Santapan Harian Keluarga, 18 – 24 Oktober 2026

Tema Bulanan : Gereja Mewartakan Kasih Allah Yang Tidak Berkesudahan

Tema Mingguan : Hidup Dalam Kasih Allah Yang Menguatkan dan Memberdayakan

Minggu, 18 Oktober 2026

bahan bacaan : Yesaya 40 : 27 – 31 (TB2)

27 Mengapa engkau berkata demikian, hai Yakub, dan berkata begini, hai Israel: "Hidupku tersembunyi dari TUHAN, dan hakku diabaikan Allahku?" 28 Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN itu Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terselami pengertian-Nya. 29 Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. 30 Orang-orang muda menjadi letih lesu, teruna-teruna jatuh tersandung, 31 tetapi orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

Allah Menguatkan yang Letih

Tidak semua kelelahan tampak dari luar. Ada orang yang tetap bekerja, melayani, dan tersenyum, tetapi hatinya dipenuhi kegelisahan. Pergumulan yang berlangsung lama sering membuat seseorang bertanya, “Apakah Tuhan masih memperhatikan hidupku?” Perasaan seperti ini juga dialami oleh bangsa Israel ketika berada dalam pembuangan. Melalui nabi Yesaya, Allah menegaskan bahwa Dia adalah Allah yang kekal, Pencipta langit dan bumi, yang tidak pernah menjadi lelah dan tidak pernah kehilangan kuasa. Sebaliknya, manusialah yang terbatas sehingga bahkan orang muda pun dapat menjadi lesu dan jatuh. Namun, Allah berjanji memberikan kekuatan kepada mereka yang berharap kepada-Nya. Orang yang menanti Tuhan akan memperoleh kekuatan baru dalam menghadapi perjalanan hidup.  Karenanya jangan pernah berhenti hanya karena pergumulan belum berakhir. Di tengah kelelahan, Tuhan hadir untuk menopang, memulihkan, dan memberi kekuatan baru. Jangan biarkan keputusasaan menguasai hati. Tetaplah berdoa, saling menguatkan, dan berpegang pada firman Tuhan. Kasih-Nya akan memberdayakan keluarga untuk tetap setia menjalani setiap tanggung jawab dan melangkah dengan pengharapan menuju masa depan yang telah Tuhan sediakan.

Doa: Tuhan kuatkan keluarga kami menjalani hidup seturut kehendak-Mu selalu amin.

Senin, 19 Oktober 2026

bahan bacaan : Mazmur 28 : 6 – 7 (TB2)

6 Terpujilah TUHAN, karena Ia telah mendengar suara permohonanku. 7 TUHANlah kekuatanku dan perisaiku; kepada-Nya hatiku percaya dan aku tertolong. Sebab itu, hatiku beria-ria dan dengan nyanyianku aku bersyukur pada-Nya.

Berserulah pada Tuhan

Terkadang beban hidup terasa sangat berat menindih, langkah kaki berat, dan air mata menetes membasahi wajah yang haus  pertolongan. Di saat itu mungkin terlihat seolah semua mata tertutup dan semua telinga tidak lagi peka mendengar jeritan minta tolong. Tetapi yang tidak boleh dilupakan adalah bahwa masih ada Tuhan. Kita dapat datang pada-Nya dalam keheningan kalbu dan menyampaikan setiap keluh kesah. Kesaksian ini terdapat dalam kata-kata Daud. Ia meyakini bahwa dalam kemelut yang teramat sangat besar dan saat ia berserah kepada Tuhan, Daud menyakini sungguh bahwa Tuhan akan mendengar seruannya. Daud menyakini Tuhan adalah kekuatan dan perisai dan karena itu Daud sungguh bersyukur untuk segala kebaikan Tuhan. Kekuatan Tuhan sanggup memulihkan keadaan hati yang hancur bahkan kehidupan yang berat sekalipun.  Sebab itu, jangan ragu datanglah pada-Nya dalam  seruan. Tuhan mendengar dan akan menjawab semuanya indah dan tepat pada waktuNya.

