebut disertai dengan tindakan mujizat terhadap Baryesus. Paulus mengatakan bahwa tangan Tuhan menimpa Baryesus sehingga ia mengalami kebutaan selama beberapa hari. Apa yang dilakukan oleh Rasul Paulus ini kemudian mendatangkan pertumbuhan iman percaya Gubernur Sergius. Mata iman sang gubernur menjadi terbuka sehingga ia tidak lagi hidup dalam kebutaan karena pengaruh kekuatan kuasa lainnya, melainkan dengan kuasa Roh Kudus. Sama seperti Paulus, kita juga harus berani bersaksi dan menyatakan apa yang benar. Kita mungkin merasa ada ancaman saat melakukannya, namun kita harus menghadapinya dengan iman yang teguh. Sebab Tuhan pasti menyertai kita.

Doa: Tuhan, kiranya Roh Kudus-Mu menolong kami untuk hidup di jalan-Mu dan menuntun orang lain juga untuk berjalan di jalan-Mu. Amin 

Kamis, 09 Juni 2022                                               

bacaan : Roma 12 : 11

11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

Roh Bernyala Dan Melayani Dengan Kasih

Sebagian anak muda menghabiskan waktu malam minggunya dengan balapan liar dan minuman keras di beberapa ruas jalan pada salah satu kampung. Seorang tokoh pemuda lainnya yang melihat hal itu, berkata dengan miris kepada saya saat melakukan kunjungan pastoral : ibu pendeta, tolonglah doakan teman-teman pemuda supaya mereka berubah dan dapat menggunakan waktu yang mereka miliki dengan baik, terutama dapat melibatkan diri dalam ibadah-ibadah angkatan muda. Apa yang dikatakan oleh pemuda ini sama dengan yang dikatakan juga oleh orang tua lainnya. Sewaktu-waktu mereka melewati jalan yang dipenuhi dengan keributan akibat ulah para pemuda tak bertanggung jawab dan merasa tidak nyaman dengan situasi tersebut. Tapi apakah doa menjadi jalan keluar yang baik untuk menyelesaikan masalah-masalah sosial tersebut? Rasul Paulus ketika mengetahui adanya ketidaksesuaian perbuatan etik moral Jemaat Roma dengan kebenaran yang diajarkan kemudian menasihati mereka sebagai upaya untuk membaharui hidup. Ia tidak bersikap antipati atau sebaliknya masa bodoh dengan situasi yang ada. Penekanannya terhadap pentingnya kehidupan orang percaya sesuai dengan kebenaran Injil yakni hidup dalam kasih. Kasih harus menjadi dasar yang menyemangati seseorang untuk tetap rajin melakukan kebaikan dan melayani Tuhan. Untuk itu, Roh yang ada pada tiap orang percaya harus dibiarkan bekerja secara luar biasa untuk memampukan dirinya melakukan kesaksian dan pelayanan. Roh yang padam tentunya akan mematikan pula peran kasih. Sama seperti ketika hari pentakosta dimana semua orang dimampukan untuk hidup berbagi dan saling menopang sebagai jemaat mula-mula saat itu, maka seharusnya juga hidup kita harus terus dipenuhi dengan Roh-Nya supaya senantiasa menyatakan kasihNya kepada makhluk ciptaanNya yang lain.

Doa: Biarlah Roh-Mu bernyala-nyala di dalam kami dan terus memampukan untuk melayani dengan penuh kasih, Amin

Jumat, 10 Juni 2022                                      

bacaan : Kisah Para Rasul 11 : 27 – 30

27 Pada waktu itu datanglah beberapa nabi dari Yerusalem ke Antiokhia. 28 Seorang dari mereka yang bernama Agabus bangkit dan oleh kuasa Roh ia mengatakan, bahwa seluruh dunia akan ditimpa bahaya kelaparan yang besar. Hal itu terjadi juga pada zaman Klaudius. 29 Lalu murid-murid memutuskan untuk mengumpulkan suatu sumbangan, sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing dan mengirimkannya kepada saudara-saudara yang diam di Yudea. 30 Hal itu mereka lakukan juga dan mereka mengirimkannya kepada penatua-penatua dengan perantaraan Barnabas dan Saulus.

