Tema Bulanan :
Ttema Mingguan :
Minggu, 2 April 2023
bacan : Matius 27 : 32-44
Yesus disalibkan
32 Ketika mereka berjalan ke luar kota, mereka berjumpa dengan seorang dari Kirene yang bernama Simon. Orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus. 33 Maka sampailah mereka di suatu tempat yang bernama Golgota, artinya: Tempat Tengkorak. 34 Lalu mereka memberi Dia minum anggur bercampur empedu. Setelah Ia mengecapnya, Ia tidak mau meminumnya. 35 Sesudah menyalibkan Dia mereka membagi-bagi pakaian-Nya dengan membuang undi. 36 Lalu mereka duduk di situ menjaga Dia. 37 Dan di atas kepala-Nya terpasang tulisan yang menyebut alasan mengapa Ia dihukum: "Inilah Yesus Raja orang Yahudi." 38 Bersama dengan Dia disalibkan dua orang penyamun, seorang di sebelah kanan dan seorang di sebelah kiri-Nya. 39 Orang-orang yang lewat di sana menghujat Dia dan sambil menggelengkan kepala, 40 mereka berkata: "Hai Engkau yang mau merubuhkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari, selamatkanlah diri-Mu jikalau Engkau Anak Allah, turunlah dari salib itu!" 41 Demikian juga imam-imam kepala bersama-sama ahli-ahli Taurat dan tua-tua mengolok-olokkan Dia dan mereka berkata: 42 "Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! Ia Raja Israel? Baiklah Ia turun dari salib itu dan kami akan percaya kepada-Nya. 43 Ia menaruh harapan-Nya pada Allah: baiklah Allah menyelamatkan Dia, jikalau Allah berkenan kepada-Nya! Karena Ia telah berkata: Aku adalah Anak Allah." 44 Bahkan penyamun-penyamun yang disalibkan bersama-sama dengan Dia mencela-Nya demikian juga.
Pikul salib bersama Yesus
Semua orang ingin selamat sehingga segala upaya dilakukan untuk menjaga keselamatan dirinya. Ada yang melakukan tindakan antisipatif jika tahu ada ancaman atau ada yang berjuang keluar dari situasi malapetaka dan musibah. Perjalanan Yesus ke bukit Golguta atau Bukit Tengkorak adalah perjalanan untuk pelaksanaan hukuman mati, yakni disalibkan. Semua orang yang turut dalam hadir dalam iring-iringan Yesus menuju ke Golguta atau persis bahwa ia akan mati di atas kayu salib. Ketika tiba di bukit Golguta dan Yesus disalibkan di situ, banyak orang menggelengkan kepala menghujat dan mengolok-oloknya dengan perkataan : orang lain IA diselamatkan, tapi diriNya sendiri tidak bisa diselamatkan. Sejatinya Yesus dapat menyelamatkan diriNya, namun ia tidak mau melakukannya. Yesus harus menjalani apa yang sudah Allah Bapa tentukan bagi diriNya, demi penebusan dan penyelamatan umat manusia. Karena itu, Ia menjalani hingga akhir dengan taat. Hari ini kita sungguh hari ini kita sungguh bersyukur dan mengagungkan Tuhan atas karya penyelamatan yang dikerjakan Allah dalam Yesus Kristus. Ada banyak anak yang mau menyatakan pengakuan dan kesedihan diri untuk sungguh-sungguh taat beriman dan memikul salib bersama Yesus pengakuan sebagai anggota sidi Gereja Protestan Maluku. Kiranya semakin banyak orang tergerak untuk percaya dan mengikuti Yesus, lalu taat dan setia memikul salib. Itulah Respon yang sepatutnya ditunjukkan oleh semua orang yang mau menjadi pengikut Yesus, atas Anugerah keselamatan yang telah dikerjakan Allah melalui Kristus Putra TunggalNya.
doa : mampukanlah kami untuk taat dan setia memikul salib bersama Yesus, amin
Senin, 3 April 2023
bacaan : Matius 10 : 34-39
Yesus membawa pemisahan Bagaimana mengikut Yesus
34 "Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. 35 Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, 36 dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya. 37 Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. 38 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku. 39 Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.