Doa: Tuhan, Engkaulah kekuatan dan Perisaiku. Aku bersyukur untuk segala kebaikanMu. amin.

Selasa, 20 Oktober 2026

bahan bacaan : Keluaran 15 : 1 – 3 (TB2)

Nyanyian Musa dan Israel
Pada waktu itu Musa bersama orang Israel menyanyikan kidung ini bagi TUHAN: "Aku hendak bernyanyi bagi TUHAN, sebab Ia luhur dan jaya, kuda dan penunggangnya dicampakkan-Nya ke dalam laut. 2 TUHAN itu kekuatanku dan mazmurku, Dia telah menjadi keselamatanku. Dia Allahku, kupuji Dia, Dia Allah bapaku, kutinggikan Dia. 3 TUHAN itu pahlawan perang; TUHAN, itulah nama-Nya.

Memuji Tuhan adalah Kerinduan Orang Percaya

Ada begitu banyak cara yang sering digunakan orang untuk mengekspresikan apa yang dirasakan atau yang dialami. Salah satunya ialah melalui nyanyian. Nyanyian dapat digunakan sebagai obat saat seseorang menghadapi pergumulan yang berat. Nyanyian pujian bukan saja dapat menyejukan hati, tetapi juga memampukan kita  mengalihkan pandangan dari  masalah  yang membelenggu kita. Teks ini adalah ekspresi iman Musa dan bangsa Israel yang mengalami kasih Allah yang telah tampil sebagai pahlawan perang dan yang menjadi satu satunya kekuatan serta penyelamat yang melepaskan mereka dari perbudakan di Mesir. Musa dan bangsa Israel sungguh–sungguh menjadikan nyanyian pujian mereka sebagai bentuk syukur dan ungkapan sukacita atas mujizat besar yang dilakukan Tuhan. Tuhan menolong sehingga mereka dapat menyeberangi laut Teberau. Tangan Tuhan yang kuat telah menghancurkan musuh–musuh mereka. Kita pun saat ini harus tetap menyanyikan kidung pujian bagi Tuhan karena Tuhan baik, kasih setiaNya melebihi segala sesuatu yang kita impikan dan dambakan. Mari saat ini kita belajar untuk mengubah setiap keluh kesah kita dengan tetap menyanyikan kidung pujian bagi Tuhan. Dengan iman tetap mengakui-Nya sebagai Tuhan yang hadir untuk membawa kebaikan di segala situasi kehidupan.

Doa: Ya Tuhan, Engkaulah keselamatanku, kepadaMu aku berlindung.. amin.

Rabu, 21 Oktober 2026

bahan bacaan : Ulangan 31 : 1 – 8 (TB2)

Yosua sebagai pengganti Musa
Kemudian Musa pergi dan menyampaikan segala perkataan ini kepada seluruh orang Israel. 2 Katanya kepada mereka: "Aku sekarang berumur seratus dua puluh tahun dan tidak dapat memimpin lagi. Juga TUHAN telah berfirman kepadaku: Sungai Yordan ini tidak akan kauseberangi. 3 TUHAN, Allahmu, Dialah yang akan menyeberang di depanmu dan memunahkan bangsa-bangsa itu dari hadapanmu, sehingga kamu dapat memiliki negeri mereka; Adapun Yosua, dia akan menyeberang di depanmu, seperti yang difirmankan TUHAN. 4 TUHAN akan melakukan terhadap mereka seperti yang dilakukan-Nya terhadap Sihon dan Og, raja-raja orang Amori, yang telah dipunahkan-Nya itu, dan terhadap negeri mereka. 5 TUHAN akan menyerahkan mereka kepadamu dan kamu harus melakukan kepada mereka tepat seperti perintah yang kusampaikan kepadamu. 6 Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gentar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai kamu; Ia tidak akan membiarkan kamu dan tidak akan meninggalkan kamu." 7 Lalu Musa memanggil Yosua dan berkata kepadanya di depan seluruh orang Israel: "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab kamu akan masuk bersama bangsa ini ke negeri yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka, engkau akan memimpin mereka sampai mereka memilikinya. 8 Sebab TUHAN, Dialah yang berjalan di depanmu, dan Dia akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah cemas."