Roh Kudus Pertajam Empati

Ingatkah kita saat basudara Kariu mengungsi dan mereka membutuhkan pakaian serta kebutuhan pokok lainnya? Semua orang dari berbagai komunitas dan lembaga segera bergerak bersama mengumpulkan kebutuhan-kebutuhan tersebut dan menyalurkannya. Kita yang terlibat melakukan aksi kepedulian tersebut tentunya hendak menyatakan perhatian dan rasa solidaritas kita yang mendalam dengan saudara-saudara Kariu. Kesusahan mereka bukanlah suatu keadaan yang harus ditanggung sendiri. Sebab sebagai orang percaya, pengajaran tentang kasih menuntut kita untuk peka dan selalu memiliki empati yang dalam dengan sesama yang menderita. Spirit ini telah lebih dulu diteladankan oleh para murid Tuhan di Antiokhia kepada kita. Ketika seorang nabi yang bernama Agabus datang dari Yerusalen dan dengan dipenuhi oleh kuasa Roh Kudus menyampaikan kabar bahwa kesusahan akan terjadi di seluruh dunia karena kelaparan, maka dengan sigap para murid mengatur pengumpulan bantuan untuk beberapa daerah yang mengalami bencana tersebut dan menyalurkannya. Tindakan para murid ini menunjukkan bahwa mereka juga telah dipenuhi oleh kuasa Roh Kudus. Mereka secara bijaksana memetakan kebutuhan bantuan dari setiap kelompok masyarakat termasuk para penatua. Roh Kudus sesungguhnya berperan untuk mempertajam kepekaan dan rasa empati mereka sehingga mereka dapat mengetahui secara baik keadaan yang terjadi dan mengaturnya. Begitu besarnya peranan Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya, maka seharusnya kita juga memberi diri untuk senantiasa dituntun oleh kuasaNya. Kepekaan kita terhadap kesusahan dunia ini harus terjadi dalam seluruh arahanNya, supaya kita tidak menyatakan kebaikan kita hanya dalam waktu sesaat atau bersifat momentum saja, melainkan menjadi sebuah upaya yang sesungguhnya memberdayakan dan menghidupkan di setiap waktu.

Doa: Ajarkanlah kami dengan kuasa Roh KudusMu, ya Tuhan untuk dapat memberdayakan dan menghidupkan sesama, Amin

Sabtu, 11 Juni 2022                                       

bacaan : Kisah Para Rasul 14 : 21 – 28

Kembali ke Antiokhia
21 Paulus dan Barnabas memberitakan Injil di kota itu dan memperoleh banyak murid. Lalu kembalilah mereka ke Listra, Ikonium dan Antiokhia. 22 Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara. 23 Di tiap-tiap jemaat rasul-rasul itu menetapkan penatua-penatua bagi jemaat itu dan setelah berdoa dan berpuasa, mereka menyerahkan penatua-penatua itu kepada Tuhan, yang adalah sumber kepercayaan mereka. 24 Mereka menjelajah seluruh Pisidia dan tiba di Pamfilia. 25 Di situ mereka memberitakan firman di Perga, lalu pergi ke Atalia, di pantai. 26 Dari situ berlayarlah mereka ke Antiokhia; di tempat itulah mereka dahulu diserahkan kepada kasih karunia Allah untuk memulai pekerjaan, yang telah mereka selesaikan. 27 Setibanya di situ mereka memanggil jemaat berkumpul, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang Allah lakukan dengan perantaraan mereka, dan bahwa Ia telah membuka pintu bagi bangsa-bangsa lain kepada iman. 28 Di situ mereka lama tinggal bersama-sama dengan murid-murid itu.

Spirit Melayani Seorang Rasul

Joseph Kam, seorang Rasul Maluku, demikianlah judul pada sebuah tulisan yang memamparkan tentang kehidupan Joseph Kam. “Kegigihannya memberitakan injil hingga ke pelosok-pelosok Indonesia telah membuahkan banyak hasil bagi kerajaan Allah, dan itulah sebabnya dia diberi gelar ‘Rasul Maluku” oleh gereja-gereja di Maluku,” demikianlah sepenggal narasi dalam tulisan online tersebut (www.abbaloveministries.org.) Spirit bersaksi dan melayani yang dimiliki oleh Joseph Kam serupa dengan yang dimiliki oleh Para Rasul di masa lahirnya jemaat-jemaat Kristen awal setelah keturunan Roh Kudus. Paulus dan Barnabas dengan gigih dan berani menjangkau wilayah-wilayah yang ada di sekitar Asia Kecil. Mereka mengajar dan memberitakan injil sambil mengatur pelayanan jemaat melalui kehadiran seorang pemimpin jemaat yang dianggap layak menurut kehendak Tuhan. Paulus dan Barnabas memilih dan menentukan penatua-penatua di setiap jemaat yang mereka datangi dan menyerahkan mereka kepada Tuhan untuk dituntun. Apa yang dilakukan oleh Paulus dan Barnabas menunjukkan bahwa kuasa Roh Kudus terus bekerja memampukan para rasul. Selain spirit atau semangat pemberitaan injil yang luar biasa ada dalam diri mereka, Roh Kudus juga menganugerahkan kemampuan bagi mereka menatalayani jemaat-jemaat tersebut. Hasilnya, Injil atau pemberitaan tentang Kristus tidak hanya sampai di telinga mereka yang mendengar, namun terus hidup bersama dengan jemaat-jemaat itu. Pada zaman ini dan di setiap ruang pelayanan dimana kita berada, kegigihan dan keberanian bersaksi dan melayani juga harus menjadi spirit kita sebagai orang percaya. Sekalipun porsi tanggung jawab yang kita emban berbeda. Mungkin kita adalah pemimpin, namun juga suatu waktu kita adalah yang dipimpin. Siapapun diri kita haruslah mempercayakan diri pada pimpinan Roh Kudus.

Doa: Mampukanlah kami dengan kuasa Roh Kudus-Mu untuk setia bersaksi dan melayani. Amin

*SUMBER : SHK BULAN JUNI 2022 LPJ-GPM