Pegang Erat Komitmen Mengikut Yesus
Mengikut Yesus membutuhkan sikap pengorbanan dan komitmen melepaskan segala kepentingan diri, kelompok, dan golongan. Mengikut Yesus memerlukan juga keikhlasan dan ketulusan hati. Meskipun nyawa menjadi taruhan, mengikut Yesus tetaplah menjadi komitmen yang teguh dan kuat. Ini harus menjadi prinsip hidup orang yang percaya kepada Yesus Kristus. Bacaan hari ini mengingatkan hal tersebut. Tidak boleh ada lasan apapun ketika mau mengikutiNya, baik itu alasan hal orang tersebut. tua, anak, bahkan nyawa yang terancam. Yesus mau kita mengikutiNya dengan kesungguhan hati. Tidak dengan separuh atau setengah hati. Mengikut Yesus harus pula tanpa memperhitungkan untung-rugi. Banyak orang Kristen beranggapan bahwa kalau mengikut Yesus pasti senang, tidak ada masalah. selalu mendapat berkat, kesuksesan dan sebagainya. Ketika anggapan-anggapan ini selalu ada dalam pikiran dan tidak terwujud dalam perjalanan hidup, maka orang menjadi goyah. Mereka mengemukakan berbagai alasan ketika diminta komitmennya untuk melayani. Firman Tuhan mengingatkan kita semua, pegang eratlah komitmen dalam mengikut Tuhan Yesus, apapun situasi dan kondisi hidup yang dijalani. Kerelaan dan ketaatan memikul salib dan mengikut Yesus, memberikan kepada kita kelayakan dan kemuliaan yang tidak bisa diberikan oleh dunia ini yakni keselamatan kekal.
doa : Kami mau memegang teguh komitmen untuk mengikutMu, Yesus. Amin.
Selasa, 4 April 2023
bacan : Matius 16 : 24-25
24 Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. 25 Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.
Jangan Takut Kehilangan Nyawa karena Yesus
Tidak ada manusia yang ingin kehilangan nyawa, sebab bicara tentang nyawa berarti itu menyangkut kehidupan atau kematian. Kehidupan adalah masih ada nyawa. Sebaliknya, kematian menunjukkan bahwa seseorang sudah tidak lagi bernyawa. Atas dasar itulah, orang selalu melakukan apapun untuk mempertahankan nyawa agar tetap hidup. Dalam kenyataannya, banyak pengikut Yesus yang telah dan mau melepaskan imannya kepada Yesus supaya tidak kehilangan nyawa. Melalui nas bacaan hari ini, Yesus mengingatkan kita tentang hal kehilangan nyawa. Barang siapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya. Tetapi barang siapa kehilangan nyawanya karena AKU (Yesus), ia akan memperolehnya (ay.25), Sebagai pengikut Yesus, janganlah takut menghadapi berbagai tantangan dan ancaman hidup. Jangan pula takut kehilangan nyawa karena Yesus. Nyawa tidak diciptakan melainkan dianugerahkan oleh Allah Bapa kepada manusia. Orang yang kehilangan nyawa karena Yesus, akan memperolehnya kembali dari Allah Bapa. Jadi, sikap yang harus dimiliki oleh kita adalah tidak menyangkal Yesus karena alasan apapun. Setialah mengikutiNya hingga akhir hidup.
Doa : Kuatkan kami untuk tidak menyangkal Yesus dlam segala situasi hidup, Amin
Rabu, 5 April 2023
Bacaan : Yohanes 12 : 25-26
25 Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal. 26 Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.