Janji Tuhan Adalah Kekuatan Yang Meneguhkan Hati

Hari esok bagi semua kita adalah rahasia, karena itu tidak ada satupun diantara kita tahu apa yang akan terjadi di kurun waktu yang akan kita jelang. Tidak sedikit yang kemudian mengalami kekuatiran. Namun kita harus percaya Tuhan sudah lebih dulu berjalan didepan kita, Tuhan yang menjadikan kita,  Tuhan kenal siapa kita dan oleh karena itu jalan yang akan kita telusuri telah dibukakan-Nya bagi kita. Dari teks hari ini kita belajar bahwa kekuatan kita bukan terletak pada siapa yang kelak akan memimpin, karena kempemimpinan manusia itu ada masanya.  Musa tampil dan menguatkan bangsa Israel bahwa kemenangan demi kemenangan yang mereka raih adalah atas kepemimpinan Tuhan, Tuhan sendiri yang berjalan didepan mereka untuk memusnahkan semua bangsa, serta  memberikan kelepasan dan kemenangan bagi mereka. Karenanya, jangan takut menghadapi hari esok sebab Tuhan ada berjalan didepan kita. Janji penyertaan-Nya adalah sauh yang kuat dan meneguhkan hati serta jiwa kita.

Doa: Ya Tuhan, ajarlah kami tetap teguh memegang janjiMu. amin.

Kamis, 22 Oktober 2026

bahan bacaan : 1 Tawarikh 16 : 7 – 13 (TB2)

Kidung pujian Daud
7 Pada hari itu juga, untuk pertama kalinya Daud menyuruh Asaf dan saudara-saudaranya menyanyikan syukur bagi TUHAN: 8 Bersyukurlah kepada TUHAN, serukanlah nama-Nya, perkenalkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa! 9 Bernyanyilah bagi-Nya, bermazmurlah bagi-Nya, perbincangkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib! 10 Bermegahlah di dalam nama-Nya yang kudus, hendaklah bersukacita hati orang-orang yang mencari TUHAN! 11 Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya senantiasa! 12 Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya, mujizat-mujizat-Nya dan Keputusan-keputusan yang diucapkan-Nya, 13 hai anak cucu Israel, hamba-Nya, hai anak-anak Yakub, orang-orang pilihan-Nya!

Perbuatan Tangan Tuhan Ajaib, Carilah WajahNya

Bersyukur adalah cara kita mengakui otoritas dan kedaulatan Tuhan.Lihatlah betapa banyak dan tak terhitung dalam memori kehidupan kita. Betapa tuntunan dan penyertaan-Nya telah menghentar kita melewati kehidupan sampai pada waktu ini. Sukacita besar kita alami ketika dalam segala situasi hidup baik itu menyenangkan ataukah dalam kesusahan kita tetap berseyukur, memuji Tuhan dan menceritakan perbuatan ajaib-Nya sebab hanya dengan demikian kita akan menemukan sukacita dan kebahagiaan sejati. Ketahuilah bahwa Tuhan menghendaki kita memiliki hubungan yang sungguh-sungguh tulus dengan-Nya,. Tuhan tidak menginginkan adanya hubungan sesaat karena menginginkan  berkat jabatan, kesembuhan atau jawaban doa yang lain. Raja Daud menyerukan hal ini bagi Asaf dan saudara- saudaranya agar memimpin umat Israel menaikkan puji-pujian  kepada Tuhan karena perbuatan tangan Tuhan menuntun sehingga Tabut Perjanjian berhasil dipindahkan  ke Yerusalem. Perbuatan ajaib Tuhan ini harus diceritakan agar semua umat mengingat perbuatan ajaib yang dilakukan Tuhan. Jangan pernah melupakan perbuatan ajaib Tuhan, kenanglah itu, ceritakanlah perbuatan ajaibNya bagi keluarga dan semua yang kita jumpai. Katakan bagi diri kita dan kepada semua orang : carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu. Mari jadikan Tuhan sebagai yang utama dalam hidup.