Hidup untuk melayani Tuhan
Mengikut dan melayani Tuhan adalah panggilan yang berharga. Ini menjadi Respon yang indah ketika seseorang mengalami Kasih Setia Tuhan. Injil Yohanes melukiskan Kasih setia Tuhan melalui pengorbanan Kristus bagi manusia. Pengorbanan ini begitu besar dan memberi arti penting bagi manusia. Nampak dalam perumpamaan tentang biji gandum. Jika biji gandum mati ia terbelah dan bertumbuh menjadi banyak biji gandum. Semangat berbagi itu menjadi tanda kasih bagi banyak orang. Sebagai orang yang telah ditebus dan diselamatkan oleh Kristus, setiap orang Kristen diberikan kesempatan melayani Aku, dia akan dihormati Bapa. Ini suatu janji yang sungguh menggembirakan. Melayani Tuhan adalah sebuah kehormatan yang diberikan kepada kita selagi masih ada waktu dan kesempatan. Karena itu, layanilah Tuhan dengan setia dan sepenuh hati. Lakukanlah pekerjaan pelayanan dengan tulus dan penuh sukacita. Yakinlah Tuhan memberkati orang-orang yang setia melayaninya melalui sikap dan tindakan sehari-hari sesuai dengan kerja dan panggilan masing-masing. Marilah saling melayani di dalam kasih Kristus.
Doa : Mampukanlah kami untuk melayanimMu dengan setia dan tulus, Amin
Kamis, 6 April 2023
bacaan : Matius 11 : 28-30
28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. 29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. 30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."
Datanglah pada Yesus, Ia Lemah Lembut dan Rendah Hati.
Semua orang punya masalah kesulitan dan beban hidup tersendiri. Di dalam situasi seperti itu tidak semua orang mampu mengatasi masalah dan beban hidupnya. Terkadang orang terjerumus pada pikiran dan perbuatan yang jauh dari kehendak Tuhan. Hal ini membuat hidupnya semakin sulit dan tidak bahagia. Melalui nas ini Yesus menawarkan solusi atau jalan keluar yang dapat memberikan sukacita dan kelegaan. Ada tiga hal yang merupakan ajakan Yesus, Pertama, datanglah kepadaNya, pikullah kuk dan belajar daripadaNya. Sikap Yesus yang lemah lembut dan rendah hati nampak dalam sikapNya yang mau menerima siapa saja. Ajakan untuk selalu datang kepada Yesus adalah ajakan untuk belajar dan sikapNya yang lemah lembut dan rendah hati. Itu yang akan memberikan ketenangan kepada jiwa. Lemah lembut dalam tutur kata dan rendah hati dalam perbuatan mesti menjadi ciri khas setiap pengikut Tuhan. Lemah lembut dan rendah hati kepada siapa saja yang kita jumpai. Zaman sekarang sikap lemah lembut dan rendah hati mulai sulit dijumpai dalam kehidupan bersama, juga dalam keluarga. Banyak yang berlomba untuk memperlihatkan diri sebagai yang hebat. Sulit menerima kekurangan dan kelebihan orang lain. Kita diajak hari ini teladanilah Tuhan Yesus yang lemah lembut dan rendah hati, karena orang-orang seperti inilah yang memiliki bumi.
doa : padamu kami merasakan kelegaan karena engkau lemah lembut dan rendah hati amin
Jumat, 7 April 2023
bacaan : Matius 27 : 46-56
Yesus mati
45 Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga. 46 Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? 47 Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata: "Ia memanggil Elia." 48 Dan segeralah datang seorang dari mereka; ia mengambil bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam, lalu mencucukkannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum. 49 Tetapi orang-orang lain berkata: "Jangan, baiklah kita lihat, apakah Elia datang untuk menyelamatkan Dia." 50 Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya. 51 Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah, 52 dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit. 53 Dan sesudah kebangkitan Yesus, merekapun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang. 54 Kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata: "Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah." 55 Dan ada di situ banyak perempuan yang melihat dari jauh, yaitu perempuan-perempuan yang mengikuti Yesus dari Galilea untuk melayani Dia. 56 Di antara mereka terdapat Maria Magdalena, dan Maria ibu Yakobus dan Yusuf, dan ibu anak-anak Zebedeus.