Doa: ya Tuhan, ajari aku tetap percaya pada-Mu, amin.

Jumat, 23 Oktober 2026

bahan bacaan : 2 Korintus 12 : 9a (TB2)

9 Namun, jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah anugerah-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna."

Duri dalam Daging dan Kasih Karunia yang Cukup

Kehidupan rasul Paulus tidak luput dari penderitaan. Ia menyebut pengalamannya sebagai “duri dalam daging” sebuah simbol dari kelemahan, keterbatasan, atau pergumulan berat yang terus-menerus ia rasakan. Paulus bahkan tiga kali memohon kepada Tuhan agar duri itu disingkirkan darinya. Namun, jawaban Tuhan melampaui logika manusia: duri itu tidak dicabut, tetapi kasih karunia Tuhan diberikan untuk memampukannya bertahan.Seringkali kita merasa minder, putus asa, atau tidak layak saat menghadapi keterbatasan. Padahal, Tuhan sering memakai titik-titik terlemah dalam hidup kita untuk menyatakan kemuliaan-Nya, sehingga yang terlihat bukan kehebatan kita, melainkan kehebatan kuasa-Nya. Tuhan tidak selalu langsung mengubah atau menghapus masalah kita. Namun, Dia berjanji memberikan kasih karunia yang tepat dan cukup pada waktunya untuk menguatkan langkah kita hari demi hari. Dengan menyadari keterbatasan diri, kita belajar untuk sepenuhnya bergantung kepada Tuhan, bukan pada kekuatan atau kepandaian kita sendiri. Bila hidup terasa berat atau melemahkan, alih-alih tawar hati, pandanglah itu sebagai tempat di mana kuasa Tuhan rindu bekerja secara luar biasa dalam hidup.

Doa: ya Tuhan, ajari aku tetap percaya walau ada duri dalam hidupku, amin.

Sabtu, 24 Oktober 2026

bahan bacaan : Mazmur 59 : 17 – 18 (TB2)

17 Tetapi aku mau menyanyikan kekuatan-Mu, pada waktu pagi aku mau bersorak-sorai karena kasih setia-Mu; sebab Engkau telah menjadi kota bentengku, tempat pelarianku pada waktu kesesakanku. 18 Ya kekuatanku, bagi-Mu aku mau bermazmur; sebab Allah adalah kota bentengku, Allahku yang mengasihi aku.

Kekuatan Di Tengah Tekanan

Mazmur ini ditulis Daud ketika ia berada dalam situasi yang sangat mencekam Namun, Daud tidak membiarkan rasa takut melumpuhkan imannya. Sebaliknya, ia mengalihkan pandangannya dari masalah kepada siapa Allah bagi dirinya. Daud memilih untuk bermazmur, memuji kekuatan Tuhan, dan bersorak-sorai karena kasih setia-Nya. Saat menghadapi kesesakan atau pergumulan hidup, reaksi alami manusia adalah mengeluh atau tawar hati. Namun, Daud memberi teladan untuk mengambil keputusan iman: memuji Tuhan dan menaikkan syukur di tengah situasi yang sulit.. Ia memandang Tuhan sebagai “kota benteng” dan “tempat perlindungan” yang kokoh, tempat ia aman dari segala marabahaya. Pemeliharaan Tuhan selalu baru setiap pagi. Kasih setia-Nya tidak pernah gagal, bahkan di malam-malam tergelap dalam hidup kita. Apakah Anda sedang menghadapi “kesesakan” atau tekanan yang membuat hati terasa berat?. Mari, arahkan hati, akui kelemahan dan naikkan pujian kepada Allah karena Allah adalah sumber kekuatan kita.

Doa: Tuhan, mampukan kami kuat ditengah tekanan hidup. Amin

*SUMBER : SHK BULAN OKTOBER 2026, LPJ-GPM

Tinggalkan Balasan