Kematian Yesus di hari Jumat Agung
Hari ini kita merayakan Jumat Agung atau kematian Yesus Kristus. Kita mengenang kembali pengorbanan Kristus untuk menebus dosa manusia. KematianNya adalah kematian terhadap dosa yang dilakukan oleh manusia. Karena itu kematian Yesus sungguh Agung. Alam ikut merayakan kematianNya. Hal ini terlihat pada saat Yesus tergantung di kayu salib, ketika Ia menyerahkan nyawaNya. Serentak dengan itu tabir Bait Suci terbelah menjadi dua. Terjadi gempa bumi yang dahsyat dan bukit-bukit batu terbelah. Hal ini menandakan bahwa penderitaan dan kematian Yesus dirasakan oleh seisi alam semesta. KematianNya menghancurkan sekat pemisah yaitu dosa yang menghalangi manusia untuk datang kepada Allah. Penderitaan dan kematian Yesus akhirnya tergenapi dan menjadi kesaksian yang menimbulkan pengakuan percaya dan orang-orang yang menganiaya-Nya. Itulah kesaksian kepala pasukan yang berkata sungguh IA ini adalah Anak Allah. Penderitaan dan kematian Yesus di hari Jumat Agung mengajarkan kepada kita betapa pentingnya menghargai pengorbananNya. Setia mengikuti Yesus walaupun diperhadapkan dengan banyak tantangan dan penderitaan. Mengikuti Yesus mewajibkan kita mengikuti jalan hidup-Nya, ajaran-ajaran-Nya dan setia melakukan kehendak-Nya setiap hari.
doa : Yesus terima kasih atas pengorbananmu bagi kami amin
Sabtu, 8 April 2023
bacaan : Matius 27 : 62-66
Kubur Yesus dijaga
62 Keesokan harinya, yaitu sesudah hari persiapan, datanglah imam-imam kepala dan orang-orang Farisi bersama-sama menghadap Pilatus, 63 dan mereka berkata: "Tuan, kami ingat, bahwa si penyesat itu sewaktu hidup-Nya berkata: Sesudah tiga hari Aku akan bangkit. 64 Karena itu perintahkanlah untuk menjaga kubur itu sampai hari yang ketiga; jikalau tidak, murid-murid-Nya mungkin datang untuk mencuri Dia, lalu mengatakan kepada rakyat: Ia telah bangkit dari antara orang mati, sehingga penyesatan yang terakhir akan lebih buruk akibatnya dari pada yang pertama." 65 Kata Pilatus kepada mereka: "Ini penjaga-penjaga bagimu, pergi dan jagalah kubur itu sebaik-baiknya." 66 Maka pergilah mereka dan dengan bantuan penjaga-penjaga itu mereka memeterai kubur itu dan menjaganya.
Perkuat Iman untuk Setia, Teguh dan Berani
Ketakutan yang berlebihan biasanya membuat orang bukan saja kehilangan akal sehat, namun juga Iman. Hal itu yang terjadi pada diri imam-imam kepala dan orang Farisi setelah kematian Yesus. Mereka takut jangan sampai murid-murid Yesus mengambil mayat Yesus dari kubur dan mengatakan Yesus sudah bangkit. Para imam kepala dan orang Farisi takut kehilangan popularitas dan pengikut. Mereka telah menyaksikan Yesus mati disalib. Kepala pasukan beserta prajurit-prajurit dan banyak orang mengakui bahwa Yesus adalah anak Allah. Hal ini menimbulkan kepanikan pada Imam kepala dan orang Farisi. Jika Yesus bangkit pada hari ketiga sesuai perkataan-Nya ketika masih hidup, maka pengakuan akan Yesus adalah anak Allah yang semakin menyebar. Banyak orang akan percaya kepada Yesus dan mengikuti-Nya. Firman ini memberikan pesan agar iman dan akal sehat kita jangan pernah hilang jika menghadapi situasi sulit. Kita harus meyakini bahwa apa yang telah dilakukan Yesus melalui penderitaan dan kematian-Nya adalah benar-benar fakta yang menguatkan iman percaya. Sebab itu jangan hanya karena ingin mencari kenyamanan diri, membuat iman menjadi lemah dan menghianati pengorbanan Yesus. Jadilah para pengikut Yesus yang setia Teguh dan berani.
doa : Ya Yesus tolonglah kami untuk setia kepadamu dan tidak mencari kenyamanan diri, amin
sumber : SHK bulan April 2023, LPJ-GPM